83

Title : RISING STAR Chapter 41

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum dan Henry. Changmin & hyungdeul.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje, OOC, Fanfic just fanfic, If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu. Gomawo

Summary : "Kau tidak perlu memuji dirimu sendiri." / Oke, kacaukan lagi saja semuanya! / "Yongwangzhiqian, wo zuozhu!" /

.

.

RISING STAR

Chapter 41

.

7 Mei 2008

Waktu menunjukan pukul 2 pagi ketika He Jiong bergabung dengan member SJ M di ruang ganti. Para stylist sibuk memeriksa dan memperbaiki penampilan ketujuh namja itu sebelum rekaman kedua dimulai. Kyuhyun tengah memasukan ujung kaos dalamnya ke balik celana saat He Jiong menghampirinya.

"Gui Xian, apa kamu tidak kepanasan dengan kaos rangkap seperti itu?"

Mendengar pertanyaan He Jiong, Kyuhyun tersenyum lebar. "Tentu saja kepanasan. Tapi aku lebih nyaman seperti ini, He Jiong ge."

"Dia masih memiliki beberapa bekas luka di tubuhnya," bisik Hankyung sambil menarik He Jiong ke sofa yang terdapat di ruang ganti. "He Jiong ge, ada perlu apa?"

Pertanyaan Hankyung membuat He Jiong teringat tujuan awal ia mendatangi tempat itu. "Soal Gui Xian. Aku ingin bertanya kepadamu soal kondisi Gui Xian."

"Kondisi Gui Xian? Apa permainan nanti memberatkan untuknya?"

Wajah Hankyung berubah serius.

.

Sementara menunggu rekaman dimulai, Kyuhyun bergegas ke restroom. Namun saat keluar dari kamar kecil, ia mendapati Donghae tengah menghapus air matanya di dekat wastafel.

"Donghae-ah?" Kyuhyun bergegas menghampiri hyungnya itu untuk menenangkannya, sebelum ada orang lain yang masuk ke dalam restroom.

"Kyuhyunie, aku sangat merindukan memberdeul…." Donghae berterus-terang akan perasaannya. "Seandainya permainan ini kita lakukan bersama mereka semua, pasti jauh lebih menyenangkan. Aku benar-benar ingin kembali bersama dengan member yang lain…"

Mendengar itu, Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Nado, hyung. Meskipun bersama SJ M, kegembiraan yang kurasakan menjadi kurang lengkap karena kita tidak berkumpul secara utuh.

Kyuhyun memeluk Donghae, membiarkan hyungnya itu menangis di bahunya. "Kita akan kembali bersama, Donghae-ah. Dream Concert tidak lama lagi. Saat itu, kita semua akan berkumpul kembali. Bersabarlah, arrachi?"

Donghae memeluk Kyuhyun dengan erat. Meski berita di luar mengenai bubarnya Super Junior masih terdengar, Donghae tidak sedikitpun khawatir akan ikatan di antara mereka. Namun hal itu sekaligus membuatnya sangat merindukan kebersamaan yang terjadi setiap hari selama beberapa tahun ini.

Kyuhyun tersenyum, menekan kesedihannya sendiri dalam-dalam ketika Donghae melepaskan pelukan sambil tersenyum ke arahnya. "Kalau aku murung seperti ini, Wookie akan khawatir."

"Itu benar." Kyuhyun mengangguk sambil mengatupkan mulutnya dengan mimik lucu. "Cucilah mukamu. Aigoo, Donghae-ah… Kenapa kita sering berjodoh di toilet eoh?"

Donghae tergelak mendengar gurauan Kyuhyun. Ia bergegas mencuci mukanya sebelum mereka kembali bergabung dengan yang lain. Stylish hanya bisa menghela napas karena harus memperbaiki make up Donghae kembali.

.

.

Acara untuk tayangan kedua dimulai. Sebelum memasuki permainan sesungguhnya, He Jiong membahas mengenai Olimpiade. Ia menanyakan kepada member SJ M mengenai olahraga yang menjadi kesukaan mereka dan sering mereka lakukan.

"Pingpang giu (ping pong)," jawab Kyuhyun sambil memperagakan gerakan tenis meja.

"Wow, aksenmu tepat sekali," puji He Jiong.

"Kau berbicara sangat baik." Xie Na ikut memuji.

"Hen hao (*sangat baik)." Kyuhyun tersenyum puas.

"Kau tidak perlu memuji dirimu sendiri," protes He Jiong sambil tertawa. "Ucapanmu sangat baik."

Kyuhyun tersipu ketika He Jiong mengakui kemampuan aksen mandarinnya.

"Aku menyukai senam lantai dan renang." Hangeng menjawab ketika pertanyaan yang sama dilontarkan kepadanya.

"Siapa yang menang di antara kalian berdua jika bertanding?" tanya He Jiong saat Ryeowook menjawab bahwa ia juga menyukai renang. Semua tertawa karena Ryeowook menunjuk dirinya sendiri.

Henry memilih tenis sebagai olahraga favoritnya, sedangkan Donghae memilih sepak bola.

"Kau bermain di posisi mana? Depan, tengah, atau belakang?"

"Tengah," jawab Donghae.

Zhoumi memilih bulutangkis.

"Karena ia tinggi, tangan dan kakinya panjang, pasti terlihat mengagumkan," puji He Jiong. Ia berlanjut kepada Siwon. "Shi Yuan seharusnya menjadi seorang olahragawan. Dia bisa melakukan apa saja. Benar kan?"

Siwon memasang mimik lucu sebagai jawabannya.

"Apa olahraga favorit yang sering kau lakukan?" He Jiong kembali bertanya karena Siwon belum menjawab apapun.

"Aku menyukai semua olahraga." Siwon menjawab.

"Semua?"

Siwon mengangguk mantap.

"Mana yang paling kau kuasai?"

Siwon berpikir sejenak.

"Aku bagus pada semua olahraga."

Namja tampan itu tersenyum manis sambil melempar pandangan-itu-semua-benar-kepada kedua MC yang tertegun mendengar jawabannya.

.

Setelah Ryeowook mendapat hadiah pijatan Hangeng atas kemenangannya di tantangan pembuka, tantangan pertama kali ini memakai baju tradisonal China dalam waktu 30 detik. Mereka juga diminta memperagakan pakaian tersebut satu per satu.

Hankyung memperagakan seorang ahli pedang. Donghae memperagakan seorang kakek tua dengan tongkat; meski yang lain sepakat dia sedang menirukan Sun Go Kong si raja kera. Siwon yang tidak juga menemukan tali pengikat miliknya, memilih memperagakan seorang pemuda tampan yang tengah melepaskan jubah.

Kyuhyun kembali lambat merespon ketika namanya dipanggil. Hankyung menepuk agar dongsaengnya itu fokus. Namun Kyuhyun justru melihat ke belakang dengan bingung sambil melangkah maju ke depan.

Apa yang harus aku peragakan?

Melihat penonton, kesadarannya kembali dengan cepat.

Aku menjadi diriku sendiri saja.

Kyuhyun berjalan dengan kedua tangannya di belakang punggung, menengadahkan wajah, menganggukkan kepala, kemudian mengangkat salah satu tangannya seperti seorang pemimpin yang memberi salam. Ia sering melihat gaya seperti itu di film-film kolosal kesukaannya.

"Dia memperagakan seorang Ling dao (*pemimpin)," cetus He Jiong yang disambut gelak tawa oleh Xie Na. "Selamat datang di acara kami."

Hankyung dan Siwon mengamati sambil tertawa lebar. Saat Kyuhyun kembali, Hankyung mengajak Kyuhyun melakukan high five.

Usaha yang bagus. Hankyung memuji lewat pandangan matanya. Kyuhyun tersenyum puas.

"Ladies and gentlemen, women de Henry!" He Jiong memanggil giliran selanjutnya.

Henry memperagakan seorang ahli silat aliran Tai Chi dengan baik. Ryeowook seharusnya menjadi seorang sastrawan yang memikul peti buku di punggungnya. Karena tidak tahu benda apa yang ia bawa, Ryeowook justru berputar seperti orang menari dengan peti buku itu.

Zhoumi yang memegang alat penggaruk, memerankan seorang petani. Namja itu menari tradisional Cina dengan alat di tangannya ketika musik mengalun.

He Jiong meminta Hankyung menentukan siapa yang paling bagus dalam pakaian itu.

"He loushi, aku pikir dia yang paling bagus," kata Xie Na sambil menunjuk Donghae.

"Siwon terlihat paling bagus." Hankyung menentukan pilihannya, meski Xie Na berkeras Donghae sangat lucu.

Xie Na dan He Jiong kemudian menyanyikan sebuah lagu opera di mana member SJ M diminta memerankan tokoh dalam lagu baik pria maupun wanita.

Wow! Suaranya indah sekali! Donghae terkesima ketika Xie Na mulai bernyanyi.

Semua member hanya berdiri diam. Zhoumi, Hankyung, dan Siwon menggerakan tangan mereka sedikit saja, tahu bahwa mereka harus bereaksi untuk membuat suasana tidak kosong, namun ragu dengan apa yang harus mereka lakukan. Sangat berbeda dengan Eunhyuk, Shindong, Kangin dan Heechul yang selalu bisa mengambil reaksi cepat agar suasana tidak turun.

Melihat hal itu, Kyuhyun mulai menggerakan kedua tangan dan kakinya, menari-nari seorang diri mengikuti lagu yang dibawakan Xie Na dan He Jiong. Ia terlalu malu untuk melakukan itu di depan, sehingga melakukannya di belakang yang lain.

Shindong hyung, aku cukup menarik picunya, bukan? Aku tidak berani lebih dari ini. Hyungdeul, Henry, please follow me. Aku bisa mati karena malu kalau kalian tidak bereaksi.

