Prologue
Dimasa itu, seluruh kehidupan dibelahan dunia terancam mati oleh kehadiran Tenshi, meski kami-sendiri telah tiada ditangan 8 Raja Iblis Agung, Octagram! peninggalan berupa Artifak Suci seperti Scared Gear adalah sumber sejati dari malapetaka sendiri, Perang Tenma yang tak kunjung berakhir telah merenggut nyawa dari orang-orang yang tak bersalah, karena alasan tersebut salah satu raja dari kerajaan Falmuth, Youm! memilih untuk mengaktifkan Lost Magic : Destroyer dan Membantai lebih dari 1/3 populasi Tenshi,.
Dan disaat bersamaan, Setelah berhari- hari Octagram akhirnya menyelesaikan formula terakhir sihir Ruang waktu berskala besar, dan berkat sihir tersebut. Mereka Akhirnya dapat memindahkan seluruh wilayah kekuasan mereka kesuatu tatanam disemesta lain,.
Didunia lain, sebuah fenomena distorsi ruang waktu secara tiba-tiba muncul diatas langit magnolia dan sekitarnya, Fenomena dimana munculnya permukaan dunia lain diatas langit itu sukses mengambarkan Sepuluh Dewan Sihir Suci ERA, untuk menyelediki Fenomena tersebut. Dewan memberikan perintah kepada Fairy Tail, Blue Pegasus, Catshellter, dan lamia Scale untuk melakukan misi penyelidikan namun, sebelum penyelidikan itu dimulai wilayah tersebut secara tiba-tiba menghilang dan menjadi misteri selama 7 tahun lebih.
Original story by : Raphael-san,.
Title Story : Sono hoka no seikatsu ( Other Lives )
Disclaimer : Not mine, and everything belongs to the creator of each.
Note : Mengandung Typo's, OOC, semi-cannon, Isekai!. Bashing Chara and The main character is not a man or woman, Genderless,.
An : Cerita pertama yang saya buat, jadi wajar bila masih ada banyak kesalahan dalam mendeskripsikan bentuk dari suatu obejek.
Bab 1 : Rimuru Tempest,.
Angin malam yang berembus kencang, menerbangkan dedaunan yang berguguran, disebuah reruntuhan bangunan pemerintahan. Terlihat seorang figur menyerupai Gadis sedang duduk diatas singgasananya sambil menatap kearah langit berbintang, Ia memiliki surai Ginsei ' 銀青 ' as name Blue Silver. Tergerai mencapai punggung, Dia memiliki wajah yang sangat cantik melebihi kecantikan seorang Dewi, Sehingga orang-orang takkan pernah merasa bosan untuk memperhatikannya. Tak lupa dengan syal hitam yang melingkar lehernya. pakaian yang ia kenakan berupa kaos berwarna hitam, dipadukan dengan blazzer dan jubah dengan warna yang serupa, serta celana dan sepatu kulit hitam yang menutup seluruh tubuhnya, ( An : Pakaian yang rimuru kenakan saat menghadiri Walpurgis ).
" Semuanya berubah dalam 7 tahun terakhir, ya? " katanya lirih, Beberapa gumpalan awan menyatu menjadi satu titik, membuat cahaya matahari tak mampu menembusnya, alhasil satu wiliyah itu menjadi gelap gulita. Dalam hitungan detik, angin malam yang sebelumnya berembus kencang secara tiba-tiba berhenti, Bunyi symphony dari seranga dan binatang malam lainnya yang sebelumnya saling bersahutan! kini hilang tak berbekas, seakan sebelumnya tak pernah ada. Tak lama kemudian, pandangan matanya teralihkan ketika dia merasakan kehadiran seseorang sedang mendekat kearahnya.
" Maaf, sudah membuat anda menunggu Rimuru-sama! " Kata waninita itu sopan, sesaat sebelum mengambil posisi bersujud ( An : Bayangkan adegan saat Momonga dari anime Overlord memerintahkan bawahannya untuk bersujud kepadanya! ).
