Title : RISING STAR Chapter 32
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Henry. DBSK.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Fanfic just Fanfic, Geje , 'if read, don't bash'
Summary : "Heechul hyung mencemaskan Kyuhyun hyung." / 13 itu tidak akan menjadi 13 lagi… / Apa aku tidak pantas menjadi hyung-mu? / "Teuki hyung tidak adil." / "Kita bersahabat karena kita bersahabat."
.
.
"Kibum hyung… Jebal, hyung… Bertahanlah dengan kami sebentar lagi… Bertahanlah hingga konser ini berakhir…." Kyuhyun mencoba memohon di telinga Kibum. "Kumohon, Kibum hyung… Setelah itu, aku akan melepaskanmu... Kau tidak perlu memaksakan diri hingga seperti ini… Aku sudah kuat, aku tidak akan meminjam kekuatanmu lagi…."
Suara isakan Kyuhyun membuat yang lain menoleh dan terdiam. Tidak ada lagi suara perdebatan. Semua memperhatikan Kibum yang masih tampak menerawang dengan matanya yang kosong. Tubuhnya masih mengayun bersama Kyuhyun yang tidak melepaskan pelukannya.
.
.
RISING STAR
Chapter 32
.
Member Super Junior yang lain, manager hyung dan para kru yang berada di dekat kedua namja itu terpekur.
"Jebal, hyung…" Kyuhyun menangis sambil terus memeluk Kibum. "Kibum hyung yang aku kenal adalah namja yang kuat… Namja yang berangkat meninggalkan negaranya untuk mengejar mimpi sebagai aktor. Kibum hyung-ku adalah aktor yang hebat… Aktor yang sanggup memerankan tokoh sesulit apapun."
Tiba-tiba ayunan tubuh Kibum terhenti.
"Aku…aktor yang hebat…?" gumam Kibum dengan tatapan kosong, seakan mencoba mencerna kalimat itu.
"Ne. Sangat hebat." Kyuhyun mencoba tersenyum. "Aktor yang mendalami perannya dengan sungguh-sungguh. Aktor yang tidak pernah setengah-setengah. Hyung bisa berubah menjadi tokoh yang hyung perankan… Hyung tidak sekedar menghafal dialog."
"Aku…aktor yang hebat…."
Kyuhyun mengangguk keras.
Mendadak Kibum menoleh ke arah Kyuhyun. Ia melepaskan tangan Kyuhyun yang memeluknya, dan berganti menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Mata namja itu kembali bersinar.
"Aku adalah seorang aktor, Kyuhyunie," kata Kibum sambil memandang wajah magnae-nya dengan senyum lebar. "Kim Kibum adalah seorang aktor… Aku saat ini mendapat peran sebagai penyanyi… Aku adalah penyanyi yang hebat… Aku adalah seorang penyanyi yang terkenal… Aku adalah Kim Kibum Super Junior yang sedang menanjak naik."
Kyuhyun yang tertegun hanya bisa mengangguk membenarkan. Kibum bangkit berdiri dan tersenyum kepada member Super Junior yang lain, seakan tidak terjadi apapun tadi.
"Hyungdeul, kenapa kalian bengong seperti itu? Ayo bersiap! Panggung kita sudah menunggu!"
Kibum tertawa dan memberi kode agar mereka melakukan toss bersama. Meski sempat tertegun dengan perubahan Kibum yang besar, semua berkumpul dan melakukan toss dengan gembira. Mereka pun bersiap-siap untuk naik ke panggung setelah VCR selesai.
Kyuhyun yang belum akan tampil, berdiri di salah satu pojok yang gelap. Ia berusaha menahan air matanya melihat wajah Kibum yang ceria dan ber-semangat. Ia tersentak ketika seseorang memeluknya dari belakang.
"Sungmin hyung… Kau tidak bersiap?" tanya Kyuhyun tanpa menoleh. Ia terus menatap Kibum yang tengah bersenda-gurau menunggu saatnya mereka naik ke atas panggung.
"Masih ada waktu. Kau jauh lebih memerlukanku, Kyuhyunie…"
"…Sungmin hyung, aku tidak akan pernah berada di panggung yang sama dengan Kibum hyung… Panggung Super Junior… Padahal aku menantikan saat-saat kita ber-13 berada di panggung milik kita sendiri, hyung…," gumam Kyuhyun lirih. "Dia bukan Kibum hyung… Dia tokoh yang diperankan oleh Kibum hyung…"
Air mata Kyuhyun pun mengalir ketika Sungmin memeluknya dengan lembut.
"Jika Kibumie adalah ulat, dan Super Junior adalah kepompongnya… Apakah kau menyesal jika ia berubah menjadi kupu-kupu dan meninggalkan kepompong yang menjadi tempatnya selama ini?"
Kyuhyun menggeleng.
Sungmin tersenyum, memaksa Kyuhyun berbalik menatapnya.
"Cho Kyuhyun adalah magnae yang kuat. Magnae kebanggaan kami. Hyung yakin, kau juga mampu melewati ini semua dengan baik."
"Sungmin hyung! Ayo bersiap!"
Sungmin melambaikan tangan ke arah Kibum yang memanggilnya.
"Kau lihat, Kyuhyunie? Kibumie berjuang mengatasi kelemah-an dirinya; menanggalkan kepribadiannya agar bisa berdiri di panggung konser Super Junior. Meski dia adalah sebuah tokoh, tapi Kibumie melakukan semua ini untuk kita. Apakah perasaannya tidak tersampaikan padamu, magnae?"
Kyuhyun tertegun.
"Gomawo, hyung, kau sudah membuatku menyadarinya," gumam Kyuhyun sambil menghapus air matanya.
"Aniyo. Kau sudah membuat Kibumie bisa berdiri di atas panggung sekarang. Kini, kau juga harus menyemangati dirimu sendiri. Berdirilah di atas panggung bersama kami semua. Juga bersama 'Kibum hyung'-mu."
Saat Sungmin bergabung dengan yang lain, Kyuhyun memandang keduabelas hyung-nya dengan perasaan senang. Pandangannya bertemu dengan pandangan Kibum. Untuk beberapa saat ia melihat Kibum yang sebenar-nya muncul ke permukaan, memandangnya sambil tersenyum lembut.
Senyum Kyuhyun pun berganti tawa.
Hyungdeul, hari ini adalah konser pertama milik kita. Super Junior Super Show. Aku tidak akan menyerah dengan keadaan apapun, sama seperti kalian yang tidak pernah menyerah untuk mendukungku selama ini. Aku akan membuat kalian bangga. Aku tidak akan mengecewakan kalian.
Kibum hyung, jika ini adalah konser terakhir kita bersama, kami akan membuatmu mengenangnya seumur hidupmu, membuatmu selalu teringat kepada Super Junior… Aku yakin, meski akting adalah hidupmu, kami juga mendapat bagian penting di hatimu….
"Ya! Jelek! Jangan senyum-senyum sendiri begitu! Sebentar lagi kami akan kembali! Kau tidak boleh berbuat yang aneh-aneh!"
Heechul berseru dari tempatnya berdiri. Matanya menangkap sosok Henry yang baru saja muncul.
"Henry-ah, jaga Kyuhyun hyung-mu baik-baik!"
Heechul menggerutu ketika Kyuhyun hanya tertawa menanggapi omelan-nya. Kyuhyun melambai kepada hyungdeul yang memandang ke arah mereka berdua, meyakinkan bahwa ia tidak apa-apa meski hyungdeul akan mendahului-nya tampil.
"Heechul hyung mencemaskan Kyuhyun hyung."
"Aku tahu, Henry-ah," jawab Kyuhyun sambil tertawa geli.
Ia ikut tegang ketika panggung mekanik tempat hyungdeul berdiri beranjak naik. Seruan gempita dari fans yang hadir semakin riuh. Mata Kyuhyun terasa panas. Ia tak bisa membayangkan seandainya bisa melihat pemandangan itu langsung dengan matanya.
"Suatu saat, kau akan menyanyi juga di lagu pembuka, Kyuhyun hyung." Henry menepuk bahunya dengan maksud menghibur.
"Bahasa Korea-mu mendadak lancar." Kyuhyun tertegun.
"Aku berencana mengatakannya. Aku menghafalkan kalimat tadi. Yang ini juga." Henry tersenyum meringis. Kyuhyun nyaris tergelak melihat wajah Henry yang tersipu malu.
"Tentu saja, aku tidak akan seperti ini terus. Aku pasti semakin kuat dan bisa tampil sebanyak mungkin bersama hyungdeul." Kyuhyun merangkul Henry dengan senang. "Kau belajar kalimat tadi dari Zhoumi ge? Kau mendapat guru yang baik. Tapi kau harus hati-hati jika hyungdeul yang mengajarimu. Hangeng gege sudah menjadi korbannya."
Henry hanya bisa termangu mendengar kalimat panjang itu. Wajahnya sedikit cemas karena ia menangkap kata 'hati-hati' dan 'korban' dalam kalimat yang tidak dimengertinya tadi.
.
.
Sepasang mata mengawasi Kyuhyun dan Henry dari jauh sebelum beranjak meninggalkan backstage.
Sebagai Petinggi di SM, sudah kewajibannya untuk muncul memberi semangat dan bahkan di dalam sorotan kamera ia melakukan toss bersama dengan ketigabelas namja itu di ruang ganti, sebelum mereka bersiap di backstage. Ia sungguh heran karena Kyuhyun yang berada di sebelahnya, juga semua member Super Junior, menyambutnya dengan ramah. Bahkan ia melihat rasa hormat di mata mereka semua.
Apa mereka gila? Terbuat dari apa hati dan pikiran mereka? Seharusnya kehadiranku menambah ketegangan, membangkitkan kebencian atau setidak-nya kemarahan, tapi mereka semua tampak biasa saja. Dan masalah Kibum-sshi, seperti yang aku perkirakan sejak semula, sifatnya yang sangat introvert mulai menimbulkan masalah. Tetapi lagi-lagi mereka bisa mengatasi semuanya itu. Mana ada orang yang berakting menjadi dirinya sendiri? Tapi ternyata cara itu berhasil…
When the 13 different personalities combine together, the most beautiful harmony glows. Kata-kata Kyuhyun terngiang kembali di telinganya.
"Tiga belas itu tidak akan menjadi tiga belas lagi… Jika itu terjadi, tidak ada harmoni yang akan muncul dari mereka."
"Mianhamnida… Sajangnim mengatakan sesuatu?" tanya sang ajudan yang berjalan di belakangnya.
"Bukan urusanmu!" katanya cepat, membuat sang ajudan membungkuk meminta maaf. Tiba-tiba langkah Petinggi SM terhenti. "Rumor yang aku bilang beberapa hari lalu sudah disebar?"
"Ne, Sajangnim." Sang ajudan mengangguk. "Tetapi, Sajangnim, apakah hal itu tidak akan merugikan kita juga nantinya?"
"Itu bukan masalah. Setiap detik kita bisa mengorbitkan siapapun yang kita inginkan. Apa kau lupa dunia ini seperti panggung neraka? Setiap saat banyak orang yang ingin menjatuhkan kita, dan akan dengan senang hati menggantikan posisi orang di atasnya. Tak ada yang namanya persahabatan. Mereka harus menyadari hal itu untuk menjadi besar di dunia artis."
"Tapi, Sajangnim..."
Pandangan tajam sang Petinggi SM membuat ajudannya hanya bisa terdiam. Mereka tetap tidak berbicara saat mobil membawa mereka meninggalkan tempat konser.
Kyuhyun-sshi dan Super Junior, kalian selalu mengagungkan persaudaraan dan persahabatan. Sebentar lagi kalian bisa melihat, betapa manusia, demi kepentingan pribadinya, akan berubah menjadi saling bermusuhan. Kalian pun akan seperti itu. Setelah kalian kehilangan hati kalian, aku akan bisa mengendalikan kalian semua dengan mudah.
Mulut Petinggi SM mengukir sebuah senyum yang membuat ajudannya mengalihkan mata ke arah jalan.
.
.
Sementara itu di Olympic Fencing Gymnasium, musik Twins (Knock Out) mengalun memenuhi arena konser seiring riuhnya ELF bersorak. Satu per satu suara hyungdeul terdengar. Kyuhyun nyaris berteriak kegirangan ketika lagu pertama dibawakan dengan sukses. Henry juga melompat dengan wajah gembira.
Saat hyungdeul turun, Kyuhyun hendak beranjak mendekat. Leeteuk langsung menghampiri dan mendorongnya duduk kembali. Sang leader mengambil botol air yang disodorkan kru dan mengeringkan wajahnya dengan handuk.
"Jangan ikut sibuk, Kyuhyunie. Kau lihat, banyak orang yang membantu kita," kata Leeteuk sambil mengatur napasnya.
Kyuhyun melihat para kru menyodorkan minum dan handuk kepada hyung-deul. Mereka juga memberikan pistol tiruan untuk lagu Rock This House yang akan dibawakan dengan sedikit adegan tembak-menembak.
Leeteuk bergegas kembali bergabung setelah menepuk bahu Kyuhyun. Member yang lain melambai ke arah sang magnae untuk menghiburnya. Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum untuk meyakinkan mereka bahwa dia baik-baik saja.
Henry ikut tersenyum ketika melihat Kyuhyun meliriknya dengan wajah sedikit memerah karena diperlakukan seperti itu.
"Hyungdeul selalu berpikir aku ini anak kecil."
"Aku juga sayang Kyuhyun hyung," ucap Henry. Ia mencari kata-kata yang menurutnya cukup mewakili perasaannya tentang tindakan member Super Junior yang lain. Namja berpipi chubby itu tertawa ketika Kyuhyun menjitak pelan kepalanya.
"Tutup mulutmu, magnae! Di Super Junior China, aku adalah hyung-mu. Ingat, aku adalah hyung-mu!"
"Ne… Ne… arraseyo." Henry benar-benar tak bisa menahan tawa melihat wajah lucu dengan mimik serius Kyuhyun. Ia sadar mengapa hyungdeul begitu over protektif kepada namja di sisinya. Kyuhyun selalu menimbulkan perasaan sayang dan ingin melindungi. Ia sendiri mulai merasakan hal yang sama kepada Kyuhyun. Ia tidak yakin tidak akan memperlakukan Kyuhyun sebagai 'magnae'.
Kibum, Siwon dan Eunhyuk menempati kursi yang sudah disediakan. Yang lain berhamburan menuju posisi mereka masing-masing. Mata Kyuhyun menangkap wajah salah satu hyung-nya yang berkeringat lebih banyak dari yang lain. Ia merasa sedikit khawatir.
Selesai lagu Rock This House, Kibum menghampiri Kyuhyun dan Henry dengan tergesa-gesa. Ia tersenyum, menepuk mereka memberi semangat, dan berlari ke posisi stage mekanik yang akan mengangkatnya jauh tinggi ke atas arena konser saat awal lagu Don't Don. Donghae dan Eunhyuk juga berlari ke tempat mereka akan muncul mendahului yang lain. Kyuhyun tersenyum senang melihat Kibum bisa menikmati konser meski dengan cara berakting sebagai penyanyi.
"Henry-ah, kita juga bersiap," kata Kyuhyun.
Henry mengangguk dan berjalan ke tempat di mana Kibum berada. Nanti dia akan muncul dengan stage mekanik yang sama saat memainkan biola. Kyuhyun berjalan mendekati hyungdeul yang lain. Dia akan muncul tak jauh dari sana.
"Hwaiting, Hyun-ah!" seru Kangin diikuti senyum member yang lain.
Di lagu ini Kyuhyun akan tampil pertama kali. Meski tersenyum, Kyuhyun sedikit was-was juga.
"You can do it," cetus Siwon.
Kyuhyun mengangguk. Suara teriakan Kibum membahana mengiringi awal lagu. Pekikan semakin riuh saat Donghae dan Eunhyuk muncul satu per satu di panggung untuk melakukan solo dance. Leeteuk memberi kode agar yang lain bersiap. Mereka akan muncul bersama kecuali Kyuhyun dan Henry.
Kyuhyun akhirnya naik ke stage saat mendekati giliran part-nya. Namja itu tertegun sesampainya di atas panggung. Perasaan senang, takjub sekaligus terharu memenuhi hatinya. Ia bisa melihat begitu banyak fans yang datang untuk menonton konser Super Junior, bukan sekedar angka di layar.
Ketika matanya bertemu dengan mata Heechul yang berdiri menghadapnya, keduanya tersenyum bersama. Heechul kemudian bergeser saat Siwon menyanyikan bagiannya, memberi jalan pada Kyuhyun untuk maju.
Seruan fans saat menyambut penampilannya membuat Kyuhyun terharu. Namja itu menyanyikan part-nya yang pendek dengan sungguh-sungguh. Ia kembali ke backstage begitu lampu panggung menjadi gelap. Di bawah, Kyuhyun langsung memeluk Henry dan mengucapkan selamat atas penampilan biolanya yang menakjubkan.
A Man in Love hanya berjarak satu VCR. Semua bergegas mengatur napas ketika bisa kembali ke belakang panggung. Kyuhyun sendiri akan muncul di jalur panggung yang berada di tengah-tengah penonton. Berbeda dengan Don't Don yang muncul dari belakang hyungdeul, ia akan berdiri sendirian di depan nanti.
Tidak ada waktu untuk berpikir tentang hal lain. Semua bergegas berganti pakaian saat lagu itu berakhir. Baju, sepatu, dan aksesoris melayang begitu saja untuk mengejar waktu. Lagu Mirror yang dinyanyikan hanya berlima di album, di panggung konser akan mereka nyanyikan bersama-sama. Kyuhyun langsung menghabiskan sebotol air lagi sebelum naik.
Akhirnya sesi percakapan tiba. Kyuhyun berdiri di ujung kanan, di sebelah Kibum, sementara Leeteuk yang memimpin percakapan berada di ujung kiri. Saat Leeteuk memulai perkenalan dirinya, Kyuhyun mengamati kembali salah seorang hyung-nya yang tampak tidak fit tadi. Tampak jelas hyung-nya itu berusaha bersikap baik-baik saja.
Leeteuk memperkenalkan diri dengan gaya aegyo yang membuat Eunhyuk berjengit. Siwon merangkul Eunhyuk sambil memprotes tingkah sang leader. Ketika Eunhyuk memperkenalkan diri dengan suara nyaris tak terdengar, Yesung beranjak dari tempatnya dan memberi contoh bagaimana memperkenalkan diri dengan penuh semangat. Lagi-lagi Kangin geleng kepala melihat Siwon yang sangat gentleman. Namja tampan berlesung pipi itu meminta ijin dulu kepada Leeteuk sebelum memperkenalkan diri.
Kyuhyun berjalan menuju hyung-nya yang berkeringat melebihi normal.
"Ryeowookie, ikut aku." Kyuhyun menarik tangan Ryeowook dan membawanya mendekati Hankyung yang berdiri di sebelah Shindong. "Mianhe, hyung, ijinkan kami duluan."
Heechul yang berada di sisi lain dari Hankyung menautkan alisnya melihat ulah sang magnae. Ia tak bisa mendengar apapun karena Kyuhyun hanya berbisik.
"Annyeonghaseyo, Kyuhyun imnida. Banggapseumnida1," kata Kyuhyun begitu Shindong selesai memperkenalkan diri. Ia menempatkan dirinya dan Ryeowook di antara Shindong dan Hankyung. Ryeowook melakukan hal yang sama namun tidak sesingkat Kyuhyun. Namja itu melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.
Ryeowook masih bertahan saat giliran Hankyung bahkan Heechul tiba. Namun Kyuhyun kali ini benar-benar menariknya menuju belakang panggung. Mereka tak menyadari Heechul menoleh ke arah mereka dengan heran.
"Tolong berikan Ryeowook-sshi minuman manis," kata Kyuhyun begitu tiba di belakang panggung. Ia memaksa Ryeowook duduk di kursi. Salah seorang kru membawakan minuman dan handuk. Ryeowook menghapus keringat yang membasahi wajahnya. Ia juga meminum minuman manis yang disodorkan Kyuhyun tanpa membantah.
