Title : RISING STAR Chapter 34
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Zhoumi. Henry. Changmin.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipunmenyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu
Summary : "Pokoknya aku mau jjangmyeon!" / "300.00 WON?!" / "Heechul hyung benar-benar cantik!" / "Selamat datang kembali, Beijing fried rice."
.
.
Namja itu sedang memeriksa tumpukan hadiah yang didapatnya dari fans sewaktu pintu kamar terbuka. Sungmin bergegas mendekati Kyuhyun untuk menunjukkan sebuah bantal leher warna pink yang baru saja ia temukan. Namun senyum Sungmin sirna ketika melihat wajah Kyuhyun yang sangat pucat.
Kyuhyun tersenyum lemah saat Sungmin berada di depannya.
"Sungmin…hyung…"
Hanya itu yang keluar dari mulut magnae-nya sebelum tubuh itu tumbang.
.
RISING STAR
Chapter 34
.
11 Maret 2008
Hankyung mengernyitkan dahi ketika ia gagal membuka pintu dorm lantai 11. Rantai pengait terpasang di pintu padahal tidak biasanya hal itu terjadi. Ada-nya password dan pengenal sidik jari membuat keamanan dorm sudah lebih dari cukup. Selain itu, mereka dengan mudah mendatangi dorm lantai 11 dan 12 tan-pa perlu menekan bel.
"Jamkkanman yo, Hankyung hyung." Eunhyuk tergesa-gesa menghampiri. Ditutupnya pintu terlebih dahulu untuk melepaskan pengait, kemudian mem-bentangkan pintu lebar-lebar.
"Kenapa memakai pengait?" Hankyung berjalan masuk sambil menarik ko-pernya.
Eunhyuk hanya tersenyum lebar. "Sudah siap berangkat?"
"Ne. Tapi aku ingin sarapan di dorm saja."
Hankyung meletakkan kopernya di dekat pintu, lalu melangkah masuk me-nuju dapur. Ia menyingsingkan lengan kemejanya dan bersiap membuat sarapan untuknya sendiri.
"Ada yang mau fried rice?" tanya namja itu kepada Eunhyuk, Yesung dan Sungmin. Semua menggeleng. "Coba tanyakan Kyuhyunie apa dia mau."
"Kyuhyunie masih tidur. Hyung buat untuk sendiri saja," kata Eunhyuk sam-bil menguap lebar. "Aigoo…aku masih mengantuk."
Eunhyuk melotot ketika Yesung menginjak kakinya. Tapi namja itu langsung tersadar. Ia tersenyum lebar ke arah Hankyung yang memandangnya penuh ta-nya. "Aku mimpi buruk tadi, hyung, jadi tidak bisa tidur lagi."
Tak ada yang berbicara selama Hankyung memasak. Sungmin sibuk mem-bereskan kulkas. Ia tak mau nasib kulkas dorm lantai 11 sama dengan dorm lantai 12. Tak satupun barang kadaluarsa boleh ada di dalamnya. Ia khawatir hyungdeul dan dongsaengdeul akan memakainya tanpa melihat-lihat tanggal. Ia juga memeriksa persediaan obat dan vitamin cair yang ada di sana. Eunhyuk berbaring di sofa sambil menonton televisi. Yesung sendiri pergi ke dapur untuk menyeduh 6 cangkir ginseng. Hankyung menautkan alisnya melihat jumlah ganjil itu.
"Buat Hankyung hyung dan Donghae-ah," celetuk Yesung. "Biar yang lain kuseduhkan setelah mereka bangun."
"Donghae-ah di sini? Pagi-pagi begini?"
"Dia sedang ada masalah pribadi. Sedang bercerita pada Kyuhyunie."
Eunhyuk dan Sungmin berpandangan dengan pasrah. Pasti Hankyung me-rasa aneh si magnae yang tadi dibilang tidur dan biasa bangun paling siang, ter-nyata sudah bangun dan menerima 'tamu' sepagi ini. Apalagi Kyuhyun tidak suka diganggu.
Dugaan mereka tepat. Hankyung meletakkan piring berisi fried rice-nya yang baru selesai, mengambil tumpukan kertas yang dibawanya tadi, lalu berjalan ke arah kamar Kyuhyun dan Sungmin. Ia kembali menautkan alisnya saat Sungmin mendahului dan menghalangi jalannya di koridor.
"Hyung, jebal, jangan ganggu mereka. Donghae-ah sedang sedih, dan Kyuhyunie sedang menghiburnya. Hankyung hyung tahu kan, Donghae-ah sudah menganggap appa Kyuhyun sebagai appanya sendiri? Hanya Kyuhyunie yang bisa membantunya."
"Aku ingin memberikan partitur ini dan menerangkan beberapa hal sebelum berangkat."
Yesung meraih partitur itu dan membacanya sejenak. "Jelaskan saja padaku, hyung, aku akan menyampaikannya kepada Kyuhyunie."
Hankyung ingin menolak, namun melihat pandangan Sungmin dan Yesung, juga waktunya yang sangat terbatas, ia akhirnya menyerah. Mereka kemudian duduk di meja dapur. Hankyung menerangkan apa-apa yang perlu dipelajari Kyuhyun sambil menyantap sarapannya.
"Sunggie, tolong pastikan Kyuhyun menguasai lagu yang ini. Lagu ini akan direkam besok," kata Hankyung sambil menunjuk salah satu lagu. "Hanya Kyu-hyun yang belum menguasainya."
"Hyung, di Super Junior M posisi Kyuhyunie…" Yesung mempelajari partitur itu dengan seksama. "Sebaiknya alihkan posisi lead vocal dari Kyuhyunie. Jika ada apa-apa dengan dia, sulit untuk Wookie menggantikannya. Zhoumi-ah punya vokal cukup bagus."
"Aniyo, di beberapa lagu, vokal Zhoumi-ah masih harus didukung oleh Ryeo-wookie atau Kyuhyunie." Hankyung menggeleng. "Aku rasa, apa yang ditetapkan dari pihak managemen sudah benar. Wookie dan Kyuhyunie yang paling pantas menempati posisi lead vocal si Super Junior M."
"Tapi hyung, jika Kyuhyunie sakit, dengan posisi seperti ini dia tetap harus naik ke atas panggung."
"Jika begitu dia tidak boleh sakit."
Jawaban Hankyung membuat Yesung, Sungmin, dan Eunhyuk terdiam. Ke-tiganya saling berpandangan.
Hankyung tidak menyadari keheningan yang terjadi. Tubuhnya sendiri berontak meminta istirahat. Penyakit lambung yang dideritanya semakin mem-perparah keadaan sehingga berat badannya terus menurun. Saat ini yang ada di pikirannya hanya menghabiskan sarapan, pergi ke China tepat waktu, lalu besok kembali pulang untuk melakukan rekaman album.
"Aku selesai," katanya sambil meletakkan piring di dapur. "Mianhe, aku tak sempat mencuci piringnya. Aku harus segera berangkat."
"Tak apa, hyung, biar aku yang membereskan," kata Sungmin sambil meng-antar Hankyung ke pintu. Eunhyuk dan Yesung mengiringi di belakang. Hankyung melirik sekilas ke koridor yang menuju kamar Sungmin dan Kyuhyun sebelum beranjak meninggalkan dorm. Semua menghembuskan napas lega begitu Han-kyung menghilang di pintu lift.
"Aku pikir kita akan ketahuan." Sungmin mengelap keningnya yang ber-keringat. "Hyukie, sebaiknya kau tidur saja."
"Aniyo, aku tidak bisa tidur lagi. Hari ini jadwalku hanya SUKIRA. Latihan bersama Teuki hyung untuk acara SBS tanggal 13 sudah selesai. Aku masih bisa menjaga Kyuhyunie. Giliranku setelah Donghae-ah." Eunhyuk lagi-lagi menguap. "Aku perlu cola. Hanya cola yang bisa membuatku tidak mengantuk."
Sungmin mengamati Eunhyuk yang berjalan menuju kulkas. "Wookie tidak apa tidak diberitahu, Yesung hyung?"
"Wookie sangat kelelahan karena pembuatan album Super Junior M. Begitu juga Henry-ah." Yesung menggeleng. "Aku saja keberatan waktu Eunhyukie meminta Donghae-ah menemaninya menjemput Euisa. Donghae-ah pasti lelah juga. Biarkan Wookie tidur. Nanti dia akan tahu sendiri."
"Tahu soal apa?"
Ryeowook yang baru saja membuka pintu kamar, memandang hyungdeul menuntut jawaban.
.
.
Donghae tersenyum ketika Kyuhyun menggembungkan pipinya. Sang mag-nae melengos dengan kesal saat melihat bubur di tangan Donghae. Donghae menarik kursinya agar semakin dekat ke tempat tidur.
"Kyuhyunie, kau harus makan supaya cepat sembuh…"
"Aku tidak mau!" Kyuhyun menolak. "Aku mau jjangmyeon!"
"Mana ada jjangmyeon sepagi ini?"
"Pokoknya aku mau jjangmyeon!"
Donghae mulai kebingungan menghadapi penolakan magnae-nya.
"Ayolah, Kyuhyunie, kalau kau tidak menghabiskannya, aku bisa dimarahi Wookie… Apa kau tega membiarkan hyung dicekoki makanan begitu banyak?"
Kyuhyun melirik bubur yang masih panas itu dengan segan. "Tapi aku tak mau makan sendiri…" Kyuhyun menampakkan puppy eyes-nya.
"Arraseyo. Biar hyung suapkan bubur ini untukmu."
Donghae tersenyum dan mulai meniup bubur di dalam sendok. Begitu di-rasa bubur itu cukup siap untuk dimakan, ia mengangsurkannya ke arah Kyu-hyun. Kyuhyun membuka mulutnya dan melahap bubur itu, juga suapan-suapan berikutnya. Donghae merasa senang saat bubur di mangkuk itu telah berkurang separuh. Namun Kyuhyun menolak untuk menghabiskannya.
"Sudah, Donghae-ah. Perutku sudah kenyang." Kyuhyun menggeleng.
Donghae memandang Kyuhyun dengan pasrah. "Baiklah. Kalau begitu kau minum obat dulu sebelum tidur." Donghae kemudian membukakan obat dan mengulurkan segelas air.
"Obatnya pasti pahit. Aku tidak mau." Kembali Kyuhyun merajuk.
"Kalau kau minum, hyung akan menemanimu bermain game, bagaimana?" Donghae nyaris tertawa melihat Kyuhyun yang menjadi sangat manja. Kali ini ia merasa menjadi hyung dari magnae-nya.
"Game baru. Belikan aku game baru."
Donghae menarik napas panjang ketika Kyuhyun mengerjapkan matanya dengan wajah polos. "Baiklah, game baru untuk uri Kyuhyunie."
Kyuhyun tersenyum lebar, lalu mulai meminum obat itu.
"Hyung, kita beli gamenya kalau aku sudah sembuh saja. Jangan selalu pergi bersama Hyukie… Sesekali pergilah bersamaku. Aku juga ingin dekat dengan Donghae hyung."
"Kalau ada maunya, kau baru memanggilku hyung." Donghae tertawa. "Bukankah kita sudah dekat, pabo? Kau saja yang tidak menyadarinya. Ne, begitu kau sembuh, kita cari game baru bersama-sama." Donghae tersenyum ketika melihat Kyuhyun tertawa dengan wajah senang dan sedikit tersipu.
Namun sedetik kemudian, Donghae nyaris terlompat karena sebuah tepuk-an di bahunya. Eunhyuk tersenyum lebar. Di belakangnya tampak Yesung, Ryeo-wook, Sungmin, dan Henry.
"Donghae-ah, kenapa kau senyum sendirian begitu?"
Pertanyaan Eunhyuk membuat Donghae kebingungan. Eunhyuk sendiri tidak jadi bertanya lebih lanjut ketika melihat wajah bingung itu.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun hyung?" tanya Henry sambil mengucek mata-nya. "Mianhe, aku baru saja bangun. Tidak tahu kalau Kyuhyun hyung sakit."
"Tak apa, Henry-ah, kami memang menutupinya dari Hankyung hyung dan juga kalian." Sungmin merangkul bahu Henry. "Tolong kau siapkan saja minum-an hangat untuk semua. Hyungdeul sebentar lagi akan turun."
Henry mengangguk dan beranjak keluar kamar.
"Aigoo… Kyuhyunie…" Ryeowook langsung duduk di sisi ranjang dengan wajah cemas. Dipandangnya Kyuhyun yang terbaring pucat dengan selang infus terhubung ke tangan kirinya. Ia meraih tangan kanan Kyuhyun yang dingin, dan menggosoknya agar hangat. Ia juga meraba kening Kyuhyun. "Dia demam… Hyungdeul, kita tidak perlu membawanya ke rumah sakit?"
"Euisa sudah menanganinya. Tak apa, Kyuhyunie hanya mengalami kelelah-an ekstrim. Tubuhnya hanya membutuhkan istirahat, serta tambahan mineral dan vitamin." Sungmin menjelaskan.
"Kenapa hyung tidak memberitahuku?" Ryeowook menegur dengan halus. Matanya tak lepas memandang Kyuhyun. "Mianhe, Kyuhyunie, aku tidak mem-perhatikanmu. Pikiranku tersita untuk bisa menyanyi dalam bahasa mandarin. Mianhe, Kyuhyunie, jeongmal mianhe…."
"Kenapa dia tidak sadarkan diri juga?" Yesung mulai menjadi panik melihat magnae-nya terus saja terbaring sejak semalam. "Panggil Euisa-nim sekali lagi! Mungkin tadi dia mengantuk, sehingga salah memberi obat… Mungkin dosisnya terlalu banyak…. Mungkin… Mungkin Kyuhyunie sudah…."
"Yesung hyung, sepertinya kau butuh berjalan-jalan sebentar," kata Sung-min ketika Yesung mulai meracau. Ia menarik Ryeowook dan menjajarkannya dengan Yesung. "Ajak Yesung hyung berjalan-jalan, Wookie."
"Aniyo, aku ingin menjaga Kyuhyunie." Yesung menggeleng.
"Masih banyak yang bisa menjaganya. Yesung hyung berjalan-jalan saja."
Sungmin mendorong Yesung hingga ke ruang tengah. Di sana, member Super Junior yang lain sudah berkumpul menikmati teh hangat, kecuali Siwon, Kangin, dan Kibum. Ketiganya belum tiba di dorm.
"Teuki hyung! Euisa-nim salah memberi obat! Kyuhyunie tidak juga sadar!" seru Yesung semakin panik. Ia mendekati Leeteuk dan mengguncang tubuh leader Super Junior itu. "Cepat panggil Euisa-nim, hyung. Jebal!"
"Sunggie, tenanglah," bujuk Leeteuk. "Euisa-nim akan datang lagi nanti siang. Kau tak perlu khawatir."
Ryeowook yang sudah mengenakan jaket, meraih jaket Yesung dan me-makaikannya dengan paksa. "Hyung, kita jalan-jalan sebentar. Kemarin hyung bilang ingin mencari peliharaan seperti Heebum, bukan? Kita ke pet shop saja."
"Kalian mau ke Pet Shop? Lebih baik ke tempat kenalanku." Zhoumi me-nuliskan alamat pet shop yang pernah didatanginya bersama Kyuhyun. "Dia sangat sabar menghadapi pertanyaan sebanyak apapun. Kalian akan nyaman di sana."
Setelah mengucapkan terima kasih, Ryeowook menarik Yesung keluar dorm.
"Bagaimana keadaan Kyuhyunie?" tanya Leeteuk kepada Sungmin.
"Masih belum sadar, hyung."
"Hankyung-ah tahu?"
