Title : RISING STAR Chapter 30

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.

Summary : "Hei, mulai sekarang, kalian harus dengar kata-kata Kyuhyun hyung!" / "Jebal, hyungdeul… Lepaskan aku!" / "Kyuhyunnie, apa yang kau lakukan dengan tempat tidurku?" / "Apa kita tidak salah undangan?"

.

.

Kyuhyun meraih HPnya, mencoba memanggil salah satu hyungnya karena ia sudah tidak mampu berteriak. Tetapi ketika ia teringat percakapan tadi, namja itu memilih menggigit bibirnya dan meringkuk menahan sakit.

Aku tidak boleh memanggil mereka. Aku tidak boleh merepotkan mereka lagi….

.

.

RISING STAR

Chapter 30

.

25 Januari 2008

Kyuhyun tersentak karena rasa sakit yang tajam di dadanya.

Aish! Apakah aku tadi pingsan?

Ia mendapati dirinya berada di atas tempat tidur dengan napas memburu sangat cepat. Kyuhyun membutuhkan waktu beberapa menit untuk meredakannya, hingga hanya rasa sakit yang tersisa. Perlahan namja itu menoleh ke ranjang Sungmin yang kosong. Jam weker menunjukkan pukul 6 pagi.

Aku kesiangan. Apa hyungdeul tidak jogging hari ini? Kenapa mereka tidak menyuruhku bangun seperti biasa? Ah! Mungkin mereka juga kesiangan. Bukankah jam 1 mereka belum tidur?

Kyuhyun berusaha bangun ketika rasa sakit itu kembali meremas dadanya. Ommo! Intervalnya semakin pendek... Namja itu meraih jam tangannya dan mulai berhitung setiap rasa sakit yang tajam itu kembali datang. Setelah beberapa kali berhitung, ia mengambil HP dan mengetikkan pesan kemudian mengirimkannya. Semoga semua bisa bertahan hingga nanti….

Member Super Junior lainnya sudah bangun dan bersiap untuk sarapan ketika Kyuhyun selesai mandi. Ia menuju ke dapur mendekati Ryeowook yang tengah mengaduk sesuatu yang tampaknya seperti sup. Beberapa pasang mata menatap heran saat Kyuhyun memasuki daerah kekuasaan Ryeowook.

"Ryeowookie, apa itu? Kenapa bukan ahjumma yang memasaknya?"

"Ini Mulhoe," kata Ryeowook sambil tersenyum. "Aniyo. Aku buat ini untukmu. Kau ingin kimchi setiap hari kan? Mulhoe ini terdiri dari kimchi, tahu dan tuna. Ini salah satu makanan sehat. Donghae hyung yang memberitahuku kemarin. Kau harus makan yang banyak. Tadi malam kau tidak makan malam kan?"

Alis Ryeowook bertaut saat wajah Kyuhyun terlihat sedih. Ia mengira dongsaengnya itu akan merasa senang jika ia mengabulkan permintaannya kemarin.

"Mianhe, aku jadi merepotkanmu dan Donghae hyung. Besok Ryeowookie tidak perlu memasak khusus untukku. Kau pasti capek bukan? Aku akan makan apapun yang dimasak ahjumma."

Ryeowook benar-benar tertegun mendengar kata-kata itu, apalagi Kyuhyun kemudian membantu ahjumma yang sedang mencuci peralatan memasak. Ketika Ryeowook menoleh ke arah yang lain, tampaknya mereka juga keheranan melihat sikap Kyuhyun. Yesung bahkan menggelengkan kepalanya.

Berikutnya Heechul yang tertegun. Kyuhyun menghampiri namja itu dengan wajah serius. Ia sampai harus menurunkan kertas catatannya, dan bersikap waspada kalau-kalau sang magnae bermaksud mengusilinya.

"Heechul hyung…."

"Waeyo?"

"Mianhe, aku tertidur semalam."

Kedua alis Heechul bertaut. "Itu sih aku sudah tahu. Lalu?"

"Mianhe, hyung… Aku tak melakukan apa yang hyung suruh kemarin. Aku sama sekali tidak bermaksud mengabaikanmu."

Bukannya menjawab, Heechul justru menoleh ke arah Ryeowook dan Yesung. Cuma mereka yang kemarin bersama Kyuhyun di dorm. Member Super Junior T sendiri ke Chunji sebagai bintang tamu. "Sunggie, Ryeowookie, apa uri magnae terbentur kepalanya? Atau kalian salah memberinya obat?"

"Ya! Heechul hyung! Aku serius!" protes Kyuhyun kesal.

"Hyung, aku kan sudah bilang, tadi malam dia tidur pulas sekali sampai tidak bisa dibangunkan."

"Yesung hyung benar, Kyuhyunnie tidak terbangun sampai tadi."

"Ne. Bahkan tadi pagi dia tidak bisa dibangunkan," kata Sungmin sambil tersenyum.

Heechul kembali memandang Kyuhyun yang sudah menggembungkan pipinya.

"Ck, padahal aku sudah berusaha bersikap manis seperti yang Kangin hyung inginkan…."

"Mwo?" Kangin terlonjak dari kursinya. "Kapan aku mengatakan hal itu? Tidak usah diharap. Kau tidak mungkin bersikap manis sampai kapan pun."

"Tapi tadi pagi…."

"Tadi pagi? Apa maksudmu dengan tadi pagi, Kyuhyunnie?" Hankyung bertanya dengan lembut. Ia tampak kebingungan saat Kyuhyun bangkit dan memeluknya.

"Mianhe, Hankyung hyung, aku tak akan merepotkanmu lagi," kata Kyuhyun dengan sungguh-sungguh. "Aku tahu hyung sedang sakit dan lelah. Jadi, istirahatlah baik-baik, jangan menjagaku. Aku bisa menjaga diriku sendiri."

Melihat hal itu, semua member Super Junior berkumpul di sofa dan memperhatikan magnae mereka dengan wajah keheranan. Kelakuan Kyuhyun hari ini benar-benar langka bagi mereka semua.

"Waeyo, magnae? Aku menjagamu karena kau dongsaengku. Aku sama sekali tidak merasa keberatan melakukannya." Hankyung mencoba menenangkan meski ia sendiri kebingungan. "Aku tahu kau tak pernah memintanya, tapi aku juga tak bisa membiarkanmu. Jadi jangan berpikir kalau kau merepotkanku, arrachi?"

Aish! Percakapan yang kudengar itu hanya mimpi atau sungguhan? Bagaimana caraku memastikannya? Kyuhyun mulai bimbang melihat reaksi Hankyung.

"Tapi tadi pagi…."

"Tadi pagi… tadi pagi… dari tadi kau menyebut itu terus. Sebenarnya ada apa dengan tadi pagi?" Eunhyuk tak bisa menahan rasa penasarannya.

Melihat Eunhyuk, Kyuhyun kembali teringat kejadian itu.

"Hyuk…, maksudku Eunhyuk hyung… Kau lelah menjagaku kan? Mianhe, aku tak perlu kalian perhatikan. Jangan hiraukan aku. Aku tahu kalian sudah lelah karena banyaknya jadwal. Aku tak akan menganggap kalian jahat kok meski pun kalian tidak…."

"Sebentar!" Eunhyuk bangkit dari duduknya dengan wajah memerah. "Aku memang usil. Bahkan member lain tidak mau didekatku jika sedang bad mood, karena aku senang mengusili mereka. Tapi rasanya aku tak mengusilimu dengan bilang aku lelah menjagamu. Apa itu kau dengar juga tadi pagi?"

Kyuhyun duduk di salah satu bangku sofa dan mengangguk dengan lesu.

"Aku tidak bermaksud merepotkan kalian, hyungdeul, sungguh. Aku benar-benar tidak doyan sayur. Menelannya saja membuatku mual. Aku juga tidak bermaksud sakit-sakitan. Meski pun aku tidak memaksa ikut, pasti pihak managemen juga keberatan jika aku terus-menerus absen bukan? Aku khawatir jika dikeluarkan dari Super Junior karena hal itu. Aku cuma ingin seperti Changmin-ah, melakukan semua acara bersama hyungdeulnya. Jika kalian ingin aku bersikap manis, aku akan mencobanya. Sungguh. Aku akan mencobanya. Kuharap kalian mau bersabar hingga aku berubah."

Kedua belas namja itu memandang sang magnae yang menunduk dan berbicara panjang lebar tanpa jeda. Mereka saling berpandangan. Kyuhyun tampak tersiksa dengan suasana diam itu, namun ia tak berani mengangkat kepalanya.

Tiba-tiba suara tawa pecah begitu keras di dorm itu. Kyuhyun mengangkat kepala dan mendapati hyungdeulnya tertawa hingga wajah mereka memerah.

Shindong menghambur memeluk Kyuhyun dengan gemas. "Aish! Ternyata kau begitu cemas hingga bermimpi yang tidak-tidak ya?"

"Aku sudah menduga, meski kau selalu tertawa dan tersenyum di depan kami, sesungguhnya kau tertekan dengan kondisimu," kata Sungmin sambil tersenyum simpul.

"Makanya jangan disimpan sendiri, jadinya terbawa mimpi," goda Donghae. Namja itu tertawa lebar.

"Jangan-jangan kau bermimpi tentang aku juga?"

Kyuhyun memandang Siwon dengan bingung. "Aku melihat hyungdeul berkumpul semua di sini dan membicarakanku…."

"Jam berapa?" tanya Siwon dengan senyum lebar, memperlihatkan kedua lesung pipinya yang dalam.

"Jam… jam 1 pagi…"

Semua kembali tertawa dengan keras sementara wajah Kyuhyun sangat kebingungan. Kibum bangkit dan mendekat, lalu menjitak kepalanya dengan pelan.

"Lucu juga kalau kau kehilangan otakmu ya. Untung aku tidak pernah mengalaminya," kata Kibum sambil mengukir killer smilenya.

Eunhyuk berjongkok di depan Kyuhyun dan menangkupkan kedua tangannya pada wajah sang magnae. Ia menuntut Kyuhyun untuk mendengarkannya dengan perhatian penuh.

"Kyuhyunnie, kau tidak tahu apa yang sudah aku lewati beberapa bulan lalu. Saat kau koma, aku sungguh kehilanganmu, magnae." Mata Eunhyuk tertutup oleh air mata. "Itu adalah empat hari paling lama dalam hidupku."

Kyuhyun terkejut saat Eunhyuk memeluknya dengan erat. "Mianhe, Kyuhyunnie, aku pernah merutuki sikapmu yang usil… Saat melihatmu koma, aku sadar kau sangat berharga bagiku… Aku bahkan berharap kau bangun dan membuat gaduh di dorm. Aku berharap kau berteriak memanggilku Hyukjae, Hyuk Hyuk, apapun… asal tidak diam tanpa suara seperti saat itu."

Eunhyuk melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar sambil menghapus air matanya.

"Jadi, meskipun aku akan marah dengan ulahmu, aku tidak pernah menganggapmu beban, uri magnae."

"Hyuk Hyuk… Gomawo…" Kyuhyun tak tahu harus berkata apa. Ia mati-matian menahan air matanya yang mendesak keluar.

Eunhyuk kembali tersenyum mendengar panggilan itu. "Nah, itu jauh lebih baik."

"Aku bisa membuatmu lebih yakin kalau itu mimpi, Kyuhyunnie," kata Siwon. Ia mengeluarkan HP-nya dan menelepon sambil tersenyum memandang Kyuhyun. "Yeoboseyo. Eomeoni, ingat Kyuhyunnie dongsaeng kecilku, bukan? Dia cemas tentang kegiatanku tadi malam. Bisakah eomeoni menjelaskan padanya?"

Kyuhyun menggeleng saat Siwon mengoper HP-nya. Tapi karena suara eomma namja itu terdengar, akhirnya Kyuhyun menerimanya dan menyapa dengan hati-hati. "Yeoboeseyo, ahjumma."

"Ah! Kyuhyun goon?" Suara ramah itu menyapa telinga Kyuhyun. "Mianhe, tadi malam ahjumma melihat hyungmu tidak bisa tidur. Katanya dia mencemaskanmu yang tidak juga mengangkat teleponnya. Jadi ahjumma mengajaknya bercakap-cakap. Karena sudah lama kami tidak berbincang-cincang, tak terasa sudah jam 2 pagi. Apakah hyungmu mengantuk? Gomawo sudah mengkhawatirkannya, Kyuhyun goon."

Wajah Kyuhyun memerah ketika berpamitan dan mengembalikan HP kepada Siwon. Namja tampan itu berbincang sebentar dengan eommanya sebelum menutup telepon dan menoleh ke arah Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Sekarang sudah yakin? Aku tadi kesiangan, jadi tidak membangunkanmu untuk jogging."

"Dan ternyata yang lain juga ikutan bolos olah raga," cetus Sungmin. Ia tadi pagi terpaksa berlatih sendirian di Gym.

Kyuhyun hanya bisa meringis malu saat hyungdeul kembali mentertawakannya.

"Ternyata kau manis juga ya," ujar Shindong sambil memeluknya dengan erat.

"Karena Kyuhyunnie terus meragukan kita, bagaimana supaya dia tenang kita panggil dia chagiya?" usul Donghae.

"MWO?" Kyuhyun terkejut, tetapi ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang terlihat senang.

"Ommo, kau benar, Shindonggie, ternyata Hyun-ah magnae yang manis. Dia senang sekali dipanggil chagi." Kangin tergelak dan ikut memeluk Kyuhyun meski sang magnae mencoba mendorongnya menjauh.

"Mumpung Kyuhyunnie sedang mau bicara, bagaimana jika kau mengatakan hal lain pada kami," kata Leeteuk. Senyum lebar tak juga lepas dari wajahnya sejak mendengar Kyuhyun berbicara panjang tadi. "Apa kau punya sesuatu yang ingin dikatakan?"

