Title : RISING STAR Chapter 8
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Henry. Changmin.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : "Mungkin, kalau aku keluar dari Super Junior… semua ini akan berakhir." / "Cepat berhenti, Kyuhyunnie! Atau kau kucekik!" / Aku tak mau kau menyebabkan SM disebarkan sebagai managemen yg keras terhadap artisnya. / "SAYA TIDAK INGIN KEHILANGAN SUARA KYUHYUN SSHI!" / "Sementara ini PSP mu kusita."
.
.
13 September 2007
"Ini gila! Kyuhyunnie belum sembuh benar!"
Kali ini wajah Leeteuk benar-benar merah padam. Ia menatap kedua dongsaengnya yang masih saling berpandangan. Semua member yang lain terdiam, mereka tak tahu harus berkata apa mendapat kejutan berturut-turut seperti itu.
.
.
RISING STAR
Chapter 8
.
Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun, merangkul pundak sang magnae. "Untuk kegiatan Suju dan SJ KRY saja Kyuhyunnie akan kewalahan, apalagi jika harus menyeberang sampai ke China. Bagaimana dengan pengobatannya?" Sungmin tak bisa menahan kecemasannya lagi.
Siwon terkesiap. Ia segera duduk di depan Kyuhyun dan menuntut sang dongsaeng melihat ke arahnya. "Kyuhyunnie, apa kau mengira Seonsaengnim yang melakukan ini? Apakah ini berkaitan dengan pembicaraan kalian waktu itu?"
"Siwon hyung,… Seonsaegnim ingin aku tahu, bahwa dengan kita terpisah-pisah, maka hubungan kita pun akan mengendur dengan sendirinya. Akan lebih mudah membuat kita bubar."
Kyuhyun mencoba mengumpulkan semua sisa harapannya, namun ia tahu, kemungkinan dugaannya benar sangatlah besar. Seperti biasa, jika ia sangat panik, kejadian yang sangat jarang terjadi, Kyuhyun akan berbicara tanpa jeda seperti Yesung.
"Mungkin… mungkin Hankyung hyung akan terpisah dari Heechul hyung…. Donghae hyung akan terpisah dari Eunhyuk hyung… Ryeowookie akan terpisah dari Yesung hyung… Aku akan terpisah dari Sungmin Hyung… Siwon hyung akan terpisah dari Kibum hyung… Teuki hyung akan…."
"Kyuhyunie! Apa maksudmu? Kau jangan membuatku gila dengan semua dugaanmu!" Heechul mendorong Siwon menyingkir dan mengguncang tubuh Kyuhyun dengan gusar. Namun Kangin langsung menarik tangan Heechul yang sudah membuat Kyuhyun meringis kesakitan.
"Semoga dugaanku salah, hyungdeul…. Aku sangat berharap dugaanku salah…" Kyuhyun nyaris menangis. Namun ia menahannya sekuat-kuatnya. Hankyung segera memeluk Kyuhyun yang terlihat begitu sedih dari belakang.
"Mianhe, Chullie… Ini semua kesalahanku," kata Hankyung. "Aku dilarang mengatakan ini semua oleh Seonsaengnim. Beliau membentuk SuJu China, dan akan membagi kita. Selama beberapa bulan, yang terpilih akan melakukan semua kegiatan di China."
"Aku juga heran, mengapa kita tidak bisa seperti grup lain yang tetap bersama ke mana pun mereka pergi…." Hankyung kembali berbicara. "Tapi aku tak tahu apa-apa soal Seonsaengnim berniat memisahkan semua personil yang dekat seperti yang Kyuhyunnie katakan tadi."
"Tapi biasanya dugaan Kyuhyunnie jarang meleset," gumam Ryeowook. Namja itu mulai menangis karena cemas.
"Apakah Henry sshi tahu soal ini?" tanya Shindong.
"Dia tidak tahu apa-apa."
"Kalau begitu, kenapa Hankyung hyung bisa diberitahu?"
Pertanyaan Eunhyuk membuat Hankyung sedikit gugup. Ia beranjak dari belakang Kyuhyun, mendekati Leeteuk yang masih berdiri diam di depan para dongsaengnya.
"Mianhe, Teuki hyung… Aku diberitahu lebih dulu karena aku akan menjadi leader untuk SuJu China."
Kata-kata Hankyung membuat semua yang lain menatap ke arah namja itu dengan perasaan yang tidak dapat dilukiskan. Selama ini, sub grup di Super Junior tidak mengangkat ketua, meski pun salah satu member pasti memimpin yang lain.
"Tapi aku berjanji, kami tak akan lepas dari kalian. Kau tetaplah eternal leader kami." Hankyung memandang Leeteuk. Ada kejujuran di mata itu. Yang lain pun tahu, Hankyung bukan orang yang akan menjatuhkan temannya sendiri. Namja itu berhati sangat lembut.
"Aku berjanji, siapapun yang akan masuk sebagai Super Junior China, aku akan menggantikanmu menjaga mereka di sana. Aku akan melindungi semua dongsaengku, juga Kyuhyunnie!" Hankyung menoleh ke arah Kyuhyun yang masih terduduk diam di sofa. Sungmin tampak sedang menenangkan Kyuhyun. "Akan kulakukan apapun seperti yang kau lakukan, untuk memberi Kyuhyunnie tugas sesedikit mungkin."
Leeteuk terduduk lemas di sofa yang ada di dekatnya. Untuk beberapa lama, suasana sangat hening. Tak ada satu pun yang berbicara.
"Mungkin, kalau aku keluar dari Super Junior… semua ini akan berakhir." Kyuhyun tiba-tiba membuka suaranya. "Hyungdeul tidak akan merasa susah lagi. Kita tidak akan dipecah belah begini."
"Apa yang kau katakan?!" seru Donghae menatap Kyuhyun tak percaya.
"Kyuhyunnie, jangan katakan apapun saat kau emosi," kata Yesung mengingatkan. "Keep praying, Kyuhyunnie… Jebal!"
"Tapi coba hyungdeul pikir, bukankah ini semua karena aku?" Kyuhyun merasa kepalanya menjadi sakit. "Jika aku menuruti kata-kata Seonsaengnim sejak awal, semua ini tak akan terjadi! Album kedua kalian akan berjalan lancar tanpa kehadiranku!"
"DIAM!" Tiba-tiba Kangin menarik leher baju Kyuhyun hingga terbangun dari duduk.
Kyuhyun memejamkan mata saat tangan Kangin melayang ke arahnya. Tapi tepat saat tangan itu hampir mengenai wajahnya, Kangin meremas kepalan tangannya sendiri. Ketika Kyuhyun memandang ke arah Kangin, namja yang kekar itu tengah menangis.
"Tutup mulutmu, magnae kurang ajar! Kau pikir, jika saat itu kau keluar, kami akan memiliki album kedua?! Sungguh, Kyuhyunnie, menghadapimu yang seperti ini, aku sungguh ingin mencekikmu berulang kali!" Kangin menghapus air matanya dengan kasar. "Apa yang harus kami lakukan agar kau sadar, bahwa tanpamu Super Junior bukanlah Super Junior?!"
"Bukan cuma kau, semua member Super Junior, sangat berarti buatku!" seru Kangin dengan tubuh bergetar. "Tidak ada yang terbaik, tidak ada yang terburuk, semua sama pentingnya. Kalau kau bilang kau penyebab masalahnya, kami pun begitu! Tanpa kau bertahan di sini, Seonsaengnim tetap saja mengincar kami!"
"Kangin benar." Leeteuk yang sudah lebih tenang mencoba tersenyum kepada semua yang ada di sana. "Aku akan mencoba menghadap Seonsaengnim untuk membatalkan, setidaknya mengenai masuknya Kyuhyunnie ke Super Junior China."
"Aku tidak mau!" seru Kyuhyun tegas. "Tak akan aku biarkan Teuki hyung atau pun hyungdeul yang lain, meminta-minta pada Seonsaengnim."
"Kyuhyunnie, itu satu-satunya jalan terbaik!" tegur Leeteuk.
"Sudah kukatakan aku tidak mau!" seru Kyuhyun bersikeras. "Jangan rendahkan diri kalian sedikit pun lagi dihadapan beliau!"
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Semua terkejut ketika Kyuhyun tiba-tiba berlutut di hadapan mereka.
"Kumohon, bantulah aku berdiri di panggung! Bantulah aku menjalani apapun yang ditetapkan sebagai jadwalku, hyungdeul!" Kyuhyun menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ini akan berat bagiku dan bagi kalian, tapi aku mohon, bertahanlah hingga aku bisa memakai kekuatanku sendiri! Sementara itu, tolong pinjamkan kekuatan kalian semua untukku!"
"Ini gila!" Leeteuk tak habis pikir dengan kekerasan hati magnaenya.
"Ini bagus!" kata-kata Kibum membuat semua menoleh ke arahnya.
Kibum berjongkok di depan Kyuhyun dan mengangkat tubuh dongsaengnya itu.
"Aku akan pinjamkan kekuatanku untukmu. Ada kalanya, kita tidak bisa mengalahkan kekerasan hanya dengan kelembutan. Ada kalanya, kekerasan itu memerlukan kekuatan juga untuk menaklukkannya."
Kibum menoleh ke arah hyungdeulnya. "Kyuhyunnie dan aku sudah bersedia, apakah hyungdeul juga bersedia?"
"Aku bersedia." Yesung mengangguk sambil tersenyum. "Kyuhyunnie, kapan saja kau tidak bisa bernyanyi, serahkan part itu padaku."
"Aku juga." Shindong tersenyum lebar. "Tubuh besarku ini akan sanggup mengalihkan penonton jika kau sedang tidak kuat melakukan dance bagianmu."
"Meski aku harus menangis setiap hari, aku tak keberatan." Ryeowook tersenyum. "Aku tidak akan mencegahmu naik ke panggung, meski itu membuat hatiku sangat cemas."
"Tolong ingatkan aku jika aku menjadi lemah." Eunhyuk memandang ke arah Donghae. "Kadang perkataanku tidak sejalan dengan hatiku. Tolong jangan langsung salah paham terhadap ucapanku."
Siwon tersenyum lebar. "Meski pun kau jatuh, Kyuhyunnie, kami akan menjadi penopangmu."
"Kalau kau lelah, kami akan menjadi kekuatanmu." Sungmin merangkul Kyuhyun sambil menepuk bahunya.
"Meski kita semua akan berpisah, kita tahu, kita tetap satu bukan?" Donghae memandang penuh harap kepada yang lain.
