Sudah beberapa hari ini aku hampir selalu bersama Naruto-kun, setiap istirahat aku langsung menuju atap sekolah untuk memakan bekalku disana bersama Naruto-kun meski sering kali Naruto-kun mengabaikanku seakan aku tidak ada disana, tapi tak jarang juga Naruto-kun mau memakan makanan yang kutawarkan tapi itu hanya berlaku jika makanan yang kutawarkan adalah ramen.
Setiap pulang sekolah aku selalu mengajaknya pulang bersama tapi dia langsung menolaknya dan meninggalkanku begitu saja.
"Mau apa lagi kau?" tanya Naruto-ku saat aku mengikutinya, alasanku mengikutinya karena aku mengajaknya mengerjakan tugas yang diberikan sensei karena aku dan Naruto-kun satu kelompok.
"Kita harus mengerjakan tugas kelompok Naruto-kun" kataku sedangakan Naruto-kun terus berjalan tak memperhatikanku.
"Tunggu Naruto-kun" kataku karena ia semakin mempercepat jalannya sehingga aku harus berlari kecil untuk mengikutinya.
"Sudah kubilang aku tak peduli dengan tugas yang kau bicarakan, lebih baik kau cepat pulang dan kau kerjakan sendiri tugasmu"
"Tapi ini kerja kelompok, kita harus mengerjakan bersama"
"Aku ada urusan, sebaiknya kau pergi sebelum aku menghajarmu" kata Naruto-kun sambil menatapku tajam tapi aku mencoba menghiraukannya saja.
"Baiklah, karena besok hari minggu, besok pagi aku akan kerumahmu" kataku.
"Terserah kau aku tak peduli" kata Naruto-kun langsung pergi meninggalkanku.
Sona POV End
'Dasar mengganggu saja' batin Naruto sambil meninggalkan Sona yang masih diam dibelakangnya.
"Aku bingung kenapa dia selalu menggangguku" gumam Naruto karena memang akhir-akhir ini Sona selalu mendekatinya, tapi entah kenapa Naruto tidak bisa untuk menyakiti Sona seperti ada sesuatu yang menahannya, biasanya Naruto akan langsung menghabisi orang yang mengganggu ketenangannya sedikit saja.
Setelah Naruto pikir-pikir, Sona adalah satu-satunya orang disekolah yang berani dekat-dekat dengannya selain Sasuke, bahkan Sona awet mengatakan bahwa ia ingin berteman dengannya yang sontak membuat Naruto terkejut.
Tiba-tiba saja Naruto kembali teringat perkataan Sona beberapa hari yang lalu.
'Tapi saat aku menatap matamu aku menyadari bahwa sebenarnya kau adalah pria yang baik' kata-kata itu selalu teringiang dikepalanya setiap kali ia bertarung kata-kata itu selalu mengganggunya.
'Apa benar aku pria yang baik' batin Naruto sambil memandangi tangannya yang sering kali bermandikan darah, mungkin sebentar lagi tangan bersih itu akan kembali bermandikan darah dari para korbannya.
"Kau kenapa Dobe?" tanya seseorang yang entah sejak kapan sudah berada disamping Naruto.
"Teme!, sejak kapan kau disini?" tanya Naruto terkejut karena tiba-tiba saja Saduki ikut berjalan disampingnya.
"Sejak kau terus memandangi tanganmu itu" kata Sasuke.
"Kau mengagetkanku, apa tak bisa kau tidak datang tiba-tiba begitu" kata Naruto sambil memasukkan tangannya dikedua saku jaketnya.
"Bukan aku yang datang tiba-tiba, tapi kau yang terus melamun dari tadi" kata Sasuke.
"Apa yang terjadi padamu Dobe?" tanya Sasuke tiba-tiba.
"Apa maksudmu?" tanya balik Naruto.
"Akhir-akhir ini kau bertingkah tidak seperti biasanya" kata Sasuke
"Apa yang kau katakan aku tak mengerti" kata Naruto tak mengerti apa yang dimaksud Sasuke.
"Saat bertarung kau tidak seperti biasanya, seperti ada yang menahanmu" kata Sasuke.
"Mungkin hanya perasaanmu saja" kata Naruto meski sebenarnya ada sesuatu yang menahnnya, setiap ia bertarung kata-kata Sona sering terngiang dikepalanya.
"Apa karena gadis itu?" tanya Sasuke yang membuat Rena terkejut.
"Siapa maksudmu?"
"Sona Sitri, akhir-akhir ini aku sering melihatmu bersamanya, apa dia yang membuatmu seperti ini" kata Sasuke yang membuat Naruto kembali terkejut.
"Apa yang kau katakan, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini" kata Naruto membantah apa yang Sasuke katakan.
