Title : RISING STAR Chapter 35

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Zhoumi. Henry.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipunmenyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu

Summary : "Benar kan namaku Li Xu?" / "Akhirnya kau memanggilku hyung." / "Yolset Myong? What it means?" / "Kau mau membantuku makan atau mau kutendang keluar?" / Apakah Super Junior yang kami pertahankan akhirnya akan berakhir begitu saja? / "Ommo… Kita akan mati?! ANDWAE!"

.

.

Petinggi SM menjatuhkan tubuhnya dengan keras ke kursi besarnya. Ia me-mejamkan mata, berusaha mengendurkan otot-otot wajahnya yang menegang.

Mereka selalu saja membuatku seperti ini. Aku harus bersabar. Sebentar lagi. Hanya sebentar lagi mereka akan terpisah satu dengan yang lain. Dengan sedikit guncangan lagi, mereka akan berubah menjadi serpihan. Aku hanya perlu menunggu saat itu tiba.

Petinggi SM pun tersenyum.

.

.

RISING STAR

Chapter 35

.

.

Wajah-wajah kecewa muncul saat manager yang menangani sub-unit Super Junior M melarang mereka semua ikut ke lokasi syuting yang dipindahkan ke tempat lain. Namun Leeteuk tetap tersenyum. Ia menepuk dongsaengdeul yang tergabung di Super Junior M satu per satu, menyemangati mereka, dan me-lambaikan tangan saat ketujuh dongsaeng-nya mengikuti sang manager.

Setiap ada yang menoleh ke belakang untuk melihatnya, Leeteuk tersenyum dan melambaikan tangan. Ia terus melakukan hal itu hingga tak ada seorangpun terlihat lagi di ujung lorong. Leeteuk kemudian merangkul Eunhyuk dan Sungmin yang berdiri di dekatnya.

"Sebaiknya kita membereskan bekas makan siang tadi. Kasihan yang me-makai ruangan ini berikutnya." Leeteuk mulai memunguti kotak-kotak bekas makan mereka diikuti Sungmin, Shindong dan Eunhyuk.

Yesung melirik ke arah sang leader. Tampak jelas tangan Leeteuk sedikit gemetar. Saat salah satu kotak itu jatuh dari tangan Leeteuk dan isinya ber-hamburan, Yesung langsung mengeluarkan tissue dan memungut sayuran-sayuran yang mengotori lantai.

"Ini pasti kotak milik Kyuhyunie. Dia masih saja tidak suka sayuran," gumam Yesung. "Wookie juga tidak menyerah menyempilkan sayuran ke dalam makan-an Kyuhyunie."

Leeteuk mengangguk. Namun ia tetap pada posisinya berjongkok. Dagunya bertumpu pada lututnya. Leader Super Junior itu mulai menangis tanpa suara. Heechul mendekat dan mengambil kotak-kotak bekas yang sedang dipegang Leeteuk, lalu membuangnya ke tempat sampah. Yesung meneruskan kegiatan-nya memunguti makanan yang tumpah.

Kangin merangkul Leeteuk sambil menepuk punggung sang leader. "Hyung, uljima. Kita harus membiasakan diri mulai sekarang," kata Kangin. Meski begitu, matanya sendiri sudah tertutup oleh air mata. Ia juga merasa apa yang Leeteuk rasakan saat ini.

"Padahal… padahal kita baru saja makan bersama dan mentertawakan Kyu-hyunie yang dianggap hoobae. Tapi sekarang…."

"Teuki hyung." Panggilan itu membuat Leeteuk berhenti berbicara dan me-ngangkat wajahnya. "Bukankah kita sering syuting sendiri-sendiri?"

"Ini berbeda, Kibumie. Begitu manager hyung memperkenalkan manager khusus Super Junior M, hyung merasa… Hyung merasa seperti dipisahkan dari mereka semua." Leeteuk mencoba menghapus air matanya. "Ada manager tersendiri, ada leader, ada penata dance… Ini tidak sama dengan sub-grup yang sebelumnya. Dan mereka akan pergi begitu lama…"

Ketujuh member lain saling berpandangan. Meski enggan mengakui, mereka sadar apa yang Leeteuk ucapkan adalah kenyataan. Mereka merasa Super Junior terbagi menjadi dua. Kecemasan muncul di wajah mereka, namun tak satupun berani mengucapkannya di hadapan Leeteuk.

.

.

Sepanjang perjalanan Hankyung mencoba membangkitkan mood dong-saengdeul yang terdiam semenjak meninggalkan gedung SM. Ia merasa ber-untung rata-rata membernya masih sangat polos dan cukup mudah untuk di-yakinkan. Sebelum mencapai lokasi syuting, mobil itu kembali ramai oleh suara mereka yang saling bergurau.

Hal itu terus berlangsung hingga ke ruang ganti. Semua mengenakan baju berwarna putih dengan berbagai model. Satu hal yang menyamakan mereka adalah warna dan aksen rumbai di bagian-bagian tertentu pakaian mereka.

"Ini untuk membuat efek terhadap gerakan yang kita lakukan," jelas Han-kyung saat dongsaengdeul mengomentari rumbai-rumbai itu. "Kalian sudah menghafal gerakan masing-masing, bukan?"

"Kalau dance sudah, hyung," jawab Donghae diikuti anggukkan yang lain.

"Johda. Nanti akan ada beberapa gerakan tambahan. Ikuti saja petunjuk dance arranger, arra?"

"Arraseyo," sahut mereka serempak. Hankyung tersenyum puas.

Mereka kemudian keluar dari ruang ganti dengan Kyuhyun yang berjalan paling belakang. Saat itu, seorang yeoja yang mengenakan gaun biru muncul dari ruang ganti lainnya.

"Cantik sekali! Dia berasal dari mana?"

"MWO?" Henry dan hyungdeul serentak menoleh ke arah Kyuhyun yang masih memandang takjub ke depan. Sang yeoja tersenyum manis sambil sedikit tersipu mendengar kata-kata Kyuhyun.

"Kyuhyunie, ingat doa pagi," kata Siwon dengan mimik serius.

"Kita di sini mau membuat MV dan kau harus konsentrasi, Kyuhyunie," kata Hankyung lembut namun tegas.

Kyuhyun mengerjapkan matanya dengan polos. Ia memandang mereka semua dengan ekspresi bingung. Sepasang mata hitam itu kembali mengerjap dengan mulut sedikit terbuka, membuat member lain tergerak ingin mencubit pipinya.

"Aku hanya memuji kok. Aku bukan ingin menjadikannya anae1….uhmp?!"

Ryeowook langsung membekap mulut Kyuhyun sambil tersenyum meminta maaf kepada yeoja tadi. Henry ikut membantu Ryeowook yang kewalahan karena Kyuhyun meronta melepaskan bekapan itu.

"Ya! Apa-apaan kalian? Aku jadi sulit bernapas!" seru Kyuhyun yang berhasil melepaskan diri sambil mempoutkan mulutnya. Apalagi sang yeoja tertawa kecil melihat adegan tadi.

"Mianhe, uri Kyuhyunie memiliki kecepatan mulut yang lebih cepat dari otaknya," kata Zhoumi sambil mengulurkan tangan. "Wo jiao2 Zhou mi. Ni jiao shenme mingzi3?"

"Wo jiao Song Qian," jawab yeoja itu sambil tersenyum.

"Wo jiao Shi Yuan." Siwon ikut mengulurkan tangan. "Renshi ni wo hen gaoxing4."

"Wo jiao Li Xu." Ryeowook memperkenalkan diri. Namun sedetik kemudian ia memandang member lainnya. "Benar kan namaku Li Xu?"

"Ne, Ryeowook hyung," sahut Henry. Ia juga mengulurkan tangan ke arah Song Qian. "Wo jiao Xian Hua."

"Ani," kata Hankyung sambil menggeleng. "Kau memakai nama panggung, Henry-ah, bukan nama aslimu."

"Ah! Mianhe, aku lupa." Henry tersenyum. "Wo jiao Henry."

"Donghae imnida, ani, wo jiao Dong Hai." Namja itu tersenyum sambil menunjuk Kyuhyun. "Gui Xian selalu begitu. Waktu diwawancara oleh reporter, dia memuji bahwa kaki reporter itu indah."

"Itu kenyataan," protes Kyuhyun. "Dia kan bertanya seperti apa yeoja idamanku. Aku bilang salah satunya adalah memiliki kaki yang indah. Lalu ketika aku melihat kakinya, aku mengatakan apa adanya. Memang dia punya kaki yang indah."

"Kau selalu melakukan itu?" tanya Hankyung takjub dengan sikap terus terang Kyuhyun.

"Kyuhyun hyung, kau memiliki banyak mantan yeojachingu. Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Henry yang mulai penasaran.

"Kau ingin mempermalukanku?" desis Kyuhyun sambil melirik ke arah Song Qian yang sibuk tersenyum-senyum melihatnya.

"Ani. Aku ingin bertanya: dari mereka semua, mana yang Kyuhyun hyung tembak?"

"Mwo?"

"Maksudku, mana yang Kyuhyun hyung nyatakan cinta?"

"Dia tidak pernah melakukannya," jawab Ryeowook diikuti anggukan Kyu-hyun. Donghae, Hankyung dan Siwon ikut mengangguk. Ganti Henry dan Zhoumi yang merasa kaget.

"Dia terlalu malu jika menghadapi yeoja, dan takut ditolak, jadi sang yeoja duluan yang menyatakan perasaan. Dia hanya menjawab 'mau' atau 'tidak'. Semuanya begitu." Donghae meringis mendapat death glare dari Kyuhyun.

"Meski mantannya banyak, ciuman pertama Kyuhyunie waktu high school." Ryeowook menyambung sehingga ia terkena sikutan Kyuhyun.

"Lebih parah Heechul hyung. Ciuman pertamanya saat usia 22 tahun," gerutu Kyuhyun sambil mempout-kan bibirnya.

"Kalian berdua memang sama persis," celetuk Hankyung. "Aku rasa kalian berdua tidak membedakan dengan baik 'yeojachingu' dan yeojachingu."

Hankyung tersenyum teringat Heechul sahabatnya. Meski Heechul terlihat seperti orang yang bebas, tetapi Heechul sebenarnya tidak begitu. Ia hanya me-megang tangan seorang yeoja jika diijinkan. Ia juga baru berpacaran di usia 20 tahun. Bahkan saat yeojachingunya berinisiatif mencium lebih dulu, Heechul langsung mengelap bibirnya, ribut, dan akhirnya mereka putus. "Aku rasa kalian berdua lebih cocok langsung menikah saja."

Kata-kata Hankyung membuat wajah Kyuhyun memerah dan semua yang lain tertawa terpingkal-pingkal. Song Qian lagi-lagi tersenyum oleh ulah mereka.

"Perkenalkan, namaku Victoria Song, Kyuhyun sunbae." Victoria berkata de-ngan lembut dan mengulurkan tangannya.

"Mwo? Kenapa kau memperkenalkan diri pada Kyuhyunie dengan bahasa Korea? Kau menguasai bahasa Korea?" Donghae terkejut mendengar Song Qian yang baru dikenalnya bisa berbahasa Korea dengan logat yang sangat bagus, jauh lebih bagus dari Zhoumi dan Hankyung.

"Song Qian, dengan nama panggung Victoria, adalah trainee di SM sejak ta-hun lalu," jelas Hankyung. "Dia memang menguasai bahasa Korea selain bahasa Mandarin."

Kyuhyun mendekat dan menyambut uluran tangan Victoria. "Jangan panggil aku sunbae. Panggil aku oppa." Kyuhyun tersenyum.

"Oppa?" Victoria mengamati wajah Kyuhyun yang terlihat lebih muda dari-nya. Ia cukup yakin usianya berada di atas Kyuhyun.

"Ne. Kyuhyun oppa," jawab Kyuhyun sambil melirik kesal ke arah member lain yang sibuk mentertawakannya.

"Gui Xian. Nama dia di Super Junior M adalah Gui Xian," jelas Zhoumi sambil tertawa lebar.

"Tak apa, Zhoumi ge. Aku akan memanggilnya oppa."

Victoria memutuskan untuk mengikuti keinginan Kyuhyun. Jawaban Victoria membuat Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan ke arah yang lain.

.

.

Eunhyuk kembali ke dorm untuk mengambil kostum yang tertinggal tadi pagi. Di acara SBS OotChaSa nanti malam, ia dan Leeteuk akan memainkan se-buah komedi berjudul Robot Junior dengan cara battle dance. Namja itu sangat senang dengan kostum yang akan mereka kenakan.

"Sepertinya Super Junior M kelelahan," gumam Eunhyuk ketika mengintip ke kamar Ryeowook dan Yesung. Ryeowook tampak bergelung dengan nyaman di tempat tidurnya.

Tak seorangpun tampak di ruang tengah dorm lantai 11 itu. Sepertinya Kyuhyun juga tertidur sepulang pembuatan MV. Sungmin dan Yesung sudah berangkat ke Chunji.

Eunhyuk pun meraih tas kostumnya dan bergegas menuju pintu dorm. Namun tiba-tiba terdengar suara air memancar di kamar mandinya. Kedua alis namja itu bertaut. Siapa yang menggunakan kamar mandiku? Ryeowookie sedang tidur dan Yesung hyung….

Sebuah pikiran melintas di benak Eunhyuk. Tanpa permisi namja itu lang-sung membuka pintu kamar mandinya. Sosok yang ia duga, sekaligus yang tidak ia harapkan berada di sana, memandangnya dengan wajah pucat pasi.

"Kyuhyunie, gwenchana?" Eunhyuk mendekat, namun Kyuhyun memberi kode dengan tangannya agar namja itu menjauh. Kyuhyun membersihkan wajah dan mulutnya di wastafel. Ia tampak kesal ketika Eunhyuk tetap menghampiri-nya dan membantunya ke luar dari kamar mandi. Namun Kyuhyun menurut saja saat Eunhyuk membimbingnya ke sofa ruang tengah, dan memaksanya ber-baring di situ.

Eunhyuk memperhatikan dengan cemas ketika Kyuhyun memejamkan mata dan menarik napas dengan berat. Ia meraih tangan Kyuhyun yang terasa dingin.

