Title : RISING STAR Chapter 2

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Changmin & Hyungdeul. Cho family.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : "Kasihan nae chingu, punya hyung seperti kalian…" / Leeteuk hyung, dengan kondisiku ini, apakah aku masih bisa bersama kalian meskipun aku selamat?/ Mian hamnida, tuan Cho, kondisi putra Anda sebenarnya mulai menurun. / "Jangan bicara sembarangan atau kurobek mulutmu, Kim Young Woon!"

.

.

"Aku akan memberi kalian waktu tenang sebentar. Setelah itu, aku ingin lihat, bagaimana kalian bersama-sama mengatasi hal ini."

.

.

RISING STAR

Chapter 2

.

Rasanya waktu berjalan lambat ketika semua melihat dan membuka telinga lebar-lebar. Tetapi sedetik kemudian, Kyuhyun justru menggembungkan pipinya, dan melengos.

"AISH! Apa yang setan kecil itu lakukan?!" Heechul mendelik kaget. Apa yang ia rasakan tidak kalah dengan yang semua rasakan, termasuk eomma Kyuhyun, Ahra dan Uisa.

"Kyuhyunnie, jebal, … Cobalah berbicara," bujuk sang eomma.

Kyuhyun melirik ke arah Uisa, menggerakkan tangan kanannya yang bebas seperti sedang menulis. Dari tatapannya, Uisa tahu namja itu tidak akan mengubah keinginannya. Uisa menghela nafas berat, mendekat ke arah Kyuhyun, menyodorkan papan catatan dan pulpennya.

Karena Kyuhyun cuma bisa terbaring, jadi Uisa memegang papan itu, membalik ke halaman yang kosong, dan menyerahkan pulpen untuk Kyuhyun pergunakan menulis. Wajah Uisa dan eomma Kyuhyun memucat ketika membaca tulisan itu.

"Apa yang Kyuhyunnie lakukan?"

"Dia menulis apa?"

"Jangan bertanya padaku, aku tidak tahu!"

Keributan hyungdeul terbungkam karena tiba-tiba tirai jendela ditutup dari dalam.

"MWO?" teriak mereka serempak. Kini mereka tidak bisa melihat apa-apa.

Mereka semua bertambah terkejut ketika Uisa dan eomma Kyuhyun keluar dari kamar.

"Eomma,…. Ada apa?" tanya Ahra dengan lembut, melihat sang eomma sangat sedih.

Uisa mengambil kertas yang Kyuhyun tulis tadi, dan menyerahkannya kepada Sungmin yang berdiri paling dekat dengannya. Member yang lain segera ikut membaca di belakangnya termasuk Ahra.

Pasien berhak menolak bicara dan kunjungan. Karena itu, aku ingin sendiri saja, jangan ada yang masuk, jangan ada yang melihat, sampai jam besuk yang berlaku di bagian umum tiba. Silahkan meminta seorang perawat menemani di dalam, tetapi selain itu aku tolak!

"Akan kubunuh saja dia!" Heechul tampak emosi, tetapi segera ditahan oleh Hangeng.

"Aku harus menemui Captain Cho!" Ahra bergerak hendak masuk, namun sang eomma menahannya sambil menangis.

"Seperti yang Kyuhyun sshi tulis, dia berhak menolak dikunjungi." Uisa lagi-lagi menghela nafas. Baru kali ini ia bertemu pasien yang kondisinya nyaris sekarat, tetapi keras kepalanya seperti batu.

"Apa tidak ada cara lain?" tanya Donghae memelas.

"Sementara ini tidak. Mianhe, saya harus menyiapkan seorang perawat untuk menunggunya di dalam, kalau-kalau ada perkembangan yang tidak baik."

Ketika Uisa berlalu, mereka semua saling berpandangan, dan akhirnya terduduk lemas di depan ruang ICU. Kini tak ada yang bisa mereka lihat kecuali tirai dan pintu yang tertutup.

.

Akhirnya Kyuhyun bisa sendirian di kamar ICU. Dengan cepat, ia melihat semua perangkat yang ada di dekatnya. Saat ini hanya kepalanya yang bisa berpaling ke kiri dan kanan, juga tangan kanannya yang cukup bebas. Selain itu, nyaris semua bisa dirasakannya dihubungkan dengan peralatan medis.

Sebenarnya seberapa parah kondisiku? Rasa sakit yang aku rasakan ketika itu tidak main-main. Sungguh tidak tertahan…

Kyuhyun melirik selimut yang menutupi tubuhnya dari leher ke bawah, Ia sangat tergoda untuk menyibakkan selimut itu, tetapi ia tidak berani melakukannya. Meski ia tidak tahu persis, yang ia tahu ICU bukanlah unit untuk pasien dengan kondisi biasa.

Sudah berapa lama aku di sini sebenarnya?

Kyuhyun memutar otaknya, mencoba mencari jawaban.

.

"Di mana Ryeowookie?" Hangeng tersadar tidak melihat namja itu sejak dia datang.

"Ryeowook sejak Kyuhyun sadar dari koma, tidak mau ke rumah sakit," bisik Donghae, takut terdengar oleh Eomma Kyuhyun dan Ahra noona.

"Mereka bertengkar sehari sebelumnya," jelas Heechul.

"Eeh? Bukankah itu sebelum aku ke China?" Siwon terkejut. "Mereka belum berbaikan?"

"Masalahnya saja kami tidak tahu," gumam Yesung.

Semua kembali terdiam, memandang tirai dan pintu ruang ICU yang tertutup.

"Apa yang dipikirkan oleh Kyuhyunnie? Bukankah saat seperti ini dia justru membutuhkan kita dan keluarganya?" Siwon tak bisa menahan rasa sesak di dadanya.

"Kibum, kau ada ide?" tanya Yesung kepada Kibum. Pertanyaannya hanya dijawab dengan gelengan.

Eomma Kyuhyun menangis karena tidak bisa mendampingi Kyuhyun di dalam. Semua member yang ada di sana, melihat sang eomma dan Ahra dengan prihatin. Pasti mereka yang paling terpukul dengan kelakuan Kyuhyun.

"Dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri," kata Sungmin tiba-tiba, membuat semua menoleh ke arahnya, termasuk Ahra noona dan eomma. Sungmin memang mengatakannya tanpa berbisik.

"Coba kita bayangkan, seandainya kita yang menjadi Kyuhyunnie. Semua mata memandang dengan penuh harap, namun tiba-tiba ketika ia membuka mulutnya tak ada satupun kata yang keluar….bagaimana perasaannya?" Sungmin menarik nafas panjang. "Untuk menghadapi diri sendiri saja berat, apalagi harus melihat kesedihan dan kekecewaan yang pasti muncul di wajah kita semua."

Semua tertegun. Tak ada satu pun yang membantah kata-kata Sungmin. Bahkan eomma dan Ahra pun mulai bisa memahami situasinya, dan tidak lagi merasa tersisihkan. Mereka hanya bisa memandang perawat yang masuk dengan pandangan sedikit iri.

.

Siang hari Changmin datang ke rumah sakit, dan terkejut melihat kamar ICU tempat Kyuhyun dirawat tertutup rapat. Kekuatiran muncul di wajahnya. Namun sebelum rasa paniknya muncul, Ahra noona, eomma Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, Shindong dan Heechul muncul. Mereka baru saja mencari makan siang di kantin rumah sakit.

"Changminnie!" Eunhyuk berseru senang. "Kau datang berkunjung?"

"Ne, kebetulan aku ada waktu sebentar. Bagaimana kabar Kyuhyunnie? Aku dengar dia sudah sadar. Tapi kenapa ruangan ini…."

Yesung menceritakan kejadian tadi siang. Changmin keheranan mendengarnya.

"Jadi, hyungdeul tidak bisa memintanya bicara?"

"Bagaimana mungkin? Kami masuk saja tidak boleh. Bahkan eomma dan noonanya saja dia tolak." Shindong mengeluh. "Padahal aku dan Eunhyuk sengaja ke sini sebelum kami ke SUKIRA."

"Kasihan nae chingu, punya hyung seperti kalian…" Changmin menggelengkan kepalanya dengan heran, tak mempedulikan Heechul yang sudah melotot ke arahnya. "Bukankah itu mudah sekali?! Tunggu sebentar, biar aku saja yang melakukannya."

Namja itu masuk ke ruang steril, sedikit berargumentasi dengan perawat di sana, kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian steril.

"Changminnie! Apa yang kau lakukan? Kyuhyunnie punya hak menolak! Kau bisa kena kasus!" seru Eunhyuk dari luar ruang steril yang tembus pandang.

"Mana mungkin Kyuhyun-ah memasukkan kita ke penjara? Kalian semua aneh!" Changmin mendengus.

"Benar juga." Yesung baru tersadar, begitu juga yang lain.

"Changminnie, kalau kau berhasil memaksanya bicara, semua kekurang-ajaranmu dulu dan tadi akan kulupakan!" seru Heechul bersemangat.

"Tenang saja, Heechul hyung, percayakan padaku. Aku akan beri kabar kalian secepatnya." Changmin tersenyum lebar.

.

Kyuhyun terkejut sekaligus gembira melihat kedatangan Changmin. Untuk sesaat ia melupakan untuk apa ia sendirian di ruang ICU itu. Tetapi ia terkejut bukan main ketika Changmin meraih tangan kanannya dan mendekatkan mulutnya yang terbuka lebar, siap menggigit jari Kyuhyun.

"Ya! Changmin-ah! Kau sudah gila?!"

Changmin tersenyum puas melihat sahabatnya marah dan menarik tangannya yang hampir digigit. "Dengar? Kau bisa bicara, kan?"

Changmin membuka tirai. Langsung terpampang wajah-wajah yang sudah menunggu dengan was-was. Ketika namja itu mengacungkan jempolnya, semua berteriak kegirangan. Changmin kembali ke sisi ranjang Kyuhyun dan tersenyum melihat sahabatnya merengut kesal.

"Hei, jangan marah, Caramel macchiato… Bukankah kau juga lega setelah tahu bisa bicara? Asal kau tahu, aku yang paling was-was tadi."

"Gomawo," kata Kyuhyun pelan. Changmin benar. Dia merasa lega karena ternyata suaranya sudah keluar.

Uisa masuk ke dalam kamar dengan wajah senang. "Syukurlah, Kyuhyun sshi, ternyata kau tidak apa-apa. Tampaknya kemarin suaramu tidak keluar karena masih dalam kondisi shock akibat luka-lukamu. Apakah kau bisa mengingat semuanya?"

"Ne, Uisa, dia bisa. Buktinya dia bisa memarahiku tadi," jawab Changmin sambil meringis ketika Kyuhyun melayangkan evil glare-nya.

"Nah, sekarang istirahatlah, jangan banyak bergerak maupun berbicara. Jika kondisimu stabil, kita akan mengadakan operasi besok siang," kata Uisa.

.

.

Sore harinya, Kyuhyun masih penasaran dengan kondisinya yang sebenarnya. Akhirnya dia bisa membujuk salah seorang perawat membawakan surat kabar untuknya. Ia meminta perawat itu ketika hyungdeul dan keluarga yang menunggunya sedang keluar ruangan.

Di dalam ruang ICU, Kyuhyun memberi kode agar perawat yang menjaganya membuka halaman surat kabar. Ketika akhirnya ia menemukan berita tentang kecelakaan Super Junior, Kyuhyun meminta agar bagian tersebut didekatkan kepadanya, agar dia bisa membacanya.

[23 April 2007]

Aish! Aku siaran di SUKIRA tanggal 18 April, dan kecelakaaan itu terjadi tanggal 19 April. Aigoo… ternyata aku tidak tertidur sebentar seperti perkiraanku!

Kyuhyun melanjutkan membaca berita hari itu.

[Member Super Junior Shindong dan Eunhyuk yang mengalami luka ringan, hari ini dinyatakan keluar dari rumah sakit. Leeteuk sang leader untuk sementara masih memerlukan perawatan karena memerlukan 170 jahitan untuk mengeluarkan pecahan kaca. Dia memerlukan waktu untuk pulih, tetapi diperkirakan sebelum bulan Mei dia sudah bisa kembali beraktifitas bersama Super Junior].

