65
Title : RISING STAR Chapter 40
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum dan Henry.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje, If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu
Summary :
.
.
Siapa yang gila sebenarnya? Ketigabelas namja itu atau aku?
Semua rencana yang aku susun selalu saja berantakan.
Dan kali ini aku dikalahkan oleh Ping-Pong?!
.
.
RISING STAR
Chapter 40
6 Mei 2008
Wuhan
.
Malam itu langit di Wuhan cukup cerah. Sungai Yangtze memantulkan cahaya lampu kota di kejauhan. Sama seperti kota besar lainnya, penghuni kota itu belum tertidur. Jalanan penuh oleh lalu-lalang mobil dan masih banyak tempat makan dan hiburan yang beraktifitas pada malam hari.
Di salah satu balkon hotel, semua kesibukan kota tidak terdengar. Pemandangan kota Wuhan yang dihiasi sungai Yangtze dan langit malam lah yang bisa dinikmati dari tempat itu. Namun suasana hati seseorang yang tengah berada di sana, tidak secerah langit di kota Wuhan.
"Eomma, saranghamnida." Begitu sambungan komunikasi terputus, Kyuhyun menatap ke arah langit, berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
Setiap hari, Kyuhyun sangat merindukan keluarga dan hyungdeul yang berada di Korea. Berulang kali ia mencoba menepis rasa rindu itu, namun tidak juga berhasil. Selama ini ia belum pernah berada begitu jauh dari rumahnya, apalagi sampai memakan waktu begitu lama. Tetapi Kyuhyun tidak bisa mengutarakan perasaannya seperti yang lain.
Namja itu tidak menyadari sesosok tubuh mengamatinya dari pintu kaca. Donghae menghitung satu sampai sepuluh sebelum membuka pintu geser itu dengan sedikit keras, agar Kyuhyun sempat memasang wajah cerianya.
"Donghae-ah! Kau belum tidur?"
Seperti yang Donghae duga, Kyuhyun langsung tersenyum lebar melihat kedatangannya. Meski mata itu masih menyisakan kesedihan, tetapi celotehan usil bernada riang sudah keluar dari mulut dongsaengnya. Donghae membiarkan hal itu beberapa saat sebelum mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Kyuhyunie, aku punya sesuatu yang bagus. Kau mau lihat?"
Donghae menarik Kyuhyun agar berdiri di tepi balkon sambil memperlihatkan sebuah tabung dari logam yang dipenuhi motif bintang dan warna pastel yang semarak. Di ujung tabung tersebut terdapat silinder yang bisa digerakkan. Kyuhyun mengambil tabung yang ia yakin mainan anak-anak itu dan mengamatinya sejenak.
"Aku melihat anak salah seorang staff membawanya." Donghae mengambil tabung itu, menaruh salah satu ujungnya di dekat matanya, mengarahkan ke langit, lalu memutar bagian silinder tersebut. "Jika dihadapkan pada cahaya, kita bisa melihat warna-warna yang bagus!"
Kyuhyun tergelak melihat Donghae bercerita dengan sangat antusias.
"Hyung tidak merebutnya dari anak itu kan?"
"Tentu saja tidak!" Donghae mempoutkan mulutnya, tidak menyadari kalau Kyuhyun hanya menggodanya. " Aku ingin menggantinya dengan foto dan tanda tanganku, tapi anak itu tidak mau. Aku boleh membawanya jika menyukainya."
Lagi-lagi Kyuhyun tergelak melihat wajah ceria Donghae. Mata hyungnya itu berbinar begitu hidup, sangat mempesona. Tak ada yang tidak terpesona dengan wajah Donghae yang tampan, ceria, dan selalu tersenyum dengan tulus. Kyuhyun sendiri menganggap Donghae sangat tampan.
"Ini namanya kaleidoscope, hyung." Kyuhyun mengambil tabung itu, lalu mengarahkannya ke sebuah gedung pencakar langit yang dipenuhi lampu di kejauhan. Ketika ia memandang melalui kaleidoscope, warna-warna indah bermunculan. Setiap ia menggerakan silinder kecil pada alat itu, tercipta mozaik yang rumit dan penuh warna. Sebuah pemandangan yang indah dan menimbulkan perasaan senang.
"Kalau kau suka, kaleidoscope itu untukmu saja. Aku memang memintanya untuk uri Kyuhyunie."
Kyuhyun menurunkan tabung itu dan beralih memandang Donghae yang tersenyum ke arahnya. Mati-matian Kyuhyun berusaha menekan perasaannya yang terdalam. Kata-kata itu membuat pertahanan dirinya nyaris runtuh.
"Gomawo, Donghae-ah." Kyuhyun mengucapkan kalimat itu dengan suara tercekat. "Gomawo selalu berusaha menghiburku."
"Mwo?" Donghae membelalakan matanya dengan wajah memerah. "Kau menyadarinya?"
Kyuhyun tersenyum lembut sebelum kembali memainkan kaleidoscope di tangannya. Ia menikmati mozaik-mozaik indah itu, membiarkan hyungnya berdiri terpaku di sebelahnya.
"Donghae-ah berusaha menghiburku diam-diam. Bukankah begitu?"
Donghae menunduk dengan wajah yang semakin memerah. Ketika ia mengangkat kepalanya, Kyuhyun masih sibuk bermain; Kali ini mengarahkan kaleidoscope ke arah langit. Diamatinya wajah Kyuhyun yang sedikit kesal karena langit malam itu tidak memiliki cahaya yang bisa membuat kaleidoscope-nya membentuk mozaik.
"Uri Kyuhyunie selalu menyembunyikan perasaannya. Tidak akan mengaku jika ditanya. Karena kau bersedih dengan diam-diam, hyung terpaksa menghiburmu secara diam-diam juga," gumam Donghae lirih. "Kyuhyunie, wajar jika kau merasa sedih berada jauh dari Korea. Kau tidak perlu menyembunyikannya."
Donghae memandang Kyuhyun, namun dongsaengnya itu masih saja sibuk memainkan kaleidoscope. Namja itu mulai merasa kesal.
"Kyuhyunie…."
"Bagaimana aku bisa mengatakannya?"
Gumaman bernada sedih itu membuat Donghae tertegun.
"Saat ini aku baru bisa mengerti perasaan Hankyung hyung, Kibum hyung, dan Donghae-ah yang jauh dari orang tua bertahun-tahun. Aku merasa tidak pantas bersedih. Apa yang aku rasakan bukanlah apa-apa jika dibandingkan kalian bertiga."
Meski tampak sibuk bermain kaleidoscope, Donghae bisa melihat Kyuhyun menggigit bibirnya, sia-sia mencoba menyembunyikan getaran pada suaranya.
"Pabo! Kyuhyunie paboya! Mana ada pantas dan tidak pantas soal perasaan?"
Donghae menangis sambil memeluk Kyuhyun dengan erat. "Apa yang kau rasakan bukanlah sesuatu yang tidak pantas. Kenapa kau selalu banyak berpikir? Apa kau tahu bagaimana perasaanku melihatmu selalu menangis diam-diam?! Kau membuat hyung merasa sedih. "
"Hyung…"
Pertahanan Kyuhyun benar-benar runtuh saat ini. Ia berhenti berpura-pura memainkan kaleidoscopenya. Namja itu memeluk Donghae erat-erat, menumpahkan semua perasaan rindunya yang selama ini ia sembunyikan.
"Itu lebih baik… Itu jauh lebih baik," bisik Donghae saat Kyuhyun menangis tanpa suara di bahunya. Tak ada satupun yang bersuara selama beberapa saat.
"Hyung pasti sangat merindukan appa…" Kyuhyun menegakkan kepalanya, menatap wajah Donghae dengan serius. "Apalagi eomma hyung di Mokpo…"
"Aish! Hentikan dulu hobby berpikirmu," keluh Donghae sambil menarik kepala Kyuhyun dan menenggelamkan wajah itu ke dadanya. "Jangan pikirkan apapun saat ini, arra? Dan jangan berpikir bahwa kesedihan yang satu lebih pantas dari yang lainnya. Aku setuju dengan Kangin hyung… Kadangkala kau membuatku ingin mencekikmu."
"Kau boleh mencekikku jika membelikanku game baru, Donghae-ah."
"Mwo?!" Donghae mendorong Kyuhyun menjauh agar bisa melihat wajah dongsaengnya itu. Sepasang mata Kyuhyun tampak berbinar. Sebuah evil smirk tersungging di sana. Donghae sangat gembira melihat hal itu. Apalagi, Kyuhyun kembali menyebutnya tanpa embel-embel hyung; Pertanda bahwa perasaan Kyuhyun sudah jauh lebih baik. "Baik. Kau tidak perlu tercekik untuk mendapat game baru. Hyung akan membelikanmu."
"Sudah kuduga." Kyuhyun tergelak, kali ini memeluk Donghae dengan perasaan gembira. "Hyung memang hyungku yang terbaik."
Donghae membuka mulutnya untuk mengomentari kalimat basi itu. Namun saat melihat Kyuhyun dipelukannya tampak begitu gembira, ia tidak jadi berkomentar dan mencium puncak kepala dongsaengnya dengan sayang.
.
.
Pk 06.00 CST
"Hangeng ge, aku tidak menemukan sabunku!" seru Donghae dari dalam kamar mandi. Ia melongokan kepalanya ke luar dengan rambut masih tertutup busa shampoo.
"Dong Hai ge, be carefull." Henry yang sedang melewati koridor sambil membawa ranselnya, melompat mundur sebelum terkena gumpalan busa. Ia hanya bisa menggelengkan kepala ketika Donghae memberikan senyum manisnya.
"Coba kau ingat-ingat sendiri, Dong Hai. Masukkan kepalamu kembali, jangan sampai ada yang terpeles….."
"WHOAAAA!" Zhoumi jatuh berdebum dengan sukses setelah menginjak tetesan shampoo di lantai hotel yang licin itu.
"Mianhe." Donghae segera menghilang di balik pintu. Namun sedetik kemudian ia kembali muncul. "Maksudku…duibuqi."
Hankyung menghela napas melihat peringatannya terlambat.
"Hangeng ge, aku tidak mau duduk di tengah mereka lagi." Kyuhyun mengerucutkan mulutnya sambil menunjuk Siwon dan Zhoumi. "Aku jadi terlihat imut. Padahal aku baru saja menjadi sexyKyu."
"SexyKyu?" Siwon menaikkan sebelah alisnya dengan mimik lucu, melepaskan pandangan matanya dari bible yang tengah dibacanya. Seperti biasa, secangkir ekspresso panas mengepul di meja yang ada di sebelah visual SJ itu.
Zhoumi tersenyum lebar menanggapi protes Kyuhyun. Sambil mengelus bagian tubuhnya yang sakit karena terjatuh tadi, ia melirik ke layar laptop yang ada di hadapan Kyuhyun. "Cepat juga foto interview di SINA menyebar."
Ryeowook yang mendengarkan pembicaraan mereka dari dapur, bergegas mendekat dan ikut melihat. Ia tertawa saat foto Kyuhyun, Zhoumi, Siwon dan Hankyung tampak di layar. "Gui Xian, kau terlihat senang berada di tengah mereka."
"Li Xu, di KRY aku selalu di tengah. Sekarang di SJM, aku juga di tengah…."
"Anak kecil memang harus dijaga."
"Henry lebih kecil dariku. Dia magnae. Magnae." Kyuhyun hanya bisa menggembungkan pipinya saat semua mentertawakannya.
"Sepertinya kau semangat sekali hari ini, Gui Xian?" Hankyung duduk di sisi Kyuhyun sambil meneguk susu hangat yang diangsurkan oleh Ryeowook. Belakangan ini makanan dan minuman yang mereka konsumsi diatur cukup ketat oleh Ryeowook juga eomma Hankyung. Softdrink serta makanan siap saji perlahan menghilang dari keseharian mereka. Wajah ketujuh namja itu juga terlihat lebih sehat dari sebelumnya.
"Hari anak, hyung! Hari anak!" Kyuhyun tersenyum lebar. "Meski di Korea dirayakan tanggal 5 Mei, dan di China dirayakan pada tanggal 1 Juni, tapi kita semua, baik di Korea dan China, melakukan recording untuk merayakan hal itu sepanjang minggu ini."
"Semacam, berjuang untuk hal yang sama, dari tempat yang terpisah." Ryeowook menyimpulkan.
"Mendengar hal itu, aku jadi merasa kita semua masih bersama." Mata Donghae berbinar.
"Hati kita memang tidak pernah terpisah kan?" Siwon menimpali, sementara Henry dan Zhoumi mengangguk setuju.
"Ck, bisakah mengatakan sesuatu dengan biasa saja? Kalimat kalian membuatku bergidik. Appo!"
Kyuhyun mengelus kepalanya yang dijitak oleh seseorang. Ketika ia menoleh, Hankyung tersenyum lebar ke arahnya.
"Karena itu, kita jangan kalah dengan yang di Korea. Menangkan semua game, sehingga hadiah yang terkumpul untuk anak-anak nanti semakin besar." Hankyung tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat semangat mereka. "Kalau terkumpul banyak, bisa digunakan untuk membangun sekolah berkat."
"Sekolah berkat?" Henry menautkan alisnya.
"Sekolah berkat adalah sekolah yang tidak memungut biaya. Khusus didirikan untuk anak-anak tidak mampu dan dibiayai dari dana yang disumbangkan oleh para donatur." Hankyung menjelaskan. "Sesulit apapun tugas yang harus kita lakukan, sesusah apapun kalimat mandarin yang harus kita ucapkan, jangan pernah menyerah! Haobu hao?"
"HAO! SJ M, JIA YOU!" seru dongsaengdeul menimpali 'kotbah' singkat Hankyung. Namja tampan itu tertawa lepas melihat kekompakan mereka.
"Hari ini kita akan melakukan rekaman untuk 2 episode di dalam studio tertutup. Rekaman akan berlangsung non-stop hingga besok. Lusa kita akan melakukan rekaman untuk 2 episode di lapangan terbuka. Persiapkan diri kalian."
Saat member yang lain mengangguk, Donghae melirik Kyuhyun. Mereka baru tertidur 3 jam sebelum Hankyung membangunkan mereka untuk bersiap-siap.
Sesuatu yang muncul di layar laptop membuat kening Kyuhyun berkerut. Wajahnya semakin keruh saat membaca baris-baris kalimat yang ada di layar.
"Gwenchana, Kyuhyunie?" Hankyung begitu cemas sampai melupakan aturan barunya agar semua sebisa mungkin menggunakan bahasa mandarin. Namun wajah Kyuhyun yang semakin serius membuat mereka tidak banyak bertanya. Semua mulai merapat di sekitar Kyuhyun untuk ikut membaca.
"Duibuqi, Hangeng ge… Aku tidak terlalu jelas membacanya. Terlalu banyak kanji yang tidak aku mengerti… tapi sepertinya ini bukan sesuatu yang bagus."
Kata-kata Kyuhyun tidak mendapat sahutan apapun. Hankyung membaca tulisan-tulisan di layar dengan wajah pucat pasi. Setelah membaca artikel itu hingga ke bawah, ia menjauhi kerumunan dan berjalan ke arah mesin pendingin. Semua memperhatikan sang leader yang meneguk air putih dari botol tanpa berani bertanya.
Zhoumi mendekati Hankyung dengan hati-hati. Wajahnya menunjukkan perasaan bersalah yang besar. Ia hendak mengatakan sesuatu namun Hankyung menatapnya, tersenyum lembut dan menepuk bahu namja itu.
"Buyaojin (jangan dipikirkan)." Hankyung kembali tersenyum. "Kalian bersiap-siaplah, sebentar lagi kita harus berangkat. Aku akan menemui manager hyung."
"Gege, tidak bisa begitu!" Zhoumi menarik tangan Hankyung, memaksanya untuk berbalik memandangnya. "Karena kesalahanku di interview SINA kemarin, fans Wang Lee Hom marah dan sepakat tidak akan membeli album kita! Aku harus menjelaskan kesalahpahaman ini…."
Hankyung menaruh kedua tangannya di bahu Zhoumi, memandang mata namja itu dengan tatapan tidak ingin dibantah. "Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Saat menjadi artis, rumor tidak akan berada jauh dari kita. Kau harus paham itu, Zhoumi. Tidak semua perlu dijelaskan dan ditanggapi. Tampillah bersama kami sebaik mungkin; buang jauh pikiranmu tentang hal itu. Suatu saat, masalah ini akan jernih dengan sendirinya."
Hankyung berlalu meninggalkan Zhoumi yang masih berdiri mematung.
"Hangeng ge benar, Zhoumi. Kita jalani saja jadwal kita sebaik-baiknya." Donghae memeluk Zhoumi untuk menenangkannya.
"Zhoumi ge tidak salah. Ini hanya kesalahpahaman." Kyuhyun mematikan laptopnya dan bersiap untuk berangkat. Ia melemparkan senyum ketika Zhoumi memandangnya dengan pandangan bertanya.
"What happen (apa yang terjadi)?" Henry memandang dengan bingung.
"Zhoumi mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu ia bertemu dengan Wang Lee Hom di belakang panggung. Saat itu karena masalah visa, Wang Lee Hom tidak bisa melakukan live panjang, hanya boleh menyanyikan versi pendek. Karena itulah Zhoumi berkesempatan bertemu, bahkan sempat memperdengarkan nyanyiannya untuk Wang Lee Hom." Siwon mencoba menjelaskan kepada Henry dalam bahasa inggris.
"So, what's the problem (jadi apa masalahnya)?"
"Fans Wang Lee Hom salah paham. Mereka pikir Zhoumi mengatakan bahwa karena masalah visa, Zhoumi ge membantu Wang Lee Hom melakukan lipsinc dari belakang panggung. Mereka marah dan sepakat untuk tidak membeli album kita."
"WHAT?!"
Henry menerima penjelasan Kyuhyun yang menggunakan campuran bahasa mandarin, inggris dan korea dengan bingung. Namun sedikit banyak ia bisa menangkap artinya. Dipandangnya Zhoumi yang masih murung dengan tatapan prihatin.
