Disclaimer: At Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda.
Chapter 3: Kabar Mengejutkan
Pagi hari yang cerah datang pada Totto Land, menyinari seluruh pulau yang menjadi wilayah kekuasaan Naruto. Sepi. Itulah gambaran kondisi Totto Land saat ini. Tidak ada penduduk kecuali di pulau Whole Cake. Para tentara Germa 66 sedang merenovasi besar-besaran kota pulau ini. Naruto ingin merubah pulau yang akan menjadi Ibu kota dari kekaisarannya menjadi pulau air atau kota air. Ia sudah memikirkan nama-nama baru untuk wilayah kekuasannya.
Dan sekarang Naruto telah melakukan pembicaraan serius dengan anggota kerajaan Germa 66. Ada Judge, Reiju, Ichiji, Niji, dan Yonji. Maksud dari pembicaraan ini adalah Naruto meminta pada Germa 66 untuk mengakui kedaulatan kekaisaran yang Naruto buat.
Setelah pihak Germa 66 mengakui keberadaan kekaisaran dengan menandatangani surat kedaulatan maka secara resmi wilayah kekuasaan Big Mom bernama Totto Land telah berubah menjadi kekaisaran Olympus dengan kaisarnya adalah Uzumaki Naruto.
Jangan salah sangka dulu. Meskipun remaja pirang itu mendirikan kekaisaran dan menjadi kaisar, pada dasarnya ia adalah seorang Bajak Laut pemegang tittle Yonkou. Bukankah secara harfiah Yonkou berarti 4 Kaisar? Jadi apa salahnya membentuk kekaisaran? Itulah yang dipikirkan kepala kuning itu.
Pulau Whole Cake yang resmi berubah nama menjadi Altissia akan ditetapkan sebagai Ibu kota kekaisaran.
"Dengan ini satu pekerjaanku telah selesai." Ungkap Naruto sambil melihat surat yang telah ditandatangani dengan senyum tipis. Ia puas dengan ini.
"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Yonji penasaran.
"Tidak lama lagi aku akan menunjukkan pada dunia keberadaanku dan kekaisaranku. Bagaimanapun semua orang harus tahu jika Yonkou Big Mom tidak lagi memegang tittle itu." Jawab Naruto.
Yonji, Niji, dan Ichiji seketika menyeringai lebar mengetahui apa yang akan dilakukan calon kakak ipar mereka.
"Perlu kami bantu?" Tawar si rambut biru bernama Niji.
"Terima kasih atas tawarannya, calon adik ipar. Tapi untuk sekarang aku tidak membutuhkannya. Aku ingin menguji beberapa Edo Tenseiku."
"Begitu, sayang sekali. Padahal kami sangat bersemangat untuk bertarung."
"Kalau untuk itu bersabarlah. Akan tiba saatnya dunia memasuki zaman perang."
"Mumpung kita lagi berkumpul, ada yang harus kubicarakan denganmu. Ini menyangkut tentang transaksi antara Edo Tensei dan prajurit human cloningku." Kata Judge.
"Hoo, jadi kau memutuskan untuk menyetujui tawaranku?"
"Begitulah. Untuk permulaan aku menginginkan 2 Edo Tensei. Kebetulan kami menerima panggilan untuk berperang di salah satu negara yang sedang terkena kudeta. Aku bermaksud untuk menguji seberapa hebat Edo Tensei milikmu." Jelas Judge.
"Itu sangat bagus. Jika memungkinkan ajak negara itu untuk beraliansi dengan kita." Kata Naruto yang menangkap adanya keuntungan bila memiliki banyak aliansi.
"Aliansi? Maaf harus kukatakan jika negara yang kumaksud itu adalah negara kecil yang miskin. Bahkan mereka harus bersusah payah untuk mengumpulkan uang sebagai imbalan untuk bantuan kami. Jika dilihat dari segi mana pun tidak akan ada keuntungan untuk kita jika beralinasi dengan mereka. Aku berani bertaruh pada akhirnya mereka akan menjadi parasit." Kata Judge yang keberatan dengan rencana Naruto. Memang sangat menguntungkan jika beralinasi dengan banyak pihak. Tapi lihat dulu kondisi mereka, apakah akan menguntungkan atau justru merugikan.
"Kalau boleh tahu apa nama negaranya?" Tanya Naruto.
"Negara Applenine."
"Kalau tidak salah Applenine adalah negara tetangga dari kerajaan Dressrosa. Iklim di sana adalah salju. Jika dilihat dari segi manapun tidak ada yang menguntungkan dari negeri salju. Sangat sulit untuk menanam tumbuhan di cuaca ekstrim seperti itu." Analisis Naruto yang mulai sependapat dengan pikiran Judge.
