Title : RISING STAR Chapter 6
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Henry. Changmin.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : "Apakah hal itu lebih penting daripada keinginan kami, Kyuhyun-ah?" / "Hyungdeul, jebal… Lepaskan aku!" Mohon Kyuhyun lirih. / Kenapa hanya 10-20 tahun? Kau harus bisa hidup lebih lama dari itu, Caramel macchiato. / "Siwonnie, kau sudah berjanji akan mendukungnya, bukan? Kamu tidak boleh lemah!"
.
.
Begitu pintu ruangannya menutup, sang Petinggi SM tersenyum. "Bola pertama sudah kuluncurkan, Super Junior. Bersiaplah menerima kejutan."
.
.
.
RISING STAR
Chapter 6
.
24 Agustus 2007
Tuan Cho sedang duduk di ruang keluarga, saat putranya menghampirinya. Sejak Kyuhyun begitu gembira menerima telepon dari hyungdeul kemarin, dia sudah bisa menduga hal ini. Namun ia membiarkan Kyuhyun mencoba mengungkapkannya sendiri.
"Appa, bisa minta waktu sebentar?"
Tuan Cho meletakkan buku yang sedang dibacanya, dan memandang lurus ke arah Kyuhyun. Berbeda dengan saat bersama hyungdeul, Kyuhyun selalu tampil sebagai anak baik dan dewasa di rumah. Kyuhyun sama sekali tidak manja. Tuan Cho sampai bertanya-tanya, kenapa selama belasan tahun Kyuhyun tidak mengeluarkan sisi lain karakternya.
"Appa, bolehkah aku kembali ke dorm besok?" tanya Kyuhyun hati-hati.
Sudah kuduga. Tuan Cho tetap diam, menunggu.
"Super Junior akan melakukan rekaman ulang untuk album kedua kami. Aku diberi kesempatan menyanyikan beberapa part. Aku juga boleh ikut dalam MV Don't Don."
Tuan Cho tetap terdiam. Dia hanya memandang Kyuhyun.
"Aku ralat, Appa,… aku yang meminta ikut dalam semua itu." Kyuhyun akhirnya mengaku. "Boleh kan, appa?"
Tuan Cho hanya menarik nafas panjang.
"Aku akan jaga diri baik-baik, Appa."
Kini kedua alis tuan Cho bertaut.
Kyuhyun memandang sang appa dengan gelisah.
"Baiklah." Namja itu menyerah. "Mungkin aku akan bekerja terlalu keras. Mungkin aku akan lupa apa yang Uisa katakan. Tapi aku harus kembali ke panggung, Appa. Aku ingin bersama Super Junior."
"Apakah hal itu lebih penting daripada keinginan kami, Kyuhyun-ah?"
Kata-kata yang diucapkan tuan Cho dengan lembut, mampu menohok hati Kyuhyun dengan keras. Namja itu tertunduk sebentar, namun kemudian kembali menatap sang appa. Bahkan namja itu tersenyum.
"Appa sudah mempertahankan impianku saat koma, meski hal itu bisa membuat Appa kehilanganku. Aku yakin, Appa paling mengerti mengapa aku harus kembali bersama Super Junior."
"Kau terlalu yakin."
"Ne. Karena sebagian sifatku, aku dapat dari Appa." Kyuhyun tersenyum lebar. "Appa selalu bersungguh-sungguh dengan apa yang Appa jalani. Itu sebabnya Appa sempat menentang impianku, karena jika aku jatuh dalam akademis, hal itu akan membuat impian yang selama ini Appa bangun menjadi tercoreng."
Kyuhyun bergeser, duduk lebih dekat dengan tuan Cho.
"Appa, aku pun akan memperjuangkan impianku. Aku juga akan menyelesaikan kuliahku dengan baik. Jebal, jangan menahanku. Karena itu hanya sia-sia. Aku tidak akan pernah menyerah memperjuangkannya."
Tuan Cho terdiam beberapa saat, kemudian tersenyum sambil mengacak rambut putranya. "Ne. Kau memang mewarisi sebagian sifat appa, Kyuhyun-ah. Tapi ingat satu hal. Kau adalah…."
"Cho Kyuhyun." Kyuhyun langsung melanjutkan kalimat sang Appa sambil tertawa lega. "Aku ingat. Appa sudah berulang kali mengatakannya sejak aku masih kecil."
"Itu karena Appa kesal jika ada orang bercerita: anak ini mirip dengan appa-nya, anak ini mirip dengan eomma-nya…. Tidak. Semua orang itu mirip dengan dirinya sendiri. Bagaimana dia jatuh dan berhasil, itu juga hasil apa yang ia lakukan selama ini. Bukan karena orang tuanya."
"Jeongmal kamsahamnida, Appa!" Kyuhyun memeluk sang Appa dengan senang. "Doakan aku berhasil. Aku akan memberi appa tiket konser kami."
"Konser? Hmm… Jika kau semakin terkenal, maka antifans mu bisa bertambah banyak. Saat kau kecelakaan, Appa sempat membaca…." Tuan Cho tidak sanggup melanjutkan. Ia kembali teringat umpatan-umpatan dan kutukan yang dibacanya. Saat Kyuhyun tengah berjuang untuk hidupnya, justru ada orang-orang yang menginginkan kematian putranya.
"Appa, mianhe…" Kyuhyun memandang sang appa dengan cemas dan perasaan bersalah. "Ini semua kesalahanku. Sebaiknya appa tidak punya twitter, cyworld, email…."
Tuan Cho tersadar. Ia langsung menepuk kepala Kyuhyun dengan keras.
"Appo! Kenapa Appa memukulku?" protes Kyuhyun.
"Jangan meremehkan Appa dan keluargamu, Kyuhyun-ah!" Tuan Cho merangkul bahu putranya. "Kau fokus saja pada impianmu. Hanya hal seperti itu, kami masih sanggup menanggungnya."
"Ne. Eomma sependapat dengan Appa-mu." Eomma tersenyum, dan mengambil tempat di sisi Kyuhyun. Kini Kyuhyun berada di tengah kedua orang tuanya. "Ingat baik-baik, Kyuhyunnie… Ketika orang-orang membenci kita, kita harus mengasihi mereka lebih lagi. Karena kita tahu, cinta akan mengalahkan kebencian. Arra?"
"Arraseo, eomma. Aku sungguh beruntung punya appa dan eomma seperti kalian," kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar dan merangkul kedua orang tuanya.
Tuan Cho menggeleng sambil memandang istrinya dengan mimik serius.
"Chagiya, apa kau merasa beruntung memiliki anak seperti dia? Aku rasa tidak…"
Kyuhyun tertegun saat sang eomma mengangguk setuju.
"Ya! Appa! Eomma! Jangan begitu," cetus Kyuhyun kesal. "Apa yang kurang dari namja setampan dan sepandai aku ini?"
"Tanyakan itu pada hyungdeulmu. Mereka pasti bisa memberi banyak jawaban."
Appa dan Eomma Kyuhyun tertawa ketika putranya kehabisan kata-kata dan mulai memasang wajah terluka.
"Kami hanya bercanda, Kyuhyun-ah," kata Appa sambil merangkul Kyuhyun.
"Ne. Kau dan Ahra adalah hadiah terbaik yang Tuhan berikan kepada kami," kata sang eomma sambil memeluk putranya.