" Hm, tidak masalah Shuna! " Jawab Rimuru kemudian berdiri dari tempat duduknya, sebelum berjalan kearah reruntuhan jendela, dia berdiri dan menatap kearah pemandangan kota sambil memasang wajah tersenyum, saat ini dia benar-benar merasa bernostalgia, melihat kembali Tempest yang telah selesai dibangun kembali dalam kurun waktu yang cukup lama, meski harus membutuhkan waktu 3 setengah tahun, menurutnya tak ada masalah, sisanya Dia memiliki waktu 4 tahun untuk menunggu Teman-teman sesama Maou bangkit dari tidur panjangnya,.
" Dan dalam 7 Tahun terakhir kita berhasil lolos dari penyesalan kita, semuanya terbayarkan dengan lahirnya Koalisi Jura Tempest yang baru! Shuna, untuk beberapa alasan. Aku akan mengunjungi Underworld ( An : Underworld adalah sebutan untuk Dunia para penyihir seperti Natsu dan teman-temannya! ) sementara itu, katakan kepada Veldora untuk menggantikanku memimpin koalisi jura tempest yang baru-" Katanya dengan jeda sejanak, Rimuru berbalik. Dia kemudian menatap wajah pelayan terdekatnya dengan tatapan lembut, tak lupa dengan seulas senyum tipis yang menghiasi cantiknya.
" Apa anda membutuhkan pengawal? " Rimuru menggelangkan kepalanya sesaat sebelum berkata, " Tidak, itu tidak perlu! aku akan pergi sendiri, sisanya aku percayakan kepada kalian! " Bersamaan dengan kata terakhir itu selesai diucapkan, Rimuru berlari untuk beberapa saat sebelum melompat dari atas reruntuhan bangunan pemerintah dilanjutkan dengan terbang mwnggukan sepasang sayap yang keluar dari punggungnya.
Shuna menatap kepergian rajanya dengan pandangan sedih, sejujurnya Shuna merasa memiliki suatu kewajiban tersendiri, sebagai sorang pengikut yang setia, setidaknya dia harus selalu berada disisi rajanya. Bahkan bila rajanya memintanya untuk membunuh dirinya sendiri, maka dengan senang hati akan ia lakukan, namun apa boleh buat. jika tidak bisa sekarang? maka dia hanya perlu melaksanakan tugas yang beliau berikan kepadanya.
Sementara itu, didunia bawah,.
Tempat yang pertama Rimuru kunjungi adalah pelabuhan Hargeon, sejujurnya dia tidak tahu mengapa hatinya menuntunya ketempat ini? namun dia merasa akan ada sesuatu yang menarik, dan sayang bila dilewatkan.
Setelah berjalan cukup lama untuk mencari sebuah penginapan, Rimuru akhirnya menemukan penginapan terdekat, setelah memesan satu kamar kosong untuk satu malam serta satu gelas bir dan satu porsi kue kering, Rimuru kemudian berjalan memasuki kamar yang dia pesan dan menunggu pesanannya datang sambil mengistirahatkan tubuhnya, meski dia merasa tidak lelah namun entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa malas beraktifitas. Dan cenderung menghabiskan waktunya dengan tiduran diatas punggung Rangga dalam wujud slime-nya.
Beberapa menit kemudian, pintu kamar diketuk seseorang dari luar, Rimuru turun dari atas ranjang dan berjalan kearah pintu, sesaat sebelum membukanya, " Permisi Nona, saya datang untuk mengatarkan pesanan anda, biayanya adalah 500 Jawell " kata pelanyan itu kemudian meletakan pesanan Rimuru diatas meja didekat lemari pakaian, dan ranjang. untuk sesaat Rimuru mengangguk, dia kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah koin berjumlah lebih dari 500 jawell, dan memberikanya kepada pelayan tersebut! " Arigatou, tetap uang yang anda berikan dari harga pesanan anda? " pelayan itu terlihat bingung, sepertinya ia salah Mengartikan maksud Rimuru, seperti Aku ingin pesan lagi / Dia salah memberikan jumlah uang yang harus dibayar.
