Disclaimer: At Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda.
Chapter 4: Kaisar 4 dan 5
Pagi hari di pulau Altissia, pulau terbesar yang ada di kekaisaran Olympus sekaligus pulau tempat berdiamnya Yonkou Naruto. Pagi hari ini dataran Altissia dihiasi oleh ribuan orang yang sedang berjalan menuju istana. Ribuan orang itu adalah para prajurit Germa 66. Judge menuntaskan janjinya untuk memberikan 2000 pasukannya sebagai bahan tukar 2 Edo Tensei yang Naruto berikan.
Pembangunan istana Naruto telah mencapai 50 persen dari sempuran. Sekarang ini istananya telah memiliki 10 lantai. Tinggi istana Naruto akan terus bertambah sampai pembangunan selesai.
Saat ini pemuda pirang itu sedang berdiri di balkon lantai 10 sambil melihat kumpulan pasukannya yang mulai mendekat ke alun-alun istana. Mereka berkumpul dengan barisan yang rapi. Ada 2 barisan dan masing-masing berjumlah 1000 pasukan. Para pasukan itu tidak memakai baju perang khas Germa 66. Mereka hanya menggunakan kaos abu-abu dan celana panjang hitam.
Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari belakang pemuda pirang itu.
"Naruto-sama, harap segera ke alun-alun istana untuk menyapa pasukan baru kita."
Yang berbicara itu adalah Pudding. Ia membungkuk hormat di depan majikannya. Naruto mengangguk singkat lalu berbalik dan melangkah ke dalam istana diikuti oleh Pudding di belakang. Dalam perjalanan suasana hening sangat terasa karena Pudding yang tidak enak berbicara dengan Naruto ditambah para pekerja yang libur untuk hari ini.
Akhirnya Naruto yang memecah keheningan. "Pudding,"
"Ha'i Naruto-sama?"
"Apa kau mengenal seseorang yang ahli dalam menempa besi? Seperti membuat senjata dan armor perang." Tanya Naruto.
"Memang untuk apa?"
"Kekaisaran identik dengan pasukannya yang memakai armor besi. Aku tertarik membuat pasukan seperti itu. Ini akan terasa seperti negeri dongeng di tengah dunia yang kacau. Sebuah dataran yang dipenuhi oleh kastil-kastil besar dan pasukan berlapis baja. Menarik bukan?"
"Begitu. Kalau tidak salah ada seorang pengusaha yang bergerak di bidang persenjataan militer. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan senjata Angkatan Laut. Tapi di balik itu ia juga orang yang cukup berpengaruh di dunia bawah sebagai salah satu pembuat senjata terhandal." Jawab Pudding.
"Hmm… kelihatannya ia bisa dipercaya, aku ingin bertemu dengannya. Aku serahkan hubungan bisnis ini padamu, lakukan segala cara agar dia setuju datang ke sini." Perintah Naruto.
"Suatu kehormatan bisa diperintah olehmu, Naruto-sama."
Tak terasa mereka telah sampai di pintu utama istana. Mereka menunggu sebentar dan pintu besar itupun terbuka dengan sendirinya. Pemandangan yang mereka lihat adalah ribuan orang telah berjajar rapi di alun-alun istana.
Alun-alun istana Naruto adalah sebuah lapangan tanah luas yang dikelilingi benteng pertahanan. Di sisi lapangan itu terdapat taman-taman kecil untuk meningkatkan keindahan, dan jangan lupa patung marmer besar Naruto di depan lapangan itu.
Naruto naik ke panggung yang telah disiapkan. Panggung itu terletak tepat di depan patungnya. Pudding tidak ikut naik dan diam di belakang. Di sisi kiri Naruto sudah berdiri keluarga Germa sebagai aliansi terdekatnya. Di sisi kanan ada Ace dan Shirohige sebagai wakil dari para Shogun.
Naruto memulai pidatonya. Semua diam mendengarkan. Remaja pirang itu memegang gagang telepon pengeras Den Den Mushi agar orang di barisan paling belakang bisa mendengarnya.
"Aku senang sekali melihat kedatangan kalian ke sini. Meskipun kalian berasal dari keluarga Germa 66, mulai sekarang kalian wajib mengabdikan diri pada Kekaisaran Olympus. Aku angkat kalian menjadi prajurit kekaisaran ini!"
"Uooo hidup Naruto-sama!"
"Naruto-sama aku akan mengabdikan hidupku untuk kekaisaran ini!"
Suara-suara teriakan semangat dari para prajurit membuat Naruto sulit untuk menahan seringai yang ingin sekali keluar itu. Ia tidak pernah bermimpi akan mendapatkan prajurit segitu banyaknya yang akan melakukan apapun perintahnya bakan jika harus mengorbankan diri sendiri.
"Aku bangga dengan semangat kalian." Naruto mengangkat sebelah tangannya ke atas, "KALIAN TELAH RESMI MENJADI BAGIAN DARI KEKAISARAN INI. TUGAS PERTAMA KALIAN SEBAGAI PRAJURIT KEKAISARAN AKU PERINTAHKAN UNTUK MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN KOTA INI! SEGERA LAKSANAKAN!"
"DENGAN SENANG HATI NARUTO-SAMA!" Semua menjawab kompak lalu dengan barisan teratur mereka mulai membagi beberapa kelompok dan tugas untuk menjalankan perintah Naruto.
Beberapa menit kemudian alun-alun ini sepi.
"Pidato yang cukup bagus." Komen Judge.
"Begitukah? Aku tida pernah berpidato sebelumnya dan ini adalah pidato pertamaku."
"Yang benar ini pidato pertamamu? Kau tahu, pidatomu entah kenapa membuat yang mendengarnya menjadi semangat. Kau memiliki aura seorang raja."