Kyuhyun akhirnya kembali tersenyum sambil merangkul keduanya erat-erat. Aish, appa, eomma, ternyata sifat evilku adalah perpaduan sifat usil kalian yang tersembunyi….
.
.
Sang Petinggi SM tengah membaca surat kabar ketika sebuah berita menarik perhatiannya.
[Pada 24 Agustus 2007, Kyuhyun Super Junior menulis dalam status terbarunya bahwa ia akan kembali bersama Super Junior untuk album kedua mereka yang akan segera dirilis bulan September 2007. Hal ini sama seperti yang dikatakan Hankyung tentang album kedua Super Junior akhir Agustus kemarin di televisi China.]
Berita itu memuat foto Kyuhyun yang tengah berdiri sambil meniru pose patung yang ada di lokasi liburan yang ia datangi bersama keluarganya. Sang Petinggi SM tersenyum.
"Kau sudah bisa berdiri dengan baik sekarang, Kyuhyun sshi. Kau benar-benar sembuh dengan cepat. Terima kasih membuatku tidak lama menunggu."
.
.
Malam itu, semua member Super Junior berkumpul di dorm. Mereka sedang membahas rincian terakhir untuk proses rekaman kedua dan pembuatan MV Don't Don ketika pintu dorm dibuka. Saat mereka menoleh, tampak Kyuhyun beserta kedua orang tuanya memasuki dorm.
"Kyuhyunnie!" Eunhyuk menghambur memeluk Kyuhyun hingga dongsaengnya terdorong.
Siwon langsung merangkul Kyuhyun agar tidak terjatuh dan mendorong Eunhyuk.
"Hati-hati, hyung! Kau mendorongnya terlalu keras!" tegur Siwon.
"Mianhe, aku terlalu senang," kata Eunhyuk sambil menghapus air matanya.
Leeteuk, Kangin dan Donghae langsung mengangguk hormat ke arah orang tua Kyuhyun. Member yang lain langsung tersadar. Mereka ikut mengangguk hormat.
"Annyeonghaseyo, Ajusshi, Ajumma. Mianhamnida, kami terlalu bersemangat melihat Kyuhyunnie datang."
"Tidak apa, Leeteuk-goon." Tuan Cho dan istrinya tersenyum. "Kyuhyun-ah, Appa dan Eomma langsung pulang."
"Tidak minum dulu?" tanya Ryeowook.
"Aniyo. Sudah terlalu malam. Kami permisi."
"Annyeonghi gaseyo," seru semuanya serempak.
Begitu pintu dorm tertutup, Kyuhyun meraih kopernya. Namun Kangin langsung mengambil alih.
"Jangan membawa yang berat-berat dulu," ujar namja itu sambil menarik koper Kyuhyun ke kamar Donghae dan Sungmin. Seperti dulu, barang Kyuhyun tidak mengikut ke kamar Leeteuk dan Ryeowook, karena kamar itu sudah penuh oleh tempat tidur.
"Kyuhyunnie, sementara, bajumu ditaruh di lemariku saja. Masih ada ruang kosong di bagian tengah. Jadi kau tak perlu membungkuk atau mengangkat tangan saat mengambilnya. Pakaianmu yang ada di dorm sudah ditaruh di sana oleh Sungmin hyung." Kata Donghae sambil menuntun Kyuhyun duduk di sofa.
"Biar aku bereskan!" Sungmin berlari menyusul Kangin.
"Kau mau minum yang hangat atau dingin?" tanya Hangeng.
"Ah, biar aku bikinkan ginseng untukmu!" Yesung beranjak ke dapur.
"Kau masih terlihat kurus," kata Heechul sambil duduk di sebelah Kyuhyun dan merangkulnya.
"Ini pasti peralatan elektronikmu. Biar aku taruh di dekat TV." Shindong meraih tas besar yang masih tergeletak di dekat pintu, juga ransel Kyuhyun.
"Hyung…." Kyuhyun tak tahu harus berkata apa. Ia merasa risih dengan kelakuan hyungdeulnya.
"Kau pasti merasa seperti orang pesakitan," kata Kibum, langsung disambut tepukan di kepala oleh member SUJU yang lain.
"Jangan berkata macam-macam, Kibummie!" tegur Leeteuk.
"Kibum hyung benar! Kalian sangat aneh… Aku bisa melakukan semua itu sendiri," bela Kyuhyun. Namja itu mem-poutkan mulutnya dengan kesal.
"Hei! Kau kemari mau rekaman dan membuat MV, bukan? Jadi tolong jaga dirimu baik-baik jika tak mau merepotkan kami," ancam Yesung. Dia sangat galak jika ada dongsaengnya yang sakit karena ceroboh. "Daripada komplain urusan kecil, lebih baik kau duduk di sana! Tenang saja, aku tak akan main-main menuntut kualitas vokalmu besok."
Kyuhyun langsung tak berani bicara lagi. Ia tahu Yesung tidak sekedar menggertak. Bahkan Siwon yang selalu lolos jika Leeteuk marah, tidak akan lolos dari kemarahan Yesung jika namja tampan itu melakukan kesalahan saat rekaman.
Setelah acara beres-beres selesai, semuanya berkumpul mengobrol di ruang tengah. Kyuhyun sesekali tertawa, meski dia harus agak menahan tawanya, karena dadanya akan terasa sakit jika tertawa lepas. Hyungdeul merasa sedih melihat suara tawa Kyuhyun yang jadi aneh karena ditahan-tahan itu. Namun mereka tidak berkata apapun, hanya mulai mengurangi membicarakan hal-hal lucu.
Irama riang terdengar dari televisi di depan mereka.
"Ah! Itu MV kita!" seru Ryeowook senang.
BLIP.
Tahu-tahu televisi itu padam. Ketika semua menoleh, tampak Kyuhyun sedang memegang remote. Dia yang baru saja mematikan pesawat televisi itu.
"Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau matikan? Itu MV yang bagus!" protes Heechul.
"MV yang menyebalkan!" sahut Kyuhyun, membuat Heechul tambah meradang.
"Tunggu, Chullie! Pasti dia punya alasan!" tahan Leeteuk saat Heechul hendak menjitak kepala Kyuhyun.
"Kami susah payah membuatnya untukmu, Kyuhyunnie." Shindong menggeleng heran.
"Benar, kami sampai meminta secara khusus kepada manager hyung," kata Eunhyuk.
"Biar aku nyalakan." Namun Hankyung terkejut saat Kyuhyun tidak mau menyerahkan remotenya, justru menepis tangan Hankyung dengan keras.
"Kyuhyunnie, kenapa kau kelihatan membenci MV itu?" Pertanyaan lembut dari Siwon membuat Kyuhyun tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia langsung menyembunyikan wajahnya pada bantal kursi.
"Aku benci MV itu! Warnanya sangat cerah! Kalian sangat bahagia! Padahal aku sangat sedih tidak bisa berada dalam movie kemarin dan MV itu bersama kalian! Lagi-lagi aku tertinggal sendiri!"
Kata-kata yang diucapkan sambil terisak itu membuat semua member Super Junior yang lain tertegun. Mereka tak menyangka Kyuhyun merasa sedih mengenai movie, karena sang magnae selalu menyembunyikan semua perasaannya di balik senyuman.
"Ini semua salah paham, Kyuhyunnie! Aish! Pabo!" Kangin mendecak kesal.
"Biar aku nyalakan." Kibum mendekat ke televisi dan menyalakannya secara manual. Tetapi MV tersebut sudah selesai.