"Kyuhyunie, di Super Junior M… Kau full melakukan dance?" tanya Eunhyuk pelan. Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih memejamkan matanya dan hanya me-ngangguk samar. Eunhyuk menggosok telapak tangan Kyuhyun. Tangan itu ter-lihat sangat kurus, membuat air mata Eunhyuk nyaris mengalir keluar.

"Uljima, Hyukhyuk cengeng!"

Ucapan ketus itu membuat Eunhyuk memindahkan pandangannya dari tangan Kyuhyun ke sepasang mata hitam yang tengah menatapnya. Kyuhyun memperlihatkan evil smirk-nya. "Aku tidak apa-apa. Sebentar juga membaik."

"Jangan bergurau, magnae! Ini baru pembuatan MV! Bagaimana jika setiap hari kau melakukan dance di sana?" Sepasang mata Eunhyuk kini sudah basah oleh air mata. "Seandainya aku yang menjadi dance arranger, aku akan mem-berimu sedikit bagian saja. Kau itu masih belum pulih, Kyuhyunie."

Eunhyuk tidak peduli saat Kyuhyun berdecak kesal. Namja itu benar-benar merasa sedih dan menangis dengan keras. "Mianhe… Jeongmal mianhe… Seandainya aku bisa masuk ke sana, kau tidak akan seperti ini."

"Aigoo… Kau bilang apa, Hyukhyuk? Kau pikir kalau kau masuk, semua akan berubah? Jangan menyalahkan diri terus!" cetus Kyuhyun. Ia beranjak duduk lalu menepuk kedua pipi Eunhyuk dengan keras. "Lihat, karena sering menangis, wajahmu yang aneh menjadi semakin aneh!" Kyuhyun menarik-narik pipi Eunhyuk ke berbagai arah dan tertawa melihat hasilnya.

"Siapa yang kau bilang aneh?" Eunhyuk merengut. Ia melepaskan tangan Kyuhyun dengan gemas. "Kau selalu saja mengalihkan perhatian!"

"Lupakan saja," kata Kyuhyun dengan mimik serius. "Jebal, Hyukhyuk, lupa-kan yang kau lihat tadi. Aku hanya belum terbiasa dengan kesibukan saat ini. Lama-lama aku akan semakin kuat."

"Tapi, Kyuhyunie…"

"Mianhe, aku selalu menuntut sesuatu dari hyungdeul."

Eunhyuk tertegun mendengar suara yang bergetar itu. Kyuhyun tampak menahan air matanya mati-matian. "Jebal, jangan katakan ini kepada siapapun. Aku akan mengatur diri baik-baik."

"Kyuhyunie, ini bukan masalah pengaturan!" Eunhyuk merasa kesal dan sedih melihat kekerasan hati magnaenya. "Ini masalah tubuhmu yang belum pulih. Kau belum boleh banyak melakukan dance!"

"Meskipun begitu, tidak ada yang bisa kita lakukan bukan?"

Kata-kata Kyuhyun memukul Eunhyuk dengan telak. Namja itu berjongkok di depan Kyuhyun dan menarik kedua tangan kurus itu ke dalam genggamannya. Tangan itu terlihat begitu rapuh, sehingga ia merasa harus berhati-hati. "Ne. Tidak ada yang bisa kita lakukan…."

"Jadi tak ada jalan lain kecuali melakukannya bukan?"

"Ne. Kita hanya bisa melakukannya…," ucap Eunhyuk pelan. Setiap kata pembenaran yang keluar dari mulutnya terasa sangat pahit. Hatinya juga terasa sakit sehingga namja itu kembali meneteskan air matanya.

"Jadi, untuk apa memberitahu yang lain jika itu hanya membuat mereka gelisah? Aku menyesal memakai kamar mandi tadi… Aku sedang di ruang tengah saat aku merasa mual. Jika ke kamar mandiku, aku tidak akan sempat untuk…."

"Tidak apa-apa," potong Eunhyuk sambil tetap memandang ke tangan Kyu-hyun yang ia genggam. Ia tak berani memandang wajah magnae-nya itu. "Hyung akan tutup mulut tentang semua ini."

"Gomawo, hyung." Kyuhyun menghela napas lega.

"Akhirnya kau memanggilku hyung." Eunhyuk tersenyum dan memberani-kan diri mengangkat wajahnya. Kedua tangannya menangkup wajah Kyuhyun dengan gemetar. "Ommo… wajahmu tirus sekali, Kyuhyunie."

Kyuhyun hanya bisa diam saat Eunhyuk memeluknya sambil menangis. "Mereka lagi-lagi memperlakukan kita seperti robot. Bertahanlah, Kyuhyunie. Aku dan Teukie hyung akan berusaha naik ke posisi tinggi. Kami akan mengubah semua ini menjadi lebih baik, bukan hanya untuk kita, tapi untuk artis lainnya juga. Kau harus jaga dirimu baik-baik sampai saat itu tiba, arra?"

"Arraseyo." Kyuhyun menepuk punggung Eunhyuk lalu mendorongnya men-jauh. Ia tertawa melihat wajah Eunhyuk. "Hyukhyuk, wajahmu benar-benar aneh! Sebaiknya kau mencuci muka sebelum berangkat. Kalau tidak, semua penonton akan kabur melihatmu."

"Dasar magnae kurang ajar!" Eunhyuk tertawa dan mengacak rambut Kyuhyun. Ia tak peduli ketika Kyuhyun merasa kesal dengan perbuatannya.

.

.

Eunhyuk tidak dapat berkonsentrasi saat gladi resik. Ia terus memikirkan Kyuhyun jika Super Junior M mulai melakukan debut mereka. Saat ia melakukan gerakan berbalik dengan tangannya sebagai tumpuan, ia melakukan kesalahan. Tangannya terasa sangat sakit sehingga namja itu akhirnya terjatuh sambil memegang telapak tangan kanannya yang cedera.

"Hyukie!" Leeteuk dan para penari pendamping mengerubungi Eunhyuk yang meringkuk kesakitan dengan cemas. "Gwenchana, Hyukie?"

"Mianhe, hyung, sepertinya tanganku cedera."

"Aigoo! Bagaimana ini? Acara sebentar lagi akan di mulai! Nama kalian sudah ada di daftar acara. Penonton akan kecewa jika kalian tidak tampil!' seru PD dengan kesal.

"Jadi tak ada jalan lain kecuali melakukannya bukan?" Kata-kata Kyuhyun membuat Eunhyuk berusaha bangun dan berdiri. Leeteuk membantunya dengan wajah cemas.

Bertahanlah, Kyuhyunie. Aku dan Teukie hyung akan berusaha naik ke posisi tinggi. Kami akan mengubah semua ini menjadi lebih baik, bukan hanya untuk kita, tapi untuk artis lainnya juga. Kau harus jaga dirimu baik-baik sampai saat itu tiba, arra?

Eunhyuk meringis sambil berusaha menggerakkan jemari tangannya. Terasa sangat sakit, terutama di bagian lengan bawah dan pergelangan. Namun ia ber-syukur jemarinya bisa bergerak meski rasa sakit mengikuti setiap gerakannya. Kyuhyunie selama ini bertahan dari rasa sakitnya. Jika aku menyerah sekarang, aku tidak akan bisa memenuhi janjiku pada Kyuhyunie. Aku masih sanggup me-lakukannya.

"Kami akan tetap tampil." Kata-kata Eunhyuk mengejutkan semua pihak. "Teuki hyung, ijinkan aku melakukan perubahan terhadap penampilan kita."

Leeteuk memandang Eunhyuk. Untuk beberapa saat tak ada yang berbicara di antara mereka. Leeteuk benar-benar memperhatikan apa yang Eunhyuk coba sampaikan dengan hatinya, dan leader itu pun tersenyum. "Tidak masalah. Kita akan tampil dengan penampilan yang lain."

Meski awalnya PD menolak perubahan yang Eunhyuk tawarkan, namun akhirnya ia menyerah karena tidak mungkin penampilan mereka dibatalkan sama sekali. Leeteuk dan Eunhyuk bersyukur para penari pendamping mau me-nyesuaikan perubahan itu.

Suara tawa dan tepuk tangan meriah dari para penonton membuat mereka semua merasa lega. Battle dance yang diubah menjadi kocak itu sanggup menutup penampilan mereka yang tidak memakai gerakan-gerakan break dance yang membutuhkan tangan sebagai tumpuan. PD pun merasa puas dengan penampilan mereka.

Eunhyuk dan Leeteuk saling berpelukan dengan gembira. Mereka menerima ucapan selamat dari para pendukung. Semua sangat kagum dengan kecepatan kedua namja itu merubah situasi. Padahal semua sudah merasa pertunjukan ini akan gagal.

"Bagaimana kalian bisa berpikir secepat itu?" tanya salah seorang pengisi acara.

"Seseorang membuat kami menjadi sangat kreatif," ucap Eunhyuk sambil melirik sang leader. "Keberadaannya membuat kami terlatih mengubah situasi."

"Ne." Leeteuk tersenyum. "Dari dialah kami belajar apa artinya berjuang sampai saat terakhir. Kami tidak akan mengecewakannya."

Keduanya seperti biasa mengucapkan terima kasih dan membungkuk ke semua pendukung acara. Setelah itu, Leeteuk menarik tangan kiri Eunhyuk yang tidak cedera. "Kita harus segera ke rumah sakit, Hyukie. Cederamu cukup serius."

"Aniyo, Teuki hyung, kita masih ada rekaman di Mnet Countdown. Jika tugas MC kita selesai, barulah kita ke rumah sakit."

Leeteuk terpaksa mengijinkan Eunhyuk melakukan rekaman acara Mnet Countdown. Namun di tengah-tengah acara, Eunhyuk tidak sanggup lagi. Ia terjatuh di atas panggung karena kesakitan. Tangan kanannya terlihat mem-bengkak. Eunhyuk pun dilarikan ke rumah sakit. Lengan Eunhyuk harus digips karena cederanya cukup parah. Untuk sementara, tugas Eunhyuk di SUKIRA di-alihkan pada Yesung.

.

.

17 Maret 2008

"Hyukhyuk, cepat habiskan makanannya!" seru Kyuhyun sambil menyuap-kan sesendok besar makan siang dengan kasar ke mulut Eunhyuk yang sedang menonton televisi.

"Kyuhyunie, apa kau ingin membunuhku?" Eunhyuk terbatuk, nyaris ter-sedak oleh sendok yang diangsurkan Kyuhyun ke mulutnya.

"Dia memang ingin membunuh kita semua," gumam Heechul yang duduk di sisi sofa yang lain. Ia membenarkan letak kaca mata hitamnya. Namja itu baru saja menjalani operasi lasik untuk membenarkan penglihatannya yang kurang bagus.

"Heechul hyung, gurauanmu sama sekali tidak lucu," desis Kyuhyun. "Aku sudah berbaik hati membantu Hyukhyuk makan siang. Bukankah begitu, Hyuk-hyuk?"

Eunhyuk hanya bisa menelan ludah saat Kyuhyun memandang tajam ke arahnya. Tapi ia juga takut mengangguk karena di saat yang sama Heechul me-mandang dari balik kacamata, dengan pandangan yang tidak kalah tajam.

"Aigoo… Bisakah kalian meninggalkanku sendirian saja?"

"Jangan bicara! Cepat habiskan!" seru Kyuhyun lagi-lagi menyendok dengan penuh. Eunhyuk menggeleng sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri.

"Kyuhyunie, kau hari ini galak sekali…," keluh Eunhyuk masih bersikeras me-nutup mulutnya.

"Hyukhyuk masih belum bisa makan sendiri, tapi hari ini akan bertugas di SUKIRA dan melakukan syuting SBS hingga larut malam. Mulainya saja jam 11 malam, Hyukhyuk! Jam berapa kau akan pulang dari SBS?!"

"Bukankah kita biasa pulang malam? Semua acara SBS banyak yang di syuting jam 11 malam," celetuk Heechul.

"Tapi kondisi Hyukhyuk sedang tidak baik!"

"Kau sendiri? Memang kondisimu baik? Memang kondisiku baik? Kita ber-tiga dikurung di dorm karena tubuh kita sedang tidak beres!" Heechul tampak sangat kesal. Tapi ia sedang tak ingin berbantahan dengan Leeteuk.

"Kyuhyunie, jebal, tolong jangan marah lagi," bujuk Eunhyuk dengan wajah memelas. Dengan terpaksa dibukanya mulutnya dan menerima suapan yang sangat banyak itu hingga ia nyaris tersedak lagi.

Kyuhyun meletakkan piring makan siang yang dipegangnya dengan sedikit keras ke meja. Ia masih kesal dengan aktifnya Eunhyuk. Padahal tangan hyung-nya itu masih di gips dan digantung dengan kain penopang ke bahu. Sama sekali belum boleh digerakkan.

"Ck! Dia berani menjelek-jelekkan aku di depan umum? Dasar magnae kurang ajar! Akan kuberi dia pelajaran nanti!"

Seruan Heechul membuat keduanya menoleh ke layar televisi. SBS Confrontation 8 VS 1 yang disyuting kemarin sedang disiarkan. Kibum berbicara tentang Heechul, Heebum, bahkan minihompy milik Heechul yang sering di-penuhi status aneh. Mereka sedang membahas 'Siapa teman yang akan meng-khianatimu'. Dan Kibum memilih Heechul.

Heechul hyung memanggil Kibum hyung 'magnae'… Apa Heechul hyung tidak mau mengakuiku sebagai magnae?

"Aku rasa pilihan Kibum hyung tepat," celetuk Kyuhyun sambil mengukir evil smirk, mencoba menyembunyikan perasaan pedihnya. Senyumnya itu semakin lebar ketika Heechul menoleh dengan mata terbelalak. "Kokjongmal, hyung, kami bisa menerima pengkhianatanmu. Kapanpun otakmu beres, kembalilah ke-pada kami."

"Kau ini!" Heechul maju untuk menyerang Kyuhyun, namun Eunhyuk lang-sung berdiri di antara mereka. Tak ayal lagi, namja itu terdorong oleh Heechul sehingga nyaris terjatuh. Kyuhyun segera menangkapnya, namun tangan kanan Eunhyuk sempat mengenai sofa. Eunhyuk merintih kesakitan. Heechul yang me-rasa bersalah ikut membantu Kyuhyun mendudukkan Eunhyuk kembali.