"Sepertinya tidak, Heechul hyung. Kami sengaja memasang pengait di pintu agar tahu siapa yang datang. Jadi kami bisa mempersiapkan diri. Tapi sepertinya Hankyung hyung sedikit curiga."
Leeteuk memandang Zhoumi dan Henry.
"Sebenarnya aku ingin bertanya pada Siwonie, kenapa bisa terjadi hal seperti ini…." Leeteuk menarik napas panjang. "Zhoumi-ah dan Henry-ah, ada baiknya kalian menceritakan padaku apa saja kegiatan di Super Junior M."
Zhoumi dan Henry berpandangan sejenak sebelum menjawab pertanyaan Leeteuk.
.
.
Di dalam kamar, Eunhyuk nyaris tertawa melihat Donghae masih saja ter-tegun sedari tadi. Ia menepuk pipi sahabatnya. "Waeyo, Donghae-ah?"
"Kenapa mereka bilang Kyuhyunie belum sadar? Aku tadi menyuapinya bubur. Dia bahkan sempat merajuk karena aku tak pernah mengajaknya pergi…"
"Mana buburnya? Siapa yang masak? Sejak kapan Kyuhyunie bisa bersikap seperti itu?" Eunhyuk menjadi bingung. "Donghae-ah, sepertinya kau sangat lelah. Biar aku menggantikanmu menjaga Kyuhyunie."
"Kita sudah membaginya tadi malam, bukan? Tak apa bagianku maju lebih cepat."
Donghae memandang Kyuhyun dan Eunhyuk bergantian, lalu menggeleng. "Aku akan di sini sampai giliranmu tiba. Mianhe, Eunhyukie, biarkan aku di sini berdua saja bersama Kyuhyunie."
Eunhyuk tidak bertanya lebih lanjut. Ia pun beranjak keluar kamar. Setelah pintu tertutup, Donghae mendekatkan kursinya ke tempat tidur. Ia menelusuri wajah Kyuhyun yang pucat, memperhatikan napasnya yang lemah, dan mem-belai rambut Kyuhyun.
"Kyuhyunie, kenapa kau belum juga sadar? Ireona, Kyuhyunie… Hyung sangat cemas jika kau seperti ini," bisik Donghae dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. "Aku pikir, semua itu kenyataan, kau bisa ber-manja dan berterus-terang kepada hyung-mu... Ternyata itu hanya khayalan-ku..."
Donghae membelai pipi yang terlihat mulai tirus itu. "Kau selalu bilang, kalau aku mudah merasa kesepian… Aku memang takut kesepian, Kyuhyunie. Bahkan aku selalu menelepon seseorang saat aku di toilet, agar aku tidak merasa kesepian. Tapi sesungguhnya, kau lah orang yang kesepian itu."
Donghae mengerjapkan matanya yang semakin terasa panas.
"Kyuhyunie pabo! Kau seringkali tersenyum dengan wajah sedih dan me-nanggung bebanmu seorang diri… Aku menyadarinya, Kyuhyunie. Adakalanya senyummu terasa begitu getir. Coba kau lihat wajahmu di cermin, kau paling muda di antara kami, tapi wajahmu tidak tampak seperti magnae."
Air mata Donghae mengalir membasahi wajah tampannya. Ia sangat sedih karena Kyuhyun tidak juga membuka mata. Bayangan saat Kyuhyun koma mem-buatnya takut.
Air mata Donghae semakin deras saat teringat masa-masa awal Kyuhyun di Super Junior. Merasa hanya dia yang menerimanya, Kyuhyun selalu mengikuti-nya ke manapun dia pergi. Bahkan kebiasaannya untuk berlatih menari sendirian di ruang training tidak luput dari Kyuhyun. Magnae-nya itu akan ikut ke ruang training dan berlatih bersamanya.
"Hyung, kenapa kau selalu berlatih sendirian?" tanya Kyuhyun ketika mereka beristirahat.
"Aku tidak terlalu berbakat, Kyuhyunie. Aku harus berlatih untuk bisa meng-imbangi dance line Super Junior lainnya. Semua kemampuanku hanya sedang-sedang saja. Jadi aku harus bekerja keras."
"Buatku Donghae hyung benar-benar berbakat di semua bagian. Donghae hyung pandai dalam segala hal; menyanyi, menari, juga berakting. Aku benar-benar ingin menjadi seperti Donghae hyung."
Senyuman tulus itu tidak pernah terlupakan oleh Donghae. Saat ia merasa tidak bisa, kata-kata dan senyum Kyuhyun saat itu selalu menguatkannya.
"Sejak kapan kau tidak mengikutiku lagi, Kyuhyunie?"
"Kenapa aku tidak menyadarinya?" Donghae kembali membelai rambut Kyuhyun. "Diam-diam kau mulai menarik diri dan menjauh. Kyuhyunie pabo! Bukankah hyung tidak pernah keberatan kau ikuti? Beberapa orang memang meledekku bahwa aku memiliki seekor anak bebek yang mengikutiku ke mana-pun. Tapi hyung tidak keberatan, bukan?"
Donghae berdiri dan mengambil gitar milik Sungmin yang tergantung di din-ding. "Waktu memaksa Kibumie mengajarimu gitar, kau juga memintaku me-nemanimu…" Donghae meletakkan gitar di pangkuannya dan tersenyum getir. "Mianhe,… seharusnya saat kau menjauh, hyung menyadarinya dan mendekat padamu. Seharusnya aku memberitahumu dan meyakinkanmu, bahwa tak apa-apa selalu bersamaku."
Eunhyuk yang kembali masuk untuk menggantikan Donghae, terkejut me-lihat namja itu menangis sambil memeluk gitar. "Donghae-ah? Waeyo?" tanya-nya cemas. "Donghae-ah, biarkan aku menggantikanmu. Kau betul-betul harus istirahat…"
"Sebentar saja," gumam Donghae di antara isakannya. "Jebal, Hyukie, mian-he…biarkan aku sebentar lagi di sini…"
Lagi-lagi Eunhyuk tidak bisa berkata apa-apa. Ia pun meninggalkan Donghae bersama Kyuhyun. Begitu pintu tertutup, Donghae mulai memetik gitar dan menyanyikan lagu 'Song for You'.
"
Aju muhn yetnal haneuresuhneun dangshineul hyanghan gyehwekissuhjjyo
Hananimggesuh baraboshimyuh johadduhrago malsseumhasyuhnne
e sesang geu moouhtboda gwihage
Naui soneuro changjohayuhnnora
Naega nuhro inhayuh gippuhanora
Naega nuhreul saranghanora
Saranghaeyo chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo
Naui nunmureul dakkajugo
Naui gippeumi dweuhjushin
Hananim saranghaeyo geu ddeuseul wihae swiji anhgo gidoharira
Oraejuhnbutuh junbidwaessuhdduhn sarangeul jinhan digoui hyanggiga
Ee modeun guhtdeul dangshineul wihan guhshimeul
Geudaege chukbogeul
Ee sesang geu moouhtboda gwihage
Naui soneuro changjohayuhnnora
Naega nuhro inhayuh gippuhanora
Naega nuhreul saranghanora
Saranghaeyo chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo
Saranghaeyo chukbokhaeyo
Dangshinui maeume wooriui sarangeul deuryuhyo
sarangeul deuryuhyo…"
Ketika Donghae mengakhiri bait terakhir lagunya, Kyuhyun tampak tengah memandangnya sambil tersenyum.
"Lagu yang indah… Kenapa hyung menyanyikannya sambil menangis?"
Donghae nyaris melempar gitar itu kalau saja tak teringat akibat yang akan ia terima dari Sungmin. Namja itu langsung memeluk Kyuhyun dan menangis dengan keras. Namun ia segera tersadar saat Kyuhyun meringis.
"Mianhe, apakah jarum infusnya tertarik?" tanya Donghae cemas.
Kyuhyun sendiri tampak kesal saat menyadari tangan kirinya terhubung dengan alat infus. Namun wajah sedih Donghae membuatnya urung untuk melontarkan protes. Ia merasa bersalah karena sudah membuat hyung-nya itu menangis.
"Gwenchana, Kyuhyunie?" tanya Donghae sambil membantu Kyuhyun me-ngubah posisinya menjadi duduk bersandar.
"Gwenchanayo, hyung." Kyuhyun tersenyum lebar. "Aku baru tahu, ada orang yang menyanyikan lagu seriang itu sambil menangis. Apa kata Yesung hyung jika melihatnya?"
Kyuhyun tertawa. Ia mencoba menampakkan bahwa dirinya baik-baik saja meski tubuhnya terasa sangat lemas. Namun sinar matanya meredup. Mianhe, Donghae hyung, aku sudah membuat hyungdeul khawatir lagi…
Kyuhyun terkejut ketika Donghae tiba-tiba memeluk kepalanya dan men-cium rambutnya. "Pinjam saja semua pakaianku yang kau suka. Jika kau mau, hyung akan melakukan dance dan bernyanyi untukmu. Kau bisa meminta apapun dariku, Kyuhyunie. Tapi tolong, hilangkan pandangan kesepian itu dari matamu. Hyung sangat menyayangimu. Kau tahu itu, bukan?"
Kyuhyun terperangah. Ia nyaris menangis, namun akhirnya ia memilih untuk tertawa. "Wajahmu lucu sekali, hyung. Mirip Bada. Kalian seperti kembar lain jenis."
"Mwo?!" Donghae terkejut dengan reaksi sang magnae. "Ya! Kyuhyunie! Aku jauh lebih imut dari Bada!"
Kyuhyun senang melihat Donghae yang polos itu langsung terkecoh. Ia m-engamati hyung-nya yang sedang mengomel panjang pendek sambil tersenyum.
Leeteuk dan dongsaengdeul yang mendengar keributan dari dalam kamar, langsung menampakkan wajah cerah.
"Sepertinya si ikan bau berhasil menyadarkan si jelek," gumam Heechul tak mampu menyembunyikan rasa senangnya. Semua mengangguk sambil ter-senyum lega.
.
.
Sementara itu Ryeowook dan Yesung berhasil menemukan tempat yang dimaksud Zhoumi. Ryeowook harus menarik Yesung keluar dari mobil karena namja berkepala besar itu masih saja melamun. Bahkan saat mereka sudah berada di dalam untuk melihat-lihat, Yesung terus saja melamun.
Teman Zhoumi sedang tidak berada di tempat. Seorang asistennya yang yang menguasai sedikit bahasa Korea, mendekat untuk melayani mereka. Dengan sabar ia menjawab pertanyaan Ryeowook yang sedang menanyakan hamster. Terkadang Ryeowook harus mengulang pertanyaannya, begitu pula sang asisten.
"Yesung hyung, bagaimana kalau hyung memelihara hamster saja?" tanya Ryeowook dengan mata berbinar. "Kita bisa membeli kandang yang lucu, leng-kap dengan papan seluncur, rumah-rumahan, dan banyak lagi permainan. Ham-ster itu akan merasa senang. Hyung pun tidak akan merasa bosan."
Yesung memandang Ryeowook sejenak, lalu memandang hamster dan dongsaeng-nya itu bergantian beberapa kali. "Aniyo… Kau sudah mirip dengan hamster," gumam Yesung. Ia kembali hanyut dalam lamunannya, tidak meng-hiraukan wajah Ryeowook yang memerah.
"Masak kita dibilang mirip," kata Ryeowook sambil menjetikkan jarinya, mencari perhatian hamster tersebut. "Apakah aku mirip dengan hamster ini?"
Sang asisten hanya bisa tersenyum. Ia tidak mengerti apa yang mereka ber-dua katakan. Yesung yang masih melamun, berjalan dari kandang ke kandang. Ryeowook mengikuti hyung-nya itu dengan sabar.
"Kyuhyunie…" gumam Yesung sedih. Pikirannya tetap tertuju pada Kyuhyun.
"Ah! Anda suka Gui?" tanya sang asisten dengan antusias. Dia mengucap-kannya dengan kata-kata yang bercampur antara Korea dan Mandarin. Saat itu mereka bertiga berada di dekat aquarium kura-kura. Sang asisten mendengar Yesung mengucapkan kata yang terdengar seperti 'Gui' di telinganya.
"Kau kenal Gui Xian?" Yesung merasa takjub ada yang mengenal nama man-darin magnae-nya. Ia menangkap kata-kata Gui yang disebutkan sang asisten.
"Ne… Anda suka Gui?"
"Tentu saja. Dia sangat istimewa," gumam Yesung kembali melamun.
"Ne, Gui memang istimewa." Sang asisten tersenyum senang. Ia mengambil seekor kura-kura dari dalam aquarium. "Gui yang ini istimewa, umurnya juga sangat panjang."
Wajah Yesung menjadi cerah mendengar kata 'Gui' dan 'umur panjang'.
"Ne! Lebih dari apapun di dunia ini, aku berharap Gui Xian berumur pan-jang."
"Tapi yang berumur panjang ini mahal," kata sang pelayan toko dengan wajah menyesal.
"Hyung,… kau salah paham," kata Ryeowook mencoba menengahi pem-bicaraan itu. Tapi Yesung memberi kode agar Ryeowook menutup mulutnya.
"Bisa dengan uang? Berapapun akan aku bayar!"
"Asal Gui Xian berumur panjang, aku akan membayarnya!" Yesung merasa bersemangat.
"Harganya 300.000 won1," sang asisten menyebut dengan ragu. Selama ini tak seorangpun ingin membeli kura-kura yang mahal itu.
"Itu tidak mahal untuk umur panjang," kata Yesung, heran melihat wajah sedih sang asisten. Ia tersenyum saat sang asisten menatapnya dengan pan-dangan tidak percaya sekaligus gembira. "Jika semua uangku dikumpulkan, aku bisa membelinya. Di sini menerima pembayaran dengan kartu?"
"Hyung…" Ryeowook mencoba meluruskan kesalahpahaman keduanya. Meski belum mahir, sedikit banyak ia tahu kalau keduanya saling salah mengerti.
"Diam, Wookie!" hardik Yesung. "Saat ini aku hanya ingin Gui Xian yang istimewa memiliki umur panjang! Berapapun akan aku bayar, apalagi hanya 300.000 won!"
Ryeowook hanya bisa terdiam pasrah mendengar kalimat aneh itu. Ia tidak berani melawan Yesung.
"Baik, kita sepakat!" seru sang asisten gembira.
.
.
Semua penghuni dorm termasuk Kangin, Kibum, dan Siwon yang sudah datang, terkejut ketika Yesung dan Ryeowook menggotong masuk sebuah akua-rium besar dengan seekor kura-kura kecil di dalamnya. Yesung dan Ryeowook menggotong akuarium ke dalam kamar mereka.
"Kura-kura? Kenapa akuariumnya besar sekali?" tanya Leeteuk keheranan.
"Karena dia akan sangat besar. Umurnya sangat panjang." Yesung ter-senyum puas.
Semua memandang penuh tanya ke arah Ryeowook. Namja itu hanya meng-angkat bahu sambil tersenyum meringis. "Hyungdeul akan pingsan saat menge-tahui harganya."
"Gui Xian… Maksudku Kyuhyunie… Bagaimana keadaannya?" tanya Yesung cemas.
"Dia sudah sadar, Hyung. Eunhyukie…"
Yesung tidak menunggu Kangin menyelesaikan kalimatnya. Ia mengambil kura-kura dari dalam akuarium, lalu bergegas menuju kamar Kyuhyun dan Sung-min.
Eunhyuk sedang memperlihatkan gaya dance yang akan ia pertunjukan ber-sama Leeteuk saat Yesung masuk. Dance Machine Super Junior itu nyaris ter-jatuh karena Yesung menyingkirkannya begitu saja. Dengan mata berbinar dan wajah gembira, Yesung menunjukkan kura-kura itu kepada Kyuhyun yang sedang duduk sambil bersandar di kepala tempat tidur.