" Anggap saja sebagai bantuan kecil untuk putri bibi yang sedang sakit! " Kedua bola mata wanita itu melebar, dalam hidupnya tak pernah terfikirkan bahwa akan anda orang yang baru pertama kali ia temui, mengetahui sesuatu yang hanya diketahui olehnya sediri, ataupun orang terdekatnya. Tak beberapa kemudian, Ekspresi wajah wanita itu kembali normal, setelah mengucapkan Terima kasih wanita itu pergi dari kamar rimuru dengan ekspresi wajah senang.
' Sepertinya firasatku benar, jauh berbeda dengan sebelumnya. Mungkinkah ini berkat dirimu? Raphael-san? '
' Lapor, semua itu tidak benar, bagaimapun juga Master sudah banyak berkembang! '
Rimuru berbalik dan berjalan untuk mengambil segelas bir, " selamat menikmati! " setelah mengatakan kelimat tersebut, Rimuru meminum sedikit bir, dan mulai memakan kue kering yang ia pesan, rasanya memang tidak buruk, setidaknya cukup enak meski tidak seenak buatan Shuna dan Gobichi. Tak beberapa kemudian, dia mulai merasakan kantuk sesaat sebelum akhirnya tertidur pulas.
Keesokan Harinya,.
Rimuru terbangun dengan nafas yang tersengal-segal, dia menatap kearah langit-langit atap dengan pandangan kosong, lagi-lagi tentang mimpi itu!? Rimuru bangun dari posisi tidurnya dan beranjak kearah kamar mandi dan memberishkan wajahnya, " Apa yang harus kulakuan, Shizue-san? " katanya, sambil menatap pantulan wajahnya dicermin. Kenyataannya, kenangan Manis akan jauh lebih mudah dilupakan! berbanding terbalik dengan kenanagan buruk yang akan terus membekas dalam ingatan! Rimuru sadar dia juga bukan orang naif, ia tahu Semuanya telah berubah sejak hari itu! dan sejak hari itu juga, ia membenci sesuatu yang berhubungan dengan Kami dan pengikutnya. Itu adalah hal yang wajar, setidaknya dirinya yang merupakan Raja Iblis jika membenci kami dan pengikutnya adalah hal yang wajar bukan? mengingat perbedaan elemen dasar mereka! seperti halnya Manusia dengan tanah,. Selain itu, Iblis dikategorikan sebagai seorang Mahluk pembakang! mengingat perbuatanya terhadap Kami dan menipu Adam serta Eve untuk memakan buah pengetahuan. Setelah merasa dirinya jauh lebih tenang dari sebelumnya, Rimuru kemudian berjalan keluar dari kamar mandi, dia menatap sejanak kearah jam dinding yang telah menunjukan waktu pukul 07.00 pagi hari. Sesaat sebelum berbalik dan melanjutkan langkah kakinya, setibanya dilantai bawah ( AN : Penginapan ini memiliki 2 lantai, dan kamar yang ditempati Rimuru berada dilantai dua dengan nomer urut 201, jadi silahkan Imajinasikan sendiri seberapa luas penginapan tersebut ). Rimuru mengambil Tempat duduk didekat meja kasir, lalu dia segera memesan segelas Wine dan memperhatikan sekitarnya,.
" Bukankah ini terlalu sepi? " Tanya Rimuru sambil memperhatikan Ke-3 perlanggan dari kalangan lansia, Wanita itu kemudian merespon dengan tersenyum kecut,.
" Hai, semuanya berubah sejak kerusuhan yang terjadi 2 tahun lalu, hari itu terdapat sepasang kekasih yang memandu kasih tanpa didasari sebuah pernikahan, dan mengakhiri hidupnya dipenginapan ini! sejak saat itu munculah rumor tentang roh yang bergentayangan, sehingga banyak langganan kami yang kabur karena takut akan rumor tersebut! " Kata wanita itu sambil menyajikan segelas Wine diatas meja,.
" Hm, seperti biasa ya - " Jemari tangan halus yang halus dan indah meraih, memegang permukaan gelas itu sebelum mendekatkan kebibirnya, " - Manusia selalu berlebihan untuk terus menerus meresa takut kepada sesuatu yang tidak jelas, tidak lebih tepatnya tidak masuk dan tidak dapat diterima oleh logika mereka! " lanjutnya sambil membuka sedikit bibirnya, dan menuangkan Wine itu kedalam mulutnya.