"Hyukie pabo! Buat apa kau melindungi magnae ini?!" seru Heechul gemas.

"Ya! Heechul hyung! Bukankah kau bilang Kibum hyung yang magnae?!" seru Kyuhyun tak bisa menyembunyikan perasaan kesalnya.

"Kibumie itu Original magnae! Wookie itu Eternal magnae! Dan kau adalah Evil magnae!" seru Heechul keras sehingga Eunhyuk mengernyit karena kuping-nya berdenging.

"Kalau aku evil, Heechul hyung Senior evil!"

"Ya! Siapa yang mau jadi seniormu?! Aku lebih baik dari itu! Kau lebih pantas jadi bawahanku!"

"Oh ya? Bagaimana kalau King Evil? Puas?!" seru Kyuhyun tak kalah keras.

Eunhyuk terpaksa menutup telinganya. Tapi itu sia-sia, karena ia hanya bisa menutup telinga kirinya.

"Aku ini cantik, pabo! Aku lebih cocok disebut Queen Evil!" seru Heechul berang.

"Secantik apapun Heechul hyung, kau itu namja! Namja! Namja!"

"Setampan apapun kata orang, buatku kau itu jelek! Jelek! Jelek!"

"Mianhe, bisakah kalian berhenti bertengkar?" tanya Eunhyuk memelas.

"TIDAK BISA!"

Eunhyuk meringkuk dengan posisi duduk, saat keduanya berteriak ber-samaan ke arahnya. Ia tak tahu apa yang ada di pikiran Leeteuk saat membiar-kan keduanya menjaga dirinya di dorm. Kyuhyun melemparkan tubuhnya ke sofa yang berseberangan dengan Heechul. Kedua matanya memandang kesal ke arah hyung-nya yang masih memandang tajam ke arahnya.

"Aku tidak menghinamu, Heechul hyung. Dengan sifatmu, kemungkinan yang Kibum hyung katakan itu memang ada. Aku bersungguh-sungguh. Jika suatu saat kau pergi meninggalkan kami, kapanpun kau mau kembali, kami akan menerimamu."

Heechul yang siap mengumpat, menjadi terdiam mendengar kata-kata Kyuhyun. Ia memalingkan wajahnya. Heechul sadar yang Kyuhyun katakan benar. Beberapa media yang membahas soal grup yang sudah bubar ataupun akan bubar, menjadikan dirinya sebagai salah seorang yang diduga akan keluar dari grup. Sifatnya yang pemberang, bebas, seenaknya, membuatnya menjadi sasaran empuk tuduhan itu. Tapi ia pun tidak berani menjamin ia tidak akan me-lakukannya.

"Jangan terlalu naïf, Kyuhyunie. Seseorang yang sudah mencampakkan grupnya, tidak mungkin diterima kembali oleh yang lain. Akan banyak luka selama keadaan itu berlangsung," ujar Heechul dengan nada serius. "Aku pun akan sulit memaafkan jika seseorang mencampakkanku."

"Kami akan berusaha tidak begitu." Kyuhyun memandang lurus ke arah Hee-chul. "Sejak awal, kami tahu Heechul hyung orang yang seperti apa. Karena itu, jika Heechul hyung pergi dan ingin kembali, kami akan menerimanya."

"Aku setuju dengan Kyuhyunie." Ucapan Eunhyuk membuat keduanya menoleh. "Hyung, meski kau tidak pandai menyanyi dan menari, tapi kami semua membutuhkanmu. Tanpamu kami tidak bisa bertahan sampai saat ini. Karena itu, kalau hal buruk terjadi, kembalilah kepada kami. Berjanjilah hyung akan mencoba mempercayai kami. Jebal, hyung."

Heechul tertegun memandang kedua dongsaeng-nya. Tapi wajah mereka menunjukkan kesungguhan yang tidak dibuat-buat. Heechul bangkit berdiri dan bergerak ke arah jendela. Ia tak mau mereka berdua melihat matanya yang mulai berkabut.

"Aku masih lebih mempercayai Chocoball daripada ucapan si Jelek dan si Cengeng."

Heechul berbalik sambil menyeringai lebar. "Aku akan mencoba mem-percayai kalian 20% saja."

"Begitupun tak apa," ucap Kyuhyun. Eunhyuk dan Kyuhyun tersenyum lebar ketika seringaian Heechul semakin mengerikan. Mereka tidak membahasnya lebih lanjut. Tetapi mereka mematrinya di dalam hati, berharap jika saat itu tiba, semua akan tetap di keputusan mereka saat ini.

.

.

19 Maret 2008

Kesibukan Super Junior berjalan seperti biasa. Namun ada beberapa per-ubahan yang terjadi karena adanya Super Junior M. Situasi di luar sangat me-manas dengan rumor Super Junior China yang beredar. Mereka belum tahu jika Super Junior China telah berganti menjadi Super Junior M dan membernya telah ditetapkan secara pasti.

Pembatalan rencana kerja terhadap member yang terpilih pun terjadi. Diantaranya adalah peran Siwon di film Hello Schoolgirl yang digantikan oleh Kangin. Jadwal Super Junior pun turun drastis. Satu per satu acara mereka masuk rencana pemberhentian dengan alasan kesibukan mempersiapkan Super Show. Karena itulah semua berusaha agar acara yang masih berlangsung dilakukan sebaik-baiknya, dengan harapan akan ada permintaan acara lain untuk Super Junior.

Eunhyuk yang masih digips tangan kanannya, bersikeras tetap menjalani jadwal SUKIRA. Ia beralasan bahwa tangannya yang cedera tidak menganggu acara. Padahal semua tahu Eunhyuk merasa kesakitan saat melakukan semua rutinitas itu. Tapi Eunhyuk tidak peduli, apalagi Kyuhyun juga tetap berusaha tampil maksimal untuk persiapan Super Junior M.

Terpilihnya Hankyung pada tanggal 19 Maret sebagai pembawa obor, membuat semua merasa terhibur. Pihak SM juga mengkonfirmasi berita itu. Hankyung meraih suara terbanyak dibanding calon lainnya. Super Junior juga akan diundang ke acara pembukaan event olimpiade itu selama dua hari.

"Kita harus tampil sebaik mungkin di sana," jelas Leeteuk tadi pagi. "Kita tunjukkan bahwa penampilan Super Junior semakin baik, seperti yang Hankyung-ah janjikan di Beijing waktu itu. Jangan pedulikan jadwal kita yang menurun. Lakukan saja yang ada sebaik mungkin."

Heechul mendengus kesal mengingat ucapan Leeteuk. Siang ini ia mengang-gur dan memilih mengutak-atik laptopnya di meja makan dorm lantai 11. Ia ingin melihat-lihat berita terbaru. Namja cantik sekaligus tampan itu meng-gelengkan kepala ketika membaca perseteruan ELF dengan pihak SM. ELF sangat cemas dengan ditambahkannya personil baru.

"Aigoo… Kenapa tidak bilang saja kalau Zhoumi-ah dan Henry-ah hanya member di sub grup?"

Heechul lagi-lagi mendengus dengan lambatnya konfirmasi berita dari SM.

"Ne, banyak ELF yang mengira ada satu member lagi yang ditambahkan, yai-tu Chou Chen Chen. Totalnya menjadi 3 orang." Donghae menyahut.

Selain Heechul, hanya ada member Super Junior M di dorm. Mereka ber-kumpul di sofa ruang tengah untuk mendalami bahasa mandarin bersama Zhou-mi. Hankyung sendiri sibuk mengurus keperluan debut Super Junior M sejak tadi pagi.

"Ada juga rumor yang bilang, Henry-ah dibatalkan sebagai member Super Junior China dengan adanya Joomyuk-sshi," tambah Siwon sambil tersenyum lebar. Joo Myuk adalah nama Korea Zhoumi.

"Tapi berkat rumor itu, beberapa fans merasa simpatik pada Henry-ah." Ryeowook merangkul Henry yang duduk di sisinya.

"Ne. Mereka merasa bersalah. Setelah mengalami penolakan begitu rupa, akhirnya Henry-ah gagal masuk ke Super Junior China dan digantikan oleh calon lainnya." Donghae membenarkan.

"Aku sempat menonton ketika kalian tampil dan Henry-ah diteriaki 'yeolse-myeong' dengan keras." Zhoumi tersenyum prihatin. Ia bertanya-tanya bagai-mana reaksi ELF saat dia dan Henry diumumkan secara resmi di April nanti.

"Yeolsemyeong? What it means?" Henry memandang yang lain meminta jawaban.

"Ah! Song Qian?" Sebelum ada yang menjawab, suara Kyuhyun membuat semua menoleh. "Nanti malam jangan lupa, aku sudah membuat janji untukmu. Baik-baiklah berkenalan dengan mereka, arra?"

"Song Qian?" Ryeowook menautkan alisnya.

"Kyuhyunie diberi nomor teleponnya begitu saja?" Donghae menggelengkan kepala. "Kalau Teuki hyung tahu, dia akan sangat kesal."

"Waeyo?" Zhoumi mendekat dengan rasa tertarik.

"Teuki hyung pernah bertemu Song Qian sebelumnya." Siwon menjelaskan. Kini mereka semua sudah saling mendekatkan kepala dan berbisik. "Tapi saat Teuki hyung meminta nomornya…."

"Tanyakan saja pada managerku," sambung Ryeowook sambil tertawa kecil. "Song Qian menjawab begitu. Teuki hyung sendiri yang menceritakannya waktu tahu Song Qian menjadi model di MV U Super Junior M."

"Apakah Kyuhyun hyung berpacaran dengannya?" Henry ikut berbisik.

"Gui Xian, kau tadi pamit ke kamar mandi, bukan untuk menelepon," tegur Zhoumi. Kata-kata Henry membuatnya was-was.

"Satu kali lagi, Zhoumi ge." Kyuhyun menekan beberapa nomor. "Aku takut melupakannya."

Zhoumi hendak menegur, namun Siwon menarik lengannya pelan.

"Kokjongmal, Kyuhyunie bukan berpacaran. Dia memang seperti itu."

"Apa maksudmu, Shi Yuan?" Pertanyaan Zhoumi hanya dijawab dengan jari telunjuk di bibir oleh Siwon.

"Yeoboseyo, sunbae." Suara Kyuhyun terdengar lagi.

"Nanti malam jangan lupa di kedai yang biasa, ne? Ayolah, sunbae… Aku biasa memainkan Zerg sedangkan orang yang akan kuperkenalkan ini biasa bermain sebagai Terran. Dia kesulitan soal penggunaan Battlecruiser. Cuma sunbae yang bisa membantunya menjadi Terran yang lebih ahli. Ne, gomawo, sunbae. Aku jamin, sunbae akan senang mengenalnya."

"Kali ini, dia bicara…bicara…tentang…game…?" Zhoumi mengeja kata-kata-nya. Ia tak percaya akan menanyakan hal seperti ini.

"Ne, uri Kyuhyunie seperti kabel penghubung," bisik Siwon. "Zhoumi qe cu-kup berdiri di dekatnya seperti anak hilang, dan dia akan mendekat, bertanya, lalu memberikan kepadamu apa yang kau butuhkan. Teman? Makanan? Taktik bermain game? Dia akan memberikan semuanya."

"Tadi Song Qian butuh teman dan kini seseorang membutuhkan bantuan soal game." Henry menggelengkan kepalanya.

"Aku percaya," gumam Zhoumi masih sedikit takjub. "Aku pernah menga-laminya."

Di meja makan, Heechul membaca berita tentang rumor masuknya Kyuhyun sebagai salah satu member Super Junior China. Beberapa orang tidak setuju. Mereka menginginkan Kibum yang belum masuk ke sub-grup manapun untuk masuk ke Super Junior China. Mereka beranggapan Kyuhyun mengambil rejeki member yang lain.

"Ini yang aku tidak suka dari netizen. Seandainya mereka tahu betapa kami semua tidak ingin si Jelek masuk Super Junior M…"

"Heechul hyung memanggilku?"

Pertanyaan Kyuhyun membuat Heechul tersadar. Ia bergumam keras sedari tadi, padahal dia tidak sedang sendiri di dorm lantai 11 itu. "Jadi kau akhirnya mengakui kalau kau jelek?" tanya Heechul sekenanya.

Kyuhyun meringis. "Sepertinya aku mulai terbiasa dengan julukan itu, hyung."

Heechul menyeringai puas, lalu kembali memandang laptopnya. Member Super Junior China yang lain tersenyum mendengar percakapan keduanya.

"Kyuhyunie, cepat kemari!" seru Zhoumi ketika melihat Kyuhyun tidak juga bergabung dengan mereka.

"Aku haus, Zhoumi qe." Kyuhyun mendekati Heechul. "Hyung mau minuman hangat?"

"Boleh."

Kyuhyun beranjak ke dapur sementara Heechul melanjutkan aktivitasnya. Namun beberapa menit kemudian wajah Heechul merah padam. Ia beranjak bangkit dan bergegas keluar dari dorm dengan pintu terbanting. Tepatnya ditutup dengan keras. Pintu apartemen mereka memiliki pengaman sehingga tidak bisa dibanting seperti di dorm lama mereka.

Kyuhyun berjengit mendengar suara keras pintu tadi. Ia keluar dari dapur dan menyadari Heechul tidak ada. "Kenapa Heechul hyung tiba-tiba keluar?"

"Mungkin ada keperluan mendadak?" Siwon mengangkat bahu. Mereka semua juga terkejut dengan kelakuan Heechul tadi.

"Tapi aku tak mendengar suara telepon masuk," gumam Kyuhyun kepada dirinya sendiri.

Saat ia meletakkan secangkir teh hangat di meja makan, tanpa sengaja ia melihat layar laptop Heechul. Sesuatu membuatnya tertarik untuk membaca yang terpampang di layar. Kulitnya yang putih berubah pucat. Ia menyadari apa yang membuat Heechul bergegas keluar tadi. Hyung-nya yang perasa itu pasti marah besar saat ini.

Kyuhyun bergegas lari ke luar dorm. Ia tidak mengindahkan seruan heran yang lain. Kyuhyun melirik ke arah lampu lift yang tidak bergerak. Heechul hyung tidak memakai lift. Kyuhyun langsung menyusuri tangga apartemen, ber-harap dapat menyusul hyung-nya.

