"baiklah aku mengumpulkan kalian semua di sini untuk rapat mengenai pembangunan wilayah ini".
Rapat di mulai Para hadirin yang menghadiri rapat ini duduk di meja panjang dua sisi yang masing masing sisinya terdapat 6 meja.
"topik pertama yang akan kita bahas pada rapat ini adalah rencana pembangunan Struktur wilayah dan ekonominya.
Kaede berdiri dan mulai menjelaskan apa yang ingin dia sampaikan.
"karena ekonomi di wilayah ini sangatlah buruk maka dari itulah sangat penting jika kita memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar, dari pengamatan ku di daerah ini memiliki banyak sekali pohon yang bisa di gunakan untuk alat alat rumah tangga,selain itu juga tanah di wilayah ini sangat subur dan aku juga kemarin ketika menyusuri hutan ini aku menemukan sumber Tambang yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan perekonomian, dan aku ingin kita menggunakan ini sebaik baiknya untuk memajukan kita".
Episode 5
satu bulan kemudian
Sudah sebulan sejak Kaede memerintah wilayah ini dan menetapkan kebijakan nya yang baru.para penduduk sudah mulai membangun dan melakukan aktifitas mereka.banyak para pedagang yang mengembara dan mampir ke sini.itu adalah awal yang baik menjalin hubungan dengan para pedagang.selain itu juga bisa di gunakan untuk menunjukkan keberadaan kita.Selain itu,Kaede juga berhasil membuat beberapa produk produk sendiri yang di gunakan untuk mendapatkan pendapatan daerah nya.desa ini cukup cepat berkembang bahkan setelah sebulan di bangun dan ada beberapa pertambahan penduduk baik itu dari pedagang, pelancong,pengembara,klan klan kecil lainnya. ya semua tampak baik baik saja sampai kaede menyadari satu hal penting yang Kaede lupakan adalah nama desa yang ia bangun, bagaimana bisa dia melupakan sesuatu yang paling penting, bagaimana desanya bisa di kenal tanpa nama bahkan desa ini sebelum di bangun oleh pemerintahan Kaede memang tidak memiliki nama. dan baru baru ini ada orang menyinggung nya yang tak lain adalah Mayumi yang merupakan tangan kanannya.
"Maaf menganggu waktu istirahat anda Kaede sama,tapi ada satu hal yang menggangu saya sebenarnya. apakah Anda sudah menentukan nama untuk desa ini?".
"em itulah masalah nya aku juga bingung dengan nama desa ini".
Kaede berpikir keras dalam otaknya sampai kerutan muncul pada wajahnya.
'sial aku buruk dalam memberi nama pertama kali aku memberi nama pun itu pada Pi dan sial nama macam apa itu.pikirkanlah kaede,pikirikan baik baik. cih otak ini lambat sekali sih.mungkin sesuatu yang keren dan bersifat fantasi.
aha aku dapat ide meskipun aku tidak yakin ini bagus'.
"bagaimana kalau Desa Naga? Doragon gakure, Doragon gakure no sato". usul Kaede yang menyatakan idenya setelah otaknya mati matian memikirkan nama yang bagus.
"seperti yang di harapkan anda itu adalah nama yang paling keren yang pernah saya dengar,bahkan Kelima desa besar tidak ada apa apanya." Mata Mayumi berbinar dan ada bintang di matanya.
di tengah kekaguman Mayumi pintuk terbuka dan Kazuki berjalan masuk.
"mohon maaf mengganggu,tapi patung itu sudah selesai".
Kaede tak ingat untuk menyuruh mereka membuat patung.
"patung apa?".
"tentu saja patung anda". jawab Kazuki.
"eh kenapa kalian membangun patung diriku?". Kaede terkejut lagian ngapain sih mereka membuat patung diriku, malu maluin saja.
"itu sangat bagus sekali otak otot dan baru saja Kaede Sama juga telah menentukan nama desa ini". seru Mayumi dengan gembira .
"wow benarkah? ini benar-benar kebetulan yang luar biasa".
"sudah sudah kalian hanya membuat ku sakit kepala,dan bukan hanya itu saja aku juga sudah mempunyai gambaran untuk hitai-ate (ikat kepala) untuk desa kita".
Kaede mengeluarkan sebuah hitai ate dengan ukiran seperti sayap untuk simbolnya.