"Kyuhyunie! Lihat, apa yang kubawa?"
Kyuhyun memandang hyung-nya yang berkepala besar itu sejenak, sebelum kembali memandang kura-kura yang sedari tadi menatap ke arahnya. "Apakah itu kura-kura?" tanya Kyuhyun hati-hati.
"Benar!" Yesung mengangguk. Kyuhyun merasa lega. Ia akan bertambah cemas jika Yesung menjawab itu bukan kura-kura. "Ini istimewa, Kyuhyunie. Kura-kura ini akan membuatmu berumur panjang!"
Kyuhyun mengamati Yesung dengan seksama. Ia mencoba mencari tanda-tanda benturan di kepala Yesung. Saat itulah, member Super Junior yang lain serta Zhoumi dan Henry ikut masuk dan mendengarkan mereka. Beberapa duduk di sekitar tempat tidur Sungmin, beberapa di kursi dan beberapa lainnya berdiri.
Semua menggeleng serempak saat Kyuhyun memandang mereka dengan pandangan bertanya. Yesung sendiri masih tersenyum lebar sambil mengelus kura-kura di tangannya. "Jadi sekarang kau bisa tenang, Kyuhyunie, karena kau akan berumur panjang. Tiga ratus ribu won bukanlah jumlah yang mahal untuk mendapatkan umur panjang."
"300.00 WON?!" Keduabelas namja yang lain berteriak kaget sehingga Kyuhyun harus menutup telinganya. Ia pun tidak kalah kaget mendengar jumlah itu.
"Itu benar," gumam Ryeowook dengan wajah pasrah. "Yesung hyung membelinya seharga 300.000 won."
"Ommo… Kepalaku…kepalaku tiba-tiba sakit," keluh Leeteuk yang langsung dipapah Kangin. Shindong berdiri memberikan tempat duduknya untuk Leeteuk. Eunhyuk pun tidak kalah pucat. Ia bersandar pada meja belajar Kyuhyun.
"Itu…itu uang semua 'kan?"
"Tentu saja!" seru Yesung. Ia menatap dengan marah kepada Donghae. "Lebih mahal dari itupun akan hyung bayar, asal Kyuhyunie bisa berumur pan-jang."
"Hyung…" Siwon menepuk bahu Yesung sehingga namja itu menoleh. Siwon juga mengetuk pelan tempurung kura-kura itu. "Umur di tangan Tuhan. Kita tak tahu siapa di antara kita yang akan dipanggil lebih dulu. Belum tentu Kyuhyunie yang sakit-sakitan, tapi belum tentu bukan aku yang selama ini sehat."
Yesung memandang ke arah Kyuhyun dan Siwon bergantian. "Benar juga…"
"Syukurlah hyung sudah paham," Kibum tersenyum.
"Ne." Sungmin mengangguk setuju. "Kura-kura ini tidak menjamin apapun, mungkin Yesung hyung salah mengerti."
"Yang melayani kami tidak menguasai bahasa Korea. Yesung hyung dan dia saling salah paham. Aku sudah mencoba mengatakannya, tapi Yesung hyung ti-dak mau mendengarkanku," gumam Ryeowook menyesal.
"Jadi, ini tidak bisa membuat Kyuhyunie…." Yesung tidak sanggup melanjut-kan kalimatnya. Ia mulai terisak dengan sangat sedih. Kegembiraannya menguap begitu saja.
Kyuhyun langsung merangkul Yesung dan mengambil kura-kura tadi. Di-letakkannya kura-kura itu di pangkuannya. "Di mana kalian membelinya, Ryeo-wookie?"
"Di tempat yang kita datangi dulu, Kyuhyunie." Zhoumi menjelaskan. Ia merasa ikut bersalah karena mengajukan tempat kenalannya.
"Ah! Itu justru bagus," kata Kyuhyun sambil tersenyum. "Zhoumi ge, bisakah menghubungi temanmu untuk menjelaskan permasalahan ini? Aku rasa, dia akan mengerti dan mengembalikan uang Yesung hyung."
"Kurasa bisa, Kyuhyunie." Zhoumi merasa lega mendengar ide Kyuhyun. "Kokjongmal2, aku akan menghubunginya sekarang juga."
"ANDWAE!" seru Yesung, membuat yang lain menoleh dengan bingung. Zhoumi yang sudah siap menelepon, urung menekan tombol penyambungnya. "Aku sudah membelinya, maka aku akan memeliharanya. Kasihan jika ia dipulangkan kembali. Ia akan merasa tertolak." Yesung mengelus kura-kura yang berada di pangkuan Kyuhyun.
"Sunggie, kura-kura ini menghabiskan seluruh uangmu," cetus Heechul me-ngingatkan. Ia tak habis pikir Yesung mau begitu saja kehilangan uang untuk se-ekor kura-kura.
"Aku bisa hidup apa adanya, Heechul hyung. Kalian tidak akan membiar-kanku kekurangan apapun, apalagi makanan." Yesung bersikeras.
"Tentu saja, mana mungkin kami membiarkan Yesung hyung seperti itu?" Shindong membenarkan.
"Ne, kalau hyung ingin membeli sesuatu, katakan saja, aku akan membelika-nnya untuk hyung." Ryeowook tersenyum manis.
"Aku juga. Yesung hyung jangan khawatir. Sampai kita menerima gaji lagi, kita akan berbagi dengan Yesung hyung."
Semua mengangguk setuju dengan kata-kata Donghae.
"Aku tahu itu," kata Yesung sambil tersenyum. "Aku masih memiliki kalian. Tapi kura-kura ini hanya bisa mengandalkanku."
Semua menggelengkan kepala mendengar kata-kata Yesung.
"Aku sudah mempersiapkan sebuah nama untuknya."
"Jangan katakan namanya Gui Xian," kata Kyuhyun dengan nada meng-ancam, membuat yang lain tersenyum lebar.
"Aniyo," Yesung menggeleng. Wajahnya tetap serius. "Aku sudah menyiap-kan nama yang manis, yang cocok untuknya. Aku akan menamainya ddangko-ma."
"Ubi manis yang kecil?!" Eunhyuk tercekat.
"Benarkah artinya ubi manis yang kecil?"
Pertanyaan Henry dibalas anggukan.
Kamar itu langsung dipenuhi oleh gelak tawa, sementara Yesung melotot marah karena mereka mentertawakan nama kura-kura miliknya. Namun saat melihat Kyuhyun tertawa begitu lepas, Yesung ikut merasa senang. Ia pun ter-senyum dan ikut tertawa bersama yang lain.
.
.
Siwon tersenyum melihat Kyuhyun membuka matanya setelah bergerak gelisah beberapa saat. Sejak kedatangan Euisa siang tadi, Kyuhyun tertidur hingga sore. Tampaknya Euisa memberi obat yang membuatnya mengantuk. Euisa pun sudah mengganti botol infus dengan yang baru.
Kyuhyun merengut memandang tiang dan botol infus yang tergantung dengan kondisi setengah penuh. "Euisa… Kenapa Euisa membawa benda me-nyebalkan ini ke kamarku?"
Siwon tersenyum lebar. "Chukkae, Kyuhyunie. Mungkin di seluruh dorm artis SM, kau satu-satunya yang memiliki tiang itu di kamarmu," goda Siwon. "Kau harusnya senang. Euisa membawakan ini khusus untukmu; Pasiennya yang nakal."
"Hyung, kalian bergiliran menjagaku di kamar? Aku bukan anak kecil… Biar-kan saja."
"Kami mengaturnya begitu. Tiap beberapa jam kami akan bergantian men-jagamu. Euisa sedikit khawatir meninggalkan alat infus ini. Tapi kami meyakin-kan beliau sehingga kau tak perlu istirahat di rumah sakit. Beliau akan mengganti botolnya malam nanti."
"Mwo? Lagi? Siang dan malam?" Kyuhyun memasang wajah protes. "Waktu itu saja aku tak perlu diinfus…"
"Kyuhyunie, Euisa benar-benar khawatir jika pneumothorax-mu kembali kambuh dalam waktu sedekat ini. Pengobatan waktu itu diharap tidak terjadi dalam 1-2 tahun ke depan. Untungnya kau hanya menderita kelelahan kronis. Kau harus beristirahat setidaknya selama Hankyung hyung di China."
"Apakah Hankyung hyung tahu? Aigoo… Aku malah menambah bebannya saja." Mata Kyuhyun mulai berkabut.
"Tenanglah, kami menutupinya dari Hankyung hyung."
Meski lega, wajah Kyuhyun tetap muram. "Aku benci selemah ini… Padahal hyungdeul lebih sibuk dan lelah, tapi aku malah merepotkan hyungdeul…."
"Aniyo, siapa bilang kau lemah?" Siwon memasang mimik marah yang lucu. Kyuhyun merengut melihat gaya bicara Siwon. Hyung-nya itu seperti sedang ber-cerita terhadap seorang anak kecil. Tapi Siwon tidak menyadarinya.
"Uri Kyu-hyunie orang yang sangat kuat! Dia tetap tersenyum meski sakit. Dia tetap ber-diri di panggung meski tubuhnya lemah. Dia tetap bernyanyi meski setiap tarik-an suara membuatnya kesakitan. Kalau ada yang berani mengataimu lemah, aku akan menghajarnya!"
"Benarkah hyung akan melakukannya?" Siwon tertegun mendengar pertanyaan itu terlontar dengan wajah yang sangat berharap. Ia menjadi gugup sementara mata Kyuhyun menatapnya menuntut jawaban.
"Uhm, bolehkah hyung mempertimbangkan baik-buruknya dahulu? Bagai-manapun, melakukan kekerasan itu tidak baik. Tuhan selalu mengajari kita untuk mengasihi sesama manusia."
Kyuhyun tertawa melihat wajah Siwon yang menatapnya dengan wajah ber-salah karena tidak bisa mengabulkan permohonannya. Ia terus tertawa sampai tubuhnya terasa lelah dan air mata mengalir di pipinya. Kyuhyun menatap Siwon sambil tersenyum lebar.
"Itu baru Siwon hyung-ku. Aku punya Kangin hyung dan Heechul hyung yang akan melakukannya," kata Kyuhyun menenangkan. "Namun aku berharap Teuki hyung dan Hankyung hyung ada untuk mencegah mereka."
"Tapi Kyuhyunie, jangan terkejut jika suatu kali aku menghajar seseorang jika orang itu menghinamu," kata Siwon serius. "Kalau saja Heechul hyung tidak marah lebih dulu, aku ingin sekali menghajar hoobae yang mengejekmu. Aku masih manusia. Aku bukan malaikat. Meski aku benci kekerasan, tapi jika aku harus melakukan itu untuk melindungi orang-orang yang kusayangi, aku akan melakukannya tanpa keraguan sedikitpun."
"Siwon hyung…" Kyuhyun merasa terharu mendengar kesungguhan Siwon.
"…Semoga Tuhan mengampuniku..."
Kyuhyun kembali tertawa keras mendengar kata-kata Siwon yang diucapkan dengan wajah memelas. Siwon hanya bisa meringis sambil tersipu. Kedua lesung pipi menghiasi wajah tampannya.
"Siwonie! Kau bertugas menjaga Kyuhyunie dan menyuruhnya istirahat, bukan membuatnya tertawa terus-menerus!" tegur Yesung yang muncul di am-bang pintu. Ia berganti menatap Kyuhyun. "Suara tawamu terdengar sampai ke luar, Kyuhyunie. Apakah kau sudah lebih baik?"
"Ne. Yesung hyung, aku bosan sekali di kamar… Bolehkah aku keluar?" pinta Kyuhyun dengan wajah memelas. "Hari ini Heechul hyung dan Teuki hyung me-ngisi acara di Mnet, bukan? Aku ingin menontonnya."
"Ah! Aku hampir lupa. Bagaimana, Yesung hyung?" Siwon ikut memandang penuh harap. "Aku juga ingin menontonnya. Heechul hyung pasti cantik sekali."
Diserang oleh 2 pasang mata itu, Yesung pun menyerah. "Baiklah, tapi kau harus istirahat baik-baik, Kyuhyunie."
"Ne." Kyuhyun mengangguk senang. Siwon memapah Kyuhyun berjalan, sementara Yesung mendorong tiang infus yang beroda itu agar tidak tertarik saat dipindahkan.
Member Super Junior yang lain bergegas menyisakan sofa yang paling tengah untuk Kyuhyun. Ryeowook mengambil dua bantal duduk dan menum-puknya agar Kyuhyun bisa berbaring dengan nyaman. Tapi Kyuhyun menolak. Ia bersikeras untuk duduk.
"Acaranya belum mulai kan?" Kyuhyun bertanya dengan cemas. "Maksudku Mnet Beautiful Flower Male Stars."
"Belum." Sungmin menenangkan.
"Tapi ada yang hampir mulai." Shindong tersenyum penuh arti. "Aku men-dapat kabarnya dari manager hyung."
Semua memandang ke layar televisi ketika Shindong memindahkan saluran. Seruan-seruan kaget langsung bermunculan, diselingi tawa dan gurauan satu sama lain. YTN STAR menayangkan 13 keluarga member Super Junior. Di antara candaan mereka, sesekali terjadi usapan air mata melihat orang tua, dongsaeng, dan noona mereka muncul. Perasaan rindu mereka menyeruak dengan kuat. Ketika acara berakhir, mata semuanya nyaris sembab.
"Kenapa mereka menayangkan ini?" gumam Eunhyuk teringat wajah cantik noona-nya di layar kaca tadi.
"Super Junior mulai banyak dikenal. Otomatis keingintahuan mereka ter-hadap kita semakin besar. Termasuk untuk mengenal seperti apa keluarga kita masing-masing." Penjelasan Kibum membuat dancing machine Super Junior itu paham.
"Untung Hankyung hyung tidak menontonnya," cetus Kangin.
"Ne, tapi Donghae-hyung juga…"
Semua serentak menoleh ke arah Donghae begitu mendengar kalimat Henry. Donghae sudah menangis sesenggukan. Namja itu kembali teringat pada sang appa yang tidak bisa lagi ditemuinya. Kecuali Kyuhyun yang tidak bebas bergerak, semua bergegas menghibur namja itu, namun Donghae terus saja menangis.
"Hyungdeul, coba kalian lihat ini." Kyuhyun mencoba mengubah suasana. Ia memindahkan saluran televisi. Acara Mnet yang diikuti Heechul dan Leeteuk sudah dimulai. Melihat Heechul muncul begitu cantik dengan Leeteuk yang berperan sebagai kekasihnya, semua tertawa terpingkal-pingkal. Donghae pun i melupakan kesedihannya melihat akting kedua hyung mereka itu.
"Ini rekaman kan?" tanya Zhoumi.
"Ne, tapi hanya selisih beberapa jam saja dari penayangan. Kurasa sebentar lagi Teuki hyung dan Heechul hyung pulang." Kangin membenarkan. "Giliranku di radio nanti malam."
Beberapa member yang memiliki jadwal malam ikut mengangguk.
"Heechul hyung benar-benar cantik!" puji Ryeowook.
Heechul dan Leeteuk memainkan beberapa adegan dengan baju yang ber-ganti. Namun Heechul selalu cantik dengan berbagai gaya rambut dan pakaian yang dibawakannya.
"Kalau dia benar-benar yeoja, aku akan mendekatinya," gumam Donghae.
"Aku tidak," kata Kyuhyun sambil menggelengkan kepala. "Dia yeoja yang buas."
"Jadi, kau suka yang seperti apa Kyuhyunie?" goda Sungmin.
"Ne, ayo kita dengarkan pakar pacaran kita." Kangin bertepuk tangan.
"Ya! Kenapa hyungdeul berkata begitu?" Wajah Kyuhyun memerah.