Baru menuruni beberapa lantai, Kyuhyun tersentak. Di ujung bawah anak tangga, ia melihat sosok Heechul terbaring dengan wajah berlumuran darah. Sosok itu sama sekali tidak bergerak.

"HEECHUL HYUNG!" Kyuhyun melompati beberapa anak tangga sekaligus untuk menghampiri sosok Heechul.

.

.

Heechul membuka matanya sambil mengeluh. Kepalanya terasa sangat be-rat, namun yang paling parah adalah rasa sakit yang ia rasakan pada hidungnya. Ia terpaksa menarik napas lewat mulut karena hidungnya terasa tersumbat. Bau obat-obatan tercium olehnya. Ia pun memandang sekeliling dinding yang ber-warna serba putih.

"Hyung, kau sudah sadar?" Suara Kibum membuat Heechul menoleh. Na-mun rasa sakit membuatnya tetap bungkam. Kibum menekan tombol pemang-gil. Tak lama kemudian Euisa dan seorang perawat datang untuk memeriksa Heechul. Euisa memberinya obat yang meredakan rasa sakitnya dan berlalu de-ngan keputusan Heechul harus menginap di rumah sakit selama seminggu untuk pemantauan.

"Menyebalkan!" seru Heechul. Setelah rasa sakitnya menghilang, dia mulai bisa berkata ketus seperti biasa. Hal itu membuat Kibum tersenyum senang.

Kibum membukakan makan siang yang diantar sang perawat, lalu mengam-bil semangkuk puding untuk makanan pembuka. Ia menyuapkan makanan lem-but itu kepada Heechul yang segera memakannya tanpa membantah. Perutnya memang terasa lapar.

"Kibumie, kau yang mengantarku ke rumah sakit?"

"Kenapa hyung bertanya begitu?"

"Bukankah kau sedang syuting drama? Saat Euisa datang tadi, aku melihat seekor anjing kecil mengintip di pintu."

"Heechul hyung mengigau," kata Kibum sambil tertawa.

"Mana boleh binatang masuk ke dalam rumah sakit?"

"Kibumie, kalau kau berpura-pura lagi, aku akan melempar isi gelas ini ke wajahmu," ancam Heechul membuat tawa Kibum semakin keras. "Si jelek itu yang membawaku ke rumah sakit. Benar kan?"

"Ne. Dia tidak berani menggerakkan hyung karena takut memperparah keadaan jika terjadi gegar otak. Karena itu Kyuhyunie memanggil ambulans."

"Lalu, kenapa kau yang menungguiku di sini jika dia bisa menungguiku? Di mana dongsaengdeul lainnya?"

Kibum lagi-lagi hanya tersenyum sambil menyendokkan puding. Ia teringat kejadian tadi siang saat menerima telepon dari Kyuhyun. Magnae-nya itu mem-bujuk, memohon, merajuk, memarahi, dan akhirnya memaksanya untuk me-ninggalkan lokasi syuting.

Jebal, Kibum hyung, saat ini Heechul hyung sangat membutuhkanmu. Aku ti-dak mungkin mengganggu Hankyung hyung yang sedang sibuk. Jebal, aku akan melakukan apapun asal Kibum hyung datang ke rumah sakit. Namja itu teringat kata-kata permohonan Kyuhyun.

Kibum hyung! Kalau kau tidak datang ke rumah sakit dalam 15 menit, aku akan ke sana dan membuat kekacauan di lokasi syutingmu! Percayalah, hyung, aku akan melakukannya!

Kibum tersenyum. Meski ia yakin 'kekacauan' yang akan dibuat Kyuhyun memiliki bentuk berbeda dengan 'kekacauan' yang dibuat oleh Heechul, ia tak ingin hal itu terjadi. Kekacauan tetaplah sebuah kekacauan. Track record magnae-nya untuk hal itu sudah tidak diragukan lagi.

"Kibumie, kau tidak menjawab pertanyaanku." Kibum lagi-lagi hanya menyuapkan puding, membuat Heechul mendelik lebar dan mendorong mundur sendok itu hingga isinya jatuh ke pangkuan Kibum. "Ya! Kibumie! Kau berani mengacuhkan pertanyaanku?!"

"Heechul hyung, hyung itu orang yang sangat pintar. Tanpa aku beritahu, hyung pasti bisa menjawabnya sendiri."

Heechul terdiam. "Dia masih berada di luar?"

"Sedari tadi. Tidak beranjak sedikitpun."

"Kalau begitu aku mau makan. Kibumie, kau bantu aku makan, arra?"

"Ani, tangan hyung tidak sakit." Kibum menggeleng. "Hyung tidak mengun-dangnya masuk?"

"Biarkan saja magnae pabo itu! Sampai kapan dia mau salah paham?"

"Itu karena Heechul hyung juga."

"Kau mau membantuku makan atau mau kutendang keluar?"

"Aku akan membantumu makan saja, hyung." Kibum kembali tertawa. Ia membantu Heechul menghabiskan jatah makan siang yang terlambat itu. Ia juga membantu Heechul meminum obat yang diberikan dokter.

"Aku mengantuk. Kibumie, jika kau pulang, suruh si jelek itu pulang. Aku tak mau dimarahi Teuki hyung jika magnae kesayangannya sakit."

"Jjaljayo, hyung." Kibum menyelimuti Heechul sambil tetap tersenyum.

.

.

Entah berapa lama Heechul tertidur, ia sendiri tidak tahu. Namja itu terkejut mendapati kepala Kyuhyun terbaring di sisinya. Kyuhyun tidur dengan posisi du-duk. Kedua lengannya diletakkan di bawah kepala sebagai pengganti bantal. Wa-jah tirus itu tampak lelah. Rambutnya yang dipotong pendek membuat wajah-nya terlihat kekanak-kanakan.

"Kyuhyunie, melihatmu sepolos ini membuatku sedih," gumam Heechul. Dengan hati-hati ia mengusap rambut Kyuhyun. Pikirannya melayang pada berita yang dibacanya tadi. "Super Junior project grup. Kenapa label itu masih melekat pada kita? Bukankah Super Junior sudah sebuah grup tetap? Lalu apa artinya usahamu selama ini untuk menjadi bagian dari kami, jika member Super Junior bisa ditambah hingga 100 orang?"

Kyuhyun masih saja terlelap dengan suara napas yang cukup mengganggu. Heechul terpaksa menahan tawa karenanya. Ia meraih tissue dan meletakkan-nya di dekat mulut Kyuhyun untuk berjaga-jaga. Diacaknya pelan rambut Kyu-hyun dengan gemas. "Suara tidurmu seperti kereta jaman dulu, Kyuhyunie."

Pasien yang memiliki penyakit pneumothorax memang mendengkur ketika tidur akibat terjadinya distres pernapasan ringan. Mulut yang terbuka saat tidur, juga obat yang mengakibatkan kondisi mulut lebih kering, membuat mereka mengeluarkan air liur saat tidur.

Heechul teringat kata-kata Euisa saat memberi informasi tentang kondisi Kyuhyun. Sejak itu, mereka tidak pernah memarahi Kyuhyun karena kebiasaan tidurnya. Mereka hanya menaruh bantal di wajahnya, sehingga suara dengkuran Kyuhyun tidak terlalu mengganggu member lain jika mereka sedang tidur ber-sama-sama. Tetapi akhirnya mereka was-was sendiri, dan memilih menutup wa-jah mereka dengan bantal daripada mengambil resiko.

Wajah Heechul kembali murung. "Kau tahu apa yang dikatakan Euisa saat operasi pencabutan pin-ku gagal tahun lalu? Pin baja di kakiku bengkok karena aku memaksakan diri melakukan dance. Pin yang dua lagi melekat erat dengan tulangku sehingga mereka tidak bisa mengambilnya. Juni nanti mereka akan me-mantaunya lagi."

Mata Heechul terasa panas. Tangannya mulai gemetar. "Itu baja, Kyuhyunie. Baja pun bisa bengkok karena kupaksa menari. Bagaimana kau bisa begitu bo-doh memaksa tubuhmu melakukan dance penuh di Super Junior M? Apa kau sudah bosan hidup?"

Kyuhyun tetap tertidur dengan nyenyak padahal Heechul berharap Kyuhyun menyahutinya seperti biasa. Heechul merasa malu sendiri dengan kata-katanya tadi. Wajah polos Kyuhyun mendadak membuatnya jengkel bukan kepalang.

"YA! CHO KYUHYUN! KENAPA KAU TIDUR SEPERTI ORANG MATI?! KAU BERANI MENGACUHKANKU?!"

Kyuhyun tersentak mendengar teriakan Heechul. Kemudian sebuah pukulan keras mendarat di kepalanya. Untuk beberapa detik ia memandang Heechul dengan bingung, mencoba mengumpulkan kesadarannya yang belum penuh.

"He… Heechul hyung butuh sesuatu?"

"Aku butuh wajah jelekmu menghilang secepatnya dari sini!"

"Ah! Mianhe, hyung, belum ada yang bisa menjaga di sini. Jadi aku pikir…." Ucapan Kyuhyun terhenti. Dia teringat bahwa percuma saja berdebat dengan Heechul. Namja itu meraih HP-nya dari dalam tas. "Hyung tunggulah sebentar; Aku akan meminta hyungdeul yang lain menggantikanku."

"MWO?!" Heechul menjadi geram bukan kepalang melihat wajah bersalah Kyuhyun. Ia tak menyangka, Kyuhyun masih menganggapnya tidak menerima magnae Super Junior itu. Sekarang Heechul mengerti mengapa Kibum mening-galkan lokasi syuting hanya untuk menemaninya; Itu karena Kyuhyun mengira Heechul tidak akan mau jika Kyuhyun yang berada di situ. "DASAR PABO! JELEK! MAGNAE KURANG AJAR!"

Kyuhyun benar-benar terkejut karena Heechul mulai melemparinya dengan bantal, kotak tissue, sendok, dan apapun yang bisa namja itu raih dari atas na-kas. Bahkan mangkuk plastik bekas puding pun ikut terlempar. Keributan itu membuat perawat datang. Ia menegur hingga Heechul menghentikan kegiatan-nya.

"Apa-apaan ini?!" Wajah si perawat sangat marah.

"Mianhamnida, ini semua karena saya." Kyuhyun membungkukkan tubuh meminta maaf. "Saya akan segera keluar dari sini. Saya jamin, Heechul hyung tidak akan mengamuk lagi. Jebal, jangan memarahinya. Mungkin dia sedang sangat kesakitan."

Heechul mengamati Kyuhyun yang bergegas membereskan tas ranselnya dan menuju pintu tanpa menoleh sedikit pun.

"Kau berani keluar selangkah lagi, aku akan membencimu seumur hidup, Kyuhyunie!" desis Heechul dengan suara yang membuat sang perawat mundur. Ia tak menyangka pasiennya yang berwajah cantik bisa tampak begitu mengeri-kan. Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia memandang Heechul untuk me-mastikan pendengarannya.

"Anda akan baik-baik saja?" tanya sang perawat cemas saat Kyuhyun kem-bali masuk dan duduk di kursi yang terdapat di sebelah tempat tidur.

"Ne, anda jangan khawatir. Dia hyung-ku," jawab Kyuhyun sambil ter-senyum menenangkan.

Sang perawat beranjak keluar setelah memastikan keduanya tidak melaku-kan acara lempar-melempar lagi. Ia kemudian menutup pintu dengan perlahan.

Sampai sepuluh menit kemudian, Kyuhyun hanya bisa melongo mendengar Heechul memakinya dengan berbagai ungkapan yang hyung-nya itu miliki. Ia pernah mendengarnya sesekali karena Hankyung juga begitu jika marah. Semua berkat ajaran Heechul saat Hankyung pertama kali belajar bahasa Korea. Hyung Cina-nya jadi pandai memaki dengan kasar. Kyuhyun tanpa sadar tersenyum membayangkan kombinasi aneh wajah sendu, suara lembut, dan kata-kata yang membuat orang sopan akan menautkan alis.

"Kenapa kau tersenyum? Kau tidak mendengar kata-kataku?!"

Kyuhyun memandang Heechul yang sudah merah padam beberapa saat dan akhirnya tertawa terbahak-bahak. Ia mati-matian mencoba menghentikan tawa-nya, tapi tidak berhasil. Heechul mengerti. Karena itu ia hanya bisa mendelik kesal menunggu sang magnae berhenti tertawa.

"Aku mendengarnya dengan jelas, hyung," kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar. "Tapi tidak sopan jika aku mengulangnya lagi. Intinya, Heechul hyung mau aku menemani di sini kan?"

"Apa maksud senyummu itu?!"

"Aku sedang senang, hyung, ijinkan aku tersenyum sesekali," kata Kyuhyun dengan wajah memelas yang jelas pura-pura. Sedetik kemudian namja itu kem-bali tertawa melihat raut wajah Heechul. "Hyung cantik sekali jika marah."

"Mwo? Hidung diperban begini kau bilang cantik?"

Kyuhyun kali ini tidak tertawa. Ia memandang Heechul dengan prihatin.

"Kata Euisa, Heechul hyung harus istirahat seminggu. Mereka ingin meman-tau kondisi Heechul hyung. Semoga semua baik-baik saja."

"Ck, jangan cemas begitu. Kepalaku ini keras. Jatuh seperti itu bukan masalah besar."

"Syukurlah." Kyuhyun tersenyum lebar. "SBS Confrontation 8 VS 1 besok malam… Shindong hyung yang akan menggantikan Heechul hyung sebagai bin-tang tamu."

"Seminggu? Bagaimana dengan Inkigayo?"

"Kangin hyung akan menggantikannya sepulang kami dari China."

"Kalian lusa berangkat?"

"Ne. Shindong hyung dan Kibum hyung akan menjaga Heechul hyung dan Hyuk… maksudku Eunhyuk hyung." Kyuhyun tidak ingin membuat Heechul marah saat ini. Apalagi wajah Heechul terlihat suram sekarang.

"Kau menemukanku… karena kau membaca berita itu?"