"Ah! Aku dulu!" Heechul memotong. Ia memaksa duduk di sebelah Kyuhyun sehingga Shindong menyingkir. "Di sini, ada 12 orang dengan watak yang berbeda denganmu. Ada 12 sifat yang bisa menutupi kekuranganmu itu. Kau ingat kata-kata yang kau ucapkan?"

Kyuhyun mengerjapkan matanya. Ia terkejut Heechul benar-benar mengingat kata-katanya itu.

"Pergunakan kata-kata itu untuk dirimu sendiri juga, evil magnae." Heechul memamerkan seringainya.

"Tak kusangka kau bisa berkata-kata seperti orang tua, Hyun-ah," kata Kangin takjub. "Hei, mulai sekarang, kalian harus dengar kata-kata Kyuhyun hyung!"

Kyuhyun hanya bisa mem-poutkan mulutnya saat semua mentertawakannya lagi.

"Tapi semua itu benar. Kita bertigabelas, punya sifat yang berbeda, dengan semua kelebihan dan kelemahan masing-masing. Aku tidak ingin kalian berubah menjadi seperti siapa pun. Cukup menjadi diri kalian sendiri. Kita akan menjadi dewasa bersama-sama, menjadi orang dewasa yang bangga akan dirinya, pribadinya, dan kerja kerasnya."

Leeteuk tersenyum menyadari semua dongsaengdul menyimak dengan diam.

"Aku menyukai kalian apa adanya. Jadi Kyuhyunnie, kau pun tidak perlu berubah. Hyung yakin, kau juga akan menjadi dewasa dengan menjadi dirimu sendiri. Saat itu, aku pasti merasa bangga terhadap kalian semua."

"Jadi, Teuki hyung selama ini tidak bangga terhadap kami?!" Kangin mendekati Leeteuk dengan aura mengancam, sehingga sang leader tertegun.

"Aku… maksudku… Aku akan semakin hari semakin bangga terhadap kalian. Sungguh."

Kali ini wajah panik Leeteuk membuat mereka semua termasuk Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal. Sadarlah Leeteuk ia kembali dikerjai oleh dongsaengdulnya. Namja itu hanya bisa tersenyum pasrah.

Mereka kembali melanjutkan acara makan pagi.

"Donghae-ah, Hyukkie, Sunggie, Ryeowookie, Kibummie, dan Kyuhyunnie, kalian akan menghadiri Asia Model Festival Award bersamaku, arrachi? Jadi bersiap-siaplah," kata Leeteuk sambil menyuap sup Malheo.

"Arraseyo, Teuki hyung!" seru member yang disebut kecuali Kyuhyun.

"Teuki hyung, acaranya sore, bukan? Aku akan ke rumah sakit dahulu. Tadi aku sudah mengirim pesan pada Uisa untuk membuat janji pertemuan."

Semua serempak memandang Kyuhyun dengan cemas.

"Aish! Sudah kubilang, seharusnya kau tidak ikut kemarin. Cuacanya terlalu dingin."

"Chullie, sudahlah. Kyuhyunnie benar, managemen akan protes jika Kyuhyun terus menerus absen." Leeteuk mengarahkan perhatiannya pada Kyuhyun. "Kau merasa tidak enak badan?"

"Ne, dadaku terasa sakit sesekali. Tapi jangan khawatir, hyung, aku akan memeriksakannya siang nanti."

"Bagus." Leeteuk mengangguk senang.

Kyuhyun yang baru saja selesai, membawa mangkuk ke dapur untuk dicuci oleh ahjumma. Namun saat ia hendak mengambil minum, tiba-tiba kaki dan tangannya kehilangan tenaga. Ia terhuyung sehingga menabrak ahjumma. Akibatnya beberapa mangkuk yang sedang ditumpuk terguling dan pecah ke lantai.

Kyuhyun memandang pecahan mangkuk itu dengan wajah pucat pasi. Ia sadar paru-parunya mulai tidak bekerja dengan baik ketika melihat ujung jari tangannya sedikit memutih. Tubuhnya kekurangan oksigen. Kyuhyun merasa lemas meski masih sanggup berdiri dengan bertumpu pada meja dapur. Dadanya terasa semakin sakit lebih dari sebelumnya, dan ia mulai kesulitan menarik napas.

"Kyuhyunnie?!" Donghae bergegas menghambur ke arah Kyuhyun.

"Hyung… mangkuknya… Aku…."

"Pabo! Kenapa malah mangkuk? Tidak apa-apa… Yang penting kau tidak apa-apa…," hibur Donghae sambil memeluk Kyuhyun.

"Kau tidak terluka?" tanya Ryeowook mendekat diikuti member lainnya.

Kyuhyun menggeleng.

"Sebaiknya kau istirahat di dalam kamar, Kyuhyunnie." Kangin mendekat, menaruh tangan kiri Kyuhyun di sekeliling lehernya. "Kau mau kugendong atau kupapah?"

"Ani…. Aku masih kuat berjalan," gumam Kyuhyun dengan napas yang melemah. Keringat mengalir deras membasahi wajahnya yang semakin pucat. Tangannya memegang dada kirinya yang terasa sangat sakit.

"Sudah kuduga," decak Kangin. "Kau memang keras kepala."

Ia pun memapah Kyuhyun menuju kamarnya.

Kyuhyun berbaring dengan Sungmin dan Siwon duduk di sisi tempat tidurnya. Kangin dan Leeteuk serta Ryeowook ikut duduk di kamar sementara yang lain menyelesaikan makan pagi. Kyuhyun tampak susah payah menarik napas. Leeteuk berusaha menghubungi Uisa namun tidak juga berhasil.

"Mianhe, hyungdeul,… lagi-lagi aku membuat keributan…"

"Jangan banyak bicara dulu. Atur napasmu baik-baik," bisik Sungmin. Ia sangat cemas melihat wajah Kyuhyun yang pucat dan napasnya yang terdengar semakin keras. Apalagi mereka bisa melihat ujung jari Kyuhyun memutih.

TING TONG

Heechul dan member yang berada di meja makan menengok ke arah pintu dorm dengan pandangan bertanya.

"Siapa yang datang sepagi ini?" Shindong meletakkan mangkuknya.

"Aku saja yang membukanya!" seru Heechul cepat.

Namja cantik sekaligus tampan itu melirik ke kamera mini dan memandang member lainnya dengan pandangan bertanya.

"Uisa yang datang."

"Mwo?" Serentak semua menoleh ke arah koridor yang menuju kamar magnae mereka.

Heechul bergegas membuka pintu.

"Annyeonghaseyo, Sajangnim," sapa Heechul dan mereka semua saat Uisa melangkah masuk.

"Annyeonghaseyo." Uisa tersenyum ramah dan matanya mencari sosok Kyuhyun. "Di mana Kyuhyun sshi?"

"Kyuhyun sshi tiba-tiba lemas, jadi dia beristirahat di kamarnya, Sajangnim." Yesung menghampiri. "Mari saya antar ke kamarnya."

Yesung mengantar Uisa menyusuri koridor menuju kamar Sungmin dan Kyuhyun. Semua yang di kamar berdiri dan mengangguk hormat saat Uisa masuk. Kyuhyun hanya bisa menoleh sambil tersenyum tipis. Tubuhnya terasa lunglai sehingga tidak sanggup untuk bangun.

"Ini yang Saya khawatirkan," kata Uisa. Ia mendekat ke tempat tidur dengan wajah serius. "Intervalnya terlalu singkat, Kyuhyun sshi. Saya tidak bisa menunggu siang seperti permintaanmu tadi. Karena itu Saya bergegas ke sini begitu ada yang bisa menggantikan di Rumah Sakit."

"Mianhe,… sudah merepotkan sajangnim…"

Kyuhyun merasakan wajahnya panas saat hyungdeul menatapnya dengan pandangan-apanya-yang-jangan-khawatir. Ia mencoba tersenyum untuk menenangkan.

"Ini bukan hal serius,… hyungdeul… Sajangnim sudah ada di sini… Kalian pergilah,… jangan sampai terlambat…," kata Kyuhyun dengan suara yang lemah dan mulai terputus-putus karena kesulitan menarik napas.

"Sajangnim, ada apa dengan Kyuhyun sshi?" tanya Shindong tanpa mempedulikan Kyuhyun.

"Sajangnim,… hyungdeul harus tiba di tempat syuting… jam 8 pagi. Masih ada… Ryeowook sshi di sini… Tidak apa kan…?"

Kyuhyun sibuk memberi kode ke arah Uisa. Gerakannya terhenti saat Kibum menatap tajam ke arahnya. Ia mengalihkan matanya sambil berharap Uisa akan sepakat dengannya untuk tidak meminta hyungdeul menungguinya.

"Kalau Leeteuk sshi dan yang lain ada acara penting, tidak apa. Tapi Saya memerlukan beberapa orang di sini."

"10.000 won…," kata Kyuhyun tiba-tiba sambil memandang Leeteuk. "Jika… hyungdeul terlambat, dendanya…"

"Tenang saja, Kyuhyunnie, kami akan menanggungkan dendanya kepadamu," kata Heechul sambil menyeringai. "Kau tidak punya alasan mengusir kami dari sini."

Kyuhyun menarik lengan Uisa dengan wajah memelas. "Bolehkah… pengobatan hari ini gratis,… Sajangnim…? Aku… sudah didenda… 110.000 won…"

Uisa tak bisa menahan senyum mendengar kata-kata itu. Member Super Junior yang lain serentak meminta maaf atas kata-kata sang magnae kepada Uisa. Leeteuk memberi peringatan ke arah Kyuhyun yang sudah siap membuka mulutnya lagi. Ia memandang member yang lain untuk meminta pertimbangan.

"Aku saja yang pergi lebih dahulu," kata Kibum. "Syuting VCR action kita undur saja setelah VCR-ku, Teuki hyung. Aku akan menjelaskan keterlambatan kalian kepada yang lain. Yah, meski itu tidak menghilangkan denda 100.000 won."

Kibum melempar killer smilenya kepada Kyuhyun yang langsung merengut.

"Gomawo, Kibummie. Hati-hati." Leeteuk tersenyum.

Kibum mengangguk. Ia mendekati Kyuhyun dan menepuk kepala dongsaengnya pelan. "Jangan merepotkan hyungdeul. Kau harus menurut, arrachi? Hyung berangkat dahulu. Cepat sembuh, Kyuhyunnie."

"Mianhe,… hyung jadi berangkat sendiri..."

"Aku berangkat untuk sesuatu yang menyenangkan bagiku. Berakting. Kau tidak perlu memasang wajah jelekmu," kata Kibum sambil tertawa melihat Kyuhyun kembali merengut.

Semua mengucapkan selamat jalan ketika Kibum beranjak keluar kamar.

"Saya akan memeriksamu dahulu." Uisa mengeluarkan stetoskop dan tensimeter.

"Aish! Jangan merubungiku begitu,…hyungdeul… Aku merasa risih…." Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya. Dia mulai merutuki napasnya yang mulai bertambah sesak dan dadanya yang kembali sakit.

Uisa menoleh ke arah member Super Junior yang berkeliling di seputar tempat tidur.

"Kyuhyun sshi benar. Sebaiknya jangan semua di sini, karena pernapasannya akan semakin sulit."

"Pernapasan?" Hankyung memandang dengan cemas.

Leeteuk memberi kode agar yang lain keluar. Namun semua hanya bergeser menjauh hingga di dekat pintu. Sungmin dan Siwon bahkan tetap berada di tempat mereka semula. Tetapi Uisa tampak tidak keberatan, karena masih banyak ruang kosong yang tersisa.

Semua terdiam ketika Uisa memeriksa Kyuhyun. Wajah Uisa semakin serius seiring makin pucatnya wajah Kyuhyun yang terbaring di tempat tidur. Ia mengambil sebuah alat yang dibungkus kantung steril dari dalam tas dan merobeknya.

Tanpa sadar, mereka menarik napas saat sebuah alat mirip alat suntik terlihat. Ukurannya lebih besar dari alat suntik biasa. Di ujung atasnya terdapat katup-katup dengan warna berbeda. Ujung bawahnya berupa jarum besar sepanjang 8 cm.

"Sa… sajangnim, apa itu?" Kyuhyun beringsut mundur hingga menempel pada kepala tempat tidur. "Aku tidak mau disuntik… Apalagi dengan suntikan itu…"

Otak Kyuhyun berputar cepat, berusaha mengingat semua yang ia pernah baca saat mencari tahu tentang kondisinya. Matanya membesar ketika sebuah info cocok dengan alat itu.

"Needle Pneumothorax….? Sajangnim…. akan menusuk paru-paruku…. dengan itu?" Wajah Kyuhyun tampak panik. Ia tak menyadari kata-katanya juga membuat hyungdeul ikut panik. Mereka saling berpandangan dengan was-was.

"Diamlah, Kyuhyunnie, kali ini kau harus menurut!" seru Kangin meski dia juga takut melihat alat itu. Ia belum pernah melihat sebelumnya, juga tak tahu penggunaannya. Namun melihat Kyuhyun yang mulai berbicara dengan napas terputus-putus, ia sangat cemas.

"Saya perlu…" Uisa menghentikan kalimatnya, menatap Kyuhyun yang tampak siap berontak. Uisa menghitung jumlah pasukan yang ia butuhkan. "Saya perlu minimal 4 orang untuk memegangnya."

"ANDWAE!" Kyuhyun nyaris lari dari tempat tidur kalau saja Sungmin dan Siwon tidak menahannya. Leeteuk memberi kode agar dua orang lagi maju. Heechul dan Hankyung mendekat. Mereka memegang kaki Kyuhyun setelah Leeteuk menarik Kyuhyun agar terbaring seperti semula.

