Disclaimer: At Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda.


Chapter 2: Yonkou Baru

Sehari kemudian setelah dimulainya kerja sama antara Naruto dan Judge, Germa 66 kembali mengirimkan semua kendaraan siputnya ke wilayah Totto Land. Judge bermaksud untuk tinggal sementara di sini selama persiapan pernikahan antara Naruto dan putrinya, Vinsmoke Reiju. Sekaligus ia juga akan membantu renovasi seluruh wilayah yang sekarang dikuasai anak berambut pirang itu menggunakan pasukan human cloningnya.

Sebenarnya Judge belum sepenuhnya mempercayai Naruto, ia khawatir akan dikhianati lagi seperti dulu. Judge tidak tahu apa yang ada di pikiran Naruto dan bagaimana langkah yang akan diambil selanjutnya oleh Naruto. Pria besar itu hanya bisa bersikap waspada dengan mempersiapkan seluruh pasukan kebanggaannya.

Siang ini setelah makan, Naruto meminta diadakan pertemuan antara dirinya dengan calon istrinya. Dan sekarang mereka sudah berada di salah satu ruangan yang ada di istana kerajaan Germa 66. Kenapa pertemuan diadakan di sana? Simpel saja, karena istana yang akan ditempati Naruto belum jadi.

Seorang pelayan wanita berjalan dengan anggun ke arah meja bundar dengan membawa sebotol wine berkualitas tinggi. Dengan perlahan ia mengisi dua gelas di atas meja itu dengan wine yang terlihat segar.

"Silahkan nikmati wine segar ini, Nona Reiju, Tuan Naruto." Kata pelayan itu dengan lemah lembut lalu berjalan ke luar ruangan.

Naruto memang ingin tak ada seorang pun yang mendengar pembicaraan mereka. Jadinya ia menyuruh seluruh pelayan pribadi Reiju untuk keluar ruangan.

Naruto mengambil wine miliknya, meneguk minuman berwarna ungu kemerahan itu dengan perlahan.

"Wine ini enak." Kata Naruto membuka pembicaraan lalu menaruh wine itu di atas meja.

"Ini adalah wine yang dibuat koki pribadi kami." Balas Reiju.

"Benarkah? Pantas saja tidak ada merknya di botol. Benar-benar kerajaan yang hebat, tidak hanya makanannya yang enak tapi minumannya juga." Puji Naruto lagi.

"Terima kasih atas pujiannya."

"Sekarang kita masuk ke pembicaraan ini," kata Naruto sambil menyatukan kedua jari-jemarinya di hadapan wajahnya membuat Reiju tidak bisa melihat mulut calon suaminya. Itu persis seperti yang selalu dilakukan Sasuke dulu, mode keren. "Kalau tidak salah dengar, tubuh kalian telah dimodifikasi oleh Judge. Peluru atau meriam tidak akan mempan pada tubuh kalian. Apa benar?"

Reiju mengangguk sambil tersenyum. "Itu benar. Sejak kecil tubuk kami telah dimodifikasi untuk mendapatkan kekuatan yang besar."

Reiju kemudian membuktikan perkataannya pada Naruto dengan cara mengetuk-ngetukkan tangan pada pahanya. Naruto bisa mendengar suara seperti dentingan baja. Remaja pirang itu mengangguk tanda mengerti. Entah apa teknologi yang dibuat Judge sampai bisa memodifikasi tubuh manusia tanpa memberikan bekas operasi di tubuhnya. Seperti yang diharapkan dari seorang ilmuan jenius.

"Tapi tenang saja. Kulit kami tidak sedingin dan sekeras baja. Kami seperti manusia pada umumnya namun memiliki pelindung di dalam tubuh kami. Jadi eto … buleh kupanggil Naruto?"

"Tentu saja. Sebentar lagi kita akan menikah. Saling memanggil dengan nama depan akan lebih baik."

Reiju mengangguk lagi lalu melanjutkan perkatannya. "Jadi Naruto tidak perlu khawatir." Kalimat yang dilontarkan Reiju itu memiliki makna tersirat.

Naruto terkekeh pelan setelah mendengar perkataan Reiju. Si gadis berambut pink itu menatap bingung.

"Perkataanmu itu seakan aku adalah orang mesum yang ingin menikmati tubuh wanita cantik saja. Maaf sebelumnya, aku hanya ingin memastikan apa yang kudengar saja. Soal tubuhmu sekeras baja atau tidak aku tak terlalu memikirkannya."

"Kalau begitu aku yang harusnya meminta maaf karena telah lancang berbicara seperti itu. Dan aku juga cukup terkejut sifat Naruto tidak sama seperti kebanyakan lelaki."

"Memangnya sifat seperti apa?"