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. "Hyung, seandainya aku tidak curiga dan membacanya… Hyung bisa…." Kyuhyun tidak sanggup melanjutkan kalimat-nya. Ia memandang Heechul dengan pandangan menegur. "Jebal, hyung, lain kali jika kau marah, bantinglah apapun yang ada di dekatmu, tapi jangan berlari dengan marah seperti tadi. Itu sangat berbahaya. Apalagi mata hyung masih dalam tahap pemulihan. Aku tak bisa membayangkan jika tak ada yang me-ngetahui keadaan hyung tadi."

"Tapi kau mengetahuinya." Heechul tersenyum samar. "Gomawo, Kyuhyun-ie. Aku akan mengingat kata-katamu untuk lain kali. Aku juga tak ingin wajah tampanku ini rusak. Ngomong-ngomong, apakah aku perlu hidung pengganti?"

"Ani." Kyuhyun kembali tertawa. "Hidung hyung masih berfungsi."

"Paling di internet tersiar kabar hyung melakukan operasi plastik pada hidung."

"Uhm, benar juga." Heechul menyeringai lebar. "Aku ingin bisa mencengke-ram para antifans sesekali. "Aku akan membedah mereka untuk mengetahui apa saja isi hati orang-orang seperti itu."

"Eomma bilang, 'Ingat baik-baik, Kyuhyunie… Ketika orang-orang membenci kita, kita harus mengasihi mereka lebih lagi. Karena kita tahu, cinta akan me-ngalahkan kebencian. Arra?' Begitu, hyung," kata Kyuhyun sambil menirukan gerakan sang eomma saat berbicara.

"Kalian sangat naif. Banyak orang-orang yang akan menyalahgunakan ke-percayaan yang kalian beri. Contohnya aku. Banyak yang bilang aku akan me-ninggalkan Super Junior. Kau bilang akan menerimaku. Bagaimana kalau aku tidak berniat kembali? Atau aku sudah percaya padamu, tapi ternyata saat aku kembali, kalian tidak mau menerimaku? Bukankah itu hal yang sangat biasa ter-jadi?"

"Lebih baik aku salah karena mempercayakan sesuatu kepada seseorang, daripada aku salah karena tidak mempercayakan sesuatu kepada seseorang," ucap Kyuhyun dengan tegas.

"Mwo?"

"Hidupku yang sekarang ini adalah kepercayaan kedua yang diberikan untukku, Heechul hyung. Saat aku terbaring di jalan malam itu, yang ada dipikiranku hanyalah semua yang belum aku lakukan untuk orang-orang yang kusayang;. Untuk semua orang yang penting bagiku. Aku jadi tahu apa yang paling penting dalam hidup ini. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang aku miliki."

"Meskipun Super Junior akan memiliki member hingga 100?"

"Aku sanggup menyayangi sebanyak itu."

Ucapan Kyuhyun membuat Heechul bisa tertawa dengan lepas. "Hmm, membayangkan memiliki 98 dongsaeng, hidupku pasti sangat nyaman."

"Ne, semua akan menurut apa kata hyung," gurau Kyuhyun. "Mungkin Heechul hyung tidak perlu berjalan untuk ke mana-mana, semua sudah dilayani dengan baik."

"Betul juga." Heechul mengangguk. "Tapi sampai kapanpun, aku akan mem-pertahankan Super Junior dengan jumlah 13. Kau lah member ke-13 itu, Kyu-hyunie. Tidak akan ada penambahan lainnya. Aku tidak bicara tentang Super Junior M."

"Hyung…."

Heechul menarik napas panjang sambil menyandarkan tubuhnya ke tumpukan bantal. Ia harus tidur dengan posisi agak tinggi, agar tak ada darah yang masuk dari luka di hidungnya.

"Hankyung-ah akan menjadi leader yang sangat berbeda dengan Teuki hyung. Semua akan ia atur dengan baik, semua detail akan ia rinci dengan jelas."

"Kyuhyunie, dia namja yang sangat serius. Kau harus menuruti semua kata-katanya, arra?"

"Arraseyo hyung."

"Ck, kadang aku benci dengan sifatnya itu. Kau jangan heran jika dia mem-buat urutan member yang mandi nanti."

Kedua namja itu pun tertawa dengan keras, sampai sang perawat kembali masuk untuk mengecek keadaan mereka.

.

.

20 Maret 2008

Super Junior masih merupakan project grup. Kami bisa menambah-kan membernya hingga 100 orang bahkan lebih.

Kyuhyun-sshi tidak boleh masuk ke dalam Super Junior China! Dia sudah menjadi member dari Super Junior KRY! Apakah dia ingin me-ngambil rejeki member lainnya? Kenapa Kibum-sshi di anak tirikan?

Kyuhyun meringis teringat kata-kata itu. Masih banyak kata-kata lainnya yang ia baca sepulang dari rumah sakit kemarin. Protes akan masuknya Chou Chen Chen, Joo Myuk, dan Henry ke dalam Super Junior juga membuat situasi memanas. Ketika ia menanyakan hal mengenai status Super Junior kepada Hankyung, hyung-nya itu tersenyum getir, menandakan bahwa kata-kata yang muncul di televisi lusa kemarin itu benar adanya.

Hari ini, suasana semakin memanas. Merasa protes mereka tidak didengar, ELF yang sejak Januari 2008 menggalang dana, akhirnya benar-benar membeli 58.206 saham SM. Kini sebagai pemilik 0,3% dari keseluruhan saham SM, mereka memiliki hak suara dan menghimbau agar SM tidak merubah komposisi Super Junior sehingga jumlah member tetap 13 orang.

Dan sekarang, Kyuhyun berada di dalam lift hendak menuju kantor Petinggi SM.

Mungkin aku bisa mengubah pikiran Seonsaengnim. Semakin dekat ke lantai teratas, Kyuhyun semakin gugup. Cho Kyuhyun, kau pikir siapa dirimu sehingga Seonsaengnim harus mendengarkanmu?

Tepat satu lantai sebelum mencapai kantor petinggi SM, ia membatalkan niatnya. Namja itu keluar dari lift dan berjalan menuju tangga.

Ia terus berjalan melewati lantai di mana Petinggi SM berada dan terus naik hingga ke bagian atap gedung. Ia pernah ke sini sebelumnya. Asal ia tidak mem-buka pintu lift ataupun pintu lainnya yang menuju lantai kantor Petinggi SM, ia tidak akan menemui penjaga.

Kyuhyun berjalan hingga ke pinggir atap, melihat semua yang terpampang dihadapannya. Lama ia merenung, namun pikirannya justru semakin kalut. Sejauh yang ia selidiki, baru Heechul, Hankyung, dan dirinya yang mengetahui hal ini. Tapi ia curiga Leeteuk mengetahuinya juga. Sebagai leader seharusnya Leeteuk tahu lebih dahulu. Namun kejadian di awal perencanaan Super Junior M tahun lalu membuatnya sedikit meragukan kesimpulannya.

Bagaimana jika Teuki hyung belum tahu dan akhirnya mengetahuinya?

Masih jelas di ingatan Kyuhyun, saat menemukan Leeteuk menangis di dorm lama mereka. Waktu itu malam sudah sangat larut, dan semua sudah tertidur. Kyuhyun yang hendak mengerjakan tugas kuliahnya bangun dan beranjak keluar kamar. Ia mendapati sang leader menangis sambil menatap laptop di hadapan-nya.

"Waeyo, Leeteuk hyung?" tanyanya saat itu.

Ia sedikit cemas Leeteuk akan tersinggung dengan pertanyaannya. Tetapi Leeteuk justru melambaikan tangan, memberinya kode untuk mendekat. Dengan wajah penuh air mata kegembiraan, Leeteuk menunjuk sesuatu di ba-wah tulisan Super Junior yang ada di website. Kyuhyun menautkan alisnya tidak mengerti.

"Tertulis 'Super Junior group', Kyuhyun-ah… Super Junior group… Sebelum-nya ketika kami debut, yang tertulis adalah 'project group'. Dan kini, di single U ini, tulisan itu berubah menjadi 'group'. Aku sangat gembira melihatnya."

Meski saat itu Kyuhyun belum sepenuhnya diterima, namun ia bisa me-rasakan kegembiraan Leeteuk.

Heechul hyung dan Eunhyuk hyung baru saja mengalami kecelakaan. Be-berapa acara yang dipegang oleh Teuki hyung dan hyungdeul yang lain memasuki episode-episode akhir. Teuki hyung akan sangat sedih jika men-dengar berita ini. Apakah Super Junior yang kami pertahankan akhirnya akan berakhir begitu saja? Apakah semua usaha kami akan berakhir sia-sia?

"Aku lelah, hyungdeul… Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mempertahankan Super Junior…," keluh Kyuhyun sambil duduk memeluk lutut.

Saat tadi siang bergurau tentang 100 member, ia dan Heechul sama-sama tahu, apa yang mereka bicarakan hanya gurauan kosong belaka. Di berita tele-visi, bukan hanya dikatakan tentang penambahan saja, tetapi juga pengurangan dan pergantian personil. Bukan mustahil di antara mereka bertigabelas akan ada yang dikeluarkan.

Hari sudah menjelang sore ketika hujan mulai turun. Kyuhyun dengan ter-paksa meninggalkan atap gedung. Ia tak ingin Leeteuk semakin khawatir jika ia jatuh sakit. Namun perasaan sesaknya membuat namja itu terduduk di tangga dan menangis tanpa suara. Tiba-tiba seseorang menariknya berdiri. Kyuhyun ter-kejut bukan kepalang saat tahu siapa orang yang menariknya. Ia bergegas menghapus air matanya dengan tangannya yang bebas.

"Kau akan pulang dengan wajah seperti itu?"

Petinggi SM menatap Kyuhyun yang tidak menjawab sepatah katapun. Ia melepas tangan Kyuhyun.

"Ikut aku ke kantor!"

Kyuhyun ingin menolak, namun Petinggi SM sudah mendahuluinya me-langkah menuju pintu.

Hanya ada dua orang penjaga yang menunduk hormat ketika sang Petinggi SM melewati mereka. Saat berada dalam ruangan kantor yang sangat besar itu, Kyuhyun duduk sambil tetap berdiam diri.

Sang Petinggi SM menghela napas panjang melihat wajah Kyuhyun yang sangat suram. Ia membuka wine cooler, mengambil sebotol wine dan membuka tutupnya. Ia membiarkan minuman itu terbuka sejenak sambil mengambil dua gelas khusus wine. Petinggi SM menuangkan wine ke masing-masing gelas, kemudian menutup dan mengembalikan botol tersebut ke tempat semula. Kyuhyun mengangkat wajahnya saat Petinggi SM menyodorkan gelas wine itu.

"Seonsaengnim, saya… "

"Kau berani menolak menemaniku minum?" tanya sang Petinggi SM. "Kau sudah cukup umur, dan aku tahu kau cukup mengenal minuman ini."

"Mianhamnida, saya sudah tidak sopan membiarkan Seonsaengnim me-nuangkan minuman untuk saya."

"Saat ini saja." Sang Petinggi SM tersenyum. Ia memperhatikan saat Kyu-hyun memegang kaki gelas dan bukan badan gelas; Hal yang benar karena tidak membiarkan suhu tubuh mengubah rasa wine yang ada di dalam gelas. "Saat ini saja kita berbicara sebagai dua orang pencinta wine. Kau bisa menaksir jenis-nya?"

"Anda menguji saya, Seonsaengnim?" Mata Kyuhyun sedikit berbinar. Hal itu membuat Petinggi SM tersenyum. "Mianhamnida, Anda salah orang. Saya tidak ahli soal red wine."

"Ayolah, sebutkan saja apa yang menurutmu terdapat dalam minuman ini."

Kyuhyun memandang gelas berisi red wine di tangannya dengan diam.

"Aku sudah menyiapkan sebuah imbalan untukmu jika tebakanmu mem-buatku puas."

"Apakah pembatalan Super Junior M? Atau pembatalan pertaruhan kita?"

Petinggi SM tergelak. "Kau tahu itu tidak mungkin. Imbalannya kusimpan saja untuk kejutan. Tapi aku yakin kau akan menyukainya. Cobalah menebak-nya."

"Saya harap, Seonsaengnim mau membatalkan perubahan status Super Junior." Kyuhyun bersikeras menyatakan keinginannya.

Sang Petinggi SM menarik napas panjang.

"Itu bukan official quotes, Kyuhyun-sshi. Kau seharusnya memeriksa lebih dahulu sebelum dicemaskan oleh rumor; Meskipun rumor itu muncul di berita televisi." Sang Petinggi SM menatap Kyuhyun dengan seksama. "Sepertinya kondisimu tidak bagus. Itukah sebabnya kau begitu saja percaya apa yang di-katakan sekelilingmu?"

"Bukankah Seonsaengnim juga sering melemparkan rumor kepada pihak media?"

Petinggi SM tersenyum. "Kyuhyun-sshi, aku tak akan menyatakan benar atau tidak tentang hal yang kau tanyakan tadi. Satu hal yang perlu kau tahu, status Super Junior sama sekali tidak berubah. Aku menyukai permainan yang menantang. Menang mudah sama sekali bukan pilihan yang menarik. Nah, sekarang semua sudah jelas. Apakah kau mau mencoba tantanganku kali ini?"

Kyuhyun tidak menjawab. Tangannya mulai memutar sedikit gelasnya, cukup untuk membuat red wine itu mengeluarkan harum hingga ke bibir gelas. Ia juga memiringkan sedikit gelas itu ke arah cahaya untuk mengamati warna-nya. Petinggi SM mengamati saat Kyuhyun menyesap red wine.

Kyuhyun membawa cairan itu ke atas dan ke bawah lidahnya. Ia juga me-narik sedikit udara dengan mulut ke bawah lidah, kemudian menyebarkan cairan itu secara merata di lidahnya. Kyuhyun tampak menilai rasa manis, asam, dan pahit yang muncul. Saat menelan, ia menahan sebentar di kerongkongannya untuk mendapatkan sensasi after taste dari red wine tersebut.

"Sejak kapan kau minum wine, Kyuhyun-sshi?"

"Maksud Seonsaengnim?"

"Kau sudah cukup ahli."

"Wine meningkatkan daya ingat, bagus untuk kekebalan tubuh dan tulang, menurunkan kolesterol, mengurangi penyumbatan pembuluh darah serta mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung." Kyuhyun tersenyum. "Tentunya dengan jumlah yang aman. Sebenarnya bisa diganti dengan coklat."

