PLEASE SAVE ME
Character :
Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Disclaimer :
I don't own the character but the story is mine
Macchiato Chwang Proudly Present
Tenth Chapter :
New Things New Life
XO Senior High School, sekali lagi Baekhyun mengusap matanya. Dadanya berdegup kencang, jari tangannya mencubit pahanya kencang seolah ingin memastikan bahwa bangunan megah dihadapannya bukan hanya sekedar mimpi atau khayalannya saja. Meskipun pengacara Chanyeol telah mengatakan bahwa dirinya akan bersekolah ditempat ini masih sulit rasanya percaya ia akan mulai belajar disekolah impiannya. Dia ingin tertawa sarkatis pada dirinya bukankah ini yang disebut dengan istilah "blessing in disguise"
tanpa dia sadari Pengacara Chanyeol Kim Yesung sudah membuka pintu mobil. "Baekhyun-ssi aku akan mengantarmu menemui kepala sekolah." jarang mendengar pria itu berbicara dengan nada yang baik padanya.
"Terimakasih Hyung." balas Baekhyun, meyakinkan diri. Sekarang dia akan akan menemui banyak hal baru, memulai kehidupan baru.
"Selamat tinggal neraka dan selamat datang untuk kehidupan baru. Kau bisa Baek!" bisikan lirih itu Baekhyun tujukan pada dirinya sendiri tanpa menyadari bahwa Yesung mendengarnya.
Kim Yesung masih menampilkan raut wajah tanpa ekspresi namun matanya menatap kasihan pada pemuda mungil itu. 'Maaf kau hanya belum mengenal neraka sebenarnya, nerakamu adalah surgamu sekarang. Semoga beruntung kawan kecil.'
Seluruh proses berjalan dengan lancar bahkan dipermudah oleh kepala sekolah seharusnya bukan dirinya yang menangani urusan sekecil itu tapi siapa yang menyuruh pemuda bermarga Byun itu datang dengan Kim Yesung dan siapa yang tidak tahu orang dibelakang Kim Yesung. Semua orang menyayangi pekerjaan mereka apalagi kepala sekolah sering dijuluki rubah tua licik.
"Miss Seo tolong antarkan murid Byun Baekhyun keruang kelasnya!" pinta kepala sekolah.
"Baik kepala sekolah." jawab miss Seo dengan anggukan.
"Aku akan kembali sekarang jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap Yesung sebelum meninggalkan Baekhyun dengan Miss Seo.
"Tolong ikuti saya Baekhyun-ssi." ucapnya dengan sopan pada Baekhyun, orang cerdas harus tau posisi mereka.
"Terimakasih Miss atas bantuannya." Baekhyun menjawab tidak kalah sopan sembari mengikuti wanita didepannya.
Baekhyun bediri di depan kelas saat diperkenalkan oleh Miss Seo namun tatapannya mengunci pada seorang gadis yang duduk di meja ketiga di tengah Byun Yejin. Baekhyun memutus tatapan mereka setelah Miss Seo menyuruhnya duduk dikursi nomor dua dari belakang dipojok kanan. Seorang murid dengan kulit tan menganggukkan kepalanya memberi senyuman ramah pada Baekhyun.
"Kalian bisa berkenalan nanti saat waktu istirahat sekarang mari kita mulai pelajarannya." Miss Seo memulai pelajaran hari itu.
Baekhyun tidak memerhatikan bahwa waktu satu setengah jam telah berlalu, dia berkonsentrasi penuh pada pelajaran bahasa inggris yang selama ini tidak disukainya. Tempat yang berbeda sikap yang berbeda kau perlu beradaptasi jika ingin bertahan hidup.
Waktu berdering pertanda pelajaran pertama hari itu sudah selesai. Kebanyakan siswa keluar dari kelas hanya sedikit yang tertarik untuk mengenal Byun Baekhyun.
"Mengapa kau bisa bersekolah disini Baek?" suara yang begitu dikenalnya.
"Yejin-ah kau mengenal siswa baru ini?" seorang siswa bertanya sementara yang lainnya masih terkejut bahwa bunga kelas mereka mengenal siswa baru.