"Ayolah, Kyuhyunie, di antara kami semua, mantan pacarmu paling banyak."
Eunhyuk merasa senang bisa menggoda kyuhyun.
"Juga cantik-cantik." Kibum mengingatkan.
"Ne, anehnya, sejak dia bergabung dengan kita, aku tak pernah melihatnya berpacaran." Shindong tak mau melewatkan kesempatan langka ini.
Merasa dikeroyok, Kyuhyun mempoutkan mulutnya.
"Itu karena aku tidak mencari pacar. Aku ingin mencari istri saja."
"MWO?!" Semua berseru kaget.
"Sungguh, aku mencari istri. Aku tidak mau mencari pacar."
"Bagaimana caranya jika kau tidak berpacaran, tahu-tahu menikah?" Dong-hae menatap takjub.
"Ne, aku juga ingin tahu." Yesung memandang dengan serius.
"Aku tidak mencarinya dengan mata tapi dengan hati."
"Bagaimana caranya?" Ryeowook bertanya dengan heran. Kali ini semua menyetujui pertanyaan Ryeowook. Mereka pun tidak mengerti apa maksud si magnae.
"Jika aku melihat seorang gadis tengah berdoa sambil menyebut namaku di pagi buta, aku akan melamarnya menjadi istriku." Kyuhyun mengangguk man-tap, puas dengan jawabannya sendiri.
"Mwo?"
"Aneh!"
"Tidak masuk akal!"
"Bagaimana hyung masuk kamar yeoja sepagi itu?"
"Ne. Kita harus mengajari magnae ini sopan santun. Dulu melamar di dalam kamar, sekarang mencari jodoh di pagi-pagi buta."
"Kyuhyunie, bisakah kau menyebut sesuatu yang wajar?"
"Aku mendukungmu, Kyuhyunie," kata Siwon sambil merangkul Kyuhyun.
Satu-satunya suara yang memihak. Semua langsung memprotes dukungan Siwon terhadap Kyuhyun. Mereka berebutan memberi alasan mengapa cara Kyuhyun itu tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan.
Tiba-tiba terdengar bunyi telepon. Zhoumi mengambil HP Kyuhyun yang bergetar di atas meja.
"Kyuhyunie, ini dari Changmin-sshi."
Kyuhyun segera menerimanya sementara hyungdeul dan Henry kembali memperhatikan acara televisi. Sesekali saja pertentangan soal cara Kyuhyun tadi terdengar.
"Kyuhyun-ah, aku sudah di Jepang!" seru Changmin dengan nada gembira.
"Ne, aku tahu. Bukankah kau sudah mengatakannya waktu itu?"
"Ck, reaksimu sama sekali tidak enak didengar." Kyuhyun tersenyum men-dengar protes sahabatnya. "Meski tidak bisa bertemu denganmu, minimal aku ada di negara yang kau inginkan untuk menetap. Aku akan berjalan-jalan dan memberi kabar daerah-daerah mana saja yang bagus untuk dijadikan tempat tinggal."
"Kau tidak takut dikeroyok fans?"
"Aniyo. Di sini mereka tertib sekali. Tak ada acara kejar-kejaran seperti di sana. Bahkan kami bisa naik bus dengan tenang."
"Menyenangkan sekali. Kapan-kapan aku mau ke sana."
"Tapi aku ingin mengalami dikejar-kejar fans," keluh Changmin.
"Semoga impianmu terkabul." Kyuhyun tersenyum melihat adegan Leeteuk merayu Heechul.
"Mwo? Kyuhyun-ah, kenapa kata-katamu tidak setajam biasa? Apa kau sakit?"
Kyuhyun tertegun mendengar pertanyaan Changmin. "Aniyo, aku sangat sehat. Kami sedang menonton acara yang sangat lucu. Bersenang-senanglah di sana."
"Tentu." Changmin kembali terdengar gembira. "Kyuhyun-ah, terima kasih buat hadiah ulang tahunnya. Aku sangat menyukai buku. Kau tahu dari mana?"
"Aku tahu dari antifansmu!"
"Jeongmal?"
"Tentu saja bukan." Kyuhyun tak habis pikir dengan kepolosan Changmin. Sahabatnya itu dikenal sebagai the scary magnae, tapi sampai saat ini Kyuhyun tidak melihat sisi Changmin yang menakutkan. Bahkan cara Changmin marah menurutnya sangat lucu. Changmin akan masuk ke toilet lalu menggulung kertas tissue sebanyak-banyaknya. "Mana mungkin aku tak tahu kesukaan sahabatku?"
"Ternyata kau memperhatikanku juga." Changmin tertawa senang.
"Aish! Lebih baik kututup saja!"
"Andwae! Mianhe!" Changmin terdengar panik. "Jangan marah, Caramel macchiato. Kau ini susah sekali dipuji."
"Pujianmu membuatku merinding."
"Aish!"
Kyuhyun tertawa mendengar suara Changmin yang putus asa.
"Ngomong-ngomong, kau sedang apa?"
"Aku sedang menonton. Bukankah sudah kubilang tadi?" Kyuhyun melirik hyungdeul yang masih tertawa-tawa melihat akting Heechul dan Leeteuk. "Kau sendiri?"
"Kami sedang survey. Persiapan untuk album ke empat sudah kami mulai waktu di Korea kemarin." Changmin terdengar bersemangat. "Kau tahu? Kami benar-benar bekerja keras untuk album kali ini. Kami ingin menampilkan yang terbaik. Bahkan kami berulang kali mengadakan pembicaraan dengan para penulis lagu dan pengatur musik agar bisa membuat semua sebaik-baiknya."
Kyuhyun menautkan kening. Super Junior M sama sekali tidak punya waktu untuk survey maupun mengadakan pembahasan-pembahasan tersebut. Setiap kali mereka menghafal lagu dengan aksen dan pengucapan yang dianggap cukup, mereka langsung melakukan rekaman.
"Bagaimana dengan album Super Junior?" tanya Changmin.
"Aku tidak tahu album keempat kami akan dibandingkan penjualannya dengan album kalian yang mana. Tapi aku tidak akan kalah, Kyuhyun-ah. Kami akan mempersembahkan album yang terbaik." Changmin tertawa di seberang sana, berharap Kyuhyun akan membalasnya dengan kalimat-kalimat mematikan.
"Kapan album kalian akan dirilis?"
Changmin sedikit heran mendengar pertanyaan itu.
"Sekitar pertengahan hingga akhir September. Seperti biasa, banyak waktu untuk mempersiapkannya. Kami akan melakukan survey di Jepang ini kalau-kalau ada musik lain yang bisa memperkaya lagu kami. Lalu kami akan…."
Mendadak Kyuhyun merasa kepalanya terasa pusing. Ia tidak lagi fokus dengan apa yang Changmin bicarakan. Kami harus merilis akhir April ini, padahal promo single U akan dimulai pada awal April…. Berarti waktu kami hanya 1 bulan… Kenapa Seonsaengnim tidak memberi kami waktu lebih banyak? Bagai-mana jika album Super Junior M tampak berantakan? Apakah nama Super Junior akan ikut terseret jatuh?
"Changmin-ah, mianhe, ada yang harus aku lakukan." Kyuhyun menutup teleponnya tanpa menghiraukan suara Changmin yang masih sibuk berbicara. Rasa gugup dan panik mulai merayapi dirinya.
"Kyuhyunie! Cobalah sedikit berkonsentrasi! Kita tak ada waktu untuk terus mengulang jika terjadi kesalahan! Kau dan Ryeowookie lead vocal Super Junior M! Kalian harus lebih bekerja keras!"
Kyuhyun teringat kata-kata Hankyung saat memarahinya kemarin. Ia tak berani bercerita bahwa kondisinya terus menurun sehingga konsentrasinya menjadi buyar. Apalagi ia tahu, Hankyung pun mengalami hal yang sama dengan dirinya. Bahkan Hankyung masih harus bolak-balik ke China untuk persiapan event Olympiade.
Sebentar lagi sudah April… Kami tidak boleh tenang-tenang seperti ini. Han-kyung hyung orang yang sangat disiplin dan perfeksionis. Dia tak mau ada keter-lambatan dan kesalahan apapun. Tidak mungkin Hankyung hyung pergi begitu saja dan membiarkan kami berlibur…
"Hyungdeul, apakah Hankyung hyung tidak menitipkan sesuatu?"
Pertanyaan Kyuhyun membuat semua terdiam dan menoleh. Yesung menepuk kepalanya. "Mianhe, Kyuhyunie, Hankyung hyung memang menitipkan sesuatu kepadaku." Namja itu kembali dari dalam kamar dan menyerahkan partitur yang diserahkan Hankyung. Ia juga menerangkan apa-apa yang Han-kyung pesankan. Wajah Kyuhyun memucat mendengar hal itu.
"Yesung hyung, kenapa kau melupakan hal sepenting ini? Bagaimana jika Hankyung hyung kembali besok, dan mendapati aku tidak menguasainya?" Kyuhyun terlihat panik. "Aku akan ke kamar. Aku harus mempelajari lagu ini. Zhoumi ge, kau harus mengajariku hingga bisa, arrachi?"
"Kyuhyunie, kau tidak boleh terlalu lelah. Kau harus istirahat!"
"Ne, euisa bilang seperti itu tadi siang." Donghae mengangguk.
"Minimal selama Hankyung hyung di China, kau harus istirahat yang cukup."
"Mana mungkin?! Salah satu lagu ini akan direkam besok, dan setengah hari ini aku hanya menghabiskan waktuku dengan tidur!" seru Kyuhyun sambil bang-kit berdiri. Namun gerakan mendadak itu membuat kepalanya terasa berputar. Pandangannya menjadi sedikit gelap. Siwon dan Ryeowook segera menahan tubuhnya. Eunhyuk menahan tiang infus agar tidak terjatuh.
"Gwencahana, Kyuhyunie?" tanya Ryeowook cemas.
"Gwenchanayo, Ryeowookie, aku sudah tidak apa-apa. Euisa dan kalian saja yang terlalu khawatir. Aku bisa berjalan sendiri…" Kyuhyun mendorong Ryeo-wook yang hendak memapahnya.
"Jangan keras kepala! Bergantunglah sedikit kepada orang lain, pabo!" seru Eunhyuk dengan wajah cemas.
"Aku dan Zhoumi hyung akan menghafalkan lagu ini. Dibanding kalian semua, bahasa Mandarinku paling parah. Itu sebabnya Hankyung hyung mem-beri berkas ini. Aku tidak boleh mengecewakan Hankyung hyung lagi." Kyuhyun tidak menghiraukan kata-kata Eunhyuk.
"Tapi, Kyuhyunie…."
"Aku baik-baik saja, Ryeowookie. Percayalah."
"Aku tidak suka kau berkata baik-baik saja seperti itu! Kau harus ber-istirahat!" seru Ryeowook mulai kesal. "Kau tahu? Jika kau mengucapkannya hingga 5 kali, kami akan membuatmu berhenti dari kegiatan apapun!"
"MWO?!"
Seruan Kyuhyun membuat Ryeowook tersadar bahwa dia telah membuat kesalahan. Hyungdeul hanya bisa menarik napas pasrah sambil menggelengkan kepala saat Kyuhyun memandang mereka semua dengan pandangan marah dan terluka.
"Jadi itu sebabnya hyungdeul suka memaksaku tidak ikut kegiatan? Hyung-deul berhitung dengan apa yang aku ucapkan?!" Wajah Kyuhyun menjadi merah padam. "Akan aku buktikan bahwa aku tak memerlukan alat menyebalkan ini!"
Mereka terkejut saat Kyuhyun berusaha mencabut alat infus dari tangannya. Yesung bergegas menarik tangan kanan Kyuhyun sebelum niatnya terlaksana.
"HENTIKAN, KYUHYUNIE!" Kyuhyun tersentak mendengar hardikan Kangin. Sudah lama ia tak melihat wajah hyung-nya itu merah padam terhadapnya. "Jangan bertingkah seperti anak kecil! Apa kau tak tahu kalau kami sangat men-cemaskanmu?!"
Kalau saja ini keadaan yang lain, Kyuhyun pasti sangat gembira melihat Kangin memarahinya. Tapi kali ini perasaan kecewanya jauh lebih besar. "Siapa yang bertingkah seperti anak kecil?! Aku harus bilang berapa kali agar hyungdeul mengerti? Aku juga member Super Junior sama seperti kalian! Aku punya tanggungjawab yang sama besar seperti hyungdeul! Jadi tolong jangan me-manjakanku!"
"Ini bukan memanjakan, Kyuhyunie." Shindong mencoba menenangkan.
"Apanya yang bukan memanjakan? Kalau kalian yang sakit, kalian tetap memaksakan diri beraktifitas! Bahkan Hankyung hyung tetap pergi ke China dengan kondisi sakit!" Kyuhyun memandang mereka dengan kesal. "Aku tak bisa mengecewakannya lagi… Apa kata Hankyung hyung jika aku tak menguasai lagu ini besok?"
"Aish! Infus ini sangat menggangguku," keluh Kyuhyun saat merasakan tangan kirinya sakit karena banyak digerakkan.
Semua segera mencegah Kyuhyun yang hendak melepas alat itu. Ada yang memegang tangannya, ada yang memeluknya dari belakang, ada yang menahan tangan kirinya agar jarum tidak terlepas. Semua berusaha menenangkan Kyuhyun.
"Keributan apa ini?!"
Suara lembut itu membuat semua menoleh dengan wajah pucat pasi. Han-kyung berdiri di pintu yang terbuka dengan kopernya yang tampak tidak dibuka sedikit pun. Hankyung memandang bingung ke arah mereka. Matanya melebar saat melihat tiang infus. Tanpa sadar, ia menelusuri selang itu dan mendapatkan selang itu terhubung dengan Kyuhyun.
"Kyuhyunie, ada apa denganmu? Sejak kapan kau sakit?!" Suara Hankyung kini bernada menegur. "Bukankah aku sudah bilang, tak ada seorangpun yang boleh sakit selama proses rekaman berlangsung? Apa kau sibuk bermain game semalaman?!"
Kyuhyun membuka mulut hendak menjawab, namun tak satu pun kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya bisa memandang Hankyung dengan ketakutan.
"Hankyung-ah, kau sudah datang?"
Suara itu membuat Hankyung berbalik. Leeteuk dan Heechul yang baru pu-lang dari Mnet berdiri di belakangnya. Leeteuk memandang ke arah dongsaeng-deul-nya yang berkerumun begitu rupa. Matanya terhenti pada Kyuhyun.
"Kalau kau berani melepas alat infus itu, hyung pastikan kau tidak melihat semua gadgetmu lagi. Hyung bersungguh-sungguh, Kyuhyunie."
Semua merasa lega saat Kyuhyun terpaksa menganggukan kepalanya. Lee-teuk kembali memandang Hankyung yang sedari tadi memandang tajam ke arah Kyuhyun.
"Hankyung-ah, ikut aku ke kamar. Ada yang ingin aku bicarakan."
Leeteuk berjalan menjauh ke arah lift. Heechul melemparkan pandangan menegur sebelum berjalan mengikuti Leeteuk. Hankyung berbalik menghadap dongsaengdeul. "Kalian harus menjelaskan semua ini nanti. Kyuhyunie, kau tunggu aku dan Leeteuk hyung selesai."
Lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa mengangguk mengiyakan.
.
.
Di kamar Leeteuk, Hankyung menjelaskan semua situasi Super Junior M ke-pada sang leader, berharap Leeteuk mengerti posisinya. Ia juga menjelaskan mengapa kepulangannya ke Korea dipercepat. Ia khawatir member Super Junior M yang lain tidak melakukan apa-apa sementara ia pergi, sehingga proses rekaman besok terpaksa diundurkan. Karena itu ia meminta semua rekaman acara di China dimampatkan tanpa jeda sehingga ia bisa segera kembali.