Teuki hyung, ternyata lukamu sangat parah… Mianhe, aku tak bisa menjengukmu. Kalau aku sembuh, aku akan segera mengunjungimu, hyung…. Setelah berhasil menahan sedihnya membaca kondisi Leeteuk, Kyuhyun melanjutkan membaca.

[Anggota ke-13 Super Junior, Cho Kyuhyun, yang mengalami koma selama 4 hari akhirnya tersadar. Namun kondisinya belum memungkinkannya menjalani operasi].

Jadi aku koma selama 4 hari? Pantas Ahra noona, Siwon hyung dan Hankyung hyung ada di sini… Dan eomma serta appa juga terlihat sedih… Mianhe, aku sudah membuat kalian kuatir. Tapi tenang saja, aku akan berusaha cepat sembuh…

Kyuhyun meminta agar sang perawat mendekatkan ke barisan yang belum dibacanya.

[Seperti kita ketahui, Kyuhyun Super Junior mengalami patah tulang kaki, tulang pinggul dan tulang rusuk. Tulang rusuknya yang patah di 6 bagian menusuk ke paru-paru. Dikabarkan juga, tadi malam patahan tulang pinggulnya merobek lambung. Tim dokter menunggu kondisinya stabil untuk melakukan operasi. Kemungkinan operasi itu berhasil menyelamatkan nyawanya hanya 20%].

ANDWAE! Hanya 20%? Kondisiku separah itu? Tapi aku merasa baik-baik saja… Kyuhyun mencoba menenangkan diri, supaya alat-alat menyebalkan itu tidak bereaksi terhadap perubahan dirinya. Tiba-tiba namja itu kehilangan niat membaca.

Kyuhyun sungguh berharap saat ini dia tidak memiliki ingatan yang bagus dan pengetahuan yang banyak. Ia berharap menjadi orang yang hanya tahu bahwa dirinya sakit dan berusaha untuk sembuh. Bukan orang yang menyadari apa saja yang rusak pada tubuhnya, bagaimana akibat kondisi itu terhadap dirinya ke depan, dan bahwa kondisinya tidak akan pernah seperti dulu lagi seberapa besar pun usahanya.

Itu sebabnya aku merasa sangat sakit ketika bangun dari koma… Aku bisa tenang begini, karena obat penahan sakit dosis tinggi. Bahkan Uisa juga berkata, agar aku bilang jika sakitnya mulai terasa. Tapi tak bisa selamanya begini, suatu saat, aku harus menghadapi kondisiku yang sebenarnya. Harus hidup dengan semua itu…. Itu pun kalau aku bisa hidup…

Mati-matian namja itu berusaha menahan air matanya, kembali berusaha menyembunyikan apa yang ia rasakan jauh-jauh di dalam hati. Namun saat menjelang tengah malam, ketika ia yakin Eomma yang sedang menjaganya di kamar ICU sudah terlelap, Kyuhyun menangis diam-diam. Leeteuk hyung, dengan kondisiku ini, apakah aku masih bisa bersama kalian meskipun aku selamat?

.

Pukul 11 malam. Leeteuk mendesah melihat jam dinding. Hari ini dia kesepian. Eunhyuk dan Shindong sudah keluar dari rumah sakit. Karena syuting movie Attack on the Pin-Up Boys sudah dimulai, jadwal kunjungan menjadi jarang. Apalagi Leeteuk sendiri yang meminta agar dia tak perlu ditunggui saat malam hari.

Aku dan Kyuhyunnie sudah dipastikan tidak ikut dalam movie itu. Hangeng sudah ditetapkan sebagai pengganti peran Kyuhyun. Sedangkan Ryeowook menggantikanku. Leeteuk merasa sedih. Apapun yang Super Junior lakukan ia ingin ikut, apalagi ini adalah movie pertama buatan SM. Ia sangat merasa terpukul tidak bisa ikut, padahal seminggu lagi Uisa bilang dia diperbolehkan keluar. Tapi pihak SM tidak mau menunggunya.

Bagaimana keadaan Kyuhyunnie? Pikirannya melayang kepada magnaenya. Ia tahu, hari ini Siwon dan Kangin yang tugas berjaga malam di sana, karena besok mereka tidak ada kegiatan. Tetapi entah mengapa, Leeteuk merasa sang magnae sedang bersedih.

Kyuhyunnie, bagaimana keadaanmu, dongsaeng? Hyung sungguh ingin menemanimu. Apakah kau sedang kesepian? Atau kau sedang sedih? Kenapa hyung merasa kau sedang bersedih saat ini? Mata Leeteuk berkaca-kaca. Perasaannya semakin kuat, dan itu membuatnya semakin tersiksa. Kyuhyunnie, uljima, Kyuhyunnie… Jangan takut, kami selalu ada di sisimu. Kau harus kuat, dongsaeng… Kau harus kuat! Kali ini, kami tak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi…

Tanpa mereka sadari, kedua namja tanpa pertalian darah itu menangis bersama, saling merasakan kehadiran yang lain, sampai akhirnya keduanya tertidur karena kelelahan.

.

24 April 2007

Kondisi Kyuhyun dinyatakan stabil dalam 24 jam terakhir. Persiapan operasi pun dilakukan. Operasi akan dilakukan tepat jam 11 siang jika tak ada perubahan pada kondisi Kyuhyun. Kyuhyun sendiri sedang membaca kartu dari Kangin dan Leeteuk yang dibawa oleh Hangeng tadi.

Ia mengambil kartu berwarna pastel dari Leeteuk.

Kyuhyunnie, kami akan selalu berada di sisimu…. Leeteuk hyung

Namja itu juga membaca kartu berwarna biru dari Kangin.

