Title : RISING STAR Chapter 14

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Changmin & Hyungdeul.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : Apapun akan kulakukan asal Kyuhyunnie cepat ditangani. Kalian juga, cepatlah! / Aku…aku mundur saja sebagai leader." / "Lepaskan atau aku akan membantingmu di depan semua orang ini!" / Kyuhyunnie…aku tidak tahan lagi kalau terus begini…. / "Kalau aku mengalami apa yang mereka alami, aku akan memilih keluar."

.

.

"Tak bisa kubiarkan!" Petinggi SM berdiri dengan gusar. "Bagaimana perhitunganku bisa meleset seperti ini? Siwon sshi dan Kyuhyun sshi memilih Super Junior. DBSK juga mendukung Super Junior. Sebenarnya apa yang mereka lihat dari kumpulan orang aneh itu?!"

.

.

RISING STAR

Chapter 14

.

Flashback

28 Okt 2007

Setelah selesai melakukan perform Don't Don di panggung konser DBSK, Yunho berbisik kepada Hankyung agar mereka menuju back stage dan keluar dari sana, sehingga tidak menjadi serbuan para fans. Super Junior langsung menuju parkiran karena konser akan bubar dalam hitungan menit.

Di mobil, Kyuhyun duduk sambil merebahkan kepalanya di bahu Sungmin. Mereka berpikir sang magnae hanya kelelahan dengan kondisi konser yang tidak baik untuknya. Namun, Sungmin akhirnya menyadari wajah Kyuhyun mulai pucat, bahkan nafasnya semakin lama semakin pendek. Kyuhyun terlihat kesulitan menarik udara.

"Hankyung hyung…Kyuhyunnie…"

Sebagai member yang paling tua saat itu, Hankyung langsung mengecek kondisi Kyuhyun yang sudah tak bisa diajak bicara sama sekali. Dongsaeng terkecilnya itu hanya bisa menarik nafas dengan susah payah. Kedua matanya terpejam menahan sakit.

Hankyung langsung meraih HP dan menghubungi manager hyung. "Kyuhyunnie sangat parah, manager hyung, kami akan membawanya ke rumah sakit sekarang juga."

"ANDWAE! Kalian segera ke dorm! Aku akan menunggu di sana."

"Tidak bisa begitu! Kalau soal keperluan Kyuhyunnie, kami bisa menyusulkannya!"

"Kau harus menurut, Hankyung sshi!" suara teguran itu membuat Hankyung tak berkutik. "Lebih cepat kemari, lebih cepat dia kita bawa ke rumah sakit! Lagipula, kalian harus melewati dorm terlebih dahulu. Aku akan menunggu di depan, jadi kalian tidak perlu masuk ke dalam parkiran."

Meski tidak puas, Hankyung merasa sedikit lega dengan janji manager hyung bahwa mereka tidak perlu memarkir mobil di apartemen.

"Kita ke dorm," katanya kepada driver. Mobil langsung melaju menuju dorm Super Junior. Sungmin, Kibum, Ryeowook, Donghae dan Eunhyuk tertegun.

"Hyung….apa tidak salah?" tanya Ryeowook kebingungan.

"Ne, hyung, seharusnya kita langsung saja ke rumah sakit," kata Eunhyuk yang sudah menangis ketakutan melihat kondisi Kyuhyun. Donghae sudah tidak bisa berkata-kata, ia hanya menghapus air matanya yang turun terus menerus.

"Diamlah! Kalian berisik!" Semua yang ada di mobil tertegun dengan suara Kibum yang sangat dingin. Namja itu menampakkan wajah yang sedingin suaranya tadi. Rahangnya yang halus mengeras, menandakan ia menahan amarah. Tak ada yang berani bicara lagi. Mereka hanya diam sambil memperhatikan Kyuhyun yang semakin pucat.

Sesampainya di depan apartemen, manager hyung sudah berdiri menunggu dan langsung masuk ke dalam mobil. Ia melihat Kyuhyun dan terlihat sangat kuatir. Tapi ada ekspresi lainnya yang membuat mereka semua heran. Manager hyung tampak sangat tertekan.

"Kalian semua, tanda tanganilah ini tanpa banyak bicara. Semakin cepat kalian tanda tangan, semakin cepat kita berangkat ke rumah sakit."

Manager hyung menyerahkan map itu kepada Hankyung. Namja itu benar-benar tak mempercayai kata-kata yang tertulis di dalam map itu . Tangannya sampai bergetar dengan keras. Dongsaengdeulnya memandang dengan heran.

"Hyung, apa yang tertulis? Kita harus tanda tangan apa?" tanya Sungmin. Tangannya kini memeluk Kyuhyun yang bersandar lemas di bahunya.

"Kita harus berjanji, tidak akan membocorkan operasi ini kepada pers. Kita harus berjanji, tidak akan mengunjunginya hingga jam besuk yang berlaku umum berakhir. Kita harus berjani, tidak akan berkumpul di rumah sakit lebih dari satu orang setiap datang. Kita harus berjanji…" Kali ini Hankyung tidak tahan lagi, dia menangis meski tanpa suara.

Kibum langsung merebut map yang dipegangnya. "Kita harus berjanji tidak akan menunggui operasinya, supaya tidak tercium oleh pers." Kibum membacanya dengan sorot mata yang begitu keras. "Manager hyung, mana pulpennya?"

Kibum langsung menandatangani berkas itu.

"Kibummie, apa yang kau lakukan?" protes Donghae sambil menangis.

"Hyungdeul yang tak ada di sini sudah mendatanganinya. Apapun akan kulakukan asal Kyuhyunnie cepat ditangani. Kalian juga, cepatlah!"

Semua akhirnya menandatangani berkas itu meski dengan berat hati. Hanya Sungmin yang masih memeluk Kyuhyun yang tidak mungkin menandatangani perjanjian itu.

"Nah, sekarang kalian kembali lah ke dorm, besok lakukan jadwal kalian seperti biasa. Katakan Kyuhyun sshi hanya lelah jika ada yang menanyakan kenapa ia tidak tampil. Biar aku dan Sungmin sshi yang mengantarnya ke rumah sakit," kata manager hyung, melihat posisi Kyuhyun sangat riskan jika dipindah.

Lagi-lagi Kibum turun lebih cepat dari yang lain. Tanpa menoleh, namja itu langsung masuk ke dalam lift.

Ketika member yang lain tiba di dorm lantai 11, untuk menyiapkan kebutuhan Kyuhyun, suasana dorm sungguh mengerikan. Seperti yang Hankyung duga, sahabatnya, Heechul, sudah mengamuk dengan luar biasa. Banyak barang-barang yang sudah terlempar di lantai.

