Title : RISING STAR Chapter 36
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Zhoumi. Henry.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipunmenyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu
Summary : "Tenang, hyung, tenang." / "Aigoo… Kenapa kalian semua selalu mengerjaiku?" / Apa Hyun-ah diam-diam masih membenciku? / "Kau akan jatuh, Kyuhyunie!" / Bagus sekali ulahmu, Cho Kyuhyun.
.
.
"Ommo… Kyuhyunie, bagaimana jika leluconmu jadi kenyataan?" Ryeowook memeluk punggung Kyuhyun dengan cemas.
"Badanku banyak bekas luka. Aku tidak laku dijadikan penghibur," jawab Kyuhyun. "Mungkin aku akan langsung ditembak mati atau disiksa lebih dulu."
"Andwae!" Ryeowook memeluk Kyuhyun erat-erat dan mulai menangis.
.
.
RISING STAR
Chapter 36
.
"Kyuhyunie..." Sungmin memanggilnya dengan intonasi menegur. Kyuhyun tersenyum meringis ke arah roommate-nya itu. "Kau bicara yang aneh-aneh lagi, hyung akan memberimu pelajaran khusus, arra?"
Hankyung memberi kode kepada Sungmin dan Kangin. Ketiganya serentak membuka pintu mobil.
"Ini dorm Super Junior M, hyung."
Semua memandang heran ke arah Kyuhyun. Kemunculan manager Super Junior M bersama sang pengemudi dari dalam bangunan menguatkan kebenar-an tebakan magnae mereka. Kedelapan namja lainnya langsung menghembus-kan napas lega. Manager Super Junior M mempersilahkan mereka naik hingga ke lantai teratas.
"Seluruh lantai ini adalah dorm Super Junior M," jelas sang manager. Ia dengan antusias menunjukkan ruang keluarga yang salah satu dindingnya ter-buat dari kaca. Ada pintu di antara dinding itu yang menuju balkon. "Karena ada balkon seluas ini, luas dorm jadi lebih kecil dari lantai lainnya. Tapi aku rasa kalian akan menyukai dorm ini."
Leeteuk mengangguk membenarkan. Keadaan dorm Super Junior M itu mirip seperti dorm lama mereka, hanya saja lebih luas, bersih dan tertata. Balkon yang bisa mereka pakai untuk duduk-duduk di luar menurut Leeteuk sangat bagus. Di dorm yang lama, mereka sama sekali tidak memiliki balkon, seperti terkurung dalam kotak. Sang leader juga menyadari bahwa apartemen itu tidak terlalu tinggi. Selain lift, tersedia tangga untuk naik sampai ke atasnya.
"Kalian bisa jadi sasaran empuk kamera," kata Leeteuk sambil memperlihat-kan beberapa bangunan yang lebih tinggi posisinya dari apartemen itu. "Berhati-hatilah berpakaian selama di dorm. Hilangkan kebiasaan kalian berjalan-jalan dengan pakaian dalam."
"ITU KAN LEETEUK HYUNG!" seru semua serempak, membuat sang leader tersenyum salah tingkah. Meski begitu semua mengangguk. Leeteuk memang memiliki kesadaran kamera yang mengerikan. Setiap mereka perform, Leeteuk selalu mengetahui kamera mana yang sedang menyorot mereka.
Kyuhyun mengamati dorm itu. Saat masuk, mereka langsung menjumpai ruang tamu yang diisi satu set sofa lengkap dengan mejanya. Ruang tamu bagi mereka akan berfungsi sebagai ruang duduk. Semua tamu akan melalui kantor di lantai paling bawah dan tempat tinggal kru di lantai dua.
Tanpa dinding pembatas, dari ruang tamu mereka bisa melihat satu set meja makan yang berseberangan dengan dapur di bagian kanan. Ada sebuah kulkas besar di salah satu sudutnya, dan dua buah kursi tinggi di dekat meja saji. Kyuhyun meringis melihat meja makan dengan enam buah kursi itu. Mereka harus menarik salah satu kursi dapur untuk makan bersama.
Setelah meja makan, barulah dorm itu memasuki koridor yang terdiri dari 2 buah kamar mandi dan 4 buah kamar tidur. Di ujung terdapat ruang keluarga yang terang benderang karena dinding kacanya. Atap yang menutupi sebagian balkon menjadi penghalang panas matahari yang masuk.
"Benar-benar seperti di dorm lama kita," gumam Kangin terkenang. "Karena terlalu sempit, akhirnya aku, Kibumie, dan Siwonie diijinkan tidur di rumah masing-masing. Tapi untuk tujuh orang, kurasa tempat ini cukup bagus."
"Memang mirip, kecuali jendela besar, meja makan, dan kamar mandinya, hyung," sahut Kyuhyun sambil tertawa kecil. Ia merasa lega ada dua buah kamar mandi di dorm Super Junior M.
"Aku sering mandi berdua Eunhyukie untuk menghemat waktu." Sungmin ikut terkenang masa lalu. Ia mengintip ke dalam dan cukup puas dengan apa yang ada. Kamar mandi itu berisi ruang shower yang sederhana, sebuah wastafel, dan kloset. "Tidak mewah seperti apartemen di Korea, tetapi tidak se-sempit kamar mandi di dorm yang lama."
"Shindong hyung masih memegang rekor mandi 17 detik," kata Donghae. "Aku tak habis pikir bagaimana cara Shindong hyung mandi."
"Satu kali berkumur, satu kali siraman dari atas kepala, lalu keringkan dengan handuk," gumam Yesung dengan nada yang membuat semua menjauh sedikit dari namja beraura gelap itu. "Aku heran, kenapa dia tidak bau seperti Hyukie?"
"Tenang, hyung, tenang," sahut Siwon sambil merangkul Yesung dari belakang.
"Apa yang kau lakukan? Kau pikir aku tidak tenang?!" hardik Yesung, mem-buat Siwon melepaskan pelukannya dan mundur selangkah. Wajah Yesung dan lirikan matanya yang tajam membuat Siwon meringis.
"Sajangnim memintaku mengantar kalian ke sini. Sebenarnya tempat ini masih dirahasiakan dari yang lain, menunggu debut resmi Super Junior M." Manager hyung membuka tirai-tirai agar mereka bisa melihat lebih jelas seluruh ruangan.
"Manager hyung, belum banyak perkakas di sini. Kami punya waktu luang untuk melengkapinya?" tanya Hankyung. "Maksudku, kami nanti akan sibuk, lebih baik kami memeriksa apa saja yang diperlukan sekarang. Jadi saat di sini nanti, kami tidak mencemaskan hal-hal kecil."
"Sebenarnya kalian akan jarang juga tidur di sini. Super Junior M diper-siapkan dengan jadwal yang sangat padat. Kita akan mengunjungi berbagai kota di China setiap harinya."
"Itu sangat padat!" Leeteuk memandang Kyuhyun, begitu pula member yang lain.
"Kenapa hyungdeul menatapku seperti itu? Aku baik-baik saja," protes Kyuhyun.
"Ah! Kyuhyun-sshi…" Manager hyung menepuk keningnya.
"Aku lupa, Sajangnim berpesan, ini adalah imbalan untuk Anda; Kesempatan menginap di dorm Super Junior M bersama member Super Junior."
"MWO?" Lagi-lagi semua memandang serentak ke arah Kyuhyun.
Kangin langsung maju dan bergerak mencekik sang magnae. Didorongnya Kyuhyun hingga menempel pada dinding. Kyuhyun berusaha melepaskan diri namun kedua tangan Kangin bertahan di posisinya, meski tidak benar-benar mencekik. "Jawab aku dengan jujur, Hyun-ah! Apakah kau mengikuti tantangan baru lagi? Kalau kau jawab 'benar', aku dengan senang hati akan mengencang-kan cekikan ini!"
"Ani. Aniyo!" seru Kyuhyun cepat sambil berusaha melonggarkan tangan Kangin dari lehernya. "Seonsaengnim hanya bertanya sesuatu padaku, dan aku berhasil menjawabnya." Ia merasa lega ketika Kangin melepaskan lehernya.
"Ingat baik-baik, Hyun-ah, jangan pernah bertindak sendirian lagi!" desis Kangin dengan nada mengancam. "Kau memiliki 12 hyungdeul untuk bersama-sama denganmu."
Kyuhyun mengangguk diiringi senyuman yang lain.
Kesempatan menginap di dorm Super Junior M bersama member Super Junior. Memangnya ini bisa disebut hadiah? Seonsaengnim ketularan pelitnya Teuki hyung dan Eunhyuk hyung….
Leeteuk memandang keseluruhan ruangan dan menepuk bahu Kyuhyun.
"Apa pertanyaannya, Kyuhyunie? Imbalannya sangat menyenangkan," tutur Leeteuk dengan gembira. Kyuhyun hanya tersenyum, tidak menjawab pertanya-an sang leader. "Aku jadi lega mengetahui kalian akan tinggal di mana."
"Aku pun begitu." Sungmin membenarkan.
Melihat senyuman Sungmin yang sangat manis, tahulah Kyuhyun kalau hadiah Petinggi SM membuat hyungdeul yang tidak tergabung dalam Super Junior M menjadi senang. Mereka mulai meletakkan barang-barang bawaan mereka di ruang tengah.
"Kyuhyunie, kamar mana yang mau kau tempati?" tanya Hankyung sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Ia merasa sangat lelah.
"Hyungdeul saja yang memilih." Kyuhyun menggeleng. "Aku di mana saja tidak jadi soal."
"Ani. Nanti kau akan sering menumpang di tempat yang kau suka," ucap Ryeowook sambil tersenyum.
"Itu bukan karena suka, Ryeowookie, tapi karena aku ingin berbicara de-nganmu berdua. Dasar pabo!"
"Jadi, kau sering ke kamarku untuk berbicara denganku? Bukan karena kasurku nyaman?" Ryeowook membulatkan matanya.
"Tentu saja tidak!"
Berbeda dengan Kyuhyun yang merasa kesal, member lain tersenyum-senyum melihat kepolosan Ryeowook.
"Di sini saja!" seru Siwon yang sedari tadi sibuk memeriksa tiap kamar.
Semua ikut masuk ke kamar di mana Siwon berada untuk melihat-lihat. "Kamar ini punya pemandangan di luar jendela yang bagus. Kau tidur bersama-ku, Kyuhyunie."
Donghae dan Ryeowook memandang keluar jendela. Meski di luar banyak terdapat bangunan, jendela itu menghadap ke area yang cukup kosong sehingga mereka bisa melihat langit, bukan memandang dinding gedung di dekatnya.
"Tapi…."
"Ayolah, Kyuhyunie. Jadi aku tak perlu ke kamarmu tiap malam sebelum tidur," desak Siwon dengan sorot mata penuh harap.
"Kenapa harus begitu?" Alis Kyuhyun bertaut.
"Aku tidak bisa tidur sebelum mendengar suaramu. Bukankah hyung sudah pernah mengatakannya?" tanya Siwon dengan mimik bingung.
"Ah! Jadi itu sebabnya Siwonie meneleponmu tiap malam?" Pertanyaan Sungmin membuat wajah Kyuhyun memerah, sementara hyungdeul yang lain sibuk menahan tawa melihat ekspresi magnae mereka. Apalagi Siwon mulai menarik-narik lengan Kyuhyun agar Kyuhyun mengabulkan permintaannya.
"Siwon hyung, kau itu hyung-ku, bukan dongsaeng-ku," keluh Kyuhyun dengan wajah pasrah. Ia tidak tega untuk menolak.
Hankyung tersenyum lembut. "Karena Kyuhyunie sudah setuju, ini akan menjadi kamarmu dengan Siwonie selama di Super Junior M."
"Hangeng, kamarmu yang ini." Manager Super Junior M membuka salah satu kamar. DI dalamnya terdapat sebuah tempat tidur dan meja tulis yang lebih besar dari yang lain. "Sebagai leader, kau akan perlu ketenangan lebih. Jadi kami mempersiapkan kamar ini untukmu."
Leeteuk menoleh ketika Donghae menepuk bahunya. Ia merasa heran me-lihat raut bersalah itu. "Waeyo, dongsaeng?"
"Hyung, apa aku mengganggu tidurmu?"
"Ne, bukankah aku selalu bilang agar kau tidur di tempat tidurmu sendiri?"
"Bukan itu maksudku, hyung," ujar Donghae kesal. "Aku memaksa sekamar denganmu… Seharusnya sebagai leader, hyung tidur sendiri seperti Hyukkie dan Shindong hyung."
"Jangan cemas, Donghae-ah." Leeteuk mengukir senyum lebar. "Sekamar denganmu jauh lebih baik daripada dengan Chullie. Percayalah."
Hankyung dan yang lain tak dapat menahan tawa. Masih teringat jelas di-ingatan mereka saat Heechul dan Leeteuk sekamar. Hanya butuh beberapa hari sebelum Heechul hengkang dan memilih tidur sekamar dengan Hankyung, satu-satunya orang yang bisa membuatnya tenang.
"Donghae-ah, Ryeowookie, kalian atur saja hendak sekamar dengan siapa di antara Zhoumi-ah dan Henry-ah. Kalian hendak berdua pun tidak apa." Han-kyung mulai memberi pengarahan. "Tapi sementara ini, karena kita ber-sembilan, siapa yang bersedia tidur berdua?"
"Kita tidur di ruang tengah saja. Hanya ada tujuh kasur di sini. "
Leeteuk selesai berhitung. "Tapi jika kita taruh berdekatan di lantai, cukup untuk 9 orang." Usul Leeteuk disambut persetujuan yang lain. "Kalau begitu, kita menyebar, memeriksa apa saja yang belum ada di dorm ini."
Semua kini sibuk memeriksa hal-hal yang menurut mereka diperlukan oleh Super Junior M. Kyuhyun sendiri seperti biasa mengecek sistem keamanan dan pintu darurat. Meski tidak secanggih di apartemen mereka, ia merasa dorm ini cukup aman. Kecuali lokasinya yang mudah menjadi sasaran kamera.
"Kalian perlu tirai tebal untuk jendela," kata Sungmin. "Jadi ketika malam hari, bayangan kalian tidak tampak. Kalian juga perlu beberapa keset untuk kamar mandi dan kamar tidur."
Ryeowook mencatat semua yang dikatakan Sungmin dan member lain. Ia juga menuliskan beberapa peralatan dapur dan perlengkapan makan yang di-perlukan. Dapur tersebut masih kosong-melompong. Tak ada sebuah piring pun di sana.
"Ryeowookie, tambahkan beberapa kabel penyambung dan alat-alat listrik ini." Kyuhyun memberikan daftar yang ditulisnya.
"Apakah ini untuk bermain game?"
"Untuk mengetahui berita dunia luar," jawab Kyuhyun sambil melemparkan evil stare ke arah Ryeowook.
"Hankyung-ah, jika Kyuhyunie bermain game hingga tidak tidur, lempar saja gadget-nya dari atas balkon."
"Akan kulaksanakan, Teuki hyung," jawab Hankyung sambil tertawa melihat pandangan protes Kyuhyun.
.
.
Semua merasa senang setelah melengkapi barang-barang yang diperlukan; meski urusan belanja diserahkan kepada manager hyung yang menangani Super Junior M. Mereka datang ke tempat gladi resik dengan perasaan lega. Manager hyung Super Junior sudah menunggu kesembilan namja itu.
Setelah Hankyung melakukan gladi bersih bersama para pendukung event olimpiade, giliran artis-artis lain melakukan gladi bersih. Super Junior mem-bawakan lagu A Man in Love dan Mirror dengan formasi 9 orang. Seperti biasa, di A Man in Love, Kyuhyun hanya muncul di part menyanyinya.
Selesai gladi bersih, Hankyung dipanggil oleh pihak panitia untuk melakukan wawancara. Member yang lain menonton syuting itu dari pinggir sambil duduk di bangku yang disediakan.
"Saya lihat, Hangeng jauh lebih kurus," kata sang reporter saat dia dan Hankyung selesai bertegur sapa membuka acara.
"Benar," sahut Hankyung sambil tersenyum. "Beberapa hari ini saya disibukkan dengan album Mandarin kami, melakukan proses rekaman dan membuat MV."
"Para fans Anda sangat memperhatikan kesehatan Anda."
Reporter memberitahu Hankyung.
"Dapatkah kau mengatakan kepada mereka sesuatu tentang hal ini?"
"Sesungguhnya ini bukan masalah besar," jelas Hankyung menenangkan. "Saya sedikit flu saat ke Beijing beberapa hari lalu, namun saya merasa sudah membaik saat itu. Ketika kembali ke Korea, saya kembali disibukkan dengan per-siapan dan rekaman album baru termasuk pembuatan MV. Jadi saya kembali terkena flu. Tapi saya merasa lebih baik ketika datang ke sini."
"Fans Anda bisa merasa lega mendengarnya." Sang reporter berterima kasih. Ia kemudian membahas tentang terpilihnya Hankyung sebagai pembawa obor Olympiade 2008, mengalahkan para calon lainnya. Hankyung dengan tenang mengutarakan posisinya yang masih sebagai artis pendatang baru di China, yang masih harus banyak belajar dari para senior yang lain. Ia juga ber-terima kasih kepada para fans yang sudah membuatnya mendapat kehormatan ini.
"Hankyung-ah benar-benar pandai menangani wawancara," gumam Lee-teuk. "Aku merasa lega tentang Super Junior M."
"Teuki hyung…." Kangin memberi kode pada Leeteuk. Ia memindahkan matanya ke arah Kyuhyun yang duduk dengan kesadaran yang sudah berkurang cukup banyak; Lelah dan mengantuk berkumpul menjadi satu.
"Kyuhyunie, kau bersandar saja di bahuku," bisik Siwon yang duduk di dekat Kyuhyun. Namun Kyuhyun menggeleng sambil tetap menatap ke arah depan. Dia seperti manekin yang duduk tegak, tersenyum, namun pandangannya ko-song dan kesadarannya mengambang.
Leeteuk yang duduk di sisi lain magnae-nya, merangkul Kyuhyun, merapat-kan tubuh mereka sehingga duduk berdekatan, lalu melepaskan rangkulannya. "Begini cukup?" bisiknya. Ia tersenyum ketika Kyuhyun mengangguk. Leeteuk cukup paham Kyuhyun tidak mau terlihat lemah di depan orang lain. Jadi dengan merapatkan duduk mereka, Kyuhyun bisa bersandar diam-diam kepadanya. Melihat hal itu, Siwon ikut merapatkan duduknya dari sisi yang berbeda.
"Gomawo, hyung," bisik Kyuhyun sambil tersenyum sekilas ke arah Siwon.
"Kalau begitu, di Super Junior M, kau duduk saja di antara aku dan Zhoumi ge, arra?"
Kyuhyun tidak menjawab. Ia kembali menghadapkan wajahnya ke depan dan tersenyum, meski ia nyaris tidak mendengar apa yang dibicarakan Hankyung dengan reporter. Siwon sesekali menerjemahkan, begitu pula manager Super Junior M yang ikut mendampingi mereka.
Sungmin mengangsurkan sebotol air kepada Kyuhyun. Ia baru saja meminta-nya dari kru. Kyuhyun meminum air itu hingga tinggal separuh.
"Hyung, kita tidak pulang duluan saja ke dorm?" tanya Ryeowook cemas.
Kyuhyun menoleh sambil melempar death glare-nya.
"Gwenchana, Ryeowookie," kata Donghae sambil menepuk bahu namja yang duduk di sebelahnya itu.