"Gwenchana, Kyuhyun hyung?" Henry mendekat dengan khawatir.
"Gwenchanayo." Kyuhyun memusatkan perhatiannya pada Ryeowook yang masih terlihat lelah. "Ryeowookie, jangan pikirkan hal lain saat ini. Konsentrasi saja ke konser. Kau lihat…, Kibum hyung baik-baik saja."
Ryeowook mengangguk. Ia memang terpikir dengan kejadian Kibum tadi, dan hal itu membuatnya sedikit tertekan sehingga tubuhnya terasa tidak fit. Ia sadar saat keringatnya sangat berlebih. Namun ia tak menyangka Kyuhyun menyadari keadaannya, padahal ia berusaha menutupi hal itu. Kyuhyun dan Ryeowook mendengar hyungdeul memperpanjang percakapan lebih dari seharusnya.
"Sepertinya Kangin hyung dan yang lain memberi kita waktu ekstra."
Ryeowook mengangguk setuju. Keduanya terdiam, mencoba beristirahat sebisa mungkin. Hyungdeul kini memberi salam dalam bahasa Thailand, Jepang, dan Mandarin kepada para fans.
"Kyuhyunie," panggil Ryeowook saat Kyuhyun yang duduk di sebelahnya meminum air putih. "Aku orang pertama yang tidak kau panggil hyung lagi. Kepada yang lain, kau masih sesekali memanggil hyung. Tetapi kau tidak pernah melakukan hal itu padaku. Apa aku tidak pantas menjadi hyung-mu? Aku memang lemah dan…."
"Jangan teruskan!" cetus Kyuhyun sambil tersenyum. Ia menunjuk member Super Junior lain yang sudah turun. "Kita sudah harus tampil. Ryeowookie, dugaanmu tadi salah besar. Akan aku jelaskan selesai konser ini, arrachi?"
Ryeowook mengangguk. Meski ia tak tahu apa yang akan dikatakan Kyuhyun, perasaannya sudah terasa ringan. Ia sangat mempercayai kata-kata Kyuhyun. Karena itulah ia bisa kembali tersenyum dan bersemangat saat menyanyikan lagu She's Gone. Ryeowook, Kyuhyun dan Yesung duduk di kursi yang tersedia di lantai panggung paling atas. Kangin, Donghae dan Sungmin duduk di anak tangga yang terdapat di sana.
Mereka membawakan lagu itu dengan manis dan lembut.
Semua member yang lain muncul satu per satu saat lagu You're Endless Love melantun. Tak ada jeda untuk ke belakang panggung. Mereka hanya menghilang untuk berpindah tempat. Kibum dan Eunhyuk muncul di lajur samping yang berbeda untuk melakukan rap sebelum semua member lainnya menyebar untuk menjangkau para fans. Hanya Kyuhyun, Ryeowook dan Yesung yang tidak beranjak dari tempatnya. Mereka berkonsentrasi pada vokal.
VCR di taman hiburan memberi mereka kesempatan untuk menarik napas. Heechul bergegas menghampiri Kyuhyun. "Kau baik-baik saja? Kenapa tadi ke backstage? Apa kau sakit?" tanya Heechul beruntun. Ia sudah ingin bertanya sedari tadi, tapi belum ada waktu.
"Heenim, jangan ganggu Kyuhyunie. Kau sendiri, hemat napasmu. Dia baik-baik saja. Ryeowookie yang kurang sehat tadi," jelas Hankyung sambil ter-senyum ke arah Kyuhyun yang mengusap keningnya.
"Ne, Heechul hyung, tadi Kyuhyunie hanya menarikku untuk istirahat. Tapi aku sekarang tidak apa-apa," jelas Ryeowook menenangkan.
Kyuhyun hanya mengangguk membenarkan. Ia mencoba mengatur napas-nya agar lebih ringan. Wajah Heechul menjadi tenang mendengar penjelasan itu. Ia menepuk pipi Ryeowook sebelum bersiap untuk lagu Dancing Out.
Semua member sudah merasa rileks saat lagu itu melantun. Ketegangan mereka berkurang sehingga semua bisa menyanyi di atas panggung sambil bergurau. Mereka melakukan interaksi dari dekat dengan fans. Kyuhyun senang melihat Kibum tampak tidak kesulitan melakukan hal itu.
Yesung, Ryeowook, dan Kyuhyun nyaris berlari saat lampu padam. Mereka harus berganti kostum untuk lagu The Night Chicago Died. Penonton dibuat terkejut dengan pemunculan Yesung dan Kyuhyun dari lajur panggung yang berbeda.
Kyuhyun yang berpakaian koboi beradegan adu tembak dengan Yesung yang berpakaian ala mustache. Keduanya sangat menikmati perannya masing-masing. Mereka berpelukan cukup lama sampai Ryeowook muncul dengan boneka keledainya.
Bernyanyi, menembakkan pistol air, naik kuda-kudaan… Meski Ryeowook harus sedikit bersusah payah dengan boneka keledai yang menyulitkan langkahnya, ketiganya sangat senang bisa muncul bersama. Sejak kecelakaan April 2007 lalu, Super Junior KRY seperti vakum dari kegiatan karena kondisi Kyuhyun yang tidak memungkinkan untuk terlalu banyak aktivitas.
"Lee Donghae! Lee Donghae! Lee Donghae!" seruan para fans memenuhi arena konser ketika rangkaian foto Donghae muncul di layar mengiringi penampilan solonya.
Donghae naik ke panggung dan menyanyikan lagu My Everything. Lagu itu sudah menarik hatinya sejak masih di High School. Ia sudah bertekad akan menyanyikan lagu itu jika memiliki konser. Untuk semua orang, keluarga, fans, dan para kru…. Ia ingin menyatakan bahwa mereka semua adalah segalanya baginya.
Namun sang appa yang menempati posisi terpenting di hatinya, saat ini tidak ada untuk mendengarkannya menyanyikan lagu itu. Semua member mengawasi dari backstage dengan cemas. Mereka tahu bagaimana perasaan Donghae.
Seandainya aku boleh meminta sesuatu, aku berharap appa datang ke konserku meski untuk satu kali saja. Aku tahu dia tetap mengawasiku dari atas sana. Tetapi aku ingin bernyanyi di hadapannya secara langsung….
Appa, terima kasih telah memberikanku tubuh yang sehat. Aku berharap, aku bisa berada di sisimu. Tapi bagaimanapun, jeongmal kamsahamnida, appa…
Donghae mengakhiri lagu itu dengan manis. Eunhyuk langsung memeluknya begitu Donghae muncul di backstage, menumpahkan air matanya yang tertahan. Suara denting piano dari atas panggung membuat Donghae dan Eunhyuk menghentikan tangis mereka.
Leeteuk tersenyum dan menunjuk dengan jarinya ke arah atas.
"Ryeowookie dan Kyuhyunie sedang tampil."
"Mianhe, Teuki hyung, aku…"
"Aku mengerti," bisik Leeteuk sambil merangkul Donghae dan mengelus punggungnya memberi semangat. Member yang lainpun tersenyum menenang-kan.
"Aku di awal tadi sangat gugup sampai pikiranku terasa kosong," kata Hankyung. "Bahkan langkah dance yang kulakukan banyak yang salah."
"Akupun begitu," celetuk Shindong. Ia tertawa kecil melihat yang lain ikut meringis. "Sepertinya semua mengalaminya."
"Tapi semua bisa diatasi," gumam Kibum sambil mengangguk. Ia tersenyum ketika yang lain menatapnya dengan diam. Mereka bingung apakah yang di hadapan mereka ini Kibum mereka ataukah seorang tokoh dalam drama. "Itu biasa dialami penyanyi manapun."
Ketika Kibum kembali tersenyum, yakinlah mereka bahwa Kibum masih ber-akting sebagai seorang penyanyi. Semua saling berpandangan, kemudian tersenyum ketika mereka bersepakat. Kim Kibum yang introvert adalah uri Kibumie. Kami akan menerimanya apa adanya.
"Betul, Kibumie, itu sudah hal biasa." Kangin merangkul bahu Kibum. "Jangan hiraukan kesalahan-kesalahan kecil. Kita akan semakin baik di tiap lagu berikutnya."
Semua mengangguk setuju.
"Suara Kyuhyunie benar-benar bagus," puji Yesung ketika mereka terdiam menikmati lagu First Impression yang sedang dibawakan Kyuhyun. "Teknik vokalnya dan feelnya juga meningkat. Dia sudah berusaha keras untuk konser ini."
"Dia tak pernah jauh-jauh dari penyanyi idamannya." Eunhyuk meringis.
"Ini lagu Lee So Ra 'kan?"
"Ne, Eunhyuk-ah. Kalian ingat wajah cemasnya waktu meminta Ryeowook mengiringinya sebagai pianis?" Donghae tertawa geli. "Wajahnya sangat senang ketika Ryeowookie dengan antusias menerimanya."
"Kadang otaknya tidak berjalan." Kangin terkekeh. "Ryeowookie jarang sekali menolak permintaan siapapun, bahkan jika hal itu tidak menyenangkan baginya."
"Teuki hyung, giliran kita," kata Yesung sambil menarik Leeteuk ke tempat mereka akan muncul. Keduanya akan menyanyikan lagu A Doll.
Lagu First Impression berakhir. Kyuhyun cukup tegang dan gugup sehingga memegang mike kuat-kuat dan sesekali menghapus keringatnya. Kyuhyun dan Ryeowook kembali ke backstage. Hyungdeul merasa khawatir melihat Kyuhyun tampak pucat.
Aku masih bisa bertahan, tolong jangan katakan apapun.
Kyuhyun mengibaskan tangannya sambil duduk diam di sofa panjang yang tersedia. Semua sudah tahu Leeteuk menyiapkan benda itu untuk Kyuhyun berbaring. Tapi Kyuhyun hanya duduk dan bersandar ke punggung sofa.
"Atur napasmu, Kyuhyunie," bisik Sungmin sambil menghapus peluh yang membasahi wajah Kyuhyun. Ryeowook mengangsurkan minum yang hanya di-minum beberapa teguk.
"Ryeowookie, giliran kita," kata Kyuhyun sambil bangkit berdiri ketika lagu A Doll hampir berakhir. Ia berjalan menuju titik yang ditentukan. Kyuhyun akan muncul di tempat yang berbeda dengan Ryeowook. Bahkan Yesung tidak turun dari panggung. Hyungdeul hanya bisa menatap sang magnae dengan diam. Mereka sudah hafal, pertanyaan hanya akan membuat Kyuhyun merasa kesal.
KRY tampil menyanyikan lagu 'Stop Walking'. Semua naik ke stage mekanik yang membawa mereka tinggi ke atas. Yesung beberapa kali mencuri lihat ke arah Kyuhyun yang terlihat pucat. Begitu lagu selesai, Kyuhyun yang sudah sangat lemas menjatuhkan dirinya di sofa.
Dari arah atas terdengar lagu rock Luxemburg menghentak arena konser. Kangin muncul bersama Siwon yang bermain drum, Sungmin dengan gitar, dan seorang gitaris pendukung. Mereka berpenampilan ala rocker.
"Panggil Euisa!" perintah Leeteuk yang sudah bersiap muncul mendukung Kangin bersama Shindong. Gilirannya masih belum tiba. Namja itu tersenyum lega ketika Euisa yang dimintanya standby selama masa konser sudah muncul dari ruang ganti.
Leeteuk mendekati Kyuhyun yang sedang berbaring. "Kyuhyunie, turuti semua kata Euisa-nim, arrachi? Hyung harus ke panggung sekarang."
"Kecuali soal tidak tampil…," gumam Kyuhyun lemah.
Euisa meminta Kyuhyun melepas jas dan menarik lengan bajunya ke atas untuk memeriksa tekanan darahnya. Leeteuk tersenyum.
"Ne, hyung yakin kau masih sanggup."
Leeteuk dan Shindong bergegas naik ke atas panggung ketika giliran mereka tiba. Bertiga dengan Kangin mereka berkeliling area menyanyikan lagu Luxem-burg. Kangin sengaja memilih lagu itu untuk mencerahkan suasana konser. Tangannya memegang mikrophon sementara yang satunya ia lambaikan ke udara.
Kangin melepas earphone-nya sejenak untuk mendengarkan teriakan para fans. Ia bahkan mendengar suara appa dan eomma-nya meneriakan Luxemburg. Aku merasa berada di Luxemburg. Aku pikir, aku pantas disebut PR Luxemburg. Kangin tertawa lebar di sela lagu ketika memikirkan hal itu. Lampu kembali padam seiring lagu berakhir.
Saat VCR Super Junior T diputar; Kangin, Shindong, Leeteuk dan Sungmin justru ribut bukan kepalang untuk berganti pakaian. Hanya Heechul yang sudah berganti kostum yang tidak ikut heboh. Ia duduk di dekat Kyuhyun yang ter-baring di sofa sambil memejamkan mata. Kyuhyun menutupi wajahnya dengan lengan kanannya.
"Gwenchana, Chullie?" tanya Leeteuk begitu dia selesai. Ia melihat wajah Kyuhyun masih pucat dan dadanya naik turun dengan cepat.
"Euisa memintanya istirahat sejenak. Dia diberi suntikan vitamin C dosis tinggi untuk menambah daya tahannya," bisik Heechul.
"Untung kita sudah mengatur hal ini sejak latihan. Ternyata tidak meleset," gumam Leeteuk. "Saat ini dia mencapai batasnya."
"Ne, Super Junior T akan tampil tiga lagu berturut-turut. Cukup memberi istirahat buat Kyuhyunie." Hankyung tersenyum. "Kalian juga harus bertahan."
"Jangan meremehkan Super Junior T, Beijing Fried Rice," kata Heechul sambil tertawa. "Tiga lagu bukan urusan sulit."
"DI mana Henry-ah?" tanya Hankyung sambil mengitari backstage dengan pandangan matanya.
"Dia diantar pulang lebih dulu. Tidak ada hal lain yang perlu ia lakukan di sini," jawab Manager hyung.
Super Junior T kecuali Shindong bersiap. Seperti biasa, mereka membuat panggung penuh gelak tawa. Muncul dengan lompatan yang membuat fans bersorak, dan suara percakapan ala chipmunk, mereka justru urung bernyanyi. Kelimanya ribut berhitung dan menyadari adanya satu anggota yang hilang. Ketika Shindong muncul, lagu Rokkugo yang jenaka pun melantun dengan riang. Beberapa penari latar mendampingi penampilan mereka.
Lagu Cheotcha dimulai. Suara lembut Heechul yang mengalun di lagu itu membuat Kyuhyun membuka matanya dan hendak beranjak duduk. Namun Hankyung yang duduk di sisinya memaksanya kembali berbaring.
"Baru lagu kedua, Kyuhyunie, istirahatlah sebisa mungkin."
"Aku hanya ingin mendengarkan sambil duduk, hyung… Hyung favoritku sedang bernyanyi."
Hankyung tertawa mendengar hal itu.
"Kau harus mencatat semua julukan yang kau berikan untuk kami, Kyuhyunie. Kadang aku tak tahu siapa sebenarnya yang paling kau anggap favorit."
"Semuanya. Kalian semua favoritku," gumam Kyuhyun. Ia kembali berusaha duduk, namun lagi-lagi Hankyung memaksanya berbaring di sofa.
"Kyuhyunie, mulai sekarang, kau harus belajar mendengarkanku, arra?" Kalimat tersirat itu membuat Kyuhyun terdiam. Akhirnya ia mengangguk dan kembali memejamkan matanya.
Tiba-tiba seseorang menempelkan tissue ke tangan Kyuhyun yang sedang menutupi matanya dengan lengan. Ketika Kyuhyun membuka mata, sosok Ryeo-wook sudah menggantikan posisi Hankyung.
"Uljima, magnae. Jangan kesal dengan kondisimu. Kami semua bisa memakluminya."
Kyuhyun mengerjap. Matanya memang terasa hangat. Ia teringat daftar yang Changmin berikan padanya, tentang latihan fisik yang diperlukan untuk menaikkan stamina mereka di konser. Tak satupun dari hal itu yang bisa dilaku-kan secara penuh karena kondisi kesehatannya. Itu sebabnya stamina Kyuhyun tidak seperti member yang lain. Stamina hyungeul benar-benar tertempa selama latihan.
"Kau harus semangat, arrachi? Bisa bersamamu di konser saja sudah mem-buat kami senang. Kau pun harus senang."
Kyuhyun kembali membuka matanya dan tersenyum. Vitamin C yang di-suntikan euisa mulai bekerja. Ia merasa tubuhnya lebih segar. Napasnya tidak secepat tadi. Ia kembali terpejam, mencoba menurut untuk beristirahat sebisa mungkin.
Don't Go Away menjadi lagu penutup dari Super Junior T.
Saat VCR Kibum ditayangkan; Yesung, Kangin, Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin dan Donghae yang sudah berganti kostum bersiap di tempat yang sudah diberi standing mike. Mereka membawakan lagu HIT. Lampu padam memberi ke-sempatan Sungmin, Kangin, dan Donghae turun ke backstage.
Yesung, Kyuhyun dan Ryeowook tetap di panggung untuk menyanyikan lagu One Love. Eunhyuk muncul di antara penonton menyanyikan bagian rap-nya. Lagu One Love merupakan lagu yang liriknya ditulis oleh Eunhyuk.
Tanpa jeda VCR, semua tetap berada di panggung. Ketiga belas namja itu tampil bersama saat lagu Hate U Love U. Leeteuk tak mampu menahan getaran suaranya. Ia merasa terharu melihat konser berlangsung lancar sampai saat ini, dan betapa semua dongsaengdeul maupun ELF menikmatinya.
Setelah semua menempati posisi yang ditentukan saat latihan, Leeteuk serta Kangin meminta ELF berpartisipasi menyanyikan lagu Marry U sementara member Super Junior mendengarkan.
Beberapa kru yang sudah bersiap, menempatkan kursi-kursi untuk diduduki semua member Super Junior.
Ketika suara ELF mengalun, tak satu pun dari ketiga belas namja itu tidak tertegun. Bukan hanya lirik, bahkan rap pembuka lagu itu bisa disuarakan dengan lantang dan tanpa cela oleh ELF, membuat mereka tersadar betapa ELF menghafal semua bagian lagu mereka.
Sungmin memejamkan mata menahan haru. Siwon memandang sekeliling dengan wajah bahagia. Hankyung benar-benar berharap orang tuanya bisa melihat apa yang dilihatnya saat ini. Donghae membentuk lambang hati saat ELF bernyanyi.
Yesung dan Kangin bergerak mengangguk menikmati alunan nyanyian para ELF. Kibum memandang diam dengan mata berkabut. ia meng-gigit bibirnya untuk menahan perasaannya yang meluap.
Heechul memajukan posisi tubuhnya untuk mendengarkan lebih jelas dan lebih dekat. Leeteuk ikut menyerukan 'saranghae' bersama para ELF. Ryeowook, Shindong, dan Eunhyuk sudah tak dapat menahan air mata mereka.
Kyuhyun yang baru kali ini mendengar para fans bernyanyi tanpa dia perlu melakukan apapun, merasa tersentuh dan merasa betapa dekatnya ternyata hubungan antara seorang artis dengan penggemarnya. Ia tertegun melihat mereka menangis ketika menyanyikan lagu Marry U.
Siapakah aku? Apakah aku pantas merasakan kebahagiaan seperti saat ini? Aku tak akan melupakan momen ini untuk selamanya…
Semua member berdiri dan memberi hormat sebelum meneruskan bagian akhir Marry U.