Kangin bahkan sedang ditenangkan oleh Shindong. Yesung duduk di dekat mereka sambil membalut tangan Kangin yang terluka. Tampaknya namja itu baru saja memukulkan kepalan tangannya ke tembok.

"Di mana Siwonnie?" tanya Hankyung entah ditujukan kepada siapa.

"Dia sedang menangis dan berdoa di kamar," kata Leeteuk lirih. "Dia begitu sejak manager hyung datang dan meminta kami menandatangani perjanjian tadi. Tapi karena mendengar kondisi Kyuhyunnie sangat kritis, kami tidak berani berbuat banyak."

Leeteuk menangis dengan keras. Tubuhnya berguncang. "Aku…aku mundur saja sebagai leader," isaknya, membuat Eunhyuk yang baru datang langsung menghambur memeluknya. "Aku lemah, aku tidak bisa melindungi kalian… Dengan kekuatan seperti ini, bagaimana aku bisa melindungi kalian semua? Mereka selalu bisa membuat kita terpaksa menurut… Aku tidak tahan lagi…"

"Teuki hyung, jebal…jangan katakan itu!" seru Eunhyuk sambil menangis. "Kau sudah berjanji akan bertahan bersamaku, apapun kondisinya. Kita sudah menjalani training yang begitu lama, kita sudah sampai ke titik ini. Jangan menyerah, hyung…jebal… Kau sudah berjanji akan bertahan hingga suatu saat nanti, kita berdua akan menjadi orang berpengaruh di SM, dan akan kita rubah semua keburukan ini, bukan?"

Leeteuk menoleh kepada Eunhyuk. "Aku memang pernah berjanji padamu, Hyukkie, tapi kalau rasanya sesakit ini…"

Kedua member Super Junior yang paling lama berada di SM itu, saling berpelukan sambil menangis. Tak ada yang berbicara lagi. Hankyung sendiri sibuk menenangkan Heechul agar tidak semakin mengamuk.

.

"Pihak rumah sakit sudah bersiap menerima Kyuhyun sshi. Kau jangan mendampinginya, Sungmin sshi, akan sangat menyolok jika kau ikut turun. Kita akan menyusul belakangan, setelah Kyuhyun sshi masuk," kata Manager hyung.

Sungmin terperangah mendengar hal itu. Ia hendak membantah ketika dirasakannya Kyuhyun mencengkeram tangannya yang berada di pangkuan dengan pelan. Sungmin sudah cukup lama bersama Kyuhyun. Ia tahu apa yang dimaksud oleh dongsaengnya dengan gerakan tidak kentara tadi.

"Sung…min…hyung…." Bisikan lemah di antara tarikan nafas yang sangat menyiksa itu membuat Sungmin menggigit bibirnya. Ia tahu, Kyuhyun mencegahnya agar tidak membantah manager hyung saat ini. Tapi di saat yang sama Kyuhyun juga memintanya untuk tidak meninggalkannya. Ia tahu, pasti sangat menakutkan bagi Kyuhyun menuju ruang operasi seorang diri.

"Bertahanlah, Kyuhyunnie, semua akan baik-baik saja," bisik Sungmin sambil mengeratkan pelukannya, memberi kode agar Kyuhyun tenang.

Manager hyung yang duduk di sebelah supir menoleh mendengar kata-kata itu. Tetapi karena Sungmin tidak banyak bicara, ia menjadi lega dan kembali menghadap depan. Ia berpikir, Sungmin hanya mencoba menenangkan Kyuhyun.

Begitu van tiba di halaman luar bagian Unit Darurat, sebuah ranjang dorong beserta beberapa orang perawat dan dokter sudah bersiap. Mereka langsung mengambil alih Kyuhyun. Sungmin merasakan tangan Kyuhyun enggan melepaskannya. Tapi Sungmin meremas tangan itu pelan, meyakinkan Kyuhyun, sehingga akhirnya Kyuhyun melepaskan pegangannya.

Begitu Kyuhyun dibaringkan di ranjang dorong, Sungmin mengambil topi yang selalu berada di dalam sakunya, yang ia pakai untuk menyamar saat konser. Ia juga mengenakan kacamata yang dipakainya tadi dan bergegas turun dari mobil. Manager hyung langsung menahannya sehingga terhenti di pintu mobil.

"Sungmin sshi! Kau jangan turun!" bisik sang manager, takut perkataannya terdengar oleh orang lain. Namja itu terkejut saat Sungmin memandangnya dengan pandangan yang begitu menusuk dari balik kacamata.

"Lepaskan atau aku akan membantingmu di depan semua orang ini!" desis Sungmin mengancam. "Aku tidak menandatangani apapun tadi. Jadi tutup mulutmu dan lepaskan tanganku!"

Manager hyung tertegun. Ia tak menyangka Sungmin bisa berubah menyeramkan seperti itu. Ia tahu, kata-kata Sungmin bukan main-main. Bisa mencolok jika ia dibanting di depan umum. Dengan terpaksa, manager hyung melepaskan tangannya.

Sungmin bergegas berlari menyusul Kyuhyun di sebelah ranjang dorong. Ia menggenggam tangan Kyuhyun sambil mengikuti langkah cepat yang lain.

Merasa ada yang menggenggam tangannya, Kyuhyun yang sudah dibantu oleh respirator manual, menoleh dan tersenyum melihat Sungmin.

"Kau lihat, kan, Kyuhyunnie? Hyung akan selalu di sini. Jadi jangan takut! Kau harus kuat, aracchi?"

Kyuhyun mengangguk pelan. Ketika tiba di pintu ruang operasi, Sungmin di larang masuk ke dalam. Namja itu pun menunggu di luar. Manager hyung menyusul ke sana tak lama kemudian.

"Mianhe, Sungmin sshi… Aku….

"Jangan katakan apapun, Manager hyung," kata Sungmin sambil memandang nanar ke pintu ruang operasi, di mana Kyuhyun sedang berjuang untuk bisa tetap bersama mereka. "Aku tahu, kau sama seperti kami. Kita hanya robot yang tidak bisa punya kehendak sendiri. Aku tidak menyalahkanmu sepenuhnya. Tapi tolong, jangan minta aku meninggalkan Kyuhyunnie. Aku benar-benar akan menghajarmu jka mengatakan hal itu."

Manager hyung tertunduk. Mereka duduk diam untuk waktu yang terasa sangat lama.

Appa, Eomma dan noona Kyuhyun datang. Eomma langsung memeluk Sungmin. Appa Kyuhyun dan Ahra noona menanyakan kondisi Kyuhyun.

"Saya belum mengetahuinya, Ahjussi, tapi operasi ini sudah direncanakan, meski Kyuhyun masuk lebih cepat sehari. Saya berharap semua akan baik-baik saja."

