Disclaimer: At Masashi Kishimoto and Eiichiro Oda. Tidak mengambil keuntungan materil sedikit pun.


Chapter 5: Pernikahan Berdarah

Pagi hari yang cerah kembali datang kepada kota dengan pembangunan hampir rampung ini–Altissia. Setelah kemarin sukses melaksanakan operasi besar–membebaskan budak dan mempublikasikan kehadiran Yonkou baru–nampaknya kota ini tidak surut dari kesibukkan, malah semakin bertambah karena besok akan diadakan pesta pernikahan antara Naruto dan Reiju.

Naruto terlihat sedang bertarung dengan tumpukkan kertas di meja kerjanya. Ia harus menyelesaikan pekerjaan ini sebelum pernikahan karena setelah itu, Naruto akan sibuk mempersiapkan rencana selanjutnya, yaitu menyelamatkan Doflamingo.

Naruto memeriksa lembaran kertas yang berisikan informasi lengkap tentang para budak yang berhasil ia selamatkan. Total mantan budak yang ia bawa berjumlah 2000 dengan 800-nya adalah laki-laki dewasa dan 1200 lainnya adalah perempuan dari umur 15 tahun sampai 30 tahun.

Jika digabungkan dengan tentaranya maka secara resmi penduduk kekaisaran Olympus berjumlah 4000.

"Kebanyakan mantan budak laki-laki dulunya adalah bajak laut. Mereka cocok menjadi tentara kekaisaran, tapi aku memerlukan pekerja umum di sini." Gumam Naruto, berpikir langkah terbaik untuk pembagian kerja pada penduduk barunya.

Ia sedang berpikir siapa yang akan menjalankan tugas sebagai petani, peternak, atau pekerjaan yang cocok dengan laki-laki. Sebuah kerajaan akan runtuh apabila ekonominya lemah. Sumber pangan adalah hal utama untuk kelangsungan penduduk, dan masalahnya Naruto ragu mantan bajak laut bisa melakukan pekerjaan di atas dengan benar.

Naruto sedikit mendesah. "Hah~ aku membutuhkan sumber daya manusia lebih banyak."

Keberuntungan nampaknya masih berpihak pada remaja pirang itu saat Judge dan Reiju datang ke ruangannya dengan membawa informasi yang sangat diinginkan oleh dirinya. Mereka berbincang di sofa empuk dengan segelas teh hangat buatan Pudding.

"Kau berhasil membawa semua orang dari kerajaan Applenine untuk pidah ke sini?"

Naruto terkejut dengan perkataan Judge tadi. Ia sama sekali tidak tahu Germa 66 sudah bergerak sebelum ia mengetahuinya. Tapi tidak apa-apa, justru itu sangat bagus untuk keadaan sekarang.

"Ya. Beberapa menit yang lalu Yonji menghubungiku dan mengatakan bahwa 1000 orang lebih telah dibawanya dari kerajaan Applenine. Sekarang kerajaan itu tidak ada penghuninya lagi kecuali beberapa ratus pasukanku yang berjaga di sana." Kata Judge.

Naruto mengangguk mengerti, ia menyeruput teh dengan nikmat lalu kembali berbicara, "Apa kau akan mengambil beberapa ratus orang itu untuk kerajaanmu?"

Judge terkikik sesaat. "Aku sudah memiliki pengetahuan human clone, untuk apa lagi mencari orang luar dan memperkerjakannya di kerajaanku? Jika mau kau ambil semua orang-orang itu. Bukannya saat ini kau sangat membutuhkannya?"

"Benar juga."

Reiju memberikan berkas yang berisikan informasi rinci tentang 1000 orang lebih itu, ia sudah mencatat berapa banyak laki-laki dan perempuan serta mengelompokkannya berdasarkan umur.

"Terima kasih Reiju,"

"Sama-sama."

Naruto melihat berkas itu dan tersenyum puas karena sumber daya manusia kali ini sangat sesuai dengan kebutuhannya. Ia menutup berkas itu dan meletakannya di atas meja setelah selesai dibaca.

"Secara tidak langsung wilayah kerajaan Applenine sudah menjadi milik kita. Menurutmu, tanah salju itu akan kita pakai untuk apa?"

"Jujur saja, kami, Germa 66 tidak tertarik memanfaatkan tanah itu. Aku sudah memiliki semua yang aku butuhkan di kerajaanku. Tinggal memperkuat militer untuk mulai kembali menguasai North Blue."

"Apa kau yakin? Kalau itu keputusanmu maka aku yang akan mengambil alih tanah itu."

"Tentu saja aku yakin. Kau bebas melakukan apa pun pada tanah jajahan."