Kelopak mata rimuru seketika melebar, Wine ini? seperti sebuah Nostalgia ya, Andai anda disini Gazel-Senpai, Rimuru menghabiskan isi gelas itu dengan cepat, pandangan matanya teralihkan kearah wanita dihadapanya, untuk sesaat dia tersenyum tipis sebelum mengulurukan telapak tanganya kedepan,.
" Berapa uang yang perlu kubayar untuk 3 botol penuh wine ini? "
" 30.000 Jawell, tetapi kami hanya memiliki 2 Botol yang masih untuh jadi Ojou-san bisa membanyarnya seharga 20.000 Jawel termasuk potongan harga 20% bagaimana, Apa ojo-san tertarik membelinya? "
" Baiklah, kurasa tak masalah keunganku " Jawab Rimuru sambil memberikan sejumlah uang yang seharga kedua botol Wine itu, Wanita itu menerima uang pemberian Rimuru lalu menyimpanya dilaci kasir sesaat sebelum berbalik dan membuka lemari penyimpanan. ( An : tepat berada dibelakangnya ). Dilanjutkan dengan mengambil 2 buah wine botol dan memberikannya kepada Rimuru" Arigatou! " Katanya sambil menyimpan kedua botol wine itu didalam sihir ruang penyimpananya, dia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan kasir.
Setelah cukup lama berjalan meninggalkan penginapan, menuju arah stasiun kereta, Rimuru menghentikan langkah kakinya ketika secara tak sengaja ia merasakan kehadiran seseorang yang cukup kuat.
' Terlebih itu dia memiliki aura Naga didalam tubuhnya, apa ini yang disebut seorang Dragons Slayer? ' Rimuru mengalihkan pandangan matanya kearah dimana ia merasakan Aura tadi, dia memperhatikan Interaksi antara 2 orang pria dan satu ekor kucing sebelum mengambil keputusan lebih lanjut,.
" Oi, bang! cepat bangun! sebentar lagi kereta akan berangkat! " Kata seorang staff Kereta, sedangkan lawan bicaranya terlihat tidak dalam kondisi yang baik, lihat saja wajahnya yang membiru karena menahan mual. Merasa kasihan, Rimuru memutuskan untuk membantunya.
Dia kemudian berjalan menghampiri keduanya sambil mengeluarkan sebotol pencairan dari High Potion, yaitu Low Potion.
" Minumlah obat ini, setidaknya dapat membuat kondisi Ni-san jauh lebih baik! " Kata Rimuru sambil memberikan Low Potion, Pemuda itu menerima pemberian Rimuru,. " Arigatou! " katanya, dilanjutkan dengan membuka penutup botol dan meminum habis low potion tersebut.
Sring,.
Secara mengejutkan kondisi pemuda membaik, mabuk perjalanan yang sebelumnya dia rasakan dalam hitungan detik menghilang!? dia kemudian mengambil posisi berdiri dan keluar dari dalam kereta, dilanjutkan dengan menatap sosok yang lebih muda darinya dengan pandangan bersahabat.
" Arigatou, Karenamu mabuk perjalananku telah sembuh! "
" Tak perlu difikirkan Ni-san, aku senang bisa membantu! sampai jumpa! " Setelah mengatakan itu, Rimuru kembali melanjutkan perjalanannya. Meninggalkan pemuda dan kucing berwarma biru yang menatap kepergianya.
" Kau beruntung Natsu! dia anak yang baik! " kata seekor kucing berwarna biru, sedangkan pemuda yang dipanggil Natsu itu tersenyum tipis, dia merasakan nostalgia tersendiri saat berdekatan dengan anak yang menolongnya, persaan yang sama saat ia rasakan dengan Ayahnya,.
