Title : RISING STAR Chapter 25

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Changmin

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : "Ui gyeolhon-eul haja, Oppa!" / "Aku bukan kurang ajar, Minimie." / "CAPTAIN CHO!" / "Hi, American Jumong!" / "Kita semua adalah Super Junior."

.

RISING STAR Chapter 25

.

"Hyungdeul, kalian sungguh membuatku kesal. Apa yang harus aku lakukan dengan kalian yang seperti ini?" Air mata menggenang di pelupuk matanya.

Tiba-tiba tubuh Kyuhyun yang ada di pelukan Shindong terasa lemas. Kedua matanya menutup dan kepalanya terkulai ke samping. Begitu pun telapak tangannya yang berada digenggaman Sungmin. Segaris air mata jatuh membasahi pipinya yang pucat.

"Kyuhyunnie? Gwenchana?" Shindong berteriak cemas, menyadari tubuh Kyuhyun bersandar penuh padanya sekarang.

"Ireona, Kyuhyunnie! Jebal! Ireona!"

"Kyuhyunnie, ireona!"

"Ireona, magnae!"

Semua berteriak panik sambil mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun.

.

.

RISING STAR

Chapter 25

.

"Aigoo…bagaimana ini?" Ryeowook mulai terisak di sisi Kyuhyun yang tidak juga bergerak.

"Teuki hyung, kita bawa dia ke rumah sakit?" tanya Eunhyuk sambil memandang Leeteuk. Wajah namja itu sudah basah oleh air mata. Donghae hanya bisa terisak di dekatnya.

"Kyuhyunnie, ireona! Kau tidak mau ke rumah sakit, bukan? Jadi cepatlah bangun!" seru Kangin sambil mencoba mengguncang Kyuhyun, berharap ancamannya membuat Kyuhyun membuka matanya.

Tiba-tiba suara percakapan di sekitar mereka terdengar lebih keras dari biasa.

"Kyuhyun?"

"Ne, aku dengar mereka berteriak Kyuhyun sejak tadi."

"Aigoo… Bukankah mereka Super Junior?"

"Kau yakin?"

"Tidak salah lagi, mereka pasti Super Junior!"

Siwon memandang pucat ke arah Leeteuk. "Hyung! Ini gawat, mereka mengenali kita!"

"Aish! Tentu saja dengan jumlah sebanyak dan seribut ini. Aku lupa kita di tempat umum!" seru Heechul kesal.

"Sekarang bagaimana? Mereka semakin dekat!" Hankyung mulai tegang. Ia ingat waktu seorang fans bertubuh besar mengejarnya sehingga ia menangis ketakutan di depan pintu dorm lama mereka.

"Kita tidak mungkin meninggalkan Kyuhyunnie dan Siwonnie," kata Yesung.

"Jadi?!"

Kini beberapa orang sudah menjadi belasan orang, belasan orang sudah menjadi dua puluhan orang. Jumlah itu terus bertambah seiring keyakinan mereka bahwa yang dilihat adalah Super Junior.

"Aigoo! Mereka mulai mendekat! Apa yang harus kita lakukan?" Ryeowook menjadi panik.

"Hyungdeul pabo! Kenapa bingung? Tentu saja kita harus kabur!"

Semua memandang ke asal suara tadi.

"MWO?!" Kedua belas namja itu melotot melihat magnae mereka ikut memandang rombongan fans yang mendekat.

Kyuhyun bangkit berdiri sambil menarik tangan Ryeowook dan Yesung yang masih tertegun.

"Cepat ke gedung SM! Di sana kita aman!"

Kyuhyun mengajak Yesung dan Ryeowook berlari bersamanya. Mereka menuju tempat teraman yang paling dekat yang bisa Kyuhyun pikirkan saat ini.

"A…apa itu? Kyuhyunnie tidak pingsan?" Donghae terbelalak kaget.

"Kita bahas nanti! Sekarang kita harus lari!" Heechul bergegas menyusul Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung.

"Bagaimana denganku?" tanya Siwon memelas.

"Shindong-ah, bantu aku membawa Siwonnie!" Kangin menarik Siwon agar bergantung di punggungnya. Shindong membantu membenarkan posisi Siwon, memegang kruk namja itu, dan ikut berlari.

"Kita tidak bisa meninggalkan ini semua," kata Leeteuk bingung. Ia tidak ingin Super Junior dianggap mengotori tempat umum.

Para fans mulai berjalan mendekat dengan antusias.

"Lipat saja semua!" seru Kibum. "Donghae hyung, bantu aku menghambat mereka!"

Hankyung, Leeteuk, Sungmin dan Eunhyuk bergegas memasukan semua makanan ke keranjang dan melipat semua yang tersisa dalam gulungan kain. Kibum dan Donghae mencegat rombongan fans.

"Annyeonghaseyo. Super Junior Kibum imnida. Kalian ingin melihat sulap? Kami akan beri sebuah pertunjukan gratis." Kibum menyebar smile killernya, membuat rombongan itu berhenti bergerak meski jumlahnya semakin banyak. Ia memberi isyarat kepada Donghae.

Donghae melakukan pertunjukkan sulap bunga mawarnya dengan memukau, membuat semua terkagum-kagum. Namun setelah itu dia terdiam.

"Hyung, lakukan lagi," bisik Kibum sambil kembali mempertontonkan senyum mautnya. Senyum itu sangat ampuh. Semua diam dengan tenang dan menunggu pertunjukkan Donghae selanjutnya.

"Aku cuma bisa itu, Kibummie. Lagi pula aku tak bawa apapun," kata Donghae dengan wajah memelas.

"Kyaaa! Donghae oppa! Saranghae!" jerit seorang fans melihat muka Donghae yang justru sangat menggemaskan jika sedang memelas.

Rombongan itu kembali berjalan cepat ke arah mereka.

"Kibum oppa! Kibum oppa!"

"Oppa! Saranghae!"

Jeritan mereka mulai semakin keras dan antusias.

"Lari! Semua lari!" seru Kibum.

Hankyung, Leeteuk, Sungmin, Eunhyuk, Kibum dan Donghae bergegas berlari menyusul member yang lain menuju gedung SM. Semua terkejut ketika yang lain ternyata menunggu mereka dibelokan jalan.

"Kenapa kalian masih di sini?" tegur Leeteuk.

"Kami mencemaskan kalian!"

Rombongan fans yang bertambah banyak itu semakin mempercepat langkah mereka.

"Oppa! Oppa! Saranghae!"

"Saranghae, oppa!"

"Ui gyeolhon-eul haja (mari kita menikah), Oppa! "

Leeteuk memandang dongsaengdulnya dengan panik. "Kalau kalian tidak mau dipaksa menikah hari ini…LARIIII!"

Tanpa diperintah dua kali, semua bergegas lari secepat mungkin. Rombongan fans ikut berlari mengejar sambil berteriak-teriak histeris memanggil mereka. Ada yang mengucapkan cinta, ada yang meneriakan lamaran, ada yang sekedar menyebutkan nama mereka.

Member Super Junior pontang-panting menuju gedung SM, apalagi perjalanan mereka tidak mulus. Beberapa fans muncul dari belokan jalan karena mendengar kehebohan itu, dan ikut mengejar mereka, sehingga mereka harus berkelit.

"Hyung! Aku baru tahu ada cara melamar seperti ini!" seru Donghae panik di sela-sela larinya. "Ini sama sekali tidak romantis!"

"Hae pabo!" Heechul sempat-sempatnya berhenti untuk menjitak kepala Donghae. Hankyung langsung menarik Heechul agar berlari lebih cepat.

"Kyuhyunnie! Ini gara-gara kau! Awas! Aku akan memberimu pelajaran jika kita selamat!" seru Kangin yang mulai kelelahan. Shindong bergegas menggantikan Kangin menggendong Siwon. Mereka kembali berlari.

"Jangan salahkan aku! Hyungdeul yang pabo! Kenapa piknik di tempat umum begitu?!" Kyuhyun mulai terhuyung-huyung akibat berlari sedari tadi. Kali ini Ryeowook yang menariknya agar terus bergerak ke depan.

"Kyuhyunnie benar! Seharusnya aku ingat, jumlah kita itu sangat banyak! Kita pasti menarik perhatian!" Leeteuk yang mengusulkan piknik itu merasa bersalah. Ia berlari paling belakang untuk melindungi dongsaengdulnya sambil membawa keranjang. Kadang ia harus berhenti untuk memungut roti yang terjatuh.

Akhirnya mereka berhasil masuk ke area gedung SM. Seperti yang diperkirakan Kyuhyun, penjaga langsung membuat barikade agar para fans tidak bisa masuk. Namja itu kini berbalik ke arah fans yang berteriak-teriak histeris. Ia melambaikan tangannya.

"Annyeong. Mianhe. Kamsahamnida." Kyuhyun melambai dan membungkuk berkali-kali. Member yang lain langsung mengikuti tindakan magnae mereka. Mereka tidak ingin fans tersinggung dengan semua kejar-kejaran tadi. Setelah fans mulai tenang, mereka melambai untuk terakhir kali dan masuk ke dalam gedung.

Semua terkapar di sofa besar yang ada di tengah-tengah lobby. Mereka tidak menghiraukan beberapa orang yang menatap sinis karena kehebohan yang mereka buat. Banyak juga yang justru tersenyum senang dengan semua kejadian itu.

Tak ada yang berbicara. Semua sibuk menarik nafas. Siwon mencoba duduk. Kakinya terasa sakit akibat digendong sambil berlari.

"Kyuhyunnie…aku akan menghajarmu! Aku pasti menghajarmu!" cetus Heechul sambil meredakan nafasnya yang terengah-engah.

"Andwae! Hyungdeul dulu yang mengerjaiku. Aku hanya membalasnya," kata Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"Sudah! Jangan ribut! Habis ini kita segera pulang ke dorm. Ada jadwal nanti malam, bukan?"

Semua mengangguk. Mereka tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan tanpa Leeteuk. Namja itu selalu memperhatikan jadwal semua member Super Junior, sehingga tidak ada yang lupa dengan jadwal hari itu.

"Kyuhyunnie, aktingmu tambah hebat. Kali ini aku tidak tahu kau berpura-pura," kata Shindong setelah nafasnya kembali normal.

"Ne." Kibum tersenyum sambil mengacungkan jempolnya kepada Kyuhyun. "Muridku memang sangat pandai."

Ketika Leeteuk bangkit berdiri, semua bergegas mengikuti sang leader meninggalkan gedung SM.

.

Super Junior bersyukur lift di apartemen mereka sangat besar sehingga semua bisa masuk bersama. Ketika pintu membuka di lantai 11, Sungmin, Eunhyuk, Kyuhyun, Yesung dan Ryeowook segera keluar.

"Kyuhyunnie, kalau kau membohongi kami seperti tadi lagi, kau akan kuhajar!" seru Heechul yang sedari tadi tidak diijinkan Leeteuk untuk melampiaskan kekesalannya. "Aku benar-benar cemas padamu, magnae."

"Mianhe, Heechul-ah," kata Kyuhyun sambil mengeluarkan evil smirknya.

"Magnae kurang ajar! Panggil aku hyung!"

Heechul hanya bisa mengumpat ketika pintu lift menutup sebelum dia sempat keluar. Lagipula Leeteuk dan Hankyung menahannya. Kyuhyun hanya tertawa mendengar teriakan-teriakan marah Heechul.

"Jangan kurang ajar, Kyuhyunnie," tegur Sungmin lembut sambil menjentik hidung Kyuhyun. Namun mulutnya tersenyum manis.

"Aku bukan kurang ajar, Minimie. Aku hanya ingin lebih akrab dengan hyungdeul," kata Kyuhyun kembali mempoutkan mulutnya.

Sungmin tertegun sejenak mendengar panggilan barunya.

Mereka berlima berjalan menuju pintu dorm lantai 11. Yesung, Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk sangat bersemangat membahas kejadian kejar-kejaran tadi. Aku senang melihat kalian ceria seperti ini hyungdeul. Seandainya semua bisa terus seperti ini….

Kyuhyun kembali teringat percakapannya siang tadi. Ia tidak bisa membayangkan jika Petinggi SM kembali menempatkan Super Junior dalam situasi tidak menyenangkan. Situasi yang akan memaksa mereka menampilkan wajah sedih di depan fans yang sebenarnya ingin mereka hibur.

Dan aku akan menjadi salah satu penyebab kesedihan mereka.

Memikirkan hal itu, kepala Kyuhyun terasa berat dan hatinya terasa sesak. Tiba-tiba Kyuhyun merasa tenaganya lenyap begitu saja. Pandangannya pun menjadi gelap. Tanpa bisa ia tahan, tubuhnya jatuh ke lantai. Ia sempat mendengar keempat hyungnya memanggil namanya. Namun setelah itu ia tidak bisa merasakan apa-apa lagi.

.

.

Kyuhyun mengeluh. Seluruh tubuhnya terasa tak bertenaga, begitu pula hati dan pikirannya. Ketika ia mencoba membuka matanya, ia melihat Changmin tengah tersenyum ke arahnya. Alis namja itu bertaut melihat sahabatnya ada di sisinya.

"Changmin-ah?" gumam Kyuhyun nyaris tidak terdengar. Air mata keluar begitu saja, membuat matanya berkabut dan wajah Changmin terlihat samar. "Ternyata aku sangat menginginkan kehadiranmu hingga bermimpi seperti ini… bogo sipeosseoyo…"

Kyuhyun menggeleng lemah. "Mianhe, Changmin-ah… Aku tidak ingin membaginya denganmu… Aku ingin kau selalu ada untuk menemaniku tertawa… Aku tidak akan sanggup jika kau juga ikut bersedih di depanku."

Namja itu memandang Changmin dengan mimik cemas. "Apakah aku sahabat yang egois?" Kyuhyun tersenyum ketika mendapati Changmin tetap tersenyum ke arahnya. "Syukurlah… Aku takut mengecewakanmu lagi, Changmin-ah… Aku senang bisa melihatmu tersenyum walau aku sedang sedih… Aku merasa selalu ada harapan jika sahabatku masih bisa tersenyum bersamaku…"

Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan. Ia merasa sangat lelah. "Terima kasih sudah datang di mimpiku, Changmin-ah… Aku sungguh bersyukur punya sahabat sepertimu…" Mata Kyuhyun terpejam. Meski setetes air matanya jatuh, tapi mulutnya tersenyum dan Kyuhyun kembali tertidur.

