Boboiboy dkk milik Animonsta selalu

cerita murni karya saya ehehe...


.

WARNING!

typo bertebaran, EYD berantakan, alur ngak nyambung, ketikan bikin sakit mata dan up seenak udel.


Happy Reading all ~O~


Suara hujan terdengar nyaring, menyembunyikan suara hewan penghuni hutan dimana langkah-langkah lebar terlihat berkejaran dengan cepat begitu juga beberapa genangan air yang mulai berubah warna menjadi merah pekat bersamaan dengan semakin banyaknya mayat yang tergeletak.

"Dasar projek sialan, siapa sangka monster-monster itu berhasil kabur dan menyerang kita!"

"Kita harus segera melenyapkan mereka sebelum aksi kita ini tercium oleh pemerintah!"

Stasss..!!

"AAAARRGGHHH!!!"

Kilatan petir merah tiba-tiba saja menyambar dan menghanguskan mereka semua tanpa ampun di susul oleh permukaan tanah yang membuka lalu mengubur mayat mereka dengan seketika.

"Huh, mereka pikir mudah memusnahkanku hah?" ucap seorang pemuda dengan pakaian serba hitam dan sebuah gelang pita berwarna merah di pergelangan tangan juga lehernya.

Sedangkan seorang lagi yang berpakaian sama namun dengan pita berwarna emas telihat tengah menahan sakit seraya bersandar pada pohon di belakangnya. Darah segar membasahi lengannya yang berusaha menutupi luka yang ada di perutnya yang tentu saja segera menyatu dengan air hujan.

"Aaahh... Keadaanmu makin buruk loh, kamu hanya akan menjadi beban saja, Gempa!" Ucap pemuda berita biru.

"Mati saja kau di sini, Lagi pula kamu tak berguna!" Ucap pemuda pita merah.

"Cih, aku tak mau! Lagi pula memangnya kalian yakin tak akan saling membunuh setelah ini, Taufan, Halilintar?"

Halilintar tertawa kecil seraya kembali bersiaga untuk memastikan bahwa tak ada musuh lagi di sekitar mereka.

"Mau bagaimana lagi? Hanya salah satu dari kita yang boleh hidup agar keberadaan kita tak di ketahui publik."

"Yosh, Halilintar benar!"

DOR!!

Crat!

"Ck! Berengsek!"

Halilintar berusaha menghalau darah dari peluru yang mendarat dengan mulus di lengan atas sebelah kirinya sementara Taufan mulai menciptakan sebuah angin puting beliung yang menyeret orang-orang yang berhasil menemukan mereka.

"Kita harus pergi dari sini!" Ucap Taufan sebelum akhirnya ia berlari cepat yang di susul oleh Halilintar dan Gempa.

TBC


okeh segini aja dulu yak, ahaha

doakan aja moga ngak ngegosting(?) lagi ~T_T~

see you next chap *