' Mungkinkah, dia sama sepertiku? Dragons Slayer? '
Sementara itu disisi lain, Seorang Penyihir Roh bersurai pirang terlihat sedang berjalan tergesa-gesa sambil memasang mimik wajah kesal, pasalnya setelah menawar, dan merayu penjual dengan kencantikannya, sebagai seorang Gadis ia merasa kesal karena kecantikannya hanya dihargai dengan 1.000 Jawell,.
' Cih, ini benar-benar membuatku kesal, jadi aku hanya dihargai 1000 jawel!? jika semua tidak aku beli maka- ' Gadis itu mengumpat disela langkah kakinya, lalu secara tiba-tiba terdengar teriakan para Gadis dan sukses membuat pandanganya teralihkan,.
Kyaaa.
" Katanya seorang penyihir terkenal datang kekota ini, Dia salamander-sama! " Kata kedua Gadis yang baru saja berjalan melewatinya.
Salamander? penyihir api yang katanya apinya tak terjual ditoko!? ' tanyanya dalam hati, Dia kemudian berlari mengikuti kedua Gadis didepannya, sesampainya di lokasi, Gadis malang itu justru terkena pemgaruh sihir Charm, sihir yang memungkinkan pemiliknya membuat para Gadis disekitarnya jatuh hati kepadanya, namun karena alasan tertrntu sihir itu tidak diperjual belikan lagi dan sekarang bagaimana sihir seperti itu ada padanya? dilain sisi, setelah membantu menyembuhkan Mabuk kendaranan seorang pemuda,.
Lalu secara kebetulan, Rimuru diikuti Natsu dan kucing yang ia tolong sebelumnya tiba dilokasi, sementara Rimuru sibuk dengan birnya pemuda itu kemudian berjalan untuk memeriksa kerumunan para Gadis.
( An : Sebelumnya mereka telah memperkenalkan dirinya satu sama lain, adegan memang sengaja tidak ditulis! )
" Igneel! " Panggil Natsu, Disaat bersamaan Gadis bersurai pirang yang sebelumnya mengunjungi toko perlengkapan sihir tersadar, dia kemudian menatap kearah Natsu.
" Siapa kau!? "
" Salamander, itulah aku! " Jawab pria itu, dia kemudian menatap kearah natsu.
" Eh, Dia pergi!? " Katanya lirih, disaat bersamaan secara tiba-tiba, para Gadis yang berada didalam pengaruh sihir Salamander menyeragnya,.
Duak,.
" Hentikan, dia tidak bersalah! " Kata, lebih tepatnya perintah Salamander agar para Gadis berhenti memukulinya, Natsu kembali mendekat disaat bersaman dia menerima Tanda tamgan salamander.
" Apa ini!? " Tanya Natsu dengan ekspresi wajah malas,. Salamender menjawab. " Tanda tanganku, Kau bisa memberikanya kepada sahabatmu! " Natsu mengembalikan kertas berisikan tanda tangan itu, sambil berkata " Maaf, Aku gak butuh! "Mendengar perkataan Natsu, para Gadis itu segera melayangkan beberapa pukulan, tendangan, dan serangan terakhir sukses membuat Natsu terlempar kebelakang,.
" Sepertinya kamu sedang tidak beruntung, Natsu! "
" Malam ini untuk tamu yang diundang, datanglah kekapalku untuk berpesta! Red Karpet! " Setelah mengatakan itu, Salamander menjentikan jarinya, tak berselang beberapa detik masa mana mengumpul dibawah kakinya membentuk sebuah karpet berukuran kecil sebelum membawanya terbang,. Adegan kemudian berganti disebuah rumah makan, sebagai Hadiah ucapan terima kasih, Gadis itu memutuskan untuk mentraktir kedua sahabat itu untuk makan di sebuah warung makan sambil membicarakan beberapa hal, dia juga memperkenalkan dirinya, lebih tepatnya hanya nama depanya saja disusul Natsu dan kucing bernama Happy.