Keuntungan terus mengalir pada diri Naruto. Ia tidak bisa untuk menahan seringai senang. "Baiklah. Aku memiliki rencana memanfaatkan tanah itu untuk membuat senjata baru. Tentu saja setelah rencanaku selanjutnya berhasil."

Mereka berdua mencapai kesepakatan.

"Tentang undangan pernikahan kami, apa dari pihak Germa tidak akan mengundang orang luar?"

Sekarang mereka memasuki topik baru.

Judge menggeleng pelan. "Aku tidak memiliki kerabat atau teman dekat di luar. Aku tidak akan mengundang siapa pun."

"Aku juga sama sepertimu. Rencananya pernikahan ini akan dihadiri oleh seluruh penduduk kekaisaran. Mungkin dari pihak luar aku hanya akan mengundang Morgans karena ia berkontribusi tinggi atas ketenaranku."

"Aku tidak masalah dengan keputusanmu."

Judge dan Reiju meninggalkan ruangan Naruto karena hal yang ia ingin bicarakan sudah selesai. Namun, sebelum membuka pintu Judge mengatakan suatu hal yang hampir ia lupa untuk menyampaikannya pada Naruto. "Oh ya, Yonji akan datang sekitar 1 jam lagi di pelabuhan utara. Setelah itu kau yang akan mengurus mereka."

"Aku mengerti." Kata Naruto sambil mengangguk.

Judge berbalik dan hendak membuka pintu, tapi suara dari Naruto menghentikan laju tangannya.

"Ngomong-ngomong, apa kau melakukan cara pemaksaan untuk menyeret mereka datang ke sini?"

Judge menyipitkan mata. "Apa yang sedang kau khawatirkan?"

"Tidak. Hanya saja memiliki penduduk yang tidak mencintai tempat tinggalnya sangat merepotkan. Aku tidak ingin ada pemberontakkan di kekaisaranku."

"Tenang saja, Yonji melakukan trik tipuan agar mereka bersedia pindah ke Olympus. Mungkin anak itu mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan menghampiri kerajaan itu sehingga para warga dilanda kepanikkan. Yonji menanfaatkan hal itu dan mengatakan akan menyediakan tempat baru untuk mereka."

"Ho ho, ternyata dia cukup pintar untuk menipu ribuan orang hanya dengan satu hari. Seperti yang diharapkan dari Germa 66. Kalau begitu aku tidak perlu merasa khawatir lagi."

Setelah perkataannya Judge dan Reiju pergi untuk mengurus perang selanjutnya karena ia mendapatkan permintaan bantuan dari kerajaan lain.

-o0o-

Tepat seperti yang dikatakan oleh Judge, satu jam kemudian 5 buah armada kapal siput Germa berlabuh di pelabuhan utara–pelabuhan utama–Altissia. Naruto melihat dari puncak istananya yang sudah rampung. Ia tidak menyangka istananya akan cepat selesai. Yah, itu bisa terjadi berkat kekuatan ninjanya dan pasukan yang bekerja 24 jam.

Naruto sudah memerintahkan beberapa tentaranya untuk menyambut kedatangan armada kapal Germa dan membimbing para rombongan itu menuju alun-alun istana. Saat bersamaan ia juga memerintahkan prajurit lainnya untuk memanggil semua mantan budak. Naruto akan berpidato lagi.

Setengah jam kemudian, kumpulan orang yang berjumlahkan 3000 lebih sudah memenuhi alun-alun istana. Hampir semua sudut terisi. Mereka berbaris dan membentuk 3 jajaran. Jika orang melihat ini seperti tentara yang akan berperang saja, jumlahnya sangat banyak.

Naruto berdiri di panggung, memulai bicara dengan Den Den Mushi pengeras suara.

"Selamat datang di kekaisaran Olympus. Ini adalah rumah baru untuk kalian semua. Namaku adalah Uzumaki Naruto, seorang Yonkou. Kalian pasti sudah tahu dari berita kemarin."

Semua diam mendengarkan.

"Aku tahu kalau pidatoku ini dilakukan dengan cepat dan mendadak. Kalian bahkan belum satu hari menginjakkan kaki di tempat ini. Namun, tidak ada waktu lagi untuk ini. Maka dari itu aku akan langsung pada poin utama,"

"Aku telah memegang informasi kalian semua, pendudukku. Maksud aku mengumpulkan kalian di sini adalah untuk memutuskan hidup kalian ke depannya seperti apa. Kalian semua yang ada di sini memiliki latar belakang yang berbeda, ada dari keluarga biasa saja sampai mantan bajak laut. Oleh karena itu, untuk menciptakan keseimbangan dan rantai ekonomi yang kuat aku ingin kalian memilih untuk hidup seperti apa, tentu saja anak di bawah umur tidak wajib untuk mendaftar,"

Naruto menghela napas panjang. "Lihat di sisi kananku. Ada 5 buah tenda. Itu adalah tempat untuk mendaftarkan pekerjaan kalian. Siapa pun yang ingin menjadi tentara kekaisaran masuklah ke tenda yang berada paling kanan dari kalian."