"Ya aku tidak terlalu peduli dengan itu, selama rencanaku berjalan lancar itu sudah cukup. Ngomong-ngomong bagaimana dengan kedua Edo Tensei milikku yang kuberikan padamu?" Tanya Naruto sambil menuruni panggung pidatonya diikuti oleh keluarga Germa 66 dan lainnya.
"Menarik sekali! Mereka sangat efisien untuk dijadikan bom bunuh diri! Setelah tubuh mereka hancur berantakan, mereka akan kembali normal seperti sebelumnya. Bahkan para musuh melongo melihat itu!" Bukan Judge yang menjawab, tapi Niji. Niji adalah orang yang diutus Judge untuk pergi menyelesaikan misi bersama kedua Edo Tensei.
Naruto menoleh ke belakang dengan seringai tipis. "Kau dapat menyadari fungsi Edo Tensei yang sebenarnya secepat itu, mengagumkan."
Mereka memasuki istana, menuju ruang tengah yang sudah dihiasi dengan barang-barang mewah. Ruangan ini berada di lantai 5 sebagai ruang untuk pertemuan besar. Naruto menyiapkan ruangan ini sebagai tempat untuk bertemu para aliansinya. Ia sudah berpikir ke depan untuk menjalin beberapa aliansi sepemikiran. Tujuan utama Naruto adalah menggulingkan Pemerintah Dunia, jadi kandidat yang sudah pasti menjadi aliansinya adalah pasukan itu.
Semua duduk di kursi empuk nan mewah, di tengahnya sudah ada meja persegi besar. Pudding pergi menuju dapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan yang pastinya enak di makan. Naruto bangkit dari duduknya setelah berbincang sebentar dengan Judge, ia menuju sudut ruangan tempat Den Den Mushi berada.
"Sebelum aku menjalankan rencana itu, aku harus menghubungi seseorang dulu." Gumam Naruto lalu mengangkat gagang Den Den Mushi dan memasukkan beberapa digit nomer.
piiip gacha
"Moshi-moshi?" Sebuah suara yang sudah tidak asing lagi terdengar dari sana.
"Ini aku, aku memiliki tawaran bisnis yang menguntungkan untuk perusahaanmu. Bagaimana, kau tertarik?"
"Hoho… setelah berhasil membunuh Big Mom kau langsung mengajak bekerja sama mantan mitra nenek besar itu ya… lumayan untuk orang baru sepertimu. Jelaskan! Jika menarik aku akan menerimanya."
Naruto menyeringai tipis, "Sebelum itu, aku ingin bertanya. Kenapa kau belum mempublikasikan kejadian yang ada di Totto Land?"
"Kau tahu, seorang pebisnis harus melangkah berdasarkan feelingnya. Aku merasa akan ada keuntungan yang lebih besar jika aku tidak buru-buru mempublikasikan berita tentangmu, juuga tentang Mugiwara."
"Dan feelingmu itu benar." Tambah Naruto.
-o0o-
Siang hari di MarieJoa, sebuah kawasan luas tempat tinggal para Tenryuubito atau bangsawan naga, bangsawan tertinggi dari segala bangsawan, Raja yang agung dari segala Raja yang ada. Mereka sebenarnya orang-orang lemah, tapi mereka dianugerahi kekuatan yang paling berpengaruh di dunia, yaitu uang.
MarieJoa ini juga merupakan tempat markas utama Pemerintah Dunia. Jika dilihat, ada sebuah bangunan besar di tengah-tengah pemukiman, itu adalah bangunan pusat pemerintah dunia berjalan. Dan juga tempat berdiamnya para Gorousei, seseorang yang berada di puncak tertinggi Pemerintah Dunia.
Gorousei, 5 laki-laki tua yang rumornya sudah hidup sejak 900 tahun yang lalu, mereka sudah menjabat sebagai Gorousei sejak pemerintah dunia baru dibentuk. Tapi rumor itu masih belum bisa dipercaya karena minimnya informasi. Juga publik tidak pernah menyaksikan rupa dari para Gorousei.
Di lantai tertinggi gedung Pemeritah Dunia, para Gorousei berkumpul untuk membahas masalah yang terjadi di lautan. Masing-masing dari mereka memiliki tanda luka yang mengartikan bahwa mereka bukan orang tua biasa.
Gorousei berkepala botak dan berkacamata mengayuhkan katananya lalu disandarkan di bahu kanan. "Tentang eksekusi mantan Shichibukai, Donquixote Doflamingo. Aku tidak begitu yakin eksekusi ini akan menjadi perang seperti saat eksekusi Portgass D. Ace."
"Doflamingo tidak memiliki kerabat dekat ataupun aliansi, seluruh kru bajak lautnya telah dikalahkan. Mungkin eksekusi kali ini akan menjadi eksekusi tertenang sejak 22 tahun lalu." Kata salah satu Gorousei yang memiliki tinggi tubuh paling tinggi di antara yang lainnya, ia selalu berdiri sambil melipatkan tangan di samping sofa.
"Bagaimana dengan kabar bahwa Doflamingo memiliki hubungan kerja sama dengan salah satu Yonkou, Hyakuju no Kaido?" Yang bertanya adalah Gorousei berkepala botak dan memiliki bekas luka di dahinya.
"Kita masih belum bisa menetapkan kebenaran kabar itu. Angkatan Laut tidak banyak memiliki informasi mengenai kabar itu. Perbandingannya banding 50/50."
"Seandainya informasi itu benar, Kaido bukanlah orang yang mau menolong rekan bisnisnya. Jika Doflamingo gagal sebagai rekan bisnis aku bertaruh Kaido akan membunuhnya."