Pembicaraan mereka juga mengenai alasan mengapa Natsu mengunjungi kota ini, karena Ia mencari Igneel dan salah mengartikan bahwa Salamander sebagai Ayah Naganya, dia juga menceritakan peristiwa 7 tahun lalu saat Ayahnya secara tiba-tiba menghilang, dan tentang wilayah Khusus yang ia lihat sebelumnya. Setelah pembicaraan itu berakhir, Natsu kemudian mengunjungi salah satu Tempat tinggi Di Hargeon yang memungkinkanya untuk melihat secara luas kearah pelabuhan kapal.
" Hm, siapa sangka kita akan bertemu kembali, Natsu-Kun! " Sapa Rimuru, sambil berjalan mendekat, Sementara disisi Natsu. Pemuda itu mengalikan pandangannya kearah sumber suara dia tersenyum saat mengetahui siapa pemilik suara itu,.
" Kupikir kamu sudah kembali Rimuru-san? " Rimuru mengangkat sudut alisnya, Namun ia memilih untuk menunggu Natsu melanjutkan kembali perkataanya,. " Dilihat dari penampilanmu, kamu pasti berasal dari keluarga terpandang? bukankah akan ada orang yang menjemputmu pulang? " Memang benar, dari penampilan Rimuru saat ini? wajar saja bila akan ada orang yang salah mengartikan bahwa ia berada dikeluarga terpandang, meski kebenarannya dia adalah Raja Dari Para Monster, juga salah satu dari 8 Raja Iblis Agung, Octagram.
" Keyataanya aku bukanlah dari keluarga terpandang Natsu-kun " Jawab Rimuru sambil mengingat kehidupannya sebagai Mikami Satoru, sebelum sampai dititik ini, ia hanyalah seorang pria berusia awal 37 tahun dari kalangan biasa, setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya, ia kemudian berkeja di perusahan kontraktor besar lalu mati karena ditusuk dan bereinkarnasi menjadi slime,.
" Hanya saja aku- Ne, bukankah itu kapal milik salamander-sama? " Tanya salah satu Gadis, Tak jauh dari tempat Natsu, Happy dan Rimuru berdiri,. " Salamander? siapa dia? " Jawab dan tanya sosok yang kedua,.
" Kau tak tahu, Salamander dari Fairy Tail yang terkenal itu? "
' Fairy Tail? '
Natsu mengepalkan telapak tanganya, entak kenapa ia memiliki firasat buruk, Rimuru menatap kearah kapal itu sesaat,.
' Raphael-san, Apakah kemungkinan pria yang dijuki salamender itu berbahaya? ' ' Lapor, kemungkinan adalah 99% bagaimana menurut anda, Master? '' Arigatou, Raphael-san sisanya biar aku yang urus! '
Rimuru mengalihkan pandanganya kearah Natsu, dia kemudian menepuk bahu pemuda yang jauh lebih muda darinya, karena merasakan ada yang menepuk bahunya? Natsu kemudian mengalihkan pandanganya kearah pemilik tangan sehalus kapas iru.
" Daijobou Natsu-kun, meski firasatku mengatakan akan ada sesuatu yang buruk, selama ada aku disini! aku akan membantumu sebisaku? bagaimana menurutmu? " Kata dan tanya Rimuru sambil tersenyun tipis, sukses membuat Natsu tersipu malu, Sejujurnya dia adalah Gadis kedua selain Lissana yang mampu membuat dirinya tersipu malu, Natsu akui itu mrmang benar dan Rimuru-san terlihat sangat cantik bila tersenyum, setidaknya itulah yang dipikirkanya saat ini.
" A, Aku tak masalah! selama Happy bisa membawaku terbang kesana. lalu bagaimana denganmu!? " Natsu mengalihkan pandangan matanya kearah lain, disaat bersaaman dia mencoba agar sebisa mungkin menyembunyikan rona merah diwajahnya namun terlambat baginya, karena Rimuru terlebih dahulu melihat wajah Natsu yang memerah malu.
' Jangan katakan ia tertarik denganku? tidak jiwa laki-lakiku! '
" Itu perkara yang mudah! " Setelah mengatakan itu, sepasang sayap Naga berwarma hitam keluar dari punggung Rimuru, Natsu menatapnya dengan tatapan terkejut tak berselang lama,dia kemudian menyeringgai ketika forasatnya mengatakan akan terjadi pertarungan yang cukup seru,.