Pyeongsaeng gyeote isseulge (I do)
Neol saranghaneun geol (I do)
nun gwa bigawado akkyeojumyeonseo (I do)
Neoreul jikyeojulge (I do)
Himdeulgo eoryeowodo (I do)
Neul naega isseulke (I do)
Uri hamkke haneun maneun nal dongan (I do)
mae-il gamsahalke (My love)
nawa gyeolhonhaejulrae I do
Saat itu, tidak ada lagi perbedaan antara artis dan fans. Semua melebur menjadi satu, semua menjadikan konser Super Show sebagai panggung mereka. Leeteuk sangat bahagia melihat apa yang mereka inginkan dengan konsep konser mereka terlaksana dengan baik.
VCR kembali bergulir. Kali ini ketiga belas namja dibantu para kru bergegas mengganti kostum. Mereka mengenakan berbagai kostum tokoh yang atraktif. Kangin menjadi badut; Shindong berkostum Flintstone; Siwon sang Zorro berusaha membebaskan Eunhyuk si Bruce Lee dari tawanan Flintstone. Melihat semua fans mengikuti gerakan dance YMCA yang mereka buat, Siwon merasa sangat bersyukur. Ia sampai tidak bisa melukiskan perasaannya saat itu.
Kyuhyun yang berkostum pilot tetap berdiri di tengah panggung. Leeteuk sudah mengatur agar Kyuhyun tidak terlalu banyak berpindah selama konser. Siwon menemani di sisi kiri. Di panggung depan bagian kanan, Heechul yang menjadi kapten Jack Sparrow bernyanyi bersama Kibum sang pangeran vampire. Peter 'Sungmin' Pan dan Yesung si Chinese Zombie, mengisi lajur sebelah kanan. Sementara itu Harry 'Ryeowook' Potter bernyanyi bersama Leeteuk si Little Prince. Donghae yang berseragam tradisional Korea menemani Hankyung yang mengenakan kostum pangeran Korea.
Saat lagu Wonder Boy, semua member Super Junior menyebar sambil berganti posisi. Heechul dan Sungmin meluncur dengan kereta yang berada di arena konser.
Kyuhyun senang sekali karena di lagu ini ia bisa beranjak dari depan panggung. Ia menari sambil berjalan mendekati Leeteuk. Tiba-tiba Kyuhyun menempelkan tangannya ke bahu sang leader, lalu menyusuri tubuh Leeteuk hingga ke pinggang dengan tarian yang sangat menggoda, membuat para fans menjerit heboh melihatnya. Leeteuk tertawa terbahak-bahak menutupi rasa kagetnya.
Hyukie, kau ajarkan uri magnae tarian apa?!
Eunhyuk yang menantikan munculnya moment itu hanya bisa meringis menerima lirikan singkat dari sang leader. Kyuhyun sendiri sangat menikmati ulahnya tadi. Rasa lelahnya terasa menguap setelah berhasil mengusili Leeteuk.
VCR dance line Super Junior diputar saat semua kembali ke belakang panggung. Dance performance dimulai oleh Hankyung. Shindong menyusul di urutan kedua. Donghae muncul dengan lompatan tinggi yang sangat me-nakjubkan. Kemudian Eunhyuk muncul melengkapi penampilan mereka. Bukan hanya fans, bahkan member lainnya mengagumi dance yang dilakukan oleh keempat dance line Super Junior itu. Mereka menonton lewat televisi yang terhubung dengan panggung sementara mereka semua berganti kostum.
Yesung mematut dirinya di kaca dengan puas. Ia sangat menyukai kostum serba hitam yang mereka kenakan. Semua tampil cool, berbeda dengan image Super Junior yang identik dengan kejenakaan. Keempat dance line Super Junior sudah mengenakan kostum yang senada.
Tiba-tiba lampu panggung berubah warna menjadi temaram dan berkesan dewasa. Dance line Super Junior menari dengan 4 penari wanita yang me-ngundang reaksi heboh para fans karena tarian sexy mereka.
"Teuki hyung tidak adil." Kyuhyun menunjuk ke layar. "Tarian mereka lebih sexy dari yang aku lakukan tadi. Apalagi aku melakukannya hanya pada Teuki hyung."
Leeteuk menjitak kepala Kyuhyun dengan gemas. "Kau dan Hyukie tidak boleh sering-sering bersama. Aku selalu dibuat terkejut oleh hasilnya."
"Ya! Teuki hyung, aku 'kan ingin menjadi dance line Super Junior juga…"
"Tunggu beberapa tahun lagi, magnae! Cepatlah bersiap, sebentar lagi giliranmu membuka awal lagu."
Lampu panggungpun padam.
Kyuhyun muncul menyanyikan First Snow diikuti yang lain. Semua menyebar dan berjabat tangan dengan ELF yang hadir. Kyuhyun yang jarang berada di dekat penonton, kali ini berjalan di antara mereka. Hankyung dan Leeteuk bahkan bergelung seperti anak kecil.
Semua berjalan kembali ke depan panggung saat lagu usai. Leeteuk dan Kangin mengadakan pembicaraan singkat sementara yang lain mengambil waktu untuk minum. Kangin mempersilahkan Yesung berbicara, namun kemudian membatalkannya dengan mencekik Yesung dari belakang dengan lengannya.
Semua bersiap-siap di posisi dance yang sudah mereka latih. Kyuhyun senang bisa ikut dance untuk lagu The Girl is Mine. Dance lagu ini memang tidak menghentak.
Tanpa turun panggung mereka berlanjut ke lagu U. Fans menjadi riuh saat Heechul melempar kipasnya ke antara mereka. Di tengah lagu, Leeteuk, Eun-hyuk, Donghae, Hankyung, dan Shindong saja yang melakukan dance. Member lainnya menunggu dalam posisi setengah berlutut di belakang mereka. Kyuhyun memanfaatkan itu untuk mengatur napasnya karena melakukan dance dua lagu berturut-turut. Ia masih mengatur napas saat giliran mereka ber-diri tiba. Meski begitu, semua berjalan lancar hingga akhir lagu.
Encore Time. VCR 'Super Junior is Back' muncul disambut riuh oleh ELF yang meneriakkan encore saat lampu padam.
Lagu Happiness melantun seiring kembalinya ketigabelas member Super Junior ke atas panggung dengan kaos putih lengan panjang. Wajah semuanya tampak cerah. Mereka saling bergurau satu sama lain dan melakukan kontak dengan fansnya. Kyuhyun bergaya dengan piano karena ia tidak mempunyai part pada lagu ini.
"Yo Eunhyuk! Yo Eunhyuk! Yo Eunhyuk!" Shindong meneriakkan yel-yel saat Eunhyuk melakukan solo dance. Ia juga meneriakan yel-yel untuk Kangin ketika namja itu melakukan solo dance mengikuti Eunhyuk.
Kangin meminta semua melambaikan light stick ketika lagu Chageun-chageun dibawakan. Sungmin mulai melemparkan balon. Kyuhyun ikut bersama yang lain. Ryeowook kemudian membawa sekarung balon lagi. Mereka juga mulai bermain dengan pistol air. Kibum menumpahkan sisa balon ke ELF. Ia benar-benar menikmati konser ini.
Di akhir lagu, semua berkumpul di tengah-tengah area. Mereka memberi hormat ke dua arah. Kemudian lagu Believe dibuka oleh Ryeowook dengan manis diikuti Sungmin.
"Gudeui misoga jiwojiji anhgil bareyo. Onjena hengboghan nalduri gyesog doegil bilmyo…2" Sungmin menyanyikan part itu dengan perasaan sangat ter-haru dan nyaris meneteskan air mata.
Shindong dan Eunhyuk membuat gerakan lucu saat yang lain menyanyikan lagu Believe, membuat Kyuhyun tertawa lebar. Mereka kembali menyebar. Ryeowook melewati Shindong sambil mencubit perut gembulnya.
Kangin yang membawa buket bunga menangis menyadari konser pertama mereka hari ini berjalan dengan baik dan hampir berakhir. Ia mencoba me-ngerjapkan matanya, namun hal itu tak mampu menahan air matanya. Ia meraih Kyuhyun yang berada di dekatnya dan mereka bernyanyi bersama.
Saat Kyuhyun selesai menyanyikan bagiannya, Kangin merangkulnya erat.
"Teruslah bersama kami, uri magnae," bisik Kangin sambil mencium pipi magnae-nya sekilas, membuat Kyuhyun tertawa.
Member yang lain juga memperlihatkan kedekatan mereka satu sama lain. Beberapa berjabat tangan dengan ELF yang berada di dekat mereka. Ulah Donghae yang mencium sekilas pipi Eunhyuk membuat ELF menjerit. Namja itu meringis melihat hasilnya.
Sungmin mengoleksi coklat dan permen dari fans. Ia mendampingi Ryeo-wook yang sedang bernyanyi. Shindong yang sempat sibuk memunguti apapun yang dilempar fans, akhirnya memakai topi beruang yang serupa dengan acara Star King Desember tahun lalu. Siwon memeluk Hankyung yang merasa sedih karena orang tuanya tidak bisa datang di konser pertama mereka ini.
Member Super Junior kembali berbaris memberi hormat kepada ELF yang hadir di lajur yang berbeda dengan tadi, masih kedua arah yang berkebalikan. Semua kembali ke backstage saat lampu padam.
Suara encore untuk kedua kalinya kembali bergema. Ketigabelas namja itu berpandangan dengan takjub. Manager hyung menghampiri mereka.
"Apa yang kalian pikirkan? Kita sudah bersiap jika ada encore kedua, bukan? Cepat kembali ke panggung!"
Alunan musik pembuka lagu Miracle mengiringi kemunculan mereka yang langsung berlarian ke area panggung. Leeteuk memberi kode agar dongsaeng-deul berkumpul dan membuat barisan ke belakang. Semua berjalan beriringan di lajur yang ada di tengah arena konser.
Ketigabelas namja itu memandang sekeliling dengan perasaan tak terlukiskan. Berbaris, berjalan bersama, saling merangkul yang lain, mereka seperti berjalan di tengah lautan biru dengan pimpinan langkah sang leader.
Konser hari pertamapun berakhir.
.
.
"Gomawo, kalian telah bekerja keras. Aku sangat bangga pada kalian," ucap Leeteuk sambil memeluk dongsaeng-nya satu per satu setelah tadi mereka me-ngucapkan terima kasih sambil membungkukan badan ke semua kru yang ter-libat. Ketiga belas namja itu berpelukan dengan terharu.
"Teuki hyung, jebal, jangan berpidato dulu. Aku lapar. Bisakah kita pergi makan?"
Semua tertawa mendengar pertanyaan Shindong. Akhirnya mereka semua pergi makan bersama. Mereka berebut hidangan. Tak ada satu pun yang ber-bicara selama setengah jam pertama. Semua sibuk mengisi perut yang kelapar-an.
"Padahal kita tidak begitu dikenal, tapi ternyata fans yang datang sangat banyak. Aku seperti melihat lautan biru," kata Yesung dengan terharu dan ber-sungguh-sungguh.
"Aigoo, Yesung hyung, bukankah kita tahu dari awal kalau tiketnya habis?" Kangin menggelengkan kepala dengan kesal. "Yah, meskipun bukan di tempat yang besar, tapi semua terisi penuh."
"Ya! Kim Young-woon! Kau selalu berusaha membuatku tampak bodoh!" protes Yesung. "Aku tidak bisa membayangkan angka ke dalam bentuk sebenar-nya!"
"Aku juga." Celetukan sang magnae membuat semua menoleh. Mereka tak menyangka Kyuhyun mengucapkannya dengan serius. "Saat aku melihatnya dengan mata kepala sendiri, aku hampir tak percaya. Semua sangat berbeda dengan yang tertulis. Aku sampai bertanya apakah aku pantas merasakan kebahagiaan sebesar ini."
Sungmin merangkul bahu Kyuhyun yang mati-matian menahan air matanya.
"Ne, aku ingat semua hal yang kulakukan di konser. Ini semua kenangan bahagia. Konser kita sukses besar. Aku tidak akan pernah bisa melupakan saat-saat ini." Siwon membenarkan.
"Aku juga mengingat banyak sekali," ujar Kibum, membuat semua tertegun. Ditatap seperti itu, Kibum tersenyum malu. "Mianhe, aku sudah membuat kalian semua khawatir tadi."
Kibum memandang hyungdeul dan Kyuhyun. "Kalian tahu, aku jarang berteman dan bersenda-gurau, bahkan dengan kalian semua. Melihat begitu banyak orang menatapku, aku sangat cemas apakah bisa mengatasi rasa takutku dan membuat mereka bersemangat."
"Kibum hyung, kau mengingat semuanya?" tanya Kyuhyun hati-hati. Ia me-natap mata Kibum yang duduk di sebelahnya, mencoba menaksir apakah namja itu berbohong. Kibum tertawa melihat mimik serius Kyuhyun.
"Ne, aku mengingat semuanya. Aku memang berakting. Tanpa akting, aku tidak akan tahan berdiri di atas panggung. Tapi aku mengingat semuanya. Aku juga mengingat betapa cemasnya kau tadi." Kibum tergelak. "Sebenarnya aku ingin memberitahumu bahwa aku sudah baik-baik saja. Tapi melihatmu ber-usaha mengatasi semua perasaanmu, aku pikir itu hal yang lucu dan menarik untuk disimak."
Kyuhyun hanya bisa merengut sambil menggembungkan pipinya ketika hyungdeul mentertawakannya. Namun ia tersenyum lebar ketika Kibum me-rangkulnya erat.
"Jeongmal gomawo, Kyuhyunie, kau menyadarkanku cara paling tepat untuk bisa tampil di panggung."
"Cheonmaneyo," sahut Kyuhyun sambil tersenyum. Ternyata aku bisa berada di panggung yang sama dengan Kibum hyung.
"Mendengar fans meneriakkan nama kita, itu terasa luar biasa," kata Hankyung sambil menambah nasi di mangkuknya. Ia benar-benar merasa lapar.
"Seperti tepuk tangan, dibutuhkan dua tangan bertemu untuk membuat suara. Satu tangan adalah Super Junior dan yang lainnya adalah orang yang mencintai musik kita. Ketika keduanya bertemu di sebuah gedung konser, maka dihasilkanlah suara yang menyenangkan." Kangin mencoba memakai per-umpamaan.
"Omong-omong, Kangin hyung, bukankah kita semua punya dua tangan? Tidak perlu tangan orang lain untuk bertepuk. Kita pun bisa melakukannya di mana saja, tidak perlu di konser." Ryeowook kebingungan ketika yang lain menghela napas panjang dan menggelengkan kepala. "Kenapa? Apa ada yang salah?"
"Sudahlah, Wookie… Mumpung aku lagi capek untuk marah, sebaiknya kau makan saja yang banyak." Heechul mengambil beberapa potong daging dan menaruhnya di mangkuk nasi Ryeowook.
"Sudah, Heechul hyung, aku tak mau jadi bulat seperti Heebum. Dia sudah tidak seperti kucing, lebih mirip gumpalan bulu," tolak Ryeowook diiringi seruan tertahan member yang lain. Kyuhyun meringis ngeri. Ia sendiri selalu memuji Heebum di depan sang pemilik. Tapi Ryeowook mengatakan semua itu dengan wajah polosnya.
"MWO?! Kau berani mengatai Heebumku yang cantik?"
Hampir saja ruangan itu porak-poranda oleh amukan Heechul. Tapi Han-kyung dengan sigap menahannya dibantu oleh Shindong. Akhirnya, setelah Leeteuk mengeluarkan suara tegasnya, namja cantik sekaligus tampan itu duduk kembali meski sambil mengumpat panjang-pendek.
"Selama ini, lebih banyak orang menganggap Super Junior sebagai entertainer ketimbang penyanyi. Ini adalah fakta. Aku sampai berharap, kita tampil lebih sering sebagai penyanyi." Kangin melanjutkan. "Tapi hari ini, aku sadar, butuh lebih dari kemampuan bernyanyi untuk menjadi seorang penyanyi yang sukses. Aku sangat menyesal karena meremehkan pekerjaan lain kita selama ini."
"Ne, meski menyebalkan dan menyusahkan, aku pikir kita jadi terlatih untuk menghibur orang lain," ujar Leeteuk.
Semua tertegun ketika terdengar isakan dari sebuah sudut meja. Ryeowook dengan wajah bingung memeluk bahu Yesung yang menangis sambil terisak-isak.
"Gwenchana, Yesungie?' tanya Leeteuk cemas.
"Aku… aku hanya pandai menyanyi," kata Yesung sambil terus terisak.
"Apa maksudmu?" desak Heechul keras. "Siapa yang berani mengataimu seperti itu?"
Kangin yang dipelototi Heechul langsung menggeleng keras. "Aku suka menggoda Yesung hyung, tapi aku tak pernah berkata yang seperti itu. Bagai-manapun, aku menyayangi hyung-ku yang mungil ini," kata Kangin sambil ikut merangkul Yesung dari sisi satunya.
"Seonsaengnim…." Yesung mulai angkat bicara di sela-sela tangisnya. "Tadi seusai konser… saat kita berganti pakaian… Beliau meneleponku…"
"Apa yang beliau katakan?" Hankyung ikut bertanya.
"Katanya, aku tidak punya kemampuan sebagai artis. Aku hanya pandai bernyanyi. Aku tidak bisa menarik penggemar, sehingga jumlah fansku paling sedikit. Beliau memarahiku karena jumlah fansku sangat sedikit." Yesung terisak di pelukan Ryeowook.
"Ommo…" Shindong memutar bola matanya dengan kesal. "Jangan hiraukan, hyung! Entah berapa kali aku terjatuh oleh sindirannya akan tubuhku ini. Tapi kalian selalu membuatku kembali bersemangat."
"Kau pun harus begitu, hyung, tak ada yang meragukanmu di Super Junior." Eunhyuk dan Donghae memberi semangat.
"Ne, hyung adalah Art Voice Man Super Junior." Sungmin tersenyum manis.
"Aku akan mengajarimu tampil sebagai komedian yang baik, hyung," ucap Shindong.
"Yesung hyung, kalau ada tawaran menyanyi solo untukmu, langsung terima saja!" seru Kyuhyun. "Kami pasti mendukungmu, hyung. Jangan menolak tawaran itu, bahkan ketika kau tak sempat mengatakannya kepada kami."
"Ne, kami yakin, meski kau menyanyi solo, hyung tidak akan meninggalkan Super Junior," ujar Siwon sambil tersenyum.
"Yesung hyung, serahkan pada kami. Kami akan membuatmu lebih dikenal lagi," kata Kangin tulus, diikuti anggukan yang lain. "Setelah merasakan konser ini, aku menjadi lega karena impianku sebagai penyanyi telah tercapai selang-kah. Aku ingin melakukannya di tempat yang lebih besar lagi. Kau pasti akan ikut bersama kami, Yesung hyung."
Mendengar kata-kata itu, wajah Kibum sedikit suram. Ia terkejut ketika se-seorang menggenggam tangannya. Kyuhyun tengah memandang ke arahnya dengan tatapan sedih namun juga tulus. Ia menggengam tangan hyung-nya yang terasa dingin.
"Jadilah Kim Kibum, hyung… Jangan memaksakan dirimu untukku maupun yang lain. Meski berat, kami semua pasti bisa mengerti," bisik Kyuhyun.
Kibum menggenggam tangan Kyuhyun dengan tangannya yang satu lagi. Ia menepuk tangan putih pucat itu dengan pelan.
"Aku memiliki target sendiri, Kyuhyunie. Belum mencapai batas yang aku tetapkan. Ada seseorang yang ingin aku lindungi. Sampai dia benar-benar aman, aku tidak bisa menyerah, meski kepada diriku sendiri."
"Siapa?" tanya Kyuhyun dengan sedikit rasa tidak senang. "Orang itu sung-guh beruntung."
"Ne, dia memang orang yang beruntung," kata Kibum dengan air mata yang nyaris keluar melihat wajah polos di depannya. "Aku akan bertahan sampai saat itu, seandainya kalian mau bersabar dengan sifatku yang seperti ini."
"Tentu saja. Kita kan keluarga, hyung."
