Lady Sakura, Punch!

Naruto Masashi Kishimoto

Stardee


Chapter 3 : Rage

*Di chapter ini, yang dibold dan italic sekaligus berisi kejadian yang ada di novel.

Hinata tidak tahu apa yang membuat Sasuke tidak datang tepat waktu sesuai dengan kehidupan sebelumnya. Dan yang membuat ia sangat marah adalah sikap Sasuke yang seperti merendahkannya.

Kenapa memperbaiki hal kecil saja sulit sekali? Kenapa hanya pertemuan kecil seperti ini saja di luar kendalinya? Bukankah ia memiliki pengalaman kehidupan sebelumnya? Harusnya ia yang berkuasa kali ini!

Hinata mengamuk dan membanting vas bunga. Setelah melihat kepingan vas bunga yang tercecer di lantai, sorot matanya menajam.

"Siapapun yang bertanggung jawab di balik semua ini.. Aku.. tidak akan memaafkannya!" Desis Hinata.

Hinata membuka buku catatannya yang ia isi dengan apa yang telah terjadi di kehidupan sebelumnya.

'Cih, kejadian kecil seperti ini tidak akan berpengaruh terhadap masa depanku. Aku mengetahui banyak rahasia selama bertahun-tahun aku menjadi ratu. Di kehidupan kali ini, aku yang mengatur semuanya!' Batin Hinata.

Sejak malam itu, Juugo bernafas lega. Anak perempuan yang selalu mengikuti Sasuke sepertinya sudah menyadari bahwa tindakannya itu memalukan sehingga tidak lagi mengganggu Sasuke.

Sementara itu di kediaman Halno.

Sakura sedang menjelajahi perpustakaan keluarganya. Ia sudah membaca hampir semua buku di rak lantai satu. Tidak ada yang tahu bahwa Sakura memiliki skill [Fast Learner] atau membaca dan memahami bacaan dengan cepat serta akurat.

Bahkan Sakura juga tidak mengetahuinya. Ia baru tersadar saat tahu ia sudah membaca hampir semua buku di rak lantai satu dalam waktu singkat. Ia yakin, ini bukan kemampuan orang normal kan? Lagipula ia tidak memiliki begitu banyak waktu luang karena persiapan sebagai putri mahkota itu.

Dan ia menemukan informasi tentang skill itu di salah satu buku yang ia baca. Skill itu tidak terlalu istimewa, hampir bisa dikategorikan sebagai skill yang umumnya dimiliki para magician. Tapi, skill ini umumnya hanya membuat magician sedikit lebih cepat dalam memahami bacaan, berbeda dengan orang yang sudah menaikkan tingkat skill nya. Magician dengan tingkat skill [Fast Learner] paling tinggi bisa memahami bacaan dengan sekali pandangan.

Dan Sakura memiliki tingkat skill yang tinggi, bahkan menyaingi ayahnya.

Sakura menaiki tangga menuju lantai dua. Ia menyusuri rak-rak yang tinggi itu dengan matanya, mengikuti kata hati untuk membaca buku yang paling pertama menarik perhatiannya.

Sakura menemukan barisan rak yang berbeda dari yang lainnya. Dan sepertinya ia menemukan sebuah album foto. Album itu dilindungi magic pelindung. Sepertinya hanya keturunan Halno yang bisa membukanya. Sakura pun membuka segel itu.

Seperti dugaannya, album itu berisi foto-foto atau lukisan leluhurnya. Lalu di halaman keluarganya, Sakura menemukan foto seorang anak lelaki berambut merah.

"Sasori Halno..?"

Sakura memastikan tanggal lahir anak itu dan ternyata.. ia adalah kakak Sakura.

'Eh? Bukannya Sakura di novel adalah anak tunggal? Tidak pernah ada yang mengatakan kalau ia memiliki seorang kakak laki-laki.'

Sakura dalam benaknya berkali-kali mengatakan kata-kata penuh keterkejutan. Tapi sepertinya ia pernah mendengar nama Sasori di novel itu sebelumnya.