"Kyuhyunie masih bisa melempar pandangan tajamnya, itu berarti dia masih kuat."
Kyuhyun hanya bisa mempout-kan bibirnya ketika mereka tertawa.
"Menurut Anda, karakteristik apa yang Anda miliki, yang sepadan dengan kehormatan seorang pembawa obor Olympiade?" Semua kembali menyimak ketika reporter bertanya.
"Sikap pantang menyerah," jawab Hankyung. "Saya tidak pernah berhenti mengejar mimpi saya, tidak peduli akan masalah maupun tekanan yang harus saya hadapi. Saya selalu mencoba yang terbaik untuk mencapai puncak dan tetap berpegang pada ide-ide dan pemikiran saya sampai semua mimpi saya terwujud."
"Itu benar." Yesung bergumam. "Kami juga begitu."
"Tentu saja, Sunggie." Leeteuk merangkul Yesung dan Kyuhyun yang berada di sisinya. "Demi Super Junior dan ELF, kita tidak akan pernah menyerah."
"Ne, tapi singkirkan tanganmu dari bahuku, Teuki hyung. Berat."
Kata-kata Kyuhyun membuat yang lain terpaksa menahan tawa melihat Leeteuk yang bergegas menyingkirkan tangannya dan duduk dengan wajah tertekuk.
Mereka mendengarkan reporter dan Hankyung berbincang-bincang seputar olahraga. Ketika ditanya mengenai tanggapan member Super Junior yang lain tentang terpilihnya dia menjadi pembawa obor, Hankyung dengan wajah gem-bira bercerita mengenai pembicaraan mereka di dorm waktu itu. Ia bahkan me-nirukan gaya Leeteuk saat berkata 'Oh itu tidak masalah… Aku rasa itu akan jadi masalah' sehingga membuat yang lain lagi-lagi menahan tawa.
"Siapa yg bicara begitu?" tanya sang reporter membuat wajah Leeteuk pucat pasi.
"Leader kami, Li Te. Hanya dia yang bisa bicara seperti itu." Hankyung tak bisa menahan tawanya, dan melirik ke arah member lain yang menungguinya wawancara. Ia tersenyum melihat Leeteuk tersenyum salah tingkah.
"Aigoo… Kenapa kalian semua selalu mengerjaiku?"
"Karena hyung sangat lucu," jawab Kangin disambut anggukan yang lain.
"Kalau kami sedang suntuk, kami senang dekat dengan Teuki hyung." Sung-min melemparkan senyum ke arah sang Leader. "Mood kami akan segera mem-baik."
"Gomawo, hyung selalu menyemangati kami." Siwon ikut tersenyum.
"Ne, kalau ada Teuki hyung, menunggu di ruang ganti menjadi tidak mem-bosankan." Donghae mengangguk.
"Itu yang membuat kami semua sayang padamu, hyung." Kangin menjang-kau bahu Leeteuk dari jauh, dan menepuknya. Mata Leeteuk mulai berkaca-kaca karena terharu.
"Kami juga sayang keriputmu, hyung," ucap Ryeowook sambil terkikik, membuat kedua alis Leeteuk bertaut. Air matanya langsung lenyap.
"Ryeowookie, kau tidak seharusnya mengingatkan kejadian 2 tahun lalu," kata Kyuhyun dengan mimik serius. "Seharusnya kita manfaatkan kepikunan Teuki hyung yang sudah tua. Apa kau ingin kita dihukum lagi seperti usai fan-party itu?"
Siwon langsung merangkul Kyuhyun yang hendak dijitak oleh Leeteuk. Tangan Leeteuk mengenai tempat kosong. Siwon tersenyum meminta maaf. "Mianhe, hyung, Kyuhyunie sedang lelah, jadi pikirannya sedikit terganggu."
"Mwo?" Kyuhyun melepaskan rangkulan Siwon dengan kesal. Rasa kantuk-nya mendadak lenyap entah ke mana. Ia memandang Leeteuk dengan lurus. "Teuki hyung, aku serius. Tolong jangan diingat-ingat lagi kata-kata Ryeowookie tadi."
"Kata-katamu, Kyuhyunie… Kata-katamu yang membuat Teuki hyung kesal." Ryeowook mencoba berbisik.
"Aniyo. Aku hanya bilang 'seharusnya kita manfaatkan kepikunan Teuki hyung yang sudah tua'." Kyuhyun menggeleng. Ditatapnya Leeteuk dengan mata polosnya. "Teuki hyung tidak mungkin marah karena kata-kata itu bukan?"
Leeteuk mencoba mencari kalimat yang tepat, namun akhirnya ia hanya membuka dan menutup mulutnya beberapa kali tanpa ada kata-kata yang keluar. Sementara itu, Ryeowook dan Kyuhyun memandangnya dengan was-was. Masih jelas diingatan mereka ketika dihukum tidur di teras yang penuh nyamuk saat di Thailand waktu itu.
Suara tawa Hankyung membuat semua kembali menoleh ke depan.
"Kenapa Hankyung hyung tertawa?"
"Reporter bilang, fans di China membuat voting tentang member Super Junior yang diharapkan mengikuti Olympiade. Yang terpilih adalah Shindong hyung, Heechul hyung, dan Donghae hyung. Hankyung hyung diminta memilih jenis lomba yang cocok untuk ketiganya," jelas Siwon kepada Kangin.
"Aku terpilih!" Donghae nyaris berteriak dan melompat-lompat kalau saja Kangin tidak memberinya pandangan peringatan. Akhirnya namja itu hanya duduk sambil tersenyum lebar.
"Mengapa Anda tertawa begitu senang?" tanya sang reporter penasaran.
"Untuk Shen Dong, saya memilih Angkat Besi dan Gulat karena postur tubuhnya." Hankyung mencoba kembali tenang dan tersenyum. "Untuk Xi Che sedikit sulit memilih yang cocok karena karakternya. Dia juga tidak tertarik de-ngan olahraga. Xi Che sangat pemalas."
"Hankyung hyung benar-benar cari mati," gumam Donghae sambil meringis.
"Aniyo, dia akan tetap hidup." Sungmin tersenyum.
"Hankyung hyung bahkan bisa memukul Heechul hyung tanpa dibalas," sambung Yesung.
"Apakah kalian tidak mengajaknya berolahraga bersama?" tanya sang reporter.
"Dia tidak akan ikut dengan kami."
Hankyung tertawa membayangkan sahabatnya.
"Untuk Dong Hai, dia menyukai Sepak Bola dan Basket. Dia menjadi member tim sepak bola di junior High School," jelas Hankyung.
"Dia memang terlihat fit, sama seperti Anda," puji sang reporter. Lagi-lagi Kangin harus melempar pandangan pada Donghae agar dongsaeng-nya itu tidak melonjak-lonjak. "Saya melihat kebugaran fisik member Super Junior cukup tangguh."
"Jangan ada yang mengatakan apapun tentangku," desis Kyuhyun meng-ancam ketika yang lain tanpa sadar melirik ke arahnya.
"Kegiatan olahraga kami memang sangat baik." Hankyung membenarkan.
Pembicaraan pun bergulir seputar Super Show Super Junior yang akan di-adakan di beberapa negara termasuk di China. Super Show Super Junior baru dijadwalkan ke China pada akhir tahun.
"Hyungdeul, Super Show kita pasti berlanjut kan?" Ryeowook memandang yang lain, membuat semua menoleh ke arahnya. Mereka melirik manager Super Junior M dengan was-was.
"Tentu saja." Kangin menepuk dahi Ryeowook. Ia merasa kesal dengan per-tanyaan polos itu. "Jangan berpikir yang tidak-tidak."
"Ne, Ryeowookie, kita pasti bisa melewati semua ini." Leeteuk tersenyum menenangkan. Ia bersyukur manager Super Junior M tidak mengomentari apa-pun tentang pertanyaan tadi.
"Kami sedang mempersiapkan album baru dalam bahasa mandarin. Kami akan segera mengunjungi kalian kembali." Hankyung membuka pernyataan yang membuat reporter terkejut. "Kami akan menyajikan MV yang berbeda dan lagu yang berbeda dari sebelumnya."
"Di Cyworld Anda, Anda mengatakan akan ada lagu berbahasa Mandarin, apakah itu benar?"
"Semuanya lagu berbahasa Mandarin," jelas Hankyung.
Sang reporter sampai memastikan ulang, kalau-kalau ia salah menerima informasi. Tapi kepastian dari Hankyung membuat semua menjadi jelas.
"Apakah member lain tidak kesulitan untuk bernyanyi dalam bahasa man-darin?"
"Ah, itu tidak masalah. Kan ada saya," jelas Hankyung sambil tertawa dan melihat ke member yang lain.
"Siapa yang membuat Hankyung hyung senarsis itu?" Yesung tertegun.
"Xi Che." Semua bergumam serentak.
"Bagaimana kemampuan mandarin mereka saat ini?"
"Uhm, aku harus tetap merahasiakannya sekarang," tolak Hankyung halus. "Jika Anda membeli albumnya dan mendengarkan, Anda akan mendapati peng-ucapan yang baik. Pasti Anda akan terkejut."
"Hangeng sudah bertindak benar. Member Super Junior M tidak boleh di-bocorkan sebelum waktunya," kata manager Super Junior M sambil memandang ke arah yang lain. Ternyata ia di sana untuk memastikan tidak ada kebocoran info yang terjadi saat wawancara.
Ketika pembicaraan bergulir tentang MV Zhang Liyin, juga akting Hankyung dan Siwon, Hankyung mengutarakan keinginannya untuk bisa mendapat ke-sempatan berakting lebih banyak lagi. Hal itu membuat seseorang yang ikut mendengarkan dari salah satu dereten bangku menautkan kedua alisnya.
"Hangeng tampak suka berakting. Dia tidak mungkin menolak tawaran se-bagus ini. Apa kau sudah mengirim proposal ke alamat yang benar?"
"Sudah, Sajangnim," kata sang ajudan. "Bahkan saya baru saja mengirim proposal ketiga."
"Tidak ada jawaban apapun?"
"Tidak ada jawaban apapun."
"Ini aneh." Orang itu memandang Hankyung dan member Super Junior yang lain dengan seksama. "Apakah proposal itu tercekal di suatu tempat?"
"Sepertinya begitu, Sajangnim."
"Kita tunggu satu minggu lagi. Jika tidak ada jawaban, terpaksa kita mencari calon lainnya. Sayang sekali aku harus melepaskan orang seperti Hangeng."
Sang ajudan mengangguk setuju. Mereka berdua memperhatikan Hankyung yang bercerita tentang kehidupannya di Korea. Ia juga bercerita tentang banyak-nya trainee dari China di SM dan bagaimana ia berusaha menyemangati mereka semua untuk bekerja keras dan berbuat yang terbaik untuk menghibur semua yang melihat pertunjukan mereka.
"Apakah Anda cukup puas dengan keadaan Anda saat ini?"
Pertanyaan itu membuat Hankyung tertegun sejenak, begitu pula member Super Junior yang menyaksikan wawancara. Mereka merasa lega ketika Han-kyung mengangguk dan tersenyum. "Umm…semuanya baik," kata Hankyung. "Saya mempercayai pihak managemen. Mereka baik kepada saya."
"Saya lihat Anda benar-benar pekerja keras dan orang yang simple."
"Benar, saya orang yang simple." Hankyung membenarkan. "Saya akan me-ngatakan apapun yang saya ingin katakan."
"Juga tidak mengatakan apapun yang tidak ingin dikatakan," gumam Ye-sung, membuat member yang lain menoleh ke arahnya dengan bingung. Namun karena Yesung berbicara seperti kepada diri sendiri, mereka kembali melihat ke arah Hankyung.
"Apakah Anda berubah sejak debut sebagai artis?"
"Tidak banyak. Saya masih berhubungan dengan kawan lama. Mereka bi-lang: Hangeng, mengapa kau tidak banyak berubah padahal kau sudah seorang bintang sekarang? Saya bilang: Mengapa harus berubah?" Hankyung tertawa.
"Kau dengar gossip, tidak? Katanya, Kyuhyun-sshi itu seperti bintang jatuh….. Bintang jatuh? Ha ha ha…istilah itu tepat sekali!" Kyuhyun diam-diam meringis teringat kejadian di basement.
"Kau juga seorang bintang," bisik Siwon.
Kyuhyun terkejut dan menoleh. Apa Siwon hyung bisa membaca pikiranku?
Siwon tersenyum lebar. "Super Junior adalah 13 bintang. Aku bisa mem-bayangkan, pasti indah sekali lautan sapphire blue dengan 13 bintang yang ber-sinar."
Ah, ternyata cuma kebetulan. Kyuhyun tersenyum lega.
"Terima kasih sudah mendukung Super Junior sejak kami debut," kata Hankyung menutup acara. "Kami akan selalu memberikan pertunjukan panggung dan musik terbaik kami untuk kalian. Kami berharap kalian pun dapat menyukai kami lebih dari sebelumnya. Xie xie."
.
.
Malam sudah larut saat mereka sampai di dorm Super Junior M. Leeteuk harus memaksa mereka semua mencuci muka sebelum tidur. Rata-rata sudah terkapar karena mengantuk begitu mereka selesai memindahkan tujuh buah kasur ke ruang tengah. Tapi dengan sabar Leeteuk membangunkan mereka satu per satu.
Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya di dekat salah satu ujung dengan mata yang nyaris tidak bisa dibuka. Namun sepasang tangan mencubiti pipinya, membuatnya membuka matanya sedikit, untuk kemudian terbuka lebar sambil beringsut menjauh.
"Yesung hyung, aku tidak mau tidur di sebelahmu!" protes Kyuhyun.
"Mianhe, Kyuhyunie, hanya tempat ini yang tersisa."
Ketika Kyuhyun memandang sekelilingnya, memang di sebelahnya saja yang kosong. Ketujuh hyung-nya yang lain tersenyum lebar melihat wajah pasrah sang magnae yang dijebak. Mereka dengan sengaja menyisakan satu tempat di sebelah Kyuhyun untuk Yesung. Tak ada yang mau menjadi korban Yesung malam ini.
Kyuhyun nyaris berteriak ketika Yesung mendekatkan sebuah benda ke hidungnya saat ia berbalik ke arah Yesung. Ia meraih benda itu dengan bingung, karena Yesung terus saja mengacungkan benda itu seakan menyuruhnya mengambil.
"Bando?"
"Ne, taruh saja di sini. Di Korea, kalian semua selalu meminjam bandoku ini. Bagaimana jika aku tak ada?" Yesung mulai berbaring di sebelah Kyuhyun, menepuk kasur bagian Kyuhyun, memberi isyarat agar dongsaeng-nya kembali berbaring.
Kyuhyun berbaring sambil tetap memperhatikan bando di tangannya.
"Hyung akan membeli bando lain setiba di Korea nanti. Yang ini simpanlah di sini, arra?"
Kata-kata lembut itu membuat Kyuhyun mengerucutkan mulutnya. Tiba-tiba perasaan sesak muncul, apalagi Yesung mulai mengelus rambutnya dengan lembut.
"Hyung, aku tak bisa membayangkan jika tidak bisa melihatmu setiap hari lagi," gumam Kyuhyun. "Tidak ada yang bisa aku ajari main game, tidak ada yang kebingungan saat aku bertanya soal matematika, tidak ada yang bisa aku ganggu tanpa memarahiku…"
Kata-kata Kyuhyun membuat yang lain terdiam, namun semua berpura-pura tertidur dan tidak mendengarkan. Bahkan Ryeowook terpaksa menutup wajah-nya dengan bantal untuk menyembunyikan air matanya.
Yesung tersenyum melihat Kyuhyun masih terus memandangi bando itu. Diambilnya bando tadi, diletakkannya di sisi kasur, lalu menarik selimut Kyuhyun hingga rapat. "Pertama pasti sulit, tapi kau pasti bisa," hibur Yesung. Ia mulai menepuk-nepuk punggung Kyuhyun yang berbaring miring menghadapnya. Ia sering melakukan hal itu saat Jongjin masih kecil.
"Kenapa hyung begitu yakin?" tanya Kyuhyun berbisik, takut mengganggu tidur member yang lain.
"Karena hyung-mu ini sanggup." Yesung tersenyum. Namun kedua matanya sudah memerah karena menahan air mata. Ia mengelus rambut Kyuhyun sambil menggigit bibirnya menahan tangis. "Karena hyung sanggup, kau pasti sanggup. Tidak peduli kita ada di manapun, terpisah sejauh apapun, kita tetap hyung dan dongsaeng, arra?"
"Arraseyo, hyung. Kami akan menjaga keberadaan Super Junior meskipun sebagai Super Junior M," gumam Kyuhyun dengan suara tercekat.
"Hyung percaya." Yesung tersenyum. "Sekarang tidurlah, besok kita sangat sibuk."
Keduanya berbaring berhadapan. Tangan mungil Yesung merangkul Kyu-hyun, membuat Kyuhyun tertidur pulas karena kehangatan yang ia rasakan. Lee-teuk masih terjaga hingga setengah jam kemudian. Ketika ia duduk dan me-mandang dongsaengdeul yang tertidur pulas, diam-diam namja itu menangis.
Dongsaengdeul, aku akan melindungi Super Junior dengan 13 member karena aku adalah leader. Rumor bahwa Super Junior bisa ditambah menjadi 100 orang atau lebih, tidak akan pernah terjadi selama aku masih menjadi leader. Karena itu kalian semua harus kuat, arrachi?
.
.
23 Maret 2008
Kyuhyun meletakkan bando pemberian Yesung ke dalam laci di kamarnya. Barang-barang yang dibeli manager Super Junior M sudah mereka tata bersama ke tempat-tempat yang sesuai. Bahkan Kyuhyun sempat mencoba video call dengan Kibum dan Heechul di rumah sakit, juga Shindong dan Eunhyuk di dorm.
"Sudah tidak ada peralatan yang kurang, Kyuhyunie?" tanya Leeteuk sambil duduk di sebelah Kyuhyun. Ia melambai kepada Eunhyuk dan Shindong sebelum Kyuhyun menutup jalur komunikasi.
"Semua sudah cukup, Teuki hyung."
Kyuhyun mencabut semua peralatan elektroniknya. Ia hanya meninggalkan kabel dan peralatan lain yang tidak berpotensi dicuri. Yang lain dibawanya kem-bali ke Korea. "Aku akan membeli satu set perangkat baru."
"Untuk bermain game?" goda Leeteuk.
Kyuhyun terdiam dengan pandangan menegur.
"Untuk berhubungan dengan dunia luar."
Leeteuk tertawa ketika mendengar kalimat usang itu. Kyuhyun sudah me-ngucapkannya beberapa kali di dorm Super Junior M setiap mereka menggoda-nya. Sang leader kemudian berdiri untuk memperhatikan kesibukan Hankyung yang sedang memasang tirai tebal, dan Sungmin yang mengunci setiap kamar.
"Semua siap?" Pertanyaan Leeteuk dijawab anggukan. "Kalau begitu kita berangkat sekarang."
.
.
Ternyata Super Junior tidak langsung mengikuti acara. Mereka ditunggu oleh pihak Sohu untuk melakukan sedikit wawancara sebelum acara di mulai. Sungmin, Kangin, Leeteuk dan Yesung berdiri. Ryeowook, Siwon, Hankyung, Donghae dan Kyuhyun duduk di depan.