Sang Petinggi SM tertawa mendengarnya. "Kau tidak takut terlihat mem-bosankan dengan penjelasan-penjelasan itu?"

"Hanya kepada orang yang saya anggap dekat."

"Kau menganggap hubungan kita dekat?"

"Seonsaengnim tidak berpikir begitu?"

Petinggi SM lagi-lagi tersenyum lebar. "Kau tahu, Kyuhyun-sshi? Kurasa umurmu bukan 20 tahun. Atau kau anak yang dewasa sebelum waktunya?"

Kyuhyun tersenyum, kembali menyesap red wine. "Appa selalu sibuk. Ada eomma dan noona yang harus aku lindungi. Appa memintaku menjaga mereka begitu usiaku menginjak 6 tahun."

"6 tahun?" Sang Petinggi SM menautkan alisnya. "Dengan cara apa anak 6 tahun melindungi eomma dan noona-nya?"

Kyuhyun tertawa mengingat hal yang ia lakukan. "Aku punya tongkat base-ball. Jika ada yang mengetuk pintu, aku akan membawa tongkat itu sambil me-meriksa orang yang datang lewat kaca pengintip. Jika aku mengenalnya, aku baru memanggil eomma atau noona untuk membuka pintu. Tapi jika aku tidak mengenalnya, aku tidak akan mengijinkankan orang itu masuk."

Sang Petinggi SM memperhatikan Kyuhyun yang kembali tersenyum.

"Jika eomma mengenalnya dan memintaku untuk mengijinkan orang itu masuk, aku akan berjaga dengan tongkat baseball-ku sampai orang tersebut kurasa tidak berbahaya."

"Usaha yang cukup bagus." Sang Petinggi SM ikut tersenyum. "Sekarang kau menjaga member Super Junior yang lain."

"Kami saling menjaga," ralat Kyuhyun. Wajahnya berubah menjadi serius. "Saya hanya berkata apa adanya, Seonsaengnim. Bagi saya dan hyungdeul, Seonsaengnim seperti seorang appa. Kami berharap ada pengakuan dari Seon-saengnim; Juga perlindungan."

Kyuhyun menekan kata-kata terakhirnya sambil memandang lurus ke arah Petinggi SM. Keduanya berpandangan tanpa berbicara sampai sang Petinggi SM bangkit dari duduknya dan menegak habis red wine yang tersisa di gelasnya.

Kyuhyun bangkit berdiri dan meletakkan gelas wine-nya ke atas meja se-telah meneguk habis isinya. "Jeongmal kamsahamnida untuk Pinot Noir-nya, Seonsaengnim."

Wajah Petinggi SM yang sempat terlihat tegang berubah menjadi lunak. "Pinot Noir. Kau bisa menebaknya dengan tepat, Kyuhyun-sshi."

"Saya hanya bisa menebak sampai di sana, tidak bisa menebak detail lainnya." Kyuhyun kembali tersenyum. "Mungkin jika saya sudah mengoleksi, saya bisa membedakan lebih detail hingga ke tahun pembuatan. Lagipula Pinot Noir jarang dicampur dengan jenis lain, jadi lebih mudah dikenali."

"Kau terlalu merendah." Petinggi SM tersenyum lebar. "Pinot Noir bukan jarang, tapi tidak pernah dicampur. Itu karena ia dihasilkan oleh varietas khusus dan cukup langka. Tak semua orang pernah mencoba dan bisa mengenalinya."

"Apakah itu berarti aku mendapatkan imbalan dari Seonsaengnim?"

Sang Petinggi SM tersenyum lebar. "Aku melakukan kesalahan besar. Dengan bodohnya aku mencampur Pinot Noir dengan Merlot."

Kyuhyun terdiam sejenak.

"Merlot cukup fleksibel sehingga bisa ditanam di berbagai iklim yang berbeda. Rasa Merlot nikmat dan membuatnya cocok untuk dikombinasikan dengan berbagai jenis makanan. Itu sebabnya Merlot menjadi jenis anggur nomor tiga yang paling banyak ditanam di seluruh dunia. Berbeda dengan Pinot Noir yang sulit ditanam. Seonsaengnim, anda memiliki Merlot yang berkualitas sangat bagus. Kuharap Seonsaengnim menyadarinya sebelum terlambat."

Petinggi SM mau tak mau tersenyum mendengar jawaban tersebut. Ia sudah menyangka Kyuhyun mengerti arti kalimatnya tadi. Tapi ia tak menyangka Kyuhyun membalikkan kalimat itu dengan telak.

"Kau akan mendapatkan imbalannya, Kyuhyun-sshi. Kau bisa melewati ujian yang aku berikan."

"Saya tak boleh menentukan imbalannya?"

"Kau terlalu banyak menuntut."

"Seonsaengnim tidak akan memberi jika tidak dituntut."

Petinggi SM tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Kyuhyun cukup me-ngerti untuk tidak mendesak lebih jauh. Ia pun berpamitan. Namun saat ia hendak membuka pintu, ia berbalik ke arah Petinggi SM.

"Leeteuk-sshi sangat menghormati Seonsaengnim. Meski tidak terlihat, aku rasa hyungduel yang lain pun begitu. Bagi saya sendiri, Seonsaengnim adalah orang hebat yang berada di posisi terbaik untuk menentukan kehidupan se-seorang. Kalau boleh meminta, aku akan mengharapkan pengakuan Seonsaeng-nim terhadap Super Junior sebagai imbalan. Seonsaengnim tidak perlu men-jawab ataupun mengabulkannya. Saya hanya sekedar menyampaikan."

"Kyuhyun-sshi." Panggilan itu membuat Kyuhyun urung melangkah ke luar ruangan. Ia berbalik kembali menghadap Petinggi SM. "Jangan mengikuti mereka yang selalu memperlihatkan air matanya. Air mata hanya untuk orang lemah."

"Aku tadinya berpendapat begitu," kata Kyuhyun berterus-terang. "Namun air mata hyungdeul bukanlah air mata yang menandakan kelemahan. Mereka menangis karena hati mereka yang baik dan lembut tersentuh. Meski sakit, mereka tetap bangkit dan kembali berusaha. Air mata mereka tidak membuat mereka berhenti, tapi hanya sebuah jeda untuk kembali melangkah ke depan."

Kyuhyun memandang sang Petinggi SM sambil tersenyum. "Mungkin orang-orang seperti kita inilah yang lemah. Kita begitu takut terluka jika bergantung pada orang lain, sehingga tidak sadar bahwa banyak orang di sekitar kita yang memberi dukungan tanpa pamrih. Seonsaengnim, aku mau belajar hal itu dari hyungdeul. Aku mau membuka diriku sedikit demi sedikit. Aku yakin, suatu saat aku akan bisa lebih jujur kepada diriku sendiri dan bisa bergantung kepada mereka lebih dari sekarang. Aku bergantung bukan karena aku lemah, justru karena aku tahu, ikatan yang terjadi membuat kami semakin kuat."

"Tidak ada yang namanya ikatan jika kalian saling berpisah, Kyuhyun-sshi. Bukan hanya sehari, tapi berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun. Kalian bisa saja bertemu hanya 1-2 jam, untuk kemudian kembali sibuk dengan kegiatan kalian masing-masing. Saat itu, apakah kau bisa bilang ikatan itu tetap ada?"

Kyuhyun tersenyum. "Seseorang mengajarkan, bahwa di dunia ini ada hal yang tidak dihitung dengan untung rugi, tidak lekang oleh waktu, tidak bisa terpisah oleh tempat. Saya berharap Seonsaengnim bisa merasakannya juga."

"Kyuhyun-sshi."

Kyuhyun yang hampir membuka pintu, lagi-lagi terpaksa membalikkan badannya.

"Kau sudah merasa lebih baik?"

Kyuhyun tertegun. Ia akhirnya mengangguk. "Kamsahamnida, Seonsaeng-nim. Bertemu Seonsaengnim membuat saya teringat sesuatu yang menyenang-kan."

"Apa aku boleh mengetahuinya?"

"Membocorkan rencana kepada lawan, itu sesuatu hal yang bodoh."

Sang Petinggi SM tertawa. Ia merasa senang melihat Kyuhyun kembali ber-semangat.

"Tapi aku akan memberitahu Anda, Seonsaengnim."

"Kau yakin?"

"Ne. Anggaplah ini balasan atas perhatian Seonsaengnim tadi."

"Hmmm, aku terima." Sang Petinggi SM mengangguk. Ia melipat kedua tangannya di dada, bersiap mendengarkan.

"Selain bahasa Inggris, bahasa Mandarin termasuk bahasa yang penting. China juga merupakan pasar besar dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Apa Seonsaengnim paham itu?"

Petinggi SM tertegun sepersekian detik sebelum akhirnya tertawa dengan keras.

Ia masih saja tersenyum lebar setelah Kyuhyun menghilang di balik pintu. Direbahkannya tubuhnya ke kursi sambil menghembuskan napas panjang. Seharusnya aku membiarkan saja dia terpuruk. Dengan demikian rencanaku akan lebih mudah tercapai. Tapi kenapa aku tidak bisa membiarkannya begitu saja?

Sang Petinggi SM menatap kedua gelas wine yang kosong itu, meraih salah satu, dan mulai memutarnya tanpa mengangkat dari meja. Jika Super Junior M bisa berhasil di pasar China, posisiku justru tidak menguntungkan. Anak itu akan berusaha memanfaatkan keadaan yang ada. Aish! Kurasa aku sudah terlalu tua untuk permainan ini. Lagi-lagi hatiku mengkhianati pikiranku.

Petinggi SM menghembuskan napas panjang sambil menatap langit-langit ruangan. "Pinot Noir meski sulit ditanam, dia jenis yang patut dipertahankan, Kyuhyun-sshi. Karena itulah, Pinot Noir tetap ada sampai saat ini."

.

.

22 Maret 2008

Tidak seperti rencana sebelumnya, Super Junior berangkat sejak pagi menuju China. Sehari sebelumnya mereka merekam siaran radio ChinChin, KBS CoolFM, dan Chunji untuk tanggal 22 dan 23 Maret. Eunhyuk, Shindong, Heechul dan Kibum tidak ikut serta. Karena pembuatan MV sudah selesai, Zhoumi dan Henry tidak lagi tinggal di dorm Super Junior.

Semua bersemangat saat tiba di Beijing. Para fans menyambut mereka di bandara. Hankyung yang terpilih sebagai pembawa obor mendapat sorotan paling besar. Mereka kemudian naik ke mobil yang dipersiapkan. Hankyung duduk di samping pengemudi; Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung di bagian tengah; Kangin, Leeteuk, Siwon, dan Donghae di bagian belakang.

"Aigoo, sempit sekali. Hei! Yang ditengah ganti! Kenapa kami yang besar-besar di belakang semua?" protes Kangin

"Aku tidak besar," protes Donghae.

"Aku juga tidak." Leeteuk merasa tersinggung.

"Kangin hyung, jangan salahkan mereka, Kangin hyung paling belakangan masuk di bagian belakang," jawab Siwon kalem, membuat Kangin ingin memukul kepala namja tampan itu. Namun ia terpaksa diam saat Leeteuk mem-berinya peringatan.

"Hyung, apa ini jalan ke hotel?" tanya Siwon keheranan. Ia cukup sering ke China bersama Hankyung maupun sendirian. Ia sangat yakin tak satupun hotel ada di area tersebut.

"Siwonie, apa maksudmu?" Donghae mulai merasa was-was. Ia ikut me-natap jendela, padahal namja itu sama sekali tidak mengerti daerah di China.

"Kokjongmal, Donghae-ah, kita tidak mungkin tersasar. Benar kan, Han-kyung hyung?" Sungmin memandang Hankyung yang sedari tadi melihat ke arah luar jendela.

"Teuki hyung, kau tahu kita akan ke mana?"

Pertanyaan Kangin membuat Leeteuk menggeleng. "Hankyung-ah, kita akan ke mana?"

"Mollayo, Teuki hyung." Hankyung menggeleng. Meski tampak tenang, jelas sekali ia berusaha mengenali daerah yang mereka lalui. Hal itu tidak lepas dari perhatian yang lain, sehingga mereka mulai saling berpandangan.

"TIdak ada pemberitahuan dari manager hyung?" tanya Sungmin dengan wajah serius.

"Yesung hyung, apa kita diculik?" bisik Ryeowook sambil memandang ke arah pengemudi. Karena ada keperluan yang harus diurus, manager hyung tidak bersama mereka. Tapi ia berpesan agar mereka masuk ke mobil yang sama, sementara stylist dan kru menggunakan mobil lainnya. Semua mulai menyadari tak ada mobil lain yang mengikuti mereka.

"Women jiang qu nali5?" tanya Hankyung pada sang pengemudi. Wajah namja itu memucat saat mendengar jawaban pertanyaannya.

"Hankyung-ah, dia bilang apa?" tanya Leeteuk cepat.

"Dia bilang, dia hanya diperintahkan membawa kita ke suatu tempat. Mobil lain memang disengaja tidak mengikuti kita karena tempat ini masih rahasia."

"Mwo?"

Kyuhyun membenarkan posisi duduknya. Ia tidak berkata apa-apa saat hyungdeul berteriak cemas mendengar keterangan Hankyung.

"Kyuhyunie, kau sedari tadi diam saja. Apa kau tahu kita ke mana?" tanya Yesung penuh harap. Kyuhyun melirik hyungdeul yang tampak was-was, lalu menghela napas panjang.

"Yesung hyung, kalau kita tersasar, tinggal telepon manager hyung," sahut Kyuhyun dengan tenang.

"Kalau kita diculik?"

"Pasrah saja, hyung. Pihak SM belum tentu mau membayar uang tebusan," jawab Kyuhyun sambil mengangkat bahu.

"Ommo… Kita akan mati?! ANDWAE!" seru Donghae panik. "Bagaimana dengan eomma-ku di Mokpo?"

"Siwon hyung, jebal, kau harus menolong kami!" seru Ryeowook. "Appa hyung pasti sanggup membayar uang tebusan."

"Tapi nae abeoji sulit dihubungi, Wookie." Siwon menggelengkan kepala dengan wajah putus asa.