Changmin mati-matian membekap mulutnya, supaya suara isakannya tidak keluar. Ia ingin Kyuhyun tetap menganggap kehadirannya sebagai mimpi, jika hal itu membuat sahabatnya lebih bahagia. Perlahan ditariknya selimut Kyuhyun hingga menutup rapat. Ia memandang wajah yang tertidur itu dengan sedih.

Tadi Changmin sedang berkunjung ke dorm Super Junior untuk menemui Kyuhyun. Tapi tidak ada seorang pun di dorm. Namun saat ia hendak berbalik pergi, rombongan Super Junior datang. Ia bahkan sempat tertawa mendengar suara marah Heechul. Pasti Kyuhyun-ah baru saja mengerjai hyungdeulnya. Changmin juga tertawa mendengar obrolan mereka tentang dikejar-kejar fans. Pasti lucu jika bisa melihat langsung.

Berniat mengejutkan mereka, Changmin kembali mundur hingga ke tangga darurat. Namun justru dia yang terkejut saat tubuh Kyuhyun tiba-tiba tumbang tak sadarkan diri. Ia bergegas menghampiri. Ia heran karena hyungdeul Super Junior mencoba membangunkan Kyuhyun, mengiranya berpura-pura.

"Pura-pura atau tidak, aku akan tetap menggotongnya ke dalam dorm!" seru Changmin kesal. Ia lalu mengangkat tubuh Kyuhyun. Melihat tubuh magnae mereka benar-benar terkulai lemas, Yesung, Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook menjadi panik. Mereka pun bergegas membuka pintu dorm.

Kyuhyun dibaringkan di kasurnya. Changmin sedikit heran saat Sungmin dengan cekatan mengganti pakaian Kyuhyun. Ia sendiri hanya sempat melepaskan sepatu sahabatnya. Seberapa sering Kyuhyun-ah pingsan seperti ini?

"Kita panggil Uisa?" tanya Eunhyuk.

"Dia bukan sakit. Dia hanya terlalu lelah dan membutuhkan istirahat." Yesung menggeleng sambil membelai wajah Kyuhyun. Mata namja berkepala besar itu tampak muram. Kyuhyunnie, kau sedang menghadapi masalah apa? Kenapa kau tidak berterus terang kepada kami?

Tak satu pun yang berbicara. Mereka hanya terdiam dan mengamati Kyuhyun yang terbaring di atas tempat tidurnya. Semua mengakui kata-kata Yesung. Wajah Kyuhyun lebih terlihat sedih dan lelah daripada pucat.

Member Super Junior di lantai 12 datang tak lama kemudian. Semua sangat cemas.

"Kyuhyunnie pabo! Kau benar-benar membuatku khawatir," gumam Heechul. "Aku lebih suka kau mengerjaiku daripada seperti ini."

Namja tampan dan cantik itu terus menggenggam tangan Kyuhyun sejak duduk di sebelah tempat tidur. Hankyung harus membujuknya untuk berangkat memenuhi jadwal. Member Super Junior pun berunding mengenai siapa yang menjaga Kyuhyun karena semua memiliki acara yang tidak bisa dibatalkan mendadak.

"Aku saja yang menjaganya," kata Changmin saat mereka kebingungan. "Aku sedang bebas hari ini. Aku bisa menjaga Kyuhyun-ah."

"Terima kasih, Changminnie." Leeteuk tersenyum. "Aku akan meminta Kibummie menemanimu di sini. Dia tidak ada acara malam ini."

Akhirnya di sinilah Changmin sekarang, duduk di dalam kamar Kyuhyun dengan perasaan sesak. Dia tidak punya kemampuan seperti Yesung. Tapi ia tahu wajah sahabatnya terlihat sangat sedih. Bahkan sesekali air mata tampak menggenang di pelupuk mata Kyuhyun.

Igauan Kyuhyun tadi menguatkan semua dugaannya. Ia bersyukur bisa mengingat perjanjiannya dengan Kyuhyun selama ini. Jadi meski perasaannya bercampur aduk, Changmin tetap mengukir senyuman di wajahnya. Dan ternyata hal itu sangat berarti buat Kyuhyun.

Bertahanlah, Caramel Macchiato. Changmin memandang Kyuhyun sambil tersenyum getir. Setiap kau membutuhkan teman untuk tertawa bersama, aku akan selalu siap. Itu janjiku untukmu. Tidak peduli seberat apapun yang harus aku tanggung…. Kali ini, aku takkan pernah melepaskanmu lagi.

.

.

Kyuhyun tidak tahu berapa lama ia tertidur. Namun ketika ia membuka matanya dan melihat ke arah jam weker, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ia perlahan bangun dan menyadari bajunya telah berganti. Dicobanya mengingat apa yang terjadi. Ia meringis ketika sadar bahwa ia pingsan saat menuju pintu dorm.

Aish! Lagi-lagi aku membuat hyungdeul khawatir.

Dengan langkah pelan, Kyuhyun menuju keluar kamar. Sayup-sayup terdengar suara game kesayangannya. Seharusnya Eunhyuk hyung ada jadwal di SUKIRA. Sungmin hyung masih bertugas di CHUNJI. Begitu pula Ryeowookie dan Yesung hyung. Hari ini mereka menjadi bintang tamu di sana. Jadi siapa yang bermain? Kyuhyun mengerutkan kening meski ia yakin hyungdeul pasti tidak membiarkannya sendirian.

Kyuhyun melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu. Matanya mengerjap saat melihat sosok Changmin dan Kibum tengah bertanding Star Craft. Seketika itu juga wajah Kyuhyun memerah. Samar-samar ia teringat mimpinya tadi. Itu mimpi atau Changmin-ah memang ada di depanku? Aigoo, apakah aku mengatakan hal-hal yang aneh?

Melihat Kyuhyun datang, keduanya berhenti bermain. Bahkan Changmin nyaris seperti melompat ke arahnya. Dengan senyum lebar, namja bertubuh sangat tinggi itu menariknya ke sofa dan memaksanya duduk.

"Kau sudah bangun, Kyuhyun-ah? Ayo bertanding denganku!" ajak Changmin sambil menyerahkan stik PS yang dipegangnya.

"Kyuhyunnie, kau pasti lapar. Mau makan apa? Kita pesan makanan saja." Kibum tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang kebingungan. Reaksi Kyuhyun lebih lambat dari biasa. Ditepuknya bahu Kyuhyun dengan pelan. "Hari yang berat, dongsaeng?"

Kibum tersenyum ketika Kyuhyun hanya tersenyum tipis ke arahnya. Ia sadar Kyuhyun tidak bisa bercerita untuk masalah yang satu ini. Ia bisa mengerti, karena mereka tidak jauh berbeda.

"Nah, kita pesan apa? Pizza? Bulgogi? Sushi?"

"Aku mau es krim."

Kibum dan Changmin memandang Kyuhyun dengan takjub.

"Ah! Es krim? Usul bagus!" Kibum cepat-cepat menyetujui. Saat sedang merasa harinya sangat berat, ia pun menginginkan sesuatu yang manis. "Kalian tunggulah di sini. Aku akan membeli es krim dan makanan untuk kita."

"Mianhe merepotkanmu, Kibum hyung… Kita pesan makanan lain saja."

"Aku kau panggil hyung lagi?" goda Kibum sambil tersenyum. Changmin langsung mendapat death glare dari Kyuhyun ketika ikut tertawa. "Tak apa, Kyuhyunnie. Aku juga ingin makan es krim."

Kibum mengambil jaketnya dan berjalan keluar dorm. Kyuhyun memandang Changmin yang masih tersenyum lebar.

"Kau tidak takut gigimu kering tersenyum terus seperti itu?"

"Aish! Kyuhyun-ah, kau ini menyebalkan!"

"Tutup mulutmu, aku kesal melihat senyummu!" seru Kyuhyun ketus. "Sejak kapan kau di sini?"

"Baru saja." Changmin kembali tersenyum lebar, tidak mempedulikan mata Kyuhyun yang melotot ke arahnya. "Ya! Caramel Macchiato! Kau tidak bisa melarangku untuk tersenyum! Aku sudah jauh-jauh ke sini untuk bertemu sahabatku. Aku sedang sangat senang."

"Kau hanya beda tower dengan kami. Kau bilang itu jauh?"

Changmin hanya bisa meringis.

"Sungguh kau baru saja datang?"

Changmin mengangguk.

"Kau tidak berada di kamarku tadi?"

"Ah! Tentu saja aku mengg…eh, menengokmu ke kamar. Ketika aku datang, tiba-tiba kau… uhm, katanya kau jatuh pingsan. Aku sangat khawatir tadi. Tapi sekarang kau sudah sadar. Aku senang." Changmin kembali tersenyum lebar.

Kalimat Changmin bertumpang-tindih. Kyuhyun menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala. "Changmin-ah, kau itu pembohong yang buruk. Jangan pernah berbohong di depan orang lain, arrachi? Kau bisa ketahuan nanti."

Changmin dengan polosnya tertegun. Ia lupa untuk berpura-pura. Kyuhyun langsung tertawa melihat wajah polos sahabatnya.

"Changmin pabo!"

"Aish! Kenapa kau mengataiku pabo?!"

"Abaikan saja." Kyuhyun semakin tergelak ketika Changmin mulai merengut protes.

Saat mereka sedang seru bertanding Star Craft, Kibum datang dengan membawa tiga mangkuk besar es krim, beberapa porsi jjangmyon dan bulgogi. Mereka langsung menyantapnya dengan lahap sambil bermain.

Ketika Leeteuk dan member lain pulang, mereka mendapati ketiganya sudah membuat ruang tengah berantakan dengan bekas makanan dan es krim. Tapi mereka senang melihat Kyuhyun sudah terlihat gembira.

"Aku menang! Kibum hyung dan Changmin-ah, kalian harus mentraktirku besok!"

"Kapan kau kalah?" keluh Changmin. "Aku juga ingin sesekali kau traktir."

"Ya! Changmin pabo! Kau kan tinggal bilang. Aku pasti akan mentraktirmu."

"Benarkah?" Mata Changmin berbinar gembira.

Kyuhyun mengangguk. "Kalau kau menunggu ditraktir dengan cara menang games, kau bermimpi." Kyuhyun tergelak.

Semua member Super Junior yang lain menggeleng melihat kelakuan mereka berdua. Heechul, Yesung, Eunhyuk dan Donghae kemudian ikut bergabung untuk bertanding Star Craft. Suasana menjadi sangat ramai. Ryeowook dan Sungmin dengan senang membuat makanan untuk cemilan.

Jam 2 malam, Leeteuk menengok dorm lantai 11. Benar dugaannya, semua masih sibuk bermain. Member yang tidak ikut bermain tetap terjaga juga. Mereka berperan sebagai suporter. Leeteuk harus memaksa semua berhenti bermain dan tidur.

Hari itu Changmin menginap di dorm Super Junior. Begitu pula dengan Kibum.

.

.

Keesokan harinya…

PRIIIIT

"Ryeowook-ah, ada apa denganmu! Lebih cepat lagi!"

"Ya! Lee Donghae! Jangan berhenti!"

"Shindong hyung! Atur nafasmu baik-baik! Kau berhutang 5 putaran!"

"Teuki hyung, jangan tersenyum jika kutegur! Aku serius! Aku melatih kalian dengan gratis, jadi seriuslah sedikit! Bagaimana pun aku ini sunbae kalian!"

"Changmin-ah!"

Suara itu membuat Changmin tidak melanjutkan kalimatnya. Begitu ia menoleh kepada pemilik suara, wajah kerasnya tadi menghilang dan sebuah senyum manis terukir di sana.

"Caramel Macchiato! Kau sudah bangun?"

"Apa yang kaulakukan pada hyungdeul?"

Kyuhyun kini berdiri di sebelah Changmin. Super Junior memang menyewa kolam renang di apartemen mereka untuk berlatih setiap pagi selama 2 jam. Ia memperhatikan penampilan Changmin yang hanya mengenakan t-shirt dan celana pendek selutut, lengkap dengan peluit dikalungkan di lehernya.

"Dari mana kau dapat peluit itu?"

"Aku pinjam kepada penjaga kolam." Changmin tersenyum lebar. "Aku melatih hyungdeul-mu. Tadi pagi aku juga memberi masukan-masukan persiapan konser yang perlu mereka lakukan. Sama seperti daftar yang kuberikan padamu waktu itu."

Wajah Kyuhyun berubah muram sepersekian detik. Changmin menyadari hal itu. Sama seperti saat Kyuhyun membaca daftar yang diberikannya.

"Kau pasti bisa, Kyuhyun-ah."

Kata-kata Changmin membuat Kyuhyun menoleh dengan heran.

"Kau memang tidak bisa memenuhi latihan dan persiapan seperti yang aku tulis. Tapi aku percaya kau bisa menjalani konser dengan baik. Sahabatku tidak semanis suaranya. Dia orang yang sangat kuat dan keras kepada dirinya sendiri."

"Kau ini sedang mabuk ya?" Kyuhyun melengos mendengar kata-kata Changmin.

"Aku serius, Kyuhyun-ah!" Changmin menarik tangan Kyuhyun agar menoleh kembali kepadanya. "Aku juga akan menjadi lebih kuat dari sekarang. Aku bukan magnae DBSK yang selalu bermanja kepada hyungdeulnya. Aku pasti menjadi kuat sehingga bisa menjadi sahabat yang sepadan denganmu."

Kyuhyun tertawa melihat wajah Changmin yang sangat serius. "Changmin pabo! Kita bersahabat karena kita 'sahabat'. Sejak awal, kau sudah sahabat yang sepadan denganku."

"Benarkah?"

"Ne." Kyuhyun mengangguk. Ia menunjuk ke arah hyungdeulnya yang terkapar satu per satu di pinggir kolam. "Tapi, apakah latihanmu tidak terlalu berat?"

"Biar saja. Aku sedang membalas dendam atas perlakuan mereka terhadapmu dulu." Senyum nakal kini bermain di wajah Changmin.

"Ya! Changmin-ah! Kau mengajak ribut denganku?!"

Suara Kyuhyun yang keras membuat Changmin meringis dan member Super Junior yang lain menoleh ke arah mereka. Kedua magnae itu bertengkar mulut.

"Ada apa lagi mereka?" Eunhyuk bersandar ke tepian kolam renang.

"Naneun mollayo," jawab Hankyung sambil menaikkan kaca renangnya hingga bertengger di kepala.

"Itu sudah biasa. Kapan mereka tidak bertengkar?" Sungmin tersenyum.

"Tapi anehnya mereka bisa sangat dekat." Heechul ikut bergabung.

"Sahabat yang aneh." Kangin bergumam.

Kibum hanya mengangguk membenarkan. Setiap pagi, ia dan Kangin datang ke dorm untuk berlatih. Hanya Siwon yang masih belum bisa ikut.

