Title : RISING STAR Chapter 5

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Zhoumi. Henry. Changmin.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : "Siapa kau, hingga berani bicara begitu?!" / "Aku percaya pada Kyuhyunnie, sama seperti aku percaya kepada Teuki hyung." / Kau justru yang akan menjadi beban untuk Super Junior nantinya jika mereka naik! / "AKU BENCI HYUNGDEUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUL!"

.

.

"Tolong pastikan juga kehadiranku di sana. Aku akan berusaha sembuh sebelum pembuatan album kedua kita."

Hyungdeul hanya bisa saling berpandangan sambil menelan ludah. Ini akan cukup sulit.

.

.

RISING STAR

Chapter 5

.

Leeteuk hari itu menghadap ke kantor SM. Sudah dua jam dia menunggu sang Petinggi SM, namun belum juga ada panggilan untuk naik.

"Bagaimana jika saya langsung ke atas?" tanya Leeteuk, melihat waktunya semakin sempit. Jadwal SUKIRA sudah dekat.

"Mianhe, Leeteuk sshi, saya tidak berani."

"Tolong hubungi beliau sekali lagi. Ini sangat penting!" desak Leeteuk.

"Leeteuk sshi?" tanya seorang staff SM yang berjalan mendekatinya. "Seonsaengnim sudah menunggu. Silahkan!"

Leeteuk naik hingga lantai teratas gedung, kemudian berjalan masuk ke ruangan sang Petinggi SM. Setelah memberi salam, dia duduk di depan meja, berhadapan dengan sang Petinggi SM.

"Kyuhyun sshi sudah mampu berjalan." Sang petinggi SM tersenyum lebar sambil memandangnya. "Bukan itu yang ingin kau sampaikan, bukan?"

"Mian hamnida, seonsaengnim," kata Leeteuk sambil mengangguk hormat. "Saya ingin menanyakan keputusan seonsaengnim mengenai Kyuhyun sshi."

"Bukankah sudah jelas? Aku bukan orang yang mengingkari kata-kataku sendiri." Sang petinggi SM tampak tidak senang namun bibirnya tersenyum.

"Mian hamnida, seonsaengnim, bukan maksud saya…"

"Dengar baik-baik, Leeteuk sshi," cetus sang Petinggi SM memotong ucapan Leeteuk. "Aku memang mengubah keputusanku sesuai janji. Tetapi mengenai rekaman album kedua kalian, aku tidak akan memundurkannya. Jika Kyuhyun sshi tidak sanggup bernyanyi sampai saat itu tiba, dia tidak perlu diikutsertakan."

"Tapi…"

Sang Petinggi SM memberi kode agar Leeteuk tidak berbicara lagi. "Katakan kepadanya, aku hanya menunggu hingga akhir tahun. Jika dia masih tidak bisa bernyanyi di atas panggung bersama Super Junior, aku akan benar-benar menggantinya."

"Seonsaengnim, kenapa Anda begitu keras kepada kami? Bukankah wajar kita menunggu hingga Kyuhyun sshi pulih? Fans juga akan maklum." Leeteuk mencoba tetap berkata suara tenang.

"Siapa kau, hingga berani bicara begitu?!"

Kata-kata sang Petinggi SM membuat Leeteuk merah padam, tetapi ia tak berkata apa-apa lagi.

"Kyuhyun sshi menolak permintaanku dan memilih bertahan di Super Junior, karena percaya akan kemampuan kalian. Apa kalian tahu itu?" Sang Petinggi SM memandang Leeteuk tajam. "Aku sudah berjanji padanya, akan mengakui kalian, jika kalian bisa meraih award di GDA. Sebelum itu terjadi, jangan harap aku mau bersikap lunak."

"GDA?" Leeteuk nyaris tak mempercayai telinganya.

"Ini pertarunganku dengan magnae kalian yang keras kepala itu." Sang Petinggi SM tersenyum. "Tentu saja aku ingin menang, bukan? Aku akan melakukan segala hal untuk membuktikan kepada Kyuhyun sshi, bahwa penilaianku lah yang benar."

"Tapi, keinginan Anda bisa menghancurkan Kyuhyun sshi!"

Sang Petinggi SM bangkit, memutari mejanya, dan berhenti dibelakang Leeteuk. Dia membungkuk, mendekatkan kepalanya ke telinga ketua Super Junior itu. "Jika kalian ingin menjadikannya Rising Star dan melindunginya dariku… Cepatlah meraih GDA. Maka aku takkan mengganggu kalian lagi."

.

"GDA?!" seru semua member yang ada di dorm SUJU.

"Ne. GDA." Leeteuk masih terduduk lemas di sofa.

"Aish! Magnae satu itu…apa yang dia pikirkan?" Heechul mendengus kesal.

"Magnae itu memang satu, hyung," kata Shindong mengingatkan.

"Ya! Shindong-ah! Kau membuatku semakin pusing!"

Hangeng segera menarik Heechul menjauhi Shindong.

"Jadi bagaimana sekarang, hyung?"tanya Sungmin

"Kita tak bisa membiarkan Kyuhyunnie begitu saja." Yesung menuntut jawaban Leeteuk.

Leeteuk memijit kepalanya yang sakit.

"Kyuhyunnie menolak, karena tak mau Super Junior jatuh jika dia keluar. Sudah seharusnya kita ganti melindunginya, bukan?"

"Itu sudah tentu. Tapi dengan meraih GDA?" Eunhyuk membelalak ngeri.

"Ne. Dengan meraih GDA." Siwon mengangguk antusias. Seperti biasa, rasa percaya dirinya sangat besar.

"Aigoo… Kadang aku ingin mencekik leher Kyuhyunnie!" geram Kangin.

"Bagaimana menurutmu, Kibummie?" tanya Donghae.

"Dengan kombinasi seperti kita?" Kibum menghela nafas berat.

"Aku percaya pada Kyuhyunnie, sama seperti aku percaya kepada Teuki hyung."

Kata-kata Ryeowook membuat semua member Super Junior memandang sang eternal magnae dengan takjub. Namja itu menatap hyungdeul dan Kibum dengan tersenyum.

"Apakah kalian ragu kita bisa meraih GDA? Selama ini, Kyuhyunnie selalu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Teuki hyung, juga tak pernah menyerah, meski harus melewati semua masalah dengan air matanya. Karena mereka berdua saja, aku sudah yakin kita bisa meraih GDA. Apalagi jika kita semua berusaha bersama."

"Wookie, tak kusangka kau sudah dewasa!" seru Leeteuk sambil menangis. Member yang lain pun ikut berpelukan menjadi satu. Meski saat ini mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai GDA, tapi mereka sudah sepakat untuk mencoba meraihnya.

.

.

Juni 2007

Kyuhyun benar-benar dalam masalah besar. Setelah hyungdeul datang dan berkata bahwa mereka akan bersama mencoba meraih GDA, semua sangat sibuk memenuhi jadwal. Mereka juga mempersiapkan diri baik-baik untuk setiap penampilan mereka. Itu berarti, waktu mereka untuk Kyuhyun pun berkurang.

Eomma dan Appa Kyuhyun bergantian menjenguk. Ahra noona tidak bisa datang terlalu sering karena dia sedang kuliah di Austria. Meski Yesung dan Heechul selalu mengunjunginya setiap hari, bahkan Heechul meneleponnya dua kali sehari, itu tak bisa mengobati kebosanannya.

"Mianhe Donghae hyung. Habis kau meneleponku jam 4 pagi. Itu mengganggu tidurku, tahu," kata Kyuhyun di HP saat seorang namja memasuki kamarnya. "Jangan bohong, kau pasti takut sendirian di kamar mandi, bukan? Aish! Tidak ada yang bisa ke sini hari ini? Baiklah, tidak apa-apa. Aniyo, aku tidak sedih kok, aku malah bisa bermain game sepuasnya hahaha. Sugohaseyo, hyung."

Kyuhyun menutup telepon dengan wajah muram. Berbeda sekali dengan suara riangnya di telepon. Namja yang berdiri di pintu, memperhatikannya dengan tertarik.

Tiba-tiba HP nya kembali berbunyi. Kyuhyun tersenyum meminta maaf kepada tamunya, kemudian mengangkat telepon. Lagi-lagi dengan suara riang.

"Yeoboseo, Ahra noona. Mwo? Aish! Itu tidak benar! Kondisiku baik-baik saja. Tanpa noona sadari, aku tahu-tahu sudah muncul di panggung lagi. Ha ha ha… Ne, aku memang kuat. Tubuhku bisa pulih dengan cepat, jadi tidak usah mengkhawatirkanku. Aniyo. Noona tidak perlu pulang ke Korea. Ne, kuliah baik-baik. Nilainya harus bagus. Ha ha ha… aku kan anak appa, tentu saja mirip dengan appa. Ne. Saranghae, noona."

Wajah Kyuhyun semakin muram ketika menutup telepon. Satu hari membosankan lagi yang harus ia lewati. Saat melirik ke pintu, ia tersadar ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi. Kyuhyun mencoba tersenyum sambil mengingat-ingat wajah itu. Namun ia tak bisa mengingat apapun kecuali wajah itu pernah ia lihat entah di mana.

