Hidup dengan Alpha

Atsunoya omegaverse!au

Haikyuu by Furudate Haruichi


Fakta bahwa Nishinoya memutuskan untuk mempertahankan bayi nya tidak membuat Atsumu lega. Bagaimana pun omega itu ingin jauh-jauh dari nya.

"Nishinoya."

Atsumu menahan tangan Nishinoya yang akan pergi ke kamar nya.

"Apa?"

"Kau ingin lepas dariku?"

Nishinoya mengangguk tanpa pikir panjang. Ah, memangnya apa yang Atsumu harapkan?

"Lalu apa yang akan terjadi pada bayi itu setelah ia lahir?"

Nishinoya terdiam. Ia sama sekali tidak pernah memikirkan itu. Dirinya memang tidak ingin melenyapkan bayi itu. Tetapi bukan berarti ia ingin mengurusnya dan membesarkan nya juga.

"Aku tidak pernah memikirkan itu," Ucap Nishinoya sembari menggaruk belakang leher nya.

Jawaban Nishinoya sesuai dengan prediksi Atsumu. Ia melepaskan pegangan tangan nya.

"Osamu dari dulu selalu menginginkan seorang anak. Lebih baik kita berikan hak asuh bayi itu pada nya," Saran Atsumu.

Nishinoya memiringkan kepalanya bingung. Ia kira Atsumu akan mempertahankan bayi ini mengingat pada kelakuan nya.

Tetapi ia tidak terlalu memikirkan nya. Toh, ini ide bagus kan? Itu artinya ia akan lebih mudah lepas dari Atsumu. Dan ia bisa hidup seperti dahulu lagi.

"Oke, aku setuju."

Bulat sudah keputusan mereka. Atsumu tidak ingin menahan Nishinoya untuk didekatnya lagi. Mau itu dengan alasan mate atau pun anak mereka.

Di hari ia melihat Nishinoya menangis, rasa bersalah selalu menghantui dirinya. Kenapa ia begitu gigih untuk menyakiti hati orang lain?


Sudah satu minggu sejak Atsumu dan Nishinoya mengetahui kehadiran anak mereka. Sejak saat itu pula Atsumu selalu menghindari Nishinoya.

"Oi, Miya. Kau menghindariku ya?" Tanya Nishinoya yang sedang menyender di daun pintu kamar Atsumu.

"Kenapa kau tidak mengetuk pintu?" Protes Atsumu.

"Pintu kamar mu terbuka lebar."

Ternyata Nishinoya cukup peka. Ia pikir ia tidak akan peduli padanya. Dirinya sedikit terharu karena merasa diperhatikan oleh omega galak itu.

"Miya, miya, panggil aku Atsumu."

"Kenapa? kau juga memanggilku dengan nama keluargaku bukan nama kecilku," Kini Nishinoya melipatkan kedua tangan nya di dada.

"Y-yuu?" Panggil Atsumu ragu.

"H-ha?"

Tentu saja dipanggil dengan nama kecilnya secara tiba-tiba membuat Nishinoya jadi salah tingkah. Ia tidak menyangka Atsumu akan memanggilnya begitu saja.

"Panggil aku Atsumu," pinta Atsumu.

"Atsu-- Terserah lah! Hei! Awas saja kalau kau masih menghindariku!" Teriak Nishinoya dengan salah tingkah.

Sebelah alis mata Atsumu naik, "Kenapa? Bukan nya kau ingin jauh-jauh dariku?"

Atsumu heran dengan ucapan Nishinoya. Bukan nya selama ini ia ingin bebas dari dirinya? Lalu kenapa sekarang ia malah menyuruh Atsumu untuk tidak menghindari nya.

"Hei, aku akan tinggal denganmu kurang lebih sembilan bulan. Itu akan tidak nyaman jika kita harus menghindari satu sama lain," Jelas Nishinoya.

"Lagipula pada akhirnya kita akan berpisah. Jadi aku ingin membuat hubungan baik denganmu," Lanjutnya.