"Ne. Mulai sekarang, tutup mata dan telinga kita rapat-rapat. Kita akan saling berhubungan dengan hati." Leeteuk tersenyum lembut.
"Apapun berita di luar. Apapun tayangan di televisi. Kita yang paling tahu di mana hati kita berada." Heechul merangkul bahu Hankyung. Namja itu tersenyum menenangkan sahabatnya yang sedari tadi tertunduk diam. "Meski kami terpisah, kami bisa berhubungan dengan mata dan hati kami. Aku percaya, kita semua akan bisa melakukan hal yang sama."
"Ini akan menjadi kesempatan kita membuat Super Junior semakin besar dan dikenal." Kibum tersenyum lebar ke arah Kyuhyun yang langsung membalas senyum itu dengan evil smirknya. Sang magnae mulai terlihat bersemangat kembali.
"Anggap saja, kita difasilitasi untuk itu." Kangin mengangguk senang.
"Hyung….apa maksudnya fas…faslin? Fasilatasi…Fas…!" Ryeowook tiba-tiba gugup. Banyak perasaan yang hendak ia tuangkan, sehingga ia menjadi bingung sendiri.
"Ya! Wookie! Fa-si-li-ta-si!" Heechul mencoba mengejakan.
"Kok begitu mengejanya? Fa-si-li-ta-si, atau fa-si-li-tas-i, hyung?" kejar Ryeowook yang sudah hilang gugupnya tadi.
"Donghae-ah! Cepat bawa Wookie menyingkir!" seru Heechul frustasi.
"Jangan marah, hyung, kau pikir aku sebodoh itu?" protes Ryeowook. "Aku tahu kok fasilitas umum seperti wc umum, kamar mandi umum, telepon umum… Cuma, apa hubungannya dengan SJ? Kita akan buka wc umum? Di luar negeri? Kok repot sekali ya?"
Heechul menggeram dan berusaha merangsek ke arah Ryeowook yang masih berdiri dengan tampang polosnya. Kyuhyun tertawa lepas melihat Heechul berontak di dalam pegangan Kibum dan Hangeng. Sementara itu, Ryeowook hanya mengerjap bingung melihat kemarahan Heechul. Donghae berusaha menariknya menjauh dari senior evil yang benar-benar marah.
Tiba-tiba Kyuhyun merasa dadanya sakit. Ia terduduk lemas di lantai dengan punggung bersandar pada sofa. Namun ia tetap tertawa.
"Kyuhyunnie, cepat berhenti tertawa!" Leeteuk yang lebih dahulu tersadar, langsung berjongkok di dekat Kyuhyun.
"Aku tidak bisa…hahaha… Appo…hahahaha…Appo!" Kyuhyun mulai meringis menahan sakit, namun tawanya tak juga berhenti.
"Cepat berhenti, Kyuhyunnie! Atau kau kucekik!" ancam Kangin sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun agar namja itu fokus kepadanya.
"Aku berhenti, hyung…hahaha… aku akan berhenti…"
Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam. Semua terdiam.
2 detik
5 detik
"Pfft… Hahaha!" Kyuhyun kembali tertawa.
"Kyuhyunnie!" hardik Heechul cemas, melupakan kemarahannya kepada Ryeowook. Ia juga berjongkok di dekat Kyuhyun.
"Sebentar…" Kyuhyun mencoba memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam. Tertawanya pun hilang. Namun begitu ia membuka matanya dan melihat wajah hyungdeulnya yang cemas, ia kembali tertawa, bahkan lebih keras dari tadi. Kali ini ia sampai meringkuk kesakitan di lantai.
"Hahaha…hyung…hahaha…Tolong!…Appo…hahaha…appo,….!" Wajah Kyuhyun mulai memerah, air mata mengalir di sudut matanya. Nafasnya pun mulai memburu.
Semua kini benar-benar panik karena Kyuhyun tidak bisa berhenti tertawa dan mulai berteriak kesakitan. Mereka pun sibuk mendiamkan sang magnae.
.
14 September
Pre order untuk album kedua Super Junior dibuka. Album kedua tersebut akan dirilis tepat tanggal 20 September. Tanggal 19 ringtone demo-nya akan dirilis secara online. Menjadi pembicaraan hangat karena lagu ini memperkenalkan genre musik baru yang diciptakan oleh SM, yaitu genre SMP (SM Music Performance).
Genre SMP terdiri dari campuran yang kuat dari R & B, rock, rap, dan hip hop. Gaya musik Don't Don memiliki kombinasi dari riff gitar yang berat, irama drum yang cepat, gitar listrik, solo biola, dan alat musik lainnya yang menghasilkan perpaduan musik yang langka.
Don't Don muncul dalam upaya untuk mempromosikan dunia menjadi tempat yang baik dan ramah untuk hidup. Liriknya mengirimkan pesan tentang bagaimana kemunafikan uang, dan perubahan masyarakat telah membuat dunia menjadi tempat yang bengkok dan serakah untuk hidup.
Disebutkan pula banyaknya anggota yang berkontribusi dalam produksi album. Yesung, Ryeowook, dan Kyuhyun sebagai main vocal, menjadi back vocal untuk keseluruhan lagu. Eunhyuk, salah satu rapper utama kelompok, bertanggung jawab atas sebagian besar lirik rap dalam album. Leeteuk, Sungmin, Eunhyuk, dan Donghae juga menulis lirik untuk lagu dance pop, 'I am' dibantu oleh Yoon Jongshin. Musisi terkenal seperti Yoon Jongshin, Kim Johan, Kim Youngho, Hwang Sungjae, Kim Changhyun juga berpartisipasi dalam produksi album.
Album dikemas dalam 13 cover berbeda sesuai jumlah member Super Junior. Tetapi gambar member lain pun terdapat di dalam kemasan, sehingga yang membeli dapat mengganti cover album itu kapan saja. Nuansanya gelap dan berbeda jauh dengan album pertama mereka, U. Meski berisi kritik sosial, angka pre order terus menaik.
.
.
20 September 2007
Hari peluncuran album kedua Super Junior akhirnya tiba. Hari itu juga, lagu Don't Don menempati urutan pertama di MIAK K-pop albums chart. Banyak yang tertarik dengan genre SMP yang mereka usung setelah kemarin ringtone demonya disebarkan lewat internet.
Hari itu, Kyuhyun tengah berjalan-jalan di dalam kantor SM sambil menunggu member lain yang sedang membeli makan siang untuk mereka selama latihan. Besok, Don't Don akan perform di atas panggung untuk pertama kalinya. Karena itu mereka berlatih setiap hari.
Kyuhyun sendiri mulai bisa berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Ia tidak ingin menunggu sambil duduk, sehingga ia berjalan-jalan di dalam kantor. Saat itulah, ia berpapasan dengan Petinggi SM.
"Annyeonghasimnikka, Seonsaengnim." Kyuhyun mengangguk hormat.
Petinggi SM heran karena Kyuhyun kemudian berlalu begitu saja.
"Kyuhyun sshi, tidak adakah yang ingin kau katakan?"
Kyuhyun menoleh, berpikir sejenak, kemudian tersenyum. "Ah, mianhamnida, Seonsaengnim. Saya telah berlaku tidak sopan. Terima kasih telah memindahkan kami ke tempat yang lebih aman. Kabarnya, beberapa fans sempat mendatangi dorm lama kami berkaitan dengan kalimat yang diucapkan oleh reporter televisi."
Sang Petinggi SM tersenyum. Ia sempat heran mengapa tidak ada seorang pun member Super Junior yang menghadapnya, bahkan tidak ada yang menanyakan perihal berita tersebut kepada staffnya.
"Hanya itu? Tidak ada yang lain?"
"Sepertinya tidak ada, Seonsaengnim."
"Kyuhyun sshi!" Kali ini nada tidak sabar terdengar, membuat Kyuhyun sekali lagi menoleh. Petinggi SM menautkan alis melihat namja itu bersikap biasa, bahkan tersenyum ramah kepadanya. "Seharusnya kau beristirahat sampai akhir tahun. Bukankah aku memberimu waktu hingga akhir tahun untuk kembali?"
"Terima kasih atas perhatian Seonsaengnim. Tapi saya ingin kembali secepatnya bersama hyungdeul."
"Manager kalian sudah bilang kalau kau bersikeras. Ingat Kyuhyun sshi, aku tidak terima jika kau menunjukkan wajah kesakitan saat perform besok. Itu keputusanmu sendiri. Aku tak mau kau menyebabkan SM disebarkan sebagai managemen yg keras terhadap artisnya."
"Aku yang ingin kembali. Aku akan bertanggung jawab terhadap kata-kataku sendiri. Sesakit apapun, aku tak akan mengeluh maupun menunjukkannya." Kyuhyun kembali tersenyum. "Mengenai SM seperti apa, bukankah Anda yang paling tahu, Seonsaengnim?"
Kyuhyun menundukkan kepala untuk memberi hormat, kemudian kembali berjalan menjauh. Seonsaengnim memandang kepergiannya dengan heran. Mengapa dia menjadi sekuat itu? Bahkan lebih kuat dari sebelumnya?
Kyuhyun melangkah pergi sambil tersenyum. Seonsaengnim, jangan heran, inilah kekuatan Super Junior. Anda tidak menghadapi satu orang, tetapi Anda kini menghadapi kami bertiga belas.
.
.
21 September 2001
PK 18.00 KST
KBS MUSIC BANK LIVE
Angka penjualan album Don'Don menembus angka 60.000 kemarin, di hari pertama rilis. Hal itu membuat semua member bersemangat, meski target dari GDA masih sangat jauh.
Donghae sempat merasa lelah. Ia berkata, jika album ini tidak juga membuat mereka memiliki konser, ia akan menunggu hingga album keempat. Tetapi jika album keempat tidak juga membuahkan hasil, ia berniat kembali ke Mokpo menjadi nelayan.
Hal itu langsung ditentang oleh Leeteuk dan member SuJu yang lain. Mereka meyakinkan Donghae, bahwa mereka semua akan bekerja keras agar Super Junior diakui dan dapat memiliki konser mereka sendiri.
Saat ini member SJ menunggu giliran tampil. Di ruang tunggu mereka melihat tayangan grup-grup yang muncul sebelumnya. Hari ini pertama kalinya Don't Don akan ditunjukkan secara visual kepada penonton.
"Kalian semua sudah siap?" tanya Leeteuk sambil satu per satu menghitung dongsaengnya. Ketika hitungannya mencapai 13, Kyuhyun tidak terlihat.