"Zhoumi ge, ayo kita bersiap. Nanti Hangeng gege semakin cemas jika kita masih berdiri di sini." Ryeowook tersenyum. Ia menggandeng tangan Zhoumi untuk mengajaknya turun.
Wajah murung Zhoumi berkurang melihat dukungan dari member yang lain, apalagi Hankyung menyambutnya di pintu mobil dengan senyum lebar dan tepukan di bahu. Namja itu berjanji dalam hati untuk lebih hati-hati berbicara dalam interview, tidak akan mengatakan hal-hal yang tidak ditanyakan oleh MC.
.
.
6 Mei 2008 di Seoul
Pk 14.00 KST
Leeteuk, Heechul, Sungmin, dan Eunhyuk hampir tiba di Eastern Social Welfare Society, sebuah panti asuhan di daerah Seodaemungu, Seoul, yang berjarak dua jam dari dorm. ESWS salah satu dari empat lembaga adopsi terbesar di Korea yang sudah dipercaya dan didirikan oleh Pendeta Kim sejak 1972. Dalam rangka memperingati hari Anak, Super Junior hadir untuk mengadopsi 6 orang anak di sana dan berperan sebagai appa selama sehari.
"Lakukan yang terbaik, arra? Meski hanya sehari, aku berharap kita bisa membuat orang-orang tertarik untuk mengadopsi anak-anak ini." Leeteuk memandang dongsaengdeul dengan wajah serius. "Tugas kita adalah memperlihatkan bahwa memiliki anak asuh itu tidak terlalu sulit. Semua bisa melakukannya asal menyisihkan waktu dan memiliki perhatian."
"Ne. Di sana juga disediakan telepon yang memungkinkan orang tua asuh memantau perkembangan sang anak meskipun sibuk. Seandainya banyak orang yang mau menjadi orang tua asuh…."
"…Mereka tidak perlu meninggalkan Korea." Heechul menarik napas panjang, menyambung kalimat Sungmin tadi
"Waeyo, hyung? Apa mereka akan dikirim keluar negeri?"
"Hyukie, bukan rahasia lagi bahwa anak-anak di ESWS banyak yang diadopsi orang tua dari berbagai negara. Mereka lembaga adopsi yang terpercaya." Shindong menggeleng sedih. "Itu sebabnya kita harus menyentuh hati penonton agar mau mengadopsi mereka. Setidaknya menjadi orang tua asuh."
Pembicaraan mereka selesai ketika mobil memasuki halaman ESWS. Suara teriakan para fans yang menunggu di halaman membuat mereka kembali bersemangat. Keempat namja itu bergegas masuk ke dalam sesuai pengarahan manager hyung. Body guard menjaga agar tidak ada fans yang menyerobot masuk kecuali yang sudah dipilih untuk ikut meramaikan acara.
"Silahkan menuju ruangan yang sudah disiapkan," sapa salah seorang pekerja sosial di sana. Ia dengan ramah mengantar keempat member Super Junior menuju ruangan terbesar yang ada di sana.
"Sekitar 80-90% anak-anak di sini berasal dari yeoja yang belum menikah. Kalian akan mengadopsi 6 orang anak yang berusia tepat satu tahun di Hari Anak ini," jelas manager hyung.
Wartawan langsung mewawancarai mereka sebelum memasuki ruangan tempat persiapan upacara doljanchi. Doljanchi adalah sebuah upacara untuk merayakan ulang tahun pertama seorang anak di Korea. Pada upacara ini anak-anak didoakan agar memiliki masa depan yang baik. Hanbok dan topi tradisional Korea dipakaikan kepada anak-anak yang menjalani doljanchi.
"Hari ini Super Junior datang untuk merayakan doljanchi?" Reporter memulai liputannya.
"Karena kami adalah idola… Doljanchi…." Eunhyuk yang kebingungan menjawab, mendapat death glare dari Heechul yang langsung mengambil alih percakapan.
"Anak-anak ini sangat cute. Sepertinya mereka akan tumbuh menjadi orang yang mengagumkan, sama seperti kami." Kata-kata penuh percaya diri itu tentu saja mengundang tawa dari para fans, staff ESWS maupun kru yang meliput. Apalagi Heechul belum melihat keenam anak yang akan mereka asuh.
"Di antara kalian, siapa yang paling ingin menjadi seorang appa?"
Heechul langsung menunjuk Leeteuk. "Setiap hari Leeteuk-sshi selalu berkata bahwa ia ingin menikah."
Leeteuk hanya bisa tersenyum malu menanggapi ucapan Heechul.
"Ia sangat menyukai anak-anak. Aku pikir ia akan menjadi appa yang baik," jelas Heechul. "Tetapi aku ragu dia akan menjadi nampyeon yang baik."
Lagi-lagi Leeteuk hanya bisa tersenyum sementara dongsaengdeulnya sibuk menahan tawa.
Di dorm, mereka suka menggoda Leeteuk yang begitu dingin menanggapi telepon dari sang eomma. Menurut mereka, bagaimana cara seorang namja memperlakukan eomma-nya, begitu pula cara namja itu memperlakukan anae (istri)-nya kelak. Karena itu tak seorangpun menyanggah kata-kata Heechul. Leeteuk cukup bersyukur mereka tidak menggodanya lebih jauh lagi di depan reporter.
.
Kesibukan sudah berlangsung saat mereka masuk ke dalam ruangan. Leeteuk, Sungmin, Heechul, dan Eunhyuk bergabung untuk mempersiapkan pesta ulang tahun dari anak-anak asuh mereka. Mereka juga belajar menggendong anak-anak itu.
Sungmin dan Leeteuk sama sekali tidak kesulitan. Eunhyuk tidak menyangka menggendong anak begitu sulit dan berat, apalagi anak yang dipegangnya terus menerus menangis.
Heechul tanpa sengaja membuat anak yang berada di dalam gendongannya tertekuk ke depan sedemikian rupa. Ia tak menyangka bahwa anak sekecil itu belum mampu menopang tubuhnya sendiri.
"Apa yang sebaiknya aku lakukan?" Heechul terlihat panik dan memeluk anak di tangannya dengan wajah pucat. "Bagaimana jika dia terluka? Apa yang harus aku lakukan?"
"Aniyo, dia tidak terluka." Seorang staff panti asuhan itu menenangkan.
Heechul kini mendengarkan semua petunjuk dengan sungguh-sungguh. Namja itu berhasil menyesuaikan diri dengan cepat. Reporter memuji kemampuannya menenangkan anak-anak yang menangis dengan beragam caranya yang unik.
Leeteuk bersiap memimpin upacara yang lebih menyerupai pesta ulang tahun itu. Sungmin, Eunhyuk, dan Heechul dibantu beberapa petugas panti menggendong 6 orang anak yang berulang tahun.
"Apakah pesta ulang tahun perlu pembukaan seperti acara besar?!" tegur Heechul karena Leeteuk membuka acara seperti yang biasa dilakukannya di media.
Bukan hanya Heechul yang mengganggu Leeteuk. Salah seorang anak mengambil tiang dari balon yang berada di dekat Leeteuk sehingga leader Super Junior itu terpecah perhatiannya. Semua menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin.
"Ah, mianhe, hyung meniup semua lilinnya," kata Heechul kepada anak yang tengah digendongnya. Ia sangat bersemangat setelah bisa menggendong dengan benar, apalagi anak yang dipegangnya selalu tampak lincah.
Seperti tradisi, anak-anak diberi berbagai pilihan mainan yang harus mereka pilih. Di Korea mereka menganggap hadiah yang dipilih itu merupakan pilihan karir sang anak di masa depan. Anak di tangan Eunhyuk memilih uang, sedang yang di pangku oleh Heechul mengambil sebuah kuas.
"Ia akan menjadi seorang euisa!" seru mereka gembira ketika anak di pangkuan Sungmin mengambil suntikan. Sungmin langsung menggendong tinggi-tinggi anak tersebut.
"Anak ini benar-benar keras kepala," keluh Heechul mengomentari anak yang diasuhnya; namun sambil tertawa senang. Sang anak mulai sibuk memukul-mukul benda di dekatnya dengan kuas. "Kenapa kau suka memukul? Kau ingin menjadi seperti Kangin-ah?"
.
"Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari semua ini. Ini benar-benar acara yang penuh arti," kata Eunhyuk dengan suara tercekat ketika reporter bertanya kepadanya.
"Selain keponakanku, aku…." Anak dalam pegangan Heechul berteriak keras, membuat suara Heechul tenggelam. "Tunggu sebentar! Hyung sedang syuting!"
Anak itu mengerjap kebingungan mendengar kata-kata Heechul. Mendadak namja cantik sekaligus tampan itu teringat kebiasaan Kyuhyun jika ada kata-katanya yang membuat bingung.
"…Aku belum pernah menggendong anak lainnya," jelas Heechul menyambung perkataannya semula. Melihat Heechul tidak memperhatikannya lagi, anak di pangkuannya kembali berteriak dengan keras. Heechul menatap gemas ke arah anak itu. "Hei, bukankah reaksimu itu terlalu berlebihan?!"
Lagi-lagi anak itu mengerjap ke arahnya, mengingatkannya pada sang magnae yang tengah berada di daratan China. Heechul menahan rasa sesak yang timbul melihat sepasang mata hitam yang memandangnya itu. "Kamu harus menjadi sehat, arrachi?! Setelah besar kamu harus sehat!"
"Hyung…, maksudmu 'tetap sehat' bukan 'menjadi sehat' kan?" Eunhyuk berbisik mengingatkan namja yang mulai kabur antara anak digendongannya dengan sang magnae.
"Ne," Heechul mengangguk sambil memeluk sang anak. "Kamu juga harus bahagia dan… aigoo, kenapa kamu berat sekali?!" Heechul mencubit pipi anak itu dengan sayang. "Aku berharap mereka akan menerima kasih sayang dan perhatian yang besar. Entah mereka akan menjadi seorang dokter atau seorang guru, aku berharap mereka semua akan tumbuh dengan sehat."
Tiba-tiba anak yang dipegangnya berteriak dengan keras dan gembira.
"Aigoo, hyung sudah bicara dengan bagus kan? Kamu menyukainya?" Heechul bertepuk tangan melihat anak itu kembali memandangnya dengan takjub.
Sungmin tidak banyak bicara. Ia lebih banyak memeluk dan mencium anak yang dipegangnya. Anak itu tampak sangat tenang dan nyaman bersama Sungmin.
"Hal yang paling penting dalam hidup adalah kesehatan," kata Sungmin ketika mereka berempat tengah menulis pesan untuk anak-anak yang berulang tahun. "Tanpa kesehatan, seseorang tidak bisa melakukan apapun. Bahkan kalau mereka memiliki mimpi, mereka tidak akan bisa memenuhinya."
Sungmin menyadari ketiga member yang lain terdiam dan memandang ke arahnya. Saat itu mereka semua sama; memikirkan sang magnae yang tengah berjuang bersama mereka untuk mencapai mimpi, namun dengan kondisi kesehatan yang begitu rapuh. Tidak ada yang mereka harapkan selain kesehatan Kyuhyun membaik dari waktu ke waktu.
"Bagaimanapun, jadilah sehat setiap waktu." Sungmin menutup wawancaranya dengan sebuah senyum lembut.
.
Seusai pesta, mereka menuju ke kamar bayi. Keempatnya membersihkan tangan dan mengenalan pakaian khusus sebelum masuk.
Eunhyuk duduk dan menerima bayi ke dalam gendongannya dengan hati-hati. "Bayi ini sangat kecil. Bagaimana wajahnya bisa semungil ini?" Namja itu memandang takjub.
Sungmin menimang bayi di tangannya dengan luwes. Sang bayi menguap karena merasa nyaman. Heechul dan Leeteuk mencoba mendiamkan bayi-bayi yang menangis. Leeteuk meraih salah seorang bayi dan membuainya. Ia tersenyum ketika bayi itu langsung terdiam.
"Dia berhenti menangis," bisik Leeteuk dengan wajah bahagia. "Aku pikir bayi ini memiliki selera yang bagus. Aku pikir dia sepertiku."
Reporter beralih ke Heechul yang duduk sambil menggendong seorang bayi.
"Bagaimana perasaanmu menimang bayi itu?"
"Sangat hangat," gumam Heechul. "Aku merasa sedih untuk anak-anak ini. Mereka tidak tahu apa-apa."
Heechul memandang sang bayi dengan mata berkaca-kaca. Ia mengelus kepala bayi itu dengan lembut. Tubuh yang mungil, hangat, dan pandangan mata tak berdosa itu menyentuhnya. Saat itu, Heechul tidak bisa menahan perasaan sesaknya lagi. Air matanya jatuh berderai ketika memberi susu botol kepada bayi yang berada di dalam gendongannya.
"Jadi semua bayi ini tidak memiliki orang tua?" Leeteuk ikut merasakan apa yang dialami oleh Heechul dan donngsaengdeul yang lain. Ia sendiri terheran-heran melihat begitu banyaknya bayi dalam ruangan itu, belum lagi anak-anak yang berusia 1 tahun ke atas.
"Ne, mereka menunggu di adopsi," jelas staff di tempat itu. "Karena itulah, kami berharap dengan adanya Super Junior di acara Hari Anak ini, bisa menggugah para penonton untuk mau mengadopsi mereka."
"Semoga acara ini berhasil," bisik Leeteuk dengan senyum tulus.
.
.
Sementara itu di China, rekaman perform lagu U, The One, dan Zhi Shao Hai You Ni untuk acara SJ M Bravely Moving Forward baru saja selesai. Ketujuh member SJ M menanggalkan kostum baru mereka, berganti dengan celana training hitam dan t-shirt putih. Semua bersemangat mengikuti acara permainan yang cukup terkenal itu.
"Hangeng."
Panggilan itu membuat Hankyung menoleh. Ia langsung menghampiri dan memeluk orang yang datang ke ruang ganti itu dengan gembira. Siwon juga melakukan yang sama, bahkan sedikit mengangkat namja yang datang hingga berteriak minta diturunkan. Yang lain tertawa senang melihat MC, yang sudah seperti saudara bagi mereka di China ini, datang berkunjung.
"He Jiong ge, kau sekedar berkunjung atau menjadi MC di acara ini?" Hankyung mengutarakan keheranannya.
"Xie Na meminta bantuan begitu mengetahui kalian bintang tamunya. Karena aku dulu memegang acara ini, maka aku diundang untuk membantu Nana (*panggilan dari Xie Na). "
"Kami tidak menakutkan." Donghae bergumam heran.
"Bukan soal itu." He Jiong tersenyum menenangkan. "Kalian punya fans yang besar, mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Setelah berhasil mendongkrak acara yang kalian hadiri ke tingkat nasional, kekuatan MC harus bisa mengimbangi. Karena itu aku ada di sini saat ini. Rating acara jangan sampai tidak bisa menopang kekuatan nama kalian."
"You she me cuo (*ada yang salah), He Jiong ge?" tanya Zhoumi saat He Jiong mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Di mana manager kalian? Apa aku boleh meminta tanda tangan kalian semua?"
"Bu (*tidak)." Kyuhyun menyahut sambil memamerkan smirknya.
"Manager hyung memang sangat ketat. Kami tidak boleh memberikan tanda tangan tanpa seijinnya." Ryeowook mengatakan itu dengan wajah menyesal.
"Bu ying gai (*seharusnya tidak boleh)." Kyuhyun kembali menyahut. "Tapi aku akan memberikannya untuk He Jiong ge."
"Me too." Henry mengangguk mantap.
"Kalau begitu, aku juga akan memberikannya." Melihat kedua dongsaengnya bertekad melanggar pesan manager, Ryeowook tidak mau ketinggalan. Ia langsung mengukir senyum lebar. Sudah lama ia tidak berbuat usil dengan member lain, dan ini sangat menggembirakan untuknya.
"Aku bisa mengusahakan agar He Jiong ge mendapat tanda tangan kami." Hankyung menepuk bahu He Jiong sambil tertawa. "Manager melakukannya agar kami bisa sedikit beristirahat di belakang panggung dan di tempat umum."
"Aku mengerti. Kalian bersiaplah. Aku akan muncul lebih dahulu."
Semua kembali memeriksa penampilan member yang lain, sama seperti yang dilakukan Super Junior selama ini. Gigi, kuping, rambut, dan detail kecil lainnya mereka amati dengan seksama sebelum tampil di acara apapun.
.
Acara dimulai dengan perkenalan, sama seperti acara lainnya. Tetapi Ryeowook yang baru saja melakukannya, diminta mengulang, meniru gaya Xie Na di album terbarunya. Tentu saja Ryeowook cukup kesulitan meniru gaya yang manis itu, membuat suasana panggung semakin ramai.
Giliran Henry, ia tidak mengikuti yang disarankan, dan mengganti dengan gayanya sendiri. Ia mengangkat kedua tangannya di sisi kepala, dengan telapak tangan yang terbuka kea rah penonton.
"Henry, aku ingin bertanya. Apakah gayamu tadi berarti kamu menyerahkan dirimu kepada ELF?"
Suasana kembali ramai karena pertanyaan He Jiong. Dia membuktikan dirinya sebagai MC yang hebat, dan Xie Na mengamati semua itu dengan baik. He Jiong baginya bukan hanya sesama rekan MC, namun juga seorang guru. Karena itu ia merasa senang sekali He Jiong bisa mendampinginya hari ini.
Donghae menampilkan gaya perkenalan yang manis, yang menjadi ciri khasnya. Ketika tiba giliran Hankyung, namja itu mengembalikan gaya perkenalan ke awal, seperti yang He Jiong inginkan, yaitu gaya Xie Na di album terbarunya. He Jiong memuji Hankyung yang bisa meniru gaya Xie Na dengan tepat.
"Hangeng seorang dancer yang hebat. Karena itu di abisa menirukan gerakan dengan baik." He Jiong memuji.
Giliran Siwon tiba. Namja itu meminta Hankyung menunjukan gaya Xie Na kepadanya.