Tuan Cho memeluk Sungmin dengan erat, kemudian memandang namja itu sambil menepuk kedua bahu Sungmin dengan senyum. "Ahjussi percaya padamu, Sungmin-goon. Gomawo sudah menjaga Kyuhyunnie selama ini. Dia pernah bercerita, kau selalu ribut menyuruhnya makan dan minum obat."

Sungmin mau tak mau tersipu malu mendengarnya.

"Jangan sungkan, Kyuhyunnie memang keras kepala. Dia perlu hyung sepertimu agar mau menurut," kata Eomma Kyuhyun. Meski sedang cemas, wanita itu mencoba tersenyum.

"Gomawo sudah mendampingi Kyuhyunnie, Sungmin oppa," kata Ahra.

Mereka kemudian duduk bersama di depan pintu ruang operasi. Menit demi menit terasa begitu panjang dan menyiksa bagi Sungmin. Ia tahu, keluarga Kyuhyun pasti merasakan hal yang sama. Sesekali dilihatnya Eomma Kyuhyun dan Ahra meneteskan air mata, sementara Appa Kyuhyun menenangkan mereka dengan lembut.

Hyungdeul, dongsaengdeul, seandainya kalian ada di sini… Aku tidak sanggup menanggung kecemasan ini sendirian. Aku membutuhkan kehadiran kalian. Sungmin duduk dengan kedua siku lengan di lutut dan telapak tangannya bertaut menahan kepalanya yang tertunduk dan terasa berat.

"Meski kita semua akan berpisah, kita tahu, kita tetap satu bukan?" Kata-kata Donghae terngiang dibenaknya.

"Ne. Mulai sekarang, tutup mata dan telinga kita rapat-rapat. Kita akan saling berhubungan dengan hati." Senyum sang Leader terbayang jelas saat mengucapkan kata-kata itu.

"Kita yang paling tahu di mana hati kita berada." Kata-kata Heechul kini mengisi ruang hatinya. "…. Aku percaya, kita semua akan bisa melakukan hal yang sama."

Sungmin tersenyum. Ne. Aku tidak sendiri. Meski aku tidak melihat mereka, meski aku tidak bisa mendengarkan suara mereka, tetapi aku tahu, kami saling terhubung. Hati kami saling menyatu. Saat ini, hyungdeul dan dongsaengdul ada di sini bersamaku untuk mendukung Kyuhyunnie. Aku tidak boleh cemas. Kyuhyunnie pasti merasakan kehadiran kami juga di sisinya.

.

Sungmin tidak tahu sudah berapa lama operasi berlangsung. Ia tidak beranjak sedikit pun dari sana. Begitu pula keluarga Kyuhyun. Manager hyung yang bulak-balik membelikan mereka minuman dan makanan. Bagaimana pun Sungmin menghargai manager hyung yang sudah mendampingi mereka selama ini.

Pintu ruang operasi terbuka. Uisa keluar dengan wajah lelah, namun senyum terukir di wajahnya. Ia menjabat tangan mereka semua. "Operasi berjalan lancar. Jangan cemas, Kyuhyun sshi sangat kuat, dia akan pulih dengan cepat. Saya harap, setelah ini kondisinya akan jauh lebih stabil."

Mereka semua saling berpelukan karena bahagia. Hanya Appa Kyuhyun yang kembali menjabat tangan Uisa. "Berapa lama dia perlu dirawat, Uisa?"

"Satu minggu di rumah sakit dan satu minggu di rumah. Setelah itu, dia cukup kuat untuk beraktifitas."

"Jadikan saja dua minggu di rumah sakit," kata Appa Kyuhyun, membuat semua menautkan kening. "Uisa tahu bagaimana anak itu, bukan? Dia tidak akan beristirahat sehari lebih lama begitu keluar."

Kalimat itu membuat semua yang ada di sana tertawa. Tapi tak ada yang menyanggahnya.

"Baiklah, saya akan membuatnya dua minggu. Dia pasti pulih jauh lebih cepat." Uisa tersenyum. Ia teringat Kyuhyun yang berniat langsung ikut promo setelah usai operasi. Ia merasa pertimbangan tuan Cho sangat baik.

Ketika Uisa berlalu, Kyuhyun yang masih tak sadarkan diri akibat obat bius, di dorong keluar menuju kamar tempatnya dirawat nanti. Eomma dan Ahra langsung mengikuti dari belakang.

Appa Kyuhyun menepuk bahu manager hyung. "Biar saya yang membayar biaya seminggu selanjutnya. Saya harap Anda bisa mengaturnya dengan baik, manager hyung. Aku tak ingin putraku keluar dan beraktifitas sebelum itu."

Manager hyung hanya bisa mengangguk mengiyakan. Sungmin tersenyum, diam-diam mengangguk hormat kepada tuan Cho. Ia mengagumi pemikiran tenang namun penuh perhitungan yang dimiliki appa Kyuhyun. Dengan surat dari Uisa, dua minggu ini Kyuhyun bisa bebas dari semua aktifitas Super Junior.

.

.

2 November 2007

Malam sudah sangat larut. Seorang namja mengenakan jaket coklat dan topi senada, melangkah masuk ke Samsung Hospital. Ia mendekati bagian informasi dan menunjukkan identitasnya. Seorang perawat mengantarnya ke kamar yang ia tuju.

Untuk beberapa saat, namja berkaki panjang itu melihat papan nama yang ada di samping pintu, di mana biasanya tertulis nama pasien. Tapi papan itu hanya berisi nomor dan Uisa penanggung jawab.

"Kami diminta untuk merahasiakan keberadaan pasien dari pers, dan membatasi pengunjung hanya orang-orang yang berada dalam daftar yang diberikan kepada kami saja," jelas si perawat setengah berbisik. Setelah tersenyum dan berpamitan, perawat itu pergi.

Namja itu membuka pintu dengan perlahan. Ia bersyukur, pintu itu dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bunyi sedikit pun. Lagu hymne terdengar lembut memenuhi ruangan. Suara yang begitu bening dan lembut, bahkan tidak bisa terdengar dari dekat pintu. Itu hanya bisa dihasilkan oleh sebuah pemutar musik kualitas tinggi. Ia tersenyum melihat benda mungil itu tergeletak di atas nakas.

Siwon bercerita bahwa ia membelikan Kyuhyun pemutar musik mini itu dan menyerahkannya kemarin. Siwon tidak ingin Kyuhyun merasa kesepian dan bisa mendengarkan musik tanpa mengganggu pasien lainnya. Lagu hymne yang dimasukkan Siwon, membuat suasana di dalam kamar terasa sangat menenangkan.

Sang namja duduk di kursi yang terdapat di sisi ranjang. Ia tersenyum melihat Kyuhyun tertidur dengan bible tergeletak di sisinya dengan posisi terbuka. Ditutupnya bible itu dan memindahkannya ke dalam laci. Ia merapikan selimut Kyuhyun yang sedikit tersibak. Ditatapnya selang infus yang terhubung dengan tangan kiri dongsaengnya dengan tatapan nanar.

