PLEASE SAVE ME

Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Disclaimer :

I don't own the character but the story is mine

Macchiato Chwang Proudly Present

...

Third Chapter - Who Are You

...

Baekhyun masih berusaha mempertahankan kesadarannya. Ia tidak bisa menyerah sekarang. Ia membawa langkahnya mendekati mobil hitam tersebut masih ada waktu.

...

Sopir mobil mewah tersebut mengernyitkan dahinya ketika mendengar perintah berhenti saat hendak menyalakan mesin mobil hitam itu dari sang tuan muda. Ia mengira-ngira apa dirinya memiliki kesalahan. Rasanya tidak, namun jika menurut tuan muda itu iya maka tamatlah riwayatnya.

"Apa saya melakukan hal yang salah tuan muda Park?" ucap si sopir ragu. Park Chanyeol tampak enggan menjawab pertanyaan tidak penting dari sopirnya. Mengabaikan tatapan memohon dari sopir tersebut. Sebaliknya ia justru menepuk pundak lelaki yang duduk didepannya.

"Chen, kau hadiri pertemuan itu sendiri aku memiliki urusan lain." Park Chanyeol jelas berbicara padanya namun kilatan matanya justru menatap kearah luar.

"Tapi Presdir..." Ucapan Chen terpotong begitu Chanyeol menatapnya dengan tajam seolah tidak memberikan ruang untuk membantah pada asistennya itu.

"Yesung hyung kau ikut aku." Chanyeol membanting pintu mobil setelah mengucapkan perintah pada Kim Yesung lelaki yang duduk disebelahnya. Sementara pria yang dipanggil Yesung hanya mengendikkan bahunya saat Chen menatapnya dengan pandangan bertanya sebelum mengikuti Chanyeol keluar dari mobil.

...

Park Chanyeol menajamkan pandangannya, memastikan seseorang yang berusaha berjalan kearahnya adalah sosok tersebut.

Ia beranjak dengan cepat menghampiri sosok tersebut mengabaikan tatapan penuh tanya dan pekikan pelan dari orang-orang yang berada disekitar gedung pencakar langit tersebut.

"Baekhyun..." Baekhyun tidak bisa mendeskripsikan rasa lega yang membuncah didadanya. Rasa lega yang sangat saat Park Chanyeol sekali lagi menghampirinya. Baekhyun tidak peduli apakah pria tinggi tersebut mendengar jeritan hatinya atau menangkap pandangannya seperti saat itu. Ia sama sekali tidak peduli yang terpenting Chanyeol berdiri dihadapannya.

"Chan..." bisik Baekhyun begitu lirih. Tubuhnya nyaris terjatuh jika saja Chanyeol tidak menangkapnya dengan cepat, membawa si mungil kedalam pelukan eratnya. Sekali lagi mengabaikan jeritan tertahan dari mereka yang menyaksikan seolah sebuah pelukan dari Park Chanyeol di depan Gedung Empire Park untuk seorang pria muda berseragam sekolah adalah drama terbaik abad ini.

Park Chanyeol maupun Byun Baekhyun sama sekali tidak mengerti arti dari pelukan tersebut. Jelas bukan rasa rindu dari keduanya karena Baekhyun melewati harinya seperti biasa begitu juga dengan Chanyeol. Entahlah mereka hanya tau jika mereka perlu untuk melakukannya.

'hangat... menenangkan...'

Itu suara hati Baekhyun, Chanyeol melepaskan pelukannya perlahan lalu memberi tatapan tajam kepada orang - orang disekitar mereka. Tatapan Chanyeol kembali melembut, tangannya menyentuh pipi Baekhyun. Pria tinggi tersebut terkesiap pipi Baekhyun begitu dingin, wajahnya tampak pucat dan bibirnya hampir membiru.

Dengan sigap ia melepaskan jas hitamnya, memakaikan pada Baekhyun.

"Bodoh..." Kata pertama yang Chanyeol ucapkan begitu keduanya selesai dengan drama pelukan tersebut.