Apa yang Shindong katakan terbukti. Kyuhyun tidak perlu menunggu lama. Zhoumi yang melihat apa yang dilakukannya, mulai menari di sebelah Xie Na, memperagakan orang yang sedang bertani, sesuai dengan lirik yang sedang dinyanyikan.

Hankyung dan Siwon ikut menggerakan tubuh mereka. Ryeowook dan Henry saling berpandangan, berpikir apa yang akan mereka lakukan. Akhirnya semua menari, semakin lama semakin menikmati tarian mereka masing-masing. Kekacauan itu membuat He Jiong tak kuasa menahan tawa.

"Aku tidak bisa menyanyi lagi," kata He Jiong sambil menghentikan nyanyiannya. "Mereka semua mulai gila!"

He Jiong dan Xie Na akhirnya memutuskan agar member SJ M menari satu per satu.

"Ini karakter wanita!" tebak Xie Na saat Hankyung mulai menari sambil membawa pedang.

"Pendekar wanita." He Jiong meralat. Hankyung dengan gemulai memperagakan keahlian bermain pedangnya.

Siwon kemudian maju setelah meminjam pedang Hankyung. Saat Hankyung menari kipas sebagai pasangannya, tiba-tiba namja tampan itu menusukkan pedang seperti melakukan bunuh diri, membuat Hankyung terlompat kebelakang untuk menghindar.

Xie Na tak kuasa menahan tawa melihat kekocakan Siwon.

"Kalian menari bersama saja," usul He Jiong untuk mempersingkat waktu.

Ah, ini mulai membosankan lagi. Kyuhyun menghela napas melihat semua menari. Hyuk Hyuk, Heechul-hyung, Shindong hyung, Kangin hyung…. Aku merindukan sifat aneh kalian… Seandainya ini di dorm, dan aku akan merasa bosan, apa yang akan aku lakukan?

Kyuhyun mengawasi Hankyung, Siwon dan Zhoumi yang tengah bernyanyi bersama di tengah sorot kamera.

Oke, kacaukan lagi saja semuanya!

Tiba-tiba Kyuhyun berjalan dengan cueknya, menutupi member yang sedang menari dan menyanyi, tanpa ikut menari sedikitpun. Hankyung melirik bingung, sementara Xie Na terpingkal-pingkal dengan ulah Kyuhyun. Kyuhyun mengambil kipas dari meja, dan mulai mengipasi dirinya sendiri sambil berdiri.

Di akhir babak, He Jiong dan Xie Na memilih Kyuhyun dan Donghae yang konsisten memerankan seorang pemimpin dan seorang kakek selama game pertama berlangsung.

.

.

Semua beristirahat di tempat duduk masing-masing ketika permainan selanjutnya dipersiapkan. Tantangan kedua adalah meniup 15 batang lilin dengan cepat sambil mengucapkan kata-kata.

"Kalian boleh mengucapkan kata-kata dalam bahasa Mandarin, Korea, ataupun Inggris." He Jiong menjelaskan.

"Tetapi kalian tidak boleh mengulang kata yang sama," sambung Xie Na.

"Kita akan memulai game ini dengan peserta pertama…"

"Gui Xian." Xie Na menyambung perkataan He Jiong. Apalagi penonton meneriakkan nama Gui Xian dengan serempak.

Kyuhyun memandang Hankyung dan mendapati bahwa sang leader mengangguk, memintanya maju sebagai peserta pertama. He Jiong mendampingi dan menyodorkan mikenya agar Kyuhyun bisa lebih konsentrasi meniup semua lilin itu.

Kyuhyun mulai mengucapkan kata-kata mandarin yang ia tahu, untuk memadamkan api pada lilin. Tapi di lilin keenam ia mulai kewalahan. Selain karena napasnya, ia tidak bisa berhenti tertawa karena merasa kata-katanya lucu. Kyuhyun akhirnya meniup lilin tersebut tanpa mengucapkan sebuah kata.

"Itu tidak dihitung." He Jiong tergelak.

Kyuhyun ikut tertawa. Ia mencoba meniup kembali. Namun di lilin ke- 9 ia kembali kehabisan napas dan menundukkan wajahnya sambil tertawa.

-Gui Xian paru-parunya masih dalam tahap penyembuhan, He Jiong ge. Ia seringkali kekurangan oksigen jika terlalu lelah.

+Kalau begitu, duduklah seperti semula, Hangeng. Dengan dia berada di paling ujung, penonton akan cenderung memilihnya untuk maju lebih dahulu.

He Jiong mengingat percakapannya dengan Hankyung di ruang ganti tadi. Namun melihat Kyuhyun melakukan game tanpa mengeluh, ia merasa terhibur, meski MC itu mengernyit cemas melihat waktu yang Kyuhyun butuhkan untuk setiap lilin sangat lama. Sama sekali bukan waktu standar yang dihabiskan seseorang untuk permainan ini.

Tinggal tiga batang lilin yang belum berhasil Kyuhyun tiup. Kali ini ia kehabisan kosakata. Namja itu memandang sekeliling, mencoba mencari kata mandarin pada spanduk yang bisa ia pakai. Lalu matanya menangkap salah seorang hyungnya yang ia pergoki menangis tadi.

"Dong!" Kyuhyun meniup lilin ketiga belas.

Semua mengerutkan kening mendengar kata yang aneh itu.

"Hai!"

Beberapa tersenyum, menyadari yang Kyuhyun maksud adalah Donghae.

"Jia You!"

Kyuhyun kesulitan menggunakan kata terakhir, karena kata itu tidak menimbulkan tiupan napas yang bisa memadamkan lilin. He Jiong segera membantunya. Akhirnya kelima belas lilin itu berhasil ia tiup.

Kyuhyun menarik napas lega meski terlihat sedikit kepayahan. Kakinya terasa lemas. Ia berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. He Jiong seorang yang peka. Tanpa banyak bicara ia memindahkan kertas MC-nya dan menggandeng Kyuhyun menjauhi meja yang berbau asap lilin itu.

"Hen nan (*sangat sulit)." Kyuhyun menanggapi permainan yang dilakukannya tadi.

"Kamu berhasil meniup semuanya, namun waktu yang dibutuhkan cukup lama," kata Xie Na yang tidak mengetahui kondisi Kyuhyun. "Dan kata-kata yang diucapkan…"

"Nana terus bertanya: Apa yang kamu katakan?" He Jiong ikut berkomentar. "Gui Xian mengucapkan kata-kata dengan intonasi yang aneh. Aku pikir itu bahasa Korea. Itu bahasa Korea kan?"

He Jiong memandang Kyuhyun.

"Semuanya kata dalam bahasa mandarin." Hankyung mendahului menjawab. Ia menyadari Kyuhyun memerlukan sedikit waktu sebelum bisa berbicara dengan baik.

"Hah?" He Jiong terperangah, memandang Hankyung dengan bingung.

"Wow!" Xie Na merasa senang mendengarnya.

"Fu! Wu! Yuan!" Hankyung memperagakan dengan contoh.

"FUWUYUAN!" seru Kyuhyun, sekaligus kode untuk sang leader bahwa dia sudah bisa melakukan percakapan kembali.

Semua tertawa ketika menyadari kebenaran kata-kata Hankyung, apalagi Kyuhyun sudah menyambung penggalan kata-kata aneh tadi menjadi sebuah kata utuh.

"Mengapa para penonton di sini ikut mengatakan Fuwuyuan?" He Jiong tergelak saat studio dipenuhi teriakan 'fuwuyuan'. "Baiklah, kami akan memaafkanmu karena kau peserta pertama."

"Aku ingin membantumu, itulah sebabnya kau dipilih sebagai peserta pertama," jelas He Jiong, sementara Kyuhyun berusaha memahami kata-katanya. "Ketika lilin meleleh, sumbu akan semakin panjang. Jadi akan lebih sulit untuk meniupnya."

Hankyung dan Siwon menyimak penjelasan itu dengan perasaan lega. Itulah kelebihan He Jiong yang membuatnya bertahan sebagai salah satu MC terbaik. Ia memiliki kepekaan terhadap semua yang menjadi bintang tamunya.

Hal yang sama selalu dilakukan Heechul setiap bertugas sebagai MC. Namja cantik sekaligus tampan itu akan mencari tahu semua hal tentang orang-orang yang akan muncul di acaranya, juga berita terbaru tentang mereka.

Giliran Hangeng pun tiba. Ia maju ke depan sambil menggenggam tangan Kyuhyun yang berpapasan dengannya. Di Super Junior, mereka terbiasa untuk selalu memberikan selamat kepada member yang baru saja mengerjakan sesuatu dan memberi dukungan kepada yang mendapat giliran selanjutnya. Banyak cara yang biasa mereka pakai; salah satunya yang Hankyung dan Kyuhyun lakukan tadi.

"READY!" He Jiong berteriak keras. Namun saat Hankyung menundukkan tubuh, bersiap meniup, He Jiong menepuk punggung leader SJ M itu. "Aku merasa lebih tinggi darimu."

Kalimat itu membuat Hankyung menoleh dan tersenyum.

"Seandainya kau tidak menjadi yang tercepat dari member yang lain, dan seandainya kamu tidak berhasil mendapat bendera, aku tidak akan membelikanmu lobster kecil lagi," kata He Jiong karena Xie Na kembali mengajukan pertaruhan untuk recording kali ini. "Aku akan membelikan lobster kecil untuk Siwon saja."

Setelah Zhoumi menerjemahkan apa yang dikatakan He Jiong, Siwon mengacungkan jempolnya pertanda setuju.

