Lady Sakura, Punch!
Starlight
4 : Fairies Role
Peri-peri yang berterbangan itu mengitari Sakura. Dengan nada riang mereka memuji Sakura dan sangat bersyukur atas kehadirannya.
Sakura juga terkejut. Ia tahu novelnya memiliki genre fantasi, tetapi mengalaminya sendiri merupakan hal yang baru baginya.
"Dari matamu saja aku sudah tahu kau seorang Halno. Aku berani bertaruh kau menyelinap ke sini karena tidak mungkin Halno membiarkan anak kecil mereka memasuki hutan ini. Kau masih sangat muda, kenapa bisa sekuat ini?"
Sakura dalam hati hanya bisa menjawab bahwa ia sebenarnya bukan seorang anak kecil. Lelah juga harus menjaga sikap agar orang lain tidak mencurigainya.
"Hm, aku tidak tahu."
Para peri itu mengalihkan topiknya hingga ada satu peri yang hanya diam sedari tadi mulai membuka suara.
"Aku merasakan ada yang aneh darimu. Mungkin ini terdengar sangat gila tapi aku merasakan aura wanita hamil darimu."
Sakura terkejut setengah mati. Mana mungkin itu bisa terjadi! Mental orang dewasa di dalam tubuh anak kecil saja sudah aneh, ditambah lagi aura wanita hamil dari gadis perawan yang sama sekali belum pernah berhubungan badan dengan laki-laki!
"Kau gila?" Sakura merespon ucapan peri itu dengan tidak percaya.
"Tidak ada peri yang bisa gila asal kau tahu."
"Kalau begitu pasti aku yang sudah gila."
Sakura sangat lelah mengalami hal-hal aneh selama sepuluh tahun terakhir. Mulai dari kelahirannya kembali di dunia lain, memiliki sihir, rambut pangeran yang melawan gravitasi—tunggu, itu tidak termasuk tapi masih sangat aneh menurutnya, lalu bertemu peri-peri ini, dan yang terakhir adalah peri itu bilang kalau ia adalah wanita hamil.
"Lupakan saja, kita bisa mengetahui jawabannya ketika bertemu dengan ratu."
Sakura hanya mengangguk pasrah. Padahal di kehidupan sebelumnya pun ia tidak pernah berbuat jahat pada orang yang lebih lemah tapi kenapa karmanya buruk sekali.
Sampailah mereka di desa para peri, Fatavilla. Para peri yang sedang beraktivitas mengalihkan perhatiannya pada Sakura yang datang ditemani beberapa peri.
"Halo, aku Sakura Halno."
"Kami membawanya karena ia telah membantu kita menghancurkan pohon itu!"
Para penduduk di sana terkejut begitu mendengar ucapan salah satu peri yang menemani Sakura.
"Ah benarkah? Kalau begitu selamat datang di desa kami."
Setelah sambutan itu, para penduduk mulai beramai-ramai menyambut Sakura.
"Terima kasih."
Sakura takjub melihat pemandangan desa peri itu. Benar-benar baru kali ini ia merasa bahwa ia sudah bukan berada di dunianya lagi. Terlihat sangat magis dan elok.
Akhirnya ia sampai di sebuah rumah kecil. Tetapi rumah ini lebih besar dibandingkan dengan rumah-rumah lain. Inilah yang dimaksud rumah ratu.
Ketika Sakura kebingungan bagaimana caranya ia masuk, salah satu peri membacakan sebuah mantra dan Sakura menjadi kecil seperti peri.
Ia disambut oleh Ratu Fae, peri yang berukuran sedikit lebih besar dari peri lainnya. Ia juga terlihat sangat berwibawa dan anggun.
"Aku sudah mengetahui kedatanganmu. Mari duduk. Lita, bawakan segelas air untuknya."
Sakura memandangi sekitarnya. Ia pernah menonton sebuah film tentang peri, film buatan Disney, judulnya Tinkerbell. Dan yang ia lihat sekarang sama miripnya dengan rumah-rumah peri di film itu.
"Aku akan membubarkan yang lain jika kau ingin pembicaraan kita lebih rahasia."
Sakura mengangguk. Ia sepertinya sedikit mengerti bahwa peri ini memiliki kekuatan yang berbeda dari manusia dan masalah dirinya yang terlempar ke dunia ini pun mungkin peri itu telah mengetahuinya.
"Terima kasih karena telah membantu kami. Hilangnya sihir jahat itu tidak hanya membantu kami, makhluk besar yang berada tidak jauh dari desa ini juga terbantu."
"Maaf, makhluk besar?"
"Mungkin kau tidak menyadarinya. Tidak jauh dari desa ini ada divine beast yang tertidur. Kehadiran sihir jahat itu menghalanginya untuk bangun. Tapi tenang saja, ia tidak akan menyerang manusia tanpa perintah pemiliknya."