Setelah berbasa-basi sejenak, kedua MC meminta mereka melakukan games yang berkaitan dengan olahraga yang dipertandingkan di Olympiade kali ini. Kangin yang ramah dan ringan tangan, langsung menawarkan diri untuk mengambilkan bahan soal dari kru.
Kyuhyun menjadi yang pertama mengambil soal. Ia pun memperagakan soal yang tercantum di kertas sementara member yang lain menebaknya.
"Tinju!" seru hyungdeul saat Kyuhyun beraksi.
Donghae yang sempat kebingungan karena harus membawakan soal renang indah, akhirnya berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Saat giliran Hankyung, Kangin memberi kode kepada Donghae dan Kyuhyun yang menge-tahui banyak cabang olah raga untuk tidak ikut menjawab soal.
Kali ini Sungmin berhasil menebak kalau yang Hankyung maksud adalah catur. Siwon juga memperagakan jalan cepat dengan baik sehingga mereka bisa menebaknya dengan mudah.
Ketika giliran Ryeowook, setelah mengembalikan soal kepada MC, Ryeowook berbalik dan menepuk pundak Siwon sekilas. Ia berharap kodenya akan bisa dimengerti oleh yang lain. Mereka sering menjuluki namja berlesung pipi itu dengan julukan 'kuda'. Tapi berkuda bukanlah soal yang sulit. Mereka kembali menebaknya dengan mudah. Yesung menegur Kyuhyun yang meme-ragakan gerakan Ryeowook yang lucu. Tapi ia cukup senang karena Kyuhyun yang tampak pucat dan lesu tadi bisa tertawa.
Sama seperti waktu mengatai Eunhyuk di EHB, Ryeowook juga memeluk Siwon sebagai permintaan maaf karena mengatainya kuda secara tidak langsung. Siwon tampak protes sementara Hanyung tertawa menyadari kode Ryeowook tadi. Leeteuk meringis. Ia teringat saat manager hyung mengatai Siwon seperti kuda. Semalam suntuk ia tidak bisa tidur karena Siwon meneleponnya untuk berkeluh-kesah. Namja tampan itu sangat sedih karena ia diibaratkan seperti kuda. Siwon jauh lebih peka daripada yang ia perlihatkan di depan kamera.
Sungmin yang mengambil soal selanjutnya, memandang Siwon dan menunjuk. Hal itu membuat Siwon dan Ryeowook yang masih ribut menjadi tertegun. Sungmin berharap member lain juga menyadari kodenya.
"Taekwondo!" seru Siwon saat Sungmin baru memeragakan pose awal.
"Aku belum melakukan apa-apa," protes Sungmin disambut tawa yang lain.
Ketika Kangin selesai membaca soal, ia meremas kertas itu dan melemparkannya ke kaki Kyuhyun yang tetap tidak bereaksi selain duduk tegak dan tersenyum.
"Baseball!" jawab yang lain. Kangin langsung bersorak dan melakukan high five dengan beberapa member, layaknya orang yang baru saja memenangkan pertandingan.
Giliran Leeteuk maju mengambil soal, Kangin memberi kode kepada Hankyung untuk tidak menebak. "Lideo-sshi1, kami semua merasa antusias untuk melihat aksimu," goda Kangin.
"Ini benar-benar mudah," kata Leeteuk, tidak sadar dongsaengdeul berusaha mengerjainya. Ia pun berjongkok mengambil posisi, sementara Kangin kembali memberi kode kepada Donghae dan Kyuhyun untuk tidak ikut menjawab.
"Sumo! Gulat! Karate!" seru Siwon bersemangat.
"Jangan jawab yang benar!" bisik Kangin kepada Siwon. Ia juga memberi kode kepada Sungmin dan Ryeowook. Semua tertawa melihat Leeteuk memperagakan Angkat Besi dengan sungguh-sungguh.
"Yoga!" seru Kangin saat Leeteuk memperagakan ia keberatan dengan barbelnya. Yang lain ikut menjawab yang sama membuat Leeteuk memandang mereka dengan bingung. Ia merasa gerakannya sudah sangat jelas.
"Ani, kalian salah," kata Leeteuk, masih tidak menyadari rencana Kangin.
Kyuhyun sendiri hanya diam melihat. Yesung yang tidak sabar, langsung menuju MC untuk meminta soal bagiannya. Leeteuk mencari-cari benda untuk memeragakan hal lain. Ia mengambil sebuah bungkus plastik, meremasnya untuk memeragakan kegiatan membedaki tangan yang biasa dilakukan atlit Angkat Besi. Ia berharap jika diperagakan dari awal, mungkin dongsaengdeul akan mengerti. Bahkan ia melakukan gerakan pemanasan sebelum kembali berjongkok.
Kangin yang sudah bersiap, segera berjongkok di belakang Leeteuk sehingga sang leader terkejut karena tangan Kangin mengenainya saat menurunkan tubuh. Kangin kembali duduk setelah berhasil mengerjai sang leader.
"Lomba makan ramen!"
"Superman!"
"Gerakan Hip Hop model baru!"
Leeteuk akhirnya sadar dongsaengdeul sedang mengerjainya. Tebakan mereka mulai tidak masuk akal. Ia berdiri dengan kesal meski berusaha tetap tersenyum. Ia memeragakan sekali lagi, tapi kali ini tak ada yang berusaha menjawab.
"Angkat…?" Akhirnya Leeteuk yang sudah kelelahan mencoba memberi kode. Kangin dan yang lain memasang wajah 'tidak tahu' terbaik mereka, mem-buat sang leader kehabisan sabar. "Angkat Besi!"
Semua kecuali Kyuhyun yang diam dan Yesung yang bersiap di dekat MC, mengajukan protes ketika Leeteuk kembali ke tempat setelah menjawab soalnya sendiri.
"Orang terakhir," kata MC.
Kangin langsung memberi kode agar Hankyung, Siwon, dan Donghae mengecoh Yesung. Ia meminta Kyuhyun untuk menjawab soal kali ini.
"Langsung tebak," kata Kangin kepada magnaenya ketika Yesung tengah memaparkan kertas soal ke kamera.
"Golf?" jawab Kyuhyun keras begitu Yesung selesai menyerahkan kertas soal kepada MC. Wajah Yesung langsung terlihat kesal.
Meski Kyuhyun menjawab dengan wajah menengok ke belakang, Donghae menggerakkan bibirnya sambil menunjuk Siwon, Hankyung menunjuk Ryeowook dan Ryeowook menunjuk Hankyung, pendengaran Yesung yang peka tidak terkecoh. Sejak kata itu keluar, dia langsung menengok ke arah Kyuhyun.
Semua mentertawakan Yesung yang sangat kesal karena tidak sempat memperagakan apapun. Hankyung menarik lengannya agar Yesung yang masih berdiri memelototi sang magnae itu kembali ke tempatnya semula. Siwon dan Ryeowook berdiri sambil bertepuk tangan. Donghae menepuk Kyuhyun memberi selamat atas tebakan jitunya. Kyuhyun ikut bertepuk tangan buat keberhasilan mereka. Akibatnya Yesung kembali di sorot secara close-up. Wajahnya yang menahan marah tampak sangat lucu.
Namun kemudian Yesung ganti tertawa lebar ketika kameramen berpindah meng-close-up Kyuhyun yang duduk di depannya. Magnae yang masih kikuk di depan kamera itu tersenyum kaku dan berusaha menoleh ke arah Donghae berkali-kali agar tidak memandang kamera dari dekat.
Kini mereka diminta memperagakan dance bagian masing-masing. Donghae menarikan part dancenya dengan baik. Tetapi Ryeowook dan Yesung justru menarikan bagian sexy dance Kyuhyun sehingga rekaman part Kyuhyun diputar dua kali. Kyuhyun yang merasa malu hanya bisa tertunduk untuk menyembu-nyikan wajah dan menahan tawanya. Ketika Hankyung diminta memeragakan dance, Kyuhyun yang sedang tertunduk langsung memperagakan dance bagian Hankyung, tapi Hankyung justru kembali memeragakan sexy dance Kyuhyun.
Siwon memberi selamat kepada Hankyung karena kompak mengerjai sang magnae. Member yang lain tertawa sementara Kyuhyun tertunduk malu. Kangin yang bersemangat langsung maju, namun salah satu MC memintanya kembali ke tempat karena waktu mereka sudah sempit.
Setelah menuliskan pesan masing-masing pada sebuah papan untuk para fans, Hankyung dipaksa memberi kata penutup oleh yang lain dalam bahasa Mandarin. Ia bersedia jika ada yang memijat bahunya. Kangin langsung memijat bahu Hankyung. Sementara itu Yesung memberikan boneka yang pegangnya kepada Kyuhyun.
Lagi-lagi member Super Junior berbicara dengan heboh saat Leeteuk berusaha memberi kata penutup juga dalam bahasa Mandarin. Kangin berusaha mencegah. Ia meminta Leeteuk menyampaikan dalam bahasa Korea saja. Tetapi ternyata usaha keras Leeteuk selama ini berhasil. Ia bisa mengucapkan kalimatnya dengan baik.
"Palli2, kita hampir terlambat!" seru manager hyung ketika wawancara berakhir. Kesembilan namja itu mengikutinya berlari menuju area panggung di mana acara akan berlangsung.
Saat Super Junior tampil, mereka disambut meriah. Lagu Mirror dan A Man in Love berhasil dibawakan dengan baik meski dengan 9 orang saja.
Kyuhyun kembali ke atas panggung karena member Super Junior diminta untuk tetap berada di atas panggung.
Tiba-tiba serombongan anak berpakaian tradisional naik ke atas. Dua anak langsung mendekati Yesung, sehingga namja itu memeluk mereka di kiri kanannya. Anak-anak yang lain mengerubungi Kyuhyun. Bahkan salah satu anak langsung melompat merangkul lehernya. Mau tak mau Kyuhyun mengangkatnya ke dalam gendongan sementara tangan kirinya berusaha menyapa ramah anak-anak lainnya.
Hyungdeul tertawa menyaksikan Kyuhyun yang kewalahan diserbu begitu banyak anak kecil. Melihat hal itu, MC pun turun tangan untuk memindahkan dua anak ke tiap personil member Super Junior. Beberapa ada yang mendapat tiga anak karena empat personil member Super Junior tidak hadir.
Acara pun berlanjut hingga siang hari.
Super Junior bergegas ke bandara begitu acara selesai, kecuali Hankyung yang masih melakukan beberapa persiapan lain. Sesampainya mereka di Korea, Kangin langsung menuju SBS untuk menggantikan Heechul sebagai MC Inkigayo. Ia tidak sempat pulang ke rumah maupun dorm. Yang lain segera beristirahat karena rekaman radio mereka sudah menggantikan tugas mereka untuk hari ini.
.
.
"Ya! Changmin-ah! Aku sibuk sekali belakangan ini, jadi belum menambah skor apapun."
Kyuhyun mengerucutkan mulutnya, meski Changmin tidak mungkin me-lihatnya.
"Tidak ada alasan! Kali ini skor yang aku dapat 1500 poin di atasmu." Chang-min tertawa penuh kemenangan. "Belakangan ini aku benar-benar bersema-ngat. Aku melepaskan semua kekesalanku kepada hyungdeul. Ini semua berkat-mu, Kyuhyun-ah."
"Mwo? Memangnya aku melakukan apa?"
"Kau. Lagi-lagi. Menutup. Teleponku." Changmin mengeja tiap kata dengan nada yang ia anggap cukup mengerikan. Setidaknya hyungdeulnya akan berpikir begitu. Mereka menjulukinya scary magnae dan mempromosikan nickname itu kepada Cassiopeia. "Kau. Bahkan. Tidak. Mengangkat. Teleponku. Selanjutnya."
"Uhm, Changmin-ah, apakah ada sesuatu di tenggorokanmu?"
"Tenggorokanku?" Changmin langsung meraba lehernya dengan bingung. "Ani. Tak ada yang aneh di tenggorokanku. Waeyo?"
"KALAU BEGITU BICARA DENGAN BENAR! JANGAN COBA MENGHUBUNGIKU LAGI KALAU BELUM BERBICARA DENGAN BENAR!"
Kyuhyun menghembuskan napasnya sambil menyeringai puas. Dimatikan-nya HP-nya sebelum Changmin meneleponnya kembali. Baru saja Kyuhyun me-rebahkan tubuhnya di atas kasur, pintu kamar terbuka. Ia heran melihat Shin-dong masuk. Tak biasanya hyung-nya itu masuk ke dalam kamarnya.
"Kyuhyunie, kau sudah mandi?"
"Belum, hyung. Ini kan masih siang."
"Aku ingin mengajakmu ke Jim Jil Bang3 . Kau mau?"
"Mau!" seru Kyuhyun senang sambil menghambur memeluk Shindong.
"Kau seperti anak kecil," kata Shindong tertawa. Ia mengacak rambut Kyu-hyun dengan gemas. "Bersiaplah. Hyung tunggu di depan."
Hanya perlu 30 menit untuk mereka tiba di Jim Jil Bang yang dipilih Shin-dong. Namun Kyuhyun menghentikan langkahnya di depan bangunan, membuat Shindong berbalik menghampiri magnae-nya.
"Waeyo, Kyuhyunie?"
"Hyung, aku lupa… Itu…." Kyuhyun tidak tahu harus memilih kalimat apa. Shindong tersenyum lebar.
"Aku tahu apa yang membuatmu risau. Sebelum mengajakmu ke sini, hyung sudah memikirkannya." Shindong menarik tangan Kyuhyun untuk kembali ber-jalan. "Geogjeonghaji maseyo, di sini ada temanku yang bekerja. Dia memberi info jam-jam sepi tempat ini. Ayo, kita masuk!"
Kyuhyun merasa lega karena yang Shindong katakan benar. Fasilitas itu sangat sepi. Mungkin karena mereka datang bukan di jam orang biasa pergi ke pemandian. Setelah menikmati sauna, berendam air panas, menikmati kolam bertekanan yang memijat tubuh mereka, keduanya keluar ke tempat yang disediakan untuk menggosok tubuh.
"Biar aku yang menggosokkan," kata Kyuhyun sambil mengambil kain penggosok. Keduanya duduk di dua bangku kecil dengan Shindong membelakangi Kyuhyun. Kyuhyun mulai menggosok punggung Shin-dong kuat-kuat.
"Gomawo, hyung, sudah mengajakku ke sini."
Shindong tersenyum. Ia sudah menduga Kyu-hyun akan menyukainya. Terakhir mereka ke pe-mandian adalah sebelum Kyuhyun kecelakaan. Setelah itu, meskipun di dorm, Kyuhyun akan menge-nakan singlet untuk menutupi bekas lukanya. Tapi di pemandian umum mereka hanya diperbolehkan mengenakan selembar handuk kecil. Tidak ada pengecuali-an untuk itu.
"Kyuhyunie, berapa lama kau ingin menjadi seorang Super Junior?"
Kyuhyun menghentikan gerakannya, lalu mulai menggosok kembali.
"Selama aku bisa, hyung."
"Kalau begitu, selamanya ELF akan menjadi bagian hidupmu kan?"
"Kenapa hyung bertanya begitu?"
"Aku melihat acara kalian di Beijing kemarin. Kau selalu tampil canggung di depan kamera dan fans, Kyuhyunie. Hyung khawatir mengenaimu. Kau bisa ber-akhir seperti Yesung hyung…. Ah, yang di situ lebih keras, Kyuhyunie, rasanya enak sekali."
Kyuhyun menurut. Ia tersenyum ketika Shindong tampak menikmati gosok-an di punggungnya. Hyung-nya itu memejamkan mata ketika Kyuhyun menekan punggungnya dengan ibu jari lalu memutar jarinya itu sepanjang tulang pung-gung.
"Di Super Junior, ada Teuki hyung, Heechul hyung, Kangin hyung, juga aku dan Hyukie yang bisa menutupi kekuranganmu dan Yesung hyung. Tapi tidak di Super Junior M." Shindong memberi kode agar Kyuhyun berbalik posisi. "Giliran-ku yang menggosokmu."
"Tapi, hyung…"
"Tenanglah, aku akan pelan-pelan dan menghindari bekas lukamu."
Kyuhyun akhirnya menurut, membiarkan Shindong menggosok punggung-nya. Ia mengerang ketika peredaran darahnya terasa lancar. Otot-ototnya yang kaku mulai terasa relaks. Sudah lama sekali ia tidak ke Jim Jil Bang. Ketentuan di pemandian umum sangat keras, tidak ada pengecualian mengenai melepas pakaian; Jadi ia memilih tidak ikut meski ada yang mengajaknya.
"Kau punya bakat menjadi seorang entertain, Kyuhyunie. Anggaplah ELF itu bagian hidupmu sama seperti kami. Bertindaklah seperti saat kau di dorm." Shindong melanjutkan percakapan mereka setelah melihat Kyuhyun tidak lagi tegang.
"Seperti di dorm?"
Shindong berpikir sejenak. "Baiklah, kurangi kadarnya sedikit."
Kyuhyun tertawa mendengarnya.
"Hankyung hyung pendiam dan serius. Donghae-ah memang lucu dan me-narik, tapi dia harus memiliki orang yang mengimbanginya. Hyukie tidak bisa melakukannya lagi." Shindong menghela napas panjang. "Siwonie selalu tampil tampan dan cool di depan kamera. Wookie, aku justru tidak khawatir dengan-nya. Dia selalu tampil apa adanya. Kepolosan reaksinya membuatnya menarik saat wawancara ataupun tampil di panggung."
"Hyung, pelan sedikit," kata Kyuhyun saat merasa punggungnya memanas.
"Kau ini kurus sekali! Di China jangan lupa makan yang banyak."
"Sebenarnya, apa yang ingin Shindong hyung katakan?" Kyuhyun mengalih-kan percakapan.
"Super Junior M. Kita harus menganggapnya sebagai penerus nama Super Junior selama Super Junior itu vakum. Tapi dari 13 orang, kalian hanya memiliki 7 orang untuk bisa menarik perhatian fans di sana. Aku belum terlalu mengenal Zhoumi-ah dan Henry-ah. Tapi aku bisa menebak, jika kalian tetap seperti seka-rang, Super Junior M tidak akan pernah menarik perhatian di sana. Kalian hanya akan dikenal sebentar setelah debut, setelah itu tenggelam karena membosan-kan."
"Apa yang harus kami lakukan, hyung?"
"Kau, Kyuhyunie, jadilah dirimu sendiri. Lepaskan rasa malu dan canggung-mu, berlakulah apa adanya. Kau punya semua yang dibutuhkan seorang entertain."
"Tapi…"
"Tentu saja tidak instan, tapi hyung yakin, kau bisa mengalahkan dirimu sendiri, dan berubah menjadi lebih baik. Jika kau berlaku apa adanya, hyungdeul-mu yang lain akan terpancing. Mereka akan memberikan reaksi yang menarik."
Kyuhyun terdiam.
"Bagaimana dengan Yesung hyung?"
"Kokjongmal, dia juga akan jadi entertain yang hebat," kata Shindong sambil tertawa lebar. Ia teringat Yesung yang sering mengartikan nasehatnya dengan salah. Namun ia bisa melihat The Art of Voice Super Junior itu mengalami pe-ningkatan.
Keduanya lalu berendam di kolam air dingin setelah membasuh sisa-sisa kulit mati yang terlepas saat penggosokkan tadi.
