Hidup dengan Alpha
AtsuNoya omegaverse!au
Haikyuu by Furudate Haruichi
Atsumu memindahkan koper dan barang-barang Nishinoya ke kamar yang kosong. Nishinoya mengekorinya dari belakang.
"Ini kamarmu," Ucap Atsumu ketika mereka masuk ke kamar itu.
"Oh? Jadi kita tidak satu kamar? Asik!" Nishinoya langsung menjatuhkan dirinya ke kasur.
Atsumu mengerjapkan matanya beberapa kali. Jadi Nishinoya tidak masalah kalau mereka satu kamar? Ck, harusnya ia menyewa apartemen yang hanya memiliki satu kamar.
"Hei, tentang Alpha yang kau kenal saat SMA. Kau tidak punya perasaan apa-apa padanya?" Tanya Atsumu memastikan.
"Yah dulu mungkin ada," Jawab Nishinoya asal. "Lagipula Morisuke kenapa masih ingat ya? Aku kan menceritakan itu sekitar empat tahun yang lalu."
"Jika dia tiba-tiba mencarimu bagaimana?"
"Dengar ya, Miya. Mungkin baginya aku ini hanyalah masa lalunya. Toh, terakhir kali aku mengetahui kabarnya, dia sedang mempunyai kekasih," Jelas Nishinoya.
Bibir Atsumu tertarik sedikit. Wah ternyata memang kemungkinan Alpha di masa lalu Nishinoya akan datang hanya 2%. Itu artinya tidak akan ada seseorang yang mencoba merebut omeganya ini.
"Kalau begitu, selamat beristirahat!"
Atsumu keluar dari kamar Nishinoya dengan senang. Padahal dia dan Nishinoya hanya bertemu beberapa kali. Namun dirinya sudah merasa omega itu miliknya dan tidak boleh ada siapa pun yang merebut.
"Akhirnya si Alpha brengsek itu keluar," Ucap Nishinoya.
Ia merubah posisinya menjadi duduk. Tangan nya merogoh ponsel dari sakunya. Jari-jarinya mengklik nomor teman sesama omeganya.
"Noya?"
"Kenma! Beberapa jam yang lalu aku ada di fase 'itu'. Tetapi obat yang kau berikan tidak berpengaruh sama sekali," Ucap Nishinoya panik.
"Nng, coba kau cek ke dokter. Mungkin ada yang salah denganmu," saran Kenma.
Setelah menyetujui ucapan Kenma, Nishinoya mematikan telepon nya. Ucapan Kenma ada benarnya. Mungkin ada yang salah dengan tubuh nya.
Tok.. tok.. tok..
"Nishinoya, ada yang ingin bertemu denganmu."
Suara Atsumu dari balik pintu menyadarkan Nishinoya dari lamunan nya. Ia segera berjalan menuju pintu dan membuka nya.
"Siapa?"
Bukan nya menjawab, Atsumu malah berjalan dan memberi kode pada Nishinoya untuk mengikuti dirinya. Karena bingung, Nishinoya mengekor di belakang Atsumu.
"Perkenalkan dia--"
"DOPPELGANGER?!" Teriak Nishinoya histeris.
Ia melihat ada dua Atsumu di sana. Bedanya yang satu lagi mempunyai rambut berwarna abu-abu. Apa ini efek obat tadi ya? Ia jadi berhalusinasi.
"Miya, tutup matamu! Jika kau melihat doppelgangermu, kau bisa mati!" Nishinoya menarik-narik baju Atsumu dengan panik.
"Aduh! Tenanglah! Dia cuman kembaranku," Ucap Atsumu sembari mencoba menghentikan Nishinoya.
Osamu yang duduk di sofa hanya tersenyum dan menyapa Nishinoya dengan membungkukan badan nya. Nishinoya pun balas menyapa nya.
"Ehem!"
Merasa diabaikan, lelaki bersurai hitam dengan model rambut belah tengah di samping Osamu berdeham. Nishinoya semakin terkejut melihat lelaki di samping Osamu.
"Suna Rintaro?! Aku suka sekali drama terbarumu yang berjudul love bond!" Nishinoya menghampiri lelaki di samping Osamu berniat untuk meminta tanda tangan.
Atsumu mencebik tidak suka. Padahal dirinya itu atlet voli terkenal di Jepang. Tetapi kenapa Nishinoya tidak memberikan reaksi yang sama seperti ia melihat Suna?
"Oi, jangan norak. Kau itu baru pertama kali bertemu artis ya?" Atsumu menarik Nishinoya.
"Tsumu! Jangan kasar!" Teriak Osamu.
Atsumu baru saja ingin membuka mulutnya untuk membalas teriakan kembaran nya itu. Namun, ia harus menjaga sikap di depan Nishinoya.
Sedangkan Nishinoya sedari tadi menatap kesal pada Atsumu. Alpha itu tidak bisa membaca situasi ya? Dia kan sedang bertemu dengan idola nya. Kenapa lelaki itu mengganggu nya sih?
Akhirnya mereka berdua duduk di sofa yang berhadapan dengan Suna dan Osamu.