"Aku ambil laptopku sebentar, aku punya MV itu!"
Tak berapa lama Donghae keluar kamar sambil membawa laptopnya. Ia sedang mencari file MV tersebut saat Kyuhyun mencoba menutup laptop Donghae. Namun Sungmin segera mencegah dongsaengnya itu.
Ia berdiri di depan Kyuhyun, dan memaksa sang magnae melihat ke arahnya.
"Aku tidak pernah sekali pun melupakanmu. Aku hanya memikirkanmu."
"Mwo?" Kyuhyun mendelik ngeri mendengar kata-kata hyungnya yang manis itu.
"Tetapi, bagaimana kau bisa melupakanku?" Hankyung memasang mimik sedih.
"Air mataku jatuh dari mataku… Aku merasa dikhianati," lanjut Heechul lirih.
Aish? Ada apa ini? Apa hyungdeul sudah gila?
Kyuhyun menempel ke sofa dengan takut. Tiba-tiba Shindong memegang bahunya dari belakang. "Aku pikir sudah menemukanmu. Aku sungguh tidak tahu. Di mataku, kaulah satu satunya di dunia ini."
Eunhyuk meraih tangan Kyuhyun dengan sedih. "Aku tidak punya apapun untuk dikatakan. Aku tidak bisa berbalik lagi. Aku tidak punya air mata lagi. Aku tidak memiliki perasaan lagi."
"Hyungdeul…ada apa dengan kalian?" tanya Kyuhyun dengan gemetar.
Shindong dan Eunhyuk tidak menyahut, keduanya kini memeluknya dari belakang dan depan, membuat Kyuhyun meringis ngeri. "Lihatlah aku yang ada di hadapanmu! Aku yang hidup hanya untukmu," kata mereka berdua.
MWO? Kyuhyun mencoba melepaskan diri, namun terheran-heran saat mereka melepaskan pelukan mereka sendiri.
Kini Donghae berpaling dari komputernya, dan menepuk lembut wajah Kyuhyun. "Ketika kita bertemu, kau berada di depanku, menangis karena gugup, tetapi…"
"Aku keringkan air matamu," bisik Siwon lembut sambil menghapus sisa air mata di wajah Kyuhyun. "Kemudian aku memegang tanganmu, dan aku akan kembali bersemangat."
Kyuhyun menarik tangannya yang digenggam SIwon dengan wajah semakin pucat.
Ia menatap Leeteuk mencari pertolongan. Namun betapa terkejutnya dia ketika Leeteuk tersenyum lebar sambil berkata," Aku akan memberikanmu kebahagiaan karena telah bersama denganku."
"Ya! Hyungdeul! Kalian membuatku takut!" Kyuhyun beranjak dari sofa, dan mencoba berlari ke pintu. Tetapi pintu dorm terkunci, dan dia tak bisa meraih kuncinya yang diletakkan di atas meja ruang tengah. Namja itu membelalak ngeri ketika hyungdeul bergerak maju mengepungnya.
"Dengan mataku, aku melihatmu."
"Dengan hatiku, aku menemukanmu."
"Aku dapat melihat cahaya yang akan menerangiku."
Mereka menggumamkan kalimat itu seperti sebuah mantera. Kyuhyun menggedor-gedor pintu, namun tak ada yang datang. Sepertinya penghuni apartemen itu sudah terbiasa dengan keributan di dorm Super Junior.
"Hyungdeul, jebal… Lepaskan aku!" Mohon Kyuhyun lirih.
"Aku tidak dapat membiarkan kebahagiaan sejatiku pergi," kata Kangin sambil meraih Kyuhyun. Namun sang magnae berusaha melekatkan dirinya ke pintu. "Dapatkah kau melihatku? Panggillah namaku! Aku akan ada di sisimu."
"Ada apa dengan kalian?" tanya Kyuhyun saat Kangin mundur. Baru saja ia merasa lega, kali ini Ryeowook maju memeluknya.
"Aku akan selalu ada, nuhreul saranghae. Mari kita bersama selamanya."
Kyuhyun mendorong Ryeowook dengan keras. Keadaannya saat ini sungguh terjepit. Mati-matian ia menahan rasa takutnya. Aish! Apakah kali ini aku akan benar-benar mati? Kenapa mereka mendadak aneh begini?
Heechul tertawa keras melihat wajah Kyuhyun begitu memelas dan ketakutan. Tawa sang senior evil semakin membuat Kyuhyun panik.
"Hyungdeul, jebal… Jangan apa-apakan aku… Aku sedang sakit… Aku pasti mati jika kalian mengeroyokku… Aniyo. Satu orang saja pun aku pasti akan mati… Aku akan menonton MV itu jika itu mau kalian. Jebal, hyungdeul… Tolong jangan apa-apakan aku."
Hyungdeul tak bisa lagi menahan tawa mereka.
"Yes! Jarang-jarang kita melihat uri magnae kehilangan otaknya." Kibum tersenyum.
"Kadang begitu lebih baik." Tiba-tiba Donghae kembali berwajah normal dan bergegas ke laptopnya.
Hyungdeul yang lain segera beranjak kembali ke sofa. Kyuhyun terduduk lemas di dekat pintu. Ia nyaris berteriak ketika Siwon menggendongnya dan mendudukkannya di sofa, di hadapan laptop Donghae. MV Happiness di putar.
Sambil mengawasi hyungdeulnya dengan waspada, Kyuhyun mencoba memperhatikan MV itu. Beberapa detik kemudian mata hitamnya melebar. Wajahnya yang pucat berangsur memerah. Pipinya menggembung dengan mimik kesal. Apalagi hyungdeulnya tertawa terbahak-bahak begitu melihat perubahan wajahnya.
"Ya! Hyungdeul! Kalian mengerjaiku! Itu tadi lirik lagu Happiness!"
Sungmin merangkul Kyuhyun dan mengelus kepala sang magnae dengan gemas. "Habis kau membuat kami kesal. MV ini kami buat untukmu."
"Coba kau perhatikan baik-baik, kami memikirkanmu saat menyanyikannya." Ryeowook tertawa geli, teringat reaksi Kyuhyun tadi.
Kyuhyun mengamati MV itu dengan tertegun. Perasaan terharu mulai memenuhi hatinya melihat adegan demi adegan dan kalimat-kalimat yang manis itu.
"Itu kan untuk yeoja," katanya mencoba mengalihkan perasaan harunya.
"Tentu saja, kita kan namja, jadi lagu cinta ini tentu untuk yeoja. Tapi sebenarnya kami menujukannya untuk magnae kesayangan kami juga." Shindong tersenyum lebar.
"Nanti kau akan lihat, untuk MV ini kami mengadakan Free Hug lho!" Kangin tersenyum bangga.
"Free hug?" Kyuhyun menyangsikan pendengarannya.
"Ne. Semua yang mau terlibat dalam MV ini, semua fans yang datang melihat pembuatannya, kami beri pelukan gratis." Hankyung tersipu.
"Kenapa kalian melakukannya?" tegur Kyuhyun.
"Karena kamu, magnae." Leeteuk merangkul Kyuhyun dengan lembut.
"Saat kau koma, begitu banyak orang yang mendoakanmu. Begitu banyak fans yang memberi semangat. Karena itu, kami mengembalikannya dengan pelukan." Eunhyuk kembali meneteskan air mata.
Yesung mengangguk membenarkan. "Free hug itu sebagai tanda terima kasih, karena berkat doa mereka, uri magnae sembuh dan bersama kami kembali."
