Pagi yang cerah yang sama di mana masuk sekolah setelah setahun lebih daring.seorang anak perempuan sedang berlari terburu buru karena terlambat sekolah

"anjin, gwa telat coeg."

'sial sial seharusnya tadi malam aku tidak begadang kalau gini susah kan. yah jika kalian bertanya tentang nama. namaku Kaede,itu saja aku malas memberitahu nama belakang ku. lupakan itu aku akan terlambat ke sekolah.

aku terus berlari dan Tanpa kusadari aku terus berlari tanpa memperhatikan jalan.

(you know lah apa yang terjadi nanti)

Tiba tiba Truck ngento* seenak jidat nerobos lampu merah dan aku tertabrak.

"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa".

bukannya menghindar malah teriak blok


perlahan lahan aku membuka mataku.

"apa yang terjadi?".

"ke-kenapa aku ada di hutan?" bukanya aku tadi di tabrak truck jingan?".

aku melihat lihat sekitar ku dan yang kutemukan hanyalah pepohonan yang lebat.

'hebat, sepertinya aku bereinkarnasi'. pikirku.

"sepertinya aku harus jalan jalan dulu agar aku tahu di mana aku berada".

'tunggu, bukan nya biasanya ada dewa atau Dewi yang akan muncul dan mengatakan kalau kau datang reinkarnasikan?'. aku bertanya pada diriku sendiri.

pikiranku buyar ketika aku mendengar semak semak di dekatku bersuara.

"s-siapa di sana".

keluar dari semak semak adalah seekor Anjing yang sangat lucu.

"A-anjiiiinggggggg".

"sepertinya aku dapat teman".

"guk guk".

"hei kau mau jadi temanku?".

anjing itu mengganguk

"yosh mulai hari ini kau adalah teman pertama ku setelah reinkarnasi".

"hmm, bagaimana kalau aku memanggilmu Pi?".

anjing yang sekarang bernama Pi itu senang dan gulung gulung di tanah.


"hmm sepertinya aku berbeda dengan sebelumnya.rambutku berwarna perak. sial aku tidak menyangka aku akan secantik ini". aku terlalu senang sehingga aku berteriak melihat pantulan wajahku di sungai.

"Pi apa kau lapar?".

"gyunn". anjing itu hanya mengangguk

"yosh ayo kita memamc-".

sebelum aku menyelesaikan kalimatku tiba-tiba sebuah anak panah melesat dan menembus Pi.

"a-apa?".

"piiiiii". aku berteriak dan memeluk anjing hanya untuk tau dia sudah mati.

"ti-tidak mungkin". air mata mulai menetes dari mataku

Sekelompok 6 orang keluar dari balik pohon

"hei lihat anjing itu sudah mati". kata seorang pria yang tampaknya berusia 30 tahun dan membawa sebuah busur dan anak panah.

"heh, usaha kita membawakan hasil setelah memburu anjing sialan yang telah mencuri makanan di desa kita". balas seorang pria di sampingnya

"k-kenapa kalian membunuhnya hanya karena dia mencuri?. kataku sambil terisak.

"heh, apakaha tidak boleh". kata pria yang lainnya

"jangan jangan kau pemilik anjing itu"?.

Aku tidak menjawab

"cih, kau berani mengabaikan Shinobi seperti ku kau kuran-". kata katanya terhenti ketiak aura berwarna ungu keluar dari tubuhku.

"kalian semua akan kubunuh!". aku berteriak dan marah.

"jangan meremehkan kami gadis kecil". salah seorang pria mengeluarkan Kunai dan melemparkannya tapi kunai itu hancur begitu mendekati ku.

"ha? bagaimana mungkin".

"mati". ucapku dengan tatapan kosong dan hal yang terjadi berikutnya adalah tubuh yang terkoyak dan organ organ di tubuh berserakan bersimbah darah. hanya sisa satu dari mereka.

aku berjalan mendekati mereka.

"j-jangaj mendekat, pergilah kau monster". dia perlahan mundur karena ketakutan.

"katakan padaku dari mana kalian berasal".

".k-kota di barat sekitar 1 Kilometer dari sini".

"Terima kasih".

kuremas kepala pria itu hingga hancur.dengan amarah yang tak terkendali aku terbang menuju kekota yang di katakan pria itu. dalam hitungan detik aku sudah sampai di atas sana.

'jadi ini kota mereka? aku tidak akan membiarkan kalian begitu saja'

di kepala ku ada suara yang terus menerus menyuruhku untuk menghancurkan kota ini.

"Aku akan memusnahkan kalian semua". aku berteriak dengan sangat keras di atas langit yang cukup keras untuk di dengar oleh semua orang.

'amarah dan kebencian melahapku. serius aku semarah ini hanya karena seekor Anjing. perlahan mataku menghitam dan aku kehilanga kesadaran dan tertelan dalam kemarahan.

Segera setelah aku kesadaran ku di ambil alih oleh kemarahan

aku mengangkat tanganku ke udara, energi yang sangat padat dan kuat yang

terkumpul di udara dan membentuk sebuah bilah hitam keuunguan yang mirip bijudama. dan tanpa panjang lebar aku mengarahkan nya ke bawah


dalam kurant satu detik kota itu hancur tak tersisa.ledakan besar menelannya tanpa ampun

tak berhenti sampai di situ kemudian aku memanggil semacam armor perak yang berkilau yang menyatu dengan warna rambutku.

Fumetsu no ken

Aku memanggil sebuah pedang berwarna oren seperti api dari langit .pedang itu bersinar terang dan sangat panas.

kemudian aku megayunkan pedang itu.

hutan dan gunung yang ada di dekatku semuanya hancur terbelah dan terbakar.tak cukup berhenti di situ aku pergi ke araha Utara dan menemukan sebuah desa yang kemudian hancur menjadi debu setelah terkena tebasan pedangku aku terus menerus mengayunkan pedangku untuk menghancurkan apapun yang menghalangi.


Di didekat perbatasan desa Suna, Gurun pasir

"Cakra yang sangat luar biasa ini benar benar gila dan kebencian yang di keluarkan nya benar menutupi dunia". ucap seorang berambut oren yang terbakar.

"hahaha ini benar benar luar biasa padahal aku baru di ciptakan oleh Dia dan di kirim ke dunia ini untuk mengawasi bocah itu.bahkan ini belum satu jam dari dia reinkarnasi.cakra ini berasal dari daerah di dekat Konoha.baiklah kalau begitu kita lihat apa Dia menciptakan ku dengan kekuatan yang kuat untuk menghentikanmu."

Dengan itu pria itu pergi dengan kecepatan cahaya menuju ke arah Kade yang tengah mengamuk.


Maaf Kalau jelek karena ini cerita emang ngasal. jadi mohon di maklumi.kalau gak suka ya jangan di baca skip aja