Hidup dengan Alpha

Haikyuu by Furudate Haruichi

an Atsunoya omegaverse!au

slight kagenoya


Kageyama pov

Pertemuan pertamaku dengan Nishinoya tidak begitu berkesan. Kita bertemu di lapangan yang sama sebagai lawan. Dan waktu itu adalah pertama kalinya aku bertanding sebagai setter di liga SMP.

Dia memang lah orang yang hebat. Bahkan ia memenangkan penghargaan libero terbaik. Aku tidak terkejut. Dia memang pantas mendapatkan penghargaan itu. Aku memang merasa kagum padanya. Ya, tapi hanya kagum saja. Setelah itu aku tidak peduli atau pun penasaran dengan kehidupan nya.

Tetapi tepat setelah upacara penutupan selesai, aku tidak sengaja melihatnya bertengkar dengan sekumpulan preman di sebuah gang.

"Kalian mau merampok hah? Dasar miskin! Seharusnya kau bekerja jika ingin uang! Kekuatan besar kalian itu harusnya kalian pergunakan untuk berkeja!" Ucap Nishinoya-san dengan wajah nya yang penuh dengan lebam.

Aku terpesona dengan pemandangan yang ada di hadapanku. Seorang anak SMP melawan empat preman yang mempunyai badan besar. Tentu saja untuk anak SMP sepertiku, Nishinoya-san terlihat seperti super hero.

"Diam! Atau aku bunuh kau, bocah sialan."

Para preman itu memukuli Nishinoya-san tanpa ampun. Namun ia sama sekali tidak takut atau pun meminta ampun. Ia tetap berusaha melawan para preman itu.

"PAK POLISI, PERAMPOK NYA LARI KE ARAH SINI!" Suaraku tiba-tiba keluar tanpa aku sadari.

Para preman itu berlari dengan panik meninggalkan Nishinoya-san yang babak belur sendirian. Aku segera menghampirinya dan membantunya untuk duduk.

"Mana polisi nya?" Tanya nya.

"Ah, itu--"

Nishinoya-san menatapku dengan wajahnya yang dipenuhi luka. Salah satu tangan nya memegangi perutnya yang ditendangi oleh salah satu preman tadi.

"Jadi polisi nya tidak ada?" Tanya nya lagi.

Aku menganggukkan kepalaku. Setelah dilihat lagi dari dekat, lelaki ini memang luar biasa. Dengan badan sekecil itu ia melawan para preman itu tanpa mati atau pun pingsan.

"Oh! Kau Kageyama Tobio kan!" Ucapnya dengan antusias.

"Iya."

"Aku Nishinoya Yu! Kau setter yang hebat!"

Aku bisa melihat mata nya yang berbinar-binar. Dia ini aneh. Apa dia tidak ingat kalau dia sedang terluka?

"Kau juga libero yang hebat. Receivemu luar biasa."

Dia menggaruk kepalanya dengan senyum yang sengaja ia tahan mati-matian.

"Ei~ tidak seperti itu, kok!"

Ah, dia suka pujian.

Sebentar. Ketika melihat nya tersenyum, aku melihat sesuatu yang tidak beres. Darah keluar dari sela-sela mulutnya.

"Anu, maaf. Itu mulutmu berdarah," Aku menunjuk ke arah mulutnya.

Aku melihatnya merogoh saku celananya dengan tergesa-gesa. Ia melihat pantulan dirinya sendiri dari layar ponselnya. Oh, ternyata salah satu giginya hilang. Pantas saja keluar darah dari mulut nya.

"AAAA GIGIKU HILAANG!"

Aku terkejut melihatnya histeris seperti itu. Baru kali ini ada orang yang sehisteris itu ketika kehilangan giginya. Entah kenapa aku malah merasa itu imut. Apa aku ini aneh?

Setelah pertemuan kita di hari itu, aku mencari tahu tentang SMA yang akan Nishinoya-san pilih. Tentu saja karena aku juga akan memilih SMA itu. Yah, Walaupun mencari info tentangnya tidak semudah itu.

Setelah sekitar satu setengah tahun berlalu, aku resmi menjadi siswa SMA. Aku juga mendaftarkan diri untuk bergabung dengan klub voli dari SMA yang aku masuki.

"Perkenalkan, dia Kageyama Tobio. Kalian pasti mengenalnya karena dia sangat terkenal saat SMP."