"Bukankah sudah sewajarnya kalau laki-laki itu terpaku pada kekuatan dan nama besar, serta yang pastinya mereka menginginkan wanita cantik berada di sisinya."

"Hmm, yang kau katakan memang ada benarnya juga. Tapi tidak seluruhnya laki-laki seperti itu."

"Mungkin iya, mungkin tidak."

Mereka berdua berhenti berbincang sesaat, mengambil wine masing-masing lalu meminumnya dengan anggun. Reiju menggerak-gerakkan gelasnya pelan sehingga wine yang ada di dalamnya ikut berputar. Itu kebiasaan orang elit yang memutar-mutarkan gelas setelah meminum isinya.

Naruto menengok ke arah jendela yang terbuka di samping kanan. Ia menyipitkan mata dan melihat dari jauh sana awan hitam sedang menuju wilayah kekuasaannya. Sepertinya Totto Land akan dilanda badai hari ini. Apakah itu pertanda baik atau buruk siapa yang tahu.

"Sepertinya tidak lama lagi akan ada badai." Kata Naruto.

Reiju pun menengok ke arah yang sama seperti calon suaminya, ia menyipitkan mata, lalu mengangguk. "Benar."

"Kembali ke topik utama. Hal yang terakhir ingin kukatakan adalah …," Naruto menggantungkan kalimatnya dan menatap Reiju serius.

"Apa?"

"Aku ingin memiliki anak." Lanjut Naruto yang membuat senyum Reiju berkembang. Senyum itu lalu berubah menjadi kekehan kecil. Reiju melihat laki-laki di depannya sebagai lelaki humoris.

"Kenapa kau tertawa?" Tanya Naruto yang sedikit tidak suka.

"Maaf. Aku hanya sedikit terkejut dengan perkataanmu." Jawab Reiju kemudian berdehem pelan untuk mengembalikan suara anggunnya. "Seorang yang sudah berstatus menjadi suami istri bukankah lebih baik mempunyai anak? Kenapa Naruto malah menanyakan hal yang sudah pasti seperti itu? Jika Naruto berpikiran aku keberatan mempunyai anak maka itu adalah kesalahan besar. Sebenarnya aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu." Lanjut Reiju sambil melihat langit biru campur gelap. Ingatan tentang ibunya muncul begitu saja. 'Wanita yang baik.'

Naruto menggaruk belakang kepalanya gugup sambil tersenyum hambar. "Kukira … pernikahan politik seperti ini tidak akan membuatmu senang. Jadinya aku meminta izin padamu."

"Begitu. Sebagai wanita normal tentu saja jika dinikahkan politik maka akan menolak. Tapi itu tergantung pada siapa calon suaminya. Naruto … aku mengakui kau memiliki hawa yang membuat orang di sekitarmu ingin mengikuti dirimu. Dan kau juga tampan. Jadi apa salahnya menerima ajakan pernikahan ini. Sekaligus aku juga ingin membantu Ayah untuk meraih cita-citanya lagi." Setelah berbicara cukup panjang, Reiju meminum winenya.

"Maksudmu … Judge ingin kembali menguasai North Blue?"

Reiju mengangguk tanda mengiyakan. "Benar. Itulah alasan kenapa Ayah memilih untuk beraliansi dengan Big Mom dan keluar dari Pemerintah Dunia."

"Aku mengerti. Mustahil untuk bisa menguasai North Blue jika berada di bawah kekuasaan Pemerintah Dunia."

"Ngomong-ngomong, apakah hari pernikahan kita sudah ditetapkan?" Tanya Reiju penasaran.

"Belum. Aku belum berbicara dengan ayahmu. Dan juga masih banyak yang harus kukerjakan. Tentang penduduk, bangunan, pasukan, dan alat perang. Jujur saja masalah itu membuatku tidak bisa tidur selamalan. Maaf, bisakah kau menunggu lebih lama lagi? Mungkin sebulan lagi kita akan menikah, atau paling cepat 2 minggu lagi." Jawab Naruto.

"Baiklah, aku tidak keberatan. Mungkin ini yang terbaik karena kita memiliki waktu untuk mengenal satu sama lain lebih lama."

"Hn, aku juga berpikir seperti itu."

Setelah ucapannya, Naruto bangkit berdiri dari sofa empuk itu. berjalan perlahan menuju jendela besar yang terbuka. Angin seketika berhembus kencang setelah Naruto memajukan kepalanya keluar jendela. Awan hitam itu semakin dekat dengan kilatan petir menyambar-nyambar.

"Reiju," Panggil Naruto pelan. Nada itu berbeda dari yang tadi. Seperti ada rasa sedih yang terkandung di dalamnya.

"Hm?" Reiju bukan orang yang tidak peka. Ia dapat menangkap ada unsur kesedihan di nada Naruto.