Ada 5 buah tenda. Kelima tenda itu adalah tempat untuk mendaftar sebagai tentara kekaisaran, pelayan istana, pekerja dibidang pertanian dan peternakan, pekerja dengan keahlian khusus seperti dokter dan guru, serta tenda terakhir untuk mereka yang ingin berwirausaha.

Mereka berbaris dengan rapi. Kegiatan itu memakan waktu sangat lama sehingga Naruto memutuskan untuk pergi ke ruangannya dan mengerjakan tugas lain selagi menunggu kegiatan di luar selesai.

Reiju turut membantu meringankan tugas Naruto karena sejak pagi tadi laki-laki itu terlihat sibuk ke sana-ke sini.

"Terima kasih Reiju karena sudah repot-repot membantuku."

Reiju tersenyum manis. "Sama-sama. Ini juga untuk latihan menjadi ratu dari Kaisar Naruto."

"Kau ini bisa saja. Yah, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat sebelum pernikahan kita besok, terutama di bidang militer. Jujur saja aku sangat awam dengan masalah ini."

"Akan kubantu. Mungkin dengan sedikit mengadopsi struktur militer Germa 66 akan sangat membantumu."

Mereka mendiskusikan beberapa hal terkait struktur jabatan militer. Setelah perbincangan yang alot Naruto memutuskan untuk mengubah rencananya yang akan mengangkat 10 Shogun menjadi hanya 3 shogun saja, dan yang akan menjadi shogun adalah;

Shirohige Edward Newgate (Diberi kesadaran penuh)

Hiken Portgas D. Ace (Diberi kesadaran penuh)

Big Mom Charlotte Linlin (Kesadaran dikuasai penuh oleh Naruto, singkatnya shogun boneka)

Shogun adalah jabatan tertinggi militer kekaisaran.

Saat ini Naruto sedang membangun 4 benteng di 4 pulau yang mengitari Altissia. Pulau-pulau itu terletak di setiap arah mata angin. Tujuannya membuat benteng adalah sebagai pertahanan terakhir sekaligus terkuat bila suatu saat ada kelompok yang menginvasi wilayahnya.

Setelah menimbang-nimbang tingkat kekuatan dari para Edo Tensei-nya ia akhirnya menunjuk 4 orang sebagai Fortress Commander yang bertugas sebagai pimpinan benteng;

Mochi Charlotte Katakuri, komandan benteng Maria di utara (Kesadaran dikuasai penuh oleh Naruto)

Kaminari Enel, komandan benteng Rose di barat (Diberi kesadaran penuh)

Queen of Juice Charlotte Smoothie, komandan benteng Sina di timur (Kesadaran dikuasai penuh oleh Naruto)

Thousand Hands Charlotte Cracker, komandan benteng Faltra di selatan (Kesadaran dikuasai penuh oleh Naruto)

Untuk saat ini hanya mereka yang memegang jabatan tinggi. Naruto belum terlalu memikirkan jabatan yang berada di bawahnya, itu terlalu merepotkan. Ia ingin struktur jabatan yang simpel seperti di dunianya dulu.

Beralih ke masalah alokasi dana. Harta kekayaan Naruto bertambah ketika ia menerima uang tebusan dari para bajak laut Big Mom, itu membuatnya bisa dengan cepat membangun kota-kota yang berada di pulau berbeda.

"Germa akan dengan senang hati membantu pembangunan kota di 35 pulau."

Begitulah ucapan Reiju tapi Germa akan membantu jika mereka telah melaksanakan pernikahan. Bukan hal yang sulit bagi Germa untuk memberikan bantuan baik dari hal militer atau uang. Germa adalah kerajaan kaya raya dengan dilengkapi tekhnologi yang canggih.

Naruto mengangguk tanda setuju tak lupa mengucapkan terima kasih. Ia lalu melanjutkan diskusinya lagi sampai tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Diskusi itu–yang sudah berlangsung selama 2 jam–terhenti sejenak ketika prajurit Naruto datang untuk memberikan laporan hasil dari pilihan penduduknya.

Ada 5 map yang masing-masing berisikan data dari 5 tenda berbeda. Setelah menerima laporan itu Naruto menyuruh prajuritnya kembali ke posisi. Tidak berlangsung lama Reiju pamit karena maid pribadinya datang untuk meminta Reiju mencoba gaun pernikahan.

Naruto yang sudah tidak memiliki teman diskusi mengalihkan pandangannya menuju tumpukkan map tadi. Ia lantas membaca.