"Di mana Kyuhyunnie?" tanya Leeteuk panik.
"Aish, hyung! Kau sudah lupa kebiasaan Kyuhyunnie?" bisik Kangin, memberi kode agar sang leader mengecilkan suaranya. Ia menunjuk ke pojok ruangan.
"Aku lupa… Sudah lama sekali kita tidak naik ke panggung bersamanya," kata Leeteuk tak kuasa menahan haru. Ia nyaris lupa, sebelum menyanyi di mana pun, Kyuhyun pasti mengambil waktu untuk berdoa sendiri, minum air sebanyak mungkin, dan nyaris tidak berbicara sampai waktunya menyanyi.
"Donghae, kau tidak melupakan apapun?" tanya Leeteuk kepada dongsaengnya yang sering melupakan beberapa hal kecil.
"Tidak, Teuki hyung, Hyukkie sudah membantuku sejak tadi," kata Donghae sambil tersenyum kepada Eunhyuk. "Aku juga tak ingin melakukan kesalahan saat ini."
Kyuhyun sudah selesai dan bergabung dengan mereka. Dia berdiri di sebelah Henry yang sudah memegang biolanya.
"Henry sshi, kau sudah memeriksa baik-baik biolamu?" tanya Leeteuk was-was. Ia nyaris melupakan hal itu.
"Sudah, Teuki hyung." Henry tersenyum. Ia yang sempat shock mendengar pemberitaan media massa beberapa waktu lalu, merasa bersyukur sikap member Super Junior tidak memusuhinya. Beberapa hari ini mereka bahkan semakin akrab selama latihan untuk perform Don't Don. Untunglah, kabar itu tidak dibahas lebih lanjut, sehingga suasana mulai mereda.
"Ayo, kita hitung ulang semuanya," kata Leeteuk. "Satu. Lanjutkan!"
"Dua. Kenapa sih harus berhitung?" celetukan Heechul dibalas pandangan tajam Leeteuk.
"Tiga." Hankyung menurut.
"Empat. Apa urutannya sesuai umur?" tanya Yesung, yang tidak berada di sebelah Hankyung. "Tapi aku belum baris sesuai umur…."
"Lanjutkan!" Leeteuk mencoba bersabar.
"Lima." Kangin berkata sambil tersenyum menenangkan hyung kesayangannya.
"Enam." Shindong menghela nafas. "Aku merasa seperti anak TK."
"Tujuh," suara lembut Sungmin mengalun.
"Delapan." Eunhyuk menghitung. "Benarkan aku yang ke-delapan? Donghae-ah, kau setelahku bukan?"
"Ne, Hyukkie, kau lebih tua dariku sedikit," kata Donghae. Namja itu meringis ketika Leeteuk memandang tajam ke arahnya. "Sembilan."
"Itu katanya angka keberuntungan menurut orang China, Donghae hyung," kata Siwon sambil menepuk bahu Donghae, ikut senang dengan keberuntungan Donghae.
"Maksudmu, angkaku buruk, begitu?" Heechul merengut protes, membuat Siwon tersenyum salah tingkah.
"Sepuluh." Namja tampan itu segera menghitung ketika Leeteuk memandang tak sabar ke arahnya.
"Sebelas." Ryeowook tersenyum. "Senang berhitung seperti ini, jadi aku nggak lupa urutan bilangan."
"Percayalah, Wookie, kalau kau lupa, berarti kau butuh scan ulang," cetus Eunhyuk ditanggapi tertawa beberapa member.
"Dua belas." Kibum melirik ke arah Kyuhyun. Ia merasa Kyuhyun sangat gugup, hanya saja sang magnae itu bisa menyembunyikannya rapat-rapat dari yang lain. Kadang Kibum berpikir jangan-jangan dirinya memiliki indra keenam jika menyangkut satu-satunya dongsaengnya itu.
"Tiga belas." Kyuhyun menghitung.
"Apa kau tidak ganti angka saja, Kyuhyunnie?" Hankyung memandang kuatir.
"Ne, di China mau pun di barat, angka 13 selalu dihindari," kata Henry yang berdiri di sebelah Kyuhyun.
"Katakan saja aku ini luar biasa. Aku akan baik-baik saja." Kyuhyun tersenyum lebar.
"Setuju!" seru Siwon sambil berjalan ke arah Kyuhyun, mengajaknya melakukan high five. "13 is lucky number."
"Kalian sudah selesai?" Leeteuk menarik nafas dalam-dalam.
Semua langsung berbaris kembali.
"Ingat, jangan berpikir tentang kesalahan. Jika salah, lanjutkan saja. Yang penting, kalian berusaha menampilkan yang terbaik, arra?"
"Arraseo, hyung!"
"Kyuhyunnie! Henry-ah! Kalian harus tetap fokus selama kami tampil. Jangan sampai terlambat naik ke panggung. Lampu yang memancar tepat dibelakang kita akan menyamarkan turun naiknya kalian dari pandangan penonton. Jadi perhatikan timingnya baik-baik."
Kyuhyun dan Henry mengangguk.
Seruan penonton begitu keras ketika Super Junior tampil di panggung menyanyikan lagu Don't Don. Changmin yang melihat performa mereka bersama hyungdeulnya, memandang dengan sedikit was-was, menunggu kemunculan sahabatnya.
Begitu Heechul yang menghadap ke arah belakang panggung bangkit berdiri, Kyuhyun diikuti Henry segera berjalan ke atas panggung, hingga berdiri berhadapan dengan Heechul yang menutupinya selama ia naik. Saat Siwon maju bernyanyi, Heechul bergeser ke belakang Henry.
Kyuhyun hampir tidak bisa mengingat apapun yang ia lakukan di atas panggung. Ia hanya terus bergerak sesuai semua yang dilatihnya selama ini. Rasa sakit yang muncul saat ia menarik suaranya ke tone tertinggi, rasa gugup, rasa cemas, semua ditekannya jauh-jauh.
Changmin tak dapat menahan keheranannya melihat penampilan Kyuhyun. Sama sekali tak ada tanda-tanda bahwa Kyuhyun belum dalam kondisi sehat selain wajahnya yang tirus, yang tidak mungkin diperhatikan orang di atas panggung. Suaranya pun begitu kuat, mengatasi keriuhan penonton yang memanggil nama sahabatnya itu. Changmin merasa terharu, menyadari bukan hanya fans junior yang meneriakkan nama Kyuhyun. Namja itu bertepuk tangan dengan keras.
Ketika Kyuhyun turun panggung dan berada di ruang ganti, ia terduduk. Henry yang menyusul tak lama sesudahnya, menghampiri dengan cemas.
"Gwenchana, Kyuhyun hyung?"
"Gwenchanayo." Kyuhyun kembali berdiri dan memandang Henry. "Apakah aku tadi melakukannya dengan baik?"
"Ne, hyung, tak ada kesalahan sedikit pun." Henry memandang sedikit bingung. "Kenapa Kyuhyun hyung bertanya begitu?"
"Aku sangat gugup tadi, seperti melayang, aku tak bisa mengingat dan mendengar apapun…aku hanya bergerak dan bernyanyi. Semua seperti dalam mimpi."
Kyuhyun berjalan ke bagian teknisi panggung, mengajak mereka berbicara, lalu ia duduk di sebuah layar yang ditunjuk. Mereka memutarkan sesuatu untuknya. Henry ikut mendekat. Ternyata Kyuhyun memeriksa rekaman video saat Super Junior muncul.
"Aku tidak yakin apakah aku benar-benar melakukan perform Don't Don tadi," ujarnya saat Henry berada di sisinya.
Rekaman berputar. Penampilan para hyungdeul disambut dengan pekikan para fans. Ketika Kyuhyun muncul, terdengar semua yang hadir meneriakkan nama Kyuhyun. Mata Kyuhyun berkaca-kaca karena terharu.
"Kau dengar itu, Kyuhyun hyung? Aku mendengarnya dengan jelas di panggung tadi."
"Aku…aku tak menyadarinya," kata Kyuhyun dengan suara tercekat. Ia memperhatikan penampilannya, kuatir ada kesalahan. Tetapi semua berjalan sesuai rencana. "Aku terlalu gugup untuk melihat dan mendengar apapun."
"Suara yang indah ya," ujar Henry terkagum-kagum. "Biasanya di Music Bank, semua mendukung artis favorit mereka saja. Tetapi saat Kyuhyun hyung muncul, semua meneriakkan nama hyung, meneriakkan harapan mereka agar Kyuhyun hyung cepat pulih. Betul-betul sambutan yang hangat."
Kyuhyun terlalu gembira sekaligus terharu untuk menyahut. Ia hanya mengangguk. Semua yang Henry katakan benar. Di pemutaran ulang, ia bisa mendengar jelas seruan-seruan itu.
"Kyuhyun hyung, kini aku mengerti apa sebenarnya tujuan kita saat di panggung."
Kata-kata Henry membuat Kyuhyun menoleh.
"Selama ini aku berpikir, aku muncul untuk mengenalkan diriku sendiri. Ternyata aku salah. Setelah melihat dan mengenal kalian, aku tahu, aku muncul di panggung, bukan hanya untuk diriku, tetapi juga untuk membawa kebahagiaan untuk penonton, untuk membuat fans bangga padaku."
Henry menepuk bahu Kyuhyun dengan hormat.
"Apa yang Kyuhyun hyung lakukan selama ini, membuat mereka belajar tentang kegigihan dan kekuatan tekad. Karena itulah, siapa pun mereka, semua menyambut hyung dengan hangat. Aku sangat beruntung dapat mengenal orang-orang seperti kalian."
"Henry-ah… " Kyuhyun tak tahu harus berkata apa lagi. Keduanya saling tersenyum. Mereka tak menyadari, hyungdeul yang sudah kembali ke backstage dan mencari keduanya yang tak berada di ruang ganti, melihat semua itu dan merasa terharu.
"Apa yang harus aku lakukan…?" Leeteuk merasa sedikit gundah. Dongsaengdul nya yang lain mengerti apa yang dimaksudkan sang leader.
"Jalani saja, Teuki hyung, nanti kita akan tahu, tindakan apa yang harus kita ambil," kata Yesung sambil mengajak mereka meninggalkan Kyuhyun dan Henry yang masih bercakap-cakap di depan layar.
Ketika yang lain bergerak ke ruang ganti untuk beberes, Heechul justru masuk ke ruang teknisi. Ditepuknya bahu Kyuhyun dengan keras. "Kim Kyuhyun, kau tidak lupa kita masih ada gladi resik di panggung ETN ASIA SONG FESTIVAL dan jadwal di SUKIRA, bukan?"
