PLEASE SAVE ME
Character :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Byun Yejin
Disclaimer :
I don't the character but the story is mine
...
Macchiato Chwang proudly present
First chapter - First Kiss
...
Ini bukan pertama kalinya Baekhyun membolos pelajaran hanya untuk berjalan-jalan mengitari pusat perbelanjaan. Namun kali ini alasannya bukan karena ia tidak menyukai pelajaran sejarah, melainkan orang tuanya.
Pemuda mungil itu menerima telpon dari orang tuanya tepat sebelum jam pelajaran terakhir dimulai. Biasanya kita akan bahagia bila orang tua menghubungi namun sepertinya hal itu tidak berlaku untuk seorang Byun Baekhyun, dirinya bahkan lupa kapan terakhir ia merasa bahagia menerima kabar dari orang tuanya.
Bukan berarti Baekhyun memiliki hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya hanya saja pemuda mungil itu merasa sedikit kesal sekaligus kecewa. Ibu dan ayahnya akan selalu mengatakan padanya untuk tidak merepotkan kakak kembar non identiknya Byun Yejin dan paman mereka. Dari sisi Baekhyun dia merasa dirinya hanya beban saat terus menerus diingatkan tentang hal itu.
Baekhyun menghela napas untuk kesekian kalinya sepertinya memang tepat ia memerlukan waktu untuk dirinya sendiri. Baekhyun memelankan langkahnya ketika pupil matanya tidak sengaja menatap kerumunan orang di luar cafe dengan nama EXODUS.
Bukan karena interior cafe ataupun banyaknya tamu yang datang bisa dibilang cafe tersebut sepi hanya ada seorang pria tinggi dan seorang wanita dengan rambut pirang. Memangnya apa yang menarik dari kedua orang tersebut.
Namun Baekhyun membawa langkah kakinya menyelip diantara kerumunan orang - orang. Oh bersyukurlah pada tubuhnya yang mungil.
Dua orang tersebut tampak sedang berdebat hampir bisa dikatakan bertengkar. Wanita berambut pirang itu tampak begitu marah hingga menunjuk-nunjuk lelaki tersebut dengan tidak sopannya entah apa yang mereka perbicangkan, sementara kerumunan orang diluar cafe tampak berbisik tidak jelas sesekali Baekhyun mendengar kalimat seperti wah wanita itu tidak sayang nyawanya atau wanita itu pasti kucing bernyawa sembilan.
Baekhyun merasa heran tidak ada pelayan cafe atau petugas keamanan yang berniat melerai mereka. Pemuda mungil itu memfokuskan pandangannya pada si pemuda tinggi dengan surai kemerahan, ia merasa pemuda tinggi tersebut terlalu santai menyikapi sikap kasar wanita pirang itu.
Entah bagaimana saat pemuda tinggi itu menangkap tatapan mata Baekhyun saat dirinya melihat kearah luar cafe, yah pandangan mata mereka bertemu namun tak satupun diantara mereka yang berniat memutuskan acara tatap menatap tersebut. Keduanya seolah dapat membaca arti tatapan mata mereka...
siapa kau???
apa???
aku perlu bantuanmu..
apa???
jangan beranjak sedikitpun dari tempatmu berdiri...
apa??? hei tunggu...
Pemuda tinggi itu masih menatap Baekhyun kali ini dengan sorot ketegasan mengabaikan setiap celotehan tidak penting wanita dihadapannya. Bunyi kursi yg terdorong kebelakang seolah menjadi lonceng peringatan bagi Baekhyun untuk segera pergi namun sorot mata tegas itu membuatnya terdiam kaku.
Baekhyun tidak sadar bahwa si pemuda tinggi itu sampai dihadapannya, menggenggam tangannya erat lalu menarik Baekhyun mendekati si wanita pirang mengabaikan suara riuh diluar cafe.
Baekhyun merasa terhipnotis, pikirannya kosong membiarkan pemuda itu bertindak sekehendak hati. Bahkan hingga kalimat yang dapat menjungkir balikkan dunianya keluar ia masih terdiam.
"Byun Baekhyun dia kekasihku sekarang..." Baekhyun masih tidak dapat mencerna semuanya.
"Apa!!! Jangan berbohong Park kau tidak punya pengalaman tertarik dengan laki-laki.." Wanita pirang itu berteriak hingga wajahnya memerah.
"Seulgi-ssi tidak perlu pengalaman untuk tertarik pada seseorang. Tapi baiklah jika kau tidak percaya..." Pemuda tinggi yang dipanggil Park itu seolah membiarkan kalimatnya menggantung. Ia kembali menatap Baekhyun kali ini bukan hanya sorot tegas tapi juga intimidasi. Senyum separuh disudut bibirnya seolah menjelaskan apapun tindakan yang dilakukan selanjutnya bukan hal yang menyenangkan untuk Baekhyun.
Byun Baekhyun menarik napas dalam mengumpulkan keberaniannya. Dia berniat membalikkan tubuhnya namun pemuda Park lebih cepat hanya sepersekian detik Baekhyun sudah berada dalam pelukan erat pemuda tinggi tersebut. Napasnya menerpa telinga Barkhyun sekali lagi membuatnya menjadi patung lilin sempurna.
"Turuti semua yang ku katakan, jangan mencoba melawan atau kau akan menyesal!!!" bisik pemuda itu sangat lirih sebelum mengecup telinga Baekhyun, menghembuskan napas hangatnya lalu menjauhkan tubuh mereka.
Tubuh Baekhyun merinding namun juga menegang, hanya satu kalimat yang berputar dikepala kosongnya.
'gila!! ini pelecehan seksual!! ini benar-benar pelecehan!!!'
Alih - alih mengangkat tangannya untuk menampar pemuda itu Baekhyun justru menatap iris pemuda Park yang menghipnotisnya. Ia bepikir semuanya sudah selesai namun Pemuda Park justru menarik tengkuknya memberikan kecupan beberapa kali sebelum melumat bibir tipis Baekhyun dengan lembut.
Baekhyun berusaha mendorong pemuda tinggi itu namun kalimat ancaman berdengung dibenaknya. Mereka benar - benar mengabaikan keberadaan orang - orang sekitar, menutup telinga saat pekikan tidak percaya.
'Ciuman pertamaku!! Lelaki brengsek!!!' maki Baekhyun dalam hatinya.
"Kau percaya sekarang??? Jika tidak itu sama sekali buka urusanku..." Ucapnya datar.
"Kau lelaki bajingan Park!!!" Umpat Seulgi si wanita pirang, ia sempat mengacungkan jari tengahnya sebelum meninggalkan cafe dengan kemarahan dan rasa sakit hati.
"Terserah, thanks atas pujiannya..." Pemuda Park justru terkekeh sebelum memberikan tatapan tajamnya keluar cafe. Orang - orang yang tadinya berkumpul dengan segera membubarkan dirinya.
Pertunjukan sudah usai pergi jika masih ingin merasakan hari esok'
Seperti itulah jika diterjemahkan. Mungkin bagi kumpulan orang tersebut pertunjukan sudah selesai namun tidak untuk Byun Baekhyun. Pertunjukan baru saja dimulai.
Now story is begin.
...
A/N : Hai Macchiato back dengan chapter pertama. Aku harap ini tidak membosankan meskipun tidak sesuai dengan ekspektasi dalam pikiranku. sulit menuangkan dalam kalimat untuk pemula sepertiku. Aku mengetiknya dari ponsel tolong dimaklumi jika banyak typo.
Thank you very much for review, fav juga follownya.
With Love Macchiato Chwang