"Shi Yuan, lakukan gaya action-mu saja," pinta He Jiong, tepat saat Siwon akan memulai perkenalan dirinya. Akhirnya Siwon memperagakan tendangan taekwondonya.
"Aku pikir lengan Shi Yuan lebih besar dari kakiku," celetuk He Jiong. "Dan ini sangat aneh, para penonton ditendang, tapi malah tertawa senang."
Xie Na dalam hati memuji kemahiran He Jiong melontarkan lelucon yang mengundang tawa penonton.
"Selanjutnya giliran Gui Xian. Lai ba (*ayo)." He Jiong memberi perintah.
Kyuhyun berjalan maju dengan canggung.
"Ia sedikit pemalu," jelas He Jiong yang sudah beberapa kali bersama SJ M. "Mari kita beri tepuk tangan untuknya. Lai! Lai! Lai!"
Kyuhyun menunggu tepuk tangan penonton mereda sebelum memulai perkenalannya.
"Dajia hao, wo shi Gui Xian." Kyuhyun membungkukan tubuhnya sejenak, lalu berjalan tenang ke tempatnya semula.
"Dia selalu membuat dirinya terlihat seperti seorang Ling dao (*pemimpin)." Xie Na memperagakan gerakan seorang pemimpin seperti di film-film kolosal. "Dajia hao, bagaimana kabar kalian semua akhir-akhir ini? Wo shi Gui Xian."
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi komentar Xie Na.
Giliran Zhoumi tiba. Karena ia selalu menggunakan gaya yang sama, Kyuhyun langsung menirukannya dari belakang, sama persis seperti yang Zhoumi lakukan. Baru saja He Jiong hendak bertanya, Hankyung mengajak semua membernya melakukan gerakan perkenalan ala Zhoumi. Akhirnya He Jiong sadar Zhoumi tidak pernah mengubah gaya perkenalannya sehingga semua member bisa menirukan dengan baik.
"Apakah Super Junior M pernah mendengar mengenai acara Bravely Going Forward ini?" He Jiong memulai acara. "Zhoumi?"
"Saya pernah," jawab Zhoumi mantap. "Meski saat itu saya sudah menjalani training di Korea, tetapi teman saya menceritakannya lewat telepon."
"Dui (*benar). Saat kamu di Korea, acara kami sedang sangat populer," goda He Jiong sehingga semua yang hadir di studio itu tertawa.
"Tetapi saya mendengar tentang acara ini." Zhoumi bergeming. "Teman saya bertanya apakah kami akan mengikuti acara ini. Saya menjawab 'ya' dan ia memperingati agar kami berhati-hati. Acara ini meliputi kegiatan di luar dan di dalam ruangan kan?"
"Dui." He Jiong akhirnya yakin kalau Zhoumi tidak berbohong.
"Teman saya berpikir bahwa permainannya benar-benar sulit." Zhoumi mengakhiri keterangannya.
"Jadi kalian memutuskan untuk menjalani tantangan di dalam ruangan lebih dahulu karena beranggapan tantangan di luar ruangan akan lebih sulit?" tanya Xie Na.
"Saya berharap seandainya kami melakukan tantangan di luar nanti, hal itu akan menjadi kegiatan yang lebih berbahaya. Lebih menarik." Hankyung sudah meminta kepada pengatur acara agar rekaman yang akan disiarkan secara 4 tahap tahap ini memiliki tingkat kesulitan yang meningkat, sehingga penonton akan tertarik untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya.
"Yang Hangeng maksud adalah, melalui kegiatan di luar nanti, dia benar-benar bisa memperlihatkan keberaniannya dari berbagai sisi." He Jiong menjelaskan kembali. Yang tidak diketahui Hankyung adalah, acara Bravely Going Forward bukan meningkatkan kesulitan saja, namun juga menguji keberanian pesertanya dari berbagai aspek. Bukan hanya ketangkasan yang diuji, tetapi juga secara psikologis dan aspek lainnya. "Jika bisa mengatasi tantangan yang diberikan, SJ M bisa memperoleh hadiah yang akan diamalkan untuk anak-anak. Itu hal yang sangat penting bukan?"
"Dui. Itu juga merupakan tantangan untuk diri sendiri." Hankyung mengangguk setuju.
Ketika Xie Na bertanya apa yang paling Henry takutkan, Henry menjawab bahwa ia takut tempat yang tinggi.
"Kalau begitu, tantangan kami yang di luar ruangan sangat cocok untukmu."
Henry meringis mendengar kata-kata Xie Na.
"Acara ini pernah menantang bintang tamu untuk bungee jumping dari ketinggian 233 m." Semua tercengang mendengar penjelasan He Jiong. "Dong Hai, kau bisa melakukannya?"
"Bu keyi (tidak bisa)." Donghae menggeleng.
"Shi keyi? Hangeng keyi (*Siapa yang bisa? Hangeng bisa)," tunjuk He Jiong.
Semua bersorak ketika Hankyung tidak menyanggah.
"Shi Yuan?"
Siwon hanya tertawa menanggapi pertanyaan He Jiong. Hankyung menjabat tangannya ketika Siwon menyanggupi.
"Gui Xian." He Jiong memanggil. "Gui Xian mungkin tidak dapat melakukan semua itu kan? Bungee Jumping ini aman."
"233 meter? Itu aman?" Kyuhyun menatap tak percaya.
"Aman. Ni bu zhidao? (kau tidak tahu?)"
"Wo bu zhidao (*aku tidak tahu)." Kyuhyun menggeleng.
"Kalau kamu tidak berusaha maju ke depan (*bravely going forward) , maka kamu tidak pernah tahu apa yang ada di depanmu."
"Kami belum menikah." Siwon membela Kyuhyun yang ditegur oleh Xie Na.
"Begitu?" He Jiong tersenyum mendengar alasan Siwon. "Kalau begitu, dua hari setelah kau menikah, kamu melompat. Setuju?"
Lagi-lagi suasana riuh oleh tawa karena Siwon menunjukan wajah yang sangat lucu saat menanggapi tantangan He Jiong.
"Mari kita bertanya pada Zhoumi." He Jiong melanjutkan acara. "Seandainya kamu harus memilih seorang member SJ M untuk menyelesaikan tantangan paling berbahaya bersama-sama. Tantangan yang paling menakutkan. Siapa yang akan kamu pilih?"
"Saya akan memilih Gui Xian," jawab Zhoumi mantap sementara Kyuhyun terkejut mendengar jawaban itu.
"Weisheme (*mengapa)?" Kedua MC merasa penasaran.
"Karena dia tidak mengerti bahasa mandarin." Zhoumi tergelak.
"Jadi kamu menipunya? Menipu dia agar bersamamu, namun pada akhirnya dia yang akan melompat?" He Jiong ikut tergelak mendengar jawaban Zhoumi. "Gui Xian, kamu adalah sahabat Zhoumi…."
"….tapi dia menipumu agar melompat." Xie Na yang tahu maksud He Jiong, segera memanaskan suasana.
Kyuhyun merebut mike di tangan Zhoumi dan melebarkan sepasang mata hitamnya. "Weisheme? (*mengapa?)" tanyanya dengan mimik tak percaya.
Zhoumi terkejut karena Kyuhyun mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Bushi hao peng you (bukan teman yang baik)." Xie Na kembali memanasi.
"Tai bu xiang huale (*itu keterlaluan)!" protes Kyuhyun.
Semua terkejut karena Kyuhyun mengecapkan kalimat itu dengan fasih. Siwon dan Zhoumi langsung memeluknya, sementara Kyuhyun tersenyum lebar.
"Sepertinya usaha kami untuk membuat perselisihan di antara mereka tidak berhasil." He Jiong memperhatikan ketujuh member itu dengan kagum. Sejak kejadian 19 April, ia selalu dibuat kagum oleh ikatan di antara member SJ . Dan kini SJ M terlihat memiliki ikatan yang sama eratnya. "Sejak SJ M dibentuk, mereka selalu memberi kesan kepada kita bahwa mereka merupakan sebuah kesatuan yang utuh. Benarkah begitu, duizhang (*ketua tim)?"
"Itu benar." Hankyung mengangguk.
"Hangeng belum memperkenalkan dirinya sebagai seorang duizhang hari ini. Ia selalu berkata bahwa mengatakan hal itu adalah sebuah kesombongan…."
"Wo shi SUPER JUNIOR M de duizhang. Hangeng." Hankyung langsung memotong ucapan He Jiong dan memperkenalkan dirinya dengan gaya manis Xie Na tadi. Semua tertawa melihat gaya yang lucu itu, tak terkecuali He Jiong.
Hankyung merasa tidak enak menamakan dirinya sebagai leader SJ M, karena ia merasa hal itu membuat status Leeteuk menjadi samar setiap kali ia melakukannya. Ia lebih menyukai tak ada posisi ketua di SJ M, cukup semua mengikutinya sebagai member tertua. Namun tampaknya He Jiong tidak sependapat. He Jiong ingin ia memperkenalkan bahwa kali ini, selama mereka berada di China sebagai SJ M, posisi Hankyung adalah seorang leader.
Setelah acara perkenalan usai, He Jiong pun membuka acara.
"Program kami ini menuntut kerjasama regu. Meski kami memisahkan kalian menjadi 3 regu, kalian harus saling percaya satu sama lain secara keseluruhan." He Jiong menjelaskan. "Hangeng, nanti tolong jelaskan peraturannya kepada member yang lain."
Xie Na bersiap membacakan peraturan acara tersebut.
"Ketentuan acara ini adalah…."
"Xie Na jie (*Xie Na noona)…." Tiba-tiba Hankyung memotong kalimat Xie Na yang tengah membuka acara dengan gaya khasnya. "Bicaralah dengan normal."
MC cantik itu terperangah, tidak tahu harus berkata apa.
He Jiong bergegas menghampiri Hankyung sambil menoleh ke arah PD acara tersebut. "Maaf, bagian ini akan diedit." He Jiong kini memusatkan perhatiannya kepada leader SJ M. "Kamu harus menghormati Nana. Nana adalah MC acara ini."
"Tapi tadi dia bilang…"
"Aku hanya seorang MC tamu," jelas He Jiong. "Dia adalah MC yang sebenarnya."
"Dia terdengar begitu menakutkan jika sedang berbicara," protes Hankyung.
"Bukan. Dia perlu berbicara dengan cara seperti itu karena…."
"Aku ingin menciptakan suasana!" Xie Na memotong penjelasan He Jiong sambil melemparkan pandangan protes kepada Hankyung.
"Dia ingin mengatakan bahwa kalian harus menyelesaikan tiga tantangan hari ini." He Jiong meneruskan penjelasannya. "Masing-masing akan berhadiah 100.000 RMB untuk diamalkan. Dana itu dapat membantu pembangunan tempat olahraga dan taman kanak-kanak yang dicanangkan oleh Project Hope. Hal ini sangat penting."
He Jiong kembali mempersilahkan Nana melanjutkan penjelasan untuk acara tersebut.
"Sebagai seorang MC favorit pemirsa, baru kali ini ada yang menginterupsi kalimatku," cetus Nana, masih merasa kesal dengan kejadian tadi. Namun gayanya yang lucu justru membuat semua tertawa.
Tantangan pertama pun dimulai, yaitu siapa yang bertahan tidak mengedipkan mata dalam waktu 30 detik. Hasil akhir sangat mengejutkan. Ryeowook bisa bertahan selama 2 menit 53 detik.
"Benar-benar hebat, Li Xu!" puji He Jiong.
"Kami perlu memberitahu kepada semua pemirsa di rumah beberapa hal penting," kata He Jiong setelah ketujuh namja itu menempati kursi yang disediakan. "Hal ini akan membuat fans yang hadir di sini sangat senang. Hari ini adalah episode special karena adanya SJM. Karena itu hari ini kami tidak mengadakan tantangan di luar ruangan. Semua akan dilakukan di dalam ruangan ini."
He Jiong dan Xie Na mulai menjelaskan aturan permainan selanjutnya. Member SJ M dipersilahkan duduk. Tersedia tiga buah meja dan tujuh buah kursi agar mereka duduk menurut regu. Hankyung menarik tangan Kyuhyun dan mengajaknya duduk di meja dengan tiga buah kursi. Ryeowook ikut bersama mereka dalam satu regu.
"Dengan lebihnya anggota, aku bisa mengatur agar kau tidak perlu ikut dalam setiap permainan," jelas Hankyung. "Kalau kau lelah, katakan saja, haobu hao?"
"Gui Xian tidak mungkin mengatakannya," celetuk Ryeowook. Namja itu tertawa ketika Kyuhyun melemparkan death glare kepadanya.
Mereka kembali memusatkan perhatian pada acara. Suasana studio yang mulai memanas membuat member SJ M mengipas diri mereka dengan kipas yang tersedia di tiap meja. Kali ini penanggungjawab acara sudah memikirkan banyak hal. Di meja selain kipas juga tersedia beberapa botol air putih dan jus. Kursi yang mereka duduki juga tidak terbuat dari kayu melainkan berbantalan, sehingga mereka bisa duduk lama dengan cukup nyaman.
"Biar hyung saja." Hankyung meraih kipas dari tangan Kyuhyun dan mulai mengipasi dongsaengnya itu. Kyuhyun melirik ke arah Ryeowook yang duduk di sisi lain Hankyung. Ryeowook sedang asyik mengipas dirinya sendiri dengan kipas. Kyuhyun merasa lega dan mulai bisa menikmati perlakuan Hankyung.
Melihat ketujuh namja itu kepanasan, tanpa diminta, para fans mengipasi mereka dari belakang dengan aneka papan maupun busa yang mereka bawa. Cukup waktu beristirahat selama persiapan dilakukan. Kyuhyun yang mulai rileks dengan kehidupannya bersama ELF, menaikan kedua kakinya yang lelah begitu saja. Ia baru kembali menurunkan setelah acara dilanjutkan.
Regu pertama Siwon dan Zhoumi diberi nama Zhou Er Fu Shi. Henry dan Donghae memilih nama HD untuk regu mereka.
"Di san zu (*regu ketiga)," celetuk Hankyung sebelum kedua MC memilihkan nama aneh untuk regu mereka seperti regu pertama tadi.
"Tidak kreatif," tolak He Jiong. "Hangeng, Li Xu, Gui Xian. Regu kalian dinamakan Han shu de xiao wugui (*kura-kura kecil pemalu). Xie xie (*terima kasih)."
Kyuhyun menggeleng keras setelah mengerti arti nama itu sementara Hankyung hanya tertawa dan Ryeowook tersipu.
"Kalian berani memakainya?"
"Siapa takut? Kami akan memakainya," sahut Hankyung.
Permainan mulai bergulir. Di permainan pertama tidak terlalu sulit namun membutuhkan konsentrasi dan perhatian penuh untuk bisa memasukkan bola ke dalam tabung. Ketiga regu sukses melalui permainan ini sehingga mendapat 100.000 RMB pertama mereka. Saat break, Kyuhyun ikut mencoba permainan itu karena Hankyung tidak menunjuknya untuk maju.
Permainan selanjutnya adalah tantangan psikologis di mana skor tidak dihitung hingga akhir permainan. Semua regu akan mendapatkan bendera keberanian jika berhasil menyelesaikannya. Mereka dihadapkan pada sebuah bidang lingkaran yang berputar. Di dalam lingkaran tersebut terdapat 6 lingkaran kecil dari busa yang disusun berkeliling di bagian tengah. Salah satu di antaranya memiliki sebuah paku panjang yang menancap tegak lurus dengan bidang permainan.
Siwon diminta maju untuk memastikan apakah paku itu paku sungguhan.
"Itu paku sungguhan." Siwon mengangguk.
"Kami akan menutupi keenam lingkaran kecil ini dan berdasarkan instink kalian, cobalah menemukan bagian yang tidak berpaku. Kalian harus memukul kantong kertas yang kalian pilih, dengan telapak tangan. Pukul dengan keras hingga menyentuh papan lingkaran." Xie Na mencontohkan gerakan memukulkan telapak tangan ke lingkaran kecil yang harus dilakukan jika mereka sudah menentukan pilihan. "Tapi kami sudah melakukan sebuah percobaan sebelumnya. Jadi jika kalian sampai memukul kantung yang menutupi paku, paku tersebut hanya menusuk sampai ke daging, tidak akan menusuk ke dalam tulang."
"Itu keterlaluan," gumam Kyuhyun dari tempat duduknya, namun tak seorang MC pun yang mendengarnya karena suasana sangat riuh. Siwon memberi kode agar Kyuhyun menggunakan mike. Hankyung mengangsurkan mike di tangannya kepada Kyuhyun.
"Jadi jangan takut," lanjut Xie Na. "Kami tahu pasti bagaimana cara memberi pertolongan pertama. Haobu hao (ok)?"
"Tai bu xiang huale (*itu keterlaluan)!" Protes Kyuhyun memancing tawa yang hadir. Kyuhyun sendiri menggeleng dengan mimik-apa-apaan-kalian-ini.
"Kau tidak menjaga mulutmu sama sekali!" tegur He Jiong.
Kyuhyun justru tertawa senang.
"Gui Xian, kamu hanya mengatakan 'ting bu dong' (*aku tidak mengerti) dan 'tai bu xiang huale' sepanjang hari ini." Xie Na tergelak.
"Image evil-nya mulai muncul," keluh He Jiong yang pernah mempelajari data mengenai Kyuhyun. "Dia senang berbuat usil."
Acara berlanjut. Bidang lingkaran diputar sehingga paku yang terletak di salah satu lingkaran kecil tadi tidak bisa dipastikan letaknya. Regu pertama diwakili oleh Zhoumi. Ia harus memukul kantung penutup dengan keras hingga rata dengan bidang untuk mengetahui apakah ada paku atau tidak. Namun saat ia hendak memukul, Siwon dan Hankyung berteriak dengan keras.
"Shi Yuan, kau pikir itu yang berpaku?" tanya He Jiong.
"Aku lupa." Siwon menyerah.