Kyuhyunnie…aku tidak tahan lagi kalau terus begini….

Namja itu tak kuasa menahan tangisnya. Ingatannya melayang pada kejadian setelah mereka menghadiri konser DBSK. Saat-saat di mana mereka yang sedang panik dipaksa menandatangani perjanjian yang sampai saat ini masih sanggup membuatnya bergidik setiap membayangkannya.

Kyuhyunnie…aku tidak tahan lagi kalau terus begini…. Mereka tidak memperlakukan kita seperti manusia. Mereka tidak mengindahkan perasaan kita. Mereka membuat Donghae-ah tidak pulang selama 6 tahun hingga saat ayahnya wafat… Mereka membuat ayah Sunggie tidak berani memberitahu bahwa ia sakit parah, karena takut Sunggie yang tak akan mendapat ijin pulang, akan menjadi kuatir… Mereka juga membuatku tidak bisa bertemu wo de mama meski pun aku berada di negara yang sama dengannya… Dan kini…mereka melarang kami mendampingimu saat kau tengah berjuang untuk bisa terus bersama kami…

Namja yang adalah Hankyung itu menangis diam-diam, tak ingin membangunkan dongsaengnya yang tertidur. Dihapusnya air matanya, setelah tangisnya mulai reda. Ia menatap wajah Kyuhyun yang tampak sangat polos dan damai. Diusapnya pelan rambut Kyuhyun dengan sayang.

Aku akan bertahan untukmu, Kyuhyunnie… Jika aku menyerah sekarang, aku tak bisa meninggalkanmu dengan tenang. Di China nanti, hanya aku yang bisa melindungimu… Aku tidak boleh menyerah sekarang. Aku akan bertahan hingga kau kuat, saeng. Semoga sampai saat itu tiba, perlakuan mereka terhadap kita berubah lebih manusiawi… Jika tidak, aku harap kau akan bisa mengerti keputusanku….

Jam dinding menunjukkan pukul dua saat Hankyung akhirnya merebahkan dirinya di sofa. Tersedia sebuah bantal di sana, yang biasa dipergunakan oleh member SuJu saat menemani Kyuhyun di malam hari. Ia pun memejamkan mata. Seperti yang sudah disepakati, dia akan pergi saat pagi datang.

.

3 November 2007

Eunhyuk berkunjung ke rumah sakit sepulangnya dari SUKIRA. Sama seperti yang lain, ia menyamar agar tidak diketahui pers. Saat perawat mengantarnya ke kamar yang ditempati Kyuhyun, namja itu masuk. Ia tersenyum cerah ketika melihat Kyuhyun belum tertidur.

"Kau belum tidur, Kyuhyunnie?" Eunhyuk meletakkan tas ranselnya yang tampak berat ke sofa, lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Kyuhyun.

"Aish, Hyuk, apa aku terlihat tidur?"

Eunhyuk mendelik ke arah Kyuhyun yang bersikap kurang ajar padanya. Namun namja itu langsung tersenyum ketika melihat Kyuhyun mengembangkan senyum kekanak-kanakannya.

"Aku sengaja tidur sejak sore tadi, agar bisa bertemu hyungdeul yang menengokku," kata Kyuhyun. "Beberapa hari ini, kalian datang larut malam, dan saat aku bangun, kalian sudah bersiap-siap pergi."

Namja itu tertawa. "Untung Uisa bilang kau akan dirawat sekitar 2 minggu, kalau tidak, kami bisa bergulat untuk mendapatkan jadwal menjagamu."

"Ada-ada saja." Kyuhyun tersenyum. "Sudah kubilang, biar Eomma dan Ahra noona saja yang menjagaku. Tapi hyungdeul bersikeras menjagaku di malam hari."

"Tidak bisa begitu," kata Eunhyuk. "Kami benar-benar ingin menemanimu, uri magnae." Eunhyuk menguap.

"Hyung…"

"Hmm?" Eunhyuk lagi-lagi menguap.

"Tidurlah, Eunhyuk hyung pasti lelah kan?"

"Tidak, aku akan menemanimu. Besok jadwalku siang kok, aku bisa tidur lagi setelah dari sini."

Kyuhyun ikut menguap. "Aneh…apa pengaruh obat ya? Aku menjadi mengantuk lagi," kata Kyuhyun. Ia menarik selimutnya hingga rapat dan memejamkan matanya.

Eunhyuk menunggu hingga lima menit. Setelah ia merasa Kyuhyun benar-benar tidur, direbahkannya tubuhnya ke sofa panjang dan memejamkan mata.

Setengah jam kemudian, Kyuhyun membuka matanya. Ia hendak melanjutkan tidur pura-puranya hingga agak lama, namun ia merasa haus. Ia tersenyum melihat Eunhyuk sudah tertidur. Kyuhyun mencoba meraih gelas dan teko air putih yang terdapat di atas nakas. Tetapi ia merasa sedikit kesulitan.

Kyuhyun terkejut ketika tiba-tiba Eunhyuk bangun dan bergegas mengambilkannya minum. Namja itu tertawa senang melihat wajah dongsaengnya keheranan.

"Kali ini kau tidak bisa mengecohku, Kyuhyunnie." Eunhyuk membantu Kyuhyun duduk perlahan dan mengangsurkan gelas berisi air ke mulut Kyuhyun. Setelah air di gelas itu habis, Eunhyuk kembali membaringkan Kyuhyun perlahan. "Seharusnya mereka menyediakan sedotan agar kau bisa minum jika tak ada yang membantumu."

Diacaknya rambut sang magnae dengan gemas. "Jangan pura-pura tidur supaya aku tidur, Kyuhyunnie. Aku ke sini sudah bersiap untuk menemanimu. Hyungdeul yang lain juga begitu."

"Tapi Eunhyuk hyung terlihat mengantuk."

"Kau sendiri kesepian, bukan? Itu sebabnya sore-sore kau tidur agar bisa bertemu muka dengan kami." Eunhyuk tertawa senang. "Aku orang pertama yang menemuimu saat kau tidak tidur."

Kyuhyun meringis. Ia sudah salah membuka dirinya tadi. Selama hampir seminggu ini, ia memang kesepian, tapi ia tak berkata apapun pada eomma, appa dan Ahra noona. Kalau tahu ia sendirian hingga tengah malam, mereka pasti akan menemaninya, sehingga ia tak punya waktu untuk bercakap-cakap dengan hyungdeul yang datang.

Karena itulah, setelah menghafal jam kedatangan mereka, begitu keluarganya pulang, Kyuhyun tidur agar bisa terjaga di malam hari. Namun ternyata ia juga tak tega melihat Eunhyuk terlihat lelah setelah pulang dari SUKIRA.