"Aigoo… Aku lupa!" Kyuhyun langsung bangkit berdiri dan berjalan ke ruang ganti.
"Tidak perlu ganti pakaian! Kita sudah tak ada waktu lagi!" Heechul menggelengkan kepala melihat sang magnae nyaris berlari. "Hei! Jalan saja! Bisa repot kalau kau sakit!" seru namja itu lagi sehingga seisi ruangan memprotesnya. Heechul tampak tak perduli.
Kyuhyun akhirnya berhenti, memberi hormat dan meminta maaf kepada semua yang ada di situ akibat keributan kecil yang ditimbulkan Heechul, kemudian berjalan menuju pintu keluar.
Heechul sudah melangkah hingga pintu ruang teknisi ketika berbalik menghadap Henry yang masih berdiri di tempatnya. "Henry-ah, kau sedang apa? Cepat! Kami akan mengantarmu sebelum ke ETN."
Henry sempat tertegun mendengar hal itu. Detik selanjutnya ia langsung berlari menjajari langkah Heechul. Ia kembali tertegun ketika Heechul mengucapkan terima kasih kepadanya atas penampilannya tadi sambil tersenyum. Henry tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
.
PK 22.00 KST
SUKIRA
Rombongan Super Junior tiba beberapa menit sebelum acara di mulai. Eunhyuk dan Leeteuk segera duduk di posisi DJ utama. Sementara mereka membuka acara dan memutar lagu, yang lain segera menuju 2 sisi meja yang berbeda, masing-masing dengan kamera tersendiri. Donghae, Siwon, Yesung, dan Shindong berurutan di sisi kiri, sementara Hankyung, Heechul, Ryeowook , Kyuhyun, dan Kibum duduk di sisi kanan.
Semua masih mengenakan kostum panggung mereka, sama sekali belum sempat beristirahat. Minuman dan transkrip pun dibagikan. Donghae mengeluarkan coklat dari sakunya. Ia sangat lapar. Ryeowook mendekatkan kursinya dengan Kyuhyun, sehingga ia bisa memantau kondisi dongsaengnya yang selalu berlagak kuat itu.
"Hari ini merupakan edisi SUKIRA yang istimewa dan penuh kejutan," kata Leeteuk setelah membahas beberapa hal.
"Ne. Hari ini, semua pertanyaan yang berkaitan dengan album kedua Super Junior sudah terpecahkan." Eunhyuk tersenyum senang.
Meski album sudah diluncurkan kemarin, namun semua sangat ingin tahu tentang performa mereka di panggung untuk lagu genre baru itu. Dan tadi, dengan munculnya mereka di Music Bank, maka semua terjawab dengan jelas.
"Kami baru saja melakukan perform pertama kami. Dan saat ini, kecuali Kangin dan Sungmin yang menjalani siaran radio mereka sendiri, kami semua berada di sini. Termasuk uri Kyuhyunnie!" Leeteuk terdengar sangat senang.
"Ahh! Uri Kyute, Drakyu, Gaemkyu!" seru Eunhyuk ber-aegyo, yang langsung disambut Kyuhyun dengan evil glare dari sisi lain ruangan.
Sementara Leeteuk dan Eunhyuk berceloteh dengan penggemar dan memutar lagu, Donghae, Siwon dan Yesung bergurau. Begitu pula dengan Hankyung dan Heechul. Ketika saatnya mereka diminta Leeteuk memperkenalkan diri, Heechul sampai dipanggil dua kali sebelum menyadarinya.
"SUPER JUNIOR! YEAAAAACH!" jerit Heechul ala rocker. "Yang bertanggung jawab terhadap kucing di Super Junior… Heechul imnida!"
Semua tersenyum. Mereka tahu Heechul sering lupa memberi makan Heenim kucing kesayangannya, sehingga member lain yang memberi makan.
Leeteuk menunjuk satu per satu member untuk memperkenalkan diri.
"COME ON! Shindong imnida."
Begitu giliran Yesung ditunjuk, namja itu hanya berteriak-teriak tidak jelas, membuat Leeteuk menggeleng pasrah.
"Annyeonghaseyo, Hankyung imnida." Hankyung mengucapkan salam dengan lembut, berbeda dengan member-member sebelumnya.
"Harabeoji, kau sudah makan?" goda Heechul karena suara lembut sahabatnya.
"Sudah…sudah…" kata Hankyung sambil tertawa. "….Tadi siang," bisiknya lagi, jauh dari microfon, disambut senyuman member lain. Mereka memang sudah kelaparan, tetapi belum sempat makan apapun.
"Sekarang, pahlawan wanita kita di drama teater, Donghae!"
"OOOOOOOOUGHHHH!" Donghae berteriak seperti dinosaurus, membuat yang lain terbahak-bahak.
Hanya Kyuhyun dan Kibum yang diam. Kyuhyun berusaha focus pada kertas dihadapannya. Tertawa lepasnya yang terakhir, sudah memberinya pelajaran berharga untuk tidak mudah terpancing oleh tingkah laku para hyungnya.
"ANYYEONG! Ryeowook imnida!" teriak Ryeowook.
"Annyeonghaseyo, Kibum imnida." Semua tertawa mendengar suara berat dan tegas milik Kibum. Namja itu memang sedang mengubah image-nya dari imut menjadi pria dewasa.
"Terakhir! Kembali bersama kita setelah 5 bulan! Uri Kyute… Kyuhyun sshi!" seru Leeteuk. Semua bertepuk tangan, bahkan Ryeowook bertepuk tangan sambil berdiri. Kyuhyun mengangkat kedua tangannya seperti jika ia memenangkan pertandingan game.
"Ah! Dia di sini!"
"Benarkah?"
"Aish! Dia memang ada di sini!"
Gumaman serupa terdengar di seluruh ruangan. Kyuhyun mencoba bertahan dari ulah hyungdeul yang berpura-pura takjub dengan kehadirannya. Diingatnya rasa sakit waktu tertawa itu, sehingga ia bisa bertahan.
Tiba-tiba Yesung mengeluh dengan keras.
"Sekarang, dengan adanya Kyuhyun sshi di sini, saya merasa tersisih…."
"Bukankah biasanya juga begitu?" celetuk yang lain, membuat Yesung tersenyum lebar.
Pembicaraan hampir bergulir. Donghae tersadar saat Siwon sedikit bergeser ke belakang dari duduknya, setengah menyembunyikan diri. Diam-diam Donghae menoleh ke arah Leeteuk dan mengucapkan nama Siwon tanpa suara. Leeteuk menyadarinya.
"Hai! Tenang dulu, kita melupakan seseorang!"
Kehebohan kembali terjadi ketika nama Siwon disebut dan namja itu dengan sedikit malu-malu kembali memajukan kursinya dan memperkenalkan diri. Donghae tersenyum lega. Meski Siwon sangat ramah, tetapi ia sangat sensitif. Donghae pernah lupa menulis nama namja itu dalam email, dan Siwon sangat sedih karenanya, bahkan sampai berkeinginan keluar dari Super Junior. Karena itulah di album kedua, Donghae menuliskan permohonan maaf kepada Siwon.
Hampir saja kasus itu kembali terjadi. Transkrip yang ditulis tidak mencantumkan nama Siwon. Semua merasa lega karena hal itu sudah berlalu dengan baik.
Leeteuk dan Eunhyuk mulai membahas mengenai album kedua mereka, juga penampilan mereka yang sangat berbeda di atas panggung tadi.
"Saya mewarnai rambut coklat di bagian bawah, hitam di bagian tengah, dan abu-abu di bagian paling atas," terang Donghae tentang model rambutnya.
"Saya harus mengatakan ini kepada Donghae sshi…" ujar Leeteuk sungguh-sungguh.
"Rambut abu-abu yang indah!" Ternyata semua ikut mengatakan hal yang sama. Mereka memang terkagum-kagum dengan rambut Donghae yang sangat cocok untuk namja itu. Donghae tersenyum senang.
"Saya…karena kita mengambil tema maskulin…."
"Tema Siwon sekarang adalah coklat!" sahut Yesung mendahului namja yang selalu berbicara dengan tempo lambat itu.
"Coklat di bagian badan juga." Yang lain menimpali.
Celetukan-celetukan tentang tubuhnya yang kotak-kotak seperti coklat, dan bukan rambutnya yang diwarnai coklat gelap, membuat Siwon tersipu, memperlihatkan kedua lesung pipinya yang dalam.
"Saya tidak banyak berubah," kata Yesung ketika gilirannya tiba. "Saya hanya mengurangi berat badan sedikit, dan ingin cool seperti kesan FBI."
"Tanpa berubah pun, Yesung hyung sudah cool," puji para dongsaengnya, membuat Yesung tersenyum. Memang kesan misteriusnya bukan sesuatu yang diragukan lagi.
"Saya berubah cukup banyak. Rambut saya di-scratch." Kali ini Shindong yang berbicara. "Kalian tahu berat badan yang dihilangkan Yesung hyung? Sayalah yang mengambilnya."
Semua tertawa mendengar kata-kata Shindong. Yesung memeluknya untuk menghiburnya. Saat pemotretan untuk Don't Don kemarin, Shindong sempat tidak percaya diri dengan tubuhnya, karena yang lain terlihat begitu cool dan misterius.
Dia sampai merelakan seandainya fotonya tidak perlu diambil. Tetapi semua member SJ yang lain memberinya keyakinan, bahwa tanpa foto Shindong, album kedua ini tidak akan pernah lengkap.
"Rambut putih ini, agar saya terlihat maskulin dan penuh kekuatan. Seperti elang," kata Hankyung membahas rambutnya. Tapi Heechul meledeknya dengan sebutan kakek. Meski pun begitu, Heechul memeluknya dan berkata, bahwa akhirnya ia menyukai rambut Hankyung tersebut setelah beberapa waktu.
Heechul kemudian membahas mengenai rambut merahnya, dan berdiri memperlihatkan tulisan 'Hee' dengan kanji China di belakang jaketnya. Ia mengambil ide tersebut dari karakter game 'King of Fighter' yang ia sukai. Mereka juga membahas mengenai betapa sedihnya Heechul ketika fotonya terbit sebelum waktunya.
"Apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang?" tanya Leeteuk prihatin.
"Sudahlah! Itu sudah lewat!" cetus Heechul. Ia sedikit terhibur karena foto yang lain langsung dimunculkan secara resmi. Jadi ia hanya terpaut sehari dari yang lain.
