Levi tidak pernah terpikir kenapa ia menikah. Ia tidak yakin mengapa.
Lebih tepatnya, Levi tidak pernah mengerti kenapa ia harus menikah.
Atau mungkin, itu karena ibunya dulu pekerja seks komersial tidak pernah membicarakan perihal pernikahan pada Levi karena ibunya sendiri jauh dari kata menikah. Seks adalah hal yang dipilih ibunya untuk bertahan hidup. Sementara Levi memilih kekuatannya untuk bertahan hidup dan berjuang. Yang Levi tahu dari ia kecil ia harus menjadi kuat untuk bertahan hidup. Karena itulah hukum alam yang berlaku.
Mungkin karena beban di pundaknya begitu besar untuk melibatkan seorang wanita hadir dan menjadi tanggung jawabnya ia tidak punya waktu untuk berpikir memiliki seorang istri.
Levi sudah bertanggung jawab akan banyak hal, entah di militer, di pasukan pengintai, di special squad operationnya, tanpa sadar keputusannya bergabung dengan pasukan pengintai membuatnya memiliki banyak tanggung jawab dan tidak sedikit orang-orang mempecayainya - mempercayai keputusannya yang mana Levi sendiri sebagai manusia biasa (meskipun ia adalah prajurit terkuat umat manusia) terkadang masih mempertanyakan keputusan yang ia ambil apakah benar atau salah.
Ia telah mencapai banyak hal, tetapi ia juga telah mengorbankan banyak hal.
Banyak orang mempercayai dirinya sebagai otak dari operasi melawan Marley, banyak orang mempercayai kekuatannya, pikirannya, dan jiwanya. Tak sedikit orang-orang mempercayainya sampai ke nyawa mereka sendiri, mereka percayakan pada Levi.
Levi tidak pernah terbayangkan sedikitpun saat ia masih di Kota Bawah tanah bahwa akan ada begitu banyak orang mempercayakan masa depan negeri ini dan nyawa mereka pada Levi.
Dan kini ia juga mempertanyakan apakah menikahi seorang Mikasa Ackerman merupakan keputusan tepat dengan bertanggung jawab atas hidup perempuan itu.
Tapi, Kenny - mempercayainya. Yang Levi tahu, pamannya itu tidak pernah ragu atas keputusannya, dan keputusan Kenny untuk menikahinya dengan Mikasa merupakan keputusan yang Kenny tidak akan ragukan sedikitpun karena Kenny, percaya pada Levi.
Percaya apanya.
Levi bahkan tidak punya waktu untuk berpikir bagaimana cara menjadi sosok pendamping yang baik. Oh sungguh, Levi ingin menertawakan dirinya sekarang. Sayangnya Levi bukan tipe orang yang suka bercanda.
Tapi ucapan Kenny benar, Mikasa bagaimanapun adalah anggota Klan mereka yang masih tersisa yang harus dijaga. Keluarga adalah segalanya. Dan yang bisa menjaga Mikasa hanyalah Levi.
Dan yang bisa membahayakan Mikasa jugalah Levi.
Tapi hari itu terjadi juga. Hari ini adalah hari pernikahannya. Banyak yang bilang Levi beruntung, Mikasa Yaeger - adalah nama yang selama ini perempuan itu gunakan akhirnya untuk pertama kalinya melakukan debutnya di masyarakat, dengan mengumumkan bahwa ia telah dipinang oleh petinggi Pasukan Pengintai, Kapten Levi dari special squad operation.
"Kau tahu banyak gadis di luar sana iri pada Mikasa," kata Hanji, Levi tidak menjawab apa-apa, ia sudah banyak dengar dari pamannya - sering mengejeknya bahwa Levi populer dikalangan wanita baik kelas atas maupun bawah.
"Wanita tergila-gila untuk dinikahi olehmu. Kau bisa pilih mana saja dan mereka sukarela menyerahkan diri mereka, atau menanggalkan gaun mereka hanya untukmu."
Kenny pernah berkelakar seperti itu. Kenny dan dark jokesnya yang membuatnya sakit kepala.