Semua hanya bisa terheran-heran ketika keduanya berpelukan sejenak. Mereka tidak mau bercerita apapun, hanya memberikan senyum yang membuat semua mengeluh keras-keras. Selesai makan, mereka pun kembali ke dorm.
.
.
"APPOOO!"
Kyuhyun berteriak ketika tubuhnya jatuh dengan keras ke lantai. Ia meringis kesakitan sambil bersyukur tak seorangpun terbangun karena teriakannya tadi. Sepertinya semua merasa lelah dengan konser hari pertama mereka.
Namun saat Kyuhyun sedang berusaha berdiri, pintu kamar di hadapannya terbuka. Ryeowook bergegas keluar dan membantunya berdiri. Ia memaksa me-mapah Kyuhyun ke sofa di depan televisi. Tanpa banyak bicara, Ryeowook mengambil minum dan sepiring kue. Ia menyajikan semuanya kepada Kyuhyun yang masih meringis kesakitan di sofa.
"Gwenchana, Kyuhyunie?"
"Gwenchanayo," kata Kyuhyun. "Hanya kaki kiriku sedikit sakit."
"Bagaimana tulang pinggulmu? Kau jatuh cukup keras tadi."
Kyuhyun mengibaskan tangannya menandakan dia baik-baik saja. Ryeowook ikut duduk di sofa yang sama setelah menyingkirkan kaki Kyuhyun yang ber-selonjor. Ia tak mempedulikan protes sang magnae. Setelah ia duduk, ia kembali menarik kaki Kyuhyun dan menaruhnya di pangkuannya. Pelan-pelan ia mulai memijat kaki kiri Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?"
"Aku tidak bisa tidur di kamar dan ingin pindah ke sofa. Tahu-tahu kakiku terpeleset."
"Aku pikir kau ingin bermain game."
"Karena itu Ryeowookie menghidangkanku kue dan minum?"
Ryeowook tersenyum lebar membenarkan.
Kyuhyun memejamkan matanya saat perasaan nyaman merasuki tubuhnya. Perasaan penat dan tegang yang tadi berkumpul mulai menguap. Ia mulai merasa mengantuk. Ryeowook tersenyum melihat hal itu.
Ia melanjutkan dengan kaki Kyuhyun yang satu lagi.
"Ryeowookie…"
Ryeowook menoleh. Ia terkejut saat Kyuhyun kembali membuka matanya.
"Apa pijatanku menyakitkan?" tanyanya cemas.
Kyuhyun menggeleng. "Sangat nyaman. Kaki kiriku juga tidak sakit lagi. Gomawo, Ryeowookie."
Ryeowook tersenyum lembut. "Kalau begitu tidurlah. Kita harus konser lagi besok. Aku akan menemanimu sampai kau tertidur. Kau tidak tidur di kamar saja?"
"Aku sedang ingin di sini," kata Kyuhyun sambil membetulkan letak kepala-nya. "Ryeowookie…"
"Ada apa lagi?" tegur Ryeowook lembut.
"Aku ingin melanjutkan yang tadi di konser."
Ryeowook kini memandang Kyuhyun dengan serius, meski tangannya tetap saja memijat kedua kaki dipangkuannya.
"Ryeowookie, aku tidak memanggilmu hyung bukan karena kau tak pantas menjadi hyung-ku. Di antara 12 hyung yang aku miliki, bagiku hanya Ryeo-wookie, hyung yang benar-benar hyung."
Kedua alis Ryeowook bertaut mendengar kalimat itu. "Apa maksudmu, Kyu-hyunie?"
"Hyungdeul yang lain… Sesekali aku merasa menjadi hyung mereka. Tapi Ryeowookie berbeda. Ryeowookie tidak pernah bermanja padaku, tidak pernah bergantung padaku. Kau selalu memposisikan dirimu sebagai hyung di hadapan-ku. Kau sama sekali tidak lemah." Kyuhyun mencoba menggunakan kalimat sederhana. Ia tersenyum ketika melihat Ryeowook mulai menyadari arti kata-katanya. "Aku hanya ingin dekat denganmu, karena itulah aku tidak memanggil-mu hyung lagi."
"Aku tak menyangka akan senang sekali menjadi hyung-mu," ucap Ryeo-wook sambil tersipu.
"Ne, kau sangat senang sehingga selalu berlagak sebagai hyung jika ber-samaku," protes Kyuhyun sambil mem-poutkan mulutnya. "Aku sangat kesal jika kau memilih bercakap-cakap dengan kru daripada bermain bersamaku."
Ryeowook tersenyum lebih lebar. Matanya yang besar tampak bersinar cerah. "Aigoo… magnae-ku benar-benar pencemburu. Apa kau tak puas memiliki beberapa hyung saja?"
"Kalian semua milikku," kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar.
"Bagaimana dengan para ELF?"
"Aku tak akan membagi hyungdeul meski pada ELF sekalipun."
Ryeowook mendecak, namun wajahnya terlihat sangat senang.
"Di Super Junior China nanti, aku akan menjadi hyung juga," bisik Kyuhyun sambil setengah terpejam. Rasa kantuk mulai memberatkan matanya. Ia tidak memperhatikan raut wajah Ryeowook yang berubah muram.
"Kenapa kau yakin sekali, Kyuhyunie? Siapa tahu kita masih bisa mencegah-mu menjadi member sub-grup itu."
"Aniyo," kata Kyuhyun. Kepalanya menggeleng meski matanya terpejam. "Sejak awal, sasarannya adalah aku."
Mati-matian Ryeowook menahan gemetar di tangannya. Ia bersyukur Kyuhyun sangat mengantuk sehingga tidak menyadari bahwa ia sangat terpukul oleh kalimat tadi. Mata namja itu terasa hangat. "Aku akan menjagamu di sana, Kyuhyunie."
"Aku akan menjaga Henry-ah," gumam Kyuhyun. Ia sudah tak mendengar kata-kata Ryeowook tadi. "Aku… " Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya. Ia sudah terlelap.
Ryeowook masih memijatnya sebentar sebelum membenarkan posisi Kyuhyun agar bisa tertidur dengan baik di sofa yang besar itu. "Tidurlah, Kyuhyunie. Meski kau berkata seperti itu, kami akan berusaha hingga saat terakhir agar kau tidak perlu masuk Super Junior China."
Ryeowook mengelus rambut Kyuhyun sebelum beranjak ke kamar untuk mengambil bantal dan selimut tebal. Namja itu terkejut saat Yesung bangun dari tempat tidur dan membantunya membawa bantal. Tetapi di luar mereka ber-papasan dengan Sungmin dan Eunhyuk.
"Kalian belum tidur?" tanya Yesung saat mereka mendekat.
"Aku terbangun karena teriakan Kyuhyunie. Tapi saat hendak keluar…"
"Ternyata ada percakapan serius." Eunhyuk memamerkan senyum lebar. "Aku juga tidak jadi keluar karena hal itu."
"Nado," kata Yesung sambil tersenyum melihat wajah Ryeowook memerah.
"Kita gotong ke kamar saja, Yesung hyung, tidak baik tidur di sofa seperti ini. Biar aku yang menggendongnya."
"Jangan coba-coba, Hyuk Hyuk," gumam Kyuhyun tanpa membuka matanya.
Eunhyuk yang baru mendekat langsung terkejut. Begitu pula yang lain. Tapi Kyuhyun tetap di posisinya semula dan tidak bergerak saat Eunhyuk menepuk pipinya.
"Hyuk Hyuk pelit! Tapi aku suka Hyuk Hyuk yang pelit…" gumam Kyuhyun.
"Dia tidur atau tidak? Aigoo…dasar magnae yang tidak manis! Dalam mimpi pun kau tidak memanggilku hyung!"
Sungmin, Yesung dan Ryeowook nyaris tertawa melihat mimik Eunhyuk yang memelas.
"Kita atur saja AC ruang tengah agar tidak terlalu dingin," usul Sungmin. Ia beranjak untuk mengatur suhu ruangan itu. Saat ia berbalik, semua masih ber-diri diam di tempat semula. "Waeyo? Kalian terpikir pertemuan tanggal 25 nanti?"
"Kami semua sudah bersiap seperti yang kita rencanakan. Tapi jika Seonsaengnim sudah punya keinginan… Apakah kita bisa membelokkannya?" Eunhyuk memandang cemas kepada yang lain. Ryeowook menatapi ujung kakinya, tidak mengeluarkan suara apapun. Sungmin memandang Eunhyuk dengan diam. Yesung menghela napas panjang.
"Lebih baik berusaha tapi gagal daripada tidak berusaha sama sekali," kata Yesung sambil membungkuk di atas sofa untuk mengelus rambut Kyuhyun yang tampak sudah tertidur pulas. "Aku hanya berharap, Wookie akan mendampingi Kyuhyunie di sana."
"Aku sudah belajar sungguh-sungguh, hyung, kau jangan khawatir," ucap Ryeowook sambil tersenyum. "Apapun hasilnya, kita harus yakin semua akan baik-baik saja."
"Kau sekarang sangat optimis, Wookie," puji Eunhyuk; sedikit tertegun akan perubahan Ryeowook.
"Kyuhyunie yang membuatku ingin menjadi kuat. Bagaimana aku bisa me-lindungi dongsaeng-ku jika aku lemah?" Ryeowook kembali tersenyum. "Apakah hyungdeul sadar? Kita banyak ditolong orang-orang baik. Karena itu kita tidak boleh terus-menerus seperti ini. Kita akan menjadi semakin kuat dan hebat."
"Kau benar, Wookie, contohnya Andy Shinhwa sunbaenim." Sungmin ter-senyum. "Dia menawarkan diri menggantikan tugas Heechul hyung di Inkigayo dan Kangin hyung di Chunji selama 3 hari ini."
"Ne, menggantikan tanpa berusaha mengambil alih posisi. Andy sunbaenim memang orang baik." Yesung mengangguk. "Jangan lupa DBSK sunbaenim."
Eunhyuk tertawa ketika nama itu disebut. Kepalanya mengangguk. "Mereka selalu mendukung kita. Padahal di luar sedang berhembus…"
"Hyukie!"
Teguran Yesung langsung membuat wajah Eunhyuk pucat pasi. Ia melirik ke arah Kyuhyun takut kalau-kalau magnae mereka terbangun dan mendengarkan.
"Aku tidak yakin Kyuhyunie belum tahu," bisik Sungmin.
"Mungkin saja kali ini dia tidak tahu," kata Yesung ikut berbisik. "Perhatian-nya sedang tertuju pada Super Junior China. Dia bisa saja tidak menyadarinya."
"Apa Changminie tidak memberitahunya?"
"Kurasa belum. Sama seperti kita, Yunho-ah juga berusaha melindungi Changminie, apalagi dia tahu betapa dekatnya kedua magnae ini. Suatu saat mereka juga akan tahu. Kita tidak perlu mempercepatnya. Biarkan konser ini selesai lebih dahulu."
"Yesung hyung, pasti Changminie sudah tahu hari ini," gumam Ryeowook. "Bukankah besok mereka…"
"Ryeowookie, besok masih konser, sebaiknya kita tidur cepat."
Semua mengangguk setuju akan keputusan Yesung. Mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
.
.
.
23 Februari 2008
Sakit pinggang. Itu yang Kyuhyun rasakan saat terbangun di sofa. Meski sofa itu besar dan empuk, tetapi pendaratan tidak mulus di lantai pada pagi buta membuat pinggangnya kembali terbentur seperti tadi malam. Sepasang mata itu mengamati dorm lantai 11 yang masih hening.
"Ah! Sesekali aku ingin membangunkan Teuki hyung," gumam Kyuhyun senang. Hari Sabtu berarti satu hal buatnya: bebas mengerjai hyung yang mana-pun. Bergegas namja itu beranjak menuju dorm lantai 12 setelah menggosok gigi dan mencuci muka.
Saat memasuki dorm yang mirip kapal pecah itu, Kyuhyun menggelengkan kepala. Tampaknya acara Sunday Clean Dorm tempo hari tidak membuat hyung-deul di dorm lantai 12 berusaha lebih rapih. Ia tertawa saat mengingat wajah Leeteuk, Donghae, Hankyung dan Eunhyuk ketika pakaian dalam dan majalah dewasa terliput dalam acara. Untung Kangin dan Heechul yang terlibat. Kalau Kyuhyun dan Ryeowook yang membongkar password dorm, mereka berdua akan dikuliti Leeteuk hidup-hidup.
Mata Kyuhyun yang awas menangkap sebuah buku tebal di ruang tengah, sedikit tertimbun di antara bekas piring cemilan. Ia harus sedikit menyingkirkan bungkus snack untuk bisa membaca buku yang menarik perhatiannya itu. Alis-nya bertaut melihat nama Eunhyuk tercantum di sampul depan.
"Eunhyuk hyung belajar bahasa mandarin?" Alis Kyuhyun kembali bertaut. Ia teringat ketika Patty Hou mewawancarai mereka dan ia menjawab dengan cara yang salah. Saat itu, bukan Siwon dan Hankyung yang membenarkannya, melainkan Eunhyuk. Entah mengapa, saat itu Kyuhyun tidak mencurigai apapun. Tapi ia tidak heran Eunhyuk meninggalkan buku di dorm lantai 12, karena Eun-hyuk sering bertandang ke kamar Leeteuk untuk bertemu Donghae ataupun membahas SUKIRA.
Suara pintu terbuka membuat Kyuhyun menoleh. Hankyung yang selalu bangun dini hari, keluar dari kamar sambil merentangkan tubuhnya. Ia tertegun melihat Kyuhyun. "Waeyo, Kyuhyunie? Gwencahana?"
"Gwenchanayo, Hankyung hyung. Aku ingin membangunkan Teuki hyung."
"Ne, bangunkan saja. Teuki hyung selalu terlambat bangun sehingga Heenim marah-marah setiap pagi." Hankyung beranjak ke kamar mandi sementara Kyuhyun masuk ke kamar Leeteuk.
Leeteuk maupun Donghae masih terlelap ketika Kyuhyun masuk. Ia hendak membangunkan mereka ketika matanya lagi-lagi menemukan buku yang serupa, kali ini dengan nama Donghae tercantum di sampulnya. Rasa penasaran Kyu-hyun memuncak. Ia mengguncangkan tubuh Donghae dengan keras sehingga hyung-nya itu membuka matanya.
"Waeyo, Kyuhyunie?"
"Buku apa ini? Hyung sedang belajar bahasa Mandarin?"
"Mwo?"
Donghae mencoba membuka matanya. Kesadarannya belum sepenuhnya pulih. "Itu buku Hyukie. Dia meninggalkannya di sini."
"Donghae hyung tidak punya?" tanya Kyuhyun cepat sambil menyembunyi-kan nama di sampul.
"Ani. Kalau Hyukie sudah punya, untuk apa aku punya? Kan tinggal pinjam saja." Donghae menguap lebar. "Aigoo… aku mengantuk sekali. Aku ingin tidur sebentar lagi, Kyuhyunie."
Kyuhyun hanya bisa mem-poutkan mulutnya ketika Donghae kembali ter-lelap. Dengan kesal ditariknya namja itu hingga terguling ke lantai bersama tumpukan bantalnya. Belum sempat Donghae memprotes, Kyuhyun sudah ke-luar sambil membanting pintu kamar sehingga Leeteuk terbangun.
"A… Ada apa, Donghae-ah? Apa ada gempa bumi?" tanya Leeteuk panik.
"Ada evil kecil lewat," jawab Donghae sambil meringis mengusap wajahnya yang sukses mencium lantai. Namun ia terdiam saat menemukan kamus mandarin bertuliskan namanya. Ia membuka mulut hendak bercerita kepada Leeteuk, namun kemudian mengurungkan niatnya.
.
.
Semua terlalu lelah dan mengantuk saat sarapan pagi, untuk menyadari Kyuhyun lebih diam dari biasanya. Hanya Donghae yang menyadari perubahan itu, namun ia tak berani berkata apapun. Kangin, Siwon, dan Kibum yang datang saat sarapan selesai, sibuk mempercakapkan konser kemarin.
Leeteuk sedang mengeluhkan kakinya yang bengkak karena kelelahan ketika telepon di dorm berbunyi. Wajah Leeteuk sangat cerah saat mengenali siapa yang menelepon. Ia menyetel telepon itu ke mode speaker setelah memberi kode agar semua berkumpul di sofa ruang tengah.
"SELAMAT ATAS KONSER PERDANA KALIAN!" Seruan itu membuat dong-saengdeul yang mendengarkannya langsung berseru menanggapi. Leeteuk sampai harus menutup kupingnya.
"Ya! Jangan berisik! Mana mungkin mereka mendengarkan kita sekaligus jika seribut itu?!" tegur Kangin. Padahal ia ikut berseru kegirangan mendengar suara Yunho.
"Hyungdeul, tolong suruh Kyuhyun-ah menerima teleponku. Dia tidak mem-balas SMS dan mengangkat telepon sejak kemarin." Terdengar suara Changmin dengan nada memohon saat keributan mereda.
Kyuhyun hanya bisa meringis ketika keduabelas pasang mata menatapnya dengan menegur. "Aku terima di kamar saja," kata Kyuhyun sambil berlalu.
Sementara itu, keduabelas member yang lain sibuk bercakap-cakap dengan Yunho, Jaejoong, Yoochun, dan Junsu.
"Yeoboseyo, Changmin-ah."
Kyuhyun mengangkat HP-nya yang sudah berkedip-kedip ketika ia masuk.
"Aku berhasil membuat hyungdeul mengalah di game kemarin, Kyuhyun-ah. Jadi aku tinggal mengejar 500 poin untuk mengimbangimu." Terdengar suara riang Changmin di ujung sana.
"Mwo? Kau tidak salah hitung? Kau perlu 550 poin lagi untuk menyamakan-ku, Changmin-ah!" seru Kyuhyun sambil membuka jurnal di atas mejanya. "Posisiku saat ini 3050 poin, sedangkan kau hanya 2450 poin."
"Aniyo. Posisimu di 3000 poin dan aku 2450 poin. Karena aku kemarin membuat satu keusilan lagi, aku dapat 50. Jadi sekarang aku 2500," protes Changmin.
"Ya! Changmin-ah! Kejadian di kamar mandi itu istimewa! Nilai yang aku dapat bukan 50 tapi 100 poin!"
"Mwo? Bagaimana bisa begitu?"
"Tentu bisa! Bayangkan, aku harus menahan malu karena pura-pura jatuh di kamar mandi tanpa handuk. Untung Teuki hyung langsung menutupi." Kyuhyun menggembungkan pipinya.
"Salah sendiri kenapa tidak pakai handuk?"
"Dasar Changmin pabo! Kibum hyung akan curiga jika aku masih dalam keadaan rapi saat jatuh di kamar mandi. Sangat aneh jika memakai handuk saat mandi sendirian. Kau ini bagaimana?"
"Uhm, benar juga. Tapi 75 saja, jangan 100 poin. Kibum hyung bilang, dia tahu kau berpura-pura karena melihat HP-mu di balik pot bunga dalam keadaan terhubung denganku. Kalau bukan gara-gara Kibum hyung tutup mulut, kau pasti gagal."
"Aku tidak sadar Kibum hyung tahu sampai dia menyerahkan HP itu. Aku benar-benar berusaha berakting agar tidak ketahuan. Lagipula, kenapa Kibum hyung harus berterus-terang padamu? Ck, Kibum hyung sangat sulit diperkira-kan jika sifat usilnya kumat." Kyuhyun merengut. "Begitu aku menduduki toilet lengket itu, aku langsung tahu Kibum hyung ikut berperan. Tidak ada yang berpikir mengoleskan lem bening di sana jika bukan Kibum hyung. Selanjutnya aku memeriksa kamar mandi lebih dulu dan mencoba membalik keadaan. Itu butuh usaha keras, tahu!"
"Jadi kita sepakat di 75 poin?" Changmin bergeming.
"100! Pokoknya 100!" seru Kyuhyun tak mau mengalah. "Ah! Jangan lupa aku dapat 50 poin lagi."
