MONSTER
by
Achan Jeevas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bibir itu saling berpagutan dengan liar dan berlomba mendominasi bibir lawan dengan sensual. Tangan keduanyapun tidak tinggal diam, kedua tangan itu meraba tubuh masing-masing.
.
.
"Kenapa mereka masih belum kembali juga." Ucap Changmin sambil menatap luar bus yang mana tengah terjadi badai hujan.
Saat ini seluruh murid tingkat 2 Atlantis Academy sudah menyelesaikan misi mereka dan mereka bersiap kembali ke Atlantis namun kedua Ketua Asrama mereka masih belum muncul juga.
"Kita tidak mungkin meninggalkan mereka tapi kita juga tidak mungkin tetap berada di dunia manusia. Perjanjian kita dengan para pemimpin Atlantis hanya tiga hari."
"Hiks, Minhyunie.. hiks." Ren menangis dalam pelukan Jaejoong karena sahabatnya itu masih belum kembali juga.
"Ssst, Jangan menangis Ren. Mereka berdua sebentar lagi pasti sampai." Jaejoong mencoba menenangkan Ren namun ia sendiri juga khawatir pada JR dan Minhyun.
Seluruh murid yang ada dalam bus juga khawatir akan dua orang paling populer di Atlantis Academy itu. Selain khawatir mereka juga ketakutan akan suara petir yang menggelegar dan hujan badai yang mengamuk. Di Atlantis jarang terjadi hal seperti ini karena selalu ada sihir yang meredam suara-suara petir itu.
"Kita tidak memiliki pilihan lain selain meninggalkan keduanya." Ucap Siwon dengan lemah dan tangisan Ren semakin keras mendengarnya.
"Tapi–"
"Mereka berdua adalah murid paling pintar, mereka akan baik-baik saja. Jangan sampai para petinggi Atlantis menutup sekolah kita karena melanggar aturan." Ucap Siwon dan ucapannya mendapatkan anggukan dari seluruh guru yang ada disana.
.
.
.
(Warning! NC!)
Tubuh polos Minhyun terlentang tak berdaya dibawah tubuh kokoh JR, ia sudah tidak memakai sehelai pakaianpun, jaketnya sudah menjadi alas tubuhnya dan baju serta celananya sudah dilempar jauh oleh JR.
"Ngh…." Desah Minhyun ketika bibir JR menjelajahi setiap inci dari tubuhnya yang mulus.
Bibir Alpha muda itu menciumi leher jenjang Minhyun turun ke dada dan mampir pada kedua nipple Minhyun, kembali turun ke perut Minhyun hingga ke paha Minhyun.
"Ahn… JR…" desah Minhyun ketika JR dengan sengaja mengigit kecil pahanya.
JR mengeluarkan smirk tampan andalannya dan melumat bibir Minhyun dengan sensual. Dua insan muda yang selalu bermusuhan itu kini yang dipikiran mereka tidak ada hal lain selain tubuh pasangan didepannya.
Adik dari Kai itu langsung melepaskan pagutan bibir keduanya hingga membuat benang saliva terjalin diantara keduanya. JR merentangkan kaki Minhyun sehingga memperlihatkan lubang sempit yang berkedut minta untuk ia masuki.
"Hisap." Ucap JR sambil menyodorkan tiga jarinya didepan wajah Minhyun dengan suara beratnya yang serat akan nafsu.
Dan Minhyun langsung menurut, ia langsung membawa jari JR kedalam mulutnya dan menghisapnya dengan rakus.
JR hampir mendesah ketika merasakan jarinya masuk kedalam mulut hangat Minhyun namun ia buang pikiran itu dan melihat penisnya yang masih tertutup dengan celana jeansnya yang sudah menggembung –JR sudah membuka kaosnya dan melemparkannya entah kemana.