Tapi detik berikutnya Naruto tersenyum tipis. "Sebuah negara yang tidak termasuk dalam Pemerintah Dunia. Jika benar maka tidak ada satu pangkalan Angkatan Laut di sana. Dari segi keamanan jelas Applenine harus bergerak sendiri. Hmm … tapi aku masih memiliki keuntungan untuk kita jika menawarkan aliansi pada mereka."
"Aku tetap tidak setuju."
"Bagaimana kalau negara yang dijajah? Kita bisa melakukan hal apapun pada negeri itu."
"Lalu apa untungnya menjajah tanah tak subur mereka?"
Naruto menggeleng pelan. "Jangan lihat dari sumber daya alam yang mereka miliki. Kalau tidak salah dengar, Applenine merupakan negara yang maju dalam bidang sumber daya manusia. Itu artinya kita bisa memanfaatkan penduduk mereka demi keuntungan kita. Dalam situasi seperti ini aku sangat membutuhkan apa yang namanya sumber daya manusia. Kekaisaran ataupun kerajaan dikatakan resmi berdiri jika ada wilayah, pemimpin dan penduduknya."
"Aku mulai tahu jalan pikiranmu. Singkatnya kau mengingikan para penduduk Applenine untuk menetap dan menjadi warga kekaisaranmu. Bukan begitu?"
"Tepat sekali. Aku sangat membutuhkan penduduk. Mereka juga akan berguna jika dijadikan sebagai tentara."
"Hn. Sesuai permintaanmu, aku akan mengajukan- tidak, lebih tepatnya memerintah mereka agar tunduk padamu dan Germa 66." Kata Judge menerima rencana Naruto. "Kembali ke topik utama. Sebagai percobaan aku menginginkan 2 Edo Tensei yang cukup kuat. Bila perlu 2 Edo Tensei itu menguasai beberapa teknik."
"Sesuai permintaanmu, aku akan menyiapkannya." Setelah berbicara, Naruto mulai memejamkan mata, berpikir Edo Tensei apa yang cocok dengan permintaan Judge. Beberapa detik kemudian kedua mata itu membuka kembali lalu membuat satu segel tangan tunggal.
[Kuchiyose: Edo Tensei]
Muncul 2 peti di belakang Naruto. Semua menatap serius pada peti-peti yang mulai membuka.
"Akan kuperkenalkan mereka. Yang berada di sebelah kanan bernama Nero. Kalau tidak salah dulunya ia adalah agen pemerintah dunia. Ia juga pernah memasuki grup CP9 namun tidak lama. Aku menemukan mayatnya di lautan lepas sekitar Enies Lobby. Untuk kekuatan ia menguasai 4 dari 6 teknik Rokushiki. Cukup kuat untuk petarung abadi."
"Terakhir yang berada di sebelah kiri bernama Vice. Pria berbadan besar itu dulunya adalah anggota eksekutive Doflamingo. Jangan diragukan lagi kekuatannya sebesar apa."
"Aku percaya padamu. Aku akan mengambil mereka berdua. Tunggu! Jika mereka adalah pionmu maka bagaimana aku memerintahkan mereka?" Tanya Judge teringat sesuatu yang penting.
Naruto tersenyum tipis. "Kalau itu tenang saja." Katanya kemudian mengaktifkan Sharingan dan menggenjutsu mereka berdua akan setia pada perintah Judge. "Dengan begini kau bisa bebas memerintahkan mereka berdua."
"Baiklah. Sesuai janji, aku akan segera mengirimkan 2000 pasukan yang telah diset agar setia padamu."
"Terima kasih. Aku sangat senang beraliansi denganmu."
"Itu juga berlaku untukku."
Keduanya saling menunjukkan senyum kepuasan.
-o0o-
Naruto sedang tiduran di kursi kebesarannya. Sudah lebih dari 30 menit keluarga kerajaan Germa 66 meninggalkan Naruto. Semua perbincangan sudah menemui hasil. Lagi pula Germa harus segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke negara Applenine.
"Kekaisaran Olympus … mungkin aku harus merubah struktur di bidang militer. Jabatan Komandan Utama sudah sering dipakai. Lagi pula ini adalah kekaisaran. Hmm … mungkin jabatan militer tertinggi kuberi nama Shogun saja seperti di negara Wano." Gumam Naruto berpikir. "Tidak terlalu buruk, nama Shogun terlihat lebih menakutkan dan berwibawa."