"Mwo?" Changmin terbelalak di seberang sana.
"Hyungdeul mencariku ke banyak tempat karena mengira aku hilang. Itu sudah penambahan poin lagi. Kau harus memberiku 50 poin untuk jerih payah hyungdeul-ku. Mereka sangat pusing dan lelah. Kau harus menghargainya."
Changmin terdengar mengeluh dengan keras. "Kau ini serakah sekali. Poin-mu sudah lebih tinggi dariku, tapi kau tidak mau berhenti menghitung… Bukan salahku kalau hyungdeul-mu seperti itu kan? Hyungdeul-ku sangat pintar sehingga aku harus bekerja keras mengusilinya. Sedangkan hyungdeul-mu…."
"Kau mau bilang hyungdeul-ku pabo?!" Kyuhyun nyaris berteriak sambil bangkit dari duduknya. "Kuberitahu, Changmin-ah, jangan sekali-kali menghina hyungdeul-ku. Mereka sangat pintar! Salahkan aku yang jenius sehingga mereka terlihat bodoh di matamu. Salahkan aku juga yang sangat manis sehingga mereka sangat menyayangiku, sampai-sampai aku hampir gila dibuatnya!"
"Ah…. aku pikir, kapan aku bisa menang melawanmu, Kyuhyun-ah? Kau bahkan tidak memberiku hadiah ulang tahun…"
Suara Changmin yang melemah membuat Kyuhyun melembut.
"Jangan pesimis begitu, kan supaya adil kita menyamakan jumlah hyungdeul ke dalam prosentasi. Coba lihat, poin-mu tidak tertinggal jauh denganku. Jika menghadapi DBSK sunbaenim, kau benar-benar hebat. Kau hanya kalah jika melawanku."
"Ya! Kyuhyun-ah! Cara menghiburmu aneh sekali! Apa itu yang dinamakan menghibur?" Kali ini Changmin yang berteriak sehingga Kyuhyun harus menjauh-kan HP-nya. "Kau belum menjawab soal hadiah ulang tahunku!"
"Aku akan memberikannya jika kita bertemu langsung."
Kyuhyun tertawa mendengar Changmin merajuk. Ia memasukkan poin 50 ke kolom yang berada di bawah nama Changmin dalam jurnalnya. Ia juga menambahkan 50 poin ke kolom yang berada di bawah namanya. Sejak per-temuan terakhir mereka, keduanya sepakat mengadakan pertandingan 'mengusili hyungdeul' dengan poin 50 jika hal itu sukses besar. Poin 100 jika itu sangat istimewa. Hasil di antara poin tersebut ditentukan dengan angka 25 dan 75.
"Kyuhyun-ah…"
"Hmm?" Kyuhyun mendengarkan sambil melihat-lihat poin mereka.
"Apa tidak ada sesuatu yang terjadi di sana?" tanya Changmin nyaris ber-bisik.
"Ani." Kyuhyun menggeleng meski Changmin tidak mungkin melihatnya. "Waeyo?"
Kyuhyun menautkan alis ketika mendengar helaan napas panjang sahabat-nya. "Changmin-ah?"
"Gwenchanayo, Kyuhyun-ah. Tidak ada apa-apa." Changmin mengelak.
"Kyuhyun-ah, kau ingat percakapan kita waktu itu?"
"Percakapan yang mana?"
"Aku selalu sahabatmu. Kapanpun kau membutuhkanku, telpon aku. Aku akan berusaha menemuimu secepatnya. Apa kau ingat?"
"Aku tidak akan membutuhkanmu, Shim Changmin. Geogjeonghaji maseyo."
"Ck! Dasar kau ini…menyebalkan!"
"Ne." Kyuhyun tertawa. Tapi wajahnya berubah serius. Diam-diam ia mem-buka pintu kamar dan berjalan ke arah ruang tengah. Hyungdeul tampak masih tertawa-tawa menanggapi telepon dari DBSK.
Tapi ia melihat beberapa raut hyung-nya tampak suram. Kyuhyun kembali melangkah ke dalam kamar. Namja itu berdiam diri di kursi sambil mencoba menimbang. Tampaknya Changmin pun sibuk berpikir karena tidak ada per-cakapan di antara keduanya meski telepon masih terhubung.
"Changmin-ah, bagaimana keadaan kalian di sana? Baik-baik saja, bukan? Lagu kalian masih di posisi nomor satu 'kan?"
"Tentu," kata Changmin dengan riang. Namun Kyuhyun menangkap sedikit getaran dalam suara itu. "DBSK tahun ini akan berusia 5 tahun. Aku dan Jae-joong hyung memasuki penghujung masa kontrak. Tapi kami akan memper-panjangnya sebentar lagi. Manager hyung sudah memberi lampu hijau soal itu."
"Syukurlah." Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa-apa lagi. Pikirannya mendadak penuh. Ada perasaan cemas terhadap sahabatnya yang ia tak tahu kenapa. "Kalian tidak bisa mengunjungi konser kami?"
"Jadwal kami tidak memungkinkan.…." Changmin kembali menghela napas meski tak kentara. "Kyuhyun-ah, tolong katakan sekali lagi kenapa kita ber-sahabat menurutmu…."
"Kita bersahabat karena kita bersahabat."
Changmin tersenyum puas mendengar jawaban yang masih sama itu. "Apapun yang terjadi, kau tetap akan menjadi sahabatku, bukan?"
"Tentu saja, Changmin pabo! Cuma kau yang berubah waktu itu." Kyuhyun mencoba menggodanya meski kepalanya mulai berkedut.
"Jangan sebut-sebut hal itu lagi," keluh Changmin dengan gaya bicara yang membuat Kyuhyun tertawa. "Aku melakukan itu karena kau yang menyuruhku. Aku tak akan melepasmu lagi, apapun yang terjadi. Aku akan berdiri di sisimu saat hal buruk terjadi, maupun saat hal baik datang. Bahkan saat kau tidak menginginkanku, aku akan mengawasimu dari jauh."
"Memang itu yang namanya sahabat." Kyuhyun tersenyum lebar. "Ngomong-ngomong, kau jadi seperti orang tua."
Changmin tergelak. "Mungkin aku mulai dewasa."
Kyuhyun mencibir meski akhirnya tertawa juga. "Kita sudahi dulu, Changmin-ah; kami harus bersiap-siap. Terima kasih sudah mendukung kami."
"Kapanpun aku akan selalu mendukungmu, Caramel macchiato."
"Nado, Changmin-ah," kata Kyuhyun sebelum menutup telepon.
Kyuhyun tidak langsung keluar saat telepon sudah terputus. Ia duduk sambil mengatupkan tangan di sisi kepalanya. Perasaan khawatir dan pikiran yang ber-putar membuatnya sedikit pusing. Ia mencoba menyatukan kepingan-kepingan info yang ada di kepalanya, namun belum menemukan sesuatu yang jelas.
Aigoo, apa yang aku lakukan? Dasar Kyuhyun pabo!
Kyuhyun berdecak menyesali dirinya sendiri. Dengan cepat dia membuka laptopnya. Dalam be-berapa menit ia sudah berselancar mencari informasi terhangat di internet. Sedikit demi sedikit wajahnya menjadi muram. Hal itu tidak lepas dari pengamatan Leeteuk ketika memasuki kamar. Dengan cepat namja itu mendekati Kyuhyun dan menutup layar laptopnya dengan keras tanpa permisi.
Leeteuk hyung ternyata sudah tahu. Mungkin hyungdeul yang lain juga….
"Kita harus bersiap untuk konser, Kyuhyunie. Jangan melakukan hal apapun yang bisa memecah konsentrasimu. Percayalah, mereka pun tidak mau kita ter-pengaruh."
Kyuhyun hanya bisa memandang Leeteuk yang beranjak menjauh. Tak biasanya sang leader berbicara tegas dan sesingkat itu. Tapi Kyuhyun tahu semua yang dikatakan Leeteuk benar adanya. Mereka tidak boleh melakukan hal yang akan merugikan ELF yang sudah bersedia menghadiri konser. Namun tak urung mata Kyuhyun terasa hangat saat melihat miniatur pemberian Changmin di atas mejanya.
Changmin-ah, geogjeonghaji maseyo, pabo! Mereka hanya bisa me-ngendalikan aktivitas kita. Tapi hati adalah milik kita sendiri. Mereka tidak akan berhasil mengadudomba kita. DBSK dan Super Junior selamanya bersahabat. Aku tidak akan beranjak dari sisimu dalam keadaan apapun. Kau harus mem-percayai itu…
Saat Kyuhyun keluar, suasana terasa tidak enak. Semua lebih banyak diam. Kyuhyun menjadi tidak sabar melihat hal itu.
"Teuki hyung, hyungdeul, sebaik-nya kita berbicara apa yang terjadi."
"Bukan saatnya, Kyuhyunie," tolak Leeteuk.
"Tapi, hyung, kita bukan anak-anak lagi. Akupun bisa mengatasi perasaanku sendiri. Daripada kalian menyembunyikan semuanya dan tertekan, lebih baik kita membahasnya."
"Aku rasa Kyuhyunie benar." Yesung mengangguk.
"Ne, aku setuju," cetus Shindong.
"Aku juga tidak sanggup menahannya lebih lama." Eunhyuk memandang keduabelas member lainnya. "Siapa yang setuju membahas hal ini?"
Semua mengangkat tangan. Leeteuk akhirnya menyerah dan meminta mereka semua duduk.
"Beberapa hari ini, entah dari mana asalnya, tersebar rumor bahwa DBSK dan Super Junior berselisih memperebutkan pasar musik Korea."
"Mwo?"
"Itu benar, Kyuhyunie," sambung Sungmin. "Terjadi sedikit keributan karena rumor itu di antara para fans. Kabar semakin menguat dengan kedatangan DBSK hari ini ke Korea. Perhatian media akan terhisap ke sana, karena ini adalah debut Purple Line pertama di Korea."
"Soal itu, kita tahu sendiri siapa yang menyebarkan dan mengatur tanggal yang sangat 'pas' ini. Hari kedua konser mereka datang dan ada acara di stasiun televisi. Di konser terakhir kita besok, DBSK akan mengadakan Special Stage sebagai tanda kembalinya mereka ke kancah musik Korea. Tanggal 25 Februari mereka akan tampil di SBS inkigayo."
Tak ada yang meragukan info Heechul yang menjabat sebagai MC di acara tersebut.
"Yunho-ah memberi tahu semua ini karena di Jepang rumor juga tersebar. Belum lagi di internet." Donghae menggeleng kesal.
"Lalu, apa yang hyungdeul bingungkan?"
Semua memandang Kyuhyun dengan keheranan.
"Tentu saja kami jadi bingung bagaimana bersikap." Hankyung menjelaskan. "Meski kami tahu itu bukan maksud mereka secara pribadi, dan mereka tahu kita tak punya masalah apapun dengan mereka, tapi…."
"Aish! Hyungdeul! Hal seperti ini lebih baik diperjelaskan agar kita tahu posisi masing-masing. Dengan begitu kita tahu bagaimana harus bertindak."
"Apa yang Kyuhyunie katakan masuk akal," ucap Siwon.
"Mengetahui posisi. Dalam strategi peperangan, itu hal paling penting." Kibum menambahkan dengan wajah datar.
"Jadi apa yang harus kita lakukan, Kyuhyunie?' tanya Ryeowook sambil me-mandang Kyuhyun.
"Aku pinjam telepon." Kyuhyun menekan beberapa tombol di pesawat telepon dan menyetelnya ke model speaker. Terdengar nada sambung.
"Yeoboseyo?"
"Yeoboseyo, Yunho hyung. Kyuhyun imnida. Aku ingin berbicara dengan Changmin-ah."
Terdengar suara Yunho memanggil Changmin.
"Yeoboseyo?"
"Changmin-ah, setel teleponmu ke model speaker, biarkan DBSK sunbaenim mendengarkan percakapan kita."
"Ah, baiklah." Meski suaranya terdengar bingung, Changmin menurut. "Sudah, Kyuhyun-ah."
"YA! CHANGMIN PABO!"
Tiba-tiba Kyuhyun berteriak sangat keras membuat semua yang mendengar berjengit, termasuk Changmin dan hyungdeul-nya di seberang sana. "Jawab aku dengan jujur, Changmin-ah! Jika aku dan kau mengikuti kontes menyanyi, apakah kau akan mengalah agar aku menang?"
"Kenapa kau bertanya begitu?"
"JAWAB!" hardik Kyuhyun hingga Sungmin menjitak kepalanya.
"YA! Cho Kyuhyun! Kau ini sangat menyebalkan! Apa maksudmu memper-malukanku di depan hyungdeul?! Aku katakan: AKU TAK AKAN MENGALAH! AKU AKAN MEMENANGKANNYA!"
"Bukankah aku sahabatmu?" tanya Kyuhyun cepat. "Bukankah kau seharus-nya memberiku peluang?"
"MWO?! Itu pikiran paling tidak masuk akal!" seru Changmin gusar. "Sahabatku Cho Kyuhyun tidak akan melakukan hal itu! Kau pasti tidak mengharapkan aku melakukan hal itu!"
"Waeyo?"
"KARENA AKU MENGANGGAPMU HEBAT! KARENA AKU MENGAKUI KELEBIHANMU! KARENA AKU MENGHORMATIMU, CARAMEL MACCHIATO!"
Changmin mati-matian menahan perasaan sesak di dadanya. Mati-matian ia mencoba memelankan suaranya. "Tidak sekali-kali aku mengalah kepadamu. Itu sama saja dengan merendahkanmu dan tidak mengakui kemampuanmu! Aku yakin itu yang kau pikirkan jika tahu aku mengalah padamu…"
"Jika aku yang menang, aku yakin kau akan bangga bersamaku. Sebaliknya jika kau yang menang, aku pun akan bangga kepadamu. Aku tak akan menyesal karena aku sudah melakukan yang terbaik."
"Johda, Shim Changmin memang sahabatku yang hebat." Nada suara Kyuhyun melembut. Pujian itu membuat Changmin tertegun. Begitu pula hyungdeul Super Junior dan DBSK yang mendengarkan mereka. "DBSK dan Super Junior adalah dua grup yang hebat. DBSK sunbaenim, tampillah sebaik mungkin. Datangkan fans sebanyak mungkin ke setiap acara kalian. Jangan pernah ragu, karena kami pun akan melakukan yang sama. Sebenarnya, aku tak merasa pantas Super Junior digunjingkan sebagai saingan DBSK sunbaenim. Tapi karena kabar itu sudah menyebar, kami tidak boleh mempermalukan kalian semua. Kami akan menjadi saingan yang pantas buat DBSK sunbaenim."
Terdengar gelak tawa Yoochun begitu kalimat Kyuhyun berakhir. "Cho Kyuhyun, benarkah kau kagum padaku sejak sebelum debut?"
"Ne, Yoochun hyung."
"Aku diberitahu seseorang, bahwa kau berharap menjadi teman baikku sehingga bisa membuat para fansku yang lain cemburu."
"Ah! Itu benar," kata Kyuhyun sambil tersipu. Tapi matanya melayang ke hyungdeul Super Junior, mencari tahu siapa yang membocorkan isi cyworld-nya kepada Yoochun.
"Tapi kau malah bersahabat dengan Changminie. Apa aku bisa mem-percayaimu?"
Suara tertawa di sekelilingnya membuat Kyuhyun menggembungkan pipi-nya. "Itu karena Yoochun hyung sangat sibuk dan tidak memperhatikanku. Changmin-ah sebenarnya memaksaku menjadi sahabatnya."
"Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau bicara begitu?!" Suara Changmin meng-gelegar. Bukan hanya di dorm Super Junior, tampaknya di seberang sana suara tawa juga terdengar riuh.
"Itu kenyataan," kata Kyuhyun tenang. "Apa kau ingin belajar berbohong?"
"Aigoo… mimpi apa aku bersahabat dengan namja menyebalkan seperti-mu!" keluh Changmin. "Suatu saat aku akan membalasnya, Caramel Macchiato."
"Aniyo, kau tidak pernah bisa begitu terhadapku. Kau mau bertaruh?"
Suara decakan Changmin membuat semua tertawa.
"Tenanglah, Changminie." Yoochun kembali berbicara setelah tawa mereka mereda.
"Aku yakin, Kyuhyun-ah tidak mau menukarmu dengan yang lain. Geuraeyo3, Kyuhyun-ah?"
"Ne, Yoochun hyung. Sulit mencari sahabat yang tahan dengan sifatku seperti Changmin-ah. Dia sangat penurut padaku." Kyuhyun mengukir evil smirk-nya ketika terdengar suara tawa hyungdeul mereka, sementara Changmin ter-dengar mengumpat-umpat.
"Sejak kasus tempat tidur, kau sudah mendapat perhatianku, Kyuhyun-ah. Kau benar-benar gila berbuat itu," kata Yoochun sambil tertawa. "Aku pikir, kau sudah menjadi saingan yang pantas untukku. Buatlah orang lain mempercayai hal itu. Aku menantikannya…"
"Tentu, Yoochun hyung, aku tak akan segan-segan." Kyuhyun meringis lebar ketika hubungan itu ditutup. Ia langsung menghadapi 12 wajah melongo di sekitarnya.
"Leeteuk hyung, ijinkan aku mencekik magnae satu ini! Daesang GDA belum kita raih, dia sudah membuat tantangan baru."
"Kangin hyung, daripada sibuk melawanku, sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk konser. Apa kau mau berada di bawah mantan magnae-mu terus? Kangin hyung harus bersyukur aku tak berniat menjadi leader di sini. But, please follow me, hyung, kita akan naik bersama," goda Kyuhyun.
Ia bergegas lari ke kamar saat Kangin meraung. Perlu usaha keras dari Yesung, Leeteuk, Heechul, Hankyung dan Sungmin untuk menahan namja berbadan kekar itu.
.
.
Di dalam kamar, Kyuhyun bersandar sejenak pada pintu yang tertutup. Wajahnya tampak tegang dan suram. Ia mengambil bantalnya, kemudian melemparnya ke dinding kosong. Namja itu berusaha menahan teriakan yang mendesak keluar. Kali ini ia mengambil bantal kedua dan melemparnya lagi ke tembok.
Kyuhyun berjengit ketika Sungmin masuk ke dalam kamar. Kedua mata kelinci itu melihat bantal-bantal yang teronggok di lantai. Sungmin memungut-nya. Ia menyerahkan kedua bantal itu kepada Kyuhyun yang hanya berdiri sambil terdiam.
"Lemparlah sebanyak yang kau suka. Aku akan mengambilnya kembali untuk kau lempar lagi. Kalau bantal ini rusak, aku akan membelikannya untuk-mu."
Kata-kata lembut Sungmin membuat air mata yang ditahan Kyuhyun sejak tadi, keluar menutupi matanya. Bibir namja itu gemetar, dan kedua tangannya mengepal. Ia menatap nanar ke arah Sungmin.
"Selama ini, aku berusaha agar Changmin-ah berada di luar lingkaran… Aku berharap…aku berharap…semua yang kita alami tidak akan menyentuhnya. Tapi sekarang…." Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Sungmin hyung, tolong katakan… ini semua bukan karena mereka sahabat kita, bukan? Apa yang Changmin-ah alami, bukan karena aku, bukan?"
Sungmin tak tahan melihat mata yang memandang meminta kepastian itu. Bukan hanya meminta, sepasang mata itu memandangnya dengan tatapan memohon. Ia bergegas mendekat dan memeluk Kyuhyun erat-erat. Kyuhyun menangis di bahu Sungmin sementara hyung-nya itu mengelus rambutnya.
"Aniyo, ini semua bukan salahmu, Kyuhyunie. Hanya saja, DBSK sunbaenim adalah pion yang tepat untuk menekan posisi kita. Kutukan lima tahun di SM itu sudah berjalan sejak dulu. HOT, SES,… semua mengalaminya. Ini sama sekali bukan salahmu, Super Junior, ataupun DBSK sunbaenim."