JR tahu jika ini adalah yang pertamakalinya untuk Minhyun, jangan tanya apakah ini pertamakalinya untuk JR karena Alpha muda itu sudah bukan perjaka lagi sejak dua tahun yang lalu, ia sudah sering meniduri banyak perempuan dan submissive.
Tangan kirinya yang tidak berada di mulut Minhyun melecehkan tubuh menggoda dibawanya, tangan itu meraba-raba bongkahan pantat Minhyun dan terkadang mengelus lubang tersebut yang membuat Minhyun tersentak.
"Cukup." Ujar JR namun Minhyun masih asyik menjilati jarinya bahkan Minhyun melakukannya sambil memejamkan matanya, seolah-olah Minhyun tengah menghisap permen lollipop.
"Aku bilang cukup Minhyun, lepaskan." Kini JR menggunakan nada Alphanya dan Minhyun langsung melepaskan jari-jari JR di mulutnya sambil mengerang ketakutan. Sekarang Minhyun benar-benar layaknya para Omega yang belum memiliki mate di Pack Ayahnya.
Tidak mempedulikan Minhyun yang ketakutan karena suaranya, JR langsung memasukan jari-jarinya yang sudah basah karena saliva Minhyun kedalam lubang sempit tersebut.
"Ahh… JR." desah Minhyun ketika ketiga jari itu memasuki lubangnya yang sempit dan ketat.
"Sial." Umpat JR ketika merasakan jari-jarinya diremas dengan kencang oleh lubang Minhyun. Sial bagaimana jika penisnya yang masuk.
JR menggerakkan jari-jarinya dengan hati-hati, dia harus melebarkan lubang Minhyun sebelum sesuatu yang lebih besar masuk kedalamnya.
"Ngh.. Ahh…." Minhyun mencengkeram lengan kokoh JR sambil menggerakkan pinggangnya untuk mengikuti pergerakan tangan JR.
Tidak butuh waktu lama sebelum JR menarik jari-jarinya dan membuka celananya sendiri. "Aku akan masuk."
"Lakukan." Ucap Minhyun dengan pasrah, tubuhnya sendiri dipenuhi dengan peluh.
JR menatap wajah cantik Minhyun yang pasrah dibawah tubuhnya, bibir merah Minyun akibat ciuman mereka terbuka dan sungguh ini adalah pemandangan paling indah dan sensual yang JR pernah lihat seumur hidupnya.
Saat JR mendorong masuk penisnya kedalam lubang Minhyun seketika lubang itu menyempit dan meremas penis JR.
"Akhh…" Minhyun menggigit bibirnya ketika rasa sakit pada tubuh bagian bawanya membuatnya seolah dirobek menjadi dua bagian secara paksa.
JR langsung menciumi wajah Minhyun dan mengucapkan kata penenang. "Sstt… tidak apa-apa, ini hanya sebentar bertahanlah."
Dan Minhyun langsung mempercayai seluruh ucapan JR. "Lanjutkan, jangan berhenti."
Sang Ketua Asrama Malam itu langsung mendorong masuk kejantanannya hingga tertanam sempurna didalam tubuh Minhyun. JR langsung melenguh nikmat ketika dinding-dinding dalam lubang Minhyun menyempit dan meremas penisnya.
"Min..hyun.. kau benar-benar sangat nikmat." Ujarnya sambil menggerakkan pinggangnya dengan berhati-hati. Walaupun JR sudah pernah berhubungan badan sebelum-sebelumnya tapi Minhyun benar-benar nikmat.
Namun sayangnya gerakan penuh hati-hati JR hanya berselang beberapa menit saja karena pada menit selanjutnya gerakannya berubah menjadi bringas.
Nafas Minhyun terputus-putus ketika dorongan penis JR pada lubangnya semakin cepat dan membuat isi kepalanya seakan meledak karena titik kenikmatannya dihajar berkali-kali oleh penis JR.
"Ngh…. Ahn… ahhhh." Minhyun mengalungkan tangannya dileher JR dan terus mendesah kenikmatan tanpa tahu jika desahannya semakin meningkatkan libido JR.