Hankyung akhirnya berhasil memadamkan semua lilin dalam 16 detik, berbeda jauh dengan Kyuhyun yang mencapai 54 detik. Ryeowook berhasil dalam 23 detik.

"Henry, apakah kau tahu bahwa dalam pernikahan di China kuno, ketika seorang pria dan wanita menikah, mereka perlu menyalakan lilin?"

"Aku tidak tahu," jawab Henry yang mendapat giliran selanjutnya.

"Mereka menyalakan lilin merah seperti ini." He Jiong menjelaskan. "Meniupnya akan membantumu mendapatkan kekasih."

Henry tersipu salah tingkah, karena ia sudah memiliki kekasih selama ini.

"He loushi!" Hankyung memanggil. "Aku ingin meniup lilin-lilin itu lagi."

"Biar aku beritahu sesuatu." He Jiong memandang Hankyung yang berkata seperti seorang anak kecil. " Bawa pulang lilin-lilin ini dan sebagian loster kecil. Bermainlah saat kau tidak punya sesuatu yang perlu dilakukan. Mengerti?"

Hankyung tergelak mendengar jawaban itu. He Jiong sendiri tersenyum lebar. Ia masih ingat ketika suatu hari Hankyung menanyakan kepadanya apakah He Jiong bisa mencarikannya seorang wanita untuk menjadi kekasihnya. Hankyung merasa usianya sudah cukup untuk menikah, namun kesibukan juga aturan di perusahaan, tidak memungkinnya menjalin hubungan.

Akhirnya Henry menyelesaikan tugasnya dalam waktu yang sama dengan Ryeowook.

Kyuhyun menyadari bahwa waktu yang ia pakai untuk tugas itu jauh lebih lama dari yang seharusnya. Apalagi ia menjadi peniup pertama di mana sumbu lilin belum panjang seperti saat ini.

"Gomawo, Hangeng ge," bisik Kyuhyun. Ia yakin He Jiong dan Hankyung sudah membuat kesepakatan. Meski ia tidak menyukai diperlakukan berbeda, tapi kali ini ia benar-benar merasa tertolong.

Sampai kapan Kyuhyunie bisa mengikuti acara dengan bebas seperti dulu? Wajah Hankyung justru menjadi muram. Namja itu tersentak dan menoleh saat Kyuhyun meremas tangannya yang tergeletak di pangkuan, mencoba menariknya dari lamunan.

"Semua kelemahan ini akan tinggal kenangan nantinya. Aku akan semakin kuat, gege. Aku sudah berjanji bukan?"

Hankyung kehilangan kata-kata. Ia balik menggenggam tangan itu kuat-kuat dan tersenyum, pertanda ia mengerti. Kyuhyun tersenyum senang melihat wajah Hankyung kembali cerah.

Donghae maju pada giliran selanjutnya.

"Dong Hai tahu banyak bahasa Mandarin. Sesudah menyantap lobster kecil, ia menghampiriku dan berkata 'wo ai ni'." He Jiong bercerita. Ia merasa senang dengan sifat Donghae itu. "Biar aku ajarkan slogan kami lagi, Dong Hai : Yongwangzhiqian, wo zuozhu (aku memutuskan berani melangkah ke depan)."

"Yongwangzhiqian, wo zuozhu!" Donghae menirukan dengan baik.

Ia memerlukan waktu 46 detik untuk menyelesaikan tugasnya karena lilin semakin sulit ditiup dan Donghae mencoba mengucapkan semua dalam bahasa mandarin.

"Sampai saat ini, Hangeng masih menempati posisi pertama dengan waktu 16 detik," kata He Jiong ketika Zhoumi maju ke depan.

"Zhoumi, aku pikir kau punya kesempatan untuk menang dari Hangeng," cetus Xie Na.

"Zhoumi sebelumnya seorang MC."

"Benarkah?" Xie Na terkejut mendengar penjelasan He Jiong. Ia sama sekali tidak mempelajari profil member SJ M.

"Dui." Zhoumi membenarkan.

"Ia seorang MC. Ia melakukan banyak persiapan sebelumnya. Sebelum debut sebagai member SJ M, ia sudah melakukan banyak latihan. Setiap kali aku bertemu Zhoumi, aku selalu mengharapkan penampilannya. Aku pikir sekarang ini ia baru mengeluarkan 1/5 kemampuannya. Masih banyak potensi yang ia punya di masa depan."

Zhoumi membungkuk berterima kasih atas harapan He Jiong untuknya.

"Zhoumi-ah! Zhoumi-ah!" Hankyung yang tergesa-gesa, melupakan bahasa mandarinnya. Ia berusaha mencegah Zhoumi yang bersiap meniup. "Zhoumi-ah, seandainya kau menang, aku hanya perlu membelikan Siwon, bukan kalian semua. Tapi seandainya aku menang, He loushi akan membelikan kita semua lobster kecil."

Zhoumi langsung bangkit berdiri, tidak jadi meniup lilin.

"Bu (tidak). He loushi bilang, seandainya aku menang…."

"Seandainya kau menang, aku akan membelikanmu dan Shi Yuan." He Jiong berkata.

"Bagaimana denganku?" tanya Xie Na.

"Aku akan membelikanmu," jawab Hankyung cepat kepada Xie Na.

"Nana, kamu tidak dihitung." He Jiong menolak.

"Aku pikir aku jadi bagian dalam taruhan ini." Xie Na merajuk, namun He Jiong tetap menolak menyertakan Xie Na. Xie Na pun berbalik memihak Hangeng. "Aku berharap Hangeng menang."

"Zhoumi, aku berharap kau yang menang." He Jiong menegaskan saat Zhoumi hendak memulai.

Zhoumi berhasil mengalahkan Hankyung dengan 14 detik. Namja bertubuh tinggi langsing itu tertawa melihat Xie Na merengut melihat kemenangannya.

"Zhoumi, mari kita bicara." He Jiong menarik lengan Zhoumi. "Bagaimana kau dan Shi Yuan memakan 3000 lobster kecil? Apakah 30 saja cukup?"

"Tidak cukup," jawab Zhoumi. Siwon meringis menyetujui jawaban Zhoumi.

"Tapi bagaimana kalian berdua menghabiskan 3000 lobster?"

"Kami berencana memakan beberapa saja, lalu membawanya untuk di makan selama perjalanan ke kota lain."

"Jadi kalian akan membaginya dengan semua member?"

Zhoumi membenarkan. He Jiong tersenyum pasrah, bersiap membelikan 3000 lobster kecil lagi seusai acara.

Siwon maju ke depan sebagai peserta terakhir.

"Shi Yuan, orang yang paling aku kagumi adalah kamu. Aku pikir kamu bisa memperoleh waktu tercepat," puji He Jiong

"10 detik."

Siwon menggeleng, tidak yakin dengan waktu yang disebutkan Xie Na.

"Kamu bisa," kata He Jiong.

Akhirnya atas desakan kedua MC, Siwon menyanggupi. Sayang waktu yang diraihnya tidak bisa mengungguli Hangeng. Namun semua bertepuk tangan memujinya karena Siwon berhasil memperoleh waktu 16 detik, meski gilirannya yang paling akhir, di mana lilin sudah semakin sulit ditiup.

Saat ditanya bagaimana tanggapan Zhoumi terhadap penerimaan dari fans yang belum sepenuhnya, namja itu kembali mengulang apa yang ia katakan selama ini, bahwa ia dan Henry akan selalu melakukan yang terbaik.

"Jika kau menghadapi saat yang sangat berat, apa yang akan kau lakukan untuk melewati titik terendah dalam kehidupanmu?"

"Sebenarnya aku seorang yang sangat….bagaimana aku mengatakannya? Aku orang yang lebih suka berdiam diri jika terjadi sesuatu."

"Lebih suka sendirian."

"Dui." Zhoumi membenarkan tebakan He Jiong. "Jika sesuatu yang buruk terjadi, aku akan tetap menyimpannya sendiri dan tidak berbagi."

"Kamu harus berbagi." Xie Na menghimbau. "Setiap kali terjadi sesuatu yang buruk, aku akan segera bercerita kepada teman-temanku."

"Itulah sebabnya semua berpindah ke sini." He Jiong menunjuk dirinya sendiri sehingga semua tertawa.

"Zhoumi hanya bercerita kepadaku." Hangeng menambahi.

"Karena cuma kamu yang mengerti bahasa mandarin."

Hangeng tergelak.

"Bukan begitu." Zhoumi membantah. "Hangeng ge selalu bertanya: 'apakah ada sesuatu yang tidak kau sukai akhir-akhir ini?' 'Bagaimana menurutmu?' dan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Lalu aku akan bercerita kepada gege.…"

"Karena Hangeng juga pernah melewati banyak kesulitan, pengalamannya memberikan pelajaran. Bukankah begitu, Zhoumi?

"Dui. Aku pikir Hangeng ge sudah bekerja sangat keras di Korea, apalagi dia debut di sana. Meski kami debut dalam kondisi yang berbeda, aku pikir, tekadnya benar-benar menjadi pendorong untukku bekerja keras."

"Kapan pengalaman dengan fans yang paling menyentuh?"

"Yang paling menyentuh adalah…ketika mereka semua mendukung kami." Zhoumi teringat berita yang dibacanya tadi pagi. Ia merasa benar-benar sedih. Hangeng yang bisa merasakan hal itu, menyimak dengan diam. "Setiap kali aku bertemu pandang dengan fans, melihat hal kecil yang mereka lakukan, tidak peduli apapun yang sedang aku lakukan, aku akan mencoba sebisa mungkin memberitahu mereka bahwa aku melihat mereka, bahwa aku merasakan dukungan yang mereka berikan."