"Annyeonghaseyo. Jae ireumen …."

"Jangan lanjutkan!" seru Kyuhyun, membuat namja itu terkejut. Kyuhyun mengembangkan evil smirk nya. "Biar aku coba menebaknya. Kebetulan aku sedang bosan."

Namja itu memperhatikan raut muka Kyuhyun yang sedang mengamatinya dari kepala hingga ujung kaki. Meski wajah itu tirus dan pucat karena lama berada di rumah sakit, tapi mata Kyuhyun tampak penuh semangat. Padahal namja itu tahu, Kyuhyun terlihat sedih setiap telepon tadi berakhir. Dia benar-benar terlatih menyembunyikan perasaannya….

"Kau peserta training SM, bukan?" tebak Kyuhyun akhirnya.

Namja itu mengangguk.

"Hmm…wajahmu seperti bukan orang Korea. Kau kenal Hangeng gege?"

Namja itu kembali mengangguk. Kali ini disertai senyum kecil melihat binar di mata Kyuhyun semakin terang. Ia mengagumi perubahan wajah Kyuhyun. Saat serius tadi wajah itu sangat cool, tetapi begitu Kyuhyun tersenyum, tampak senyum yang polos dan kekanak-kanakan.

"Sebentar, sepertinya kita pernah ketemu. Di mana ya?"

Namja itu tak bisa menahan senyum ketika Kyuhyun tampak berpikir keras mengingat –ingat. Ternyata dia lebih imut dari yang diceritakan Hangeng gege.

"Ah! Aku ingat! Kita pernah bertemu di rumah sakit waktu Heechul hyung dirawat!"

Namja itu bertepuk tangan dan mengangguk puas.

"Tapi aku tak tahu namamu, kita belum pernah berkenalan, bukan?"

Bukannya menjawab, namja itu justru mendekat. Kyuhyun menautkan alisnya, karena namja itu bukan duduk di kursi, melainkan langsung duduk di sisinya, di atas kasur rumah sakit. Tangan namja itu terulur, membuat Kyuhyun reflek memundurkan tubuhnya.

"Kau benar-benar imut!" Namja itu menarik tangannya kembali, bangkit dan pindah ke kursi sambil tertawa lepas.

"Aku tidak suka dipanggil imut!" Kyuhyun memasang wajah kesal. Hilang sudah kesenangannya menebak-nebak tadi. Tampaknya namja asing itu memiliki sifat yang perlu ia waspadai. "Marinate sauce…"

Namja itu menoleh. Mengangguk membenarkan. "Anak pintar… Kau bisa mengingat pembicaraan orang dengan cepat ya? Padahal saat itu kita hanya bersisian jalan saat Heechul hyung memanggilku dengan sebutan itu."

"Kau memanggilku dengan kata anak dan imut sekali lagi, aku akan memanggilmu ajusshi!"

Namja itu kembali tergelak. Ia menyilangkan kedua kakinya yang panjang di tempat duduknya. Cara duduk namja itu sangat fashionable. Sangat sesuai dengan tubuhnya yang tinggi semampai. Tingginya sama dengan Changmin. Kalau Changmin berotot, namja di hadapannya benar-benar kurus. Tapi itu berarti, namja itu hanya berbeda tinggi sekitar 4 cm darinya. "Aku diminta menemanimu oleh Hangeng gege dan Heechul hyung. Mereka kuatir kau akan kesepian. "

Kyuhyun melengos kesal, membuat namja itu tersenyum semakin lebar.

"Annyeonghaseyo, Kyuhyunnie. Jae ireumen Zhoumi imnida."

Kyuhyun menoleh dengan terkejut.

"Kau lebih tua dariku?"

"Ne. Kau harus memanggilku hyung."

"Siapa yang mau?" Kyuhyun kembali melengos. Namun sedetik kemudian dia kembali menoleh. "Bahasa Korea mu lebih bagus dari Hangeng gege."

"Aku pandai beberapa bahasa," jelas Zhoumi. "Sudah setahun setengah aku di Korea dan menjadi MC, penyanyi, dan semacamnya. Tahun ini aku menjadi peserta training SM. Bersama Henry juga. Kau mengenalnya, bukan?"

"Ne. Henry sangat berbakat di bidang musik."

"Henry sudah sejak 2006 di SM." Zhoumi tersenyum. "Tapi tak ada peserta training SM yang debut secepatmu. Hmmm, tiga bulan? Kami berdua sudah melebihi itu dan belum juga debut."

"Karena itu aku banyak kekurangan…."

"Siapa bilang? Beberapa hyungmu bilang, meski kau hanya training selama 3 bulan, namun kemampuanmu tidak kalah dari mereka yang training bertahun-tahun."

"Jangan dipercaya, mereka suka melebihkan," kata Kyuhyun dengan mimik serius, membuat Zhoumi kembali tertawa. "Aku sungguh-sungguh! Kau akan tahu jika sudah lama bersama mereka."

"Aku berharap bersama Super Junior. Kau mau bertukar posisi denganku? Aku penyanyi yang sangat pandai. Aku tak kalah olehmu."

Zhoumi kali ini benar-benar tergelak saat wajah Kyuhyun tampak terkejut. Dengan gemas dicubitnya kedua pipi Kyuhyun.

"Appo! Apa yang kau lakukan?" protes Kyuhyun sambil mengelus pipinya yang sakit.

"Habis kau imut sekali."

Kyuhyun mendelik. "Dasar ajusshi!"

"Mwo?"

"Ajusshi! Aku sudah bilang kan? Kalau kau berani memanggilku imut lagi, aku akan memanggilmu ajusshi."

"Hei, jangan serius begitu, aku hanya bercanda," bujuk Zhoumi melihat Kyuhyun melayangkan evil glare padanya. "Suaraku bagus, itu benar. Tetapi suara kita punya tipe berbeda. Jadi jangan kuatir. Tipe suaramu termasuk yang jarang ada. Itu modal bagus sebagai penyanyi."

"Aku mau tidur saja! Cepat pulang!" Kyuhyun berbaring dan membalikkan tubuhnya menghadap dinding.

"Kyuhyunnie…"

"Aku bukan adikmu!" Kyuhyun masih tidak menoleh.

"Kita main game, mau?"

Kali ini Kyuhyun langsung bangkit dengan wajah gembira.

"Zhoumi hyung suka main game?"

"Lumayan. Aku temani kau bermain."

Zhoumi tersenyum mendengar Kyuhyun memanggilnya hyung. Ia bersyukur Heechul dan Hangeng sudah memberitahunya bagaimana cara menaklukkan Kyuhyun. Benar-benar namja yang polos…

"Zhoumi hyung, bagaimana keadaan Heechul hyung? Pin di kakinya jadi dilepas, bukan?"

Aku pikir dia hanya bisa memikirkan game…. Ternyata dugaanku salah. "Dokter bilang, pin yang belum dilepas tahun lalu, terlanjur melekat di kakinya. Tapi Heechul hyung sudah dinyatakan boleh kembali menari dan beraktifitas berat bersama Super Junior. Kemungkinan tahun depan pencabutan pin yang tersisa akan ditinjau ulang."

Kapan aku boleh kembali beraktifitas lagi seperti Heechul hyung? Aku tak tahan jika harus begini terus… "Syukurlah. Aku kangen mengajaknya bermain Star Craft."

Zhoumi tersenyum melihat sinar mata yang redup dan kata-kata yang keluar dari mulut sangat berbeda. Ia menepuk bahu Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Kau bisa mengundangku bermain jika kau mau."

"Tentu. Aku tak akan sungkan."

Tak lama keduanya pun sudah sibuk bermain game bersama.

.

.

Hari itu Kyuhyun tengah duduk di kursi rodanya, di ruang rekreasi Samsung Hospital. Ia senang menghabiskan waktu di taman buatan yang tertata indah dan asri tersebut. Sinar matahari menembus ke dalam lewat atap kaca jauh di atasnya. Kyuhyun bisa melihat birunya langit jika ia menengadah, tanpa takut terkena panas dan silaunya, karena atap itu sudah diberi pelapis.

Kyuhyun melayangkan matanya ke sekitar, melihat beberapa pasien yang juga sedang menikmati taman, bersenda gurau dengan teman maupun keluarganya, sementara ia hanya sendirian ditemani sebuah buku.

Super Junior sangat sibuk, hingga belakangan hyungdeul lebih sering menelepon. Namun setiap hari, mereka pasti ada yang datang, hanya saja tidak untuk waktu lama. Kyuhyun tak ingin merepotkan appa dan eomma nya lebih lamjut, jadi ia pun meminta mereka datang setelah jam kerja usai. Setiap siang, namja itu merasa kesepian. Entah sudah berapa judul buku habis dibacanya selama dirawat. Game pun sudah tidak terlalu menarik lagi.