Kyuhyunnie, kata Yesung hyung, ini cobaan dari Tuhan untuk kita. Dia percaya kita bisa melewati ini semua. Aku juga percaya, Kyuhyunnie. Super Junior, hwaiting! Kyuhyunnie, hwaiting! Dari Kangin kyung

Kyuhyun tersenyum membayangkan kedua hyungnya yang tidak bisa hadir saat ini.

"Kyuhyunnie, coba lihat siapa yang datang!" Donghae muncul sambil menarik Ryeowook. Untuk sesaat, Ryeowook maupun Kyuhyun hanya saling terdiam.

"Hei! Jangan begitu! Wookie, bukankah ada yang ingin kau katakan?" Donghae mendorong Ryeowook semakin mendekat ke sisi pembaringan. Ia tersenyum lebar melihat kekikukan kedua dongsaengnya.

"Kyuhyunnie, mianhe… Aku baru menemuimu sekarang," kata Ryeowook sambil tertunduk.

"Meski kau baru melihatnya, Kyuhyunnie, sebenarnya Wookie setiap hari datang dan menunggumu di luar ketika kau belum sadar dari koma," jelas Donghae. "Nah, kalian bereskan masalah kalian. Aku akan keluar dulu."

Lagi-lagi kedua namja itu hanya terdiam. Ryeowook melihat ke jam dinding. Jam 10.10. Sebentar lagi Kyuhyunnie akan dioperasi… Aku tak boleh begini terus.

"Mianhe…"

Kata itu keluar dari mulut keduanya bersamaan. Ryeowook maupun Kyuhyun akhirnya tersenyum lebar.

"Kita sudah berbaikan lagi bukan?" tanya Ryeowook memastikan.

"Harusnya aku yang bertanya begitu, Ryeowookie… Bukankah kau yang mendiamkanku?" Kyuhyun meringis kesakitan. Tampaknya kondisi tubuhnya tidak mengijinkannya bicara banyak.

"Gwenchana, Kyuhyunnie?"tanya Ryeowook cemas.

"Gwenchanayo," jawab Kyuhyun menenangkan.

"Mianhe. Aku sebenarnya sudah tak marah padamu. Aku hanya ingin kau jujur kepada hyungdeul," kata Ryeowook. Ia tersenyum saat Kyuhyun melempar evil glare-nya.

"Ya! Ryeowookie! Jadi selama ini kau menipuku?" Kyuhyun tidak memperdulikan rasa sakit di dadanya lagi. Ia sungguh merasa kesal karena kebingungan sendiri sejak Ryeowook mendiamkannya.

"Kau juga!" seru Ryeowook sambil tersenyum lebar. "Anggap saja kita impas."

Kyuhyun mau tak mau membenarkan.

"Seonsaengnim menengokmu. Beliau sampai membatalkan keberangkatannya ke USA."

"MWO? Kau tidak berbohong?"

"Aku tidak berbohong." Ryeowook tersenyum melihat wajah cemas Kyuhyun. "Kyuhyunnie, mulai sekarang kau tidak sendirian. Siwon hyung sudah mengatakan langsung kepada seonsaengnim. Kali ini kita akan berusaha bersama-sama. Karena itu, kau harus sembuh, arrachi?"

Kyuhyun memandang Ryeowook, mencari keraguan di sana. Namun Ryeowook hanya tersenyum polos. Kyuhyun sungguh ingin seperti Ryeowook yang tidak menyadari betapa gentingnya keadaannya saat ini. Karena jika ia tak berhasil melewati operasi besar nanti, jangankan tampil bersama Super Junior… Untuk bertahan hidup saja ia tidak bisa.

.

Hari ini, semua hyungdeul kecuali Leeteuk dan Kangin berada di Kang Nam untuk menunggui jalannya operasi. Sebenarnya Leeteuk meminta Kangin ikut berangkat, tetapi namja itu menolak karena melihat Leeteuk bangun dengan wajah sembab akibat menangis.

Ia merasa Leeteuk membutuhkan pendamping selama menunggu kabar operasi Kyuhyun. Apalagi mereka semua tahu, operasi ini untuk merebut harapan hidup Kyuhyun yang hanya 20%.

Appa, eomma dan Ahra noona pun berada di sana. Appa Kyuhyun mengosongkan semua jadwalnya. Meski yang lain berusaha bersemangat, tetapi Kyuhyun justru terlihat tidak. Sesekali namja itu hanya terdiam sambil sedikit melamun.

Bahkan saat kehebohan terjadi karena kedatangan keluarga member SUJU yang lain, Kyuhyun hanya memandang dengan diam, sambil sesekali tersenyum. Para noona termasuk adik perempuan Siwon mengerubungi Ahra. Appa Yesung, Sungmin, Kangin dan Ryeowook mengajak appa Kyuhyun bercakap-cakap. Eomma Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, Yesung, Shindong, Sungmin dan Ryeowook berpelukan dengan eomma Kyuhyun.

Kyuhyun paham, semua datang untuk memberi dukungan moril kepadanya, juga kepada appa, eomma dan noonanya. Tetapi Kyuhyun tak memungkiri, ia merasa seperti akan segera meninggalkan dunia ini dengan kedatangan orang sebanyak itu.

Donghae berinisiatif agar mereka berfoto bersama. Pertama Kyuhyun bersama hyungdeul, kemudian Kyuhyun bersama keluarganya. Kyuhyun berusaha tersenyum, sama seperti mereka semua yang berusaha tersenyum bersamanya.

Appa Kyuhyun mendekati dokter yang akan memimpin operasi, mengajaknya berbicara di ruangan lain, di mana tak ada yang bisa mendengarkan mereka.

"Uisa, saya melihat Kyuhyunnie hari ini sedang tidak bersemangat, sangat berbeda dengan kemarin. Apakah tidak apa kita melakukan operasi saat ini?" tanya sang appa tak bisa menyembunyikan kecemasannya lagi.

"Mian hamnida, tuan Cho, kondisi putra Anda sebenarnya mulai menurun. Jika kita tunda lagi, tidak mustahil dia kembali jatuh ke kondisi koma, bahkan kemungkinan terburuk bisa terjadi." Uisa menggeleng. "Kita tak ada pilihan. Operasi harus tetap dilakukan. Kita mencoba meraih peluang yang sedikit itu, atau melepasnya saat ini juga."