"Shindong hyung, sebagai mood maker, apakah kau tidak pernah merasa berat? Kau jarang sekali tampak sedih di depan kami. Kalau pun bersedih, kau masih bisa menangis sambil menghibur yang lain."
Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke bebatuan yang ada di dekatnya. Mata hitamnya mengamati wajah Shindong yang mengapung sambil memejamkan mata.
"Aku bisa karena aku mencintai kalian semua." Shindong menjawab sambil tetap memejamkan mata.
"Mencintai itu menyakitkan. Aku merasa, karena menyayangiku, hyungdeul jadi mengalami banyak kesedihan." Kata-kata Kyuhyun membuat Shindong membuka matanya. Ia beranjak dan duduk di sebelah Kyuhyun. Dipandangnya wajah magnae-nya itu penuh selidik, sehingga Kyuhyun memalingkan wajahnya. "Hyung! Kau membuatku risih!"
"Tatap aku, Kyuhyunie," desak Shindong. "Katakan, apakah kau tidak pernah merasa sedih dan sakit karena menyayangi kami? Apa yang kau tanggung sendiri saat berusaha mempertahankan keberadaan Super Junior?"
Kyuhyun kembali memandang Shindong. Namun tak satupun kata yang keluar dari mulutnya. Shindong tersenyum lebar. "Apa yang kau rasa, sama dengan yang kami rasakan terhadapmu, bukan?"
"Seharusnya kita mencari orang yang tidak akan membuat kita sakit dan sedih, untuk kita cintai sepenuhnya," gumam Kyuhyun. Namun sedetik ke-mudian ia tersenyum lebar. "Tapi itu mustahil, aku pun tidak pernah menyesali pertemuanku dengan hyungdeul."
"Itu benar." Shindong mengangguk. "Tidak ada yang bisa membuat kita lepas dari perasaan sedih dan sakit saat kita mencintai seseorang. Orang yang kita cintai, justru orang yang paling bisa membuat kita merasa sakit dan sedih."
"Jadi, apa yang harus kita lakukan, hyung? Kenapa Shindong hyung selalu bisa tersenyum untuk kami semua?"
"Pilihlah dengan baik."
"Pilih?" Kyuhyun menautkan alisnya tidak mengerti.
"Ne, semua orang yang kita cintai akan membuat kita sakit. Tapi kau bisa memilih siapa orang yang layak membuatmu merasakan perasaan itu. Apa kau paham?"
Kyuhyun tertegun. Ia terdiam lama untuk meresapi kata-kata itu.
Malam harinya, Kyuhyun mengambil celengan berbentuk beruang yang ia simpan di dalam nakas. Saat membaca satu per satu kertas yang sering ia baca diam-diam itu, Kyuhyun tersenyum. Hyungdeul, saranghaeyo…. Untuk orang-orang seperti kalian, rasa sakit dan sedih ini bukanlah apa-apa. Keberadaan kalian jauh lebih besar dari itu.
Shindong hyung, akhirnya aku mengerti apa yang membuatmu bisa selalu menjadi mood maker bagi kami semua. Aku akan berusaha menjadi mood maker di Super Junior M, hyung. Mungkin sangat jauh berbeda dibanding yang Shindong hyung dapat lakukan, tapi aku akan berusaha, karena aku menyayangi kalian semua…
.
.
26 Maret 2008
Baru saja Hankyung pulang dari Shenzhen kemarin, media elektronik diguncang dengan tersebarnya foto salah satu bagian MV U Super Junior China. Meski foto itu beresolusi sangat rendah, mereka bisa menduga Kyuhyun yang berada paling depan dengan yakin. Sosok lainnya menyerupai Donghae, Ryeowook, Siwon, dan Hangeng.
Dua sosok asing diduga sebagai Henry dan Joomyuk. Protes pun bermuncul-an. Mereka khawatir Super Junior China nanti akan menjadi grup tetap sehingga Super Junior terpecah menjadi dua. Kabar tersiar dengan cepat di internet, membuat ELF dari negara lain juga melakukan protes.
Joomyuk atau Zhoumi menjadi bulan-bulanan pemberitaan buruk. Berbagai tuduhan tentang pola hidupnya yang tidak baik tersiar, apalagi selama setahun sebelum menjadi trainee di SM ia berprofesi sebagai penyanyi dan MC. Meski-pun situasi sangat panas, pihak SM sama sekali tidak mengklarifikasi. Mereka hanya menjanjikan kabar pasti tentang hal itu di tanggal 1 April 2008.
Di tengah panasnya situasi, Leeteuk dan Shindong melakukan tugas terakhir mereka sebagai MC di M!Net Countdown. Karena kondisi tangan Eunhyuk yang belum memungkinkan, hanya mereka berdua yang melakukannya. Bertiga de-ngan Jessica, Leeteuk dan Shindong membawakan lagu Don't Cry sebagai lagu perpisahan. Shindong mengambil semua part Eunhyuk dalam bagian rap lagu itu. Leeteuk mengiringi dengan permainan pianonya. Meski sedih dan menetes-kan air mata saat memberikan ucapan perpisahan, mereka menutup penampil-an terakhir mereka dengan manis.
Acara Unbelievable Outing Season yang selama ini dibawakan Super Junior juga memasuki episode terakhir.
.
.
28 Maret 2008
Kangin melangkah dengan lesu sore itu ke Chunji. Sejak pulang dari Beijing kemarin, member Super Junior M sibuk dengan persiapan mereka untuk ber-mukim di China. Masing-masing berpamitan dengan keluarganya lewat telepon karena jadwal mereka yang tetap padat. Di dorm sendiri, suasana menjadi lebih tenang. Semua seperti berusaha membuat suasana bersama menjadi lebih nyaman. Jarang terjadi perebutan remote TV, omelan-omelan terhadap Dong-hae yang sering menghancurkan barang yang dipegangnya, bahkan Heechul yang sudah keluar dari RS pun menjadi lebih tenang. Mereka sadar, begitu Super Junior M debut, belum tentu mereka bisa bersama-sama seperti saat ini.
Pintu ruang siaran terbuka dengan sedikit sentakan, membuat kru menoleh ke arah Kangin dengan heran. Namja itu nyaris seperti melempar tubuhnya ke kursi. Wajahnya sangat keruh.
Saat semua dongsaengdeul yang akan pergi berbaik-baik padanya, Kyuhyun tidak berubah sama sekali. Ia tetap menepati jadwal berbuat usilnya seperti biasa. Meski begitu, Kangin bisa melihat Kyuhyun lebih sering merangkul Leeteuk, menelepon Kibum jarang ke dorm karena sibuk menghayati drama, dan menemani Heechul yang belum aktif bekerja dengan bermain game.
Tidak ketinggalan, Kyuhyun juga belajar vokal dengan Yesung. Kedekatannya dengan Sungmin tidak diragukan lagi. Kangin juga melihat saat Kyuhyun dan Shindong baru pulang dari pemandian air panas dengan wajah gembira. Eun-hyuk yang tangannya cedera pun sibuk mengajari Kyuhyun beberapa gerakan dance yang mudah, untuk bekalnya saat di Super Junior M nanti.
Tapi Kyuhyun tidak melakukan interaksi yang 'tidak biasa' dengan Kangin. Namja itu merasa sedikit tersisih. Apa Hyun-ah diam-diam masih membenciku? Aku sadar, di antara member yang lain, aku salah satu yang paling sering menjadi sasaran keusilannya. Apakah ini caranya membalas dendam?
Mata Kangin memanas. Padahal selama ini ia merasa hubungannya dengan sang magnae yang tadinya tidak diinginkan itu sudah membaik. Dengan muram diraihnya kertas yang disodorkan PD tentang tema acara hari itu. Bagaimana tanggapanmu jika seseorang mengirim sms yang berbunyi: 'Aku ada di toilet umum tetapi tidak ada tissue di toilet' ?Seketika itu juga Kangin menegakkan duduknya.
"PD-nim, aku akan mengirimkan sms ke beberapa orang yang aku pilih. Bolehkah?"
Ketika sang PD mengangguk setuju, Kangin kembali bersemangat. Ia pun membuka acara radio sore itu sambil mengirimkan beberapa sms, salah satunya kepada Kyuhyun. Aku ingin tahu, apakah Hyun-ah benar-benar membenciku atau tidak. Semoga saja dugaanku salah.
Tak berapa lama, masuk telepon Sungmin. Karena terkejut, Kangin mematikannya. Ia meminta agar HP itu dihubungkan dengan speaker sehingga bisa terdengar di acara radio. Setelah siap, ia pun menelepon Sungmin.
"Kangin hyung, kau ada di mana? Aku akan segera ke sana untuk membawakan tissue toilet." Sungmin terdengar cemas. Dengan gembira Kangin menceritakan tentang acara radionya sehingga Sungmin tidak perlu datang ke Chunji untuk menolongnya.
Suara Heechul di lagu Chutcha terdengar ketika Kangin menghubungi Heechul. Ia tidak berani melakukan sms. Hyungnya yang cantik dan tampan itu akan menganggapnya berbuat tidak sopan.
"Hyung, aku dalam masalah," kata Kangin dengan nada memelas. "Aku sedang di toilet umum di Chunji dan aku kehabisan tissue toilet."
Terdengar jelas suara Heechul mengunyah dengan mulut penuh sebelum menjawab pertanyaan Kangin. "Hmm, biarkan saja kotoranmu kering dengan sendirinya."
"HYUNG!" Kangin terkejut mendengar usul Heechul yang mengerikan itu. "Hyung, aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai hyung datang. Aku akan tetap di sini!"
"Mm, baiklah," kata Heechul kembali terdengar sedang mengunyah.
"Nde?"
"Mm, baiklah," ulang Heechul sambil kembali mengunyah.
"Maksudnya, Hyung menyuruhku di sini saja?" Meski tahu Heechul orang yang egois dan cenderung tidak mempedulikan orang lain, Kangin merasa sedikit terpukul.
"Aku akan meminta Minsung hyung ke tempatmu sekarang," kata Heechul menerangkan maksud 'baiklah' yang ia katakan. Kangin kini terharu, tidak menyangka Heechul akan menolongnya meski menyuruh orang lain untuk melakukannya.
"Tidak usah, hyung, aku hanya bergurau," jelas Kangin dengan gembira akan perhatian Heechul. "Kita sedang on-air sekarang. Ini adalah siaran radio Chunji."
Tak terdengar suara apapun untuk beberapa saat. Kangin mulai bergidik.
"Oh, siaran radio?" Suara Heechul membuat ketakutan Kangin terbukti. Hyungnya itu terdengar marah. "JANGAN BERPIKIR UNTUK MELIHAT WAJAHKU LAGI!"
Suara telepon ditutup membuat Kangin meringis. Ia pun melanjutkan acara sambil membahas balasan-balasan sms yang masuk untuk sms nya tadi. Ia tersenyum ketika membacakan sms Leeteuk.
'Oh ini untuk siaran radio kan? Aku harus merespon bagaimana?'
"Ternyata tidak hanya soal kamera, Teuki hyung sangat peka dengan acara siaran seperti ini," kata Kangin terkagum-kagum.
'Hyung, jangan khawatir. Ada aku-Donghae si ikan bau-dongsaengmu. Aku akan segera ke sana. Tunggulah sebentar.'
SMS Donghae membuat Kangin merasa senang.
'Kangin-ah, tekan tombol penyiram yang ada di kloset. Kau bisa membersihkan dirimu dengan air yang keluar itu.'
Kangin menggelengkan kepala mendengar usul Yesung. Meski usul itu jauh lebih baik daripada usulan Heechul, ia tak ingin melakukannya. Namja itu bergidik membayangkan dirinya menadahkan tangan di dalam kloset.
Saat hendak menutup acara, Kangin melirik layar teleponnya dengan sedih. Tak ada sms atau pun telepon masuk dari Kyuhyun. Namja bertubuh besar namun berhati peka itu pun menangis. Ternyata benar, Hyun-ah masih belum memaafkanku. Selama ini ia hanya menganggapku rekan kerja, tidak lebih dari itu. Mungkin kepergiannya ke China membuatnya senang karena tidak harus berpura-pura baik denganku lagi…
Kangin memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Namja itu tengah menghapus air matanya ketika PD Chunji membuka pintu ruang siaran.
"Kangin-sshi, petugas keamanan menahan seseorang yang mencurigakan. Ia ditemukan tengah menggedor semua pintu toilet yang ada di sini. Dia mengaku sebagai dongsaeng-mu. Apa kau bisa memastikannya sebentar?"
Kangin mencoba mengingat-ingat siapa saja yang ia sms tadi. Aku sudah mengabarkan kepada mereka semua bahwa ini hanya gurauan. Apa ada yang tidak mengerti maksudku?
Di kantor keamanan, Kangin tertegun mendapati Kyuhyun lengkap dengan topi dan ransel kuliah di punggung. Magnae-nya yang mengenakan kacamata itu tengah berusaha menjelaskan identitasnya pada petugas. Wajah Kyuhyun lang-sung gembira saat Kangin memasuki ruangan.
"Hyung, sepertinya seseorang mengirimkan sms palsu kepadaku." Kyuhyun menunjukkan kantung plastik putih berisi tissue toilet yang dibawanya. "Aku mencoba mencari Kangin hyung di toilet, tapi …"
Kyuhyun terkejut ketika Kangin tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat.
"Hyung, gwenchana?" tanya Kyuhyun dengan mimik khawatir.
"Gwenchanayo," jawab Kangin sambil melepaskan rangkulannya. Ternyata Hyun-ah juga memperhatikanku. Aigoo… Kangin pabo! Teganya kau menuduh magnae semanis ini yang tidak-tidak.
Setelah menjelaskan status Kyuhyun ke petugas keamanan, Kangin me-ngajak Kyuhyun meninggalkan stasiun radio itu. Wajah Kangin sangat cerah ketika keduanya berjalan menuju tempat parkir.
"Aku sedang senang hari ini. Aku akan mentraktirmu minum, Hyun-ah."
Kyuhyun mengernyit mendengar usulan itu.
"Uhm, Kangin hyung, kau tahu aku suka tidur malam kan?"
"Ne, aku tahu."
"Kau juga tahu aku suka makan kan?"
"Tentu saja."
"Aku suka sekali sosis goreng buatan Kangin hyung waktu itu."
"Lalu?"
"Bisakah Kangin hyung mengajariku membuat-nya? Siapa tahu aku meng-inginkan sosis goreng saat di China nanti."
"Oh, itu mudah! Aku akan mengajarimu."
.
.
Kangin benar-benar harus membuang kata 'mudah' jika mengajari Kyuhyun memasak. Ia tak menyangka magnae-nya yang jenius dan sangat mudah mem-pelajari berbagai macam hal, saat memasuki ruangan bernama dapur, men-dadak kemampuan otaknya menurun hingga titik terendah.
Bau aneh memenuhi dapur rumah Kangin. Kangin yang baru keluar dari kamar mandi menjadi terbatuk-batuk. Ia berlari ke dapur dan menemukan Kyu-hyun yang hampir tercekik oleh bau yang berasal dari wajan. Kyuhyun terbatuk di sudut dapur. Kangin segera mencari kain lap, membasahinya, lalu menutup-kannya ke wajan. Bau itu-pun mereda saat Kangin mematikan api kompor.
"Hyun-ah, mwolhago isseoyo4?" tanya Kangin di sela-sela batuknya.
"Aku mencoba menggoreng sosis seperti yang Kangin hyung ajarkan."
Kyuhyun kembali terbatuk.
Setelah bau menghilang terisap oleh penghisap asap, Kangin membuka wajan itu. Ia mengerutkan kening melihat apa yang melumuri benda yang be-rupa sosis tadi. "Chamgireum5? Kau memasak sosis menggunakan cham-gireum?"
"Kata hyung aku harus menambahkan gireum 6…."
"Ne, gireum, Hyun-ah, bukan chamgireum."
"Tapi setahuku chamgireum bisa buat menggoreng juga, hyung."
"Kalau yang warnanya bening memang bisa. Kalau yang warnanya gelap, fungsinya hanya sebagai bumbu," jelas Kangin.
"Ck, seharusnya ditulis dengan nama yang berbeda, tidak membuat bingung pemakai," cetus Kyuhyun.
"Cuma kamu saja yang bingung."
Kangin hendak memarahi Kyuhyun, namun saat melihat wajah di depannya tampak sedih melihat sosis yang gagal itu, Kangin menarik Kyuhyun untuk duduk di meja makan. "Sudah, hyung saja yang buatkan. Nanti di China kau minta Wookie untuk memasaknya. Dia juga bisa."
"Tapi kalau Ryeowookie sudah tidur?"
"Bangunkan. Donghae-ah kan sering membangunkannya untuk memasak."
Hanya butuh beberapa menit untuk Kangin menghidangkan sepiring besar sosis goreng dan 2 buah telur mata sapi di meja makan. Wajah Kyuhyun yang sempat muram kembali bersemangat. Ia dan Kangin menyantap makanan itu bersama-sama.
"Kenapa kau tidak membalas smsku tadi?" tanya Kangin sambil mengambil semangkuk nasi. "Kau mau?"
Kyuhyun menggeleng. Ia kembali menusukkan garpunya ke sosis. "Aku baru selesai kuliah ketika membacanya. Karena takut kalau terlambat, aku bergegas ke supermarket untuk membeli tissue toilet. Jadi Kangin hyung yang mengirim sms itu?"
Kangin tersenyum lebar. Namun sedetik kemudian, ia memukul pelan kepala Kyuhyun.
"Ya! Kenapa hyung memukulku?!"
"Itu hukuman buatmu, pabo!" Kangin mulai menyumpit nasi di mangkuk. "Di China nanti, meskipun sms itu datang dari salah satu hyung-mu atau Henry-ah, lebih baik kau menelepon balik. Bagaimana jika ada orang bermaksud jahat? Hankyung hyung saja pernah mengalaminya."
"Kangin hyung, bisa ceritakan apa yang terjadi?"
Kangin menghentikan kegiatannya. Sambil menyenderkan punggung ke kur-si makan, namja itu berusaha mengingat kejadian setahun yang lalu. "Banyak orang yang tidak menyukai Hankyung hyung yang bukan orang Korea, kau tahu kan? Apalagi dia cukup menonjol di dalam grup. Ada yang sempat menyerang-nya saat tampil di panggung. Namja itu tiba-tiba melompat ke atas dan hendak menyerang Hankyung hyung."
"Aku pernah mendengarnya. Itu saat Super Junior 05 debut." Kyuhyun mengangguk. "Untunglah air yang disiramkan ke Hankyung hyung bukan air keras. Hanya air biasa."
"Ne, sejak itu kami semua memposisikan Hankyung di posisi yang cukup aman, setidaknya saat mereka menyerang, kami bisa melindunginya."
"Sama seperti Henry-ah." Kyuhyun tersenyum. Beberapa kali, saat Henry tampil bermain biola, mereka menyusun formasi dengan Henry berada di dalam lingkaran, sementara mereka menyebar di tepi panggung. Dan taktik itu ber-hasil. Tidak ada yang menyerang Henry saat tampil, karena itu berarti akan melukai salah satu member Super Junior.
"Bagaimana soal surat ancaman?"
"Ada beberapa surat ancaman, kejadiannya saat kau di rumah sakit. Padahal kami pikir Hankyung hyung sudah bisa diterima dengan baik. Semakin lama ancamannya semakin serius. Karena itu pihak managemen mengungsikannya ke China dengan pengawalan ketat. Fans hanya tahu kalau Hankyung hyung mem-bawakan acara di China. Padahal itu untuk menghindari ancaman pembunuhan. Tapi ternyata mereka mengejar hingga ke China."