Aku memperhatikan satu-satu senior yang ada di hadapanku. Tidak ada Nishinoya-san. Padahal aku yakin sekali kalau dia juga bersekolah di SMA ini. Aku bahkan pernah melihatnya memakai seragam sekolah ini.

"Anu, Apakah Nishinoya-san tidak bergabung di klub voli?" Tanyaku pada Kapten.

"Nishinoya yuu? Dia memang bergabung saat kelas satu. Namun setelah hasil gender kedua diumumkan ia dikeluarkan dari klub ini," jelasnya.

"Kenapa?"

"Klub kami tidak menerima omega," Ucap salah satu senior yang duduk di lapangan.

Ternyata Nishinoya-san seorang omega. Aku tahu jika ekstrakurikuler bidang olahraga setiap sekolah melarang omega untuk bergabung. Alasan nya karena pernah ada seorang atlit omega yang tiba-tiba heat di saat latihan dan diperkosa oleh para Alpha dan beta di timnya.

Tetapi Nishinoya-san itu berbakat. Sayang sekali jika klub ini kehilangan orang sepertinya.

"Tetapi Nishinoya-san orang yang berbakat."

"Kami tahu. Tetapi kami tidak ingin mengambil resiko. Ini juga untuk kebaikan nya."

Kekecewaan memenuhi hatiku. Padahal aku masuk ke sekolah ini untuk bertemu dengan Nishinoya-san. Jika seperti ini, bagaimana aku bisa bertemu lagi dengan nya?

"Kageyama!"

Aku menolehkan kepalaku ketika mendengar suara yang familiar. Orang itu berlari ke arahku dengan antusias.

"Kenapa kau keluar dari gym dengan wajah murung?" Tanya Nishinoya-san dengan senyuman lebar di wajahnya.

"Karena tidak bertemu dengan Nishinoya-san."

"Hahaha kalau mencariku jangan ke gym! Cari saja di kelasku," Titahnya.

Nishinoya-san tertawa kepadaku. Tercium bau manis dan bau minuman bersoda memenuhi indra penciumanku.

"Nishinoya-san, Apa kau baru saja memakan atau meminum sesuatu yang manis atau bersoda?" Tanyaku memastikan.

"Oh! Itu sepertinya dari badanku! Orang-orang mengatakan kalau wangi feromonku seperti gari-gari kun! Mungkin karena aku suka es itu," Jawabnya dengan riang.

Wanginya enak sekali. Cocok dengan pribadi Nishinoya-san yang riang dan juga segar.

"Kageyama, kau itu Alpha ya?!" Aku mengangguk. "Sayang sekali, padahal aku benci Alpha."

"Mereka itu brengsek dan juga suka memperlakukan omega dengan sesuka hati mereka," lanjutnya dengan kesal.

Apa ini artinya aku tidak akan bisa bertemu dengan nya lagi? Kenapa? Karena aku Alpha? Padahal aku sangat ingin bisa dekat dengan Nishinoya-san.

"Tetapi kalau Kageyama itu Alpha aku tidak akan membencimu. Karena Kageyama itu Alpha yang baik."

Nishinoya-san tersenyum dengan sangat lebar hingga gigi-gigi nya terlihat. Ah, gigi nya yang copot sudah tumbuh.

Melihat senyuman nya membuat perutku merasakan sensasi yang aneh. Telingaku terasa panas dan jantungku berdebar dengan kencang. Sepertinya aku suka pada Nishinoya-san.

Mulai dari hari itu aku dan Nishinoya-san sering menghabiskan waktu bersama. Tidak pernah ada hal buruk terjadi di antara kami. Dia tidak pernah mengalami heat dan aku juga tidak pernah mengalami rut.

Aku jadi tahu banyak hal tentang nya. Dia suka pada perempuan cantik dan berdada besar. Ia juga cukup mesum-- ah tidak, dia sangat mesum. Beberapa kali kami pernah menonton film dewasa bersama. Tenang saja, tidak pernah terjadi hal macam-macam di antara kami.

Seiringnya waktu yang kami habiskan bersama. Perasaanku padanya semakin besar. Bahkan semakin lama aku semakin posesif. Aku tidak ingin dia dekat dengan siapa pun kecuali aku.

"Hei, kau tahu. Kemarin aku bertemu dengan lelaki kota! Dia dari Tokyo!"

"Oh, baguslah."

Aku tidak ingin menanyakan ceritanya lebih lanjut. Mendengarnya menceritakan orang lain padaku membuat diriku kesal.