"Hmm … benar juga. Kaido bukanlah orang yang peduli pada orang lain. Jika mereka memberi keuntungan Kaido akan menyambutnya, tapi jika tidak maka Kaido akan membunuhnya."
"Dengan kata lain, eksekusi Kapten bajak laut Donquixote Family, Donquixote Doflamingo tidak akan membuat pihak lain merasa rugi atau marah. Kita bisa sedikit lebih tenang untuk mengeksekusinya."
"Tapi penjagaan penuh tetap harus dilaksanakan. Kurasa mengumpulkan seluruh prajurit Angkatan Laut yang berada di New World sudah cukup. Eksekusinya akan diadakan di markas besar Angkatan Laut, G1."
Keputusan telah dibuat, tidak lama setelah perbincangan itu seorang prajurit Angkatan Laut menghadap dengan tergesa-gesa ke depan Gorousei, ia ingin melaporkan sesuatu.
"Ada apa?"
"Kiiroi Senkou, Uzumaki Naruto ingin menemui kalian. Dia sudah berada di sini." Lapor prajurit itu sambil membungkuk hormat, merendahkan diri pada atasannya.
"Pemburu bajak laut kah? Apa yang ingin dia lakukan dengan mendatangi kami?"
"Menurut perkatannya, Kiiroi Senkou ingin menukarkan bounty dari salah satu bajak laut terkenal yang memiliki harga buronan tinggi. Alasan karena ia datang ke sini adalah ia berpikir markas cabang Angkatan Laut tidak mempunyai cukup uang untuk menebus bounty buruannya. Jadi dia memutuskan untuk bertemu langsung dengan Gorousei sebagai pimpinan tertinggi Pemerintah Dunia."
"Begitu, bawa dia masuk!"
"Baik!"
2 menit berselang sejak prajurit Angkatan Laut itu meninggalkan ruang Gorousei, datanglah Naruto. Ia datang dengan senyuman ramah dan basa-basi seperti tegur sapa dengan Gorousei.
"Wah jadi ini rupa dari para pemimpin tertinggi Pemerintah Dunia. Perkenalkan, Namaku Uzumaki Naruto atau kalian lebih kenal dengan sebutan Kiiroi Senkou. Suatu kehormatan telah mengizinkanku menemui kalian, aku sangat senang." Kata Naruto dengan sedikit membungkuk sopan.
Gorousei yang sedang duduk sambil memegang tongkat angkat bicara mewakili yang lainnya. "Uzumaki Naruto ya, kudengar kau adalah pemburu bajak laut paling ditakuti. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih karena telah membantu kami memberantas para bajak laut sialan itu."
"Tidak perlu berterima kasih Gorousei-dono, ini adalah pekerjaanku untuk mencari nafkah, lagipula aku hanya menindak orang yang berbuat onar, tidak lebih." Balas Naruto.
"Jadi, apa yang membuatmu datang ke sini, Kiiroi Senkou?"
"Seperti yang sudah bawahanmu sampaikan. Aku datang ke sini untuk menyerahkan beberapa jasad bajak laut terkenal. Kalian pasti akan terkejut sekaligus senang atas apa yang aku bawa sekarang." Jawab Naruto lalu mengeluarkan sebuah gulungan penyegel dari kantung ninja hasil kreasinya.
"Hooo, menarik. Aku sudah tidak sabar bajak laut mana yang berhasil kau dapatkan." Ucap Gorousei berambut putih panjang.
"Bersabarlah sedikit,"
Naruto secara perlahan membuka gulungan penyegel itu setelah diletakkan di lantai. Para Gorousei senantiasa menantikan apa yang Naruto perbuat. Di dalam penglihatan mereka isi dari gulungan yang mereka sebut dengan gulungan kuno –karena gulungan jenis itu sudah ditinggalkan orang beratus tahun lalu itu hanyalah smbol aksara-aksara rumit yang mereka tidak paham serta belasan lingkaran kecil dengan kanji di dalamnya.
Fokus pada gulungan penyegel itu, para Gorousei tidak memperhatikan Naruto yang menggigit tangannya sampai berdarah lalu darah itu dioleskan pada gulungan penyegel, Naruto menyeringai sesaat sebelum asap tebal tiba-tiba keluar dari gulungan itu.
[Kai]
Boofh! Boofh!
Naruto tak mampu menahan sudut bibirnya untuk tak menyeringai lebar. Melihat perubahan raut wajah drastis dari Gorousei sudah membuatnya sesenang ini. Ya, semuanya membulatkan mata dengan keringat dingin mengalir di pelipis masing-masing. Pimpinan tertinggi Pemerintah Dunia dibuat memasang ekspresi itu mungkin yang bisa melakukannya hanya Naruto seorang. Memang Gorousei pernah berkeringat dingin sebelumnya seperti saat pencelasan teori dari Clover yang mengancam keutuhan Pemerintah Dunia, juga saat pergerakan Yonkou Akagami. Tapi membuat para Gorousei memasang ekspresi yang sama hanya bisa dilakukan Naruto seorang.
"Ini…,"
"Jangan-jangan!"
"Benar. Mereka adalah para Bajak Laut terkenal yang kaptennya telah menjadi Yonkou. Bajak Laut Big Mom beserta keluarganya! Bagaimana, aku membawa sesuatu yang berharga untuk kalian bukan?"
"Bagaimana kau bisa mengalahkan mereka?" Tanya salah satu Gorousei.