"Ini hanya cerita masa lalu tentang keluargaku. Mungkin kau akan merasa bosan tapi aku harus menceritakannya." Ada jeda sebentar sebelum Naruto melanjutkan perkataannya. "Dulu clanku dibantai oleh negara lain, hampir semua orang dari clanku mati. Yang tersisa hanya beberapa orang saja termasuk ibuku. Waktu terus berlalu sampai akhirnya aku lahir. Namun tepat setelah aku lahir kedua orang tuaku meninggal. Aku sendirian. Sampai pada akhirnya aku mengetahui bahwa clan Uzumaki hanya tinggal aku seorang. Oleh sebab itu aku ingin memiliki anak sebagai penerusku kelak." Ungkap Naruto lalu berbalik, melihat Reiju. "Karena itu aku ingin memiliki banyak anak. Bagaimana denganmu?"

Reiju tersenyum tipis sebelum tubuhnya bangkit berdiri dan berjalan menuju Naruto, semakin dekat lalu gadis pink itu memeluk tubuh kekar Naruto dengan lembut. Mengusap punggung calon suaminya sambil mensandarkan kepala di dada bidang Naruto.

Naruto merasakan perasaan hangan yang baru kali ini ia rasakan. Ini bukan kehangatan dari teman, atau pada orang yang dihormatinya. Tapi ini kehangatan yang datang dari orang yang mencintainya. Naruto merasakan ketenangan batin. Ia kemudian membalas pelukan Reiju.

"Naruto bebas memilik anak berapa pun dariku. Selama itu membuat Naruto senang aku juga ikut senang."

"Terima kasih banyak, Reiju."

-o0o-

Naruto keluar dari ruangan yang sebenarnya adalah kamar Reiju beberapa saat lalu setelah urusannya selesai. Mengingat kembali kamar Reiju yang kelwat besar entah kenapa membuatnya iri. Ia tidak pernah memiliki kamar sebesar itu yang ukurannya lebih besar dari apartemennya dulu. Tapi ia tidak perlu iri lagi karena sebentar lagi ia juga akan memiliki kamar yang luas bahkan istana megah. Tapi masalah utamanya adalah pekerja. Totto Land sunyi senyap setelah seluruh penduduknya melarikan diri dan tidak kunjung kembali ke sini lagi.

"Sekarang saatnya aku berbicara dengan Judge." Gumam Naruto lalu menghampiri Judge yang sedang berada di singgasananya.

Butuh lebih dari 5 menit untuk sampai di tempat Judge.

"Naruto, tak biasanya kau pergi menemuiku. Ada perlu apa?" Tanya Judge tanpa basa basi.

"Aku ingin berbicara hal penting padamu sekaligus aku ingin melihat bagaimana laboratorium tempat human cloning dibuat. Kau tidak akan menolak keinginanku bukan?"

"Hn. Tentu tidak. Aku juga berniat untuk menunjukkannya padamu. Kalau begitu ikuti aku."

Naruto mengikuti ke mana langkah Judge. Mereka pergi pe ruang bawah tanah dengan melewati ratusan atau bahkan ribuan anak tangga yang melingkar di sepanjang permukaaan dinding. Naruto melihat banyak mesin yang berada di ruanag bawah tanah ini. Mesin-mesin itu sangat berbeda dengan yang pernah ia lihat sebelumnya. Sampai pada akhirnya Judge menuntun Naruto ke sebuah pintu baja berukuran besar. Jika orang biasa tidak akan sanggup membuka bahkan menggerakkan pintu itu. Butuh seseorang yang memiliki kekuatan besar untuk membuka pintu itu.

Perlahan pintu itu mulai dibuka oleh Judge. Dari balik pintu muncul sinar terang, semakin terang membuat kedua mata Naruto silau dan akhirnya ia bisa melihat apa yang ada di dalam.

Ribuan tabung yang berisikan human cloning dengan mesin-mesin canggih di dalamnya. Serta beberapa professor –entah itu cloning atau asli sedang memeriksa tiap bagian tabung. Mereka berdua masuk ke dalam. Naruto tak henti-hentinya melihat seluruh tabung yang hampir memenuhi ruangan ini. Benar-benar menakjubkan!

"Jadi ini tempat kau membuat human cloning?"

"Ya, seperti itulah."

"Benar-benar menarik."

Naruto mengetuk-ngetukan tangannya ke salah satu tabung yang ada di depannya. "Apakah mereka tidak sadarkan diri saat berada di dalam tabung?"

"Benar. Syarat utama untuk mengembangkan mereka sampai bisa dewasa dalam waktu singkat adalah mereka tidak harus sadar. Saat ini jantung mereka berdetak namun kesadaran mereka sepenuhnya hilang. Dan saat mereka bangun mereka akan sama seperti bayi yang baru lahir." Jawab Judge.