"Lalu?"
"Lalu?" Hankyung menjadi bingung mendengar pertanyaan Heechul. Ia me-mandang Leeteuk yang sedari tadi hanya diam mendengarkan. "Tanggal 3 April Super Junior M akan diumumkan secara resmi. Itu berarti proses rekaman se-benarnya tidak sampai 1 bulan. Album kami dengan belasan lagu harus berhasil direkam dalam kurun waktu yang tersedia. Teuki hyung, itu sebabnya aku sedikit keras kepada mereka semua. Aku meminta agar tak seorang pun sakit. Kalau tidak, album kami akan terhambat!"
"Meminta mereka agar tidak sakit? Memangnya ada yang berniat untuk sakit?" Heechul menanyakan kembali kata-kata Hankyung tadi, membuat wajah Hankyung merah padam.
"Heenim, meskipun kau sahabatku, aku tidak bisa menerima sindiranmu ini. Yang aku lakukan semata-mata untuk keberhasilan Super Junior M! Bahkan Teuki hyung pun tidak berhak menyanggah keputusanku!"
"Hankyung-ah!" Heechul berdiri dengan berang. Namun wajah Hankyung tak kalah keras dengan sahabatnya. Kini keduanya saling berhadapan, siap ber-tarung jika salah satu memulai lebih dahulu. Leeteuk memandang keduanya, lalu menghela napas panjang.
"Chullie, tolong jangan ikut campur. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini. Apa kau masih mempercayaiku?"
Heechul memandang Leeteuk sejenak sebelum beranjak ke pojok kamar. Ia duduk di sana dengan sepasang mata yang mengawasi mereka dengan tajam.
"Hankyung-ah." Suara lembut itu membuat Hankyung yang siap melontar-kan kemarahannya menjadi bimbang. Padahal dia sudah bersiap jika Leeteuk akan melemparkan protes kepadanya. "Bagaimana keadaanmu?"
"Hyung, aku tidak membicarakan diriku. Aku…."
"Kuulang sekali lagi, Hankyung-ah. Bagaimana keadaanmu?" tanya Leeteuk, tetap dengan suara yang lembut dan sabar. Hankyung memandang Leeteuk dengan jengah. Wajah Leeteuk benar-benar tulus. Ia bisa merasa Leeteuk mengkhawatirkan dirinya. Perlahan amarah Hankyung menjadi surut.
"Gwenchanayo, hyung…"
"Kau cukup beristirahat?"
"Aku…"
"Kau cukup beristirahat, Hankyung-ah?"
"Ani." Akhirnya Hankyung menjawab dengan jujur. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di dekatnya. Tubuhnya terasa lemas akibat kegiatan rekaman yang terus-menerus tadi. "Aku sangat lelah. Ingin rasanya berlibur, tidur, atau setidaknya melakukan sesuatu yang aku sukai…."
"Tapi kalau mengingat jadwal yang ada, aku tidak bisa. Aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak walau hanya sebentar."
"Begitulah menjadi leader. Kau akan merasa lebih lelah dari yang lain dan bebanmu pun jauh lebih berat." Leeteuk tersenyum maklum. "Kenapa kau ber-sedia menjadi leader dari Super Junior M? Apa kau masih ingat?"
Hankyung tertegun mendengar pertanyaan Leeteuk. Ia terdiam dan mulai memikirkan ulang semuanya, mencoba menyingkirkan semua jadwal dan tuntut-an yang memenuhi pikirannya belakangan ini.
"Wo hui bau hu ni3, Gui Xian." Hankyung teringat kata-kata yang ia ucapkan kepada Kyuhyun. "Jika saat itu tiba, aku akan melindungimu, melindungi kalian semua."
Hankyung meremas kedua tangannya kuat-kuat ketika teringat hal yang penting itu.
"Tapi aku berjanji, kami tak akan lepas dari kalian. Kau tetaplah eternal leader kami." Mata Hankyung memanas. Ia teringat janjinya kepada Leeteuk. Tanpa sadar tubuhnya menggigil, mengingat kata-kata pedas yang baru saja ia lontarkan kepada Leeteuk tadi. Wajar saja Heenim begitu berang terhadapku…
Hankyung memandang Leeteuk yang masih tetap tersenyum kepadanya. "Aku berjanji, siapapun yang akan masuk sebagai Super Junior China, aku akan menggantikanmu menjaga mereka di sana. Aku akan melindungi semua dong-saeng-ku, juga Kyuhyunie! Akan kulakukan apapun seperti yang kau lakukan, untuk memberi Kyuhyunie tugas sesedikit mungkin."
"Sebaiknya alihkan posisi lead vocal dari Kyuhyunie. Jika ada apa-apa de-ngan dia, sulit untuk Wookie menggantikannya." Hankyung kini bisa mengingat wajah cemas Yesung dan Sungmin yang ia abaikan tadi pagi. "Tapi hyung, jika Kyuhyunie sakit, dengan posisi seperti ini dia tetap harus naik ke atas pang-gung."
"Jika begitu dia tidak boleh sakit." Hankyung meremas rambutnya dengan kesal. Kenapa aku bisa berkata sekeras itu kepada mereka? Pasti saat itu mereka sedang mencemaskan keadaan Kyuhyunie….
Hankyung mengusap wajahnya yang terasa panas. Air matanya mulai me-netes. Tanpa bicara, Leeteuk mendekati Hankyung dan memeluknya, membiar-kan Hankyung menangis melepaskan semua sesak yang ia rasakan.
"Syukurlah, Hankyung-ah. Kamu masih uri Hankyung yang lembut," hibur Leeteuk sambil mengusap punggung Hankyung yang bergetar. "Jangan salahkan dirimu. Menjadi seorang leader perlu perjalanan panjang. Kita akan melewatinya bersama-sama, arra?"
Hankyung mengangguk. Heechul mendekati mereka, menarik Hankyung dan memeluk sahabatnya itu erat-erat sambil mempertontonkan seringainya.
"Selamat datang kembali, Beijing fried rice."
.
.
Takut. Itulah yang Kyuhyun rasakan selama menunggu. Apalagi Hankyung tidak juga menemuinya. Euisa sudah datang dan memeriksa keadaan Kyuhyun, mengganti botol infusnya, dan memberinya sebuah ceramah singkat tentang apa yang harus ia perhatikan saat ini. Namun Kyuhyun sama sekali tidak mem-perhatikan. Ia bahkan tidak protes saat Euisa memindahkan letak jarum infus ke posisi yang berbeda karena posisi semula telah meninggalkan bercak biru.
Makan malam hanya Kyuhyun lewati dengan beberapa sendok bubur. Perutnya terasa penuh dan tegang. Berapa kalipun ia menengok ke arah pintu, Heechul, Leeteuk, dan Hankyung tidak juga muncul. Akhirnya Kyuhyun mengajak Zhoumi ke kamarnya untuk berlatih pengucapan.
Lagi-lagi Kyuhyun tidak bisa berkonsentrasi saat Zhoumi mengajarinya. Melihat hal itu, Zhoumi tersenyum dan berhenti berbicara. "Jangan takut begitu, Hangeng gege tidak akan menggigitmu."
"Tentu saja tidak." Namun mata Kyuhyun tampak gelisah.
"Kau takut sekali dengan Hangeng gege?" Zhoumi keheranan.
Kyuhyun memandang namja itu dengan pandangan yang tak kalah heran. "Aku takut Hangeng gege marah. Aku tak mau melihatnya marah lagi. Zhoumi ge tidak pernah melihatnya marah? Yesung hyung memang lupa menyerahkan partitur tadi. Tapi seharusnya aku bertanya juga mengenai hal itu."
"Kyuhyunie, kau itu sedang sakit. Sudah sewajarnya kau beristirahat."
"Ani… Kita sedang berburu waktu, Zhoumi ge… Aku takut mengecewakan Hangeng gege."
"Begitukah?" tanya sebuah suara.
Kemunculan Hankyung membuat Kyuhyun pucat pasi. Saat Hankyung mem-beri kode kepada Zhoumi untuk keluar, tanpa sadar Kyuhyun menahan tangan Zhoumi. Hankyung menangkap gerakan tersebut dengan alis bertaut. Zhoumi tersenyum menenangkan sehingga Kyuhyun melepaskannya. Namja itu pun ber-anjak keluar.
Hankyung berjalan memasuki kamar, sementara Kyuhyun tetap seperti tadi, duduk bersandar di punggung tempat tidur. Hankyung duduk di sisi tempat tidur, menatap tiang infus yang meneteskan cairan dengan perlahan, kemudian menarik napas dalam. Kyuhyun tidak berkata apapun. Ia hanya memeluk bantal-nya dengan gelisah.
"Kyuhyunie, kau…"
"Mianhe, hyung, aku tidak tahu ada partitur untukku," kata Kyuhyun me-motong ucapan Hankyung. Wajahnya menyiratkan rasa bersalah. "Seharusnya aku sadar akan hal itu lebih cepat. Hyung tidak usah khawatir, aku akan mem-pelajarinya sampai bisa. Besok kita tetap akan rekaman. Aku janji, hyung, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi. Kumohon, jangan marah, hyung. Aku akan berusaha sebaik-baiknya."
Hankyung tahu, Kyuhyun jika panik akan sama seperti Yesung. Mereka akan berbicara terus-menerus tanpa jeda. Sesuatu yang lucu mengingat Kyuhyun lebih biasa menyerang dengan kata-kata tajamnya yang pendek, daripada membeberkan berbagai macam hal dengan serampangan. Bahkan magnae-nya itu mulai meminta maaf atas semua kenakalan-kenakalan kecilnya setiap me-ngerjai Hankyung.
"Kyuhyunie, bolehkah hyung yang berbicara?" tanya Hankyung lembut.
Kyuhyun terdiam dengan cepat. Wajahnya terlihat cemas. Ia mengangguk tanpa berkata-apa-apa. Hankyung sedih melihat hal itu. Sejak kapan aku mem-buatnya takut?
"…Menjadi seorang leader itu bukan menjadi seorang atasan, Hankyung-ah. Kau bukan bertugas untuk menyuruh anak buahmu mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik, menepati jadwal, dan mencapai prestasi tertinggi. Seorang leader bertugas memotivasi, memperhatikan keadaan memberdeul dan mem-perhatikan kebutuhan mereka, sehingga kalian bisa bersama-sama mencapai tujuan yang kalian inginkan…bukan tujuanmu seorang. Jangan mengulangi ke-salahan yang aku lakukan dahulu."
Kata-kata Leeteuk tadi membuat Hankyung terdiam. Ia sadar, tekanan yang begitu besar untuk bisa membuat album mereka dengan baik, membuatnya hanya memperhitungkan jadwal dan hasil. Ia tidak memperhatikan bagaimana semua membernya saat menjalani proses yang berat itu. Ia bahkan tanpa sadar menuntut mereka agar bisa bekerja lebih baik lagi, meski ia tahu mereka sudah mencapai maksimal usaha mereka.
"Gwenchana, Kyuhyunie?"
Kyuhyun tak menyangka Hankyung akan menanyakan hal itu. Ia meman-dang bingung. "Gwenchanayo, hyung."
Ia menjauhkan kepalanya saat Hankyung hendak meraba keningnya. Namun Hankyung bersikeras, sehingga Kyuhyun hanya bisa pasrah. Wajah Hankyung menjadi muram ketika kening magnae-nya masih terasa lebih hangat dari se-wajarnya. Apalagi ketika Kyuhyun memandangnya dengan was-was, takut akan reaksinya.
"Sejak kapan kau sakit? Kenapa tidak memberitahu hyung?"
"Aku tidak mau mengganggu jadwal kita yang sudah sangat sempit." Mata Kyuhyun mulai berkabut. "Mianhe, hyung, seandainya aku lebih kuat…"
Kyuhyun terkejut saat Hankyung memeluknya sambil menangis.
"Duibuqi4, Gui Xian… Padahal aku bilang akan melindungimu di sana… Tapi aku bahkan tidak bisa melindungimu di sini. Jangankan melindungi, aku justru membuatmu jatuh sakit. Aku bukan gege yang baik…" Hankyung semakin ter-isak. "Jeongmal mianhe, Kyuhyunie… Tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku akan menjagamu baik-baik."
"Hyung, uljima… Aku bisa mengerti kenapa hyung bersikap seperti ini. Aku pun panik dengan singkatnya waktu yang kita miliki untuk membuat album." Kyuhyun memeluk Hankyung dengan tangan kirinya yang bebas. Ia menepuk-nepuk punggung Hankyung dan tidak berkata apa-apa lagi sampai Hankyung merasa tenang.
Ia tersenyum saat Hankyung melepaskan pelukannya dan bisa tersenyum kembali. Namun ia menggembungkan pipinya ketika Hankyung memaksanya berbaring, bahkan menyelimutinya dengan rapat.
"Tidurlah. Kau harus banyak beristirahat." Hankyung tersenyum sambil me-nepuk pipi Kyuhyun yang sedikit tirus.
"Tapi lagunya?"
"Lagu bisa menunggu. Hyung yakin, uri magnae yang jenius pasti bisa meng-hafalkannya dengan baik. Tidak perlu besok. Kita bisa memundurkannya."
"Hyung, aku bekerja keras, aku tidak mengandalkan otakku saja," protes Kyuhyun sambil menurunkan selimutnya hingga ke pinggang.
"Justru karena itu, kau harus istirahat hari ini." Hankyung kembali menarik selimut itu hingga ke leher, tidak mempedulikan Kyuhyun yang memandangnya dengan kesal. "Kalau kau tidak menurut, hyung akan melarangmu membawa semua gadget ke China."
"Mwo?" Hankyung nyaris tertawa melihat kedua mata Kyuhyun mengerjap panik. "Andwae! Jebal, hyung, bagaimana nasibku tanpa PSP dan laptop-ku?"
"Karena itu tidurlah. Hyung akan berjaga di sini untuk memastikanmu ber-istirahat."
Hankyung membaringkan tubuhnya di kasur Sungmin. Merasa penolakan-nya akan sia-sia, Kyuhyun pun memejamkan matanya. Namja itu tersenyum ketika sepuluh menit kemudian membuka matanya kembali. Hankyung sudah tertidur pulas. Wajah hyung-nya terlihat sangat lelah. Perlahan Kyuhyun turun dari tempat tidur. Sambil mendorong tiang berodanya, namja itu mendekati tempat tidur Sungmin. Ia menarik selimut Sungmin untuk menyelimuti tubuh Hankyung.
"Jjaljayo5, hyung. Kau jauh lebih membutuhkan istirahat dibandingkan kami semua." Kyuhyun beranjak kembali ke tempat tidurnya, meraih partitur yang ada di samping nakas, dan mulai mempelajari partitur tersebut tanpa suara.
Ketika Sungmin menengok mereka dua jam kemudian, ia mendapati kedua-nya tengah terlelap. Tangan Kyuhyun masih memegang partitur yang sebagian terjatuh ke lantai. Setelah merapihkan partitur dan membenarkan selimut mereka berdua, Sungmin kembali menutup pintu kamar. Ia akan mencari tem-pat menginap malam ini. Kamar Heechul bukanlah pilihan yang ia inginkan.
.
.
13 Maret 2008
Suara riuh yang terdengar begitu pintu dorm dibuka membuat Heechul penasaran.
Donghae tengah berdiri sambil melantunkan lagu, sementara yang lain sibuk berteriak menyebutkan nama member lainnya.
"Apa-apaan kalian?" tanya Heechul sambil meletakkan tasnya. "Ada pe-milihan member terjelek? Aku punya jawabannya."