"Hyung, ceritakan padaku tentang kegiatan kalian."

"Oh, kami sedang syuting EHB sejak tanggal 1 kemarin," kata Eunhyuk. Ia lalu menceritakan tentang beberapa percobaan menyangkut lidah dan mata yang mereka lakukan. Kyuhyun mengernyit mendengarnya. "Itu akan ditayangkan untuk tanggal 11 November."

"Acaranya mengerikan," kata Kyuhyun.

Eunhyuk tertawa. "Kau beruntung tidak ikut. Hari ini Kangin hyung terkilir saat syuting EHB."

"Benarkah?"

"Ne," kata Eunhyuk. "Ia sangat kesakitan sehingga semua kru dan manager hyung ikut heboh. Kau pasti tak percaya… Teuki hyung dengan tenang menyuruh Kangin hyung duduk, mengompres tangan Kangin hyung hingga akhirnya rasa sakitnya reda."

"Kangin hyung akhirnya bisa melanjutkan syuting."Kyuhyun menebak.

"Ne. Kami tahu, banyak yang menganggap Teuki hyung bukan leader yang bagus. Tapi kejadian kemarin membuat mereka mulai menyadari kelebihan Teuki hyung." Eunhyuk tersenyum lebar.

"Kyuhyunnie, Teuki hyung yang sekarang, jauh lebih kuat dari seminggu yang lalu. Dia banyak berubah. Selain lembut dan menghargai perasaan kita, dia juga menjadi lebih tenang dan terkendali."

"Teuki hyung memang leader yang baik, kita semua menyadarinya. Hanya orang lain saja yang belum sadar akan kekuatan Teuki hyung yang sebenarnya." Kyuhyun membayangkan sang leader yang cengeng itu. Ia merindukan saat-saat menjahili sang leader yang hanya akan menghela nafas padanya.

"Eunhyuk hyung, aku dengar, hari ini ada demo tentang Henry-ah."

"Benar. Lebih dari 1000 orang fans kita bernyanyi di depan kantor SM. Menyanyikan lagu-lagu Super Junior. Tapi Teuki hyung sudah menjelaskan kepada ELF bahwa Super Junior akan tetap 13. Kehadiran Henry-ah tidak akan menggantikan siapa pun dan tidak akan menambah jumlah personil Super Junior. Dia adalah member dari sub grup kita."

"Apakah itu berhasil?"

Eunhyuk tersenyum lebar. "Sudah kubilang, Teuki hyung banyak berubah. Dia berhasil meyakinkan ELF, meski ada saja yang masih menentang keberadaan Henry-ah di SuJu M. Besok kami akan perform Don't Don di Share Love Concert bersama Henry-ah. Dia boleh tampil lagi."

"Benarkah?" Kyuhyun langsung merasa gembira. Ia yakin Henry merasa sangat terhibur dengan hal itu. "Siapa yang menggantikan part-ku?"

"Yesung hyung."

"Aish! Sudah kuduga." Keduanya tertawa bersama.

"Besok semua akan mengenakan kostum ungu dan hitam. Tapi aku dan Donghae akan mengenakan pakaian serba hitam dan topeng. Kau harus menontonnya, kami pasti akan tampil sangat hebat!"

Kyuhyun merengut. "Buat apa? Aku tidak ikut tampil."

"Jangan merajuk, kami melakukan ini untuk mengisi kekosongan yang terjadi saat kau tak ada," kata Eunhyuk lembut. "Jadi kau tak usah khawatir akan album Don't Don. Kami akan melakukan yang terbaik, termasuk bagianmu juga, magnae."

"Bagaimana dengan acara kalian tanggal 6 November nanti?" Kyuhyun mendecak gemas melihat wajah hyungnya itu tampak sangat cerah. "Hyung, wajahmu sangat menyebalkan jika berbicara soal yeoja cantik."

"Aish! Mau bagaimana lagi? The Asia-Pasific Supermodel Contest 2007 memilih kita menjadi pendamping 11 finalis terbaik mereka. Kau seharusnya bangga. Lagipula, kau terlalu muda untuk menggandeng yeoja secantik dan seanggun mereka."

"Apa maksudmu, Hyukjae?" protes Kyuhyun. "Kau harus hati-hati, siapa tahu yang kau dampingi jauh lebih tinggi darimu."

"Anak ini memang menyebalkan!" Eunhyuk mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas sehingga dongsaengnya protes karena rambutnya menjadi berantakan. Namja itu hanya tertawa lebar. "Aku sungguh kangen padamu. Tak ada yang berteriak hyuk hyuk hyuk dan memanggil Hyukjae keras-keras sepertimu."

"Hyung, ceritamu belum selesai. Kalian menyanyi lagu apa saja di acara itu nanti?" tanya Kyuhyun yang sangat tertarik. Ia merasa bangga hyungdeulnya terpilih. Setidaknya, itu menandakan Super Junior dianggap sangat pantas menjadi pendamping Super Model. Mereka tidak di cap sekedar orang aneh.

"Kami pertama akan menyanyi Don't Don. Henry juga akan tampil. Setelah itu, kami menyanyikan lagu Marry U. Begitu selesai bagian rap, kami berbaris di kiri kanan tangga. Para finalis akan turun. Yang berdiri paling ujung akan menggandengnya, terus begitu hingga finalis terakhir. Yang terakhir akan kami damping di kiri dan kanan. Semua kami lakukan sambil bernyanyi."

"Henry-ah tidak ikut?"

"Tidak, hanya kami berdua-belas dan sebelas yeoja cantik," goda Eunhyuk.

"Kalian tidak mengenakan kostum Don't Don, bukan?"

"Tentu tidak. Nanti kami akan mengenakan jas resmi warna hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam." Eunhyuk menarik tas ranselnya yang hari itu tampak sangat berat. "Aku punya sesuatu untukmu, sebaiknya kau duduk dulu."

Eunhyuk menaruh kembali ranselnya, lalu membantu mengubah posisi tempat tidur Kyuhyun sehingga punggung ranjangnya dalam posisi setengah duduk. Kemudian namja itu mengeluarkan sebuah kemeja putih, sebuah jas berwarna khaki dengan hiasan bahan kulit berwarna coklat di beberapa bagian, celana panjang warna khaki dengan desain yang serupa, lalu sebuah rompi dari bahan kulit berwarna coklat.

"Aish! Keren sekali! Kostum ini bergaya western!" seru Kyuhyun sambil mengamati semua pakaian yang ada di pangkuannya itu.

"Sudah kuduga kau akan menyukainya. Kau akan terlihat sangat tampan dengan kostum itu, Kyuhyunnie," kata Eunhyuk dengan senyum lebar.