"Begitu. Kalau kuperkirakan seluruh tabung yang ada di sini berjumlah 5000. Kau bisa membuat human cloning sebanyak 5000 dalam waktu singkat. Kalau boleh tahu sesingkat apa waktunya?"

"5 tahun untuk bisa mencapai pasukan yang memiliki tubuh seperti umur 20 tahun ke atas."

Naruto terkekeh pelan sambil menyeringai. "Jika begitu setiap tahunnya kau akan menghasilkan 1000 pasukan. Benar-benar menakutkan teknologi yang kau miliki, Judge."

"Ya … dan pasukan mayat hidupmu itu tidak kalah menakjubkannya."

"Bisa kau jelaskan cara kerja human cloning ini?" Pinta Naruto tertarik mengetahui cara kerja human cloning.

"Syarat utama yang harus dipenuhi agar bisa membuat human cloning adalah memiliki DNA atau gen dari orang yang akan kita cloning. Germa 66 telah mendapatkan DNA dari ksatria kuat di kerajaan North Blue dan mencloning mereka. Itulah sebabnya kenapa kerajaan Germa 66 disebut sebagai kerajaan dengan pasukan paling kuat." Jelas Judge.

"Dengan kata lain seluruh prajuritmu adalah ksatria, bukan begitu?"

Judge mengangguk dengan senyum sombongnya. Ia bangga memperlihatkan kekuatan sejati kerajaan Germa 66 pada Naruto. Remaja pirang itu melihat dalam-dalam setiap wajah yang ada di dalam tabung. Mereka memiliki bentuk tubuh dan wajah yang berbeda namun ada juga yang sama. Jika dijumlah maka human cloning memiliki 5 variasi wajah dan 5 varias bentuk tubuh. Ada yang tinggi besar, ada juga yang normal.

"Sekarang kita menuju ke persetujuan selanjutnya." Ungkap Naruto yang membuat Judge harus melihat wajah calon menantu, menatapnya penuh tanya.

"Persetujuan?"

"Benar. Sudah kubilang aku tertarik untuk memiliki pasukan sepertimu. Kita serakang belum mencapai kesepakatan tentang transaksi antara human cloning dengan pasukan mayat hidup. Begini saja, 1 mayat hidup aku hargai 1000 pasukanmu. Bagaimana?"

Judge tersenyum sinis. "Apa kau menginginkan aliansi kita berakhir di sini? itu terlalu jauh perbandingannya. Harga pasukan Germa 66 lebih malah dari pada itu. 1 mayat hidup saja tidak cukup!"

"Nfufufu … apa kau sudah lupa tentang yang aku katakan kemarin malam?" Naruto tersenyum penuh keyakinan. Apa yang dikatakan anak pirang itu membuat Judge tersentak dan terdiam karena teringat oleh kata-kata Naruto kemarin malam. Mereka mengatakan pertemuan hanya 4 mata tanpa anak-anak Judge.

"Sial." Gumam Judge yang masih bisa didengar oleh Naruto.

"Baguslah kalau kau sudah mengingatnya. Biar kutegaskan, mayat hidup yang kumiliki tidak bisa dihancurkan bagaimana pun caranya. Kau sudah menemukan bukti kemarin malam saat mencoba apakah benar mayat yang kuhidupkan abadi, jawabannya sudah kau lihat dengan matamu sendiri. Hanya ada 2 cara untuk mengalahkan mayah hidup Edo Tensei. Pertama penggunanya membatalkan jutsu itu, dan cara kedua yang tak mungkin bisa dipakai adalah menyegel mereka. Seperti yang kau tahu, di dunia ini tidak ada kekuatan untuk menyegel, khususnya segel untuk mengalahkan Edo Tensei." Jelas Naruto yang menekankan lagi perkataannya kemarin malam.

"Apa yang kau katakan memang benar. Tapi sia-sia saja kalau mayat hidup yang dulunya pengguna Buah Iblis setelah dibangkitkan kekuatan itu akan hilang. Dengan kata lain mayat hidupmu tidak sekuat saat mereka hidup dulu." Balas Judge. Dengan begini alasan untuk menolak tawaran itu kuat, ia tidak bisa menukarkan 1000 pasukannya dengan 1 mayat hidup. Perbandingannya terlalu jauh.

Naruto menyeringai tipis. "Begitukah? Kalau begitu sekarang giliranku untuk menunjukkan hal yang menarik. Mendekatlah padaku!" Pinta Naruto.

Judge pun mendekatkan dirinya pada remaja pirang itu. Naruto kemudian mengaktifkan Mangekyou Sharingan. Perlahan-lahan lubang vortex mulai menghisap mereka berdua dengan intinya berada di mata kanan Naruto.

[Kamui]

Syuut!