Ia juga sering dengar, Oluo - anggota tim nya diam-diam suka bergosip kalau Oluo iri dengan ketenarannya dan mulai bertingkah seperti Levi.
Sepertinya ini memang takdirnya, untuk segera menikah, sebab Erwin memberinya dua pilihan - menikahi Frieda Reiss atau orang lain - dan Levi memilih opsi kedua, mengingat petuah Kenny, beraliansi dengan sesama klan jauh lebih baik di banding dengan orang lain apalagi tidak dengan pihak kerajaan, lebih baik di habisi oleh pihak kerajaan, daripada di perbudak oleh pihak kerajaan. Levi tidak akan membiarkan keturunan Ackerman di perbudak oleh pihak kerajaan, oleh Rod Reiss dan menjadikannya prajurit kerajaan.
Setelah Erwin mengumumkan ke pihak kerajaan bahwa Kapten Levi akan segera menikah, Uri Reiss - sang Raja dengan kebijakannya yang seluas samudra, menerima berita tersebut dengan lapang dada dan menawarkan bantuan pihak kerajaan untuk melangsungkan pernikahan keduanya.
Tetapi baik Levi maupun pihak keluarga Yaeger menolak dan memilih untuk mengadakan upacara sederhana gereja dekat kediaman Yaeger.
Pernikahan keduanya dilangsungkan seminggu setelah kunjungan Levi dan Kenny, tidak menyita banyak waktu maupun hal yang perlu di siapkan karena banyak dari bawahan Levi yang sukarela membantu mempersiapkan upacara ini.
Hingga hari itu tiba, hari ini Kapten Levi menikahi Mikasa Yaeger.
Itu telah menjadi pembicaraan diseluruh kalangan masyarakat kelas atas. Seorang kapten Levi dari Pasukan Pengintai menikahi anak angkat Dokter paling berpengaruh dalam negeri, Mikasa Yaeger.
Levi juga dengar desas-desus itu, masyarakat penasaran akan sosok anak angkat Yaeger yang tidak pernah ikut dalam pesta sosial yang diadakan sebulan sekali oleh pihak kerajaan. Tidak ada yang tahu background wanita berkulit terlampau pucat itu. Rumor di masyarakat yang pernah bertemu dengan Mikasa, mengatakan bahwa sosok Mikasa jauh lebih cantik di banding perempuan negeri Paradis manapun, bahkan lebih cantik dibanding putri tertua Rod Reiss, Frieda Reiss.
Mereka menyebutnya perempuan misterius yang cantik.
Dan itu benar. Kali pertama, 10 tahun lalu Levi menemui 9 tahun Mikasa, Levi yakin Mikasa dengan darah keturunan klan Shogun yang terkenal rupawan pasti akan tumbuh menjadi wanita yang cantik.
Levi membuktikan itu dengan matanya sendiri seminggu yang lalu, Mikasa telah tumbuh menjadi perempuan paling cantik yang pernah ia temui. Orang yang memiliki mata normal pun pasti berkata demikian. Ia tidak pernah memiliki ingatan ibunya tampil dalam keadaan rupawan sehingga Levi beranggapan Mikasa adalah wanita tercantik yang pernah ia temui.
Pernikahan keduanya diadakan hari Minggu, secara mengejutkan Kenny bilang menyarakan hari minggu adalah hari beristirahat, hari yang baik untuk memulai sesuatu yang baik, dan semuanya nampak berbahagia. Kecuali Levi dan Mikasa. Begitu Mikasa muncul di ujung taman, Levi menatap Mikasa dalam balutan gaun pengantin putih sederhana itu. Mikasa di gandeng oleh ayah angkatnya Grisha Yaeger menuju arahnya dan pendeta.
Semuanya tampak terkesima. Semua tampak sempurna.
Begitu sampai di altar, Levi dapat melihat wajah Mikasa yang tanpa ekspresi berarti di balik tudungnya, Mikasa menghindari tatapannya dengan menatap lurus ke arah pendeta.
Tanpa pikir panjang, Levi segera menggenggam tangan Mikasa yang terasa dingin itu.