"Kalau begitu aku akan memilih 10 Edo Tensei terkuat untuk dijadikan sebagai Shogun. Shirohige, Ace, Big Mom, Katakuri, Enel, Smoothie, Cracker, Gekko Moriah, Vergo, dan mantan Vice Admiral Jagura D. Saulo. Sempurna." Naruto menyunggingkan senyum puasnya. Ini adalah struktur terkuat yang dimiliki oleh dirinya.
Sesuai perkataannya kemarin, Naruto akan melaksanakan tugas pertamanya untuk memperkenalkan diri pada dunia tentang status barunya dengan cara menyerang pangkalan Angkatan Laut dan mengambil alih tempat itu. Lumayan untuk memperluas area kekuasaan dan juga di sana banyak persenjataan yang akan bermanfaat.
Remaja pirang itu memanggil Shirohige dan Ace dari alam tidurnya. Kedua mantan buronan terkenal itu disuruh Naruto untuk memakai topeng yang hanya menutupi daerah mata sampai hidung, tidak dengan mulut –topeng yang digunakan Shirohige dan Ace adalah topeng yang sering dipakai para agen Chiper Pol atau juga biasa digunakan saat pesta topeng. Di tengah topeng itu terdapat simbol kepala rubah orange. Naruto tak lupa memberikan jubah hitam polos agar identitas Shirohige dan Ace dapat disembunyikan. Mereka terlalu dini untuk menunjukkan tubuh pada dunia.
Naruto sebenarnya berniat untuk mengenalkan para buronan yang telah mati pada dunia. Tapi itu nanti.
"Berapa lama untuk sampai pangkalan Angkatan Laut?" Tanya Ace sehabis memakai jubah hitamnya.
"Tidak lama. Aku akan menggunakan teknik ruang dan waktu agar lebih cepat. Mungkin 1 detik." Jawab Naruto.
"1 detik?" Tanya Ace yang kaget. Berpindah tempat hanya dalam 1 detik? Itu hal yang baru didengar olehnya. Bahkan teknik Soru pun lebih dari 1 detik untuk berpindah tempat.
"Begitulah. Beberapa hari yang lalu aku telah menandai tempat itu. Dan sepertinya mereka belum sadar jika aku meletakkan salah satu kunai Hiraishin di tempat mereka." Ungkap Naruto. "Sekarang cepat pegang tubuhku dan bersiaplah!"
Baik Shirohige maupun Ace menuruti ucapan atasannya. Mereka sebenarnya penasaran apa yang akan dilakukan oleh remaja pirang itu. Tak berapa lama kemudian Hiraishin diaktifkan, pandangan Shirohige dan Ace mulai menghitam, perut mereka mulai menari-nari sampai kurang dari 1 detik pemandangan di kedua mata mereka berubah dari ruangan tertutup menjadi langit yang memperlihatkan warna biru cerah.
"Sigh!" Gumam Ace sambil memegang perutnya yang mual, ia ingin muntah sekarang. "Perutku …,"
"Tenang saja. Itu adalah efek samping yang akan didapat jika kalian pertama kali menggunakan Hiraishin. Sebentar lagi kau akan kembali normal." Kata Naruto.
Mereka sekarang berada di balik tebing curam. Tidak ada siapa-siapa di sini. Di balik tebing itu ada sebuah pangkalan besar Angkatan Laut.
"Kita tak perlu mengendap-endap untuk menyerang mereka. Cukup serangan kejutan dan kalahkan. Tapi ingat, buat seminimalisir mungkin kehancuran. Aku tidan ingin bangunan-bangunan yang telah jadi kembali rusak." Perintah Naruto yang diberi anggukan oleh Shirohige dan Ace.
Serangan barbar? Mudah saja bagi mereka. Tak perlu khawatir akan terluka, tubuh mereka akan kembali pulih dengan cepat. Edo Tensei tidak cocok digunakan sebagai serangan diam-diam.
Shirohige mengaktifkan kekuatan Buah Iblisnya. Perlahan tubuh itu diselimuti oleh petir-petir berwarna biru. Angin kencang muncul seketika. Jika tekanan anginnya sebesar ini maka Naruto yakin pihak Angkatan Laut menyadari posisi mereka. Detik berikutnya Shirohige telah berbubah menjadi sosok pria besar nan tinggi. Tingginya bisa mencapai 10 meter dengan mata putih bersih yang bersinar dan sebuah sorban yang menutupi tubuhnya. Di sekitar tubuh Shirohige terdapat percikan listrik kecil. Tak lupa pedang yang muncul dari ketiadaan.
Melihat itu Naruto tersenyum kecil. Remaha pirang itu sangat yakin Buah Iblis Shirohige kekuatannya melebihi Buah Iblis milik mantan Fleet Admiral Sengoku.
