Terima kasih sudah membaca dan review. Jangan lupa mampir di cerita saya yang lainnya. Mohon maaf jika cerita ini lama updatenya, fic ini hanya pelepas penat semata saat bosan mengerjakan fic utama (Golden Magic).


Chapter 2: The Real Sword Art Online

Naruto memandang jam yang menunjukan pukul tujuh malam. Ia menghela napas dan menenangkan jantung yang berdetak kencang. Sensasi bermain dalam dunia game adalah hal yang belum pernah dirasakan dirinya.

Naruto berjalan keluar kamar untuk makan malam. Ia tinggal sendirian di rumah yang terlampau besar ini. Naruto hanya ditemani oleh beberapa maid yang mengurus pekerjaan rumah.

Naruto berjalan pelan menuju ruang makan. Beberapa maid terlihat sibuk menyajikan makanan. Saat mereka melihat majikannya hendak kemari, mereka mempercepat pekerjaan agar saat Naruto duduk, makanan sudah tersaji di atas meja.

Pemuda kaya raya itu menyantap makanannya dengan tenang, sementara para maid berbaris rapi dengan mata tertutup. Ruangan tersebut hening. Setelah selesai makan malam, Naruto mengambil smartphone di saku celananya dan membuka akun e-bank.

Naruto tersenyum tipis. Menjadi pemain 'pay to win' itu ada kenikmatan tersendiri. Orang seperti Naruto–yang tak perlu memikirkan masalah uang–tidak perlu berpikir panjang jika ingin membeli sesuatu di dalam game. Buktinya saat ini ia sedang mentransfer uang yang ada di rekeningnya ke akun yang dikaitkan ke dalam game SAO. Tidak tanggung-tanggung, pemuda itu mentransfer uang sebesar 1.000.000 Yen (kurang lebih 138.000.000 dalam bentuk rupiah).

Naruto tersenyum puas saat melihat notifikasi bahwa transaksinya selesai. Tak lupa ia juga memeriksa saldo akun gamenya.

Setelah makan malam, Naruto kembali ke dunia SAO untuk hunting dan berhenti bermain game setelah targetnya tercapai.


Keesokan harinya, Naruto log in SAO setelah sarapan. Ia mengambil cuti beberapa hari untuk menikmati game pertama berbasis virtual reality. Seperti biasa, saat menginjakan kaki di Town of Beginnings, hal pertama yang Naruto kunjungi adalah bundle shop untuk membeli item berbayar yang di reset setiap hari.

Setelah puas menghamburkan sebagian kecil uangnya, ia menuju pasar tempat membeli bermacam item pendukung. Naruto membeli beberapa puluh potion untuk persediaan. HP potion dan MP potion menjadi item wajib yang harus dimiliki setiap player saat hunting.

Naruto yang sudah level 17 tidak lagi hunting di Unknow Forest. Dalam dunia RPG, semakin kau membunuh monster yang level-nya berada di atas kau maka item drop semakin bagus, juga sebaliknya. Naruto saat ini fokus memburu monster level 20. Nampaknya, hanya ada beberapa orang saja yang sedang hunting di sini.

Di menu pilihan, ada tabel yang memperlihatkan rangking level semua player, Naruto berada di urutan sepuluh besar pemain dengan level tertinggi. Tentu saja, dengan adanya tabel seperti itu membuat siapa pun akan terpicu menaikan level agar peringkat mereka naik. Ini adalah salah satu strategi pengembang untuk membuat pemain bersaing satu sama lain.

"Hei kau, apa kau sedang hunting sendirian?"

Naruto yang baru saja membunuh beberapa monster mengalihkan pandangannya pada sumber suara. "Ya, memang kenapa?"

"Apa kau ingin membuat party denganku?"

Party merupakan grup yang berisikan beberapa pemain. Party memiliki beberapa keuntungan, salah satunya pembagian merata item drop antar pemain. Contoh; jika satu pemain mendapatkan item maka semua pemain yang tergabung ke dalam party akan mendapat item yang sama.