"Aku akan memukulnya." Zhoumi memutuskan.
Semua merasa lega ketika tidak ada paku yang mengenai Zhoumi.
Regu HD mengirim Donghae.
"Apakah kamu takut?" tanya He Jiong ketika Donghae melemaskan tangan kanannya untuk bersiap memukul.
"Takut," aku Donghae.
"Apa kau tahu yang mana yang berpaku?"
"Wo bu zhidao (*aku tidak tahu)."
"Apa yang kau pikirkan ketika kau takut?" tanya Xie Na.
"Jika aku takut, aku akan mencoba keberuntunganku," jawab Donghae.
Lingkaran pun kembali diputar. Semua menjadi tegang. Xie Na dan He Jiong berteriak ketakutan sehingga Donghae terlonjak. Meski begitu, dengan mantap Donghae memukul keras salah satu kantong. Tak ada paku di sana.
"Kamu benar-benar beruntung," puji He Jiong.
"Li Xu." Hankyung mendahului He Jiong memilih peserta dari regunya. Ia kembali berusaha agar Kyuhyun tidak terlalu lelah. Ryeowook terlonjak kaget, namun berdiri dan maju ke depan.
Siwon ikut maju untuk mengambil mike. "Kamu leadernya, gege!" protes Siwon sambil menunjuk Hankyung. Meski kedua MC ikut menyetujui pendapat Siwon, bahwa sebagai leader seharusnya Hankyung yang maju mewakili regunya. Hankyung hanya tertawa di tempat, tidak merubah keputusan.
"Mengapa Hangeng menunjukmu?" tanya He Jiong.
"Karena aku bisa melakukan itu," jawab Ryeowook sambil tersenyum. Ia yakin Hankyung memiliki alasan yang tepat saat menunjuknya.
He Jiong menyemangati Ryeowook yang tampak tenang. Hankyung memberi kode agar Ryeowook memukul kantung yang dipilihnya.
"Biarkan aku menasehatimu: Jangan dengarkan Hangeng," cegah Xie Na. "Percayalah dirimu sendiri."
Namun Ryeowook tetap memilih menuruti Hankyung. Xie Na dan He Jiong menjadi cemas karena mereka merasa yakin kantung yang dipilih itu berisi paku. Keduanya berusaha mencegah Ryeowook. Hankyung mulai sedikit ragu dengan pilihannya. Ketika Ryeowook tetap memilih kantung yang tadi dan bersiap memukul, He Jiong menariknya untuk memukul kantung yang ada di sisi lain lingkaran.
Tiba-tiba Donghae memeluk He Jiong dari belakang, memegang tangan kanan MC itu, dan hendak memukulkannya ke salah satu kantung.
"Jangan He laoshi (*guru He)!" teriak Xie Na mencegah Donghae. Ia bahkan maju untuk mendorong tangan He Jiong. Melihat itu Donghae langsung melepaskan He Jiong dan mundur. "He laoshi sudah mendapat luka ketika memainkan ini di episode terakhirnya."
He Jiong tetap memusatkan perhatian pada acara. "Pilih yang ini, Li Xu. Percaya padaku," kata He Jiong sambil menunjuk sebuah kantung.
Akhirnya Ryeowook memukul sisi samping kantung yang He Jiong tunjuk begitu aba-aba diteriakkan.
"Kamu harus memukul bagian ini," kata He Jiong menunjuk ke tengah kantung.
Ryeowook kembali memukul kantung itu tepat di bagian tengah, dengan telapak tangan terbuka, dan tidak mendapatkan luka apapun. Kantung itu tidak menutupi paku. Ryeowook tidak dapat menyembunyikan perasaan leganya.
Henry berusaha bersembunyi ketika He Jiong dan Xie Na menunjuknya mewakili regu DH. Ryeowook ikut mendukung pilihan kedua MC.
"Sekarang kesempatan terkena paku saat memukul bertambah besar," kata Xie Na mencoba membuat suasana tegang.
"Apa yang kau pikir saat Li Xu memilihmu?"
"Buxiang zuo (*tidak mau melakukan)." Henry tidak menjawab pertanyaan He Jiong. Ia benar-benar tidak menyukai permainan yang bisa melukai tangannya.
"Kau tidak mau melakukan ini?" He Jiong mengulang perkataan Henry tadi.
Ryeowook merangkul bahu Henry yang tegang dan kemudian memijatnya.
"Hangeng berkata bahwa kamu seharusnya memukul kantung yang itu," He Jiong menunjuk sebuah kantung yang ditunjuk Hankyung saat Ryeowook hendak memukul. "Aku tidak berpikir begitu. Jadi aku memberitahu Li Xu untuk memukul yang ini."
He Jiong menunjuk kantung yang tadi dipukul Ryeowook.
Kyuhyun memperhatikan sambil duduk diam di sisi Hankyung. Tubuhnya mulai bereaksi terhadap panas dan perasaan lelah. Namun ia berusaha menahannya karena acara tersebut masih panjang. Mereka akan melakukan rekaman untuk 2 tayangan berturut-turut hari ini. Ia tidak ingin membuat Hankyung cemas.
"Tidak. Ada paku di sana," kata Hankyung dari tempat duduknya, sambil menunjuk sebuah kantung. Donghae berusaha mengintip papan lingkaran lewat bawah, namun tidak dapat melihat apapun.
"Ada paku di sini?" He Jiong menunjuk kantung yg ditunjuk Hankyung.
"Benar," jawab Hankyung.
"Jadi kamu akan memukul kantung ini?" tanya He Jiong memastikan.
"Aku tidak sependapat." Xie Na mencegah.
"Henry, aku pikir kantung yang ini aman." He Jiong menunjuk kantung yang diduga Hankyung berisi paku tadi. "Kamu berani memukulnya?"
"Aku masih ingin bermain biola," tolak Henry.
"Kamu masih ingin bermain biola? Kamu masih bisa melakukannya. Ini bukan masalah." He Jiong bersikeras. "Kamu hanya memukul dengan tangan kiri, bukan? Atau kau memerlukan kedua tanganmu untuk bermain biola?"
"Dui!" sahut Henry.
"Bagaimana jika begini, Henry… gunakan kakimu untuk menekan kantung itu." He Jiong memberi usul.
"Okay." Henry setuju. Ia merasa luka di kaki jauh lebih aman untuknya daripada jika telapak tangan yang terluka.
"Tidak bisa." He Jiong tergelak. "Bagaimana jika bertaruh? Aku pikir kantung ini yang berpaku." He Jiong menunjuk sebuah kantung yang lain. "Seandainya dugaanku salah, aku akan memberimu jaminan. Kamu boleh menggunakan tangan Nana dan memukul kantung ini bersama-sama."
"Whoa! Dia tidak akan menginginkan itu!" protes Xie Na. Ia tidak mau dijadikan perisai saat Henry memukul. Ia merasa lega karena Henry tidak menanggapi usul He Jiong.
"Henry, percaya padaku. Aku yakin yang itu yang berpaku," kata Hankyung, menunjuk kantung yang dicurigainya. Namun kedua MC tidak setuju. "Aku yakin kantung itu yang berpaku. Aku akan maju untuk membuktikannya."
Henry melonjak kegirangan mendengar kata-kata Hankyung.
Xie Na kembali memutar lingkaran sehingga susunan kembali kabur. Namun lingkaran-lingkaran yang sudah terpukul bisa menjadi petunjuk posisi sebelumnya.
"Majulah kalau berani!" tantang He Jiong.
"Aku akan maju. Aku tidak bisa membiarkan Henry terluka." Hankyung berdiri.
"Jangan biarkan Henry terluka." He Jiong mengulang perkataan Hankyung. "Kamu yakin kantung yang ini?"
"Aku yakin."
"Tapi aku yakin yang ini." He Jiong menunjuk kantung yang lain. "Ini aman."
"Hangeng…" Xie Na mencoba mencegah Hankyung maju.
"Kantung ini yang berpaku," tunjuk He Jiong.
"Hangeng, kami temanmu. Kami tidak ingin kau terluka," bujuk Xie Na ketika Hankyung tetap maju.
"Seandainya kau ingin yakin, ayo kita lakukan bersama-sama." He Jiong ikut membujuk.
"Hangeng, aku pikir yang ini yang berpaku." Xie Na mulai panik. Ia menunjuk kantung yang dipilih He Jiong.
"Bagaimana, Henry?" He Jiong meminta pendapat. "Bagaimana kalau kau memukul yang ini?" He Jiong menunjuk kantung lain, kantung yang tidak dipilih He Jiong maupun Hankyung sebagai kantung yang berpaku.
"Kalian berdua memukul masing-masing satu untuk melihat siapa yang terkena paku akhirnya." Xie Na memberi usul. Tinggal sisa tiga buah kantung, dua di sisi kiri yang diduga Hankyung dan He Jiong, lalu satu di sisi kanan.
"Mengapa kamu tidak mau memukul yang ini?" tanya He Jiong sambil menunjuk kantung di sisi kanan ketika Henry tampak ragu-ragu.
"Kantung ini seharusnya aman." Hankyung menyetujui kantung yang diusulkan He Jiong. Karena Henry tetap rgu, akhirnya Hankyung menggantikan Henry.
Meski begitu, Hankyung juga merasa gugup, apalagi ketika ia memandang He Jiong sebelum memukul kantung di sisi kanan.
"Ekspresi He loushi mencurigakan!" seru Hankyung.
"Aku ini temanmu, mengapa aku harus membahayakanmu?" He Jiong memprotes sementara yang lain mentertawakannya.
"Aku juga temanmu," cetus Xie Na kepada Hankyung. Ia menunjuk salah satu kantung di sisi kiri yang diduga He Jiong berpaku. "Yang ini yang berpaku."
He Jiong menyerah terhadap keputusan Hankyung. "Jika kamu hendak memukul, buka telapak tanganmu selebar mungkin." He Jiong hanya bisa memberi saran untuk memperkecil kemungkinan terluka dalam, meski ia juga yakin kantung di sisi kiri lingkaran itu tidak berpaku. Hankyung menuruti saran He Jiong. Xie Na menjerit panik saat Hankyung hendak memukul.
"Itu aman, Hangeng." He Jiong meyakinkan. "Jia you! Kamu dapat melakukannya!"
Hankyung memukul kantung di sisi kiri dengan keras, hingga rata dengan papan lingkaran. Ternyata memang tak ada paku di sana. Semua pun bertepuk tangan.
Kyuhyun yang mengamati dari tempat duduknya, ikut tersenyum lega.
"Ok, jadi Henry, kamu harus memilih diantara dua ini sekarang." He Jiong menunjuk kantung yang tersisa. Satu yang ia duga berpaku, satunya lagi yang Hankyung anggap berpaku. Henry ternganga, tidak menyangka gilirannya tetap berlaku.
"Henry, jia you! Ayo beri Henry dukungan!" He Jiong menghadap ke arah penonton dan memberi aba-aba untuk mendukung Henry. Semua bertepuk tangan dengan cemas. Ketika He Jiong berbalik, ia terkejut melihat kantung yang dipilih Henry untuk dipukul. Kantung yang ia anggap berpaku. "NO (*jangan)!" teriak He Jiong keras.
"NO! NO! NO!" seru He Jiong lagi. "Believe me, yang ini bukan berisi paku. Zhoumi, kau percaya padaku? Aku pikir kantung yang dipilih Henry tidak aman."
Namun Hankyung dan He Jiong lagi-lagi berbeda pendapat. Zhoumi tidak tahu mana yang harus dipilih. Donghae pun begitu. Ryeowook mengamati dengan diam.
"Aku mempercayai Hangeng ge," jawab Henry mantap.
"Kau percaya Hangeng, jadi kau ingin memukul yang ini?" He Jiong memandang Hankyung, memintanya membuat Henry mengubah pilihan.
"Henry akan membuat sebuah taruhan denganmu," kata Hankyung sementara Henry memandangnya dengan kepercayaan penuh.
"Kau ingin bertaruh denganku?" He Jiong tertegun.
"Seandainya kantung yang He loshi pilih berpaku…."
"Berarti aku kalah," kata He Jiong. "Apa yang aku harus lakukan?"
"2000 lobster kecil!" cetus Hankyung teringat menu lezat yang mereka makan di Hunan. "Kamu harus memiliki keberuntungan untuk bisa menikmati sesuatu yang lezat."
"2000 lobster kecil! Kita akan ditraktir malam ini!" Xie Na ikut bergembira. "Semua yang ada di dalam dan di luar ruangan, kita semua akan mendapat makan gratis!"
Suasana menjadi riuh oleh tepuk tangan penonton.
"Bagaimana kalau begini? Jika seandainya ada paku di kantung yang aku pilih, aku akan membelikan lobster kecil untukmu. Tapi seandainya tidak, kamu akan membelikan lobster kecil untuk kami semua."
"Mei wenti (*tidak masalah)."
Kalimat Hankyung membuat semua bersorak. Siapapun yang kalah mereka akan mendapatkan traktiran.
Kyuhyun hanya tersenyum melihat keramaian yang terjadi. Ia melirik jam di tangannya. Sudah menjelang malam. Ia merasa sangat mengantuk dan lelah. Acara belum mencapai setengahnya, namun tubuhnya sudah berteriak meminta istirahat.
"Selama ini kau nyaris tidak mengikuti variety show, tampil di panggung pun hanya sesekali. Di China, kau akan mengikuti semua acara, semua kegiatan baik itu dance, menyanyi maupun variety show. Kau sedang bunuh diri, Kyuhyunie! Kau masih bisa membatalkannya!"
Kata-kata Heechul terngiang di telinganya.
Kau benar, hyung… Tampaknya tubuhku belum bisa mengikuti keinginanku. Tapi aku tidak bisa menyerah di sini. Aku tidak bisa menyerah. Tolong pinjamkan semangat kalian untukku…
Mata Kyuhyun yang mulai memerah karena mengantuk, kini memanas. Lagi-lagi perasaan itu timbul. Kyuhyun sangat merindukan keluarganya, juga hyungdeul yang ada di Korea. Perasaan itu muncul setiap hari dan tidak bisa ia hilangkan. Beberapa detik kemudian Kyuhyun tidak menyadari kejadian apapun lagi. Tubuhnya yang berteriak meminta istirahat, membuat namja itu jatuh tertidur dalam posisi duduk.
"Seandainya aku harus membelikan semua orang lobster kecil, maka aku akan menaikkan taruhan menjadi 3000." Hankyung menantang He Jiong.
"Bu!" seru Xie Na ketika He Jiong hendak menyanggupi. "Tidak boleh begitu. Henry akan memukul kantung yang dianggap Hankyung aman. Jika kantung itu aman, maka selain membeli 3000 lobster, He laoshi masih harus memukul kantung yang satu lagi. "
He Jiong menghela napas panjang ketika Xie Na dan Hankyung bersekutu. Keduanya tertawa lebar melihat He Jiong kehilangan kata-kata. MC itu menghampiri Siwon yang masih duduk di kursinya. "Shi Yuan, mereka mengeroyokku, jadi kau harus melindungiku. "
Siwon bangkit dari duduknya. Bukan menegur Xie Na dan Hankyung, ia justru menjabat tangan Xie Na. Hankyung tertawa senang ketika Siwon dengan bahasa tubuh memberitahu He Jiong kalau dia berpihak kepada yang lain.
"Kami berada di pihak yang sama!" Xie Na yang diapit oleh Siwon dan Hankyung melonjak kegirangan.
He Jiong tidak mudah menyerah. Ia mencoba mencari sekutu lain.
"Gui Xian!" He Jiong beralih kepada Kyuhyun yang masih duduk di kursinya. Namun Kyuhyun duduk dengan kepala tertunduk dan mata terpejam.
"Dia berpura-pura tidur!" Xie Na tergelak.
He Jiong juga berpikir sama seperti yang lain. Tetapi saat ia berdiri di samping Kyuhyun, ia menyadari namja itu benar-benar tertidur. Ia menjadi bingung antara membangunkan Kyuhyun atau tidak. Hankyung dan Xie Na tertawa terbahak-bahak sementara Siwon langsung menghampiri Kyuhyun. Ia mengipasi Kyuhyun yang masih tertidur.
"Gui Xian benar-benar tertidur?" Xie Na bertanya kepada He Jiong yang kembali ke tengah ruangan. He Jiong kembali memandang Kyuhyun yang terangguk-angguk dalam tidurnya, tanpa bisa berkata apa-apa.
Begitu kamera tidak menyorot kepada dongsaengnya, Siwon merangkul tubuh Kyuhyun yang mulai sesekali nyaris terjatuh ke depan. Disandarkannya kepala Kyuhyun ke bahunya dan menepuk pipinya perlahan.
"Kyuhyunie, ireona… Kita masih rekaman acara." Siwon membangunkan Kyuhyun dengan hati-hati.
Merasa seseorang memanggilnya, Kyuhyun membuka mata perlahan. Ia memandang Siwon dengan bingung, masih tidak menyadari bahwa ia baru saja tertidur. Melihat hal itu, Siwon menarik Kyuhyun agar berpindah ke tempatnya yang lebih sejuk. Ia duduk lebih dulu di kursinya, dan menepuk kedua kakinya.
"Duduklah, biar hyung memangkumu. Berbahaya tertidur dengan posisi tadi. Kau bisa tersungkur ke depan."
Kyuhyun yang masih belum tersadar penuh, tidak membantah ketika Siwon menarik dan memangkunya. Ia menyaksikan 'keributan' yang terjadi di tengah panggung, mencoba mengikuti meski dengan kesadaran yang tidak penuh.
"Tidurlah sebentar, Hyung akan menjagamu," bisik Siwon.
"Mwo?" Kini kesadaran Kyuhyun mulai pulih. Ia bisa mendengar jelas seruan-seruan riuh di sekitarnya. Seruan itu bukan hanya berisi ketegangan karena dua kantong yang diributkan He Jiong dan Hankyung, tapi juga karena Siwon memangkunya.
"Hyung, kita jadi pembicaraan," kata Kyuhyun serius. "Kau tidak perlu memangkuku seperti ini, hyung."