"Samu, ini mateku, Nishinoya Yuu."
"Oh, aku kembaran Atsumu, Suna Osamu," Osamu menyentuh pundak Suna. "Dan ini suamiku, Suna Rintarou."
Mulut Nishinoya terbuka lebar. Suna Rintarou pemeran drama Love bond yang setiap malam ia tonton sudah menikah?! Bahkan dalam acara gosip pun tidak ada yang tahu tentang ini.
"Tutup mulutmu! Nanti lalat masuk," Atsumu mendorong dagu Nishinoya ke atas.
Belum sehari ia tinggal dengan Atsumu. Namun sudah mendapat kejutan sebanyak ini. Ternyata Miya Atsumu dekat dengan aktor kesukaan nya.
"Nishinoya-san, Sebenarnya aku sudah mengetahui tentang kalian berdua. Aku ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas nama Atsumu. Ya, dia memang tidak mahir menahan instingnya. Dia itu memang kurang ajar!" Osamu menatap sinis Atsumu.
Atsumu menghindari tatapan Osamu. Biasanya ia akan melawan semua perkataan kembaran nya itu. Tetapi untuk pembahasan ini, ia tidak bisa melawan nya.
"Jadi, jika selama kau tinggal di sini kembaranku ini memperlakukanmu dengan tidak baik, tolong beritahu aku ya? Ini nomorku," Ucap Osamu sembari menyodorkan kertas berisikan data diri dirinya.
Nishinoya mengambil kartu nama Osamu dan mengiyakan permintaan nya. Ia belum bisa sepenuhnya menerima keadaan ini. Entahlah, ia merasa seperti ada di dunia baru.
Nishinoya meregangkan badan nya. Ia menggaruk-garuk lehernya dan memperhatikan sekitarnya. Ah, semua ini terasa asing baginya. Bangun pagi di tempat orang lain. Namun, ajaibnya semalam ia tidur dengan nyenyak.
Bisa dipastikan di luar masih agak gelap. Ia sudah biasa bangun sepagi ini. Mungkin karena dari dulu sudah dibiasakan, jadi setelah dewasa pun menjadi kebiasaan.
"Hoaaam."
Ia turun dari kasurnya dan mulai mengawali aktivitasnya seperti mandi, mengatur rambutnya, dan berkaca sampai matahari benar-benar terlihat.
"Si Miya itu pasti belum bangun," cibir Nishinoya.
Karena merasa bosan, ia memutuskan untuk memasak. Walaupun masakan nya tidak seenak makanan di restoran, setidaknya masakan nya masih bisa dimakan.
"Hmm, kau sudah bangun?"
Nishinoya menolehkan kepala nya. Ia melihat Atsumu sedang menguap sembari menggaruk-garuk perutnya. Tidak lupa dengan matanya yang belum terbuka sempurna dan rambutnya yang tidak karuan.
"Seperti yang kau lihat," Jawab Nishinoya ketus.
Atsumu duduk dan menempelkan kepala nya pada meja. Ia masih mengantuk, tapi ia mendengar suara Nishinoya sudah bangun jadi ia memutuskan keluar dari kamarnya.
"Setelah sarapan aku mau pergi ke dokter," Ucap Nishinoya di sela memasak.
"Oke, nanti aku antar."
"Aku tidak minta diantar," Ucap Nishinoya.
"Aku mau ikut!"
Atsumu menjauhkan kepalanya dari meja. Ia menatap Nishinoya penuh harap. Sebagai seorang Alpha, ia harus selalu ada di sisi omega nya kan?
"Ya, terserah."
Nishinoya menyerah. Ia tidak ingin menyia-nyiakan tenaga nya di pagi hari karena berdebat dengan Atsumu.
Atsumu dan Nishinoya menatap pada dokter yang sedang mengamati obat yang Nishinoya bawa. Semoga saja ia sehat-sehat saja.
"Maaf sebelum nya, Apa anda sedang hamil?" Tanya dokter dengan hati-hati.
Nishinoya mengerjapkan matanya berkali-kali. Dia tidak salah dengar kan? Hamil kata nya? Tidak mungkin ia hamil kan?
"Maaf?"
"Obat ini biasanya tidak berpengaruh pada orang yang sedang hamil," Jelas Sang dokter.
Keringat dingin mulai muncul di pelipis Atsumu. Ia baru ingat kalau pada malam itu ia tidak memakai kondom. Gawat, ia yakin seratus persen Nishinoya itu hamil.
Tetapi di sisi lain Atsumu merasa bangga. Ia tidak menyangka benih nya langsung tumbuh padahal hanya satu kali melakukan nya. Seperti yang diharapkan dari seorang Alpha.
"A-aku tidak tahu," Ucap Nishinoya gugup.
"Kalau seperti itu, mari kita periksa terlebih dahulu," Ucap Sang Dokter sembari tersenyum.
Nishinoya menganggukkan kepalanya pelan. Sedangkan Atsumu sedang berdoa di dalam hati agar sepulang nanti ia tidak dihabisi Nishinoya.
Tbc
Haaaiii!!
Mari kita doakan keselamatan Atsumu di chapter selanjut nya