"Kau sudah paham sekarang?" tanya Kibum sambil menjitak pelan kepala Kyuhyun.
"Menyebalkan! Kalian membuatku menangis!" Kyuhyun menghapus air matanya sambil tersenyum. Hyungdeul langsung memeluk magnae mereka bersama-sama.
Tuhan, terima kasih. Kau telah memberikan kesempatan kedua untukku mensyukuri kehidupan ini. Aku tak akan menyia-nyiakannya. Aku ingin hidupku menjadi cahaya buat orang lain. Aku ingin, dengan keberadaanku, mereka mempercayai bahwa dalam kehidupan ini, banyak Miracle yang tersedia, jika mereka mau mempercayainya.
.
.
September 2007
Kesibukan rekaman dimulai, khususnya untuk Kyuhyun yang belum pernah melakukan pengambilan suara lagi. Yesung sudah menyusun part nya sedemikian rupa, sehingga Kyuhyun mampu mencapainya. Bahkan untuk nada-nada tinggi, Yesung sudah mengatur bagian di mana Kyuhyun bisa mendapat jeda sejenak sebelum melakukannya. Beberapa suara latar yang dibuat oleh Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun sebagai main vocal juga kembali direkam ulang.
"Yesung hyung, aku ingin sekali ikut menyanyikan lagu ini," kata Kyuhyun sambil menunjuk lagu track ke-13 yang berjudul Thank You. "Lagu penutup ini seperti lagu yang akan kita nyanyikan jika menutup konser. Kata-katanya juga menceritakan tentang rasa terima kasih yang ingin kita sampaikan kepada orang lain, atau pun seseorang yang spesial. Jebal, hyung, bolehkah kita merekam ulang lagu ini?"
Yesung tersenyum. Lagu Thank You memang bernuansa balada R&B. Sudah diduganya Kyuhyun akan tertarik dengan lagu itu. Namun ia pura-pura bertanya kepada yang lain.
"Bagaimana? Kalian keberatan?"
Mereka sengaja berlama-lama menjawab. Ketika wajah Kyuhyun mulai memelas, barulah mereka tertawa.
"Tentu saja, meski aku tidak suka lagu balada, aku tak keberatan," kata Shindong.
"Bukankah kau suka lagu balada, Shindong-ah?" tanya Leeteuk heran.
"Sejujurnya, aku tidak suka lagu balad jika Kyuhyunnie yang menyanyikannya."
Suara tawa hyungdeul membuat Kyuhyun merengut. Namun wajahnya berubah cerah ketika Yesung mengeluarkan beberapa kertas dan membaginya kepada semua member. Kertas itu berisi pembagian part yang baru untuk lagu Thank You.
"Ternyata Yesung hyung sudah menyiapkannya. Gomawo, hyung." Kyuhyun merasa sangat terharu.
"Ayo, kita mulai," kata Yesung memberi kode kepada semua member.
Mereka pun kembali menyanyikan ulang lagu tersebut.
"OK! Jeongmal joh-a! " Sang penanggung jawab rekaman bertepuk tangan saat Kyuhyun selesai menyanyikan part terakhirnya di lagu Thank You.
"Mwo?" Sekali take?" tanya Kyuhyun cemas.
"Tadi sudah bagus. Sudah melebihi yang aku pikirkan," kata namja itu dengan puas.
Yesung menarik Kyuhyun bangun dari duduknya. "Aku juga berpikir yang di Thank You itu bagus, tak ada yang perlu diulang. Ini bukan karena kau sakit, tetapi karena memang sudah bagus."
Kyuhyun tersenyum lega. Tadinya, dia sudah takut akan banyak melakukan kesalahan. Tetapi ternyata tidak.
"Kau benar-benar sudah berusaha keras," puji Leeteuk terharu sambil memeluk Kyuhyun. "Tidak terlihat bahwa kau habis beristirahat lama dari menyanyi."
"Sekarang, ayo kita pulang. Latihan untuk perform sudah akan dimulai besok." Sungmin menggandeng Kyuhyun ke mobil yang sudah menunggu mereka.
Syukurlah, sampai saat ini semua berjalan baik. Kuharap, apa pun yang Seonsaengnim rencanakan tidak akan dilakukannya. Aku tidak ingin hyungdeul mengalami kesulitan lagi. Kyuhyun memandang keluar jendela mobil dengan tersenyum.
.
.
Suasana kantor SM langsung riuh saat tiga belas orang namja memasuki gedung sambil bersenda gurau. Beberapa pasang mata memandang mereka sambil tersenyum. Penampilan mereka memang cukup mencolok dengan rambut aneka warna dan potongan yang tidak biasa. Meski mereka menutupinya dengan topi saat turun dari mobil, untuk menghindari liputan para wartawan yang sedang penasaran dengan album kedua Super Junior.
SM sudah berpesan agar mereka membuatnya sebagai kejutan, karena thema yang akan diusung jauh berbeda dengan yang selama ini mereka bawakan. Mereka menuju ke basement, tempat latihan dance.
Hari ini mereka akan berlatih untuk performa Don't Don. Ini bukan kali pertama mereka berlatih. Tetapi hari ini berbeda, karena mereka baru saja ke salon untuk mengubah rambut mereka. Besok pemotretan dan syuting akan dimulai.
Di salah satu bangku panjang yang ada di koridor basement, tampak Henry sudah menunggu dengan tas biolanya. Namja itu juga sudah merubah potongan rambutnya dan mewarnai sesuai warna yang mereka sepakati beberapa hari lalu.
"Henry-ah, tadi noona yang di salon bilang, kau sudah datang lebih dulu. Ternyata benar ya," celetuk Eunhyuk.
"Kenapa tidak bareng kami saja? Pasti lebih seru," kata Kyuhyun sambil duduk di sebelah Henry.
"DBSK belum selesai?" tanya Heechul saat melihat pintu ruangan yang menjadi bagian mereka masih tertutup.
"Sepertinya belum. Kita tunggu saja." Leeteuk menaruh tasnya di dekat kursi.
"Aku beli jajanan di depan dulu," kata Shindong.
"Ah, benar, aku juga lapar!"seru Donghae.
"Aku juga lapar!" seru member Super Junior yang lain kecuali Kyuhyun.
"Hyungdeul dan Henry-ah pergi saja dulu," kata Kyuhyun ketika melihat Henry juga menunjuk tangan ingin ikut. "Aku belum lapar, aku menunggu di sini saja. Hyungdeul taruh saja bawaan kalian di sini."
Sungmin meraba kening Kyuhyun. Sedikit hangat.
Siwon langsung merangkul Kyuhyun dari samping. Ia mengangguk ke arah yang lain. Memberi kode bahwa sang magnae sedikit tidak sehat. Mereka mulai terbiasa dengan Kyuhyun yang suka menyembunyikan kondisinya. Karena itu, mereka mencari cara mengawasi sang magnae tanpa perlu bertanya langsung, meski Kyuhyun sering protes karena mereka terlalu over protektif terhadapnya.
"Kau di sini saja. Nanti kami belikan sesuatu untukmu," kata Kangin sambil menepuk kepala Kyuhyun pelan. Mereka pun berlalu. Kyuhyun melihat Eunhyuk dan Donghae merangkul Henry sambil berjalan keluar mencari makan. Mereka semua sudah menganggap Henry sebagai teman. Itu membuat Kyuhyun tersenyum.