"J.. JR… A-aku…" suara Minhyun terpotong-potong akibat gempuran JR yang begitu cepat.
"Keluarkan saja." ucap JR masih sibuk dengan gerakannya sendiri.
"A-akhhhh!" Teriak Minhyun ketika ia telah sampai pada puncaknya dan dalam beberapa hentakan JR pun menyusul dan mengeluarkan benihnya dalam tubuh Minhyun.
Minhyun memandang perutnya yang dipenuhi oleh cairannya sendiri sedangkan cairan JR yang berada dalam tubuhnya tidak keluar sama sekali karena sempitnya lubang Minhyun. Pemuda manis itu melepaskan tangannya dari leher JR dan dengan rakus mengambil nafas dari mulutnya.
"Siapa yang bilang kita sudah selesai, heh?" ujar JR lalu membawa kaki jenjang Minhyun dibahunya, tangan kirinya mencengkeram kedua tangan Minhyun yang ada diatas kepala. "Satu hal yang perlu kau tahu, minimal membutuhkan tiga ronde untuk memuaskanku."
Minhyun memandang penis JR yang masih berada didalam lubangnya, penis itu kembali mengeras disana dan Minhyun memang lelah tapi gairah sexualnya akibat aroma Imortal Rose meningkat secara drastis.
Dan Minhyun kembali mendesah dengan penuh erotis ketika JR kembali menggembur lubangnya tanpa akhir.
Setelah ronde kedua ini Minhyun pikir mereka akan beristirahat sebentar namun tidak, setelah keluar bersamaan JR langsung membalikkan tubuh Minhyun dan bisa kalian tebak mereka melakukan dengan doggy style yang membuat Minhyun kembali mendesah dengan gila karena dengan gaya ini penis JR benar-benar tertanam sempurna dilubangnya yang sempit.
.
"Kau lelah?" tanya JR sambil mengigit kecil punggung Minhyun yang bersandar didada JR dan menggunakan lengan JR sebagai bantal. Jangan lupakan penis JR yang masih asyik didalam lubang Minhyun dan Alpha muda itu terkadang menggerakkannya dengan perlahan.
"Ngh…" Minhyun mendesah kecil akan tingkah nakal JR, selain memaju-mundurkan penisnya didalam lubangnya tangan JR yang satu laginya juga bermain dengan penis Minhyun yang ukuranya lebih kecil dari penis JR. "Biarkan aku tidur sebentar."
"Itu tidak seru karena aku tidak bisa mendengarkan desahanmu." Ucap JR tepat ditelinga Minhyun dan dengan sengaja ia menjilat telinga Minhyun.
"Ahh…" desah Minhyun. Pikirannya berteriak untuk berhenti tapi tubuhnya selalu bereaksi pada setiap sentuhan JR. Ia benar-benar menyalahkan aroma Imortal Rose.
"I want you ride me." bisik JR.
"Ok." Ucap Minhyun.
Keduanya bergerak untuk mengubah posisi mereka dan kini Minhyun sudah duduk diatas penis JR yang kembali tertanam sempurna dilubangnya.
"Shit, Minhyun… lubangmu benar-benar nikmat."
"Aahhh…" desah Minhyun dan tanpa membuang waktu ia langsung menggerakkan pantatnya naik turun. "Ahh… Ahh… Ahh…."
JR mencondongkan tubuhnya kedepan dan menciumi nipple Minhyun dan membuat desahan Minhyun semakin keras.
"J… R… JR… Ahh…"
JR tersenyum mendengar namanya keluar dari sela-sela desahan Minhyun. Mulut yang selalu mengeluarkan sumpah serapah untuknya itu kini hanya mengeluarkan desahan-desahan erotis dan JR bersyukur pada Imortal Rose karena membuat Minhyun tunduk dibawah kendalinya.
