Lady Sakura, Punch!

Stardee

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : Bagi yang tidak nyaman apabila yang terhormat mbak Hinata Hyuuga jadi antagonis, harap mundur alon-alon! #tapiboong

Chapter 1 : Dunia Baru

Sakura merasakan sakit yang luar biasa. Tubuhnya seakan-akan hancur dan rasanya ia ingin mati saja.

Ia berusaha untuk berteriak tetapi tidak ada suara yang keluar. Tapi perlahan-lahan rasa sakit itu mereda, hingga akhirnya ia bisa bersuara.

"Shannaro.." lirihnya.

Sakura membuka matanya perlahan. Pemandangan yang mulai terlihat jelas sangat terasa asing. Ia tidak mengenali satupun tentang tempat ini.

"Sakura-sama, akhirnya Anda bangun! Saya kira Anda akan mati, hiks!"

Ucap seorang gadis yang kelihatannya berusia sekitar delapan belas tahun itu.

Sakura mengerutkan dahinya.

Siapa cewek ini?

"Siapa?"

"Oh ya Tuhan. Dosa apa yang aku lakukan sehingga Sakura-sama hilang ingatan huuhuuu.."

Wait, aku tidak hilang ingatan. Aku Sakura Haruno, lahir tanggal 28 Maret di RS Konoha. Anak dari Kizashi dan Mebuki.

Omong kosong apa yang dia katakan. Sepertinya gadis muda ini sudah gila.

"Ayame bodoh, harusnya kau lapor langsung pada Tuan besar!" Rutuk gadis itu pada dirinya sendiri.

Gadis bernama Ayame itu langsung berlari menuju pintu meninggalkan Sakura yang terperangah dengan keadaan sekitarnya.

Tunggu, sejak kapan kamarnya seluas ini?!

Sakura melihat tangannya dan yang ia lihat adalah tangan anak kecil. Ia segera mencari cermin dan shock.

Sejak kapan aku jadi bocah gini?!

Sakura speechless.

Ini adalah sosoknya saat ia berumur enam tahun. Dan yang mengejutkannya adalah walaupun wajahnya sama persis tapi entah kenapa terlihat lebih cantik. Sangat cantik.

"Hm, mungkin memang aslinya aku ini sangat cantik. Orang-orang saja pada buta!" Ucap Sakura songong.

"Apani?" Sakura bergumam sambil mengambil sebuah liontin berbatu emerald dengan rantai berwarna perak.

Tiba-tiba banyak ingatan asing yang memasuki pikirannya. Mulai dari ingatan sejak bayi hingga terakhir kali ia pergi ke taman dan jatuh dengan kepala dahulu.

Serangan ingatan itu membuat kepalanya sakit hingga ia terjatuh sambil memegang meja rias sebagai penopangnya.

Fix, aku sudah gila!

Ketika ia hendak berdiri, datanglah tiga orang dengan raut wajah panik dan dengan tergesa-gesa menghampirinya.

"Oh, Sakura! Kau sangat membuatku takut!" Seru seorang wanita berambut pirang.

"Eh, mama?" Tanya Sakura.

"Syukurlah kukira Sakura-sama hilang ingatan.." Ucap Ayame.

Sakura POV

Fix, aku sudah gila. Tidak hanya aku menyaksikan tubuhku kembali jadi anak kecil, ibuku yang berambut aneh tiba-tiba muncul dengan gaya rambut yang modis?

Apalagi ayah yang berambut seperti potongan belimbing itu juga muncul dengan rambut klimis?

What the..

Apa-apaan ini? Apa rumahku kedatangan tim bedah rambut atau bagaimana? Tapi kalau begitu kenapa rambutku masih pink aneh seperti ini?!

ADA APA INI?!

"Putriku yang malang. Ayame, bawa bola emas kesukaannya! Aku yakin dia akan langsung tenang," ucap Mebuki, mama Sakura.

Bola emas?!

Ayame segera memberikan bola emas padaku.

Aku kira mereka bilang itu bola emas karena bola itu berwarna emas, siapa sangka ternyata itu emas asli.

Tunggu, emas asli?!

Seumur hidupku sebagai Sakura Haruno, aku tidak pernah memegang emas seberat ini! Pasti aku kaya ahahahhhahahahaha!

"Sudah kuduga, di mata Sakura hanya bola emas itu yang bisa menenangkan pikirannya. Apa lagi yang bisa kita lakukan kalau begitu, bahkan aku sudah menawarinya tambang emas tetapi ia tetap keras kepala dengan bola itu," Ucap Kizashi.