Detik berikutnya mereka telah sampai di sebuah tempat yang berisikan balok-balok ungu bercahaya redup dengan langit-langit gelap total.

"Di mana ini?" Tanya Judge.

"Dimensi milikku."

Naruto tak henti-hentinya membuat Judge terkejut, bahkan kehadiran si pirang di dunia ini juga membuat terkejut semua orang. Apa lagi orang yang sudah dekat dengannya. Rasa terkejut dan kagum Judge masih belum mereda setelah Naruto memperlihatkan salah satu keahliannya dalam membangkitkan orang yang telah mati. Dan sekarang sudah bertambah ia memiliki dimensi sendiri.

Menurut apa yang dipercaya Judge, dimensi lain hanya dimiliki oleh segelintir orang pemakan Buah Iblis, contoh sederhananya adalah kemampuan Brulee yang dapat menciptakan dunia cermin, atau lebih tepatnya dimensi cermin. Dan juga kemampuan salah satu anggota CP9 bernama Blueno yang dapat memasuki dimensi lain untuk membuat pintu di mana saja.

Judge melihat ke sekitar, terdapat banyak peti-peti yang ia yakini isinya adalah uang dan emas. Mudah baginya untuk menebak apa yang ada di dalam dimensi ini. Naruto dulunya adalah seorang Pirate Hunter, jadi memiliki banyak kekayaan dari hasil berburunya itu tidak mengejutkan. Apa lagi anak itu terkenal dengan kekuatan dan kesuksesannya dalam menangkap buruannya.

"Kau memiliki banyak uang ya …," celoteh Judge sambil iseng membuka salah satu peti di dekat kakinya. Peti itu berisi tumpukan uang.

"Begitulah, aku telah lama memburu buronan dan mendapatkan hasil dari itu." Balas Naruto sambil mengambil salah satu peti yang ukurannya lebih kecil dari peti-peti lain. Setelah didapat ia lalu menghampiri calon mertuanya yang terlihat sedang membelakangi dirinya sambil membuka beberapa peti. Mungkin penasaran dengan isinya.

"Uang … emas … apa tidak ada yang lain di sini? Kau ingin menyombongkan kekayaanmu padaku, Naruto?" Tanya Judge yang sudah menengok ke belakang.

Naruto menggeleng pelan dengan senyum tipi. "Tentu saja tidak. Kekayaan kerajaanmu lebih dari yang kupunya. Maksudku mengundangmu datang ke sini adalah untuk memperlihatkan ini," Kata Naruto lalu membuka peti yang di bawanya di depan Judge.

Sedetik kemudian Judge kembali dibuat terkejut dengan apa yang menjadi isi peti itu. di pelipisnya terlihat keringat dingin mulai mengalir. Bibirnya berusaha untuk menahan senyum yang entah kenapa ingin sekali keluar. Naruto yang melihat ekspresi Judge –orang itu berusaha untuk menyembunyikan kesenangannya menyeringai tipis. Yap, kalau begini mau tidak mau Judge harus menyetujui usulan Naruto yang harga 1 Edo Tensei sama dengan 1000 pasukan human cloning.

"Apakah ini asli?" Tanya Judge.

Naruto mengangguk. "Tentu saja, memang ada Buah Iblis yang palsu. Ah mungkin itu adalah Smile buatan Caesar di bawah naungan keluarga Donquixote. Tapi aku bisa jamin ini asli."

Judge melihat isi peti itu banyak Buah Iblis dengan beragam bentuk dan warna. Ada yang berwarna hitam, biru, ungu, dan masih banyak lagi. Ia tidak habis pikir kenapa bisa Naruto mengumpulkan Buah Iblis sebanyak ini. Padahal Buah Iblis itu sulit didapatkan dan tidak ada cara untuk mendeteksi keberadaannya.

"Bagaimana kau bisa memiliki buah iblis sebanyak ini?" Tanya Judge penasaran.

"Ada dua cara. Pertama, dengan kemampuanku aku bisa mendapatkan Buah Iblis dengan banyak meskipun membutuhkan waktu lama. Kedua, kebetulan ada orang yang ingin menjual Buah Iblis, ia tidak mau memakannya karena tidak minat. Rata-rata yang menjual adalah seorang pelaut, bukan Bajak Laut. Jadi aku beli saja kalau menarik." Jawab Naruto cukup panjang.

Naruto bisa membuat banyak Kage Bunshin sampai 1000, angka itu cukup untuk menjelajah ke segala penjuru dunia untuk mencari Buah Iblis juga harta karun.

"Nah sekarang tidak sia-sia bukan kalau mayat yang kuhidupkan dulunya adalah pengguna Buah Iblis setelah dibangkitkan kekuatan itu tidak ada, maka sebagai antisipasi aku memiliki banyak Buah Iblis yang telah kukumpulkan selama ini." Naruto terkekeh pelan melihat raut wajah Judge yang ingin sekali memperlihatkan kekesalan namun ditahan.