"Cukup sulit untuk mengalahkan mereka, terlebih Yonkou. Aku bisa mengalahkan mereka karena beraliansi dengan beberapa Bajak Laut. Hmm, aku akan mengatakan kejadiannya, anggaplah ini sebagai hadiah dariku karena bisa bertemu dengan orang penting seperti kalian." Kata Naruto yang memasang ekspresi penuh kemenangan. Ekspresi itu bukan karena Gorousei, melainkan dari ingatan bunshin yang tersampaikan padanya. Suatu rencana besar diam-diam telah dijalankannya sejak tadi.
"Katakan!" Perintah mutlak Gorousei berkaca mata, nadanya seakan memaksa Naruto untuk mengatakan semuanya.
"Baiklah …," selanjutnya, Naruto menjelaskan kejadian beberapa hari lalu yang membuat Bajak Laut Big Mom dapat dikalahkan, tentang aliansinya dengan Bajak Laut Topi Jerami dan Bajak Laut Firetank, informasi tentang Luffy yang mengalahkan 2 Komandan Manisan Charlotte Katakuri dan Charlotte Cracker. Juga tidak lupa tujuan aliansi Luffy dan Bege untuk membunuh Big Mom, namun gagal dan hanya bisa menghancurkan istananya saja, Naruto lah yang berghasil mengalahkan Big Mom. Remaja pirang itu tentu tidak menjelaskannya secara detail, hanya menjelaskan yang perlu dijelaskan. Beberapa kejadian tidak ia katakan para Gorousei.
"Monkey D. Luffy, bocah itu semakin membuat onar." Kesal salah satu Gorousei, yang lainnya pun merasakan hal yang sama.
Bajak Laut yang dipimpin oleh Luffy pertama kali dikenal oleh Gorousei sejak dikalahkannya mantan Shichibukai Crocodile alias Mr.0, sejak saat itu Pemerintah Dunia mulai mengawasi pergerakkan Luffy dan kawan-kawan. Mereka selalu gagal menangkap kelompok Bajak laut yang beranggotakan 9 orang itu. Ada 1 kejadian yang hampir sukses menangkap Luffy, yaitu saat di Sabaody Archipelago. Menurunkan seorang Laksamana adalah satu-satunya cara membuat Bajak Laut Topi Jerami kehilangan harapan. Namun saat kemenangan di depan mata, selalu saja ada orang-orang yang membantu Bajak Laut itu untuk lolos dari maut. Sejak saat itu Bajak Laut Topi Jerami menjadi susah untuk di tangkap.
"Tanpa basa-basi lagi aku ingin menukarkan harga buronan mereka. 1 Kapten, 4 Komandan Manisan, dan beberapa anak Big Mom yang memiliki harga buronan besar. Jika ditotal harga buronan mereka semua menjapai 10 miliyar Berry. Aku ingin uang itu ada secepatnya. Jangan khawatir, aku tidak akan memaksa kalian untuk membuat berita mengenai diriku yang berhasil mengalahkan salah satu Yonkou. Kalian bebas membuat berita apapun. Yang kuinginkan hanya uangnya." Kata Naruto serius, kali ini ia tidak main-main akan ucapannya.
Naruto tak akan menuntut untuk dibuatkan berita jika dirinyalah yang mengalahkan Big Mom. Ia memiliki rencana sendiri yang dapat membuat Pemerintah Dunia tidak akan berkutit.
"Hmm, ini pencapaian yang besar. Baiklah, kami akan menyiapkan uangnya segera."
"Terima kasih atas kerja samanya, Gorousei-dono."
Berselang beberapa menit, seorang prajurit Angkatan Laut yang tadi diperintah untuk menyiapkan uang senilai 10 miliyar Berry sudah datang dengan 2 koper besar di tangannya. Ia menyerahkan kedua koper itu pada salah satu Gorousei lalu pergi setelah membungkuk hormat.
"Ini uangnya, 10 miliyar Berry. Kau bileh menghitungnya jika tidak percaya."
Gorousei yang tadi menerima koper itu menyerahkan kopernya pada Naruto. Remaja pirang itu menerima koper yang semua isinya adalah uang, cukup berat.
"Tidak perlu, aku percaya bahwa Pemerintah Dunia tidak akan menipu orang yang telah membantunya. Aku terima uang ini." Kata Naruto kemudian menyimpan 2 koper besar itu ke gulungan penyimpanan yang tadi digunakan untuk menyimpan mayat Bajak Laut Big Mom.
Naruto hendak pergi karena urusannya di sini sudah selesai, ia menengok sekilas ke luar jendela di mana menampilkan hari yang sangat cerah tanpa awan di langit. Ia menyeringai tipis karena para Gorousei itu belum menyadari ada keanehan di luar sana. Baru saja 5 langkah ia berjalan, langkahnya harus berhenti setelah kembali menerima kabar ingatan dari salah satu bunshinnya.
"Ne Gorousei-dono, aku ingin bertanya sesuatu. Apakah setelah matinya Charlotte Linlin alias Yonkou Big Mom kira-kira siapa calon terkuat yang akan menduduki kekuasannya beserta penyandang gelar Yonkou?" Tanya Naruto tanpa menengokkan kepalanya.
Mereka kompak menyipitkan mata, pertanyaan Naruto seakan memberikan jawabannya secara tersirat. Jika benar apa yang mereka pikirkan maka satu-satunya kandidat terkuat yang akan menjadi Yonkou selanjutnya adalah-
"Benar sekali! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, bukan begitu Gorousei-dono?" Nada bicaranya sudah tidak lagi menunjukkan kesan sopan, tapi pemun dengan kebanggaan. Detik berikutnya, Naruto menoleh dengan Mangekyou Sharingan yang sudah aktif, seringai kemenangan dapat terlihat jelas di wajahnya.
"Satu lagi hal yang mau aku tunjukkan pada kalian."
Para Gorousei bersiaga penuh karena sudah menetapkan bahwa Naruto adalah musuh mereka.