"Menakjubkan, aku tidak percaya buah aneh itu memiliki kekuatan sebesar ini. Sungguh dunia yang membingungkan." Kata Naruto melihat keindahan bentuk Shirohige dalam mode Buah Iblisnya.
Seketika ia teringat sesuatu. Dari informasi yang didapat, normalnya orang yang memakan Buah Iblis tipe Zoan akan memiliki 3 bentuk perubahan. Ini semakin menarik! Naruto sudah tak sabar apakah Shirohige memiliki 3 bentuk perubahan atau tidak. menarik menarik!
Ace masih terdiam sambil mendongkak ke atas. Kini Shirohige melayang di udara. Sekarang adalah gilirannya mencoba kekuatan baru, air. 'Air dan api … kurasa pengendaliannya tidak jauh berbeda. Aku akan mencoba menggunakan teknik-teknik yang kukuasi dulu.' Batin Ace kemudian merubah kakinya menjadi air dan mendorong dirinya agar dapat terbang seperti Shirohige.
Naruto yang melihat keduanya sudah mulai beraksi menghilang di tempat. Remaja pirang itu punya urusan sendiri. Tujuannya saat ini adalah ruang kerja Prodi.
-o0o-
Diwaktu yang bersamaan, di sebuah tempat yang tertutupi awan, orang-orang menyebutnya dengan tanah suci, Mariejoa. Di gedung besar tempatnya pusat pemerintahan dunia sedang diadakan rapat penting Angkatan Laut guna membahas Shichibukai. Dunia semakin tidak terkendali sejak pencabutan gelar Shichibukai pada Doflamingo dan Law. Secepatnya mereka harus mencari calon Shichibukai yang baru. Atau tidak para Bajak Laut semakin menjadi.
Terlihat orang yang sedang duduk di meja besar dengan cerutu di mulutnya. Ia memakai jas berwarna merah. Ia adalah pimpinan tertinggi Angkatan Laut saat ini, Akainu Sakazuki. Di hadapan Sakazuki sudah duduk para petinggi lainnya mulai dari Laksaman sampai Laksaman Muda.
"Hanya ada 7 Shichibukai yang ada di dunia. Mereka adalah Bajak Laut kuat yang dipilih oleh Pemerintah Dunia dan diizinkan berbuat jahat oleh Pemerinta Dunia. Sebagai gantinya, kekuatan serta nama besar mereka berada di pihak Pemerintah dan itu akan menjadi ancaman bagi Bajak Laut lain di dunia ini." Jelas Brandnew sambil memperlihatkan foto-foto Shichibukai yang tersisa di belakangnya.
"Pertama, pendekar pedang terhebat di dunia, Taka no Me Dracule Mihawk."
"Kedua, dia adalah salah satu senjata manusia Angkatan Laut, Si Kejam Bartholomew Kuma."
"Ketiga, Ratu dari Amazon Lily, Kaizoku Jotei Boa Hancock."
"Keempat, pemimpin dari perkumpulan Bajak Laut Berbahaya dan Legenda Hidup, Douke Buggy."
"Dan terakhir, orang yang berhasil menghabisi banyak aliansi Bajak Laut Shirohige dan juga disebut-sebut sebagai anak dari Shirohige, Edward Weevil. Itulah kelima orang yang masih memegang gelar Shichibukai. Fleet Admiral! Secepatnya kita harus mencari pengganti Doflamingo dan Law!"
"Ya … aku tahu, Brandnew. Sekarang dunia sedang kacau karena insiden kekalahan Doflamingo oleh Mugiwara dan Law." Kata Sakazuki sambil mengepalkan kedua tangannya. Tak lama kemudian kedua tangan itu mulai berasap dan terselimuti oleh lahar panas. "Law … Doflamingo, bajingan tengik seperti mereka berani-beraninya menimbulkan kekacauan yang berakibat pada tak seimbangnya dunia. Mereka tak bisa dimaafkan." Geram Sakazuki.
"Hmm … bagaimana kalau kita menyuruh Kiiroi Senkou Uzumaki Naruto untuk menjadi Shichibukai baru." Kata Laksamana Kizaru Borsalino.
"Bukannya orang itu adalah pemburu bajak laut?" Momonga buka suara. Sang Wakil Laksamana itu merasa cukup aneh jika pemburu bajak laut menjadi Shichibukai.
"Aku yakin laki-laki seperti dia bukan tipe orang yang tunduk pada orang lain." Laksamana baru yang mulai menjabat sejak tahun lalu. Namanya masih dirahasiakan oleh Angkatan Laut. Namun ia terkenal dengan julukan Ryokugyu atau Banteng Hijau.
"Benar. Laki-laki seperti Naruto tidak cocok menjadi Shichibukai." Timpal Sakazuki.