Naruto berpikir sebentar, tidak ada salahnya mencoba hunting secara berkelompok. Ia ingin melihat apakah solo hunting atau party hunting yang lebih menguntungkan. "Baiklah, aku mau."

"Bagus! Sekarang party kita sudah lengkap lima orang."

"Lima?" Naruto melihat beberapa pemain yang tadi sedang berburu kini mendekati dirinya. Pandangannya beralih saat sebuah panel yang bertuliskan 'Paysan mengundangmu ke dalam party' lalu Naruto menekan tombol 'ok'. Setelah itu, deretan bar muncul di sudut samping kiri atas. Di sana juga tertulis IGN (In Game Name atau nama character) anggota party.

"Lucifer-san, selamat datang ke dalam party," kata Paysan.

"Y-ya, terima kasih." Naruto sedikit gugup.

Naruto hunting bersama party-nya hingga langit berwarna jingga.


Mungkin ini terdengar sedikit gila, Naruto dan party-nya hunting selama 10 jam. Dari pagi hingga sore. Mereka hanya istirahat pada siang hari.

Waktu menunjukkan pukul 17.30. Dunia SAO memiliki waktu yang sama seperti Jepang. Jika di Jepang malam hari maka di sini juga akan malam. Naruto dan yang lainnya berada di bar setelah lelah berjam-jam hunting. Kini Naruto mencapai level 20 dan peringkatnya naik menjadi ke-7.

Rekan party Naruto berpamitan untuk logout. Naruto tersenyum saat mereka melambaikan tangan dan hilang dalam pecahan cahaya. Akhirnya, hanya Naruto yang ada di bar.

"Ini saatnya untuk menganalisis pendapatanku hari ini." Naruto bergumam sambil mengangguk.

Untuk awalan, ia melihat forum resmi Sword Art Online. Informasi adalah hal paling penting, pertama yang ia lakukan adalah mencari informasi seputar SAO di forum resminya. Apakah ada berita terbaru atau tidak.

Tidak banyak informasi penting. Di forum hanya membahas berbagai attribute equipment dan pemberitahuan pemingkatan jumlah pemain SAO. Hingga detik ini, total orang yang membeli diks game SAO mencapai 250.000 orang. Perkembangan yang cukup pesat dalam kurun waktu satu hari. Tentu saja, berbagai media berita yang berjasa dalam peningkatan ini.

Contoh sederhananya adalah Itube yang paling berkontribusi dalam mempromosikan sesuatu. Orang-orang yang meng-upload video gameplay SAO tentu saja mengundang minat mereka yang menontonnya.

Informasi penting yang Naruto temukan hanyalah pemberitahuan update bundle.

"Lumayan," gumam Naruto tipis lalu keluar dari forum.

Selanjutnya Naruto menganalisis dan membandingkan untung mana antara solo hunting atau party hunting. Bagi dirinya yang telah membeli daily benefit maka jawabannya adalah solo hunting lebih menguntungkan. Kenapa? memang benar jika hunting bersama party akan mendapatkan lebih banyak drop item, tapi dari segi mendapatan col dan exp akan dibagi.

Contoh sederhananya, saat Naruto solo hunting maka tiap kali dia membunuh monster ia akan mendapat 500 exp dan 300 col. Saat ia bersama party maka tiap kali member membunuh monster akan mendapat 250 exp dan 130 col.

Yang menjadi pembeda di sini adalah teman party Naruto cukup lama untuk mengalahkan tiap satu monsternya. Perbandingannya adalah jika Naruto telah selesai membunuh 3 monster maka temannya baru membunuh 1 monster.

Melihat perbandingannya seperti itu maka ia putuskan akan solo hunting untuk kedepannya.

Setelah selesai menganalisis, ia akan menuju bundle shop untuk membeli item baru yang diperdagangkan sebelum logout.


Informasi yang ada di forum salah satunya adalah update bundle daily benefit. Sebelumnya hanya ada tiga jenis daily benefit. Mari kita urutkan semua jenis daily benefit.