"Memang kenapa? Apa salah seorang hyung memangku dongsaengnya yang sedang mengantuk?"
Kyuhyun tertawa mendengar nada heran yang tulus dari Siwon.
"Tidak ada yang salah, hyung." Kyuhyun menyerah. "Ah, sebaiknya aku kembali ke tempat dudukku."
Kyuhyun bangkit diiringi pandangan cemas Siwon.
"Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir." Kyuhyun tersenyum sebelum meninggalkan hyungnya itu.
Setibanya di tempat duduk, ia mencoba melakukan beberapa gerakan agar peredaran darahnya lancar dan rasa kantuknya hilang. Kyuhyun ikut tertawa ketika He Jiong akhirnya menyanggupi pertaruhan dengan Hankyung.
Xie Na mengulang ketentuan pertaruhan. "Semua orang menjadi saksinya."
"Baik," ujar He Jiong. "Siapa takut?!"
Kyuhyun yang masih sangat mengantuk, tak dapat menahan tawa melihat ekspresi He Jiong. Saat kamera menyorotnya, Kyuhyun merasa gelisah dan tertawa dengan kaku,. Ia berharap wajahnya yang mengantuk tidak tertangkap kamera. Ia tidak menyadari He Jiong sempat menghampirinya tadi di tengah acara.
"Henry, kini semua tergantung padamu," kata Xie Na.
"Aku paling kecewa terhadap Shi Yuan," keluh He Jiong. Ia berharapnya setidaknya Siwon berada di pihaknya.
Henry bersiap memukul kantung yang dianggap Hankyung aman. Namun ia menjadi sedikit takut. "Seandainya kantung ini yang berpaku…."
"Seandainya itu benar-benar berpaku, tanganmu akan terluka. Kamu tidak akan bisa memainkan biola lagi," kata He Jiong menakut-nakuti Henry.
"Henry, xiangxin wo (*percaya padaku)," kata Hankyung dengan keyakinan penuh.
Xie Na berteriak ketika Henry memukul kantung yang dipilih Hankyung. Semua bersorak karena kantung itu tidak berpaku.
"Semua maju ke sini!" seru Xie Na kegirangan, sementara para fans meneriakan kata 'lobster kecil'.
Sambil merangkul He Jiong yang tampak pasrah akan kekalahannya, Hankyung memberi kode agar Kyuhyun bergabung. Siwon segera ikut maju ke depan panggung.
"Tunggu semuanya!" He Jiong mencoba mengatasi suara riuh di studio.
"Pemirsa yang menonton televisi bisa berpikir nama grup mereka bukan SJ M melainkan lobster kecil!" gurau He Jiong. "Tidak masalah soal lobster kecil, aku hanya ingin kalian semua menjawab sebuah pertanyaan: Apakah kalian ingin aku memukul kantung yang tersisa?"
"Dui!" Seruan keras dan riuh itu membuat He Jiong pasrah.
"Aku akan memukulnya," kata He Jiong lirih. Ia menuju papan permainan. "Aku akan memukul kantung ini."
Namun ketika ia akan memukul kantung yang pasti terdapat paku itu, Xie Na dan Hankyung mencegahnya.
"He laoshi, seandainya kau memukul kantung ini, tolong gunakan seluruh telapak tanganmu."
Kata-kata Xie Na menghancurkan He Jiong yang berpikir gadis itu mencemaskannya. Namun saat Hankyung mendorong tangan He Jiong ke arah kantung, gadis itu berteriak untuk mencegah.
"Bushi, Hangeng!" Xie Na memohon.
Siwon langsung menahan tangan He Jiong yang didorong Hankyung. "Hyung, bushi."
"Baiklah, kita lihat dulu apakah kantung ini berisi paku atau tidak," kata He Jiong setelah keributan mereda. "Saya akan memutuskan apakah saya akan memukul atau tidak. Kalian akan tahu jika kalian menyuruh saya untuk memukulnya, orang macam apa Anda."
Begitu He Jiong membuka kantung, sebuah paku besar dan panjang terlihat. Hankyung terlonjak mundur karena terkejut. Tadinya ia mengira semua lingkaran itu tidak berpaku, hanya sekedar menguji keberanian mereka. Siwon menguji paku itu dengan menusukkan sebuah kantung kertas.
"Seandainya aku benar-benar memukulnya, apakah kalian akan merasa menyesal?" He Jiong mendekat ke arah penonton. "Apakah kalian ingin aku memukulnya?"
"Dui!" jawaban yang sama masih keluar dari penonton. Suara tawa kembali memenuhi studio melihat ekspresi He Jiong.
Xie Na dan He Jiong memperlihatkan kantung yang tertancap paku.
"Ini membuktikan SJ M sebuah grup yang beruntung dan berani," kata He Jiong. "Nanti malam aku akan mentraktir kalian semua lobster kecil."
Semua bertepuk tangan karena He Jiong menepati janjinya. Member SJ M kembali dipersilahkan duduk.
Di tantangan terakhir, mereka diminta sebuah jembatan yang terdiri dari 6 silinder dengan ukuran berbeda, yang masing-masing bisa berputar dengan sendirinya. Mereka harus bisa melewati keenam silinder itu untuk mendapatkan hadiah 100.000 RMB yang ketiga dengan merangkak. Jika mereka bisa menyentuh papan di ujung silinder ke-6, maka mereka dianggap berhasil.
He Jiong memanggil agar ketujuh namja itu mendekati area permainan.
"Orang pertama yang akan mencoba dari Super Junior M adalah… "
"Gui Xian," jawab Hankyung menyambung kalimat He Jiong.
Kyuhyun yang berdiri di tengah Zhoumi dan Siwon segera berbalik. Zhoumi yang menyadari kondisi Kyuhyun segera memijat bahunya agar sedikit rileks.
"Gui Xian jia you!" seru He Jiong.
Hankyung mengajak keenam membernya melakukan toss bersama sebelum melewati tantangan yang sulit ini.
"He laoshi akan menjelaskan beberapa petunjuk," kata Xie Na.
"Point utama adalah…. No! No! No!" He Jiong berseru cepat dalam bahasa inggris. Itu cara termudah menurutnya untuk mencegah Kyuhyun yang hendak melewati silinder dengan berjalan. Dalam bahasa mandarin ia khawatir Kyuhyun tidak langsung menanggapi peringatannya, sama seperti Henry tadi. Keputusannya tepat. Kyuhyun langsung menahan gerakannya mendengar seruan itu. He Jiong menaiki tangga dan menahan tangan Kyuhyun.
"Kamu tidak boleh melangkahinya," jelas He Jiong. "Kamu harus merangkak melewati ini. Dan kamu perlu mencoba sebaik mungkin menjaga kedua tanganmu di kedua sisi."
Siwon yang merasa khawatir, maju dan mencoba menggerakan silinder itu. Tapi Kyuhyun memintanya kembali ke tempat.
"Pusatkan tenagamu di tengah silinder." He Jiong memberi petunjuk sementara Kyuhyun mulai duduk di atas silinder pertama.
Kyuhyun mulai beringsut maju dalam posisi duduk dengan kedua tangan sebagai tumpuan. Namun di tengah silinder ia mulai kesulitan beringsut maju tanpa menggerakan silinder. Gerakan tubuhnya yang terbatas karena tulang-tulangnya yang pernah patah, membuat ia tertahan dalam posisinya. Kedua kakinya terjulur ke belakang, namun tubuh bagian atasnya tetap berusaha ditegakkan dengan kedua tangan menumpu berat tubuhnya.
"Jangan berpegangan seperti itu!" tegur Xie Na. Berbeda dengan He Jiong yang mencari dan mempelajari data-data member SJ M sebelum bertemu di atas panggung, Xie Na tidak mengetahui kondisi Kyuhyun. " Seharusnya kamu mempertahankan tubuhmu tetap menempel pada permukaan silinder."
Kyuhyun tahu, jika ia mengikuti saran Xie Na, ia tidak akan bisa bergerak dalam posisi merangkak. Kyuhyun kembali mencoba beringsut maju dalam posisi duduk. Tak ayal lagi, silinder itu berputar dan Kyuhyun terjatuh ke atas alas penahan, yang terdiri dari beberapa matras busa yang sangat tebal. Hal pertama yang ia lakukan bukanlah bangkit berdiri, melainkan memberi tanda bahwa ia tidak apa-apa kepada member SJ M yang merasa cemas.
Henry, Zhoumi, Siwon, Ryeowook dan Donghae mencoba berturut-turut dengan berbagai cara untuk melewati jembatan 6 silinder itu, namun semua gagal.
"Mari beri dukungan untuk Hangeng!" seru He Jiong.
Semua member kembali melakukan toss. Ini adalah peluang terakhir mereka untuk meraih 100.000 RMB ketiga. Hankyung maju dengan menggunakan semua hasil pengamatannya tadi terhadap kegagalan keenam membernya.
He Jiong memberi petunjuk-petunjuk kepada Hankyung. MC yang selalu mempersiapkan semua acaranya dengan baik itu, tidak hanya mempelajari data bintang tamu. He Jiong selalu mencoba berbagai permainan yang ada sebelum acara ditayangkan. Karena itu ia mampu memberi petunjuk berdasarkan pengalamannya sendiri.
Hankyung maju dengan sangat perlahan dan hati-hati.
"Ini metode yang benar.," He jiong menyetujui. "Orang harus menggunakan metode yang pelan dan hati-hati untuk meraih tujuan mereka.
Hankyung merambat dengan perlahan, menempelkan seluruh tubuhnya ke permukaan silinder. Ia berusaha tetap bergerak di atas agar tidak memberi tekanan pada kiri dan kanan silinder. He Jiong meminta semua tidak bersuara agar tidak mengganggu konsentrasi leader SJ M tersebut, karena ini kesempatan terakhir. 100 RMB yang dijanjikan akan hangus jika Hankyung gagal.
He Jiong terus memberi petunjuk. Bagian tersulit adalah dari silinder keempat menuju kelima karena perbedaan tinggi yang cukup jauh.
"Gunakan dagumu untuk menahan silinder kelima agar tidak berputar," jelas He jiong saat Hankyung berhasil menaikan kepalanya hingga setinggi silinder ke lima.
Perasaan tegang dan lelah membuat Hankyung sedikit bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
"Tetaplah menjaga kecepatan tetap lambat sambil maju ke depan," Xie Na mengingatkan.
"Kamu jangan terburu-buru melewati bagian itu." He Jiong ikut mengingatkan ketika Hankyung menuju silinder ke enam yang menukik turun cukup jauh dari silinder ke lima. "Aku gagal di bagian ini sebelumnya."
"Man man de (*pelan-pelan)! Man man de!" seru Xie Na mengingatkan.
"Sekarang tinggal melewati silinder terakhir," hibur He jiong. "Kamu hanya perlu menyentuh papan di ujung silinder dengan tanganmu. Hati-hati."
Semua menjadi tegang ketika silinder sedikit bergerak. He Jiong berteriak memberi peringatan. Hankyung langsung berhenti dan mengembalikan keseimbangannya. Ia mengukur jarak papan yang ada diujung silinder, dan mengira-ngira apakah ia mampu meraihnya.
Hankyung merunduk sesuai petunjuk He jiong. Ketika tubuhnya sudah maju di batas ia menghitung bisa menjangkau papan, Hankyung bergerak cepat. Sebelum tubuhnya terjatuh, ia berhasil menyentuh papan tersebut.
"CHENGGONG (*berhasil)!" teriak He Jiong.
Semua penonton langsung mengelu-elukan nama 'Hangeng'. Rekaman untuk tanyangan pertama pun berakhir.
"Sambil beristirahat, kita akan pesta lobster kecil bersama." He Jiong meminta seorang staff memesankan 3000 lobster kecil untuk mereka semua yang berada di studio.
Ketujuh namja itu menjadi bersemangat. Tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan lobster kecil. Di China, makanan ini dijajakan di jalan-jalan. Malam itu, seluruh studio dipenuhi harum makanan.
.
.
7 Mei 2008
Seoul
"Kalian yakin akan mengikuti marathon itu?"
Suara Heechul membuat Sungmin yang masih berada di kamar, bergegas menyelesaikan kegiatannya. Ia tengah merapikan tempat tidur Kyuhyun yang dipakainya setiap malam. Tempat tidurnya sendiri dipenuhi gitar, CD musik dan barang-barang lainnya yang ia gunakan saat merasa kesepian.
"Aneh, padahal Kyuhyunie lebih sering menghabiskan waktu dengan gamenya daripada mengobrol denganku. Tetapi saat dia tidak ada, kamar ini benar-benar terasa sepi." Sungmin memeluk bantal Kyuhyun sejenak. Sama-samar masih tercium wangi Kyuhyun pada bantal. Hal itu membuat Sungmin tersenyum.
"Itu tidak main-main! Kalian harus menempuh jarak 70km dalam waktu 24 jam! Marathon yang sesungguhnya saja hanya menempuh jarak sekitar 42 km!"
Sungmin bergegas keluar kamar ketika suara Heechul kembali terdengar. Semua tengah berkumpul sambil menikmati sarapan pagi. Kali ini, mereka bertujuh bisa duduk di sofa ruang duduk, tanpa seorang pun perlu pindah ke ruangan lain.
Seperti yang Kibum bilang sebelumnya, namja itu jarang berada di dorm karena sibuk menekuni drama serinya. Meski Kangin juga menjalani drama berseri, mereka bisa mengerti sifat Kibum yang tidak ingin memecah perhatiannya saat tengah berakting.
"Tapi marathon ini memiliki waktu istirahat dan waktu tidur, hyung."
"Hyukie benar." Sungmin yang baru saja mengambil sarapan, ikut bergabung di ruang duduk.
"Lagipula, kita tidak mungkin mundur." Shindong mencoba bersemangat.
"Meski senang karena kita ditunjuk, tapi kenapa harus kita? Penyanyi yang lain cukup menyanyi di atas panggung untuk mengisi acara."
"Itu berarti kita bisa dipercaya menyelesaikan tugas ini, Kangin-ah." Leeteuk tersenyum menenangkan.
"Atau ada pihak yang menginginkan kalian menyerah di tengah jalan, sehingga nama Super Junior runtuh," celetuk Heechul sambil mendengus kesal. "Kita tahu, banyak yang menjuluki Super Junior itu kumpulan orang cengeng dan manja; selalu bermain-main dan tidak punya mental yang kuat. Jika marathon ini tidak bisa diselesaikan, kita akan jadi santapan netizen dan antifans."
Keenam member lainnya terdiam. Hal itu sempat tersirat juga dibenak mereka.
"Jangan menduga-duga. Kita jalani saja dengan baik." Yesung berkata dengan tenang. "Heechul hyung, kau tidak ikut 'kan?"
"Tentu saja tidak." Heechul menggeleng. "Aku tidak mau kulit putihku rusak terbakar matahari."
"Bukan karena kondisi kakimu, hyung?' goda Eunhyuk. Ia langsung tertunduk saat pandangan tajam Heechul mengarah kepadanya.
"Karena hal itupun tidak masalah." Heechul mengibaskan rambut indahnya. "Setidaknya otakku masih berjalan normal dibanding si Jelek untuk soal ini."
"Ne. Terus terang, aku merasa bersyukur Hyun-ah tidak ada di Korea. Ia akan memaksa ikut meskipun kita melarangnya."
"Kau benar, Kangin-ah." Leeteuk ikut merasa lega.
"Jika dia di sini dan memaksa ikut, aku benar-benar akan mengikatnya di tempat tidur!"
Semua menahan napas membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi. Kyuhyun tidak akan menyerah begitu saja, dan Heechul juga selalu yakin dengan tindakannya.
"Ya! Kalian tidak setuju eoh?! Aku sudah lama ingin mengikatnya! Setiap kali dia memaksakan diri dan berjalan seperti zombie di atas panggung, aku benar-benar ingin mengikatnya!"
"Uhm, Chullie…. Aku harap kamu tidak benar-benar melakukannya." Leeteuk mencoba meredam kemarahan dongsaeng tertuanya. "Mengenai marathon, hari ini kita akan berkunjung ke asrama Mongolia yang terancam ditutup itu. Kau ikut, Chullie?"
"Ani. Aku kan tidak ikut marathon. Sebaiknya kalian saja." Heechul kali ini memandang Leeteuk dengan serius. "Teuki hyung, meski aku tidak ikut, aku selalu mendukung kalian."
"Aku tahu."
"Kami semua tahu, hyung." Shindong dan yang lain ikut menanggapi perkataan Heechul. Mereka mentertawakan Heechul yang gagal menyembunyikan perasaan senangnya.
.
.
Seusai jam sekolah, Leeteuk, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin dan Eunhyuk berkunjung ke asrama sekolah Mongolia. Mereka langsung menemui penghuni asrama yang tengah berkumpul di ruang belajar.
"Apakah aku harus melepaskan sepatu kalian?" tanya seorang anak perempuan ketika keenam namja itu masuk dengan mengenakan sepatu.
"Ah, tentu tidak." Leeteuk tersenyum meminta maaf. Mereka keluar untuk melepas sepatu.
Hari itu mereka melihat-lihat ruangan asrama, bermain bersama anak-anak yang ada di asrama tersebut hingga sore hari. Mereka ingin mengenal anak-anak itu, bukan hanya membacanya dari data yang diberikan oleh pihak televisi.
Selesai mandi sore, semua berkumpul di ruang duduk. Mereka membentuk formasi melingkar. Salah seorang anak duduk dengan nyaman di pangkuan Leeteuk sementara mereka berbincang-bincang dengan guru yang menjaga asrama.
"Jika kalian kehilangan asrama ini, apa yang akan terjadi dengan sekolah kalian?" tanya Leeteuk membuka percakapan.
"Jika asrama ditutup, beberapa dari kami tidak bisa bersekolah lagi," sahut salah seorang anak. "Asrama yang lain menggunakan bahasa Korea. Kami akan kesulitan beradaptasi."