"Jadi sebenarnya, dari apa yang Zhoumi katakan, aku pikir dia merasa beruntung menjadi bagian sub-grup di China, sehingga sebagian besar aktivitasnya di China. Tetapi dulu Hangeng benar-benar asing dengan sekitarnya sehingga memiliki lebih banyak kesulitan. " Xie Na mengambil kesimpulan.

"Hangeng, aku tahu kamu adalah orang yang tidak menyukai kekalahan. Hal itu semakin terlihat jelas di acara ini. Aku bisa merasakan di setiap game, kamu berharap bisa menjadi yang terbaik. Jika kamu menemukan sesuatu, sesuatu yang begitu sulit sehingga kamu tidak bisa mengatasinya, apa yang akan kamu lakukan?" tanya He Jiong.

"Aku akan maju dan melakukannya, mencoba melakukan yang terbaik. Sehingga ketika tidak bisa melakukannya, aku bisa mengatakan kepada diriku bahwa aku sudah melakukan semaksimal mungkin."

"Inilah semangat Yongwangzhiqian (Bravely Going Forward)," kata He Jiong. "Ketika kamu berpikir bahwa kamu tidak bisa melakukannya lagi, kamu berusaha lebih keras, karena seandainya kamu tidak berani maju, kamu tidak akan pernah tahu batas kemampuanmu."

"Dui. Bahkan jika ada harapan sekecil apapun, aku akan bekerja keras."

Hankyung tersenyum ke arah Kyuhyun. Semua member Super Junior, tidak pernah melupakan bagaimana Kyuhyun berusaha meraih kemungkinan hidup yang hanya 20% saat kecelakaan maut itu, lalu mengubahnya hingga keadaan sekarang ini. Dihadapkan pada kematian yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya, membuat perubahan besar pada setiap member Super Junior.

"Ini adalah motivasi untuk semua penonton 'Bravely Going Forward'. Setiap orang harus bekerja keras meski harapan sekecil apapun."

.

Sebelum memulai permainan untuk 100.000 RMB terakhir, He jiong memutar sebuah rekaman acara lain yang pernah Hangeng ikuti, yaitu tantangan bungee jumping di Thailand. Dalam video, saat Hangeng mengatakan bahwa ia merindukan kedua orang tuanya di China, Hangeng dihimbau membuat pesan video sebelum dia melompat.

"Eomma, Appa," kata Hangeng dalam bahasa Korea. Begitu tersadar, ia langsung mengubah kalimatnya dalam bahasa mandarin. "Aku berada di Thailand sekarang. Aku akan melakukan bungee jumping. Jangan khawatir. Aku akan melompat dengan sangat baik. Papa, Mama, wo ai nimen."

Semua bertepuk tangan menyaksikan Hangeng melompat dari ketinggian 50m dalam vdeo itu.

"Apakah ni de mama (*ibumu) melihat klip itu?" tanya He Jiong sesudah video dimatikan.

"Aku tidak tahu apakah dia sudah melihatnya."

"Lalu ketika melakukan hal-hal berani ini, apakah kau memberitahu ni de mama 'aku akan melompat dari ketinggian sekian meter'?"

"Aku tidak memberitahu mama hal semacam ini." Hankyung menggeleng.

"Hal apa yang kamu beritahukan kepadanya?" tanya He Jiong.

"Hal yang membahagiakan."

"Dui." Xie Na teringat percakapannya dengan Hankyung. "Hangeng bercerita bahwa ia akan memberitahu mamanya hal-hal yang membahagiakan; hal-hal baik yang terjadi di Korea."

"Aku mencoba sebisa mungkin tidak membuatnya khawatir. Karena aku… Sungguh, hatinya tidak mampu terbebani begitu banyak."

"Meiyou… Kamu tidak bisa mengatakan bahwa ni de mama tidak bisa terbebani begitu banyak." He Jiong mencoba meluruskan pandangan Han Geng dari sudut pandangnya. "Seandainya kau berada di depannya, dan bisa bertemu denganmu setiap hari; Dia tidak akan khawatir. Tetapi karena kamu berada di tempat yang sangat jauh, apalagi jadwalmu begitu padat setiap hari, tekanan kepada dirimu sendiri juga begitu besar; Tentu saja dia akan mengkhawatirkanmu."

"Dui." Hankyung mengerti penjelasan He Jiong. "Mama akan mengatakan kepadaku 'jika kau duduk di dalam mobil, kau harus ingat untuk mengenakan sabuk pengamanmu.' Ia akan mengatakan hal-hal semacam itu setiap hari." Hangeng menjelaskan. "Tapi meskipun tidak begitu, aku tetap mengatakan hal-hal baik saja. Hal yang buruk… aku sebisa mungkin tidak mengatakan kepadanya."

He Jiong tersenyum melihat kekerasan hati Hankyung untuk tetap menutup mulut. Apapun keadaan sang mama, Hankyung tidak mau membebani dengan masalah pribadinya.

"Apakah orang tuamu yang memberimu semangat 'tidak mau kalah'?"

"Kedua orang tuaku selalu mendukung di belakangku." Hankyung menjawab dengan mantap. "Mereka selalu mengajarkan kepadaku prinsip-prinsip hidup; Apa yang harus aku lakukan; Bagaimana seharusnya aku bekerja sebagai seorang bawahan; Bagaimana aku harus bertindak; dan lain-lain."

"Itu sebabnya, meski masih muda, Hangeng begitu yakin dengan apa yang ia lakukan." Xie Na tersenyum.

"Apalagi dia menjadi seorang duizhang (ketua tim) sekarang."

Hangeng tertawa mendengar kata-kata He jiong.

"Sebenarnya, wo de mama bekerja sepanjang hari untuk membiayai sekolahku. Ia mengalami banyak kesulitan namun selalu bertahan. Jadi, aku tidak ingin membiarkannya menderita kesulitan lagi. Aku ingin membuat hidupnya lebih bahagia."

"Sekarang, bisa melihatmu lebih sering, dia pasti merasa bahagia dan beruntung."

"Dui. Ini lebih baik dari sebelumnya." Hangeng tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.

"Meski pertemuan dengan kedua orang tuamu sangat sedikit, tapi dengan kalian semua berada di China, kamu bisa menelepon lebih sering. Setiap kali turun dari pesawat kamu bisa mengatakan padanya 'aku sekarang berada di sini, keadaanku saat ini begini… Sehingga anggota keluargamu tidak merasa khawatir lagi."

"Dui. Wo de mama menelepon setiap hari. Masalahnya sekarang, ia tidak pernah tahu aku sedang berada di mana." Hangeng menceritakan telepon yang ia terima beberapa hari belakangan ini. "Karena selalu terbang ke sana kemari, jadi dia tidak tahu di mana aku berada."

Meski semua member SJ merindukan keluarga mereka selama di China, mereka ikut berbahagia melihat Hankyung dapat berada dekat dengan orang tuanya. Saat di Korea, setiap hari Hankyung selalu menelepon sang mama, kadang lebih dari satu kali jika dia sedang tertekan.

Diam-diam Kyuhyun melirik ke arah Zhoumi yang tampak sedikit termenung.

.

.

Di permainan berikutnya, mereka harus mengambil amplop yang berada di kotak yang tertanam di dinding. Kotak itu dilapisi penutup tembus pandang yang disegel dengan 6 buah baut. Sebuah rintangan berputar setinggi 2 meter menghalangi mereka. Mereka harus waspada agar tidak terkena papan-papan pada rintangan berputar itu saat berusaha mengambil amplop. Setiap papan memiliki ketinggain berbeda.

Setelah bersusah payah menghindar, Hankyung berhasil mendapatkan amplop itu, namun isinya bukan hadiah 100.000 RMB.

Kalau Hankyung langsung mengajukan diri, grup DH diminta melakukan suit untuk menentukan siapa yang maju karena keduanya saling menunjuk. Donghae membuat lambang kertas sedangkan Henry memilih gunting.

"Yang kalah maju," kata He Jiong.

Donghae menunjuk Henry dengan senyum yakin.

Ketika semua protes, dan Zhoumi memberitahu bahwa kertas lah yang kalah ketika melawan gunting, Donghae terkejut. Ia tidak ingat bahwa aturannya seperti itu.

Donghae membuat He Jiong dan yang lain terpukau saat tampil. Ia hanya membutuhkan satu tangan, bahkan satu tepisan untuk melepaskan baut yang menyegel. Seharusnya butuh 2 tangan untuk memutar tiap baut itu hingga terlepas.

"Kamu perlu 2 tangan untuk memutarnya!" seru Xie Na tapi Donghae sudah membuang baut kedua.

"Whoa!" seru He Jiong tak percaya. "Tiantang (Tuhan), bagaimana dia melakukannya?"

Member SJ M yang sudah mengetahui kekuatan 'tangan penghancur' Donghae, tersenyum simpul melihat kekagetan yang lain. Tantangan selesai dalam waktu singkat.

Ketika He jiong menggoda Hankyung yang kalah cepat, leader SJ M itu tesenyum.

"Tidak masalah, dia salah satu member kami. "

"Apa kau pikir dia sudah mendapatkan 100.000 RMB?"

"Masih belum," tebak Hangeng. Namja itu tertawa ketika tulisan di dalam amlop menegaskan kebenaran dugaannya.

"Dong Hai, mari aku ajari kau empat kata ini," kata He Jiong kepada Donghae yang gemar belajar. "Ada 4 kata. He Jiong hen shuai (He Jiong tampan)."

"He Jiong hen… Ah! Bu! bu!" Donghai menyadarinya dan menolak. Semua tertawa melihat kepandaian Donghae belajar bahasa mandarin.

"Baiklah, aku akan mengajarimu: Dong Hai hen shuai."

Kali ini Donghae menyerukan kalimat itu dengan keras.