Kangin pergi ke kulkas untuk mengambil pitcher berisi air dingin, dan dua buah gelas. Ia menuangkan air itu untuk Kyuhyun dan dirinya sendiri.
"Suatu hari, Hankyung hyung pulang ke hotel untuk beristirahat. Dia baru selesai syuting acara. Seorang fans mencegat, memintanya untuk foto bersama."
"Lalu?"
"Karena dalam masa teror, bodyguard tidak mengijinkan dan mengusirnya pergi. Akhirnya fans itu memberikan bingkisan dan kue lewat bodyguard untuk Hankyung hyung."
"Pasti Hankyung hyung merasa sedih."
"Ne, Hankyung hyung sangat sedih. Ia meminta maaf atas sikap kasar body-guard." Kangin menghela napas panjang. "Saat membukanya di kamar hotel, paket itu ternyata berisi foto dan kantung darah yang ditancap dengan pisau. Hankyung hyung dan staff SM sangat terkejut, tidak menyangka ancaman se-makin serius. Kue itu pun dicek. Ternyata mengandung racun."
"Separah itu?" Wajah Kyuhyun memucat. "Bagaimana jika Hankyung hyung memakan kue itu lebih dulu?"
"Untungnya tidak." Kangin menarik napas lega. "Ternyata tindakan kasar sang bodyguard menyelamatkannya. Aku masih ngeri membayangkan insiden yang menimpa Yunho-ah Oktober 2006."
"Mianhe, aku tidak tahu kalau hyungdeul menghadapi masalah seperti itu…" Kyuhyun tertunduk, memakan sosisnya dengan selera yang berkurang drastis.
"Hyun-ah, antifans juga berharap kau meninggal saat kecelakaan itu kan? Itu sudah resiko kita sebagai seorang artis. Ada fans, ada pula antifans."
"Ne, aku mengerti."
"Tahun 2007 tahun yang berat bagi kita. Tapi kita berhasil melewati semua-nya dengan baik. Aku harap 2008 pun begitu." Kangin memandang Kyuhyun yang kini sibuk dengan telurnya. "Dengarkan kata-kata hyung, Hyun-ah, berhati-hatilah di sana. Arra? Kau tidak boleh begitu saja datang ke suatu tempat hanya karena sms dari kami sekalipun."
"Arraseo, hyung." Kyuhyun mengangguk. Apa yang diceritakan Kangin membukakan matanya akan hal-hal yang bisa menimpa seorang artis. Ia berjanji dalam hati untuk lebih berhati-hati.
.
.
28 Maret 2008
Hankyung memasuki dorm lantai 11. Namja itu tampak sangat lelah. Ia merebahkan tubuhnya di sofa, sementara Heechul, Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun dan Sungmin berkumpul di meja depan televisi dengan laptop-nya masing-masing. Ia berterima kasih ketika Ryeowook mengangsurkan sebuah bantal untuknya.
"Hyung tidak istirahat di kamar?" tanya Ryeowook prihatin.
"Aku lebih suka di sini," kata Hankyung sambil tersenyum melihat Heechul dan keempat dongsaeng-nya yang lain tampak sibuk.
Belakangan ini ia lebih sering bepergian sendirian. Hari ini pun atas perintah SM, ia menjumpai pihak pers seorang diri untuk mengkonfirmasi bahwa namja bernama Chou Chen Chen itu tidak pernah ada. Tapi ia tidak diperbolehkan mengatakan hal apapun tentang Super Junior M. Ia hanya diminta menyampai-kan bahwa pihak SM akan mengatakan semuanya dengan jelas pada tanggal 1 April 2008. Semua kesendirian itu membuat Hankyung merindukan suasana dorm yang ramai.
"Kemana memberdeul yang lain?" tanya Hankyung ketika Ryeowook meng-angsurkan teh hangat untuknya. Ia meminumnya beberapa teguk lalu mengem-balikan gelas itu pada Ryeowook yang langsung meletakkannya di meja.
"DJ radio dan drama." Ryeowook duduk dan mulai memijat bahu Hankyung.
"Donghae-ah, bagaimana kau bisa melakukan hal seperti itu?" protes Eun-hyuk. Hankyung dan Ryeowook
"Apa yang kulakukan?" tanya Donghae kebingungan.
"Fans memintamu membalas pesannya. Balaslah dengan benar!"
Ryeowook mengintip di belakang Donghae. "Ikan mengirimkan sebuah pe-san… pyooong." Ryeowook memandang Eunhyuk dengan bingung. "Donghae hyung sudah menjawab dengan benar. Yang terakhir itu kan mewakili suara pesan terkirim…"
"Wookie, kau memang pengertian!" Donghae memeluk Ryeowook dengan gembira. Eunhyuk hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Hei, Jelek! Kau jangan kurang ajar!" Heechul melemparkan death glare pada Kyuhyun, membuat semua memandang namja cantik sekaligus tampan itu. "Fans ini memujiku, kenapa kau yang menyahut?"
"Aku hanya menulis kalau aku tahu Heechul hyung memang lebih imut dari-ku. Apa itu salah?"
Hankyung tertawa melihat mimik Heechul yang menyeramkan, sementara di lain pihak Kyuhyun meringis senang.
"Kalian sedang apa sebenarnya?" Hankyung mulai merasa penasaran. Na-mun tubuhnya yang lelah membuatnya tetap berbaring nyaman di sofa.
"Oh, kami sedang memeriksa UFO yang masuk, hyung," jelas Donghae.
"Sekalian berlatih, jadi saat jauh nanti kita saling berhubungan lewat inter-net." Sungmin tampak sangat gembira membaca pesan UFO untuknya. "Ada yang menembakkan panah cinta untukku."
"Dan hyung membalas: Meleset… Apakah itu balasan yang pantas?" Eun-hyuk melemparkan pandangan menegur.
"Ya! Donghae-ah! Bagaimana caranya kau memberi pelajaran pada nyamuk, bahkan meminta alamatnya?" Heechul menunjuk layar di mana Donghae sedang membalas UFO dari seorang fans.
"Hyung, aku hanya berusaha ramah." Donghae kebingungan karena ditegur. "Dia bilang, dia tidak bisa tidur karena banyak nyamuk. Dia minta tolong agar mereka diberi pelajaran. Jadi aku memintanya mengirimkan nama dan alamat nyamuk-nyamuk tersebut, agar aku bisa memberi mereka pelajaran."
"Donghae hyung benar-benar baik hati dan ramah," puji Ryeowook tulus.
"Aish! Kadang aku merasa kasihan padamu dan Wookie, Donghae-ah. Tapi kalau harus membagi otakku dengan kalian berdua sehingga kita menjadi sama, aku jauh lebih khawatir," kata Heechul yang bermulut sadis.
Hankyung melemparkan pandangan menegur ketika Heechul memandang ke arahnya. Heechul membalas dengan seringai lebar.
"Aigoo… Dia tidak percaya kalau ini benar-benar aku," keluh Kyuhyun. Keempat hyung yang lain tertawa saat melihat ke layar masing-masing. Salah seorang fans bertanya apakah Kyuhyun yang di UFO benar-benar Kyuhyun.
Namun sebentar kemudian Eunhyuk melemparkan sebutir kacang kepada Kyuhyun. "Magnae! Kau harus belajar membalas UFO dengan ramah!"
"Aigoo… Hyukhyuk, fans ini bertanya Donghae hyung milik siapa. Aku mem-balas apa adanya. Donghae hyung memang milikku." Kyuhyun balas melempar kacang. "Lalu dia malah mengajakku pergi keluar dengannya."
Ryeowook bergegas mengambil mangkuk kacang yang ada di meja. "Kalian jangan membuang-buang makanan, bagaimana kalau Teuki hyung memunguti-nya lagi?"
"Lalu? Apa jawabmu?" Hankyung bangkit karena penasaran. Ia melihat layar monitor Kyuhyun yang duduk di dekatnya. Namja yang tadinya lesu itu langsung tertawa dengan keras. Ia mengacak-acak rambut Kyuhyun dengan gemas.
"Ya! Hankyung hyung! Kau membuat rambutku berantakan!" protes Kyu-hyun kesal.
"Hyukie benar, kau harus belajar ramah, Kyuhyunie." Hankyung tersenyum sambil merapihkan kembali rambut Kyuhyun dengan tangannya. Ia menyukai rambut Kyuhyun yang terasa lembut dan halus. Sepertinya yang lain pun begitu. Hankyung sering melihat mereka mengelus-elus rambut sang magnae meskipun resikonya terkena serangan mulut tajam.
"Ommo…" Ryeowook yang penasaran dan ikut membaca, mengatupkan tangan ke mulutnya karena terkejut. "Kau balas: 'Kan sudah kukatakan kalau Donghae hyung milikku! Mengapa aku harus pergi denganmu?' Ommo… Kyuhyunie, bagaimana kalau dia tersinggung dengan kalimatmu?"
Kyuhyun mengerucutkan mulutnya karena Ryeowook ikut menegur.
"Jangan heran, seharusnya Guinness World Records memberi magnae pabo ini beberapa gelar." Heechul tersenyum lebar. Hidungnya sudah mulai membaik meski bekas lukanya masih terlihat. "Rekor untuk berkata-kata pedas. Rekor me-ngabaikan fansnya. Rekor untuk…."
"Oh ya? Apa Heechul hyung tidak begitu?" potong Kyuhyun sambil mem-belalakkan matanya.
"Aku masih lebih sopan darimu, Jelek!"
"Ya!Aku ini tampan,hyung. Kapan kau mau mengakui kalau aku ini tampan?"
"Kalau Guinness World Records memberikan satu gelar lagi untukmu!"
"Rekor artis paling jelek?"
"Rekor bangkit dari kematian."
Heechul membuat semua yang ada di dorm terdiam. Menyadari kesalahan-nya, Heechul bangkit berdiri. "Kyuhyunie, ikut aku!"
Kyuhyun tidak membantah ketika Heechul mengajaknya masuk ke dalam kamarnya dan Sungmin. Wajah hyung-nya itu tampak serius. Heechul meminta-nya duduk di sisi tempat tidur sementara Heechul duduk di kursi.
"Kalian 1 April akan berangkat ke China. Masih ada 2 hari untuk memutus-kan. Pertimbangkan baik-baik apa yang akan kau jalani, Kyuhyunie. Aku akan mendukungmu, meski itu berarti melawan Seonsaengnim."
"Maksud hyung?"
"Selama ini kau nyaris tidak mengikuti variety show, tampil di panggung pun hanya sesekali. Di China, kau akan mengikuti semua acara, semua kegiatan baik itu dance, menyanyi maupun variety show. Kau sedang bunuh diri, Kyuhyunie! Kau masih bisa membatalkannya!"
"Mwo? Bagaimana hyung bisa berkata seperti itu? Rekaman dan MV sudah dibuat!"
"Kalau aku jadi kau, aku akan keluar! Biar rekaman dan MV itu berjalan, tapi aku akan keluar!" Heechul mulai merasa berang.
"Aku tidak bisa, hyung! Itu tidak bertanggungjawab!"
"Itu bunuh diri!"
"Aku tidak bunuh diri! Dan aku tidak terima nasehat dari seorang Kim Heechul!"
"KAU BERANI MENGABAIKANKU?!"
Heechul bangkit dan mendekati Kyuhyun dengan wajah merah padam.
Di luar, member yang lain saling berpandangan dengan cemas. Suara Heechul terdengar begitu keras dan marah. Hankyung menggeleng lemah, mem-beri isyarat agar mereka menunggu dan tidak melakukan apapun.
Kyuhyun yang ikut merasa gusar, bangkit berdiri dan memilih berhadapan dengan Heechul. "Hyung, kau salah satu orang yang aku kagumi! Kalau kau berhenti menjadi artis saat tulang kakimu patah menjadi 5 bagian, aku akan berhenti!"
Heechul mendecak marah. "Itu berbeda!"
"Itu sama! Bagaimana hyung berpikir berhak melarangku, sedang kau sen-diri selalu berusaha kembali demi Super Junior?"
"Kau akan jatuh, Kyuhyunie!"
"Berdiam diri pun aku akan jatuh!" Kyuhyun memandang lurus ke arah Heechul. "SM tidak mungkin membiarkanku muncul hanya 1 menit di setiap lagu sampai beberapa tahun ke depan! Kalau pun aku harus jatuh, aku hendak me-milih bagaimana aku jatuh, hyung. Aku tidak akan jatuh tanpa berusaha sedikit pun!"
"Kyuhyunie…." Heechul memandang Kyuhyun, mencoba mencari sedikit saja keraguan di mata magnae-nya itu. Tapi ia tidak menemukannya.
"Jebal, hyung, begitu Super Junior M memberiku kepercayaan melakukan dance penuh, menjadikanku lead vocal dan memberiku banyak kesempatan yang tadinya tidak aku miliki, aku ingin mencobanya. Aku akan mengikuti semua jadwal itu secara penuh. Kalau hyungdeul ingin membuatku menjadi Rising Star, ini kesempatan yang harus kita pakai! Aku pun akan berusaha. Aku tidak akan diam menunggu kalian menarikku ke atas. Aku akan berusaha bersama kalian untuk naik, hyung!"
"Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padamu?" Nada suara Heechul mulai bergetar.
"Aku tidak selemah itu. Apakah selama ini aku tidak membuktikannya?"
"Tapi, Kyuhyunie…"
Melihat Heechul mencemaskannya seperti itu, pandangan Kyuhyun melem-but. "Kalau pun ada apa-apa denganku, jangan menyesali apapun, hyung. Karena aku pun tidak akan menyesalinya." Kyuhyun tersenyum. "Ingat saja, bahwa magnae kalian sudah berusaha untuk berjalan bersama kalian sampai akhir."
Kyuhyun terkejut saat Heechul tiba-tiba memeluknya dengan erat. Tak ada air mata yang tumpah. Ia hanya tahu tubuh Heechul bergetar saat memeluknya. Beberapa menit kemudian Heechul melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua telapak tangannya. Mata Heechul menatap wajahnya meminta kepastian.
"Berjanjilah kau akan semakin kuat, Kim Kyuhyun. Kau dongsaeng-ku. Kau mewarisi semua yang aku miliki; kekuatanku, kesehatanku, mulut pedasku… Kau tidak boleh membuat malu marga Kim, arrachi?"
Kyuhyun nyaris tertawa kalau saja wajah Heechul tidak seserius ini. Ia meng-anggukkan kepalanya sambil menangkupkan tangannya juga ke wajah Heechul.
"I'm that star up in the sky. Aku sudah kembali menjadi bintang di langit, Heechul hyung." Kyuhyun tersenyum ketika Heechul memandangnya tak ber-kedip. "Kim Kyuhyun tidak akan mempermalukan Kim Heechul. Aku akan tetap hidup dan semakin kuat. Aku harap, Kim Heechul-ku tetap ada saat aku kembali nanti."
Heechul mencerna kalimat itu untuk beberapa saat. "Kau berani menjebak-ku?" desis Heechul sambil melepaskan tangannya.
Kyuhyun tertawa lepas.
"Heechul hyung, kuharap kau bernyanyi di atas panggung bersama hyung-deul yang lain. Meski itu sebagai Super Junior T. Kalau kau memaksa untuk va-kum; Super Junior akan benar-benar menghilang."
"Aku akan berusaha, tapi aku tidak berjanji." Heechul bersikeras.
"Heechul hyung-ku memang menyebalkan."
"Kau menghinaku?"
Kyuhyun kembali tertawa lepas saat Heechul melotot dan menjitak kepala-nya. Namun tawa itu menghilang ketika Heechul hendak beranjak keluar dari kamar.
"Hyung, Hankyung hyung sedang sakit. Kondisinya semakin parah saja. Apa kau tidak menyadarinya?"
"Tentu saja aku tahu," kata Heechul. Ia mengurungkan niatnya dan kembali duduk di kursi. Wajah namja itu kelihatan murung. "Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hankyung-ah jauh lebih keras dari yang terlihat. Jika ia tak ingin mengatakan apapun, ia benar-benar tidak akan mengatakannya. Aku khawatir suatu saat dia akan meledak."
"Hankyung hyung tidak bisa dipaksa."
"Ne. Dia keras tapi juga rapuh. Aku tidak tahu bagaimana cara memasuki hatinya lebih dalam." Heechul mengeluh. "Dia seperti punya dinding baja, dan tidak mengijinkan seorangpun memasukinya kecuali dirinya sendiri."
"Sama seperti Kibum hyung."
Heechul tersenyum menyeringai teringat sosok Snow White mereka. "Kita dulu juga begitu. Apa yang merubah kita, Kyuhyunie?"
"Naneun mollayo7." Kyuhyun tersenyum.
"Belakangan ini sebagian hidup Hankyung-ah di pesawat terbang. Besok pun ia dan Siwonie akan berangkat ke Beijing."
"Ne, aku dengar Hankyung hyung terpilih sebagai 'The best fashion man of the year' di China. Ia diminta menjadi MC sekaligus hadir untuk menerima peng-hargaan tanggal 30 Maret nanti."
"Dia pantas mendapatkannya." Heechul tersenyum lebar. "Aigoo, belum berangkatpun aku sudah merindukannya."
"Ne. Hyung tidak akan merindukanku karena ada Hongki-sshi bukan?"
"Pencemburu." Heechul tertawa dan memukul bahu Kyuhyun yang tengah merengut.
.
.
1 April 2008
Hari keberangkatan member Super Junior M akhirnya tiba. Tadi malam, mereka mengadakan acara makan malam bersama. Ryeowook, Siwon, dan Donghae menangis karena harus berpisah dengan yang lain. Hankyung meski diam, tetapi tampak menahan air mata. Kyuhyun tak habis pikir kenapa mereka masih menangis, padahal belakangan ini mereka semua sudah sering menangis karena akan berpisah.
Kyuhyun terusik oleh guncangan di tubuhnya. Ia juga merasa sedikit ke-dinginan ketika selimutnya ditarik oleh seseorang. "Sungmin hyung, aku masih mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar lagi," rajuk Kyuhyun sambil menutup wajahnya dengan bantal.
"Ani. Kau harus bangun sekarang juga!"
Tiba-tiba Sungmin menarik Kyuhyun ke bawah, membuat tubuhnya men-darat dengan mulus di atas bed cover yang dijatuhkan Sungmin terlebih dahulu. Kyuhyun hanya bergerak sebentar untuk kemudian kembali bergelung dengan bed cover yang hangat.
"KYUHYUNIE, BANGUUUN!"
Hardikan Sungmin membuat Kyuhyun langsung terduduk. Wajahnya yang mengantuk, memandang Sungmin dengan mimik bingung. Tanpa memberi Kyu-hyun kesempatan mengumpulkan seluruh kesadarannya, Sungmin menarik Kyuhyun ke ruang tengah, di mana hyungdeul yang lain berkumpul. Kyuhyun mengerjapkan mata melihat kesembilan hyung-nya berwajah menyeramkan.
"Hyungdeul, waeyo?" tanya Kyuhyun dengan enggan. Ia benar-benar masih mengantuk. Namun hatinya merasa geli melihat wajah-wajah tegang itu. "Kalian sedang berlatih menjadi tokoh antagonis?"