"Super Junior memang aneh. Yang dekat dengan mereka pun juga aneh. Contohnya Zhoumi-ah, Henry-ah dan Changminnie."

Semua langsung bubar begitu aura gelap Yesung mendekat diiringi kalimat anehnya yang seakan bergema dari dunia lain.

"CAPTAIN CHO!"

Seruan itu membuat semua menoleh. Seorang yeoja manis berlari sambil merentangkan kedua tangannya. Ia sama sekali tidak mempedulikan sekeliling. Begitu berada di dekat Kyuhyun, ia langsung melompat dan memeluk namja itu erat-erat.

"Ahra noona!" Kyuhyun balik memeluk sang kakak yang tingginya tidak mencapai telinganya. Wajah Kyuhyun terlihat sangat gembira. "Kapan noona datang dari Austria? Kenapa tidak menghubungiku?"

"Aku ingin memberi kejutan. Supaya tidak meleset, aku menanyakan jadwalmu pada manager hyung." Ahra melepaskan pelukannya dan kemudian tersenyum manis ke arah Changmin dan member Super Junior. Hyungdeul sudah keluar dari kolam renang dan mengenakan jubah handuk mereka.

"Annyeonghaseyo. Gomawo, kalian selama ini sudah menjaga Kyuhyunnie," kata Ahra dengan sopan.

Leeteuk dan yang lain membalas sapaan itu dengan senang.

"Kyuhyunnie, kau antar Ahra noona ke dorm. Dia pasti lelah. Kami akan menyusul nanti," kata Leeteuk.

Changmin tersenyum kepada Ahra. "Ahra noona cantik sekali," pujinya tulus.

"Gomawo," kata Ahra sambil tersenyum.

"Hentikan kalimatmu di situ, Changmin-ah!" seru Kyuhyun sambil merangkul bahu Ahra. Hari itu Ahra yang bertubuh ramping mengenakan baju yang sangat sesuai untuknya. Roknya yang selutut memperlihatkan kakinya yang ramping. Blusnya yang feminin membuat wajahnya yang lembut semakin cantik. Rambutnya yang panjang terurai tanpa hiasan apapun menjadi sentuhan akhir yang memukau. Kecantikan yang lembut dan sopan, jauh dari kesan glamour.

"Ya! Caramel Macchiato! Aku tulus memuji!"

"Ne. Ne. Setelah itu kau akan melanjutkan dengan kalimat 'tapi kau akan lebih cantik' bila memakai ini, memakai itu, dan bla bla bla."

Kata-kata Kyuhyun membuat member Super Junior yang lain tertawa terbahak-bahak sementara wajah Changmin memerah. Apalagi Ahra ikut tertawa lebar. Changmin memang punya kebiasaan seperti itu bila bertemu wanita yang menurutnya cantik. Ia akan membahas kekurangannya di akhir kalimat.

"Aku tak akan melakukan itu pada Ahra noona," kata Changmin sambil merengut.

"Aku percaya." Kata-kata lembut Ahra membuat Changmin kembali tersenyum.

"Ahra noona, kau berbeda sekali dengan Kyuhyun-ah. Kau sangat cantik dan baik hati. Apa kau yakin dia adikmu? Kalian tidak salah mengambil bayi saat di rumah sakit? APPO!"

Changmin meringis ketika mendapat tepukan keras dari Kyuhyun di kepalanya. Kali ini mereka semua benar-benar tertawa keras melihat kedua sahabat itu.

"Kau katakan itu sekali lagi, aku akan membuatmu menyesal telah dilahirkan, Changmin-ah!" Kyuhyun mendelik. "Ayo, Ahra noona, kita tinggalkan tempat ini. Aku bisa menghajar Changmin-ah jika terlalu lama kalian bersama."

"Kyuhyunnie, bagaimana kalau Siwonnie?" goda Kangin yang langsung disambut death glare oleh Kyuhyun dan tawa yang lain.

Kyuhyun bergegas menarik Ahra keluar dari kolam renang yang sudah dipenuhi tawa para namja itu.

Mata Kyuhyun menatap takjub ketika menemani Ahra ke mobil. Kakaknya mengeluarkan begitu banyak makanan, minuman, dan paper bag. Ia sampai kerepotan mengangkutnya ke dorm.

Ahra mengeluarkan semua makanan yang di bawanya ke meja makan. Sebagian ia simpan di kulkas dan lemari. Begitu pula dengan minuman. Kyuhyun mengamati gerak-gerik kakaknya dengan senang. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat sang kakak sibuk dengan pekerjaan rumah.

"…nie…Kyuhyunnie!"

Kyuhyun tersentak kaget ketika Ahra menepuk pipinya. Yeoja itu tersenyum manis.

"Kau melamun, dongsaeng? Aku sudah memanggilmu berkali-kali."

"Mianhe, noona. Ada yang kau butuhkan?"

Ahra menarik Kyuhyun bangkit dari duduknya sambil membawa paper bag yang banyak tadi. "Di mana kamarmu?"

"Ah! Mari kuantar!" Kyuhyun menuntun Ahra memasuki kamarnya. Ia tersenyum ketika Ahra melihat wallpaper warna pink dan banyak warna pink lainnya di ranjang dan meja Sungmin. "Sungmin hyung menyukai warna pink. Ia pernah hendak membuang semua warna pink miliknya. Tapi karena terlalu banyak yang akan dibuang, dia akhirnya membatalkan niatnya."

Ahra memandang Kyuhyun yang tertawa senang.

"Kau beruntung sekamar dengannya. Orang yang menyukai pink biasanya suka menolong, penyayang, dan pandai beradaptasi dengan perubahan."

"Sungmin hyung memang seperti itu," kata Kyuhyun dengan bangga. "Aku pikir Ahra noona akan menganggap aneh dengan warna pink ini."

"Mana mungkin? Aku ini tak kalah pintar dari Captain Cho-ku. Kita kakak beradik yang pintar." Ahra mengangguk dengan penuh percaya diri.

"Syukurlah, berarti aku tidak tertukar di rumah sakit…."

Kata-kata Kyuhyun membuat Ahra tertawa dengan keras. Ahra memang gadis yang tidak sungkan untuk tertawa lepas jika ia menginginkannya. Ditariknya Kyuhyun dan dipeluknya adiknya dengan erat. "Aish! Kau merajuk! Kau memikirkan kata-kata Changmin-ah ya?"

Ahra dengan gemas mengacak-acak rambut sang adik. "Aku senang sekali, jarang-jarang kau bertingkah seperti dongsaeng. Kau lebih seperti oppa dan namjachinguku."

Sambil tersenyum, Ahra mengeluarkan semua isi paper bag yang dibawanya. Ada sweater, jaket, t-shirt, beberapa kaset games, lampu belajar, pemberat kertas, syal, topi, dan banyak lagi. Kyuhyun sampai berpikir apa yang dipikirkan sang kakak. Tapi ia tak perlu bertanya. Ahra dengan semangat bercerita tentang mengapa ia membeli dan memilih semuanya.

Kyuhyun tersenyum menikmati suara Ahra yang melantun penuh semangat. Yeoja itu selalu begitu jika bersemangat. Ia akan berbicara tanpa henti. Itu juga yang dilakukannya setiap ada masalah. Yeoja itu bisa bercerita satu jam tanpa jeda sementara Kyuhyun mendengarkan dengan sabar. Apa sikapku memang tidak mirip dongsaeng untuk Ahra noona? Tapi aku sangat senang jika bisa membuatnya tersenyum.

"…nie…Kyuhyunnie!"

Untuk kedua kalinya Kyuhyun tersentak. Ahra kembali tersenyum.

"Kau melamun lagi."

Kyuhyun tertawa menanggapi wajah Ahra yang mempoutkan mulutnya. Mereka sangat mirip. Suka tertawa lepas, suka mempoutkan mulut, dan suka menyembunyikan perasaan. Ahra melakukannya hanya di depan orang lain, tetapi Kyuhyun melakukannya hampir ke semua orang termasuk keluarganya sendiri.

"Aku hanya bisa sebentar di sini, Kyuhyunnie." Ahra memandang Kyuhyun yang duduk di tepi tempat tidur dengan tatapan serius. Ia mencoba menilai reaksi dongsaengnya.

Kyuhyun sendiri mencerna kata-kata itu beberapa saat, dan itu membuatnya sedih. Namun ia tetap mengukir senyuman di wajahnya. Tapi tanpa sadar, tangannya menarik Ahra noona sedemikian rupa, sehingga kini noonanya duduk di atas pangkuanya. Kyuhyun memeluk Ahra dari belakang. Kepalanya ia rebahkan di bahu mungil Ahra.

Ahra mati-matian menyembunyikan air matanya. Ia tak ingin Kyuhyun melihatnya menangis. Diusapnya tangan yang merangkul dipinggangnya dengan sayang. Sikap Kyuhyun sudah memberitahunya banyak hal.

"Aku sangat mencemaskanmu, Kyuhyunnie," kata Ahra hampir berbisik. Ia mengatakan itu tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Ia tahu, Kyuhyun lebih nyaman dengan posisinya saat ini. Ia kini menggenggam lengan Kyuhyun yang masih melingkarinya. "Kau selalu menceritakan hal-hal baik dan menyenangkan di telepon. Kau selalu memperdengarkan suara riangmu. Tapi aku… aku merasa kau hanya tidak ingin aku mencemaskanmu."

Ahra terdiam dan menunggu. Ia memejamkan matanya sejenak ketika Kyuhyun tidak juga bersuara. Diusapnya kembali tangan Kyuhyun dengan sayang. Berharap perasaannya bisa tersampaikan.

"Tidak ada yang paling aku inginkan di dunia ini selain menjadi noonamu yang baik, Kyuhyunnie." Ahra mengerjap, mencoba menahan air matanya. "Noona yang dapat kau andalkan. Noona yang bisa mengurangi rasa lelahmu, rasa sakitmu, penderitaanmu… Tidak bisakah aku melakukannya sedikit saja untuk namdongsaeng-ku?"

Kyuhyun tetap terdiam. Tapi tangannya memeluk Ahra lebih erat dari semula.

Air mata Ahra jatuh membasahi wajahnya yang cantik ketika bahunya mendadak terasa hangat. Ia sadar namdongsaengnya sedang menangis saat ini. Tapi yeoja itu hanya terdiam. Ia terus mengusap dan menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut. Berharap semua yang dilakukannya sudah lebih dari cukup.

Suara ribut di luar memberitahu bahwa member Super Junior sudah kembali dari kolam renang. Mereka berseru kegirangan ketika menemukan begitu banyak makanan dan minuman yang dibawa oleh Ahra untuk mereka.

Ahra bergegas menghapus air matanya ketika Kyuhyun melepaskan pelukannya. Saat ia berbalik, wajah cantiknya sudah kembali tersenyum cerah. Begitu juga dengan Kyuhyun.

"Aku akan mengantar noona ke mobil." Kyuhyun menggandeng sang kakak keluar kamar.

Mereka berbincang sejenak dengan Changmin dan member Super Junior yang sudah berkumpul di dorm lantai 11. Kyuhyun tersenyum senang ketika hyungdeulnya memuji Ahra. Bahkan ada yang berharap bisa memiliki noona secantik dan sebaik Ahra.

"Jaga baik-baik dirimu, Kyuhyunnie." Ahra memeluk Kyuhyun sebelum masuk ke mobil.

"Sampaikan salamku untuk Eomma dan Appa, Noona."

"Ne." Ahra mengangguk senang.

"Noona…."

"Waeyo, Kyuhyunnie?"

"Kau noonaku yang paling baik, paling cantik dan paling hebat."

Ahra tersipu mendengar pujian itu. Ia merasa sangat lega.

"Beritahu aku jika kau libur 2 hari atau lebih. Kita akan berlibur bersama, arrachi?"

"Itu tidak akan terjadi." Kyuhyun tergelak. Wajahnya sudah kembali cerah. "Tapi siapa tahu, suatu saat kami bisa mendapat libur."

Ahra tersenyum, menyembunyikan rasa sedihnya mendengar Kyuhyun tidak memiliki hari libur. "Kalau begitu, aku yang akan berkunjung."

"Hyungdeul pasti senang."

Ahra menautkan alisnya.

"Ah! Tentu saja aku yang paling senang," ralat Kyuhyun sambil tersenyum.

Namja itu masih tersenyum sambil melambaikan tangannya hingga mobil Ahra tidak terlihat lagi di pandangan matanya.

.

.

10 Januari 2008

Kedatangan Ahra dan Changmin membuat Kyuhyun sangat gembira. Tapi hal itu berdampak besar buat member Super Junior yang lain. Hyungdeul dibuat pusing oleh ulahnya belakangan ini. Mereka mulai yakin bahwa Kyuhyun sama sekali tidak sakit dan sudah bisa dianggap sehat.

Bahkan tadi pagi Kyuhyun membuat penghuni dorm lantai 12 sibuk mencari Heebum dan Mao Mao yang menghilang. Ternyata Kyuhyun menyembunyikan keduanya di kamar Leeteuk dan Donghae saat sarapan sehingga kamar itu berantakan akibat pertengkaran kedua makhluk yang sejak dahulu kala dianggap musuh bebuyutan.

Kangin masih memarahi Kyuhyun yang membuat kamar hyung kesayangannya berantakan.

"Tapi Kangin-ah, Teuki hyung memang tidak pernah membereskan kamarnya!" protes Kyuhyun ketika Kangin menegurnya lagi di mobil yang menuju stasiun SBS di mana syuting EHB episode 11 akan dilakukan.

"Kau bilang apa barusan?!"

Yesung melerai mereka sehingga Kyuhyun pun selamat dari amukan Kangin.

"Kyuhyunnie, kau ini semakin usil saja," tegur Sungmin ketika mereka yang terakhir keluar dari mobil. Sungmin memang tidak pernah menegur Kyuhyun terang-terangan di depan umum kecuali keadaan mendesak. Ia menggelengkan kepala ketika Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyum lebar. "Kau tidak lupa meminum obatmu saat makan siang barusan?"

Kyuhyun mengangguk. Sungmin sebenarnya sedikit heran. Belakangan ini Kyuhyun meminum obatnya tanpa disuruh. Sesekali saja sang magnae melupakan jadwal obatnya. Mungkin dia tidak ingin jatuh sakit ketika konser kami berlangsung.

Semua member Super Junior berkumpul di salah satu halaman samping SBS. Di sana sudah tersedia 12 tempat duduk berbentuk kubus yang berada di bawah palang yang sangat tinggi. Di atas tiap kubus itu, terdapat kabel baja. Kyuhyun menautkan alisnya.