"Masih bagus kalau kita langsung dibunuh. DOR! sekali tembak selesai." Kyuhyun memperagakan gaya menembak ke arah kening Yesung yang langsung pucat pasi.

"Ada yang lebih buruk?" tanya Kangin tak percaya.

"Ne. Kalau mati setelah disiksa." Kyuhyun mengangguk mantap.

"Disiksa?" Hankyung mendengarkan dengan seksama.

"Ne. Kita akan dikitik-kitik sampai mati. Atau dipukuli. Atau dicambuk."

Kyuhyun memperagakan semua gerakan tersebut.

"Ommo…" Leeteuk menahan napas mendengar kata-kata Kyuhyun.

"Lebih parah lagi kalau kita dijual sebagai penghibur…"

Sungmin langsung melemparkan death glare pada Kyuhyun yang sangat me-nikmati kepanikan hyungdeulnya yang lain. Namun sang magnae tidak melihat-nya.

"Aku pandai menyanyi." Ryeowook menarik napas lega.

"Syukurlah, danceku juga bagus." Donghae mengangguk senang.

"Bukan penghibur seperti itu, hyungdeul pabo! Tapi penghibur di dalam kamar." Kyuhyun menarik Ryeowook yang duduk di dekatnya, menelusuri garis rahang Ryeowook, mendekatkan wajah mereka dan….

"ANDWAE!" jerit Ryeowook melengking sambil mendorong mundur Kyu-hyun. Namun mereka tetap was-was karena wajah Kyuhyun tampak serius.

"Masih ada yang lebih parah, hyungdeul." Kyuhyun menunduk sedih.

"Masih ada?" Donghae mengerjap tak percaya.

"Ne, kalau hyungdeul dikeluarkan otaknya hidup-hidup dan diganti otak orang-orangan sawah." Kyuhyun menganggukkan kepala.

"Aigoo….aigoo… Kyuhyunie, aku takut sekali." Ryeowook memeluk Kyuhyun hingga magnae Super Junior itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Jujur, hyungdeul, aku takut sekali ketularan otak kalian. Tolong kalau aku tidur jangan menggantinya diam-diam."

"Apa maksudmu?" tanya Kangin dengan mata membelalak.

"Jadi kau mengerjai kami?!" protes Donghae sambil merengut.

Kyuhyun mengukir evil smirk-nya.

"Terus terang, aku benar-benar khawatir sekarang." Semua terdiam men-dengar kata-kata Hankyung. Niat untuk menghukum Kyuhyun seketika lenyap.

"Women yijing daoda."

"Kita sudah sampai."

Hankyung menterjemahkan ucapan sang pengemudi.

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah bangunan asing. Suasana sekitar tampak sepi. Bangunan lain yang berada di sekitar mereka tidak me-nunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sang pengemudi langsung turun dan masuk ke dalam bangunan itu.

Hankyung dan Siwon menggeleng ketika yang lain memandang penuh tanya kepada mereka berdua.

"Hankyung hyung, mungkinkah ini ulah anti fans yang hendak membunuh-mu di Beijing waktu itu?" tanya Siwon.

"Ah! Yang mau mendekati Hankyung hyung tapi untungnya dicegah staff SM bukan?" Donghae mulai mengingatnya dengan jelas.

"Ne, padahal aku sempat meminta maaf karena dia tidak bisa menjabat tanganku. Aku menerima kotak yang ia berikan lewat staff SM yang meng-halanginya." Hankyung bergidik.

"Dan isinya ternyata foto hyung dengan pisau berdarah yang tertancap." Kangin menghela napas panjang.

"Anti fans hendak membunuh Hankyung hyung?" Kyuhyun terkejut. Ia tidak tahu tentang hal itu selama ini.

"Ne, aku mendapat beberapa surat ancaman pembunuhan. Itu sebabnya aku diungsikan ke China." Hankyung tersenyum getir. "Tapi ternyata mereka mengejarku hingga ke sini."

"Itu terjadi saat kau terbaring berbulan-bulan di rumah sakit, Kyuhyunie." Sungmin merangkul Kyuhyun dan menepuk pipinya. "Kami tidak ingin kau men-cemaskan hal ini waktu itu. Kami ingin kau segera sembuh."

"Kenapa pengemudi itu tidak muncul-muncul?" Pertanyaan Yesung dijawab gelengan kepala yang lain.

Kyuhyun melongok ke arah jendela. Ia menautkan kening ketika sepasang tangan mencegahnya membuka pintu. Sungmin menggeleng tegas.

"Kangin-ah, Sungminie, Siwonie, kita turun duluan. Yang lain tetap di tempat," perintah Hankyung. Ia benar-benar bersyukur ada Sungmin, Siwon, dan Kangin di dalam rombongan mereka.

Ketiga namja yang duduk di sisi paling dekat dengan setiap pintu itu bersiap untuk turun. Begitu pula dengan Siwon. Tapi Leeteuk menahan Kangin. "Aniyo! Lebih baik kita turun bersama-sama."

"Tapi, Teuki hyung…"

"Aku setuju dengan usul Teuki hyung, Kangin-ah. Lebih baik kita turun bersama-sama," kata Yesung meski wajahnya sudah pucat karena takut.

"Ani. Kalau kalian turun juga, kami kesulitan melindungi kalian semua." Hankyung menggeleng. "Segera kunci semua pintu dan jendela begitu kami di luar. Tunggu sampai keadaan aman."

"Ommo… Kyuhyunie, bagaimana jika leluconmu jadi kenyataan?" Ryeowook memeluk punggung Kyuhyun dengan cemas.

"Badanku banyak bekas luka. Aku tidak laku dijadikan penghibur," jawab Kyuhyun. "Mungkin aku akan langsung ditembak mati atau disiksa lebih dulu."

"Andwae!" Ryeowook memeluk Kyuhyun erat-erat dan mulai menangis.

.

.

TBC

.

.

Apakah gurauan Kyuhyun benar-benar jadi kenyataan?
.

.

Mianhe, karena kesibukan meningkat mulai bulan Mei,

author nggak bisa janji update setiap berapa lama.

Bukan karena menunggu review menumpuk banyak.

Ini karena pekerjaan di dunia nyata, jadi author harus membagi waktu baik-baik.

.

.

Gomawo buat reader dan reviewer

Gomawo buat semua yang mendukung berlanjut ff ini sampai saat ini

.

Falling Star bukunya ready stock

Silahkan yang berminat memesannya

Kecuali hari minggu dan tanggal merah, akan dikirim 1x24 jam setelah transfer masuk

.

Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…

Add saja fb author :

www titik facebook titik com /iyagi7154

.

Kamsahamnida

.

.

Jawaban Review Chapter 34

Guest 4/10/13 . chapter 34

Gomawo sudah mengikuti ff ini

nita 4/8/13 . chapter 34

gomawo :)

lisficho 4/8/13 . chapter 34

Itu beneran duit wkwkwk

Dui bu qi itu artinya kayak minta maaf gitu

GOMAWO! (*pakai toa pinjeman)

Guest 4/8/13 . chapter 34

Epil unyu? Kyuhyun? wkwkwk
Kagak dikeman-manain donghaeeunhyuk-nya…tambahin aja jadi donghaenhyukkyunyuk ooops kyuhyun wkwkwk

nara 4/6/13 . chapter 34

Zhoumi dan Henry hanya 2 mingguan aja nginep di dorm nya

lemonade 4/6/13 . chapter 34

Lha…kok nanya foto? hehehe

MinMinMin 4/6/13 . chapter 34

Memang baik

ainy 4/5/13 . chapter 34

Mungkin karena takutnya dengan konser itu.

Tapi aku berharap juga sih dia balik, tho statusnya hiatus hehehe

Aku nggak tahu tuh, soal yg di dalam hati Tapi di SS4 kemarin Kyuhyun nangisnya juga dipelukan Donghae
Iya, Changmin sayang banget ama Kyuhyun

chairun 4/5/13 . chapter 34

Gomawo

aiiu 4/4/13 . chapter 34

Sampai GDA maybe, belum dipastikan

Sei 4/4/13 . chapter 34

Timeline ddangkoma belum jelas, yg pasti memang antara persiapan dan debut SJ M.

Soal yeojachingu juga diterangkan di ch ini. Dia mirip Heechul. begitu2, Heechul baru pacaran umur 20, kkk Mungkin definisi Heechul dan Kyuhyun berbeda dengan orang lain, bukan utnuk this and that lebih ke teman akrab. Itu sebabnya Kyuhyun baru ciuman ama yg SMU, Heechul bahkan saat dicium malah dilap wkwkwk

Ne, katanya begitu, mereka bolehnya jalan2 sama yg seagensi aja kan? soal nomor HP setahuku nggak boleh tukeran, tapi tetap aja mereka bisa tukeran. banyak jalan munju roma :-D

Iya, aku sempat sedih tuh, masak cuma Ryeowook yang ngucapin? Kkk jangan2 Kyuhyun bikin petisi 'dilarang twitteran ngucapin ultah, harap memberikan hadiah dan ucapan secara langsung' wkwkwk (*khayalan ngawur)

Sei 4/3/13 . chapter 33

waktu 2010 dan 2011 , di beberapa artikel Hankyung menyebut dia masih kontak dengan yang lain, dan dia juga tahu masih ada beberapa yg tidak bisa terima keputusannya sampai saat ini. itu artinya mereka masih berhubungan

Ne, kemungkinan kayak Shinhwa ya?

Guest 4/3/13 . chapter 34

Mianhe. Aku nggak tahu. Kalau nyari video buatku yg penting infonya, bukan HD nya

xxxgigy 4/2/13 . chapter 34

fanfic just fanfic. Aku cuma ingat artis Taiwan, jepang dan Indonesia pun ada yg punya tiang itu di tempatnya, krn kondisinya yg down dan butuh asupan vitamin lebih tinggi. Apalagi untuk Kyuhyun yang kondisi kesehatannya buruk waktu dulu, itu bukan hal mustahil.

Ne, gomawo buat review dan semangatnya

evier 4/2/13 . chapter 34

Iya, kadang pas belum hilang nggak nyadar hehehe

Mari berusaha bersama

R'Rin4869 4/2/13 . chapter 34

Ne

tasya 4/1/13 . chapter 34

Gomawo

haekyu 4/1/13 . chapter 34

Ne, udah gede, nggak cocok dipanggil ddangkoma lagi kkk. iya, soalnya kura2nya yg besar itu udah disumbangkan. Dia takut meninggal dan nggak ada yg merawat, kalau disumbangkan kan sampai 100 tahun pun aka nada yg merawat

Yup, stong heart

lalalala 4/1/13 . chapter 34

Gpp biarkan aja. udah bosen ngurusnya. Nanti kalau ada lagi baru aku puk puk puk

dlestariningsih 4/1/13 . chapter 34

Ne, Kyuhyun aja kalau lihat foto dia tidur krn sakit dll suka bilang: itu saat2 yg mengenaskan (*kkk dia nggak suka saat tubuhnya nggak bisa diajak semangat seperti dirinya)

Ne, tadinya 11 itu semua hyung, 12 semua dongsaeng. Tapi DOnghae nggak mau lepas dari Leeteuk, jadi Yesung mengalah.

Kyuhyun nggak ngikutin Donghae lagi nggak ada yg tahu sejak kapan, tiba2 udah jauh aja… DI MV marry U juga udah nggak bareng

Kertas itu nanti, tunggu aja tanggal mainnya hehehe

Iya nih wkwkwk. Tapi Kyuhyun bilang beberapa kali soal mau langsung cari istri itu

Bukan, tapi sejak Kyuhyun 'aktif' setelah kecelakaan, Kangin lebih sering dibully daripada jadi pihak yg marah2 kkk

Jawaban itu ada di CH35

DIa nolak bukan cuma 2 kali lho. Hankyung marah besar saat tahu

Kuliahnya? Belum nyelidikin lagi

hyun 4/1/13 . chapter 34

Mulan? Beneran. Ditolak proposalnya berkali-kali juga beneran

elennasparkyuELF 3/31/13 . chapter 34

Itu bener. Jadi dia suka cewek yg seagama, kakinya indah, rambutnya panjang, perhatian dan sabar sama dia, juga suka doa pagi kkkk

Kim ma ee 3/31/13 . chapter 34

Tidak salah lihat, dia mmg chubby

Hoobae yg ngira Kyuhyun hoobae, ama yg ngatain Kyuhyun di koridor itu beda orang. Yg 2 ini adalah…. cari info aja sendiri ne?

heeeHyun 3/31/13 . chapter 34

Ide yang bagus tuh, gomawo hehehe

MyKyubee 3/31/13 . chapter 34

Betul, yg Vicky Zhou

Uhm, pasti ganteng banget, yg bikin film aja ampe ngotot

Ditolak berkali-kali

Kalau yg MG aku nggak tahu yg mana nggak nyelidikin. Tapi pas belum debut. Dia dan Kibum sama, detraining sebagai pemain film, bukan penyanyi

Iya, DBSK itu udah persiapan bikin dr SS1 konser lho… rilisnya September 20 ke atas

Ne, kelembutan Leeteuk yg sempat diremehkan, justru menjadi kekuatannya. Kalau dia tangan besi, mungkin SJ nggak akan bertahan seperti sekarang

Itu real. Kalau nggak salah Shindong yg bilang, Kyuhyun kalau udah panik atau terlalu antusias, ngomongnya jadi kayak Yesung wkwkwk

Kyuline? aku belum pelajari sampai sana, masih lama

cuma 4 kayaknya

Gomawo

hyukhyuk 3/31/13 . chapter 34

Kelihatannya masih kalau dr kata2nya Hankyung waktu dulu… Tapi aku belum lihat2 lagi yg 2012 dan 2013. lagi sibuk

Iya katanya sakit

Baca twitternya Kibum, dia sesekali masih komunikasi kok

sparkyu amore 3/31/13 . chapter 34

senyum evilmu membuatku takut, chingu kkkk

masuk aja ke publish lalu doc manager chingu. ikutinya guide nya

Ochaiia 3/30/13 . chapter 34

Gomawo, senang baca reviewnya yg penuh semangat, bikin yg nulis jadi semangat

ariskagyu 3/30/13 . chapter 34

Kura2nya…itu belum harga aquariumnya wkwkwk

perasaan tertolak seekor kura2? mungkin sama seperti kura2 lainnya (*lho?)