Sakura mencerna penjelasan ratu dengan seksama. Selain peri, ada juga makhluk lain? Ini semua sangat memusingkan! Berapa banyak jenis makhluk yang ingin kau masukkan ke dalam cerita, Author-sama?!
"Tenang saja, di dunia ini hanya ada manusia, peri, dan divine beast."
Sakura menyipitkan matanya.
"Kau membaca pikiranku?"
Ratu Fae tertawa kecil. Bukankah gadis—wanita ini baru saja berpikir bahwa peri memiliki kekuatan yang lebih dari manusia? Kenapa sekarang ia kaget mengetahui peri bisa membaca pikiran?
"Seharusnya kau tidak terkejut."
"Aku tidak terkejut, aku hanya kesal." Sakura tidak tahu harus bereaksi seperti apa menghadapi ratu yang sakti ini, tapi tetap saja ia kesal.
"Baiklah, baiklah. Nah, sekarang kau tahu aku mengetahui identitasmu yang sebenarnya. Pun aku yakin kau bertanya-tanya tentang peri yang mengatakan bahwa ia melihat aura wanita hamil dalam dirimu."
"Um, itu kau tahu."
"Aku tahu kau bukan berasal dari dunia ini. Kau percaya bahwa jiwamu memasuki tubuh Sakura Halno dan merasa bahwa kau harus melakukan sesuatu untuknya."
Sakura mengangguk. Memang sudah ia duga ratu peri ini sakti.
"Sebenarnya kau keliru. Kau adalah Sakura Halno, dan Sakura Halno adalah kau. Kalian itu satu tetapi berada di tempat dan waktu yang berbeda. Kau tidak perlu melakukan sesuatu untuknya."
"Tapi itu tidak mungkin! Dunia ini hanyalah buku yang aku baca. Penulisnya terlalu imajinatif, oh, dan satu lagi dia juga terlalu membawa perasaan sehingga menaruh dendam kepadaku."
"Entah itu berbentuk cerita atau kabar burung tentang makhluk asing di planet lain menurut duniamu, dunia yang berbeda selalu memiliki keterkaitan. Buku yang kau baca itu adalah salah satu perantaranya." Ratu Fae menjelaskan sambil memberikan sebuah toples berisi kue kering.
"Lalu bagaimana dengan penulisnya? Apa dia itu dewa atau semacamnya?"
"Ia hanya manusia biasa. Ia terpilih karena sebuah alasan, aku tidak tahu apa itu. Lalu inspirasinya, usahanya dalam menulis cerita, dan pemahamannya tentang dunia ini pun hanya sebagai perantara. Dunia ini nyata jika kau masih mempertanyakannya, begitu pun orang atau makhluk yang hidup di sini."
Sakura mengangguk sambil mengunyah kue kering yang ditawarkan oleh ratu. Bagaimana lagi, dia sebenarnya sudah sangat lapar.
"Lalu kenapa hanya aku yang mengalami ini?"
"Wajar bila kau terkejut. Kejadian ini tidak terjadi begitu saja, bahkan kemungkinan hal ini terjadi pun sangat kecil. Tapi bukan berarti mustahil, pastinya seseorang yang menyayangimu mengorbankan sesuatu agar kau bisa mengubah nasibmu."
"Lalu aura wanita hamil itu maksudnya bagaimana?"
Ratu Fae menghela nafasnya. Sangat sulit baginya untuk menjelaskan ini semua. Semua yang ia ucapkan tadi adalah sebuah rahasia besar. Alasan ia mengungkapkannya pada Sakura adalah karena Sakura bukan berasal dari dimensi ini.
"Mungkin kau tahu di dunia ini waktu terulang kembali. Fakta itu seharusnya hanya diketahui olehmu yang bukan berasal dari dunia ini, tapi aku memiliki kekuatan yang lebih besar dari manusia dan bisa sedikit mengetahui bahwa ada yang aneh terjadi.
Aku tidak tahu pasti tapi sepertinya sebelum waktu terulang, kau sempat mengandung. Hanya itu yang terpikirkan olehku, selanjutnya aku pun tidak punya kekuatan lebih untuk mengetahuinya."
Sakura hanya bisa melongo. Bagaimana bisa jadi seperti itu? Apa sebelum Halno mati ia melakukan one night stand dan hamil? Wah, sebuah skandal.
Tapi tunggu, tidak mungkin Halno melakukan itu dengan sembarang orang. Bukankah dunia ini memiliki aturan yang ketat mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan? Dan sebagai sesama Sakura, ia rasa tidak mungkin Halno melakukannya dengan pria lain selain Sasuke.
"Ini aneh. Yang aku tahu di ceri—dunia ini diriku yang lain, um, Halno maksudnya, mati di tangan pangeran dan siapa itu namanya—err.. Hinata! Ya, Hinata. Mana mungkin aku hamil?"