"Jangan bercanda, lihat penampilanmu!" Mata Hankyung menelusuri Kyu-hyun dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Kyuhyun tersenyum lebar. Ia tahu penampilannya pasti sangat kacau. Ram-butnya berantakan karena baru saja terbangun. Ia hanya mengenakan piyama biru bermotif awan serta sandal kamarnya yang berwarna putih.
"Aku pantas menjadi 'The best fashion man of the year' kan, hyung? Paling tidak di dorm ini." Kyuhyun mencoba bergurau. Namun tak ada satupun yang tertawa apalagi tersenyum. Kyuhyun mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia mencoba mengingat-ingat kesalahan apa yang diperbuatnya semalam. Tapi ia merasa semua baik-baik saja. Bahkan ia tidur memakai piyama.
"Bagus sekali ulahmu, Cho Kyuhyun. Kau sudah merasa hebat?" Heechul memandangnya dengan pandangan menusuk.
"Mwo?" Kyuhyun mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dia pasti besar kepala sekarang." Shindong mendengus kesal.
"Tentu saja dia besar kepala!" Eunhyuk mencibir. "Tidak bisa dance saja ingin menjadi dance line Super Junior, apalagi kalau soal menyanyi?"
"Ya! Kyuhyunie! Apa kau lupa seperti apa saat kau masuk ke Super Junior? Suaramu memang bagus, tapi kau tidak punya teknik menyanyi sama sekali!" Ye-sung berkata dengan wajah kesal. "Hyung tidak marah kepadamu, hyung hanya mau mengingatkan, bahwa kau seperti ini berkat bimbinganku! Kau tidak boleh sombong!"
"Hyungdeul…ada apa ini?" Kyuhyun memandang mereka satu per satu dengan bingung. Jangan-jangan minuman dan makanan yang kami makan mengandung , racun apa yang membuat perangai orang berubah? Aigoo, kenapa aku malah berpikir yang aneh-aneh? Kyuhyun menepuk pipinya agar rasa kantuknya menghilang. Aku harus berpikir dengan benar, aku tidak boleh mengantuk!
"Hyungdeul, sebaiknya kita bicarakan semua dari awal, mungkin ada ke-salahpahaman," bujuk Kyuhyun sambil mencoba duduk di salah satu bangku.
"Jangan main-main! Kami sedang mengadilimu! Setelah tanya jawab ini, kami akan memutuskan apa yang harus kami perbuat kepadamu, magnae!"
Shindong dan Donghae menarik Kyuhyun bangun. Mereka menyeretnya ke tengah ruangan dan menahannya tetap di posisinya saat ini. Kyuhyun meman-dang mereka semua dengan cemas, lalu menghentikan pandangannya pada Donghae yang berdiri di sisinya.
"Donghae hyung, aku tidak melakukan apapun. Kenapa hyungdeul seperti ini?"
"Jangan berpura-pura, Kyuhyunie." Suara dingin sang leader membuat Kyuhyun memandang Leeteuk yang menatap tajam ke arahnya.
"Kau membongkar password HP-ku dan Hyukie bukan? Apa kau mau menyangkal?"
"Ah!" Kyuhyun tertawa teringat gambar-gambar yang ditemukannya dalam HP Leeteuk dan Eunhyuk. "Aku ingin memasukkan lagu ke dalam HP kalian, hyung. Tapi sungguh, aku tak akan membocorkan apa saja isi HP kalian."
"Apa kau pikir perbuatanmu itu baik?" Suara teguran itu membuat Kyuhyun tertegun. Selama ini Leeteuk termasuk yang paling sabar saat ia mengusilinya. Tapi hari ini wajah hyung-nya benar-benar menyeramkan. Pandangan Leeteuk tajam, suaranya dingin, dan wajahnya tidak menunjukkan senyumnya sedikit pun. Kyuhyun bahkan bisa memastikan Leeteuk merasa sangat benci padanya. Hal itu membuat Kyuhyun terpukul.
"Teuki hyung, aku hanya bergurau. Aku tidak bermaksud apa-apa." Kyuhyun mencoba memberikan senyum terbaiknya.
"APANYA YANG TIDAK APA-APA?!" Tiba-tiba Leeteuk menggebrak meja, membuat Kyuhyun berjengit di tempatnya berdiri. "Kau membongkar password orang dan kau bilang hanya bergurau?! Kyuhyunie, hyung benar-benar harus memberimu pelajaran!"
"Dia pikir dirinya jenius, sehingga perlu memamerkannya pada kita semua." Heechul menggeleng kesal.
"Aku juga tidak suka dengan kesombonganmu, Kyuhyunie. Kau membuatku kecewa," bisik Donghae. Kyuhyun menoleh dengan pandangan tidak percaya.
"Donghae hyung, kau berpikir aku begitu?" Kyuhyun memandang mereka semua dengan wajah pucat pasi. "Hyungdeul, tolong jelaskan semua ini, aku sama sekali tidak mengerti!"
"Sekarang kau berpura-pura bodoh, Kyuhyunie? Kau bermaksud mengejek-ku?" tanya Ryeowook dengan mata berkaca-kaca. "Aku memang bodoh, tapi kalau kau berpura-pura bodoh untuk menghinaku, aku tidak terima."
"Aish! Ryeowookie pabo! Kau itu tidak bodoh!" seru Kyuhyun kesal.
"Apanya yang tidak bodoh? Kau bahkan mengataiku pabo!" Kali ini Rye-owook menangis keras di pelukan Sungmin.
Kyuhyun hendak mendekati Ryeowook, namun Donghae dan Shindong me-nahannya. "Kau tidak boleh ke mana-mana, Kyuhyunie, sampai kami semua selesai mengadilimu."
"Mengadili? Memangnya apa yang sudah kulakukan?" Kyuhyun merasa ingin menangis, namun yang ia keluarkan justru suara tertawa, meski tertawa-nya terdengar getir. Kyuhyun memandang Ryeowook yang tengah sesengukan di pelukan Sungmin. "Mianhe, Ryeowookie… Jeongmal mianhe, aku tidak ber-maksud menghinamu sama sekali."
"Jadi, kapan kau ingin keluar dari Super Junior?"
"Keluar dari Super Junior? Shindong hyung, apa maksudmu?"
"Jangan katakan kau tidak tahu," desis Leeteuk. "Kau tahu vokalmu bagus dan Seonsaengnim sangat memujimu."
"Kau tahu kau bisa menjadi penyanyi solo tanpa kami."
"Ne, kau juga dibilang tampan, berbakat, pandai…. Bahkan kau mulai belajar akting dan juga MC. Kau pasti mentertawakan kebodohan kami." Donghae berkata dengan wajah sedih.
"Meski suaraku bagus, aku dibilang aneh. Kau punya penampilan lebih baik dariku. Wajar saja kau merasa bisa berdiri sendiri tanpa kami." Kali ini Yesung yang meneteskan air mata.
Kyuhyun ingin sekali meraih Ryeowook dan Yesung, memeluk mereka dan mengatakan bahwa semua itu tidak benar. Tapi tangan Shindong dan Donghae yang menahannya, membuat Kyuhyun tidak berkutik. Ia bisa saja berontak. Tapi wajah-wajah di depannya membuatnya kehilangan tenaga. Kyuhyun bisa me-lihat bahwa mereka sudah menilai dirinya tanpa memberinya kesempatan menyanggah apapun.
"Kyuhyunie, mengakulah bahwa kau merasa kami semua tidak ada apa-apa-nya dibandingkan denganmu. Itu sebabnya kau selalu membodohi kami. Kata-kan terus-terang, Kyuhyunie…. Kami akan melepaskanmu sekarang juga jika itu yang kau mau."
Kata-kata lembut dari mulut Sungmin seakan menikam Kyuhyun begitu dalam. Hatinya sangat sakit melihat hyungdeul-nya memandangnya, meminta-nya untuk mengatakan apa yang sebenarnya tidak ia pikirkan. Mereka seakan tidak sabar untuk mengusirnya dari Super Junior.
Bahkan hyung yang ia anggap akan mengerti dirinya, melemparkan pan-dangan serupa. Hal itu membuat Kyuhyun merasa semua kekuatannya lenyap. Ia pun jatuh berlutut di lantai. Ia benar-benar ingin menangis dengan keras, tapi ia berusaha menahannya mati-matian.
Aku tidak akan menangis di depan hyungdeul yang tidak mempercayaiku!
Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya di lutut kuat-kuat. Ia menggigit bibirnya agar tak ada suara tangis yang keluar. Matanya memerah, begitu pula hidungnya karena tangis yang tertahan. Ia mencoba menarik napas dalam-dalam agar perasaan sesak di dadanya menghilang.
Cho Kyuhyun, apakah kau ingin menyerah? Kau sudah melawan rasa sakit, kau sudah melawan seonsaengnim, kau sudah melawan dirimu sendiri. Kini hyungdeul tiba-tiba tidak mempercayaimu. Apakah kau akan mundur begitu saja? Apa kau tidak memberi mereka kesempatan sekali lagi untuk mem-percayaimu? Kau belum berusaha semaksimal mungkin, Cho Kyuhyun, kau tidak boleh menyerah….
Kyuhyun mencoba menarik napas dalam-dalam. Harga dirinya tidak meng-ijinkannya melakukan hal ini. Namun di sisi lain, hatinya memaksanya untuk mempertahankan apa yang ia miliki selama ini, meskipun untuk itu ia harus mengalahkan ego-nya.
"Hyungdeul, aku…."
"Jangan banyak bicara! Kau mengaku atau tidak?" tuntut Leeteuk.
Kyuhyun benar-benar ingin lari dari semua tatapan dingin itu, namun ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, bahkan buku-buku jarinya memutih karena kerasnya genggaman yang ia lakukan.
"JANGAN MEMOTONGKU!" seru Kyuhyun, membuat semua yang ada di ruangan itu tertegun. Kyuhyun memandang mereka satu per satu dan berhenti pada sang leader. "Sebenarnya aku sangat sedih karena hari ini kami akan berangkat ke China, hyung. Aku tidak bisa seperti Donghae hyung dan yang lain. Aku tak bisa meminta kalian tidak melupakanku secara langsung. Aku takut saat aku pergi, kalian akan melupakanku yang tidak bisa bersikap manis ini."
Kyuhyun mengeraskan tekadnya, meski wajahnya sudah memerah karena menahan malu. "Hyungdeul, aku akui, aku mengganti semua ringtone HP kalian dengan lagu solo-ku…."
"MWO?!"
Meski Kyuhyun mengucapkannya dengan suara yang nyaris tidak terdengar, semua terkejut mendengar pengakuan itu. Mereka segera mengecek HP masing-masing dan menggeleng ketika menyadari kalau ringtone dasar mereka ber-ubah.
"Mianhe…" Kyuhyun mati-matian menahan rasa malunya. "Aku tidak ingin kalian melupakanku. Aku pikir, jika ada telepon masuk dan kalian mendengar suaraku, hyungdeul akan teringat dan tidak melupakanku. Tapi karena HP Teuki hyung dan Hyukhyuk di password, aku terpaksa menjebolnya…"
Kyuhyun berlutut dan menyentuhkan dahinya hingga ke lantai.
"Mianhe, hyungdeul, jeongmal mianhe. Aku banyak melakukan kesalahan kepada kalian, tapi sungguh, aku tidak pernah meremehkan hyungdeul. Aku tidak pernah menganggap diriku lebih tinggi dari kalian semua. Karena itu, jebal, hyung, jangan keluarkan aku dari Super Junior. Apa yang harus aku lakukan agar kalian mempercayai ucapanku?"
Semua terdiam sementara Kyuhyun tetap berlutut dengan posisi semula. Perasaan Kyuhyun semakin sesak ketika tak seorangpun membangunkannya. Bahkan tak satu pun kata-kata terlontar dari mulut mereka.
Aku akan dikeluarkan dari Super Junior. Aku benar-benar akan dikeluarkan dari Super Junior!
Kyuhyun ingin menangis. Hidung dan matanya sudah sangat sakit karena menahan air matanya, tapi hatinya jauh lebih sakit didiamkan seperti itu.
Tiba-tiba pintu dorm terbuka. Kangin, Kibum, dan Siwon masuk dengan membawa begitu banyak makanan. Wangi masakan yang masih panas me-menuhi dorm itu. Kyuhyun ingin menoleh, tapi ia mencoba menahan dirinya. Saat ini ia sedang berusaha memperjuangkan posisinya bersama Super Junior. Tak ada hal lain yang ia pikirkan saat ini.
"Lho, acara perpisahannya masih belum selesai?" Kangin meletakkan bawaannya di meja makan.
"Kyuhyunie, kau sedang apa?"
Siwon tertegun melihat Kyuhyun masih berlutut dengan dahi menempel ke lantai.
"Sepertinya akting kalian semua sangat bagus, hyung." Kibum tertawa. Ia melangkah mendekati Kyuhyun. Ditariknya Kyuhyun untuk bangun, namun magnae-nya itu menolak. Akhirnya Kibum terpaksa menyentakkan Kyuhyun dengan keras agar bangun. Ia tertegun melihat wajah Kyuhyun yang sudah berantakan karena menahan tangis. Dipeluknya Kyuhyun erat-erat meski Kyuhyun berontak untuk kembali berlutut. "Sudah, Kyuhyunie…. Semua sudah selesai. Mianhe, kami hanya mengerjaimu."
Kibum berbisik sambil memeluk dan mengelus rambut dongsaeng-nya. Namun Kyuhyun yang terlanjur kalut seakan tidak mendengar apa yang Kibum katakan. Melihat itu, semua berkumpul dan mengerubungi Kyuhyun.
Kyuhyun kebingungan saat hyungdeul tersenyum kepadanya. Ada yang menggelitikinya, ada yang merangkul, mengacak rambutnya, bahkan ada yang mencubit dan mencium pipinya dengan gemas. Ia tetap saja tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Mianhe, Kyuhyunie. Kami sudah keterlaluan menakutimu rupanya," bisik Sungmin dengan wajah menyesal.
"Aigoo… tak kusangka orang sepertimu bisa tertipu dengan telak." Shindong tertawa terbahak-bahak.
"Itu semua berkat skenario hebat dari Kibumie." Hankyung tersenyum lembut.
"Kyuhyunie, gwencahana? Kau sudah mengerti kan? Kami hanya berpura-pura." Donghae mulai merasa cemas melihat Kyuhyun terdiam.
"Ommo…Kyuhyunie, jangan membuatku takut," rajuk Ryeowook.
Pelan-pelan, kesadaran memasuki pikiran Kyuhyun. Merasa sangat lega, pertahanannya pun hancur. Kyuhyun menangis dengan keras. Melihat itu semua menjadi menyesal. Mereka bergantian memeluk Kyuhyun dan mencoba me-nenangkannya.
"Hyungdeul, kalian menyebalkan! Kenapa kalian mengerjaiku seperti ini?!" protes Kyuhyun saat mereka berkumpul di sofa. Ia berkali-kali menghapus air matanya yang masih mengalir. Sungmin dengan sigap membantunya meng-hapus air mata yang keluar itu.
"Ternyata kami berarti sekali buatmu." Eunhyuk tersenyum senang.
"Tentu saja, Hyukhyuk pabo! Menyebalkan!"
Kyuhyun kembali menangis karena kesal.
"Aigoo, siapa yang membuat uri magnae menangis seperti ini?"
Kangin pura-pura melemparkan pandangan menegur kepada yang lain, na-mun wajahnya tersenyum lebar. Ia sangat senang berhasil mengerjai Kyuhyun. Dipeluknya Kyuhyun erat-erat.
"Salahmu sendiri, tidak mau terus-terang. Kami semua tidak ingin kau pergi tanpa mengatakan perasaanmu yang sebenarnya. Jadi kami meminta Kibumie membuat skenario untuk memancingmu keluar. Mianhe, Kyuhyunie, tak ku-sangka hasilnya sebagus ini."
"Jangan tertawa, Teuki hyung. Wajah senangmu membuatmu kesal," desis Kyuhyun disambut tawa yang lain.
"Hei, ayo kita pesta jjangmyeon!" Siwon membongkar semua paket yang di-belinya, dan membagikan kepada semua yang ada di dorm itu. "Tapi sebelum-nya, kita lakukan toss dulu!"
Kangin, Sungmin, dan Ryeowook datang membawa 13 buah gelas berisi jus jeruk dingin.
"Karena member Super Junior M akan melakukan syuting setibanya di China, mari kita bersulang dengan jus jeruk saja." Kangin tersenyum lebar.
"Ayo kita toss untuk pembukaan homepage resmi Super Junior di Jepang hari ini!" seru Leeteuk.
Semua melakukan toss dan meminum jus jeruk sedikit.
"Sekarang kita toss untuk berangkatnya member Super Junior M ke China!" Kangin memimpin. Kembali mereka melakukan toss dengan wajah gembira.
"Kita juga toss untuk kelangsungan Super Junior!" Hankyung tertawa saat semua berseru penuh semangat.
"Kyuhyunie, masih ada satu lagi," cegah Donghae saat Kyuhyun hendak menghabiskan jus jeruknya.
"Apalagi?" Kyuhyun tak habis pikir, namun ia terpaksa menurut.
Heechul menyeringai lebar sambil memandang mereka semua. Ia berhenti saat matanya memandang Kyuhyun. "Menyebalkan, tapi aku harus mengatakan yang sebenarnya."
Semua hyungdeul yang lain tertawa melihat wajah Heechul, apalagi Kyu-hyun tampak terheran-heran dengan ulah mereka semua.
"Mari kita toss untuk uri magnae." Heechul menyeringai. "Chukkae, Kyu-hyunie, kau masuk Top 10 Member grup K-Pop yang dianggap akan sukses se-andainya debut sebagai penyanyi solo."
"Mwo?" Sepasang mata Kyuhyun melebar.
"Toss buat uri magnae!" Tanpa menghiraukan Kyuhyun yang hendak me-lakukan protes, semua melakukan toss. Yesung menarik tangan Kyuhyun untuk melakukan toss bersama. Selesai meletakkan gelas, mereka bergantian memeluk dan memberi selamat kepada Kyuhyun sehingga wajah magnaenya itu me-merah.
"Itu sungguhan?" tanya Kyuhyun yang masih keheranan.
"Ne, Sonyeon Sonyeo Gayo Baekseo yang mengumumkan hasilnya."
"Benar-benar menyebalkan! Kenapa aku tidak masuk di situ?" Yesung mengeluh. Namun ketika melihat wajah murung Kyuhyun, ia langsung mencubit pipi magnae-nya. "Hei, kau harus gembira. Setidaknya aku guru yang baik. Murid harus lebih bagus dari gurunya."
"Yesung hyung tidak terpilih karena sifat anehnya."
Kata-kata Ryeowook disambut tawa yang lain.
"Tapi Sunggie benar, ternyata kami guru yang hebat." Leeteuk tersenyum.
"Kyuhyunie, ini sebuah langkah besar," kata Siwon dengan wajah berbinar. "Setidaknya, hyungdeul-mu ini membuktikan bahwa kami mampu membuatmu menjadi Rising Star."
"Ya! Siwonie, ini baru hal kecil. Kenapa kau sudah segembira itu?" tegur Heechul.
"Tapi, hyung, ini sudah langkah bagus." Siwon bersikeras.
"Sebelum kita merayakan dengan pesta jjangmyeon, mari kita foto ber-sama!" Hankyung melambai ke arah manager hyung untuk mengambil foto mereka. Dengan Kyuhyun berada di tengah, semua bergaya di depan kamera.