Yg suka mereka lebih aneh wkwkwk

betul, yg MG itu juga bener

VitaMinnieMin 3/30/13 . chapter 34

Kayaknya beneran krn doa wkwkwk

betul, itu real tenggat waktunya. feb-akhir sep dan feb-akhir maret

3/30/13 . chapter 34

belum tahu

VitaMinnieMin 3/30/13 . chapter 33

Cekik Changmin kalau kagak ikut teriak lagi kkk. Harusnya mereka makan dulu kali ya

kim2408 3/30/13 . chapter 34

GOMAWO!

cupcake 3/30/13 . chapter 34

Gomawo review

VitaMinnieMin 3/30/13 . chapter 32

AKu juga suka wkwkwk Tapi kalau lihat mukanya Yesung kagak tega. Terus dengan evilnya Heechul nepuk2 bahu kayak prihatin gitu wkwkwk

Haera 3/30/13 . chapter 34

Gomawo buat semangatnya

AngeLeeteuk 3/30/13 . chapter 34

Chullie, aku juga suka sifatnya dia

Ne, Kyuhyun takut ama Hankyung kalau marah kkk

Gomawo

miKYU 3/29/13 . chapter 34

Ne, imut banget

Ay 3/29/13 . chapter 34

Iya, udah stabil buat ketawa tapi kalau buat nyanyi masih sakit

LeeRa 3/29/13 . chapter 34

Amin semoga tercapai

gaemvi 3/29/13 . chapter 34

Ne, solyet myong, mianhe aku lupa mencantumkannya

quratul. 3/29/13 . chapter 34

Ne

Zaireen oksismi 3/29/13 . chapter 34

Betul

Fanfic just fanfic Tapi anehnya dia udah bilang mau jadi Kim Kibum saja itu sejak album kedua… tapi dia bertahan hingga 2010. What happen? uhm

Nurhanita Fenita Clouds Elf 3/29/13 . chapter 34

Jelaslah…harganya itu lho wkwkwk si ahjumma aja bilang Yesung is crazy wkwkwk

choYeonRin 3/29/13 . chapter 34

Iya, kalau cingu perhatikan, sering kok ketangkap kamera kalau DOnghae perhatian sama Kyuhyun, cuma nggak kentara aja.

Ne, gomawo buat review dan dukungannya

nining wulan 3/29/13 . chapter 34

Ne, gomawo

bella 3/29/13 . chapter 34

Ne, aku juga suka. Kyuhyun sayang ama Yesung, jadi meski pertanyaan Yesung aneh, dia mencoba berpikir seperti Yesung dan menjawabnya hehehe

Ne, Heechul itu susah jadi teman sekamar siapa pun. kecuali Hankyung. ama Leeteuk aja dia pisah kamar kkkk

dyah 3/29/13 . chapter 34

Yg di MV U SJ M

lee sang ki 3/29/13 . chapter 34

fanfic just fanfic. ne, yg soal pacaran itu benar

Meda93 3/29/13 . chapter 34

iya wkwkwk super mahal

Cho sahyo 3/29/13 . chapter 34

Gomawo buat reviewnya, dukungannya dan semangatnya hehehe

elfimnida 3/29/13 . chapter 34

It's real

83liner 3/29/13 . chapter 34

Ne, Hankyung dan Mulan dan ditolak berkali-kali itu real

dhian930715ELF 3/29/13 . chapter 34

Ne

lovely yesungielf 3/29/13 . chapter 34

Gomawo chingu, reviewnya

GaemAya 3/29/13 . chapter 34

Kami bayangin aja 14 lagu, waktu nggak sampai 2 bulan, membernya yg bisa mandarin cuma 2…. Mandarin itu kan cengkoknya kudu pas. Aku pasti stress kalau mikirin itu. APalagi Hankyung itu perfeksionis

dhian930715ELF 3/28/13 . chapter 33

Me too

Guest 3/28/13 . chapter 34

Iya, semakin lucu2 kkk

Gyurievil 3/28/13 . chapter 34

Iya yg infuse itu salah hehehe. Gomawo udah diingatkan. Aku dulu pernah cuma pindah posisi aja, tapi kok nyari di blog2 pada bilangnya kiri jadi ke kanan (*mikir keras)
yeon love yeye 3/28/13 . chapter 34

album SJ M memang singkat

Kyuminhae 3/28/13 . chapter 34

Wkwkw itu beneran kok ngomong gitu

soal fakta bubarnya DBSK aku nggak tahu. mianhe

chemista112 3/28/13 . chapter 34

tinggalin pesan aja, nanti aku add, aku juga nggak tahu kenapa begitu.

KyuChul 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

sisusi 3/28/13 . chapter 34

siang bolong ? kkk sama kali ya. aku susah banget doa pagi

kyuzi 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

SunakumaKYUMIN 3/28/13 . chapter 34

Ne, gomawo buat semangatnya

riekyumidwife 3/28/13 . chapter 34

ok

oracle 3/28/13 . chapter 34

mungkin daydream lebih tepat… Gomawo

dee 3/28/13 . chapter 34

Henry deket kok, bahkan sama Heechul dan meber SJ juga
Gomawo

phiexphiexnophiex 3/28/13 . chapter 34

Salam

Princess kyumin 3/28/13 . chapter 33

Ne, P SM di sini hanya tokoh fiktif. Tapi mianhe, beberapa tindaknanya it's real

kyusnul 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

chanchanchanchan 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

Princess kyumin 3/28/13 . chapter 34

Movie yg bareng vickyu zhou

fishybuu 3/28/13 . chapter 34

Donghae di dorm suka jingkrak2 di sofa, suka menggambar di lantai, suka maksa orang ngabisin makanannya sambil merajuk nonton SJ M deh, nanti semua pada cerita ulah2nya Donghae yg imut kkkk
Yang ulat di bangku taman itu real, videonya chingu cari video yang Kyuhyun dan Donghae syuting bareng, di situ kru nya lagi nunjuk mereka dan cerita kalau Donghae lihat ulat, panggil Kyuhyun, lalu keduanya mainan sama ulat itu

Gomawo banget buat reviewnya chingu. Donghae childish sikapnya, tapi tidak dengan perhatian dan kerja kerasnya. Kyuhyun kagum dengan Donghae yg selalu bekerja keras

cloud prince 3/28/13 . chapter 34

"lebih dari 10 member tidak menerima kyuhyun" itu artinya 11. Hanya Donghae yg menerima Kyuhyun

Gomawo chingu, buat review dan dukungannya

indahpus96 3/28/13 . chapter 34

ANiyo…itu julukan dr hyungdeulnya kok.

kim jae in elf1004 3/28/13 . chapter 34

Aku kurang jelas, aku cuma ngikutin infonya aja

v3kyu 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

k my name 3/28/13 . chapter 34

ada di YT, making U SJ M

aniz 3/28/13 . chapter 34

Gomawo chingu

yunia christya 3/28/13 . chapter 34

Selamat paskah
ch 30 aja udah 1500 halaman

ryeo ryeo ryeong 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

bryan andrew cho 3/28/13 . chapter 34

Ne, sibuk tapi kadang2 mereka kan twitteran dan makan bareng

AKu juga nggak tahu kenapa begitu

Belum tahu soal ch

chijRS 3/28/13 . chapter 34

fanfic just fanfic

Ne, Sejak Hankyung keluar, SJ M sempat vakum. Lalu 2 member SJ ditambahkan ke dalam SJ M, yaitu Eunhyuk dan Sungmin. Kebetulan keduanya sebenarnya udah diajarin mandarin sejak traning, cuma nggak tahu kenapa nggak jadi SJ M generasi awal

Blackyuline 3/28/13 . chapter 34

Betul, Mulan salah satu yang bikin Hankyung hengkang ketika tahu

Guest 3/28/13 . chapter 34

Betul, 2 hoobae yang mengenalkan diri itu calon grup baru hehehe

Indi Kyu 3/28/13 . chapter 34

Gomawo reviewnya

Liliana 3/28/13 . chapter 34

Saya juga beruntung punya reader seperti chingu hehehe
Ommo jurnal dijiplak? ckckck terlalu itu

123 3/28/13 . chapter 34

Ne, gomawo buat masukannya. Tolong kasih tahu lagi ya, sebentar lagi banyak mandarin2 hehehe

miracahya 3/28/13 . chapter 34

Kalau mau pesan buku FS add fb ku aja di bawah TBC ada alamatnya
Belum tahu sampai ch berapa

sitakyu 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

ChoHyoMi 3/28/13 . chapter 34

Mengikuti timeline, chingu. Gomawo

kim eun ra 3/28/13 . chapter 34

Iya, lucu banget yg kejadian itu

Huang Yoori 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

SSungMine 3/28/13 . chapter 34

Nama asli dan wajahku? penasaran ama karyaku aja hehehe

RS udah dalam tahap editing untuk buku

diya 3/28/13 . chapter 34

Fanfic just fanfic, sebagiannya yg real

keyq1998 3/28/13 . chapter 34

Ne

ratna 3/28/13 . chapter 34

Wow, koleksinya banyak? Bagiii hehehe

pipiet sparcloud 3/28/13 . chapter 34

kalau gaya nulis sih bukan hak paten hehehe

puzZy cat 3/28/13 . chapter 34

Ne, gomawo

kyuqie 3/28/13 . chapter 34

fanfic just fanfic

Elfishy 3/28/13 . chapter 34

Gomawo

Augesteca 3/28/13 . chapter 34

Masuk timeline nya Falling Star bukan Rising Star. Tapi mmg tidak dibahas

Park Yangcho 3/28/13 . chapter 33

Ne, gomawo

pnggmar author 3/28/13 . chapter 34

Gomawo buat semangatnya

Okta1004 3/28/13 . chapter 34

reaksi chang wkwkwk kita lihat saja

Kim Sooyeon 3/28/13 . chapter 34

Ne, tapi mereka masih suka saling twitteran, makan bareng, waktu Eunhyuk solo juga Heechul Kyuhyun dan siapa ya satu lagi? itu juga datang…dr situ aku lega mereka masih berhubungan walau sibuk.

Iya, Siwon dan yg lain juga. Lagi nggak sehat kan?

Stefani 3/28/13 . chapter 34

Perasaan doing tuh kkk

Kiyuh 3/28/13 . chapter 34

SAIKO! kkkk

kalau masuk timeline ya masuk lah

rura seta 3/27/13 . chapter 34

Gomawo reviewnya chingu hehehe

fikyu 3/27/13 . chapter 34

Iya, tertekan banget sampai turun banyak

Jmhyewon 3/27/13 . chapter 34

Ne, Kyuhyun tuh pas awal2 debut tampangnya boros kkkk

Mau, gorengan ubinya 2, bakwan 2, tahu 2. Gorengan singkong ada? (*kok malah jajan)

kyubum 3/27/13 . chapter 34

Maybe

Mirror

tya andriani 3/27/13 . chapter 34

Cheonma

reaRelf 3/27/13 . chapter 34

Adaaaaa aja kkkk

vietaKyu 3/27/13 . chapter 34

Iya, yg minta yang terlalu kkkk

Cheonma

ichigo song 3/27/13 . chapter 34

Nggak ngenalin kayaknya Mereka calon grup baru hehehe

Kang Shin Ah 3/27/13 . chapter 34

Ne

ila 3/27/13 . chapter 34

Terima kasih

trililililili 3/27/13 . chapter 34

Maksudnya, Changmin kalau marah masuk toilet, di sana kan nggak pakai air, pakainya tissur yg ada di tempatnya (gulungan. dia tarik lalu dia gulung2 ditangannya, begitu

Ani. Fanfic just fanfic

Ne, gomawo buat infonya. Tolong edit kalau ada yg salah yach, mulai mau masuk SJ M kkkk

Gpp, thanks buat info DBSK nya
RS? lagi tahap editing

3/27/13 . chapter 34

fanfic

Ne, gomawo sudah diingatkan, yg ular akan aku masukkan ke dalam buku

Reviewnya membantu sekali kok, contohnya soal ular wkwkwk aku kelupaan. Tinggal ditambahkan setelah hamster sih, jadi nggak akan mengubah cerita, mengubah detailnya aja

SieLf 3/27/13 . chapter 34

AHHH! LUPA! MIANHE! Nanti aku tengok lagi jawabannya kkkk

Fanfic just fanfic
Gimana caranya? uhm, hanya bercerita dan menyampaikan perasaan begitu saja

NaraKim 3/27/13 . chapter 34

Gomawo hehehe

aninkyuelf 3/27/13 . chapter 34

Gpp, biasa terjadi, aku juga suka gitu

ElrafLukha 3/27/13 . chapter 34

Udah tahu potongan rambutnya kan?

Fanfic hehehe

Lovesungminppa 3/27/13 . chapter 34

Amin

hikmajantapan 3/27/13 . chapter 34

Gomawo

AreynaKyuminElf 3/27/13 . chapter 34

Mianhe, aku nggak bisa, soalnya waktunya nggak ada, ini aja uber2an ama kesibukanku yang lain

Kim Anna 3/27/13 . chapter 34

Kangin itu tgl berapa ya?

Teganya nyodorin buat disiksa kkkk

Ne, gomawo

Kok satu2 kamu siksa sih? Kyu, wookie…ommo kkkk

GaemGyu92 3/27/13 . chapter 34

wkwkwk begitukah?

miapa? (*halah…bahasanay kkkk)

Aku juga kepengen bikin DD tapi takut kecampur

uhm kkkk

khairun nisa 3/27/13 . chapter 34

Heechul itu sulit buat jadi teman sekamar wkkwk auranya itu lho Leeteuk aja nggak bisa bareng krn Heechulnya nggak betah ama Leeteuk

fitriKyuMin 3/27/13 . chapter 34

Ne, setuju

mangaratoe 3/27/13 . chapter 34

Gomawo buat review dan dukungannya

1 Anae = istri

2 Wo jiao = namaku

3 Ni jiao shenme mingzi = Siapa namamu?"

4 Renshi ni wo hen gaoxing = senang berkenalan denganmu

5 Women jiang qu nali = kemana kita akan pergi?"