"Hyungdeul,… aniyo! …Aku tidak mau!"

Kyuhyun berusaha berontak, tetapi keempat namja itu tidak membiarkannya.

"Siwonnie, kau mendampingi Kyuhyunnie saja," kata Leeteuk.

Ia melihat wajah Siwon memucat saat Uisa membuka kemeja Kyuhyun hingga semua kancingnya terbuka. Tampak bekas operasi di dada dan perut Kyuhyun. Leeteuk dan Sungmin menahan tangan Kyuhyun yang mulai berontak lagi.

"Jebal, Uisa… Aku minum obat saja…" Kyuhyun memohon dengan suara bergetar. "Atau… atau suntik biasa saja… "

Uisa memandang Kyuhyun dan tersenyum menenangkan.

"Kyuhyun sshi, Saya harus melakukan ini. Paru-paru kiri mulai mengempis. Kita harus melakukan tindakan darurat. Ini tidak akan menusuk paru-paru, hanya untuk mengeluarkan udara di rongga pleura. Sekarang diamlah dan cobalah untuk rileks. Jika kau tenang, rasa sakitnya akan lebih ringan."

"Mwo?" Kyuhyun terbeliak kaget ketika Uisa mencari daerah kosong di antara tulang rusuk. Uisa mengoleskan kapas beralkohol ke bagian atas dada kirinya sedikit mendekat ke arah bahu. Ia memandang jarum besar itu dengan ketakutan. Kyuhyun berontak lebih keras, namun napasnya yang semakin sesak membuatnya tidak sanggup melawan tenaga keempat hyungnya.

"Jebal, hyungdeul… Lepaskan aku!" Kyuhyun tidak lagi berontak. Ia memohon dengan suara yang nyaris melunturkan pertahanan Leeteuk, Sungmin, Heechul dan Hankyung. Tapi mereka tidak punya pilihan lain.

Memberdeul yang berdiri di mulut pintu tak kalah takut melihatnya. Mereka hanya bisa menyaksikan dengan diam. Leeteuk memandang ketiga dongsaeng yang ada di dekatnya, meminta mereka untuk bertahan, apalagi Kyuhyun kembali mencoba melepaskan diri setelah merasa permohonannya sia-sia.

"Kyuhyunnie, dengar kata sajangnim, kau harus tenang dan rileks," kata Siwon. Ia menepuk pipi Kyuhyun mencoba menenangkannya, meski tangannya sendiri mulai gemetar.

"Tapi, hyung…. "

"Ya! Jelek! Kalau kau tidak menurut, aku akan menggendongmu ke rumah sakit, arrachi?!" hardik Heechul yang sudah cemas bukan kepalang. Ia yakin penundaan selama lima menit lagi akan membuatnya melepaskan Kyuhyun dan membawanya lari dari jangkauan Uisa.

"Heenim benar, jika kau tenang, semua akan cepat selesai," bujuk Hankyung lembut.

"Kyuhyunnie…." Panggilan Sungmin membuat Kyuhyun menoleh. Sungmin mencoba tersenyum setenang mungkin. "Kau sudah janji akan menjadi hal-abeoji bersama, bukan? Apa sekarang kau mau melanggar janjimu?"

Kyuhyun menggeleng.

"Kalau begitu, kau harus menurut apa yang Sajangnim katakan."

Bujukan lembut itu membuat sang magnae tak berkutik. Akhirnya Kyuhyun menatap pasrah ke arah Uisa yang sudah bersiap.

"Lihat sini, Kyuhyunnie… Lihat hyung saja," kata Siwon sambil menepuk pipi Kyuhyun. Ia nyaris menangis melihat mata Kyuhyun menyiratkan ketakutan yang besar.

Begitu Kyuhyun menoleh, Uisa dengan sigap menusukkan alat itu tegak lurus ke titik yang ia tentukan tadi.

"Uuukkhhh!"

Tubuh atas Kyuhyun melengkung menahan sakit saat jarum itu menusuk dada kirinya. Kepalanya melesak ke bantal. Heechul, Hankyung, Leeteuk dan Sungmin berusaha menahan agar tubuh Kyuhyun tidak banyak bergerak. Ryeowook yang tidak tega langsung menyembunyikan tangisnya di pelukan Yesung.

Uisa kemudian memutar salah satu katup. Terdengar desisan udara keluar. Tubuh Kyuhyun gemetar, keringatnya keluar dengan deras, dan ia menggigit bibirnya menahan sakit. Namun suara napasnya mulai terdengar teratur dan wajahnya tidak sepucat tadi. Uisa mengambil plester steril dan melekatkan pangkal alat itu agar tidak bergoyang.

"Tidak dilepas, sajangnim?" tanya Leeteuk dengan wajah ngeri melihat alat itu masih menusuk magnaenya.

"Kita harus menunggu sekitar 15 menit, sampai indikatornya menunjukkan tanda hijau."

"Hyungdeul… sakit…"

Kyuhyun mengeluh lirih dengan mata terpejam. Keluhan yang membuat kesebelas namja itu menangis di dalam hati. Meski Kyuhyun tidak menangis, magnae mereka tidak pernah mengeluh secara terang-terangan seperti saat ini.

Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun. Ia meringis ketika Kyuhyun meremas tangannya dengan kuat, namun ia tetap tersenyum.

"Sabar, Kyuhyunnie… semua akan baik-baik saja…"

"Sungminnie benar,… kau akan sembuh, jadi bertahanlah," cetus Heechul mati-matian menutupi getar pada suaranya. Namja itu menepuk kaki Kyuhyun untuk memberi tanda bahwa ia masih mendampingi dongsaengnya itu.

Mereka berempat tetap memegang Kyuhyun, khawatir sang magnae membuat gerakan yang mengganggu bekerjanya alat itu. Uisa kali ini mengeluarkan sebuah alat suntik yang biasa mereka lihat. Ia mulai mengisinya dengan obat dalam ampul.

"Sajangnim…jangan tambahkan…obat tidur…"

Uisa mengerutkan kening. Kyuhyun sudah membuka matanya.

"Kami…harus ke malam…penghargaan…nanti malam…."

"Ya! Kyuhyunnie! Kau masih bisa berpikir begitu?!" Shindong mendekat dengan kesal diikuti member lainnya.

"Jebal…, Sajangnim…"

"Saya akan mengurangi dosisnya saja. Kau tetap memerlukannya untuk 1-2 jam, Kyuhyun sshi." Uisa kembali mengoleskan alkohol, kali ini ke tangan kiri Kyuhyun. Kyuhyun kembali meringis menahan sakit ketika Uisa menyuntiknya.

"Kyuhyun sshi, istirahatlah. Saya akan meninggalkan obat untuk kau minum, arrachi?"

Kyuhyun hanya bisa mengangguk. Suntikan tadi mulai membuatnya mengantuk.

"Mianhe, hyung… Lagi-lagi aku…mengacaukan jadwal…"

"Jangan banyak bicara, istirahatlah." Sungmin mengelus kepala Kyuhyun hingga terlelap.

Member Super Junior yang lain duduk di tempat tidur Sungmin dan di kursi. Mereka bertekad menunggu hingga indikator 'needle pneumothorax' menunjukkan warna hijau. Sungmin masih terus membelai kepala dongsaeng kesayangannya. Kyuhyun terlihat kesakitan setiap menarik napas meskipun dalam keadaan tidur.

Siwon memilih duduk di ranjang Sungmin bersama yang lain. Yesung menepuk punggungnya untuk menguatkan hati namja itu. Tangannya yang satu lagi merangkul bahu Ryeowook yang masih saja menangis. Leeteuk, Heechul dan Hankyung tetap berjaga kalau-kalau Kyuhyun bergerak banyak. Mereka tidak mau mengambil resiko.

Benar saja, saat Uisa mencabut alat itu, Kyuhyun tersentak dari tidurnya dan mengerang kesakitan. Namun kemudian matanya kembali terpejam. Obat tidur bekerja sesuai yang diharapkan. Uisa menempelkan plester steril di bekas tusukan tadi.

"Dia harus beristirahat setidaknya 2 jam. Itu pun jangan melakukan kegiatan berat dulu, arrachi?" Uisa membereskan peralatannya. "Kalau bisa dalam 2 hari ia melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Saya ingin memastikan apakah paru-paru kirinya sudah mengembang seperti semula."

Uisa memandang ke arah Leeteuk sambil tersenyum. "Mianhe, Saya tidak mengangkat teleponmu tadi. Saya pikir, lebih cepat tiba di sini lebih baik."

"Anda benar." Leeteuk mengangguk. "Sajangnim, apa kemungkinan kambuh selalu ada?"

"Ne. Pneumothorax bisa kambuh sewaktu-waktu." Wajah Uisa sedikit murung. "Kemungkinan kambuhnya bisa mencapai 50%. Seharusnya dia tidak melakukan aktifitas yang melelahkan, apalagi menjadi seorang artis."

"Sajangnim, tolong beritahu kami segala hal tentang kondisi Kyuhyunnie, juga cara melakukan penanganan daruratnya. Setidaknya, kami bisa menunggu bantuan sajangnim dengan tenang."

Kata-kata Leeteuk membuat Uisa tertegun.

"Mengatasi kondisi Kyuhyun sshi tidak mudah, apa kalian tahu itu? Orang lain dalam kondisinya tadi sudah tidak bisa bicara. Tapi dia masih sanggup protes dan berontak."

"Justru karena itu, Sajangnim. Justru karena Kyuhyunnie masih punya semangat untuk maju bersama kami, kami tidak bisa meninggalkannya."

"Kau yakin yang lain tidak keberatan?"

"Kami tidak keberatan!" seru Kangin sedikit pelan, takut Kyuhyun terbangun. Yang lain mengangguk dengan mantap.

"Uisa, ibarat kata, Kyuhyunnie menutup kekuranganku dalam bernyanyi, aku menutupi kekurangannya dalam hal dance." Eunhyuk meringis teringat gaya dance Kyuhyun pertama kalinya.

"Aku punya tubuh yang sehat, Uisa, aku sanggup menjaga dongsaengku itu dengan baik," ujar Donghae sambil tersenyum lebar.

"Tapi kau tidak tahan dingin," celetuk Shindong. Ia langsung merangkulkan tangannya yang besar pada Donghae. "Tenang saja, hyung sanggup membuatmu hangat."

"Apakah itu semua berhubungan?" Ryeowook kebingungan.

"Jangan dipikirkan. Aku juga bingung, Wookie," ucap Yesung serius.

Uisa tak bisa menahan tawa melihat kelakuan kesebelas namja di depannya. Ia melirik Kyuhyun yang masih tertidur. Sungmin sudah memasangkan kancing kemeja dan menyelimutinya dengan rapat.

"Kyuhyun sshi sangat beruntung punya hyungdeul seperti kalian."

"Kami juga beruntung punya magnae seperti dia," kata Ryeowook bersungguh-sungguh. "Setiap kali dia mencoba sesuatu, dia selalu ingin melakukan yang terbaik. Jika hal itu begitu sulit sehingga ia tidak bisa melakukan yang terbaik…."

"Maka dia akan bekerja keras untuk melakukannya dengan baik." Siwon menyambung sambil tersenyum bangga.

"Kyuhyunnie sangat cerdas. Aku menyukai caranya bangkit saat tidak bisa dan caranya mengamati sesuatu dengan penuh ingin tahu." Heechul meringis. "Sangat menyebalkan saat matanya berbinar seperti itu."

Hankyung menahan tawa melihat cara Heechul mengucapkan pujiannya.

"Bagian yang terbaik darinya adalah, dia tahu dia berbakat & cerdas." Yesung bergumam entah kepada siapa. "Tetapi ia tidak merendahkan yang lain atau berpikir terlalu tinggi pada dirinya sendiri. Dia selalu berusaha keras."

"Ne. Tapi jangan bilang hal itu padanya, Sajangnim. Bisa-bisa dia mentertawakan kami habis-habisan," kata Kangin disambut tawa pelan yang lain.

"Sudah, ayo kita keluar. Jangan sampai Kyuhyunnie terbangun." Leeteuk memberi perintah. Ia memandang Uisa yang sedang mengangkat tasnya dengan tersenyum. "Kita lanjutkan pembicaraan di luar, Sajangnim. Mianhamnida, aku akan meminta waktu Anda."

Uisa hanya membalas dengan senyum.

.

Begitu Uisa meninggalkan dorm, Leeteuk dan yang lain bersiap ke lokasi syuting.

"Ryeowookie, kau jaga dia baik-baik. Jangan biarkan dia memikirkan mangkuk-mangkuk tadi. Dia suka berpikir hal-hal yang tidak perlu dipikirkan."

"Tenang saja, Teuki hyung." Ryeowook tersenyum. "Nanti malam Kyuhyunnie tetap ikut bukan?"

Heechul menyeringai mendengar pertanyaan itu. "Kau takut dia merajuk hingga membuatmu pusing kepala ya?"

"Tentu saja dia ikut," kata Leeteuk. "Siapa yang bisa mencegahnya?"

"Aku akan mengatur part menyanyi nanti malam agar tidak terlalu berat untuk Kyuhyunnie. Kau akan aku SMS bila sudah selesai." Yesung menenangkan.

Setelah semua menghilang ke dalam lift, Ryeowook menutup pintu dorm.

.

.

"Dia benar-benar anjing kecil," gumam Heechul saat kembali ke dorm dan mendapati Kyuhyun sudah berlarian ke sana ke mari dengan sibuk. "Daya sembuhnya luar biasa."

Heechul mengira akan menemukan sang magnae tergeletak dengan menyedihkan. Ternyata dugaannya meleset. Diam-diam ia hendak memasukkan kembali coklat yang ia belikan untuk Kyuhyun.

"Kau bilang apa, Heechul hyung?" Tahu-tahu Kyuhyun sudah berada di dekat namja itu.