"Kalian semua siap? Hana Dul…."
"Chakkaman!" seru Kyuhyun ketika menyadari kondisinya. "Aku belum mandi!"
"Aish! Tidak usah!" tolak Shindong.
"Aku masih pakai piyama, hyung!" Kyuhyun memasang wajah memelas.
"Setidaknya kau memakai pakaian," kata Sungmin sambil tertawa.
"Aku belum make up! Wajahku pasti berantakan setelah menangis!"
"Itu justru bagus!" seru hyungdeul serentak sambil tertawa senang.
"ANDWAEEE!"
Semua menahan Kyuhyun yang berusaha kabur dari tempatnya. Dengan pose mereka yang berantakan itu, manager hyung memotret beberapa kali. Ia tersenyum sambil melambaikan kamera.
"Aku rasa hasilnya akan sangat bagus," kata sang manager. "Benar-benar seperti Super Junior."
"AIGOOO!"
Semua tertawa ketika Kyuhyun mengumpat panjang pendek sambil berlari ke kamar mandi.
.
.
Jam keberangkatan member Super Junior M sudah dekat. Henry dan Zhou-mi pun sudah tiba di dorm lantai 11. Manager Super Junior M memberi mereka beberapa instruksi tentang cara keberangkatan, sementara member Super Junior yang tidak termasuk, ikut berkumpul. Mereka tidak akan mengantar ke bandara, tapi mereka ingin mengantar keberangkatan yang lain dari dorm.
Member Super Junior M akan melakukan keberangkatannya secara diam-diam dalam rombongan kecil. Semua sudah di atur dengan baik oleh manager Super Junior M. Ia tak ingin terjadi kehebohan di bandara.
"Hankyung hyung, kau tidak apa berangkat sendirian?" Siwon khawatir. Saat di Beijing kemarin, Hankyung sama sekali tidak sempat beristirahat selama lebih dari 24 jam. Ia sempat mengalami mimisan saat di belakang panggung.
"Tidak apa, Siwonie. Ada asisten manager yang akan mendampingiku."
"Hankyung-ah, aku percayakan mereka kepadamu," kata Leeteuk sambil menepuk kedua bahu Hankyung.
"Kokjongmal, hyung, aku akan berusaha sebaik mungkin. Kalian juga harus berusaha."
"Geogjeonghaji maseyo, Hankyung hyung." Kangin memeluk Hankyung dan menepuknya keras. "Ingat, hyung, jangan terlalu pendiam di sana, kau kehilang-an banyak juru bicara."
"Aku pasti merindukan Kangin si mulut besar," kata Hankyung sambil ter-tawa lepas. "Aku banyak belajar darimu, Kangin-ah. Gomawo."
Heechul memeluk Hankyung. Ia sama sekali tidak mengucapkan apa-apa. Hankyung balas memeluk sahabatnya itu. Ia menepuk punggung Heechul. "Baik-baiklah di Korea, Heenim. Jangan memukul siapapun selama aku tidak ada."
"Ani, semua yang sering membuatku ingin memukul akan kau bawa pergi," kata Heechul dengan suara tercekat. Mendengar hal itu, Donghae dan Ryeo-wook langsung memeluk Heechul sambil menangis.
"Heechul hyung, aku akan merindukanmu," isak Donghae dan Ryeowook.
"Aku titip mereka, Hankyung-ah. Kau harus jaga mereka baik-baik," kata Heechul sambil melepaskan rangkulan Donghae dan Ryeowook. "Magnae jelek itu juga harus kau awasi."
"Di mana Kyuhyunie?"
Pertanyaan Shindong membuat Hankyung dan yang lain menyadari Kyuhyun tidak ada. Tadi mereka sempat mentertawai Kyuhyun yang mengenakan semua pemberian mereka saat Natal. Kelihatan jelas Kyuhyun merasa berat untuk pergi, lebih dari yang bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Dia tadi ke kamar mandi," jawab Zhoumi sambil memeriksa ulang ransel-nya.
"Kalian juga hati-hatilah di jalan nanti," pesan Hankyung. "Ryeowookie dan Donghae-ah, semua perlengkapan kalian sudah siap? Henry-ah, kau harus meng-ikuti kata-kata mereka, arrachi?"
Henry mengangguk. Ia bersiap dengan tas biolanya juga.
"Manager hyung akan mengatur kalian lewat jalan lain di bandara saat aku muncul di depan publik. Bergeraklah dengan cepat."
Hankyung memeluk Sungmin, Shindong, Yesung, Kibum, dan Eunhyuk ber-gantian. Sungmin terpaksa melepaskan Eunhyuk dari Donghae.
"Hyukie, mianhae, tahun ini aku tidak bisa merayakan ulang tahunmu ber-sama-sama," bisik Donghae lirih. "Tanganmu sudah membaik kan?"
Eunhyuk mengangguk. "Gwenchana, Donghae-ah. Kau harus sering-sering menelepon ke sini, arra?" Eunhyuk kembali terisak dan memeluk sahabatnya. "Aku benci terpisah lagi seperti ini, sama seperti Super Junior 05 waktu itu… Kenapa kita harus mengalaminya lagi?"
Kali ini Yesung yang menarik Eunhyuk agar melepaskan Donghae. "Aku me-ngirim foto dari cyworld ku… apa kalian semua menerimanya?"
Semua mengangguk. Di cyworld, Yesung memuat foto ulang tahun Eunhyuk tahun lalu. Di foto itu, mereka ber-13 tampak sangat bahagia. Di bawah foto itu Yesung menulis agar mereka selalu mengingat kenangan saat mereka bersama-sama.
"Yesung hyung, Super Junior akan bersatu lagi. Aku akan memastikan hal itu," kata Zhoumi sambil mengulurkan tangannya. Tapi namja tinggi itu nyaris menangis ketika Yesung justru memeluknya, sehingga Zhoumi terpaksa mem-bungkukkan tubuhnya.
"Zhoumi-ah, mianhe… Karena fans kami, kau dan Henry-ah harus menerima semua tudingan buruk itu. Bersabarlah, aku yakin, suatu saat mereka akan bisa menerima kalian. Mereka hanya cemas jika Super Junior terpecah menjadi dua."
"Gomawo, Yesung hyung, kami akan bersabar." Zhoumi tersenyum. Ia me-rasa lega karena kata-kata Yesung. Ia kini percaya apa yang member lain cerita-kan kepadanya. Yesung memiliki intuisi tajam yang tidak sesuai dengan wajah datarnya. Yesung bisa mengetahui bahwa Zhoumi sangat tertekan dengan semua tudingan buruk tentang dirinya, meski namja itu selalu bersikap tenang di luar.
Hankyung menepuk Siwon yang diam-diam ikut menangis melihat Zhoumi. "Siwonie, kau akan mendampingi Kyuhyunie bersama Zhoumi-ah."
"Ne, hyung, kami selisih satu penerbangan dengan kalian." Siwon mencoba tersenyum. "Sebaiknya kalian berangkat saja dahulu."
"Kibumie, kau harus berakting dengan baik," kata Hankyung sambil me-meluk Kibum.
"Ne, hyung. Mungkin aku akan jarang datang ke dorm ataupun menelepon kalian. Tapi percayalah, kalian punya tempat khusus di hatiku."
"Kami maklum. Park Jungwoo kan tidak mengenal Super Junior. Mana mungkin dia menelepon kami," goda Heechul.
Kibum hanya tersenyum digoda seperti itu. Dia memang selalu total me-nyelami perannya sehingga kadang-kadang menakutkan. Mereka semua me-lambaikan tangan saat Hankyung, Ryeowook, Henry dan Donghae meninggalkan dorm lantai 11.
.
.
Di kamar mandi, Kyuhyun tengah membasuh wajahnya saat Heechul tiba-tiba masuk. Ia ter-kejut dan bergegas mendorong air yang tersisa agar masuk ke lubang lebih cepat. Namun hyung-nya yang cantik sekaligus tampan itu sempat me-lihat air wastafel yang bernoda darah.
"Kyuhyunie, kau…?"
Kyuhyun memandang Heechul dengan pan-dangan memohon.
.
.
TBC
.
.
Annyeong! Akhirnya jadi juga chapter ini hehehe
Mianhe, sekarang author nggak bisa janji berapa hari,
karena bulan Mei saja belum masuk, tapi update sudah mulai mundur.
Buku Rising Star part 1 sedang dalam tahap editing
Buku Falling Star ready stock
Yang berminat bisa memesannya via FB
Gomawo buat yang membaca dan mereview
Jangan bosan mengirim review yach hehehe
.
Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…
Add saja fb author :
www titik facebook titik com /iyagi7154
.
Kamsahamnida
.
.
Jawaban Review Chapter 35
Park Sang Kyung 4/28/13 . chapter 35
Mianhe, terlambat update. Gomawo udah bersedia mereview
choi eunji 4/27/13 . chapter 35
Ne, RS akan dibukukan juga. Part 1 sedang dalam pengerjaan
MyKyubee 4/27/13 . chapter 35
He he he Ne, jika kita bisa mengubah tekanan menjadi tenaga pendorong, itu akan baik
Ne, mereka memang koplak
Ancaman itu real
Yolset Myong artinya Protect 13
Memang lebih tua, makanya dia ragu untuk manggil Kyuhyun 'oppa'
Yang pertama telepon untuk memperkenalkan song pada teman2 yeoja yang lain di SM (Vic pernah cerita tentang ini. Karena Kyuhyun, ia bisa berkenalan dengan orang banyak)
Kalau yg game, beberapa pernah cerita, Kyuhyun suka membantu orang yang kesulitan main game dengan memperkenalkannya kepada gamer yang lain. Nanti saat bertemu yang dibahas adalah taktik bermain game hehehe
Betul, Leeteuk pernah minta nomor saat pertama kali bertemu, tapi dijawab seperti itu hehehe
Ne, mantannya paling banyak kkkk Dia nggak pernah nembak itu diakui saat konser mini Marry U. Alasannya, dia takut ditolak wkwkwk
Itu hanya rumor yang tersebar, tapi SM dan Hankyung sampai benar2 mengklarifikasi 'namja yang tidak pernah ada itu' saking beritanya sangat kuat
Ne, Heechul jatuh is real. Hidungnya patah dan ia harus dirawat seminggu
Yup, yg soal Kyuhyun 6 tahun udah disuruh jaga eomma dan noonanya itu benar
Hyuk yg cedera juga benar. fotonya bisa dilihat di FB author
Ne, saat BIC2. ia tertidur dikereta dan ileran, sempat terfoto oleh fans. Poor Kyuhyun. Itu sebabnya dia sering mengenakan masker
Dia terkena saat kuliah. Itu penyakit pengempisan paru2 bisa karena penyakit, bisa karena paru2 robek. Paru2nya yang robek juga salah satu jenis pneumothorax, jadi nambah tingkat parahnya krn dia udah kena duluan.
Kayla WonKyu 4/26/13 . chapter 31
Valentine just fanfic, yg Kibum sebelum konser is real.
Tarra Lau 4/26/13 . chapter 35
Thank you
Atika 4/25/13 . chapter 35
Gomawo juga udah membacanya hehehe
anis 4/25/13 . chapter 1
... kkkkkk
lysficho 4/24/13 . chapter 35
Kyuhyun terpesona saat pertama ketemu dan bertanya seperti itu, itu real
Emangnya Choco kudu dikurung? kkkk
Itu beneran tapi orangnya tidak ada. Entah nama itu muncul dari mana
Gomawo
kyuzi 4/23/13 . chapter 35
Iya, komplit
Benar, itu yang dia bilang saat pertama ketemu wkwkwk
Katanya begitu
di YT ada, kejadiannya di tengah2 recording.
Kalau yg Ootchasa di FB ku ada
Netizen itu katanya orang yg sering malang melintang di dunia maya
Salah paham kalau dia masih nggak suka sama Kyuhyun. Kan Heechul selalu menampakkan seperti itu.
Waktu dulu di RS, Heechul tidak suka ditemani siapa pun kecuali Kibum dan Hankyung, Donghae dia juga senang, begitu pula Zhoumi. Tapi kalau ke yang lain dia suka nggak senang. Makanya pada bilang: Heechul itu berteman dengan semua artis kecuali SJ (jadi ke grup nya sendiri dia suka jaim gitu wkwkwk)
Membocorkan bahwa dia menganggap China pasar yang bagus jika bisa dimenangkan
Itu beneran yg terror itu. Kalau kamu nonton video yg Siwon datang di acara Hankyung, lalu Hankyung nangis, itu bukan saat Hankyung udah keluar SJ, tapi pas dia diungsikan ke China padahal Kyuhyun sdg di rumah sakit
yunia christya 4/23/13 . chapter 35
Mulai terlihat yach?
Gomawo buat reviewnya, chingu
Tarra Lau 4/22/13 . chapter 35
Gomawo
diamond 4/22/13 . chapter 35
Mengikuti timeline asli. Sebagian fanfic
Fanfic just fanfic.
parkjinjeng 4/21/13 . chapter 35
Aku nggak berani mengklaim soal 'the best' nya, krn aku lihat banyak author lain yg menulis jauh lebih baik dariku
Btw, gomawo buat dukungannya, chingu
Aku nggak bisa menjanjikan menjadi yang terbaik, tapi akan mencob amenulis terbaik yang aku bisa buat
Park Sang Kyung 4/21/13 . chapter 35
MIanhe, seperti di TBC ch 35 bilang, mulai bulan Mei nanti upload akan lebih lambat lagi, tidak bisa ditentukan waktunya AKu masih berhutang sesuatu yang ingin kuselesaikan Juli nanti
lee sang ki 4/21/13 . chapter 35
Aku hanya sempat belajar sebentar, tapi lebih banyak nanya2 hehehe. Ada yang bisa aku seret ke layar komputer kalau ada bahasa Mandarin yang tidak aku mengerti
4/20/13 . chapter 35
Bukan. Yang di MV U versi SJ M. Yang Me baru bualan Mei duibuatnya, udah agak panjang
ila 4/20/13 . chapter 35
Jatuh dari tangga kalau kepala duluan jelas aja pingsan, chingu. Boleh dicoba hehehe. Ada yang sampai lehernya patah segala. Tergantung posisi dia saat jatuh. Bisa hanya meringis, bisa juga sampai kehilangan nyawa. Dalam kasus Heechul hidungnya sampai patah sdan dia harus dirawat sekitar satu minggu untuk mengantisipasi kalau2 terjadi gegar otak
ria 4/19/13 . chapter 35
Gomawo sudah membaca ff ini
sarangchullpa92 4/18/13 . chapter 35
Kita baca aja CH 36 hehehe
Me too
sarangchullpa92 4/18/13 . chapter 34
Ne, Hankyung pasti bisa
sarangchullpa92 4/18/13 . chapter 33
Park Jungsoo leader terbaik
Jungsin Kim 4/18/13 . chapter 35
Sorry2 itu Hankyung masih ada kok
.73 4/18/13 . chapter 34
Ne, lebih pendek
Donghae? kayaknya gitar, drum, piano, keyboard. Di akmarnya dia punya drum dan keyboard. Kebayang alat musik itu ada di kamar saat ia, Sungmin dan Kyuhyun bertiga wkwkwk Hebatnya lagi SUngmin bisa tetap tidur nyenyak. Cuma Kyuhyun yg susah tidur kalau Donghae lagi main musik kkkk
kim2408 4/17/13 . chapter 35
Harus dilihat tingkatannya juga mungkin
Tsuioku Lee 4/17/13 . chapter 35
Teror ke Hankyung itu sungguhan
Tidak, Heechul tidak oplas, hanya hidungnya patah
laila savitri 4/17/13 . chapter 34
Gomawo Semoga bisa terus begitu
LAILA SAVITRI 4/17/13 . chapter 35
Protect 13! Mereka tidak ingin Henry masuk
Guest 4/16/13 . chapter 35
Ne, Heechul jatuh itu benar. Ada ralat dikit, jatuhnya tanggal 19, bukan 20
amel 4/15/13 . chapter 35
Gomawo
amel 4/15/13 . chapter 34
Ne, gomawo reviewnya
nita 4/15/13 . chapter 35
Gomawo
hyunAshfly 4/15/13 . chapter 35
Gomawo udah membaca FS dan RS
Gomawo juga buat semangatnya hehehe
.
Park Sang Kyung 4/15/13 . chapter 35
Gomawo
Guest 4/15/13 . chapter 35
Wah, soal itu semua diikuti saja
LeeRa 4/15/13 . chapter 35
Ne, victoria F(x), gomawo reviewnya
miracahya 4/15/13 . chapter 35
Gomawo Semoga yach, soalnya mulai Mei masuk jadwal super sibuk hehehe Nggak berani janji apa-apa
4/15/13 . chapter 35
Aku juga beruntung ada yang bca ff ini wkwkwk Ini serius
Gomawo juga buat temannya
Gpp, chingu, yang video dilompati saja. Soalnya masih banyak yang tidak bisa menonton video atau pun mentranslate sekedar dari bahasa inggris ke bahasa ind. Aku nggak mau kejadian 'Kyuhyun tertiban mobil' hanya karena mereka lihat video mobil terbalik terulang lagi. FF ini dibuat sebagian untuk membantu yg belum tahu menjadi tahu meski dicampur fiksi
Jadi gpp, silahkan di skip untuk bagian video hehehe Saya nggak akan tersinggung, karena tujuan saya agak berbeda
Gomawo buat dukungannya
Amin, saya juga ingin melihat mereka dari dekat, syukur2 bisa ketemu di backstage wkwkwk
HwangTae Rin 4/15/13 . chapter 35
Gomawo udah bersedia menunggu
heeeHyun 4/14/13 . chapter 35
Aigoo… kkkk Maybe yes maybe no
Aku juga suka bagian itu, terbayang jelas mimik kedua nya di depan mata
Soal PSM, aku nggak akan jawab apa-apa kkkkk
Itu sudah resiko, itu sebabnya saya nggak buka biodata demi keselamatan kepala dari jitakan reader wkwkwk
R'Rin4869 4/14/13 . chapter 35
Kyuhyun usil, Heechul galak kkkk
evier 4/14/13 . chapter 35
Bukan, penglihatan Heechul kurang bagus. Dia melakukan lasik. Tapi ternyata pulihnya lebih lambat dari yang seharusnya.
Yang bengkok itu berhasil di keluarkan waktu oktober 2007, tapi yg dua lagi melekat ke tulang, jadi ditunda hingga pertengahan 2008
Me too…
5kyutket 4/14/13 . chapter 35
Itu semua nyata, foto yg Eunhyuk bisa dilihat di FB ku dan kalau yg Heechul bisa disurfing bukti nya
Nida 4/14/13 . chapter 35
Gpp Kadang banyak factor yang mempengaruhi hal itu hehehe
Tidak, Heechul jatuh.