Ternyata dugaannya benar. Kabel baja itu dipasangkan kepada mereka masing-masing. Mulai episode ini EHB dirubah menjadi sistem tanding di mana mereka dibagi menjadi 2 grup. Grup yang terpilih dalam episode ini ditentukan oleh pengarah acara, bukan oleh mereka sendiri. Diam-diam Kyuhyun merasa tidak tenang.

Ketika dinyatakan bahwa grup yang terpilih sebagai grup 2 adalah yang ditarik ke atas oleh kabel baja, ia sudah yakin bahwa Siwon yang masih cedera dan dirinya serta Heechul tidak akan masuk ke dalam grup 2. Dugaannya benar.

Leeteuk, Sungmin dan Ryeowook berturut-turut ditarik ke atas. Kyuhyun merasa kasihan melihat Ryeowook yang ketakutan. Namun ketika Donghae yang ada di sebelah Ryeowook tadi ikut ditarik ke atas, namja itu sangat senang, bahkan melambai-lambaikan tangannya dengan gembira.

"Annyeong!" seru Ryeowook dengan polosnya.

Donghae yang kesakitan karena kabel baja itu, hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Ryeowook.

Yesung dan Eunhyuk mendapat giliran selanjutnya ke atas.

Untunglah mereka segera diturunkan begitu pilihan selesai dibuat. Masing-masing diminta berganti pakaian. Grup 1 mendapat pakaian 'pasukan elit' sedangkan grup 2 mendapat pakaian 'bandit'. Leeteuk melihat pakaian tipis itu dengan kening berkerut.

Mereka tadi datang dengan jaket tebal, dan kini harus berganti kostum setipis itu. Meski pun mereka bisa menambahnya dengan kaos dan celana training, hal itu tidak cukup hangat. Apalagi syuting dilakukan di luar. Diam-diam ia mengkhawatirkan Siwon, Kyuhyun dan Heechul.

Syuting pun dimulai kembali. Tiga orang atlit panahan diundang untuk memberi mereka petunjuk. Mereka terpukau saat ketiganya berhasil memanah tomat ceri, sebatang rokok, dan akhirnya sebatang isi pensil dengan sangat tepat.

Siwon yg sudah ditopang oleh Kangin dan Kyuhyun sejak beberapa waktu lalu, akhirnya diijinkan untuk pulang dan beristirahat. Keadaannya tidak memungkinkan untuk ikut.

Karena Korea masih berada pada musim dingin, para atlit panahan mulai mengenakan jaket tebal. Begitu pun Kyuhyun, Donghae dan Ryeowook. Sebenarnya semua kedinginan, tetapi pihak acara keberatan mereka memakai jaket. Setelah tawar menawar, akhirnya mereka diijinkan sesekali saja. Itu pun hanya di saat pelatihan.

Kini salah seorang atlit panahan diminta memanah sasaran yang bergerak sementara dia sendiri naik kuda mekanik yang bergerak naik turun dan maju serta mundur di rel. Kesempatan pertama dia hanya bisa mengenai papan target. Saat kesempatan kedua, yeoja itu berhasil memanah di lingkaran biru. Baru di kesempatan ketiga ia berhasil memanah lingkaran merah.

"Kuda mekanik itu terus bergerak sehingga sulit untuk membidik tepat ke lingkaran target. Saya hanya dapat membidik gambar tubuh babi hutan itu," kata sang atlit panahan.

Kangin meneliti panah miliknya dengan panah milik sang atlit.

"Busur yang dia gunakan sangat berbeda dari kita," selidiknya.

Shin Dong Yup tertawa. "Kalian akan menggunakan busur murah untuk melakukan eksperimen dan kami telah menyiapkannya dalam jumlah sangat banyak untuk kalian mencoba."

"Meskipun atlit panahan harus menembak mengenai lingkaran merah untuk lulus, aku rasa kalian cukup mengenai lingkaran biru." Namun wajah Shin Dong Yup berubah pucat saat mendapat kode dari pengarah acara. "Ternyata kalian harus membidik lingkaran merah untuk dinyatakan lulus."

"MWO?" Semua saling memandang karena tingkat kesulitan mereka disamakan dengan pemanah professional.

" Saya pikir seharusnya cukup di titik kuning," kata Leeteuk. Kuning adalah lingkaran paling luar daripada biru. Dongsaengdul langsung berseru setuju dengan usulan sang leader.

"Aniyo. Karena atlit tadi berhasil membidik lingkaran merah, maka grup 1 harus melakukan yang sama," kata Shin Dong Yup dengan wajah menyesal.

"Kami pasti bisa melakukannya." Leeteuk yang merasa sia-sia jika menawar, berganti mengucapkan kalimat meyakinkan. Ia tidak ingin melemahkan semangat dongsaengdulnya. Sebagai leader, ia harus yakin terlebih dahulu sebelum meyakinkan yang lain.

"Bagaimana jika kita coba memanah di lingkaran kuning?" usul Eunhyuk.

Kangin mulai membidik dari atas kuda mekanik. Eunhyuk berlari di sisinya.

"Di situ!" seru Eunhyuk. Kangin pun membidik. Tidak mengenai papan target sama sekali.

"Ini terlalu sulit," kata Kangin.

Kim Heechul ingin mencoba tetapi Kangin masih penasaran.

"Ayo cepat turun!" seru Heechul yang masih mengenakan jaket karena cuaca justru semakin dingin. "Kau memiliki kesempatan untuk menembak lagi nanti!"

"Saat mencoba pertama, aku menemukan cara supaya bisa melakukannya dengan tepat," kata Kangin. "Biarkan aku melakukan ini lagi. Kangin start!"

Kali ini Kangin lebih serius mencoba. Tapi lagi-lagi gagal.

"Dia selalu membidik di luar papan target," kata Shindong.

Giliran berikutnya adalah Kibum

"Dia tampan," puji Yesung melihat Kibum yang memakai pakaian tradisional namun dengan sepatu kulit membungkus kakinya. Tidak seperti yang lain yang memakai sepatu kain hingga mereka harus berjingkrak kedinginan, Kibum tetap mengenakan sepatu pribadinya.

"Dia juga memakai jam tangan!" seru Shindong.

"Hi, American Jumong!' seru Heechul menggoda dongsaeng kesayangannya.

Leeteuk sempat protes ketika pihak pengarah acara meminta tak seorang pun mengenakan jaket. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak ketika permohonannya ditolak.

Bidikan pertama Heechul mengenai papan target. Tapi bidikan kedua meleset sama sekali. Tibalah giliran Kyuhyun si pengemar drama Jumong.

"Aku suka menonton drama Jumong,"kata Kyuhyun sambil naik ke atas kuda..

Donghae, Leeteuk, Ryeowook, dan Eunhyuk berlari di sisinya memberi semangat. Yesung melihat ulah mereka sambil tersenyum. Wajah Kyuhyun serius ketika mengangkat busurnya. Tapi panahnya meleset sama sekali.

Sementara yang lain mentertawakannya, Kyuhyun mencoba berpikir di mana letak kesalahannya. Ia sibuk mengingat-ingat apa yang dilakukan para yeoja tadi.

Heechul kembali mencoba. Kali ini ia bersikeras mengenakan jaket meski harus bertengkar mulut dengan pengarah acara. Akibatnya dia, Donghae dan Ryeowook pun boleh mengenakan jaket kembali.

"Heechul hyung pasti bisa melakukannya saat ini," kata Kyuhyun yakin.

Perkataannya terbukti. Heechul tidak berhasil mengenai lingkaran sasaran, tapi jaraknya sudah dekat dari lingkaran target, yaitu perut. Dibidikan kedua, dia mengenai kaki belakang.

Kyuhyun tertawa senang melihat perkataannya terbukti. Heechul pun menjadi bersemangat.

Kemudian Kyuhyun dan Kangin mencoba lagi, tapi keduanya meleset. Ketika giliran Heechul mencoba lagi datang, namja itu masih belum berhasil mengenai lingkaran merah. Shindong berhasil mengenai kaki belakang dua kali. Yang ketiga mengenai lingkaran biru, hanya 2 cm jaraknya dari lingkaran merah. Semua berseru kegirangan.

Kyuhyun yang kedinginan akhirnya menyerah dan mengenakan jaket.

.

Mereka sudah melakukan percobaan selama tiga jam tapi belum ada yang berhasil. Matahari pun mulai beranjak turun. Membuat cuaca di musim dingin itu semakin dingin.

"Seperti aku katakan sebelumnya, kalian harus berusaha hingga berhasil. Bahkan meski pun hari larut malam kita semua akan lembur. Kami akan menyalakan lampu untuk kalian, jadi kalian harus bekerja keras." Shin Dong Yup memberitahu.

Kyuhyun melihat ke langit yang mulai gelap. nafasnya sudah berkabut. Drama tragedi pertama sejak aku tahu kalau semua ini sengaja dibuat. Aku dan hyungdeul harus keluar dari sini secepatnya. Kyuhyun melihat Kangin mengatupkan kedua telapak tangannya yang sudah kedinginan.

"Kami akan pindah bersama grup 2 ke dalam studio untuk melakukan percobaan menangkap panah," kata Shin Dong Yup. "Grup 1 harus tinggal di sini hingga berhasil."

Heechul terbeliak kaget sambil memandang sekeliling. Ia merapatkan jaketnya. "Cuaca di sini sangat dingin!"protesnya. Kakinya yang ditanam pin mulai terasa ngilu.

"Kalian akan berhasil bukan?" tanya Shin Dong Yup, lebih tepat disebut permohonan. Ia tidak tega melihat mereka tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kami akan berhasil," kata Shindong mantap. Mood maker Super Junior itu berusaha menyemangati dirinya dan semua member yang berada di grup 1.

"Ini benar-benar membuat kita marah," kata Heechul yang mulai mengalami suasana hati yang buruk.

"Sebelum kalian pergi, bisakah kalian membelikan kami jjangmyon?" pinta Kangin. Perutnya mulai terasa lapar. Mereka sudah melakukan syuting sejak jam makan siang hingga makan malam hampir tiba.

"Ne, kami akan mempunyai tenaga lebih sesudah makan jjangmyon," kata Heechul. "Aku pesan jjangmyon."

"Baiklah, aku akan mentraktir kalian semua," kata Shin Dong Yup yang merasa iba.

"Ganjjangmyeon," kata Shindong ketika Shin Dong Yup menanyakan keinginan mereka satu per satu.

"Seporsi kecil jjangmyon," kata Kyuhyun yang sedang tidak nafsu makan.

"Champong," kata Kangin.

"Samseon champong," kata Kibum mantap.

"Samseon champong 5500 won dan Champong 3500 won," protes Shin Dong Yup.

"Aku mau Samseon champong juga, " kata Kangin. Kibum tertawa mendengarnya.

Shin Dong Yup tidak tega untuk menolak.

"Semoga kalian berhasil," ucap Shin Dong Yup tulus. Semua bertepuk tangan memberi semangat dan meninggalkan tempat itu, menuju studio yang hangat. Leeteuk menoleh sejenak ke belakang dengan perasaan cemas.

.

Tanpa menunda waktu karena cuaca yang semakin dingin, Kangin, Shindong, Heechul dan Kyuhyun mengambil tabung panah dan busur untuk berlatih. Sementara itu, para kru mulai memasang lampu di beberapa tempat dan tabung-tabung pemanas agar mereka merasa sedikit hangat.

Member yang berada di grup 1 membahas hasil percobaan mereka sebelumnya untuk mendapat bidikan yang lebih baik.

"Kita bisa membidik saat maju dan mundur. Itu akan membuat kita menghemat waktu. Kita tidak mau bekerja semalaman seperti pasukan elit sungguhan kan?" tanya Heechul dengan nada kesal.

"Jadi kita bisa menembak 2 kali." Shindong mengangguk setuju.

"Kita benar-benar seperti pasukan elit sungguhan," desis Heechul.

"Aniyo, kecuali kita memanah manusia," kata Shindong mencoba bergurau.

Kyuhyun memandang Heechul dengan diam. Ia tahu, Heechul pasti merasa ngilu karena pin logam yang ditanam di kakinya. Apalagi cuaca benar-benar tidak bersahabat dengan mereka. Kyuhyun hanya bisa berharap semoga emosi Heechul tidak bertambah buruk.

.

Di Studio yang hangat, grup 2 memulai syuting mereka.

"Sekarang sudah malam dan cuaca sangat dingin," kata Shin Dong Yup kepada grup 2. "Grup 1 melakukan percobaan di luar di tengah cuaca dingin, kita bisa berada di dalam studio yang hangat untuk melakukan percobaan."

Kata-kata Shin Dong Yup membuat Sungmin, Eunhyuk dan Yesung mencemaskan member yang berada di grup 1. Wajah Yesung terlihat paling muram. Ia memikirkan Kyuhyun yang sedang sakit dan Heechul yang memiliki pin pada kakinya.

Di luar, pengarah acara tidak mengijinkan mereka menggunakan jaket dengan alasan tabung penghangat sudah ada. Padahal mereka hanya bisa menghangatkan telapak tangan mereka di sana. Sarung tangan yang mereka pakai tidak terlalu menahan dingin. Kali ini, protes Heechul tidak dikabulkan. Suasana hati Heechul dan Kangin mulai memburuk.

Karena Shin Dong Yup tidak ada, Kangin pun menjadi pembawa acara.

"Ini pertama kali aku menjadi MC, aku merasa sedikit gugup," kata Kangin. "Sekarang giliran Kim Heechul. GO!"

Heechul dengan wajah kesal mulai naik ke atas kuda mekanik.

"Aku sudah menarik busur begitu banyak hingga lenganku terasa sakit," keluh Heechul.

Bidikan pertamanya mengenai papan. Bidikan keduanya gagal total.

"Ini mulai membuatku gila," kata Heechul.

Kyuhyun mencoba sementara yang lain mulai membakar cumi-cumi kering di tungku pemanas.

"CHO KYUHYUN! GO!" seru Kangin.

"Kangin-ah, longgarlah sedikit! Sebenarnya Kyuhyunnie sedang sakit," tegur Heechul.

"Kyuhyunnie, kau bisa melakukannya!" seru Shindong memberi semangat. Ia tidak mempedulikan Heechul dan Kangin yang sudah mulai mengeluarkan temperamen keras mereka.

"Meskipun kita semua mengerti bahwa Kyuhyunnie sedang sakit, dia tetap harus berusaha!" cetus Kangin.