"Hanya ini satu-satunya sekolah Mongolia sekarang, bukan?" Eunhyuk mencoba memastikan. "Pasti banyak yang berpisah dari orangtua hanya untuk bersekolah…"
"Tanpa asrama ini, mereka kesulitan untuk pergi ke sekolah." Shindong menerangkan.
"Jika bersekolah di sekolah Korea, anak dari orang tua yang tidak menjadi imigran secara resmi tidak akan bisa bersekolah. Di sekolah Korea pun menggunakan bahasa pengantar Korea." Sang guru menyahut.
Sekolah Mongolia didirikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak imigran dari Mongolia yang tengah bekerja di Korea. Karena terbatasnya dana, hanya ada sekolah dasar. Di sekolah dasar Mongolia, mereka menggunakan bahasa Mongolia sekaligus mempelajari bahasa Korea. Dengan demikian, di tingkat lanjutan, mereka bisa meneruskan ke sekolah Korea.
Karena hanya satu-satunya sekolah Mongolia, maka anak para imigran Mongolia dari berbagai daerah di Korea berkumpul di asrama. Dengan demikian mereka bisa bersekolah tanpa harus menempuh jarak yang begitu jauh.
"Saat kami menyelesaikan marathon nanti, kalian akan datang kan?" tanya Leeteuk.
"Tentu saja aku akan member semangat!" Salah seorang anak menyahut. "Aku juga akan selalu berjuang. FIGHTING!"
Semua tersenyum melihat anak perempuan itu mengepalkan tangannya penuh semangat.
"Aku ingin tetap tinggal di asrama ini." Anak yang lain berkata dengan nada sedih. Ia tidak akan bisa bersekolah lagi jika asrama ditutup karena kurangnya dana. Dana dari donatur yang ada hanya cukup untuk menjalankan sekolah dasar.
"Berikan kami kekuatan untuk berjuang. Masih banyak ilmu yang ingin kami pelajari," cetus seorang anak lainnya.
"Aku ingin menjadi seorang dokter. Jika asrama ini ditutup…." Sopda, anak perempuan yang paling besar yang ada di sana, tak sanggup menyelesaikan kalimatnya. Meski ia terkenal pandai dan rajin belajar, penutupan asrama ini akan menghancurkan semua impiannya.
"Hyungdeul, selesaikanlah marathon dengan baik. Aku mohon." Salah seorang anak laki-laki membungkuk hormat dengan sepenuh hati.
Keenam member Super Junior berpandangan dengan haru, melihat permohonan tulus dari anak-anak itu.
"Kami punya kekuatan yang banyak, jadi jangan cemas untuk acara marathon 24 jam ini. Harapan dari kalian, merupakan dukungan yang kuat untuk kami." Shindong tersenyum menenangkan.
Leeteuk memberi kode agar reporter merekam pesannya untuk ELF.
"Saat kalian menyaksikan TV marathon 24 jam, berikanlah dukungan bersama para penonton lainnya. Dan berikanlah sumbangan kalian. Mari kita tunjukan kekuatan kita."
.
.
Petinggi SM menyaksikan liputan di asrama Mongolia itu ditemani sang ajudan.
"SJ M berhasil melewati saat-saat buruk dari tekanan jadwal. Kali ini, apakah SJ benar-benar sanggup menjalani marathon seberat itu? Mereka bukan atlit yang terlatih secara fisik. Bagaimana menurutmu? Kali ini kekuatan fisik yang runtuh bisa memaksa mereka untuk menyerah."
Kyuhyun sshi, SJ sudah terpisah jarak dan waktu… Apakah harmoni itu masih terdengar indah jika seperti ini? Aku akui, menaklukkan 13 orang sekaligus sangat sulit. Tetapi menjatuhkan sebagian demi sebagian kecil akan jauh lebih mudah.
"Sajangnim, ada satu rekaman lagi yang belum Sajangnim saksikan."
Kata-kata sang ajudan membuat Petinggi SM menegakkan duduknya kembali. "Kenapa tidak kau putar sedari tadi?"
"Mianhamnida, Sajangnim. Rekaman yang ini akan diputar saat acara berlangsung. Jadi memang terpisah penyimpanannya."
Sang ajudan segera memutar satu kepingan lagi, sementara Petinggi SM kembali bersandar di kursi besarnya, menyaksikan pemutaran rekaman di asrama Mongolia hari ini.
"Jarak 70 km bukanlah jarak yang mudah ditempuh. Kalian bukan seorang atlit. Meskipun kalian bisa berusaha sekuat mungkin, itu tetap cukup sulit. Bisa saja kalian berhenti di tengah jalan. Bagaimana perasaan kalian saat ini?" Reporter membuka pertanyaan pertamanya.
"Memang 70km bukan jarak yang pendek. Banyak pihak yang juga meragukan hal ini. Secara jujur, aku merasa khawatir." Eunhyuk mengakui.
"Saya sangat khawatir. Banyak pihak juga khawatir. Jarak 70km dalam 24 jam bukan sebuah tugas yang mudah. Kita jalani saja." Yesung menjawab dengan tegas.
"Aku ingin anak-anak imigran dari Mongolia bisa merasakan kehangatan hati orang Korea. Mereka membutuhkan asrama ini untuk mempersiapkan diri memasuki sekolah yang lebih tinggi… Jika berpikir begitu, aku rasa aku sanggup." Leeteuk tersenyum.
"Agar anak-anak yang bersekolah di sekolah Mongolia bisa tetap tinggal di asrama ini… Jika kami bisa membuat kalian bermain dan tidak kehilangan keceriaan kalian… Meski sulit, kami pasti akan menyelesaikannya."
Semua tersenyum mendengar keputusan Leeteuk.
"Aku hanya akan berpikir mengenai anak-anak ini. Aku akan berjalan menuju tempat mereka menunggu dan bersorak saat melihat kedatangan kami. Mereka adalah tujuan akhirku. Aku akan memenuhi harapan mereka…" Sungmin menjawab saat reporter menanyakan kesiapannya akan keputusan Leeteuk.
"Aku sudah melihat mereka, bermain, dan mengenal mereka. Marathon ini memang sulit, tapi aku sudah berjanji kepada mereka. Aku akan bekerja keras agar mereka bisa bermain di sini. Aku memiliki banyak dukungan." Shindong tersenyum lebar.
Kangin tersenyum ketika pertanyaan yang sama dilontarkan kepadanya.
"Terus terang, banyak ketakutan yang aku rasakan mengenai hal ini. 'Apakah aku bisa?' Banyak kekhawatiran yang muncul saat kita berpikir dengan keras. Tapi aku melihat banyak pihak yang mendukung dan anak-anak bergantung pada asrama ini. Selama harapan itu ada, aku pasti bisa melakukannya."
"FIGHTING!" Keenam member SJ itu menyerukan tekad mereka.
Rekaman itupun berakhir.
Petinggi SM bersandar dan berpikir. Ia memberi kode agar ajudannya membiarkan dia seorang diri di tempat itu.
"Kalian mulai membuatku merasa salah menilai…. Tapi kenyataan jauh lebih keras daripada yang kalian bayangkan. Aku akan melihat, apakah semangat kalian mampu membuat fisik kalian tetap bertahan sampai garis akhir."
.
Apakah Super Junior mampu membuktikan kata-kata mereka?
.
TBC
.
Jeongmal mianhe karena sangat lama tidak update ff ini
Author nggak mau beralasan,
Ff ini memang macet untuk berbagai sebab
Gomawo buat yang masih mau membaca ff ini
(*bow)
Note: RS3 sudah tersedia, bisa menghubungi via FB untuk pemesanan
.
Buat yang mau lihat foto / video yang berhubungan dengan ff ini…
Add saja fb author :
www titik facebook titik com /iyagi7154
.
Jika id ffn ini suatu saat dihapus oleh ffn,
silahkan berkunjung ke
asianfanfics titik com garis miring profile garismiring view garismiring 340657
atau ke
iyagi7154 titik wordpress titik com
.
Kamsahamnida
.
.
Jawaban reviews Rising Star 39
ELF China Lin Cai Ri chapter 39 . Feb 4
新年快
万事如意
Sorry, can you speak english?
My english isn't good, but I hope you understand…
QQ? I don't have
my email iyagi7154 dot gmail dot com
or
asianfanfics dot com slash profile slash view slash 340657
or
iyagi7154 dot wordpress dot com
ELF China Lin Cai Ri chapter 39 . Dec 2, 2013
Nice to know you too. hehehe
Uhm it's Indonesia not Indonecia
Oh, I think I know your brother, my friend once told me that he read my ff to his sister but translated it into english first, are you that friend of mine's sister?
I am so sorry knowing that you had hard time understanding this ff, I hope you can enjoy my ff but my english isn't good so I cant make english version of this ff, I can't speak taiwanese well either, i just know a little..
I have wordpress addres, here ... but all my post are also written in Indonesian there
Thank you for your interesting. I always say this: Fanfic just fanfic.
Yes, some part is not true but I already explained to my reader that some scene and date are nor true or mixed up with other scene.
Ha ha Thank you
feekyuny chapter 39 . Mar 24
salam kenal juga
atikachan chapter 39 . Mar 23
okeeeee
LQ chapter 39 . 10h ago
Ada lanjutannya di sini tapi siap2 catat alamat blognya kan di bawah TBC ada tuh
Han hyeri chapter 10 . Mar 16
Sekarang kkkk
kyuzi chapter 39 . Mar 16
Aku juga tuh kkkk
Yewiq chapter 39 . Mar 15
Ne mianhe
parkjinjeng chapter 39 . Mar 15
Semangatku hilang
asihcho chapter 3 . Mar 11
Kok menghilang?
parkjinjeng chapter 39 . Mar 11
Sabar… aku lagi hilang semangat kkk
asihcho chapter 2 . 1h ago
Gomawo sudah mengikuti ff ini.
asihcho chapter 1 . 1h ago
Sebaiknya baca Falling Star dahulu
aliah chapter 2 . Mar 1
Dia memang tidak bisa bicara sekitar sehari semalam kalau nggak salah
aliah chapter 1 . Feb 28
Gomawo sudah mereview
evilpumpkin chapter 39 . Feb 25
Authornya kena penyakit mampet ide hehehe
Oh soal itu belum tahu. Ditunggu saja. Tidak semua dimasukkan
kyuki couple chapter 39 . Feb 23
Mianhe kelamaan sekali nunggunya
Guest chapter 1 . Feb 23
salam knal eonni
Gomawo buat semangatnya
Guest chapter 39 . Feb 23
Ne tetap dilanjut. Maaf kelamaan
EllenValen chapter 39 . Feb 21
Thank you.
dazzling shadow chapter 39 . Feb 20
Soal itu sepertinya sudah diwakili oleh ff ku yang berudul I am Yours atau Sarangi Iruhke
Jangan takut mereview. Ff ini tetap sebuah ff saja kok. Ditunggu review selanjutnya yach
Guest chapter 39 . Feb 17
Gomawo sudah membacanya hehehe. 90 % terlalu besar, hanya sebagian kecil saja kok. Bahasa baku saya gunakan jika dikisahkan mereka sedang di acara resmi atau wawancara. Sebagai pembeda dengan percakapan sehari-hari.
Nur ajah chapter 39 . Feb 13
Gomawo buat reviewnya. Masih harus banyak belajar. Banyak author lain yang juga bagus.
parkjinjeng chapter 39 . Feb 12
Mianhe update lama, diusahakan mulai dari sekarang lebih focus untuk ff juga
parkjinjeng chapter 39 . Feb 12
Mianhe, belakangan tidak mood menulis canon hehehe
azly chapter 39 . Feb 9
Meski capek, manusia memerlukan olah raga untuk menjaga kesehatan. Semakin tidak berolahraga, kondisi tubuh semakin tidak fit. Orang yang sakit jantung pun tetap membutuhkan olahraga
ayina04 chapter 39 . Feb 7
Sekarang hehehe
irma amalia chapter 39 . Feb 7
Tidak ada jalan pintas dalam hidup. Itu salah satu kalimat Kyuhyun, real.
Guest chapter 39 . Feb 5
Di sini petinggi SM tidak bernama, just petinggi SM
chapter 39 . Feb 4
Kyuppa masih bareng hyungdeul kkkk
Ochaiia chapter 39 . Feb 4
Jiah kkkkk
sparkyu11 chapter 39 . Feb 3
cheonmaneyo. Gomawo sudah mereview
Guest chapter 3 . Feb 1
Siapa tuh killer man? pembunuh?
pukyu chapter 36 . Jan 29
kamu berhasil kkkk
Ciput chapter 39 . Jan 26
chingu kelilipan?
chapter 1 . Jan 24
Gomawo
iffahCHO chapter 39 . Jan 21
Mianhe, aku nggak buka biodata pribadi. Chingu tahu perjuangan SJ dan menghargai usaha mereka, itu saja sudah lebih dari cukup. Gomawo sudah mencoba mengenal dan menyukai SJ.
Riezka chapter 1 . Jan 20
Gomawo sudah mengikuti ff ini dan mereview
MafiaFanfiction chapter 39 . Jan 19
Gomawo sudah mereview hehehe
Guest chapter 39 . Jan 13
Soal pertanyaan itu, tanyakan langsung saja ke oppadeul kkk
Fanfic just fanfic
Hui Xiannie chapter 39 . Jan 9
Mianhe belakangan jadi sangat sangat mundur. Semoga ke depan tidak selama ini
lalakms chapter 27 . Jan 9
padahal gaya nulisku masih parah banget. Gomawo sudah menyukai ff ini
perjuangan mereka bukan bohongan kok
EchaKyu chapter 39 . Jan 8
Soal itu dicari ke YT atau daily aja, aku nggak terlalu mencari video2 semacam itu atau menyimpannya
user31 chapter 39 . Jan 7
Saya memang beruntung kkk Terima kasih menjadikan saya orang yg beruntung itu.
Memang ff ini harus dibaca tanpa melompat, karena kadang ada keterangan atau gerakan yg sepele merupakan clue atau bocoran kkkk
Kuncinya banyak berlatih. Aku sudah menulis sejak sekolah dasar, dan terus melakukannya setiap ada waktu. Akhirnya tulisan seperti perpanjangan mulutku. Jika sudah seperti itu, pasti konsisten kok. Selamat berlatih
Sebagian saja yang nyata. Rata2 yang wawancara atau acara televise, aku nggak merubahnya, hanya sedikit menyambungnya
Poor Falling Star wkwkwkwk
Nggak ada sih…kamu nge add aku atau iyagi yang lain?
Aku nggak terlalu pandai, tepatnya malah nggak pandai sama sekali kkk
Kerjaanku menyeret orang lain yg bisa
Deyerraa chapter 39 . Jan 6
Aigoo, kalau semua masuk, itu namanya masak masakan pakai bahan 1 kulkas kkk
Tetap ada yang harus dipilih
AfifahMega chapter 39 . Jan 6
Gomawo
Deyerraa chapter 38 . Jan 1
Bukannya bbrp cyworld dan uFO sudah aku masukan? Kalau terlalu banyak kadang malah mengganggu cerita Nikmati saja sebagai ff ini sebagai fiksi, meski mengikuti timeline perjuangan mereka. Menurutku sampai saat ini kita sudah cukup tahu bagaimana oppadeul berjuang untuk kita juga
Gomawo reviewnya
rafiz sterna chapter 39 . Dec 27, 2013
hehehe
flysica chapter 39 . Dec 26, 2013
Makanya rajin review biar rajin update. Lho? kkkk
aeyoo chapter 39 . Dec 23, 2013
Gomawo sudah membaca dan mereview
lee yeon rin chapter 39 . Dec 21, 2013
Oke
lee yeon rin chapter 39 . Dec 21, 2013
Gomawo juga sudah membaca dan mendukung SJ
lee hana chapter 39 . Dec 17, 2013
oke hehehe
Guest chapter 39 . Dec 14, 2013
Iya, Siwon baiknya pake banget sampai bikin Kibum bingung kkkk
shinmitaeyou chapter 39 . Dec 12, 2013
Ok, gomawo
Dessy chapter 39 . Dec 11, 2013
Itu real yang Heechul bilang Kyuhyun ALienKyu kkk
Katanya Kyuhyun benar2 lupa kalau udah serius nge-game, nggak sadar sekeliling
Yang siaran itu real tapi entah bukti audio tidak ada. Sama kayak Kyuhyun yg di radionya Kangin dan di Mnet tidak ada, tapi yg di SUKIRA untungnya masih ada
Aku lupa yang Sungmin menyanyikan itu real atau nggak, saking banyaknya info yang aku data. Mungkin real mungkin tidak. Tapi kalau yang Siwon harus ngomong ama Kyuhyun sebelum tidur itu real. Uhm, sepertinya ini juga real. Entahlah lupa kkk
Gomawo sudah membaca dan mereview
Rafiah ELF chapter 39 . Dec 11, 2013
Diikuti saja
2143 chapter 39 . Dec 3, 2013
Amin. Semoga harapan chingu terkabul. Itu juga yang aku inginkan, agar orang-orang tahu perjuangan SJ
celin chapter 39 . Dec 1, 2013
Siwon itu anak laki-laki tunggal pemilik Hyundai Dept Store. Kekayaannya tidak diragukan lagi. Tapi dia ingin berdiri sendiri dan kalau bisa melampaui sang ayah yang sangat ia kagumi
elfishy09 chapter 39 . Dec 1, 2013
Heenim memang begitu hehehe
Soal Kibum, mianhe, ditunggu aja
Chocopii chapter 39 . Nov 27, 2013
Salam kenal
Gpp, gomawo sudah membacanya
SJ yang menginspirasiku kkkk
Salam kenal
filliagita chapter 39 . Nov 26, 2013
Gomawo. Diusahakan yach, btw nggak janji
mary chapter 39 . Nov 26, 2013
Gomawo sudah membacanya
uyie retno chapter 39 . Nov 21, 2013
Heechul memang sering main drama dan MC
Sebenarnya Heechul itu perhatian, cuma caranya kayak yg suka2 sendiri hehehe
Reaksi hyungdeul waktu dia nyanyi tempat tidur aja pasrah kkkk
marezkyananda1 chapter 39 . Nov 21, 2013
Aku nggak menganut shipper manapun. Uhm, kalau aku pribadi, dari yg aku dapat, mereka benar-benar dekat baru setelah di dorm baru (*karena di fakta SJ kan Yesung aja kudu ngebujuk agar Sungmin mau sekamar sama Kyuhyun). Jadi kayaknya sebelumnya dekatnya biasa. Mianhe kalau fakta yang beredar salah, cari aja yang nulis infonya itu kkkk
Pengamatanku sendiri, Kyuhyun dekat sama hyungdeul yang manapun, tentunya dengan kadar yang berbeda-beda. Tapi dia nggak sampai kayak Heechul Eunhyuk atau Kangin Sungmin yang nggak terlalu nyambung satu sama lain.