[Kamui]
Naruto mengeluarkan sebuah karung hitam yang di dalamnya sudah berisi dari dimensi Kamui. Ia menggenggam ujung karung itu yang tidak di talikan. Dengan santainya ia melemparkan karung hitam itu ke depan Gorousei.
"Itu adalah beberapa mayat yang lupa aku tunjukkan. Periksalah, aku yakin kalian akan kaget sama seperti sebelumnya." Kata Naruto.
Semua Gorousei kali ini menatap curiga karung hitam yang mengeluarkan bau amis khas darah. Dapat dipastikan bahwa mayat ini baru didapat alias baru dibunuh. Karena karung itu tidak ditali, maka sedikit hembusan angin saja sudah cukup untuk membuat ujung karung itu membuka. Perlahan membuka sampai terlihat siluet 2 buah kepala dengan rambut khas yang hanya dimiliki para penghuni MarieJoa. Perasaan mereka semakin tidak enak setelah setengah wajah dari 2 kepala itu terlihat. Dan akhirnya mereka terkejut setelah mengetahui siapa pemiliki 2 kepala itu.
Memanfaatkan keterkejutan para Gorousei, Naruto tidak segan mengirim serangan kejutan dengan melesat cepat ke Gorousei setelah membuat Rasenshuriken di tangan kanannya. Ini kesempatan emas untuk melenyapkan penghalang terbesar tujuannya.
[Fuuton: Rasenshuriken]
DUARR!
Terjadi ledakan besar di lantai tertinggi gedung ini, asap hitam seketika mengepul ke atas dan selang beberapa detik kemudian seseorang terpental ke luar sampai menghancurkan beberapa rumah yang berada di jalur lesatannya dan orang itu berhenti tepat di ujung Red Line. Orang yang terpental sangat jauh itu adalah Naruto.
'Sial! Siapa yang menyangka orang tua seperti mereka memiliki kekuatan sangat besar.' Rutuk Naruto dalam hati sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Matanya telah berubah kembali menjadi Sharingan biasa.
Saat ini ia bisa melihat pemandangan asli dari MarieJoa. Kebakaran tercipta di mana-mana membuat langit biru tertutupi oleh asap hitam tebal. Pemandangan ini jelas berbeda dengan yang ia lihat di balik jendela ruang Gorousei.
Naruto menyeringai tipis. 'Sepertinya rencana berjalan lancar. Sekarang yang menjadi penghambatnya adalah para Gorousei sialan itu. Setelah ini mereka pasti menyadari kekkai berlapis genjutsu yang kupasang di sekitar gedung itu. aku harus cepat-'
Naruto membulatkan mata ketika melihat dari balik kepulan asap hitam sebuah sayatan udara besar sedang melaju cepat menuju arahnya, hendak membelah tubuhnya menjadi 2 bagian.
"Tidak akan kubiarkan!"
Naruto melapisi tangannya dengan chakra Susanoo untuk menangkis sayatan udara itu. Naruto meringis karena merasakan betapa kuat dorongan dari teknik pedang ini, bahkan pijakannya telah hancur karena sekuat tenaga menahan serangan musuh. Tak mau menahannya lebih lama karena sebentar lagi pijakannya akan hilang –Naruto berada beberapa centi meter dari ujung tebing Red Line, akhirnya Naruto memilih untuk membelokkan serangan itu menjadi ke langit.
Naruto persis melakukan hal yang dulu dilakukan oleh Diamond Jozu saat perang Marineford di mana Jozu menahan serangan Mihawk dan membelokkannya ke langit.
Langit yang asalnya gelap gulita karena tertutupi asap tebal kini kembali cerah akibat serangan sayatan udara itu meledak di langit dan membuat semua asap di sekitarnya tersingkirkan.
"Serangan ini … pasti dilakukan oleh Gorousei yang selalu menggenggam katana." Gumam Naruto sambil melihat pertahanan absolutnya berupa tangan Susanoo remuk dan hancur kemudian.
"Sepertinya rumor yang mengatakan bahwa Gorousei telah hidup sejak ratusan tahun lalu itu benar. Aku bisa merasakan kekuatan mereka berbeda dengan yang lainnya. ini seperti kekuatan yang telah sangat lama diasah dan penuh pengalaman di dalamnya." Gumam Naruto menatap tajam pada lubang hasil terpental dirinya di gedung itu. Ia merasakan hawa yang sangat kuat dari balik sana.
Apa yang sebenarnya terjadi di MarieJoa sampai kota yang tadinya sangat damai kini ricuh di segala penjuru? Kita kembali ke 15 menit yang lalu.
-o0o-
15 menit yang lalu, MarieJoa masih damai seperti biasa, suasana di sini sangat tenang. Para Tenryuubito melakukan kegiatan seperti biasa, tidak ada yang aneh. Beberapa keributan kecil terjadi seperti Tenryuubito yang memarahi budaknya, tapi kejadian itu sudah umum di sini.
Tak lama kemudian dari ujung tebing Red Line yang cukup jauh dari pusat kota, terjadi suatu distorsi di mana langit menjadi seperti pusaran, beberapa detik kemudian dari distorsi pusaran itu keluar Naruto beserta beberapa orang yang memakai topeng, salah satu diantara mereka adalah Shirohige dan Ace. Naruto membawa beberapa pasukan utama Edo Tenseinya untuk rencana besar ini.
"Seperti yang sudah kujelaskan, rencana akan dimulai saat aku membuat Kekkai lapis genjutsu pada gedung yang paling besar itu. Kalian hanya harus membebaskan semua budak yang ada di sini tanpa terkecuali. Sisanya serahkan padaku. Waktu kita hanya 20 menit untuk menjalankan rencana. Kita akan berkumpul di sini lagi setelah 20 menit berlalu. Kalian paham?"