"Sekarang ayo kita kembali ke topik negoisasinya."

-o0o-

Malam harinya, Naruto terlihat duduk di kursi mewah. Kursi itu dulunya dipakai oleh Big Mom. Jadi bisa dipastikan bahwa Naruto tidak bisa menyandarkan sikutnya di pinggiran kursi. Sebenarnya juga dikatakan duduk pun tidak bisa, Naruto sedang tiduran di kursinya. Ia menatap langit-langit tinggi yang gelap, maklum ini adalah ruang bawah tanah. Para prajurit Germa 66 sudah mulai membuat istana baru untuk Naruto.

"Negoisasi sudah mencapai kesepakatan. 1 Edo Tensei sama dengan 1000 human cloning. Aku memiliki sekitar 100 Edo Tensei. Itu berarti jika aku menjual semuanya aku akan dapat 100.000 pasukan. Hmm … sepertinya masih kurang. Lagi pula Judge pasti tidak mau membeli semua Edo Tensei. Paling mentok hanya sepuluh, mungkin." Gumam Naruto. Ia sedang berpikir langkah yang akan diambil selanjutnya.

"Bajak Laut pastinya harus memiliki kekuatan tempur yang besar, apa lagi ini seorang Yonkou. Aku harus segera menyeleksi para Edo Tensei yang akan kujadikan sebagai 6 Komandan Utama dan para Menteri pulau. Mungkin langkah terbaik adalah menyusun pasukan tempur sesuai Bajak Laut Big Mom." Lanjut Naruto sambil mengusap dagunya.

5 detik kemudian ia bangkit dan maju satu langkah. Kedua tangannya membuat single hanseal.

[Kushiyose: Edo Tensei]

Di depannya muncul 15 peti mati yang perlahan mulai membuka menampilkan isinya. Naruto kemudian mengonsentrasikan chakranya pada dua mayat hidup untuk memberi kesadaran. Tak lama kemudian 2 dari 15 mayat hidup itu mula membuka mata mereka bersamaan dengan hilangnya peti mereka.

"Di mana aku?" Gumam salah seorang mayat hidup yang diberi kesadaran.

"Kalian berada di ruang bawah tanah istanaku, Portgas D. Ace, Edward Newgate." Jawab Naruto sambil mengucapkan dua nama orang yang telah dibangkitkannya.

"Kau … kalau tidak salah kau adalah pemburu Bajak Laut yang terkenal itu bukan?" Tanya Edward atau yang akrab dipanggil Shirohige sambil memincingkan mata.

"Suatu kehormatan bisa dikenal oleh seorang Yonkou– bukan, tapi mantan Yonkou."

"Perasaan aku sudah mati. Tapi kenapa aku masih memilik kesadaran? Dan juga ada yang berbeda dengan tubuhku." Kata Ace sambil melihat tubuhnya yang berbeda dengan warna agak hitam serta terdapat retakan-retakan di tubuhnya. Meskipun begitu ia tidak merasa kesakitan.

"Sederhana saja, kalian memang sudah mati 2 tahun lalu. Dan aku membangkitkan kalian untuk menjadi prajuritku." Ungkap Naruto dengan santai.

"Pengguna Buah Iblis? Seingatku satu-satunya pengguna Buah Iblis yang dapat memberikan kehidupan adalah Big Mom. Tapi kekuatannya tidak bisa membangkitkan orang yang telah mati." Selidik Shirohige.

Naruto mengangguk membenarkan. "Jika dikatakan Buah Iblis sepertinya tidak mungkin. Aku bukan pengguna kekuatan itu. Ini adalah kekuatan murni yang berasal dari tubuhku sejak lahir." Jawab Naruto.

"Memang yang seperti itu ada?" Tanya Ace.

"Kenyataannya?" Naruto balik tanya dengan memperlihatkan fakta bahwa Ace dibangkitkan.

Ace terdiam sebentar sebelum teringat adik kesayangannya. "Luffy … keadaan Luffy bagaimana? Kau tidak mengincar dia bukan?" Tanya Ace cepat sambil mencengkram kerah baju Naruto.

"Tenang dulu. Dia baik-baik saja. Dan aku tidak mengincarnya." Jawab Naruto sambil melepaskan cengkraman Ace.

"Syukurlah dia bisa selamat dari Marineford." Gumam Ace terharu.

Selanjutnya Naruto menceritakan tentang kondisi dunia saat ini. Mulai dari Marshal D. Teach yang mengambil alih posisi Shirohige sampai kalahnya Big Mom oleh Naruto. Semua kejadian besar sejak 2 tahun lalu Naruto ceritakan tak terkecuali perang besar antara Teach dan Marco, juga keberhasilan Luffy mengalahkan Doflamingo.