"Maaf Chan..." Baekhyun tidak mengerti untuk apa permintaan maaf yang ia lontarkan. Ia jelas tidak salah.

"Kenapa tidak langsung menemuiku. Berapa lama kau menunggu diluar seperti orang bodoh hah???" Semburan khawatir dan kemarahan Park Chanyeol menjadi satu.

'Mereka tidak mengizinkanku menemuimu...'

Baekhyun tertawa dalam hatinya. Merasa jengkel sekaligus marah. Ia ingin meneriakkan kalimat itu didepan pria Park namun itu tidak akan membantu apapun. Tapi Chanyeol lebih dari paham tentang hal itu sesuatu yang Baekhyun harus syukuri mungkin.

"Aku mengerti Baek, ayo masuk atau kita akan membeku disini." Chanyeol menggenggam tangannya menuntunnya masuk kembali kedalam gedung.

...

Oh anggaplah Baekhyun kekanakan begitu melihat kedua wanita reseptionis yang merendahkannya menatap dirinya dengan pandangan terkejut sebelum membungkuk begitu pula dengan setiap orang yang mereka lewati. Baekhyun bahkan sempat mengacungkan jari tengahnya kepada kedua wanita itu.

"Jangan membiasakan diri seperti itu Baekhyun." Chanyeol menegurnya pelan saat mereka berada didalam lift. Chanyeol menekan angka 30 dengan tangannya yang bebas sementara tangannya yang lain masih menggenggam tangan Baekhyun.

Baekhyun memandang takjub setiap hal yang dilihatnya dilantai 30 hingga seorang wanita cantik menyapa mereka, menyapa Park Chanyeol lebih tepatnya namun Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya. Mereka berbicara beberapa saat sebelum Chanyeol kembali menarik tanggannya menuju sebuah ruangan yang luas.

"Wah... Apa ini ruang kerjamu Chan??? Jabatanmu pasti tinggi Chan..." Baekhyun sepenuhnya melupakan drama diantara mereka sebelumnya. Baekhyun mungkin saja akan lupa dengan tujuannya menemui si pria Park.

"Duduk Baek..." Baekhyun mengingatnya sekarang tujuannya datang menemui Park Chanyeol dan itu membuatnya tidak nyaman.

Baekhyun duduk di sopa hitam sementara seorang pria lainnya yang sedari tadi tidak ia sadari keberadaanya tetap berdiri disamping Chanyeol. Baekhyun terlalu sibuk dengan Park Chanyeol.

Iris baekhyun menatap Chanyeol dengan gelisah berusaha menebak apa yang Chanyeol pikirkan dan bagaimana ia akan mengutarakan niatnya.

"Chan aku ingin menagih hutangmu, saat itu kau bilang aku bisa meminta apapun dan kapanpun..." Baekhyun berhasil menyelesaikan kalimat panjang tersebut tanpa jeda. Namun kegugupan tampak jelas ketika ia jemarinya meremas ujung seragam yang ia kenakan. Hal - hal kecil itu tak luput dari tatapan tajam Chanyeol.

Semenit yang berangsur menjadi lima menit saat Park Chanyeol tak kunjung memberikan tanggapan. Membiarkan semua keheningan yang begitu memuakkan bagi Baekhyun menguasai.

Baekhyun lebih dari tau dan paham dirinya tampak seperti pengemis didepan seorang Park Chanyeol tapi Baekhyun tidak punya pilihan.

"Aku ingin meminjam uang..." Oh bukan hanya pengemis mungkin dalam hati Chanyeol memakinya dengan sebutan murahan, tidak tau malu atau apapun.

"Berapa???" Chanyeol akhirnya memberi tanggapan dengan begitu datar dan dingin.

Iris kelam Chanyeol yang selalu menatapnya sebelum ini sekarang berpaling. Byun Baekhyun hanya seorang pelajar tak tau malu yang meminjam uang pada lelaki yang tidak dikenalnya untuk apa seorang Park Chanyeol harus menatapnya.

