Haikyuu by Furudate Haruichi
Atsumu x Nishinoya
Setting cerita ini tidak sama dengan setting asli yang ada di Haikyuu.
Bel apartemen Kenma berbunyi sedari tadi. Dan sudah dipastikan bahwa tamu yang satu ini adalah orang yang tidak sabaran. Terbukti dari bel bunyi yang dibunyikan dengan agresif.
Kenma membuka pintu apartemen nya dengan malas. Lalu terlihatlah Kuroo yang tersenyum gugup bersama Yaku dan Atsumu di belakangnya. Lelaki berambut dwi warna itu yakin bahwa ini pasti ulah Kuroo.
"Nishinoya tidak ada di dalam!" Kenma merentangkan tangan nya seolah-olah menutupi jalan untuk masuk.
Sedangkan Kuroo menepuk dahinya. Kenma, Jika kau berkata seperti itu mereka malah akan curiga. Itu lah yang ada dipikiran Kuroo.
"Jangan bohong, Kenma."
"Morisuke!"
Terdengar teriakan Nishinoya dari dalam. Lalu muncul lah lelaki kecil itu sembari berlari dengan antusias ketika mendengar suara temannya.
"Hai," Sapa Atsumu dengan ringan ketika melihat Nishinoya menatapnya.
Nishinoya segera menghentikan langkahnya nya ketika melihat Atsumu. Dia tidak tahu jika Atsumu juga datang ke sini. Ia berlari tanpa pikir panjang ketika mendengar suara Yaku.
"YUU!" Yaku langsung menghambur ke pelukan Nishinoya.
"Kenapa kau pergi? Kenapa kau tidak bercerita padaku? Kau pasti ketakutan," Yaku menangkup pipi Nishinoya.
Air matanya mengalir dengan deras. Bahkan ingusnya sudah mengalir daritadi. Suatu pemandangan yang langka dari seorang Libero di tim yang terkenal di Tokyo.
"Oh, tidak juga," Nishinoya menjawab dengan ringan.
Ia tidak berbohong. Ia memang tidak merasa ketakutan. Kecuali jika yang ditanyakan adalah kejadian pada malam itu. Tentu saja saat itu sangat ketakutan.
"Anu, aku ingin meminta maaf. Karena sudah melecehkanmu saat kau sedang heat," Ucap Atsumu sembari menundukan badan nya 90 derajat.
"Ah, iya tidak apa-apa," Ucap Nishinoya bingung tidak tahu harus menjawab apa.
Atsumu yang mendengarnya pun bingung. Yaku juga jadi ikut bingung. Kenapa anak ini sangat santai sekali?
"Aku juga ingin meminta maaf karena sudah menjadikanmu mate tanpa seizinmu," Atsumu lanjut meminta maaf.
"Ya, lagian sudah terjadi," Nishinoya menggaruk tengkuknya.
Setelah itu Nishinoya dimarahi oleh Yaku. Katanya ia setidaknya harus menonjok Atsumu atau menamparnya. Tetapi Nishinoya tetap tidak mau. Menurutnya, malam itu ia juga salah. Seharusnya ia memakai scent blocker ataupun membawa suppresant.
"Yuu, ayo kita pulang," Ucap Yaku sembari memelas.
Akhirnya Nishinoya pun setuju untuk pulang ke apartemen nya. Lagi pula yang ia hindari ternyata tidak mengancam. Jadi ya sebaiknya ia pulang saja.
"Alpha, kenapa kau masih ada di sini?" Tanya Nishinoya pada Atsumu yang ikut masuk ke apartemen nya.
Atsumu menatap ke arah Nishinoya dengan bingung. Tentu saja ia ikut kan? Ia harus membantu Nishinoya mengemasi barang-barangnya.
"Aku kan menunggumu mengemasi barang-barang milikmu."
"Kenapa aku harus mengemasi barang-barangku?" Tanya Nishinoya.