"Ah! Aku hanya bilang kau adalah magnae yang lincah dan….."

"Ck! Heechul hyung bilang aku benar-benar anjing kecil," cetus Kyuhyun. "Aku tidak tertipu begitu mudah sepertimu, hyung." Kyuhyun memamerkan senyum polosnya sebelum mengambil coklat yang ada di tangan Heechul. "Ini untukku kan?"

"YA! CHO KYUHYUN! Kau tidak boleh kurang ajar pada hyungmu!"

"Aku tidak kurang ajar," bantah Kyuhyun cepat. "Heechul hyung terlalu malu untuk memberikannya, jadi aku ambil saja."

Meski menggerutu, tak ayal Heechul merasa senang saat Kyuhyun memakan coklat itu dengan lahap. Ia tak menyadari Hankyung dan beberapa member diam-diam memperhatikannya sambil tersenyum maklum.

"Ah! Ngomong-ngomong soal anjing kecil, aku jadi ingin memeliharanya," kata Sungmin. Ia tersenyum ketika melihat Kyuhyun menggembungkan pipinya tanda tidak setuju.

"Aku juga mau!" seru Ryeowook cepat. "Tenyata anjing tidak terlalu menakutkan lagi sejak kemarin. Aku mau mencoba merawatnya."

"Aku juga mau memelihara sesuatu," celetuk Yesung sambil memandang Heechul yang menggendong Heebum. Hankyung menurunkannya ke lantai 11 setelah menyadari Heechul lupa memberi kucing gemuk itu makan.

"Bagaimana kalau besok kita hunting ke pet shop?" usul Donghae antusias.

"Tapi kita harus menunggu sampai gajian." Eunhyuk mengingatkan.

"Hyungdeul, kalian sudah baca jadwalku di white board? Aku membuatnya tadi."

Kyuhyun mencoba mengalihkan percakapan. Ia tidak terlalu menyukai binatang, jadi ia tak suka membayangkan dorm akan diisi oleh beberapa binatang lagi. Apalagi jika hyungdeul menyamakannya dengan dirinya.

"Jadwal apa?" Semua serentak melirik ke arah white board yang penuh tulisan.

Biasanya hanya jadwal seminggu yang tertera di sana. Tetapi kini ada jadwal Rising Star untuk Kyuhyun dan di sebelahnya tertulis lagi jadwal milik Kyuhyun. Ryeowook hanya bisa menggeleng saat beberapa pasang mata bertanya kepadanya tentang arti tulisan di whiteboard itu.

Senin : Leeteuk & Kangin

Selasa : Heechul, Hangeng, Siwon & Kibum

Rabu : Yesung & Ryeowook

Kamis : Donghae & EUnhyuk

Jumat : Sungmin

Sabtu : Shindong & (yang terpilih hari itu)

"Jadwal apa ini?" Kangin membaca dengan seksama.

"Kyuhyunnie, apa maksud jadwal ini?" Shindong melemparkan pandangan ingin tahu.

"Ne. Kenapa semua member ada?" Siwon ikut penasaran.

"Aku mencium sesuatu yang tidak baik," gumam Kibum.

"Jangan berburuk sangka, Kibummie," kata Hankyung.

"Ne, bisa kau jelaskan artinya, Kyuhyunnie?" Leeteuk memandang Kyuhyun menuntut jawaban.

"Ini jadwalku berbuat baik pada hyungdeul." Kyuhyun tersenyum. "Hyungdeul sudah berbaik hati padaku, jadi aku akan membalasnya. Contohnya, hari ini adalah hari Jumat. Giliran Sungmin hyung. Aku membantu Sungmin hyung merapihkan tempat tidur."

Senyum puas Kyuhyun berkebalikan dengan senyum ngeri Sungmin. Namja imut itu bergegas lari ke kamarnya. Tak lama, terdengar teriakan yang membuat semua bergegas menuju kamar Sungmin dan Kyuhyun.

"Kyuhyunnie, apa yang kau lakukan dengan tempat tidurku?" Sungmin memandang tempat tidurnya yang berwarna-warni dengan wajah seperti hendak menangis. Sarung bantal, sprei, dan bed cover terdiri dari warna yang berbeda, dengan motif yang saling bertabrakan. Padahal Sungmin selalu membeli satu set sehingga ia bisa memakainya bersama-sama.

"Aku menggantinya dengan yang bersih, hyung. Kau bisa tidur dengan nyaman."

"Tapi…tapi…." Sungmin tidak bisa meneruskan kata-katanya. Wajah Kyuhyun sangat senang dengan hasil yang ia capai. Ia tak tega merusak kebahagiaan Kyuhyun.

"Kyuhyunnie, kau tidak perlu berbuat baik kepadaku besok," kata Shindong sambil menepuk pundak Kyuhyun dan berjalan keluar.

Kyuhyun hanya bisa tertegun ketika mereka satu per satu mengucapkan kata-kata yang senada. Bahkan Sungmin juga mengatakan hal itu sambil beranjak keluar kamar mengikuti yang lain. Kyuhyun dengan kesal menyusul mereka ke ruang tengah.

"Kenapa hyungdeul tidak senang dengan itikad baikku?"

"Kami sangat senang, Kyuhyunnie," kata Leeteuk dengan lembut. "Tetapi kau tidak perlu berusaha terlalu keras. Jadilah dirimu apa adanya."

"Ne, lagipula kau sedang sakit. Seharusnya kau beristirahat." Heechul berkata sambil melempar death glare kepada Ryeowook yang langsung bersembunyi di balik punggung Yesung.

Kyuhyun tampak berpikir keras.

"Sungguh?"

"Jangan jawab!" seru Kibum dan Shindong. Mereka melihat evil smirk muncul di wajah Kyuhyun. Keduanya mengeluh bersamaan ketika yang lain terlanjur mengiyakan.

"Baiklah kalau begitu." Kyuhyun tersenyum senang. "Jadwal ini akan kuganti menjadi 'jadwal berbuat usil' mulai besok."

"MWO?!"

Saat semua terkejut, hanya Kibum dan Shindong yang saling berpandangan dengan pasrah. Apa yang mereka takutkan terjadi.

"Kyuhyunnie, kau tidak boleh memilih kami semua. Contohnya Heechul hyung, dia hanya memilih Donghae-ah dan Kibummie sebagai dongsaeng kesayangannya. Kau juga harus begitu!" protes Shindong.

Kibum kali ini menggeleng tak setuju dengan ucapan Shindong. Benar dugaannya, Kyuhyun langsung menunjukkan raut wajah tersinggung. Ia sudah tidak senang Heechul sering keluar bersama Hongki. Dan kini Shindong mengatakan pilihan Heechul dengan terus-terang.

"Kyuhyunnie, apa tidak aneh kau berniat usil dengan menetapkan harinya?" Kibum mencoba mengalihkan perhatian Kyuhyun. "Mereka bisa bersiap-siap ketika harinya tiba."

Kyuhyun menggeleng sambil mengukir evil smirk di wajah polosnya yang kini terlihat menyeramkan. "Aniyo. Dengan adanya jadwal ini, bukankah hyungdeul sudah merasa was-was? Apalagi besok adalah giliran Shindong hyung dan siapa pun yang membuatku tertarik untuk melakukan sesuatu."

"Tidak bisa begitu!" Heechul berdiri dengan kesal. Ia nyaris membuat Heebum yang tertidur di pangkuannya terbanting.

"Tentu saja bisa. Hyungdeul is mine."

Semua hanya bisa melongo melihat sang magnae tersenyum penuh kemenangan.

.

.

Malam harinya, Leeteuk, Yesung, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun menghadiri Asian Model Festival Award dengan mengenakan setelan jas hitam yang resmi lengkap dengan meja putih dan dasinya. Hanya Donghae yang bersikeras tidak mengenakan dasi. Ia merasa tidak cocok dengan benda itu.

"Panggungnya kecil," gumam Eunhyuk. "Tapi banyak orang asing."

"Tentu saja, acara ini diikuti oleh 7 negara, hyung," bisik Kyuhyun sambil meneguk air di gelasnya. "Enam negara Asia dan USA."

"Apa kita tidak salah undangan?" Ryeowook sedikit was-was.

"Itu tidak mungkin, Wookie," kata Kibum sambil kembali memandang Kyuhyun.

"Bagaimana, Kyuhyunnie?" Leeteuk ikut bertanya.

"Aish, kenapa hyungdeul melempar pertanyaan terus?" Kyuhyun protes dengan suara pelan.

"Karena kau yang selalu mencari tahu," ujar Yesung sambil tersenyum. Kalau saja bukan di acara resmi, ia ingin mencubit pipi Kyuhyun yang mulai menggembung.

"Sebenarnya AMFA ini bertujuan untuk memajukan dunia model di Asia. Tapi tahun ini enam negara di Asia dan USA menandatangani MOU dengan Prime Construction Co." Kyuhyun menyerah. "Tujuan perjanjian itu untuk memperkuat penyebaran Hallyuwood atau dikenal dengan Korean Wave."

"Kita diundang sebagai pemenang apa?" tanya Donghae tertarik.

"Kita diundang sebagai pemenang penghargaan kategori Entertainment Asia Special Award." Kyuhyun menerangkan dengan wajah memerah. Ia sedikit sungkan dijadikan tempat bertanya oleh hyungdeulnya.

"Hei, kau tidak perlu malu. Kami sangat senang bisa mendapat penjelasan darimu," puji Yesung tulus. Yang lain menganggukkan kepala.

"Itu berarti, kita wakil pertama di bidang menyanyi?" Donghae tampak antusias. "Impian kita supaya Super Junior dikenal luas bukan cuma impian?"

"Begitulah," kata Leeteuk. "Aku sangat berterima kasih kepada siapapun yang memilih kita. Ini kesempatan bagus, kita harus menunjukkan yang terbaik."

"Aku akan bernyanyi dengan baik. Teuki hyung jangan khawatir."

"Aniyo, Kyuhyunnie. Kau lihat mike di sana cuma ada satu?" Leeteuk tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Suara kita akan timpang jika masing-masing tidak memegang mike. Aku bersyukur kau tidak perlu bernyanyi."

Semua nyaris tertawa melihat pipi Kyuhyun kembali menggembung.

Saat nama mereka disebut, Leeteuk dan keenam dongsaengnya maju ke atas panggung yang tidak begitu besar itu. Leeteuk menerima award dan Eunhyuk menerima buket bunga dari pihak panitia. Mereka kemudian berdiri berjajar sementara Leeteuk berdiri di depan mike.

"Member Super Junior ada 13 orang," kata Leeteuk membuka kata sambutannya. "Tetapi karena kami ingin mempersembahkan lagu untuk acara ini, kami meninggalkan beberapa member di dorm."

Kyuhyun dan Ryeowook tak bisa menahan senyum mendengar kata-kata Leeteuk yang polos. Eunhyuk pun mulai ikut tersenyum lebar.

"Tapi ternyata masih tidak cukup mike untuk kami semua." Leeteuk meneruskan pidatonya. "Jadi salah satu dari kami akan menyanyikan versi pendeknya."

Kata-kata Leeteuk disambut tawa oleh yang hadir. Di panggung kecil itu memang hanya ada satu buah mike saja. Leeteuk memberi isyarat agar Yesung maju. Lead vocal Super Junior itu menyanyikan sebait lagu Marry U. Meski pendek, semua yang hadir bertepuk tangan mendengar suara emas itu mengalun.

"Urienuem Super Juni-OR! Kamsahamnida!"

Leeteuk memimpin dongsaengnya mengucapkan salam khas Super Junior. Mereka sekali lagi membungkuk ke arah hadirin sebelum turun dari panggung.

.

.

29 Januari 2008

Sepulang kuliah, Kyuhyun mampir ke kantor SM untuk melihat-lihat. Ia sangat senang ketika kemarin malam penjualan kedua tiket Super Show terjual habis dengan cara lelang. Melihat antusias fans yang masih besar, pihak SM merencanakan diadakan penjualan tiket tambahan pada tanggal 22 Februari, bertepatan dengan konser hari pertama. Hal itu mengakibatkan pengaturan baru untuk area penonton.

Kyuhyun tersenyum ketika teringat reaksi hyungdeul tadi malam saat mereka memantau lelang dengan was-was. Ia nyaris menutup telinganya mendengar teriakan mereka begitu tiket habis terjual. Donghae bahkan melompat-lompat di atas sofa sehingga Leeteuk harus menariknya turun sebelum sofa itu rusak.

Seperti biasa, Kyuhyun singgah ke basement. Melihat bangku panjang yang kosong di koridor, ia tersenyum teringat sahabatnya Changmin yang sedang berada di Jepang untuk waktu lama. DBSK sedang memantapkan posisi mereka di luar Korea.

Selamat, Changmin-ah, DBSK sudah menempati tempat pertama di Oricon Chart. Aku dan hyungdeul pasti akan menyusul kalian. Tunggulah. Saat itu aku akan menuntut janjimu untuk melambaikan light stick warna blue sapphire di konser kami.

"Ah! Menyebalkan! Katanya tiket Super Show Super Junior terjual habis tadi malam. Bahkan akan diadakan tiket tambahan."

Pembicaraan 2 orang trainee membuat Kyuhyun menyimak dengan diam.

"Hei, bukankah kau mengagumi Heechul sunbaenim? Kenapa sekarang berkata begitu?" Temannya menepuk pundak trainee yang pertama sambil tertawa. "Apa karena dia memarahimu saat mengejek magnaenya?"

Kyuhyun memicingkan matanya. Kini ia mengenali keduanya sebagai dua dari tiga orang yang membicarakannya saat itu.

"Cih! Aku tak mengaguminya lagi. Ternyata dia menyebalkan. Wajahnya pun terlalu cantik. Mungkin dia transgender."