"Sore hari ini kita berkumpul untuk menyaksikan dua insan manusia yang berbahagia bersatu…." Pendeta memulai upacaranya, Levi sendiri tidak begitu memperhatikan apa yang dikatakan pendeta itu, perhatiannya tertuju pada tangan Mikasa yang dingin dalam genggamannya. Itu adalah tangan terdingin yang pernah Levi tahu.
Ini tidak akan berujung baik.
Kau masih bisa menghentikannya.
Kau harus melindunginya.
Levi tidak terlalu memperhatikan apa yang pendeta itu ucapkan tapi ia tetap mendengarnya sampai akhir hingga pendeta tersebut memintanya mengucapkan janji nikahnya.
"Aku Kapten Levi bersedia menerima Mikasa Yaeger menjadi istriku. Aku berjanji akan terus bersamanya dalam keadaan senang maupun sulit, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan." Levi mengucapkan janji pernikahannya dengan tenang.
"Dan kau, Mikasa Ackerman apakah bersedia menerima Kapten Levi sebagai suamimu, mulai hari ini dan seterusnya, dalam keadaan senang maupun sulit, sakit ataupun sehat sampai maut memisahkan kalian berdua?" tanya pendeta.
Angin berembus pelan, rerumputan di halaman kediaman gereja itu bergoyang dengan tenang, Levi seolah bisa mendengar gesekan rumput itu begitu jelas sebab suasana sore itu begitu khidmat, ia tidak menghiraukan apa yang pendeta itu ocehkan. Levi melirik wanita di sampingnya yang nampaknya menaruh perhatian betul-betul apa yang pendeta itu katakan barusan.
Mikasa tidak menjawabnya, detik dan detik berlalu. Sampai kerumunan mulai berbisik. Ini akan menjadi lucu kalau wanita itu mengatakan tidak. Sehingga Levi meremas tangan dingin Mikasa itu. Menyadarkan lamunan Mikasa dan membawanya kembali ke realita menyedihkan itu.
"Aku bersedia." jawab Mikasa singkat.
Yah, mungkin menikah dengan Levi adalah suatu hal menyedihkan bagi Mikasa. Gadis seusianya seharusnya menikahi kekasihnya, bersenang-senang dengan teman seusianya dan bukannya menikah dengan lelaki 30 tahunan seperti Levi. Itu yang ada dipikiran Levi.
Mereka pun bertukar dan saling memasangkan cincin, cincin yang secara mengejutkan di belikan oleh pamannya, Kenny. Levi bisa bilang itu cincin berkelas, ia yakin Kenny membelinya di toko perhiasan terkenal di kota Sina.
Pendeta melanjutkan ocehannya, tetapi kali ini Levi benar-benar tidak memperhatikan apa yang dikatakan pendeta itu. Fokusnya hanya pada cincin yang melingkari jari manisnya, mengikat dengan dinginnya. Itu terasa aneh. Kemudian ia melirik Mikasa.
Surai hitam Mikasa yang di gelung sederhana dibalik tudung nya itu menarik perhatian Levi, samar-samar wajah ibunya muncul di ingatannya saat itu. Ibunya juga memiliki rambut hitam. Dalam hidupnya, yang ia tahu seseorang yang memiliki rambut hitam hanyalah dia dan ibunya.
Levi mengenyahkan pertanyaan tak terbatas itu dalam pikirannya saat Mikasa meremas tangannya lembut, sontak Levi menoleh ke wanita di sampingnya itu. Ia mendapati manik hitam Mikasa menatapnya dengan tatapan yang sulit dibaca.
"Ehem…" pendeta itu berdeham.
"Aku mengumumkan kalian telah resmi menikah." kata pendeta tersenyum.
Levi mengangguk, "Oke,"
"Kau boleh mencium mempelaimu." lanjutnya.
Oh, ya. Levi tidak ingat bahwa pernikahan ada acara seperti ini. Ia tidak mempersiapkan hal ini karena Levi hanya menghadiri upacara beberapa kali dalam hidupnya.
Tanpa pikir panjang, Levi memeluk pinggang Mikasa dalam satu tangannya, menariknya dalam pelukannya dan membawa Mikasa pada satu ciuman. Di samping tangan Mikasa yang dingin itu, secara mengejutkan bibir gadis itu terasa hangat.