Hyungdeul, aku sungguh rindu suasana di dorm. Bermain game tanpa kalian ribut di sekitarku, sungguh sangat sepi. Apalagi jika kalian menemaniku bermain. Itu sangat mengasyikkan. Lalu kita akan memukul yang kalah dengan semangat. Lagi-lagi namja itu menarik nafas panjang.

Tiba-tiba sesuatu yang hangat menyelimuti bahu dan punggungnya. Betapa terkejutnya namja itu ketika melihat siapa yang baru saja menyampirkan mantel ke bahunya.

"Duduk saja," kata orang itu sambil menekan bahunya agar tidak berdiri.

Ketika orang itu duduk di hadapannya, Kyuhyun mengangguk hormat.

"Seonsaengnim…"

"Kenapa kau tidak mengenakan mantel di tempat terbuka begini? Kondisimu bisa kembali menurun!" tegur sang Petinggi SM. Ia melirik ke arah buku yang ada di pangkuan Kyuhyun. Kamus Bahasa Mandarin.

"Anda ke sini bukan untuk beramah-tamah denganku, bukan, Seonsaengnim?"

Petinggi SM itu tertawa lepas mendengar kata-kata Kyuhyun. "Kau tidak kehilangan lidah tajammu, ya? Dugaanmu benar. Tapi sebelum itu, aku ingin memujimu."

"Aku tidak membutuhkannya," kata Kyuhyun, membuat sang Petinggi SM kembali tersenyum.

"Kalau kau tidak belajar menerima pujian, kau tidak akan bisa maju." Seonsaengnim menggelengkan kepala. "Aku tak habis pikir, kau bisa mengubah senjataku, menjadi senjatamu."

"Maksud Anda Henry sshi?"

Suara tawa lagi-lagi terdengar dari sang Petinggi SM. "Sudah kuduga, kau melakukannya secara sengaja. Orang yang kutempatkan untuk membuat kalian kacau, kau ubah menjadi point lebih kalian untuk MV Don't Don. Aku tak mungkin menolak permintaan kalian, apalagi Henry sshi memang sudah dipersiapkan untuk ikut dalam MV Don't Don."

"Jangan memainkan orang seperti pion catur, Seonsaengnim…"

"Ne. Orang memang bukan benda mati. Mereka bisa bergerak meleset dari yang aku perkirakan. Aku melihat kemampuan dance dan musik Henry sangat bagus, menyanyi pun dia cukup menguasainya. Kupikir Henry dapat melengkapi Super Junior jika kau tidak bisa kembali. Tapi kau bisa memenuhi tantanganku untuk berjalan dalam tiga hari."

Kali ini sang petinggi SM memandang Kyuhyun dengan mimik serius. "Sampai kapan kau mau seperti ini, Kyuhyun sshi? Ada kalanya semangatmu tidak akan sejalan dengan tubuhmu. Kau tidak bisa mendesak tubuhmu terus menerus. Kau lebih tahu dari siapa pun soal itu, bukan?"

Kyuhyun mencoba memalingkan wajahnya dari tatapan tajam itu. Kata-kata sang petinggi SM benar. Dia sendiri tahu, sejak sebelum operasi, kalau suatu saat, tubuhnya tidak akan bisa diajak berjuang lebih keras lagi meski dia menginginkannya. Sekarang pun, meski bisa berjalan sedikit demi sedikit, dia masih harus menggunakan kursi roda. Kondisinya akan menurun dengan cepat saat ia memaksa berjalan dalam waktu agak lama. Tanpa sadar, Kyuhyun merapatkan mantel hangat tadi ke tubuhnya yang kedinginan.

"Kyuhyun sshi, ini saat yang tepat untuk kau keluar dari Super Junior."

Kata-kata itu membuat Kyuhyun kembali memandang sang Petinggi SM. Dia melihat keseriusan di mata pria itu. Bukan sebuah tawaran yang basa-basi.

"Jika kau keluar dengan alasan kesehatan, tidak ada yang akan menyalahkanmu." Sang Petinggi SM melanjutkan. "Kau bisa menjadi penyanyi solo. Tubuhmu tidak akan dituntut begitu keras seperti jika kau tetap berada di dalam Super Junior. Kau cukup menunggu sampai sanggup bernyanyi kembali. Tidak perlu menari. Lagu pun bisa disesuaikan dengan kemampuan vokalmu yang sekarang."

Kyuhyun tidak menyahut. Ia semakin merapatkan mantelnya.

"Tolong kau pertimbangkan usulku, Kyuhyun sshi. Aku sangat yakin bisa membawamu jauh lebih sukses dari sekarang. Menembus pasar Hollywood seperti yang kau cita-citakan. Dan kau tak perlu kuatir soal Super Junior. Dengan kasus ini, tidak akan ada issue miring yang membuat mereka jatuh. Fans akan mengerti mengapa kalian berpisah. Bukankah ini bagus untuk semua pihak?"

Kyuhyun mengerjapkan mata, mencoba menahan agar tak ada air mata yang keluar. Namun ternyata tidak berhasil. Tanpa bisa ia tahan, air matanya jatuh di hadapan sang Petinggi SM.

"Setahuku, kau bukan orang yang mudah menangis," ujar sang Petinggi SM lirih.

"Aku sekarang sering menangis," elak Kyuhyun sambil menghapus air matanya. "Kurasa, karena kondisiku yang sangat tidak baik."

"Aku tahu…. Tadi aku sudah membahas dengan Uisa yang menanganimu." Sang Petinggi SM menarik nafas panjang. "Jadi, apakah kau menerima tawaranku? Kau pasti tahu, aku melakukannya untuk kebaikanmu sendiri."

"Seonsaengnim, kalau akhirnya Anda akan menarikku terus seperti ini, kenapa di awal, Seonsaengnim menempatkanku bersama hyungdeul?"

Sang Petinggi SM tak menyangka dia harus memalingkan wajah ketika bertatapan dengan mata Kyuhyun yang basah oleh air mata. Ia tak berani melihat kepedihan di sana.

"Mianhe, Kyuhyun sshi… Anggaplah itu sebuah kesalahanku di saat menilaimu pertama kali." Pria itu kembali menghadap Kyuhyun setelah berhasil menenangkan hatinya. "Aku tak menyangka, kau tidak menerima tawaranku, dan memilih mereka. Aku tak menyangka mereka akan menjadi berarti buatmu."

"Sekarang pun begitu, bahkan lebih dari saat terakhir aku mengatakannya kepada Anda, Seonsaengnim." Dengan kesal, Kyuhyun menghapus air mata yang tidak mau menuruti perintahnya untuk tidak keluar. "Sejak aku sadar dari koma, aku yakin, tempatku adalah bersama Super Junior."

"Kau akan menyesal, Cho Kyuhyun. Kenapa kau begitu keras kepala?" Sang Petinggi SM sedikit menaikkan suara. Ketenangannya selama ini tidak lagi menguasainya. Ia sungguh tak habis pikir menghadapi namja di depannya ini. "Mereka bisa melindungimu dariku. Tetapi mereka tidak bisa melindungimu dari dirimu sendiri!"

Kata-kata sang Petinggi SM tidak begitu keras terdengar ke sekitarnya, namun seorang namja yang hendak menghampiri mereka, bisa mendengarnya dengan jelas. Namja itu segera merapat ke segerombolan pohon palem yang ada di dekatnya.

"Kau lihat sendiri keadaanmu sekarang. Untuk bisa mencapai GDA, mereka harus banyak muncul. Mereka memang melakukannya dengan baik. Tetapi kau menjadi kesepian, bukan? Kalian bisa membanggakan kata persaudaraan di hadapanku, tetapi kalian yang paling tahu, kalau kalian akan terpencar oleh semua kesibukan ini."

Kyuhyun kali ini tersenyum. "Kadang aku merasa kasihan kepada Anda, Seonsaengnim."

"Apa maksudmu?!"

"Sepertinya, Seonsaengnim belum pernah merasakan persaudaraan yang sesungguhnya. Meski kami terpisah, meski kami jarang bertemu, tapi hati kami tetap satu. Heechul hyung menjadi MC dan terkenal, itu untuk Super Junior. Siwon hyung, Donghae hyung, Kibum hyung….mereka serius di akting, juga untuk membawa nama Super Junior. Aku yakin semua yang lain juga begitu. Aku pun akan bernyanyi di mana pun, sebagai Kyuhyun Super Junior. Anda bisa memisahkan kami, tapi kami akan tetap menjadi satu."

"Nonsense!" Kali ini sang Petinggi SM benar-benar naik pitam. "Kau boleh sesumbar soal itu, tapi akan kubuat kau menyadari kesalahanmu! Dengan keadaanmu yang sekarang, mustahil kau bisa mengikuti mereka! Kau justru yang akan menjadi beban untuk Super Junior nantinya jika mereka naik!"

Kyuhyun menahan nafas. Kalimat itulah yang sering menghantuinya belakangan ini, dan sang Petinggi SM mengatakannya dengan jelas kepadanya.