" Yosh, Kita pergi! Happy! "" Aye, Sir! "Adegan kembali berganti, dan memperlihatkan Lucy yang sedang terpojok, setelah ia Dia mengetahui kebenaran dari undangan Salamander palsu, serta kehilangan kunci untuk memanggil Rohnya,
' Sial, Tanpa kunciku aku tak mungkin bisa mengalahkan mereka semua dengan serangan fisik!? aku harus bagaimana!? '
" Menyerahlah Ojou-san, kamu tidak mungkin dapat lolos dari kami! " Kata salah satu bawahan Salamander, diikuti tawa rekan-rekannya, tak berselang lama, secara tiba-tiba Natsu, Turun dari atas langit diikuti oleh Rimuru dan Happy yang tebang dengan sepasang sayap masing-masing, Namun Karena kondisi kapal yang bergoyang, dan Natsu yang memiliki kelemahan terhadap kendaraan, sukses membuatnya terkapar tidak elit diatas Lantai. Melihat kejadian itu, Rimuru memutuskan untuk menahan mereka, Mengabaikan reaksi orang-orang disekitarnya, Rimuru segeramenginjakkan kakinya diatas lantai kapal tak lupa dengan menghilangkan sepasang sayap Naga miliknya." Happy, bawa Ojou-san itu, sisanya biar aku yang urus! Keluarlah Rangga! " Setelah mengatakan itu, sekaligus memberi perintah kepada salah satu pelayannua yang bersrmbunyi dibalik bayangan, Seekor Serigala berukuran setinggi Paha orang Dewasa keluar dari dalam banyangan Rimuru,. " Wahai, Majikanku Maou Rimuru! Rangga datang bertugas! " Rimuru mengangguk, sementara itu Happy segera membawa Lucy terbang menjauh, bagaimanapun juga kucing akan merasa takut terhadap seekor anjing, meski rangga sebenarnya adalah serigala yang jinak,. ' Siapa Gadis itu? Apakah dia pengguna roh, tunggu tapi dia tidak memiliki kunci bukan? terlebih dari itu dia keluar dari dalam bayangan bukan? ' " Pengguna sihir roh? tidak itu berneda! " Rimuru tersenyum tipis ketika melihat ekspresi wajah terkejut mereka, respon mereka, setidaknya kini ia mengetahui sedikit sihir yang digunakan didunia ini selain dari informasi yang diberikan Souei.
" Rangga, bawa Natsu-kun menjauh dari sini! " Perintah Rimuru sambil menunjuk pemuda bersurai merah muda itu, " Siap laksanakan, Wahai Majikanku! " Jawab rangga kemudian mengigit kerah Baju Natsu sebelum meleparkanya keatas punggungnya dan berlari keluar ruangan kapal,.
Disaat bersamaan, Happy dan Lucy terjatuh dari atas ketinggian karena faktor perubahan Happy yang telah habis, didalam dasar laut, Lucy kemudian berenang untuk mengambil kunci miliknya dan memanggil salah satu roh terkuat miliknya, kurang lebih kejadian selanjutnya sama dicanon,.
Sampai ombak besar yang menyapu kapal salamander membawanya kepesisir pantai, beberapa Gadis yang telah tersadar akan pengaruh sihir sleeping segera berlari keluar dari kapal, disusul dengan Natsu yang telah kembali fit dan manantang Salamander dan pengikutnya.
" Sial, apa yang sebenarnya terjadi!? " kata salah satu bawahan salamander palsu.
Tap
" Natsu! Rimuru! " pannggil Lucy dan Happy secara bersamaan,.
" Kaukah penyihir Fairy Tail! "
" Memangnya kenapa!? hajar dia! "
" haik! "
" Perhatikan baik-baik! " Natsu melepas salah satu pakaian yang ia kenakan, disaat bersamaan dua orang bawahan salamander palsu berlari kearahnya namun naas, mereka berdua dapat dikalahkan hanya dengan satu pukulan.
" Jangan khawatir, telat bilangnya. Tapi Natsu juga penyihir! " kata Happy sambil memakan ikan yang entah sejak kapan telah berada ditanganya,.
