Wo De Zui Ai
*
[ KOOKV SHO-AI SLICE OF LIFE SLOW BURN FANTASY SCHOOL LIFE REBIRTH JOSEON-MODERN ]
by: Odeee_
*
Chapter 1
"Apakah kau bersunguh-sungguh dengan kepindahanmu ke tempat kecil itu?" Suara lembut seorang wanita terdengar dari seberang telpon.
"Mhm."
Sebuah taxi melaju dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga lampu jalan di luar jendela berubah dari titik-titik menjadi setrip cahaya, yang menyerupai dua pita emas yang gemerlap. Waktu sudah mendekati jam dua pagi, dan tidak ada kemacetan di jalan, namun kendaraan lain masih akan lewat dari waktu ke waktu.
Kim Taehyung dengan tidak bersungguh-sungguh mendengarkan ibunya berbicara banyak hal padanya ditelpon. Hari ini dia memutuskan untuk pindah ke Mandeok-dong Busan dengan perasaan yang tidak dapat dikatakan baik.
Ibunya berpergian setiap saat, dia hanya menemui anak satu-satunya enam sampai satu tahun sekali. Pekerjaan menyita banyak waktunya.
Sementara ayahnya, telah meninggalkan mereka berdua dan menikah dengan wanita lain.
"Apakah kau ingin tinggal bersama bibimu atau kau lebih nyaman tinggal sendiri?" Ibunya berkata dengan hati-hati. "Katakan jika kau ingin tinggal sendiri, ibu akan membelikan rumah yang layak untukmu tinggal."
Lampu gedung-gedung tinggi yang menjulang tinggi dan megah bersinar terang. Mereka akan tetap seperti itu — tidak padam — sepanjang malam, seolah-olah tidak pernah ada waktu untuk tidur.
"Aku akan tinggal sendiri."
Taehyung mampu merasakan kegelisahan ibunya dari seberang telpon. Ibunya sangat berhati-hati dalam tindakan maupun dalam perkataan, sebisa mungkin menghindari menyakiti putra tersayangnya.
Setelah terdiam beberapa saat, ibunya akhirnya menemukan suaranya kembali, "Apakah kau ingin ibu mengirim beberapa pelayan untuk membantumu?"
Taehyung tau jika ibunya sangat mengkhawatirkannya. Saat ibunya datang mengunjunginya setelah pekerjaan yang panjang, dia akan mendengar ibunya menangis dan meminta maaf padanya, dalam tidurnya.
Ibunya bekerja keras untuk kehidupan mereka yang lebih baik, sama seperti yang dilakukan ibunya dikehidupan sebelumnya.
"Tidak perlu ibu, aku akan belajar mengatasi semua sendiri disini."
"Sayang, apa kau yakin?"
"Mhm. Aku sudah terbiasa."
Setelah terdiam beberapa saat, dia mendengar suara isak tangis ibunya yang berusaha ditahannya. Ibunya adalah wanita hebat, selalu bekerja keras atas apapun, namun saat berurusan dengan putranya dia menjadi banyak menangis. Mendengar itu membuatnya merasakan ditusuk ribuan jarum tepat didadanya.
"Ibu tidurlah, kau harus bekerja besok pagi."
Saat itu sudah pukul lima pagi saat dia sampai di Mandeok-dong Busan.
Dengan bantuan ibunya, dia telah terdaftar dalam sebuah sekolah menengah atas didaerah ini. Dia akan mulai bersekolah pada hari senin, tepatnya dua hari lagi.
"Tuan, kemana saya harus mengantar anda?"
Supir taxi itu bertanya saat Taehyung tidak juga mengatakan tujuannya setelah sampai di Mandeok-dong.
"Aku tidak tau banyak tentang daerah ini, tapi bisakah anda menyarankan hotel yang dekat dengan sekolah menengah 25?"
"Baiklah, saya tau hotel terbaik didekat sana!" Kata supir taxi itu dengan semangat, tidak ada kelelahan terdengar dari suaranya.
Setelah beberapa saat, taxi itu memasuki kawasan hotel yang terlihat cukup besar. Taehyung memberikan banyak tip untuk supir taxi yang sudah mengantarkannya sejauh ini tanpa terdengar keluahan sedikitpun.
Supir taxi yang merupakan seorang pria paruh baya itu menolak dengan tegas, "Ahh! anda tidak harus melakukannya tuan muda, sudah merupakan tugas saya untuk mengantar penumpang saya ke tempat tujuannya dengan aman!"
Kelelahan terpancar dengan jelas diwajah Taehyung, membuatnya terlihat pucat dibawah cahaya lampu. Tidak ingin memperpanjang perdebatan dia membungkuk pada supir taxi itu dan meninggalkannya ke dalam hotel mengabaikan penolakannya.