Ryeowook mengibaratkan rambutnya seperti kepala ayam jantan. Merah dan berjambul. Ia juga menunjukkan telinga kanannya yang ditindik hingga 5 lubang. Semua berseru takjub akan kenekatan Ryeowook yang lembut itu.
"Kyuhyun sshi…" Leeteuk memberi kode agar Kyuhyun membahas rambutnya.
"Saya tidak banyak berubah," kata Kyuhyun sambil memajukan tubuhnya sedikit mendekat ke microfon. Kecuali bernyanyi, ia masih menjaga agar tidak banyak mengeluarkan suara keras.
Jawabannya langsung di protes oleh hyungdeulnya, sehingga Kyuhyun tersenyum. Mau tak mau ia kembali tersenyum menghadap ke arah kamera yang langsung bergerak meng-close up wajahnya.
"Rambutku berwarna putih juga," senandung Heechul menggantikan Kyuhyun menjawab. Ia tahu sejak awal sejarah warna rambut kembar tiga milik Hankyung, Kyuhyun dan Sungmin.
"Abu-abu," ralat Kyuhyun. Sudah beberapa orang yang menyebut rambutnya lebih cocok di sebut putih, termasuk Changmin sahabatnya. "Ini adalah image saya sebagai pasien rumah sakit."
Kyuhyun tertawa diikuti para hyungdeul mendengar perkataan itu.
"Kau mendapat konsep itu selama di rumah sakit?" tanya Leeteuk takjub.
"Ne. Saya memikirkannya selama dua bulan."
Ryeowook merangkul bahu Kyuhyun, dan menepuk bahu dongsaengnya dengan senang.
"Kau seharusnya memakai pakaian rumah sakit juga!" usul Heechul, disambut tawa semua member termasuk Kyuhyun, meski ia langsung mengubahnya menjadi senyum lebar.
"Benar-benar melegakan karena dia sehat kembali,' ucap Leeteuk sungguh-sungguh.
Ryeowook tak dapat melepaskan matanya dari Kyuhyun. Sambil terus merangkulkan tangannya di bahu, ia memperhatikan semua gerak-gerik dongsaengnya, tak percaya bahwa ia hampir kehilangan kesempatan untuk melihat Kyuhyun lagi. Apalagi sebelumnya, ia selalu memunggungi Kyuhyun yang berusaha meminta maaf kepadanya.
"Karena Heechul hyung pernah mengalami kecelakaan juga, dia sangat mendukungku." Kyuhyun memuji Heechul.
"Whoa! Tiba-tiba di sini terasa hangat!" goda member SuJu yang lain. Seruan riuh terdengar bersahut-sahutan menggoda duo evil yang menjadi akrab. "Ayo tepuk tangan!"
Semua termasuk Kyuhyun bertepuk tangan dengan keras, membuat wajah Heechul memerah.
"Itu hanya karena aku meneleponnya setiap hari selama dua bulan!" Heechul membela diri. Padahal semua tahu betapa kerasnya usaha Heechul mengajar Kyuhyun berjalan dan menyemangatinya. Namja itu pun selalu berusaha datang setiap hari ke rumah sakit.
"Tema rambut saya hanya biasa saja, tapi saya mengikis sebuah garis di sebelah kanan." Kibum menunjukkan gaya rambutnya yang sangat maskulin. Semua bertepuk tangan, kagum dengan idenya yang sederhana namun cool. Jika ia tidak perform Don't Don, garis tadi otomatis tertutup oleh rambutnya yang lain, kecuali ia menaikkan ke atas seperti saat ini.
Mereka kemudian membicarakan drama yang dilakukan Donghae, Kibum dan Siwon.
"Kyuhyun sshi...," Leeteuk membuka percakapan baru. "Hari ini tepat hari ke 157 setelah siaran 18 April."
"Jangan mengatakan itu! Saya bisa menangis," protes Shindong sambil mengerjapkan matanya. Ia teringat saat-saat siaran malam itu bersama Kyuhyun, Leeteuk dan Eunhyuk.
"Kru Sukira mengatakan mereka benar-benar ingin melihat Kyuhyun oppa," lanjut Leeteuk. "Silakan memberi salam kepada mereka."
"Um... Saya benar-benar sangat gembira," kata Kyuhyun. Kata-kata itu langsung disambut teriakan-teriakan riuh hyungdeulnya. Ada yang langsung menyenandungkan lagu sedih, ada yang memperdengarkan suara menangis, ada gumaman di mana-mana. Ryeowook merangkul bahunya lagi dan menepuk-nepuknya.
"Saya merasa seperti sedang menonton teater tentang kemanusiaan," ujar Shindong sambil mengerjapkan matanya yang mulai tergenang air mata.
"Acara terakhir yang saya lakukan sebelumnya adalah siaran di SUKIRA," lanjut Kyuhyun, masih diiringi lagu sedih dan suara tangisan yang dibuat hyungdeul. "Saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan, bahwa saya dapat kembali setelah 5 bulan. Dan untuk semua fans yang mendoakan saya..."
"Saya mulai menangis…" celetuk beberapa member SuJu bukan dengan maksud menggoda.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua." Kyuhyun akhirnya berhasil menutup percakapannya dengan selamat, lolos dari rintihan dan nyanyian sedih yang dibuat oleh hyungdeul.
"SAYA TIDAK INGIN KEHILANGAN SUARA KYUHYUN SSHI!" jerit Heechul yang sedari tadi mengeluarkan suara merintih dan menangis. Suasana kembali dipenuhi gelak tawa.
"Selama Kyuhyun sshi tidak ada, part lagu yang diperuntukkan untukmu dilakukan oleh Ryeowook sshi dan Shindong sshi," kata Leeteuk kepada Kyuhyun. "Apakah Anda merasa mereka telah berhasil melakukan part Anda dengan baik?"
"Jujur, salah satu dari mereka benar-benar tidak bisa melakukannya." Jawaban Kyuhyun membuat yang lain tertawa.
"Lebih jelas saja," cetus Shindong, mengerti bahwa dirinya yang dimaksud. "Ryeowookie sudah menggantikan part Kyuhyun, aku baru mulai menggantikan partnya sedikit."
"Mari kita jernihkan masalah ini sebentar," kata Ryeowook. "Apakah perlu ada perubahan saat ini?"
"Kami akan persilahkan kalian berdua berunding," kata Leeteuk ketika Shindong dan Ryeowook tampak serius.
"Saya ada pertanyaan," kata Yesung tiba-tiba. "Jika Shindong sshi, Kyuhyun sshi dan Ryeowook sshi tidak dapat hadir dalam jadwal, haruskah saya menggantikan mereka lagi?"
"Itu jangan tanyakan kepada kami!" seru Heechul sambil menunjuk pihak yang berwenang. Semua tertawa, langsung terlupa dengan suasana yang tadi sempat panas.
Leeteuk meminta Yesung yang program radionya telah berakhir, untuk lebih sering mengisi acara di SUKIRA. Kyuhyun memandang Yesung dari kejauhan. Ia merasa tidak enak, karena secara tidak langsung, Yesung mulai berhenti dari MFY sejak absen karena kecelakaan yang menimpanya April 2007 lalu.
"Ada banyak barang di sini yang bisa dimakan." Gumaman Yesung mengalihkan pembicaraan.
Heechul terbahak. Namja berkepala besar itu sedang menyindir Leeteuk dan Eunhyuk yang tidak menyiapkan cemilan apapun untuk mereka.
"Begitu selesai melakukan pertunjukkan di Music Bank, kami langsung bergegas ke sini. Kami bahkan belum makan." Eunhyuk tersenyum.
"Kami belum sempat makan,…dan melakukan latihan untuk program lain sebelum datang." Leeteuk membenarkan, sambil memandang dongsaengdeulnya, meminta mereka bertahan sampai acara berakhir.
Mereka kemudian memberi selamat kepada Hankyung yang sudah selesai mengurus masalah visa dan pasportnya sehingga bisa terus bersama mereka di panggung. Percakapan berlanjut dengan membalas surat-surat yang masuk.
Yesung menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam pembuatan album kedua mereka dan berbagai hal mengenai musik dan lagu pada album tersebut. Sebagai penutup uraian Yesung, mereka memutar lagu Don't Don.
Mereka kemudian membahas syuting yang paling sulit. Saat menceritakan mengenai penggunaan bahan peledak, Mereka membahas tentang tetangga sekitar yang memanggil polisi. Kyuhyun juga bercerita saat ia di mobil dan mendengar tentang bunyi itu. Yang ia dapat adalah gumaman dari hyungdeul yang teringat kelalaian mereka dan kenekatan Kyuhyun.
Percakapan menjadi semakin meriah ketika mereka diminta menirukan seseorang, baik lagu mau pun gaya. Heechul dengan penuh semangat menirukan Kibum. Ketika Kibum protes, dan Leeteuk bertanya sesuatu hal, yang ia lakukan setelah itu persis seperti yang Heechul lakukan sebelumnya. Semua bertepuk tangan akan keberhasilan Heechul. Kibum hanya bisa tertawa menyadari sikapnya sangat dihafal oleh hyung kesayangannya.
Mereka kembali membahas perut kotak-kotak Siwon yang memiliki tanggapan paling banyak dalam surat. Namun Siwon bilang bahwa Yesung tak kalah dengannya, tapi tak bisa menunjukkannya. Semua member tertawa, teringat tanda lahir yang cukup besar di perut Yesung.
"Tapi itulah yang membuat Super Junior ikut beruntung," kata Shindong tulus, diikuti persetujuan member yang lain. Yesung menjadi semakin bersemangat.
Mereka kemudian membahas mengenai rekaman main vocal yang terdapat di setiap lagu, di mana Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun mengambil bagian dalam setiap part-nya. Ketika surat yang masuk menyatakan ingin mendengar perpaduan suara ketiganya, Yesung dengan semangat hendak menyanyikan Marry U.
Ia meminta Ryeowook dan Kyuhyun menjadi back vokalnya. Tetapi hanya Ryeowook yang membantunya, karena Kyuhyun dalam kondisi tidak fit. Namun saat Yesung melakukan kesalahan, Kyuhyun tertawa paling keras, membuat Yesung tersenyum. Ia bersyukur bisa melihat Kyuhyun mentertawainya lagi seperti saat ini.
Sebuah surat meminta Ryeowook melakukan 'daejun blues' lagi.