"Ya! Heechul hyung, aku ini sangat tampan. Mata hyung benar-benar ru-sak!" protes Kyuhyun yang duduk bersebelahan dengan Kibum. Ia tahu Heechul akan menyebutkan namanya.
Heechul meletakkan kedua tangannya di pinggang mendengar kata-kata sang magnae. "Kyuhyunie, mood-ku sedang baik hari ini. Kalau tidak, jangan berharap kau masih duduk di situ bersama Kibumie! Aku tak peduli kau baru sembuh kemarin. Aku akan tetap memberimu pelajaran."
"Hyung, kami sedang bersenang-senang sebelum berangkat syuting. Dari-pada marah-marah, sebaiknya hyung bergabung saja. Atau Hyung bersedia men-jadi MC nya?"
"MC?" Heechul langsung mendekati Donghae dan melihat 2 kemasan CD yang dipegang dongsaeng kesayangannya itu. "Ini album 'Sweet Memories with Super Junior' dan 'Heart 2 Heart with Super Junior'. Wah! Sudah jadi?"
"Kami sedang mengadakan kuis dengan kedua album ini sebagai per-tanyaannya."
Bukan menjadi MC seperti yang Donghae minta, Heechul justru sibuk mem-buka-buka bagian dalam album tersebut. Ia tersenyum senang melihat foto dan tulisan tangan mereka semua terpampang di bonus album itu. Akhirnya mereka semua ikut mengerumuni Heechul.
"Semoga fans kita yang tidak bisa dikunjungi di Jepang merasa terhibur," kata Yesung.
"Hanya Sweet Memories yang J-Pop kan?"
Sungmin meralat kata-kata Yesung.
"Tapi yang di luar Jepang pun bisa membelinya."
Kangin ganti membela Yesung.
"Kalau yang Heart 2 Heart bagaimana?"
"Itu jauh lebih umum, Wookie," jelas Eunhyuk.
"Semoga fans di luar Asia bisa mengenal kita lewat album ini."
"Apa maksudmu, Siwonie? Album ini kan bukan kita yang menyanyikannya," kata Shindong mengingatkan.
"Maksud Siwon hyung, dengan mengetahui lagu-lagu yang kita rekomenda-sikan, mereka jadi bisa mengenal kita sedikit lebih dekat." Kyuhyun menjelaskan.
"Aku merasa begitu. Dari lagu berbahasa inggris yang dipilih, aku tahu Siwon hyung sangat peduli soal tubuh." Beberapa member tertawa mendengar kalimat Henry yang masih bercampur aduk dengan bahasa Inggris.
"Ne. Aku jadi tahu kalau Kyuhyunie dan Kibumie memiliki banyak persama-an selain otak mereka," ujar Shindong.
"Tentu saja. Kibumie dan Kyuhyunie sama-sama member Super Junior."
Ryeowook berucap lantang dengan wajah bangga.
"Aigoo, Wookie, itu sudah jelas. Maksud Shindong-ah, keduanya sering me-milih lagu yang sama, J-Pop maupun lagu berbahasa inggris."
"Betulkah?" Ryeowook memandang Kangin yang hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Suara pintu terbuka membuat semua menoleh. Leeteuk dan Hankyung me-masuki dorm lantai 11 dengan wajah cerah.
"Ayo, bersiap! Semua member Super Junior M akan melakukan syuting MV U versi Mandarin hari ini." Leeteuk tersenyum lebar. Ia menautkan kening me-lihat beberapa wajah merengut seketika. "Hei, kenapa kalian murung begitu?"
"Bagaimana dengan kami? Apakah kami tidak boleh menonton? Kami janji tidak akan mengganggu." Eunhyuk mencoba memohon kepada Leeteuk. "Ini hari baik, hyung, kedua album untuk hadiah White Day sudah dirilis. Aku dan hyung pun sudah siap untuk acara SBS OotChaSa nanti malam. Jebal hyung, ijin-kan kami ikut."
"Ani."Jawaban tegas Leeteuk membuat member yang tidak bergabung de-ngan Super Junior M menjadi bertambah muram. Leeteuk menikmati hal itu be-berapa saat. "Jika kalian tidak siap dalam 10 menit, ijin akan aku tarik kembali."
"ANDWAE!" Semua bergegas meraih tas masing-masing. Kini dua van yang biasa mengantar mereka semakin bertambah sesak dengan adanya Zhoumi dan Henry. Tapi semua merasa bersemangat.
.
.
Kyuhyun mematut dirinya di kaca ruang training. Aish! Donghae hyung membuatku seperti anak kecil. Namja itu mempout-kan mulutnya melihat seraut wajah imut di kaca yang tak lain adalah dirinya sendiri. Begitu Euisa menyatakan infus boleh dilepas, Donghae mendesaknya agar memotong rambut untuk pem-buatan MV hari ini. Hyung-nya itu mengajaknya menemui stylist mereka, mem-beri beberapa pengarahan yang Kyuhyun tidak mengerti, dan inilah hasilnya. Se-buah potongan rambut yang membuatnya terlihat seperti magnae. Sesuatu yang tidak ia sukai.
"Mulai sekarang, aku akan membuat uri magnae selalu tersenyum dari dalam hati, dan menjadi magnae yang sesungguhnya." Kyuhyun menggelengkan kepala teringat kata-kata Donghae kemarin.
"Ck, Donghae hyung aneh-aneh saja. Bahkan Ryeowookie terlihat lebih dewasa dariku."
Namun Kyuhyun tersenyum saat mengingat acara jalan-jalannya bersama Donghae. Ia sangat menikmatinya. Melewati waktu bersama Donghae benar-benar ramai. Bahkan seekor ulat di bangku taman pun bisa membuat mereka berdua sibuk bermain.
Kyuhyun lalu duduk di ruang training yang kosong itu, menunggu hyungdeul dan Henry yang sedang membeli makan siang. Setelah di-makeup tadi, mereka masih punya waktu 1 jam untuk mengisi perut. Tapi member yang lain keberat-an Kyuhyun ikut. Ia diminta menunggu dengan alasan kondisi tubuhnya yang baru sembuh. "Hyungdeul overprotektif!"
Tiba-tiba pintu ruang training terbuka. Wajah cerah Kyuhyun berubah bingung ketika dua orang peserta training SM masuk. Padahal ini adalah jadwal Super Junior memakai ruang tersebut.
"Oh, annyeong." Kyuhyun mengangguk ramah dan melambaikan tangannya.
"Annyeong." Balas kedua hoobae-nya. Namun keduanya tidak meninggalkan tempat itu.
Apa mereka hoobae yang kagum padaku? Kyuhyun mencoba berpikir positif. Sejak Super Show mereka sukses, terkadang ada hoobae yang mencari jam latihan Super Junior sekedar untuk menyapa dan memperkenalkan diri. Dan hal itulah yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini.
"Ah! Annyeong," sapa Kyuhyun lagi dengan ramah, sekaligus berharap mereka sadar bahwa ruangan itu sedang ia gunakan. Tetapi kedua trainee itu tidak pergi ataupun menyapa kembali.
"Where are you from?" tanya salah seorang dari mereka, membuat Kyu-hyun tertegun.
Mengapa ia ingin tahu dari mana aku berasal? Kyuhyun mengerjapkan matanya dengan bingung. Karena Kyuhyun tidak juga menjawab, keduanya ber-lalu. Kyuhyun bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada. Ia masih tidak mengerti tingkah kedua hoobae-nya. Ada apa dengan mereka?
"Kyuhyunie, ini jjangmyeon untukmu!" seru Ryeowookie sambil meng-hampirinya.
Wajah Kyuhyun menjadi cerah melihat kedatangan keempatbelas namja itu. Ia segera membuka jjangmyeon-nya. Hyungdeul dan Henry juga duduk bersama-nya di lantai. Mereka membentuk lingkaran dan makan siang sambil bergurau.
Pintu ruang training kembali terbuka. Kedua hoobae yang berjumpa dengan Kyuhyun tadi membungkukkan badan, menyapa mereka semua dengan ramah. Ternyata mereka memang ingin memperkenalkan diri kepada Super Junior.
"Annyeonghaseyo," kata kedua hoobae itu dengan sikap hormat. Mereka menyapa berkali-kali kepada semuanya.
Semua membalas menyapa dengan ramah. Begitu pula dengan Kyuhyun. Namun keduanya berhenti membungkuk ketika melihat Kyuhyun. Mereka me-mandang Kyuhyun dengan tajam. Keduanya berpandangan sejenak. Salah se-orang di antara mereka memberi kode dengan gerakan mata dan kepalanya agar Kyuhyun meninggalkan tempat itu. Saat Kyuhyun tertegun, mereka kembali mengulang dengan gerakan yang lebih tegas.
"Apa ada masalah?" tanya Siwon kepada mereka.
"Hoobae… Sunbae…"
Salah satu trainee menunjuk ke arah Kyuhyun dan hyungdeul-nya berganti-an. Namun semua saling berpandangan dengan bingung.
"What do you want to say6?" tanya Kibum dengan logat yang fasih, membuat kedua hoobae itu menghembuskan napas lega.
"Why does he get on together with sunbaes7?" Salah seorang dari mereka menjawab sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.
"MWO?" Wajah Kyuhyun langsung memerah.
Beberapa member yang juga mengerti bahasa inggris sudah tertawa ter-pingkal-pingkal. Namun yang tidak paham ucapan hoobae tadi hanya bisa saling memandang dengan bingung.
"Donghae hyung, ini semua karena ulahmu!" desis Kyuhyun geram.
.
.
Petinggi SM menatap dengan gusar sebuah map yang ia terima tadi. Isinya tidak lain proposal yang meminta Hankyung menjadi pemeran utama pria dalam film MULAN. Ia memandang ke arah ajudannya yang berdiri tertunduk.
"Mengapa mereka tidak juga menyerah? Bukankah proposal yang kemarin tidak aku indahkan?"
"Mungkin mereka yakin kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak, Sajangnim."
"Kalau mereka bukan meminta personil Super Junior, aku akan memikirkan-nya."
"Mereka hanya menginginkan Hankyung-sshi. Lagipula film ini mengguna-kan bahasa Mandarin. Kemampuan Hankyung-sshi akan sangat membantu ke-lancaran film tersebut. Apalagi dia juga menguasai martial art."
"Singkirkan proposal ini."
"Sajangnim…."
"Singkirkan proposal ini!" seru Petinggi SM dengan nada menekan. "Jika proposal ini muncul lagi, langsung sisihkan saja. Kau tidak perlu repot-repot me-naruhnya di atas meja kerjaku."
Petinggi SM menjatuhkan tubuhnya dengan keras ke kursi besarnya. Ia me-mejamkan mata, berusaha mengendurkan otot-otot wajahnya yang menegang.
Mereka selalu saja membuatku seperti ini. Aku harus bersabar. Sebentar lagi. Hanya sebentar lagi mereka akan terpisah satu dengan yang lain. Dengan sedikit guncangan lagi, mereka akan berubah menjadi serpihan. Aku hanya perlu menunggu saat itu tiba.
Petinggi SM pun tersenyum.
.
.
TBC
.
.
Sekali lagi proposal untuk film MULAN ditolak. Ommo
.
(warning: terjemahan inggris sudah diperhalus sesuai maksud kalimat,
tidak diartikan dalam kalimat sesungguhnya,
karena kalau tidak, maksud sebenarnya dikhawatirkan tidak tertangkap)
Buat yang menguasai bahasa inggris, langsung saja hehehe
.
Gomawo buat reader yang udah membaca ff ini
Jeongmal gomawo buat yang bersedia mereview hehehe
Tanpa dukungan kalian semua, ini ff udah mau hiatus. Beneran deh.
.
Buat yang tertarik untuk membeli buku Falling Star… Bukunya dah ready lho
Jadi nggak perlu nunggu lama lagi untuk sampai di rumah
.
Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…
Add saja fb author :
www titik facebook titik com /iyagi7154
.
Kamsahamnida
.
.
Catatan kecil
Ijinkan saya menulis sebuah catatan kecil di sini.
Saya hanya akan menulisnya sekali ini saja.
Cerita tentang SJ memang banyak. Timeline yang sama memang banyak.
Tetapi semua penulis tentu mengenali ciri tulisan mereka
dan semua yang copy paste/menyadur juga tahu apa yang mereka lakukan.
Saya hanya ingin bilang, orang yang melakukannya
pasti ingin menjadi penulis, ingin bisa menulis dan ingin dikenal sebagai penulis.
Baik dan jelek adalah usaha kita sendiri…
Adanya kritik dan saran berguna untuk membangun tulisan kita…
Saya pun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki
Jadi jika ingin menjadi penulis, cobalah menulis apa yang disukai sebagai langkah awal.
Jika kita sendiri tidak menyukai tulisan kita,
kita tidak bisa berharap ada yang akan menyukai tulisan kita
Kita bisa menerima pujian atas jerih payah orang lain
tapi kita tidak bisa membohongi diri kita sendiri.
Buat semua yang ingin menjadi penulis:
Keep writing, believe yourself, and don't give up
Mari kita sama-sama berusaha hehehe
Mianhe kalau bahasa inggris saya hancur lebur.
Gomawo sudah meluangkan waktu membaca catatan kecil ini
.
.
JAWABAN REVIEW CH 33
parkjinjeng 3/27/13 . chapter 33
Gomawo buat semangatnya, chingu :-)
Bryan Andrew Cho 3/27/13 . chapter 1
2010 nggak masuk RS :-) Gomawo buat reviewnya
ayu wandira 3/27/13 . chapter 33
Tega...ckckck
love 3/26/13 . chapter 33
kkkk
amel 3/26/13 . chapter 33
Aigooo... aku lebih suka dibilang berusaha kkk
amel 3/26/13 . chapter 32
fanfic just fanfic. Gomawo
kim jae in elf1004 3/25/13 . chapter 33
GD yang mana ya? bisa tolong sebutkan kalimatnya agar aku bisa cari?
Saran ditampung hehehe Tapi habis RS aku mau break dulu dari ff timeline begini…mau melanjutkan Don't Don. Semoga chingu bersedia membacanya juga
apalg hrpan na kalo bukan blik na hanppa n bumppa k SJ.