"Bagaimana dengan Generasi Terburuk?" Wakil Laksamana Tsuru angkat bicara.
"Hmm … terlibat sesuatu dengan Generasi Terburuk akan menimbulkan masalah merepotkan bagi kita." Tolak Borsalino.
"Benar juga. Kita harus belajar dari insiden Law. Para Generasi Terburuk pastinya memiliki rencana terselubung jika menjadi Shichibukai, dan pada akhirnya kita yang akan kena rugi." Angguk Ryokugyu.
"Bagaimana dengan mantan Shichibukai, Crocodile?" Kali ini yang memberi saran adalah Wakil Laksamana Dalmantian.
"Angkatan Laut akan malu jika mengangkat si bajingan Crocodile itu menjadi Shichibukai kembali." Tolak kasar Sakazuki.
"Hmm … ini menyusahkan. Rata-rata Bajak Laut terkenal memiliki tujuan yang sudah pasti dan tujuan itu berdampak pada meruginya pihak Pemerintah Dunia. Kita tidak bisa merekrut Bajak Laut seperti mereka." Seperti biasa, nada bicara Borsalino terdengar pelan dan santai.
"Bagaimana dengan salah satu Bajak Laut dari Super Rookie. Kalau tidak salah namanya Nuregami Caribou. Dia memiliki harga buron sebesar 210.000.000 Berry. Kudengar dia sudah memasuki lautan New World dan sedang membuat kekacauan di berbagai tempat." Kata Ryokugyu.
Sakazuki menimbang-nimbang ucapan dari bawahannya. Memang benar Caribou telah berbuat kacau di berbagai tempat dan cukup ditakuti oleh Bajak Laut lainnya. "Baiklah. Kita akan mengangkat Bajak Laut Caribou sebagai Shichibukai selanjutnya. Tinggal satu orang lagi." Keputusan yang cepat dari seorang pemegang prinsip 'Keadilan Sejati'.
"Bagaimana dengan saudaranya, Kaerichi Coribou?"
"Hmm … dia juga sama ganasnya dengan Caribou. Maa~ mereka tidak bisa dipisahkan, mereka akan semakin kuat jika bersatu." Timpal Borsalino.
"Buronan dengan harga kepala 190.000.000 Berry kah? Lumayan untuk mengintimidasi Bajak Laut lainnya."
Sakazuki mengambil cerutu yang senantiasa menempel di mulutnya, ujung cerutu itu kemudian ditekan pada asbak yang tersedia di atas meja. "Caribou dan Coribou … segera kirim pesan untuk mereka! Aku telah memutsukan untuk memberikan gelas Shichibukai pada mereka berdua!"
"Baik!"
"Dan satu lagi … ini menyangkut tentang si Ten Yasha Donquixote Doflamingo."
Semua menatap diam menunggu atasan mereka melanjutkan ucapannya.
Sakazuki memandang semua bawahannya dengan tajam. "Aku ingin dia dihukum mati di alun-alun markas utama Angkatan Laut 4 hari lagi! Segera buat berita mengenai hukuman mati Doflamingo untuk dunia!"
-o0o-
Kembali ke pangkalan Angkatan Laut yang dipimpin oleh Prodi. Saat ini keadaan benar-benar kacau. Semua pasukan Angkatan Laut yang ada di sana berjuang mati-matian melawan 2 musuh mereka, hanya 2 orang. Namun 2 orang itu bagaikan melawan 20.000 orang. Prodi mendongkak ke atas, menatap kesal sekaligus takut pada dua sosok di sana. Ia sama sekali tidak menyangka jika pangkalan yang dipimpin olehnya akan terkena serangan mendadak.
"Sial!" Geram Prodi melihat satu per satu prajuritnya tumbang oleh hantaman air yang datang dari ketiadaan. "Semuanya! Tembak musuh dengan meriam! Bagi yang menguasai teknik Geppo segera mempersiapkan diri!" Perintah Prodi pada semua bawahannya.
"Siap!"
Melawan musuh yang paling sulit adalah musuh yang memiliki kekuatan untuk terbang. Sangat merepotkan jika kita tidak mempunyai teknik yang dapat melayang di udara. Oleh sebab itu satu-satunya serangan terbaik adalah menggunakan senapan atau meriam. Namun sebaik apapun serangannya masih belum cukup untuk sekedar menggores kulit Shirohige dan Ace. Terlebih mereka memiliki defend masing-masing. Yang tidak memiliki Haki jelas tidak akan bisa mengalahkan Ace. Dan yang tidak memiliki kekuatan besar jelas tidak akan bisa menghancurkan pertahanan petir Shirohige.