Kedua alis Atsumu bertaut, "Karena kita akan tinggal bersama. Kita mate, kau lupa?"
Tatapan Nishinoya berubah. Ekspresi wajahnya mengatakan bahwa ia tidak suka dengan apa yang Atsumu katakan. Tinggal bersama lelaki ini sama artinya dengan kehilangan kebebasan nya.
"Omong kosong macam apa itu? Aku tidak mau tinggal di tempatmu!" Tolak Nishinoya.
Ia segera mendudukan dirinya di Sofa. Jika ada yang bertanya di mana Yaku, ia sedang berada di toilet. Katanya perutnya sakit, jadi ia harus mengeluarkan sesuatu dari belakang.
"Kalau begitu aku yang tinggal di sini," Ucap Atsumu santai.
"Aku tidak mau tinggal denganmu!" Nishinoya masih keras kepala.
Nishinoya adalah orang yang sangat keras kepala, begitu juga dengan Atsumu. Perdebatan mereka ini akan terus berlangsung jika tidak ada penengah. Jadi, mari kita doakan agar Yaku cepat menyelesaikan urusan nya.
"Dengar ya, Omega. Kau itu harus selalu berada di dekatku! Ini demi kebaikanmu," Ucap Atsumu.
Nah kan? Sudah jelas kan kenapa Nishinoya bersembunyi di tempat Kenma. Para Alpha itu semuanya sama. Mereka selalu ingin mendominasi omega mereka. Dan tidak membiarkan mereka memiliki kebebasan. Itulah kenapa ia tidak terlalu suka pada Alpha.
"Aku tidak akan mati jika berjauhan denganmu."
Atsumu mendekati Nishinoya. Ia menundukan badan nya sehingga wajahnya hanya berjarak beberapa centi saja dengan wajah Nishinoya.
"Seorang omega akan merasa gelisah jika berjauhan dengan Alpha-nya dalam jangka waktu lama. Dalam beberapa kasus, ada omega yang sampai depresi karena hal ini," Atsumu memperingatkan.
Nishinoya menatap sengit tepat pada mata Atsumu. Dengan kekuatan yang sangat kuat ia membenturkan dahinya dengan dahi Atsumu sehingga lelaki itu kesakitan.
"Ayo kita buktikan, kalau aku mengalami hal itu dalam waktu satu minggu kau boleh membawaku. Kalau tidak, kau harus menjauhiku dan harus bersikap seolah-olah kita tidak pernah bertemu," Nishinoya melakukan penawaran.
Atsumu tidak habis pikir dengan Omega di depan nya ini. Di luar sana banyak omega yang ingin menjadi mate-nya. Tapi dia sudah menjadi mate-nya malah tidak ingin hidup bersamanya? Ya, walaupun mereka menjadi mate karena keadaan.
"Kau gila? Kita ini mate. Mana boleh kita bersikap bersikap seperti itu!"
"Oh jadi kau tidak berani ya? Hm, pengecut," pancing Nishinoya.
Perempatan siku-siku muncul di dahi Atsumu. Omega yang satu ini sangat menguras emosinya.
"Oke, deal!" Atsumu setuju.
Nishinoya tersenyum penuh kemenangan. Ternyata Atsumu mudah sekali dipancing. Ia juga tahu jika mate itu tidak bisa dipisahkan. Dan omegalah yang aka paling menderita jika mereka berjauhan.
Tetapi ia sudah mempunyai obat yang mengatasi hal itu. Tentu saja karena diberi tahu oleh Kenma. Karena saat berada di tempatnya, ia sempat mengalami rasa gelisah itu.
"Samu!" Atsumu masuk ke rumah kembaran nya tanpa sopan santun.
"Apa, Tsumu?" Osamu ke luar dari dapur.
Atsumu merebahkan dirinya di Sofa ruang tamu. Hah, dirinya sangat lelah selama seminggu ini. Ia belum mendapatkan istirahat yang layak sejak pertandingan nya.