"Jangan senyum-senyum sendiri, Caramel macchiato."
Changmin yang baru keluar dari ruang latihan tersenyum lebar ke arahnya. Namja itu melambai sambil mengikuti hyungdeulnya. Kyuhyun balas melambai, lalu memandang pintu ruangan yang kini terbuka lebar.
Ternyata kondisiku belum bisa mengikuti kegiatan yang terus menerus. Padahal beberapa hari ini kami hanya latihan perform. Hari ini kami juga hanya ketambahan ke salon. Bagaimana jika kami mulai masa Promo album Don't Don? Kyuhyun memandang ruangan kosong itu dari bangku tempatnya duduk dengan wajah murung.
Namja itu terkejut ketika sesuatu yang hangat ditempelkan ke wajahnya. Changmin tersenyum sambil mengangsurkan sekaleng susu hangat yang ia tempelkan tadi. "Jangan murung begitu! Minumlah, badanmu akan sedikit enak."
Changmin duduk di sebelah Kyuhyun sambil menegak minumannya sendiri. Sesekali magnae DBSK itu mengelap peluhnya yang masih mengalir.
"Kupikir kau akan langsung pulang."
"Aniyo. Aku akan mandi dulu setelah keringatku kering. Tadi aku hanya ke mesin minuman. Aku pikir kau memerlukannya."Changmin menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang meminum susu hangatnya. Hari itu Kyuhyun mengenakan sweater hitam dan celana kaos warna khaki. Rambutnya yang di cat putih ditutupi oleh beanie hat pemberian Kangin. Namun jika dilihat dari dekat, tetap saja wajah Kyuhyun terlihat sangat tirus. Beberapa ujung rambutnya terlihat dari balik topi. "Wow! Kau mengecat rambutmu jadi putih!"
"Sedikit abu-abu," kata Kyuhyun. "Image Don't Don adalah musik keras, maskulin, garang… Teuki hyung menyebut penampilan kami ini seperti teroris." Senyum khas Kyuhyun muncul teringat istilah aneh sang leader. "Lebih cocok di istilahkan anggota gank."
Tapi Changmin tidak ikut tersenyum. Wajah namja itu justru terlihat cemas. "Itu musik keras? Bagaimana kau akan membawakannya di panggung, Kyuhyun-ah? Pasti tarian kalian juga menghentak, bukan?"
"Hyungdeul sudah mengaturnya agar aku hanya muncul saat tarian mulai melambat. Selesai menyanyikan bagianku, aku hanya perlu melakukan satu kali gerakan berputar bersama hyungdeul, berlutut saat Henri-ah memainkan biola. Ketika hyungdeul berdiri dan Henry menarik focus perhatian ke arahnya yang bermain biola hingga sejajar lantai, saat itulah aku kembali ke backstage."
"Kalian sudah merencanakannya sedetail itu?" Changmin terperangah.
"Ne. Meski pasti ada saja yang bisa melihatku masuk dan keluar panggung, tapi karena sudah di atur begitu, penonton tidak akan merasa terganggu karena tidak mencolok." Kyuhyun kembali meneguk susu hangatnya.
"Rambut putihmu itu… ada maksudnya juga?"
"Aniyo!" Kyuhyun tertawa. "Tetapi Sungmin hyung dan Hankyung hyung mewarnai rambut mereka sama denganku begitu aku memilih warna ini. Katanya, warna rambut mereka yang sama denganku akan membuat kesan tak ada yang menghilang dari panggung."
"Hebat!" Changmin tak bisa mengelak.
"Ne. Hyungdeul memang hebat."
Kyuhyun tersenyum lebar ketika Changmin kembali menoleh ke arahnya. "Jadi kau tak perlu kuatir, Changmin-ah. Aku akan baik-baik saja."
"Meski hampir mati, kau akan tetap bilang kau baik-baik saja."
Kyuhyun tertawa saat wajah Changmin merengut. Ia langsung menahan tawanya saat dadanya terasa sakit.
"Gwenchana, Kyuhyun-ah?"tanya Changmin cemas.
"Gwenchanayo. Aku hanya lupa harus mencicil tawaku." Kyuhyun tersenyum lebar meski masih terlihat meringis. "Kau tahu? Ketawaku jadi aneh. Jika tertawa aku akan terdengar ahaha…ahaha…ahaha… Begitulah."
Kali ini Changmin tak dapat menahan tawanya mendengar Kyuhyun mencontohkan suara tawanya. "Seperti di film kartun yang aneh."
"Ne." Kyuhyun kembali tersenyum lebar. "Begitu lebih baik, Changmin-ah. Kau jelek sekali kalau tidak tertawa dan tersenyum."
"Ya! Caramel macchiato! Sifatmu sama sekali tidak semanis suaramu," cetus Changmin kesal, merasa diperdaya sahabatnya. "Sulit sekali harus selalu berbahagia di sekitarmu, tahu?! Kau dengan seenaknya selalu berkata 'aku baik-baik saja'…'aku baik-baik saja'… Sementara aku tahu kau tidak baik-baik saja!"
"Changmin-ku yang hebat pasti bisa melakukannya," puji Kyuhyun membuat wajah Changmin memerah.
"Aish! Kau selalu membuatku tak bisa berkutik." Changmin menyerah.
Keduanya kemudian bercakap-cakap tentang banyak hal dengan seru, hingga member Super Junior yang lain dan Henry datang. Saat member yang lain mulai berlatih, Changmin ikut masuk ke dalam ruang training, menemani Kyuhyun yang duduk menonton hyungdeulnya berlatih sambil memakan jjangmyon.
Diam-diam Changmin merasa khawatir saat mendengar sendiri lagu Don't Don yang keras itu. Ia seharusnya tidak boleh berada di sana saat grup lain berlatih. Namun ia tidak tenang sebelum melihat Kyuhyun berlatih. Apalagi sepertinya member Super Junior tidak merasa kuatir dengan kehadirannya.
Mereka memang orang-orang yang baik dan berpikiran positif. Mereka tidak merasa kuatir aku akan mencuri perform mereka.
"Kyuhyunnie, jangan lupa meminum obatmu!" seru Sungmin di sela-sela latihan.
Kyuhyun mengangguk.
Selesai menyantap jjangmyon, Kyuhyun mengambil tas bahunya. Ia mengeluarkan sebuah kotak obat dan mulai meminum beberapa macam obat hingga Changmin bergidik ngeri.
"Kau meminum obat sebanyak itu?" bisik Changmin, yang segera dibalas anggukan oleh Kyuhyun.
"Ini semua harus diminum setiap hari, beberapa kali. Kadang aku merasa mual mengingatnya…" Kyuhyun meminum air di botolnya hingga tandas. "Tapi aku ingin bisa hidup dan bekerja sampai 10-20 tahun lagi… Aku tak punya pilihan."
Kenapa hanya 10-20 tahun? Kau harus bisa hidup lebih lama dari itu, Caramel macchiato. Changmin membuang pandangannya ke arah lain untuk menyembunyikan matanya yang mulai berkabut.
"Ah! Aku latihan dulu, Changmin-ah." Kyuhyun beranjak ke dekat Henry yang duduk menunggu bagiannya tampil. Tadi hyungdeul baru melatih dance mereka. Kali ini, lagu diulang secara penuh karena Kyuhyun sudah siap.
Changmin terus mengawasi hingga bagian dimana Henry dan Kyuhyun berjalan ke bagian belakang barisan yang tengah merapat.