"Hmm … rata-rata pria dewasa di atas umur 30 tahun memilih untuk menjadi petani dan nelayan. Sedangkan wanita dewasa lebih memilih berdagang dan membuka usaha kuliner, tidak aneh."

Tangannya bergerak menutup map yang berwarna hijau itu lalu mengambil map selanjutnya dan mulai membaca. Itu adalah map yang berisikan informasi tentang calon maid di istana ini.

"Seperti yang diharapkan, kebanyakan yang mendaftar sebagai pelayan adalah wanita muda di bawah umur 25 tahun."

Puas membaca deretan nama di map itu, laki-laki yang akan segera menikah itu membuka map selanjutnya. Map yang ia baca sekarang berisi informasi mengenai orang-orang yang akan menjadi prajurit–atau sebuatan lainnya bajak laut.

Ia membaca dengan teliti deretan nama-nama itu. Beberapa di antaranya Naruto ketahui sebagai bajak laut terkenal di daerah masing-masing. Bahkan tidak sedikit bajak laut dengan bounty besar ada di daftar nama itu.

Naruto menyeringai tipis. "Ini adalah hari keberuntungan terbesarku. Satu per satu elemen yang memperkuat kedududkan kekaisaran menghampiriku." Ia tidak bisa untuk tidak tertawa lepas mengungkapkan kegembiraannya.

Puru puru puru puru

Naruto berhenti tertawa, ia melihat Den Den Mushi di atas mejanya berdering. Itu adalah Den Den Mushi yang hanya digunakan untuk menghubungi prajurit penjaga perbatasan. Biasanya prajurit yang bertugas akan mengirimkan laporan cetak lewat burung pembawa pesan. Namun, kali ini berbeda dan Naruto bisa menebak bahwa terjadi sesuatu di sana.

Ia mengangkat gagang Den Den Mushi. "Ada apa?"

"Naruto-sama, ini gawat. 10 kapal perang Angkatan Laut muncul dan menyerang Pangkalan Militer 1 (PM-1)!"

"Angkatan Laut?" Naruto menyipitkan matanya. Pangkalan Militer 1 atau yang disingkat PM-1 dulunya adalah bekas pangkalan Angkatan Laut yang bertugas mengawasi gerak-gerik Yonkou Big Mom. Sekarang ini menjadi miliknya setelah membantai Wakil Laksamana Prodi dan bawahannya.

"Mereka menanggapi masalah ini dengan cepat. Baiklah, aku akan mengirimkan bantuan. Siapa yang memimpin penyerangan itu?"

"Wakil Laksamana Momonga dan Strawberry."

'Kalau tidak salah mereka Wakil Laksamana dari markas pusat. Mereka cukup tangguh.' Naruto tahu beberapa orang kuat di Angkatan Laut dan ia sering menganalisis kekuatan mereka.

"Aku akan mengirim Charlotte Katakuri ke sana. Kalian siapkan tempat untuk perpindahan." Naruto memberi perintah.

"Dimengerti Naruto-sama. Kalau begitu kami semua akan menahan gempuran musuh sampai Katakuri-sama tiba."

"Bagus."

Gacha

Pembicaraan pun berakhir. Dengan wajah agak serius Naruto segera memanggil Katakuri.

[Kushiyose: Edo Tensei]

Satu peti dengan ukuran tinggi lebih dari 3 meter muncul dari dalam lantai di hadapan Naruto. Peti itu perlahan terbuka lalu memperlihatkan sosok laki-laki tangguh yang tingginya tiga kali lipat dari Naruto.

Mantan ninja Konoha itu lalu membuat satu segel tangan dan tidak lama kemudian kedua mata Katakuri terbuka. Iris matanya berwarna putih memperlihatkan bahwa kesadarannya di bawah kendali Naruto.

"Katakuri, pergilah ke PM-1 dan bantai semua Angkatan Laut yang menyerang!" Naruto memberi perintah dengan suara lantang. Katakuri merespon ucapan majikannya dengan keluar dari peti itu.

Naruto mengaktifkan Mangekyou Sharingan dan mengirim Katakuri ke PM-1 menggunakan Kamui.

"Saa, mengamuklah, Katakuri!"

-o0o-

PM-1 yang tadinya telah diperbaiki oleh Yonkou Naruto sejak pangkalan ini dikuasai olehnya, sekarang terlihat berantakkan lagi. Beberapa bangunan ada yang hancur karena hantaman keras meriam Angkatan Laut. Jika dilihat dari atas, PM-1 seperti gula yang dikerumuni oleh semut.

Ke-10 kapal perang Angkatan Laut mengepung pangkalan itu dari segala sisi. Menembakkan meriam tiada henti. Ini mirip seperti Buster Call.