" Aku Natsu dari Fairy Tail, Aku tak pernah melihatmu sebelumnya! "
" Fairy tail!? "
" Lambang itu, dia asli Bora-san! "
" Baka! jangan panggil aku dengan nama itu! "
" Bora, Bora prominence, dia dikeluarkan oleh serikat beberapa tahun lalu! " Kata Happy menjelaskan beberapa hal yang ia ketahui.
" Aku tak tahu kamu orang baik atau bukan! tetapi takkan kumaafkan karena telah membuat nama baik Fairy tail hancur! " Natsu berjalan kedepan dengan ekspresi wajah kesal.
Disisi lain, setelah menyadarkan beberapa Gadis yang masih terkena Sihir Sleeping milik Bora, Rimuru keluar dengan cara menghancurkan salah satu pintu kapal menggunakan sebilah katana yang dilapisi sebuah Api berwarna hitam,.
" Memangnya kenapa Gaki!? Remoues Phantasm! "
Lingkaran sihir berwarna unggu tercipta dihadapan bora, dan mengeluarkan sebuah bola api yang kemudian meluncur layaknya sebuah prokyetil yang ditembakan,.
Duar,.
Boro menatap kearah kobaran api itu sesaat sebelum berbalik dia berkata,.
" Aku tak ingin mengalahkan pria sepertimu, terlalu mudah! "
" Apa ini, api ini tidak enak sekali!? apa kamu benar-benar penyihir api!? "
" Hah! "
" Sepertinya aku tak perlu mengurus mereka, sisanya aku serahkan kepadamu! " Kata rimuru sambil menyarungkan katanya kembali, dia berbalik dan terbang dengan sepasang sayap yang keluar dari punggungnya,.
" Hm, tak masalah! sisanya biarkan aku yang mengurusnya! Karyu no Hoko! "
Dalam satu kali tarikan nafas selesai dikumpulkan, Natsu meyatukan kedua telapak tangannya didepan mulutnya dan menyemburkan api melalui celah jari telapak tangannya,.
Duar,.
Beberapa detik kemudian,.
" Bora-san, aku pernah melihat orang ini sebelumnya, dengan rambut merah muda dan syal yang mirip sisik ular, tidak salah lagi dia- "
" Salamander!! " lanjut lucy,.
kembali kepertarungan, bora kembali membuat lingkaran sihir dan menembakan bola sihir-sihir layaknya sebuah barisan peluru yang ditembakan, dengan kedua api ditelapak tangannya, Natsu berlari kearah bora sesekali menghidari tembakan sihir itu,.
Setelah jarak dikedua terbilang cukup dekat, Natsu kemudian melompat dan diakhiri dengan memukul bora, alhasil pria yang mengaku dirinya sebagai salamander sukses telempar jauh kebelakang, sesaat sebelum berhenti setelah menabrak beberapa rumah warga dan sebuah longceng disebuah menara. Disisi lain, Lucy tak menatap pertarungan yang berlangsung beberapa detik itu dengan kedua bola mata yang melebar dan mulut yang terbuka,.
" Dia memakan api, dan memukul dengan api? apa itu benar-benar sihir? "
" Sihir yang memungkinkan untuk membuat api, memakan, menyimpan dan mengeluarkan api, sihir yang dapat mengubahmu menjadi Naga! "
" Dengan kata lain sihir kuno, Dragons Slayer! " Kata Happy menjelaskan, Lucy mengangguk tak beberapa lama kemudian secara tiba-tiba rombongan tentara datang, tak mau urusan semakin jauh, Natsu berbalik dan berlari kearah Lucy sesaat sebelum menarik tangan Gadis itu agar segera menjauh dari tempat kejadian.
Disisi lain, Rimuru menatap kearah bulan purnama dengan seulas senyum tipis. " Sepertinya, sesuatu yang menarik akan segera naik keatas panggung, Natsu-kun "
Bersaama dengan kata terakhir itu selesai dikatakan, Rimuru segera terbang keatas sesaat sebelum menghilang diantara awan-awan.