Minhyun terus menaik turunkan pinggulnya cukup kuat dan melakukan ritme yang sama selama beberapa saat. Sang Ketua Asrama Malam merasakan ia menemukan tempat yang sempurna itu di dalam tubuh Minhyun. Tubuh Minhyun benar-benar luar biasa nikmat dan tubuh indah ini adalah apa yang ia cari selama hidupnya. JR harus menjadikan Minhyun miliknya.
JR merasa ia sebentar lagi akan keluar dan saat itulah Minhyun merintih, kaki Minhyun sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi dan tubuhnya sudah mulai lelah, sangat lelah.
"A-ahh... aku .. J-JR .. aku lelah… bantu aku."
Alpha tampan itu langsung meraih pinggul Minhyun dan membantu Minhyun bergerak sedangkan Minhyun sendiri meletakan kedua tangannya dibahu JR dan ia dengan sengaja menancapkan kukunya dibahu JR.
JR tentu sadar akan hal itu namun ia tidak peduli. Sang Alpha itu menarik tubuh Minhyun lebih dekat padanya dan mulai menggigit dan menghisap keras leher jenjang Minhyun. Jika Minhyun menandainya dengan kukunya maka JR melakukannya dengan giginya.
"Ahh… A-aku akan keluar…" ucap Minhyun dan JR menaik turunkan pinggul Minhyun lebih cepat serta menggigit leher sang Penyihir.
"JR!" Sosok yang lebih muda dua bulan darinya itu menjerit kencang ketika ia keluar sambil menyebut namanya.
Membutuhkan dua puluh detik setelahnya agar JR juga keluar dan untuk kesekian kalinya ia keluar di dalam tubuh Minhyun. "Minhyunn…"
JR lalu menjatuhkan punggungnya dilantai rumah yang menjadi tempat berteduh mereka dengan Minhyun yang masih berada diatas tubuhnya dan tertidur didadanya.
.
Aphrodisiac dapat mempengaruhi pikiran dan menyebabkan gairah sexual yang meningkat dan Mawar adalah salah satu tumbuhan yang menyebarkan aroma Aphrodisiac.
Mawar adalah Raja bunga, Ratu esensial dan berkah dari para malaikat, dapatkah kau menebak? Dihargai, dicintai dan dipegang tinggi karena keindahan intrinsiknya, aromanya yang memikat dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Aroma bunga mawar bisa membuat siapapun tersentuh dengan keanggunannya yang sempurna. Bunga ini sering dihubungkan dengan cinta karena bisa membuat hati yang keras sekalipun luluh karena keistimewaannya.
Seluruh Penghuni Bumi setuju bahwa Mawar adalah lambang cinta, kasih sayang, sukacita, kedamaian, kebahagiaan dan cinta yang penuh gairah juga lambang dari kisah asmara yang abadi.
.
.
Seluruh murid kelas 2 dan para guru turun dari Bus ketika mereka telah sampai didepan sekolah tercinta mereka.
"Ren, masuklah ke Asrama. Jangan lupa panggil Sehun untuk datang keruanganku segera. Dan kau Baekho, panggil Kai"
"Baik, Professor Max."
.
.
Brakkk.
Sehun memukul meja kerja gurunya matanya memancarkan kemarahan sedangkan Kai disampingnya hanya diam saja karena Kai mempercayai kekuatan adiknya itu. Adiknya akan baik-baik saja.
"Jika terjadi apa-apa pada adikku, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan Academy ini." ucap Sehun dengan dingin.
"Kami mengerti, Sehun. Beberapa guru sudah menemui para petinggi Atlantis untuk meminta ijin kembali ke dunia manusia dan mencari mereka berdua." ujar Changmin –atau yang sering dipanggil Prof Max dengan tenang.
"Cepat temukan adikku jika kalian tidak mau Kris dan Luhan Blackthorn mendengar ini." setelah mengatakannya Sehun langsung keluar dari ruangan Changmin.