Daily col benefit, Naruto sudah membelinya dan aktif hingga 30 hari.

Daily hunting benefit, Naruto sudah membelinya dan aktif hingga 30 hari.

Daily experient benefit, Naruto sudah membelinya dan aktif hingga 30 hari.

Daily diamond benefit, belum membeli.

Daily quest benefit, belum membeli.

Di dalam Sword Art Online ada dua jenis mata uang, yaitu col dan diamond. Mata uang diamond adalah mata uang yang sulit didapat dan tak bisa ditemukan saat hunting. Mata uang tersebut hanya bisa didapat melalui top up atau menyelesaikan quest tertentu.

Tanpa pikir panjang Naruto langsung membeli bundle yang belum ia beli.


Waktu menunjukkan pukul 18.01. Naruto telah puas membeli item berbayar. Saatnya untuk logout dan kembali ke dunia nyata. Tubuh Naruto terpaku saat ia tak menemukan tombol logout di pengaturan. Keringat mulai mengalir. Hawa tak enak menjalar di tubuhnya.

"Ada apa ini?" tanya Naruto dalam hati. Saat pikirannya memproses apa yang sebenarnya sedang terjadi, suara bel di pusat kota membuyarkan pikirannya. Awan yang semula bergerak pelan kini kian cepat setiap detiknya.

Para pemain yang masih login berbondong-bondong menuju alun-alun kota. Jumlahnya sangat banyak. Sekitar 100 ribuan lebih. Naruto berdiri paling akhir sambil bersandar di tembok rumah.

Ia sempat mendengar pembicaraan tentang tidak ada tombol logout di pengaturan. Hal itu membuatnya sedikit lega karena bukan ia saja yang memiliki nasib itu.

Saat Naruto menengadah ia melihat simbol 'warning' simbol itu kian meluas dan membuat kubah yang menutupi alun-alun. Semua orang semakin panik tak terkecuali Naruto. Meski terlihat santai saja, tetapi dalam hatinya ia gelisah.

"Ada apa ini?"

"Apakah ini sejenis event?"

"Aku merasa tidak enak dengan ini."

Beberapa ucapan yang menggambarkan kekhawatiran ia dengar. Orang-orang mulai takut dan panik. Dalam kepanikan itu, muncul sosok raksasa berjubah merah yang melayang di atas semua player. Naruto bisa melihat nama yang muncul di atas kepala sosok merah itu.

"Game Master?" batin Naruto.

Sosok raksasa berjubah merah yang merupakan game master tersebut merentangkan kedua tangannya. "Para player sekalian, selamat datang di duniaku. Namaku Kayaba Akihiko. Saat ini, hanya aku yang dapat mengendalikan dunia ini."

Naruto memincingkan mata. Nama tersebut sudah tidak asing lagi dalam industry game. Nama yang sangat terkenal karena ia adalah penemu game bertama berbasis virtual reality, juga merupakan pembuat SAO.

"Aku yakin kalian semua sudah menyadari kalau tombol logout tiba-tiba hilang dari menu utama. Tapi, ini bukanlah kesalahan atau bug game. Ini adalah fitur asli dari SAO yang update pada waktu 18.00." Kayaba menjelaskan sambil membuka menu utama, tujuannya adalah tombol logout yang tak ada.

"Fi-fitur?" Salah seorang pemain mengungkapkan ketidakpercayaannya.

"Para pemain tidak bisa keluar atas kehendaknya sendiri dan nerve gear tak dapat dihentikan di dunia nyata. Dengan kata lain, mustahil untuk melarikan diri. Jika ada yang melepas nerve gear secara paksa, pemancar yang ada di dalamnya akan memancarkan microwave yang kuat dan menghancurkan otak. Hidup kalian akan berakhir saat itu juga."

"Apa-apaan itu?"

"Ayolah, ini candaan yang buruk."

Kayaba kembali berbicara. "Sayangnya, beberapa dari teman kalian mengacuhkan peringatan ini dan melepas nerve gear secara paksa. Hasilnya, dua ratus lima puluh satu keluar dari dunia Aincrad ini dan juga dari dunia nyata untuk selamanya." Kayaba kembali menggerakkan tangannya dan di sekitarnya muncul layar yang menampilkan pemberitaan 'kematian karena SAO'.

