Sebelum memulai ceritanya saya mau memberi sepatah dua kata terlebih dahulu, saya kembali lagi nulis ffn dengan akun baru setelah berhenti nulis ditahun 2017 dan kini kembali nulis lagi, sebenarnya cerita ini sudah saya publis di web sebelah dengan fandom berbeda, kali ini saya akan buat versi Naruto Dxd nya, dengan judul yang sama dan cerita yang sama tapi sudah dimodifikasi karena ada yang ditambah dan dikurangi.
Kalau begitu selamat menikmati.
.
.
.
.
.
Title: Change You
Disclaimer :
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichie Ishibumi
Pair: NaruSona
Genre : Drama, Romance, Friendship, Slice of Life
.
.
.
.
.
.
.
.
Kriiinggg
Terdengar suara alarm yang telah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu tetapi tidak dapat membangunkan sesosok gadis yang masih terlepap dikasur empuknya.
"Engghh"
Lenguh gadis tersebut yang mulai terbangunkan oleh alarm yang terus berbunyi berusaha membangunkan gadis tersebut.
"Jam berapa ini?" kata gadis itu sambil dengan lemas meraih jam yang ia taruh diatas meja disamping tempat tidurnya.
"Oh sial! Aku terlambat" kata gadis itu setelah melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.15 padahal sekolah akan dimulai 15 menit lagi, apalagi ini adalah hari pertama ia masuk disekolah barunya.
"Aku tak boleh terlambat dihari pertamaku" kata gadis berambut hitam pendek itu bangkit dari tidurnya sambil menyambar seragam sekolah yang sudah ia siapkan tadi malam dan langsung menuju kekamar mandi.
Tak butuh waktu lama gadis bernama lengkap Sona Sitri itu keluar kamar mandi dengan seragam sekolah yang sudah menempel rapi ditubuhnya.
Sona PoV
Perkenalkan namaku Sona Sitri, aku baru saja pindah dari Nagoya ke Tokyo kemarin siang, disini aku tinggal sendiri disebuah rumah sederhana milik orangtuaku yang sudah lama tidak ditinggali, alasanku pindah karena aku ingin hidup mandiri meski awalnya orangtuaku tidak mengizinkanku tinggal sendiri, tapi aku tetap memaksa untuk pindah dengan alasan agar aku bisa cepat mandiri karena aku yang akan melanjutkan perusahaan milik orangtuaku dan akhirnya aku diizinkan untuk tinggal sendiri disini dengan syarat aku harus memberi kabar setiap hari.
Hari ini adalah hari pertamaku disekolah baru disebuah sekolah cukup ternama di Tokyo yang letaknya tak jauh dari rumahku, tapi sialnya aku kesiangan karena kemarin malam aku membersihkan dan mempersiapkan semua yang kubutuhkan selama tinggal disini, karena rumah ini sudah lama tidak ditinggali membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan semuanya.
"Sial! Sial! Sial!"
Entah sudah berapa kali aku mengumpat sambil memepersiapkan perlengkapan sekolahku hingga akhirnya semua sudah siap dan aku harus segera berangkat.
"Aku harus cepat!" Kataku sambil berlari menuju kesekolah, untung jarak sekolah tidak terlalu jauh sehingga hanya dengan 5 menit berlari aku sudah sampai.
Aku terus berlari tak peduli beberapa kali aku menabrak orang lewat dijalan sehingga aku dihadiahi teriakkan dari mereka, tapi aku tak terlalu memperdulikannya karena yang kupikirkn hanya sampai disekolah secepat-cepatnya, hingga akhirnya aku sampai disekolah untung saja gerbang sekolah belum ditutup.
Setelah mengatur nafasku yang tak karuan akibat berlari tadi, aku berjalan tergesa-gesa menuju ruang guru.
Sona Pov End
Karena terlalu tergesa-gesa, saat berbelok Sona tak menyadari jika ada seseorang yang ada didepannya sehingga mereka bertabrakan.
BRUGH!
"Ittai" kata keduanya sambil memegangi bagian tubuh mereka yang sakit akibat tabrakan tadi.
"Maafkan aku, aku tak sengaja menabrakmu karena aku sedang terburu-buru"
"Iya tidak apa-apa" kata Serafall sambil membersihkan roknya yang kotor.
"Aku seperti belum pernah melihatmu, kamu murid baru ya?"
"Ya begitulah, aku sedang mencari ruang guru, apa kamu bisa menunjukkanya" kata Sona.
"Tentu saja, perkenalkan namaku Haruno Sakura" kata seseorang yang ditabrak Sona tadi yang bernama lengkap Haruno Sakura.