Dor! Dor!
Puluhan meriam dilesatkan menuju Ace dan Shirohige. Ace hanya diam, tidak melakukan apa-apa. Ia tidak merasakan adanya Busoshoku no Haki di dalam meriam tersebut. Jadi meriam-meriam itu hanya menembus dan melewati dirinya. Sementara Shirohige menciptakan dinding petir sebagai pertahanan.
"Sekarang giliranku." Kata Shirohige lalu menebaskan pedang petirnya secara horizontal membuat gelombang udara tajam berwarna biru yang melesat menuju kumpulan prajurit Angkatan Laut.
Duar!
"Arghh!"
"Gahh!"
"Chough!"
Prodi membulatkan matanya kaget melihat ratusan bawahannya tumbang seketika hanya dengan satu serangan. Sial sial sial sial sial. Kata itulah yang terus terulang dalam hatinya. Otaknya sudah tidak mampu memikirkan strategi yang cocok untuk mengalahkan musuh. Terlebih prajurit andalannya sudah lama tumbang akibat kecerobohan –mereka merasa sudah kuat dan main hantam saja tanpa pertimbangan terlebih dahulu, hasilnya baik Shirogihe maupun Ace dapat mengalahkan mereka dengan mudah.
Sekarang Angkatan Laut hanya tersisa sekitar 300 prajurit termasuk Prodi. Mereka terlihat memasang wajah lesu dan pasrah. Tangan mereka gemetar memegang senapan laras panjang, bahkan ada yang sampai menjatuhkan senapan itu saking takutnya.
"Ini sudah berakhir."
"Tidak ada kesempatan untuk kita."
"Mungkin mati lebih baik dari pada merasakan perasaan ini."
Gumaman-gumaman Prodi dengan dari prajuritnya. Sedikitnya ia bisa paham dengan apa yang dirasakan oleh mereka. Maklum, mereka adalah prajurit baru Angkatan Laut yang mentalnya belum terasah. "Masih terlalu dini untuk berputus asa! Kita adalah prajurit Angkatan Laut yang telah bersumpah untuk memberantas kejahatan sampai titik darah penghabisan!" Teriak Prodi memberi motivasi untuk bawahannya. Inilah tugas seorang pimpinan.
"Benar …,"
"Wakil Laksamana Prodi benar. Nama keadilan akan malu jika kita kalah di sini."
"Woooo! Ayo kita bertarung sampai mati."
Prodi tersenyum melihat prajuritnya kembali optimis dan mendapatkan semangat yang mengembu. Ini baik dalam medan tempur. Sementara Shirohige yang sedari tadi melihat musuh di bawahnya tersenyum kecil. Ia kemudian menengok ke Ace yang ada di sampingnya.
"Kita tak memiliki waktu banyak. Ace, segera lenyapkan mereka semua." Perintah Shirohige.
"Baik, akan kulaksanakan."
Ace merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Posisinya saat ini berada di tengah-tengah pangkalan ini. Tidak lama kemudian air laut yang berada di sekitar pangkalan mulai terangkat. Terus terangkat sampai para Angkatan Laut dapat melihat ribuan ton air melayang di udara, menghalangi cahaya matahari.
"A-apa apaan mereka?" Kata salah satu Angkatan Laut yang terkejut dengan wajah berlumuran keringan dingin.
"Ini bohong kan?"
"Sudah kuduga … kita tidak bisa menang."
Prodi hanya menatap semua air itu dengan mulut menganga.
Ace kemudian menggerakkan kedua tangannya ke bawah,
[Big Tsunami]
Seketika seluruh air itu kembali jatuh ke permukaan tanah. Kali ini posisi jatuhnya adalah pangkalan, menyebabkan semua prajurit yang tersisa terdorong derasnya air sampai mereka juga ikut kembali ke dalam lautan. Tidak berhenti sampai disitu, untuk memastikan semuanya beres Ace mengendalikan air laut agar seluruh prajurit Angkatan Laut termasuk Prodi dapat menjauh dari sini.
"Fiuuh, tugas selesai." Kata Ace.
"Kerja bagus. Kita sudah berhasil mengalahkan semua prajurit Angkatan Laut sekaligus tubuh mereka diseret oleh air laut. Dan kita berhasil meminimalisir kerusakan yang ada."
Hasil dari pertarungan ini cukup memuaskan di mana hampir semua bangunan tidak ada yang rusak parah. Paling hanya retak atau bolong kecil. Itu bisa direnovasi dengan mudah.
"Jadi selanjutnya kita melakukan apa?" Tanya Ace.
"Tunggu sampai bocah itu menyelesaikan tugasnya. Kita akan menunggu bocah itu di tempat pertama kali muncul."