Kibum memandang kedua hyungnya dengan pandangan kesal. Ia tahu Kyuhyun berhasil membuat yang lain merasa dirinya sehat dengan berbagai ulah usilnya. Tetapi Kibum tahu benar kondisi Kyuhyun.

"Usaha yang bagus, Kyuhyunnie!" seru Shindong tetap memberi semangat meski tak satu pun anak panah yang Kyuhyun lepaskan mengenai papan target.

Kyuhyun menoleh ke arah Kangin dan Heechul. Suara keduanya tidak kalah keras dari Shindong. Ia mengarahkan panahnya ke kedua hyungdeulnya sambil tertawa.

"Kami memperhatikanmu!" seru Heechul dan Kangin.

Meski mereka bersorak-sorak menyemangati, tapi hanya Kibum dan Shindong yang benar-benar memperhatikan Kyuhyun.

"Kyuhyunnie, bidik sekali lagi!" Shindong mengingatkan ketika kuda berjalan mundur.

Kyuhyun kembali berkonsentrasi. Dicobanya melakukan seperti yang atlit panahan tadi lakukan. Ia menarik busur perlahan, memantapkan posisi lengannya, menahan nafas, dan mulai membidik. Ia mengingat-ingat semua pengalaman gagal sebelumnya.

Ketika ia melepaskan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah dari anak panah, ia tetap mempertahankan posisi tubuh dan lengannya agar anak panah yang melesat tidak berubah arah. Kali ini dia berhasil mengenai kepala target.

Kibum tertegun. Kangin menoleh. Heechul membelalakkan mata.

"Ani! Aniyo! Itu mustahil!" seru Heechul tak percaya. "Aku saja tidak dapat membidik ke sana. Mustahil dia bisa melakukan itu!"

Ketika turun dari kuda, Kyuhyun bergidik kedinginan dan melangkah cepat ke arah tungku penghangat.

"Kau benar-benar hebat," puji Heechul ketika Kyuhyun mendekat.

"Hyungdeul membicarakanku ketika aku di sana, bukan?"

Kibum tertawa melihat Kyuhyun tersenyum tapi intonasi suaranya mengancam ke arah Kangin dan Heechul. Kedua hyungnya hanya bisa meringis.

"Aku benar-benar terkejut!" Heechul berteriak kegirangan.

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepala melihat ulah Heechul dan Kangin. Saat dekat mereka memuji, tapi saat jauh mereka mengejek.

Kangin hyung dan Heechul hyung mulai semakin keras. Tidak ada Yesung hyung atau pun Teuki hyung yang bisa mengendalikan mereka. Kibum hyung terlalu cuek. Shindong hyung meski berusaha tidak terpancing suasana, mulai kelelahan. Ini tidak bagus, kami harus segera menyelesaikan tugas ini.

Semua merapat di tabung yang sama sementara Shindong mencoba.

"Apakah dia bisa melakukannya? Apakah dia benar-benar berpikir dia yang paling hebat karena aku memujinya begitu?" kata Heechul yang semakin sinis.

Shindong berhasil membidik kaki belakang 2 kali. Tapi itu tidak membantu mereka keluar dari tugas ini.

"Siapa selanjutnya? Kibummie?" tanya Heechul.

Kibum tertawa, ia tidak mau memanah dan dia sangat kedinginan.

"Saya tidak percaya diri untuk melakukannya," kata Kibum. Sepatah kalimat pendek. Tapi semua tahu, tidak ada apapun yang bisa membujuk Kibum melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya. Bahkan saat menjadi peserta training di SM, Kibum dengan cuek membolos jika dia tidak mau berlatih.

Shindong meminta Heechul mencoba memanah. Kangin mendorongnya juga.

"Ani. Aku sudah melakukan banyak," tolak Heechul. Tapi melihat dongsaengdulnya semakin kedinginan, dengan berat hati akhirnya dia maju juga. Bagaimana pun Heechul merasa dia yang paling tua di grup 1. Dia harus berusaha menahan emosinya.

"Maju dan kembalilah dengan cepat, Heechul hyung!" seru Kyuhyun sambil mengunyah cumi-cumi kering yang dihangatkan Shindong untuknya. Ia tahu hawa dingin sangat menyiksa kaki Heechul.

"Kau dapat melakukannya!" seru Kyuhyun lagi.

Semua mempehatikan Heechul. Mereka bersorak ketika bidikan Heechul mengenai perut target. Tapi itu bukanlah lingkaran merah.

.

Langit benar-benar gelap sekarang. Malam sudah semakin larut. Cuaca pun semakin dingin. Semua merasa lelah, lapar dan kedinginan. Mereka berharap Heechul berhasil. Tapi tak satu pun bidikan Heechul mengenai target yang ditentukan oleh pengarah acara.

Mereka bersorak gembira saat motor pengangkut makan malam datang. Heechul tidak mau ketinggalan. Ia langsung bergabung di lantai semen yang dingin. Mereka duduk di lantai mengelilingi makan malam yang mereka pesan.

"Mari kita makan sekarang," kata Kangin. Ia bersemangat melihat makanan yang banyak dan hangat.

"Kau makan sedikit sekali," kata Shindong melihat pesanan Kyuhyun yang hanya seporsi jjangmyon. Mereka semua memesan beberapa mangkuk besar. Ia memberi dongsaengnya itu sumpit. Kyuhyun hanya tertawa. Dia tidak nafsu makan sejak tadi malam.

"Percobaan memanah ini berat," kata Heechul.

Shindong mengangsurkan seporsi besar jjangmyon kepada Heechul.

"Aku pikir kita akan berhasil setelah beberapa bidikan." Namja tampan dan cantik itu mulai menyantap pesanannya dengan lahap.

"Saat ini cuaca sangat dingin dan gelap, jadi kita tidak bisa benar-benar berkonsentrasi. Tanganku terasa kaku," kata Shindong. Ia tidak sanggup melakukan bidikan lagi, apalagi matanya tidak bisa melihat dengan baik meski pun sudah mengenakan kacamata. Cuaca dingin membuat kacamatanya berembun.

"Tadi tanganku mati rasa, tapi sekarang sudah membaik," kata Kangin sambil memegang mangkuk samseon champong yang mengepul.

Kyuhyun makan dengan diam sambil mendengarkan. Ia sibuk berpikir.

Mereka mencoba menghilangkan stres mereka dengan makan.

"Aku bertanya-tanya apa yang dilakukan grup 2. Seharusnya mereka yang dinamakan grup 1," kata Heechul. "Kita di grup 1 tapi harus makan di lantai yang dingin. Aku merasa ingin menangis."

"Tunggu dulu, sepertinya kita ditipu oleh mereka." Kangin menimpali. "Ini jelas-jelas bukan pelayanan untuk grup 1… Ini sangat tidak adil!"

"Ini mengingatkanku ketika kita makan jjangmyon di jalanan." Heechul tertawa.

Sekarang mereka melanjutkan makan dengan diam.

Ketika semua masih makan termasuk para kru, Kyuhyun melakukan latihan sendiri. Ia merasa bidikannya adalah yang paling buruk. Ia mencoba mengingat semua yang pernah ia lihat tadi dan semua kesalahannya. Ia mencatat di dalam kepalanya mulai dari posisi tubuh, cara memasang anak panah, menarik tali busur, menjangkar, membidik, melepaskan anak panah, dan mempertahankan posisi busur sesudah anak panah dilepas. Semua bidikan ia catat dan ia rubah tekniknya di bidikan selanjutnya. Hal itu dilakukannya berkali-kali.

Shindong yang mencemaskan Kyuhyun segera datang menemani begitu ia selesai makan. Kyuhyun tersenyum senang melihat kedatangan Shindong. Ia sendiri mulai mengenali teknik yang tepat untuk memanah.

"Aku akan membidik lingkaran merah sekarang, Shindong hyung," kata Kyuhyun sambil tersenyum. Ia menggunakan semua teknik yang ia simpulkan dari semua percobaan tadi, berkonsentrasi, dan membidik.

Shindong menghampiri papan sasaran yang dibidik berturut-turut oleh Kyuhyun. Ia senang melihat bidikan Kyuhyun mengenai bidang merah 2 kali. Kyuhyun mengalami banyak kemajuan dari latihannya. Ia memakai teknik sekaligus intuisi.

Kyuhyun kembali berlatih. Tiba-tiba ia terkejut dengan hasil bidikannya yang terakhir. Shindong yang masih setia menemani sang magnae segera berlari mendekati papan target untuk memastikan.

"Kau mengenai kamera yang terdapat tepat di tengah! Tidak dapat dipercaya!" puji Shindong ketika Kyuhyun mendekat untuk ikut melihat.

Sayangnya, kamera yang terdapat di tengah itu sedang dimatikan karena para kru sedang makan malam. Kamera pun kembali dinyalakan.

"Saya terkejut." Kyuhyun tertawa melihat hasilnya.

Shindong dan kru tidak bisa tersenyum sedikit pun. Mereka sangat kecewa dengan hal itu. Hanya Kyuhyun yang masih bisa tertawa saat mengetahui bidikan sempurnanya tidak terekam kamera.

Shindong membantu mencabut anak panah hasil bidikan Kyuhyun untuk dipergunakan lagi nanti.

"Apakah saya juga harus mencabut ini?" tanyanya sambil menunjuk hasil bidikan yang tepat di tengah itu. Ketika di jawab 'ya', wajah Shindong kecewa. Ia merasa sedih jika harus mencabutnya meski itu hanya hasil latihan. Setelah mencabut panah, Shindong menyentuh hasil bidikan Kyuhyun dengan perasaan sedih.

Kyuhyun membereskan anak-anak panah yang jatuh. Aku tidak boleh bersedih, itu yang diinginkan petinggi SM dari kami…untuk mengundang rasa iba yang menonton. Kami bukan pemeran drama tragedi.

Shindong mengambil panah-panah yang ada di tangan Kyuhyun dan membantu sang magnae memasukkan panah-panah itu ke dalam tabung sementara Kyuhyun menunduk untuk mempermudah Shindong. Mereka hanya bisa menelan kekecewaan mereka.

"Kita tidak boleh puas dengan mengincar target saja. Kita harus mengincar titik merah sekarang," kata Kyuhyun memberi semangat kepada hyungdeulnya. Waktu kami tidak banyak. Sebentar lagi grup ini bisa meledak.

"Kangin-ah, istirahatlah sekarang!" seru Heechul. Ia berusaha mati-matian menjadi pemimpin yang baik.

Kangin terlanjur marah dengan keadaan mereka. "Aku akan tetap di sini!"

"Hentikan sekarang! Jika kau ingin disyuting, kembalilah dengan album solo! Setelah itu kau boleh mencobanya lagi. Kami berempat akan menunggu," kata Heechul, sama sekali bukan kata-kata yang membuat Kangin tenang.

Kangin tetap bersikeras mencoba lagi. Hasil bidikannya memang semakin dekat dengan lingkaran merah. Kibum sendiri tetap berdiri di antara 2 pemanas sementara Kyuhyun menaruh kedua tangannya di salah satu tungku.

Hanya Kyuhyun yang masih bisa tertawa lebar melihat keberhasilan Kangin. Ia terus menerus berusaha membangun suasana, namun sepertinya hyungdeul benar-benar lelah dan tidak bisa tersenyum. Apalagi dia tidak berbakat menjadi mood maker seperti Shindong. Ia hanya bisa mempertahankan senyum dan tawanya sendiri.

Heechul, Kangin dan Kyuhyun saja yang masih bertahan terus memanah selesai makan malam tadi. Kangin yang kuat pun mulai merasa lelah.

"Kangin-ah, kau semakin dekat dengan target!" Heechul mencoba memuji.

Tapi mereka sadar, setelah berjam-jam berlatih, membidik papan target bukan lagi hal sulit. Saat ini yang mereka butuhkan adalah mengenai lingkaran merah. Kuda mekanik sama sekali tidak membantu.

"Aku, Kyuhyun sshi, akan mencoba menggunakan teknik yang kugunakan sebelumnya," kata Kyuhyun. Ia memerankan MC untuk dirinya sendiri.

Heechul dan Shindong menoleh mendengar kata-kata itu. Hanya Kibum yang tetap berdiri tanpa ekspresi. Ia benar-benar sudah mengantuk.

"Kamu dapat melakukannya, Kyuhyunnie! Hwaiting!" seru Heechul.

Kyuhyun tersenyum melihat Heechul mengatakan itu dengan nada lemah dan wajah tampak mengantuk. Gomawo, Heechul hyung, kau sudah berusaha keras menjadi leader kami di grup ini.

Kangin turun dari kuda dan mendekati Heechul.

"Kau lelah? " tanya Heechul. Ia benar-benar berusaha menjaga dongsaengdeulnya.

"Aku tidak sanggup membidik lagi," keluh Kangin.

Karena mereka semua kelelahan, tidak ada yang bersorak-sorai lagi untuk menyemangati member yang sedang mencoba.

"Aja aja!" seru Shindong menguatkan diri. Ia hanya bisa mengucapkan sependek itu.

Kyuhyun mulai memantapkan pijakannya, memasang anak panah, menarik tali busurnya, menjangkar, dan membidik. Ia mencoba menghafalkan semua kesalahannya tadi, memperkirakan di saat bagaimana ia harus meluncurkan anak panahnya.

Tidak ada yang berfokus pada Kyuhyun selain Shindong. Hyungdeul yang lain sangat kelelahan, bahkan untuk menarik tali busur lagi mereka sudah tidak bertenaga. Apalagi puluhan kali kegagalan mulai membuat mereka semua tidak antusias. Bukan mustahil Kyuhyun pun akan gagal lagi kali ini.

"Sudah sepantasnya orang-orang seperti mereka harus berjuang ke atas dengan susah payah, dengan mengucurkan keringat dan air mata." Kata-kata Petinggi SM terngiang di telinganya. "Aku tidak akan segan-segan, Kyuhyun sshi. Kau akan jadi salah satu tokoh dalam rancangan yang aku buat. Sebuah drama tragedi. Pikirkanlah baik-baik!"

Aku dan Super Junior akan menjadi sebuah grup yang berbahagia, seonsaengnim. Aku akan berusaha yang terbaik hingga akhir. Aku harus berhasil! Kyuhyun menahan nafas, memusatkan perhatiannya, dan melepaskan anak panah. Anak panah itu melesat cepat dari busur.

Shindong yang sedari tadi memperhatikan Kyuhyun, langsung berdiri melihat anak panah yang tertancap. Melihat gerakan Shindong, Heechul yang nyaris tertidur sambil berdiri, menoleh ke arah papan target. Mata namja tampan dan cantik itu terbelalak. Heechul langsung mendorong Shindong ke samping dan berlari menghampiri Kyuhyun.