"Namaku Sona Sitri" kata Sona memperkenalkan dirinya.
"Kalau begitu ayo aku akan mengantarmu" kata Sakura sambil berjalan dulu tang diikuti Sona disampingnya.
"Sona, boleh aku memanggilmu begitu saja" kata Sakura.
"Tentu saja" jawab Sona yang sepertinya tak keberatan.
"Sona, kau kelas berapa?" tanya Sakura.
"Aku kelas 2, tepatnya dikelas 2-A" jawab Sona.
"Begitu ya, aku juga kelas 2 semoga kita bisa satu kelas" kata Sakura sementara Sona hanya tersenyum dan menggangguk mengiyakan.
"Kita sudah sampai kau masuk saja aku akan menunggu disini nanti aku akan mengantarmu kekelasmu" kata Sakura setelah sampai didepan ruang guru.
"Terimakasih Sakura-san" kata Sona lalu masuk keruang guru.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku berada dikelas 2-A bersama Sakura-san, aku senang bisa satu kelas dengan Sakura tapi ada sesuatu yang menggangguku karena dari yang kudengar dari temam-temanku dikelas ada seorang yankee atau preman bernama Uzumaki Naruto, dia adalah orang yang paling ditakuti disekolah, bukannya aku juga takut padanya tapi aku tak suka dengan orang seperti itu, karena dia pasti akan mengganggu proses belajar dikelas, tapi aku belum melihatnya karena dia tidak masuk sekolah, dari informasi yang kudapat dia jarang sekali masuk sekolah bahkan dalam seminggu dia hanya masuk dua atau tiga kali, aku jadi penasaran orang seperti apa Uzumaki Naruto itu.
Saat ini aku sedang makan dikantin dengan Sakura dan beberapa teman baruku seperti Rias Gremory, Akeno Himejima dan Tsubaki Shinra.
"Sona, kalau boleh tau kenapa kau pindah kesini?" tanya Rias.
"Aku hanya ingin hidup mandiri, kebetulan keluargaku punya rumah yang tidak dipakai disekitar sini jadi aku memutuskan untuk tinggal disana" jawabku.
"Jadi kau sekarang tinggal sendiri?" tanya Akeno yang terlihat tak percaya jika aku tinggal sendiri.
"Ya begitulah"
"Oh ya Sona, bagaimana kalau pulang sekolah nanti kami mampir kerumahmu, boleh kan?" kata Sakura dan aku dengan senang hati memperbolehkannya.
"Ya, tentu saja tapi maaf kalau rumahku masih berantakan karena aku belum membersihkan semuanya".
"Ya tak masalah"
.
.
.
.
.
Seperti yang sudah direncanakan aku, Saku dan yang lainnya sepulang sekolah kerumahku karena mereka ingin berkunjung, aku senang dihari pertamaku sekolah aku langsung bisa akrab dengan teman-temanku.
"Masuklah, maaf rumahku masih berantakan" kataku mempersilahkan teman-temanku masuk.
"Kalian duduk saja dulu aku akan buatkan minuman" kataku sambil menuju dapur untuk membuat minuman.
"Maaf merepotkan"
"Tak masalah, aku senang kalian berkunjung kesini" kataku sambil membuat jus jeruk untuk mereka, tak butuh lama aku selesai membaut beberapa jus jeruk yang langsung kusuguhkan kepada para tamuku.
"Silakan dinikmati"
"Terima kasih" Kata mereka sambil meminum jus jeruk yang kubuat.
"Oh ya aku masih penasaran dengan Uzumaki Naruto itu" kataku yang sontak membuat mereka terkejut bahkan Rias sampai tersedak minumannya.
"Sudah kubilang jangan dekat-dekat denganya Sona" kata Akeno dan aku tau itu tapi aku tetap penasaran.
"Aku tau itu tapi tetap saja aku penasaran" kataku.
"Meski begitu kau jangan dekat-dekat dengannya Sona dia sangat berbahaya, dia pernah memaksaku memakan makanan super pedas sampai hidungku berdarah dan dia hanya tertawa melihatnya" kata Rias yang terlihat ngeri saat mengatakan itu.
"Bahkan Naruto pernah membuat kakak kelas masuk rumah sakit karena ia memasukkan pensil kehidungnya" kata Tsubaki.
"Yang ia pikirkan hanya kekerasan" tambah Yuria.
"Bukankah itu terlalu berlebihan" kataku setengah tak percaya dengan cerita mereka.
"Karena itulah kau jangan dekat-dekat dengannya" kata Rias kembali memperingatkan dan aku hanya menggangguk mengerti meski sebenarnya aku masih penasaran.