"Aku akan mengajarimu." Xie Na tidak mau kalah. "Qing wo chifan (mengajakku makan malam)."

Donghae menatap kertas itu dengan bingung. Ia tidak melihat kecocokan dengan yang dikatakan Xie Na. Akhirnya kedua MC merasa bersalah telah mengajarkan yang tidak benar.

"E…. Ji…" Donghae berpikir keras.

"Jixu nuli (teruslah bekerja keras)." He Jiong dan Xie Na menyebutkan kata yang sebenarnya. Donghae menurut sambil menirukan kata-kata itu. Ia membawa kertas tadi saat kembali duduk, untuk ia pelajari.

Zhoumi sebagai peserta ketiga meski sempat kesulitan karena tubuhnya yang sangat tinggi, berhasil mendapatkan amplop bertuliskan 100.000 RMB.

Semua berkumpul untuk menutup acara.

"Terima kasih sekali lagi kepada Super Junior M! Karena mereka bekerja keras dalam tantangan ini, kita berhasil mendapatkan dana amal." He Jiong menutup acara. "Terima kasih juga kepada Tong Yi Enterprise yang telah menyumbangkan dana."

"Saat mengharukan telah tiba," lanjut Xie Na. "Hunan Youth Development Dunds Associaton akan menggunakan dana dari Tong Yi Enterprise yang kita peroleh minggu ini untuk membangun Project Hope yaitu Taman kanak-kanak Happy. "

Hangeng menerima tanda terima 300.000 RMB. Member SJ M mengangkat papan itu dengan gembira. Hasil perjuangan mereka selama dua hari ini. Meski mereka sangat mengantuk karena belum beristirahat, wajah ketujuh namja itu tampak cerah. Hanya mata mereka yang memerah yang menandakan mereka belum mendapatkan jam tidur.

"Ayolah, duizhang, katakan sesuatu mengenai betapa kerasnya kalian berusaha untuk mendapatkan dana ini. Bagaimana usaha semua anggota di depan pemirsa televise," himbau He Jiong kepada Hankyung.

"Aku berharap akan lebih banyak orang yang membantu anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan, atau membantu mereka yang membutuhkan bantuan."

Kyuhyun memandang hankyung dengan kagum.

"Aku berharap, sama seperti teman-teman menyukai dan mendukung kami, selalu memperhatikan kami, kalian juga akan memberikan tangan untuk membantu anak-anak ini untuk mencapai cita-cita mereka."

"Kata-kata yang bagus." Puji He Jiong.

.

Di akhir acara, karena kelompok DH meraih nilai terendah, maka Donghae dan Henry mendapat hukuman harus melewati Human Juicer. Alat itu terdiri dari dua buah silinder besar yang bersisian dengan rapat. Untuk melewatinya sangat sulit karena tubuh mereka akan terhimpit.

Karena alat itu sangat menarik, satu per satu memasukan member lain yang tidak dihukum ke dalamnya, bahkan kedua MC mendapat giliran. Tinggal Zhoumi dan Kyuhyun yang belum mendapat giliran. Suasana benar-benar ramai dan penuh gelak tawa.

"Gui Xian!" seru Xie Na tiba-tiba, mengejutkan beberapa orang yang tidak berharap Kyuhyun mengikuti permainan kali ini.

"MWO?" Kyuhyun langsung melarikan diri ke belakang panggung. Henry dan Donghae yang terbawa suasana, justru mengejarnya. Ryeowook ikut ke belakang untuk mencermati penampilannya sehabis melalui Juicer tadi.

"Aku akan membantunya," kata Siwon meninggalkan Hankyung dan Zhoumi yang berdiri di depan juicer.

Hankyung tertawa bingung ke arah Zhoumi. Mereka tidak menyangka Xie Na akan menyebut nama Kyuhyun. Karena penonton sudah berseru kegirangan, tak ada jalan lain bagi mereka selain mengikuti permainan.

Kyuhyun hanya bisa tertawa saat Donghae menariknya dari belakang panggung. Xie Na mendorongnya untuk maju.

Melihat itu, Siwon bergegas menarik Kyuhyun. "Kami akan membantumu," bisik Siwon menenangkan.

Namun semua tidak semudah yang diperkirakan. Setelah tangan kiri Kyuhyun masuk, namja itu tidak berani bergerak lebih jauh karena ketatnya juicer itu. Siwon bergegas ke depan sementara Zhoumi berpindah ke belakang.

Hankyung menarik tangan Kyuhyun yang muncul. Melihat gelagat tidak baik, Donghae bergegas membantu. Ia di sisi kanan sedangkan Siwon bergabung di sisi kiri Hankyung.

"Arrrrgggh!" Kyuhyun berteriak. Ia sempat berharap alat itu tidak begitu ketat. Namun kenyataan sangat berbeda.

"Hangeng ge… Hangeng ge…" Kyuhyun benar-benar khawatir sekarang. Ia tidak ingin menjadi berita di media jika keluar dengan keadaan pingsan. Ia berharap Hangeng melakukan sesuatu untuk menolongnya.

"Tolong longgarkan alatnya," gumam Donghae dan Siwon kepada staff yang berjaga di sisi alat, Namun tak ada cara untuk melakukan hal itu.

"Kita tarik saja," usul Siwon.

Donghae bergegas menarik silinder kiri agar cela bagian tengah menjadi besar. Siwon dengan tenaganya mencoba melonggarkan kedua sisi juicer dengan mendorong ke kedua sisi yang berlawanan..

Melihat Kyuhyun masih tidak bisa melewati itu. Zhoumi mencoba mendorong dengan tubuhnya. Kedua bahunya masuk tegak lurus, dibantu oleh He Jiong yang tanggap dengan maksud Zhoumi. Cela semakin lebar dengan adanya bahu Zhoumi sebagai penahan.

Usaha Siwon, Donghae, dan Zhoumi membuat Kyuhyun berhasil keluar. Ia terkapar di lantai, mencoba tertawa sambil menahan sakit yang menyebar cepat ke seluruh tubuhnya. Siwon yang menarik tangannya, melepas ketika Kyuhyun menjatuhkan diri ke matras dan bergelung, berbalik memunggungi kamera.

Eomma… Sakiiiit!

"Kyuhyunie, gwenchana?" bisik Siwon panik. Ia berjongkok dan membalikkan tubuh Kyuhyun hingga terlentang menghadapnya. Kyuhyun berusaha tertawa namun Siwon tahu dongsaengnya itu sedang kesakitan.

Hankyung membantu Zhoumi yang baru saja keluar untuk berdiri.

Saat He Jiong membahas cara Zhoumi melewati juicer, Siwon membantu Kyuhyun berdiri, dan menopang punggung dongsaengnya beberapa saat. Kyuhyun tertawa ketika Hankyung melihatnya dengan cemas, mencoba menghilangkan kekhawatiran sang leader.

"Kau di sana saja." Siwon mengarahkan Kyuhyun untuk berpindah ke sisi Ryeowook.

Ryeowook memperhatikan dengan cemas.

Kumohon, redalah… redalah….

Kyuhyun berkacak pinggang sambil berjalan-jalan dengan pelan, berharap hal itu menghilangkan perasaan sakit dan meredakan napasnya yang memburu. Ryeowook mencoba mengipasi Kyuhyun dengan tangannya meski itu sia-sia.

Ketika tindakannya tidak berhasil, Kyuhyun bersembunyi di belakang Ryeowook untuk menghindar dari pandangan kamera. Namun ia tahu itu tidak bisa berlangsung lama. Mereka semua harus berbaris untuk menutup acara.

"Henry-ah, pindah ke dekat Gui Xian," perintah Hankyung. Sementara Henry mendekat, Hankyung meminta Siwon berpindah ke sisi Zhoumi sehingga ia bisa mengamati Kyuhyun.

Aigoo….sakit sekali! Cho Kyuhyun, tinggal sebentar lagi… Bertahanlah sebentar lagi…

Kyuhyun memegang bahu Ryeowook, berusaha tetap berdiri meski rasa sakit terus menjalar ke seluruh tubuhnya. Siwon dan Hankyung semakin cemas. Henry yang berdiri di sisi Kyuhyun, mulai menyadari ada yang tidak beres dari hyungnya itu.

"Ryeowookie… aku tidak kuat…," bisik Kyuhyun lirih.

"Kau bilang apa, Kyuhyunie?" Ryeowook menoleh, mendekatkan tellinganya kepada Kyuhyun sambil memeluk pinggang dongsaengnya itu dari belakang.

"Siwonie, setelah ini kita harus ke rumah sakit," bisik Hankyung kepada Siwon.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Ryeowook. Ia mengalungkan tangannya ke leher hyungnya kecilnya itu. Sadarlah Ryeowook bahwa Kyuhyun sudah tidak mampu berdiri. Ia langsung memegang tangan Kyuhyun yang tersampir di bahunya untuk menguatkannya. Henry merapat tanpa bicara. Melihat itu, Kyuhyun mengalungkan tangan kirinya juga ke bahu Henry.

Kemungkinan jatuh di depan begitu banyak penonton di studio dan televisi, lebih Kyuhyun hindari daripada berdiri dengan dipapah Ryeowook dan Henry. Usapan tangan Ryeowook di punggungnya membuat Kyuhyun sedikit lebih nyaman, apalagi hyungnya itu menahan tangannya dengan kuat, sehingga Kyuhyun tidak menahan berat tubuhnya sendirian.

Donghae berpindah ke sisi Henry dan memandang dengan cemas. Ia merasa bersalah karena mengejar Kyuhyun. Tadi ia terbawa suasana permainan yang sangat riuh, sehingga melupakan kondisi dongsaengnya.