"Ya! Kyuhyun-ah! Kau berhasil!" seru Heechul.

"Kyuhyun-ah!" Hyungdeulnya yang lain ikut bersorak.

Kyuhyun mengacungkan kedua tangannya dengan gembira. Ia sendiri tidak menyangka akan berhasil kali ini, meski ia benar-benar menginginkannya.

Mereka pun saling berpegangan tangan dan melompat-lompat sambil membentuk lingkaran. Mereka meluapkan kegembiraan seperti anak-anak.

Kangin dan Shindong langsung melempar papan sasaran dengan anak panah di tabung mereka. Yang lain mengikuti dan melepaskan kemarahan yang menumpuk tadi.

"Kita semua bisa pulang sekarang!" seru Kyuhyun ke arah Heechul.

Heechul menggenggam tangan Kyuhyun dengan bangga. "Mataku hampir terpejam karena mengantuk dan kemudian terbuka tiba-tiba." Ia memperagakan keterkejutannya tadi.

"Mari kita mengambil gambar untuk kenang-kenangan," usul Kangin.

Kibum, Kangin, Kyuhyun, Heechul dan Shindong berdiri berturut-turut di depan papan target dengan Kyuhyun memegang busur seperti akan memanah.

" Hana dul set!" Kangin memberi kode. Foto pun diambil.

"Mari kita menyebarkan kabar baik ini ke grup 2 dengan segera," usul Kangin. Semua bergegas masuk ke dalam studio.

Di grup 2, mereka juga mulai kelelahan karena beberapa jam mencoba menangkap anak panah yang melesat dengan cepat.

Tiba-tiba grup 1 masuk. Kangin, Heechul dan Shindong menghampiri mereka dengan gembira.

"Orang yang berhasil membidik lingkaran merah adalah…. KYUHYUNNIE!"seru Shindong.

Semua bertepuk tangan sementara Kyuhyun dengan senyum lebar memperagakan gaya memanahnya.

"Dia sudah menembak tepat ketika latihan," terang Kangin penuh semangat.

Semua grup 1 diminta mundur menyaksikan Eunhyuk mencoba menangkap panah.

"Tunggu dulu, bukankah mereka akan bersaing dengan kami?"tanya Kangin.

"Tentu saja, itu adalah topik hari ini," kata Shin Dong Yup.

"Aku dapat melihat dengan jelas perbedaan dari grup 1 dan 2 sekarang. Perbedaan dalam kenyamanan dan kemudahan," kata Kangin. "Ini menyedihkan."

"Jika anda di depan, panah benar-benar cepat!" protes Donghae. Ia kesal tugas grup 2 dianggap lebih mudah.

"Ya! Donghae-ah! Di luar benar-benar dingin!" hardik Heechul. Ia juga tidak senang grup 1 dianggap lebih mudah. Donghae hanya bisa tertawa melihat Heechul marah.

"Kami akan menunjukkan kenapa kami menjadi grup no 1," kata Heechul kesal.

"Kita semua adalah Super Junior," ucap Ryeowook tulus mencoba meredakan situasi.

"Kenapa kau mengatakan itu sekarang?" tanya Heechul yang dibalas dengan senyuman salah tingkah Ryeowook. Ia tak menyangka reaksi Heechul seperti itu. Kibum tertawa melihat Heechul kesal.

"Apa yang kau katakan ketika grup 1 di luar sana dan menderita dalam cuaca dingin?!" cetus Heechul berang.

Ryeowook hanya bisa tersenyum lebar. Ia benar-benar salah tingkah.

"Jangan bicara tentang itu sekarang," kata Kangin.

Ini tidak baik…aku harus cari akal untuk mempercepat acara ini…semua sudah kelelahan. Kyuhyun lalu mengambil panahnya dan mulai membidik Eunhyuk. Akurat dan cepat.

Semua terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba.

Karena apa yang Kyuhyun lakukan, akhirnya sang pemanah digantikan oleh grup 1. Member grup 1 lalu mencoba memanah bergantian kecuali Kibum.

Donghae yang marah dan menyangka tugas grup 2 lebih berat, mencoba memanah. Dia baru sadar memanah itu tidak mudah dan menyakitkan setelah wajah dan tangannya terkena lontaran tali busur. Anak panahnya tidak melesat dan jatuh begitu saja di kakinya.

"Dengan semua kelakuan dan mimiknya itu, bagaimana dia bisa jadi member Super Junior?" kata Heechul mengomentari Donghae.

Kyuhyun kembali bersiap memanah.

Yesung yang kelelahan mulai protes. Ia menganggap kehadiran grup 1 membuat grup 2 seperti peran pembantu saja. Shin Dong Yup membujuk bahwa yang diliput hanya grup 2 saja. Heechul ikut menyemangati.

"Jika salah satu dari kalian bisa menangkap panah ini, kita bisa pulang dan beristirahat," bujuk Heechul.

Donghae pun bersiap. Hanya dia yang masih memiliki tenaga untuk menangkap anak panah. Kangin dan Kyuhyun mengenakan sarung tangannya kembali untuk memanah.

Melihat Donghae berusaha keras menangkap panah yang dilayangkannya dan Kangin, Kyuhyun tidak tega melihat hyungnya itu kelelahan. Diam-diam ia menghafal gerakan Donghae yang selalu mengarahkan tangkapannya sedikit menunduk.

"Kangin hyung, jebal, biarkan aku yang memanah saja," pinta Kyuhyun.

Ia merasa lebih mudah menghafal jika pemanah tidak bergantian. Kyuhyun pun berlutut dengan satu kaki dan mulai memanah. Berkali-kali ia mencoba memperkirakan gerakan Donghae seperti tadi ia memperkirakan gerakan kuda ke arah target.

Bertahanlah, Donghae hyung.

Ketika bidikan kesekian kalinya gagal, Kyuhyun mulai merasa bersalah dan menyesali kebodohan perhitungannya. Tiba-tiba ia melihat Donghae tersenyum lembut ke arahnya. Sama sekali tidak nampak seperti senyum getir. Donghae benar-benar tersenyum lembut. Ia seakan menguatkan Kyuhyun untuk terus mencoba, karena ia pun belum menyerah. Member yang lain pun bersorak memberi semangat.

Shin Dong Yup yang mulai merasa kasihan, mencoba menawar agar syuting dihentikan. Tapi pengarah acara menolak.

Kyuhyun kini berdiri. Ia memandang ke arah Donghae hingga hyungnya itu memberi perhatian kepadanya.

"Aja aja!" serunya memberi semangat.

Kyuhyun mulai membidik ke arah telapak tangan kanan Donghae biasa bergerak. Sebelum panah itu tiba di dekat Donghae, Kyuhyun mengukir evil smirk.

Kau pasti bisa menangkapnya kali ini, Donghae hyung... Berusahalah! Kini semua tergantung padamu….

Leeteuk yang sedari tadi mengamati Kyuhyun, langsung menyadari evil smirk itu. Ia lalu berbalik memandang Donghae. Anak panah itu mengarah ke bagian tengah telapak tangan kanan Donghae. Hampir saja terjatuh, tapi tangan kiri Donghae langsung membantu tangan kanannya. Anak panah itu pun tertangkap.

Grup 2 langsung menghambur ke arah Donghae. Kyuhyun tertawa senang sekaligus kesal karena merasa tak ada yang menyadari ia sengaja melakukannya. Ia pun meluncurkan panah ke arah Sungmin yang ia harap menyadarinya dibandingkan hyungdeul yang lain.

.

.

Akhirnya syuting EHB episode 11 berakhir. Semua bergegas ke ruang ganti untuk berganti pakaian. Begitu pula dengan Kangin dan Heechul. Mereka melepas sarung tangan yang mereka pakai.

"Akh!" Kangin berteriak kesakitan.

Leeteuk segera menghampirinya. "Ada apa, Kangin-ah?"

"Tanganku luka karena memanah berjam-jam."

"Tanganku juga," kata Heechul sambil memperlihatkan tangannya yang luka dan memar.

"Kalau kalian saja seperti ini, bagaimana dengan Kyuhyunnie? Dia kan memanah puluhan kali lebih banyak dari kit….." Shindong tertegun dengan kata-katanya sendiri.

Leeteuk dan yang lain bergegas mencari Kyuhyun. Seperti yang mereka duga, sosok Kyuhyun tidak ada di ruang ganti.

"Lagi-lagi dia bersembunyi!" geram Leeteuk sambil berjalan keluar.

.

"Aish, ternyata sakit sekali," gumam Kyuhyun sambil mengaliri tangannya dengan air dingin yang mengucur dari wastafel. Ia tak menyangka, kulitnya sampai terkelupas dan sulit dilepas dari sarung tangan. Ia berharap air dingin akan meredakan sakitnya. "Setelah ini, aku harus bilang pada Teuki hyung. Dia pasti marah jika tidak diberitahu."

Sementara itu, Leeteuk yang mencari ke beberapa tempat, akhirnya menemukan sang magnae yang tengah mendinginkan telapak tangannya dengan air wastafel. Kyuhyun tampak meringis kesakitan.

"Kyuhyunnie, gwenchana?"

"Ah! Teuki hyung!" seru Kyuhyun senang. Namun namja itu sangat terkejut saat Leeteuk melangkah lebar menghampirinya. Sebelum Kyuhyun sempat menjelaskan, sang leader menarik tangan Kyuhyun dengan kesal sehingga Kyuhyun berteriak kesakitan.

"Apa-apaan ini?!" seru Leeteuk ketika melihat kondisi mengenaskan telapak tangan magnaenya.

"Teuki hyung, jebal, jangan ribut di sini," bisik Kyuhyun dengan mimik khawatir. Ia melirik keluar dan merasa lega tidak ada yang melihat mereka. "Aku akan jelaskan di dorm, tapi kumohon, jangan ribut di sini. Jebal, hyung. Bersikaplah seperti biasa."

.

.

Malam itu Petinggi SM menerima rekaman syuting EHB yang dilakukan Super Junior. Staff nya heran karena dipesan untuk mengantar rekaman tersebut begitu acara selesai. Tapi ia tidak berani bertanya.

Sang Petinggi SM tampak sangat kesal setelah menonton rekaman tersebut di ruang kerja pribadinya. Meski member Super Junior mulai terlihat kelelahan, suasana hati Kangin dan Heechul mulai memburuk, tapi tidak ada sesuatu yang istimewa terjadi. Ia mengharapkan kondisi yang lebih mengharukan. Tapi semua memasang wajah tersenyum mereka hingga di akhir acara.

Sama seperti EHB di episode-episode sebelumnya. Seperti apapun kecelakaan yang terjadi, member Super Junior tetap tersenyum di depan kamera. Begitu pun ketika mereka dihadapkan dengan tugas yang harus selesai tanpa batas waktu.

Kyuhyun yang ia perkirakan akan tumbang setelah berjam-jam di cuaca dingin ternyata bertahan hingga acara selesai. Ia sengaja menyusun grup 1 dengan komposisi tim yang tidak memiliki seseorang sebagai penengah. Heechul si pemberang yang pasti merasa tersiksa dengan rasa ngilu di kakinya, ia harap akan meledak dengan provokasi Kangin dan sifat cuek Kibum. Tapi ternyata semua itu gagal. Heechul benar-benar menekan emosinya yang sempat memburuk.

"Ini semua gara-gara anak itu! Kalau dia tidak berhasil memanah sedikit lebih lama, kalau dia tidak mengarahkan panahnya dengan memperkirakan gerakan Donghae sshi… Apa yang aku inginkan akan tercapai." Sang Petinggi SM menatap geram Kyuhyun yang tampak tersenyum gembira di layar kaca. "Kyuhyun sshi, tampaknya aku harus menentukanmu sebagai sasaran utama jika ingin rencanaku berhasil. Member Super Junior pasti akan terpancing jika kau yang menjadi penderitanya."

Sebuah senyum terukir di wajah Petinggi SM.

.

.

Sesampainya di dorm, Leeteuk yang sudah menahan marah sejak di lokasi syuting, menjadi benar-benar marah saat bisa melihat tangan Kyuhyun dengan jelas. Sungmin bergegas mengambil kotak obat di kamarnya sementara Kyuhyun duduk di sofa . Hyungdeul yang lain duduk di sekitarnya. Leeteuk berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

"Arrgh! Pelan-pelan, Sungmin hyung," kata Kyuhyun ketika Sungmin membubuhkan obat ke telapak tangan Kyuhyun yang terluka, berdarah, bahkan sedikit melepuh. Begitupun jari jempol, telunjuk dan jari tengahnya.

Kyuhyun meringis kesakitan. Leeteuk meradang mendengar rintihan magnaenya.

"Kyuhyunnie! Sudah kubilang, kau tidak boleh menutupi kondisimu dari kami! Kenapa kau melanggarnya?!"

"Aku tidak bermaksud sembunyi, Teuki hyung. Aku akan mengatakannya padamu setiba kita di dorm."

"Kenapa tidak di sana?"

Kyuhyun terdiam.

"Kenapa kau tidak berhenti saat tanganmu terluka?"

Kyuhyun tetap terdiam.

"Lihat?! Aku benar kan?! Kau masih saja keras kepala, Kyuhyunnie. Kau tidak boleh ikut konser!"

"MWO?" Kyuhyun menepis tangan Sungmin yang sedang mengobatinya dan bangkit berdiri. Ia kini berhadap-hadapan dengan Leeteuk.

"Aku sudah bilang, sekali saja kau menutupi kondisimu, aku akan membatalkan keikutsertaanmu!"

"Tapi, Teuki hyung, aku benar-benar berniat mengatakannya padamu sepulang ke dorm!"

"Itu karena kau tertangkap basah!"

"Sungguh, hyung, aku tidak berniat menyembunyikan kondisiku!"

"Kalau begitu, apa bedanya jika kau berterus terang di sana?"

Kyuhyun kembali terdiam. Itu membuat Leeteuk sangat marah.

"Keputusanku sudah bulat, Kyuhyunnie, kau tidak boleh ikut konser!"

"Andwae! Teuki hyung tidak bisa melakukan ini padaku!"

"Aku jelas-jelas bisa melakukannya!"

"Aku tidak terima! Aku ingin ikut! Teuki hyung tidak berhak berbuat begini!"

"Kenapa tidak? Kita sudah ada perjanjian dan kau melanggarnya!"

"Itu karena aku punya alasan!"

"Kalau begitu katakan alasannya!"

"Aku tidak ingin mereka merekam semua kesulitan yang kita alami! Aku tidak ingin kita terlihat menyedihkan di depan kamera!" seru Kyuhyun kesal.