"Jika kau masih memikirkan mereka, keluarlah sebelum kau membuat langkah mereka nanti terhalang. Tidak mustahil mereka nanti yang akan menginginkan keluarnya dirimu, Kyuhyun sshi. Saat itu, kau lah yang akan memintaku untuk menjadikanmu seorang penyanyi solo!"

Sang Petinggi SM bangkit berdiri dan meninggalkan Kyuhyun dengan langkah lebar.

Kyuhyun tak peduli lagi dengan sekitarnya, pandangannya sudah tertutup air mata. Namja itu terisak di tempat duduknya. Hyungdeul… Semua yang Seonsaengnim katakan, itu juga yang aku pikirkan selama ini… Aku sangat takut menjadi penghalang kalian... Aku tak mau menjadi beban buat kalian… Apakah ini saatnya aku meninggalkan Super Junior?

Tiba-tiba seseorang memeluknya erat dari belakang.

"Jangan dengarkan dia, Kyuhyunnie! Jebal, jangan dengarkan dia!" Mohon suara yang ia kenal itu. Namja yang memeluknya, kini ikut menangis bersamanya. "Kau takkan pernah menjadi beban kami. Kau harus mempercayai kami seperti kami mempercayaimu, arra?"

Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih terisak di tempat duduknya.

Namja itu kini berpindah ke hadapannya, berjongkok di depannya hingga mata mereka sejajar. Kedua tangan kokoh itu menangkup wajahnya, sehingga Kyuhyun mau tak mau memandang mata yang juga basah dengan air mata itu.

"Uljima, saeng… Hyung berjanji padamu, kami akan tetap berada di sisimu, mendukungmu, menjadi kekuatanmu. Apa yang kau bisa lakukan, lakukanlah! Apa yang kau tidak sanggup lakukan, serahkan kepada kami, arrachi? Arrachi?!" desak namja itu.

"Arraseo, Siwon hyung."

Kyuhyun memeluk Siwon erat-erat, menghabiskan tangisnya yang masih terhimpit di dada. Siwon memeluk Kyuhyun erat.

Uri magnae, kita akan melalui ini semua bersama. Jadilah kuat! Kita akan buktikan kepada seonsaengnim, bahwa di dunia ini ada hal yang tidak dihitung dengan untung rugi, tidak lekang oleh waktu, tidak bisa terpisah oleh tempat….

.

Saat sang Petinggi SM berada di dalam mobil, ia mengeluarkan HP nya. "Aku memerlukan data semua peserta training SM sekarang juga!" Pria itu berpikir sejenak, teringat kamus yang dipangku Kyuhyun tadi. "Usahakan yang menguasai bahasa mandarin, atau setidaknya mempunyai latar belakang dari sana. Aku ingin membuka pasar di industri musik China."

Setelah menutup HP, sang Petinggi SM meletakkan HP itu dengan geram "Kyuhyun sshi, kau benar-benar memperolokku… Akan kupisahkan kalian hingga berada di negara yang berbeda. Mari kita lihat, apakah kau atau aku yang terbukti benar!"

.

14 Juni 2007

Leeteuk dan semua member SUJU kecuali Kyuhyun tampil membawakan lagu U dan Twin. Dream Concert malam itu dipenuhi penonton. Saat mereka muncul, semua fans mereka berteriak memberi semangat. Mereka berusaha tampil sebaik-baiknya. Namun saat turun panggung, mereka semua menangis hingga tiba di ruang ganti.

"Aku sungguh merindukan Kyuhyunnie," isak Ryeowook sambil terduduk di sofa.

Shindong memeluk Siwon yang terisak di tempatnya berdiri.

"Kalian melihat banner itu?" Donghae menghapus air matanya yang terus mengalir.

"Ne. Banner itu besar sekali… Sangat besar dibanding yang lain, hingga aku bisa membaca tulisannya." Hangeng mendesah sedih.

"Banner bergambar Kyuhyunnie, bukan?" Heechul menarik nafas panjang.

"Ada tulisan 'Kyuhyun, apakah kau melihatnya?' di bawahnya..."Eunhyuk tak dapat menahan air matanya lagi.

"Apa Kyuhyunnie bisa melihat itu?" tanya Yesung.

"Kuharap, dia menonton pertunjukkan malam ini," kata Kangin.

Tiba-tiba HP Sungmin bergetar.

"Kyuhyunnie? Ne… Kau melihatnya?" Sungmin tak dapat menahan sedihnya. "Uljima, saeng… Kami juga sangat merindukanmu. Aku berharap kau segera kembali ke panggung, Kyuhyunnie. Aku merasa bersalah karena tidak dapat menyanyikan part-mu dengan baik."

Leeteuk memeluk Sungmin setelah telepon ditutup. Meski namja itu tidak mengeluarkan air mata, Leeteuk tahu Sungmin menangis dalam hati. Selama ini, Sungminlah yang bernyanyi untuk part Kyuhyun. Kadang kala Shindong mendapat sebagian partnya.

"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu untuk Kyuhyunnie?" usul Leeteuk membuyarkan suasana sedih itu.

"Apa itu, hyung?" tanya Sungmin sambil mencoba melupakan kesedihannya.

"Kalau menyanyi, dia tidak akan terkejut."

"Shindong benar. Kalau dance bagaimana?"

"Ya! Hyukkie! Mentang-mentang kau jago, dance, jangan mengusulkan itu."

"Aku setuju dengan Donghae. Dance juga biasa." Heechul mengangguk.

"Aku ikut saja usul kalian, asal itu bisa membuat Kyuhyunnie senang," ucap Siwon bersungguh-sungguh.

"Aku rasa bukan mentraktir Kyuhyunnie makan di luar."

Ryeowook langsung mendapat death glare dari yang lain.

"Jadi, apa rencanamu, Teuki hyung?" tanya Hangeng penasaran.

"Aku sama seperti Siwonnie. Aku ikut saja," kata Yesung.

Leeteuk meringis salah tingkah melihat dongsaengdeul memandangnya menuntut jawaban. "Sebenarnya, aku mau membuatkan sesuatu untuknya, tapi itu semua berkaitan dengan menyanyi, dance, dan akting…"

"Jangan marah dulu, hyungdeul," kata Kibum tiba-tiba, sambil merangkul Leeteuk yang sudah bersiap-siap mendapat death glare. "Aku merasa, Teuki hyung punya rencana yang bagus, bukankah itu ada kaitannya dengan kegiatan kita di Summer SMTown nanti, hyung?"

"Mwo? Bagaimana kau bisa menebaknya?"

"Aku kan jenius," kata Kibum sambil tersenyum. "Apa hyung lupa IQ ku lebih tinggi dari si magnae?"

Sementara itu, semua member yang lain menatap keduanya dengan bingung. Saat Leeteuk menceritakan semuanya, yang lain merasa bersemangat kembali. Merasa setuju dengan Kibum, bahwa usul Leeteuk kali ini sangat bagus.

Diam-diam, semua member SUJU selain Kyuhyun, mempersiapkan kejutan mereka, sambil berharap Kyuhyun segera diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Sayang, hingga Summer SMTown 2007 diadakan 30 Juni sampai 1 Juli 2007, di mana SUJU menyanyikan lagu Happiness dan Undersea, Kyuhyun masih belum diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Tetapi mereka tidak putus asa. Rencana Leeteuk yang waktu itu mereka ajukan ke manager hyung untuk bisa direalisasikan, sudah siap dirilis.

.

5 Juli 2007

Kyuhyun diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Ia dinyatakan sudah boleh menjalani rawat jalan. Proses penyembuhannya lebih cepat dari yang diperkirakan Uisa. Namja itu tiap hari selalu berlatih, menjalani terapi, dan mengkonsumsi semua yang diperintahkan kepadanya, meski Kyuhyun bukan orang yang menyukai obat-obatan.

"Kyuhyunnie, kami datang!" Hyungdeul bermunculan di pintu kamar dengan wajah cerah. Mereka merengut saat melihat Changmin sudah ada di dalam. Bahkan Henry dan Zhoumi juga ada. "Aish! Kita terlambat!"

"Tapi kalian semua tokoh utamanya," kata Kyuhyun menghibur sambil mengembangkan tangannya, memeluk hyungdeul satu per satu sehingga mereka menangis. Changmin, Zhoumi dan Henry tersenyum melihat semua itu.

Eunhyuk yang menangis paling keras. "Kyuhyunnie, aku bersyukur kau sudah bisa keluar rumah sakit…" kata Eunhyuk sambil terisak dan merangkul Kyuhyun erat. "Baru kusadari sekarang, kalau kalian semua, juga kau, adalah sesuatu yang berharga dalam hidupku. Aku tak kan menyia-nyiakannya lagi."

"Begitu pula bagiku, hyung… Kalian semua sangat penting untukku."

Kyuhyun membalas pelukan Eunhyuk.

"Siwon, hyung, gomawo," bisik Kyuhyun sambil menghampiri Siwon yang berdiri diam sambil menahan air matanya. "Gomawo sudah menguatkanku saat itu."