Gomawo
DiahDrdr 3/25/13 . chapter 33
Ne, gomawo
heeeHyun 3/24/13 . chapter 33
yang mana? langsung kalimatnya aja hehehe
ANiyo, maincast nya SJ bukan SJM
Kebetulan memang masuk key g full cerita hehehe Gomawo reviewnya, chingu
natasya 3/24/13 . chapter 33
Ne, lanjut juga reviewnya yach kkkk
HyeriKyu 3/24/13 . chapter 33
Ne, aku hanya bisa mengusahakan saja ,nggak berani janji Gomawo udah mereview
ryeoryeoryeooo 3/24/13 . chapter 31
Aniyo, itu fanfic. Tapi aku menggambarkannya persis dandanan2 yg pernah mereka lakukan. DI FB ku ada kan yang foto sesuai bayanganku di ff
kim jae in elf1004 3/24/13 . chapter 31
Kkk gpp sesekali gaje
kim jae in elf1004 3/24/13 . chapter 30
Yang jelas, Kyuhyun memang lemah kondisinya. Tapi semangatnya besar dan susah dilarang. Krn itulah oppadeul sayang banget sama dia
kim jae in elf1004 3/24/13 . chapter 28
Amin…aku juga berharap begitu
kim jae in elf1004 3/24/13 . chapter 27
Makanya direstui dong dia pacaran, nikah dan punya anak… Tetap dukung meski pun sudah berkelaurga kkk… Kasihan kalau disuruh nanti-nanti
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 26
Aku juga sedih baca yg ini (tiap chingu review, aku jadi ikutan ngulang baca chapter nih) Biar tahu yg chingu review yg mana. Gomawo udah bersedia mereview di chapter2 meski pun menyusul
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 25
Iya, aku juga mau ikutan ngejar kkk
ryeo ryeo ryeong 3/23/13 . chapter 33
Mianhe, petinggi SM di sini bukan LSM tapi tokoh fiktif
Ne, Leeteuk leader yg hebat dan Heenim orang yg peduli, hanya saja caranya berbeda dr orang lain
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 24
kkk lihat aja di CH depan
ndaa 3/23/13 . chapter 32
Itu udah lewat, chingu, akan dimasukkan saat edit. Tapi sayal upa jangan2 hal itu udah masuk…
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 23
Ne, semua impian itu real lho, ada di monolog SJ, mereka menyebutkan impian mereka masing2. Bahkan impian Kyuhyun juga real wkwkwk
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 22
Ne, gpp, aku nggak keberatan kok. Gomawo sudah mereview
kim jae in elf1004 3/23/13 . chapter 21
ANDWAEE! Sebaik apapun Changmin, aku nggak rela kalau dia gantiin Kyuhyun hiks
Nanti Kyuhyunnya gimana dong?
nining wulan 3/22/13 . chapter 33
Kyuline belum terbentuk, SJ sedang susah payah untuk sekedar berdiri aja
Gomawo buat reviewnya
kim jae in elf1004 3/22/13 . chapter 19
Iya, hyungdeulnya Kyuhyun polos banget kadang2 kkkk
Aikyu 3/22/13 . chapter 33
Jadi bingung…soalnya itu udah ada namanya kok 'kyuhan'
kyuhan 3/22/13 . chapter 33
Gomawo, chingu
Guest 3/22/13 . chapter 33
Aniyo, Tapi Siwon memang sering mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan bible
Fanfic just fanfic
Ne, Eunhae super cengeng sekaligus super ramah kkkk
Heechul selalu ingin hidup bebas tanpa terikat orang lain. Tapi sebaliknya, ia juga tidak mau melanggar kebebasan orang lain. Hanya saja kadang terlalu ekstrim. Tapi aku suka kkkk
Sedari awal sudah ditulis fanfic jus fanfic dan petinggi SM di sini hanyalah tokoh fiktif
Bisa disurfing saja, nanti kan muncul hal2 yg nyata dan yang tidak banyak kok data bertebaran asal kita mau mencarinya hehehe
Jadi menjadi orang tua, jadilah anak muda kkk
Alias, usaha dong…kalau usaha ketemu kok mana yg fiksi mana yg real
Gomawo soal buku
kim jae in elf1004 3/22/13 . chapter 18
Syuting lamaran itu beneran. Cari aja yg YT ttg SJ propose Marry U mini concert
kim jae in elf1004 3/22/13 . chapter 16
Gomawo reviewnya
kim jae in elf1004 3/22/13 . chapter 15
Ne, mana duduknya di pojok, tidak di karpet merah. Jadi tiap jalan ke depan jalannya jauuuuuuuuuh its real, beneran jauh kkk Tapi senang lihta yg di karpet merah pada berdiri dan bertepuk tangan buat mereka
Aku pun berharap mereka semua bersatu lagi
Jum'ah 3/21/13 . chapter 16
Asal jangan copy paste, sebenarnya drpd save mending beli bukunya hehehe
fitriKyuMin 3/21/13 . chapter 33
Gomawo buat reviewnya
lisficho 3/21/13 . chapter 33
Ne, gpp, chingu. Gomawo buat reviewnya
lisamei 3/20/13 . chapter 33
Soal Zhoumi dan Henry kita lihat nanti, chingu, mungkin setelah SJ M baru banyak diceritakan
lee sang ki 3/20/13 . chapter 33
Mianhe, kali ini tidak bisa konsisten hehehe, sempat blank selama 9 hari
Tidak ada di gramed, chingu, lewat FB aja jualnya
Nierin 3/20/13 . chapter 26
Petinggi SM di ff ini hanya tokoh fiktif
quratul. 3/20/13 . chapter 33
AKu nggak ngikutin couple Jadi nggak bisa jawab apa-apa
Akibahara Hisui 3/20/13 . chapter 33
Gomawo
laila savitri 3/20/13 . chapter 33
Gomawo udah mengikuti ff ini, chingu
onlyhae86 3/20/13 . chapter 33
Ne, perjuangan mereka memang 'keras'
MyKyubee 3/20/13 . chapter 33
Ne, itu asli cyworld nya Hankyung. Yg di FS itu juga beneran isi cyworldnya Hankyung.
Aniyo, itu Yesung, mianhe ada kesalahan penulisan kalimat…mirip2 gaya biacaranya Kyuhyun, lain waktu akan saya ralat saat membuat dalam bentuk buku
Kan di Desember di ceritakan Hankyung berniat mengajarkan jurus itu ke Kyuhyun hehehe Meski udah diganti hadiah, tapi tetap diajarkan
Ne, wkwkwk chocoball pas apes
Ne, meski kelihatannya terlalu lemah dan tidak tegas, tapi di situlah letak keuatannya. Dia selalu menghargai perasaan para dongsaengseul
Katanya sih begitu, memang semua begitu aturannya. Dari makan, pengobatan sampai penari latar, semua tanggungan artis, bukan hanya DBSK
Benar, Hankyung diminta P&G untuk memerankan tokoh utama pria di Mulan
Soal Zhang Liyin masih ada, tapi hanya jagi bintang tamu di konser
Yang disebutkan lolos itu hanya SJ dan BIG BANG (yg BB) aku GB nggak ngikutin. DBSK tidak termasuk. Gomawo sudah membel buku FS
shasha95 3/20/13 . chapter 33
Kali ini sepertinya saya melanggar janji ha ha ha… Sepertinya saya harus meralat soal janji '10-14 hari itu'. Kemarin terkena serangan hati (*bahasanya kkkk) sehingga 9 hari saya vakum dan berpikir ulang apakah akan melanjutkan ff ini atau tidak jika hanya capek2 bikin lalu ditiru atau di copy orang
Petinggi SM di ff ini bukan LSM, dia hanya seorang tokoh fiktif yang merupakan gabungan berbagai orang mungkin….
Ne, saya sempat mendengar soal itu, yang ELF dilarang masuk ke dalam, sehingga tampaknya SJ tak ada fans pendukung, padahal semua ELF ada di luar. Saat itu Heechul , Kyuhyun dan Donghae yang sempat rebut dengan manager untuk mengijinkan ELF masuk ke dalam, tapi ditolak.
Soal GDA 2010 memang banyak kontroversi, tapi kebenarannya saya belum tahu sejauh mana, masih berkutat di 2008
Saya melihat itu sat FS sudah berjalan beberapa chapter atas saran reader, tapi saya tidak mengikutinya, saya membuat timeline sendiri. DI sana timelinenya ada yang maju mundur (flashback). Tapi itu buatan yang sangat bagus dan menyentuh Salut buat yang membuatnya. Apa yang ingin dia sampaikan, menurutku berhasil menyentuh para penontonnya.
Guest 3/19/13 . chapter 9
Ini sebagian fiksi kok chingu
OnyKyu 3/19/13 . chapter 33
Ne, cyworld itu falta
Hankyung lembut, tapi bukan orang yg sabar. Itu dia sendiri yg bilang hehehe
Gomawo. Meski karya saya yang lain mungkin nggak akan seheboh FS dan RS, saya akan tetap menulis
bryan andrew cho 3/19/13 . chapter 33
Atopik atau eksim itu saya cukup tahu, krn ada sepupu dekat yang mengalaminya. Makan salah sedikit bisa kambuh, begitu pun jika kepansan. Tpai itu sesungguhnya tidak mengganggu aktifitas kecuali muncul di tempat2 yang terlihat. Kalau melihat sepupuku, sepertinya pasti pernah hehehe. Sensitif dan mudah muncul
hyukie 3/19/13 . chapter 33
Ini fiksi yang mengikuti timeline SJ.
Kyukyu 3/19/13 . chapter 1
Gomawo
hyun 3/19/13 . chapter 33
AKu nggak janji kkk, semua ada masanya tergantung timelinenya apa. Mianhe kalau tidak sesuai harapan
kim ma ee 3/19/13 . chapter 33
Jiah….malah dibilang nyiksa kkk Kan bukan aku yang berbuat
kim ma ee 3/19/13 . chapter 32
Gomawo buat review dan semangatnya
keyq1998 3/19/13 . chapter 33
Gomawo
kim ma ee 3/19/13 . chapter 31
anyyeong iyagi imnida
RS happy end sesuai judulnya
kim ma ee 3/19/13 . chapter 30
Gomawo udah mengikuti ff ini, chingu
haekyu 3/19/13 . chapter 33
Wkwkwk kagak kebayang deh Changkyu romatis kayak gimana
DIcari tahu aja it's you ada kejadian2 apa hehehe Gomawo
april25juny04 3/18/13 . chapter 33
Itu yg Kyuhyun ngomong gitu masih lama banget
Iya, Kyuhyun ngajak Changmin lari agar tidak ditangkap Heechul yang sedang marah hehehe
CH34…kit abaca saja
Stefani 3/18/13 . chapter 33
Ne, gomawo
Arisu-ssi 3/18/13 . chapter 33
Gomawo sudah membacanya
Guest 3/18/13 . chapter 33
Me too
Tsuioku Lee 3/18/13 . chapter 33
Gomawo sudah mereview hehehe
Vengeancegirl 3/18/13 . chapter 33
Belum, Kyuhyun dan Sungmin belum waktunya. Bergilir hehehe
Gomawo buat sarannya Memang itu akan masuk
sfsclouds 3/18/13 . chapter 33
Gomawo buat semangatnya
Cho sahyo 3/18/13 . chapter 33
I will dan Ai Ren (kekasih)
Cyworld hankyung beneran.
Azizah 3/18/13 . chapter 33
Ne
elennasparkyuELF 3/18/13 . chapter 33
Soal itu kurang tahu
Untuk buku FS bisa melalui FB ku, chingu (alamatnya ada di bawah TBC. Di add aja )
Kyuminhae 3/18/13 . chapter 33
MWO? Masak colaps terus?
Okta1004 3/18/13 . chapter 33
Ehem, petinggi SM di sini bukan LSM, hanya tokoh fiktif
ryeo ryeo ryeong 3/18/13 . chapter 32
Mian chingu, petinggi SM di sini bukan LSM, tapi tokoh fiktif
xxgigy 3/18/13 . chapter 33
1. yang aku tahu dari info, karena rehabilitasi yang Kyuhyun jalani setelah kecelakaan, membuat keseimbangan dan gesture tubuhnya membaik. Tapi jika berputar, dia akan merasa sakit dengan adanya penyakit itu. Hal itu baru dibongkar saat Kyuhyun sudah operasi telinga
2. "asianfantic kyuhyun" ini apa? dananeh bagaimana?
3. Kyuhyun sih sama semua juga bilangnya deket kkkk Memang begitu kenyataannya
4. Itu di luar timelien kayaknya
Gomawo buat reviewnya
Desti 3/17/13 . chapter 32
Emangnya aku bilang Sungmin tidak manly ? hehehe Tapi dia kadang juga beraegyo di dorm kok. Contohnya yg pakai daster pemberian fans dan yang ditampar Heechul krn ber-aegyo saat mabuk
evier 3/17/13 . chapter 33
Gpp, chingu. Gomawo sudah curhat kkkk
Guest 3/17/13 . chapter 33
Ne, tariannya menggoda banget wkwkwk
gaemgyulover 3/17/13 . chapter 33
ANiyo
Lovesungminppa 3/17/13 . chapter 33
AKu pun berharap yg terbaik untuk mereka
Guest 3/17/13 . chapter 33
Falling Star hanya dijual lewat FB. DI add aja chingu
V3 3/17/13 . chapter 33
Hanya 1 kata: Gomawo kkkk
ahra rahayu 3/17/13 . chapter 33
Zhoumi itu juga ditolak, tapi di SJ tidak. Soalnya sebelum terpilih, dia udah dekat dengan Hankyung dan Heechul
gofeikyu14 3/17/13 . chapter 33
Untuk tanggal, beberapa benar (apalagi kalau ada nama acaranya) dan beberapa hanya sebagai petunjuk waktu. Cyworldnya real
bella 3/17/13 . chapter 33
Ne, aku suka kalau Kyuhyun dan Petinggi SM bercakap-cakap. Aku juga suka Heechul dan Kibum saat itu
Sayangnya itu real, yg soal Mulan itu. Gomawo reviewnya
puzZy cat 3/17/13 . chapter 33
Tegaaaaaaaa
nurhanita fenita clouds elf 3/17/13 . chapter 33
Semoga kkk, sempat nyaris hiatus
Angela Han 3/17/13 . chapter 33
Itu kelompok temenannya Heechul, isinya orang2 nyentrik semua kkkk
Tere Q 3/17/13 . chapter 33
Coba tebak, apa golongan darahku? Dan kalau bisa, terangkan juga apa kelebihan dan kekurangan tiap gorlongan darah hehehe Soalnya penasaran sama komik2 yg suka menanyakan golongan darah seseorang. Hitung2 nambah ilmu
3/17/13 . chapter 33
kok reviewnya kepotong?
lovely yesungielf 3/17/13 . chapter 33
Soal itu kita lihat saja nanti
ryeofha2125 3/17/13 . chapter 33
Ne
dlestariningsih 3/16/13 . chapter 33
Ne, Heechul itu sebenarnya orang yang perhatian. Seperti di FS bilang dan itu real, perasaan Heechul itu sangat halus. Dia jauh lebih perasa dibanding orang lain, tapi caranya mengekspresikannya meledak-ledak.
Kkkk, KYuhyun menyarankan konsol game karena sang petinggi SM suka bermain dan suka menjadi pemenang
Yesung
Kyuhyun kan kalau mau nelpon Changmin lihat jadwal dulu (kayak di salah satu Ch dia lihat kalender) DI 33 dia juga tunggu acara selesai baru menelepon Changminnya aja kagak nyadar kkkk
Betul, sama kayak di CH 28
Iya tuh enak banget, makan banyak kagak gemuk2
Lho, waktu syuting EHB kan udah ada Bada :-D hehehe Yang Leeteuk berpikir Kyuhyun seperti Bada
Ne, itu real yg pada kepengen lari di belakang Hankyung lalu Leeteuk menyahut begitu kkkk
tesaSUJU31 3/16/13 . chapter 33
Capek nyeret ke WTC nya kkk
fikyu 3/16/13 . chapter 33
kecapekan
Zaireen oksismi 3/16/13 . chapter 33
Capeeeeeeeeek kkkk Nanti tidak menarik lagi kalau kelamaan
chemista112 3/16/13 . chapter 33
Emangnya Ultaraman kkkk Gomawo
khairun nisa 3/16/13 . chapter 33
Ne, sesuatu yang tidak diraih dengan instant, biasanya akan bertahan lebih lama. Semoga kit abisa terus mendukung mereka
xoxoxo 3/16/13 . chapter 33
Ne, jadwalnya mmg gila banget
Riyanti 3/16/13 . chapter 33
Rumor itu benar
Buku Falling Star tidak dijual di toko buku. Add saja FB author, chingu. Banyak yg udah beli dan terima bukunya kok, nggak ada acara tipu2 kkkk
kim eun ra 3/16/13 . chapter 33
Ne, semangat!
lemonade 3/16/13 . chapter 33
Jiah…nanya kok lupa
kyuzi 3/16/13 . chapter 33
Bukan, itu Yesung
Itu beneran
Ne, chocoball itu kayak kyuline
Shindong
kyuqie 3/16/13 . chapter 33
Betul, tapi itu jamannya sebelum debut SJ05
DIa sama kayak Kibum, memulai kontark sebagai aktor
Aniyo, itu Mulan tidak diperankan oleh satu pun anggota SJ. Yang kamu bicarakan adalah Skip Beat
nara 3/16/13 . chapter 33
surfing aja
Ochaiia 3/16/13 . chapter 33
Aniyo, dia hanya berniat menghancurkan SJ kok.