"k-keren". seru Kazuki. dan Mayumi
Kaede hanya menatap datar pada mereka
4 hari kemudian
Patung Kaede yang setinggi 30 meter yang berada di bukit air terjun di sebelah barat kantornya telah di resmikan meski Kaede pada awalnya agak menentang pembuatan patung itu atas dasar izinya ya sudahlah nasi sudah jadi bubur.hitai ate dan nama mereka juga sudah di resmikan
para Shinobi desa mengunakan hitai ate dengan simbol satu sayap naga.Kaede juga telah membangun Akademi untuk Shinobi dan juga Akademi untuk sipil.
jumlah Shinobi yang di milikinya masih sedikit.hanya sekitar 24 jonin,80 chunin, dan 157 genin.
Kaede tengah berada di kantornya.
"ya jumlah ini terlalu sedikit, kekuatan masihlah lemah di bandingkan desa kecil apalagi kelima desa besar".
"tapi jika itu Kaede sama sudah pasti bisa mengatasinya". seru Mayumi yang sedang memilah dokumen yang telah di tanda tangani oleh Kaede.
Kaede menguap
"huaaaggh,mumpung aku selesai dengan pekerjaan ku aku akan mencari udara segar".
"pastikan anda tidak pulang larut atau anda akan ketinggalan makan malam.
"ya".
Kaede berjalan di sekitaran desa. ia bisa melihat orang lalu lalang ke sana kemari.
"mungkin sebaiknya aku pergi keluar".
Kaede melompati atap bangunan dari satu ke yang lainnya dan tiba di luar desa.
di pintu masuk ada 2 orang chunin yang berjaga. mereka membungkuk hormat ketika mereka melihat Kaede.
Kaede berjalan mengikuti jalan setapak menuju ke hutan.di sana ia menemukan sebuah pohon yang sepertinya cukup nyaman untuk di gunakan bersandar.
Kaede bersandar di pohon dan mulai menutup matanya,merasak kesejukan yang di bawa oleh alam.ia teringat akan hidup nya di dunia sebelumnya.hidup yang sebenarnya cukup membosankan.Kaede Sudah Yatim Piatu sejak lahir dan di besarkan di panti asuhan.
"hmm aku penasaran apa yang di lakukan oleh Hiro san ya? dia bilang pergi ke cerita lain tapi aku tidak tau apa maksudnya itu".
Kaede merasa bahwa dia sedang tidak sendirian.merasa ada sepasang mata yang mengawasinya.
"tunjukkan dirimu aku sudah tau kau sedang mengawasi ku".
"wah wah seperti yang kuduga dari orang yang memiliki kekuatan bagaikan bencana itu sendiri, kau bisa mengetahui keberadaan ku dengan mudahnya.padahal aku sudah menyembunyikan diriku dengan baik". suara yang tampak berat berbicara kemudian seseorang keluar dari pepohonan atau lebih tepatnya Titan?
seorang pria dengan rambut hijau setinggi 2,5 meter berjalan keluar dari pepohonan
Kaede tak percaya dengan tinggi orang ini
"kau pasti bercanda, orang ini mirip seperti seorang raksasa".
"hei aku ini manusia tau,panggil aku Takahashi".
"aku Kaede dan wow Takahashi san bagaimana kau bisa setinggi ini?. Kaede bertanya ingin mengetahui bagaimana bisa seseorang dia?
"ya aku sendiri juga tidak tau".
"ngomong ngomong aku sudah lama mengawasimu,aku sendiri sudah melihat pertarungan mu dengan orang berambut oren itu, sungguh bung kekuatan itu tidak masuk akal bahkan kalian bisa mengalahkan beberapa dengan mudah.
"itu terlalu berlebihan".
"tidak itu benar karena aku sendiri pernah bertarung salah satu dari mereka bahkan ketika kelima desa besar masih belum ada waktu itu kalau tidak salah dia seekor rubah dengan 9 ekor".
"tunggu? kau berusia berapa sebenarnya?.
"mungkin 200 tahun". jawab Takahashi.
"d-dua ratus tahun? itu gila dan kau masih tampak seperti berusia 30an tahun". teriak Kaede karena tak percaya seberapa tua Takahashi sebenarnya.
"kita abaikan soal itu, sebenarnya aku ingin tinggal di desamu".
"lah kan tinggal masuk saja".
"apa kau ingin aku masuk ketika aku sendiri seperti ini". Takahashi mengacu pada tingginya yang tak masuk akal.
"hmmmm oh aku punya ide".