"Dengan kalian dibangkitkan, otomatis kekuatan buah iblis kalian akan hilang. Kekuatan Shirohige yang diambil oleh Teach, dan Mera-Mera no Mi milik Ace yang berengkarnasi kembali dan dimakan oleh orang number 2 di pasukan revolusi, Sabo."

Ace tersentak ketika mendengar kara Sabo. Sabo … sabo … ia tidak pernah melupakan nama itu, nama yang telah mati belasan tahun lalu. Tunggu! Jika memang benar itu Sabo maka …,

"Kumohon beritahu aku! Apakah ciri-ciri orang bernama Sabo itu berambut pirang dan selalu berpakaian ala bangsawan?" Tanya Ace.

"Ya begitulah, dia juga mempunyai senjata dari pipa." Jawab Naruto sambil mengingat-ingat sosok Sabo.

Kedua mata Ace membulat, perlahan mengeluarkan air mata. Ia terharu. Sudah pasti itu Sabo yang sangat dikenalnya, saudaranya. "Syukurlah dia masih hidup. Apakah Luffy sudah bertemu dengannya?"

"Mungkin iya mungkin tidak. Aku tak tahu."

Shirohige sejak tadi diam saja sambil mengamati Ace. Ia bukan orang yang tidak peka. Cukup dengan menyimak saja orang tua itu pasti sudah tahu perasaan Ace seperti apa. Setelah puas memandang mantan Komandan divisi 2 itu Shirohiga lalu memandang Naruto. "Bocah, apa yang kau inginkan dari kami."

"Kekuatan … bantuan … seperti itulah." Jawab Naruto santai.

"Dan jika kami menolak?"

"Kalian tidak bisa menolak karena kalian telah berada di bawah kendaliku. Jika berontak maka aku bisa saja menghilangkan kesadaran kalian dan mengendalikan dengan penuh. Kalian hanya memiliki dua pilihan. Patuh padaku dan tetap memiliki kesadaran atau aku akan menjadikan kalian boneka seutuhnya. Tentu saja ini adalah pilihan special yang aku berikan hanya untuk kalian. Jika mayat hidup yang lainnya aku tidak berikan."

Shirohige mendecih pelan. "Bocah zaman sekarang memang tidak tahu sopan santun. Baiklah kami akan menuruti semua keinginanmu, tapi dengan syarat."

"Biar kutebak, kau ingin membalas dendam pada Teach bukan?" Naruto menyeringai tipis.

"Ya. memang seperti itu syarat dariku. Bagaimanapun aturan di dalam kapal tetap akan berlaku selama kau masih bisa menghirup udara. Teach telah membunuh rekannya sendiri di atas kapal. Maka hukuman paling tepat adalah membunuhnya." Ungkap Shirohige.

"Aku juga sama. Kali ini aku pastikan akan mengalahkan Teach sialan itu." Tambah Ace.

Naruto tersenyum lebar. "Memang itu yang kuinginkan dari kalian. Terima kasih karena mau membantuku. Aku pastikan dendammu akan sampai pada Teach. Sekarang waktunya menunjukkan pada kalian sesuatu yang menarik."

Naruto mengambil peti yang berisikan 2 Buah Iblis. Peti itu lalu diserahkan pada mereka. "Itu adalah Mizu Mizu no Mi dan Hito Hito no Mi model Zeus. Meskipun dulunya Ace adalah pengguna kekuatan api tapi sepertinya untuk menguasai pengendalian air tidak begitu sulit. Dan tentu saja untuk Shirohige adalah Buah Iblis tipe Zoan yang memiliki kekuatan fisik terbesar." Ungkap Naruto sambil menyerahkan kedua buah mahal itu. Jika ingin Naruto bisa menjualnya pada pemerintah seharga 1 milyar Berry. Namun Naruto berpikir menyerahkannya pada pasukan Edo Tensei akan lebih menguntungkan.

"Kau cukup hebat bisa menemukan buah yang termasuk ke dalam Buah Iblis paling kuat selain Gura Gura no Mi." Komen Shirohige lalu menyantap buah yang seperti apel berwarna biru muda bergambar kilatan itu. Ace juga langsung memakannya tanpa pikir panjang setelah melihat Kaptennya juga memakan Buah Iblis.

Untuk Mizu Mizu no Mi, buah itu berbentuk seperti buah pir berwarna biru tua dengan aksen seperti arus air. Beberapa lama kemudian keduanya terlihat menahan mual di mulut, itu cukup untuk menghibur Naruto. Baru pertama kali ia melihat raut wajah seseorang yang sedang memakan Buah Iblis. Ternyata memang benar buah itu rasanya tidak enak.