"Suna mana?" Tanya Atsumu ketika melihat suami adik kembarnya tidak terlihat.
"Syuting."
Miya Osamu, adik kembar Miya Atsumu sekaligus pemilik suatu restoran ternama yang berada di Tokyo. Mempunyai suami seorang aktor yang sedang naik daun bernama Suna Rintarou. Keduanya adalah Beta.
Atsumu sering menginap di rumah Osamu jika sedang berada di Tokyo. Tentu saja karena ia tidak mempunyai tempat tinggal di Tokyo.
Jika ia tinggal bersama Nishinoya bukan kah seharusnya ia membeli rumah di daerah Tokyo? Atau setidaknya ia harus menyewa apartemen.
Ia tidak bisa membawa Nishinoya ke Hyogo karena ia yakin omega itu akan menolaknya. Dan juga Yaku pasti akan marah besar karena dijauhkan dari teman dekatnya. Tetapi jika mereka tinggal di Tokyo Nishinoya akan sering ditinggal karena Tim Atsumu berada di Hyogo.
"Samu, menurutmu lebih baik aku membeli rumah atau menyewa apartemen?" Tanya Atsumu.
"Kau ini sedang menghambur-hamburkan uang ya?" Osamu menatap kesal kembaran nya.
Atsumu membalikan badan nya menjadi tengkurap. Ia menatap Osamu dengan ekspresi yang menurut Osamu menggelikan.
"Aku butuh tempat tinggal di Tokyo."
"Kau kan bisa tinggal di tempatku," Ucap Osamu kesal.
"Tapi mateku pasti akan canggung."
Osamu membelakakan matanya ketika mendengar perkakataan kembaran nya. Mate katanya? Kenapa dia baru memberitahu nya sekarang?
"Kau punya mate?"
Atsumu menggaruk pipinya, "Jadi begini.."
Atsumu menjelaskan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Nishinoya. Tidak ada yang dikurang-kurangkan dan tidak ada yang dilebih-lebihkan.
Tentu saja Osamu yang mendengar hal itu langsung marah. Kembaran nya melecehkan orang? Ini tindakan yang tidak bisa dimaafkan.
"Dasar kau brengsek!"
Osamu mulai menendang bokong kakak kembarnya itu dengan keras. Dan mereka pun berkelahi seperti biasanya.
"Lalu matemu itu bagaimana?" Tanya Osamu setelah perkelahian mereka selesai.
"Dia memaafkanku, tetapi ia tidak ingin tinggal denganku," Ucap Atsumu.
Ia juga menjelaskan tentang perdebatan mereka tadi. Tentang Nishinoya yang melakukan penawaran dan ia setuju.
"Tetapi ada obat yang dapat menahan kegelisahan itu, Tsumu," Ucap Osamu.
"Eh? Berarti aku seratus persen akan kalah?" Atsumu frustasi.
"Kalau dia tidak ingin hidup denganmu, biarkan saja," Ucap Osamu.
Atsumu menatap kembaran nya tidak suka. Kenapa ia harus membiarkan Omega-nya begitu saja?
"Dengar, dia menjadi matemu bukan karena keinginan nya. Kau jangan egois dan ingin memilikinya untuk dirimu sendiri," Osamu mengingatkan.
"Selain itu, kalian itu orang asing kan bagi satu sama lain?" Atsumu mengangguk.
Osamu ada benarnya. Mereka itu tidak lebih dari sepasang orang asing. Mereka sama sekali belum mengenal satu sama lain. Tetapi kenapa rasanya Atsumu tidak ingin melepas Nishinoya? Apa karena insting Alphanya?
"Jangan memaksanya, Tsumu. Hargai keputusan yang ia buat."
Perkataan Osamu membuat Atsumu termenung. Mungkin ia memang terlalu memaksa Nishinoya.
Tbc
Haiii! Chapter ini lumayan panjang ya? Semoga enggak bikin bosen ya huhu..
Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