Menunjukkan kelemahan adalah hal yang selalu Kyuhyun hindari di depan umum. Tetapi saat ini ia bersedia dipapah oleh Ryeowook dan Henry. Hal itu tentu saja membuat member yang lain memandang Kyuhyun dengan cemas.

"Jaga dia!' seru Siwon kepada Henry dan Ryeowook.

Namun seperti biasa, saat acara berakhir, Kyuhyun melepaskan kedua lengannya, ikut melakukan salam Super Junior M sambil berdiri tegak bersama yang lain.

.

.

"Aigoo, kenapa wajah kalian seperti itu? Aku tidak apa-apa. Kita semua menikmatinya kan?"

Semua member SJ M termasuk He Jiong dan Xie Na, mengerubungi Kyuhyun yang duduk di sofa ruang ganti. Kyuhyun memeluk Donghae yang duduk di sisinya. Namja Mokpo itu merasa bersalah atas kejadian tadi.

"Aku tidak mau, pokoknya setelah ini kita lakukan check up!" Siwon bersikeras.

"Andwae!" Kyuhyun kini memeluk Hankyung yang duduk di sisinya yang lain, sambil melemparkan death glare kepada Siwon. "Hankyung hyung, jebal, aku tidak suka rumah sakit… Aku…"

"Kyuhyunie! Gui Xian! Kalau kau tidak mau, aku akan menyeretmu!"

"Siwonie benar. Kau harus check up ke rumah sakit. Sebenarnya aku yang mengusulkan hal itu." Hankyung berterus-terang. Sia-sia Kyuhyun meminta namja itu mengubah keputusannya.

"Duibuqi. Aku tidak tahu kondisi Gui Xian." Xie Na ikut meminta maaf.

Wajah gadis itu tampak sangat menyesal. Selama rekaman, ia pikir Kyuhyun orang yang manja, bahkan sempat mengatakan bahwa Kyuhyun orang yang tidak mau mencoba maju ke depan. Kini ia baru tahu, dengan mengikuti semua rekaman itu saja, Kyuhyun sudah menentang batasan dirinya. Raut wajah Kyuhyun yang biasa saja membuatnya tidak mengerti usaha keras dibalik semua itu.

"Tidak apa-apa." Kyuhyun tersenyum, mencoba menenangkan MC itu.

Ketika ia mencoba berdiri, tubuhnya kembali terasa lemas. Kedua kakinya menjadi goyah. Hankyung dan Donghae yang berada di sisinya segera memapah Kyuhyun dan memaksanya duduk kembali.

Meski begitu, semua bujukan hyungdeul dan Henry tidak menggoyahkan Kyuhyun. Ia membenci rumah sakit. Menginap di rumah sakit yang ia tidak kuasai bahasanya, bukanlah pilihan yang ingin ia ambil.

"Kyuhyunie, kali ini kau harus mendengarkan kata-kataku…" Siwon memasang wajah memelas, mencoba melunakkan hati dongsaengnya yang keras kepala itu. "Kita masih bisa menunda keberangkatan ke Changsha. Acaranya tanggal 10. Kita bisa menundanya beberapa hari, menunggu hingga kau sembuh."

"Tapi aku tidak sakit!" Kyuhyun membelalakan matanya. "Aku hanya…"

"Gui Xian." Panggilan berwibawa itu membuat Kyuhyun menoleh. He Jiong membungkuk di depannya, berusaha mensejajarkan wajahnya dengan Kyuhyun. "Shi Yuan benar. Kau harus ke rumah sakit." He Jiong ikut membujuk.

"Jika kau mau, aku akan menitipkan lobster kecil untukmu. Aku yakin, tidak ada pantangan makanan untuk kasusmu ini."

He Jiong dengan usia yang terpaut 12 tahun dari Kyuhyun, berusaha membujuk dengan sikap tenang dan bijaksana.

"Hangeng bercerita, bahwa kau akan melakukan pengobatan apapun untuk bisa berdiri di atas panggung bersama yang lain. Kau bahkan mau menerima terapi infuse setiap tiga hari untuk menjaga kondisi tubuhmu. Kali ini hanya check up kecil, memastikan bahwa kondisimu baik-baik saja. Kau bersedia bukan?"

Suara He Jiong yang lembut namun tegas, membuat Kyuhyun tidak berkutik, apalagi member yang lain menatapnya dengan wajah penuh harap.

"Baiklah, aku akan ke rumah sakit." Kyuhyun tertunduk antara kesal dan sedih.

"Itu keputusan yang baik. Aku tahu Gui Xian sangat pintar."

Kyuhyun menengadah menatap He Jiong. MC itu menepuk pipi Kyuhyun sambil tersenyum. Bukan senyum puas karena berhasil membujuk, namun senyum tulus karena Kyuhyun sudah memutuskan yang terbaik. Hal itu semakin membuat Kyuhyun tidak bisa membantahnya.

"Tapi aku ingin Zhoumi ge mengantarku." Kyuhyun menarik Zhoumi dan menggamit lengan namja itu dengan erat, berusaha tidak melepaskannya meski yang lain melemparkan pandangan protes. "Zhoumi ge orang Wuhan. Jika aku membutuhkan apa-apa, Zhoumi ge orang yang tepat untuk tahu di mana harus mencari keperluanku."

"Itu masuk akal." He Jiong tersenyum menenangkan Siwon yang hendak menolak keinginan Kyuhyun. "Bagaimana, Hangeng? Zhoumi aku rasa bisa menemani Gui Xian ke rumah sakit. Di antara kalian, memang dia yang paling baik untuk mengantar ke rumah sakit."

Hankyung memandang Siwon dan Donghae yang tampak tidak menyukai keputusan itu. Ia tahu keduanya ingin menemani Kyuhyun, begitu pula dengan Ryeowook dan yang lain. Tapi kondisi mereka sangat lelah. Ia tidak ingin semua tumbang karena kurang beristirahat.

"Baiklah." Hankyung memutuskan. "Zhoumi, kau antarkan Gui Xian ke rumah sakit. Kalau ada apa-apa, segera menghubungiku."

Beberapa suara protes berdengung, tapi Hankyung bergeming. Zhoumi tersenyum dan merangkul Kyuhyun yang semenjak tadi memandangnya dengan pandangan memaksa. Dicubitnya pipi dongsaengnya itu sehingga Kyuhyun mengaduh.

"Jangan memasang wajah seperti itu, Gui Xian. Aku akan menemanimu tanpa perlu dipaksa." Zhoumi tertawa ketika mata Kyuhyun berbinar senang.

.

.

Sementara manager mengurus berkas-berkas yang diperlukan, Zhoumi mendorong kursi roda yang Kyuhyun gunakan setelah pemeriksaan. Seorang perawat menunjukkan kamar yang akan Kyuhyun tempati selama menunggu hasilnya.

Kyuhyun bersikeras berjalan sendiri ke pembaringan. Ia merasa sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya, apalagi dokter sudah memberinya obat penahan sakit.

Zhoumi tersenyum, tidak berusaha memaksa. Ia memilih mengeluarkan HP dan music player milik Kyuhyun di atas nakas, sehingga Kyuhyun mudah meraihnya jika membutuhkan.

"Zhoumi ge." Kyuhyun yang sudah berbaring di ranjang, memberi kode agar Zhoumi mendekat. "Tidak ada yang tahu jika gege pulang saat ini."

"Mwo?" Zhoumi menarik kursi dan duduk di sebelah ranjang. Ia memandang Kyuhyun dengan bingung.

"Zhoumi ge ingin pulang kan? Sudah berada di Wuhan, pasti rasanya sedih tidak bisa pulang ke rumah. Pulanglah."

"Tapi…"

"Aku tidak apa-apa. Kita hanya menunggu hasil pemeriksaan. Aku akan menelepon Changmin saat Zhoumi ge pergi." Kyuhyun tersenyum sambil meraih tangan Zhoumi dan menggenggamnya. "Aku tak mau ada Hangeng gege kedua. Pulanglah. Meski sebentar, itu jauh lebih baik kan?"

"Kau merencanakan ini sejak awal eoh?" Zhoumi tidak bisa membohongi sepasang mata yang bersinar cerdas itu. Ia tidak tahu sejak kapan Kyuhyun menyadari apa yang ia pikirkan. Tapi saat ini ia sudah terjebak. "Sungguh kau tak apa-apa?"

Ketika Kyuhyun mengangguk, Zhoumi bangkit dengan gembira sekaligus ragu.

"Cepatlah, ge. Manager hyung masih sibuk mengisi formulir." Kyuhyun memasang smirk-nya yang menyebalkan. "Kalau tidak sekarang, kau tidak tahu kapan lagi bisa bertemu mereka."

"Xie xie." Zhoumi akhirnya tersenyum lebar dan bergegas ke pintu. "Aku akan kembali secepatnya ke sini. Aku hanya ingin menyapa dan memeluk mereka sejenak."

"Makan siang bersama juga tak apa. Jangan khawatirkan aku."

Begitu Zhoumi menghilang di balik pintu, Kyuhyun meraih HP-nya untuk menelepon Changmin. Namun remote televisi mengodanya untuk melihat-lihat acara. Namja itu berdecak senang karena terdapat tv kabel sehingga ia tidak terpaksa menonton siaran berbahasa mandarin.

Matanya melebar begitu melihat sosok Kibum di acara GoNews. Kibum terlihat begitu gembira menerima wawancara mengenai drama; sangat berbeda ketika yang dibicarakan adalah menyanyi.

"Selama drama ini berlangsung, bagaimana dengan kegiatan di Super Junior?" tanya seorang reporter.

"Sekarang ini aktivitas individu diijinkan."

Kyuhyun memandang Kibum dengan diam. Ia memperhatikan bagaimana hyung terkecilnya itu berbicara mengenai pengalaman hidupnya selama ini, saat-saat paling berkesan dalam hidupnya, juga mengenai akting. Kibum begitu bersemangat.