Ini hanya pendapatku, terserah kamu mau sepaham atau nggak.
Aku nulis gini bukan sok tahu, hanya kesopanan aja ada yg nanya aku jawab. "kalau-kalau ada yang merasa aku jawab gini kayak sok tahu kkkk"
Dinar S C N chapter 38 . Nov 20, 2013
FB ku selalu tercantum di bawah TBC. SOal ff ini baca aja jawaban review di setelah TBC, rata2 pasti udah pernah aku jawab
phouthree chapter 39 . Nov 20, 2013
Mianhe, itu sudah spoiler hehehe
FF lainnya sudah begitu kok, coba aja baca
ChoiEunJoon chapter 2 . Nov 19, 2013
Soal basket itu benar. fotonya ada di album foto dif b ku yang berjudul ff FS. Kyuhyun sudah sempat syuting dengan baju yg mirip dengan yang dipakai Hankyung.
Maybe Yes, may be no hehehe
ChoiEunJoon chapter 1 . Nov 18, 2013
Me too
horsiwon chapter 39 . Nov 16, 2013
Fanfic just fanfic hehehe
Gomawo sudah membaca ff ini
Aigoo…poor nae njch jika aku sering mempermainkan hati kkk
Aku tipe setia kok wkwkwk mianhe ngiklan dikit kkk
Gomawo buat semuanya. Aku nggak akan berhenti menulis, karena menulis sudah menjadi kebutuhan sekaligus tempatku berekspresi
sri rahayu chapter 39 . Nov 16, 2013
kkkkk
ELF Al chapter 39 . Nov 15, 2013
Mianhe typo hehehe yang benar 2008
invisiblesungmin chapter 39 . Nov 14, 2013
Mianhe, nggak bisa. Dan tolong jangan disadur hehehe.
ChoHyoMi chapter 39 . Nov 13, 2013
Kayaknya Shindong atau Kangin lebih sedikit deh
Soal itu sih aku ngalir aja, nggak menghitung2
Kim Ara chapter 39 . Nov 12, 2013
Mianhe aku nggak memakai HP dan twitter karena riskan banget. hanya via FB ku yang ada di TBC dan iyagi7154 dot gmail dot com. Selain itu nggak ada.
1 chapter 39 . Nov 12, 2013
Kalau chingu mampir ke FB ku akan ada videonya atau fotonya. di add saja fb yang ada di tbc
Yang di Inkigayo itu real ada videonya
Fanfic just fanfic. Sebaiknya nimakti saja sebagai fiksi
Uzumaki Himeka chapter 39 . Nov 12, 2013
Ini memang my love letter hehehe
Aku ingin menuliskan Petinggi SM sebagai tokoh fiktif
Buku FS dan R1 serta RS2 sudah ada. RS3 sebentar lagi keluar. AKu berharap sampai di RS4 tamat, tapi bisa jadi RS5 baru tamat.
yolyol chapter 39 . Nov 12, 2013
Kkk brankas kkkk
Guest chapter 39 . Nov 11, 2013
Mianhe, aku nggak menerima request ff. Biasanya kalau kamu cerita gitu aku nggak akan pernah membuatnya. Ada yang mengganjal jika aku mengikuti ide orang lain. Aku ingin membuat semua ff dengan sentuhanku sendiri, meski itu tidak akan sebagus ide orang lain. Mianhe.
Mungkin suatu saat.
Ara chapter 39 . Nov 11, 2013
Bakat itu hanya 1%, 99% nya latihan hehehe
Sudah aku jawab di atas
wahyukurniawati5 chapter 39 . Nov 10, 2013
Kenal lah. Kamu nggak ganti nama kkk
Berguna, kok. Gomawo. Nggak apa, sudah biasa. PM banyak yang begitu kkk
cerita yg besar itu harus ada sosok jahat yg sgt kuat dan tersembunyi? nggak ah, nggak harus
He eh
Aigoo, itu sih nggak apa. Kalau manggil hyung baru aku merinding. Bisa2 aku hapus kkkk
Itu kan kenyataan, kondisi Kyuhyun menurun sejak debut SJm, dan mianhe, akan semakin menurun
Ne, aku suka lihat Kyuhyun sudah sehat sekarang. Yup, aku juga kangen leader dan Yesung
kkk Gomawo sudah mereview
bluelfsj chapter 39 . Nov 9, 2013
Heechul sering memanggil Kyuhyun dengan panggilan Kim Kyuhyun
vha chandra chapter 39 . Nov 9, 2013
Iya, udah biasa kok. Easy kkkk
Yak! Modus amat peluk2 dada Kyuhyun, kkkkk
pu3trie chapter 39 . Nov 9, 2013
Ne, semoga bisa update lebih cepat. Gomawo
nana chapter 39 . Nov 8, 2013
sha gua itu artinya bodoh. Shiyuan shagua alias Siwon pabo itu panggilan kesayangan Kyuhyun buat Siwon yang terlalu polos wkwkwkwk
Itu kan masih acara. Yang lain pasti inginnya bantu, tapi akan bikin panik.
Aokaze chapter 39 . Nov 8, 2013
Gpp, salah itu manusiawi kkkk
Soal itu saya memang sudah bersiap-siap. Menunggu sesepuh2 yang lain pindah, saya akan akan ikut. Yang newbie nggak boleh mendahului yang senior hehehe
Gomawo buat semuanya
aya04 chapter 39 . Nov 7, 2013
Jiah kkkk tegaaaa
black angel119 chapter 39 . Nov 7, 2013
Muntahnya itu benaran, penjelasannya itu yang aku tanya2 ke orang yang ahli. Aku awalnya juga bingung, yang sakit paru2 kok yang ada malah muntah2 kayak sakit maag. Ternyata kekurangan supply oksigen bisa membuat asam lambung meningkat yang berakibat pada muntah
Mungkin bagi Kyuhyun ping pong masih bisa dia mainkan saat itu, mengingat kondisinya yang mudah turun.
Gomawo buat pengertiannya
ESH1608 chapter 39 . Nov 6, 2013
Ah, gomawo sudah mencoba mereview. Semoga bukan pertama dan terakhir kkk Selamat berlatih
parkjinjeng chapter 39 . Nov 6, 2013
itu panggilan sayang Kyuhyun buat Siwon, artinya siwon pabo kkk
Bbrp hyungdeul punya panggilan khusus.
Bahkan Kyuhyun menyebutnya di wawancara -_-
ila chapter 39 . Nov 5, 2013
Aku juga bangga kepada mreka
Kalau Kyuhyun nggak bersikeras dan hyungdeul nggak mendukung niat kerasnya, mungkin semua nggak seperti sekarang.
Itu benar. Nama acaranya Star face to face.
casanova indaha chapter 39 . Nov 5, 2013
Kayak gitu manis, yg tajem kayak apa yach? wkwkwkwk
Kkk Heechul dan Hankyung bagai api dan air
Iya, suka sekali sama cara appa Cho sayang ke putranya.
He eh
Serius.
Iya, ajaib kkkk
elfishy09 chapter 39 . Nov 5, 2013
ff ini mungkin akan berakhir di 45, maksimal 50
hyewon ELF chapter 39 . Nov 5, 2013
Gomawo
Angela Han chapter 39 . Nov 5, 2013
Makanya jangan lompat2
Aneh kkkk
Aku kan bukan penyuka spoiler….
Begitulah hehehe 'normal'
Ulfa chapter 39 . Nov 5, 2013
Aku juga suka kata2 itu
Aku juga suka Heechul kkk Aku paling mirip dengan dia. Maafkan narsis kumat kkkk
aninkyuelf chapter 38 . Nov 4, 2013
Gomawo masih setia mengikuti
Kim Anna chapter 39 . Nov 4, 2013
Heechul emang jjang
Baru kali ini grup dipecah2. Sekarang sih sudah trend
kkkk Changmin biasmu yach?
sitakyu chapter 39 . Nov 4, 2013
Aigoo…cubit2 pipinya nanti yang marah banyak hehehe
Ayu HR chapter 39 . Nov 3, 2013
Coba aja aff kalau ffn sering error
debby chapter 39 . Nov 3, 2013
Padahal aku nggak berniat melucu lho. Aku itu orang yang serius kkkk
Memang lagi banyak ttg Hankyung nya
Jiah, yg kayak gitu di ff angst udah banyak hehehe
elfishy chapter 39 . Nov 3, 2013
Bentar…bentar… aku bayangin dulu nangis sambil guling-guling kkkk
Keberanian Heechul udah nggak perlu diragukan. Duo evil SJ memang error kkkk
Wah nggak tahu tuh nasib tenis mejanya kkkk
Amin, semoga semua selalu sehat.
Awalnya mereka selalu junkfood, minumnya aja softdrink yang botol jumbo itu. Ada fotonya. Sampai fans protes. Alasan saat itu jadwal yang sellau pindah2. Untungnya kemudian Ryeowook dan eomma Hankyung mulai turun tangan.
Kkk PSM tokoh yang menarik, bukan? Aku suka banget hahahaha
Gomawo buat reviewnya
kim chapter 39 . Nov 3, 2013
Nikmati saja fanfic sebagai fanfic. Warning sudah jelas hehehe
aku nggak sedang menulis artikel
Okta1004 chapter 39 . Nov 3, 2013
Iya Siwon baik banget. Sepertinya begitu, tapi nggak tahu juga. Aku menulis sesuai hati aja
Chokyu chapter 39 . Nov 3, 2013
Yang tenis meja asli.
chairun chapter 39 . Nov 2, 2013
Tanya sama appa eommanya bagaimana bisa punya anak sebaik itu kkkk
Irene chapter 39 . Nov 2, 2013
Gomawo. Ini juga serius
CloudYShfly3424 chapter 39 . Nov 2, 2013
Karena Yesung dan Kibum memang kurang tampil saat2 ini
Aku bukan senior
Chingu berhak bertanya, saya berhak tidak menjawab. Hehehe
Memang sempat pada nge drop.
Memang dikabarkan pecah.
Ada ahjumma gajeongbu tapi nggak 24 jam. Tetap aja mereka kudu bersihin kamar sendiri2 dan bbrp ruangan kalau lagi nggak ada ahjumma, maksudnya kalau mereka bersedia semua berantakan nunggu pagi ya boleh aja. Tapi ada bbrp member yg senang bersih2 dorm
Kayaknya aku udah jawab ini sampai bosen deh. Pneumothorax itu penyebabnya banyak, dua diantaranya penyakit dan robek akibat benda tajam. Kyuhyun ngalamin keduanya. Karena sakit dulu dan karena kecelakaan.
Artikel tentang itu banyak di google, bisa disurfing sendiri
Kalau baru, sama dong. Banyak2 cari, google tersedia hehehe
Memang aku nggak suka nulis bahasa puisis dan deskripsi lengkap. Bukan tipe romantis yang menikmati belaian angin sebagai sentuhan yang lembut. Tapi suka baca yang berat semacam itu.
Gomawo sudah bersedia mereview dan mengikuti ff ini
Veeelf9 chapter 39 . Nov 2, 2013
Tegaaaa
Sebenarnya nggak mahal2 banget. Tapi mengingat biaya hidup mereka di China separuhnya tanggungan sendiri, mereka harus berhemat
pecinta ff chapter 39 . Nov 2, 2013
Malah lebih lama. Maaf, jadwal saya cukup morat-marit belakangan ini
leon91 chapter 39 . Nov 2, 2013
Soal sampai part berapa saya nggak tahu, karena menulis ff ini ada aja artikel dan fakta baru yang masuk, yang menarik, jadi nggak bisa tahu kapan selesai, tapi ending sudah ditentukan. Proses ke sananya yg tidak. Seperti awal tujuan, ingin memperkenalkan SJ, jadi jika ada fakta yg menarik, akan saya masukan dalam cerita ini.
Saya ingin SJ mendapat kesempatan yang fair untuk dikenal lebih baik, bukan hanya dari gosip2 miring. Mereka pantas untuk dilihat secara benar2 sebelum dapat cap negatif seperti selama ini.
misakichan13 chapter 39 . Nov 2, 2013
Aku nggak menulis yang seperti ini lagi hehehe. Shining Star sudah aku pecah jadi ff-ff pendek supaya tidak terlantar seperti RS
kyuriel cho chapter 39 . Nov 1, 2013
Evil couple menarik untuk dilihat hehehe Aku suka saat mereka saling memperhatikan dengan cara mereka yang unik
CuteCat88 chapter 39 . Nov 1, 2013
Iya, aku heran ada orang kaya bisa punya sifat kayak Siwon
Gyurievil chapter 39 . Nov 1, 2013
Star face to face
AriskaXian chapter 39 . Nov 1, 2013
Aku kan nggak suka bocorin cerita asli kkk mianhe
Aku Cuma ngikutin artikel kkk nggak ngerti juga kenapa bisa gitu, nanti aku tanya njch. Dia yg tahu hitungan2 yg menurutku nggak kepikir orang lain. Akan aku edit di buku jika salah.
Kamu semakin mengenalku wkwkwkwk
Cho rae in chapter 39 . Nov 1, 2013
Itu yang buat aku kagum sama Kyuhyun.
kyuqie chapter 39 . Nov 1, 2013
Gomawo
cho fikyu chapter 39 . Oct 31, 2013
Foto dan komentar di video dari yang nonton kan ada kalau ragu hehehe
aeyoo chapter 39 . Oct 31, 2013
Gomawo reviewnya
indah chapter 39 . Oct 31, 2013
Aku konsen ke RS dulu
SparKyuForever chapter 39 . Oct 31, 2013
Kyuhyun dan game kombinasi yang luar biasa
Endah chapter 39 . Oct 31, 2013
Biasanya Siwon malah Cuma cameo kkkk
Jangankan Henry, waktu itu aja ada member yang tanya hehehe
dyayudya chapter 39 . Oct 31, 2013
Urutannya: KRY, T, M, H, D&E
Kyuhyun selalu begitu kalau soal game. Zhoumi aja sampai iri karena main game 2 jam aja Kyuhyun langsung fresh mukanya
Ping Pong itu benar. Mereka cerita di wawancara kalau Siwon membelikannya
parkjinjeng chapter 39 . Oct 31, 2013
Ingat waktu ultah Henry dan Donghae, Siwon sampai teriak: bernapas Kyu…bernapas wkwkwkwkwk
Semoga tidak
Kkk meski evil, Kyuhyun nggak bakal minta rumah kayaknya…
Iya, Siwon itu body sama kepribadian beda. Bahkan Kyuhyun yang waktu itu member baru aja bisa bilang Siwon lain di kamera lain di dorm kkkk
Iya. DI SJM kedua tiang listrik itu selalu di samping Kyuhyun. Mungkin krn Kyuhyun juga tinggi, jadi mereka yang bisa ngimbangi.
Selain Kibum dan Kyuhyun yang kategori jenius, Heechul itu paling pintar. Btw karena sifatnya nyentrik, dia lebih ke bidang kreatif seperti membuat desain baju dll
Mereka cerita pertama-tama ragu makan masakan Ryeowook di china mana masaknya pakai buku kk Tapi ternyata enak. Kalau udah bakat masak, meski awalnya aneh biasanya soal rasa tetap bisa dijamin
Yesung punya intuisi tajam, katanya itu menurun dari eomma nya
Iya, sepertinya jadi leader kalau tertutup bakalan jebol pertahanannya. Nanti akan diceritakan di RS bgmn Leeteuk juga sebenarnya mengalami tekanan yang sama tapi dengan cara penanganan yang berbeda. Leeteuk tahu, dia nggak bisa sendiri menanggungnya. Yang ini real. Mungkin sebagian kalian juga tahu.
Iya, saking parahnya Hankyung sampai nulis gitu di cyworld, agar kejadian serupa nggak menimpa orang lain.
Ini real. Appa Kyuhyun bilang di kehidupan kedua Kyuhyun ini dia akan mendukung apa ynag ingin Kyuhyun jalani untuk kehidupannya.