"Ini milikku?" Kyuhyun tertegun. Setelah ia memperhatikan lebih cermat, baju itu memang ukuran tubuhnya.

"Ne. Itu kostum kita untuk A Man in Love. Kita menyanyikan lagu itu di Mnet KM Music Festival 2007. Tepatnya 17 November nanti." Eunhyuk menepuk tangan Kyuhyun dengan mimik serius. "Kyuhyun-ah, kami sudah menyiapkan semua ini untukmu. Kau harus tampil saat itu, arrachi? Ada sepetak kecil lantai panggung yang bisa turun naik. Kau akan muncul dari sana saat part-mu hampir tiba, kemudian kembali menghilang dari panggung. Kami akan buat koreo sebaik-baiknya."

Kyuhyun merasa terharu menyadari hyungdeul sudah bersusah payah untuknya. "Aku pasti akan tampil, hyung." Ia mengamati kostum itu, mengamati detailnya dengan antusias. "Kita diminta tampil mengisi acara. Kira-kira kita memenangkan award tidak ya?"

"Jangan pikirkan itu," kata Eunhyuk lembut. "Dengan semua masalah yang kita alami ini, kita bisa berbangga karena sudah melakukan yang terbaik. Lagipula, jika bukan kau, tak ada yang repot-repot memantau kemajuan kita."

Kyuhyun terdiam. Ia mengakui kebenaran kata-kata Eunhyuk. Dengan masih bisa berdirinya Super Junior di atas panggung, mereka sudah harus bersyukur. Kyuhyun kembali mengamati kostum di pangkuannya dengan senang. Ia benar-benar menyukainya.

"Eunhyuk hyung, aku punya permintaan."

"Katakan saja, Kyuhyunnie." Eunhyuk memusatkan perhatiannya.

"Dua boleh?"

"Selama itu tidak mengeluarkan uang, boleh saja," kata Eunhyuk sambil tersenyum lebar.

"Pertama, tolong bawakan PSP, laptop dan buku untukku."

"Itu sudah 3!" protes Eunhyuk.

"Aish! Itu satu paket! Kan bukan hyung yang akan membawanya…. Pasti hyungdeul yang kemari besok…" Kyuhyun mengerjapkan matanya, membuat Eunhyuk tidak kuasa menolak.

"Lalu? Apa yang kedua?"

Kyuhyun tersenyum, memunculkan senyum polosnya. Matanya berbinar. Pipinya yang mulai berisi membuat Eunhyuk merasa gemas. "Kau tahu Kyuhyunnie, aku sangat kuatir jika kau tersenyum seperti itu. Evil smirk-mu jauh lebih menenangkan daripada senyum polosmu.""

"Jangan berlebihan, hyung, aku hanya minta hal yang mudah untukmu."

"Apa itu?"

"Buatkan aku dance yang seksi untuk A Man in Love."

Mata Eunhyuk seketika itu juga melebar. Di hadapannya, Kyuhyun mengukir evil smirk-nya. Eunhyuk berpikir keras. Hal itu membuat Kyuhyun menautkan alisnya. Tidak biasanya Eunhyuk masih berpikir saat ia membuat hyungnya itu terkejut. Kyuhyun semakin penasaran ketika Eunhyuk mendekat ke arahnya, sambil memamerkan senyumnya yang super lebar.

"Kyuhyunnie, kami sudah mempersiapkan 13 cincin untuk para fans yang beruntung di acara kita 15 November nanti. Persiapkan dirimu baik-baik, karena kita semua, harus menyerahkan cincin tersebut sambil melakukan lamaran. Arrachi?"

"MWO?!"

Eunhyuk tertawa puas. Baru kali ini ia berhasil memukul telak si evil magnae.

.

.

Dorm DBSK hari itu tampak tenang. Semua berkumpul sambil menikmati kegiatan masing-masing. Jaejoong dan Junsu berkutat di dapur. Yoochun bermain gaames. Yunho beristirahat di sofa panjang. Ia masih dalam pengobatan punggungnya yang cedera, sehingga tidak boleh banyak beraktifitas.

"Di mana Changminnie?" tanya Yunho saat tidak melihat keberadaan dongsaengnya yang sangat tinggi itu.

Baru saja Yoochun mau menjawab, Changmin masuk dengan bungkusan besar di tangannya. Tanpa suara, ia mengeluarkan isi kantung itu di meja makan. Seloyang Cheese cake, Beberapa porsi Carbonara, dan segelas besar Caramel macchiato. Hyungdeulnya langsung berkerumun di sekitarnya.

"Kau dari mana Changminnie?" tanya Jaejoong.

Changmin tidak menyahut. Dia mulai membuka seporsi carbonara dan memakannya. Dia bangkit mencari pisau untuk memotong cheese cake. Dia juga meminum Caramel macchiato dengan tergesa-gesa hingga tersedak.

"Hei! Ada apa ini? Pelan-pelan makannya, kau bisa mati tercekik!" tegur Jaejoong.

Changmin menepuk dadanya agar tidak tersedak lagi. Namun ia kembali mengisi mulutnya dengan semua yang ia bawa tadi . Tampaknya ia tidak menikmatinya sama sekali. Ia hanya terus menerus memasukkan semua itu.

"Ada apa dengan Kyuhyunnie?" tanya Yunho setelah mengamati ketiga macam makanan dan minuman itu. Changmin sering menyamakan suara Kyuhyun dengan ketiganya.

"Aku ke rumah sakit, tapi namaku tidak ada dalam daftar. Aku tidak boleh menengoknya." Changmin akhirnya berhenti mengunyah dan menangis dengan keras. Ia meletakkan kepalanya di meja makan dengan kedua tangannya sebagai bantal.

"Makanlah yang banyak agar kamu tenang," kata Junsu prihatin. Ia menepuk punggung Changmin dengan lembut.

"Dia makan juga kok kalau marah," sambung Yoochun mengingatkan.

"Jika bahagia dia juga makan banyak-banyak," ujar Jaejoong sambil tersenyum lebar.

"Kalian jangan menggodanya terus. Changminnie benar-benar sedih," tegur Yunho.

"Aish! Yunho hyung terlalu memanjakan bocah ini," protes Yoochun.

Changmin tidak mempedulikan mereka. Ia kembali makan dengan perasaan sedih karena ditolak oleh pihak rumah sakit saat hendak menjenguk Kyuhyun.

"Yunho-ah, sepertinya Super Junior tidak sadar posisi mereka ya?" Jaejoong mengajak Yunho kembali duduk di sofa. Sedikit memaksanya berbaring. "Mereka terlalu banyak masalah tahun ini. Benar-benar kumpulan orang aneh."

"Ah! Maksudmu, mereka tidak sadar peringkat lagu mereka mengalahkan kita dan Shinhwa sunbae di Taiwan?" Yunho tertawa lepas sambil melirik Changmin yang masih saja sibuk di meja makan.