Di ruang komando PM-1, terjadi kejadian aneh di mana dari udara bebas tercipta lubang distorsi. Itu kamui, dan Naruto serta Katakuri muncul dari sana.

"Naruto-sama!" Seorang prajurit–yang nampaknya seorang komandan pangkalan ini–menghadap Naruto dan memberikan salam hormat. Ia menjelaskan situasinya lebih rinci.

Naruto mengangguk paham. Intinya pihak Angkatan Laut datang menyerbu PM-1 untuk mengetahui kondisi Wakil Laksamana Prodi. Misi itu dipimpin oleh dua Wakil Laksamana Marine HQ atas laporan Garp.

"Tidak peduli apa pun alasan mereka, jika mereka menyerang wilayah kekuasaanku maka dengan senang hati aku akan menghancurkan mereka." Naruto bergumam pelan lalu menepuk tubuh Katakuri.

"Meskipun aku belum menemukan Mochi Mochi no Mi dan itu berdampak pada kekuatanmu yang menurun, tapi aku ingin melihat kemampuan naturalmu sekuat apa. Katakuri, bunuh semua musuh kecuali dua Wakil Laksamana itu. Lalu ingat, buat seminimal mungkin kerusakan di atas kapal. Aku ingin menjarah semua kapal mereka."

Katakuri mengangguk kaku. Ia lalu berjalan keluar bangunan. Naruto mengamati pionnya dari atap tempat para prajurit melakukan pertahanan udara.

Kembali ke Katakuri. Dengan tubuh kaku dan retakan di mana-mana serta trisula yang berada di genggamannya, ia melompat setinggi dan sejauh mungkin menuju salah satu kapal perang.

"Musuh menyerang! Ada 1 orang yang sedang menuju ke kapal no. 6!" seorang prajurit angkatan laut yang tugasnya mengawasi keadaan di atas sana berteriak lantang. Memberitahukan kepada rekan-rekannya untuk bersiap.

Ia kembali mengamati Katakuri yang sedang berada di udara dan menelan ludah kasar melihat tubuh Katakuri yang pucat dan retak. "A-ada dia manusia?" Prajurit itu menggumam pelan.

Suara gear di sepatu Katakuri berbunyi tanda bahwa dirinya telah menginjak permukaan, lebih tepatnya di kapal perang Angkatan Laut, tepat di tengah para kerumunan musuh. Ada momen ketika semuanya menatap Katakuri dalam diam, momen itu terjadi selama 5 detik sampai prajurit yang berpangkat kapten berbicara lantang.

"Apa yang kalian bengongkan, cepat tangkap musuh! Dia adalah Charlotte Katakuri dengan bounty melebihi 1 miliyar!"

"Huaaaa!"

Mengikuti perintah dari atasan semua prajurit lantas menyerang Katakuri dengan senjata masing-masing seperti pedang dan senapan. Namun, seakan harapan yang sirna, serangan mereka tidak ada satupun yang berdampak. Serangan mereka memang mengenai Katakuri–bahkan ia dengan sengaja tidak bergerak–tapi seakan memiliki kekuatan abadi, tubuh yang tadinya terbelah karena sayatan, berlubang karena tempakan, perlahan menyatu dengan sempurna.

"Apa-apaan itu?" salah seorang prajurit mengungkapkan ketidak percayaannya. Bahkan pemimpin mereka pun sampai dibuat merinding ketakutan.

Tanpa sepatah kata Katakuri menyerang balik dengan sangat cepat. Menggunakan trisula dan kecepatannya, ia membunuh satu per satu prajurit yang telihat bengong. Beberapa prajurit Naruto ikut membantu penyerangan tidak lama kemudian.

Dengan cepat satu kapal perang telah berada di bawah kendali pihak Naruto.

"Cih sial, aku sudah menduga ini tapi kenapa bisa secepat ini?"

Yang bergumam tadi adalah Momonga. Ia berada di kapal no. 1 dan sedang mengawasi pertarungan di kapal lain menggunakan teropong. Momonga sudah memprediksikan bahwa jika berani mengusik ketenangan seorang Yonkou maka akan berhadapan dengan para monster. Ia tahu itu tapi kenapa bisa secepat ini? Seharusnya dari pulau utama hingga ke perbatasan dibutuhkan perjalanan paling cepat 1 hari.

"Sial. Kapal no. 5 dan 7 kepung kapal no. 6 dan tenggelamkan!" Momonga memberi perintah.

"Laksanakan."

Sementara di atas atap bangunan, Naruto juga memperhatikan jalannya pertarungan di lautan itu. "Hm, mereka berani mengambil resiko dengan menenggelamkan kapal sendiri. Seperti yang diharapkan dari pihak pemerintah dunia." Naruto bisa tahu apa yang akan dilakukan sebuah kapal dengan mengamati pergerakkannya.