"Saya mengerti." Appa Kyuhyun mengangguk dengan berat hati. Kedua tangannya menjabat tangan sang dokter erat-erat. "Uisa, saya percayakan anak saya ke dalam tangan Anda. Saya mohon, selamatkan dia."

"Berdoalah, tuan Cho. Kami hanya bisa berjanji mengusahakan yang terbaik."

.

Appa Kyuhyun bukan satu-satunya yang menyadari keadaan Kyuhyun. Sungmin sudah memperhatikan hal itu sejak pagi tadi. Namja itu meminta agar diberi waktu berdua dengan Kyuhyun saat Kyuhyun dibawa keluar dari ICU.

"Kyuhyunnie," panggil Sungmin sambil duduk di dekat Kyuhyun. Saat itu Kyuhyun sudah berada di ruang persiapan operasi, dan mengenakan pakaian operasi, lengkap dengan penutup kepalanya. "Wae yo, saeng?"

Kyuhyun membuka mulutnya hendak menjawab, namun akhirnya menutup mulutnya kembali. Sungmin menghela nafas melihatnya.

"Aku tak tahu apa yang membuatmu tidak bersemangat… Tapi aku punya sesuatu untuk kuceritakan kepadamu."

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ketika Sungmin mulai bercerita bagaimana appa Kyuhyun berjuang mempertahankan impiannya sebagai penyanyi, meski itu beresiko ia kehilangan putra satu-satunya, Kyuhyun menangis dengan keras.

Kyuhyun sama sekali tak menyangka, appa yang selama ini menentang keras keinginannya sebagai penyanyi, justru melindungi impiannya di saat ia tak bisa berbuat apa-apa untuk itu.

Sungmin ingin memeluk dongsaengnya, namun kondisi Kyuhyun tidak memungkinkan. Jadi ditaruhnya kepalanya hingga menyentuh kepala Kyuhyun, dan tangannya menggenggam tangan kanan Kyuhyun.

"Kyuhyunnie, saat ini giliranmu berjuang mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan appa-mu… Ketika operasi, kau tidak boleh ragu sedikit pun. Kau sedang berjuang untuk hidupmu, untuk mimpimu. Kami semua hanya bisa berdoa. Karena itu, hilangkan semua kecemasanmu, arrachi?"

Kyuhyun mengangguk sambil menghapus air matanya. "Hyung… Sampaikan terima kasihku pada appa, eomma, noona, hyungdeul dan keluarganya yang lain. Seandainya aku…."

"Kau bisa menyampaikannya sendiri. Kau pasti bisa menyampaikannya sendiri," bisik Sungmin sambil meneteskan air mata di dalam hati.

Saat itulah appa Kyuhyun masuk. Melihat mereka sedang berbicara begitu serius, sang appa menjadi berbalik hendak pergi.

"Appa…"

Panggilan itu membuat tuan Cho berhenti dan berbalik menghadap putranya. Sungmin mengangguk hormat dan berjalan pergi tanpa berkata apapun. Kyuhyun mengangkat tangan kanannya, sehingga sang appa mendekat dan menggenggam tangan putranya itu.

"Appa… Jeongmal kamsahamnida," kata Kyuhyun sambil mempererat genggamannya. "Joesonghamnida, Appa…aku sudah banyak berbuat salah padamu."

"Apa yang kau bicarakan, anak bodoh? Appa sangat bangga padamu." Appa Kyuhyun mencoba tersenyum. "Kau anak yang memiliki banyak impian. Dan kau tak pernah menyerah memperjuangkan mimpi-mimpimu. Appa sungguh bangga padamu, Kyuhyun."

"Aku juga bangga pada appa." Kyuhyun tak bisa menahan air matanya lagi. "Sungmin hyung bilang, appa sudah menolak operasi tracheotomy untukku, agar aku bisa tetap bernyanyi. Jeongmal kamsahamnida, appa… Jeongmal kamsahamnida."

Kali ini tuan Cho meneteskan air mata. Pelan, dilingkarkannya tangannya memeluk kepala putranya itu. "Kalau kau sungguh berterima kasih pada Appa, undanglah Appa ke konsermu suatu hari nanti. Berdirilah di panggung sebanyak yang kau bisa. Kapan pun kau memberi tiket konsermu, Appa akan datang melihatmu tampil. Tapi jangan kau undang appa saat kalian melawak ya."

"Melawak?" Kyuhyun memandang dengan bingung.

"Ne. Melawak," kata sang Appa sambil tersenyum lebar, menghapus air mata di wajah putranya dan dirinya sendiri. "Mengakulah, kalian itu bukan hanya serombongan penyanyi…tapi juga serombongan pelawak. Appa kadang melihat penampilan kalian di televisi."

"MWO?" Wajah Kyuhyun langsung memerah. Ia berusaha mengingat tingkah konyol apa saja yang ia tunjukkan selama ini. Ia tak menyangka appa-nya akan menonton.

"Appa tak menyangka, kau punya sisi lain selain seorang anak yang baik dan dewasa," kata appanya lagi-lagi tersenyum. "Kau sungguh berbeda jika bersama hyungdeul-mu. Kau begitu bersinar jika bersama mereka."

Aku masih ingin melihatmu bersinar seperti itu, anakku. Hiduplah lebih lama lagi. Kau harus tetap hidup.

Kyuhyun hanya bisa tertegun saat sang appa memeluk kepalanya lebih erat. Ketika ia merasa ada sesuatu yang hangat membasahi wajahnya, Kyuhyun tahu appanya sedang menangis.

Appa, geogjeonghaji maseyo… Aku akan berjuang untuk diriku dan untuk kalian…

.

.

Waktu lagi-lagi berjalan lambat. Tidak seperti hari-hari mereka yang penuh mimpi dan kesenangan, saat ini setiap detik seakan bisa mereka hitung. Semua yang ada di depan ruang operasi, maupun Leeteuk dan Kangin yang berada di Samsung hospital, merasakan bahwa kehidupan itu lebih berharga dari yang mereka rasakan selama ini.

