Haikyuu by Furudate Haruichi

Warning!

OOC


Yaku dan Atsumu sudah memulai pencarian mereka di Tokyo. Dengan memakai topi dan masker untuk menyembunyikan identitas mereka.

"Permisi, jika anda melihat orang ini tolong hubungi nomor ini ya. Terima kasih!" Ucap Yaku sembari memberikan selebaran pada orang-orang yang sedang berlalu lalang.

Atsumu merasa sangat lelah. Tetapi ia bisa babak belur lagi jika mengatakan ingin istirahat. Lagipula cara ini tidak akan memberi banyak kemajuan.

"Hei, Yaku. Bukan kah lebih baik kita pasang iklan di televisi saja agar lebih mudah?"

"Jangan, bodoh! Keluarga Yuu akan khawatir jika tau kalau dia tidak sedang denganku," Yaku menjawab dengan ketus.

Atsumu patuh pada perkataan Yaku. Ia kembali menyebarkan selebaran pada orang-orang.

Dua jam kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat di suatu tempat makan. Bagaimana pun mereka harus mengisi energi agar bisa melanjutkan pencarian sampai malam.

"Aku tidak percaya harus makan bersama orang yang memperkosa temanku," Yaku memijat kepalanya.

Atsumu tahu kalau dia memang melakukan hal buruk pada teman nya Yaku. Tetapi lama-kelamaan ia mulai kesal ketika libero itu mengeluh tentangnya.

"Hei, apa kau tidak merasa keterlaluan? Aku kan sudah minta maaf," Atsumu mengernyitkan dahinya.

"Kau sudah minta maaf ke pada Yuu?"

"Belum."

Yaku memberi tatapan 'jadi kenapa kau berharap aku bersikap baik padamu?' Pada Atsumu. Setelah itu keheningan menyelimuti mereka berdua.

Untuk orang yang berisik seperti Atsumu, suasana ini membuatnya tidak nyaman. Walaupun hubungan mereka tidak baik, seharusnya mereka membicarakan sesuatu. Tentang Nishinoya Yuu, contohnya.

"Temanmu itu sudah punya Alpha?"

"Kau kan Alpha-nya," sindir Yaku.

Nah kan! Satu detik saja Yaku tidak bisa berhenti untuk memberi kata-kata kebencian pada Atsumu. Padahal ia ini mencoba bersahabat dengannya. Jika bukan karena ia merasa bersalah, ia pasti akan memulai peperangan dengan Yaku.

"Yuu tidak terlalu suka pada Alpha. Setahu aku dia tidak punya hubungan dengan Alpha mana pun," Yaku mulai bercerita.

Dia merasa lega. Setidaknya ia tidak menghancurkan hubungan seseorang.

"Sebentar," Yaku tiba-tiba teringat sesuatu. "Setelah diingat-ingat lagi, Yuu pernah bercerita sesuatu tentang seorang Alpha."

Yaku terlihat sedang mencoba mengingat sesuatu. Di sisi lain Atsumu menunggu dengan gugup. Bagaimana jika Nishinoya sudah mempunyai kekasih? Bagaimana kalau dia sudah merebut kekasih seseorang?

"Kalau tidak salah saat kelulusan SMA nya, seorang adik kelas meminta Yuu untuk menjadi matenya ketika ia sudah dewasa," Yaku mencoba mengingat cerita Nishinoya.

"Lalu temanmu itu setuju?"

"Ya, Katanya dia satu-satunya Alpha yang bisa ia terima. Aku jadi semakin membencimu ketika mengingat cerita ini."

"Tetapi kenapa mereka belum menjadi mate? Usia mereka sudah lama dewasa kan?" Tanya Atsumu lagi.

Yaku menopang dagunya.

"Mereka tidak pernah bertemu lagi sampai sekarang. Yuu langsung pergi ke Tokyo setelah kelulusannya."

Atsumu tenggelam dalam pikirannya. Itu artinya ada kemungkinan bahwa adik kelas Nishinoya akan datang dan menagih janjinya untuk menjadi mate kan?

Tetapi di sisi lain Nishinoya sudah menjadi miliknya. Walaupun mereka menjadi mate karena sebuah kecelakaan, mereka tetaplah sepasang mate. Tidak ada yang bisa menghapus tanda di belakang tengkuk Nishinoya.

"Setelah bertemu dengan Yuu, apa yang akan kau lakukan, Miya? Jujur saja aku tidak sudi kalau dia harus tinggal denganmu," Tanya Yaku.

"Tentu saja aku harus meminta maaf terlebih dahulu. Walaupun kau tidak suka, temanmu itu harus tinggal denganku. Kita mate," Balas Atsumu.