Sungmin memejamkan mata. Hatinya tersayat mendengar isakan dongsaeng kesayangannya yang selalu menyembunyikan air matanya dari yang lain. "Aku yakin DBSK sunbaenim sudah menyadari semua itu saat mendekati tahun ke-5 ini. Tenanglah, kita akan berusaha bersama-sama. DBSK masih menempati posisi nomor satu di Jepang. Mereka tidak akan dibubarkan semudah itu."
"Seonsaengnim… Sebenarnya dia orang yang seperti apa?"
Sungmin memaksa Kyuhyun memandang matanya. "Kita tak perlu berpikir dia orang yang seperti apa, Kyuhyunie. Yang perlu kita pikirkan adalah, tetap menjaga hati kita seperti sekarang, hanya saja lebih kuat dan lebih hebat."
Kyuhyun mengangguk mengakui kebenaran kata-kata Sungmin.
"Minimie, apa yang bisa kulakukan tanpamu?"
"Kau bisa mengusili hyungdeul tanpa bantuanku," kata Sungmin.
Kyuhyun tertawa mendengar jawaban itu. Ia bergegas menghapus air mata-nya. "Aku akan mencuci muka sebentar, Minimie. Akan aneh jika hyungdeul yang lain mengira aku menangis."
Sungmin terduduk di pinggir tempat tidur saat Kyuhyun keluar dari kamar. Kyuhyunie, kau harus semakin kuat, uri magnae. Aku merasa, kita tidak akan bersama di sub-grup yang baru. Seperti dugaanmu waktu itu, jika Seonsaengnim berusaha membuat kita kehilangan hati, memisahkan kita adalah langkah pertama yang akan beliau ambil di Super Junior China.
.
.
Member Super Junior merasa lega ketika hari kedua pun konser berjalan dengan baik. Tak ada pengaruh yang dikhawatirkan dengan kedatangan DBSK ke Korea. Mereka berkonsentrasi penuh saat tampil, tidak ingin hal apapun menganggu performa mereka di konser.
Leeteuk meminta Kyuhyun dan Ryeowook tetap ke backstage lebih dahulu saat perkenalan. Ia ingin sebisa mungkin menambah waktu rehat untuk Kyuhyun sehingga tidak terjadi kejadian seperti hari pertama. Kyuhyun pun lebih me-ngenali dirinya sendiri. Konser hari kedua berlangsung lebih lancar dan hidup, meski Kibum tetap berakting di atas panggung dan Leeteuk mengalami seluruh tulang ditubuhnya nyeri.
.
.
24 Februari 2008
Olympic Fencing Gymnasium
Sudah sejak jam 11 siang member Super Junior bersiap di ruang ganti. Kyuhyun yang lebih banyak berbaring di tempat yang jauh dari liputan kamera, hanya menggeleng-gelengkan kepala jika hyungdeul berakting sebagai dirinya saat diwawancara. Bukan hanya Yesung, tapi Eunhyuk dan juga Kangin tak jauh berbeda. Mereka merasa bebas mengusilinya karena Kyuhyun tidak akan me-nyahut dan menentang. Sang magnae lebih suka berdiam diri selama konser belum berjalan.
Tetapi hari ini berbeda. Setelah makan siang sekedarnya, mereka bergegas menuju salah satu ruangan yang ada di tempat konser. Jam 14.30 KST akan diadakan konperensi pers. Konser mereka mengundang perhatian media dari Taiwan, China, Thailand, Singapura, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya. Semua merasa takjub. Mereka tak menyangka akan mendapat perhatian sebesar itu. Padahal di tempat lain DBSK juga membuat debut album.
Sungmin, Kyuhyun, Kangin, Shindong, Yesung, Kibum, dan Heechul duduk di barisan atas. Eunhyuk, Ryeowook, Hankyung, Donghae, Siwon, dan Leeteuk duduk di barisan depan. Leeteuk meraih mikrophon dan mulai membuka per-cakapan.
"Sejak debut tiga tahun lalu, ini pertama kalinya kami mengadakan konser. Hari ini adalah hari terakhir dari konser kami, tetapi masih ada begitu banyak media yang datang ke sini. Kami sangat berterima kasih kepada kalian semua." Leeteuk tersenyum. "Sama seperti yang kami umumkan di media sebelum konser, konsep panggung kami adalah menjangkau semua fans. Kami tidak hanya tampil di panggung depan; Kami juga berjalan ke level 2, dan level 3. Kalian semua akan tahu setelah melihat pengaturannya. Sungguh, semua level akan kami hampiri. Memang sedikit rumit, tapi kami yakin akan bisa mengusaha-kannya dengan baik."
Leeteuk merasa senang mereka menyimak kata-katanya. "Tempat konser kami bisa menampung hingga 6500 penonton dan tiket untuk tiga hari konser semuanya telah terjual habis. Meskipun ini adalah konser kami, tetapi ada banyak orang yang membantu dan berpartisipasi di dalamnya; dan ini membuat kami sangat bahagia. Jika ada yang memiliki pertanyaan, kami akan mencoba sebaik mungkin untuk menjawabnya."
"Bagaimana perasaan kalian saat melakukan konser ini untuk pertama kali?"
Leeteuk memberi kode kepada Kangin untuk menjawab.
"Pertama, konser adalah impian kami sebagai penyanyi. Dan ini bukan hari pertama, tapi hari terakhir." Kangin tersenyum melihat gurauannya membuat suasana kaku sedikit mencair. "Kami sudah melakukan dua pertunjukan untuk kemarin dan hari sebelumnya. Sekarang kami sudah memiliki sedikit pengalam-an menangani konser. Hari ini, kemarin, dan hari sebelumnya, kami melihat para fans datang untuk mendengarkan musik kami dan melihat Super Junior. Ini menjadi kekuatan bagi kami semua. Karena mereka, kami bisa menyanyi dan menari di atas panggung kami sendiri."
"Mengenai staf lain dan kru, sebelum ini, kami hanya mengira-ngira apa yang mereka lakukan. Ini adalah pertama kalinya kami dapat memahami semua detail pekerjaan mereka. Karena itu, kami memahami bagaimana sulit dan me-lelahkannya pekerjaan mereka." Kangin melanjutkan. "Hal ini membuat kami menjadi lebih dewasa, dan berusaha agar lebih banyak orang bisa mengenal kami. Ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk mendapatkan pengalaman. Mengorganisir konser benar-benar suatu hal yang besar."
"Selama ini Super Junior sangat aktif di dunia hiburan. Tapi di konser hari ini, orang akan bisa melihat bakat kami di bidang musik. Jadi kami benar-benar bahagia." Leeteuk menambahkan.
Eunhyuk meraih mike untuk berbicara. "Setelah menjalani konser, kami jadi memahami kekuatan sebuah konser. Jadi kami memiliki keinginan untuk meng-adakan konser lainnya. Sejujurnya, karena ini adalah tur konser Asia, kami akan terus tampil di banyak negara Asia. Dan kami juga ingin mengadakan konser-konser lain. Meski begitu, kami akan merindukan konser pertama kami ini."
"Mungkin jika ada yang sudah menonton konser kami, mengetahui bahwa Marry U tidak dinyanyikan oleh kami. Fans menyanyikan sementara kami men-dengarkannya. Meski sepertinya hal ini sederhana, tapi ternyata sangat ber-makna." Kangin meneruskan. "Banyak penggemar bernyanyi sambil menangis, membuat hati kami tersentuh."
Kangin mengerjapkan matanya yang mulai terasa hangat. "Berbicara ten-tang hal itu sekarang membuat aku ingin menangis. Seperti mereka berkata akan melindungi Super Junior, begitupula Super Junior akan melindungi mereka. Ekspresi di mata mereka meninggalkan memori yang sangat mendalam di hati kami. Seperti Teuki hyung selalu bilang kepada para fans, kami berharap sapphire blue akan menutupi seluruh bumi. Melalui pertunjukan kemarin dan hari sebelumnya, kami akhirnya bisa melihat lautan biru yang indah itu. Kami merasa sangat senang."
Kangin mendesak Yesung menerima mike. Akhirnya Yesung menerima dan mendekatkan mike itu ke mulutnya.
"Sungguh bahagia…."
Kibum tak bisa menahan senyum ketika Heechul dari belakangnya menepuk bahu Yesung yang belum sadar sedang mereka kerjai. Namja berkepala besar itu baru mengerti saat Kangin yang sudah diberi mike lainnya kembali berbicara.
"Yang akan berbicara selanjutnya adalah member Super Junior yang paling diperhatikan di dunia hiburan."
Satu per satu member Super Junior tertawa mendengar kalimat Kangin.
Heechul sendiri masih setia menepuk bahu Yesung dengan prihatin. Namun seringaian di wajahnya membuat Yesung meragukan ketulusan namja itu.
"Dia adalah seorang 'artis baru' yang sudah lama… Silahkan, Yesung hyung."
Kali ini wartawan dan media ikut tertawa bersama member Super Junior lainnya. Mereka mulai memperhatikan keberadaan Yesung yang selama ini kurang terekspos. Meskipun sering berbicara di sebuah rekaman acara, bagian Yesung sering dipotong karena kalimatnya yang aneh dan tidak menyambung dengan pertanyaan. Tetapi disiaran live ini, tidak ada bagian yang bisa dipotong. Apalagi semua member yang semula terdiam, tertawa serentak, membuat media merasa sayang untuk memotongnya.
Yesung yang belum menyadari maksud hyungdeul dan dongsaengdeul-nya, berusaha berpikir positif. Ia kembali mendekatkan mikrophon. "Super Junior sebenarnya…."
"Siapa yang ingin menanyakan pertanyaan berikutnya?" potong Kangin lagi, membuat Yesung merah padam.
Semua yang ada di ruangan itu kembali terbahak-bahak. Siwon dan Sungmin bertepuk tangan karena Kangin berhasil memunculkan wajah imut dan garang Yesung. Mimik wajah itulah yang membuat member Super Junior senang membuat namja itu kesal. Hyungdeul yang lain tak kalah heboh.
Meski tahu tujuan Kangin, tak urung Kyuhyun merasa tersipu melihat ke-lakuan hyungdeul-nya yang lebih mirip rombongan pelawak. Ia menutup wajah-nya yang sudah memerah sambil tertawa. Yesung sendiri hanya bisa melihat Kangin dengan geram, dengan tangan masih memegang mike.
Setelah tawa mereda, Yesung nekad melanjutkan, seperti yang sudah diper-kirakan member lainnya. "Setelah kegiatan promosi album ke-2, itu sudah lama sejak kami muncul di depan semua orang. Mungkin karena ini..."
Semua member kembali tertawa-tawa kecil selama Yesung berbicara. Kalimat namja itu lagi-lagi sulit dimengerti orang awam.
"Aku sekarang berusaha sangat keras untuk menjadi serius," gumam Yesung kepada member yang lain tanpa menjauhkan mike, membuat semua kembali tertawa. Tapi wajah Yesung tetap serius. Ia mencoba mencari kalimat yang lebih baik. "Bisa berdiri di atas panggung kami sendiri, itu merupakan sebuah anugerah bagi kami. Kami benar-benar berterima kasih kepada orang-orang di bawah panggung, pemegang ballon sapphire blue, dan fans yang mendukung kami. Untuk semua wartawan yang hadir, jeongmal kamsahamnida."
Semua tersenyum-senyum kecil saat Yesung mengakhiri pidatonya yang tergolong singkat dibanding biasa. Kangin langsung menarik mike itu sebelum Yesung kembali berbicara, dan menyerahkannya kepada Kyuhyun.
"Kami benar-benar mempersiapkan diri untuk konser ini," kata Kyuhyun membuka kalimatnya. "Kami mempersiapkannya sekitar 2-3 bulan. Konser ini merupakan impian kami semua, karena itu kami merasa sangat bahagia. Tidak ada keluhan dalam latihan. Kami semua bekerja sangat keras untuk tampil di atas panggung dan menunjukkan kemampuan kami. Rasanya benar-benar hebat, sebanding dengan latihan kami yang lama. Respon fans yang besar mem-buat kami sangat bahagia."
Konperensi pers terus berlanjut. Media rata-rata mencatat kesan konser SuperShow Super Junior yang ramah dan penuh warna. Mereka muncul di ber-bagai titik di panggung, membuat penonton mendapat kejutan-kejutan manis, karena tidak menyangka mereka akan muncul di luar jalur panggung yang di-tentukan. Sifat humoris member Super Junior pun membuat media terkesan. Bahkan mereka tidak berusaha menyembunyikan saat mereka merasa me-ngantuk dan bosan. Sebuah grup idola yang tampil apa adanya. Tapi media bisa merasakan persaudaraan yang kental di antara member yang dengan ringannya saling mengejek dan mentertawakan yang lain.
"Siapa yang paling banyak menangis?" tanya seorang wartawan.
"Berbicara tentang member yang paling sering menangis, kami semua akan mengatakan itu adalah Eunhyuk-sshi. Dia benar-benar mudah menangis," jelas Kangin. Ryeowook memandang ke arah Eunhyuk yang duduk di sebelahnya sambil tertawa. "Meski Eunhyuk-sshi sangat cool dan berkharisma saat menari; tetapi ketika dia menangis, dia benar-benar terlihat sangat rentan dan tak ber-daya."
"Mengapa dia menangis begitu banyak?"
"Mari kita bertanya pada Eunhyuk-sshi sendiri." Kangin memberi kode agar Eunhyuk menjawab.
"Sejujurnya, tidak hanya aku yang sering menangis. Semua member juga kadang menangis. Tapi mereka dapat menahan air mata lebih kuat dari yang aku bisa. Aku benar-benar tidak bisa menahan air mata." Eunhyuk menjelaskan.
"Kami memiliki satu lagu Marry U, lagu di mana para fans bernyanyi untuk kami. Dekat panggung di mana aku duduk, satu dua fans mulai menangis. Me-lihat mereka seperti itu, aku juga mulai menangis. Ketika member lain melihat aku menangis, mereka juga mulai menangis. Kemudian setelah beberapa saat, semua orang sudah menangis." Eunhyuk berpikir dengan serius. "Lain kali, aku akan mencoba sebaik mungkin menahan air mataku. Aku akan tertawa saja, sehingga semua akan ikut tertawa."
Semua wartawan kembali menahan tawa mendengar jawaban Eunhyuk. Tapi member yang lain tersenyum dan mengangguk membenarkan, meski setelah itu mereka ikut tertawa juga.
"Apakah DBSK sebagai senior kalian memberi nasihat?"
Kangin sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. Wajah mereka sedikit berubah serius. Leeteuk mempercayakan jawabannya kepada Eunhyuk yang lebih dekat dengan DBSK untuk menjawabnya.
"DBSK sunbaenim mengatakan kepada kami sebelumnya, bahwa memiliki konser sendiri benar-benar sangat menyenangkan. Mereka juga mengatakan bahwa jika Super Junior mempunyai sebuah konser, mereka pasti akan datang menonton. Pada hari konser, mereka juga menghubungi kami. Lewat telepon, mereka mengatakan kepada kami bahwa meskipun mereka tidak dapat berada di sini karena jadwal mereka, tetapi mereka memberi kami dukungan mereka sepenuhnya. Mereka juga mengatakan kepada kami untuk memberikan penampilan terbaik kami. Itu yang mereka katakan kepada kami."
"Mereka memberikan dukungan karena kami bersahabat," kata Kangin yang disambut anggukan member Super Junior lainnya. "Ini tidak seperti yang dipikir-kan orang-orang. Mereka bukan melakukan itu sebagai senior, tetapi sebagai sahabat. Mereka selalu mengatakan: Saat berdiri di panggung konser, kau akan tahu… Kau akan dapat merasakan bahwa konser berbeda dengan pertunjukan lainnya. Dari awal hingga akhir, waktu akan berlalu dengan sangat cepat. Bahkan meski kami mengadakan konser lainnya, hal itu akan terus terjadi."
Kangin tersenyum. "Itu adalah cara mereka menguatkan hati kami. Aku berpikir bahwa yang mereka katakan adalah benar. Setelah mengalaminya, aku akhirnya mengerti. Ini bukan hanya sekedar pertunjukan, itu adalah waktu di mana kami dapat menikmatinya bersama-sama. Dan hal itu akan kami lakukan juga hari ini. Silahkan pertanyaan selanjutnya..."
"Taiwan akan menjadi salah satu tujuan dari Asian Tour dan anda semua pernah ke Taiwan. Hanya Xi Che yang belum pernah sekalipun ke sana. Aku ber-tanya-tanya apakah member lain bercerita tentang pengalaman mereka di Taiwan?"
Heechul memastikan bahwa dialah yang dimaksud oleh media dari Taiwan tersebut sebelum mengambil mike dan menjawab.
"Pengalaman di Taiwan? Leeteuk-sshi bercerita tentang Vivian Hsu-sshi." Jawaban Heechul mengundang tawa semua yang ada di ruangan tersebut, sementara Leeteuk tersipu. "Sebenarnya, baik itu Taiwan atau negara lain yang berada dalam rencana konser, memberdeul juga telah pergi sebelumnya. Ketika aku tidak bisa pergi ke Taiwan dengan mereka, aku akan menonton video mereka saat berada di Taiwan dan berpura-pura bahwa aku juga ada bersama mereka."
Heechul tersenyum lebar. "Sebenarnya, aku benar-benar ingin pergi. Aku juga sangat penasaran. Karena ada banyak fans yang mencintai kami di sana, jadi suatu keharusan untuk pergi ke sana. Baik itu Taiwan, atau negara yang lebih jauh, bahkan luar angkasa sekalipun… Asalkan ada satu orang yang suka padaku, aku benar-benar ingin pergi ke sana. Aku benar-benar akan pergi ke sana selama tiket pesawat dibayarkan... "
Lagi-lagi jawaban Heechul mengundang tawa. Namja itu tersadar akan ucapannya ynag terlalu apa adanya. "Just kidding!" seru Heechul mencoba meralat, tapi hal itu justru mengundang tawa lebih keras.
Akhirnya Heechul pasrah dan mencoba serius. "Taiwan adalah tempat yang mengagumkan. Memberdeul selalu mem-banggakan hal itu kepadaku dan mengatakan kalau saja aku bisa pergi bersama. Mereka juga mengatakan bahwa aku terlalu sibuk, dan berbagai protes lainnya. Leeteuk-sshi bercerita tentang makanan dan kebudayaan Taiwan yang menarik, juga tentang Vivian Hsu-sshi. Aku benar-benar ingin pergi. Aku akan berada di sana pada kesempatan berikut-nya."
Kalimat Heechul disambut anggukan dan senyum simpul oleh pihak media. Konferensi pers pun bergulir dengan lancar.
.
.
Seperti hari pertama dan kedua konser, di hari ketiga, mereka berbaris untuk memperkenalkan diri.
"Pertama-tama, mari ucapkan salam kepada semuanya," kata Leeteuk. "Hana Dul Set!"
"Annyeonghaseyo, urineun Super Junior! Urineun Syupeo Juni oh ye oh!" seru semuanya serempak.
"Oneul Jeulgeoweoseoyo4. Semua orang terlihat gembira," kata Kangin.
"Sekarang, kita persilahkan semua member mengucapkan salam kepada ELF dan memperkenalkan diri mereka masing-masing." Leeteuk memandang yang lain. "Mulai dari siapa hari ini?"
"Dari Teuki hyung saja," kata Kangin.
"Dari aku? Baiklah. Tapi bukankah kemarin aku sudah duluan juga?"
"Tidak apa, mulai dari Teuki hyung lagi saja," kata Eunhyuk.
"Aku mulai lagi hari ini?" Leeteuk bersikeras ingin digantikan.
Saat mereka berdebat, Sungmin memberi kode agar Ryeowook dan Kyuhyun turun ke backstage seperti yang sudah mereka atur, apalagi ia melihat Kyuhyun mulai berkeringat melebihi biasa. Meski mereka semua bersemangat, tetapi konser memang berat. Leeteuk saja berturut-turut mengalami kaki bengkak, tulang nyeri, dan tadi dia mengeluhkan telinganya yang berdenging.
