Hidup dengan Alpha
AtsuNoya omegaverse!au
Haikyuu by Furudate Haruichi
"Usia kandungan nya sudah tiga minggu."
Usia nya sesuai dengan tragedi yang ingin Nishinoya lupakan. Dia hanya bisa pasrah dengan kehidupan nya.
"Tetapi tenang saja, Tn. Nishinoya. Setelah kau melahirkan, obat itu akan bisa kau gunakan lagi," jelas Sang Dokter.
Mata Nishinoya berubah menjadi berbinar. Rasanya seperti ada secercah harapan di hidupnya.
"Jadi, kalau aku tidak hamil, semuanya akan kembali seperti biasanya?" Tanya Nishinoya semangat.
"Ya, benar. Omong-omong selamat ya Miya-san! Anakmu pasti akan tumbuh menjadi orang hebat sepertimu."
"Tentu, terima kasih banyak," Ucap Atsumu sembari tersenyum.
Selanjutnya dokter menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan ke depan nya. Ia juga menjelaskan bahwa sebaiknya Nishinoya tidak dijauhkan dari Atsumu karena omega akan lebih sensitif saat hamil.
Setelah selesai pemeriksaan mereka pun keluar dari ruangan. Mereka berlarut di pikiran masing-masing. Nishinoya dengan rasa terkejutnya karena berita kehamilan nya. Dan Atsumu dengan rasa takutnya pada amarah Nishinoya.
"Oi."
"Y-ya?" Jawab Atsumu gugup.
"KAU WAKTU ITU TIDAK PAKAI KONDOM KAN?!"
Amarah Nishinoya meluap bagaikan bom yang meledak. Tangan nya mencengkram pakaian Atsumu. Nah, akhirnya ketakutan Atsumu terjadi juga.
"Tenangkan dirimu! Di sini banyak orang."
Atsumu melirik ke arah sekitar. Orang-orang yang sedang menunggu giliran mereka untuk diperiksa menatap mereka. Untung saja Atsumu memakai topi, jadi orang-orang tidak akan mengetahui identitasnya. Jika ia tidak menutupi dirinya, bisa-bisa laman berita besok akan dipenuhi dengan berita tentang dirinya.
"Aku tidak mau pulang!"
Bukan nya semakin tenang, Nishinoya semakin menjadi-jadi. Sekarang ia malah tiduran di lantai.
"Hei! Apa kau tidak malu?" Atsumu menarik tangan Nishinoya.
Bukan Nishinoya jika tidak keras kepala. Ia merentangkan tangan nya agar Atsumu kesulitan menariknya.
"Aku tidak mau pulang sampai janin ada yang di perutku ini pindah ke perutmu!" Protes Nishinoya.
Atsumu memijit dahinya. Lelaki ini sangat keras kepala! Apakah ini karma untuknya karena sering keras kepala dan sering melakukan hal kekanakan? Karena itu ia mendapat omega yang lebih keras kepala dan lebih kekanakan dari dia?
"Kalau begitu aku juga akan tiduran di lantai sampai kau mau pulang!"
Ia membuktikan perkataan nya dengan berbaring di samping Nishinoya. Semua orang menatap mereka sembari menahan tawa. Siapa yang tidak akan tertawa melihat dua orang dewasa berbaring di koridor rumah sakit sembari berdebat?
"Oi, bangun! Ayo kita pulang," Ucap Nishinoya sembari bangun.
Ia tidak tahu kalau Atsumu akan ikut berbaring di samping nya. Kenapa Alpha itu tidak pernah mau mengalah sih?
Atsumu melirik lewat ujung matanya ke arah Nishinoya di sela-sela ia menyetir. Terlihat sekali kalau mood Nishinoya sangat buruk. Ia bahkan bisa melihat ada awan hitam dan kilat di atas kepala lelaki itu.
"Aku mau menggugurkan kandunganku," Ucap Nishinoya memecah keheningan.
Ckiiit! Atsumu menginjak rem secara mendadak.
"Kau mau membunuhku ya?!" Nishinoya memegang seatbeltnya dengan erat.
"Menggugurkan?" Tanya Atsumu dengan nada tidak suka.
Nishinoya tidak peduli jika Atsumu tidak suka dengan keputusan nya. Lagipula jika ia menggugurkan kandungan nya, keadaan akan kembali seperti biasanya. Itu artinya ia bisa pergi menjauh dari Atsumu.
"Ya, keputusanku sudah bulat."
"Bayi itu tidak bersalah. Kenapa kau menggugurkan nya?" Suara Atsumu meninggi.
Nishinoya menggigit bibir bawah nya. Tangan nya gemetar karena menahan amarah. Ia menatap tajam ke arah Atsumu.
"Kalau begitu kau saja yang hamil," Ucapnya.
Atsumu menghela napas nya dengan keras. Apa mereka tidak bisa melalui sehari saja tanpa bertengkar?
"Sejak bertemu denganmu hidupku jadi kacau. Aku tiba-tiba memiliki mate tanpa sepengetahuan ku. Dan sekarang aku baru tahu kalau di dalam perutku ada bayi," Nishinoya melanjutkan perkataan nya.
"Aku sudah meminta maaf," Ucap Atsumu frustasi.
Tetapi Nishinoya adalah orang yang sangat hebat. Ia mengatakan hal itu tanpa menangis. Tatapan nya sangat dingin.