Ah! Iya. Sasori adalah salah satu organisasi dark magician, Akatsuki. Tapi bagaimana bisa Sasori menjadi anggota Akatsuki sementara ia adalah penerus keluarga Halno? Bahkan sampai akhir novel Sasori tidak pernah sekalipun terungkap memiliki kaitan dengan Halno.

Mencari informasi tentang Sasori lebih banyak, Sakura membalikkan halaman demi halaman. Dan akhirnya ia sampai pada halaman bergambar peta dengan tulisan "Halno Territory".

Sudah jelas peta itu menggambarkan peta wilayah Halno. Tetapi yang menarik perhatiannya adalah gambar hutan tepat di belakang mansion Halno. Katanya hutan ini sangat terbengkalai. Dulu leluhurnya sangat menghargai hutan ini.

Di hutan ini ada makhluk asing yang harus dilindungi. Oleh karena itu leluhurnya melarang manusia memasuki hutan itu kecuali keturunan kerajaan dan Halno.

Keberadaan makhluk itu sangat spesial. Walau ada manusia yang diperbolehkan memasuki hitan itu, tetap saja dihimbau untuk tidak memasukinya. Katanya, bila makhluk itu merasa terganggu, hidupmu tidak akan tenang selamanya.

Sakura teringat salah satu peristiwa di novel. Untuk mengetahui strategi negeri musuh, Sasuke memasuki hutan itu dan mencari makhluk spesial yang disembunyikan sekian tahun lamanya. Saat itu Hinata merajuk tidak ingin ditinggalkan Sasuke, tetapi Sakura dengan tegas melarangnya karena hanya keturunan Halno dan kerajaan yang bisa memasukinya.

And thanks to female lead halo, Sasuke memaksa untuk membawa Hinata bersamanya dengan alasan ia bisa melindungi Hinata jika terjadi sesuatu.

"Kau tidak bisa memaksakan ini, Sasuke-sama! Apakah Anda akan mengabaikan aturan yang dibuat oleh para yang mulia leluhur kerajaan? Di mana rasa hormat Anda?" Seru Sakura sambil menghalangi gerbang belakang.

"Diam! Kau tidak berhak mempertanyakan rasa hormatku. Sudah kubilang aku bisa melindungi Hinata dengan tanganku sendiri, aku tidak akan menarik kata-kataku!" Bantah Sasuke.

Sakura menatap Sasuke tidak percaya. Sementara Hinata sudah berkaca-kaca ingin menangis.

"Err.. ano.. Sasuke-sama, lebih baik kita mendengarkan Sakura-sama. Bagaimanapun juga aku bukan.. keturunan kerajaan.." Ucap Hinata lirih.

"Tidak, jangan dengarkan dia, Hinata. Aku tidak akan meninggalkanmu di sarang iblis ini sendirian."

Sakura mengepalkan kedua tangannya geram. Ia benci tidak bisa menyerang kedua orang di hadapannya ini.

"Rasa hormat saja Anda abaikan, memang lebih baik jika Itachi-sama yang menjadi raja," desis Sakura.

Ucapan Sakura tersebut menyulut api amarah Sasuke yang memiliki dendam terhadap kakaknya yang sudah lama menghilang itu.

"Cukup! Kau tidak diperbolehkan mengatakan sepatah katapun lagi!" Sasuke menyerang Sakura dengan magicnya hingga Sakura terpental dan pingsan.

Sasuke pun membawa Hinata ke dalam hutan itu. Tidak mengetahui bahwa tindakannya itu membawa bencana terhadap dirinya sendiri. Karena pelanggarannya itu, Sasuke mendapat sebuah kutukan yang tidak bisa dipatahkan kecuali oleh kematian.

Sakura mengingat-ingat lagi apa kutukan itu. Tapi sepertinya tidak disebutkan sampai akhir novel. Penulis novel itu sepertinya agak bodoh, membuat peristiwa di mana Sasuke mendapat kutukan tetapi sampai akhir cerita tidak dijelaskan apa kutukan itu dan kenapa Sasuke baik-baik saja sampai akhir novel seperti kutukan itu tidak ada.