"Kita akan melakukan 'itu' bersama-sama nanti kan?" Leeteuk memberi kode rahasia kepada yang lain. "Baik, aku mulai. Annyeonghaseyo, aku adalah angel super junior dan juga leader….Teuki teuki teukieeee!"
Leeteuk berputar dengan gaya khasnya sehingga semua ELF tertawa. Tetapi, berbeda dengan yang disepakati, tepatnya diminta olehnya saat menuju konser, tak seorang pun dongsaeng-nya mengikuti gerakan itu.
"Hyung, berapa umurmu?" tegur Siwon.
"Ne, aku kadang malu dengan kelakuanmu," sambung Eunhyuk.
"Bukankah kita sepakat melakukannya bersama-sama?" Leeteuk tertegun.
"Tetapi hyung selalu melakukan hal yang itu-itu saja." Sungmin ikut protes.
"Ah, baiklah, aku akan mengubahnya," kata Leeteuk menurut. "Annyeong-haseyo,…."
Tiba-tiba Yesung mendekati Leeteuk dan menatapnya tajam. Ia memberi kode dengan matanya agar Leeteuk yang tidak fit hari itu beristirahat sejenak. Leeteuk mempersilahkan Yesung berbicara, ia sendiri agak mundur ke belakang untuk mengusap peluhnya.
"Annyeonghaseyo, aku salah seorang penyanyi terbaik di Super Junior, Yesung imnida. Ottokhe jinaeseyo5 ?"
"Jal jinaeyo6!" Terdengar seruan ELF menjawab salam Art Voice Man Super Junior itu.
"Annyeonghaseyo, aku shining light Super Junior dan jewel boy, Eunhyuk imnida."
"Annyeonghaseyo, aku adalah seseorang yang menyayangi semua orang, Choi Siwon imnida. Mannaso banggapseumnida 7."
"Annyeonghaseyo, Sungmin imnida."
"Annyeonghaseyo, Kyuhyun imnida, seseorang yang ingin dicintai oleh ELF."
"Annyeonghaseyo, Ryeowook imnida."
"Annyeonghaseyo, Shindong imnida."
Kyuhyun menepuk punggung Ryeowook memberi kode, dan keduanya kembali ke backstage kali ini dari arah yang berlainan.
"Annyeonghaseyo, Hankyung imnida."
"Annyeonghaseyo, Kim Heechul imnida. Banggapseumnida."
"Annyeonghaseyo, Kangin imnida. Banggapseumnida."
"Naneun ELF uri namjachinguyeyo8, Donghae imnida. Banggapseumnida."
"Annyeonghaseyo, Kibum imnida."
Leeteuk tersenyum puas melihat semua telah memperkenalkan diri dan Kyuhyun serta Ryeowook sudah turun panggung. "Hari ini adalah hari terakhir dari konser pertama kami. Di Seoul ini memang hari terakhir, tetapi ini juga merupakan permulaan dari Asian Tour kami."
Leeteuk menatap ribuan fans mereka dengan terharu. "Di hari pertama, karena itu adalah hari pertama… Kami memberikan semua yang bisa kami beri-kan; Di hari kedua, karena itu adalah hari kedua… Kami memberikan semua yang bisa kami berikan; Hari ini adalah hari terakhir… Agar tidak memiliki penyesalan, kami juga akan menggunakan setiap waktu dan tenaga yang ada untuk memberi pertunjukan terbaik. Hari ini, bagi ELF yang menyayangi Super Junior dan mereka yang mencintai Super Junior, ini adalah kesempatan untuk Super Junior dan ELF. Jadi apapun yang kalian ingin lakukan, kalian bisa melakukannya hari ini! Arrachi?"
Kangin mendekatkan mike ke mulutnya. "Kemarin dan hari sebelumnya, dalam 2 kali konser, kami berusaha memberikan yang terbaik. Hari ini juga begitu. Kami akan memberikan semua yang terbaik yang bisa kami berikan. Berdiri di sini, di atas panggung dan bernyanyi, dan melihat semua penonton dan fans yang datang, yang memegang light stick sapphire blue. Aku berpikir bahwa Super Junior benar-benar diberi anugerah. Tidak semua orang atau grup band di dunia ini mendapatkan kesempatan untuk memiliki sebuah konser."
Kangin menahan haru. Ia teringat bagaimana perjuangan mereka selama ini untuk bisa memiliki konser sendiri. Tanpa dukungan para ELF yang selalu ber-sama mereka, ia sadar konser itu hanya impian belaka.
"Kami benar-benar merasa sangat tersanjung. Kami pasti tidak akan mem-biarkan kalian semua kecewa hari ini. Untuk memastikan bahwa kalian semua akan memiliki kesan yang mendalam dan mengesankan, di Super Show Super Junior, kami semua akan melakukan yang terbaik untuk kalian."
"Dari awal sampai akhir, jangan hanya duduk di kursi kalian. Karena hari ini, acara ini, merupakan konser kita bersama. Kalian bisa berpartisipasi dalam konser ini. Sepanjang acara sampai akhir, kami akan memberikan yang terbaik dan kami berharap kalian semua akan memberikan yang terbaik untuk men-dukung kami juga. Semuanya jangan lupa untuk ikut serta, arra?"
"Arraseyo!" teriak para ELF.
"Kamsahamnida." Kangin merasa gembira mendengar semangat ELf yang hadir.
"Dari atas sini, terlihat lautan sapphire blue," kata Sungmin terharu.
"Ne, itu benar." Leeteuk mengangguk senang."
Siwon menghentakkan kaki seperti orang yang sedang bermain di pantai.
"Ini lautan sapphire blue. Aku merasa seperti berada di dalamnya." Sungmin memandang sekeliling dengan mata berbinar. Ia tak menyangka, ELF masih memenuhi konser mereka di hari terakhir.
"ELF yang hadir di sini hari ini tidak hanya ELF dari Korea, tapi ada juga dari China, Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan banyak lagi," ucap Leeteuk senang. "ELF dari seluruh Asia yang datang. Dari Hongkong juga. Bukankah seharusnya kita menggunakan berbagai bahasa untuk menyambut teman-teman internasional kita?" Semua mengangguk setuju.
"Mari kita mulai dari Thailand," usul Leeteuk. "Hana Dul Set!"
"Set Sawadee Krap! Chan cheu Super Junior!" seru semua serempak.
"Sekarang untuk ELF dari Taiwan dan China, kita persilahkan Hankyung-sshi memimpin." Leeteuk memberi kode kepada Hankyung.
"Dajia hao, wo men shi…."
" Super Junior!" sambung member yang lain.
"Xie xie9," ucap Eunhyuk.
"Wo ai ni men!" seru Hankyung.
"Untuk kawan-kawan dari Jepang, Sungmin-sshi akan memimpin kita mengucapkan salam."
"Konnichiwa! Watashiwa..."
"Super Junior!" seru yang lain bersama setelah Sungmin memimpin kalimat pertama.
"Aishiteru!" seru Eunhyuk.
Konser pun berlanjut, lagu demi lagu bergulir. Super Junior berusaha keras agar semua ELF yang datang merasakan bahwa mereka bukan hanya menonton konser, namun ikut melakukan konser. Ketika akhirnya konser berakhir, semua saling berpelukan dengan gembira.
"Memberdeul, tahukah apa yang aku sukai selama konser?" Semua member Super Junior menoleh ke arah Shindong yang tersenyum lebar di ruang ganti, ketika mereka bersiap-siap untuk pulang. "Daging panggang!"
Semua menautkan alis mendengar jawaban Shindong.
"Selama konser, kita setiap hari bisa makan daging panggang," ujar Shindong menjelaskan. Dia langsung disambut oleh timpukan baju kotor penuh keringat oleh member lainnya.
.
.
25 Feb 2008
"Ommo, Shim Changmin, apa kau tidak mengantuk?" Kyuhyun me-nenggelamkan kepalanya kembali ke bantal dengan HP masih memperdengar-kan suara Changmin yang penuh semangat.
"Ya! Kau harus memaksakan bangun setiap pagi agar sehat! Selama di Korea aku akan terus membangunkanmu!"
"Kau bangunkan saja hyungdeul-mu. Aku mau tidur!" Kyuhyun menutup HP-nya, mematikan power benda itu dan kembali tertidur. Namun beberapa menit kemudian ia mendongakkan kepalanya, mencoba menangkap suara di dorm. Sangat sunyi.
Kyuhyun dengan mata masih mengantuk memakai sandal kamarnya dan berjalan ke luar. Ia tertegun melihat tak seorangpun tampak di ruang tengah. Satu per satu kamar member lain ia buka, tapi semua kosong. Sungmin pun tidak berada di kamar ketika Kyuhyun terbangun tadi.
Sebuah senyum terukir di wajahnya waktu melihat ke arah whiteboard. "Hari Senin. Berarti giliran Teuki hyung dan Kangin hyung."
Suara telepon membuat namja itu beranjak untuk meraihnya.
"Yeoboseyo," terdengar suara manager hyung di seberang sana. "Apakah kalian semua sudah siap? Aku akan menjemput satu jam lagi. Sajangnim tidak akan suka jika kita terlambat datang."
"Terlambat ke mana? Kami ada pertemuan dengan seonsaengnim? Kenapa aku tidak tahu?" Kyuhyun menautkan kening ketika manager hyung sangat terkejut mendengar suaranya. Tarikan napas sang manager tampak keras hingga terdengar melalui telepon.
"Kyu…Kyuhyun-sshi? Kau sudah bangun?"
"Ne, sahabatku yang rajin sudah membangunkanku sebelum waktunya."
Kyuhyun tidak suka mendengar sang manager begitu gugup.
"Jawablah pertanyaanku, manager hyung. Ada pertemuan apa pagi ini?"
.
.
TBC
.
.
Apa yang disembunyikan hyungdeul dari Kyuhyun?
.
Lagi-lagi author terbantu oleh review yang masuk,
entah itu menaikan semangat,
bahkan mempengaruhi isi chapter selanjutnya.
CH32 ini benar-benar dipengaruhi masukan info dr reader.
Karena sebagai orang yang baru mengenal SJ, banyak hal yang author tidak tahu
terutama di luar SJ
Gomawo buat semua yang sudah bersedia mereview,
juga yang sekedar membaca ff ini hehehe
Aku nggak benci silent rider kok,
dan suka sekali sama reviewer kkk
.
Buat yang tertarik untuk membeli buku Falling Star…
Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…
Add saja fb author :
www titik facebook titik com /iyagi7154
.
Kamsahamnida
.
.
Jawaban Review Ch 31
trilililili 2/17/13 . chapter 31
Gpp chingu, info chingu sangat bermanfaat untuk CH32, meski karena itu saya jadi pusing wkwkwk Kenyataan tidak selalu menyenangkan, tapi sangat perlu untuk diketahui.
Bukan mencari, tapi krn oppadeul bilang mau pada memelihara binatang, Kyuhyun yang bertipe darah A mengantisipasi dulu kkkk
Kibum tidak gila, dia hanya panik dan shock hehehe
bryan andrew cho 2/17/13 . chapter 31
Wkwkwk masuk kok, masuk. jangan jadi SR lagi yach hehehe
chopumpkin 3/2/13 . chapter 31
Taka pa-apa
Guest 3/2/13 . chapter 31
telat hehehe
mi gi cassiopeia ot5 3/1/13 . chapter 31
Ani, ff ini akan berakhir di line yang sudah ditentukan sejak bikin judul
Nuryewookie 3/1/13 . chapter 31
Yang dia lakukan ke member lain kan ciuman sekilas, karena sayang, gemas dll, bukan ciuman sepasang kekasih
Betul hehehe
Foto Wookie yang aku bayangkan di ff ada di album RS ch31 dst yang ada di FB
Setelah …. hehehe nanti aja ya
Guest 2/27/13 . chapter 28
Ne, memang harus dibayangkan sendiri apa yang Heechul lakukan
Semoga hal itu nggak terjadi, yang baik-baik saja yang terjadi
nurhanita fenita clouds ELF 2/27/13 . chapter 31
Itu akan dijelaskan di CH 32
Aikyu 2/27/13 . chapter 31
Sepertinya masih, karena dia dan Leeteuk tidak punya hewan peliharaan.
Cuma studi literature. Aku kayak Kyuhyun. Suka lihatnya, tapi kalau suruh pegang dan merawat nggak mau. Tapi Kyuhyun kelihatan sekali pintar urus anak tuh hehehe. Sejak dulu dia gentle sekali ke anak-anak.
Iya, sebentar lagi wamil…
Tapi jadi namja pun dia tampan sekali hehehe
Tapi yang Kibum rasakan itu kenyataan. Ia benar2 berakting sebagai penyanyi di SS1
Guest 2/27/13 . chapter 31
Ne
kyuhan 2/27/13 . chapter 1
Annyeong haseyo
wookiesomnia 2/26/13 . chapter 31
Bukan Kyuhyun yg usul soal kura2 wkwkwk
Ne, senjata makan tua kkk
Mau lihat Ryeowook kuncir 2? Mampir aja, dif b ku ada foto2 yang mendukung ff ini
ryeo ryeo ryeong 2/26/13 . chapter 31
Kibum panik
ElfSparKyu1302 2/25/13 . chapter 31
Soal kertas itu masih pending hehehe
siscabonna1004 2/25/13 . chapter 31
I love SJ kkkk Ne, gomawo
kururuelf 2/24/13 . chapter 31
Rising Star tidak sampai Hankyung keluar, chingu. Gomawo reviewnya ;-)
cho min ra 2/24/13 . chapter 31
Kibum benar2 berakting sebagai penyanyi untuk sanggup berdiri di SS1.
PhysicsYoo 2/23/13 . chapter 31
Ne, just tokoh fiktif hehehe
widhava 2/23/13 . chapter 31
Disurfing saja beberapa hal g ingin chingu tahu. Biasanya akan terlihat benar tidaknya bagian fanfic atau realnya
Gomawo sudah mengikuti ff ini
kyuzi 2/23/13 . chapter 31
Muncul sendiri aja idenya pas lagi mikir mau ngapain
Siapa bilang Kibum orang yang tenang? tepatnya dia itu pendiam dan cuek Dia diam bukan karena tenang, justru karena terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Kibum sendiri yang bilang begitu.
Guest 2/22/13 . chapter 12
Yunho kecelakaan itu real. Gomawo reviewnya
Reami-Chan 2/22/13 . chapter 31
Gomawo
choYeonRin 2/22/13 . chapter 31
Sayangnya bukan yg terakhir ha ha ha
Kok kalau sama Kyuhyun pada tega sih hiks
SEXY! padahal sih dia nyaris kehabisan napas tuh, tapi melihat gerakan2nya, ….
Hayatun Yesungie 2/21/13 . chapter 31
just fanfic hehehe
Guest 2/21/13 . chapter 31
Ne, kebalikan wkwkwk
Setuju
BabyWonKyu 2/20/13 . chapter 31
Eunhyuk kan orangnya bersihan kkk Dia jorok soal badan aja
Itu masih lama
Soal itu sebaiknya ditanyakan ke SM kkkk
Falling Star masih menerima order kok. SIlahkan PM ke FB aja, alamatnya ada di bawah TBC
Mianhe, kemarin ch32 mentok wkwkwk
Cho Minyoung 2/20/13 . chapter 31
Gomawo udah agak panjang wkwkwk
youngie poppo 2/20/13 . chapter 31
Semua sebenarnya udah tahu, tapi masih meraba-raba gitu…
Rainy 2/19/13 . chapter 31
Yang Kibum itu real, hanya penggambarannya saja yang fanfic
reaRelf 2/18/13 . chapter 31
Kibum tahu akan dijelaskan di CH 32
NdaSnoWELF 2/18/13 . chapter 31
Itu betul, aku setuju
Dia masih artis SM dan member SJ.
Gpp chingu, kenyataannya kan belum ada yang bilang Kibum keluar dari SJ belum ada pernyataan resmi
ichigo song 2/17/13 . chapter 31
Doakan saja aku nggak hiatus kkk
Gomawo buat reviewnya chingu soal chapternya berapa, saya hanya mengikuti hati saja
Tsuioku Lee 2/17/13 . chapter 31
Gomawo
lemonade 2/17/13 . chapter 31
Gomawo
ayu wandira 2/17/13 . chapter 31
Gomawo buat usahanya mereview
Angela Han 2/16/13 . chapter 31
Sebagian itu benar disurfing aja
Ochaiia 2/16/13 . chapter 31
Gpp, chingu. Review chingu membuatku senang sekali, merasa apa yang aku sampaikan bisa sampai key g dikirim
indi kyu 2/16/13 . chapter 31
Gomawo Jangan bosan mereview
Okta1004 2/16/13 . chapter 31
Ok
pipiet sparcloud 2/16/13 . chapter 31
Di ch32 aku selipkan dikit2, semoga berguna
Ne, gomawo buat perhatiannya
aimichi 2/16/13 . chapter 31
Aku pun berharap saat2 itu kembali lagi dengan kondisi yang jauh lebih baik tentunya
oracle 2/16/13 . chapter 31
Memangnya yang dibayangkan seperti apa? kkkk Maksudnya jelek atau bagus?
Jawban pertanyaan…
- suka baca novel? Suka
- teenlit atau chicklit? Tidak pernah. Baca sekilas pernah waktu jaman2 model itu muncul. Tapi aku suka cerita yang berat.
- terjemahan atau lokal? Suka semua asal aku suka ceritanya
- pilih gagasmedia ato GPU? tidak pernah melihat soal itu
- punya penulis favorit? siapa? Tergantung. Tapi yang karyanya aku suka adalah Agatha Christie, J.D. Robb (Noranya tidak. Meski 2 nama itu orang yg sama, aku suka yg bukan cerita romantis). Kalau Indonesia, aku suka S Mara Gd. Yang lain aku suka juga, tapi tergantung buku. Kalau yg aku sebutkan, semua bukunya aku suka
Gomawo
chijRS 2/16/13 . chapter 31
Gomawo sudah mereview, chingu. Saya sangat menyukainya
kyuminline1307 2/15/13 . chapter 25
Begitulah oppadeul. Banyak kisah real mereka yang benar2 somplak wkwkwk
Ne, kejam
Yup, Wookie…aku menyukai karakternya yang meski lemah, bisa menjadi kuat saat melindungi yang ingin ia lindungi
kyuminline1307 2/15/13 . chapter 24
Betul, dan itu belum juga selesai
Light 2/15/13 . chapter 31
Gomawo
amel 2/15/13 . chapter 31
Gomawo. Fanfic just fanfic, meski di dalamnya ada kenyataannya
ariskagyu 2/15/13 . chapter 31
Itu benar
vietaKyu 2/15/13 . chapter 31
Gomawo buat reviewnya chingu hehehe Nggak tahu mau nulis apa lagi, cuma bisa bilang itu buat reviewnya. Jangan bosen, arrachi?
sieLfsparkyu 2/15/13 . chapter 31
Hangeng nggak ada? Bacanya ngebut dan lompat ya? hehehe Jelas2 ada lho Hankyung di CH31
lee sang ki 2/15/13 . chapter 27
Itu diserahkan pada imajinasi masing2 reader kkkk
dianhae 2/15/13 . chapter 31
Kibum tidak biasa beramah tamah. Selama ini kan dia cukup diam dan senyum. Tapi di konser, kadang kala mereka kudu berpencar.
tya andriani 2/15/13 . chapter 31
Mianhe, ternyata lebih lama dr 31
Choi Youmin 2/15/13 . chapter 31
Wkwkwk nggak apa chingu, aku dulu juga nggak tahu Kyuhyun itu SJ, jarang keliahtan sih kkkk
AKu pun berpikir dan berharap begitu
Sayangnya, aku hanya menulis berdasarkan wawancara di aman Kibum mengatakan itu
wkwkwk ada yg tercemar yg seperti itu?
lovely yesungielf 2/15/13 . chapter 31
Ne, koplak kkkk
choi siwon 2/15/13 . chapter 31
Ne, gomawo
kyuminline1307 2/15/13 . chapter 23
Ne, yang menulis juga sedih kok
kyuminline1307 2/15/13 . chapter 22
AKu boleh ikutan punya kakak kayak SUngmin?