"Jika kau memang merasa bersalah maka biarkan aku menggugurkan kandunganku," Nishinoya mengalihkan pandangan nya ke arah luar.
Atsumu menundukkan kepalanya. Ini adalah hal yang sulit ia putuskan. Masalahnya yang di dalam perut Nishinoya itu bayi manusia kan? Bagaimana ia bisa tega menyingkirkan keberadaan nya.
Sniff.. sniff..
Terdengar isakan dari Nishinoya. Atsumu terkejut karena ia melihat untuk pertama kalinya Nishinoya menangis--selain malam 'itu' tentunya.
"Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku yang lama," Ucap Nishinoya disela isakan tangisnya. "Untuk pertama kalinya aku benci menjadi omega."
Hati Atsumu sangat sakit melihat Nishinoya menangis seperti itu. Hal ini pasti sangat berat untuk omega itu. Semuanya terjadi sangat cepat.
"Maaf, aku terlalu egois. Besok aku antar kau ke dokter untuk menggugurkan kandunganmu," Ucap Atsumu.
Tangan nya terulur pada kepala Nishinoya. Ia mengusapnya dengan pelan. Ah, ia merasa menjadi orang paling jahat di dunia.
Nishinoya berbaring di sofa dengan santai. Ya, mood nya berubah dengan cepat. Ditambah Atsumu baru saja keluar dari rumah untuk membuang sampah.
Walaupun ia malu karena sudah menangis di depan Atsumu, tetapi ia tidak menyesal. Karena hal itu malah membuat Atsumu membiarkan dia menggugurkan kandungan nya.
"Maaf ya, bayi," Ucap Nishinoya sembari mengelus perutnya.
Ia tertawa dengan keras ketika menonton acara televisi kesukaan nya. Namun, kesenangan nya itu cepat pudar karena adegan series di tv berubah menjadi tampilan produk makanan.
"Ck, iklan!"
Ia mengambil remote dan mengganti chanel tersebut.
'Ayah.. ibu.. kenapa kalian tidak membiarkanku hidup?'
Layar menunjukan animasi janin di dalam perut dengan dubbing suara anak kecil.
'Tolong biarkan aku hidup.. Aku tidak akan nakal saat tumbuh besar..'
Lalu layar berganti menjadi dua orang dewasa berjenis kelamin lelaki dan perempuan sedang memegang spanduk "STOP ABORSI". Dan ada tulisan iklan layanan masyarakat di pojok kiri.
"Iklan macam apa ini," Nishinoya memindahkan lagi pada chanel yang sedang menayangkan acara kesehatan.
Tangan nya gemetaran setelah melihat iklan tadi. Apa boleh membuat iklan seperti itu? Masalah nya kenapa waktunya pas sekali dengan niatnya untuk menggugurkan kandungan nya.
"Nishinoya, kau mau jus stroberi?" Tanya Atsumu yang baru saja masuk sembari menengteng plastik berisi dua jus stroberi.
Nishinoya mengganti posisinya menjadi duduk. Dan Atsumu duduk di sampingnya dan mengulurkan Jus stroberi pada Nishinoya.
"Ya," Ucap Nishinoya sembari mengambil Jus itu.
Nishinoya menusukan sedotan di atas kemasan cup jus itu dan mulai menyedot nya dengan hati senang. Mood buruk karena iklan tadi langsung hilang begitu saja.
"Saat kandungan memasuki usia 10 minggu, Janin akan berukuran sebesar buah stroberi"
Mata Atsumu dan Nishinoya membelakak ketika mendengar penjelasan dokter di acara tv itu. Mereka berhenti meminum jus yang ada di tangan mereka.
Atsumu menoleh ke arah Nishinoya. Ia menatap jus stroberi yang ada di tangan Nishinoya dan perut Nishinoya secara bergantian.
Nishinoya menutupi perutnya dan mengatakan, "Usia nya baru tiga minggu."
"Aku tahu," Ucap Atsumu.
Nishinoya menyimpan jus miliknya ke meja. Ia berdiri dan pergi menuju kamar nya. Ia sudah tidak berselera lagi dengan jus stroberi itu.
Keesokan harinya mereka benar-benar bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Atsumu sudah mengeluarkan mobilnya dari daerah apartemen nya.
"Kenapa kau terlihat gugup?" Tanya Atsumu pada Nishinoya yang ada di samping nya.
Tangan Nishinoya memegang seatbelt dengan kuat. Tangan nya berkeringat sejak tadi. Dan jantung nya juga berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Hei, Miya."
"Hm?"
"Sepertinya aku berubah pikiran."
Atsumu menunggu Nishinoya melanjutkan ucapan nya.
"Aku ingin mempertahankan anak ini," Ucap Nishinoya pelan.
Ah, ternyata ia memikirkan acara kemarin. Pasti melihat acara kemarin membuat hati kecilnya tergerak.
"Baiklah. Ayo kita kembali ke rumah!"
Nishinoya mengangguk pelan. Mereka pun pulang kembali ke rumah dan melupakan niat mereka untuk menggugurkan kandungan Nishinoya.
Tamat
Boong deh :)
Masih panjang
Haaii!!
Oh iya maaf kalau karakter Nishinoya kubuat agak 'lemah'. Padahal kan aslinya dia LAKIK banget.