"Sebaiknya kau duduk kembali, Kyuhyunnie," usul Sungmin saat melihat sang magnae meringis kesakitan. Diambilnya kursi roda, dan membantu Kyuhyun duduk.

"Caramel macchiato, ada barangmu lagi yang ketinggalan?" Changmin memeriksa nakas dan tempat penyimpanan lain di kamar itu.

"Aniyo, Changmin-ah. Eomma sudah membereskan semuanya kemarin. Kita tinggal bawa saja."

"Kyuhyun hyung, aku bawa ke mobil dulu," kata Henry sambil membawa tas berisi hadiah yang Kyuhyun terima selama di rumah sakit.

"Appa menunggu di mobil," kata Kyuhyun kepada hyungdeul yang sedikit kebingungan ketika Henry melangkah pergi.

"Kalian jadi akrab ya?" tanya Heechul sedikit tidak senang.

"Jangan marah, Heechul hyung. Siapa yang tidak sayang pada namja seimut ini?" ujar Zhoumi sambil berjongkok di sebelah Kyuhyun dan merangkulnya. "Aku pun tidak bisa membiarkannya. Semakin dia bersikap seperti anak yang terlalu cepat dewasa, semakin aku ingin menjaganya."

"Ya! Zhoumi hyung! Dasar Ajusshi… Jangan berlagak begitu di depan orang lain! Hangeng gege dan Heechul hyung tahu, kau raja aegyo. Aku kadang merasa jadi hyungmu. Kau suka merengek jika kalah bermain game," keluh Kyuhyun sambil mendorong Zhoumi menjauh.

"Ne. Dia memang raja aegyo kedua setelah Sungminnie," kata Hankyung membenarkan.

"Dia? Aegyo?" Ryeowook memandang tak percaya.

"Hangeng gege, kau jangan mengatakan aku seperti itu," kata Zhoumi sambil merajuk dan menarik-narik tangan Hankyung untuk protes.

Semua member melongo melihatnya. Kalau Sungmin yang ber-aegyo, itu masih imut. Tetapi namja tinggi menjulang itu juga ber-aegyo? Meski memang manis, tetap saja semua menggelengkan kepalanya.

"Ternyata tidak hanya member Super Junior yang aneh." Yesung bergumam sambil melamun.

"Kyuhyunnie, sementara ini kau akan tinggal di rumah?" tanya Kangin sedikit kehilangan.

"Ne. Appa dan Eomma berkeras agar aku pulang."

"Kapan kau bisa kembali bersama kami?" tanya Shindong.

"Aku tidak tahu." Wajah Kyuhyun menjadi muram. "Kata Uisa, aku masih harus istirahat total di rumah, sambil melakukan rawat jalan."

"Kyuhyunnie, aku pasti merindukanmu… Sekarang saja aku sudah sangat merindukanmu," isak Donghae sambil memeluk Kyuhyun, sehingga Kyuhyun mengelus kepala hyungnya itu.

"Aku juga begitu, hyung…" Kyuhyun mencoba tersenyum. Sesungguhnya ia sangat ingin kembali ke dorm, tetapi orang tuanya ingin ia benar-benar pulih sebelum bergabung kembali dengan Super Junior, setidaknya hingga akhir tahun.

"Kyuhyunnie, hyung akan selalu berdoa untukmu, supaya kau cepat sembuh dan bergabung kembali bersama kami." Siwon menggenggam kedua tangan Kyuhyun erat-erat. "Jangan berpikir yang macam-macam, pulihkan dulu dirimu, arrachi? Kami akan mempertahankan posisimu hingga kau siap."

"Gomawo, hyung." Kyuhyun tersenyum.

"Ada hadiah dari kami besok." Kibum berkata dengan mimik serius, membuat Heechul menepak kepala salah satu dongsaeng kesayangannya itu.

"Kau mengatakan hadiah sama seperti mengatakan hukuman," cetus Heechul.

"Hadiah? Besok? Kalian akan ke rumahku?"

Leeteuk tersenyum getir melihat wajah Kyuhyun begitu senang.

"Mianhe mengecewakanmu, Kyuhyunnie. Kami tak bisa menjengukmu selama berada di rumah," kata Leeteuk lembut. "Tapi kami sudah menyiapkan hadiah untukmu sejak lama. Hadiah untuk menyambut kepulanganmu dari rumah sakit. Hadiah kami akan ada di televisi mulai besok."

.

6 Juli 2007

Sejak pagi, Kyuhyun tidak beranjak dari depan televisi, membuat Appa dan Eommanya bingung. Bahkan ia menolak mandi sebelum menemukan apa yang disebut 'hadiah' oleh hyungdeulnya.

Tiba tiba televisi menayangkan sebuah video klip dalam Mnet Summer Break. Kyuhyun langsung menegakkan duduknya. Tampak di layar langkah-langkah orang berlari menuju ke suatu arah. Tulisan Super Junior SM Entertainment pun terpampang. Tak berapa lama, tampaklah kedua belas namja member Super Junior menyanyikan lagu berjudul Happiness.

Video klip itu begitu cerah, penuh warna, dan hyungdeul bernyanyi dengan wajah yang betul-betul menggambarkan kegembiraan. Bahkan Hankyung dan Kangin juga berakting dengan imutnya. Benar-benar tidak seperti biasa.

"MWO?! Jadi ini yang hyungdeul sebut hadiah? Mereka membuat MV sebagus ini tanpa mengikut-sertakanku?!"

Mata Kyuhyun terasa panas. Ia tak ingin kembali ditinggal seperti saat movie, namun lagi-lagi ia tidak ikut serta dalam pembuatan MV ini. Namja itu merasa sangat sedih. Sebuah MV tidak akan pernah di repackage. Itu berarti, dia tidak akan pernah termuat dalam MV Happiness ini.

Happiness?! Maksud hyungdeul, mereka gembira tanpa aku? Begitu? Dengan kesal, Kyuhyun mematikan televisi sebelum MV selesai dan beranjak dari sana.

"Kyuhyunnie, kau mau kemana?" tanya sang eomma keheranan, melihat putranya beranjak juga dari depan televisi.

"Aku mau mandi! Mau makan! Mau main game! Aku tidak mau menonton televisi lagi mulai hari ini!" seru Kyuhyun kesal. Ia tahu, pasti MV seperti itu akan tayang beberapa kali sehari, entah sampai kapan. Daripada dia melempar sesuatu hingga merusak televisi, lebih baik ia tidak melihatnya sama sekali. Bagaimana pun, membuat Appanya marah adalah hal yang dihindarinya.

.

Leeteuk beberapa kali melihat ke arah jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Mereka semua baru saja selesai makan malam bersama di dorm, termasuk Kangin, Kibum dan Siwon.

"Kalian yakin tidak ada telepon dari Kyuhyunnie?" tanya Leeteuk keheranan. "MV itu kan sudah tayang sejak pagi tadi, bahkan siang, sore dan juga malam sudah dipesan untuk ditayangkan…."

"Tidak ada, hyung. HP ku seharian ini diam saja," kata Eunhyuk.

"Donghae, mungkin dia menghubungimu dan kau lupa membawa HP?" tanya Hangeng.

"Hari ini aku tidak lupa membawa HP."

"Tadi aku menelepon untuk menanyakan keadaannya, dan dia memutus telepon dengan cepat." Heechul sedikit merengut.

"Mungkin kau salah bicara, hyung." Yesung langsung mendapat evil glare dari Heechul.

"Dia juga tak meneleponku." Shindong memeriksa kembali HP nya.

"Sungminnie! Dia pasti meneleponmu kan?" tanya Kangin penuh harap.

"Hari ini tidak."

"Aku juga tidak," kata Siwon.

"Aku juga tidak di telepon, hyung," sahut Ryeowook.

"Pasti ada sesuatu." Kibum merenung.

Kedua belas namja itu kebingungan karena sang magnae tidak menanggapi hadiah mereka sama sekali.

Sementara itu di Nowon…..

"AKU BENCI HYUNGDEUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUL!"

Appa dan eomma Kyuhyun terlonjak saat mendengar teriakan dari kamar putranya. Sang appa menghentikan makan malamnya, dan memandang istrinya dengan pandangan bertanya. Namun ia hanya mendapat gelengan kepala dari sang istri.

Jadilah hari itu menjadi hari paling menyebalkan bagi Kyuhyun, dan hari paling meresahkan buat member Super Junior yang lain.

.

.

19 Juli 2007

Kyuhyun bangun, merasakan seluruh tubuhnya sakit. Sudah beberapa hari ini ia merasakan tubuhnya tidak enak. Namun Kyuhyun tidak kembali tertidur. Tangannya meraih jurnal yang tergeletak di sisinya. Ia ketiduran saat menulis jurnal itu tadi malam. Ditelaahnya tulisan-tulisan yang tertera di sana dengan seksama.

Masih ada beberapa hal yang kurang… Aku harus menyelesaikan secepatnya. Aku tidak mau hyungdeul semakin jauh dari jangkauanku. Aku ingin segera kembali bersama mereka… Kyuhyun menulis beberapa point pada jurnalnya.