"Sepertinya aku harus sedikit membantu,"

Naruto merangkai segel tangan, menarik napas dalam dan menahannya.

[Katon: Goukakyuu no Jutsu]

Beberapa bola api berukuran besar melesat menuju meriam kapal perang dan menghancurkannya. Hal itu cukup untuk membuat gerakan musuh terhambat dan kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Katakuri yang langsung melesat menuju kapal selanjutnya.

Tidak perlu membuang waktu untuk menghabisi pada manusia lemah itu. Katakuri cukup mengeluarkan Haoshoku no Haki-nya dan … lihat apa yang terjadi, 1000 pasukan jatuh dengan busa keluar dari sudut bibir.

Simpel dan mematikan.

Kapal lain yang hendak menyerang telah ditangani oleh kedatangan prajurit Naruto. Teknologi yang digunakan oleh prajurit Naruto lebih baik daripada Angkatan Laut sehingga jika berhadapan satu lawan satu akan lebih unggul prajurit Naruto. Meskipun begitu menghadapi pangkat tinggi seperti kapten diperlukan usaha yang tidak gampang. Namun dengan beberapa puluh prajurit sudah cukup menumbangkan kapten kapal.

Strawberry menghampiri Momonga.

"Ini situasi yang tidak bagus."

Momonga mengangguk. "Bagaimana menurutmu, apa kita harus mundur?"

"Itu adalah pilihan paling bijak untuk situasi seperti ini. Lagi pula misi kita adalah melihat keadaan pangkalan Wakil Laksamana Prodi dan jika ada kesempatan bawa Prodi dengan selamat. Tapi jika melihat pangkalan yang sudah dikuasai penuh oleh musuh maka tidak ada jaminan Prodi selamat." Strawberry mengemukakan pendapatnya dengan ekspresi tenang meski kondisi saat ini sedang gawat.

"Aku juga berpikir seperti itu. Lagian, menghadapi anak buah seorang Yonkou bukanlah level kita, apa lagi Katakuri. Kizaru-san berpesan agar jangan terlalu memancing emosi seorang Yonkou jika ingin selamat."

"Aku mengerti," Strawberry mengangguk, ia mengambil Den Den Mushi. "kepada semua kapal perang, segera bentuk formasi mundur. Kita akan kembali ke markas!"

"Siap."

"Laksanakan."

"Dimengerti."

"Huh? Mereka terlihat menarik diri dari pertempuran? Menyerah kah?" Naruto bergumam pelan. "Tapi tidak apa-apa. 3 kapal perang sudah cukup untuk jarahan hari ini."

Naruto juga mengambil Den Den Mushi. "Kepada seluruh prajurit segera bawa barang jarahan ke ibu kota dan sisanya perbaiki pangkalan ini!"

-o0o-

Malam hari telah tiba. Berita tentang penyerangan Angkatan Laut dan kemenangan Yonkou Naruto telah diketahui oleh seluruh penduduk kekaisaran Olympus. Berita ini membuat kehebohan di pihak prajurit karena mereka yang paling mengerti arti kemenangan. Meskipun begitu mereka tetap menjalankan tugas mempersiapkan pesta pernikahan besok.

Langit memang sudah gelap tapi orang-orang di permukaan tanah masih ramai oleh pekerja yang menyelesaikan tugas akhir untuk acara besok. Di Germa pun sama, mereka sedang sibuk mempersiapkan kue pernikahan serta makanan lainnya. Di istana Naruto hanya sedikit juru masak yang dipimpin oleh Pudding, jadi mustahil untuk membuat kue pernikahan tepat waktu.

Naruto terlihat duduk di atas pembatas balkon kamarnya, ditemani oleh segelas wine dingin yang menyegarkan. Ia menatap bulan yang terlihat sangat terang dari biasanya, meneguk wine-nya. Keindahan lampu-lampu rumah bisa dinikmati ketika pandangnnya tertuju ke bawah.

"Sudah aku bilang untuk tidak tidur larut malam." Reiju menghampiri Naruto.

"Hm, semua orang pasti tidak bisa tidur jika mengingat besok adalah hari pernikahan mereka. Semua laki-laki pasti mengalami hal yang saat ini kualami."

"Yah, aku mengerti perkataanmu. Aku juga tidak bisa tidur meskipun sudah kupejamkan mata ini."

Reiju mengisi gelas Naruto yang sudah kosong dengan wine segar.

"Terima kasih."

"Tidak masalah."

"Oh ya, tadi sore Niji bilang bahwa ia akan memodifikasi kapal perang yang telah kudapatkan."

"Kau menyetujuinya?"

Naruto mengangguk ringan. "Aku hanya berpikir Niji pasti akan membuat hal yang tak terduga nantinya, jadi aku iyakan saja."

