Hidup dengan Alpha
Haikyuu by Furudate Haruichi
an AtsuNoya omegaverse!au
OOC
Suara desisan terdengar dari mulut Atsumu. Sebelah tangan nya sibuk menyetir dan sebelah nya lagi memegangi bekas gigitan Nishinoya.
"Sebenarnya dia itu manusia atau kucing sih?"
Ia membuka jendela agar mendapatkan udara segar dari luar. Matanya tidak sengaja melirik pantulan dirinya dari kaca spion. Bekas gigitan Nishinoya tercetak dengan jelas di pipinya.
"Hei, bukan kah ini artinya aku ditandai oleh Nishinoya? Selain Alpha, Omega juga senang menandai Alpha mereka dengan cara menggigitnya," Ucap Atsumu.
Kenapa tiba-tiba hati Atsumu berbunga-bunga? Walaupun ia yakin Nishinoya menggigitnya karena kesal, tetapi itu tidak merubah fakta bahwa omega itu mengklaim Atsumu sebagai Alphanya secara tidak sadar.
"Tapi, di pipi? Sangat tidak romantis."
Biasanya Omega menandai Alpha mereka di daerah leher, tangan atau pun dada. Tetapi tanda mereka tidak bertahan lama, beda dengan bekas gigitan Alpha yang akan terus ada sampai omega yang mereka tandai mati.
Atsumu menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah nya. Sudah sekitar satu tahun ia membeli rumah ini. Alasan nya karena ingin lebih mandiri. Karena itu lah, walaupun ia sering berada di Hyogo, ia jarang sekali pulang ke rumah orang tuanya.
Ia keluar dari mobilnya untuk membuka pagar rumahnya.
"Haa, harusnya aku mempekerjakan satpam saja agar tidak harus keluar dari mobil seperti ini," keluh Astumu.
Ia membuka pagar rumahnya dengan lebar agar mobilnya mudah masuk.
"Jangan ganggu aku!"
Teriakan seorang gadis mengalihkan perhatian Atsumu. Ia segera mencari sumber suara itu.
"Hei! Jangan ganggu dia!"
Atsumu membubarkan siswa SMA yang mengerubungi satu siswa yang sepertinya sedang dibully.
"Ck, tidak asik."
Para siswa itu pun pergi dan meninggalkan Atsumu dengan gadis yang baru saja ia tolong.
"Terima kasih," Ucap gadis itu.
"Kenapa mereka mengganggumu?"
Bukan nya menjawab, gadis itu malah menangis dengan pilu. Atsumu semakin panik ketika tangisan gadis itu mengeras. Akhirnya ia mengajak gadis itu untuk duduk di bangku yang ada di dekat tempat mereka berada.
"Sudah merasa baikan?" Tanya Atsumu ketika tangisan gadis itu sedikit mereda.
Gadis itu mengangguk dengan pelan. Ia mengusap air matanya dengan lengan nya.
"Siapa namamu?"
"Okuda."
"Oke, Okuda. Kenapa kau menangis?" Tanya Atsumu lagi.
Jangan salahkan Atsumu yang terlalu mencampuri urusan orang. Gadis ini yang terlebih dahulu menangis di depan nya. Jadi ia harus tahu apa yang menyebabkan Okuda menangis sepilu itu.
"Teman-temanku menyebutku anak buangan karena aku adalah anak adopsi. Padahal orang tua angkatku sangat baik padaku," Okuda menangis lagi ketika mengatakan hal itu.
"Orang-orang bilang aku dibuang karena orang tua kandungku tidak menginginkan aku. Kata mereka aku anak yang tidak diinginkan," lanjutnya.
Atsumu memegang pundak gadis itu dan menepuknya dengan pelan.
"Jangan mengatakan hal seperti itu. Nanti orang tua angkatmu sedih. Mereka pasti sangat menyayangimu," Atsumu berusaha menenangkan Okuda.
Gadis itu meletakan kedua tangan nya di pahanya. Pandangan nya lurus ke depan. Ekspresi nya jelas sekali mengatakan kalau dia sedang bersedih.
"Aku tahu mereka sangat menyayangiku. Tapi itu tidak mengubah fakta kalau aku dibuang oleh orang tua kandungku!" Teriak Okuda dengan frustasi.
Jantung Atsumu berdebar dengan kencang. Keringat turun di pelipisnya. Hei, bagaimana jika suatu saat anak nya akan berpikiran seperti ini?
Tidak. Osamu dan Suna pasti akan memberikan anak itu perhatian dan kasih sayang penuh. Anak itu juga pasti tidak akan tahu kalau dia hanya anak angkat Osamu dan Suna.
"Orang tua kandungmu pasti punya alasan--"
"Alasan? Mereka itu memang tidak menginginkan anak. Jika mereka memang tidak menginginkan anak, seharusnya dari awal mereka tidak membuatnya!" Potong Okuda.
"Hei!" Bentak Atsumu.
Gadis itu terkejut oleh bentakan Atsumu.
"Bagaimana jika orang tuamu itu--"
'Tidak sengaja membuat dirimu'
Atsumu menghentikan perkataan nya. Bukan kah hati anak itu akan semakin terluka jika ia melanjutkan perkataan nya?
"Jika apa?"
"Jika orang tuamu punya masalah ekonomi. Bagaimana jika mereka tidak mampu membesarkanmu karena kurangnya biaya?"
Atsumu mengatakan hal itu dengan asal. Tetapi anak itu sepertinya puas dengan jawaban Atsumu.
"Benar juga. Aku berpikiran sempit. Orang tua kandungku pasti punya alasan tersendiri. Terima kasih karena menyadarkanku, tuan.