Baekhyun ingin menangis sekarang tidak ia sudah menangis. Pipinya mungkin sudah basah namun ia berusaha untuk tidak terisak. Dirinya tidak boleh lebih memalukan dari ini.

" Yesung hyung kau boleh keluar, aku akan memanggil hyung nanti." Pria yang dipanggil Yesung tersebut tidak menjawab, ia hanya membungkukkan badannya sebelum keluar dari ruangan itu meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol dalam suasana yang dingin.

Baekhyun menanti dalam hatinya. Menanti makian dan umpatan seperti apa yang akan Chanyeol berikan atau mungkin lebih dari itu.

Chanyeol berlutut di depan Baekhyun yang masih menundukkan kepalanya. Dalam hati Baekhyun masih tidak mengerti dengan tindakan Chanyeol. Lalu ketika tangan besar Chanyeol menyentuh pipinya Baekhyun paham apa yang akan menantinya.

ahh Chanyeol akan menamparku sekarang... Sekali dua kali bukan masalah...

Baekhyun menatap tepat iris kelam Chanyeol, menarik napas pelan sebelum memejamkan matanya seolah mempersiapkan diri menerima tamparan kuat Chanyeol.

Ia tidak merasakannya, Byun Baekhyun tidak merasakan pipinya perih melainkan sentuhan lembut yang berusaha menghapus air matanya.

"Buka matamu Baek..." bisik Chanyeol. Baekhyun memberanikan diri mengerjapkan matanya.

Ia terkejut begitu melihat wajah Chanyeol begitu dekat dengannya. Baekhyun memutuskan untuk tidak memundurkan kepalanya. Menatap Chanyeol dengan jarak sedekat ini terasa menyenangkan sekarang. Seseorang sudah memberitahu bukan jika Park Chanyeol benar - benar tampan. Baekhyun mengakuinya sejak pertama kali mereka bertemu di EXODUS Cafe.

"Chaann..." Baekhyun tak kalah berbisik, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang harus ia ucapkan sekarang.

"Berapa Baek??? Berapa banyak yang kau butuhkan???" Park Chanyeol belum beranjak dari posisinya.

"Sepuluh juta won tidak lima juta won saja.." Baekhyun menggelengkan kepalanya tak yakin dengan ucapannya. Baekhyun bahkan menghitung dengan jarinya dan itu membuat Chanyeol terkekeh pelan. Faktanya Byun Baekhyun memang tidak tahu berapa nominal yang ia butuhkan untuk membantu pamannya.

Chanyeol mengusap surai Baekhyun lembut. Sebelum melepaskan ikatan tali sepatu Baekhyun. Mengenggam kedua kaki si mungil kemudian menaikkannya keatas sopa.

Apa ini??? Baekhyun sama sekali tidak mengerti pemikiran Park Chanyeol. Sesaat ia menjadi dingin, datar dan tak tersentuh namun berikutnya ia begitu lembut, begitu manusiawi.

"Arasseo Baek jangan menghitung lagi. Sekarang tidurlah Baek..." ucap Chanyeol dengan suara beratnya.

Sekali lagi Baekhyun tidak tahu maksud ucapan Chanyeol. Park Chanyeol belum mengatakan persetujuannya dengan jelas tapi meminta dirinya untuk tidur. Omong kosong macam apa ini. Tiba - tiba Baekhyun merasa takut sekarang. Apa peran yang Chanyeol mainkan saat ini, malaikat baik hati atau iblis dengan tameng ketulusan???

Park Chanyeol sama sekali tidak dapat Baekhyun mengerti...

...

Hai i'm back.. Aku berusaha mengetik lebih panjang tapi gagal.. Ini mungkin masih banyak typo aku harap permaklumannya. Aku suka review kalian, hehehehe itu buat aku semangat untuk mengetik kelanjutan random fic ini. Thanks so much untuk review, fav dan follownya. See you soon..

With Love,

Macchiato Chwang