Namja itu kemudian beranjak dari tempat tidur, tidak menghiraukan tubuhnya yang menjerit meminta istirahat. Ia pun segera mandi untuk menghilangkan rasa lelahnya, agar apa yang ingin ia kerjakan hari itu bisa segera dilakukan.

Eomma Kyuhyun mulai merasa cemas. Sejak Kyuhyun berteriak tak jelas beberapa waktu lalu, putranya selalu memaksakan diri berlatih menyanyi dan juga berjalan. Bahkan ia pernah melihat Kyuhyun mencoba melakukan dance. Hampir sepanjang hari ia melihat putranya menulis sesuatu di jurnal.

Meski kuatir, Eomma Kyuhyun tidak bisa melarang, karena kemauan Kyuhyun begitu kuat. Hanya Appa Kyuhyun yang bisa memaksanya beristirahat. Namun sang Appa tidak sepanjang hari berada di rumah.

Hari ini pun tidak berbeda. Sejak pagi Kyuhyun sangat sibuk. Entah apa saja yang ia kerjakan dengan jurnalnya itu.

Sang eomma berjalan menuju kamar Kyuhyun untuk mengajaknya makan malam. Tapi alangkah terkejutnya wanita itu, menemukan putranya sedang meringkuk kesakitan di tempat tidur sambil memegangi dadanya.

"Kyuhyunnie? Gwenchana?" jerit sang eomma, membuat appa Kyuhyun yang berada tak jauh dari kamar Kyuhyun menghampiri.

Kyuhyun mengigit bibirnya menahan sakit. Keringatnya keluar begitu banyak. Tubuhnya terasa panas dan nafasnya begitu cepat. Meski ia menahan suaranya, jelas sekali dia sangat kesakitan.

"Siapkan mobil! Kita bawa dia ke rumah sakit!" Tuan Cho langsung menggendong putranya, sementara sang istri membukakan pintu dan memanggil supir mereka.

"Appa, tolong jangan beritahu hyungdeul…," bisik Kyuhyun di sela-sela tarikan nafasnya. "Jebal, Appa… Mereka sedang sangat sibuk…"

"Diam dan bertahanlah!" seru tuan Cho mencoba tenang sambil masuk ke dalam mobil. "Kyuhyun-ah, setelah ini, Appa akan memberimu pelajaran!"

Malam itu, Kyuhyun pun dirawat di rumah sakit umum yang ada di Nowon.

.

.

28 Juli 2007

Tuan Cho menghentikan mobilnya di parkiran apartemen dorm Super Junior. Kyuhyun bergegas turun dengan semangat, membuat sang appa menegurnya dengan matanya, sehingga namja itu meringis.

Hari ini Kyuhyun berhasil membujuk sang appa untuk mengantarnya mengunjungi hyungdeul. Ia kini sudah lancar berjalan, dan kesehatannya semakin baik. Sejak malam ia dibawa ke rumah sakit, sang appa memaksanya tinggal di rumah sakit itu untuk membuatnya beristirahat. Sungguh masa-masa yang terasa panjang dan membosankan buat seorang Kyuhyun.

Hanya orang tuanya dan petugas rumah sakit yang ada di sana. Mereka merahasiakan semua itu dari pers. Member SUJU yang lain pun tidak diberitahu. Namun karena kesabaran eomma dan appa, juga Ahra noona yang memaksa pulang ke Korea… Kyuhyun sembuh dengan cepat dan semakin lancar berjalan.

Urusan menyanyi pun ia lakukan perlahan dibawah pengawasan Ahra noona yang akan menangis jika sang dongsaeng tidak mau beristirahat.

Ahra noona menggandeng tangan namdongsaengnya saat menaiki lift.

"Noona, aku bisa berjalan sendiri. Apa kata hyungdeul jika aku dituntun seperti ini?"

Ahra noona mulai mengeluarkan jurus mata berkaca-kacanya. Dengan pasrah, Kyuhyun membiarkan sang noona menuntunnya.

Tiba di pintu dorm, suasana terlihat sepi. Kyuhyun mengeluarkan kunci miliknya, dan memberi isyarat agar appa dan noona menunggu di luar.

Senyum Kyuhyun mengembang saat pintu terbuka. Ia setengah melompat ke dalam dorm.

"HYUNGDEUL! AKU DATANG!"

1 detik

10 detik

20 detik

Suara tawa Ahra noona pecah dan appa Kyuhyun tersenyum lebar. Kyuhyun menoleh ke arah mereka dengan wajah kecewa. Ahra noona tersadar, dan langsung merengkuh Kyuhyun ke dalam pelukannya.

"Sudah, jangan sedih begitu. Salahmu sendiri tidak memberi kabar kepada mereka," kata Ahra noona, tak mampu menyembunyikan seluruh senyumnya, membuat Kyuhyun merengut.

"Jika aku tinggalkan pesan, kita tahu-tahu bisa diikuti wartawan, noona. Aku tidak mau hal itu terjadi saat bersama kalian. Bisa sangat berbahaya."

"Ne. Aku mengerti." Ahra tersenyum manis. "Sana, tinggalkan pesan. Kita harus kembali ke Nowon. Kau belum boleh terlalu capek."

Kyuhyun mengambil secarik kertas dari meja Leeteuk, kemudian menulis dengan huruf-huruf besar. Ditinggalkannya pesan itu di meja ruang tengah beserta jurnal yang dibawanya. Mereka pun kembali ke Nowon.

.

.

"ANDWAE!" Donghae berteriak sambil menunjukkan kertas yang ia temukan di meja. Ia memang yang pertama kali masuk ke dorm seusai mereka melakukan rekaman untuk album kedua. "Hyungdeul! Saengdeul! Tadi Kyuhyunnie ke dorm!"

"Sungguh?" Leeteuk girang bukan kepalang.

"Tapi kita kan sedang tidak ada…"

"Dia pasti kecewa, Wookie," ujar Siwon sedih.

"Padahal aku kangen sekali pada Kyuhyunnie…"

"Hyukjae, jangan bilang begitu! Aku juga kangen padanya!" protes Shindong.

"Dia tulis apa?" Kangin meraih kertas itu, dan sedetik kemudian menggelengkan kepalanya.

Heechul merebut kertas itu dan membacanya bersama Hangeng.

"Apa ini?" Hangeng kebingungan.

KALIAN AKAN MENYESAL!

"Menyesal karena tidak bertemu dia?" Yesung menggidikkan bahu.

"Aku juga tak tahu maksudnya." Sungmin ikut menggidikkan bahu.

"Aish! Setan kecil itu sudah sembuh rupanya," kata Heechul sambil tersenyum.

"Apa maksudmu, Chullie-ah?" Leeteuk memandangnya tajam, membuat Heechul keheranan.

"Lho, apa aku belum mengatakannya kepada kalian?"

"Soal Kyuhyunnie? Tidak pernah." Kibum menjawab dengan yakin, diikuti anggukan member lain.

"Tanggal 19 Juli kemarin, Kyuhyunnie masuk rumah sakit di Nowon. Malam-malam. Aku mendapat beritanya dari temanku yang bekerja di sana. Aku sedang sibuk drama, dan meneleponnya keesokan harinya. Kupikir, aku sudah memberitahu kalian. Ternyata aku lupa ya?"

"Ya! Chullie-ah! Kenapa hal sepenting itu tidak kau beritahu pada kami?" Leeteuk terduduk lemas. "Kasihan Kyuhyunnie, pasti dia pikir kita melupakannya."

"Dan dia akan membuat kita menyesal, hyung… Jangan lupa surat ancaman itu," kata Kibum dengan serius, membuat yang lain berpandangan dengan cemas.

"Ini sepertinya milik Kyuhyun." Sungmin memecah suasana. Ia meraih sebuah jurnal yang tergeletak di meja ruang tengah. Benda itu sepertinya diletakkan di bawah surat tadi. Hanya saja, Donghae tidak memperhatikannya. Ketika Sungmin membaca isinya sekilas, ia menyerahkan jurnal itu kepada Yesung. "Kurasa ini untuk Yesung hyung dan Hyukkie."

Yesung dan Eunhyuk membuka lembaran-lembaran buku itu bersama-sama, sementara member yang lain mencoba mengintip di sekitarnya. Wajah kedua namja itu tampak terharu.

"Apa isinya?" tanya Siwon penasaran. Dia sama sekali tidak bisa mengintip tulisan di dalamnya, karena ada 12 namja yang mengepung jurnal itu.

"Kyuhyun menuliskan semua kondisinya di sini. Bagian-bagian lagu kita yang mana yang dia masih kesulitan menyanyikannya, berapa lama dia kuat menyanyi, berapa tinggi dan rendah tone suara yang dia bisa capai. Masih banyak lagi." Yesung menyerahkan buku itu kepada Eunhyuk dan terduduk lemas di sofa. Dari catatan itu dia bisa memperkirakan kondisi Kyuhyun saat ini.