"Ha'i."
"Bagus. Sekarang berpencar dan tunggu sinyal dariku." Perintah Naruto.
Para Edo Tensei berpencar ke segala penjuru. Berikutnya Naruto membuat 7 bunshin, 2 bunshin langsung berpencar menjalankan tugas masing-masing sementara sisanya pergi bersama Naruto menuju gedung itu.
Naruto adalah Ninja professional, mengendap-endap adalah keahliannya. Tidak ada keributan yang terjadi, semua samoai di posisi dengan aman. 4 bunshin telah berada di masing-masing sisi gedung itu. Mereka membuat segel tangan yang cukup panjang sampai berhenti di hentakan telapak tangan ke tanah dengan sharingan aktif di mata masing-masing.
[Ninpou: Genjutsu Shisekiyoujin]
Muncul pilar kasat mata yang menjulang tinggi ke langit. Pilar-pilar itu membentuk sebuah penghalang transparan yang di dalamnya sudah ditanami genjutsu agar pemandangan di luar nampak seperti biasa-biasa saja. Ini adalah jutsu hasil kreasi Naruto. remaja pirang itu juga menggenjutsu warna kekkai dari yang normalnya merah menjadi transparan.
'Yosh, rencana selanjutnya berjalan lancar. Sekarang giliranku untuk masuk.' Batin Naruto lalu memberi isyarat mengangguk pada bunshin yang berada di sampingnya. Bunshin itu mengangguk lalu menghilang entah ke mana.
Kejadian berjalan sesuai rencana, Naruto mendapatkan uangnya dan bunshin yang lain berhasil membunuh 2 Tenryuubito lalu mengirimnya ke dimensi kamui agar Naruto yang asli dapat mengambilnya. Tugas bunshin yang tadi menghilang adalah mengamati situasi di dalam, sampai pada saatnya ia beraksi dengan kamera Den Den Mushi.
Bunshin Naruto memfoto kejadian saat dirinya yang asli menyerahkan mayat Bajak Laut Big Mom dan saat menunjukkan 2 kepala Tenryuubito. Foto-foto itu akan ia serahkan pada seseorang sebagai bentuk kesepakatan. Naruto memiliki rencana untuk membuat dirinya dikenal sebagai seorang Yonkou, bukan lagi Bounty Hunter.
Rencana sedikit kacau setelah Naruto gagal mengeksekusi Gorousei karena keterbatasan informasi tentang kekuatan mereka. Alhasil Naruto yang tersudutkan sekarang.
-o0o-
"Waktu tinggal 5 menit lagi. Tempat berkumpul berada di ujung tebing yang berlawanan. Waktu tercepat untuk sampai ke sana adalah melesat lurus. Artinya aku akan melewati gedung Pemerintah Dunia lagi. Serangan penutup akan membuat kejadian ini semakin menarik." Gumam Naruto kemudian melesat dengan kecepatannya dan mempersiapkan serangan penutup berupa Bijuu Dama di tangannya. Sebenarnya Naruto bisa saja sampai di tempat pertemuan karena sebelum memulai rencananya ia lebih dulu menancabkan kunai Hiraishin.
"Sepertinya ini cukup." Gumam Naruto sambil melihat bulatan kecil berwarna hitam di atas telapak tangannya.
Belum sampai ia melemparkan Bijuu Dama itu Naruto dikagetkan dengan hawa keberadaan besar yang muncul tiba-tiba tidak jauh di depannya. Naruto melihat siluet seseorang berbadan kekar yang posisinya hendak melayangkan tinju ke arahnya. Tanpa basa-basi Naruto langsung mengadu tinju berlapis Busoshoku Haki orang misterius itu dengan Bijuu Dama miliknya. Dua objek saling bertubrukan menciptakan ledakan besar yang menghancurkan rumah-rumah di sekitar mereka.
DUAARR!
Mereka berdua terpental ke belakang dan dapat mendarat dengan mulus di ujung tertinggi salah satu rumah yang masih kokoh berdiri dari balik jilatan api panas yang terus menghanguskan rumah itu. Setelah kepulan asap mereda, Naruto bisa melihat sosok asli musuhnya, ia sedikit melebarkan mata mengetahui siapa yang bisa menghentikan serangannya.
"Yare yare … tidak Bajak Laut, tidak juga pasukan Revolusi, kali ini adalah Bounty hunter yang mengacaukan MaireJoa. Apa kejahatan sebegitu mendominasinya di dunia ini?" Omel seseorang yang dari pakaiannya merupakan prajurit Angkatan Laut. Ia juga memiliki rambut panjang. Warna yang mendominasi kemejanya adalah hijau.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu Laksamana baru di sini," Ungkap Naruto.
"Hmm, apa itu membuatmu terkejut?"
"Tidak juga. Hanya kesal karena penghalang selalu bermunculan."
"Kalau begitu maaf saja. Tapi rencanamu akan berhenti sampai di sini." Kata orang itu dengan serius.
Naruto terkekeh pelan. "Kehehe, sepertinya kau sangat optimis bisa mengalahkanku, Laksamana Ryokugyuu."
Orang pemilik julukan Ryokugyuu itu menyeringai tipis. "Yare yare … menghancurkan satu bajingan tengik sepertimu adalah hal mudah untukku."
"Hahaha, seperti yang diharapkan dari Laksamana. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu. Aku akan mengakhiri ini dengan cepat!"
"Coba saja kalau bisa!"
Tap!