Changmin yang tengah berada di panggung, diam-diam juga menghitung detik demi detik yang ia lalui. Kali ini ia bisa lebih merasakan betapa berharganya waktu yang ia miliki, betapa berharganya hyungdeul yang bersamanya menyanyi di panggung, dan betapa berharganya fans yang datang untuk melihat penampilan mereka, yang selama ini mengiringi setiap langkah keberhasilan mereka.

Caramel macchiato! Carbonara! Cheese Cake! Aku akan teriakkan apapun untuk membuatmu terus bersemangat. Kau tidak boleh kalah, Kyuhyun-ah! Rebut kesempatanmu yang 20% itu, dan ubahlah menjadi 100%! Kau harus berjuang sampai akhir! Suatu saat, aku ingin bersamamu dipanggung besar, dan kita akan bernyanyi, duet evil magnae! Kita akan membuat semua orang terpukau dengan gabungan suaraku dan suaramu yang sudah membuatku terpesona. Karena itu, berjuanglah sampai akhir!

.

.

Siwon, Kibum, Shindong, Yesung dan Hangeng datang membawa makanan dan minuman untuk semua yang menunggu di depan ruang operasi. Para noona menghibur Ahra yang mulai menangis karena operasi tak kunjung usai. Para appa dan eomma juga tetap menunggu, namun dengan ketenangan yang lebih kuat.

Operasi sudah berlangsung enam jam. Mereka belum tahu kapan akan selesai, karena ini memang operasi besar. Siwon memandang pintu ruang operasi yang masih tertutup rapat. Kyuhyunnie, bertahanlah, saeng. Aku tahu kau pasti lelah, tapi bertahanlah. Kami selalu ada di sini. Tim dokter juga sedang berusaha menyelamatkanmu. Jangan menyerah sedikit pun…

"Hyung…." Ryeowook yang sudah mulai mengantuk, menarik lengan baju Heechul. "Apa ini rasanya menunggu orang melahirkan ya?"

"Melahirkan?" Hangeng berjengkit sambil memandang Heechul.

"Ne. Katanya, menunggu orang melahirkan itu lama dan menegangkan… Apa bayinya sudah lahir?" tanya Ryeowook dengan tampang serius.

"YA! Donghae-ah!" Heechul berteriak.

"Ada apa Hecchul hyung?"

"Cepat bawa Wookie jalan-jalan! Sepertinya otaknya tambah mengecil!" gerutu Heechul, sementara yang lain terkikik melihat mereka tadi.

Ryeowook menoleh ke arah Donghae yang menariknya bangun dari duduk. "Kita mau ke mana, Donghae hyung? Ke kamar bayi?"

"Ne. Siapa tahu mereka bisa menginstall ulang otakmu yang overload," cetus Eunhyuk merengut. Yang lain kali ini benar-benar tertawa.

"Tapi jangan diinstall otak yadongnya Eunhyuk," ujar Shindong terbahak.

"Diinstall seperti ku saja," kata Yesung, membuat yang lain bergidik.

"Hyung, cukup satu saja yang sepertimu. Kalau dua, nanti penghuni alam lain di dorm kita tambah banyak," keluh Siwon. "Aku bisa-bisa harus berdoa puasa untuk melindungi kalian."

"… Sepertinya begitu," angguk Kibum dengan tampang datarnya.

"Kibummie, kalau kau tidak tersenyum, sebaiknya jangan bicara. Kau membuat kami takut," kata Sungmin meringis.

"Harap tenang!" tegur perawat menghampiri mereka dari pos jaga.

Semua member SUJU yang ditegur tertunduk malu, sementara keluarga mereka hanya memandang sambil menggelengkan kepala. Sepertinya kebersamaan membuat anak mereka yang berada di Super Junior mengasah keanehannya masing-masing.

.

"Kangin-ah, ada kabar dari Kang Nam?" Leeteuk bertanya untuk yang keberapa puluh kalinya, membuat Kangin sedikit menyesal berada di sana sendirian. Seharusnya aku memaksa Shindong di sini, pasti suasana lebih menyenangkan.

"Belum ada, Teuki hyung. Berarti operasinya masih berlangsung."

"Kenapa begitu lama?"

"Ini kan operasi besar, hyung… Menjahit paru-paru tidak sama dengan menjahit luka luar. Belum lagi luka-lukanya yang lain." Kangin langsung menyesali kata-katanya yang gamblang ketika hyungnya menangis dengan keras. Aish! Kenapa aku tak mengontrol mulutku?

"Tenanglah, hyung, Kyuhyunnie pasti tak apa-apa. Di neraka, setan sudah penuh. Mereka takkan mau menerima satu lagi, apalagi yang seperti dia."

Kangin menutup mulutnya ketika Leeteuk memandang tajam ke arahnya sambil melemparkan bantal.

"Jangan bicara sembarangan atau kurobek mulutmu, Kim Young Woon!"

"Mianhe, Teuki hyung." Kangin langsung mengambil bantal nahas tadi dan mengembalikannya kepada Leeteuk. "Jangan banyak bergerak, hyung, bisa gawat kalau jahitanmu terbuka."

Leeteuk menyadari kebenaran kata-kata Kangin. Ia pun dengan terpaksa kembali merebahkan tubuhnya. "Mereka lama sekali…," desahnya sambil menatap langit-langit kamar yang kosong.

Tiba-tiba HP Kangin berbunyi. Di kamar Leeteuk dirawat, HP memang diperbolehkan karena tak ada peralatan medis elektronik di dalamnya. Kangin segera mengangkat telepon, diiringi pandangan ingin tahu Leeteuk.

"Donghae ingin berbicara denganmu, hyung." Kangin menyerahkan HP itu.

Leeteuk mengambilnya dengan tergesa-gesa.

"Yeoboseo, Donghae-ah. Ne?" Wajah Leeteuk langsung cerah ketika mendengarkan Donghae berbicara." Gomawo, Donghae-ah. Kalian tetaplah di sana, dan kabari kami terus, arra?"