"Begitu, jangan khawatir. Dengan teknologi Germa kapal perang yang dimodifikasi akan semakin kuat."

"Aku berharap yang terbaik."

Mereka lantas menghabiskan malam sampai wine-nya habis. Dengan kepala yang sedikit pusing, rasa kantuk mulai menyerang.

"Aku tidur duluan." Kata Reiju hendak berbalik tapi terhenti karena pertanyaan Naruto.

"Mau tidur bersama?"

-o0o-

Keesokan harinya, pesta pernikahan dimulai pada pukul 9 pagi. Pesta ini berlangsung di halaman depan istana Naruto. Para tamu yang diundang kebanyakan bukan orang-orang penting, melainkan rakyat biasa. Orang-orang yang tergolong 'orang penting' hanya keluarga Germa 66, Charlotte Pudding, dan Morgans.

Tepat pukul 9 pagi, Naruto dan Reiju keluar dari balik pintu istana dengan pakaian pernikahan yang memukau seluruh tamu. Berjalan menuju 'altar janji suci' yang di sana sudah menunggu sang Penghulu.

Proses pernikahan berjalan lancar. Kedua insan saling mengucap janji suci dan diakhiri oleh ciuman romantis. Semua bersorak, terharu. Tidak lama setelah itu kue pernikahan didatangkan dengan cara yang tidak biasa, cara khas Germa 66.

Morgans, seperti biasa mempotret sana-sini untuk bahan artikelnya tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan untung besar dari berita panas ini.

Pesta makan pun dimulai. Meja paling besar berada di tengah di mana meja itu ditempati oleh Naruto, Reiju, keluarga Germa, dan Morgans tentunya sebagai rekan bisnis. Mereka berbincang dengan lancar terutama antara Judge dan Morgans yang seakan melupakan kejadian pesta teh dulu.

"Hahaha, akhirnya Germa 66 akan membalaskan dendam kepada kerajaan di North Blue!"

"Aku turut senang mendengar hal itu." kata Morgans.

"Morgans," panggil Naruto.

"Hm, ada apa?"

"Bisa ikut aku sebentar ke dalam istana?"

"Untuk apa?" Morgans terlihat agak malas menanggapi permintaan Naruto karena ia lebih fokus ke makanan lezat di atas meja.

"Ada hal yang ingin kubicarakan tentang bisnis."

Mendengar kata 'bisnis' membuat Morgans antusias. "Baiklah, ayo."

"Tunggu di sini, Reiju." Naruto berbisik dan diberi anggukan oleh Reiju.

Mereka berdua memasuki istana, menuju ruangan yang dijaga oleh 3 prajurit. Ruangan itu tidak terlalu luas dan hanya memiliki meja kecil serta dua kursi yang saling berhadapan. Di atas meja sudah disiapkan 2 gelas dan sebotol wine segar.

"Duduklah,"

Morgans duduk. "Jadi bisnis apa yang ingin kau bicarakan?"

"Ow ow ow, kau memang langsung pada intinya jika menyangkut tentang bisnis. Santai sedikit. Minumlah dulu wine ini." Naruto memberikan gelass yang berisi wine. Ia juga mengisi gelasnya.

Morgans tanpa pikir panjang meneguk wine itu sampai habis, berbeda dengan Naruto yang sejak tadi hanya menggoyangkan gelasnya saja.

"Kau tahu Morgans, insiden di sebuah kerajaan di West Blue yang seluruh anggota kerajaan serta bangsawannya mati keracunan setelah meminum wine?"

"Hm, aku tahu. Insiden itu terjadi 3 tahun lalu. Memang kenapa?"

"Tidak ada, aku hanya menyarankan agar hati-hati. Bisa jadi wine yang tadi kau minum itu beracun."

"Apa yang kau–Ohok ohok!" setelah mengetahui apa yang dimaksud Naruto secara refleks Morgans memukul dadanya berharap wine yang ia teguk dapat dimuntahkan.

"Nfufufu, tenang saja. Wine itu tidak beracun. Lihat, aku juga meminumnya." Naruto meminum wine itu sampai habis.

"Ohok, sial. bercandamu itu sudah keterlaluan, Naruto. Aku hampir jantungan." Morgans sedikir kesal karena telah dibodohi oleh bocah di depannya.

"Hehe, aku hanya sedikit menjahilimu karena kau terlihat kaku. Ini minum lagi, wine ini adalah wine terenak yang pernah kuminum."

Morgans mengambil gelas berisi wine itu. Memang benar apa yang dikatakan Naruto, wine ini terasa sangat enak, beda dari yang lain.

Morgans hendak meminum wine itu lagi tapi terhenti di ujung paruhnya ketika mendengar perkataan Naruto.