"Album mereka juga masuk Oricon Top 20." Junsu tersenyum lebar.

"Rangking 3 di Billboard G-musik Combo Bagan." Yoochun menambahi. "K One saja kalah."

"Satu lagi, mereka tidak sadar kalau album mereka sekarang bukan hanya berlabel SMEnt." Yunho kembali tergelak. "Di Thailand, album Don't Don berlabel GMM Grammy."

"Mereka bahkan tidak sadar kalau Avex sudah melirik dan mengakui mereka. Karena itulah, album mereka di Taiwan berlabel Avex Taiwan dan di Hongkong berlabel Avex Asia." Jaejoong membenarkan.

"Jangan lupa, mereka menjadi nomor satu di Taiwan, mengalahkan kita dan Shinhwa." Yunho lagi-lagi menyebutkan itu sambil menggeleng kesal.

"Aku juga dengar soal itu," kata Yoochun sambil meringis. "Menyebalkan. Saingannya sakit kepala karena dikalahkan, yang mengalahkan malah tidak sadar sama sekali."

"Eunhyuk pabo dan kawan-kawannya." Junsu tergelak. "Kita sampai ditegur manager hyung karena kejadian di konser kemarin."

"Apa kalian menyesal?" tanya Yunho cemas.

"Aish! Mana mungkin?" Yoochun tersenyum lebar. "Mereka kan sudah meraih semua itu sebelum konser kita kemarin. Mereka saja tidak sadar kalau mereka itu mulai terkenal. Bisa-bisanya Eunhyuk-ah sedih melihat konser kita."

"Menjadi bagian kecil, katanya kemarin…" Mata Junsu mulai berkabut. "Dasar pabo!"

"Melihat mereka diperlakukan tidak adil seperti itu, aku juga tidak bisa tinggal diam. Aku senang kita bisa sedikit membantu mereka. Meski sebenarnya mereka tidak perlu dibantu." Yoochun menyandarkan punggungnya ke sofa sambil menengadahkan kepalanya ke atas. "Aku dengar, sebenarnya mereka bakal menjadi artist terbaik tahun ini."

"Aku tahu." Yunho terdiam. Ia memandang Jaejoong yang berwajah suram. "Tapi ada sambungan kabar itu bukan?"

"Ne. Seonsaengnim meminta pihak penyelenggara award membatalkan niat mereka. Alasannya, Super Junior bukanlah artis. Mereka sebuah grup dengan anggota banyak, jadi gelar artis terbaik tidak cocok untuk mereka…" Jaejoong menghela nafas.

"Jae-ah, kalau kita yang muncul di daftar award itu, apakah Seonsaengnim akan berkata yang sama?"

Pertanyaan Yoochun membuat ke empatnya terpekur. Mata Yoochun sendiri sudah tergenang air mata. Ia memang paling sensitif di antara mereka berlima.

"Aku tidak bisa membiarkan mereka yang seperti itu… Dasar Super Junior pabo!" Junsu menghela nafas kesal.

"Mereka hanya berusaha dan berusaha. Aku sangat kagum terhadap mereka semua." Jaejoong ikut menatap langit-langit ruangan seperti Yoochun. "Kalau aku mengalami apa yang mereka alami, aku akan memilih keluar."

"Jae-ah! Jangan berkata yang aneh-aneh!" tegur Yunho. "Aku rasa Seonsaengnim juga tidak salah. Best artist itu lebih cocok untuk perorangan. Kita harus bisa berpikir positif."

"Hei, hei, …daripada memikirkan yang sedih-sedih begitu, apa kalian tidak merasakan akan ada kejadian lucu?" Junsu bertepuk dengan semangat. Ketiga member DBSK yang lain segera menegakkan duduknya dengan penasaran.

"Apa maksudmu?"

"Super Junior tidak menyadari semua ini, bukan? Reaksi mereka di MKMF nanti pasti menyenangkan." Junsu tersenyum lebar. "Aku rasa, minimal mereka memenangkan sebuah penghargaan."

"Kau benar sekali!" seru Yoochun kembali ceria.

"Tapi, kita tidak akan hadir saat itu." Yunho mengingatkan. "Kita tahun ini selalu di luar Korea. Tidak membuat album apapun di sini. Apa kalian lupa?"

"Aish! Aku tidak bisa melihat muka pabonya saat nama Super Junior disebut," keluh Junsu. Ia benar-benar ingin melihat wajah Eunhyuk saat MKMF nanti.

Keempatnya menengok ketika Changmin bangun dan berjalan dengan diam menuju kamarnya. "Sepertinya, bagi Changminnie, semua ini tidak ada bedanya."

"Biarkan saja. Aku tak sabar menunggu tanggal 17 November nanti. Kita akan menonton di televisi." Yunho tersenyum.

Tiba-tiba Changmin menghentikan langkahnya, lalu berbalik mendekati hyungdeul. "Ada yang menyebut 17 November?" tanya Changmin dengan kesal.

"Aku yang mengatakan itu, Changminnie, kenapa?" tanya Yunho sedikit bingung.

"Hari itu kita tampil di NHK Music Japan Forever Love…. AKU TIDAK BISA MELIHAT MKMF! BAHKAN DARI TELEVISI!" seru Changmin kesal.

"AISH!"

Changmin tidak mendengar keempat hyungdeulnya berteriak kecewa dengan serempak. Ia sudah masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu.

.

.

TBC

.

.

Author nggak tahu mau kasih kalimat penutup apa kali ini.

Mianhe, lagi berat banget buat nerusin ff ini…

Karena kadang nggak tahu mau gimana menuliskannya

Mungkin lagi mentok ya? Mianhe kalau banyak typo, sebutkan aja nanti author edit.

Belum di cek ulang soalnya.

Moga2 review yang masuk bisa bikin sumbatan ide dan betenya hilang. Gomawo

.

Met baca buat semua reader

Met mereview buat yang bersedia mereview

Buat silent rider, nggak harus daftar kok

di sini nggak di lock

.

Buat yang mau kenal

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

Kamsahamnida

.

.