"Hei, kalian!" Kyuhyun bangun dari duduknya dan mendekati trainee yang pertama. Ia mendorong namja itu hingga ke dinding. Tangan kirinya berjaga di sisi kepala hoobaenya, sedangkan tangan kanannya menekan dada namja itu sehingga menempel rapat dengan dinding.

"Apa yang kau lakukan?!" Protes trainee kedua. Tapi ia langsung terdiam ketika Kyuhyun menoleh dengan pandangan tajam dan wajah yang sangat keras.

Kyuhyun kini memandang lurus ke trainee pertama yang sedang memandangnya dengan mata terbelalak. "Kau tidak kenal siapa Kim Heechul. Jangan berani-berani menghinanya!" desis Kyuhyun dengan dingin.

Trainee itu berusaha bergerak, tetapi tangan kanan Kyuhyun menekannya begitu kuat sehingga ia kembali terdiam. Ia tak menyangka tubuh sekurus itu memiliki tenaga yang besar. Mata Kyuhyun seperti menarik habis akalnya. Ia tidak mengerti kenapa tubuhnya tidak mampu melepaskan diri.

Kyuhyun mengukir evil smirknya. Jemari tangan kanannya kini menyusuri lekuk wajah hoobae itu, membuat sosok di depannya menahan napas dengan takut. Sekujur tubuhnya terasa dingin karena aura yang dipancarkan Kyuhyun. Trainee kedua hanya bisa memandang mereka tanpa bicara.

"Aku tak peduli kalian mengatakan apapun tentangku. Tetapi jika kudengar kalian berkata buruk tentang salah satu hyung-ku, kupastikan kalian akan mendapat akibatnya."

Kyuhyun menyentil daerah di tengah dahi namja itu dengan keras sehingga namja itu berjengit. Kini Kyuhyun menariknya agar berdiri lurus, merapikan bajunya sambil sesekali mengibas seakan membersihkan debu. Ia juga membereskan kerah baju namja itu dengan sedikit keras.

"Ingat baik-baik kata-kataku tadi." Kyuhyun tersenyum. "Heechul hyung namja yang jauh lebih hebat darimu. Dia berani mengatakan apapun tanpa sungkan. Dia berani menentang jika sesuatu tidak benar, meski yang ia tantang adalah orang yang berkuasa. Kau pernah kagum padanya, bukan? Sungguh pengecut jika karena hal kecil kau berubah pikiran."

Kyuhyun ganti menepuk kedua bahu trainee lainnya. Ia memandang namja yang sedari tadi diam itu beberapa saat, sampai wajah itu memucat karena menahan napas terlalu lama. Kyuhyun kembali mengukir evil smirk di wajahnya. Tanpa berkata-kata, ia melepaskan trainee kedua dan berlalu dari sana.

Kedua trainee itu berpandangan dengan bergidik.

"Siapa dia? Sinar matanya menakutkan sekali. Lututku sampai lemas."

"Senyumnya mengerikan. Kenapa dia mengancam kita? Apa hubungan dia dengan Super Junior?"

"Pabo!" Seorang namja bertubuh kurus menjulang, berjalan mendekati mereka sambil tersenyum lebar. "Dia itu evil magnae Super Junior."

"Mwo? Jadi dia artis penyakitan itu? Appo! Apa yang kau lakukan?" Trainee pertama mendengus marah ketika sebuah pukulan melayang di kepalanya.

"Kau tidak bisa melawannya tadi, tapi kau masih berani menghinanya?" Namja tinggi kurus itu mencibir. Ia mengeluarkan HP dan menekan tombol-tombol. "Kalau begitu, kusarankan kalian berhadapan langsung dengannya. Akan kutelepon Kyuhyun sshi agar kembali ke sini."

"ANDWAE!" seru keduanya serempak.

"Baiklah, kami tidak akan bicara macam-macam lagi. Kami masih ingin debut di managemen ini," kata trainee kedua yang lebih berpikir jernih.

"Sebenarnya kau ini siapa?"

"Aku?" Namja tinggi itu melihat ke langit-langit seakan mencari kata-kata yang tepat sebelum akhirnya tersenyum lebar. "Aku calon keluarga Super Junior. Zhoumi."

.

.

31 Januari 2008

Kyuhyun sangat bersemangat. Persiapan konser Super Show yang semakin dekat membuatnya tidak pernah melakukan hal yang lain selain berlatih. Super Junior lebih sibuk di berbagai drama, MC, radio dan variety show daripada bernyanyi. Tetapi hari ini mereka akan menghadiri Seoul Music Award dan bernyanyi di atas panggung.

"Siwon hyung tidak ikut?"

Kyuhyun bertanya saat Leeteuk berjalan di dekatnya menuju sofa untuk duduk. Sang leader sedikit kelelahan. Jadwal Leeteuk, Shindong dan Eunhyuk termasuk yang paling banyak. Meski begitu, Leeteuk tidak pernah lalai memantau keadaan dongsaengdeul. Ia selalu memastikan semua dalam keadaan baik.

"Siwonnie ada syuting drama hari ini. Biar aku yang menggantikan part-nya di A Man in Love. Sunggie akan menggantikan di Don't Don."

"Teuki hyung, aku bisa menggantikan Siwon hyung." Kyuhyun ikut duduk di sebelah Leeteuk. "Aku bisa melakukan perform Don't Don dan A Man in Love dengan komplit. Aku selalu menghafalkan gerakan kalian saat latihan."

"Kau juga bisa menirukan part-ku di U dengan baik," celetuk Kibum sambil tersenyum. "Kau suka sekali menirukan orang lain ya?"

"Tapi itu membuatku kehilangan saat Kyuhyunnie tidak di dorm. Tidak ada yang membuat tiruan-tiruan lucu," kata Eunhyuk. Namja itu memeluk bahu Kyuhyun sambil terkekeh.

"Bagaimana, Teuki hyung? Kau sangat lelah. Biar aku yang menggantikan Siwon hyung."

Leeteuk memandang Kyuhyun yang bersikeras dan menggeleng. "Aniyo. Aku tidak mau mengambil resiko. Kau tetap menyanyi bagianmu saja dan kembali ke backstage. Begitu juga saat A Man in Love."

"Teuki hyung, kalian menyanyikan 2 lagu berturut-turut dan aku harus bolak-balik ke backstage?" Kyuhyun menautkan alisnya tidak setuju. "Kau terlalu cemas, hyung. Hanya dua lagu saja. Aku setiap hari berlatih lebih dari 30 lagu untuk konser kita. Meski di selang-seling, itu tetap lebih berat dari dua lagu. Dan aku sanggup melakukannya."

Heechul mendekat dan menepuk kedua bahu Kyuhyun dengan keras. "Kau menurut atau tinggal di dorm?!"

"Tapi aku sudah lama tidak naik panggung…."

"Dengar, Kyuhyunnie, mereka sudah tahu di kedua lagu itu kau hanya muncul sebentar saja. Mereka tidak akan protes jika kau hanya muncul sekejap." Leeteuk berbicara dengan serius. "Seperti kata Uisa, kau tetap harus memperhatikan kondisimu. Sebaiknya kita pertahankan hal itu. Suatu saat , kedua lagu ini bisa menjadi keuntungan buat kita."

"Keuntungan?" Ryeowook memandang Leeteuk dan Kyuhyun bergantian. Ia penasaran karena Kyuhyun tampak mengerti maksud kalimat sang leader tadi.

"Maksud Teuki hyung, kedua lagu itu bisa menjadi tambahan istirahat untuk Kyuhyunnie jika kondisinya sedang tidak baik. Jadi lebih baik kita pertahankan saja seperti itu," jelas Kangin.

"Hei, jangan cemberut begitu, uri magnae." Donghae menarik Kyuhyun berdiri. "Ayo kita berangkat. Jangan tampil di panggung dengan wajah seperti itu. Nanti semua award kabur dari kita."

"Itu tidak mungkin," protes Kyuhyun. "Keputusannya pasti sudah ada."

"Itu mungkin saja." Shindong tertawa. "Kalau melihat wajahmu saat ini, MC pun tidak berani memanggil kita ke panggung."

"Bagaimana dengan Henry-ah?"

"Dia sementara ini tidak akan ikut saat perform Don't Don agar tidak terjadi keributan," jelas Leeteuk dengan raut sedih. "Tapi saat Super Show kita akan mengajaknya. Semoga ELF bisa menerima Henry sebagai bagian dari keluarga Super Junior nanti. Bagaimana pun, dia sudah dipastikan oleh pihak SM sebagai anggota Super Junior M bersama Hankyun-ah."

"Siapa lagi dari kita yang akan masuk, hyung?" tanya Donghae cemas. Semua serentak melirik ke arah Kyuhyun.

"Sudah! Konsentrasi saja dengan Super Show dahulu," cetus Yesung mencoba mencairkan suasana. "Ini konser yang sudah lama kita perjuangkan. Masalah lain kita tunda sampai Super Show selesai, arrachi?"

Semua mengangguk membenarkan.

"Kyuhyunnie, kenapa kau memanjangkan rambutmu?" Hankyung mengacak rambut Kyuhyun yang sebagian mulai menutupi mata.

"Aku dan stylist sudah memilih sebuah model rambut beberapa waktu lalu untuk konser. Model itu akan membuatku terlihat lebih tua dari kalian semua," kata Kyuhyun sambil tersenyum senang. Ia sudah melupakan kekesalannya tadi.

"Dia suka sekali terlihat tua," kata Yesung sambil menggelengkan kepala.

.

.

Seoul Music Award ke-17

Super Junior menampilkan perform Don't Don dan A Man in Love dengan sukses meski Siwon tidak bisa hadir. Kyuhyun dan Ryeowook yang sudah lama tidak tampil di panggung sangat bersemangat. Keduanya membuat member yang lain sakit kepala dengan keusilannya.

Kali ini Super Junior mendapat kursi yang sudah diberi nama grup, sehingga mereka duduk dalam 2 baris yang berdekatan. Karena Siwon tidak datang, barisan depan kosong satu kursi.

Kyuhyun, Heechul, Hankyung dan Yesung duduk di barisan belakang. Setiap kamera menyorot mereka, Heechul selalu membuat gaya-gaya lucu bersama Hankyung dan Yesung, sementara Kyuhyun hanya sedikit berpose sambil tertawa melihat ulah hyungdeulnya. Ia tertawa lebih keras ketika Heechul dengan cueknya mendorong kepala Hankyung di depan sorot kamera.

Member yang duduk di depan lebih tenang kecuali Kangin dan Shindong. Mereka semua kegirangan ketika Siwon muncul lengkap dengan kostum yang sama dengan mereka. Namja itu mengejar waktu dari lokasi syuting. Ia langsung duduk di bangku barisan depan yang masih kosong.

"Nama kita belum dipanggil, hyung?" tanya Siwon kepada Sungmin yang duduk di sebelahnya.

Sungmin menggeleng. Ia juga merasa cemas karena sedari tadi nama Super Junior belum disebut. Ia berharap ada award yang bisa mereka menangkan di Seoul Music Award ini.

"Kibummie ke mana?" tanya Siwon lagi ketika menyadari Kibum tidak berada di antara mereka.

"Saat A Man in Love ia merasa tidak sehat dan turun ke backstage begitu selesai menyanyikan bagiannya. Ia langsung pulang di antar manager hyung. Kau kan tahu Kibum tidak suka menunggu."

"Dia tidak apa-apa, Sungmin hyung?"

"Hanya terlalu lelah."

Siwon merasa lega. Ia kemudian mengikuti jalannya acara dengan tenang.

Akhirnya di Seoul Music Award ke-17 ini, Super Junior menjadi salah satu dari 10 peraih Bonsang Award. Meski penghargaan Daesang tidak berhasil mereka raih, Super Junior membawa pulang Mobile Popularity Award. Penghargaan itu diberikan kepada penyanyi yang sepanjang tahun meraih popularitas yang baik.

Seperti 10 nama untuk Bonsang, biasanya ada 2 nama yang akan mendapat penghargaan untuk kategori tersebut. Tahun kemarin Super Junior dan DBSK sama-sama mendapatkannya. Tetapi untuk tahun ini hanya satu nama yang dipanggil untuk yang meraih penghargaan itu.

"Popularitas kita sudah baik. Kita harus lebih baik lagi agar penjualan album kita juga baik," kata Leeteuk saat mereka dalam perjalanan pulang. Ia memandang award itu dengan wajah gembira. "Kalian harus rajin berlatih untuk menjadi semakin bagus, arrachi?"

"Arraseyo, hyung!"

Leeteuk tersenyum senang mendengar jawaban dongsaengdeul yang semobil dengannya. Namun saat ia memandang keluar jendela, wajah sang leader sedikit suram. Ia teringat pembicaraannya tadi pagi dengan Kibum.

"Teuki hyung, aku diminta bermain dalam drama televisi Chunja's Happy Events."

"Wah! Itu sangat bagus!"

"111 episode."

Kata-kata Kibum membuat Leeteuk tersenyum. "Tentu saja boleh, itu sangat bagus! Kau suka menjadi aktor, bukan?"

"Aku ingin menjadi aktor yang sungguh-sungguh. Aku tidak bisa mempersiapkan drama itu sambil melakukan kegiatan lainnya. Aku ingin 100% berkonsentrasi pada apa yang aku kerjakan. Aku ingin mendalami karakter itu sepanjang hari dan setiap saat."

Leeteuk tertegun.

Saat itu ia tidak tahu harus berkata apa. Membujuk tidak, menyanggah pun tidak. Pandangan Kibum yang tegas membuatnya kehilangan kata-kata. Tanpa sadar Leeteuk menghela napas panjang.

"Ayolah, Kyuhyunnie, kau sudah mengantuk, bukan? Taruh saja kepalamu di pangkuanku." Suara Eunhyuk membuat Leeteuk menoleh ke bagian belakang di mana Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun duduk.