Dan tentang Itachi..

Pangeran pertama diculik dan ia kembali ke kerajaan setelah ia menjadi anggota Akatsuki. Alasan kenapa Sasuke dendam pada Itachi adalah karena Itachi sempurna. Itachi memiliki semuanya. Orang-orang sangat menyayangkan kehilangan Itachi. Jika Itachi masih ada di kerajaan dan meneruskan tahta, sudah pasti ia akan menjadi raja yang sempurna di mata bangsawan maupun rakyat biasa.

Sasuke benci saat orang-orang mengagungkan Itachi. Semua yang ia usahakan seakan tidak ada apa-apanya dibandingkan Itachi. Padahal ketika ia masih kecil, ia sangat dekat dengan kakaknya itu.

Dan dendam tersebut ia pendam sampai akhirnya ia bertemu Itachi lagi. Itachi yang sudah menjadi anggota Akatsuki mendatangi Sasuke dengan wajah kecewa.

"Sasuke, kenapa kau tidak membuka matamu?"

Kata-kata yang dilontarkan Itachi semakin membuat Sasuke marah. Pasti Itachi menghinanya karena menjadi pangeran yang tidak becus.

"Lalu kau sendiri bagaimana? Mata sebelah mana yang membiarkanmu melihat kedua orang tuamu sendiri terpuruk dan tersiksa?! Kanan atau kiri? Mau aku bantu untuk menghancurkannya?"

Itachi tertegun dengan kata kata kejam Sasuke.

"Kenapa? Kaget aku seperti ini? Hahaha, aku bukan Sasuke adikmu yang biasa kau kenal. Setelah aku menjadi raja, aku akan memutuskan hubungan kekeluargaanku denganmu sehingga namamu tidak akan tercatat lagi di dalam silsilah klan Uchiha!"

"Kau sudah hancur, Sasuke."

Adegan itu terbayang di benak Sakura. Pasti sakit sekali rasanya menjadi Itachi, dibenci oleh adiknya sendiri. Memang otak Sasuke pasti bermasalah! Bisa-bisanya ia seperti itu. Kalau ia kesal, lampiaskanlah pada orang yang telah membanding-bandingkan dirinya dengan Itachi, bukan pada Itachi yang tidak tahu apa-apa!

Untung saja saat ini Sakura bisa mengendalikan Sasuke. Selama Sasuke tidak menjadi budak cintanya Hinata, semuanya akan berjalan dengan lancar.

Sakura memutuskan untuk menyimpan album ini dan merencanakan kapan ia akan menyelinap ke dalam hutan itu.

Setelah tiga hari mencari cara bagaimana agar ia bisa keluar dari gerbang mansion tanpa ketahuan, akhirnya Sakura menemukan solusi.

Ia akan menggunakan mantra [invisible] dan [float] untuk melewati gerbang belakang. Saat ini ia belum bisa mengaktifkan skill terbang miliknya dan hanya bisa bergantung pada spell atau mantra saja.

Ketika ia tiba di depan hutan tersebut, ia terkejut. Hutan ini benar-benar terbengkalai.

Sakura memasuko hutan itu dan berjalan sambil melihat ke sekelilingnya. Benar-benar hutan yang kosong. Ia tidak mendeteksi adanya manusia atau hewan di hutan ini. Kekosongan ini membuatnya merinding.

Sampai akhirnya ia tiba di sebuah pohon besar yang di dahan-dahannya diikat pita berwarna hitam. Pohon ini memberikan kesan yang err.. mengganggu? Yang jelas Sakura sangat tidak menyukai pohon ini. Kalau dijelaskan, rasanya seperti bertemu dengan kakek-kakek galak yang terganggu hanya dengan melihatmu bernafas. Benar-benar menyebalkan.