Ratu Fae menggeleng. Ia pun tidak tahu apa yang terjadi. Ia memang memiliki kekuatan lebih untuk menyadari waktu di dunia ini terulang, tetapi ia tidak bisa mengingat apa yang akan terjadi di masa depan dengan jelas.
"Sakura, aku memutuskan untuk mendukung apa pun jalan yang akan kau pilih karena aku yakin ada sebuah maksud penting di balik ini semua. Oleh karena itu, apa pun informasi yang kau butuhkan selama kami masih mampu memperolehnya, kami akan memberikannya padamu."
Sakura terdiam. Ia memang merasa tersanjung dan berterima kasih terhadap dukungan Ratu Fae, tetapi di sisi lain ia juga ragu. Di cerita yang ia baca, peran peri tidak terlalu penting, bahkan mereka hanya disebut beberapa kali di novel. Takutnya, peri yang mendukungnya ini memiliki maksud lain dan berencana untuk menusuknya dari belakang.
Sakura lupa bahwa Ratu Fae bisa membaca pikirannya dengan jelas. Tetapi Ratu Fae hanya diam menunggu balasan Sakura, sama sekali tidak mempersalahkan pikiran Sakura tadi.
"Baiklah. Aku akan memercayai kalian, lagipula memang itu yang aku butuhkan bukan? Dukungan. Apalagi di dunia yang aneh ini hanya aku yang tidak mengerti." Sakura memutuskan untuk menepis pikiran negatif. Memang ia masih skeptis, tetapi jika ia tidak berusaha memercayai seseorang, bagaimana ia akan maju?
"Oh iya kalau begitu aku ingin bertanya. Aku ingin tahu keberadaan Sasori dan um, informasi sebuah organisasi bernama Akatsuki."
Ratu Fae mengangguk. Itu bukan hal yang sulit. Ia seperti memasang posisi bermeditasi dan Sakura menunggunya.
"Sasori ada bersama Akatsuki. Markas Akatsuki berada jauh di barat. Mereka memasang sebuah mantra penyamaran level tinggi sehingga tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka.
Mereka tidak memiliki anggota yang banyak. Sedikit tapi sangat cukup, itu karena mereka adalah kumpulan para magician dengan level tinggi. Ketika kau menanyakan ini mereka sedang berencana untuk bergerak ke ibu kota kerajaan."
Sakura merasa kurang puas. Informasi itu sudah ia ketahui dari novel. Yang ingin ia pastikan adalah bagaimana keadaan mereka sebelum plot dimulai.
"Apa tujuan mereka?"
"Kau tahu dark magic bukan? Dark magic hampir sama seperti holy magic hanya saja elemennya berbeda. Tetapi dark magic bukanlah sihir jahat. Sihir jahat yang sesungguhnya adalah kutukan. Masyarakat masih salah paham mengenai itu, mereka menganggap dark magic adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan melarang segala aktivitas yang berhubungan dengan itu.
Hubungannya dengan Akatsuki adalah, mereka ingin menghidupkan kembali dark magic yang hampir punah. Jadi para anggotanya adalah pemilik dark magic yang sangat kuat."
Sakura agak lama mencerna penjelasan Ratu Fae. Akhirnya ia bertanya,
"Apa perbedaan dark magic dan kutukan?"
"Dark magic masih memiliki kekuatan untuk melindungi pemiliknya dan membantu orang lain, karena itulah aku tidak menyebutnya jahat. Sementara kutukan adalah sihir jahat yang destruktif kepada pemiliknya ataupun korbannya."
Sakura mengangguk mengerti. Novel itu hanya berfokus pada kisah cinta tokoh utama dan pasangannya jadi ia tidak menyadari betapa ajaibnya dunia ini. Tetapi setelah bertemu Ratu Fae, ia mengerti bahwa dunia yang ia tempati sekarang bukan lagi novel yang ia baca. Dunia ini bukan lagi kisah cinta tentang Hinata dan Sasuke, ia juga menjadi bagian di dalamnya. Menurutnya, ia tidak akan pernah mau merasakan bagaimana menjadi seorang figuran, ia adalah tokoh utama di hidupnya sendiri.
Walaupun dunia ini akan terus mendorong Hinata dan Sasuke untuk bersama dan berusaha menyingkirkannya, ia tidak akan diam saja. Ia akan melawan!
Dan mulai dari sekarang, peran peri akan sangat penting baginya untuk melawan takdir yang diberikan oleh dunia ini.
TBC
Pojok author :
Sebenarnya aku sedang mengerjakan dua fanfic yang hampir serupa dan satunya lagi di dunia oren, jadi jika ada kekeliruan itu pasti karena banyak info yang tertukar, maaf banget ini mah kalo ketuker hahahaha.