"Daejun blues?" tanya Kyuhyun tak mengerti. Ia baru benar-benar menyadari, selama absen, banyak hal baru tentang hyungdeul yang ia belum tahu. Ia memperhatikan baik-baik saat Ryeowook menyanyikannya, dan kemudian ganti merangkulkan tangannya kepada Ryeowook begitu lagu usai, memberi selamat.
"Kyuhyun oppa kembali setelah absen sekian lama. Bagaimana jika mengekspresikan perasaanmu dengan sebuah lagu?" Leeteuk membacakan salah satu surat penggemar.
"Dia hanya promosi lagu!" protes Heechul ketika Kyuhyun menyanyikan salah satu lagu terbaru Super Junior.
"Tapi kembali ke panggung memang benar-benar harapanku," jelas Kyuhyun. Ketika semua bertepuk tangan, Kyuhyun menundukkan wajahnya. "Saya rasa saya akan menangis."
"Ia menangis lagi!" gumam beberapa hyungdeul terkejut, melihat mata Kyuhyun benar-benar basah.
"SAYA TIDAK INGIN KEHILANGAN AIR MATA KYUHYUN SSHI!" teriak Heechul, membuat Kyuhyun kembali tertawa dan menghapus air matanya. Ryeowook bangkit untuk protes. Namun semua segera kembali ceria.
Diam-diam hyungdeul merasa sedih. Sejak kecelakaan, Kyuhyun bukan hanya lemah secara fisik. Tetapi magnae mereka yang selalu bisa menyembunyikan tangisnya, kini cukup mudah mengeluarkan air mata.
"Dapatkah Kyuhyun sshi mengatakan kepada kita rencana masa depannya?" tanya Leeteuk. Kibum yang sedari tadi terlihat bersandar karena kelelahan, ikut menengok ke arah Kyuhyun yang duduk di dekatnya.
"Sebenarnya saya berencana untuk menjadi misterius dari sekarang." Tolakan secara halus itu disambut tawa oleh hyungdeulnya. "Sebenarnya, saya tidak mempunyai banyak rencana. Tetapi… karena saya belum sepenuhnya sembuh, saya mungkin tidak bisa banyak menghabiskan waktu bersama hyungdeul."
"Ah! Saya menangis!" seru Heechul menggodanya kembali, sedangkan Ryeowook menggelitik wajah Kyuhyun dengan kuas sehingga namja itu tersenyum.
"Tapi saya akan mengunjungi SUKIRA lebih sering," lanjut Kyuhyun. "Dan saya akan mencoba untuk berada di panggung sebanyak mungkin."
Akhirnya, siaran radio selama 70 menit itu pun ditutup. Mereka memilih lagu Believe sebagai penutup. Kyuhyun, Donghae dan Sungmin yang tidak hadir, sangat menyukai lagu itu. Meski Heechul sempat protes, karena mereka memberitahu pendengar bahwa dia lah yang menulis lirik lagu Believe, namun Heechul terlihat senang.
.
22 September 2007
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam ketika dua mobil yang mengangkut member Super Junior tiba. Mereka baru saja selesai tampil di acara ETN Asia Song Festival. Semua bergegas menuju lift. Untunglah lift yang besar itu mampu mengangkut mereka sekaligus.
Ketika tiba di lantai 11, Leeteuk ikut keluar bersama yang lain.
"Teuki hyung, kau tidak langsung ke atas?" tanya Donghae dengan mata setengah mengantuk.
"Kalian duluan saja, Donghae-ah, nanti aku akan menyusul." Leeteuk mengikuti Yesung, Ryeowook, Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun. Ia langsung merangkul sang magnae yang tampak berjalan seperti zombie. Seperti dugaannya, Kyuhyun tidak menolak.
Tadi Super Junior tampil menyanyikan lagu balad yang berjudul 'Hate U Love U'. Pada lagu itu, part Kyuhyun cukup banyak. Selain menyanyikan part nya sendiri, ia juga menjadi back vocal yang lain. Bahkan tone nada yang harus ia capai pada lagu tersebut jauh lebih tinggi dan panjang daripada lagu Don't Don.
Jadwal Super Junior yang berjejalan, pergi pagi dan pulang larut malam, membuat sang magnae kewalahan. Meski pun begitu, di atas panggung Kyuhyun berusaha tidak menampakkan rasa sakitnya. Bahkan setiap part dia tiba dan lampu mengarah kepadanya, ia akan berusaha tersenyum. Namun Leeteuk tahu tubuh Kyuhyun mulai tak seiring dengan semangatnya. Ia kadang terlihat seperti sulit menarik nafas.
Yesung membuka pintu dorm. Tak ada yang berbicara ketika masuk. Semua merasa sangat lelah. Ryeowook berjalan gontai ke kamar mandi. Ia tak bisa tidur jika belum membersihkan diri. Adanya pemanas air membuatnya sangat bersyukur tidak perlu menunggu memasak air seperti saat di dorm lama mereka.
Sungmin meletakkan tasnya dan tas Kyuhyun yang dibawanya tadi ke dalam kamar. Ketika Kyuhyun hendak membaringkan tubuhnya di sofa, Leeteuk langsung memapahnya.
"Ayo, Kyuhyunnie, jangan tidur di sini. Hyung antar ke kamar."
"Aniyo… Teuki hyung pasti juga lelah," tolak Kyuhyun sambil berusaha berjalan sendiri.
"Kyuhyunnie, bukankah kau sendiri yang berlutut dan meminta kami meminjamkan kekuatan untukmu?" Leeteuk mengingatkan, sambil kembali memapah Kyuhyun. "Sampai kau kembali kuat, kau sudah berjanji akan bersandar kepada kami."
Kyuhyun tidak dapat menolak lagi. Ia pun menurut ketika Leeteuk memapahnya ke kamar. Namun ia menolak ketika sang leader hendak melepaskan sepatunya. Namja itu pun mulai melepaskan sepatu dan kostum panggungnya.
"Kurasa kau mau memakai ini," kata Sungmin sambil mengulurkan kaos Kyuhyun yang merupakan hadiah dari Shindong. Kyuhyun tersenyum lebar. Kaos itu memang sangat nyaman untuk tidur. "Eits, tunggu dulu!"
Mata Kyuhyun memicing saat Sungmin menjauhkan kaos itu darinya. Belum sempat ia bertanya, sebuah handuk hangat menutupi wajahnya. Sungmin mulai membersihkan wajah Kyuhyun dengan handuk yang ia rendam air hangat tadi.
"Kau bisa jerawatan jika tidur dengan make-up."
"Ya! Sungmin hyung! Kau memperlakukanku seperti bayi!" protes Kyuhyun. Tapi ia tidak menolak wajahnya dibersihkan. Handuk hangat itu terasa sangat nyaman.
Leeteuk tertawa melihat Kyuhyun protes ketika Sungmin mulai membersihkan tubuhnya juga dengan handuk hangat yang lain. Sebuah baskom besar tergeletak di lantai, berisi air hangat dan beberapa handuk kecil.
"Jika suaramu sekeras itu, berarti kau masih sehat! Syukurlah," sang leader tampak sangat senang.
"Sungmin-ah, aku mengambil ginsengmu," kata Yesung yang masuk sambil membawa sebuah nampan berisi empat buah cangkir. Wangi ginseng yang masih panas segera memenuhi kamar itu.
"Ambil saja sebanyak yang Yesung hyung mau," kata Sungmin yang masih sibuk menghadapi perlawanan Kyuhyun. "Aku sengaja meminta eomma mengirimkannya. Kita harus minum itu setiap hari. Jadwal kita semakin ketat saja."
"Kangin-ah sampai tidur di stasion radio kemarin," ucap Leeteuk sedih. "Kasihan dia…"
"Jangan menyimpulkan sendiri, hyung," protes Kangin yang tahu-tahu muncul di sana. Ia hendak menjemput Leeteuk yang tidak juga muncul. "Meski aku terpaksa tidur berbantalkan ransel, tapi aku bahagia. Kita masih bisa berkumpul semua dan melakukan kegiatan bersama-sama… Itu sesuatu yang tidak bisa aku tukar dengan apapun."
"Ne, aku juga berpikir begitu. Tapi kalau pun kita terpisah-pisah, kita akan membawa nama Super Junior lebih luas lagi." Sungmin tersenyum. Saat ia lengah itulah, Kyuhyun langsung merebut kaos besarnya dan memakainya.
"Ah! Uri Kyuhyunnie mau tidur rupanya," goda Kangin, membuat Kyuhyun cepat melesakkan tubuhnya ke dalam selimut.
"Kalau kalian menganggapku bayi lagi, aku tak segan menggigit!" cetus Kyuhyun.
Kangin tidak peduli. Ia mengacak-acak rambut sang magnae, yang langsung bergerak ke arah tangannya, siap menggigit. Dengan kaget, Kangin langsung menarik tangannya.
"Aish! Ternyata tenagamu masih ada ya? Padahal tadi di stage aku sangat kuatir."
Saat perform lagu 'Hate U Love U', posisi Kangin memang sedikit di belakang Kyuhyun. Ia tahu pasti Kyuhyun berusaha tetap berdiri dan bernyanyi di panggung.
"Cepat kalian minum ginseng ini!" tegur Yesung. "Aku akan buat satu lagi untukku sendiri. Ryeowook dan Eunhyuk sudah kubuatkan tadi."
Tanpa banyak bicara, semua mengambil satu, kecuali Leeteuk. Ia mengangsurkan cangkir keduanya kepada Kyuhyun. "Minumlah! Kau tidak lupa minum obat bukan?"
"Minum obat jika belum makan juga tidak boleh, Teuki hyung," kata Sungmin. "Dua hari ini jadwal obatnya kacau."
"Aigoo… Aku tak berpikir sejauh itu." Leeteuk berpikir serius. "Mulai besok, jadwal kita akan lebih padat. Sebaiknya kita beli bekal yang mudah dimakan saja, jadi sewaktu-waktu kita bisa mengisi perut."
"Dan Kyuhyunnie bisa minum obat tepat waktu." Kangin mengangguk setuju.
"Sedia kue kering atau roti juga ide bagus." Sungmin tersenyum senang.
Suara deheman membuat mereka semua menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk berselimut di atas ranjangnya. "Bisa tidak, hyungdeul tidak membicarakanku seolah-olah aku tak ada di sini?"
Evil glare yang dilempar sang magnae membuat semua hyungdeul yang ada di kamarnya terdiam.
"Cepat keluar! Tak akan kumaafkan jika kalian sakit besok!"