Yaku menghela napas dengan kasar. Kepalanya pusing. Ia tidak cukup beristirahat karena selalu teringat dengan Nishinoya. Lagipula kenapa teman nya itu tidak bercerita apapun padanya?

Ketika mendengar kejadian yang menimpa kejadian yang menimpa temannya itu dari mulut Atsumu, ia sangat kecewa. Kenapa ia tahu hal itu dari pelakunya? Kenapa Nishinoya tidak bercerita pada dirinya?


Sudah dua minggu Yaku dan Atsumu mencari keberadaan Nishinoya. Tetapi mereka sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan nya.

"Yakkun!"

Yaku menoleh ketika mendengar seseorang meneriakan namanya. Gila! Ia kan sedang menyembunyikan identitasnya. Bisa bahaya jika seseorang melihat dan mengenalnya. Terutama jika yang melihatnya seorang reporter atau paparazi.

"Kuroo! Jangan menyebutkan namaku di sini!" Yaku menghampiri lelaki itu dengan kesal.

Kuroo hanya tertawa tanpa merasa bersalah. Lalu ia baru sadar bahwa Yaku tidak sendirian di sini. Surai pirang yang keluar dari topinya membuatnya tahu bahwa orang itu adalah Miya Atsumu.

"Oh, aku tidak tahu kalau kau akrab dengan Miya Atsumu," Ucap Kuroo.

Tentu saja ucapan itu adalah kebohongan belaka. Ia tahu jika mereka sedang mencari Nishinoya. Tetapi ia sudah berjanji untuk berpura-pura tidak tahu tentang keberadaan nya.

"Ya, terpaksa," Yaku memutar bola matanya.

"Kuroo, kau pernah melihat orang ini?" Tanya Yaku sembari menunjukan selebaran yang ia pegang.

Jika tahu begini Kuroo tidak akan menghampiri teman nya itu. Ia bukanlah orang yang pintar berbohong. Jika ia keceplosan sekarang ini, bisa-bisa 'anu'nya dipotong Kenma.

"Aku tidak pernah melihatnya," Bual kuroo.

Yaku menghela napasnya, "Kalau kau melihatnya, hubungi aku ya."

Kuroo menganggukkan kepalanya dan segera pergi dari sana. Jika ia tinggal terlalu lama, kebohongan nya pasti akan terbongkar.

Ia mencari suatu tempat yang sepi. Dengan cepat ia merogoh ponsel yang ada di sakunya. Ia langsung menekan kontak Kenma dan menelpon nya.

"Kenma, Yakkun dan Miya Atsumu itu sekarang sedang menyebarkan selebaran tentang Nishinoya."

"Kau tidak memberi tahu mereka kan?" Tanya kenma was-was.

"Aku tidak memberi tahu mereka kalau dia ada bersamamu!" Ucap Kuroo dengan bangga.

"Bagus!"

Kuroo tersenyum lebar ketika Kenma memujinya. Tiba-tiba pikiran kotor memenuhi kepalanya. Ya, dasar otak mesum.

"Kalau seperti itu apa kau mau memberi aku hadiah? Karena aku tidak membocorkan keberadaan temanmu itu,"

"Hadiah apa?" Tanya Kenma bingung.

"Itu hehe.."

".." Kenma diam sebentar. "Sudah ya Tetsu? Aku mau bermain game."

"KENMA! Tsk, padahal sudah lama kita tidak melakukan nya," Kuroo berteriak dramatis.

Ia segera memasukan lagi ponselnya ke dalam saku. Rencananya untuk melakukan hal romantis dengan kekasihnya gagal. Padahal ia sudah menantikannya.

"Jadi kau berbohong, Kuroo."

Kuroo segera berbalik ketika mendengar suara Yaku. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat Yaku dan Atsumu berada di belakangnya.

"K-kenapa kalian ada di sini?" Tanya Kuroo gugup.

Atsumu membuka topinya, "Wajahmu ketika mengatakan bahwa kau tidak melihatnya mencurigakan."

Yaku menatap sengit pada Kuroo. Wah, ia dibohongi oleh temannya itu. Sedangkan Kuroo hanya tersenyum kikuk. Ternyata ia memang tidak pandai berbohong.

"Cepat tunjukan di mana Yuu berada!"

Selamat tinggal Kuroo junior. Kau sudah bekerja keras selama ini. Semoga kau tenang di alam sana.

Tbc

Hai! Maaf ya update nya lama hehe.. soalnya aku juga bikin au di twitter. Selain itu di RL juga cukup sibuk TT

Ayo tebak siapa Alpha di masa lalunya Nishinoya? :D clue nya dia adik kelas Nishinoya..

Dan mari kita doakan untuk keselamatan Kuroo junior 🙏