Gadis itu berpamitan pada Atsumu setelah mendapat jawaban yang selama ini yang ia cari. Padahal Atsumu hanya menjawab dengan asal.
Tetapi ada yang mengganggu pikiran Atsumu. Gadis itu mengingatkan pada bayi yang belum lahir itu. Bagaimana jika suatu saat anak itu tahu kalau orang tua kandung nya bukan Suna dan Osamu?
"Haa, sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Lama tidak bertemu, Nishinoya-san."
Nishinoya terkejut melihat orang di hadapan nya. Orang itu memakai pakaian kasual dan mempunyai tubuh yang lebih tinggi darinya.
"Lama tidak bertemu juga, Kageyama!" Jawab Nishinoya dengan riang.
Lelaki itu tersenyum tipis.
"Oh? Sekarang kau sudah bisa tersenyum. Padahal senyum mu dulu sangat menyeramkan," Ucap Nishinoya sambil tertawa.
Kageyama tertawa dengan pelan. Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Nishinoya. Mungkin sekitar empat atau enam tahun.
"Di luar ada kursi kosong. Mau bicara sebentar?" Tawar Kageyama.
Nishinoya menganggukan kepalanya. Mereka membeli minuman untuk menemani obrolan mereka. Yah, walaupun ia menatap sedih ke arah ice box karena harus menunda kegiatan memborong es kesukaan nya.
"Pantas saja aku mencarimu di Miyagi tidak ada. Ternyata kau ada di Tokyo," Ucap Kageyama ketika bokongnya sudah menyentuh bangku yang ada di depan minimarket.
"Setelah lulus SMA aku langsung berangkat ke Tokyo," Ucap Nishinoya.
Keheningan menyelimuti mereka. Nishinoya biasanya tidak mudah canggung. Tetapi ia sudah lama tidak mengobrol dengan Kageyama seperti ini. Jadi iya agak canggung.
"Maaf, Nishinoya-san. Kenapa bau feromon mu beda dari sebelumnya?" Tanya Kageyama to the point. "Aku juga mencium feromon Alpha."
Nishinoya menggaruk tengkuknya. Ia tidak mengira Kageyama akan langsung sadar. Mungkin karena ia memakai jaket Atsumu sehingga bau feromon Alpha itu tercium dengan jelas.
"Sebenarnya aku sudah mempunyai mate."
Nishinoya bisa melihat ekspresi kekecewaan di wajah Kageyama. Ia bisa mengerti kenapa lelaki itu kecewa. Mau bagaimana lagi? Ia menjadi mate dengan Atsumu pun bukan kehendaknya kan?
"A-atsumu.. san?"
"Hah?"
"Matemu itu Atsumu-san?"
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Ah, jadi Atsumu-san."
Kageyama memegang kepalanya. Fakta-fakta yang baru saja ia ketahui hari ini membuatnya pusing. Bagaimana bisa omeganya mate dengan mantan kekasihnya?
"Tetapi kau sudah janji padaku."
Nishinoya menundukkan kepalanya.
"Maaf," Ucapnya dengan tulus.
Nishinoya benar-benar merasa bersalah. Bukan tentang masalah ia mate dengan Atsumu. Tetapi tentang janji nya dengan Kageyama di masa lalu. Sebenarnya ia sempat melupakan nya.
Ia memang pernah menunggu Kageyama. Tetapi ketika melihat berita kencan Kageyama dengan salah satu presenter acara olahraga ia langsung tidak acuh pada janji di antara mereka. Ia kira kageyama sudah tidak peduli dengan janji mereka.
"Sejak kapan kalian mulai menjadi mate?" Tanya Kageyama lagi.
"Sekitar tiga minggu yang lalu."
"Harusnya aku menemukanmu lebih cepat," Ucap Kageyama kesal.
Nishinoya cukup terkejut dengan emosi yang Kageyama perlihatkan hari ini. Pasalnya, sejak dulu anak itu hanya berekspresi datar atau pun kaku. Ia tidak tahu jika anak itu bisa kesal juga.
"Lalu sudah berapa lama kalian saling mengenal?"
"Sekitar tiga minggu."
Dahi Kageyama mengerut. Seperti ada sesuatu yang tidak beres.
"Kalian.. Jadi mate karena sebuah kecelakaan?"
Nishinoya menganggukkan kepalanya. Lagipula kenapa ia harus menutupi hal ini dari Kageyama? Jika tidak terbongkar sekarang pun, suatu saat akan terbongkar.
"Jadi begitu ya."
Nishinoya menatap Kageyama dengan heran. Lelaki itu terlihat lebih errr tenang? Entah kenapa ekspresinya terlihat lega dan sedikit senang.
Perasaan nya sepertinya berubah menjadi bagus. Apakah ia harus memberi tahu juga tentang kehamilan nya? Sepertinya tidak. Ia tidak ingin merusak mood nya lagi.
"Tenang saja, Nishinoya-san. Aku akan mencari cara untuk memutuskan ikatan mate antara Alpha dan omega."
Ternyata ini alasan kenapa mood lelaki itu tiba-tiba menjadi bagus. Sekarang setuju saja dulu. Bukan kah bagus jika Kageyama benar-benar menemukan caranya? Itu artinya hubungan mate dia dan Atsumu akan terhapus dengan permanen.
"Ya, terserah saja."
Tbc
Haiiii!
Aku kembali lagi dengan chapter baru
Selamat buat yang berhasil nebak Kageyama!! Sebenarnya aku udah kasih hint sih dari awal
Jangan lupa vote dan komen ya