Ne, semua yang chingu sebutkan, aku juga suka hehehe. Gomawo reviewnya
reaRelf 3/16/13 . chapter 33
Yup, Yesung
myeolchikyu 3/16/13 . chapter 33
"when the 13 different personalities combine together, the most beautiful harmony glows" itu bener kalimatnya Kyuhyun. Chingu cari aja album Don't Don. Dia mengatakan hal itu salah satunya saat di bonus album. Wawancara video, bukan tulisan
Ne, tapi sebenarnya sejak album Don;'t Don (yg aku sebutkan di atas), Kibum sudah mengutarakan keinginannya 'hanya menjadi aktor'
di YT ada
Amin sukses buat chingu
v3 3/16/13 . chapter 33
Gomawo sudah mengikuti ff ini dan mereview
Song Ha Nuel 3/16/13 . chapter 33
Aslinya mmg polos kok, coba aja disurfing, hyungdeulnya bilang Changmin itu polos, meski mengerikan kkkk
Aku nggak ingat, cari sendiri kkkk
Pipiet Sparkclouds 3/16/13 . chapter 33
Kkk, ne, semoga bisa
Soalnya KRY sedang vakum saat itu Gomawo reviewnya
Indi Kyu 3/16/13 . chapter 33
Kalau kagak TBC, END dong kkkk
GaemGyu92 3/16/13 . chapter 33
Fanfic
Kenapa ganti? :-D
chanchanchanchan 3/16/13 . chapter 33
Tega banget…ff ini kan bukan genre angst kkkk Gomawo reviewnya
fishybuu 3/16/13 . chapter 33
Kalau yang nggak, biasanya belum pindah hari. Kan dari paragraph pertama sehabis titik memang ada keterangan waktu (bukan selalu tanggal) kadang berbetnuk kalimat. Baca ff ini mmmg tak boleh melewatkan satu kalimat pun Ketahuan kalau lewat, krn reviewnya pasti menanyakan hal yg sudah diterangkan di dalam ff kkkk
Gomawo hehehe Aku juga nggak nyangka kok, pada baik banget bersedia mereview, termasuk chingu
phiexphiexnophiex 3/16/13 . chapter 33
Chingu, surfing dulu itu Kyuline ada tahun berapa….udah di luar RS tuh kkkk Ini masih masa2 perjuangan, kagak sempat bikin line2an
Nggak bisa, mianhe…nanti timelinenya rusak semua :-D
miKYU 3/16/13 . chapter 33
oke
ulmia lesty 3/16/13 . chapter 33
Iya nih, dipecat aja, tega ama bias sendiri
Gomawo
Meda93 3/16/13 . chapter 33
Aku lupa, yg pakai baju jas simple abu2
casanova indah 3/16/13 . chapter 33
Semoga selalu sabar menanti kkkk
K my name 3/16/13 . chapter 33
Oooh hehehe Gomawo. Mianhe, pas hari itu lagi sensi aja kayaknya…jadi agak2 mupeng
Itu Yesung
Ne, hampir aja berhenti…. Semoga tidak terjadi lagi
KyuChul 3/16/13 . chapter 33
Me too kkk
aku sayang semuanya
Park Min Mi 3/16/13 . chapter 33
Jangan, nanti kagak bisa baca ff lagi
Kenapa abs Kyuhyun yang dipukul (*jitak reader) kkkk
Fitri MY 3/16/13 . chapter 33
Jiah…ada yg ngarep sakit
3/16/13 . chapter 33
wkwkwk ne, gomawo buat reviewnya
livtia 3/16/13 . chapter 33
ani, ne, ne
ariskagyu 3/16/13 . chapter 33
udah ketemu kan yg Henry megangin gelas buat Kyuhyun?
Itu pas promo SUperGirl, aku dapat info dari reader Jadi mianhe, belum bisa
Napas buatan? bisa2 malah CO2 yang masuk bukan O2 kalau kagak bisa kkkk
babyche 3/16/13 . chapter 33
Di YT banyak chingu
KyungMinSparKyu 3/16/13 . chapter 33
Ne, gomawo reviewnya
R'Rin4869 3/16/13 . chapter 33
Gomawo reviewnya hehehe, tapi krn akan masuk timeline jadi nggak bisa dibahas.
Buku hanya dijual di FB. Buku Falling Star sama seperti ff Falling Star, hanya saja ada beberapa penambahan dan editing
Guest 3/16/13 . chapter 33
Mianhe, aku tidak bisa menjawab soal itu AKu baru berkutat di 2008
AngeLeeteuk 3/16/13 . chapter 33
Cyworld Hanyung yg di FS dan RS real semua
Kayaknya Zhoumi bukan tipe yg teraniaya kkkk
Kim Anna 3/16/13 . chapter 33
Ne, gomawo buat semangat dan reviewnya
uri kyunie 3/16/13 . chapter 33
DBSK pecah penyebab jelasnya aku kurang tahu. SJ aja aku baru kenal Sept 2012. Jadi tidak sempat mempelajari grup lain. Tapi yg jelas bukan krn SJ. Mereka berdua (DBSK dan SJ) berhasil melewati rumor2 itu dengan selamat
Kim Sooyeon 3/16/13 . chapter 33
Ne, di MV U SJ M aja udah kurus banget, begitu pula Hankyung
vietaKyu 3/16/13 . chapter 33
Makanya Changmin dapat The scary magnae kkkk
GGG 3/16/13 . chapter 33
Dia skait saat itu dan setiap ke backstage muntah2. Di atas panggung dia terpaksa menahannya sambil bernyanyi sampai matanya berkaca-kaca
GGG 3/16/13 . chapter 33
Ne, Changmin bilang Kyuhyun adalah sahabat yang membuatnya akan segera datang jika ia dipanggil kkkk
Belum tentu, krn RS pusatnya di SJ bukan SJ M
Ay 3/16/13 . chapter 33
Aniyo
sepertinya akan aku tempatkan dengan Shindong hehehe
AreynaKyuminElf 3/16/13 . chapter 33
Gomawo
ciziDee 3/16/13 . chapter 33
Bukan LSM, hanya tokoh fiktif di ff ini
IrumaAckleschia 3/16/13 . chapter 33
kamu kali yg bro
indahpus96 3/16/13 . chapter 33
Gomawo
sisusi 3/16/13 . chapter 33
wkwkwk gomawo reviewnya
Elfishy 3/16/13 . chapter 33
dasar kkkk
nanadouble K 3/16/13 . chapter 33
Ne, tapi SJ berhasil lewat
qyukey 3/16/13 . chapter 33
Ne
lyELF 3/16/13 . chapter 33
Gomawo semangatnya
Jmhyewon 3/16/13 . chapter 33
Wkwkwk aku juga suka pertempuran duo magnae melawan chocoball
kyuzi 3/15/13 . chapter 33
Sebenarnya? Apakah selama ini kurang jelas? kkkk
Jadwalnya DBSK itu kosong sehari dr yang aku dapat info. Yunho tahu kalau mereka akan pergi semalaman (biasa lah namanya juga cowok) jadi dia hanya pesan agar Changmin kembali kapan aja asal sebelum jadwalhehehe
Itu benar yg rumor album ke 4 itu…
Itu akan tetap jadi interaktif sesuai bayangan masing2 kkkk
Ne, itu semua beneran
Kagak lha…itu taman kan besar dan hening… Orang Korea udah biasa teriak2 kkkk
Mulan beneran, yg jepang dll beneran, DBSK di Korea tidak dimasukkan ke dalam grup yg bisa mematahkan kutukan 5 tahun, di tahun ke-5 mereka pecah. AKu nggak tahu alasan masuk tidaknya, krn yg disebuat adalah SJ dan Big Bang
Gomawo buat reviewnya
Dyah Puspita 3/15/13 . chapter 33
Mianhe, updatenya lama, ini aja hampir hiatus
vha chandra 3/15/13 . chapter 33
Kalau di buku enak, ada catatan kaki. tapi kalau dif fn akan mengganggu cerita jika terlalu banyak dalam kurung. Mungkin saat dibukukan akan banyak dimasukkan bahasa korea dan mandarinnya
AKu sendiri belum tahu mau di mana endingnya, tapi memang sekitar itu kali ya
Betul yg dia kayak nangis itu
Huang Yoori 3/15/13 . chapter 33
fanfic just fanfic. Bukankah di warning sudah ada?
Memang bukunya ada, baru Falling Star yang keluar. Add aja FB ku, nanti kan tahu detailnya
Gomawo buat semangat dan reviewnya
widyawati 3/15/13 . chapter 33
Itu masuk timeline
SunakumaKYUMIN 3/15/13 . chapter 33
Kalau pas bisa masuk, tidak selalu bisa soalnya
aninkyuelf 3/15/13 . chapter 33
Tepatnya belum mau sadar hehehe
thanKYUpipin 3/15/13 . chapter 33
Gomawo chingu
Blackyuline 3/15/13 . chapter 33
Sepertinya kasus DBSK menyeruak di tahun 2009 akhir ya…belum tentu dimuat, mungkin hanya kilasan saja
Guest 3/15/13 . chapter 33
Istrinya wong Joko, sebaiknya namanya diganti jadi tahu ini balasan untuk review chingu kkk, tapi pasti tahu lah kalau ada kata Jokonya…pasti Saiko chan
trilililililili 3/15/13 . chapter 33
Karena mereka udah kadung melakukan kontrak 13 tahun. Rugi kan kalau kagak menghasilkan barang sedikit ? Kontrak itu kan dilakukan saat mau jadi trainee, dan kalau sukses biasanya diperbaharui
Soal Kibum itu, sampai detik ini dia masih artis SM kok, chingu. Kalau Hankyung resminya 2010
Gomawo
SSungMine 3/15/13 . chapter 33
Gomawo udah mengikuti ff ini, membeli novel Falling Star dan mereview hehehe
ChoYeonRin 3/15/13 . chapter 33
Ne, hyungdeul belum pernah memberitahukan apa yang mereka pertahanakan dengan meraih Daesang GDA, krn kalau Kyuhyun nanya kagak pada jawab kkkk
Ne, kalau chingu perhatikan, sahuta Changmin dari agak keras makin lama makin lemas (ada dr tanda baca dan huruf besarnya kkkk) Padahal Kyuhyun teriak2 biar Changmin merasa lega
Ne, padahal kalau mau dia nggak perlu susah2 jadi artis, palagi dia juga pintar. Tapi menjadi penyanyi benar-benar impiannya, makanya sejak awal penolakan pun tidak membuatnya mundur
Gomawo reviewnya chingu
lalalala 3/15/13 . chapter 33
Mana bisa ada yg tahu apa yang terjadi di ruangan itu? :-D
ichigo song 3/15/13 . chapter 33
Aniyo itu fanfic hehehe
Ne, Heechul tidak bernyanyi selama SJ M ke China, dan SJ H dia kagak ikut
NaraKim 3/15/13 . chapter 33
Ne, Kyuhyun juga lebih terbuka meski kadang masih suka menutup diri
AKu pun tahu krn ada reader yg nanya, lalu pas nyari2 dapat bahasan2 soal rumor itu
Padahal DBSK ppecah bukan krn SJ kok. keduanya bertahan dr rumor itu dengan selamat. Itu kan 2008, album keempat juga 2008. DBSK gonjang ganjing di 2009 akhir
Cho Minyoung 3/15/13 . chapter 33
Ne, Kibum masih artis SM sampai detik ini
Yup, itu real, dia turun sampai 10 pound
Takut ketinggalan kkk makanya disuruh ngikutin
chijRS 3/15/13 . chapter 33
Ne, gomawo buat reviewnya
clouds 1309 3/15/13 . chapter 33
Mianhe, petinggi SM di ff ini bukan LSM. Beliau hanya sebuah tokoh fiktif
hauraddict 3/15/13 . chapter 33
Gomawo
tya andriani 3/15/13 . chapter 33
harus dong kkkk
sitakyu 3/15/13 . chapter 33
Tidak mungkin update sehari kkkk Gomawo buat reviewnya
Kimwiekyung 3/15/13 . chapter 33
Ne, Kyuhyun memang orang yg pantang menyerah
oracle 3/15/13 . chapter 33
Gomawo udah ngikutin ff ini dan mereview (*lempar handuk buat lap keringet kkkk)
hyoeni 3/15/13 . chapter 33
Betul, itu Yesung
Ne, mereka anggota BB juga
DBSK bukan ditekan, tapi beberapa kebijakan kontraknya mereka tidak suka. Sudah ada beberapa kali perbaikan kontrak untuk DBSK, tapi belum seperti yg diinginkan
yayaELFclouds 3/15/13 . chapter 33
Ne
Haera 3/15/13 . chapter 33
Siiip
cloud prince 3/15/13 . chapter 33
Ne, aku suka banget gayanya Heechul
Wkwkwk sampai sekarang Changmin masih sering jadi korbannya Kyuhyun kkk Padahal dia the scary magnae, tapi kalau sama Kyuhyun dia sayang banget jadi kagak berkutik
Dia mengenali Heechul. Kan matanya Heechul khas banget hehehe
Ne, DBSK dan SJ berhasil melewati kedua rumor itu dengan selamat
Gomawo reviewnya
Gyurievil 3/15/13 . chapter 33
Ne, Hankyung udah lembut, serius, malah ditekan kayak gitu… Tambah lagi dia nggak bisa terbuka kepada yang lain
Anissa Lee13 3/15/13 . chapter 33
Sepertinya sampai ke sana tapi bukan yg resminya
sakura hanamura 3/15/13 . chapter 33
Semoga di kehidupan nyata tidak ada orang seperti itu. AKu setuju
Ochaiia 3/15/13 . chapter 32
Rvw chap 32
Changmin sama dengan Kyuhyun, sama-sama anak guru, jadi mereka pinter dan hobby baca hehehe
SieLf 3/15/13 . chapter 33
Dan Hankyung memang udah stress sejak 2008
ElrafLukha 3/15/13 . chapter 33
Yang dominan EUnhyuk, Teuki sesekali aja kkkk
wkwkwk dia jerawatan pas di china, kagak cocok ama iklimnya
Chocojjee 3/15/13 . chapter 33
Cara pesannya di FB ku chingu, add aja, alamatnya ada di bawah TBC
yeon love yeye 3/15/13 . chapter 33
Semoga hasil ujiannya bagus
Gomawo udah bersedia mereview. AKu benar2 tertolong oleh review kkkk
wkwkwk udah tahu sebelum bertanya
riekyumidwife 3/15/13 . chapter 33
Mwo? Kyuhyun kudu disiksa? Andwae!
Guest 3/15/13 . chapter 33
Terus kudu ngapain dong?
cho fikyu 3/15/13 . chapter 33
Beneran mau dijadikan peran utama pria di MULAN tapi kagak jadi. Kayaknya itu film deh
kyuvil 3/15/13 . chapter 33
Gomawo dukungannya…
LIANPANGEST 3/15/13 . chapter 33
Mianhe, ini aja sempat mau hiatus hehehe. Semoga nggak akan hiatus deh
1 300.000 won = sekitar 2,6 juta rupiah
2 Kokjongmal = tenang saja
3 Wo hui bau hu ni = aku akan melindungimu
4 duibuqi = maaf / menyesal
5 Jjaljayo = mimpi indah
6 What do you want to say = apa yang ingin kalian katakan?"
7 Why does he get on together with sunbaes? = mengapa hoobae ini bersama-sama dengan sunbaenim?