Leeteuk nyaris melompat-lompat di kasur karena senang, namun namja itu meringis ketika punggungnya terasa sedikit sakit akibat ia bangun ke posisi duduk dengan tiba-tiba.

"Gwenchana, hyung?" Kangin segera membantu Leeteuk kembali berbaring.

"Gwencahanayo, Kangin-ah." Leeteuk tersenyum sambil menangis terharu. "Operasi Kyuhyunnie berhasil. Dia belum sadarkan diri, tetapi kini sudah dipindah ke ruang rawat biasa, tidak lagi di ICU."

Lutut Kangin terasa lemas. Ia duduk bersandar di kursinya. Sesungguhnya Kangin sangat kuatir, namun ia selalu mencoba menyembunyikannya. Kali ini air matanya mengalir. Leeteuk tersenyum sambil menepuk tangan Kangin yang berada di dekat ranjangnya.

.

24 April 2007 PK 18.30 Operasi Kyuhyun Super Junior Berhasil! Media massa kembali marak dengan berita itu. Mereka mewawancarai appa dan eomma Kyuhyun yang tampak berbahagia.

"Jeongmal kamsahamnida. Ini semua berkat doa semua pihak. Jika tidak, kami tidak yakin mujizat ini bisa terjadi," kata tuan Cho sambil merangkul istrinya yang menangis terharu. "Kata dokter, perbaikan tubuh Kyuhyunnie sesudah koma lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan memar di paru-parunya sudah tak berbekas saat operasi dilakukan. Sekali lagi, jeongmal kamsahamnida. Ini semua berkat doa kalian."

"Apakah setelah ini tinggal pemulihan saja?" sang wartawan bertanya kepada kepala tim dokter yang menangani operasi.

"Operasi paru-paru yang robek sukses, dan patahnya tulang rusuk akan menunggu sembuh secara alami, karena tidak ada yang bisa dipercepat soal hal itu." Sang Uisa menerangkan. Wajahnya juga menyiratkan kelegaan. "Mengenai tulang pinggul yang patah, kami masih memantau hingga besok, apakah Kyuhyun sshi memerlukan pembedahan tulang bagian pinggul atau tidak. Sementara ini, kami akan berkonsentrasi pada paru-parunya dahulu."

Sampai malam hari, wartawan masih mengejar berita terbaru.

"Kami punya titipan pesan dari Kyuhyun Super Junior," kata pihak SM yang berada di rumah sakit saat menemui rombongan wartawan yang menunggu di pintu luar. Namja itu menunjukkan sebuah kertas yang bertulis tangan dari Kyuhyun, dan menghadapkannya ke kamera. Namun ia tetap membacakannya. "Saya ingin berterima kasih kepada orang tua dan staff dari SM. Para fans yang khawatir tentang saya dan teman-teman saya. Terima kasih buat doa dan dukungan kalian semua. Saya akan berusaha sembuh secepatnya dan kembali beraktifitas bersama Super Junior. Jeongmal kamsahamnida. Kyuhyun imnida."

.

Petinggi SM yang melihat berita televisi dari ruangannya tersenyum lebar.

"Selamat bangkit dari kematian, Kyuhyun sshi. Tetaplah bersemangat seperti itu, karena sebentar lagi, aku akan melancarkan serangan baru untukmu dan Super Junior."

Ia membuka sebuah portofolio yang ada di mejanya, memandang foto seorang namja dan biodata nya.

"Aku akan memberi kalian waktu tenang sebentar. Setelah itu, aku ingin lihat, bagaimana kalian bersama-sama mengatasi hal ini."

.

.

TBC

.

.

Whoa! Apa yang direncanakan oleh

Petinggi SM?

.

Gomawo buat semua reader

Mianhe author telat upload gara-gara jatuh dan terkilir

akibat melamun mikirin ini ff

Sekarang aja kedua kaki author agak sulit untuk jalan.

Jadi kalau nggak nge-review, author mogok deh

Wkwkwk… just kidding

Paling-paling cuma lambaaaaaaaat karena kurang ide

Gomawo buat yg review chapter 1.

Fiuh…kalian benar2 hebat, author nyaris melupakan hal-hal penting

Untung aja review kalian semua bikin author keingat

Kamsahamnida

Ditunggu reviewnya

.

.

Jawaban Reviews for Rising Star Chapter 1

Kyuqie : Gomawo

Guest 10/17/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

hanifElfkyu 10/17/12 Gomawo

Gaemjjeje 10/17/12 . Gomawo reviewnya chingu. Author juga suka itu

Han Rae Eun 10/17/12 Gomawo sudah mereview, chingu. Tapi author nggak tahu emailnya. Bisa ditulis aja di review?

FiungAsmara 10/17/12 Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu. Tapi memang Kyuhyun sempat sehari tidak bisa bicara setelah siuman dari koma.

fiKyu 10/17/12 Gomawo sudah mereview

GaemRa Kyu-Uke 10/17/12 Ada di chapter ini (^_^)

kyunie oppa 10/17/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

kihyun 4orever 10/17/12 Gomawo, chingu. Author juga sedih saat Heechul nyaris keluar padahal dia ingin sekali ada di dalam

Osoichan-says 10/16/12 Gomawo chingu, author jadi diingatkan lagi…

Keyra Kyuunie 10/16/12 Ne, setelah banyak yang mereka lalui, akhirnya mereka mulai akrab

heeeHyun 10/16/12 Sudah diedit, gomawo udah mengingatkan

Cho rae in 10/16/12 Gomawo chingu udah mereview

violin diaz 10/16/12 Itu kenyataan, chingu, Ryeowook sendiri bilang kalau ia nggak enak krn Kyuhyun berpikir kenapa dia tidak menengoknya. Tetapi Ryeowook sendiri merasa nggak enak krn mereka bertengkar sebelum kecelakaan

1414 10/16/12 Gomawo reviewnya

Blackyuline 10/16/12 Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

Ahjumma Namja 10/16/12 Ne, sampai pinjam uang buat tahu kabar. Tapi yg lain juga nggak salah. Itu kecelakaan dan pindahan hanya dalam jangka tak ada setengah hari…semua panik. Yg salah yg mindah2in… Gomawo sudah mereview