Kyuhyun berjalan maju sambil menyanyikan part nya dengan sedikit gerakan. Semua yang Kyuhyun terangkan tadi benar. Super Junior sudah memerinci hingga hal mendetail agar sang magnae tidak muncul terlalu lama dipanggung.
Namun Changmin tetap merasa cemas ketika Kyuhyun kembali duduk menonton di sebelahnya. Wajah sahabatnya itu tampak pucat dan kelelahan hanya dengan part begitu pendek. Bagaimana jika mereka memasuki masa promo? Changmin menghela nafas dalam.
"Untuk mencapai nada tinggi seperti tadi, kau sudah memaksakan diri! Pasti kau merasa sangat sakit waktu melakukannya, bukan?" tegur Changmin. "Kenapa tidak mengambil part yang mudah saja?"
"Aku baik-baik saja. Percayalah, aku baik-baik saja."
Kata-kata Kyuhyun hanya dibalas dengan dengusan kesal oleh Changmin.
.
.
5 September 2007
Media massa sibuk memberitakan rencana pembuatan album kedua Super Junior, yang tertunda dari November 2006 lalu. Foto-foto Kangin yang muncul di siaran radio dengan rambut tipis dan berukir membuat berbagai dugaan tentang thema album kedua mereka. Tatanan rambut Kangin jauh berbeda dengan gaya rambut sebelumnya yang manis. Tapi pihak SM maupun member Super Junior tidak memberitahukan apapun.
.
.
Hari itu Super Junior akan melakukan pengambilan foto di dalam studio. Mereka semua segera memakai kostum yang sudah dipersiapkan oleh stylist. Kyuhyun mengambil kostum yang diperuntukkan untuknya, dan bergerak menjauh dari yang lain.
"Kyuhyunnie, kenapa kau di sini? Kita ganti di sana saja biar cepat," kata Siwon sambil membalik tubuh Kyuhyun yang sudah membuka kaosnya di pojok ruangan.
Namja tampan itu tertegun saat melihat bekas-bekas jahitan di dada dan perut Kyuhyun. Kyuhyun langsung berbalik menghadap dinding dan mengenakan rompi hitam tak bertangan yang menjadi kostumnya.
Siwon tak bisa menahan air matanya melihat bekas-bekas jahitan tadi. Ia yang selalu memperhatikan penampilan fisik, apalagi saat ini Siwon akan memamerkan six pack kebanggaannya, sangat menyadari arti semua bekas luka itu bagi Kyuhyun. Yesung langsung menarik namja yang bertubuh jauh lebih besar darinya itu menjauh.
"Jangan menangis! Kalau kau menangis, itu akan membuat Kyuhyunnie semakin terbebani," bisik Yesung saat mereka sudah jauh dari Kyuhyun. Namun Siwon tidak bisa menahannya. Namja itu duduk sambil menangis tanpa suara.
"Siwonnie, kau sudah berjanji akan mendukungnya, bukan? Kamu tidak boleh lemah!"
Kata-kata itu menyadarkan Siwon. Dengan susah payah, ia menghapus air matanya, mencoba tersenyum menghilangkan bekas-bekas kesedihannya.
"Bagus! Ayo kita kembali! Tambah cepat kita selesai, tambah cepat Kyuhyunnie bisa beristirahat."
Kyuhyun sendiri sedang sibuk mematut dirinya di cermin. Sebelum kecelakaan, ia sudah tahu akan mendapat baju tak berlengan. Karena itulah ia sempat meminta Siwon membimbingnya latihan angkat beban. Tapi melihat kondisinya sekarang, ia jadi meringis.
"Aku pasti tampak jelek dengan kostum ini," keluhnya.
"Siapa bilang?" Sang stylist mendekat, memperhatikan penampilan namja itu. "Kau sudah berlatih keras untuk berjalan. Lihat, otot lengan atasmu cukup bagus. Kita fokuskan di situ."
Tak lama stylist tadi melingkarkan band besar warna hitam dari bahan yang sama dengan rompinya, lalu memasangnya tepat di atas siku lengan Kyuhyun. Ia juga memberi kalung checker dari metal untuk bagian leher.
"Kau punya collar bones yang bagus."
"Maksud Anda aku terlalu kurus?" tanya Kyuhyun sedikit shock.
"Tidak, aku serius. Kau punya collar bones yang bagus." Ia memperhatikan belahan lengan yang sampai atas pinggang. "Tapi aku akan memberimu jas lengan panjang untuk perform dan video klip. Kau akan kedinginan memakai rompi ini saja. Biar ini hanya untuk pemotretan."
Kyuhyun mematut dirinya lagi di kaca, cukup puas dengan hasil akhirnya. Ia tak menyadari, mata hyungdeulnya berkaca-kaca melihat tubuhnya yang terkesan begitu ringkih dan kurus.
Pemotretan berlangsung dengan beberapa macam kostum. Selama itu, kegiatan mereka diliput, baik oleh pihak Arirang yang mendapat ijin, maupun oleh pihak SM untuk keperluan pembuatan DVD. Terakhir mereka berkumpul untuk wawancara pemotretan. Beberapa member termasuk Kyuhyun duduk di kursi, yang sebagian lagi berdiri di belakang.
"Kami baru saja melakukan pemotretan untuk cover album kami," kata Kangin membuka percakapan sambil memegang pundak Kyuhyun yang duduk di depannya. "Sudah lama sejak album pertama, karena kami ingin seperti ini, agar semua member bisa ikut serta. Kondisi Kyuhyun belum sepenuhnya pulih, tetapi dia sudah membaik. Saya senang dia berada di sini sekarang. Saya tidak tahu apa yang kalian pikirkan tentang album kedua ini, namun Super Junior siap kembali dengan performa yang fantastis."
Mike diberikan kepada Kyuhyun yang selama pemotretan di atur agar tidak menerima wawancara. Leeteuk tidak ingin kondisi Kyuhyun terlalu lelah sebelum pemotretan berakhir. Kyuhyun mencoba tersenyum ke arah kamera, meski wajahnya terlihat pucat dan garis hitam sedikit terlihat di bawah matanya. Ryeowook menepuk kaki Kyuhyun yang duduk disampingnya, untuk memberi semangat.
"Saya sungguh ingin berada di sini. Untuk itu, saya berlatih dengan intensif selama di rumah sakit. Saya berharap, saya bisa tetap berkarya 10, 20 tahun ke depan, dan tetap bersama kalian semua." Ia tak menyadari ungkapan perasaannya itu membuat member Super Junior yang lain mati-matian menahan perasaan mereka. "Saya berharap, kalian semua akan mengirimkan cinta dan dukungan kepada kami."
Ketika Kyuhyun mengangguk hormat, semua hyungdeulnya bertepuk tangan. Hanya Kibum yang menoleh ke arahnya dengan diam. Dalam hati, namja yang selalu tampak cool itu mati-matian menahan perasaannya terhadap sang magnae.
"Aish! Dia membuatku menangis," kata Kangin sambil membelakangi kamera.
Akhirnya Leeteuk yang memberikan kalimat penutup.
Saat mereka bubar, Leeteuk mendekati pihak Arirang.
"Apakah ini akan disiarkan segera?"
"Oh, tidak, Kami akan meliput juga pembuatan MV kalian besok. Setelah semua terkumpul, baru kami akan menyiarkannya." Sang reporter melihat catatan di notesnya. "Kami akan menyiarkannya setelah pihak SM mengijinkankan. Ada beberapa langkah yang mereka ingin lakukan untuk peluncuran album ini."