"Di sini juga tertulis berapa lama dia kuat berdiri, berjalan, berlari, seberapa dia bisa melompat, seberapa jauh jangkauan tangannya…" Kali ini Eunhyuk yang terduduk sambil menangis. Jurnal itu diberi pembatas, memberitahu mana bagian menyanyi dan mana bagian dance.

"Apa yang dipikirkan magnae pabo itu?" Heechul mendecak kesal. "Pantas dia masuk rumah sakit lagi."

Shindong mengangguk. "Ne. Dia sudah mencari batas kemampuannya."

"Kenapa dia tidak menunggu pulih saja?" Hankyung menghela nafas.

"Semua sudah jelas. Itu artinya Kyuhyunnie tidak mau menunggu lagi."

Kata-kata Sungmin membuat semua terhenyak.

"Aku setuju dengan Sungmin hyung," kata Kibum sambil membaca catatan-catatan itu. "Kyuhyunnie ingin Yesung hyung memilih part lagu yang bisa ia nyanyikan untuk album kedua kita. Dia juga bermaksud meminta Eunhyuk hyung mencari cara agar dia bisa menari dan tampil bersama kita dengan kondisinya ini. Kira-kira begitulah."

"Benarkah? " tanya Donghae dengan antusias.

"Tapi, bukankah itu akan membahayakan kesehatannya?" cemas Kangin.

"Ada yang bisa menahan kemauan Kyuhyunnie?"tanya Ryeowook.

Semua terdiam.

"Kyuhyunnie sudah mengambil keputusan. Kita sudah berjanji akan mendukungnya." Siwon menatap catatan itu sambil tersenyum. "Saatnya kita buktikan kepada Seonsaengnim, bahwa kita bertiga belas bisa tampil komplit di album kedua kita. Kita juga akan tampil lengkap di panggung."

"Bagus! Kyuhyun tidak perlu muncul penuh di panggung. Dengan catatan ini aku akan mencari koreo yang cocok untuknya." Eunhyuk kembali bersemangat

"Kau harus bekerja bersama ku dalam pembagian part-nya, Hyukkie."

"Siap, Yesung hyung."

"Aku akan membantu soal aransemennya," kata Ryeowook bersemangat.

"Bagus!" Leeteuk mengangguk puas. "Istirahatlah! Mulai besok kita akan bekerja lebih keras lagi. Mengenai rekaman ulang, biar aku yang mengaturnya dengan manager hyung."

"Ne. Jika semua sudah beres, baru kita hubungi Kyuhyunnie untuk bergabung." Siwon tersenyum lebar. Ia sudah tak sabar melihat Kyuhyun kembali berada di tengah mereka.

.

Agustus 2007

Petinggi SM tengah menerima salah seorang staff kepercayaannya di kantor. Ia mendengar semua laporan yang masuk dengan seksama. Juga laporan tentang pembuatan album kedua Super Junior dan MV untuk lagu terbaru mereka, Don't Don.

"Jadi mereka akan mengulang proses rekaman?"

"Begitulah, Tuan. Karena Sungmin sshi dan Shindong sshi tidak bisa memenuhi tone yang diinginkan, pihak studio tidak keberatan dengan pengulangan ini. Apalagi Yesung sudah mengatur hanya beberapa part saja yang diganti. Member lain pun tidak ada yang menolak jadwal rekaman ulang."

"Karena semua pihak saling mendukung… jadi tidak ada alasan menolaknya ya?" Sang Petinggi SM tersenyum. "Pengaturan yang sangat cerdik."

"Bagaimana dengan pembuatan MV?"

"Akan dibuat setelah proses rekaman selesai. Koreo yang diatur Eunhyuk sudah didiskusikan dengan sutradara. Sang sutradara sangat puas dengan hasilnya. Meski Kyuhyun sshi tidak akan muncul penuh dalam klip itu, mereka sudah mengatasi masalah itu. Penambahan Henry sshi mempermudah mereka mengaburkan focus pandangan."

"Lagi-lagi penataan yang cerdik." Sang Petinggi SM menyandarkan punggungnya ke kursi, tersenyum puas. "Ini yang membuatku senang bertarung dengannya."

Staff di depannya sedikit bingung, namun tak berani bertanya apapun.

"Apakah pembuatan MV itu akan diliput?"

"Tentu, Seonsaengnim. Kami sudah menghubungi Arirang untuk meliputnya."

"Bagus! Pastikan kalimat ini muncul di tayangan mereka untuk pembuatan MV Don't Don." Sang Petinggi SM mengulurkan sebuah kertas.

Staffnya terkejut ketika membaca tulisan itu. "Tuan, apakah ini sudah pasti?"

"Kerjakan saja apa yang aku suruh!" Sang Petinggi SM memandang staffnya dengan tajam, membuat namja itu menunduk dalam-dalam.

Begitu pintu ruangannya menutup, sang Petinggi SM tersenyum. "Bola pertama sudah kuluncurkan, Super Junior. Bersiaplah menerima kejutan."

.

.

TBC

.

.

Kejutan macam apa yang menanti Super Junior ?

.

Reader, gomawo udah mengikuti ff ini

Reviewer, gomawo udah

meluangkan waktu menulis review

Kalian dan oppadeul lah yang menjadi semangat author

Buat yang tanya soal Henry,

bisa lihat foto salah satu adegannya di FB author

Iyagi (i depan dengan huruf besar)

.

Kamsahamnida

.

Jawaban review chapter 4

asa 10/24/12 Siwon dan SUngmin sudah beberapa tahun bersama yang lain. Jadi mereka semua sudah tahu, chingu (^_^) Gomawo sudah mereview.

1414 10/24/12 1. Fanfiction. 2. Real. Bisa dilihat di FB author, atau cek saat donghae tidur di kelas. Temannya yg pakai ransel hitam dan mengantuk, itu henry

Kim Sooyeon 10/24/12 Ne, bukan romance (^_^)

arista kim 10/23/12 Itu juga alasan anti fans membenci mereka (^_^) Semoga oppadeul selalu dilindungi

tya andriani 10/23/12 Uhm, mianhe, Changkyu moment nya amat dikit karena belum banyak waktu luang buat Changmin. Kayaknya Chapter depan agak banyak

10/23/12 Tidak semua fakta. Heechul kecelakaan itu benar. Dia di gips. Ada videonya. Kyu harus banyak minum air, itu benar. Apalagi jika akan menyanyi. Konflik? Itu fanfic. Meski pun dikenyataannya mmg ada beberapa yg fakta. Kyu kadang nggak pakai daleman? Itu benar wkwkwk. Bisa dilihat waktu game saat vacation to japan. Dia kalah dari Donghae karena Donghae yang dekat dengan Kyuhyun bertanya: cd mu warna apa hari ini? Kyu tidak jawab. Lalu saat dapat kesempatan nanya lagi, Donghae langsung mukul telak: Kamu hari ini nggak pakai kan? Wkwkwk… langsung kalah deh karena nggak boleh pass 2 kali. Mana Donghae berusaha mengecek, dan rekaman pun di cut di situ xixixi

Hmm, itu masih ada kaitannya dengan chapter depan. So, diikuti saja, chingu.

shin rihee 10/22/12 Bisa dilihat di FB author adegannya. Atau coba di pause saat dongahe tidur di kelas. Namja yang duduk paling depan dan juga sedang menguap adalah Henry. Di adegan akhir, dia jadi backdancer. Tapi nggak di close up, yg di close up hanya member SUJU.

fiKyu 10/22/12 Gomawo

tinaff359 10/22/12 Gomawo sudah bersedia nulis review, chingu. Ditunggu koment selanjutnya

ShillaSarangKyu 10/22/12 Soalnya kalau diterangkan gambling, kurang bagus, chingu…kudu dicicil. Di chapter ini sudah terjawab. Gomawo

heeeHyun 10/22/12 Gomawo sudah ngasih masukan. Iya, harusnya lebih kental ya…author juga ngerasa begitu

lalalala 10/22/12 Gomawo reviewnya chingu. Auhtor senang kalau bagian itu mengena….itu paling pusing bikinnya hehehe

gaemwon407 10/22/12 oppadeul memang baik, dan kyuppa tahu itu hehehe

SunakumaKYUMIN 10/22/12 Pemikiran yang sangat positif, sama kayak kyuppa waktu 7th anniversary kemarin, meski dia kok nggak ikut motong kue dan nyanyi…ngerasa belum 7 tahun kali ya. Memang semua ada sisi baik dan nggaknya. Tanpa SM, SJ tak pernah ada.

