Sehari setelah amukan Kaede

Di dekat hutan tempat pertarungan antara Kaede dan Hiro

Ada sebuah rumah 4 lantai yang cukup luas dan tampak di tinggalkan .rumah itu cukup bagus jika di bandingkan rumah 4 atap pada umumnya.

"Ya aku beruntung sekali menemukan rumah ini. Kebetulan dekat dengan tempat yang kuhancurkan dan rumah cukup luas apalagi memiliki 4 lantai,tapi sepertinya ini terlalu luas dan lebar jika hanya aku saja yang tingg-".

Gumaman Kaede terpotong oleh Suara perutnya yang keroncongan

"Hmm, aku belum makan sama sekali sejak tiba di sini. Di rumah ini pasti ada sesuatu yang bisa di makan".

Dengan itu Kaede pergi mencari dapur dan membuka ruangan yang sepertinya gudang makanan.pada saat membukanya dia tidak percaya dia melihat puluhan karung yang berisi makanan.siapapun orang yang menghuni rumah ini sebelumnya sepertinya bodoh untuk meninggalkan rumah semewah yang di penuhi makanan.


Di luar Rumah baru Kaede

sekelompok orang sedang berlari melewati pepohonan.mereka melompati dari pohon ke pohon yang menunjukkan kalau mereka sekolompok Shinobi.suara logam berbenturan terdengar di udara

"Menyerah saja kau dasar singa berotot, kau tidak akan bisa mengalahkan ku". Ejek seorang wanita dengan ikat kepala Kuno.dia memiliki Rambut kuning pendek sebahu dan memakai pakaian Shinobi umumnya. Dan dada yang tampak menonjol

"Kau pikir Aku akan menyerah begitu saja ha Rubah licik, Aku Kazuki kepala klan dari Klan Akito tidak akan menyerah semudah itu pada min Kuno seperti kalian. Akulah yang akan mengalahkan kalian dan membuat kalian bersujud kepadaku". Balas pria dengan rambut kecoklatan dan membawa sebuah tombak.

"Kau cukup berani juga untuk orang yang tak terikat desa manapun, kalau begitu serang dia". Perintah wanita kepada 2 orang yang sepertinya bawahannya.

"Kalian bertiga serang Mereka". Pria itu juga memberi perintah kepada 3 orang di belakangnya.


Sementara itu di dalam rumah

Kaede merasa gelisah dan tidak tenang,ia merasa seperti ada kehadiran yang seperti tengah bentrok di sekitar rumahnya.

"Entah ini hanya perasaanku saja atau sepertinya ada sesuatu yang terj-". Ia bisa merasakan Cakra yang saling berbenturan.

"Ya sepertinya kehidupan ku ini memang tidak pernah damai,aman,tenang,dan tentram".gerutunya dan berjalan keluar pintu.


Kaede berlari menuju ke arah Cakra yang ia rasakan.dan ia melihat 7 orang saling bertarung.

"Cih orang orang ini menggangu waktu makan siangku saja". Dengan cepat Kaede melompat dan turun di tengah tengah pertarungan.

Orang orang itu terkejut dengan kehadiran Kaede yang di penuhi kekesalan karena waktunya telah di ganggu.

"Baiklah baiklah sebaiknya kalian berhenti bertarung atau aku akan menghajar kalian".teriak Kaede.

"Siapa kau?" Tanya pria itu. Sambil mengacungkan tombaknya ke arah Kaede

"Kazuki sama dia adalah gadis yang menghancurkan gunung dan hutan itu". Teriak salah seorang laki-laki dari belakang Kazuki dengan panik.

"A-apa gadis ini? Omong koso-".

Ucapannya terhenti ketika Kaede mengeluarkan Niat membunuh yang langsung membuat mereka semua membeku termasuk Min Kumo

"Jika kalian tidak bisa diam aku akan benar-benar membunuh kalian tanpa ragu". Ucap Kaede dengan wajah tanpa emosi.

'apa apaan gadis ini. Niat membunuh ini sangat luar biasa bahkan aku tidak bisa bergerak dan merinding. Bunuh diri jauh lebih baik dari pada melawan gadis kecil ini.

Kazuki dan bawahnya langsung bersujud

"Mohon ampuni kami, kumohon jangan bunuh kami". Kazuki memohon dan kemudian di ikuti oleh min Kuno yang juga ikut bersujud.

"Kumohon jangan ampuni, kami akan melakukan apapun yang kau mau bahkan jika kita harus menghinati desa kami dan menjadi bawahan mu". Ucap wanita yang tampak nya ketua dari regunnya.

"Eh- ap". Kaede tersentak dia bingung apa yang harus dia lakukan padahal dia hanya melepaskan niat membunuh agar mereka kabur dan bertarung di tempat lain.bukannya malah membuat mereka bersujud seperti ini. Apa memang iya kekuatan nya tersegel? Hiro bilang kekuatan ku tersisa 5% dari aslinya. Tapi bukanya ini terlalu berlebihan? Kalau begitu dia sebenarnya sekuat apa jika kekuatan penuh nya kembali? apakah dia bisa memusnahkan sebuah negara bahkan dunia? Kaede benar benar tidak ingin membayangkan nya.

Sekarang apa yang harus dia lakukan?pergi atau menjadikan mereka bawahannya? Ya dia setidaknya dia butuh tenang untuk tinggal

"E-eh hmm ntahlah mungkin tidak".

"A-apa?". Mereka semua kaget.

"Kami mohon". Mereka bersujud sekali lagi

Kaede benar benar kesal sekali lagi

"Duh ngotot banget iya iya serah lah. Baiklah pertama Tama aku tanya kenapa kalian bertarung?".

"Itu karena mereka mencuri persediaan makanan kita yang sisa sedikit". Tuduh wanita itu

"Ha? Apa salahnya?".

"Cukup, kalau kalian lapar aku punya makanan". Saran Kaede untuk menengahi sebelum mereka berkelahi lagi.


Mereka tiba di rumah Kaede

"Tanda selamat datang di rumahku".

"Wow ini hebat dan tampak mewah". Gumam mereka

"Baiklah masuklah aku sudah memasak di dalam.makanlah terlebih dahulu aku akan pergi sebentar".

"B-baik".

Dengan ini mereka semua memasuki rumah sang Monster yang membawa bencana


~