"Saya mengerti. Terima kasih untuk kerjasamanya." Leeteuk kembali kepada dongsaengdul, dan mengajak mereka semua kembali ke dorm.
.
Hari masih pagi saat semua member Super Junior tiba di lokasi syuting. Lokasi itu sangat luas, terdiri dari gudang kosong yang besar, dan reruntuhan bangunan tua yang tidak berdinding. Beberapa pilar api di pasang. Begitu juga lampu-lampu sorot besar yang bisa bergerak sesuai scene. Mereka akan mengambil gambar di beberapa posisi.
Kyuhyun duduk ketika hyungdeul melakukan syuting dance pertama di reruntuhan gedung. Besi-besi beton yang muncul, beberapa sisi tembok yang runtuh, justru menimbulkan kesan yang bagus, yang sesuai untuk penampilan mereka. Pilar-pilar api dinyalakan sebagai latar belakang, membuat suasana sekitar semakin panas.
Entah sudah berapa botol air Kyuhyun habiskan, namun ia tidak mengeluh. Ia sudah berjanji kepada manager hyung yang sudah berkeras melarangnya ikut dalam album kedua, bahwa ia akan melakukan semuanya tanpa mengeluh, karena dialah yang berkeras untuk ikut.
Mereka kemudian mengamati hasil syuting bersama-sama. Jika ada bagian yang perlu diperbaiki, hyungdeul kembali mengulang tariannya.
"Kyuhyun hyung, ini untukmu." Henry membawakan beberapa botol air minum untuk Kyuhyun. Sedari tadi, ia sudah memperhatikan Kyuhyun terus menerus minum untuk menurunkan suhu tubuhnya.
"Gomawo, Henry-ah." Kyuhyun menaruh semua botol itu di sisinya, diikuti pandangan hyungdeul. Namun mereka hanya terdiam. Sesekali saja Sungmin dan Siwon merangkul Kyuhyun untuk mengecek kondisi sang magnae.
Selesai makan siang, mereka mulai melakukan syuting untuk tiap part lagu. Wajah mereka akan di close up dan diambil satu persatu. Syuting dilakukan dekat sebuah tiang beton yang sudah diberi pemicu api disekitarnya, sehingga sekelilingnya terbakar. Kyuhyun akhirnya mendapat giliran syuting setelah duduk sekian lama di sana.
Sore hari, sambil beristirahat, mereka diwawancara secara acak, termasuk Kyuhyun. Namun Leeteuk segera memanggilnya untuk beristirahat. Kyuhyun bersikeras menonton hyungdeulnya syuting.
"Kyuhyunnie, istirahatlah di dalam mobil," bujuk Sungmin ketika langit mulai berpindah dari sore ke malam.
"Tapi, aku ingin melihat pengambilan gambar, hyung. Apalagi cuaca mulai gelap begini," kata Kyuhyun sambil menunjuk pilar-pilar api yang dipasang di beberapa titik luar bangunan, tempat mereka akan mengambil scene kejar mengejar dan untuk tarian penutup. "Pasti semua akan terlihat lebih bagus."
"Tidak! Kau harus istirahat!" tegas Sungmin sambil mendorong Kyuhyun.
"Kau mau berjalan atau kami harus menyeretmu!" ancam Heechul yang datang mendekat bersama Kangin dan Siwon.
"Tapi…."
"Kau sudah berusaha cukup keras, Kyuhyunnie. Sekarang istirahatlah di dalam mobil. Di sana akan lebih nyaman. Debu yang nanti beterbangan tidak baik buatmu." Kangin mencoba membujuk.
"Ne. Kau sudah berjalan seperti zombie sejak tadi. Tinggal rubuh saja." Siwon tersenyum lebar. "Apa kau ingin mengganggu pengambilan gambar? Percayalah, kami akan memilih mengantarmu ke rumah sakit jika kau pingsan, daripada meneruskan syuting."
Kyuhyun akhirnya mengikuti Sungmin yang menuntunnya hingga ke mobil. Kedua mobil Super Junior diparkir jauh dari lokasi pengambilan gambar, sehingga Kyuhyun tidak akan bisa melihatnya. Hal itu membuat Kyuhyun sangat kesal. Tetapi ia juga tidak mau membuat syuting hari itu gagal.
"Duduk di sini baik-baik. Jangan sembarangan keluar, aracchi? Tidak lucu jika kau tertabrak mobil yang sedang diambil gambarnya."
Kyuhyun mengerucutkan mulutnya karena kesal. Sambil tersenyum, Sungmin mengelus rambut Kyuhyun. "Kami akan segera menemanimu di sini. Hanya tinggal beberapa scene lagi."
Begitu Sungmin menutup pintu, Kyuhyun merebahkan tubuhnya ke kursi. Barulah namja itu sadar tubuhnya terasa penat sekali. Udara dingin dari AC mobil membuat tubuhnya sedikit kedinginan sehingga ia harus merapatkan jaketnya. Tetapi itu jauh lebih baik daripada di luar terkena angin dan udara malam.
Padahal aku ingin sekali melihat hyungdeul… Kyuhyun mulai merasa kesepian. Akhirnya namja itu meraih PSP dari dalam ranselnya dan memainkannya.
BOOM! BOOOM!
Kyuhyun tidak tahu sudah berapa lama ia bermain ketika dua ledakan sangat keras itu terdengar. Mobilnya sedikit berguncang akibat ledakan. Ketika Kyuhyun membuka pintu, tampak dua asap hitam mengepul tebal hingga ke langit. Arah ledakan itu berasal dari lokasi syuting.
PSP nya terjatuh begitu saja dari genggamannya. Mata namja itu berair. Seluruh tubuhnya gemetar.
Duduk di sini baik-baik. Jangan sembarangan keluar, aracchi?
Kata – kata Sungmin terngiang di telinganya. Tetapi Kyuhyun tak mau menghiraukannya. Namja itu bergegas berlari menghampiri lokasi syuting, tak menghiraukan tubuhnya yang kesakitan. Di kejauhan, suara sirine mobil polisi mendekat.
"HYUNGDEUUUL!"
Kyuhyun kembali mempercepat larinya, menuju asal ledakan.
.
.
TBC
.
.
Dari mana asal ledakan besar itu?
Bagaimana keadaan hyungdeul yang berada di sana?
Bagaimana dengan Kyuhyun?
.
Buat yang penasaran dengan lanjutannya,
Silahkan kasih masukan buat author hehehe
*evil smirk
Kalau ada bagian yang kalian suka yang disebut…Author jadi semangat
Nulisnya juga jadi lancar karena ada aja masukan baru
Buat semua yang udah ngasih review dan baca…
Kamsahamnida
.
.
Jawaban Reviews chapter 5
ChoI Jaeseumin Hyangsu Di ff ini? Hmmm…kita lihat saja nanti, chingu hehehe
Guest 10/25/12 Just Petinggi SM. Tokoh fiktif dalam ff ini
Guest 10/25/12 Gomawo reviewnya
Cho rae in 10/25/12 Semua pertanyaannya belum bisa dijawab karena aka nada di chapter 6 ini dan seterusnya, chingu hehehe Selamat mengikuti
GaemRa Kyu-Uke 10/25/12 Gomawo reviewnya
GaemAya 10/25/12 Pada dasarnya Heechul memang orang yang sulit didekati. Bukan masalah benci atau tidak.
