Episode 2
"heh, tidak kusangka akan sampai seperti ini kerusakan nya".
hutan gundul di ratakan oleh tebasan yang mampu membelah gunung gunung yang tinggi seperti kapas.
amukan Kaede memusnahkan semua yang ada di depannya.
Pria itu langsung menuju dengan kecepatan gila sambil mengayunkan tinjunya hanya untuk di hindari oleh Kaede.
Kaede tepat mengayunkan pedangnya ke arah pria tersebut secara vertikal untuk membelahnya menjadi dua bagian.
sayang pedang itu hanya menebas udara kosong dan di gantikan badai apa sebesar gunung yang menelan Kaede dan meledak dalam radius 25 KM
"sepertinya serangan itu akan melukainya". kata pria itu yang muncul tepat di bawah setelah ledakan
asap bertebaran dan mulai menghilang hanya untuk menunjukkan Kaede yang masih melayang terbang di atas tanpa menerima goresan sedikitpun.
'kau pasti bercanda kan' batin pria itu
Kaede kemudian turun kebawah dan langsung melompat dengan Badai petir yang mengelilinginya .
"apa kau ingin beradu Taijutsu atau mungkin Kenjutsu mengingat kau memegang pedang. tunggu, kau kan tidak tau keduanya".
Pedang Kaede berbenturan dengan tinju pria berambut oren itu. efek serangan mereka mendistorsi area di sekitar mereka dan menggetarkan udara dalam radius 40 KM.
mereka terus beradu pukulan tanpa henti.di saat sela sela pukulan Pria berambut oren itu mengeluarkan semua elemen dalam bentuk gigantic yang dapat memusnahkan sebuah Desa besar dalam sekejap. Kaede hanya membelah serangan itu dengan pedangnya.
"cih, pedang itu dapat menghapus Cakra". dengus pria berambut oren tersebut.
"kalau begitu terima ini". 6 bola bola hitam kecil terbentuk dan melesat ke arah Kaede.
Kaede menciptakan Petir dari cahaya dan kegelapan untuk menangkisnya.
kemudian Kaede mengarahkan tangannya ke Pria tersebut.
"Shinratensei". ucapnya dengan lirih.
serangan itu mendorong nya dengan kekuatan luar biasa yang pernah di gunakan oleh Pain untuk meratakan Konoha dalam sekejap.
"Bansotein".
itu menariknya dan kemudian Kaede memukul nya tepat ke perutnya dan membuat meluncur ke bawah dan membuat kawah seluas 500 meter.
"oi oi, yang benar saja kekuatan itu sama sekali tidak masuk akal". gerutu pria berambut oren itu.
"Limbo".
dia menggunakan klon nya yang tidak terlihat untuk menyerang Kaede.
tetapi Kaede mampu menghindari nya dan menyerang Klon itu dengan pukulan yang di penuhi oleh Cakra alam dan mengalahkan nya.
lalu Kaede mengangkat tangannya ke atas dan Langit mulai gelap.
"Cakra alam bergerak menuruti kehendaknya". sial
Bola ungu raksasa yang mirip seperti rasenggan terbentuk.ini berbeda dari Juubidama sebelumnya ini 10 kali lebih kuat.
"sial sial sial, serangan itu akan memusnahkan segalanya. kalau begitu.
pria itu menepuk kedua tangannya dan dan barier berwarna merah dalam jumlah ratusan terbentuk.
Kaede melemparkan bola itu ke bawah.Bols tersebut menghantam barier itu dan menghancurkan nya seperti kertas.
"sial kalau begitu aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan ini seperti yang di perintahkan Dia .
segel mulai menyebar dari tubuhnya dan segera segel itu dengan cepat menuju ke arah Kaede dan mengikatnya. Bola itu lenyap dan Kesadaran Kaede sedikit kembali".
"a-apa yang terjadi?.di mana ini?". dia bertanya dengan kebingungan.
"cih akhirnya kau sadar juga gadis pemarah".
"apa?siapa kau ha?". sentak Kaede
"heh, jadi kau sudah kembali sadar ya walau tidak sepenuhnya".
"hah memangnya aku kenapa?".
"dasar bodoh kau baru saja mengamuk dan kehilangan kendali hanya karena seekor anjing bodoh yang kau temui kurang dari satu jam. lihatlah sekeliling mu kau telah menghancurkan segalanya. kau bahkan bisa saja menghancurkan semua negara dasar idiot". Pria itu berteriak karena dia benar benar kehabisan kesabaran nya hanya dengan berbicara dengan gadis itu.
"hehe". Kaede tertawa kecil.
"kenapa kau malah tertawa dasar idiot".
"woi siapa yang kau panggil idiot".
"dahlah males aku ladenin kau".
"oh ya ngomong ngomong kau siapa?"
"setelah kau menghajar ku kau baru tanya namaku."
"aku kan tadi sedang hilang kendali coeg".
"gak usah ngegas, cih seperti nya kepribadian mu yang tidak Berakhlak itu masih ada bahkan setelah kau di reinkarnasi kan".
"tunggu, kau tau?".
"ya tentu saja orang menciptakan ku lah yang membawa ke dunia ini."
"jadi dia?. di mana orang itu akan menghajarnya karena berani membawa ku ke dunia sialan ini".
"hahaha kau ingin menghajarnya?. jangan bercanda. dia itu Raja dari semua nya, kau hanya akan terhapus dari cerita ini.lagipula dia membawamu ke dunia ini itu ada alasannya."
"apa itu?".
"ya terserah dirimu".
"lah terus ngapain kau tadi melawanku".
"kau kehilangan kendali bodoh karena itulah aku di kirim ke sini,cih sebaiknya aku pergi saja karena urusan ku sudah selesai".
"kau sudah mau pergi?ke mana?.
"ke cerita lain ini bukan tempatku ini tempatmu.dan tenang saja aku sudah memasang segel untuk menahan kekuatan mu agar kau tidak kehilangan kendali lagi.ya setidaknya kau bisa memakai kekuatan mu sekitar 5% dari seharusnya".
"hei bukankah itu terlalu lemah"?. protes Kaede karena tak senang dia menjadi sangat lemah.
"lemah?lemah kau bilang? jika kau bisa memakai 100% kekuatan mu maka kau akan tahu dengan melihat pertarungan kita tadi idiot".
"berhenti memanggilku idiot .iyalah terserah jadi apa yang harus ku lakukan sekarang?".
"entahlah mungkin dengan membangun Sebuah Desa Shinobi mengingat sekarang Di dunia ini sedang terjadi perang dunia Shinobi 3, ya lebih tepatnya itu baru terjadi 1 bulan yang lalu. terserah kaulah pokoknya jangan ngamuk lagi soalnya aku yang bakal susah dan mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu, bye".
"tunggu aku lupa menanyakan namamu?".
"hmmm, Hiro".
"baiklah Hiro, aku Kaede".
"Ya ya ya by". Hiro melambaikan tangannya dan kemudian portal hitam muncul dan menelan nya.
"bye". seru Kaede
Kaede berbalik dan melihat sekitar yang hanya hancur tak berbekas.
"ya sepertinya aku harus mulai memikirkan rencana untuk membangun desa seperti yang di katakan oleh Hiro".