Mereka berdua melompat ke udara. Ryokugyuu sudah melapisi tangan kanannya dengan Bushoshoku Haki. Jika dilihat lebih teliti, dari tangan kanannya keluar aura transparan yang membentuk balok besar. Ryokugyuu siap menghantam musuhnya kapan pun. Sedangkan Naruto melapisi tinjunya dengan tangan Susanoo.
Kedua serangan kembali beradu dan menciptakan kejutan udara. Nampaknya tidak ada pemenang dari duel kali ini. Mereka sama-sama memiliki kekuatan yang besar. Naruto merespon dengan cepat karena waktu yang tersisa tinggal sedikit lagi. Ia mengeluarkan kunai Hiraishin dari kantung Ninjanya dan dilemparkan pada musuhnya.
Ryokugyuu dengan senyum remehnya berhasil menghindari kunai itu. Namun itulah yang diharapkan Naruto. Remaja pirang itu tiba-tiba menghilang dan muncul di dekat kunai yang ada di belakang musuhnya. Naruto menangkap kunai itu dan secepat mungkin menebaskannya ke leher Ryokugyuu. Tidak lupa ia melapisi kunainya dengan chakra.
'Matilah!'
Trak! Prang!
Naruto membulatkan kedua matanya ketika melihat kunai yang dilapisi chakra hancur setelah mengenai leher Ryokugyuu. 'Lehernya telah dilapisi Bushoshoku Haki. Tapi bagaimana bisa ia mengetahui tujuan seranganku?' Batin Naruto menganalisis.
Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh musuhnya, Ryokugyuu menengok ke belakang dan berkata, "Terkadang aku bisa melihat sekilas masa depan."
Naruto mundur ke belakang dan mendarat di puncak salah satu rumah yang hampir rubuh oleh jilatan api setelah menyadari Ryokugyuu melancarkan serangan. 'Waktu yang tersisia tinggal 2 menit. Jika aku melanjutkan pertarungan ini akan sangat lama. Terlebih Gorousei yang entah kapan bertindak kembali. Aku harus mengulur waktu agar lolos dari orang ini.' Batin Naruto sesekali menengok ke belakang, ke gedung Pemerintah Dunia.
"Yare yare … ini cukup merepotkan. Kau tidak sama seperti anak buahmu yang bertopeng itu. beberapa dari mereka sudah kukalahkan, tapi anehnya mereka kembali normal lagi. Seperti abadi."
'Jadi dia sudah berhasil mengalahkan beberapa Edo Tenseiku ya… jika saja mereka bukan Edo Tensei pasti mereka sudah mati dari tadi.'
Naruto kembali mengambil Kunai Hiraishin dari kantung ninjanya, ia bersiap melancarkan serangan ke dua.
"Kau akan menggunakan serangan yang sama? Apa kau sebodoh itu, Kiiroi Senkou?"
"Entahlah. Bodoh dan tidaknya aku tergantung padamu juga. Apa kau bisa lolos dari seranganku atau tidak." Jawab Naruto sedikit berteriak sambil melemparkan kunainya. Sharingan senantiasa aktif.
Ryokugyuu menggerakkan kepalanya sedikit ke kanan untuk menghindari jalur kunai itu. tapi detik berikutnya ia dibuat kaget karena belum kunai itu melewati dirinya Naruto sudah muncul di depan Ryokugyuu. Kontak mata sudah tidak bisa dihindari.
[Genjutsu: Sharingan]
Deg!
Seketika tubuh Ryokugyuu tidak bisa digerakkan, kaku. Kedua matanya masih membulat dengan beberapa keringat dingin bermunculan. Busoshoku Haki pun sudah tidak melapisi tangannya.
"Dengan ini kau tidak bisa bergerak lagi. Pertarungan kita berakhir sampai di sini. Selamat tinggal."
[Hiraishin]
Naruto muncul di tempat pertemuan, ia melihat sudah banyak budak yang berhasil dibebaskan. Kondisi dari budak-budak itu bermacam-macam, mulai dari yang sehat sampai sekarat.
"Kalian semua sudah di sini. Ayo segera pergi dari sini atau sesuatu yang merepotkan akan terjadi. KALIAN SEMUA! PEGANG MASING-MASING TANGAN ORANG YANG BERADA DI DEKAT KALIAN! AKU AKAN MENGIRIMKAN KALIAN SEKALIGUS KE KAPAL!" Perintah Naruto yang langsung dikerjakan oleh para budak.
Naruto akan melakukan hal yang ia pernah lakukan saat perang dunia shinobi ke empat dahulu. Memindahkan semua orang dengan chakra yang sudah tersalurkan ke semuanya terlebih dahulu. Hampir 1 menit kemudian, Naruto sudah siap memindahkan mereka semua yang kalau ditotalkan ada sekitar 5000 orang lebih. Ini akan sangat menguras chakra dan Naruto pasti akan kelelahan setelah ini.
Naruto mulai berkonsentrasi, namun konsentrasinya pecah karena merasakan hawa Ryokugyuu yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
'Mustahil dia bisa lolos dari Genjutsuku secepat ini! Sialan, Laksamana itu sangat merepotkan.' Gerutu Naruto.
"KIIROI SENKOU! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU LOLOS BEGITU SAJA!" Teriak Ryokugyuu yang sudah berada di atas mereka semua dengan kedua tangan yang dilapisi Haki dan terdapat dua aura transparan berbentuk balok besar.
"KAU TIDAK AKAN LOLOS!"
Ryokugyuu melesatkan tinjunya.
[Hiraishin]
Duarrr!
Ledakan besar tercipta setelah serangan Ryokugyuu menghantam tanah merah Red Line yang mengakibatkan sebagian tebing itu hancur. Ryokugyuu mendecih kesal karena buruannya lolos. Ia mendarat di dekat lubang hasil buatannya.