"Aku memang mengatakan bahwa wine itu tidak beracun, tapi gelasnya beda ceritanya."

"Apa yang–Ghhhh … Arghc!" detik berikutnya Morgans merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar. Perlahan tapi pasti ia kehilangan kendali akan tubuhnya dan lumpuh. Gelas yang berisi wine itu jatuh lalu pecah. Morgans tergeletak di lantai.

"Na … to … al … apa … –kukan!?" bahkan untuk berbicara saja sudah susah, tubuh Morgans benar-benar sudah lumpuh.

"Morgans. Gelas yang kau pakai untuk minum itu beracun dan penawar racunnya berada di dalam wine. Karena kau sudah melakukan kontak dengan gelas itu namun tidak segera meminum penawar racun maka seperti inilah akibatnya."

"K-kau …."

"Biar kujelaskan. Sejak awal aku sudah tahu bahwa hubungan bisnis kita hanya sebatas saling menguntungkan. Jika ada yang lebih menguntungkan dari berbisnis denganku maka kau akan mengkhianatiku. Itu adalah sifatmu."

"Oleh sebab itu aku akan mengakhiri eksistensimu di sini. Tenang saja, perusahaan media yang kau miliki akan kujalankan dengan sangat baik nantinya, karena …,"

Naruto mengambil kunai lalu menyayat telapak tangannya. Ia sengaja mengucurkan darah di lantai. Setelah cukup banyak barulah Naruto membuat segel tangan.

" … ini."

[Chi Bunshin]

Genangan darah itu perlahan bergerak membentuk suatu tubuh yang sudah tidak asing, Naruto.

Chi Bunshin Naruto segera mencengkram leher Morgans dan mengaktifkan Sharingan. Terjadi kontak mata dan disaat yang bersamaan Naruto melihat seluruh masa lalu Morgans. Isinya hanya penuh dengan kelicikan bisnis.

"Proses mengumpulkan informasi selesai."

[Henge no Jutsu]

Chi Bunshin Naruto berubah menjadi Morgans, sangat persis.

Naruto asli berkata dengan seringai tipis. "5 detik lagi kau akan mati, seperti itulah cara kerja racunku."

"A … kan … kutuk … kau!"

Setelah perkataannya yang tidak jelas, Morgans mati dengan menyedihkan. Naruto memerintahkan kepada para prajurit yang ada untuk menghilangkan jejak Morgans sampai tidak ada yang bisa menemukannya.

Naruto dan Morgans (Chi Bunshin) berjalan keluar istana seakan tidak terjadi apa-apa. Chi Bunshin memerankan peran Morgans dengan sangat baik.

"Kau tahu apa tugasmu, kan?"

"Aku tahu."

"Nfufufu, orang bilang menguasai media sama dengan menggenggam dunia di tangan kita. Aku akan membuat keuntungan sebanyak mungkin dengan memanfaatkan perusagaan yang Morgans miliki."

"Ini baru awalnya saja."

-o0o-

Sementara itu, jauh di lautan sana, di sebuah bangunan yang berada di dalam lautan. Lebih dalam lagi, di balik jeruji dingin, seseorang tertawa kegirangan entah karena apa.

"Nfufufu, kenapa aku dikurung sendiri? Aku jadi kesepian. Apa karena kau ingin melindungiku, Magelan? Apa pembunuh bayaran di atas sana sudah datang? Apa mereka mengirim pembunuh bayaran ke sini untuk membungkamku agar aku tidak membocorkan harta nasional Mariejoa? Nfufufu."

"Bukankah tidak masalah jika aku membocorkan rahasia yang sudah bocor? Lagipula kekuasaan itu tidak abadi. Kekuasaan bisa membusuk dengan cepat."

"Diamlah dasar bocah flamingo!" dari sel sebelah, suara pria paruh baya membungkam tawa kegirangan Doflamingo.

"Nfufufu. Satu hal yang tidak kumengerti dari orang tua sepertimu. Kenapa kau tidak segera di hukum mati oleh Angkatan Laut, oh wahai emperor yang telah kalah oleh Shanks?"

Siapakah pria yang berada di sel sebelah Doflamingo? Apakah dia juga merupakan kunci utama kehancuran dunia?!

Bersambung


AN: Akhirnya selesai juga setelah memiliki mood bagus sesudah membaca review review positif dari reader tercinta. Jangan lupa review yang positif lagi ya agar para Author semangat melanjutkan ceritanya. Ini adalah penutup dari Arc pertama. Bagaimana? Pergerakkan dan rencana Naruto tidak ada yang bisa menebak bukan? Spesial aku tambahkan adegan Doflamingo berbincang dengan pria misterius, mantan four great emperor.

Update selanjutnya adalah Sona no Ai

Hanakire