Apaan tuh? Tapi bagus juga istilahnya…Limited edition wkwkwk ide yg menarik, bisa buat judul ff
Syukurlah, ada yg terbantu dengan bahsan EHB
Kuro-berry Saki 2/15/13 . chapter 31
Yang jelas, dia memang sangat takut dan benar2 berakting sebagai penyanyi untuk dapat berdiri di SS1
lee sang ki 2/15/13 . chapter 31
Aduh, mianhe…karena pertanyaannya ada di timeline semua, terpaksa aku jawab: kita tunggu saja kkk
kyuminline1307 2/15/13 . chapter 21
Ne, aku juga semua moment yang chingu sebutkan. Dan sangat suka saat chingu mengutarakan itu, karena merasa bersambut
Entahlah apa yang dipikirkan oleh orang dunia bisnis
cloud prince 2/15/13 . chapter 31
Benar, Yesung itu suka nyasar, Ryeowook itu suka ngilang wkwkwk. Apalagi Ryeowook itu jarang membantah, jadinya ngikut aja ke mana Yesung nyuruh hehehe
Kyuhyun dan Ryeowook kalau lagi debat tuh lucu banget. AKu kepikiran soal itu gara-gara melihat perdebatan mereka saat di Thailand kkk
Iya, aku suka senyum2 sendiri kalau lihat Kangin dan Siwon. Meski Siwon lebih tinggi dan besar, tapi kepada Kangin dia kayak anak kecil kkkk. Mana Kangin agak2 alergi sama sifat Siwon yang sangat sopan dan gentle. Sedangkan Kangin sukanya sradak sruduk
Di acting, dia nggak perlu berhubungan dengan banyakl orang. Itu real yang dia kudu berakting sbg penyanyi agar bisa menjalani SS1
Sama sekali nggak bosen, aku malah suka banget bacanya
Shin Min Hwa 2/15/13 . chapter 31
ok hehehe
AisarangKyuna 2/15/13 . chapter 31
Gomawo buat semangatnya, chingu
Jmhyewon 2/14/13 . chapter 31
Ne, kita lihat kelanjutannya Gomawo buat reviewnya
hyun 2/14/13 . chapter 31
Ini udah panjang nih, pakai mentok segala kkkk
rossaelf4ever 2/14/13 . chapter 31
Falling Star aja. Rising Star nanti, nunggu selesai
vidya 2/14/13 . chapter 31
Ne, dukung terus agar bisa lanjut yach, kadang2 rasanya ingin berhenti, tapi kalau ingat banyak yg nunggu, nggak tega juga
Gomawo buat doanya
bila 2/14/13 . chapter 31
Itu fanfic hehehe
Gomawo
Ratu fauziah 2/14/13 . chapter 30
Itu Kyuhyun belum masuk, tahun 2005 akhir
VitaMinnieMin 2/14/13 . chapter 31
Bisa terjadi pembantaian kalau ada dobermen kkkk
Ne, aku penasaran, Kyuhyun ama Heebum pernah tarung nggak ya?
Pasti horornya pake banget sekali kkkk Untung itu namja kagak serangan jantung
Gomawo buat ucapan selamatnya hehehe
heeeHyun 2/14/13 . chapter 31
Gomawo
Soal Kyuhyun dan Changmin dijelaskan di CH32. duo evil magnae kkkk Gomawo reviewnya
phiexphiexnophiex 2/14/13 . chapter 31
Mau bukti? Nonton lagi EHB 8 yach, disitu dilihatin Ryeowook yang lagi tidur di dalam mobil pribadinya Makanya kau tahu warnanya kkk
Dingin, tapi kan mereka juga pakai baju luar yang tebal.
Tiba-tiba kepikiran aja Valentinan itu, kagak ada maksud apa-apa. AKu pikir, sebagai anak muda, mereka pasti punya keinginan untuk mengikutinya, tapi krn status, jadi tidak bebas.
Ay 2/14/13 . chapter 31
Ne, Kibum sangat takut berinteraksi dengan orang. Bukan lihatnya yang takut, tapi keharusan untuk berinteraksi yang membuatnya takut
Itu dibahas di ch2 depan
Dia nggak punya penyakit itu, tapi dia sangat introvert
lalalala 2/14/13 . chapter 31
Ketakutannya dan dia berakting sebagai penyanyi untuk bisa naik panggung itu real
livtia 2/14/13 . chapter 31
Itu krn dia lihat HP Kyuhyun kkkk
Sebenarnya Kibum itu diam bukan krn tenang. Kibum sendiri bilang, dia orang yang banyak kekuatiran dan pikiran, sehingga dia memilih diam. Ketika ia melihat begitu banyak orang dan Leeteuk menginginkan mereka melakukan interaksi dengan fans, Kibum merasa tidak bisa. Akhirnya ia berakting sebagai seorang penyanyi agar bisa berdiri di panggung SS1
Kertas-kertas itu masih menunggu gilirannya muncul hehehe
Bukan berkurang, belum waktunya aja Petinggi SM muncul
Gomawo buat reviewnya
kyuminline1307 2/14/13 . chapter 20
Iya, yang terlihat dan yang di dalam berbeda
kyuminline1307 2/14/13 . chapter 19
Betul, itu salah satu yang buat aku kagum. Mentalnya sangat kuat dan hatinya sangat lapang
Cho rae in 2/14/13 . chapter 31
Oppadeul yg bikin ultah biasa jadi heboh wkwkwk
Love 2/14/13 . chapter 31
Gomawo buat doanya
NaraKim 2/14/13 . chapter 31
Kebagiannya SIown, drpd dia sama Donghae, tingginya terbanting hehehe
Silahkan membujuk Kibum dulu. Lagipula dia kanlagi pelihara kumir dan jenggot kkkk
Ne. Tinggal nunggu percetakan selesai mencetak. Aku nggak bisa apa-apa kalau udah sampai tahap pencetakan. Katanya finishingnya yang lama.
sisusi 2/14/13 . chapter 31
AKu pun berharap hal yang smaa, Chingu. Sebelum ada pengumuman resmi dia bukan SJ lagi, aku akan tetap berharap.
SS2 sudah minus Kibum lho
Gomawo buat reviewnya
fikyu 2/14/13 . chapter 31
Ne, semua ada di Ch 32
Bella 2/14/13 . chapter 31
sampai lupa ya? aigoo padahal yg ini lebioh lama lagi
widyawati 2/14/13 . chapter 31
Ne, gomawo, chingu
SunakumaKYUMIN 2/14/13 . chapter 31
buku FS katanya tgl 7 Maret selesai cetak. Smeoga nggak mundur
Kalau udah sampai percetakan, cuma bisa menunggu
Ne, jadi Kyuhyun menghubungi Changmin, lalu HP nya dibiarkan terhubung saat dia mengerjai baling hyungnya. Sayangnya Kibum melihat HP itu dan menebak apa yang terjadi kkk
Hiruma? aku nggak pernah baca yang itu. Mianhe Tapi salah satu karakter komik itu ambilnya dari salah satu personil V6 yang menyanyikan OST nya. Sang penulis komik nge fans sama artis V6 itu
Princess kyumin 2/14/13 . chapter 31
ne, aku bukan penganut shipper manapun kkk Cuma berdasar Kyuhyun yg tingginya 180, akan membanting Donghae jika berpasangan
Ne, mianhe, ch32 smepat benar2 mentok sampai kagak bisa mengetik apapun
nara 2/14/13 . chapter 31
Sama kayak ff, paling ada edit dan tambahan sedikit saja
KyuChul 2/14/13 . chapter 31
Yesung intuisinya cukup tajam. Itu aja. Karena dia biasa memperhatikan, dia jadi lebih peka
Ne, itu pasti
Kim Anna 2/14/13 . chapter 31
kkk harapan chingu terkabul di ch32
Kyuminhae 2/14/13 . chapter 31
Nggak dikasih tahu. Kyuhyun menebak sendiri
Aku juga kangen Kibum
nana 2/14/13 . chapter 31
Gomawo sudah mengikuti ff ini, chingu
Guest 2/14/13 . chapter 31
Ne, meski pahit, mungkin itu yang terbaik
ahra rahayu 2/14/13 . chapter 31
drama apa ya? Karena nggak suka cerita romantic, aku jarang nonton drama
Kibum nyaris nggak berani tampil di panggung
SS2 sudah tidak ikut
dari dulu saya sudah orang sibuk. ada ff jadi ketambahan sibuk hehehe Sampai sempat diprotes
dhian930715ELF 2/14/13 . chapter 31
wkwkwk jawabannya ada di ch32 dan itu real
Mrs. Drakyu1403 2/14/13 . chapter 31
Ne, bisa habis tuh, mana Kyuhyun lagi rentan wkwkwk
Ne, dia terlalu banyak pikiran saat itu
fanfic just fanfic
Kibum sampai harus melepas kepribadiannya dan berakting sebagai penyanyi, itu real
mana-mana boleh
Cho KyuNa 2/14/13 . chapter 31
Kalau yg dibuat buku baru Falling Star, Rising Star nanti, menunggu selesai
hyoeni 2/14/13 . chapter 31
Changmin muncul di ch 32
Ne, memang Zhoumi sering kelihatan gemas dengan Kyuhyun
Wkwkwk aniyo
2/14/13 . chapter 31
Ne, ketakutannya itu real
vha chandra 2/14/13 . chapter 31
Kibum itu sebenarnya salah satu member paling usil se-SJ
Ne, kadang hidup harus memilih
Cuma dijual di FB aja yg buku Falling Star nya
Cuma Falling Star. Rising Star nanti lagi.
ferynariany 2/14/13 . chapter 31
Mianhe, ch32 aku sempat mati ide
Augesteca 2/14/13 . chapter 31
Dia nggak bisa bergurau dengan orang lain, jadi dia takut tidak bisa bermah-tamah dengan fans. Dia tidak menyukai keramaian
SSungMine 2/14/13 . chapter 31
Aduh…bacanya kudu di kamar sendirian kkkk
Ne, gomawo sudah membeli bukunya. Ditunggu ya, chingu, moga2 tidak lama di percetakannya
keyq 2/14/13 . chapter 31
Ne
2/14/13 . chapter 31
ehehehe juga
indahpus96 2/14/13 . chapter 31
Betul…oppadeul kagak kapok2…tapi baguslah, mereka kan pantang menyerah wkwkwk
MyKyubee 2/14/13 . chapter 31
wkwkwk mianhe jeongmal mianhe, tapi udah clear kan yach kkkk
Ne, Kyuhyun mengiriskan daging dan memberi Zhoumi irisan pertama, bukan untuk dirinya sendiri, itu benar
HP itu tidak usah diomong, udah wajib kkkk
Siwon harusnya April tahun sebelumnya, tapi baru didaftarkan februari tahun depannya. ortunya lupa wkwkwk
Itu real yang Kibum takut melihat banyaknya orang di SS1. Dia sampai harus berakting sebagai penyanyi untuk bisa naik panggung
V3 2/14/13 . chapter 31
Gomawo buat semangatnya
nining wulan 2/14/13 . chapter 31
Aku pertama juga nggak suka ZHoumi krn auranya yg agak2 berbahaya. Tapi ternyata banyak sifatnya dia yang menarik
Katanya suruh jaga jantung, tapi kok suruh bombastis juga? kkkk
xoxoxo 2/14/13 . chapter 31
Kabarnya, dia aktif di drama berseri hehehe
ratnasparkyu 2/14/13 . chapter 31
Gomawo reviewnya
casanova indah 2/14/13 . chapter 31
Sebenarnya nggak tahu, tapi terus dia lihat HP kyuhyun jadi tahu kkkk
Perform kan nggak perlu interaksi. Beda dgn konser. Mana mereka diminta berpencar memenuhi area konser
Meda93 2/14/13 . chapter 31
Kita tunggu saja. Aku pun menunggu
kim eun ra 2/14/13 . chapter 31
Belum hiatus, kita lihat saja ch selanjutnya
rura seta 2/14/13 . chapter 31
Gomawo chingu, udah mereview
dlestariningsih 2/14/13 . chapter 31
Karena kocak, jadi pas baca terasa lebih cepat.
Aku nggak ngikutin Full House krn Kyuhyun belum masuk. Tapi yang jelas itu bukan dorm mereka.
Iya, hyungnya Changmin tinggal 1 sekarang
April
Bayangkan jika setiap tampil aku kasih episode berhitung, setiap ultah aku bahas,….pasti garing kan? kkkk Itu namanya seni bercerita
Betul, second change
Ne, hehehe… Yesung tipe yang cukup teguh sama ucapannya. AKu suka tokoh ini, aneh, tapi juga bijaksana
Sei 2/14/13 . chapter 31
Gpp, chingu. Sejak awal aku membuat buku bukan untuk menggantikan ff. Karena itu ff ini tak akan dihapus dr ffn meski bukunya sudah terbit Tujuan utamaku adalah banyak orang yg mengenal perjuangan oppadeul, bukan membeli bukuku. Meski kalau buku habis terjual aku akan senang sekal kkk, tapi itu bukan yg utama
Sepertinya Zhoumi main vocal. Lead vocal tidaknya kita lihat nanti hehehe
Tapi Kyuhyun kalau dijajarkan Siwon kan terlihat kecil hehehe
Oh, malah suka yang meleset? aku kadang kesal kalau meleset menebak hehehe Tapi sama, aku suka cerita yang banyak tebakannya
Ne, gomawo buat saran dan semangatnya, chingu. Memang kalau ada cerita yg nggak sreg, lebih baik dirombak ulang drpd diedit sana sini saja. Ada 1 cerita yg sudah aku pending 5 tahun, padahal tinggal bab akhir saja, dan sudah ada 50 halaman bergambar yg mendukungnya…gambar buatan tangan. Tapi aku benar2 tidak sreg dengan hasil tulisanku. Semoga suatu hari aku bisa menyelesaikan kisah itu
Park Min Mi 2/14/13 . chapter 31
Me too…. Miss him so much
AngeLeeteuk 2/14/13 . chapter 31
Ne, Kibum hanya ikut SS1
Kyuubi kim 2/14/13 . chapter 31
Ne, kira2 seperti di intimate note hehehe
Rifa Fana 2/14/13 . chapter 31
Ne, gomawo reviewnya, chingu
Aisah92 2/14/13 . chapter 31
Memang Heechul udah nganggep Kyuhyun adiknya. Dia suka manggil Kim Kyuhyun kkkk
Hal itu akan dibahas di CH32
Ne, Kibum diam bukan karena tenang, tapi karena tertutup
Haera 2/14/13 . chapter 31
Ne, gomawo sudah mengikuti ff ini chingu
michmina1004 2/14/13 . chapter 31
Infonya bisa di ff ku yang ada di bawah TBC
sfsclouds 2/14/13 . chapter 31
Ne, mari kita tunggu
kyuqie 2/14/13 . chapter 31
Kibum takut panggung itu benar
Benar begitu
tesaSUJU31 2/14/13 . chapter 31
AKu pun berharap yang sama
AreynaKyuminElf 2/14/13 . chapter 31
Aku pun akan mendukung Kibum Tapi juga berharap dia kembali, tho statusnya belum keluar SJ
Fitri MY 2/14/13 . chapter 31
Ne, infonya ada di FB
puzZy cat 2/14/13 . chapter 31
Ne, setuju
Gyurievil 2/14/13 . chapter 31
Dia takut diminta berinteraksi dengan orang banyak
wkwkwk, tebakannya huhm…jawabannya di ch32
SieLf 2/14/13 . chapter 31
I miss him too
demikyu 2/14/13 . chapter 31
2008 memang berat
aninkyuelf 2/14/13 . chapter 31
Gomawo buat kepercayaannya. Saat aku merasa nggak sanggup maju, chingudeul semua yang menguatkanku. kamsahamnida
octaviani 2/14/13 . chapter 31
Di ch32 diceritakan semua
riekyumidwife 2/14/13 . chapter 31
Panggil apapun yang chingu mau asal genrenya masih yeoja wkwkwk
Sebenarnya Yesung tahu. Tapi dia orang yg sangat menutup apa yang sudah dimasukkan ke hatinya oleh orang lain, jadi dia selalu bersikap seakan tidak tahu
Cho sahyo 2/14/13 . chapter 31
Itu tanggal timeline aja, beberapa bukan, sekedar pengenal waktu
Fanfic just fanfic hehehe
AKu aja ketawa waktunulisnya kkk untung kagak ada yg nyangka aku error
Ryeowook kadang agak begitu, tapi di situ manisnya dia menurutku
Kibum benar2 tertekan sampai haru berakting sebagai penyanyi baru bisa naik panggung
Gomawo buat reviewnya, doanya, semangatnya hehehe
Kiyuh 2/14/13 . chapter 31
Ne, sudah di edit typonya. Gomawo
Saiko kumat wkwkwk
Mianhe, aku ngikutin aslinya dikit, jadi susah memasukkan adegan2 siksaan (*apa coba? kkk kagak nyambung nih akunya….mianhe)
Ne, untuk yang tidak saiko, memang tidak aka nada adegan siksa menyiksa lagi kkkk
riyuri 2/14/13 . chapter 31
Itu yang kertas nunggu waktunya hehehe
yunia christya 2/14/13 . chapter 31
Kibum itu bukan tenang, tapi cuek, pendiam, tertutup, banyak pikiran. dia sendiri yg bilang begitu
Belum waktunya petinggi SM muncul
yeon love yeye 2/14/13 . chapter 31
Ne, gomawo chingu Aku juga introvert dan punya namja yang extrovert. Jadi aku mengerti beda keduanya hehehe
naninacho 2/14/13 . chapter 31
Gomawo buat koreksinya. Kadang meski udah diperiksa, krn hafal ceritanya, jadi tidak terlihat. Gomawo sudah mengikuti ff ini dan mereview
imsigsml 2/14/13 . chapter 31
Itu juga yang aku rasakan saat mengenal sosok Kyuhyun. Banyak hal yang aku pelajari dari seorang evil magnae, yang dibalik sikap usilnya, tersimpan kekuatan hati yang sangat besar
cho fikyu 2/14/13 . chapter 31
Ne, gomawo reviewnya hehehe
AKu hanya mencoba mendalami mereka saja. Sedalam yang aku bisa, mungkin ada beberapa yang tidak tersentuh realnya
Ratu fauziah 2/14/13 . chapter 31
GOMAWO (*balas teriak kkkk)
lisamei 2/14/13 . chapter 31
wkwkwk kayak mandiin puppy ya?
Ne, mianhe, mereka lagi di tempat yang berbeda.
Gomawo review dan semangatnya hehehe
hauraddict 2/14/13 . chapter 31
Mianhe sudah meleset lagi dari jadwal, bahkan jauh lebih meleset. Semoga panjangnya ch32 bisa sebagai permohonan maaf. Gomawo buat reviewnya
1 Banggapseumnida = senang bertemu denganmu
2 Gudeui misoga jiwojiji anhgil bareyo. Onjena hengboghan nalduri gyesog doegil bilmyo = aku berharap senyumanmu tidak akan pernah hilang. Aku berdoa agar hari-hari bahagia ini terus berlanjut
3 Geuraeyo? = begitukah?
4 Oneul Jeulgeoweoseoyo = hari ini sangat menyenangkan
5 Ottokhe jinaeseyo = bagaimana kabar kalian
6 Jal jinaeyo = baik2 saja
7 Mannaso banggapseumnida = aku senang bertemu kalian
8 Naneun ELF uri namjachinguyeyo = saya kekasihnya ELF
9 Xie xie = terima kasih