Ingatan Kyuhyun melayang saat Kibum masih sering berkumpul bersama member Super Junior lainnya.

"Annyeong! Kami adalah magnae yang tampan!" Saat itu Kyuhyun menarik Kibum dalam rangkulannya dan berteriak dengan keras ketika gilirannya memperkenalkan diri tiba.

"Hentikan itu, Kyuhyunie!"

Kyuhyun tergelak melihat Kibum tersipu. Selama ini, Kibum selalu berdiri agak jauh dari mereka semua jika mereka tengah diwawancara ataupun pemotretan. Yesung dan Kyuhyun harus menariknya mendekat agar jarak yang tercipta tidak menyisakan ruang kosong.

"Annyeong, kami magnae-line." Kyuhyun meralat ucapannya, tidak ingin membuat hyungnya itu merasa tidak nyaman. "Dia adalah magnae favoritku."

Kyuhyun menunjuk Kibum sambil meringis ketika hyungnya menoleh mendengar kata-katanya.

"Dan dia adalah magnae favoritku," kata Kibum tiba-tiba.

Masih jelas diingatan Kyuhyun, saat itu ia benar-benar terkejut ketika Kibum merangkul pinggangnya, hingga tidak bisa berkata apapun. Ia tidak menyangka Kibum yang dingin bisa mengatakan hal yang begitu manis. Dan ia tak percaya Kibum mengatakan bahwa Kyuhyun adalah magnae favoritnya. Kyuhyun baru bisa tertawa ketika Kibum menepuk pipinya, memastikan bahwa ucapannya bukanlah sebuah kebohongan.

"Orang itu sungguh beruntung."

Kyuhyun menepuk pipinya yang memanas, teringat betapa konyolnya ia telah merasa cemburu kepada dirinya sendiri.

"Kenapa Kibum hyung tidak bilang bahwa orang itu aku?!" Kyuhyun menggembungkan pipinya dengan wajah memerah. Suara Kibum di televisi membuat Kyuhyun kembali memusatkan perhatiannya.

"Aku tidak memiliki banyak teman yang seumur denganku, kecuali Changmin sshi dan member Super Junior. Temanku yang lain berusia 30 tahun ke atas; teman di dunia akting."

Kyuhyun mendengus mendengar nama sahabatnya disebut.

"Kibum hyung, kau itu milikku. Changmin-ah juga milikku, apapun yang terjadi."

Suara telepon berbunyi membuat kening Kyuhyun bertaut. Ia melirik jam yang tertera di sana. Belum mendekati jam makan siang.

"Jae hyung?" Kyuhyun mengenali suara itu setelah selesai menyapa.

"Kyuhyun sshi… aku rasa kau dan Changminie punya permainan yang sangat seru. Bukankah begitu?"

"Permainan apa, hyung?" Kyuhyun berusaha berbicara setenang mungkin.

"Mengunci Junsu hyung di toilet: 50 poin. Membuat Yunho hyung dan Yoochun hyung menangis karena hantu : 100 poin. Tidak mengikuti instruksi Jaejoong hyung saat wawancara: 50 poin." Jaejoong terdengar seperti membacakan sebuah catatan. "Tampaknya kenakalan uri magnae meningkat sejak bersamamu."

"Oops!" Kyuhyun meringis sambil meraba tengkuknya yang terasa merinding.

"Kau tahu, Kyuhyunie? Dulu Changminie sangat manis. Ia bahkan menurut ketika aku mengajaknya duduk di depan restaurant hingga tutup tanpa membeli apapun, saat kami berdua kelaparan. Kami memuaskan diri dengan mencium bau masakan itu saja."

"Aku ikut bersedih, hyung." Kyuhyun mati-matian menahan tawanya. Ia tidak bisa membayangkan Jaejoong dan Changmin teronggok di depan restauran dengan wajah lapar. Pasti itu siksaan besar buat sahabatnya.

"Bagaimana kedudukan kalian sekarang?"

"Mwo?" Suara Jaejoong menggugah lamunannya. Kyuhyun menepuk keningnya sendiri. Ia mulai menyadari belakangan ini sering tidak fokus terhadap apapun.

"Bagaimana kedudukan kalian sekarang? Siapa yang lebih tinggi?" Jaejoong mengulang pertanyaannya.

"Uhm, sepertinya Changmin-ah akan lebih tinggi. Kami belum menghitung lagi. Aku sibuk sekali di SJM, jadi belum menambah poin. Banyakkah Changmin-ah menambah poin?"

"Banyak dan sangat banyak. Bahkan saat kami tahu, dia tetap bisa menambahkan banyak poin."

"Oh, begitu…" Kyuhyun meringis.

"Kyuhyun-ah, lakukan sesuatu dan kami akan memaafkanmu."

"Apa itu?" Kyuhyun mencoba tidak membuat pertengkaran saat ini. Ia sangat mengantuk setelah tidak tertidur seharian.

"Kau harus mengalahkan Changmin sebanyak mungkin. Uhm…2500 poin."

"Mwo?"

"Aku tidak mau tahu. Kalau kau tidak mengunggulinya 2500 poin dalam minggu ini, aku akan mengadukan hal ini ke Kangin-ah atau Heechul-ah."

"Andwae!" Kyuhyun tidak bisa membayangkan jika kedua hyungnya itu tahu. Ia menghela napas. "Baiklah. Aku akan mengalahkannya. Tapi hyung harus menepati janji, tidak boleh membocorkan hal ini kepada hyungdeul."

"Deal."

.

.

Jaejoong menutup telepon dengan wajah gembira. Ia tersenyum lebar kea rah Yunho, Yoochun dan Junsu yang memperhatikannya sejak tadi.

"Aku berhasil memaksa Kyuhyunie menambah nilai."

"Senang membayangkan bagaimana reaksi Hankyung hyung dan yang lainnya nanti." Junsu ikut tersenyum lebar "Pasti Kyuhyunie membuat hidup mereka seperti neraka."

Yunho hanya menggelengkan kepala melihat wajah-wajah gembira itu.

"Aku tidak yakin." Yoochun membuat yang lain menoleh. "Mau bertaruh? Aku memegang Kyuhyun sshi."

.

.

"Mendapat poin selama seminggu? 2500 poin, berarti 50 kali harus mengerjai hyungdeul, minimal 6 kali dalam sehari? Yang benar saja!"

Kyuhyun menggigit kukunya dengan kesal.

"Bagaimana mungkin? Ck, Changmin pabo. Kenapa dia bisa ketahuan? Ah, aku harus menghubunginya." Kyuhyun meraih HP dan menghubungi sahabatnya yang baru saja menyelesaikan konser di Saitama, Jepang.

"KYUHYUN-AH! GWENCHANA?!"

Kyuhyun menjauhkan HP-nya.

"Kenapa kau suka sekali menambah rusak telingaku?"

"Telingamu harus dioperasi. Sampai kapan kamu mau begitu eoh?" Changmin tidak mempedulikan protesnya kali ini.

"Aku benci rumah sakit." Kyuhyun memandang sekelilingnya sambil mengerucutkan mulut. Dan sekarang aku berada di tempat menyebalkan ini. Sendirian.

"Meski begitu, kau harus berobat."

"Jangan cerewet!" Kyuhyun ingin menumpahkan kekesalannya kepada Changmin.

"Ah, ransel ini aku bawa saja."

Kyuhyun mengerutkan kening ketika Changmin terdengar mengatakan sesuatu kepada orang lain. Suara latar pun cukup ramai. DBSK sunbae baru saja selesai konser. Apa mereka akan kembali ke Korea?

Sebuah ide usil terlintas di benak Kyuhyun.

"Changmin-ah, kalau aku bilang kau ke sini sekarang juga, apa kau akan muncul?"

"Aku akan ke sana. Tunggu sebentar!" Changmin terdengar mantap, membuat Kyuhyun menjauhkan HP nya dan menatap benda itu dengan bingung. "Kyuhyun-ah, aku harus mematikan HP sekarang. Sampai jumpa."

Kyuhyun tertegun saat hubungan terputus.

"Aku rasa, aku harus tidur. Changmin-ah mungkin kelelahan sehabis konser."

.

Entah berapa lama Kyuhyun beristirahat. Ia terbangun karena suara pintu yang terbuka dengan keras. Wajah Kyuhyun langsung pucat pasi. Ia tidak menyangka the scary manager ada di sana. Kyuhyun berusaha mengumpulkan kesadarannya dengan cepat.

"Sudah kuduga kau akan melakukan itu, Kyuhyun sshi." Manajer SJ yang sesekali ikut serta mendampingi SJ M, muncul dipintu dengan pandangan menegur. Ia menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang saat wajah Kyuhyun memerah. "Seharusnya kau meminta dua orang mengantarmu, jadi kau tidak kesepian ketika menyuruh Zhoumi sshi pulang."

"Ada manager hyung."

"Manager SJ M langsung kembali untuk mengurusi member lainnya setelah administrasi beres. Ia pikir ada Zhoumi sshi di sini."

"Hyung, jangan salahkan Zhoumi ge. Aku yang mendesaknya." Kyuhyun mencoba membujuk manager yang sudah mereka anggap sebagai hyung itu. The scary manager seumur dengan Leeteuk. Karena itulah mereka cukup dekat.

"Manager hyung, kau sedang apa di sini?"

"Mengantar seorang namja bodoh yang ingin menemani seorang namja bodoh lainnya yang selalu memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri."

"Siapa namja bodoh itu? Dan hyung, aku tidak sebaik itu." Kyuhyun mempoutkan mulutnya sebagai tanda protes.