Changmin yang mendengarnya hanya memejamkan matanya. Kris dan Luhan Blackthorn itu sangat protektif pada putra-putra mereka dan mereka tidak akan segan-segan merapalkan mantra pada siapa saja yang melukai putra mereka. Benar-benar orangtua yang mengerikan.
.
.
.
JR memandang kosong jendela rumah tua tersebut, hari sudah pagi dan hujan badai sudah mereda sejak semalam yang hanya meninggalkan jejak-jejak air hujan. Dibelakangnya Minhyun tengah memakai baju. Dalam diam keduanya melakukan perjanjian, anggap kejadian semalam tidak pernah terjadi.
"Mereka meninggalkan kita." ucap JR tanpa memandang Minhyun sama sekali.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin tetap berada disini."
"Aku memiliki hewan peliharaan."
"Aku tidak bertanya itu." ucap Minhyun dengan ketus, mereka terdampar di dunia manusia dan sosok yang sudah mengambil keperjakaannya semalam itu malah membicarakan hewan peliharaan, yang benar saja.
JR memutar matanya mendengar reaksi Minhyun. "Peliharaanku itu seekor Naga."
"Lucu sekali, Manusia Serigala memiliki peliharaan seekor Naga."
JR membalikan badannya dan menatap Minhyun yang sudah memakai pakaian lengkap. "Setidaknya aku memiliki seekor Naga. Kau? Tidak memiliki apa-apa."
Minhyun langsung berdiri dari duduknya untuk membalas ucapan JR dan Minhyun benar-benar menyesal karena sekarang ia merasakan bagian bawahnya sakit. "Anghh… sial."
JR menatap Minhyun khawatir namun ia tidak bergerak dari posisinya. Ia tahu harga diri sosok didepannya itu tinggi dan Minhyun tidak suka dikasihani.
"Aku akan memanggil Nagaku di luar." Ujar JR sambil keluar dari rumah tua itu. "Jika kau keluar bawa bunganya."
.
Minhyun keluar dari rumah tua itu dengan lambat karena rasa ngilu, sakit dan perih pada pantat dan pinggangnya, tangannya menggenggam Imortal Rose. Bunga yang menjadi awal dari segalanya.
Ketika ia keluar dari rumah dan mendongak Minhyun dikejutkan dengan pemandangan dimana JR tengah mengelus kepala seekor Naga yang tampak gagah dengan sisik berwarna perak.
Minhyun sudah ratusan bahkan hampir ribuan kali melihat Naga karena Ayahnya juga memiliki puluhan Naga namun Kris Blackthorn tidak pernah membiarkan kedua putranya itu untuk terlalu dekat dengan Naga-naga miliknya. Dan sekarang Minhyun pertamakalinya melihat Naga sedekat ini.
"Perkenalkan ini Silve Ace. Silver Ace dia Minhyun, Penyihir dari Clan Blackthorn."
Setelah JR mengatakan itu Silver Ace –si Naga langsung menatap Minhyun, Minhyun yang ditatap langsung mendur beberapa langkah. Pemiliknya dan hewan peliharaannya sama-sama tidak menyukai ras Penyihir.
"Tidak apa-apa, Ace. Dia tidak menyerangmu, setidaknya belum. Kalau dia menyerangmu atau melukaimu kau boleh membunuhnya." Ucap JR sambil mengeluarkan smirknya.
Minhyun langsung melotot tajam mendengarnya. "Lucu sekali, Kim."
"Sebenarnya aku tidak sedang melucu. Sudahlah kita terlalu membuang-buang waktu. Ayo naik."
Minhyun melangkah mendekati sang Naga dengan hati-hati. "A-apa dia sudah jinak?"
JR memutar matanya. "Aku sudah memilikinya sejak dia bayi."
Setelah mengatakan itu tanpa banyak kata JR langsung memegang pinggang Minhyun dan menaikan Minhyun diatas peliharaannya.