Lama-lama, ia tidak hanya merasa kesal tetapi merasa terancam. Pohon yang akan membawa bencana jika dibiarkan terus, pikirnya.

Sakura memusatkan energi magic nya di kepalan tangannya. Pada umur tujuh tahun, Sakura sudah membangkitkan kekuatannya. Saat ini seperti magician keturunan Halno biasanya, magic miliknya memiliki warna jade.

Selain magic keturunan Halno, Sakura juga membangkitkan magic lain tanpa sepengetahuan keluarganya. Magic miliknya berwarna putih dengan bintik-bintik emas yang sangat cantik. Ia tidak menemukan satu informasi pun tentang magic miliknya itu.

Dengan percampuran warna jade dan putih dengan sedikit emas itu, Sakura meninju pohon itu dengan sekuat tenaga. Ia harap tenaga monsternya meningkat dari sebelumnya.

Pohon itu tidak hancur seperti pohon lainnya jika ia tinju, hanya saja pohon itu rusak dengan cekungan berbentuk lingkaran karena tinju Sakura.

Aura suram yang berada di sekitar pohon itu mulai berkurang, sebagian pita-pita hitam itu musnah.

"Astaga! Aku baru lihat yang seperti ini!"

"Aku tidak menyangka ada seseorang yang mampu menghancurkannya!"

"Ia pasti seorang pahlawan!"

"Kita harus melaporkan ini pada Ratu!"

Suara-suara kecil itu terdengar oleh Sakura. Sakura melihat ke sekitarnya, dan menemukan makhluk-makhluk asing berukuran kecil yang terbang dengan sayap imut mereka.

Sakura terpaku di tempatnya. Ia baru pertama kali melihat makhluk aneh seperti itu.

"Si-siapa kalian?!" Seru Sakura.

"Maafkan kami, pahlawan. Kami tidak bermaksud untuk menakutimu."

"Kami adalah peri! Lebih tepatnya peri hutan. Kami bertugas menjaga hutan ini dari orang-orang jahat!"

"Tapi sepertinya kami gagal, karena sudah ada orang yang merusak hutan kami."

"Oleh karena itu kami sangat berterimakasih, akhinya ada seseorang yang bisa merusak pohon ini!"

"Padahal aku harap pohon ini musnah saja. Benar-benar mengganggu!"

Sakura menatap makhluk-makhluk kecil itu dengan bingung.

Ada apa ini?

To Be Continued


Pojok author : Hai, minna-san! Arigatou buat yang sudah bersedia mengikuti cerita ini. Cerita ini sebelumnya mau aku jadiin romance fluff gitu, tapi lama-lama greget juga soalnya ga bakat bikin fluff haduuhh!

Author juga kayaknya udah kebanyakan baca k-novel, j-novel, dan c-novel yang isinya tuh ttg isekai, rebirth, revenge, scheme, dll.

Lama-lama pengen buat juga kan. Akhirnya dibuat deh cerita ini, yang awalnya mau fokus ke humor dan romance nya malah jadi darah-darahan kayak begini.

Soal Hinata, Author gak benci Hinata kok. Cuma Hinata cocok aja dengan figur lemah lembut. Tapi khusus di cerita ini mah, lemah lembutnya hanya di luar, kalau bahasa kerennya sih, greentea bitch hahahahah!

Tapi di kehidupan sebelumnya Hinata emang ga jahat kok, jahatnya ke villainess aka Sakura aja. Apa yang dia lakukan cuma untuk ngalahin villainess.

Dan Sakura di novel itu jahat cuma ke Hinata aja, itupun jahat karena Sasuke dan Hinata ga mengikuti aturan kerajaan dan banyak membantah orang yang lebih tua.

Sedikit informasi penting, kejadian di mana anak Sakura dan Sasuke muncul lalu jadi sosok yang menghancurkan Hinata itu diceritakan di dunia modern. Tetapi dengan novel yang berbeda. Oleh karena itu, Sakura ngga tahu tentang anak yang akan menghancurkan Hinata.

Dan terakhir,

Ada pertanyaan??