Tambang emas?!

Mendengar itu aku mengutuk diri ini. Mengapa bodoh sekali memilih bola emas ketimbang tambang emas?!

Aku melempar bola itu lalu tersenyum manis pada ayahku yang sekarang berambut klimis itu.

"Ah, ayah. Aku hanya bercanda, setelah menyadari betapa besarnya kasih sayang ayah, aku lebih memilih tambang emas!" ucap Sakura.

"SEUMUR HIDUPKU AKU BARU PERTAMA KALI MELIHAT SAKURA BERSIKAP MANIS SEPERTI INI, KYAAA!!" Jerit Mebuki sambil memeluk Sakura.

Sebentar-sebentar, kenapa aku malah teralihkan dengan emas?

Whatever, siapa juga yang bisa mengabaikan emas heuheu.

"Baiklah, Sakura. Sebaiknya kau istirahat yang banyak. Bukankah kau sangat menanti hari di mana kau akan bertemu pangeran?" Ucap ayah.

Apa? Pangeran?

Tiba-tiba di pikiranku terbesit sebuah sosok anak laki-laki tampan berambut hitam dan bermata coklat.

Dan satu nama muncul, Sasuke Uchiha.

"Err.. pangeran Sasuke?" Tanyaku memastikan.

Mendengar pertanyaanku, kedua orangtuaku menunjukan ekspresi terkejut.

Apa salahku?

"Ya Tuhan, setelah jatuh menghantam batu ternyata Sakura berubah sangat drastis. Aku bahkan tidak bisa berkata-kata lagi.." Isak ibuku.

Heeeeeee??? Sejak kapan ibu jadi cengeng begini?!

"Kau baru saja berkata-kata, sayang. Maa.. apapun itu yang jelas ayah senang melihat putri satu-satunya ayah baik-baik saja," sambung ayah.

Baka! Putrimu yang asli sudah mati. Kalau kau tahu yang sebenarnya kau pasti sangat terkejut.

"Apa maksud ibu? Berubah?"

"Yaa.. sebelumnya setiap kami menyebut nama pangeran Sasuke kau langsung bersemu dan salah tingkah. Tapi kau sekarang lebih tenang. Putriku anggun sekali, hiks," ucap ibu terharu.

Hilih bicit imit.

Belum tahu saja Sakura yang sebenarnya.

Setelah itu mereka pergi dan membiarkanku istirahat. Tentu saja aku tidak bisa tidur di tengah kekacauan ini. Yang membuatku terhibur hanyalah tambang emas, hehe.

Apa yang harus aku lakukan?

Aku tadi sempat melihat sebuah buku yang sampulnya terukir namaku. Sakura Halno.

Tunggu. Seperti tidak asing!

Halno.. Halno..

BUKANKAH ITU NAMA KELUARGA DI NOVEL SIALAN ITU?!

F*K!

JANGAN BILANG..

Aku bergegas membuka buku itu dan isinya ternyata agenda harian dan diary.

Jika dibaca memang diary ini diary khas anak kecil sih. Membacanya juga sudah geli. Well.. apa yang aku harapkan dari bocah enam tahun.

Kalau dibaca-baca ternyata cerita ini sangat bersangkutan dengan novel itu. Apa jangan-jangan karena aku mendatangi dukun untuk menyantet penulisnya, kesialan malah berbalik kepadaku?

Dan lebih sialnya lagi setelah mati bukannya arwahku tenang di atas sana tetapi malah masuk ke dalam diriku di dunia lain?

Wth.

Bahkan kata-kata barusan saja sangat terdengar tidak masuk akal.

Sangat tidak masuk akal.

Mungkin masuk akal sih mengingat semua ini hanya fiksi, eh.

Aku bercanda.

End Sakura POV

Setelah berpikir dan merenung selama 2 bulan, juga menginvestigasi, Sakura akhirnya menerima kenyataan bahwa ia sudah berada di dunia baru dengan identitas Sakura Marianne Halno sang penjahat atau bahasa kerennya sih Villainess. Bahasa lebih kerennya lagi sih PELAKOR. Tapi mengingat di novelnya Sakura ini tidak berhasil merebut pangeran, mari sebut saja Sakura pelakor gagal.

Oh iya, Sakura tidak jadi bertemu pangeran karena kondisinya tidak memungkinkan.

Kenapa keluarga Sakura bisa bertemu dengan anggota kerajaan? Jawabannya adalah karena ayah Sakura adalah seorang Duke.