"Yakkk." Protes Minhyun namun ia langsung terdiam kaku ketika sudah menduduki tubuh Ace –panggilan Silver Ace.
Kini JR yang melompat dengan santai karena ia sudah sering mengendarai Ace dan mendudukan dirinya dibelakang tubuh Minhyun.
"Kenapa kau duduk dibelakang?"
"Dan membiarkanmu duduk dibelakang lalu terjatuh ketika kita baru terbang dan membuat perang antar ras? Tidak terimakasih, aku mau lulus dari Atlantis Academy dulu baru ikut berperang dan membinasakan rasmu." Ucap JR.
Ketua Asrama Malam itu mendekatkan tubuh bagian depannya pada punggung Minhyun –yang duduk didepannya, satu tangannya menyentuh Ace dan tangan lainnya memegang pinggang Minhyun.
"Ace, ayo berangkat."
Dan tidak membutuhkan waktu lama bagi Naga itu untuk terbang kelangit dan membawa dua insan itu ke Pulau Atlantis.
.
Minhyun memandang takjub pemandangan dibawahnya, Ace terbang dengan kecepatan sedang sehingga Minhyun bisa melihat keindahan dunia manusia diatasnya.
"Bagaimana kau bisa memilikinya?"
"Kakekku memberikannya padaku ketika ulang tahunku yang kelima dan saat itu Ace masih baru menetas. Kau lihat cincin ditangan kananku ini?"
Minhyun memandang tangan kanan JR yang memakai cincin titanium berwarna hitam.
"Cincin ini dibuat dari tulang Ibunya Ace –yang saat itu sudah tak bernyawa, Ace dan cincin ini menyatu. Jika aku ingin memanggilnya aku hanya memanggilnya lewat cincin ini."
"Kenapa semalam kau tidak memanggilnya."
"Selain Naga air tidak ada Naga yang kuat dengan udara dingin dan semalam badai hujan begitu lebat." Jelas JR.
"Apa para manusia tidak melihat kita?"
"Manusia tidak bisa melihat kita karena Ace membawa ilusi dan membuat manusia hanya melihatnya layaknya burung biasa. Sejak aku masuk Atlantis Academy, Aku membiarkan Ace terbang sesukanya dan ternyata dia suka terbang di Bumi."
.
.
"Kita sudah sampai." Ujar JR ketika Ace berdiri di langit pulau Atlantis.
"Tapi bagaimana kita bisa masuk? Atlantis memiliki pelindung agar tidak ada sembarang manusia yang bisa masuk."
Ya memang benar apa yang diucapkan Minhyun jika Atlantis memiliki pelindung yang memutari Pulau Atlantis. Bagi manusia biasa yang melihatnya hanyalah lautan namun tidak bagi para penduduk Atlantis sendiri. Dan pelindung itu tersegel oleh para Pemimpin Atlantis dan segelnya hanya bisa di buka oleh mereka.
"Kita harus membuat tanda agar mereka menyadari kita."
"Tanda apa?" Minhyun menatap tidak mengerti JR yang ada dibelakangnya.
JR mengelus Ace. "Ace keluarkan Apimu."
"A-api?"
Sang Naga tentunya langsung menuruti pemiliknya dan dengan segera menyemburkan Apinya.
Minhyun terkejut bukan main melihatnya dan tanpa ia sadari ia merapatkan tubuhnya pada JR yang semakin erat memeluk pinggangnya.
.
.
"Apa adikmu sebegitu lemahnya hingga kau begitu mengkhawatirkannya." Cemooh Kai pada pemuda berkulit putih didepannya.
Sehun menatap Kai dengan matanya yang berwarna hazel –mata yang ia dapatkan dari Ibunya dan bertanda dia sedang dalam mode penyihir. "Aku tidak masalah adikku berada di dunia manusia bahkan selama satu bulanpun aku tidak apa-apa tapi yang menjadi masalahku adalah adikku bersama dengan adikmu, Bajingan."