Nggak kok, aku senang bacanya
Gomawo buat reviewnya
riekyumidwife chapter 39 . Oct 31, 2013
Iya, itu pas heatstroke
Atika chapter 39 . Oct 31, 2013
ooo
Guest chapter 39 . Oct 31, 2013
Ini baru permulaan
Aku menarik seseorang untuk menterjemahkan wkwkwkwk
Dianti Lestari chapter 39 . Oct 31, 2013
Oh, aku nggak pernah bocorin secara 100% Selain itu kadang pas nulis bisa berubah
lovely yesungielf chapter 39 . Oct 31, 2013
Saking banyaknya lama-lama bingung. Waktu itu belum umum sebuah grup dipecah2
Kaehyun chapter 39 . Oct 31, 2013
Itu beneran. Gomawo reviewnya
Guest chapter 39 . Oct 31, 2013
Aku bilang sampai 2010?
chapter 39 . Oct 31, 2013
Mianhe hehehe
SunakumaKYUMIN chapter 39 . Oct 31, 2013
Bayanganmu mengerikan, PSM jadi kayak gangguan wkwkwkwk
Siwon pabo artinya kkkk Kyuhyun pernah nyebut itu saat wawancara. Jadi ada minimie, siwon pabo, donghae-ah, yesong, hyukhyuk…aneh2 aja dia kalau manggil hyungdeul hehehe
princess kyumin chapter 39 . Oct 31, 2013
Tanyakan saja kepada orangnya hehehe
Tya Andriani chapter 39 . Oct 31, 2013
Ah parahan Kyuhyun. Belum ganti juga kan? hehehe
Augesteca chapter 39 . Oct 31, 2013
Kontrak mereka itu beda-beda lho.
cloud prince chapter 39 . Oct 31, 2013
Jiah…ini aku kasih tissue virtual hehehe
Iya, aku aja nggak akan sanggup pilih duduk manis diam2 di rumah atau jadi pengajar. Tho orang tuanya punya uang. Tapi dia nggak menyerah sama kondisinya
Itu real wkwkwk sebenarnya aku mau upload pic cyworld donghae itu, tapi tertelan di tumpukan dataku…kayaknya aku lupa kasih judul yang jelas.. suatu saat akan aku upload di fb kalau udah sempat bongkar folder
Sebenarnya Heechul itu perhatian dan sayang kok sama yang lain. Cuma dia nggak mau 'diharuskan' makanya suka kellayapan dan lain-lain kkk
Heechul sangat menghormati Leeteuk meski mulutnya sering 'nyetir' Leeteuk hehehe
Kkk iya Siwon terlalu polos ngadepin orang kayak Kyuhyun
Di FB ku ada kok yang Heechul itu. Kagetnya itu manis banget. Teriak2 YA di panggung kkkk
Bukan buruk, tapi mereka cari uang kan buat keluarga. Hankyung aja cerita dia harus menabung mati2an buat keluarganya. Eomma Donghae juga udah nggak ada appa. DI China mereka nggak ditanggung perusahan secara penuh, separuh mereka yang bayar sendiri.
Kyuhyun suka banyak olahraga sebenarnya. Tapi pas SJ M debut dia lagi suka ping pong. Mereka sering main di dorm. Mungkin itu juga sesuai ama kondisinya saat itu.
Gomawo sudah mereview hehehe
Mianhe belum bisa terima request kkkk
diahretno chapter 39 . Oct 31, 2013
Cuma Leeteuk yang nggak pernah angkat telepon sampai Kyuhyun protes hehehe
Iya, Heechul dan Kyuhyun itu so sweet banget dengan cara yang aneh. Ke Kyuhyun Heechul itu bbrp kali bilang di depan publik akan lebih memperhatikan wkwkwk
Iya, Hankyung kayak Kibum. Kibum sendiri bilang dia orang yang terlalu banyak berpikir, plus selfish. Kalau Hankyung, nggak bisa terbuka, meski ke Heechul sekalipun
Changmin lebih banyak di pasar Jepang. Mereka akan ketemu pertengahan tahun. Tapi dengan SJ H yang ke jepang, Changmin malah bareng. Satu pesawat juga. Kyuhyun tapi di china krn SJ M
FF ini sedang dibuat versi bahasa inggrisnya. Bukan aku yang menerjemahkan, tapi teman-teman. Gomawo sudah mengikuti ff ini hehehe
Renny Yunaery chapter 39 . Oct 30, 2013
Kyuhyun kan sudah default kkk
Aku memang nggak ngikuti paten seperti itu hehehe
Entah ya, dari pelajaran BI jaman sekolah, paling ngerasa aneh sama gunungan itu. Kenapa harus begini kenapa harus begitu? Itu sebabnya aku nggak bisa kerja di bawah orang lain, bisa ribut kkk
38 itu memang special. Aku selalu ingat ch berapa yang 'wow' menurutku sendiri. Seperti kata nae njch, aku itu di FS dan RS bukan author tapi penulis, krn hanya menulis, bukan mencipta. Aku nggak pernah menambahkan terlalu jauh dr base data.
Yang repot dari menulis RS adalah, tidak semua chapter bisa 'wow' karena ini dibuat urut, lebih bisa dibilang aku menulis tentang SJ drpd menulis sebuah kisah menarik. Beda dengan FS yg nggak memikirkan detail tanggal. Karena menyadari kelemahan RS itulah aku batal membuat SS. SS aku pecah2 menjadi MP, LLT, My Present dan ff2 pendek lainnya yang bisa memberi gunungan yang diinginkan.
Kalau RS, aku nggak janji apapun. Aku ingin memuat SJ seperti love letter. Semua hal yang memukau buatku aku masukan, sama seperti orang jatuh cinta yang bisa terkagum2 hanya ketika kekasihnya menoleh wkwkwkwk
Park sang kyung chapter 39 . Oct 30, 2013
Oke
KyuChul chapter 39 . Oct 30, 2013
Memang Star Face Face. Iya, Ryeowook menulis itu di majalah yg mewawancarainya di okt 2008
Tidak ada. Sama seperti Kyuhyun di radio Kangin dan Mnet, tidak ada
Andrea137 chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo buat semangatnya
Mizury23 chapter 1 . Oct 30, 2013
gpp
bella0203 chapter 39 . Oct 30, 2013
sha gua bukan sha qua kkkk Iya, Kyuhyun kalau bikin nama panggilan seenaknya sendiri
Betul tuh, aku juga berpendapat sama hehehe
Mizury23 chapter 39 . Oct 30, 2013
Selamat sudah berhasil melewati yang berat2 hehehe. Mau manggil dengan senpai juga gpp, Nee chan juga boleh hehehe
Arigatou gozaimasu
.90 chapter 39 . Oct 30, 2013
Kita setipe. Aku kalau baca yang baru dulu, nanti baru balik kkkk
Aku baru sept 2012 hehehe
Gomawo
v3kyuminzhom chapter 39 . Oct 30, 2013
Kamu ganti nick eoh? V3 kan?
iefa chapter 39 . Oct 30, 2013
waeyo?
diya chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo buat doanya
N. chapter 39 . Oct 30, 2013
Benar
Hae kan mmg innocent hehehe
Iya karena itu. Belum lagi tulang rusuk patah 6 buah dan tulang pinggul, lalu lambung robek. Tulang pahanya juga retak
LoveKyu chapter 39 . Oct 30, 2013
Hidup itu tidak pernah tanpa masalah kan?
chapter 39 . Oct 30, 2013
Karena mereka membuat kita bahagia dan senyum kita adalah kekuatan mereka
sfsclouds chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo hehehe
kyuchan chapter 39 . Oct 30, 2013
Kibum hanya ikut SS1
Kyu Naila chapter 39 . Oct 30, 2013
Soal itu bisa cari tahu sendiri jaman dulunya
ryeo ryeong chapter 39 . Oct 30, 2013
Aku pas dapat info jadwal mereka aja sampai speechless
RiRi chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo
Sei chapter 39 . Oct 30, 2013
Aku juga kangen sama reviewnya. Smirk balik kkkkkk
Nggak mau. Aku suka jadi magnae dari eoniedeul ku hehehe
Yup, kadang di dunia terjadi yang semacam itu hehehe
KyuWook Couple chapter 39 . Oct 30, 2013
Aku ingin si prince China itu balik. Tapi semua tergantung dia juga
chapter 39 . Oct 30, 2013
Di FB ku ada foto yang tumbang dan pernikahan manager itu
Gomawo sudah mengikuti ff ini
liiie chapter 39 . Oct 30, 2013
Sama-sama
sparkyumihenecia chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya, heatstroke
Begitulah
Sungjin adik Sungmin lebih muda setahun dari Kyuhyun. Kalau Jongjin adik Yesung lebih tua setahun dari Kyuhyun.
anyuen29 chapter 39 . Oct 30, 2013
Udah tahu kan bergeming itu artinya tidak bergerak alias diam ? Berarti sudah clear kalau chingu yang salah yach hehehe
Artinya Siwon pabo
pandagame chapter 39 . Oct 30, 2013
DD akan diusahakan setelah RS rampung
nina puspita sar chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya hehehe
Bryan Andrew Cho chapter 39 . Oct 30, 2013
Tanya sama Siwon, aku kan bukan Siwon hehehe
Sayang itu kan nggak butuh alasan, chingu. Siwon itu memang penyayang ke semua orang. Ke Kyuhyun mungkin karena hampir kehilangan yach, sama seperti yang Eunhyuk sadari waktu Kyuhyun koma 4 hari. Eunhyuk bilang itu hari terpanjang dalam hidupnya.
Satu set meja pingpong? Saat itu mahal bagi mereka. Aku tanya, apa chingu mau beli satu set meja ping pong saat kerja di luar negeri? Tentu ada kebutuhan lain yang lebih penting. Tapi bagi Siwon meja ping pong itu lebih penting.
Aku nggak penganut shipper. Foto2 SJ M memang menjelaskan Kyuhyun paling dekat sama Siwon dan Zhoumi selama di SJ M, juga sama Hankyung. Donghae juga. Uhm…kalau nggak pakai persentase, Kyuhyun itu dekat sama semua orang yang dekat dengannya wkwkwk
Aku aja malu. Kalau jadi Kyuhyun aku pasti pilih berhenti dan menikmati masa-masa nyantai di rumah, mengerjakan hal lain yang lebih ringan. Tho appa nya banyak uang, bisa kasih dia masa depan sebagai guru. Nggak perlu mati-matian nahan sakit dan jadwal yang ketat.
Iya, mereka saling kangen satu sama lain. Kamu udah lihat twitter Kyuhyun yg waktu itu? Tahun 2013? Dia nulis: Senang sekali bisa makan bersama hyungdeul. Sudah begitu lama.
Itu berarti mereka sampai saat ini tetap saling kangen, meski terpisah jadwal ketat masing-masing.
Gomawo buat reviewnya
parkjinjeng chapter 39 . Oct 30, 2013
Betul, pendapat boleh beda, dan harus dihargai hehehe
Gomawo
cloud's chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo buat semangatnya
vietaKyu chapter 39 . Oct 30, 2013
Changmin lagi sibuk kkkk
Iya, Hankyung sudah mencoba bertahan sekuatnya kok
Heechul memang hyung favorit yang tidak pernah diturutin Kyuhyun wkwkwkwk
Kibum memang diam-diam menghanyutkan
Nggak kebayang kalau Kyuhyun memilih menyerah. Yang lihat aja suka miris lihat dia kesakitan, nggak kebayang yang ngalamin sendiri
Iya, Siwon itu polos banget jadi orang.
Gomawo reviewnya. Tunggu sepak terjang PSM hehehe
babykyupa chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo
xxxgigy chapter 39 . Oct 30, 2013
Itu kejadiannya di hotel yang tanggal 2 Mei
Pintu hotel biasanya ada pengaman, lambat menutup. Saat baru masuk kan Kyuhyun langsung nyaris pingsan. Kalau pintu hotel yang modelnya 1 unit gitu, pintu kamar di dalamnya tidak seperti pintu paling luar, jadi nggak selalu tertutup dengan rapat apalagi dia kan baru masuk
Gpp, aku malah suka kalau ada yang perhatikan detail gitu. Sangat membantu saat aku salah. Aku kadang salah soal detail kok
Iya, itu yang kena heatstroke
Aniyo, ini bukan ff kedokteran wkwkwk Biar pada cari tahu sendiri saja
Yang aku tahu mereka foto2 di SUKIRA yang Kyuhyun ngumpet pura-pura jadi hantu. Itu foto terakhir sebelum kecelakaan.
Kalau curi-curi waktu penanganan itu sudah biasa bagi artis-artis di luar. Di Ina bbrp artis mulai melakukan itu juga. Kayak Meteor Garden versi Taiwan, tiap break syuting di Jerry Yan diinfus katanya karena sedang sakit dan demam tinggi banget. Tapi tetap adegan hujan2an dijalani tengah malam. Disiplin kerja di luar memang keras.
BunnyKyunnie chapter 39 . Oct 30, 2013
Kyuhyun Heechul itu kata Heechul sendiri hubungannya aneh. Merasa canggung satu sama lain tapi justru sangat cocok kalau keluar minum bareng. Jadi ya seperti itulah yang ada dibayanganku. Sulit untuk terus terang atau ekspresif seperti ke member lain hehehe
v3 chapter 39 . Oct 30, 2013
Aku juga salut sama semangatnya. Nggak kebayang kalau aku lihat sendiri. Ryeowook sampai bilang itu kenangan yang paling menyedihkan buatnya, saat Kyuhyun heatstroke itu. Gomawo
khairun nisa chapter 39 . Oct 30, 2013
kkk gpp. Gomawo reviewnya
KyuSnowin chapter 39 . Oct 30, 2013
Hehehe mianhe. Dasarnya aku nggak suka membocorkan. Anggap aja itu jebakan. Mianhe
Maksudnya begini. Coba kamu bayangkan: SJ H dan SJ T itu kan membernya sama, Cuma beda di Heechul dan Yesung. Bagaimana bisa yang satu comeback yang satunya debut di bulan yang sama? Pasti salah satu seharusnya hiatus kan?
Dan ternyata pengumuman SM tgl 29 April itu Cuma pengumuman aja, realisasinya nggak ada
Yang ada dan dijalankan adalah debutnya SJ H
princess sakura chapter 39 . Oct 30, 2013
Sayangnya itu real
Rhara Millatina chapter 39 . Oct 30, 2013
Rising Star 2? Ternyata ini ff nganggur lama yach… Udah mau RS3 aja. Mianhe karena sempat terlantar ff nya
dewiangel chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo sudah mengikuti ff ini, Angel.
TarraLau ispuppy chapter 39 . Oct 30, 2013
Tidak gila. Buatku memang lucu juga. Gomawo masih mengikuti ff ini dan mereview, Tarra
parkjinjeng chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya, buatku sendiri cowok yang menyebalkan justru yang sok kuat lalu tiba-tiba bunuh diri. Pernah aku nonton film kayak gitu, mana istrinya istrinya sedang hamil. Akhirnya dia mau tahu enaknya aja, sementara yang ditinggal terlunta-lunta. Di kehidupan nyata juga banyak yang begitu.
Jadi jika mereka menangis tapi untuk bangkit dan tidak menyerah, itu sih justru hebat. Nangis bukan ukuran kerapuhan selama tindakan lainnya membuktikan mereka pejuang.
Aku nggak akan lompat. Terima kasih buat dukungannya.
ayyaLaksita chapter 39 . Oct 30, 2013
Mianhe kelamaan updatenya
siskasparkyu0 chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya, dia sebenarnya cukup moodmaker juga hehehe
Sayangnya kalau dia cemas, yang lain ikutan cemas kkkkk
Ay chapter 39 . Oct 30, 2013
Mereka partner in crime yang berbahaya kkkkk
Iya, yg Heechul real seperti Kyuhyun dengan bed song nya
Gomawo, chingu
nining wulan chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo sudah membaca ff ini hehehe
Jiah, itu kan udah kesiksa, sedih, kurang tidur, beliin meja pingpong kkkk
Iya, Siwon nggak cocok sama badannya. Btw, itu gank namanya kagak bisa bagusan dikit? wkwkwkwk
KyuTae chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo sudah mengikuti ff ini, chingu. Mianhe authornya pemalas jadi lama lanjut hehe. Tapi pasti dilanjutkan kok.
chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo sudah mengikuti ff ini. Salam kenal juga
Zaireen oksismi chapter 39 . Oct 30, 2013
Soal pneumothorax bisa cari di google atau web2 kedokteran
Hankyung memang tipe tertutup.
Naneun mollayo
Zaireen oksismi chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo
nisa chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya, mereka selalu berada di samping Kyuhyun saat di SJ M
AngeLeeteuk chapter 39 . Oct 30, 2013
Iya, Heechul nekad
He eh, Kyuhyun juga nekad wkwkwkwk
Kkkk Ne, aku suka pembicaraan PSM dan staff nya kkkkk
kim eun ra chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo reviewnya
Lee Haerieun chapter 39 . Oct 30, 2013
Saat itu mereka senang main ping pong tapi di SJ M nggak punya mejanya.
Siwon pabo
Soalnya kalau RS sih aku nggak lagi bikin drama dengan klimaks. Yang bikin aku sulit krn nggak selalu ceritanya seru. Btw, ini perjalanan, jadi aku akan menulis apa yg menurutku penting, klimaks ataupun tidak kkkk
Iya, Eunhyuk galau hehehe
yamada ayumu chapter 39 . Oct 30, 2013
Gomawo
Krismi chapter 39 . Oct 30, 2013
Sebenarnya Leeteuk juga sering sakit kan, dan mudah pingsan juga. Soal ini bukan soal tubuh tapi soal mental. Sifat Hankyung yang tertutup membuat bebannya semakin berat. Semua leader merasakan beban kok. Nanti bisa kamu lihat di chapter2 depan apa yg Leeteuk lakukan. Mungkin masih agak lama, tapi nanti kamu tahu kenapa Leeteuk bisa bertahan. Tidak cukup bertahan seorang diri. Itu hal yang mustahil.
khairun nisa chapter 39 . Oct 30, 2013
Wkwkwk mianhe, itu spoiler Cuma buat mengecoh.
Btw, peran Siwon kan cukup banyak di chapter ini.
Iya, itu real. Ada di wawancara TV
Gina chapter 39 . Oct 30, 2013
Thank you
GaemGyu92 chapter 39 . Oct 30, 2013
Me too.
Saat melihat jadwal mereka, ngebayanginnya aja udah bingung. Mereka udah berusaha sangat keras buat kita.
Iya, Hankyung bilang begitu juga, kalau dia sudah tidak tahan dengan tekanannya.
Di Radio Star Kim Gura juga bilang kalau itu hal yang wajar mengingat Hankyung bukan dari Korea, tidak terbiasa dengan tekanan yang semacam itu.
Iya, minimal orang kalau mikir Korea, Super Junior itu teringat, meski belum lihat sekalipun katanya.
Jangan lihat yang lain. Kita kan mendukung SJ karena SJ nya. Selama SJ masih berusaha untuk kita, kita juga berusaha untuk mendukung mereka. Itu saja. Gomawo reviewnya
