Fall In Love
Pagi menjelang, di sebuah rumah sederhana lebih tepatnya di sebuah kamar terlihat gundukan besar selimut di sebuah ranjang, setelah beberapa menit pemuda di balik selimut itu menyibak selimutnya,lalu duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawa, menengok ke samping dimana pemuda lainnya yang masih tidur.
"Bangun sai!" Sasuke nama pemuda itu membangunkan saudaranya yang bernama sai lalu beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri.
Sai juga langsung bangun setelah sekali di bangunkan, beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar, selagi menunggu gilirannya mandi sai pergi ke dapur untuk minum,di dapur ternyata sudah ada kakak iparnya yang tengah memasak.
"Pagi kak"sapa sai pada sakura (nama kakak iparnya)
" Pagi juga sai chan, dimana Sasu chan?"
"Sedang mandi"balas sai sambil melihat lihat isi kulkas
Beberapa menit kemudian Sasuke keluar dari kamar ia sudah lengkap menggunakan seragam sekolahnya, sai yg melihat saudaranya sudah selesai segera beranjak dari duduknya menuju kamar.
Sasuke duduk di kursi meja makan dan sakura tengah menata sarapan dj meja
" Kak?"panggil Sasuke pada kakak iparnya itu
"Ya?"
"Aku dan sai ingin kerja" Ucapan Sasuke langsung pada intinya.
Sakura tersenyum kecil menatap Sasuke
"Sudah aku bilang Sasuke, kalian fokuslah sekolah dah belajar , untuk segala kebutuhan aku masih bisa membiayai kalian berdua"
Sasuke menunduk dan menghela nafas berat
"Sudah 2 tahun kami menumpang hidup padamu kak, kami tidak mau menyusahkan mu lagi"
Sasuke dan sai selalu merasa mereka memberatkan hidup sakura dengan terus bergantung pada wanita itu, kakak mereka yang juga suami dari sakura meninggal 2 tahun lalu dengan kebangkrutan perusahaan yang di kelola Itachi,seharusnya sakura pergi tanpa perlu mengurus mereka berdua, tapi tidak. sakura memaksa Sasuke dan sai untuk hidup dengannya dan berjanji akan membiayai hidup mereka berdua, sampai sekarang
"Kalian berdua adalah adik Itachi,dan aku adalah istrinya, berarti kalian juga adikku, jangan pernah kalian merasa sungkan oke!"
Dan Sasuke hanya bisa mengangguk pelan.
Sai dan Sasuke berangkat setelah selesai sarapan, mereka berjalan kaki untuk pergi ke sekolah karena sekolah mereka tidak terlalu jauh.
"Suke, bagaimana tadi? apa kak sakura mengizinkan?" Sai membuka percakapan dengan bertanya
"dia tidak mengizinkan kita bekerja sai"
Mendengar itu membuat sai merengut kecil
Setelah sampai di sekolah Sasuke dan sai menuju mading yang berada dekat aula sekolah, ini adalah hari pertama kenaikan kelas jadi semua murid di acak untuk setiap kelasnya.
Ternyata mading tersebut tengah di kerumuni oleh banyak siswa-siswi yang ingin tahu di mana kelas mereka, jadi Sasuke hanya menunggu sampai kerumunan itu mereda, tapi tidak dengan sai, dengan brutalnya ia masuk ke dalam kerumunan itu dan tak segan mendorong kepala orang, Sasuke agak bingung dengan sai hari ini, biasanya adik kembarnya itu tak seperti ini tapi ya sudah lah.
Beberapa menit kemudian Sasuke melihat sai keluar dari kerumunan dengan wajah sebal sambil menatapnya.
"Apa apa?" Tanya Sasuke bingung
"Ck knapa sih kita sekelas terus, ini sudah tahun ke 3 padahal"
"Oh jadi kau tidak mau sekelas lagi denganku begitu?"
"Iya, aku bosan melihat wajahmu setiap hari"
"Terserah,jadi di mana kelasnya?"
"12 B"
Sasuke langsung meninggalkan sai dan menuju kelasnya yang berada di lantai 2
"Eh suke tunggu"
Sesampainya di kelas Sasuke mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas dan netranya menemukan kiba tengah duduk di jajaran ke 4 dekat jendela, ia baru tau ternyata sahabatnya itu juga sekelas dengannya.
Tak segan Sasuke langsung menghampiri kiba
"Boleh aku duduk di sini anjing?"
"Tentu saja ayam"
Well itu nama panggilan sayang mereka berdua()
"sukeee~" Sasuke menengok ke arah pintu masuk, sai tengah membungkuk dengan nafas ngos-ngosan.
"Hm?"
"Kenapa kau duduk dengan anjing itu, lalu aku dengan siap-" Ucapan sai terhenti begitu pemuda berambut putih memasuki kelas
"To-toneri boleh aku duduk dengan mu?ucap sai dengan senyuman lebar
"ya tentu" Ucap pemuda yang di ketahui bernama toneri itu
Sasuke dan kiba hanya menatap datar sai
"Saudara mu terlihat idiot "ucap kiba dengan watados
" Sepertinya Dia kehabisan obat"
Sepulang sekolah seperti biasa sasuke dan sai berjalan kaki untuk sampai ke rumah, sepanjang jalan sai sibuk dengan ponselnya sementara sasuke hanya fokus menatap jalan, Tapi...