NaraKim 10/22/12 Saking kerasnya berusaha, sampai masuk RS lagi wkwkwk. Ne, author setuju. SJ memang daebak

10/22/12 GaemAya Gomawo buat reviewnya, chingu. Author senang (^_^)

FiungAsmara 10/22/12 Gomawo, author senang kalau ff ini bisa menghibur

Tsuioku Red 10/22/12 Syukurlah…padahal author juga mau dibagi kado ama oppadeul (ngarep…)

Princess kyumin 10/22/12 Itu fanfic. Yang jelas, Kyu bisa jalan sendiri saat 1 bulan, tapi ternyata selanjutnya belum boleh sering2. Kalau bisa jangan pakai bahasa super gaul, chingu. Banyak singkatan yang author nggak bisa nebak tuh…jadi nggak bisa jawab. Yang jelas, saat Kyuhyun masuk, Leeteuk yang paling menentang dan jelas-jelas menunjukkan rasa tak sukanya. Sumpit dilempar saat gagal bikin ramen itu benar. Tapi saat Zhoumi dan Henry, dia sudah jauh lebih dewasa

Andhisa Joyers 10/22/12 Gomawo reviewnya chingu

Kim Anna 10/22/12 Gomawo reviewnya, chingu

Ahjumma Namja 10/22/12 Kyuhyun orang yang selalu welcome. Kepada Zhoumi pun begitu. Tetapi SUJU memang 13 saja sampai sekarang. Zhoumi dan Henry masuknya SUJU family dan SUJU M. Leeteuk dan yang lain tetap menganggap Hankyung dan Kibum sebagai bagian dari SUJU. Mereka yakin, 13 itu akan berkumpul suatu hari nanti.

10/22/12 Gomawo udah ngikutin ff ini, chingu. DI tunggu review selanjutnya

natal 10/22/12 Author ngikutin perjalanan Kyuhyun dan SUJU

Cho rae in 10/22/12 Gomawo udah nge-review, chingu

ApreelKwon 10/22/12 Gomawo buat semangatnya, chingu

Guest 10/22/12 Heechul memang berubah terhadap Kyuhyun sejak kecelakaan. Tapi setelah itu cuek lagi wkwkwk… tapi nggak separah dulu. Minimal masih main game bareng

reaRelf 10/22/12 Changmin memang sayang ama Kyu.

kyuzi 10/22/12 Sebenarnya Zhoumi lebih diterima lagi oleh oppadeul. Dia sudah berteman dengan yang lain sejak 2006. Ne, Kyuhyun selalu welcome dengan keduanya

stevy see 10/22/12 Sayang, di chapter ini akan dijelaskan statusnya….

MyKyubee 10/22/12 Yang itu fanfic! Author terlalu seram menggambarkannya. Tetapi beberapa yang lain itu benar.

xoxoxo 10/22/12 . Author juga suka, sayang nggak bisa masukin banyak, karena posisinya Changmin super sibuk saat itu

dinikyu 10/22/12 Gomawo udah ngereview

Chiti 10/22/12 Gomawo juga udah ngikutin ff ini, chingu

Nuryewookie 10/22/12 Kalau yang hadiah, itu bayangan author aja. KArena wookie memang suka maksa orang makan kalau lagi marah, sedangkan lambung Kyu kan robek tuh

Bella 10/22/12 Panggil saja eonni (^_^)

PurpleEgg-kyu 10/22/12 Gomawo, chingu buat reviewnya

blue minra 10/22/12 Gomawo, chingu, reviewnya bikin author semangat melanjutkan ff ini. Ditunggu review selanjutnya ya

misskyuKYU 10/22/12 Kyu memang berhati angel. Kelakuannya aja yang usil. Changkyu emang so sweet. Ne, baru bisa dikit aja. Nyari lokasi dari elf itu bener lho. Mereka kira yg nanya fans yg mau datang ke lokasi syuting wkwkwk… Dasar leader…bisa-bisanya lupa nanya lokasi. Dia cerita ini di sukira

Princess Kyunnie 10/22/12 .Gomawo. Jangan bosan mereview ya chingu

kyukyu712 10/22/12 Ne. Gomawo reviewnya

Magieapril 10/22/12 SOal itu tidak tahu, tapi di pembuatan MV….hmmm, sebaiknya kitu tunggu chapter depan yach. Ada bahasan di sana

Indy 10/22/12 Gomawo reviewnya

RuCho D'Evil 10/22/12 Gomawo udah ngereview

Elfma Ayu Sparkyu 10/22/12 Gomawo

ArenaKyuminElf 10/22/12 Yeoja. Panggil aja eonni gpp

riyuri 10/22/12 Ne. Tapi susah sekali dapet moment changkyu ya. Punya link yg bagus?

Kim ryokie 10/22/12 Nggak hitam putih terus kok, contohnya yg di ff chapter ini. Oh kalau itu eunhyuk dan donghae

10/22/12 Nggak punya. Ne. Kyu welcome ama henry maupun zhoumi. Welcome bukan berarti jadi member suju, tapi maksudnya secara personal mereka baik dan mendukung

ryeofha2125 10/22/12 Gomawo

vietaKyu 10/22/12 Nggak. Heechul di rumah sakit, hangeng yg sering nengokin. Kalau kyu, yesung dan heechul yang sering. Kalau soal gossip, author kagak ikutan

kihyun 4orever 10/22/12 Kyu sembuh ? bertahun-tahun ya… Namanya aja paru2 sobek

Perisai SUJU 10/22/12 Iya, wookie kadang begitu. Zhoumi dibahas di chap ini. Karena kondisi paru-parunya, berjalan pun akhirnya ditunda. Memang bisa, tetapi tidak boleh lama. PAru2 flek saja 6-1 tahun… kalau Kyuhyun malah sobek, chingu. Belum lagi tulang rusuk dan tulang pinggul yang patah. Henry? Adegannya ada di FB author (ada alamatnya di bawah TBC tadi. Dia oprasi setelah pembuatan MV marry u. yg ehb bareng dbsk? Itu 2008. Ne, heechul berubah lagi wkwkwk, tapi nggak kayak dulu banget kok. Mmg dasarnya heechul sulit didekati

trilililili 10/22/12 Gomawo

dhianelf4ever 10/22/12 Gomawo reviewnya

Winnie 10/21/12 Polos banget sih nggak, tapi kadang suka nggak nyambung. Iya, kalau soal marah, yg dia marahi dia jejali makanan banyak

Kim RyeongNa 10/21/12 Gomawo reviewnya, chingu

Osoi chan Says 10/21/12 .Memang ada apa dengan FB author? Bingung mode on…

Itu kan ultahnya kuppa yang di sana. Nggak ada videonya.

thiefhanie fha 10/21/12 Setengahnya real

umi elf teukie 10/21/12 Zhoumi dan Henry tidak pernah masuk suju. Masuknya suju m dan dianggap suju family. Ditunggu saja lanjutannya chingu

Gyurievil 10/22/12 gomawo reviewnya.

NaeKyu 10/22/12 Henry sudah 1 tahun di Korea. Dia cuma sulit untuk hal yang detail2…jadi percakapan yg umum dia bisa. Udah jadi peserta training sejak 2006.

Fitri MY 10/22/12 Gomawo reviewnya

aninkyuelf 10/22/12 Gomawo reviewnya

meyminimin 10/21/12 ADa di chapter ini chingu

hanifElfkyu 10/21/12 Waduh…terkontaminasi ya? Nggak kok. Soalnya Kyu nggak suka nyuri celana dalam member lain apalagi makai punya orang lho wkwkwk. Henry kalau mandi cuma seminggu sekali.

careon88 10/21/12 Kaos dan daleman hehehe. Untung nggak ada yang nyerang dia. Gomawo reviewnya

Keyra Kyuunie 10/21/12 Mianhe, elf agak sulit masukinnya, krn saat itu banyak pecah2

Momo ShinKaI 10/21/12 Lihat adegannya di FB author. Atau lihat lagi pas donghae tidur di kelas. Henry duduk di depan ikutan ngantuk juga

sitara1083 10/21/12 Belum sampai pembuatan MV. ANeh kan menurut yang lain … dis ini lagi menceritakan pihak ketiga. Ditunggu aja soal itu

lee gyuraaa 10/21/12 Ne. nggak marah juga serem. Dia suka masak, tapi yg makan kudu yg lain. Kalau nggak mau makan, dan dia jadi marah, akan ditambahin masakannya wkwkwk

kyuqie 10/21/12 Henry jadi teman sekelas donghae dan jadi back dancer di lagu. Lihat dif b author aja

chokyu 10/21/12 Gomawo reviewnya

Kadera 10/21/12 Sebenarnya chingu kadera ini baca kagak ya? Hehehe… mianhe, soalnya yg ditanya pasti yg ada jawaban di chapternya itu. Kan ada tulisan tbc chingu

Sytadict 10/21/12 Kadang2 begitu. Tidur juga begitu.

Mianhe, belum smapai pembuatan MV

kyuute 10/21/12 Gomawo

Ay 10/21/12 Gomawo reviewnya. Dari beberapa wawancara, member pada bilang, kyu itu anak yang terlalu cepat dewasa. Jadi pemikirannya tua, tapi kadang manjanya kelewatan kayak anak-anak

special5173 10/21/12 Ne. gomawo reviewnya, chingu

sarangchullpa92 10/21/12 Gomawo reviewnya, chingu

lytaimoet812 10/21/12 Masak sih? Hehehe kan masih ada yg ngajak ngomong dia, chingu. Gomawo reviewnya