"Apa terjadi sesuatu pada tubuh kalian?" Tanya Naruto.

"Tidak." Jawab Ace.

Naruto angkat bahu tidak peduli, ia hanya basa basi saja tadi. Jika tidak apa-apa ya syukur. Remaja pirang itu lalu membuat segel tangan tunggal, tidak lama kemudian 13 peti mati sisanya yang berada di belakang mulai terbuka menampilkan para tokoh yang sudah tak asing lagi, kecuali satu orang asing dari pulau langit.

"Sekarang aku akan umumkan siapa saja yang akan menjadi Komandan Utama. Aku memilih 6 orang untuk jabatan itu termasuk kalian berdua." Kata Naruto yang mendapatkan perhatian dari Shirohige dan Ace.

"Kalian berdua adalah satu-satunya Edo Tensei yang aku berikan kesadaran. Sisanya bergerak sesuai perintahku. Jujur aku cukup terkejut kalian tidak bersikap sombong karena kalian adalah mantan orang-orang berpengaruh. Sepengetahuanku seorang Yonkou sepertimu tidak akan menuruti perintah orang lain."

"Jika aku masih hidup aku pasti akan melakukan itu. Tapi sekarang aku hanyalah mayat yang dibangkitkan kembali. Seharusnya aku sudah tidak berhubungan lagi dengan dunia ini. Tapi aku harus tetap menghukum Teach karena kelakuannya. Oleh karena itu aku bersedia ikut denganmu, bocah." Jawab Shirohige.

"Kau pasti membawa penyesalan saat kau mati, bukan?"

"Ini berat kukatakan tapi … ya, aku membawa penyesalan di kematianku karena tidak sanggup menjadi 'ayah' yang tegas." Kata Shirohige lalu mengepalkan kedua tangannya. "Terlebih Teach telah mengambil kekuatan yang menjadi simbol kebesaranku. Itu tidak bisa dimaafkan!"

"Ayah …," gumam Ace menatap nanar Shirohige. Sedikit banyaknya ia tahu perasaan Kaptennya itu seperti apa.

"Begitu." Naruto tak bisa berkomentar apa-apa. ia lalu mengambil dua benda dari dimensi Kamui melalui Mangekyou Sharingannya. Itu adalah topi Ace dan senjara Shirohige yang ia dapat dari makam keduanya.

"Ambilah. Itu akan berguna untuk kalian."

Mereka berdua menerima barang milik mereka sendiri.

"Sudah kuputuskan. Untuk Komandan Utama aku memilih Shirohige Edward Newgate, Hiken Portgas D. Ace, Big Mom Charlotte Linlin, Kaminari Enel, Charlotte Katakuri, dan Charlotte Smoothie. Meskipun yang lainnya ada sebagian Buah Iblis yang belum kudapat. Tapi cepat atau lambat para Buah Iblis itu akan muncul di belahan dunia ini. Dan aku juga yakin 2 atau 3 Buah Iblis akan muncul di wilayahku." Kata Naruto.

Remaja pirang itu lalu menatap langit-langit dengan sebuah seringai tipis menakutkan. "Besok adalah waktunya Bajak Laut Rubah Orange beraksi sekaligus ini adalah ajang tes untuk kalian berdua memakai kekuatan baru. Hmm … aku telah memikirkan target yang sempurna untuk dihancurkan."

"Di mana itu?" Tanya Ace

Naruto terdiam sebentar lalu memperlebar seringainya.

"Sebuah pangkalan Angkatan Laut yang tugasnya mengawasi gerak gerik Bajak Laut Big Mom. Kalau tidak salah pangkalan itu dipimpin oleh seorang Wakil Laksamana bernama Prodi. Besok pagi kalian akan menggempur markas itu."

Bersambung


AN: Update lama dikarenakan banyak kerjaan yang mesti mau tidak mau saya selesaikan. Real life benar-benar sibuk. Yang sudah menunggu dan PM kapan update fic ini saya ucapkan terima kasih. Itu berarti kehadiran saya ditunggu di situs Fanfiction.

Ada yang penasaran dengan pernikahan Naruto? Santai, resepsi pernikahan akan diadakan di penghujung Arc pertama ini. Arc pertama akan membahas tentang persiapan Naruto yang baru menjadi Yonkou.

Minta saran boleh? DI wilayah Big Mom total ada 35 pulau. Rencananya saya akan memberi nama semua pulau dan mengganti nama wilayah Totto Land. Yang punya nama-nama kota atau pulau bagus silahkan tulis di kolom review. Saya juga masih mencari nama-nama keren di game tema Fantasy, contoh Final Fantasy yang memiliki nama dan kota indah.

Jika ada typo kasih tahu saya. Jangan pula review! Terus dukung fic ini untuk meramaikan fandom Naruto x One Piece.

© Hanakire