"Aniyo, hyung! Sudah kubilang, aku tidak bisa tidur lagi di dalam mobil! Aku selalu merasa was-was," tolak Kyuhyun. " Aku bisa terlempar karena sedang tidur saat kecelakaan. Aku tidak mau terulang lagi."

Suara tangisan Eunhyuk yang muncul membuat Shindong, Heechul, juga Hankyung yang duduk di sebelah pengemudi menoleh. Kyuhyun dan Donghae menepuk namja itu dengan bingung.

"Mianhe, Kyuhyunnie, aku memang bersalah saat itu. Tidak heran kau tidak mempercayaiku lagi."

"Mwo? Hyukkie, kau bicara apa sih?"

Kyuhyun melupakan sopan santunnya sehingga Heechul menimpuk dongsaengnya itu dengan sapu tangan. Kyuhyun memungut sapu tangan itu dan memberikannya kepada Eunhyuk yang langsung memakainya untuk membuang cairan yang muncul dihidungnya. Heechul hanya bisa menggerutu panjang pendek melihat hal itu.

"Saat itu kau juga sedang tidur di pangkuanku. Tapi aku tak sadar kau terlempar dari mobil. Mianhe, Kyuhyunnie… Kali ini aku akan memegangmu lebih kuat. Apalagi mobil kita dilengkapi pengaman hingga ke bangku belakang. Kau tidak perlu cemas lagi."

Eunhyuk menarik Kyuhyun dengan paksa, mencoba menekannya agar berbaring. Tapi Kyuhyun mati-matian menolak. Donghae hanya tertawa saja melihat ulah keduanya.

"Ayolah, Kyuhyunnie, beri hyung kesempatan sekali lagi."

"Tapi aku tidak mau tidur!"

Suara tangisan Eunhyuk yang kembali kencang membuat Kyuhyun menerima death glare dari yang lain. Namja itu memandang Eunhyuk yang masih menangis. Tampaknya Eunhyuk benar-benar merasa bersalah. Kyuhyun menjadi tidak tenang.

"Baiklah." Jawaban Kyuhyun membuat Eunhyuk memandangnya dengan senang. "Tapi hyung harus berjanji, jika kita selamat sampai di dorm malam ini, Eunhyuk hyung harus melupakan pikiran konyol tadi. Itu semua kecelakaan. Aku bahkan tidak berpikir menyalahkan mobil Kangta sunbae yang kita naiki malam itu…. Bagaimana mungkin aku menyalahkan hyung?"

"Baiklah, aku terima."

Eunhyuk tersenyum sangat lebar. Ia menepuk pangkuannya memberi kode. Member Super Junior yang lain tersenyum saat wajah Kyuhyun tampak sedikit malu. Namun Kyuhyun merebahkan kepalanya di pangkuan Eunhyuk dan mulai memejamkan matanya. Tangan Eunhyuk melingkar dengan posisi melindungi.

"Tidurlah, Kyuhyunnie. Aku akan menjagamu sampai di dorm," bisik Eunhyuk.

Leeteuk dan yang lain akhirnya kembali menghadap ke depan.

"… Apa yang kau pilih, hyung… mengikatnya tetap bersama kita, atau melepasnya untuk meraih keinginannya?" Kata-kata Yesung terngiang kembali, membuat Leeteuk menghela napas panjang.

Aku hanya ingin melindungi semua impian dongsaengku… Apa melepasnya adalah cara terbaik melindungi impiannya? Bagaimana dengan dongsaengku yang lain? Saat EHB waktu itu, Hyukkie dan Wookie menangis begitu sedih. Bagaimana jika semua benar-benar terjadi? Apakah tidak ada dongsaengku yang akan terluka karena keputusanku?

Sampai tiba di dorm, Leeteuk belum tahu keputusan apa yang ia harus ambil. Sementara ini ia akan mengijinkan Kibum menerima tawaran itu. Mengenai jadwal Kibum di Super Junior, ia akan menunda membahasnya hingga konser mereka selesai.

.

.

2 Februari 2008

07.00 KST

Member Super Junior benar-benar sibuk. Rekaman VCR, pemotretan, wawancara, latihan vocal, latihan stamina, dan pengukuran kostum silih berganti menjadi rutinitas mereka. Tiada hari tanpa kesibukan. Di hari biasa saja mereka harus tiba di kantor SM jam 8 pagi dan baru kembali jam 10 malam. Terus menerus seperti itu, apalagi jika ada acara yang menuntut mereka pulang lebih malam, termasuk acara di radio.

Meski begitu, mereka selalu berusaha mengubah pekerjaan apapun menjadi menyenangkan. Masalah tidur pun bisa mereka lakukan di mana saja termasuk saat menunggu di tempat acara. Bahkan kadang mereka mencuri waktu tidur saat sedang di make-up. Senda gurau tidak pernah lepas dari kehidupan mereka sehari-hari. Belum lagi ulah sang magnae yang selalu menganggap setiap hari adalah April Mob kecuali hari Minggu.

Karena hari ini adalah hari Sabtu, semua member Super Junior kecuali Kyuhyun merasa was-was. Menurut 'jadwal berbuat usil' yang dibuat sang magnae, hari ini minimal Shindong yang akan kena ulahnya. Meski begitu, semua tetap berkumpul di dorm lantai 11 untuk sarapan, apalagi menu hari ini adalah bibimbap.

Ryeowook, Hankyung dan Sungmin membantu ahjumma gajeongbu meletakkan 13 mangkuk bibimbap di meja makan. Heechul dan Shindong seperti biasa sibuk membicarakan soal MC maupun DJ bersama Kangin. Siwon dan Kibum membahas mengenai tawaran iklan untuk mereka berdua.

Eunhyuk dan Leeteuk berdiri di tempat yang agak kosong untuk mencari gerakan tarian. Keduanya akan berpartisipasi dalam Gag Man Battle edisi tahun baru. Donghae membantu mencetuskan ide-ide. Yesung pun ikut menyumbangkan ide yang lebih banyak ditampik daripada diterima oleh ketiganya. Tapi ia tetap merasa senang bisa ikut serta dalam diskusi itu.

Semua aktivitas tadi langsung terhenti ketika sosok Kyuhyun muncul. Sang magnae mengenakan sweater wool putih dengan mantel panjang, sepatu boot, trapper hat yang menutupi telinga, juga slayer tebal berwarna putih. Di punggungnya tergantung ransel yang tampaknya tidak diisi banyak barang.

"Kau mau kemana, Kyuhyunnie? Kuliah?"

Pertanyaan Ryeowook langsung disambut gelengan yang lain. Tapi wajah Ryeowook sangat serius. Ia tidak melepaskan pandangannya dari Kyuhyun.

"Aniyo, Ryeowookie. Karena hari ini dan besok aku tidak ada jadwal, aku sudah meminta ijin pada manager hyung untuk libur." Kyuhyun meringis ketika kedua belas mata itu membelalak ke arahnya. "Hyungdeul tahu pasti, tidak mungkin ada libur. Jangan tanyakan detail lainnya."

Semua kembali mengangguk maklum. Memang tidak ada yang perlu ditanyakan.

"Jadi, kau akan kembali besok atau Senin?"

"Aku belum tahu, Teuki hyung. Tapi sebelum absen di SM jam 8 pagi, aku pasti sudah kembali." Kyuhyun kemudian membagi-bagikan secarik kertas kecil kepada semua hyungdeulnya. "Tolong isi kertas ini selama aku pergi, Hyung. Apa saja yang ingin kalian katakan padaku."

"Kenapa tidak mengatakan langsung saja?" tanya Heechul sambil membolak-balik kertas kosong itu. "Aku akan menulis: JELEK!"

"Itu juga tak apa," kata Kyuhyun sambil tersenyum.

"Kau tidak merencanakan sesuatu kan, magnae?" Shindong yang merasa hari ini gilirannya, merasa sedikit waspada.

"Aniyo. Apa hyungdeul lupa kalau aku ulang tahun besok?"

"Kyuhyunnie, kenapa kau menyebutkannya?" tanya Sungmin heran. Padahal dia dan member Super Junior yang lain berencana merundingkan hal itu nanti siang.

"Ne, biasanya yang ulang tahun akan berpura-pura tidak sadar bahwa hari itu ia berulang tahun." Kangin juga merasa sedikit kecewa.

"Aku kan bukan orang biasa, hyung," protes Kyuhyun.

"Ah! Itu benar! Kau evil magnae," sahut Eunhyuk sambil tertawa keras.

"Jadi, apa yang dilakukan oleh evil magnae jika ulang tahun?" Donghae ikut menggodanya.

"Aku hanya ingin bilang: Jangan repot-repot." Kyuhyun kembali tersenyum. Tampaknya ia sedang sangat senang sehingga tidak merasa kesal. Biasanya dia akan protes kalau ada yang menyebutnya evil. "Jika hyungdeul sudah menyewa tempat, memesan kue, atau apapun yang berkaitan dengan ulang tahunku, sebaiknya dibatalkan saja. Masih sempat."

"Kami tidak berniat melakukan apapun." Kibum mencoba peruntungannya.

"Itu bagus."

Senyum Kibum menghilang. Tadinya ia sedikit berharap Kyuhyun menunjukkan wajah kecewa atau semacamnya. Tapi ia justru melihat wajah senang.

"Waeyo, Kyuhyunnie?" Hankyung merasa penasaran.

"Kan aku tidak di dorm, hyung. Kalian juga tidak perlu membelikanku kado."

"Tapi kalau mau tidak apa kan?"

"Tidak boleh!"

Siwon merasa sangat kecewa mendengar kata-kata tegas itu. Yesung menepuk punggungnya dengan prihatin.

"Maksud Siwonnie kan baik, Kyuhyunnie. Kau tidak boleh menolak pemberian orang lain."

Kyuhyun memiringkan kepalanya sambil memikirkan kata-kata Yesung. Ia tidak sadar penampilannya saat itu sudah seperti boneka dengan kulitnya yang putih dan rambut hitam, serta semua atribut yang dikenakannya.

"Kalau hyungdeul ingin memberikan hadiah, hari lain saja. Tapi untuk ulang tahun kali ini aku tidak menerimanya." Kyuhyun melirik jam tangan untuk melihat waktu. "Aku harus berangkat sekarang. Jangan lupa diisi, hyung. Kertas itu adalah hadiah ulang tahun untukku tahun ini. Tuliskan apa saja yang kalian ingin katakan padaku, arrachi? Lalu masukkan ke dalam kaleng ini."

Kyuhyun meletakkan sebuah kaleng berbentuk beruang ke atas meja ruang tengah. Kaleng itu memiliki lubang untuk memasukkan koin. Jika mereka melipat kertas itu menjadi dua, maka kertas itu bisa masuk ke dalam kaleng.

Tanpa memberikan kesempatan bertanya, Kyuhyun memeluk mereka satu per satu dengan cepat, melambaikan tangan, lalu menghilang di balik pintu. Kedua belas namja itu tertegun memandang pintu yang tertutup.

"Aish! Apa lagi ulah magnae itu?" Heechul menggelengkan kepala dengan gemas.

"Tak apa, Chullie, mungkin dia ingin merayakannya bersama keluarga," kata Leeteuk sambil tersenyum meski dia juga merasa sedikit kecewa.

"Padahal aku ingin merayakannya besok," gumam Ryeowook sedih. Ia sudah membuat rencana bersama Sungmin dan Yesung untuk pergi mencari hadiah siang nanti. Ia memandang kertas di tangannya dengan bingung. "Aku harus menulis apa?"

"Tulis saja: BINGUNG! Appo!" Heechul mendelik ke arah Hankyung yang baru saja menjitak pelan kepalanya. "Ya! Hankyung-ah!"

"Kyuhyunnie mengharapkan itu saja sebagai hadiah ulang tahunnya. Minimal kau memikirkan apa yang akan kau tulis dengan serius, Heenim."

Meski Heechul menggerutu, tapi Hankyung tahu namja itu akan memikirkan kata-katanya.

.

.

22.00 KST

Eunhyuk dan Leeteuk baru saja pulang dari SUKIRA ketika mendapati semua member Super Junior berkumpul di dorm lantai 11 dengan wajah tegang. Ryeowook bahkan langsung menghambur memeluk Leeteuk sambil menanngis.

Leeteuk semakin heran mendapati Siwon dan Kibum juga ada di dorm.

"Ada apa ini? Kenapa semua berkumpul di sini?" Eunhyuk bertanya dengan cemas.

"Teuki hyung, uri magnae menghilang," isak Ryeowook.

"Mwo?!" Leeteuk dan Eunhyuk berseru serempak.

"Kalian tidak berbohong, bukan? Apa ini bukan keisengan Kyuhyunnie?"

"Aniyo, Teuki hyung." Shindong menggeleng dengan wajah suram.

"Tadi noona-nya menelepon ke sini menanyakan Kyuhyunnie," jelas Ryeowook masih sambil menangis. "Ahra noona pikir Kyuhyunnie merayakan ultahnya di dorm."

"Dia tidak pernah tiba di Nowon sejak pergi tadi pagi." Hankyung menambahkan.

"Karena Teuki hyung dan Eunhyuk hyung sedang on air, Heechul hyung memanggilku, Kangin hyung dan Siwon hyung ke dorm." Kibum menggelengkan kepala. "Seharusnya tidak perlu panik seperti itu."

"Bagaimana tidak panik? Tidak ada kabar sama sekali dari Kyuhyunnie." Donghae yang sudah menangis, menghambur memeluk Eunhyuk. "Seharusnya aku melarangnya keluar dengan penampilan selucu itu. Bagaimana kalau dia diculik, Hyukkie?"

