Koushi sudah memperhitungkan ini, dia dibanding Mai tentu kalah dari berbagai hal apalagi yang berkenaan dengan mendapatkan hati Sawamura Daichi. Kapten timnya bukan penyuka laki-laki dan Koushi tidak boleh membebaninya dengan tanggung jawab karena membuatnya jatuh hati. Yang salah di sini adalah hati kecilnya, Daichi hanya bernapas dan jadi diri sendiri.

Maka saat ketua tim sebelah dengan bakat luar biasa pada posisi yang sama dalam Voli mengetahui hal yang ia simpan hati-hati, jangan salahkah Koushi kalau dia ingin lari.

"Dicoba dulu kenapa sih tuan penyegar."

"Daichan tuh simpel. Lo nyatain perasaan lalu cium dia terus lari, besokannya pasti udah nyamper lu buat latihan."

"Dia ga bakal mikirin apalagi terbebani, tapi lu ... lu bakal terus-terusan ngerasa gak layak kalo ga validasi yang lu rasa sekarang."

"Tuan penyegar yang gua kenal itu cerdas banget, jadi plis jangan sampai lo begoin perasaan sendiri ya. Lo layak bahagia dan bangga sama diri lo sendiri."

"*Go tell him, what you really need is just say those 8 letters*."

"Lah gua emang ga tau apa-apa soal lo Tuan Penyegar, yang kenal diri lo cuma lo sendiri. Tapi lu mesti tau, gua kenal bener tampang orang yang bakal nyesel. Lo boleh lari, tapi pastiin capeknya lo itu karena ngejar sesuatu."

"Pergi gak, bilang."

"Kalo it turns to worst thing, i got you."

"I'll marry the hell of you."

"So go tell him for your very own sake, Sir."

tamat.--dan omake.Koushi, menjadi impulsif lalu membuat jalan terbuka untuknya. Dia ada hanya berdua dengan Daichi. Sudah minum dan dia sudah mengingat apa yang perlu diucapkannya. Selain itu, Daichi--dia nampak sabar menanti (Koushi mencegatnya ... dan Daichi cukup baik untuk bersabar tanpa bertanya lebih jauh perihal jeda panjang yang dibuat si pemanggil).

"gua punya rasa ke lo. Dari kelas satu."

"Dah gua mau bilang itu aja. Lu kalo mau jauhin gua gapapa."

Koushi hendak pergi tapi tanggannya diraih Daichi.

"Suga ... gua ga bisa balas perasaan lo."

Tangan yang menahan Koushi terlepas. Daichi mundur selangkah untuk membungkuk dalam.

"Terima kasih udah punya perasaan buat gua. Gua tolak bukan karena kita laki-laki tapi karena gua ga bisa lihat lo lebih dari sahabat gua. Besok jangan lupa latihan, kita tetep temen."

"Ya, tentu. Sampe besok, thanks."

Koushi ditinggalkan. Di sanalah dia menekan panggilan untuk Oikawa Tooru.

"Tebak gua abis apa?"

"Abis ditolak ya lo.""Si janvok."

"Wkwkwk gua lagi main sepeda, bentar lagi nyampe Karasuno.""IKUTTT."

fin.