"Saudara kembarku dia sebelumnya bersekolah di SMA biasa." jawabnya enteng sementara Baekhyun masih mengacuhkannya.
"Wah orang tua kalian benar-benar mampu." suara lainnya terdengar sinis.
"Dia tidak tinggal dengan paman kami lagi." Yejin tersenyum ramah namun kata-katanya menyiratkan lebih banyak makna.
'Ini balas dendam ku Baek atas keegoisanmu.'"Oh yah kami semua tidak akan mengganggu lagi." murid lainnya pergi dengan pandangan penuh arti sementara di kelas hanya tinggal tiga orang pemuda berkulit tan uang sejak tadi mengabaikan semua orang.
"Tujuanmu sudah tercapai bukan sekarang bisakah kau berhenti mengganggu ketenanganku?" pemuda tan itu menatap Yejin tajam.
"Tujuan apa? Aku hanya menjawab pertanyaan yang lain." Yejin membela diri.
"Apa kau pikir semua orang akan termakan omonganmu? Pergilah sebelum aku menyumpal mulutmu!" balasnya penuh ancaman dan berhasil Yejin pergi dengan dengusan tajam.
"Kim Jongin kau bisa memanggilku Kai." pemuda itu mengulurkan tangannya.
"Byun Baekhyun." balas baekhyun ramah.
"Kau benar-benar bersaudara dengannya?" Kai menyilangkan tangan didepan dadanya.
"Yah begitulah, apa kakakku sangat terkenal disini?" tanya sedikit Baekhyun penasaran.
Kai mengernyitkan alisnya seolah pertanyaan Baekhyun adalah sesuatu yang aneh. "Jika yang kau maksud adalah membuat keributan maka ya, tapi dia memang cukup cantik dan pintar banyak yang mengejarnya."
"Ah seperti itu." Baekhyun tahu kakaknya memang cantik dan pintar juga memiliki banyak teman bibi dan pamannya selalu membanggakan hal itu. Dia bertekad bahwa dirinya tidak akan pernah membolos lagi dan belajar dengan serius.
"Oh siapa yang membawamu kesini? Jangan salah paham Baek aku hanya ingin tahu tanpa maksud apapun."
"Tidak aku tahu maksudmu. Chanyeol yang memindahkanku kesini. Ini adalah sekolah yang selalu ku impikan." seulas senyum manis terukir dibibir pemuda itu.
"Chanyeol? Lee Chanyeol? atau Kim Chanyeol?" Kai sedikit penasaran rupanya ada nama Chanyeol lain yang tidak cukup menakutkan pikir remaja tan itu.
Baekhyun tertawa pelan berpikir temannya itu bercanda. "Maaf aku tidak mengenal Lee Chanyeol atau Kim Chanyeol yang kau bicarakan tapi aku mengenal Park Chanyeol."
Kai terkesima mendengar jawaban Baekhyun, "Berapa banyak orang bernama Park Chanyeol yang bisa memindahkan seorang murid ke sekolah ini?" tanyanya lebih kepada diri sendiri.
"Apa yang kau bicarakan Kai?" Baekhyun melirik teman barunya yang tampak mengetik sesuatu diponselnya.
"Baek, apa Chanyeol yang ini?" Kai menunjukkan sebuah foto.
"Benar, kau mengenalnya juga?" sekali lagi Kai terkejut namun berusaha menampilkan raut wajah biasa.
"Kakak ku mengenalnya, benar-benar mengenalnya." ada berbagai emosi yang tidak dipahami Baekhyun saat Kai mengatakan kalimat itu.
'hahahaha orang yang serupa selalu bertemu. benar-benar lingkaran setan.'
"Kau memiliki seorang kakak? kakakmu pasti cantik." pikiran Baekhyun kembali memutar saat awal dirinya bertemu Chanyeol. Yah Park Chanyeol dan wanita cantik mungkin tidak dapat dipisahkan.
Deringan ponsel membuyarkan lamunan Baekhyun, dan senyuman sinis tampil dibibir Kai saat melihat nama yang ditampilkan dilayar ponselnya. Baekhyun juga sempat meliriknya sekilas hanya tertulis huruf "H"
"Kau tidak mengangkatnya?" Baekhyun terheran saat Kai justru menggeser tombol merah dilayar.