"Teuki hyung, dia juga tidak mengangkat telepon kami." Sungmin kembali memandang HP –nya. Tak ada tanda-tanda Kyuhyun menerima telepon dan pesan yang ia kirim. "Ini sudah larut malam. Seharusnya hanya butuh waktu dua jam untuk tiba di Nowon."

"Aish! Jangan bertele-tele! Kita cari saja sekarang!" seru Heechul tak sabar.

"Cari kemana, hyung?"

"Pokoknya cari saja, Kangin-ah. Kita berpencar. Bagaimana, Teuki hyung?" Yesung bersiap mengenakan jaket tebalnya.

Leeteuk yang baru mencerna semua perkataan dongsaengnya, hanya bisa memandang Yesung dengan tatapan kosong.
"Kita harus cari dia ke mana, Sunggie? Aku benar-benar tidak tahu…"

.

.

TBC

.

.

Readeeeeeeeeeer! Gomawo sudah membaca

Revieweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeer! Gomawo udah mereview

Kalian semua udah bikin author semangat menulis,

Plus tersandung gara2 diuber-uber,

dan …

aish….sulit dilukiskan dengan kata2 hehehe

.

Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

Kamsahamnida

.

.

Jawaban Review CH 29

dlestariningsih 1/28/13 . chapter 29

Salam kenal.

Jangan terjerumus dong, tapi mengenal yang tadinya tidak kenal.

Trims sudah membaca ff ini dan mereview hehehe

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 29

mari kita baca ch 30 hehehe

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 28

soal itu diserahkan pada reader wkwkwkwk

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 27

Ne, selalu berputar

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 26

Aniyo

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 25

Karena Kyuhyun seperti itu

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 24

Sabar, chingu…sabar…..

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 23

Ne, yg cita2, itu semua benar real

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 22

Di ff ini begitu

tesaSUJU31 1/28/13 . chapter 21

Itu krn sang mentor orang yang berarti buat dia dan dia sudah berjanji untuk memikirkannya

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 20

Iya itu bohongan hehehe kalau nangis beneran, Sungmin nggak akan ninggalin Kyuhyun sesenggukan sendiri

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 19

Iya, itu aka nada di RS

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 18

Iya, duo evil hanya takluk ama Leeteuk kkkk

BabyWonKyu 1/27/13 . chapter 29

Aish…jangan bilang sepanjang masa, karena di masa akan datang pasti banyak penulis2 hebat lain yang bermunculan hehehe

Soal itu mari kit abaca CH30. Gomawo sudah membaca dan mereview ff ini chingu

Untuk novel akan dikabari nanti

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 17

Itu yang quotes Kyuhyun real. Bisa dilihat di album don't don. Yg Kangin lupa member suju pas sakit tanggal segitu juga real. Yg Leeteuk diomelin eomma Ryeowook juga real wkwkwk
Sampai Ryeowook senyum2 pas di wawancara

sarangchullpa92 1/27/13 . chapter 29

Aku juga suka kalau duo evil adu mulut wkwkwk

Heechul itu sangat vocal. Dia selalu apa adanya bahkan di televisi. Itu yang aku kabgumi dari Heechul. Dia berani

GaemAya 1/27/13 . chapter 29

Ne, tapi kalau nonton yg di backsatage, Siwon suka nangis kenceng kalau dapat penghargaan, dia juga suka nangis diam2 kalau lihat lukanya Kyuhyun. Aslinya dia orang yg peka. Dia suka menangis untuk orang lain. Ne, untuk review tidak aku cek ulang ejaannya. Apa adanya aja krn anti jawaban bisa berubah ha ha ha

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 16

Itu real yg Kangin sempat nggak ingat beberapa member SJ. Mereka itu semua flu dalam waktu lama, tidak bisa istirahat…jadinya begitu

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 15

Ne, otaknya kadang perlu di rem apalagi mulutnya wkwkwk

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 14

di ff ini begitu. Itu fanfic. Yg jelas akhir okt dia operasi lagi

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 13

Iya, itu real mereka bicara begitu di konser DBSK

Okta1004 1/27/13 . chapter 1

Gomawo buat reviewnya, chingu. Gomawo sudah mengikuti ff ini

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 12

Ne, ceritanya di ff ini begitu

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 11

Jangankan ngamuk. Katanya kalau Kibum lagi diam aja, Kyuhyun nggak berani ngajak ngomong

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 10

Aigoo… salah satu yg bikin bbrp keluar adalah makan dan pengobatan pun tanggungan artis lho setelah mereka debut.

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 9

Kibum itu perhatian sama Kyuhyun. Mungkin karena Kyuhyun satu-satunya dongsaengnya dan mereka punya kecepatan pemikiran yg sama kkkk

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 8

Ryeowook memang imut hehehe.

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 7

Yg Kyuhyun dengar ledakan dan lari itu real lho wkwkwk. Dia nggak tahu dan lagi di mobil pas kejadian
tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 6

Iya, parah krn tulang rusuknya patah membuat paru2nya sobek, tulang pinggulnya patah menusuk lambung, dan pahanya juga patah. Udah baca Falling Star? Di sana diceritakan.

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 5

Aku nggak tahu kenapa mereka bisa bertahan

tesaSUJU31 1/27/13 . chapter 4

Ne, dia memang pekerja keras

yetha 1/26/13 . chapter 6

Iya, aku suka lihat Kyuhyun, meski ndut tapi kelihatan lebih strong dan sehat

yetha 1/26/13 . chapter 5

Iya, banyak label SJ dan SJ05 yang rancu kalau nggak dilihat sejarahnya

siscabonna1004 1/26/13 . chapter 29

Ne, mianhe memang lama untuk 2013

Beberapa sumber bilang perjanjian tiap member beda dan Kibum masuk itu untuk acting bukan penyanyi. Sampai saat ini dia tetap artis berlabel SM kok

yetha 1/26/13 . chapter 4

Ne, aku suka sekali persahabatan mereka. Kelihatan tulus banget

yetha 1/26/13 . chapter 3

Ne, lagu yang sangat indah

yetha 1/26/13 . chapter 2

He's a strong man

tesaSUJU31 1/26/13 . chapter 3

wkwkwk iya

tesaSUJU31 1/26/13 . chapter 2

tesaSUJU31

Iya, SJ selalu berjuang kok

Guest 1/26/13 . chapter 1

tesaSUJU31

Gpp, kronologisnya banyak yg beda. Karena itu fanfic tetaplah fanfic (^_^)

wookiesomnia 1/25/13 . chapter 29

Begitulah kalau magnae sakit kkkk

Hmmm, soal itu ada di ch30

nurhanita fenita clouds elf 1/24/13 . chapter 29

wkwkwk sabar ya

Guest 1/24/13 . chapter 4

Hehehe, gomawo reviewnya chingu. Guestnya diganti nick name aja jadi tahu kalau saya balas reviewnya (^_^)

Guest 1/23/13 . chapter 28

annyeong

dianhae 1/23/13 . chapter 29

Gomawo reviewnya chingu

ryu jackson cloud 1/23/13 . chapter 29

he he he cari di web nya aja

SFSClouds 1/23/13 . chapter 29

Ne, gpp chingu

uryelf 1/22/13 . chapter 29

cuma bisa pesan lewat FB ku aja chingu di add ya, alamatnya di bawah TBC

KyuAja 1/22/13 . chapter 29

Gomawo hehehe

Tanggal updatenya kan beda, mulai nulisnya juga beda hehehe
Aku nggak paham, aku hanya coba memahami. AKu jadi fans SJ sejak awal Sept 2012

oracle 1/22/13 . chapter 29

Wkwkwk…pada mikirnya ke sana kayak Teuki ya? kkkk

Mau gimana lagi, penggambaran denahnya sama ngikutin yang real. Dan kamar mereka memang strategis banget buat nguping…kagak kelihatan karena ada kamar mandi dulu. Beda ama yg lain, pintunya langsung berhadapan sama sofa

Gomawo buat semangatnya hehehe

chijRS 1/22/13 . chapter 24

Dugaan chingu tepat wkwkwk

Little Hope 22 1/22/13 . chapter 29

Mendalami karakter yang hendak ditulis. Itu saja.

Rainy 1/22/13 . chapter 29

Soal itu belum tahu chingu. Mengikuti kata hati

dhianelf4ever 1/22/13 . chapter 29

pasti curiga ada yg sms jam 1 malam hehehe

nuryewookie 1/21/13 . chapter 29

wkwkwk pasti kayak kepiting rebus

EHB sampai 13

Mykyubee 1/21/13 . chapter 29

Usahakan boleh, chingu, siapa tahu evil glarenya mempan wkwkwk

Betul, batu giok juga bagus :-D

Eonni aja

Ratu fauziah 1/21/13 . chapter 29

Masukkan saja namanya ke yahoo nanti ka nada penjelasannya

Guest 1/21/13 . chapter 3

Ne…kejam

HAR11299 1/21/13 . chapter 25

Di FB

lalalala 1/21/13 . chapter 29

Soal itu baca di ch 30 hehehe

Andhisa Joyers 1/20/13 chapter 29

KKK soal itu bisa baca di ch30

heeeHyun 1/20/13 . chapter 29

Tiba2 terpikir adegan itu wkwkwk

Gomawo, semoga nggak garing lagi untuk ke depannya

ayu wandira 1/20/13 . chapter 29

Gpp, chingu, itu hal biasa hehehe

fel 1/20/13 . chapter 29

Kenapa tidak boleh di situ?

SkyKi 1/20/13 . chapter 29

Ne, mianhe bakalan lama

Seul Chan 1/20/13 . chapter 29

Wkwkwk…. Belum colaps kaliiii Gomawo reviewnya

aidahaitsuki 1/20/13 . chapter 1

Ne, gomawo chingu

Kyuzi 1/20/13 . chapter 29

Takut magnaenya diapa-apakan leader kkkk

Kibum selalu terus terang. Pacar pun dia tidak pernah sembunyikan

Gomawo buat kesabaran menunggunya hehehe

17 1/20/13 . chapter 29

Ne, aku juga sedih dan berharap Kyuhyun selalu gembira. Awal februari mungkin

sisusi 1/20/13 . chapter 29

Mungkin karena kita berharap hal itu tidak pernah terjadi

Ne, gomawo soal dukungannya waktu itu hehehe

ekha sparkyu 1/20/13 . chapter 29

SS1 masih lama hehehe

Hahaha 1/19/13 . chapter 29

Sayangnya belum bisa hehehe

Evilkyu Vee 1/19/13 . chapter 29

Suka duo evil yach (^_^) Jadi kangen Heechul…. Semoga setelah balik dari wamil dia bisa lebih ceria

Elly 1/19/13 . chapter 29

Gomawo chingu

lemonade 1/19/13 . chapter 29

Aniyo, aku nggak bisa bikin BL (^_^)

LEE MIN AH 1/19/13 . chapter 29

Nggak. Hanya sebagian saja

1/19/13 . chapter 29

Kudunya yg jauh yach hehehe

ElfSparKyu1302 1/19/13 . chapter 29

Ne, kita tunggu tanggal mainnya

Tsuioku Lee 1/19/13 . chapter 29

Hints yaoi? Apa tuh?

Itu fanfic hehehe

Indie itu istilah untuk karya yang launchingnya swadaya, tidak lewat penerbit. Alias dibuat sendiri

Cabut bulu? Sereeeeeeeeem kkkk

Guest 1/19/13 . chapter 2

Gomawo

myeolchikyu 1/19/13 . chapter 29

Ooh…begini ya yang benar? Ok, aku catat

Menebak tidak dilarang. Benar tidaknya tidak dijamin kkkk

Keinginan chingu sepertinya belum terkabul. Mianhe

Wah, aku nggak simpan yang itu, coba aja dikutak-katik keyword yang kira-kira pas.