Atsumu tersenyum. Ucapan Nishinoya benar. Selama mereka tinggal bersama, seharusnya mereka saling membuat nyaman satu sama lain. Jika mereka harus saling menghindari maka suasana di antara mereka akan menjadi kurang nyaman.

"Kau benar. Karena kita sepantaran, mungkin kita bisa berteman."

"Wow! Kau benar, Atsumu!"

"Kau memanggilku 'Atsumu'?" Tanya Atsumu bingung.

"Ya! kita kan sudah menjadi teman!" Jawab Nishinoya dengan riang.

Mereka saling bertukar tatap lalu tertawa dengan keras. Pertemuan awal mereka merupakan memori buruk bagi keduanya. Namun karena suatu saat mereka akan berpisah, sebaiknya mereka membuat memori indah di antara mereka bukan?

Setelah bayi itu lahir, Atsumu akan membiarkan Nishinoya pergi dari sisinya.


Suara jari yang beradu dengan keyboard memenuhi kamar Nishinoya. Lelaki kecil itu dengan semangat menyelesaikan pekerjaan nya. Pasalnya sore nanti ada diskon besar-besaran di minimarket dekat apartemen mereka.

"Pokoknya aku harus memborong Gari-gari kun!" Teriak Nishinoya dengan semangat.

Tok tok tok

Setelah ketukan ketiga, pintu kamar Nishinoya terbuka dan menampilkan kepala Atsumu yang menyembul dari luar.

"Yuu, Kau sibuk?" Tanya Atsumu.

"Lumayan."

Tanpa acuh pada perkataan Nishinoya, Atsumu membuka pintu Nishinoya dengan lebar. Ia masuk sembari membawa tumpukan pakaian milik nya. Baik itu jaket, kaos, kemeja atau pun jersey milik nya saat SMA.

"KAU MAU PINDAH KE KAMARKU?!" Nishinoya marah ketika melihat Atsumu membawa barang-barang nya ke kamar nya.

Bukan Atsumu namanya jika ia akan langsung mendengarkan protes dari orang lain. Dengan santainya ia menyimpan baju-baju itu ke atas ranjang Nishinoya.

"Aku akan ke Hyogo selama lima hari. Dengan semua pakaian yang memiliki feromon diriku ini, kau tidak akan gelisah seperti terakhir kali," jelasnya.

"Lalu kenapa kau menyusun pakaianmu melingkar seperti itu?" Tanya Nishinoya ketika melihat Atsumu menyusun pakaian nya di atas ranjang miliknya.

"Sedang membuat sarang."

Urat-urat di dahi Nishinoya mulai terlihat. Entah kenapa perilaku Atsumu itu membuatnya kesal. Memangnya dia ini lemah sampai Alpha itu harus melakukan semua ini?

"Sarang? Kau pikir aku burung?"

Atsumu meletakan tangan nya di dagu. Matanya memicing dan memperhatikan Nishinoya dari bawah sampai atas.

"Yah.. kau memang mirip burung. Kecil dan juga cerewet."

Sudah habis kesabaran Nishinoya. Padahal mereka kemarin baru saja berdamai. Tapi Atsumu ini sudah membuatnya kesal saja.

Ia segera bangkit dari kursinya. Dengan cepat ia berlari ke arah Atsumu. Atsumu yang tidak siap diserang, tentu saja langsung terjatuh ketika Nishinoya menyundul perutnya dengan kepalanya.

"HEI!" Atsumu menekan kepala Nishinoya agar menjauhi dirinya.

Karena kekesalan nya yang sudah berada di tingkat atas, Nishinoya tidak menjauhi Atsumu secepat itu. Sebaliknya, kini ia menggigit pipi Atsumu dengan kencang.

"Lepas! Pipiku sakit!"