"Sudahlah jangan membicarakannya, lebih baik kau ikut aku ada beberapa orang yang harus dibereskan" kata Naruto.
"Baiklah, tapi kuharap dia tidak membuatmu berhenti bertarung" kata Sasuke.
"Hal itu tidak akan terjadi"
.
.
.
.
BUAGH!
"Hahahaaahahah" Naruto tertawa meras setelah berhasil menumbangkan lawannya dengan seki pukulan keras.
Naruto memandang sekeliling yang dipenuhi bercak darah dan sekumpulan siswa dari sekolah lain yang sudah terkapar tak berdaya.
'Kau salah Sona, tak mungkin orang sepertiku adalah pria yang baik' batin Rena sambil memandang kedua tangannya yang berlumuran darah.
"Sudah malam lebih baik kita pulang Dobe" kata Sasuke setelah selesai menghabisi bagiannya.
"Kau duluan saja Teme, ada yang harus kulakukan" kata Naruto.
"Baiklah, tapi kau jangan berlebihan" kata Sasuke sambil berjalan pergi.
Tujuan Naruto saat ini adalah mencari perkelahian baru, sepertinya ia masih belum puas dengan menghabisi 15 siswa yang membuat masalah dengannya.
Setiap Naruto mengingat perkataan Sona, ia selalu ingin bertarung ia ingin membuktikan bahwa perkataan Sona salah.
Tak butuh waktu lama Naruto menemukan sekempok yankee yang cocok sebagai penutup untuk hari ini.
"Yo! apa kalian sedang sibuk" kata Naruto pada sekelompok yankee tersebut.
"Apa maksudmu" kata salah satu yankee tersebut dengan wajah kesal.
"Bagaimana kalau kita bermain" kata Naruto yang membuat sekelompok yankee tersebut menatapnya bingung.
BUAGH!
Tanpa basa-basi Naruto langsung menendang salah satu yankee hingga terjatuh dan setelah itu pertarungan tak terhindarkan.
Tak butuh waktu lama untuk Naruto menghabisi sekelompok yankee tersebut hingga saat ini hanya menyisakan satu orang yang masih sadar.
"Tolong lepaskan aku, biarkan aku pergi" kata yankee yang masih tersisa dengan wajah ketakutan sementara Naruto hanya tertawa melihat itu.
Naruto melancarkan serangan penutup, tapi sebelum pukulannya sampai tiba-tiba Naruto teringat kembali dengan perkataan Sona.
'Aku percaya bahwa Naruto-kun adalah orang yang baik' kata-kata itu kembali terngiang dikepalanya hingga ia menghentikan serangannya.
Yankee tersebut yang melihat Naruto menghentikan serangannya tak menyiakan kesempatan, ia langsung mengambil batu yang ada disampingnya dan langsung menghantam kepala Rena dengan batu tersebut.
BUAGHT!
Naruto langsung terjatuh setelah menerima hantaman keras dikepalanya, darah segar mengalir deras dari kepalanya hingga membasahi wajahnya.
"Rasakan itu" kata yankee tersebut, tak sampai disitu, yankee tersebut mengambil sebatang kayu yang ada disana dan langsung memukul tubuh Naruto berkali-kali.
Buagh!
Buagh!
Buagh!
"Rasakan ini" kata yankee itu sambil terus memukul tubuh Naruto dengan kayu, hingga akhirnya Naruto bangkit dan menahan kayu itu.
"Hahahaahaha, itu lumayan sakit sialan" kata Naruto sambil menatap tajam yankee yang baru saja memukulnya, sementara yankee tersebut hanya bisa berjalan mundur dengan wajah ketakutan.
"Dasar monster" kata yankee tersebut.
"Hahahhahhah" Naruto tertawa keras, setelah itu Naruto langsung memukuli yankee tersebut dengan keras dan tentunya yankee tersebut langsung pingsan setelah menerima beberapa pukulan Naruto.
Setelah memastikan bahawa semua lawannya sudah habis, Naruto memilih untuk pulang karena ia merasa tubuhnya sudah lelah selain itu ia merasa sedikit pusing setelah menerima hantaman tadi kepalanya, Naruto memegang kepalanya dan dapat merasakan bahwa kepalanya masih mengeluarkan darah.
Naruto berjalan menuju rumahnya dengan susah payah karena ia merasakan semakin lama kepalanya semakin sakit dan darah terus mengalir dari kepalanya.
Setelah perjalanan cukup lama akhirnya Naruto sampai didepan rumahnya dan langsung memutuskan untuk masuk, tapi belum sempat ia membuka pintu ia merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya.
"Argh,, sial kepalaku sakit sekali" kata Naruto sambil memegang kepalanya.
Tubuh Naruto ba-tiba saja menjadi lemas dan ia langsung terjatuh sebelum akhirnya ia pingsan.
TBC