Sebelum bantal yang dipegang Kyuhyun terbang menimpa mereka, Kangin dan Leeteuk langsung keluar kamar sambil tertawa. Sungmin mengambil bantal itu, menepuknya agar kembali ke bentuk sempurna, kemudian menaruhnya di kepala ranjang.
"Kau sendiri juga harus tidur," kata Sungmin sambil mendorong tubuh Kyuhyun untuk berbaring. Ditariknya selimut Kyuhyun hingga menutupi dongsaengnya sampai ke leher. "Sementara ini PSP mu kusita. Akan kukembalikan jika kau bangun nanti."
Kyuhyun ingin protes, namun yang keluar hanya gumaman-gumaman saja. Apalagi Sungmin mengelus kepalanya dengan lembut, membuat kantuknya tidak tertahan lagi. Namja itu pun tertidur pulas.
.
Usaha Super Junior dalam promo album Don't Don tidak sia-sia. Lagu Don't Don meski menuai banyak kritik akibat terlalu kerasnya musik, tetapi lagu tersebut langsung menempati posisi nomor 1 di tangga lagu bulan September, mengalahkan beberapa lagu lain yang sudah dirilis sejak awal bulan.
.
Oktober 2007
Jadwal yang ketat, acara-acara yang harus mereka ikuti, belum lagi berbagai latihan untuk persiapan perform, membuat Super Junior sangat sibuk. Lagu Marry U yang menjadi lagu unggulan kedua mereka direncanakan akan dibuat MV nya.
Kyuhyun sangat kesal karena hyungdeul terlalu menjaganya, bahkan ia terkadang merasa seperti anak kecil jika berada di tengah mereka. Akhirnya, ia pun membuat ulah.
"Hyungdeul, badanku tiba-tiba terasa tidak enak," keluh Kyuhyun ketika mereka sedang berlatih.
"Mana? Mana yang sakit?" tanya Donghae cemas.
"Kau duduk saja, Kyuhyunnie, hari ini tidak usah berlatih," kata Eunhyuk.
"Ne, kau istirahat saja." Hankyung memandang prihatin.
"Apa perlu kuantar ke dorm, Teuki hyung?" tanya Siwon was-was.
"Kugendong ke mobil?" Kangin menawarkan diri, langsung disambut death glare oleh Kyuhyun.
"Kau jangan keras kepala!" tegur Yesung.
"Mukamu memang pucat, Kyuhyunnie. Sebaiknya kau pulang saja." Leeteuk memberi ijin.
"Kau demam?" Heechul memegang kening sang magnae. Ia sedikit mengerutkan kening ketika tak terasa keanehan pada suhu tubuh Kyuhyun. Apalagi kini sang magnae memamerkan evil smirk nya.
"Hari ini, 8 orang yang tertipu!" seru Kyuhyun puas.
"Apa maksudmu?" Ryeowook tampak bingung. Ia hampir saja menangis tadi.
"Maksudnya, dia berbohong," kata Shindong yang sedari tadi tidak termakan umpan. "Aish! Kalian sudah beberapa kali ditipu, masih saja kena."
"Itu karena aku benar-benar cemas!" Leeteuk memandang Shindong dengan kesal. Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada Kyuhyun yang langsung memasang senyum polos sambil mengerjapkan mata hitamnya. Kemarahan Leeteuk pun sirna.
"Meski pun bohong, tapi aku pikir, kau memang harus istirahat, Kyuhyunnie."
Perintah Leeteuk membuat senyum di wajah Kyuhyun menghilang. Magnae Super Junior itu mengerucutkan mulutnya dengan kesal. Ia duduk di pojok ruang training sambil memandang hyungdeulnya berlatih. Kedua mata hitamnya mengikuti sesosok tubuh tak berbaju yang keluar dari latihan dan kemudian duduk di sebelahnya.
Sejak berusaha merubah image dari imut ke cowok dewasa, Kibum mulai tampil lebih maskulin. Bahkan setiap berlatih, ia hanya mengenakan kaos singlet atau tidak mengenakan apapun di bagian atas seperti saat ini.
Kyuhyun sedikit muram teringat bekas jahitan yang menghias perut dan dadanya.
"Sampai kapan kau mau melakukan lelucon itu?" tanya Kibum sambil menyerahkan sebuah botol minum baru kepada Kyuhyun.
"Lelucon mana?"
"Yang tadi. Kau selalu berhitung berapa orang hyungdeul yang mencemaskanmu."
"Oh," Kyuhyun tersenyum lebar. "Tapi Shindong hyung dan Kibum hyung tidak pernah tertipu kan? Jadi jangan kuatir."
"Kalau kau teruskan, saat kau benar-benar sakit, mereka tidak akan perduli lagi," kata Kibum sambil meneguk airnya sendiri. "Tapi, itu yang kau inginkan bukan?"
"Kibum hyung memang pintar." Kyuhyun membuka botol tadi dan mulai meneguk minumnya. "Aku tak ingin mereka terlalu mencemaskanku."
"Kyuhyunnie, aku sudah mengenal mereka bertahun-tahun. Meski kau tipu berapa kali pun, beberapa hyung tidak akan berhenti mencemaskanmu, jadi hentikan saja!" Kibum memandang sang magnae dengan wajah serius. "Meski pun begitu, aku sangat cemas. Aku takut kau tidak akan mendapatkan bantuan pada saat kau benar-benar membutuhkannya."
"Bukankah ada Shindong hyung dan Kibum hyung? Aku yakin, saat itu, kalian lah yang akan tahu kalau aku sungguh-sungguh butuh bantuan."
Kibum hanya bisa menggelengkan kepala melihat senyum yang terukir di wajah Kyuhyun. Senyum perpaduan polos, kekanak-kanakan dan jahil itu sudah menaklukkannya sejak lama. Ia tak pernah bisa marah kepada sang magnae.
"Kuharap kau beruntung."
.
.
Kyuhyun duduk di hadapan Uisa yang tampak berwajah serius. Ia baru saja melakukan pemeriksaan rutin mingguan di Samsung Hospital. Ini merupakan bagian dari rawat jalannya selain phisical therapi yang ia lakukan dua kali seminggu.
"Kyuhyun sshi, kau pasti sudah tahu kalau kondisimu menurun, bukan? Saya bisa melihatnya dari laporan dua minggu terakhir."
Kyuhyun mengangguk. Karena itulah ia menggunakan berbagai macam alasan agar tak ada yang mengantarnya check up hari ini. Diam-diam, ia sering merasa kesulitan bernafas, dan staminanya turun lebih cepat. Begitu pun dengan berat badannya.
Hyungdeul mengira, itu hanya karena jadwal Super Junior yang semakin padat. Dan Kyuhyun bersyukur hyungdeulnya beranggapan seperti itu. Tetapi ia sendiri menyadari, bukan hal itu penyebabnya.
"Kau harus mempercepat operasi selanjutnya, Kyuhyun sshi."
Kata-kata itu membuat Kyuhyun memandang Uisa dengan wajah pucat. Ia memang tahu, dibutuhkan sekali operasi lagi untuk menyempurnakan penanganan pada paru-parunya. Tetapi ia tidak berharap hal itu akan benar-benar terjadi secepat ini.
"Saya kuatir, paru-parumu akan kembali robek jika tidak ditangani segera. Kegiatan yang kau lakukan saat ini terbukti memperburuk kondisimu." Uisa mencoba tersenyum menenangkan. "Saya harap, dengan operasi kali ini, kondisimu akan lebih stabil."
Kyuhyun ingat dengan jelas jadwal pembuatan MV Marry U. Hari itu akan bertepatan dengan ulang tahun salah satu hyung yang paling disayanginya. Ia tak ingin hyungnya tersebut menangis di hari bahagianya karena mencemaskannya.
"Uisa, tolong tunda operasi itu sampai saya menyelesaikan pembuatan MV untuk single kedua kami," kata Kyuhyun setelah menimbang-nimbang.
"Dengan jadwal kegiatan sepadat sekarang?" Uisa terkejut. "Resikonya sangat besar, Kyuhyun sshi. Aku tidak akan merekomendasikannya."
"Jebal, Uisa, saya akan tanda tangani surat pernyataan bahwa saya yang menolak jadwal operasi itu," pinta Kyuhyun lagi.
"Kau sudah meminta ijin kepada orang tuamu?"
"Usiaku sudah cukup untuk memutuskan semuanya sendiri." Appa, Eomma, maafkan aku. Bukan aku tak mengindahkan kalian. Aku berjanji, aku akan bertindak dengan hati-hati agar tidak membuat kalian sedih. Tetapi aku harus menunda operasi ini dahulu.
Uisa tak berkutik. Kyuhyun tahu benar mengenai peraturan yang ada.
"Kyuhyun sshi, kau tahu apa yang kau pertaruhkan?"tanya Uisa mencoba membuatnya berpikir ulang.
"Ne. Saya akan menjaga kondisi saya baik-baik sampai saatnya tiba," janji Kyuhyun.
"Tiga minggu. Tidak lebih dari itu."
"MV akan dibuat dua minggu lagi. Saya akan melakukannya begitu MV selesai dibuat." Kyuhyun tersenyum lega karena Uisa memberinya ijin. "Saya berharap bisa segera sembuh saat promo MV tersebut."
"Kau tidak bisa disuruh diam ya?" Mau tak mau Uisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku akan memberimu resep baru. Kuharap, dengan tambahan vitamin dan beberapa obat ini, bisa mempertahankan kondisimu sebaik mungkin."
Kyuhyun berterima kasih atas pengertian Uisa. Ia memasukkan resep itu ke sakunya.
Begitu pintu ruangan dokter menutup, Kyuhyun bersandar sebentar di sana dengan wajah muram. Meski sudah menduga mengenai operasi, Kyuhyun tetap tak menyukai proses itu. Ia tak bisa membayangkan harus kembali terbaring di rumah sakit, sementara hyungdeul bekerja keras untuk Super Junior.
Namja itu kemudian melangkah pelan meninggalkan pintu ruang dokter.
"Sepertinya kabar buruk ya, Caramel macchiato?"
.
.
TBC
.
.
Suara siapakah itu?
Sepertinya reader semua sudah tahu he he he
Tapi apa yang akan terjadi selanjutnya?
.
Gomawo buat semua yang sudah baca
Ditunggu masukannya.
Kudu kudu kudu
Kalau nggak, author lagi tergoda banget buat hiatus
Soalnya lama-lama nyesek banget nulis ff ini
Sedih sekali, sampai rasanya nggak sanggup lanjut
Cuma review yang masuk, bahas hal2 menarik, yg bikin nyesek ini berkurang
Sehingga author bisa lanjut
.