"Sudahlah kita jangan membahasnya lagi" kata Akeno meminta mengubah topik pembicaraan.
Setelah itu kami melanjutkan pembicaraan kami hingga tak terasa hari sudah hampir malam dan Sakura beserta yang lainnya memutuskan untuk pulang.
"Sudah hampir malam, kami pulang dulu Sona"
"Begitu ya, terima kasih sudah berkunjung"
Setelah mereka pulang aku memutuskan untuk membersihkan rumahku karena ada barang-barang yang belum kubereskan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah seminggu aku sekolah disini semua berjalan dengan baik dan menyenangkan, saat ini keadaan kelas dipagi hari cukup ramai karena memang kelas belum dimulai terdengar suara teman-temanku yang sedang saling becanda sementara aku hanya memandang keluar menikmati pemandangan, kebetulan tempat dudukku berada dipojok belakang didekat jendela.
Kelas yang awalnya ramai tiba-tiba langsung sepi saat seseorang tiba-tiba masuk, mungkin sensei sudah memasuki kelas tapi aneh pelajaran baru dimulai lima belas menit lagi tapi kenapa sensei sudah datang, tapi aku menghiraukan hal itu dan tetap memandang pemandangan diluar hingga seseorang tiba-tiba mendatangiku.
"Oi! Ini tempat dudukku bisa kau pergi dari sini" kata seseorang itu padaku sontak aku langsung menoleh dan melihat pria yang memakai seragam sekolah sini tapi bedanya penampilannya sangat acak-acakan layaknya preman, ditambah rambut kuningnya yang juga acak-acakkan yang menambah kesan brandalan padanya.
"Apa maksudmu?" tanyaku karena ia tiba-tiba saja menyuruhku pergi padahal ini adalah tempat dudukku.
"Sudah kubilang ini tempat dudukku, cepat pergi dari sini aku sedang malas menghabisi orang saat ini " katanya sontak aku yang mendengarnya langsung tersulut emosi, apa-apaan dia tanpa sopan santun ia menyuruhku pergi.
"Ini tempat dudukku, kau cari tempat saja sendiri" kataku yang sudah tersulut emosi, aku tak tau siapa pria tak tau sopan santun ini.
"Cepat kau pergi sebe-"
"Sudah cukup Naruto" kata Sakura menyela perkataan pria yang ia panggil Naruto itu, jadi dia yang bernama Uzumaki Naruto itu.
"Kau jangan ikut campur Sakura" kata Naruto yang sepertinya terlihat kesal karena Sakura ikut campur.
"Dia murid baru disini, jadi kau sebaiknya mengalah lagipula ini salahmu juga karena tak pernah masuk sekolah" kata Sakura yang membelaku.
"Aku tak peduli" kata Naruto yang semakin membuat Sakura kesal termasuk aku.
"Aku akan mengambil tempat duduk lagi, maaf karena aku menempati tempat dudukmu" kataku yang tak mau menjadi semakin ribut, aku memilih mengalah dan pergi untuk mengambil bangku digudang karena dikelas hanya itu satu-satunya tempat duduk yang tersisa.
"Tunggu Sona" kata Sakura.
"Aku akan membantumu mengambil bangku" kata Sakura.
"Terima kasih Sakura" kataku lalu kami langsung berjalan menuju gudang untuk mengambil bangku.
"Jadi dia yang bernama Uzumaki Naruto itu?" tanyaku.
"Ya begitulah, maafkan dia Sona, meski dia seorang yankee tapi sebenarnya dia orang yang baik" kata Sakura.
"Aku sudah tak mempermasalahknnnya, tapi ngomong-ngomong kau sepertinya mengenalnya cukup baik" kataku.
"Ya begitulah, aku satu sekolah dengannya waktu SMP, meski sebenarmya Naruto menjadi senpaiku saat itu" jelas Sakura.
"Senpai?" tanyaku bingung kenapa Naruto menjadi senpiinya.
"Sebenarnya Naruto berbeda dua tingkat dengan kita dan sebenarnya dia sudah lulus 1 tahun yang lalu, tapi dia tak naik kelas selama 2 tahun" jelas Sakura sementara aku hanya menggangguk mengerti.
Setelah aku dan Sakura mengambil bangku digudang aku langsung menempatkannya disamping tempat dudukku sebelumnya yang sekarang ditempati Naruto, dia sempat sekilas melihatku yang saat ini duduk berjarak satu meter darinya sebelum ia kembali melihat pemandangan lewat jendela seperti yang kulakukan tadi sementara aku masih memandangnya dengan wajah kesal hingga sensei datang dan pelajaranpun dimulai.
.
.
.
.
.
TBC