Shirohige dan Ace kembali pada posisi awal.
Di ruang tempar Prodi bekerja, terlihat Naruto yang duduk santai di kursi empuk dengan menggenggam kerah baju seorang pria kekar yang pingsan berlumuran darah. Bisa ditebak bahwa itu ulah dari Naruto. Satu lagi, Naruto saat ini sedang melakukan Henge menjadi dirinya versi wanita, Naruko.
Ia memandang denden mushi yang sedang tidur karena tidak ada panggilan. Tidak lama kemudian tangan Naruto menyambar gagang telepon denden mushi itu, memposisikannya di depan mulut sambil menunggu yang dituju tersambung.
Tuuuut-
"Halo? Ada apa meneleponku Prodi? Aku sedang sibuk hari ini."
Suara seperti laki-laki tua terdengar jelas oleh Naruto. Dari suaranya kemungkinan yang menjawab adalah Monkey D. Garp, orang yang menjadi pahlawan Angkatan Laut.
"Halo? Apa kau bisa mendengar suaraku?" Kembali Garp bertanya. Mungkin ia berpikir sinyalnya tidak terlalu bagus.
"Halo-"
"Ini bukan Prodi."
Dari sana Garp terlihat bingung karena yang menjawab adalah suara perempuan. Perempuan? Setahu Garp Prodi tidak memiliki pengawal bergender wanita.
"Maaf, tapi ada apa kau meneleponku-"
Naruto memotong ucapan Garp dengan cepat. "Aku hanya ingin memberi tahumu- tidak, tapi kalian semua Angkatan Laut dan Pemerintah Dunia mengenai pangkalan militer yang tugasnya mengawasi pergerakan Yonkou Big Mom."
"Huh, aku tidak terlalu mengerti tapi ya sudahlah. Jadi ada apa dengan pangkalanmu?"
"Aku akan menjelaskannya dengan singkat, jadi harap pasang telinga baik-baik. Pertama, aku bukan seorang Angkatan Laut melainkan anggota dari Bajak Laut Kitsune, camkan itu! Kedua, kami hanya ingin memberi tahu kalian bahwa pangkalan ini telah diserang oleh kami dan semua Angkatan Laut yang ada di sini kalah. Jadi aku akan mengklaim pangkalan ini menjadi milik Bajak Laut Kitsune."
"Oy tunggu! Apa yang terjadi di sana?!" Garp mulai terpancing emosinya.
"Sudah kubilang pasang telinga baik-baik. Aku akan mengatakannya sekali lagi. Angkatan Laut telah kalah dan pangkalan ini sekarang menjadi milik Bajak Laut Kitsune. Paham!"
Naruto menutup gagang teleponnya dengan kasar. Ia cukup kesal mendapati lawan bicaranya adalah orang bukan pendengar yang baik. Inilah tugasnya sebagai Kapten Bajak Laut Kitsune, menyebarkan informasi agar nama Bajak Lautnya dapat dikenal oleh dunia.
"Misi selesai. Aku akan menemui Ace dan Shirohige." Gumam Naruto lalu menghilang menggunakan Hiraishin.
Setelah ketiganya selesai menjalankan tugas masing-masing. Naruto lalu meneleport semuanya ke istana. Sementara Garp yang berada di markas utama Angkatan Laut sedikit panik, pasalnya Prodi adalah rekan seperjuangannya dulu. Jika terjadi apa-apa padanya tentu saja Garp tidak akan membiarkan itu semua.
"Coby! Perintahkan satu Kapten untuk berlayar menuju pangkalan Angkatan Laut yang dimimpin oleh Prodi. Aku ingin kalian memeriksa kebenaran dari ucapan wanita itu!" Perintah mutlak Garp pada orang yang senantiasa berdiri di depannya.
"Baik laksanakan, Wakil Laksamanan Garp!"
-o0o-
Malam hari yang cerah dihiasi dengan taburan beribu bintang indah, belum lagi bulan purnama yang terlihat sempurna itu. Saat ini Naruto sedang berada di istana kerajaan Germa 66, untuk sementara ia akan tinggal di sini sampai proses pembangunan istananya selesai. Tadi sore Judge sudah menyerahkan blue print rancangan istana. Dilihat dari blue print itu istana Naruto akan memiliki 20 lantai, belum termasuk ruang bawah tanah yang mencangkup hampir seluruh pulau. Dalam rancangannya Judge akan membuat ruang bawah tanah super besar melebihi besar istana dan akan berlantai 5.