Kedua tangan Atsumu berusaha menjauhkan Nishinoya dari dirinya. Namun kekuatan lelaki kecil itu lebih besar dari perkiraan nya. Kini ia malah menekan perut Nishinoya dengan kakinya agar lelaki itu menjauh.

"Di perutku ada bayi!"

Mereka segera menghentikan perkelahian tidak jelas itu. Jelas sekali ekspresi khawatir tercetak di wajah Atsumu. Dia sama sekali tidak ingat dengan kondisi Nishinoya.

"Maaf."

"Oh, tidak apa-apa. Sepertinya perutku terbuat dari baja," Jawab Nishinoya dengan polos.

Atsumu berdiri dan menatap ke arah Nishinoya yang sedang menatapnya dengan polos. Ternyata omega ini imut juga, pikirnya.

Atsumu tiba-tiba menampar pipi nya sendiri. Ia pasti sudah gila karena mengira Nishinoya imut. Bisa-bisa nya ia menyebut orang yang baru saja menggigit pipinya itu imut? Bahkan rasa sakit di pipinya masih terasa sangat sakit.

"Kau gila ya? Kenapa menampar pipimu sendiri?" Tanya Nishinoya dengan bingung.

Bukan nya menjawab, Atsumu malah pergi ke arah pintu kamar Nishinoya dan berbalik.

"Ingat! Kau harus jaga apartemen ini dengan baik dan jangan sampai ada pencuri masuk! Kalau ada apa-apa kau harus menghubungiku, oke?"

"Yaaa," Nishinoya menjawab dengan malas.

Setelah Atsumu keluar dari kamarnya, Nishinoya kembali mengerjakan pekerjaan nya. Tidak lama dari itu, terdengar suara pintu apartemen terbuka.

"Ah, Atsumu sudah pergi," Pikirnya.

Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Nishinoya melirik jam yang terletak di atas meja kerjanya.

"Woah! Aku harus segera pergi ke minimarket!" Teriak Nishinoya panik.

Ia segera mengambil dompet yang ada di dalam laci meja kerjanya. Selain itu, ia juga menyambar salah satu jaket Atsumu yang ada di atas ranjangnya.

Nishinoya pergi ke minimarket dengan hati yang gembira. Di perjalanan ia membayangkan pesta Gari-gari yang akan ia rayakan sendiri. Pokok nya ia harus membeli banyak! Mumpung sedang diskon.

"Selamat siang!" Sapa Nishinoya ketika memasuki minimarket itu.

Tentu saja tujuan utamanya adalah box ice cream. Ia segera mencari es kesukaan nya, yaitu Gari-gari kun rasa soda.

"Aku lupa membawa keranjang nya," Ucap Nishinoya ketika membuka ice box itu.

Ia segera menutup ice box itu dan mencari keranjang belanjaan yang biasanya berada di depan kasir. Ketika matanya menemukan keranjang itu, ia segera mengambilnya.

"Ah!"

Ucap seseorang yang juga ingin mengambil keranjang itu. Nishinoya mempersilahkan orang itu untuk mengambil keranjang lebih dulu.

"Kau duluan saja."

"Nishinoya-san?"

Nishinoya mendongakan kepalanya ketika namanya disebut.

Takdir itu sangat lucu. Adik kelasnya semasa SMA yang setelah beberapa lama tidak ia temui tiba-tiba muncul di hadapan nya. Entah kenapa ia jadi teringat dengan perkataan Atsumu.

"Yaku bilang kau pernah berjanji pada seorang Alpha untuk menjadi mate. Lalu bagaimana jika dia tiba-tiba menagih janji itu?"

"Lama tidak bertemu, Nishinoya-san."

TBC

Haiii! Lama tidak berjumpa!! Siapa yang nungguin fanfic ini?

Ayo tebak siapa Alpha di akhir chapter ini?

Maaf ya baru bisa update sekarang karena aku banyak kesibukan di RL. Selain itu kalau pun ada waktu luang, aku suka males buat ngetik nya

Sampai berjumpa lagi di chapter selanjutnya!!