MyKyubee 10/25/12 Lucunya, Kyuhyun juga nganggap Changmin sahabat terbaiknya, tetapi dia nggak sadar kalau Changmin juga begitu ke dia. Sampai2 Heechul pernah ketawa dan bilang kalau mereka aja tahu Changmin kagum dan sayang banget ama si Kyuhyun. Kyuhyun hanya ketawa waktu dibilang begitu. Poor Changmin…
ayu wandira 10/25/12 Salam kenal juga. Gomawo udah bersedia mereview
Guest 10/25/12 Jelas sakit lah…. Author aja sampai kagak tega
ahra rahayu 10/25/12 Gpp chingu, gomawo
Sachiko Yamaguchi 10/25/12 Memang ff ini fiktif, tetapi SJ pun sudah berjuang keras tak kalah dengan di FF ini
youngie poppo 10/25/12 Petinggi SM yang di ff ini yang jahat bukan yang lain hehehe
NaraKim 10/25/12 Author juga melongo waktu lihat Zhoumi aegyo. Asli melongo!
Yang ditulis petinggi SM belum ada chapter 6 hohoho… *evil laugh
Jmhyewon 10/25/12 Gomawo udah mereview chingu
ShillaSarangKyu 10/25/12 Bolanya tidak kelihatan, chingu…jadi kipernya kagak ada. Gomawo reviewnya
ArenaKyuminElf 10/24/12 Gomawo
Keyra Kyuunie 10/24/12 Bukannya banyak yang tidak hitamputih? Tapi mmg disbanding yg lainnya…memang dikit
Gyurievil 10/24/12 Gomawo, chingu. Ditunggu reviewnya
Nuryewookie 10/24/12 Gomawo udah ngikutin ff ini
Azurasky Elf 10/24/12 Gomawo udah mereview chingu. Jangan bosan tulis review ya
sarangchullpa92 10/24/12 Hwaaa! Makasih banget reviewnya, chingu. Author jadi senyum-senyum sendiri. Iya, tapi kalau senyum, Kyu masih imut kok xixixi. Jangan bosen ya
Sepertinya kita sedikit punya kesamaan nih
sitara1083 10/24/12 yang akan disebut oleh stasiun tv? Masih rahasia hohoho
dhianelf4ever 10/24/12 Hmm, soal itu ditunggu saja bagaimana akhrinya (^_^)
PurpleEgg-kyu 10/24/12 Gomawo. Jangan bosa ngasih review ya
reaRelf 10/24/12 Sungmin aegyo kalau disuruh. Kalau zhoumi, aslinya itu aegyo wkwkwk
Ahjumma Namja 10/24/12 Gomawo reviewnya. Salah paham itu akan dibahas chapter 6 ini chingu.
xoxoxo 10/24/12 Hmm, begitu ya? *evil smirk
Blackyuline 10/24/12 Gomawo reviewnya chingu,
Kim ryokie 10/24/12 Oh ya? Author nggak ngikutin yang lain soalnya
lee gyuraaa 10/24/12 Gomawo masukannya, semoga changkyu moment bisa ada di tiap chapter
kyuqie 10/24/12 Belum pindah, chingu. Gomawo
kyuminjoong 10/24/12 Ne. Author juga suka kalau nulis tokoh ini.
Zizi Kirahira Hibiki 69 10/24/12 Kyuhyun pasti senang ditunggu hehehe
Magieapril 10/24/12 Zhoumi itu aslinya aegyo. Bukan aegyo kalau disuruh hehehe.
misskyuKYU 10/24/12 Ne, Kyuhyun memang kalau udah maunya, susah disuruh diam. Kasihan, kebayang dia kecewa berat
10/24/12 Boleh bagi fakta2nya? Author kagak dapat banyak.
Princess Kyunnie Author senang banget baca reviewnya. Jadi semangat. Caranya? Caranya ya sayang banget ama oppadeul. Itu aja
SunakumaKYUMIN 10/24/12 Kyuhyun memang suka memaksakan diri sampai sekarang. Ingat dia melototin Eunhyuk waktu di radio star bilang2 ke yang lain dia lagi kecapekan hahaha
trilililili 10/24/12 Curcol diterima. Gomawo
umi elf teukie 10/24/12 Bagi-bagi share nya gimana ? Maksud author, kasih tahu di sini aja… percuma kalau dibagi-bagi, author nggak bisa lihat reviewnya
ryeofha2125 10/24/12 Gomawo chingu
tinaff359 10/24/12 Ne. Petinggi SM di sini memang penuh misteri
lalalala 10/24/12 Diikuti saja, chingu…nanti juga tahu 9^_^) Gomawo
vietaKyu 10/24/12 Aniyo. Just fanfic
kyuzi 10/24/12 Chingu nggak daftar dif fn ini, jadi author mau PM juga nggak bisa. Bisa tolong kasih link fb nya aja?
hanifElfkyu 10/24/12 Oh ya? Langsung nyari link nya….
aninkyuelf 10/24/12 Gomawo reviewnya
AiZa 10/24/12 Iya, itu dibuat saat 2007 pas SM town. Pin up pas mei 2007
Bella 10/24/12 MV itu hadiahnya…bisa dibaca di chapter 6 ini
kyuzi 10/24/12 Gpp, chingu, author justru suka review yang seperti ini. Rasanya capek2 bikin, ada yg tertarik, gitu. Jangan bosan mereview ya
Guest 10/24/12 Memang itu misteri…ditunggu aja chingu
ay 10/24/12 Gomawo reviewnya, chingu. Jangan capek ngetik ya
kihyun 4orever 10/24/12 Serangannya? Rahasia…hohoho
Ne, author suka moment wonkyu itu
Princess kyumin 10/24/12 Awal zhoumi ketemu kyu author nggak tahu. Tapi zhoumi dibawa hangeng nengok heechul saat di rumash sakit, jadi akhirnya zhoumi deket dengan anak2 Suju
Soal alasan petinggi SM, bisa dicari di falling star
Isinya bukan itu
Perisai Suju 10/24/12 Gubraks! Author jadi shock nih…rasanya ada tanggal2 nya deh chingu….
Itu tanggal real dan author coba urutkan baik-baik…jadi tolong jangan dilewatin ya hehehe. Ianhe. Gomawo udah mereview
Kalau Kyuhyun di rumah sakit 5 bulan itu slaah. Kecelakaan 19 april, keluar 5 juli…berapa lamakah itu? Mari kita hitung hehehe
Dia di dorm itu tanggalnya kayak yg author tulis. Cuma kunjungan, bukan balik
Dia benar2 masuk rumah sakit tanggal 19 Juli malam hari
Author tidak masukkan yg naksir2an itu, soalnya nggak jelas di mana kejadiannya….. Samsung? Kangnam? Nowon? Atau rumah sakit lain? Soalnya kyu itu langganan sakit
Iya nih…padahal yang mau ditonjolkan itu justru nuansa kerasnya. Author aja suka banget ama Don't Don
Jangan bosan mereview yach hehehe
Bella 10/24/12 SS3 yang pas terakhirnya Kyuhyun pingsan itu ya? Jangan2 si Heechul lagi ngecek kondisi si Kyu
tya andriani 10/24/12 Changkyu moment bisa muncul kalau ada kesempatan. Semoga author bisa menulisnya di tiap chapter
special5173 10/24/12 Thanks banget udah nggak jadi SR di ff ini. Ditunggu masukannya chingu