Karena ayah Sakura ini kepercayaannya Raja Fugaku sekaligus teman dekatnya sehingga, tidak heran kalau Sakura ini digadang-gadangkan sebagai calon putri mahkota alias tunangan pangeran Sasuke.

Sakura yang asli tentunya sangat senang karena dia akan menjadi istri pangeran mahkota. Tetapi Sakura yang sekarang jelas tidak.

HEH, SIAPA YANG MAU TUNANGAN SAMA ORANG BANGS*T?!

Itulah kata-kata yang persis menjabarkan pikirannya.

Ya. Sakura tidak mau menikah dengan orang yang akan meninggalkannya demi seorang gadis lemah tak berdaya yang hanya tahu caranya menangis dan menggoyahkan iman lelaki.

Tapi karena itulah Sakura sejak kecil dididik untuk menjadi putri mahkota dan ratu.

Beruntungnya, Sakura yang sekarang aslinya sudah berumur 28 tahun dan pelajaran apapun pasti mudah baginya. Bahkan orang-orang melihatnya sebagai jenius yang hanya lahir dalam 100 tahun seekali.

Sakura tidak tahu harus menangis atau tertawa mendengar itu.

Tapi justru karena kepiawaiannya ia menjadi kandidat kuat untuk menjadi putri mahkota.

Sakura pasrah, ia hanya bisa mempersiapkan masa depannya. Apabila kehancurannya tiba, yang jelas ia tidak akan terlalu menderita. Oleh karena itu Sakura akan bersikap baik pada pangeran dan jika perempuan yang akan mengisi hati Sasuke muncul, Sakura akan pergi ke negeri lain dan mencari suami yang baik hati hahahahhaha.

Sakura sudah memantapkan hatinya. Ia akan tumbuh kuat sampai orang-orang percaya padanya dan membuat hukuman apapun yang jatuh padanya tidak akan mempan.

Tapi yang membuat Sakura ragu adalah, novel itu tidak menceritakan bagian setelah kedua pasangan itu menikah. Tidak menceritakan bagaimana sang tokoh utama membantu pangeran menjalankan tugasnya. Bukankah persiapan seorang putri itu sangat ketat sehingga memerlukan waktu yang sangat lama tetapi dengan mudahnya tokoh utama menjadi putri.

Sakura merasa ia harus memastikan siapa saja di kerajaan ini yang mengalami persiapan seperti dirinya.

Suatu hari Sakura menghampiri ayahnya untuk mengobrol. Topik yang mereka bicarakan biasa biasa saja hingga akhirnya Sakura bertanya.

"Ayah, bagaimana bila aku tidak menjadi putri mahkota? Apakah aku akan dijauhi?" Tanya Sakura.

"Kenapa bertanya seperti itu, Nak?"

"Karena.. bagaimana jika besar nanti pangeran tidak menyukaiku lalu memilih perempuan lain? Apakah aku akan dibuang?"

"Nak. Sebaiknya kau berpikir lebih dalam lagi. Apa mungkin ada perempuan lain yang diberi pendidikan dan persiapan untuk menjadi seorang putri? Di kerajaan ini hanya ada kau yang diberkahi itu semua. Coba bayangkan apabila perempuan lain yang bahkan tidak mengalami persiapan itu menjadi putri? Ayah yakin kerajaan ini akan goyah," balas Kizashi.

Sakura mendapatkan jawaban yang ia mau. Dan hal baru yang ia dapatkan, ia tidak boleh sembarangan melepaskan posisinya hanya karena memikirkan kebahagiaan pangeran dan keselamatan dirinya sendiri!

"Apa pangeran punya hak atas semua ini?"

"Apabila pangeran tetap keras kepala tanpa memikirkan kerajaan nya dan malah memilih putri yang tidak kompeten, maka sebaiknya hak itu tidak usah diberikan saja padanya," ucap Kizashi terdengar cukup kejam di telinga Sakura.

"Dan untuk pertanyaanmu, jelas ia punya. Tetapi jika tidak baik maka raja tidak akan membiarkannya," lanjut Kizashi.

'Pasti berat menjadi seorang pangeran mahkota,' batin Sakura.

Mendengar jawaban Kizashi, Sakura kembali ke kamarnya dan merenungkan kembali apa yang akan ia lakukan di dunia ini.

Apakah membiarkan sang tokoh utama mengambil posisinya sebagai putri dan mengambil hati pangeran atau mempersiapkan diri menjadi sosok kuat yang tidak bisa dikalahkan dan membuat pangeran jatuh cinta terlebih dahulu kepadanya?

Well..

Let's see..

TBC