Gyurievil 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

ay 10/16/12 Kebayang sakitnya Kyuhyun saat ketawa… Hyungdeul mmg lucu hehehe

apel 10/16/12 Semoga chapter 2 bisa review hehehe. Gomawo

Kyuline 10/16/12 Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

SunakumaKYUMIN 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

kim chaeri 10/16/12 Gomawo . mmg sedih kenyataannya

pinKYU 10/16/12 Tidak, itu akibat kondisi shock (shock dalamkedokteran…yaitu di mana tubuh berada di batas ambang sakit, ini sangat bahaya jika terjadi)

ChiharuKatou 10/16/12 Iya, saat athor lagi bikin ff, tiba2 yesung oppa nyeruntul nempel muka di kaca, jadi ditulis deh…. (author kalau bikin ff, ngebayangin mereka semualagi di sekitar author dan beraktifitas seperti di ff)

reaRelf 10/16/12 Gomawo

PrincessKyu 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu

Jung Soo Kyung 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

savhira301097 10/16/12 Dapat ide dari Kyuhyun dan oppadeul.

10/16/12 Itu real. Changmin di sela-sela kesibukan DBSK saat itu, menyempat-nyempatkan diri menengok sahabatnya

special5173 10/16/12 SUJU memang gigih, semoga kita juga segigih itu dalam mendukung mereka

dhianelf4ever 10/16/12 Mochi belum muncul, ini baru beberapa hari dari kecelakaan

dhedingdong 10/16/12 Kebetulan dry g dikit2 itu author tanya sana-sini…jadi bisa dapat gambaran lebih jelas. Gomawo reviewnya

careon88 10/16/12 Begitulah SUJU, ada saat sedih, ada saat ketawa. Itu yang author suka dari mereka

Macaroon 10/16/12 Aduh, jangan, bahaya kalau reviewer berkurang 1

lalalala 10/16/12 Gomawo

ShfLiee3424 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu

dewdew90 10/16/12 Gomawo sudah mereview'

Asa 10/16/12 Ne…batuk aja kalau ketawa sakit, apalagi paru-paru robek

chokyu 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

Nuryewookie 10/16/12 Ne. Detail jam dan tanggalnya juga 95% real, kecuali yang agak nebak2…tapi paling 2

aninkyuelf 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu. Kalau udah buka akun jadi mudah tahu updatenya

jaewonna 10/16/12 Mau bikin yang kayak KKHM, yg bebas, yg kagak pakai tanggal, yg ngayal abis! Hehehe…mau bersantai sedikit, biar fantasinya kagak mentok. Ada usul?

yekyukihae 10/16/12 Aslinya mmg separah itu.

stevy see 10/16/12 Salahnya bisa dibaca di Falling Star Chapter 10, chingu

perisai Suju 10/16/12 . Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

shizuku m 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review… kayaknya kudu ngikutin baru tahu (^_^)

Magieapril 10/16/12 Kyu koma dr 19-22. Tidak bisa bicara dari 22. 23 udah bisa

sitara1083 10/16/12 Gomawo reviewnya

ryeofha2125 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu

Sunny 10/16/12 Gomawo sudah mereview

Riyuri 10/16/12 Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

Andhisa Joyers 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu. Author juga nggak punya kakak laki-laki

Momo ShinKaI 10/16/12 . Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

meyminimin 10/16/12 Baca Falling Star…nggak marah kok sebenarnya

natal 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review

Erika861015 10/16/12 Ne. itu reviewnya chingu

Yuli Sagitharia 10/16/12 Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

dinikyujin 10/16/12 Gomawo sudah mereview yg nyatanya mmg banyak

Park Nara Quinnevil 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu. Author ngikutin aslinya aja (^_^)

Fitri MY 10/16/12 Gomawo sudah mereview

Sytadict 10/16/12 Gomawo udah ngikutin ff ini

ArenaKyuminElf 10/16/12 Gomawo sudah mereview. Nebak boleh, asal kalau salah jangan marah hehehe

umi elf teukie 10/16/12 Gomawo reviewnya chingu

vietaKYu 10/16/12 Ne, setuju. Gomawo. Ditunggu review selanjutnya, chingu

thiefhanie fha 10/16/12 Karena shock.

Kadera 10/16/12 Pertarungan akan segera dimulai…maybe…

lee gyuraaa 10/16/12 Gomawo udah kasih masukan. Udah author ubah jadi jia you artinya semangat!

10/16/12 Gomawo masukannya, udah author ubah jadi oppa

10/16/12 . chapter 1

sedih bgt liat kyu abis kecelakaan.. tp dy kuat.. malah kataku dy lebih kuat dr kangin..

misskyuKYU 10/16/12 Nggak usah nempel aja lucu…apalagi begitu hehehe

Michiko Chie 10/16/12 Cuma suka baca aja kayak Kyu, plus tanya teman2 yg kulaih kedokteran dan dokter hehehe

Febri 10/16/12 Gomawo

Kim ryokie 10/16/12 Soal gimananya, author nggak tahu, author Cuma mau berita yg keluar dari mulut suju aja dan dari berita2 umum, bukan yg petikan…takut salah

xoxoxo 10/16/12 Gomawo

Qeqey Raekyuminnie 10/16/12 Soalnya…paru2nya sobek, tulangnya patah dll… koma itu tidak ada indra yg bisa merasa. Pas dia bangun, semuanya langsung terasa bersamaan yg mengakibatkan shock. Untung dia nggak koma lagi. Shock juga bisa bikin meninggal

kyuzi 10/16/12 Memang tidak bisa bicara sehari

trilililili 10/16/12 Gomawo udah review

Bella 10/16/12 Gomawo, ditunggu masukan untuk chapter 2

NaeKyu 10/16/12 Ne, nunggu orang sakit apalagi koma, mmg capek banget

Shin Min Hwa 10/16/12 Karena shock pas sadar dari koma. Gomawo

ShillaSarangKyu 10/16/12 . Gomawo udah ngikutin ff ini dan kasih review