Aku nggak bisa berjanji membuat yang terbaik bagi semua orang, karena sama seperti usaha menjaring angin, tapi aku akan membuat yang terbaik yang aku bisa hehehe
Nggak lah, masak gitu aja marah? Yang chingu lakukan itu masukan, bukan flame. So, don't worry about it
onlyhae86 4/14/13 . chapter 35
Ditambahin aja sendiri biar panjang hehehe. Gomawo reviewnya
bibie 4/14/13 . chapter 35
Waduh, yg ini cukup banyak yg fakta, chingu
sarangchullpa92 4/13/13 . chapter 32
Gomawo reviewnya
Stefani 4/13/13 . chapter 35
Itu real, diDL aja semua video yang dibahas di RS, yg Kyuhyun tidak ada, atau hanya muncul 1 menit dalam tiap lagu…kelihatan kok pas dia masuk dan keluar panggung. sampai 2008 masih begitu. Sampai saat ini untuk DD dan A man in love juga masih begitu
khairun nisa 4/13/13 . chapter 35
Mmg menyedihkan
Kkk pacarnya Kyuhyun katanya semua cantik-cantik hehehe
Ne, Heechul sayang kok, tapi caranya aneh. Kyuhyun sendiri nggak bisa terlalu terus terang sama Heechul kkk
sarangchullpa92 4/12/13 . chapter 31
Wkwkwk itu penyakit mental ya? Jangan ah serem kkkk
Semoga nggak kambuh sampai begitu yach
Gomawo
Kheai Dyanka 4/12/13 . chapter 35
Gomawo, silent rider hahaha
Aku beruntung chingu mau mereview kkk
Pertanyaannya terjawab di ch 36
Gyurievil 4/12/13 . chapter 35
kkkk apa tuh maksudnya? kkk
chijRS 4/12/13 . chapter 35
Nggak tahu tuh, kayaknya kata 'waspada' buat hyungdeul tidak berlaku jika Kyuhyun yg bicara kkkk
Kategori hancur kita beda ama sana mungkin, krn Changmin aja bilang bahasa korea Vic lebih bagus darinya
Zaireen oksismi 4/12/13 . chapter 35
Maksudnya? Pertanyaannya sepertinya terpotong. Mianhe, aku kurang paham bahasa2 yang disingkat kecuali singkatan yg berlaku secara biasa hehehe
aku tebak2 aja maksudnya ya? katanya jadwal usil itu benar. Yup, Kyuhyun dekat dengan keduanya.
Gomawo buat doanya
Haera 4/12/13 . chapter 35
Itu real semua chingu. Mampirlah ke FB ku untuk lihat foto2nya
song hanuel 4/12/13 . chapter 35
Betul, dia dikejar sampai ke China. Padahal Hankyung sempat marah sama staff SM krn menghalangi fans yang bawa paket berdarah itu…ternyata…
kim jae in elf1004 4/12/13 . chapter 35
Kkk padahal gelagatnya sudah di titip dikit2 sejak FS lho
Sering, bukan pernah
Wkwkwk Wookie mmg lucu
Bryan Andrew Cho 4/12/13 . chapter 35
gpp, gomawo udah mampir. Lain kali ninggalin cemilan ne?
Reader 4/12/13 . chapter 35
Yup, tuntutan Appanya cukup tinggi
Action? Beli buku dan pelajari tentang beladiri banyak2 kkk, aku juga suka nongkrongin tempat latihan beladiri dan ngobrol2 ama pelatihnya. Aku paling suka pedang, makanya action yg aku buat rata2 tokoh utamanya pemegang senjata pedang. Sayang di DD kagak bisa kkk
Bagiku senjata pedang itu cantik sekaligus kuat. Jika pandai menggunakannya, ia berguna juga untuk jangkauan pendek maupun panjang
Sepertinya tidak masuk TL. Yup, ddangkoma artinya itu. Yesung banget dah wkwkwk Gomawo
gie78 4/12/13 . chapter 35
Uhm, soal disayang, apa nggak kelihatan? hehehe
Jangan membuat orang suka SJ. Semakin kamu memaksa, mereka semakin menolak. Jadikan saja semangat oppadeul dan kerja kerasnya jadi teladan. Jika kita udah bisa jadi orang yang berubah ke arah yang baik, mereka akan bertanya sendiri apa yang membuat kita seperti itu hehehe
Kyuminhae 4/12/13 . chapter 35
Soal PSM aku no comment ha ha ha
theresia natalia 4/12/13 . chapter 35
Gomawo chingu
theresia natalia 4/12/13 . chapter 1
Gomawo udah membaca ff ku
bella0203 4/12/13 . chapter 35
Aku lihat ha ha ha Gomawo
Ne, aku suka cara duo evil ini berhubungan
Yang Eunhyuk bilang, itu real kata-katanya saat membujuk Heechul untuk bangkit waktu terpuruk karena kasus Hankyung. Dan real, semua member selalu menunggu dan menyisakan tempat untuk Heechul jika kembali
Dua orang pemain tatik bertemu, aku suka membuat percakapan keduanya hehehe
Oh ya? Bukankah sesekali dia juga baik?
Iya, pengen lihat Kyuhyun dikitik2 kkkk
Adindatuzzahra 4/12/13 . chapter 35
Heechul jatuh di apartemen mereka dan dirawat seminggu itu real
babezhuey 4/12/13 . chapter 35
Ne, jahil plus imut kkk Perpaduan yang unik
YUp, aku suka juga kalau mereka berdua 'tukar pikiran' kkk
YUp, Kyuhyun kalau di depan umum pun begitu sampai di SJ M dia dijuluki leader sama MC di China karena gaya bahasanya yg dewasa dan charm banget kkk
Tapi aslinya Kyuhyun kalau bicara mmg kayak orang tua wkwkwk
Kecuali kalau jahilnya kumat
Yup, PInot Noir itu untuk Kyuhyun
Fanfic just fanfic
Guest 4/12/13 . chapter 2
Ne, namanya 'guest' diganti nick aja chingu, jadi tahu kalau revienya dibalas
ryeo ryeo ryeong 4/12/13 . chapter 35
Yup kkk
Rifa Fana 4/12/13 . chapter 35
Me too ha ha ha
Okta1004 4/11/13 . chapter 35
Mari kita ikuti saja hehehe
Fitri MY 4/11/13 . chapter 35
Gomawo reviewnya
ariskagyu 4/11/13 . chapter 35
Ne, begitulah kkk. Sampai sekarang juga masih begitu.
Ne, Hyuk sejak 2008 udah dipanggil hyukhyuk wkwkwk pasrah
Pias itu aslinya berarti datar, sering digunakan untuk 'tanpa ekspresi'….
Tergantung yach, kalau kelas murah memang merusak, apalagi kayak di sini senangnya minum spirtus yg jelas2 bahan bakar bukan minuman…ckckck
Tapi wine berkelas itu beda. Kyuhyun bukan pemabuk kayak Kangin yg sampai kudu dijempuk Leeteuk jika minum. Dia minum tapi sebagai penikmat, bukan pemabuk. Kangin lebih suka beer.
Wine 1 gelas sehari itu justru bagus untuk daerah seperti di sana yg dingin dan pengkonsumsi daging, jangan disamakan daerah tropis dan pemakan sayur kayak kita
Aku juga sayang dia wkwkwk
Buku RS sedang tahap editing, ditunggu aja Gomawo reviewnya
alunna 4/11/13 . chapter 35
Gomawo udah membaca ff ku
indi kyu 4/11/13 . chapter 35
Ne, aku paling suka lihat mereka berdua kkk
Aku banyak belajar dari orang baik hehehe Sampai saat ini aku masih belajar
dlestariningsih 4/11/13 . chapter 35
Sempit tempatnya wkwkwk
Kyuhyun itu kata Ryeowook kadang polosnya kebangetan kkk
Ne, katanya dia kagak pernah nembak cewek krn takut ditolak hehehe
Kalau yang sekarang kagak tahu itu kan dia bilang saat 2008
Memang Vic lebih tua kok dari Kyuhyun
Kadang perasaan sayang bisa membuat manusia menjadi kuat demi orang yang mereka sayangi. Itu mungkin salah satu kunci bertahannya SJ sampai sekarang. Sama seperti Big Bang, pembahas ttg kutukan lima tahun itu bilang, kedua grup ini memiliki kesamaan, yaitu lambat tenar. Tahun pertama mereka debut sama sekali tidak masuk hitungan. Mereka merangkak untuk naik, tapi bertahan saat sudah naik.
Ne, Kyuhyun maunya semua hyungdeul miliknya kkk
Yup, padahal Heechul udah sempat nggak tinggal di dorm lagi segala
Bukan, yg game orang lain lagi. Banyak fakta yang menceritakan bahwa Kyuhyun orang yg seperti itu. Dia selalu berusaha membuat nyaman orang yang ada di dekatnya. Lalu begitu kenal, dia akan memperhatikan orang itu. Sampai ada yang muji kalau orang sesibuk Kyuhyun kok masih bisa memperhatikan orang lain? hehehe
Banyak yg kena sifatnya ini, makanya nggak heran Kyuhyun mendapat banyak kasih sayang juga
Heechul memang pekerja keras. Dia selalu mencari tahu ttg artis yg jadi bintang tamu untuk bisa membahas hal2 menarik dengan mereka.
Yup, Hankyung kalau marah makiannya kasar kkk itu karena Heechul mengajarinya memaki, bukan berbahasa Korea yg baik kkkk
"Ketika orang-orang membenci kita, kita harus mengasihi mereka lebih lagi. Karena kita tahu, cinta akan mengalahkan kebencian." ini real quotes Kyuhyun.
Gomawo reviewnya, hwaiting buat apapun yang sedang chingu kerjakan hehehe
ichigo song 4/11/13 . chapter 35
Kyuhyun pikir Heechul nggak akan suka kalau dia temani hehehe Malah ikut ketiduran
fitriKyuMin 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
nining wulan 4/11/13 . chapter 35
Ne, masalah membuat kita kuat jika bisa melewatinya
arisu ssi 4/11/13 . chapter 35
Gomawo udah mereview
lalalala 4/11/13 . chapter 35
Ne, Heechul suka nggak mau kelihatan perhatian hehehe
Kiyuh 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
anda wulan 4/11/13 . chapter 35
kkkk Kayaknya kena batunya deh
Chocojjee 4/11/13 . chapter 35
Aku ikut kalau ngejitak yach kkk
mi gi cassiopeia ot5 4/11/13 . chapter 35
Kyuline kayanya udah di luar timeline RS
Gomawo udah membaca dan mereview
4/11/13 . chapter 35
Semoga mimpinya indah hehehe
vivid 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
83line 4/11/13 . chapter 35
Ne, typo susah hilang 100% kkk
Kim Anna 4/11/13 . chapter 35
Gomawo hehehe
tesaSUJU31 4/11/13 . chapter 35
Baca pernyataan staff SM di ETN bahwa SJ berubah kembali menjadi project grup yang bisa ditambah hingga 100 orang
Soal P SM aku tidak komentar hehehe
phiexphiexnophiex 4/11/13 . chapter 35
Salam hehehe Gomawo buat semangatnya
SunakumaKYUMIN 4/11/13 . chapter 35
Mianhe, udah di edit. Sungmin di tengah, Donghae di belakang
kyuvil 4/11/13 . chapter 35
Falling STar sudah dijadikan novel dan Rising Star part 1 sedang dalam tahap editing. Cek FB ku aja untuk tanya2 soal novel
Soal chapter aku mengikuti kata hati aja
Setelah Rising Star aku akan break dulu dan melanjutkan Don't Don hehehe
Princess kyumin 4/11/13 . chapter 35
Justru karena sibuk, jadi banyak ide2 aneh wkwkwk
indahpus96 4/11/13 . chapter 35
Bagus juga tuh idenya… Kyuhyun bikin penclik stress wkwkwk
vha chandra 4/11/13 . chapter 35
Ne, itu benar2 mereka lakukan saat Heechul meninggalkan dorm dan aktifitas
Soal itu masuk timeline, jadi ditunggu saja hehehe
Jackie Chan itu 2009
lemonade 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
kyuqie 4/11/13 . chapter 35
Itu benar
vietaKyu 4/11/13 . chapter 35
Ne, Victoria f(x)
Poor Hyukkie ha ha ha
Sampai saat ini pun Kyuhyun sering diminta mencoba wine hehehe
kyuqie 4/11/13 . chapter 35
Itu benar
SSungMine 4/11/13 . chapter 35
Yup, buku RS part 1 udah masuk editing. Kabarnya akan diberikan di FB
Gomawo
sitakyu 4/11/13 . chapter 35
Dua-duanya wkwkwk
ckyella 4/11/13 . chapter 35
Ne
KyuChul 4/11/13 . chapter 35
Semuanya real
nisrinafifh 4/11/13 . chapter 35
Henry kan udah ikut di album kedua sebagai pemain biola
Di RS awal diceritakan kok. DIa juga sempat muncul di Falling Star ch 8-9 kayaknya
reaRelf 4/11/13 . chapter 35
Kita lihat ch 36 hehehe
tya andriani 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
nara 4/11/13 . chapter 35
Gomawo chingu
sfsclouds 4/11/13 . chapter 35
wkwkwk ne, nggak mungkin sampai 1 tahun. Gomawo
kim hanniee 4/11/13 . chapter 35
Kan udah dibukukan secara indie, chingu. Buku FS sudah ready stock dan buku Rising Star part 1 udah dalam tahap editing
GaemGyu92 4/11/13 . chapter 35
Itu beneran dia dapat nomornya kkkk
Yup itu beneran
Heechul jatuh dan masuk RS seminggu itu bener
cloud prince 4/11/13 . chapter 35
Ne, mereka sedih banget
Ne, kkkk dia di keluarganya dikenal sebagai si bungsu yang mandiri. Beda banget setelah di didik oppadeul kkkk
Gomawo udah mengikuti ff ini
Guest 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
4/11/13 . chapter 35
Gomawo udah bersabar menunggu hehehe
diya 4/11/13 . chapter 35
Gomawo buat doanya
Azurasky Elf 4/11/13 . chapter 35
Gomawo udah menyemangati kkkk
ciziDee 4/11/13 . chapter 35
waktu MV U versi mandarin. MV Me selisih 1 bulan
kim eun ra 4/11/13 . chapter 35
wkwkwk memang mencurigakan krn beda bahasa
dhian930715ELF 4/11/13 . chapter 35
kita lihat saja ch 36
Kim Sooyeon 4/11/13 . chapter 35
Betul, mereka masih suka pergi atau sekedar twitteran
Oh yg soal itu hehehe Itu juga yang membuat Kyuhyun dan Ryeowook dulu dibatasi dari variety show
Semoga aja dia bisa menjalani semuanya dengan baik
livtia 4/11/13 . chapter 35
Iya, dia jatuh dari tangga.
Chou chen-chen itu tidak ada, tapi namanya merebak di saat rumor SJ M tersebar sampai2 Hankyung melakukan klarifikasi
Aku? Ani. Aku hanya sekedar tahu. Aku lebih suka kopi hehehe Iklim sini kurang cocok untuk wine. panaaaaaaaaas
Pinot Noir itu diibaratkan Kyuhyun. Merlot itu oppadeul
Sampai saat ini pun masih sering kena kan? wkwkwk
octaviani 4/11/13 . chapter 35
Gpp, chingu. Gomawo udah bersedia mereview
ChoithyaraELF 4/11/13 . chapter 35
drpd dijaga lebih tepat disiksa wkwkwk
Indy 4/11/13 . chapter 35
Gomawo hehehe
Kim ma ee 4/11/13 . chapter 35
SOal itu akan terjawab di CH 36
Soal PSM, jika dilihat sejak FS bagaimana? hehehe SIlahkan ditarik kesimpulan masing2
Changmin di Jepang
Dulu, Kibum itu magnae. Tapi karena Ryeowook ingin jadi magnae meski lebih tua, jadi dia disebur eternal magnae dan Kibum original magnae. Saat Kyuhyun masuk, dia jadi magnae. Tapi krn usilnya yang luar biasa, dia dijuluki evil magnae hehehe. Tapi secara resmi, magnae SJ itu hanya Kyuhyun
fikyu 4/11/13 . chapter 35
Gomawo
ay 4/11/13 . chapter 35
Kyuline baru 2010
Ne, karena itu vic ragu untuk manggil Kyuhyun oppa. pas akhirnya Kyuhyun tahu kalau dia lebih muda, hubungan mereka jadi kikuk. Hubungan baik lagi sertelah Vic tetap memanggil dia oppa meski Kyuhyun lebih muda 1 tahun kkk
Huang Yoori 4/11/13 . chapter 35
Nama FB ku ada di bawah TBC
Gomawo udah mereview hehehe
Guest 4/11/13 . chapter 35
Ne, PSM terombang-ambing antara ego dan hati
Elfishy 4/11/13 . chapter 35
Kayaknya si ikan mokpo jadi maincast ch 37 kkkk
Blackyuline 4/11/13 . chapter 35
Ne, kita ikuti aja ch2 selanjutnya
chemista112 4/11/13 . chapter 35
Chou chen chen itu beneran tapi orangnya tidak ada. Tapi issue itu kuat banget sampai diklarifikasi
Gomawo, sudah diberitahu hehehe
keyq 4/11/13 . chapter 35
Gomawooooooo
yeon love yeye 4/11/13 . chapter 35
Nggak oplas, hidungnya patah aja dan dirawat 1 minggu
kkkk
Jmhyewon 4/11/13 . chapter 35
Ne, mari kit abaca ch 36 hehehe
gamegyu0321 4/11/13 . chapter 35
Mianhe, waktu itu sempat mentok. Met ultah chingu
Dari appa nya kkk
ElrafLukha 4/11/13 . chapter 35
Pernah, tapi kayaknya cuma 2-3 kali
Aku senang mempelajari berbagai hal asal hal itu menarik. Tapi nggak semua, kalau hal itu berbahaya, aku nggak akan mau main api hahaha
Ellen memang kejam dan tukang gigit kkk
NaraKim 4/11/13 . chapter 35
Judulnya aku nggak tahu. Mianhe, karena aku pikir itu tidak menarik, aku tidak menyimpannya. Tapi itu benar2 real
Soal Hankyung is real
AreynaKyuminElf 4/11/13 . chapter 35
Jerami dong wkwkwk
k my name 4/11/13 . chapter 35
Gomawo buat reviewnya chingu. Poor to Eunhyuk kkkk
ChoHyoMi 4/11/13 . chapter 35
Gomawo kkkk
trilililililili 4/11/13 . chapter 35
Gomawo udah ngasih tahu letak typo
HArus dikeluarkan setelah tulangnya menyambung. Tapi cuma berhasil dikeluarkan sebagian karena yg 2 melekat ke tulang. Mereka menundanya 1 tahun
Betul, krn operasi lasiknya belum pulih
Kibum masih member SJ dan juga artis SM. saat ini ia focus di akting
dulunyasisusi 4/11/13 . chapter 35
Heechul itu is real
Sampai sekarang Kyuhyun juga masih suka diajak nyobain wine hehehe
Gomawo udah memberi tahu soal typo
SieLf 4/11/13 . chapter 35
Oh yg soal itu dibatalkan krn salah soal yg benar Yesung
Yup, Kibum fokus ke acting
Bukan, mereka pecah karena masalah intern mereka sendiri. Tidak ada kaitannya dengan Super Junior
kyukyukyu 4/11/13 . chapter 35
Ne, mari kita tunggu hehehe eits, baca maksudku
AngeLeeteuk 4/11/13 . chapter 35
Itu benar
Han EunKyo 4/11/13 . chapter 35
Gomawo. Tahu aja aku suka kopi hehehe
Kamsahamnida buat semua review yang masuk
1 Lideo = leader
2 Palli = cepat
3 Jim Jil Bang = pemandian umum
4mwolhago isseoyo? = apa yang sedang kau lakukan?
5 Chamgireum = minyak wijen
6 Gireum = minyak
7 Naneun mollayo = aku tidak tahu