Dukkk
"Akh.."
Sebuah bola basket tepat mengenai kepala sasuke, lemparan bola basket itu cukup keras hingga sasuke terjungkal ke belakang.
"SUKE!!" Sai yang dari tadi fokus pada ponsel pun kini menatap sasuke khawatir sambil membantu sasuke berdiri
"Kau tidak apa apa?maafkan aku" Celetuk seseorang, sasuke dan sai langsung menoleh pada seseorang itu.
Seorang pemuda tampan berambut kuning dan mata sewarna biru langit mantap sasuke dengan mimik bersalah.
Kau yang main bola basket itu ya? Kalau main itu hati hati, lihat saudaraku jadi terluka" Ucap sai dengan dengan tidak kalemnya
"Sungguh maafkan aku, hei biar aku bawa kau ke apotek dekat sini"
Sasuke tak menjawab ia masih terpana melihat pemuda asing di depannya ini.
"Suke!" Sai menyentak tangan sasuke dengan pelan, membuat sasuke tersadar dari rasa terpana nya.
"A-ah tidak apa apa kok, aku baik baik saja, kalau begitu permisi"
Sasuke menunduk sedikit lalu memegang tangan sai dan pergi meninggalkan pemuda itu.
"Ck kenapa kau langsung pergi begitu saja, setidak nya kau harus minta ganti rugi, lihat dahimu jadi benjol...kau tidak cantik lagi"
"Aku ini laki laki dan aku tidak cantik"tegas sasuke pada sai, ia kadang kesal ketika orang orang menyematkan kata cantik pada dirinya
(Tapi kenyataannya lu emang cantik ಥ‿ಥ)
" Huh ya sudah"
Sasuke terkekeh dan tiba tiba pikirannya tertuju pada pemuda tampan tadi, pemuda itu begitu menarik bagi Sasuke
'Apa aku menyukainya?ah tidak tidak'gumam Sasuke ngelantur sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"You good?" Tanya sai keheranan.
"Ya"
Sasuke dan sai selesai makan malam mereka tengah membersihkan meja makan dan mencuci piring piring kotor bekas mereka makan, sakura menyuruh Sasuke dan sai memesan makanan dan makan duluan karena seperti wanita cantik itu sedikit terlambat untuk pulang.
"Tadaima"
Sasuke dan sai menghentikan pekerjaan mereka ketika melihat kakak ipar merek baru pulang dengan kondisi yang terlihat kelelahan.
"Okaeri"balas Sasuke dan sai
" Tolong buatkan aku teh hangat, siapa saja...Hah aku benar-benar lelah, bos itu benar benar menyiksaku dengan dokumen dokumen sialan"
Sasuke menghampiri sakura dengan secangkir teh hangat di tangannya, lalu meletakannya di depan sakura.
"Ah Terima kas-tunggu..." Sakura menatap Sasuke intens membuat Sasuke mngerutkan alisnya.
"Ada apa?"
"Dahimu kenapa?" Tanya sakura sambil menunjuk dahimu Sasuke yang agak benjol.
"Euh ini.."
"Dia terkena lemparan bola basket"
"Ya ampun kau harus hati hati, nanti sebelum tidur kompres benjolannya menggunakan air dingin" Di balas anggukan oleh sasuke
"Ya sudah aku mau mandi dulu"
Suasana kelas cukup berisik pagi ini, Sasuke duduk sendirian di bangkunya di karenakan kiba yang tidak bisa masuk hari ini karena sangat kakak tengah mengadakan acara lamaran.
Sasuke yang awalnya menatap ke luar jendela kini menatap sekeliling kelas karena tiba tiba kelas menjadi sunyi,tapi saat melihat kedepan kelas baru ia sadar sudah ada Iruka sensei di depan sana dengan seorang pemuda yang...
Sasuke melotot
Tunggu...pemuda yang berada di samping Iruka sensei adalah pemuda kemarin yang tidak sengaja melempar bola basket ke kepalanya.
"Namaku Namikaze Naruto, aku pindahan dari Oto gakuen, salam kenal"
Sasuke melihat beberapa siswi memekik pelan dengan wajah merona, wajar sih dia kan tampan ujar Sasuke dalam hati
"Baiklah karena kiba tidak masuk hari ini, untuk sementara naruto duduk dengan Sasuke, Sasuke angkat tanganmu"
Sadar sangat Sensei menyebut namanya Sasuke mengangkat tangan, Naruto langsung menghampiri bangku Sasuke dan duduk di sampingnya.
"Bukankah kau yang kemarin? Ah senang bertemu lagi denganmu" Ujar Naruto dengan cengiran lebarnya yang tampak menawan di mata Sasuke.
Pipi Sasuke merona sedikit, ia langsung mengangguk cepat dan langsung mengalihkan tatapannya dari Naruto.
TBC