Untuk prajurit yang ditugaskan membangun infrastruktur kota sudah bekerja beberapa hari lalu. Mereka sudah membuat jalur untuk digunakan sebagai kanal. Sesuai perintah dari Naruto, ia menginginkan kota air.
Pemuda pirang yang kini memakai pakaian ala bangsawan dengan jubah berwarna merah itu tersentak kecil ketika menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.
"Sepertinya kau sedang menikmati malammu, Naruto." Ucapan feminine dari Reiju yang datang ke kamar Naruto.
"Begitulah. Aku hanya teringat masa lalu." Balas Naruto.
"Jadi, apa berhasil dengan sempurna?" Yang Reiju tanyakan adalah penyerangan terhadap salah satu pangkalan Angkatan Laut.
"Sangat sempurna malah. Pangkalan itu memiliki banyak senjata dan kapal perang. Itu sangat menguntungkan untukku. Rencananya aku akan menggunakan kapal perang itu sebagai kapal Bajak Laut Kitsune."
"Hmm … apa tidak masalah menggunakan kapal musuh sebagai kapal Bajak Laut?"
"Tenang saja. Aku akan memodifikasi kapal-kapal itu. Sejujurnya kapal yang kumiliki dulunya adalah kapal perang yang kucuri."
"Benarkah? Tapi itu tidak seperti kapal perang Angkatan Laut. Mengagumkan." Kata Reiju yang sudah berdiri di samping Naruto. Mereka saat ini berada di balkon.
Keduanya terdiam melihat taburan bintang. Seketika angin kencang menyambar mereka dan memberikan hawa dingin. Naruto menggigil sebentar lalu melihat Reiju. "Kau tidak kedinginan memakai pakaian pendek seperti itu?" Tanya Naruto.
"Tidak. Tubuhku sudah dimodifikasi, jadi aku kuat pada segala cuaca." Jawab Reiju kalem.
"Tapi tetap saja angin malam tidak baik untuk kesehatan." Ungkap Naruto yang memakaikan jubahnya pada Reiju.
Reiju terkikik kecil melihat tingkah laku calon suaminya. Sebenarnya tidak memakai sehelai benang pun ia tidak akan apa-apa, baik dingin maupun panas tidak akan berpengaruh sama sekali. Tapi entah kenapa hatinya sangat senang melihat Naruto yang perhatian. Ini adalah pertama kalinya Reiju diperhatikan oleh seorang pria.
"Hihihi, bukankah sudah kubilang aku tidak akan apa-apa? Tapi aku ucapkan terima kasih atas perhatianmu, Naruto." Kata Reiju yang pipinya sedikit memerah.
"Hm, sama-sama."
Keduanya kembali terdiam membisu. Hanya suara angin saja yang terdengar.
"Naruto," panggil Reiju pelan.
"Hm?"
"Apakah jadwalmu besok padat?"
Naruto berpikir sebentar. "Besok aku harus melakukan sesuatu yang penting, menyiapkan surat-surat penamaan pulau dan kota. Tapi mungkin sore aku akan senggang. Memangnya kenapa?"
"Tidak. Aku hanya ingin lebih dekat denganmu. Ngomong-ngomong, Naruto akan melakukan sesuatu yang penting apa?"
Naruto tersenyum tipis. "Aku akan pergi ke Mariejoa dan menyerahkan seluruh mayat para Bajak Laut Big Mom. Setelah itu aku akan memberikan kejutan kecil para mereka dan tentu saja memperkenalkan diriku yang baru sebagai Yonkou. Nfufu … ini akan sangat menarik."
Bersambung
AN: Maaf update lama karena kesibukan yang semakin bertambah. Tidak perlu basa-basi lagi, di chapter ini telah dibahas bagaimana keputusan Angkatan Laut yang cukup mengejutkan. Tentang pengangkatan Shichibukai sampai keputusan hukuman mati untuk salah satu character antagonist favorite kita, Doflamingo. Saya sudah menyiapkan plot sebaik mungkin untuk itu.
Dan kejutan kecil yang dikatakan Naruto apakah ada yang bisa menebak? Cluenya adalah 'penduduk'.
Masalah utama kenapa update lama salah satunya sibuk mencari referensi untuk nama-nama pulau atau kota. Bisakah kalian menyumbangkan ide? Ini juga untuk kelancaran update karena di chapter depan fix saya akan menyebutkan seluruh nama pulau yang menjadi daerah kekuasaan Naruto. Jika belum komplit maka terpaksa update akan sedikit lebih lama.
Untuk nama, boleh menggunakan nama-nama kota cepang pada zaman dulu atau yang bernuansa barat abad pertengahan.
Terima kasih kepada kalian yang setia menunggu update fic ini. Jika ada typo harap beri tahu saya.
© Hanakire