Yg SJM, karena masuk timeline RS, dimohon menunggu dengan sabar sampai chapter yang bersangkutan muncul hehehe

Aku akan cerita secara universal saja yg SS! Tidak dibahas rinci

Gomawo reviewnya hehehe

ElfSparKyu1302 1/19/13 . chapter 29

Dugaan chingu benar yang pertama hehehe

Wkwkwk aku juga suka yg bagian awal itu

Akan dijabarkan suatu saat

Mianhe, untuk 2013 10-14 setelah chapter selanjutnya upload.

ryeo ryeo ryeong 1/19/13 . chapter 29

Soal itu kita lihat di CH30 hehehe

Gomawo sudah mengikuti ff ini chingu

HyeriKyu 1/19/13 . chapter 29

Sabar….sabar…kkkk

Gyurievil 1/19/13 . chapter 29

Ne, Ahra eonni emang pintar, nggak nunggu itu anjing keburu mati kkkk

AngeLeeteuk 1/19/13 . chapter 29

Mianhe, gomawo sudah sabar menunggu

Keyq 1/19/13 . chapter 29

Sabar menunggu…jebal…kkkk

Guest 1/19/13 . chapter 1

PAsti lucu kalau muka Yesung nempel di kaca

gyu1315 1/19/13 . chapter 29

Ne, itu benar, kalau mau buat baik banyak cobaan hehehe

Gomawo sudah mereview

Cho sahyo 1/19/13 . chapter 29

SS1 dimulai 22 Feb 2008. Gomawo

Suci 1/19/13 . chapter 29

Aku kira cuma otot yg bisa keseleo wkwkwk

Gomawo udah baca KKHM hehehe

Aisah92 1/19/13 . chapter 29

Ne, soal itu kit abaca saja di CH30 hehehe

Fatsabita 1/19/13 . chapter 29

Hmm, mari kita ikuti CH30 hehehe

PuuHyukWoon 1/19/13 . chapter 29

Gomawo

sitakyu qya 1/19/13 . chapter 29

Iya, kondisinya tidak akan pernah kembali seperti semula. Tapi aku bersyukur minimal sekarang dia tampak sehat

misskyuKYU 1/19/13 . chapter 29

Soal Heechul dan Kyuhyun diserahkan kepada yang baca hehehe

Siwon sampai saat ini katanya masih begitu. Dia harus ngobrol dulu ama Kyuhyun baru bisa tidur tenang

Sungmin suka risih kalau Kyuhyun tidur naked kkkk

Iya, dipikir itu anjing bakal disayang, eh malah dianggurin kkkk

Gomawo reviewnya

1/19/13 . chapter 29

Salam kenal.

livtia 1/18/13 . chapter 29

Gomawo reviewnya, chingu, ne, video masih menjadi kelemahan saya. Semoga bisa lebih diperbaiki ke depannya

wind 1/18/13 . chapter 29

Ya, merawat orang sakit memang melelahkan.

rura seta 1/18/13 . chapter 29

Aish…ha ha ha… ne gomawo

Fitri MY 1/18/13 . chapter 29

Gomawo udah mereview chingu

SSungMine 1/18/13 . chapter 29

Udah 90%, nanti akan diumumkan jika sudah selesai . Gomawo

Sei 1/18/13 . chapter 29

Betul…nggak mungkin ketemu Changmin krn ternyata Changmin di Jepang sampai Juni

Kagak kasar hehehe

Bukan salah chingu kok, jangan khawatir

Ne, gomawo reviewnya

AreynaKyuminElf 1/18/13 . chapter 29

GWS oppa

Choi Youmin 1/18/13 . chapter 29

Kita lihat CH 30

kyuminline1307 1/18/13 . chapter 5

Gomawo sudah mereview

Guest 1/18/13 . chapter 29

Ne Gomawo

Cho Rae Eun 1/18/13 . chapter 29

Tidak akan berhenti. Gomawo reviewnya chingu

kyuminline1307 1/18/13 . chapter 4

Iya, persahabatan yg unik wkwkwk

vha chandra 1/18/13 . chapter 29

Ne, Sungmin pindah ke mana ya? Gomawo reviewnya

kyuminline1307 1/18/13 . chapter 3

Mungkin dua-duanya

SunakumaKYUMIN 1/18/13 . chapter 29

Soal itu kit abaca aja ch30 hehehe

Ne, gomawo reviewnya, chingu. Gomaowjuga buat dukungannya

Ay 1/18/13 . chapter 29

Iya, maksud Siwon berubah cara pandangnya dan berubah kondisi tubuhnya. Krn yg tadinya kuat, suka olahraga, sekarang nggak memungkinkan untuk itu. Meski pun Kyuhyun ingin.

kyuqie 1/18/13 . chapter 29

Yg sudah diumumkan di oktober adalah Hankyung dan Henry. Yg lain setelah ss1 akan diumumkan bertahap di media korea. Nanti akan diceritakan di RS

KyungMinSparKyu 1/18/13 . chapter 29

Mianhe udah bikin sedih… Gomawo reviewnya chingu. Hwaiting

xoxoxo 1/18/13 . chapter 29

DI kamar Yesung aja aman yach hehehe

Cho rae in 1/18/13 . chapter 29

Gomawo review dan semangatnya hehehe

chohee 1/18/13 . chapter 29

Mian, tidak lewat penerbit

dewdew90 1/18/13 . chapter 29

Ne, gpp chingu. Gomawo sudah membaca dan mereview

sieLf 1/18/13 . chapter 29

Gomawo. Soal benar tidaknya, kita ikuti saja ch 30 hehehe

indahpus96 1/18/13 . chapter 29

Bilang malang tapi tertawa. Aish hehehe

kim eun ra 1/18/13 . chapter 29

Teuki salah sangka wkwkwk

ryeofha2125 1/18/13 . chapter 29

Gomawo

SieLf 1/18/13 . chapter 29

Sabar tunggu ch 30 ya. Gomawo reviewnya

aidakyu 1/18/13 . chapter 29

Bukan sembuh tapi keluar rumah sakit. Untuk sembuh dia butuh waktu lama banget. Tapi Kyuhyun itu kembali ke panggung sebelum sembuh lho… Makanya dia ada perjanjian dengan sang manager bahwa dia nggak boleh nunjukkan wajah sakit jika bernyanyi krn itu kemauannya sendiri. Dan Kyuhyun berjanji untuk itu. Makanya meski sampai 2008 dia masih sakit jika bernyanyi, kita nggak pernah kelihatan kan mimik sakitnya? Kecuali kalau kita perhatikan benar2 apalagi pas bukan gilirannya nyanyi

Gpp chingu. Gomawo reviewnya

clouds1309 1/18/13 . chapter 26

Bukan LSM chingu, Petinggi SM…tokoh fiktif

hyoeni 1/18/13 . chapter 29

GDA2010 nggak masuk

miKYU 1/18/13 . chapter 29

Heechul dan Kyuhyun itu diserahkan ke imajinasi masing2 hehehe

casanova indah 1/18/13 . chapter 29

Mau lihat review ? di sebelah kanan judul kan ada tulisan review…nah di klik aja.

Kalau yg dibawah cerita, itu untuk nulis review

qyukey 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo

Fi Zi 1/18/13 . chapter 29

Ikutan narik napas panjang

reaRelf 1/18/13 . chapter 29

Soal tulus tidaknya mari kita bca ch30 hehehe

Haera 1/18/13 . chapter 29

Gomawo chingu

Kiyuh 1/18/13 . chapter 29

Apa itu saiko?

phiexphiexnophiex 1/18/13 . chapter 29

PR buat kamu Heechul dan Kyu ngapain hehehe

trililililili 1/18/13 . chapter 29

Kalau kondisinya Kyuhyun itu benar, chingu. Tapi kalau konflik yg pada bicara itu fanfic

Soal FS nanti diumumkan di FB. Smeoga awal Feb udah jadi

Princess kyumin 1/18/13 . chapter 29

Kyuhyun emang kalau di dorm manjanya terlau wkwkwk banyak hyungnya yg bilang gitu pas wawancara

tya andriani 1/18/13 . chapter 29

Ne, 10-14 hari

lovely yesungielf 1/18/13 . chapter 29

Soal itu kit abaca ch 30 aja :-D

SunhyunChoi 1/18/13 . chapter 29

Wkwkwk…ahjummanya udah mikir yg horror juga

ahra rahayu 1/18/13 . chapter 29

Heechul bukan orang yg ekspresif, tapi dia perhatian kok sama dongsaengnya
Soal itu tetap harus dijaga ya… Pneumothorax itu bisa kambuh.

Bella 1/18/13 . chapter 29

Yesung nggak jahat lho…coba dibaca ulang kalimatnya hehehe

Tapi pengucapan Heechul memang shit. Coba deh… Yg waktu charice sister aja jadi brother wkwkwk
Hmm, dia kuliahnya tahun berapa? Ini pas 2007 soalnya. Nanti aku cek lagi. Tapi di TV memang dia selalu parah tuh inggrisnya pas tahun 2007 2008. Sesudahnya aku belum perhatikan

Iya, lagi dingin banget

Kim Anna 1/18/13 . chapter 29

Iya, Teuki mikirnya horror kkkk

Gisella 1/18/13 . chapter 29

Soal hukuman diserahkan kepada yg baca kkkk

Ne, gpp, gomawo chingu sudah mengikuti ff ini dan mereview

chan 1/18/13 . chapter 29

Pneumothorax itu bisa kambuh saat kedinginan, tertekan, dan kelelahan

Kyuminhae 1/18/13 . chapter 29

Aku juga masih bingung bedanya. Ada yg bilang posisi, ada yg bilang tinggi badan

AIsh…penyuka colaps kkkk

Ne, gomawo. Nanti kalau sudah jadi dikasih kabar ya.

riekyumidwife 1/18/13 . chapter 29

Wah, ID baru hehehe. Ne, gomawo chingu

lisamei 1/18/13 . chapter 29

Gomawo reviewnya kkkk

Kuro-berry Saki 1/18/13 . chapter 29

Gomawo buat pengertiannya chingu

Blackyuline 1/18/13 . chapter 29

Mari kit abaca ch30

riyuri 1/18/13 . chapter 29

Seandainya itu benar, memang kira-kira gara-gara itu

haekyu 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo

Shin Min Hwa 1/18/13 . chapter 29

MAri kita lihat bersama hehehe

Ayu 1/18/13 . chapter 29

10-14 hari dr chapter sebelumnya upload chingu

widyawati saputri 1/18/13 . chapter 29

Ne, mengurus orang sakit memang melelahkan

hyunnieya 1/18/13 . chapter 29

Ne, chingu, gomawo sudah sabar menunggu

Soal pemesanan akan dijelaskan nanti di FB hehehe

choYeonRin 1/18/13 . chapter 29

Iya ha ha ha
Soal itu pasti sengsara banget, soalnya aku juga nggak suka sayuran hehehe

Untung per spring bed nya kagak sampai nongol. Gomawo reviewnya chingu

NaraKim 1/18/13 . chapter 29

Hmm…kita lihat ch 30 hehehe

R'Rin4869 1/18/13 . chapter 29

Gomawo buat pengertiannya chingu.

Kyuline 1/18/13 . chapter 29

Mari kit abaca ch30

awlia 1/18/13 . chapter 29

Ne, dia mulutnya kasar tapi hatinya baik

Chocojjee ganti nama dr Gaemjjeje 1/18/13 . chapter 29

Gomawo sudah bersedia menunggu

annis 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo chingu

lee sang ki 1/18/13 . chapter 29

Waktu FS iya, tapi RS mulai berkurang, bisa dibilang hanya sebagian saja yang real

fikyu rahayu 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo

KyuChul 1/18/13 . chapter 29

Ne, dia kena heat stroke. Soal pemesanan akan diberitahukan jika sudah jadi

cloud prince 1/18/13 . chapter 29

Gomawo ya chingu buat reviewnya hehehe SOal itu akan dibahas di ch 30

Jmhyewon 1/18/13 . chapter 29

Betul, diserahkan kepada reader

Ne, mereka selalu bisa tersenyum untuk kita ya, apapun keadaan mereka sebenarnya

sparkyu23 1/18/13 . chapter 29

Donghae sebelum dijebak Leeteuk untuk minum alkohol, dia sama seperti Eunhyuk tidak menyentuh alkohol. Jadi sebelum itu dia tidak minum. Tidak minum tidak diukur kadar ketahananannya. Kita bahas yg 2008 hehehe.

Kalau ada ygmenganggap ff ini kisah nyata, itu sulit. Sejak awal FS dan RS tertulis fanfic. Jadi bacalah sebagai fanfic, bukan sebagai kisah nyata. Data /fakta yang digunakan dalam karya fiksi sebenarnya telah menjadi bagian dari sistem fiksi itu dan bukan lagi menjadi bagian sistem dari dunia realitas (Junus, 1989)

Kalau terasa nyata, itu imajinasi pembaca berjalan masuk ke dalam ff ini, dan perasaan penulis yang tertuang ke dalam tulisan.
Tapi nggak apa, chingu, warningnya akan diperbesar hurufnya.
Dalam penulisan cerita, saya memilih 'third person point of view' (sudut pandang orang ketiga) yang omniscient bukan limited. Saya menyukai yang omniscient krn ada minimal 13 orang yang harus saya bagi perannya dalam setiap chapter meski main cast hanya 1. Omniscient mempermudah saya untuk merangkai kalimat.

Tapi terima kasih buat masukannya hehehe. Akan dijadikan perbaikan untuk ke depannya. Gomawo chingu. Salam kenal

puzZy cat 1/18/13 . chapter 29

Ne, chingu, begitulah. Hidup itu tak selamanya sedih tak selamanya senang hehehe
Gomawo buat review

asa 1/18/13 . chapter 29

Mari kit a baca ch 30 hehehe

vietaKyu 1/18/13 . chapter 29

Benar juga, bisa-bisa Changmin mau bawa kabur Kyuhyun lagi wkwkwk
Gomawo reviewnya chingu

kkyu32 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo

aninkyuelf 1/18/13 . chapter 29

Mianhe cuma bisa 10-14 hari (^_^)

ratnasparkyu 1/18/13 . chapter 29

Amin. AKu juga berharap begitu

Rifa Fana 1/18/13 . chapter 29

Ne, gomawo hehehe

fikyu 1/18/13 . chapter 29

Mari kit abaca ch 30 kkkk

gaemgyulover 1/18/13 . chapter 29

Iya, yg hukuman itu memang diserahkan kepada pembaca, dengan kalimat2 yang disediakan tentunya sebagai pembatas hehehe

nining wulan 1/18/13 . chapter 29

Gpp, Leeteuk pasti mengerti (*lho? Wkwkwk)

kyuminline1307 1/18/13 . chapter 2

Gomawo chingu sudah mampir hehehe

octaviani 1/18/13 . chapter 29

Mian, 2013 ini hanya bisa 10-14 hari

dinikyu 1/18/13 . chapter 29

Benar ya…nanti ch 31 habis 1 kalimat aku bakal nulis TBC lho kkkk

Itu fanfic lha

hanchulkyubum 1/18/13 . chapter 29

Soal alasannya, coba surfing dengan keyword SM vs MBC nanti akan muncul beritanya

kyuminline1307 1/18/13 . chapter 1

Sama….

AriskaGyu 1/18/13 . chapter 29

Gomawo sudah berusaha mereview chingu hehehe. Hwaiting untuk review ch 30 wkwkwk

Kuro-berry Saki 1/18/13 . chapter 28

Cheonmaneyo sudah membaca ff ini aja aku udah senang hehehe

Rey 1/18/13 . chapter 28

Soal itu, mari kita tunggu saja hehehe Mianhe

LylaAkariN 1/17/13 . chapter 28

HWAITINGGGG!
Gomawo reviewnya chingu