Hyungdeul yang lain hanya bisa melihat keduanya bertengkar mulut. Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook sudah menangis. Tapi tak satu pun yang berani ikut campur jika Leeteuk sedang marah besar.

"Kenapa kalau semua itu terekam?!"

Kyuhyun membuka mulutnya, namun kembali terdiam.

Leeteuk benar-benar marah sekarang.

"Kau menyembunyikan sesuatu lagi dari kami?!" Leeteuk memicingkan matanya. "Kau sudah berjanji padaku, Kyuhyunnie!"

"Aku hanya berjanji tidak akan menyembunyikan kondisiku! Aku tidak berjanji tentang hal yang lain!" protes Kyuhyun.

"Sekali lagi kutegaskan, Kyuhyunnie, kau tidak boleh ikut konser! Aku tidak butuh member yang membahayakan dirinya sendiri! Kau bisa-bisa membuat konser kita gempar karena ada member yang tumbang!"

"Teuki hyung! Kau keterlaluan. Aku tidak berniat mempermalukan konser kita!"

"Kau yang keterlaluan, magnae! Kau selalu bersikap seenaknya! Kau tidak pernah mau menurut kata-kataku! Kau benar-benar meremehkanku!"

"Teuki hyung yang keterlaluan! Kau sungguh-sungguh keterlaluan!"

"Apa kau bilang?" Leeteuk mengambil botol air yang terbuka di atas meja dan menyiramkannya ke arah Kyuhyun.

PLASH!

Semua terkejut akan tindakan Leeteuk. Kyuhyun yang reflek memejamkan mata, keheranan ketika menyadari hanya sepercik air yg mengenainya. Ia terbelalak melihat Ryeowook membelakanginya, berdiri di antara dirinya dan Leeteuk.

Keadaan Ryeowook basah kuyup terkena siraman air. Namun wajah namja itu tersenyum, meski air matanya masih mengalir sejak pertengkaran tadi.

"Wookie?" Leeteuk menatap Ryeowook dengan pandangan menyesal. "Menyingkirlah! Aku ada urusan dengan Kyuhyunnie!"

"Kalau Teuki hyung masih ingin menghukum Kyuhyunnie, aku akan tetap menghalangimu di sini!"

"Ryeowookie, kau bicara apa?" Kyuhyun berusaha menyingkirkan Ryeowook, tapi namja itu tak bergeming. Padahal biasanya ia dengan mudah mendorong Ryeowook. Tampaknya namja itu berdiri kuat-kuat di lantai.

"Aku hyungmu, Kyuhyunnie. Aku akan melindungi dongsaengku!"

Ryeowook memandang Leeteuk sambil menangis. "Teuki hyung, aku mungkin yang paling bodoh di antara kalian. Aku tidak pernah mengerti jalan pikiran Kyuhyunnie dan Kibum-ah. Bahkan aku kadang tidak mengerti pertanyaan kalian yang sederhana."

Kyuhyun meringis ketika Ryeowook menarik lengan kanannya. Ia memaksa Kyuhyun memperlihatkan telapak tangannya yang parah, sehingga semua bisa melihat dengan jelas.

"Meski aku bodoh, tapi aku tahu luka ini sangat sakit… Luka ini tidak terjadi saat mereka ke grup 2, tapi sudah sejak grup 1 masih di luar ruangan. Aku tidak tahu apa maksud Kyuhyunnie tetap memanah dengan tangan seperti ini. Tapi aku yakin, dia tidak berniat meremehkanmu, hyung. Kyuhyunnie sudah berjuang keras supaya kita bisa cepat pulang ke dorm dan beristirahat."

Ryeowook mencoba mendekatkan tangan Kyuhyun ke depan Leeteuk, hingga Kyuhyun mau tak mau mengikuti langkahnya. "Seharusnya Teuki hyung tahu Kyuhyunnie bukan orang yang bisa terbuka. Kita harus memberinya waktu untuk menjelaskan. Teuki hyung harus mempercayainya."

Leeteuk memicingkan matanya. Ketika Kyuhyun menatap mata itu, ia melihat kesedihan dan kekecewaan di sana. Kyuhyun merasa wajahnya seakan ditampar. Baru kali ini ia melihat Leeteuk seperti itu.

"Mianhe, Wookie, saat ini aku benar-benar kecewa kepada Kyuhyunnie."

Leeteuk melangkah pergi meninggalkan dorm lantai 11.

Ryeowook memeluk Kyuhyun yang kini jatuh berlutut sambil menangis. "Bersabarlah, Kyuhyunnie, aku yakin, Teuki hyung hanya butuh waktu."

"Ne. Aku akan membujuknya baik-baik," hibur Kangin.

"Teuki hyung marah karena menyayangimu," jelas Yesung. "Sejak meninggalkan kalian di luar berjam-jam, ia selalu mengkhawatirkan kondisi kalian. Itu membuat kemarahannya meledak setelah melihat tanganmu dalam kondisi seperti itu."

"Yesung hyung benar," kata Sungmin lembut. "Teuki hyung sebenarnya menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa tidak peka dengan mengijinkanmu memanah hingga Donghae-ah berhasil."

"Aniyo… Teuki hyung membenciku… Dia benar-benar kecewa padaku," isak Kyuhyun di pelukan Ryeowook.

Semua hanya bisa terdiam mendengar tangisan Kyuhyun. Sia-sia saja mereka mencoba meyakinkan Kyuhyun.

.

.

TBC

.

.

Leeteuk menanggalkan wajah malaikatnya!
Kyuhyun kagak boleh ikut SS1!

Oigoo…..

.

Mulai sekarang, author Cuma bisa janji update paling lama 10 hari

Paling cepatnya diusahakan secepatnya

Gomawo buat reader yang udah mengikuti ff ini

Gomawo juga buat reviewer…
Kalian selalu jadi semangat buat author di saat-saat down

Membaca review kalian bisa bikin otak jalan lagi. Gomawo

.

Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

Kamsahamnida

.

.

Jawaban reviews chapter 24

nahyewon407 : Gomawo

lemonade : Ne, memang imut hehehe Gomawo

Anonymini : Gomawo sudah mengikuti ff ini chingu

Cho Rae Eun 12/17/12 Ne, status Kibum sampai saat ini masih anggota SJ dan artis SMent. Tapi dia fokus di bidang akting.

hyunnieya 12/17/12

Katanya kalau yg aktingnya bagus, orang yg lihat atau lawan mainnya, bisa terbawa beneran lho,. sampai kebayang situasinya segala...

Wow, daebak, kamu sadar sampai hal sedetil itu... sering mengamati karakter ya? memang, itu salah satu point utama hubungan mereka yg aku nggak boleh lupa. point yg bisa membuat org tahu kalau sang petinggi SM menilai Kyuhyun lawan seimbang, jadi dia nggak pernah motong ucapannya.

Ne, nanti dikabari. Gomawo

hyunnieya 12/16/12

Yup, 2013 bakalan tambah berat, aku ingin menyelesaikan project-ku yg tertunda.

Dance aneh yesung bisa dilihat di FB link-nya

Kyuhyun tertekan karena dia tahu Petinggi SM ingin memanfaatkan kelemahan member SJ yg punya perasaan kuat satu sam alain sebagai 'modal penjualan' nya... dia ingin menejkan SJ sedemikan rupa agar mengundang rasa iba. Dan karena dia nggak mau keluar dari sana, dan karena dia kondisinya buruk, Kyuhyun akan dimanfaatkan sebagai salh satu tokoh utamanya... Tentu aja dia tertekan sekali. Tapi dia juga nggak bisa meninggalkan hyungdeul

nona ice cream 12/16/12 Iya, padahal Eunhyuk dan Leeteuk kayaknya udah gemes aja mau bongkar itu syal

Ne, secapek apapun mereka tetap melucu

Wookie emang polos menggemaskan. Yesung koplak wkwkwk

Setuju, aku begitu tahu latar kejadian di EHB, bersyukur banget itu acara berhenti

Dia sebenarnya ngotot krn sayang sama Kyuhyun

Mianhe, yg Kibum aku nggak bisa jawab karena masuk timeline RS. Tapi yg resminya ituMei 2010. Itu pengumuman resmi dr pihak SM

irma 12/16/12 Ada di ch 25

JK0603 12/16/12 wkwkwk ada di ch 25. dia bilang 1000 hari itu beneran lho hehehe

GaemAya 12/16/12 Iya, kibum kalau akting, semua benar2 dia hayati, makanya kyuhyun kayak bisa melihat ular di pandangan kibum

cha seo rin 12/16/12 Saya juga fans baru, kita sama2 belum tahu banyak hehehe. Ne, aku lebih nyaman dengan main cast yang satu itu.

kyuhyunlegalwife 12/16/12 Bagaimana pun ini tetaplah ff, bukan biografi. Gomawo udah mengikuti FF ini.

ayu wandira 12/15/12 DIguncang-guncang biar tahan gempa wkwkwk

12/15/12 Gomawo reviewnya

lisamei 12/15/12 Bukan dia. Just petinggi SM seorang tokoh fiktif

wookiesomnia 12/15/12 Soalnya belum ada uang buat beli ddongkoma….mahal lho itu

Bukan, ada bentrok dengan MBC gara2 EHB di SBS.

Yup, hampir berakhir.

Taeminsomnia 12/15/12 Sequel pasti dipisah dari yang pertama. FS aja udah 350 halaman A4….mau setebal apa nanti? Ensiklopedi aja bisa kalah kalau digabung hehehe

Princess kyumin 12/15/12 Jangan banyak begadang nanti sakit chingu. Mian bikin malam2 nangis….

CL2JOYer 12/15/12 Tidak sampai SS4

Keyra Kyuunie 12/15/12 Ne, simalakama

Ai Ayano 12/15/12 FS lagi proses tinggal RS aja yg belum

jung sang hyun 12/14/12 Jawabannya ada di ch 25

keyq1998 12/14/12 ada di ch25 (^_^)

SSungMine 12/14/12 Ok, nanti diumumkan di FB. Gomawo reviewnya

gaemgyulover 12/14/12 Kangin salah satu hyung fav Kyuhyun buat dibully, padahal yg lain pada takut ama Kangin

Ne, makin kompleks

Masalah kewarganegaraan sama nemenin Heechul

Jawabannya ada di CH 25. Tapi ya, karena sangat tertekan

Ne, nanti dikasih info. Gomawo

heeeHyun 12/14/12 Dia bimbang karena dua-duanya pilihan yang sulit. Dua-duanya membuat hyungdeulnya susah dalam masalah yang berbeda

Momo ShinKaI Nggak mutu tapi menghibur dan author ketawa senang bacanya hehehe. Ditunggu review berikutnya

Gyurievil 12/14/12 Disekeliling wajah itu artinya wajahnya nggak ketutup, di samping aja

Share holder itu artinya kepemilikan yang bersama2. Mereka beli saham, berarti pemilik juga meski hanya 1%

Apa maksudnya yg 'rasa bersalah Sungmin Oppa?'

Fanfic

xoxoxo 12/14/12 Penjelasannya ada di ch25. Tapi dia mmg merasa begitu

Chokyulate fishy27 12/14/12 Oh, kalau aku dapet infonya mmg pas hari h kejadian….step by step di update seiring waktu berjalan.

Mianhe, yg Siwon muncul di belakang Hankyung itu waktu Han di china untuk acara yg dia pegang dengan siwon. Masih di SJ. Yg ada paduan suara anak nyanyi kan? Itu termasuk acara yg dibatalkan waktu 19 april gara2 Kyuhyun dkk kecelakaan. Hankyung sendiri tertahan di sana karena harus menyelsaikan jadwal. Mereka cuma bisa menunda 1 hari

SJ dan Hankyung dilarang kontak sama sekali termasuk via telepon. Meski pun mereka kontak, mereka nggak ada yg ngaku. Hankyung baru ngaku tahun 2010 an ke atas….lupa 2010 atau 2011…krn kuatir member lain kena sanksi

Gomawo reviewnya

phiexphiexnophiex 12/14/12 Bukan dipotong…tepatnya dipangkas. TBC nya mmg di situ, tapi rincian acaranya dipadatkan saja

AIgoo…teganya (*author sendiri tega)

tya andriani 12/14/12 Gomawo hehehe

lyELF 12/14/12 Hmm, maksudnya? Akan diterangkan sedikit-sedikit

Ne hehehe Kibum kadang suka pakai bahasa inggris kalau bicara

LaLa KyuRii 12/14/12 Nggak mau kalau dibikin film, soalnya nanti kesal ama yg jadi SJ…nggak bisa digantikan oleh actor mana pun

dhianelf4ever 12/14/12 Baca dr FS sampai RS atau RS aja?

casanova indah 12/14/12 fanfic.

PELET buat umpan ikan maksudnya? Hehehe. Aniyo. Aku masih ingin masuk surga. Kalau demi bikin ff aku pakai pelet, mending kagak usah bikin ff kkkk

vha chandra 12/14/12 Untuk yg FS udah dalam persiapan tapi belum sempat ngedit. Aku usahakan awal tahun mulai editing

kyuqie 12/14/12 Itu fanfic. Tapi kalau mau lihat Hankyung meluk Kyuhyun yg kedinginan di dalam jaketnya, cari aja making mv it's you. Kyuhyun waktu itu sedang sakit. Tapi dia nggak bilang kalau dia kedinginan. Diri aja diam gitu. Lalu hankyung mendekat dan memeluk dia ke dalam jaketnya.

kim eun ra 12/14/12 Kyuhyun dikurang ajari hoobae itu beberapa kejadian wkwkwk Tampangnya kagak kayak sunbae mana terlalu baik sama hoobae jadi dikira bukan sunbae

sitara1083 12/14/12 Kan ada di berita dan video2…lihat dan baca dengan detail, pasti ketemu

12/14/12 EHB nya SBS tapi Kangin jadi MC di MBC. Mereka keberatan diduakan

Jmhyewon 12/14/12 Gomawo reviewnya

Indy 12/14/12 Susah mengubah sebuah pemikiran yang dia percaya kalau itu benar

Yeon Love Yeye 12/14/12 Ne, sedekat apapun kita dengan seseorang, ada kalanya orang itu tidak paham. Sebenarnya sih oppadeul hanya ingin membuat kyuhyun ceria lagi sekaligus meyakinkan dia kalau mereka nggak peduli dengan kata2 hoobae tadi…

MyKyubee 12/14/12 Ne, sebenarnya karena kata2 petinggi SM dan hoobae. Bukan karena dikerjain oppadeul sesaknya

Khotmibukanhotmi 12/14/12 Itu fanfic. Tapi dry g aku baca, banyak yg mengejek seperti itu kepada Kyuhyun. Dia sendiri pernah benar-benar nggak percaya bisa berdiri di panggung lagi. Dia pikir jalannya bersama SJ sudah berakhir. Tapi hyungdeul nggak pernah bosan meyakinkannya untuk percaya bahwa mereka selalu ada di sisinya setiap Kyuhyun bimbang

Kim Anna 12/14/12 Wookie selalu bikin author gemes juga kalau lihat video2… usil tapi polos, lalu kadang nggak nyambung wkwkwk

Kyuhyun kalau otaknya lagi nggak jalan juga lucu banget

Bagi Changmin, rata2 si kecil…dia tinggi wkwkwk
Ryeowook teriak? Ingat KKHM ch 2 wkwkwk Satu dorm langsung bangun

kyuzi 12/14/12 Masih dia lakukan sampai sekarang. Cuma leeteuk yg dia panggil hyung. Yg lain kadang2 aja

Iya, Leeteuk diam tapi lihatin terus….nunggu Kyuhyun bilang wkwkwk

Sebenarnya karena dia nggak mau Kyuhyun sengsara bareng2 SJ. Makanya dia ngotot.

