Olala 2

.

.

Drabble Collection.

Warning: marriage!AU, (niatnya) fluff-humor dan agak menjurus ke rate m untuk chapter terakhir.

Naruto punya Masashi Kishimoto, aku cuma pinjam karakternya~

Enjoy!

.

.

"Naruto-kun."

"Ada apa, Hinata-chan?"

Hinata terdiam, dia terlihat malu untuk mengatakan sesuatu di dalam pelukan Naruto. Laki-laki itu tidak tahu apa yang akan dikatakan istrinya, tapi dia selalu menantikan ucapannya, apa pun itu. Naruto perlahan mengusap punggung Hinata.

"Katakan saja, Hinata-chan. Walaupun penakut, aku masih bisa diandalkan loh!"

"Pfft. Naruto-kun ... film waktu itu benar-benar menakutkan ya?"

"Iya..."

Naruto terlihat murung. Setelah menonton film horror tiga hari yang lalu, laki-laki itu tidak bisa tertidur jika Hinata tidak berada di pelukannya. Bayangan sumur dan perempuan yang rambutnya menjuntai seluruhnya ke depan selalu teringat di kepalanya. Seperti sekarang.

Laki-laki itu segera menggelengkan kepalanya. Hinata lebih penting.

"Jadi, ada apa?"

"Um, Naruto-kun akhir-akhir ini sering memanggilku sayang..." Naruto melihat wajah istrinya memerah. "Apa kamu sengaja?"

"Eh? Kamu tidak suka kupanggil sayang? Aku cuma merasa kalau seseorang yang paling kucintai sudah seharusnya kupanggil sayang, seperti kamu."

Wajah Hinata sudah terlihat merah padam. "Naruto-kun suka melihatku salah tingkah ya?"

"Eh..." Naruto memerhatikan wajah memerah istrinya. Laki-laki itu selalu suka ketika wajah Hinata seperti ini, dia jadi bertambah berkali lipat lebih manis. "Tentu saja aku suka? Kamu jadi bertambah cantik."

Hinata terdiam.

"Hinata-chan? Kalau kamu gak suka, aku gak akan panggil kamu sayang lagi kok..."

"Aku ... suka." Perempuan itu cepat-cepat melanjutkan ucapannya. "Tapi, Naruto-kun, kamu juga harus kasih tahu aku apa yang bisa buat kamu salah tingkah!"

Naruto terdiam lalu tertawa. "Hinata-chan, kamu serius?"

"Iya. Apa yang lucu?"

Naruto mengeratkan pelukannya dan berbisik di telinga Hinata. "Aku selalu salah tingkah kalau bersamamu, Hinata-chan. Seperti sekarang."

"Dari mananya?"

Laki-laki itu menunduk dan meraup bibir istrinya, melumat dan menciumnya selembut mungkin agar tidak membuat dirinya lepas kendali.

Hinata terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya membalas ciumannya, membuka mulutnya dan mengulurkan tangannya ke leher suaminya agar bisa memperdalam ciuman mereka. Merasakan sentuhan hangat yang tidak memburu di dalam mulutnya.

Perempuan itu menarik diri terlebih dahulu, sedikit terengah ketika menatap raut wajah Naruto yang terlihat serius dan melembut.

"Sekarang kamu sudah tahu?"

Hinata mengangguk.

Saat mereka berciuman, dia dapat merasakan jantungnya berdebar, tapi dibalik itu, dia dapat merasakan debaran lain yang jauh lebih keras dan cepat dari miliknya, juga kelembutan bibir suaminya yang jarang dirasakannya.

"Tapi, Naruto-kun..."

"Ya, Hinata-chan?"

"Sepertinya kamu harus ke kamar mandi dulu untuk menyelesaikan urusanmu."

"Eh. Oh, benar juga, ehehehe. Aku ke kamar mandi sebentar, kamu jangan tidur dulu ya."

"Iya..."

Wajah Naruto dan Hinata akhirnya merona untuk alasan yang sama.

.

.

.

Selesai~

Terima kasih buat semua yang sudah mampir membaca dan meninggalkan jejak X)