Saat ini masih sangat pagi untuk sebuah aktivitas, namun masih ada beberapa orang yang keluar masuk hotel termasuk dirinya. Dia memesan kamar kosong yang terletak dilantai 3.
Tanpa berniat untuk membuka kopernya, segera dia melemparkan tubuh lelahnya ke atas tempat tidur berukuran besar itu.
Dia sangat ingin beristirahat saat ini, namun hatinya berdebar dalam kegugupan sejak dia sampai di daerah ini.
Satu bulan yang lalu, ketika salah satu teman sekolahnya berlibur ke rumah neneknya di Mandeok-dong, dia mengirimkan beberapa foto pada moment linenya. Dalam salah satu foto yang dibagikan, Taehyung melihat mamanya, ibunya dikehidupan sebelumnya sedang tersenyum pada seorang anak kecil.
Daun-daun yang menggantung dipohon menyelipkan kilau cahaya langit sore, mencerminkan langit yang tidak berawan. Bangunan-bangunan bertingkat tinggi yang dikelompokkan secara dekat menebarkan bayangannya ke tanah, dan meskipun daerah itu terkena angin musim semi yang hangat di bulan April, itu masih berhasil mempertahankan sisa-sisa dingin.
Taehyung tanpa sadar mengurung dirinya didalam kamar hotel hingga sore datang.
Dengan masker sebagai penutup wajahnya dan topi berwarna hitam, dia berkeliling untuk menemukan sebuah minimart.
Tempat ini tidak sebesar Seoul, banyak jalan-jalan bercabang yang membuatnya kebingungan. Dia telah menyelusuri jalan setengah jam namun tidak menemukan minimart. Sebaliknya, dia merasa jika jalan yang dia lalui tidak ada ujungnya.
Saat dia memasuki sebuah gang sempit, dia mendengar beberapa orang sedang berdebat dengan suara yang terbilang keras.
"Dengar, kau tidak akan menemukan semangka semanis ini bahkan jika kau menyebrangi lautan!" Suara seorang pria terdengar tegas.
Taehyung melangkah mendekat, dia melihat dua orang pria sedang memunggunginya dan tiga orang pria lainnya didepannya.
Salah satunya memegang sebuah semangka, dia adalah orang yang memiliki suara tegas sebelumnya. Sementara dua lainnya sedang memegang keranjang berisi beberapa semangka hanya mengangguk setuju pada apa yang disampaikan temannya.
"Karena kalian berdua adalah orang ke sepuluh yang kami temui, aku akan memberikan kalian diskon besar! Kau bisa mengambil satu semangka manis ini dengan harga 2000 won!"
Salah satu dari dua orang yang ditawari menjawab dengan keluhan, "Bagaimana bisa itu disebut diskon, kenapa sebuah semangka bisa lebih mahal dari harga buku paket belajarku!"
"Buku paket belajarmu tidak semanis semangka ini!" Pria penjual semangka itu kembali meyakinkan, "Kami menyiram pohon semangka ini dengan air madu, kau tau madu di keluarga Jung bukan? kami menyiram semangka ini dengan itu! Dan semangka kami bahkan lebih manis dari madu itu."
Dua orang itu tampak saling memandang beberapa saat, sebelum dengan ragu-ragu bertanya, "Benarkah?"
Taehyung mengalihkan pandangannya dan terkekeh dibalik maskernya. Bagaimana bisa kedua orang itu percaya omong kosong seperti itu. Namun saat dia kembali menatap kelima orang didepannya, matanya bertemu dengan mata penjual semangka itu.
Orang itu mengerutkan alisnya dengan tajam saat menatap Taehyung. Dia mengangkat dagunya dan berkata dengan dingin, "Apa yang kau lihat?"
Karena sinar matahari membelakangi mereka berlima, Taehyung tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa wajah mereka.
Dia mengabaikannya untuk menunduk memasukkan sandi handphonenya dan membuka aplikasi google map.
"Orangtuaku mengatakan jika madu dari keluarga Jung sangat enak, kami akan membeli satu buah semangka saja, uang kami tidak cukup jika harus membeli dua."
"Bagus! Bagus! Kalian harus datang pada kami saat ingin membeli semangka lagi!"
Kedua orang itu membeli semangka yang ditawarkan tanpa ragu-ragu dan pergi dengan senyum senang seolah tidak sabar untuk membelah semangkanya. Tanpa sadar Taehyung kembali terkekeh, merasa jika orang itu sangat pandai berjualan.
Setelah yakin kedua orang pembeli itu tidak terlihat lagi, seorang dari mereka bertiga berkata dengan suara keras, "Jungkook kau gila! Bagaimana jika mereka mendatangi rumahku untuk melihatku menyiram tanaman semangka ini dengan air madu, ayahku akan memukulku karena membuang-buang harta berharga mereka!"
