Sebuah ruang makan terdengar sangat ramai siang ini. Terlihat beberapa orang pemuda sedang saling berbincang ringan dilengkapi dengan gelak tawa dan sebuah hidangan menarik diatas sebuah meja makan dihadapan mereka. Namun, salah satu pemuda yang merupakan tuan rumah justru hanya diam, tidak ikut berbicara dan hanya fokus pada segelas sampanye yang ada ditangannya, sampai seorang yang duduk disebelahnya menyadari itu.
ㅤ
"Hei, aku baru menyadari bahwa sang tuan rumah yang mengundang kita dalam acara ini justru malah diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun sejak tadi."
ㅤ
Tamu lain yang sejak tadi bercanda tawa satu sama lain langsung terdiam setelah salah satu tamu berambut kecoklatan itu berbicara. Mereka semua mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan pria berambut coklat yang duduk disebelah tuan rumah itu.
ㅤ
"Betul. Come on, ini saatnya kita merayakan keberhasilan drama barumu! Teman kita sudah menjadi aktor yang hebat sekarang."
ㅤ
Sang tuan rumah hanya merespon dengan tawa kecil lalu menyeruput sampanye yang ada digelasnya sebelum mulai membicarakan keberhasilan drama barunya bersama dengan teman-temannya yang dia undang dalam acara ini. Namun, salah satu temannya mulai merasakan kejanggalan di tengah pembicaraan seru mereka. Salah satu kursi disebelah sang tuan rumah kosong, nampaknya ada satu orang tamu yang tidak hadir disana.
ㅤ
"Ngomong-ngomong, pacarmu dimana? Bukankah beberapa hari yang lalu kamu baru mengumumkan pada publik kalau kamu berpacaran dengan seorang aktris, lawan mainmu di drama barumu? Dimana dia?"
ㅤ
Alih-alih menjawab pertanyaan temannya itu, justru sang tuan rumah malah mengambil pisau dan garpu dihadapannya lalu memotong sebuah daging steak diatas piringnya dan memakan daging tersebut.
ㅤ
"Daging ini.. enak bukan?"
ㅤ
Pertanyaan sang tuan rumah dijawab dengan anggukan dari teman-temannya, termasuk oleh salah satu temannya yang baru saja bertanya tadi walau ekspresi wajahnya menunjukkan kebingungannya karena tuan rumah itu tidak menjawab pertanyaannya dan justru malah membahas daging yang dihidangkan dalam acara ini. Sampai sebuah jawaban yang diberikan tuan rumah sukses membuat seluruh tamu di ruangan tersebut membatu.
ㅤ
"Kita sedang menikmati daging pacarku."
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
TO BE CONTINUED