Para pemain semakin takut. Banyak yang protes, frustasi, ada juga yang hanya mematung di tempat dengan pandangan kosong. Semua yang ada di pusat kota bermandikan ketakutan, termasuk Naruto meski ia dapat menenangkan diri.

"Hanya ada satu cara untuk keluar dari game ini, yaitu menyelesaikan permainan dan mengalahkan bos lantai 100. Tapi, harap di ingat. Tidak ada cara untuk menghidupkan player di dunia ini. Jika bar HP player mencapai nol maka mereka akan hilang dari dunia ini dan nerve gear akan menghancurkan otak mereka. Dengan kata lain, kalian akan mati."

"Para pemain sekalian, semoga berhasil."

Dengan kalimat penutup itu, sosok raksasa perlahan lenyap dalam ketiadaan dan logo warning yang menghiasi langit menghilang, memperlihatkan langit malam dengan jutaan bintang.

Tidak ada yang beranjak pergi dari sini. Mereka masih mencerna kenyataan pahit yang menghampiri mereka. Ini terlalu besar untuk ditampung otak manusia. Perlu waktu untuk menerimanya.

Naruto yang pertama berbalik arah lalu pergi menuju gang kota yang gelap. Tujuannya adalah suatu restoran untuk menenangkan diri. Ia berjalan hingga pinggiran kota dan menemukan bar kecil. Pemuda pirang tersebut masuk dan mencari tempat di sudut ruangan. Ia memesan segelas minuman.

Naruto membuka menu utama lagi untuk memastikan jika tombol logout benar-benar hilang. Ia menghela napas, Naruto terjebak di dalam game.

Ia cukup lama merenung hingga pelayan yang membawa minumannya tidak dihiraukan. Naruto adalah pribadi yang cerdas dan selalu berpikir tenang. Jika takdirnya adalah terjebak di dalam game maka biarlah. Naruto harus mulai merencanakan 'survive' ke depannya.

Total ada seratus ribu pemain lebih yang terjebak di SAO. Ia melihat tabel rank player tertinggi dan peringkatnya naik menjadi ke-5. Dengan uang satu juta yen, ia akan selamat dari game mematikan ini.

"Sepertinya aku harus memperkuat equipment-ku. Dari awal bermain aku hanya hunting terus dan tak sempat meng-upgrade equipment-ku," gumam Naruto sambil melihat senjata yang paling bagus yang ia miliki.

Name: Dynasty Sword

Grade: S

Level: 1

Attribute: Boss (Tier 1: Damage ke monster tipe boss +25%)

Level Enhance: 0

Bonus Stat: Psycal Attack menambah 1500

Weapon ini masih belum ia apa-apakan. Tidak berubah saat ia pertama kali membelinya. Naruto melihat inventory-nya, cukup banyak ia mendapatkan equipment dari drop monster, tapi semuanya memiliki grade C. Tidak terlalu berguna. Mungkin ia akan menjualnya untuk menambah biaya level up equipment.

Naruto meneguk minuman yang telah ia pesan hingga habis kemudian menaruh uang di atas meja sebelum pergi. Ia telah membuat rencana agar survive di game kematian ini. hal pertama yang ia harus lakukan tentu saja mencari penginapan dan istirahat cukup.

Esok hari akan menjadi hari yang melelahkan dan mengejutkan.

Bersambung


AN: Fitur game yang ada di fic ini tidak sepenuhnya mengikuti Sword Art Online. Saya akan mencampurkan beberapa fitur dari game MMORPG android. Mungkin dari banyaknya pembaca sekalian ada yang awam dengan game MMORPG? Silahkan tanyakan apa yang tidak kalian tahu dan bingung. Saya akan berusaha menjawabnya.

Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca fic ini. Next update masih bingung mau Golden Magic atau Sinners. Ada request?

[11/9/2020]