"Kakak ku yang cantik hanya menyuruhku melaporkan kegiatanku hari ini, tidak ada yang penting." Baekhyun tau ada lebih banyak kebohongan dalam ucapan Kai.
"Baekhyun kau akan bertemu dengan kakak ku yang cantik cepat atau lambat dia sudah seperti bayangan Park Chanyeol." kalimat yang penuh keengganan membuat Baekhyun membayangkan banyak skenario. Keduanya mengakhiri percakapan mereka saat jam pelajaran berikutnya dimulai.
"aku di depan, cepatlah keluar!"
begitulah pesan singkat penuh nada perintah yang diterima Baekhyun namun berhasil membuat senyum manis terukir diwajahnya.
"Park Chanyeol?" tebak Kai tepat sasaran. Baekhyun hanya membalasnya dengan lambaian tangan membuat Kai menggelengkan kepalanya.
Baekhyun menarik napas panjang beberapa kali sebelum membuka pintu mobil Chanyeol yang sudah ia hapal diluar kepala. Belum sempat dirinya mengucapkan sapaan, pemuda tinggi itu sudah menarik Baekhyun kepangkuannya memeluknya dengan erat. Baekhyun pemuda itu bahkan tidak tahu apa yang seharusnya ia rasakan saat ini. Perasaan yang lebih daripada rasa rindu juga rasa sakit mengingat sikap dingin Chanyeol belakangan ini.
"Chan, kau baik-baik saja?" bisik Baekhyun seolah belum percaya Chanyeol kembali memperlakukannya dengan hangat.
"ehm tentu, bagaimana hari pertamamu?" Park Chanyeol berbisik ditelinga Baekhyun bibirnya mengecup pelan daun telinga pemuda mungil itu membuat tubuhnya membeku dan memanas. Bukan rasa takut melainkan rindu yang tak berani ia sampaikan.
"Menyenangkan Chan." ucapnya pelan. 'lebih menyenangkan lagi sekarang.'
Baekhyun memberanikan dirinya mengangkat kedua tangannya dan berhati-hati memeluk leher Chanyeol. Sekarang semuanya terasa tepat bagi keduanya. Bibir pemuda tinggi itu mulai turun menelusuri leher jenjang Baekhyun memberi kecupan ringan. Tangan Chanyeol masih melingkar dipinggang Baekhyun dan bagian bawah yang mulai bergesekan. Wajah Baekhyun mulai memerah namun ia tidak akan meminta Chanyeol berhenti. Tidak dia tidak ingin Chanyeol berhenti bahkan jika hatinya masih tidak dapat memahami Chanyeol, masih tidak dapat memahami hubungan mereka. Napas Chanyeol menjadi lebih berat, ia tahu dirinya selalu memiliki pertahanan yang kuat namun sebagai pria dewasa ia juga sadar Baekhyun akan menjadi kelemahannya.
'Belum saatnya Park! Apa gunanya memetik buah yang belum matang. Belum saatnya merusaknya!'
Park Chanyeol menyudahi kegiatan mereka dengan ciuman dikening Baekhyun sebelum memindahkan Baekhyun kembali ke kursi penumpang. Hal yang membuat Baekhyun ragu adalah Chanyeol melewatkan bibirnya benar pria itu tidak mencium bibirnya dan ucapan Kai terngiang ditelingannya.
"Kakak ku mengenalnya, benar - benar mengenalnya."
"Dia sudah seperti bayangan Park Chanyeol."
A/N : Halo semuanya, masih ada yang mengingat cerita ini? Mudah-mudahan masih ada yang mau baca. Oh ya Macchi masukkin Character lain sebelumnya Macchi tanya difanfic yang lain karena gak ada yang kasi saran jadi Macchi masukkin sesuai selera Macchi. Jangan kecewa yaa. Macchi mau balik nulis lagi setelah sebelumnya menghilang Maaf buat semua reader-nim. Semoga masih ada yang minat dengan fanfic ini. Terimakasih untuk semua reader-nim yang sudah menyempatkan diri untuk mampir. Kritik dan saran selalu diterima.
With Love,
Macchiato Chwang!