Hingga tidak terasa kelulusan Nishinoya-san tiba. Aku menunggu nya di taman tempat kami sering menghabiskan bersama. Taman itu sudah tidak terpakai sehingga jarang ada yang datang.

"Nishinoya-san, mau kah kau jadi mate ku?"

Nishinoya-san terkejut dengan mulut nya yang sedikit terbuka.

"Mate? Tapi kita belum dewasa," ucap nya.

Dia benar juga. Menjadi mate itu tidak bisa dihapus atau diubah. Ikatan ini akan hilang jika salah satunya mati.

"Kalau begitu, tunggu sampai aku berusia dua puluh tahun."

Nishinoya-san terlihat masih shock. Mungkin ia tidak pernah mengira aku akan mengajaknya menjadi mate

"Walaupun aku tidak secantik perempuan yang ada di majalah dewasamu, tapi bisa dibilang aku tampan. Aku juga tidak mempunyai dada yang besar seperti mereka, tapi aku bisa mengusahakan agar dadaku empuk supaya kau nyaman saat menyender padaku. Jadi tolong terima aku jadi matemu!"

Aku membungkuk kan badanku sembilan puluh derajat. Tidak lama kemudian aku mendengar ia tertawa dengan keras. Aku kembali ke posisi semula dan melihat Nishinoya-san yang tertawa sampai meneteskan air mata.

"Hahaha! Baiklah Kageyama, akan aku tunggu sampai kau berumur dua puluh tahun," Ucap nya sembari tertawa.

"Kalau begitu, untuk saat ini aku boleh mencium mu?"

"Ha?"

Nishinoya-san berhenti tertawa ketika aku mendekatinya. Kedua tanganku yang gemetaran menyentuh kedua pipinya. Aku mulai mendekatkan wajahku pada wajahnya sembari memiringkan kepalaku agar hidungku tidak terantuk dengan hidungnya.

Mataku terfokus pada bibir Nishinoya-san. Aku menutup mataku ketika bibirku mulai menyentuh bibirnya. Lembut, itu yang aku rasakan. Bibir kami hanya menempel. Tidak ada nafsu dan juga tidak ada lidah.

Momen itu sangat indah dan juga menyedihkan. Karena dari hari itu aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi.

Setelah lulus dari SMA aku disibukan dengan persiapanku untuk menjadi atlit profesional. Aku sama sekali tidak tahu tentang kabarnya.

Saat aku genap berusia dua puluh tahun, aku mencoba mencarinya. Namun tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya aku pun menyerah.

Dari sana aku mencoba berkencan dengan orang lain. Aku hanya mengencani Alpha atau beta. Karena omegaku satu-satu nya hanya Nishinoya-san.

Tetapi semua hubunganku tidak berjalan lama. Karena aku tidak benar-benar menyukai mereka.

Ketika aku benar-benar menyerah mencari Nishinoya-san, aku melihatnya ketika sedang berbelanja di salah satu minimarket di Tokyo. Pantas saja aku tidak pernah menemukan nya di Miyagi.

"Nishinoya-san?"

Orang di hadapanku benar-benar dia. Tetapi feromon nya tidak sama seperti dulu. Entah kenapa aku merasa familiar dengan feromon nya. Bau nya seperti milik Atsumu-san.

Dia itu Alpha yang agak sombong dan sering sekali dengan sengaja mengeluarkan feromon nya. Ia melakukan itu agar mendapatkan pengakuan dari orang-orang.

"Sebenarnya aku sudah mempunyai mate."

Kalimat itu membuat hatiku serasa ditusuk oleh ribuan panah. Kecewa, sedih dan marah bersatu. Apalagi ketika aku tahu jika mate nya adalah Atsumu-san, mantan kekasihku.

Demi apapun, suka atau tidak suka. Akan aku pisahkan mereka. Nishinoya-san itu omegaku. Ikatan mate tidak akan menghentikan aku untuk memiliknya.

TBC

Hai lagi!!

Chapter ini khusus suara hati Kageyama. Yang dukung Kagenoya end game yok keluarkan suara nya

Oh iya di chapter berapa gitu aku pernah nyebutin kalau Nishinoya sama Kageyama pisah selama 4 tahun :( aku ralat ya jadi 6 tahun.

Terus catatan ya, jalan cerita ff ini sama jalan cerita aslinya haikyuu itu beda ya huhuu

Daaan kayak nya selama seminggu ini gak akan aku update dulu karena ada hal mendesak