Lady Sakura, Punch!

Fanfic by Stardee

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Summary :

Sakura Haruno, seorang wanita karir yang baru saja diputuskan pacarnya memutuskan untuk melepas kesedihannya dengan bermain game, membaca novel, dan menonton anime. Hingga suatu saat ia merasa kesal dengan satu novel yang tokoh antagonisnya sangat mirip dengan dirinya sendiri. Ia pun mencari dukun untuk mengutuk penulis itu tetapi...

"Kami-sama! Di mana aku?!"/"Di dunia ini perempuan memang selalu direndahkan. Aku, Sakura Haruno, akan menyatukan para wanita yang tersakiti agar bangkit dan- meninju orang-orang biadab dengan tangannya sendiri!"

Dan ia terjebak di dalam novel itu sebagai tokoh antagonis alias tunangan pangeran mahkota.

Chapter 0 : Prolog

"Sakura, aku tidak menyangka kau seperti ini. Apa kau tidak punya belas kasihan pada Shion? Apa kau lupa dia adalah teman masa kecilku?!" Seru seorang pria berambut merah menunjuk seorang wanita berambut soft pink di hadapannya.

"Apa maksudmu, Gaara? Aku tidak melakukan apapun pada Shion!" Bela wanita itu.

"Huh, kau pikir aku akan percaya? Sudahlah, Sakura. Kau masih beruntung Shion tidak menuntutmu atas semua ini. Kita putus," telak Gaara.

Sakura hanya bisa memasang wajah tidak percaya. Ia yang sejak kecil dididik agar tidak pernah menyerang yang lemah tetapi suatu hari ia dituding melakukan bullying pada seorang wanita rapuh yang jago akting?!

Harga diri Sakura serasa diinjak-injak.

"Asal kau tahu, Gaara. Aku pun jika ingin membully seseorang pasti pilih-pilih. Kalau kau bilang aku yang tidak pernah melakukan apapun padanya saja itu termasuk tindakan bullying, berarti nyamuk saja lebih kejam dariku karena aku bahkan tidak pernah menyentuhnya," ucap Sakura sambil menyipitkan matanya.

"Cukup. Aku tidak akan mendengar pembelaanmu," balas Gaara.

"Oke, fine. Lupakan saja semua ini. Aku juga tidak mau lama-lama bersama orang bodoh sepertimu," tegas Sakura lalu pergi meninggalkan Gaara.

Di tengah perjalanan menuju rumahnya, Sakura memaki-maki Gaara dan Shion yang bekerjasama menyingkirnya.

Cih, kalau diingat-ingat semua ini karena Shion. Ia dan Gaara baik-baik saja selama setahun bersama. Hingga Shion datang, mengaku-ngaku kalau ia orang jahat. Melakukan hal-hal keji di luar sepengetahuan Gaara.

[Maaf nih, Shion. Kau bahkan tidak worthy untuk mendapatkan perlakuan jahat dariku. Kalau orang yang sudah sangat mengenalku pasti tahu akan sampai seperti apa jika aku sudah serius ingin menghancurkan seseorang.] Inner Sakura.

Sakura terhenti setelah melihat salah satu serial novel dari penulis favoritnya. Ia pun memutuskan untuk mampir ke toko tersebut.

Alhasil dirinya membeli banyak sekali novel dan bahkan pergi ke game store untuk membeli video game keluaran terbaru.

Dan mulailah Sakura menjadi nolep. Pulang kerja ia langsung pulang dan menyalakan komputernya entah untuk main atau streaming anime.

Tak lupa menjelang tidur ia akan membaca novel-novel seru.

Hingga suatu hari..

"Eh, apa nih? Biasanya yang berambut terang itu protagonis tapi di novel ini kebalikannya. Antagonis memiliki rambut pink terang sementara protagonisnya hanya hitam. Protagonisnya keliatan pucat dan lemah sementara antagonis kebalikannya, keliatan kuat dan mendominasi. Bagaimana sih penulisnya, tidak ada bakat sama sekali menarik perhatian!" Gerutu Sakura.

Ya, karena Shion ia benci wanita lemah. Apalagi yang terlihat polos dan memelas seperti tokoh protagonis yang digambarkan di cover novel.

Dan surprisingly, nama tokoh antagonis dalam novel itu adalah Sakura. Apalagi nama keluarganya pun Halno yang jika dibaca menjadi Haruno persis dengan nama marganya.

Bahkan kepribadiannya juga sangat mirip. Ya, Sakura adalah orang yang ceria, bersemangat, dan supel. Satu lagi, Sakura punya kelebihan lain yaitu tenaganya yang besar oleh karena itu sejak kecil dididik agar selalu melindungi orang yang membutuhkan.

Tapi bedanya dengan Sakura di novel, Sakura si antagonis memiliki kekuatan yang hanya ia gunakan untuk menindas protagonis. Dan dengan sifat supelnya ia sangat ahli menggiring orang-orang agar membenci protagonis.

Pada akhirnya Sakura si antagonis dihukum mati oleh pangeran bernama Sasuke yang diceritakan sebagai pria paling tampan sejagad novel.

Si penulis sangat pandai dalam menjabarkan kejahatan Sakura yang sampai sampai membuat pembaca ikut menghujat Sakura.

Tetapi justru hal itulah yang membuat Sakura muak.

"Yeu, kampret. Apa-apaan sih penulis ini. Apa jangan-jangan yang nulis itu Ino, jelas jelas ini orang punya dendam padaku. Gila sih," gerutu Sakura lalu menelpon sahabat kampretnya Ino.

Setelah mengonfirmasi bahwa buku itu tidak ada sangkut pautnya dengan Ino, Sakura mulai merasa si penulis benar-benar ada dendam sampai menjadikannya sosok antagonis di novel.

Bahkan kadang, tiba-tiba saja ada orang yang menghujatnya di medsos karena namanya mirip sosok antagonis itu. Apalagi deskripsi tokoh itu sangat sesuai dengan Sakura.

Sakura memutuskan untuk mencari dukun hebat yang bisa menyantet orang yang belum ia ketahui identitasnya.

"Selamat datang."

"Langsung saja, aku ingin orang yang menulis buku ini menderita! Dia sudah mencoreng nama baikku!" Seru Sakura.

"Maa.. maa.. tenang dulu, mbak. Sini saya lihat dulu," balas dukun itu. Dukun itu menutupi wajahnya tetapi sudah jelas kalau dia itu seorang wanita.

"Hmm.. menarik. Yang harus mbak lakukan adalah jam 12 teng berdiri di tengah jalan XX, meditasi sampai mbak tidak mendengar apapun, orang itu akan muncul," ucap dukun itu.

"Eh, matte. Itu terdengar tidak masuk akal," balas Sakura.

"Yaa, semua orang bilang dukun juga tidak masuk akal tapi mbak tetap datang jadi.."

"Ah, hai-hai. Aku mengerti. Aku tida curiga karena aku tahu jalan XX tidak boleh ada kendaraan lewat jadi aku tidak akan bunuh diri dengan berdiri di tengah jalan," balas Sakura.

Ya. Sakura memang pintar tapi terkadang sangat bodoh.

Setelah menerima tips tips tambahan, Sakura menjalani syarat dukun itu. Tapi siapa sangka..

Sakura mati.

Ya, dia mati.

Ditabrak mobil.

Karena kebodohannya sendiri.

Tapi tenang saja, cerita ini belum berakhir.