Kyuhyun bingung memilih oppadeul dan dia bareng2 nahan ulahnya petinggi sm, atau dia keluar… Tapi dia nggak berani menyia-nyiakan perasaan hyungdeulnya, jadi dia bertahan. Dia yakin meski berat, mereka bisa melewatinya bersama-sama. Udah dianya serius, eh oppadeul malah bercanda wkwkwk

Kim ryokie 12/13/12 Biarkan saja. Memang ELF dan Sj beberapa kali membuat kesalahan, namanya juga manusia. Tapi kita kan nggak bisa menilai hanya krn itu, apalagi semua manusia berubah…semoga ke depan ELF dan SJ bertambah baik dan dewasa

12/13/12 Gomawo sudah bersedia mereview, chingu. Kalau baru sempat, langsung ke chapter terbaru aja jadi bisa dibalas (^_^)

shinminkyuu 12/13/12 Coba ulang pertanyaannya di FB author aja nanti coba dicarikan ya

sebenarnya waktu di rumah sakit yg november 2007 itu kan Hankyung di ff ini juga bilang akan menunggu hingga Kyuhyun bisa dia tinggal dengan tenang sambil berharap ada perubahan pada management SM. Jika tidak, dia sudah berniat akan pergi. Dia bertahan terutama krn tahu Kyuhyun akan dikirim ke China. Dia sebagai yg paling tua yg akan dikirim, memilih bertahan untuk Kyuhyun dan dongsaeng lainnya.

Elfishy 12/13/12 Gomawo

kim chaeri 12/13/12 Yg FS akan dijadikan Novel Januari 2008 nanti. DI cek di FB author aja biar dapat kabar. Gpp. Gomawo sudah bersedia mereview saat ada waktu hehehe

ratnasparkyu 12/13/12 Gomawo chingu, semoga ff ini membuat kita mengambil hikmahnya

sisusi 12/13/12 Wkwkwk… iya, trio itu paling2 deh…. Polosnya donghae, nggak nyambungnya Ryeowook ama tulalitnya Yesung paling klop jika lagi bareng… bikin suasana jadi membingungkan

karinGEE 12/13/12 ch 25 jawabannya

star face to face masuk RS

Andhisa Joyers 12/13/12 Saat itu, author lebih bingung dr Kyuhyun kkkk

SETUJU!

Guest 12/13/12 Mianhe, soalnya banyak kerjaan

littlehope 12/13/12 Betuuuul tapi nunggu SS1

Guest 12/13/12 itu fanfic. Gomawo sudah bersedia mereview

NaraKim 12/13/12 Aku ngumpulin dry g SJ05, nggak tahu apa aja

Iya…Changmin tuh ternyata polos bin lugu kalau sama temannya

Hyaaa kok tahu siiih?

ryu. 12/13/12 weits…bahaya tuh nahan nafas

Nuryewookie 12/13/12 ada di ch 25

haekyu 12/13/12 Author juga nyesek pas nulisnya. Kebayang bingungnya Kyuhyun saat itu

Kadang2 dia masih gitu. Kayak waktu di radio star 2012, yg eunhyuk cerita kalau Kyuhyun hari itu lagi lelah sekali, Kyuhyun sempat melempar death glare ke Eunhyuk. Siwon nggak mau banyak nanya krn Kyuhyun pasti ngebantah. Jadi dia cuma bilang: setiap Kyuhyun lelah, dia berharap Kyuhyun bisa mendengarkan lagu yang lembut dan bisa sadar kalau Kyuhyun itu penting bagi mereka. KESIMPULANNYA: KYUHYUN MASIH KAYAK GITU SAMPAI SEKARANG wkwkwwk dasar keras kepala

Kim Sooyeon 12/13/12 Ne, gomawo reviewnya chingu…author masih kurang pandai menulis ulang video

LylaAkariN 12/13/12 Kyuhyun pengendalian dirinya sangat bagus. Mungkin ayah ibuny apendidik…terlatih mengendalikan emosi. Pernah dia marah di suatu acara, aku lupa. Kelihatan dia marah, tapi dia berusaha nggak kelihatan dari body languagenya…hanya matanya aja yg menampakkan kalau dia marah. Sehingga dia membuang pandangannya ke arah lain beberapa kali dan mencoba menghilang dr sorotan kamera.

Fitri MY 12/13/12 Gomawo reviewnya

Riestha-tita 12/13/12 Kadang alasan membenci tidak bisa dijelaskan. Tapi yg jelas krn dia menganggap member SJ05 saat itu orang2 yg tidak bisa sukses. Di FS dijelaskan apa yg dia benci dr tiap member

ndaaaa 12/13/12 Gomawo sudah mereview

lovely yesungielf 12/13/12 Ne, poor Kyuhyun

AreynaKyuminElf 12/13/12 AKu juga mendukung hehehe

Guest 12/13/12 Gomawo buat pengertiannya

SieLf 12/13/12 Author aja nggak kuat, apalagi kalau badan nggak bisa diajak kerjasama. Paling susah itu melawan diri sendiri

Bella 12/13/12 Itu real… ada videonya tapi belum bisa di taruh di Fb soalnya masih diperlukan

Weits, ini lebih panjang 2000 huruf dr yg 23

Wkwkwk….thanks banget udah ngasih tahu…padahal aku udah catat setiap lihat video, tapi ada aja kesalahan saat ngatur jadwal kepergian….

Amin. Gomawo doanya

oracle 12/13/12 Mungkin krn masa dokumenter mulai menghilang. Gomawo buat kesabarannya menunggu saat2 yang tidak mengenakkan buat chingu lewat. Semoga ujungnya tidak mengecewakan. Tetap kasih masukan yach, gomawo.

choYeonRin 12/13/12 Ne, dia pandai menyembunyikan kondisinya, meski kalau diperhatikan sih kelihatan juga.

fikyu 12/13/12 Waduh…drmn bisa tahunya? Aku nggak ngerti soal itu. Tapi gomawo buat dukungannya

SparKyuhyun 12/13/12 Dibahas sekilas

Ne. benar

Di ff ini begitu

Makin panas. Zhoumi sebentar lagi

Waduh, kudu download banyak sekali…memangnya dia muncul terus?

salam juga

vietaKyu 12/13/12 Iya, manis hehehe

Yup, kasihan zhoumi dan henry

Yup, heechul kagak berani kalau teuki udah marah

Kok tahu siiiih?

Iya, wookie error kalau panik

Drama tragedi (^_^)

Syahreefaa 12/13/12 . chapter 24

Kok tahu?

Cho sahyo 12/13/12 Yup, itu sungguhan. Juga berenang buat menambah stamina. Kan kebaynag tuh lari sana sini dan dnace selama 2 jam lebih….

Fanfic

Kalau sifat yg itu benar. Eunhyuk pas tahun 2012 kemarin aku lupa di acara apa, sampai ngucapin terima kasih ama Kyuhyun yg sudah membuat SJ jadi terkenal seperti sekarang. DIa bialng Kyuhyun sudah berusaha sangat keras untuk itu. PAdahal eunhyuk pernah bilang kalau dia kesal ama Kyuhyun yg nggak kayak magnae lain. Tapi dia juga yg termasuk paling dekat dengan magnaenya

Betul, itu cara Kibum membuat Kyuhyun mau terus terang dan supaya mereka bisa bilang.

Sama sekali nggak bosan. Aku malah suka sekali ygseperti ini. Kita jadi seperti berteman

misskyuKYU 12/13/12 Kok tahu?

Mian aku nggak terjemahkan semua kuisnya, padahal menarik…takut keburu bête hehehe

Iya wkwkwk…semua yang kamu bahas itu benar. author juga berpikir begitu. Gomawo ya reviewnya, senang banget bacanya…nggak kalah senang kayak baca ff kkkkk jangan bosen, ok?

Blackyuline 12/13/12 Kibum jadi terdakwa kkkkk

Tsuioku Lee 12/13/12 Tapi bukan dia aja yg bilang…beberpa apenyanyi senior pada kaget kalau dibilang Kyuhyun itu SJ, dipikir penyanyi solo

Di FB sudah diumumkan mulai Des telat dan januari lebih telat hehehe

Kebawa bahasa jawa kkkk Gomawo koreksinya. Akan author edit

indahpus96 12/13/12 Iya, sudah mulai dekat

aninkyuelf 12/13/12 Beberapa ada yg berpikir begitu

KyungMinSparKyu 12/13/12 wkwkwk usaha yg bagus kok. Tetaplah berusaha. Gomawo reviewnya.

KyuChul 12/13/12 Just petinggi SM bukan nama orang. Tapi soal kasus2nya…bisa di surfing hehehe

Uhm, mungkin Kibum aja.

Sama sekali tidak bosan

SunakumaKYUMIN 12/13/12 Iya imut banget tersipu2 gitu sampai Wookie prihatin kkkk

Iya, tega banget

Maksudnya, dia butuh seseorang yg nanti nggak akan berada di dalam drama tragedi yg dibuat petinggi SM. Dengan demikian dia bisa melupakan maslaahnya saat di sisi Changmin. Padahal Changmin juga udah tahu keadaan Kyuhyun meski dia nggak tahu masalahnya apa. Nggak bakal bosen

kyuminline1307 12/13/12 Salam kenal. Gomawo udah mengikuti ff ini

kkyu32 12/13/12 Bertahanlah

pipitsparkyu 12/13/12 Gomawo buat kesabarannya

Guest 12/13/12 Ne, nanti dikabari. Add aja FB author untuk kabar2 terbaru. Gomawo reviewnya

sri wahyuningsih 12/13/12 Brothership mereka mmg indah sekali. Gomawo reviewnya chingu

Love 12/13/12 . Thank you very much hehehe

nurhanita fenita clouds elf 12/13/12 Mianhe hehehe. Jangan lah, ini tetap ff karena bukan 100% real.

special5173 12/13/12 lucu pake banget

Cupcake 12/13/12 kok curiga gitu? kkkk

dinikyujin 12/13/12 hehehe gomawo udah ngikutin ff ini

sarangchullpa92 12/13/12 jawabannya ada di ch 25

Malah review kamu tuh lucu2 hehehe

Nggak bosen. Yg nyebelin Cuma 'duduk manis dst ' wkwkwk…berasa lagi ditungguin ibu guru

lemonade 12/13/12 Gomawo buat pengertiannya

VitaMinnieMin 12/13/12 Sekarang fotonya udah ada di FB.

Betul wkwkwk…. Tampang mereka pas habis diomelin juga kayak anak tk habis ditegur kkk

Imut banget kok, videonya ada di FB yg ngomong dui dui itu

Sssst…sebenarnya mmg begitu kan? Cuma kepastiannya tdk tahu krn yg pegang keputusan itu byk, so semuanya disatukan jd satu tokoh fiktif

Gawat kalau reader nangis doing tanpa ketawa…jadilah wooki e sang penyelamat muncul hehehe

Ne, gomawo.

ElfparKyu1302 12/13/12 di ch 25 dibahas hehehe. Katanya kalau crime itu, yg tokoh utama yg penjahatnya… cob abaca ff ku yg don't don…itu mau ke action, tapi nunggu RS ini kelar lanjutinnya

VitaMinnieMin 12/13/12 AKu juga baru tah namanya imut gitu wkwkwk…sayang, dia anjing yg kalah sama kucing kkkkk

Daftar? Ada di ch 25

Yg mama ha nada di fb

Aku malah belum nonton tuh hehehe

Ne, impian yg terlaksana. Gomawo reviewnya

Dinan awi 12/13/12 Ne, ditunggu juga review selanjutnya

shizuku m 12/13/12 Itu krn ngantuk hehehe…gpp kok klaau baca reviewnya ditunda

ay 12/13/12 Ne, dia tertekan pake banget.

Kadera 12/13/12 Oh, ada iklan ya? Yg mana? Mianhe, nggak nonton TV soalnya.

Gomawo sarannya, aku akan baca (^_^)

Beda orang mmg beda kejadian. Tapi jangan lupa beda orang beda tujuan hidup.

Karyaku selanjutnya nggak akan seheboh yg ini… Itu sudah biasa. So, it's ok.

Mari kita hargai bangsa sendiri, karena cuma kita yang bisa membuat bangsa ini semakin baik. Hwaiting, kadera ! hehehe ditunggu review selanjutnya

trililililili 12/13/12 Wkwkwk itu memang benar…itu sebabnya kau potong banyak… Tapi nanti pas buku, RS bakalan di edit habis-habisan kok…dikembalikan ke storyline.

Aku ngerti, chingu, nggak apa kok. Makasih masukannya yach. Gomawo udah bersabar

Zizi Kirahira Hibiki 69 12/13/12 Terus terang, aku juga suka sekali sama ntu ahjussi satu. Kayaknya kalau dia lagi bicara, kesannya daleeeeeeeeeeeeem buanget. Meski dalem artian negative kkkk

Aisah92 12/13/12 Krn dia nggak mau Kyuhyun ikutan keseret drama tragedi yg dia buat untuk SJ.

Kudu daftar teman dulu, bukan apa-apa, menjaga privacy aja

reaRelf 12/13/12 Krn Kangin ikut di EHB punya SBS. AKhirnya EHB dihentikan sampai ep 13 saja

Iya, pasti kaget ada sekumpulan hyungdeul (*apa coba bahasanya) piknik rame2 sambil nungguin dia. Pasti malu, kesal, campur aduk

Gomawo reviewnya, chingu.