Kai sudah siap membalas ucapan Sehun ketika ia tidak sengaja menatap langit dan melihat semburan Api diatasnya. Matanya langsung melebar melihat Api besar yang keluar dari mulut hewan yang sudah ia kenal betul. Itu adalah Silver Ace, peliharaan adiknya.
"Panggil para guru!" teriaknya pada para murid yang ada disekitarnya. "CEPAT!"
.
"Ada apa Kai?" tanya Leeteuk –guru ramalan di Atlantis Academy sekaligus salah satu guru yang memiliki posisi yang penting di Atlantis.
"Professor itu adalah Naga milik JR. Aku yakin dia membawa JR dan Minhyun. Tolong buka segel pelindungnya, Professor." Jelas Kai.
"Kau yakin?" tanya Jaejoong memastikan.
"Sangat, Prof."
Leeteuk mengangguk lalu merapalkan segel pembuka pelindung dan dalam sekejap mata Naga yang tadi hanya berputar-putar diatas sambil menyemburkan apinya langsung terbang dan menukik tajam kearah mereka.
Beberapa murid sedikit menjauh dari lokasi tersebut karena ketakutan akan Naga yang baru pertamakali mereka lihat itu.
"Hai, Semua." Sapa JR dengan santai setelah Ace menginjakan kakinya dilapangan sekolahnya.
Minhyun langsung turun dari tubuh Ace tanpa mengatakan apa-apa pada JR.
"Ini Imortal Rosenya, Prof Hero." Ujar Minyun sambil menyerahkan keranjang berisi Imortal Rosa pada gurunya itu.
"Minhyun!" Sehun berlari dan langsung memeluk adiknya dengan erat. Minhyun hanya diam, ia tidak membalas pelukan kakaknya sama sekali.
"Aku lelah, Kak." Ucapnya dengan nada lemas dan melepaskan pelukan kakaknya pada tubuhnya dan langsung berlalu menuju kamar asramanya.
Sehun menatap terkejut akan reaksi yang ia dapatkan dari adiknya. Ia lalu membalikan badannya dan menatap kakak beradik Kim sedang berbicara entah apa itu, dia tidak peduli.
Sehun langsung mendekati JR –yang sudah turun dari tubuh Ace dan Si Naga itu sekarang terbang lagi- dan mencengkeram kerah JR. "Jika terjadi apa-apa pada adikku, aku tahu siapa penyebabnya dan akan aku pastikan hidupmu penuh penderitaan sampai kau mati."
JR langsung menepis tangan Sehun dari kerah bajunya, ia menatap Sehun dengan mata berwarna greynya. "Kau terlalu cepat seribu tahun untuk mengancamku dengan omong kosongmu itu."
Sehun sudah siap memberikan pukulan pada JR sebelum tangannya ditahan oleh Prof Max. "Sehun, berhenti!"
"Lepaskan aku, Prof. Akan ku bunuh bocah sialan ini."
"Minus 20 point dari Asrama Siang karena kalimat berupa ancamanmu itu." Ucap Changmin.
Sehun langsung menatap Professor didepannya ketika mendengar point asramanya di potong. "Tapi, Prof dia–"
"Yang penting sekarang adikmu sudah ada, jadi tenangkan dirimu. Mengerti?"
Sehun terdiam dan mencoba menetralkan nafasnya yang memburu karena amarah. Dia menatap kedua Kim bersaudara didepannya dengan tatapan penuh kebencian lalu segera berlalu dari hadapan mereka menuju kamar adiknya.
Changmin menggelengkan kepalanya melihat tingkah Mantan Ketua Asrama Siang itu, ia lalu menatap kedua sosok tampan didepannya. "Kai masuklah ke Asrama dan kau JR, ikut aku. Kau harus menceritakan semuanya."
"Baik, Professor Max."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
February 18, 2018
.
.