"Yare yare … aku akan kena marah oleh Sakazuki-san."
Sementara itu di lautan dekat dinding Red Line, telah terlihat 5 armada kapal dengan lambang kepala rubah orange. Itu adalah Bajak Laut Naruto. Remaja pirang itu berhasil memindahkan semua budak dan Edo Tenseinya ke kapal. Masing-masing kapal sanggup mengangkut 1000 orang lebih.
"Gahhhh … tadi itu sangat melelahkan."
"Kau tidak apa-apa bocah?" Tanya khawatir Shirohige.
"Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan saja. Sebaiknya kita cepat kembali ke Olympus. Ace!"
"Aku mengerti."
Ace adalah pengendali air. Jadi ia dapat dengan mudah mengendalikan lautan di sekitarnya. Ace membuat arus air yang kuat untuk mendorong kapal agar kecepatannya bertambah berkali-kali lipat.
"Segera beri pertolongan pertama pada budak yang terluka." Perintah Naruto pada salah satu prajuritnya.
"Akan saya laksanakan."
"Bagus. Selanjutnya tinggal memberikan foto-foto ini pada si Berita Panas Morgans. Hn, aku tidak sabar membaca Koran edisi ekstra sore ini."
-o0o-
Dunia sedang mempersiapkan reverie, tapi ada hal yang membuat dunia kembali dikagetkan oleh koran edisi ekstra yang dikeluarkan perusahaan Morgans. Perusahaan percetakan yang terkenal akan beritanya yang fakta. Berita kali ini adalah berita yang sangat menarik bagi dunia sekaligus menggemparkan.
Pertama, dimulai dari halaman utama koran di mana terdapat wajah Naruto dengan judul 'Penaklukan Yonkou Big Mom'. Dilanjut dengan hubungan aliansinya bersama Luffy dan Bege serta tidak lupa kalahnya 2 Komandan Manisan sekaligus oleh Monkey D. Luffy dan hancurnya istana Big Mom. Tidak hanya itu, dari beberapa sumber mengatakan bahwa Luffy sanggup menyatukan beberapa kapten dan membentuk pasukan yang terdiri dari 5000 orang.
Berlanjut ke halaman sebelumnya, di mana kabar mengatakan bahwa Naruto telah memporak-porandakan seluruh MarieJoa, membunuh 2 Tenryuubito serta melepaskan seluruh budak tanpa tersisa. Informasi tambahan mengatakan bahwa ia berhasil menahan laju Laksaman Ryokugyuu.
Semua orang terkejut dengan dua berita besar itu.
Di wilayah masing-masing Yonkou.
"Kenapa orang sialan itu mengganggu perdaganganku di wilayah si nenek tua?!"
"Zehahaha … Kaisar? Masih terlalu cepat untuk menyandang gelar itu, Kirroi Senkou, Mugiwara!"
"Sepertinya kita akan segera bertemu, Luffy."
Di salah satu kerajaan yang terletak di ujung dunia, kerajaan ini tidak termasuk ke dalam jajaran Pemerintah Dunia.
"Sudah kuduga, Naruto akan melakukan ini." Gumam seseorang yang duduk di singgasana sambil menggenggam Koran di tangannya.
"Orang kuat seperti Naru-chan memang layak menyadang gelar Yonkou… aku sudah bisa memprediksikannya." Timpal seorang gadis cantik yang berdiri di samping sang Raja, ia adalah Putri kerajaan ini. "Aku jadi ingin bertarung bersama Naru-chan lagi." Tambahnya.
Tidak lama kemudian seorang prajurit masuk dengan tergesa-gesa. Wajahnya dibanjiri keringat dingin.
"Lapor Yang Mulai. Para Bajak Laut telah membuat kerusuhan di pelabuhan bagian barat."
"Begitu, segera kirimkan-"
"Tidak Otou-sama." Potong sang Putri dengan decat. "Biar aku saja yang mengurus para Bajak Laut itu." Sambungnya dengan tangan yang sudah memegang salah satu katana yang temasuk ke dalam keluarga Sandai Kitetsu.
Dan di wilayah kekuasaan Naruto …,
"Hmm, Morgans membuat berita yang diluar ekspetasiku. Ini bagus." Komen Naruto setelah membaca koran sore ini.
"Bagaimana keadanmu, Naruto?" Tanya Reiju yang sejak kepulangan Naruto dia merawat calon suaminya yang kelelahan. Mereka saat ini sedang berada di kamar Naruto.
"Aku tidak apa-apa." Jawab Naruto dengan tidak mengalihkan pandangannya dari koran. Setelah mencapai lembar terakhir, ia dibuat kaget juga menyeringai.
"Reiju, untuk tanggal pernikahannya. Keberatan jika kita melangsungkan pernikahan 2 hari lagi?"
"Eh, kenapa mendadak?"
"Lihat berita ini." Naruto menyerahkan koran itu.
Reiju membacanya. "Eksekusi Donquixote Doflamingo akan diadakan 3 hari lagi di alun-alun New Marinford." Detik berikutnya Reiju mengangguk mengerti apa rencana Naruto. "Baiklah, semakin cepat semakin baik."
"Terima kasih." Kata Naruto lalu melihat beberapa lembar kertas buronan terbaru.
Vinsmoke Sanji dengan harga buronan 330.000.000 Berry
Monkey D. Luffy dengan harga buronan 1,5 milyar Berry
Dan yang paling besar adalah Uzumaki Naruto dengan harga buronan 2,5 milyar Berry
Bersambung
Mau gabung grup WA Fanfiksi Indonesia? Di sana juga ada author senior seperti Si Hitam dan Brengzeck-id. PM aja yang minat hehe. terbuka untuk author dan reader (yang login).
© Hanakire