Jawaban reviews chapter 13

wookiesomnia Gomawo reviewnya, chingu. Chang & Kyu emang best friend. Nggak tahu kenapa begitu hehehe

Yeon Love Yeye 11/12/12 Gomawo, chingu, ditunggu review selanjutnya

uryelf 11/12/12 Moga-moga nggak lama

tya andriani 11/12/12 Gomawo reviewnya chingu

Aninkyuelf 11/12/12 Benar. Bisa lihat fotonya di FB ku

Princess kyumin 11/12/12 Iya, si petinggi udah kadung salah, dan tidak mau ngaku salah

haekyu 11/12/12 Gomawo udah ngikutin ff ini

nurhanita fenita clouds elf 11/12/12 Love pair ? nggak ada. Nggak ada namanya di sini, hanya Petinggi SM aja

Kim ryokie 11/12/12 Nggak tahu kenapa bisa diperlakukan begitu

heeeHyun 11/12/12 Changmin begitu Cuma ama Kyuhyun aja. Sma yg lain sih jahil abis

11/12/12 Gomawo

hyunnieya 11/12/12 Gomawo reviewnya, jangan bosan ya

AngeLeeteuk 11/12/12 Kalau real nya nggak ada, di ff ini juga nggak ada. Itu bisa bikin geger soalnya hehehe

Andhisa Joyers 11/12/12 Yup. Blue Sapphire itu indah banget, kayak di dunia peri. Ne. Caramel macchiato

natal 11/11/12 He he he… Saya dan Kyuppa sama (^_^)

AreynaKyuminElf 11/11/12 Mari dukung SJ. Mereka udah kerja keras untuk kita senang, kita juga kudu begitu yach (^_^)

SieLf 11/11/12 Semua percakapan yg dipanggung konser 98% real! Termasuk yg Eunhyuk itu

MyKyubee 11/11/12 Tipe yang kalau salah nggak mau ngaku kayaknya. SUdah terlanjur kesal ama keanehan mereka, ingin cepat2 menyingkirkan, malah tambah lekat. Kebenciannya mulai menjadi tidak normal karena semakin terpupuk.

Kyuhyun cuma pura2 kenyang

kihyun 4orever 11/11/12 Itu benar, termasuk semua yng mereka katakan di atas panggung. Bisa dilihat di FB fotonya ya

SJ Key 11/12/12 Videonya dicari saja di youtube, chingu. Masukkan nama konsernya.

Sachiko Yamaguchi 11/11/12 Sampai rising star muncul

Kim Sooyeon 11/11/12 Bukan nggak ingat, Cuma nggak ingat siapa yg minta hehhehe…masih lama

Itu pas bonamana kan? Masih jauh

ay 11/11/12 Iya, nanti mau bikin ff jenis lain, nggak real gini. Gomawo

SunakumaKYUMIN 11/11/12 Yang penting kita tetap mendukung (^_^) Gomawo reviewnya

Cupcake 11/11/12 Benar chingu. Gomawo

ayu wandira 11/11/12 Gomawo reviewnya

Keyra Kyuunie 11/11/12 He he he…iya memang menyebalkan

kyuqie 11/11/12 Ne. Gomawo

Bella 11/11/12 Thanks buat infonya, yg atas beneran hankyung. Dia lagi ada acara tv itu. Yg bawah harusnya kibum. Gomawo. Jadi author bisa tahu dan edit

lovely yesungielf 11/11/12 Itu real pake banget. Author aja mencak2 pas mau nulis ketiak. Kyuppa rusuh banget wkwkwk. Sakit aja kayak gitu gimana sehat?

Indy 11/11/12 AKhirnya jadi

Azurasky Elf 11/11/12 Kalau soal Kyu, menurut author dia begitu. Sayang banget ama Kyu. Nggak suka red wine aja bela-belain minum itu krn Kyuhyun sukanya red wine

Kadera 11/11/12 Gomawo reviewnya

dhianelf4ever 11/11/12 Foto ada di FB. Viseo kagak bisa upload, tapi di youtube ada

GaemAya 11/11/12 Motto yg mana?

ShillaSarangKyu 11/11/12 Yup, yg di konser itu beneran

Bukan LSM tapi Petinggi SM

sarangchullpa92 11/11/12 . chapter 13

Kalau nyuruh langsung, Changmin kagak bakal mau, masih kalut

Aku juga suka Heechul.

Bukan, kan Yunho kagak tahu Kyuhyun bicara begitu

Ne, suju itu special banget, semua yg kenal mereka dari dekat, pada kagum dan sayang.

Elfclouds 11/11/12 Gomawo reviewnya.

umi elf teukie 11/11/12 Gomawo reviewnya

heemeoww 11/11/12 Ne.

Princess Kyunnie 11/11/12 Gomawo, chingu hehehe…iya, bikin kesel aja

dewdew90 11/11/12 Setuju

Kim Anna 11/11/12 Author lagi bête tingkat akut hehehe

lalalala 11/11/12 langganan juga…gomawo

Nuryewookie 11/11/12 Belum waktunya aja

misskyuKYU 11/11/12 Changmin mmg suka banget makan. Yg konser itu real banget, termasuk pembicaraannya. Hyuk dan Jun berantem terus. Donghae malah kejar2an ama Eunhyuk

Fitri MY 11/11/12 Gomawo

Ahjumma Namja 11/11/12 Ne. keduanya bersaing secara sehat

SETUJU

sisusi 11/11/12 Changmin mmg bilang begitu hehehe

kyuzi 11/11/12 Ne, yg dipanggung 98% real

dinikyu 11/11/12 Tahu tuh…Changmin kalau ama Kyu kayak gitu

xoxoxo 11/11/12 Iya, sama

kim eun ra 11/11/12 Gomawo udah diingatkan.

Cho rae in 11/11/12 Gomawo chingu

Khotmibukanhotmi 11/11/12 Iya, bener hehehe

kim chaeri 11/11/12 Jangan berbuat kejahatan lho sabar…sabar…

Osoichan says 11/11/12 Changmin sayang banget ama Kyu, di nyata juga gitu. Kayaknya nggak bisa nolak kalau ama kyu

vha chandra 11/11/12 .Nggak bahas yg itu…mungkin kalau timeline nya kena ke changmin akan dibahas

vietaKyu 11/11/12 Ne, gomawo reviewnya

Fi Zi 11/11/12 Nanti dikabari. Gomawo reviewnya

Gisella 11/11/12 Iya, udah diedit. Dibaca ulang saja. Yg ada acara itu hankyung (realnya begitu). Yg di dorm itu kibum

Petinggi SM nggak suka keanehan SJ 05, tapi krn sdh teken kontrak, kalau tanpa alasan dibubarkan, dia kena masalah nanti. Jadi mau dibuat kacau biar bubar maksudnya

Ayuwonkyushipper 11/11/12 yg konser beneran plus omongan2nya

Gyurievil 11/11/12 wkwkwk iya….

Yg ketiak itu beneran…author aja kesal nulisnya, tapi mau gimana lagi, mereka mmg bicaranya begitu. Roommate yg antik

gaemwon407 11/11/12 Itu benar semua

11/11/12 .Mantranya sudah tahu kan? hehehe

ryeofha2125 11/11/12 Gomawo

Zizi Kirahira Hibiki 69 11/11/12 Ne, gomawo udah ngasih tahu

Shin Min Hwa 11/11/12 nggak tahu chingu, kayakny amirip poing poing…bunyi benda mentul gitu