Maaf agak lama,
Chapter ini memang agak panjang
Buat yang mau lihat foto / video berkaitan dengan FF author,
Add saja
www titik facebook titik com /iyagi7154
Kamsahamnida
.
.
.
Jawaban review chapter 7
lovely yesungielf 10/28/12 Gomawo udah mau capek2 nulis review. Jangan kapok ya. Auhtor bales kok hehehe
ayu wandira 10/30/12 Ne
natal 10/30/12 Udah dijawab kok. Author bilang, di ff ini sepertinya begitulah. Di dunia asli, silahkan disimpulkan sendiri. Author nggak mau menghakimi hehehe
EunsooJewelSomnia 10/30/12 Gomawo reviewnya
meyminimin 10/30/12 Kulitnya memang putih, tapi bukan pucat. Di ff itu dia memang pucat, kebantu make up.
Begitu ada tanggal dan tahun, berarti kejadian setelahnya itu pada tanggal tersebut. Biasanya itu fakta. Kalau ada jam nya saja, berarti tanggalnya masih ngikut tanggal sebelumnya. Kalau nggak pakai tanggal, nberarti perkiraan kejadian ada sekitar tanggal sebelum dan sesudahnya.
shizuku m 10/29/12 Author nggak suka dipaksa (evil smirk) Yang chingu minta masih jaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh. Ditunggu ya, bersabarlah
heeeHyun 10/29/12 Author juga ngiri, tahu… Ya, Beberapa adegan real. SJ M masih lamaaaaaaaa . Harap bersabar ya… hehehe
10/29/12 Iya, beda gedung aja, bisa dilihat di FB author
thiefhanie fha 10/29/12 Gomawo
GaemAya 10/29/12 Panggil eonnie boleh
10/29/12 Koplaknya oppadeul beneran, tapi adegan tadi hanya fanfic
Keyra Kyuunie 10/28/12 Yup, semua member SJ punya sifat yang patut dicontoh
careon88 10/28/12 Wah, boleh tuh bagi2 info terbaru. Author baru ngikutin sampai ff ini nih… sambil nulis ambil belajar.
Indy 10/28/12 Gomawo reviewnya.
1414 10/28/12 Kalau update cepet, tergantung review, chingu hehehe…just kidding
Cho rae in 10/28/12 Nggak senang karena media tahu duluan, padahal mereka sama sekali nggak tahu
MyKyubee 10/28/12 Gomawo reviewnya chingu. Author lebih telat lagi. SS4 INA saja belum suka.
SunakumaKYUMIN 10/28/12 Iya, miris banget. Ayo dukung oppadeul hehehe
sarangchullpa92 10/28/12 SJ M baru kabar-kabari, belum muncul… Kangin memang unik. Iya, oppadeul lucu. Zhoumi masih agak lama…mungkin….
Gyurievil 10/28/12 Gomawo reviewnya
Gee Gee 10/28/12 DItunggu chingu
misskyuKYU 10/28/12 Kikuk sih tahu…Cuma yg author bingu, katanya kyu dibikin kikiu…kikuk soal apa? Wajar dia trauma… gara-gara terlempar dari mobil dia sakit selama itu. Proses sembuhnya pun lama banget. Gomawo
Princess kyumin 10/28/12 Semoga begitu (^_^)
tinaff359 10/28/12 Paling suka melukiskan kibum dan kyuhyun, sayang kibum diam banget, jadi jarang2 bisa ditulis
wolfy 10/28/12 Gomawo buat dukungannya
dhianelf4ever 10/28/12 Zhoumi belum muncul lagi
Jmhyewon 10/28/12 Gomawo udah bersedia ngasih review
annisa 10/28/12 Gomawo
stevy see 10/28/12 Kayaknya memang kudu di tes kesehatan otaknya
Kyuminjoong 10/28/12 Gomawo buat dukungannya
Fitri MY 10/28/12 Namanya hidup, ada sedih, ada tawa…author ikutan nyesek kalau nulis yg sedih2…maunya yg seneng terus aja. Tapi apa boleh buat, real nya mmg begitu
10/28/12 ha ha ha…ne. gomawo reviewnya. Jangan bosan ya
AitakattaSJ 10/28/12 Coba add alamat author yang ada di bawah tbc.
Author nggak ngoleksi foto, langsung masukin FB aja… yg itu pernah lihat tapi tidak disimpan. Bikin sedih aja soalnya
aninkyuelf 10/28/12 Kita sependapat, kalau aslinya begitu, miris banget, nggak tega
Sachiko Yamaguchi 10/28/12 Gomawo reviewnya chingu. Sementara yg chingu ingin lihat belum ada di chapter ini
GaemRa Kyu-Uke 10/28/12 Author juga kangen ama hangeng dan kibum. Aish…yg mana yg yaoi? Bukannya masih wajar?
Princess Kyunnie 10/28/12 Saran chingu sudah dilakukan. Take a rest hehehe
lalalala 10/28/12 ? tahu author penulis? Karena author menulis . Ne. Author juga suka kibum kyuhyun kalau lagi kompak dan siwon kalau lagi doa. Polos pisan
NaraKim 10/28/12 Benar. Dorm mereka hanya beda tower saja
kyuqie 10/28/12 Gomawo
xoxoxo 10/28/12 Aish…chingu mengingatkan soal itu…jadi sedih. Apa tidak usah dilanjut ke suju M ya?
Asa 10/28/12 Di Falling Star Kyu udah pernah minum kan? Itu awal2 dia masuk suju lho. Kangin dan SUngmin pernah membicarakan hal ini di 2006 saat siaran radio. Tapi dia tidak pemabuk, hanya peminum. Awalnya kudu tanya kyuppa
Guest 10/28/12 Kenapa di sayang? Jelas karena dia baik dan pantas disayang hehehe. Kalau nonton evilnya kyuppa, mending yg full version. Nanti kan kelihatan dia sayang banget ama hyungdeulnya. Jangan lihat pas nendang dan lemparnya aja (^_^)
Super Junior china itu nantinya SUJU M
diandra 10/28/12 Gomawo chingu, ngurutinnya mmg suka bikin pusing. Senang ada yang sadar hehehe
youngie poppo 10/28/12 Sayangnya, kenyataannya begitu ya. DI awal SUJU M, kalau nyanyi itu masih sakit lho.
Guest 10/28/12 Banyak realnya, chingu. Terutama yang ada tanggal dan jam nya.
umi elf teukie 10/28/12 Gomawo reviewnya
kihyun 4orever 10/28/12 chingu review aja author senang. Kalau komen, author lebih semangat lagi
Gaemjjeje 10/28/12 Herannya, yg lain kagak, kok SUJU aja
vietaKyu 10/28/12 Mianhe, belum bisa muncul zhoumi dan changmin nya…soalnya belum pas
Perisai Suju 10/28/12 Author lebih suka banyak komen asal jangan bashing hehehe
Kalau author juga…bagi link nya biar bisa dibaca…soalnya nggak bisa melirik ke tempat chingu nih… Aneh? Hmm…habis RS ini mau buat yang sedikit anhe, tapi bukan yaoi hehehe
AIsh! SUJU M bikin sedih aja…apa jangan diteruskan ke sana ya? Author nyesek bayanginnya
Twitter yang di pantai itu kan? Itu kan dada ke atas. Whoa, mau lihat yg foto loncat itu dong
MV memang terdiri dapi potongan2 syuting jadi bisa slip! Hilang! hehehe
Iya, Kyu keluar mobil buat lihat hyungdeul dan kaget mereka cuek aja dengar ledakan, itu benar…
Iya, author juga suka soal pindahan
Bukankah memang yesung yang nyurh sungmin bareng kyu di ff ini? Wook nya nggak dibahas
Jangan lihat peta, peta dan fungsi aslinya beda. Ada 2 manager hyung yg kadang tinggal bersama suju untuk mempermudah mereka mengurus jadwal dll. Saat pindah masih, kalau sekarang tidak tahu
Gomawo banget infonya. Author sampai jingkrak2 pas kyuhyun lari. Senang lihat dia begitu.
SUJU M terbentuk Kyu masih belum sembuh total ? iya. Kasihan.
Di ff ini juga kangin kadang nginap, begitu juga kibum.
Kangin agak bermasalah tapi belum saat ini
Jangan dibayangkan, ngeri banget.
vha chandra 10/28/12 Petinggi SM Cuma petinggi SM saja di FF ini. Gomawo reviewnya. Jangan bosan ya
Andhisa Joyers 10/28/12 Dari mana? Dari mana saja adalah jawabannya hehehe (ikutan ufo reply oppa) Gomawo reviewnya
Bella 10/28/12 Gomawo reviewnya
Yg tgl 21, habis perform don't don. Iya, yg pertama kali ke sukira. Tapi mereka nggak bahas kyuhyun jatuh, tapi bahas kyuhyun lari krn pas dimobil dengar ledakan, dan hyungnya tetap nari ketika ia ke sana.
Kim Anna 10/28/12 Gomawo reviewnya
kyuzi 10/28/12 "Wo hui bau hu ni, Gui Xian"... artinya aku akan melindungi kamu, Kyuhyun
Iya, author juga suka saat pindah dorm
Gomawo reviewnya, jangan bosan ya
ay 10/28/12 Iya, gomawo reviewnya
ArenaKyuminElf 10/28/12 tergantung author selesai di chapter berapa. Cuma kebayang ujungnya, tapi prosesnya sesuai keadaan aja
Kim ryokie 10/28/12 Gomawo
sitara1083 10/28/12 Pertanyaan chingu ada jawabannya di chapter ini
ChoI Jaeseumin Hyangsu 10/28/12 Kayaknya fakta, banyak sekali yang menyebutkan soal itu. Lagipula pink kalau lembut kan cocok untuk kamar tidur. Begitu kena lampu warnanya agak terlihat putih (ini sih menurut author…pink nya kayak apa kagak tahu juga)
Ahjumma Namja 10/28/12 Memang sampai lama belum stabil. Gomawo reviewnya
Blackyuline 10/28/12 Biar norak, tapi gigih hehehe
hanifElfkyu 10/28/12 Kemungkinan masuk
ShillaSarangKyu 10/28/12 Ya, ini serangan awalnya…tapi belum berasa banget
reaRelf 10/28/12 Gomawo udah bersedia mereview, chingu. Jangan bosan ya