"Kau sebaik itu. Mulutmu yang tidak. Jadi tutup mulutmu dan beristirahatlah. Kalau kau tidak menurut, aku akan memastikan kau tidak ikut dalam acara selanjutnya."

"ANDWAE!" Kyuhyun berteriak memprotes keputusan itu. Ia terpaksa menarik selimutnya dan berbaring, sementara sang manager mulai melihat-lihat isi kamar inap yang ditempatinya. Kyuhyun teringat kepada Siwon yang telah memaksanya ke rumah sakit.

"Awas, aku akan membalas semua perbuatannya!" gumam Kyuhyun.

Ia tidak mempedulikan sang manager yang menoleh dengan bingung karena tidak mendengar jelas kata-katanya.

"Zhoumi sshi sudah kembali ke dorm. Aku bilang, ada seseorang yang akan menemanimu di sini." The scary manager menerangkan.

Pintu kamar kembali dibuka dengan keras.

"Aigoo, ada apa dengan rumah sakit ini? Bisakah kalian membuka pintu lebih pelan?!"

Kyuhyun tidak melanjutkan omelannya saat melihat siapa yang datang.

"Dia namja bodoh yang aku antar." The scary manager tersenyum dan menepuk bahu namja yang masih berdiri di pintu. "Lain kali, tinggalkan saja barang bawaanmu di mobil. Kau tidak memerlukannya di tempat ini."

Begitu sang manager keluar, Kyuhyun memandang sosok tinggi itu. Changmin berdiri dengan napas memburu, wajah berantakan, jaket dan tas yang tidak karuan pertanda dia baru saja berlari, tapi sosok itu begitu nyata. Changmin memastikan pintu tertutup, lalu melempar ranselnya ke lantai. Ia mendekati ranjang Kyuhyun dengan wajah kesal.

"DASAR PABO! Sudah kukatakan kau harus jaga diri baik-baik, kenapa kau sembarangan eoh? Apa kau tidak bosan berbaring di rumah sakit?!"

Kyuhyun yang masih kaget dengan kemunculan Changmin, hanya bisa ternganga.

"Begitu selesai konser dan tahu kami akan ke Korea, aku meminta ijin pada hyungdeul untuk mengunjungimu di China. Aku naik kereta dua kali dari Saitama ke Tokyo, terbang selama 7 jam, lalu ke Wuhan dengan mobil. Semua itu hanya untuk menemuimu di rumah sakit?! INI BENAR-BENAR KETERLALUAN!"

Changmin tidak peduli jika suaranya akan mengganggu pasien yang lain. Namja itu benar-benar marah sekaligus khawatir. Ia tak menyangka sesampainya di kantor SJ M, berita yang diterimanya adalah Kyuhyun masuk rumah sakit.

"Berapa uang yang kau habiskan?" tanya Kyuhyun, membuat Changmin yang sedang marah menjadi tertegun.

"Mwo?"

"Berapa uang yang kau habiskan untuk kemari?"

"A…aku tidak tahu." Changmin mulai mengingat-ingat. "Ongkos kereta cepat, pesawat, taxi, mobil sewaan, lalu…. Yak! Bukan saatnya membicarakan soal uang!"

Kyuhyun tergelak melihat wajah Changmin menggembung.

"Tapi kau merasa lebih baik bukan?"

"Aishh! Kyuhyun-ah…" Changmin terduduk lemas di sisi tempat tidur. Ia mengamati Kyuhyun masih saja tertawa lepas melihat penampilannya yang awut-awutan. Changmin langsung menarik tangan sahabatnya.

"Kau tidak diinfus? Kau tidak memakai mesin apapun? Syukurlah…. Syukurlah…" Changmin menggenggam tangan itu kuat-kuat. Kyuhyun bisa merasakan tangan itu gemetar sehingga dia menghentikan tawanya.

"Changmin pabo, kau seharusnya beristirahat, bukan ke tempat ini."

"Tidak ada hari yang aku buang, Kyuhyun-ah. Aku hanya beberapa jam saja di sini."

"Tapi tubuhmu butuh istirahat."

"Aku hanya ingin bertemu sahabatku. Aku pikir, jika bisa bermain denganmu, perasaanku pasti jauh lebih baik."

Changmin terus menggenggam tangan itu. Meski tidak berkata apapun, berada di dekat Kyuhyun dan mendengarkan suaranya membuat Changmin merasa tenang. Perundingan DBSK dengan pihak SM untuk perubahan isi kontrak kembali tidak ditanggapi. Meski sebagai magnae ia tidak ikut campur, namun Changmin merasa gelisah dengan semua itu.

"Kau sudah di Beijing saat aku memintamu ke sini?"

Changmin mengangguk, masih tetap menggenggam tangan Kyuhyun.

"Ngomong-ngomong, tadi Jaejoong hyung menelepon ke sini."

"Ne?" Changmin meluruskan duduknya dengan penasaran. "Apa yang ia katakan?"

Kyuhyun dengan wajah memelas, menjelaskan semua yang dikatakan Jaejoong, tentunya dengan dibumbui kisah mengenai perasaan sedihnya karena ditegur oleh namja cantik itu.

"Serahkan padaku. Kau tidak usah khawatir." Changmin berdecak tidak sabar menunggu telepon diangkat di seberang sana, sementara Kyuhyun masih menatapnya dengan pandangan mengiba.

"Yak! Jaejoong hyung! Apa yang kau katakan pada Kyuhyun-ah eoh?" Changmin langsung menegur begitu suara Jaejoong terdengar. "Baik, kalau itu yang hyung mau sebagai uang tutup mulut, aku akan menghilangkan semua score kami. Aku juga memberikan Kyuhyun-ah nilai 2500 sebagai tanda maafku atas ulah kalian. Puas?!"

Changmin menutup telepon, tidak memberi kesempatan hyungnya membantah.

"Benarkah?" Kyuhyun memandang Changmin dengan pandangan yang masih sama, pandangan yang membuat Changmin merasa bersalah karena membuat sahabatnya sedih, padahal Kyuhyun tengah dirawat di rumah sakit.

"Tentu saja benar."

"Kau tidak menyesal?"

"Asal kau segera sembuh, aku tidak menyesal." Changmin melemparkan tubuh tingginya ke kursi di sebelah ranjang. "Lagipula, aku tidak bisa membayangkan jika Kangin hyung dan Heechul hyung tahu. Aku tidak akan membiarkanmu jadi santapan mereka lagi."

"Itu bagus." Kyuhyun tersenyum lebar. Ia tidak menyangka akan meneyelesaikan maslaahnya semudah ini.

Kedua sahabat itu kemudian bercakap-cakap. Changmin menceritakan semua hal lucu. Ia sangat senang jika Kyuhyun tertawa oleh ceritanya.

"Kau tidak ketahuan fans saat ke sini?"

"Aniyo. Kan hyungdeul masih berada di sana. Jadi tak ada yang tahu rencana di luar jadwal office." Changmin tersenyum. "Kyuhyun-ah…"

"Ne?"

"Cepatlah sehat seperti dulu. Setelah itu, aku akan mengajakmu ke tempat-tempat yang menyenangkan."

"Maksudmu, ke tempat-tempat makan yang enak?"

"Kenapa kau bisa tahu?" Changmin memasang wajah takjub.

Kyuhyun memutar matanya. "Yang aneh itu kalau aku tidak tahu. Bahkan semua orang tahu apa kesukaan Shim Changmin."

Changmin meringis malu. "Aku juga suka jika sahabatku merasa senang."

Kali ini Kyuhyun yang tertegun.

"Kyuhyun-ah, rasanya sepi jika kita berdua saja. Aku punya rencana untuk memasukkan orang lain ke dalam grup kita. Syaratnya, mereka harus bisa membuatmu senang."

"Mwo? Grup?" Kyuhyun mencoba mengingat sejak kapan mereka menjadi sebuah grup.

"Kita namakan kelompok itu: Kyu-line."

"MWO?" Suara Kyuhyun semakin keras. Ia mengamati apakah Changmin tengah bergurau. Tapi wajah sahabatnya itu sangat serius.

"Syaratnya, mereka harus bisa membuatmu merasa senang. Karena itu namamu yang dipakai."

"Changmin-ah kau ini aneh."

Changmin tergelak. "Ngomong-ngomong, aku sudah punya 1 calon."

"Aku mengenalnya?" Kyuhyun mulai merasa tertarik.

"Kau mengenalnya."

"Oh ya?"

"Dia akan debut bulan ini."

"Sepertinya aku mengenalnya." Kyuhyun berpikir. "Apa dia tampan?"

"Tentu saja. Anggota Kyu-line harus tampan, pintar, suka bermain game, dan menyukai wine."

Kyuhyun mengerucutkan wajahnya antara senang dan bingung.

Kenapa kau memilihnya? Belum tentu dia mau."

"Pasti mau. Dia bilang, dia sangat menyukaimu. Begitu aku dengar dia berbicara seperti itu, aku mulai mengamatinya, lalu terpikir untuk membuat Kyu-line."

"Changmin-ah."

"Ne?"

"Aku pikir DBSK sunbae-nim sangat sibuk. Ternyata kalian masih kurang sibuk eoh? Bisa-bisanya kau memikirkan hal aneh seperti itu."

"Tapi kau suka kan?"

Kyuhyun berpikir sejenak. "Tidak buruk juga."

"Aku tahu kau pasti suka." Changmin tertawa senang.

Pintu terbuka, kali ini dengan pelan. Seorang dokter masuk. Ia dibantu perawat melakukan pengecakan terakhir, sehingga Changmin berdiri menyingkir di sisi kamar. Manager SJ M yang baru saja muncul bersama Zhoumi, membantu menerjemahkan apa yang dikatakan dokter.

"Kondisimu semua normal, tadi hanya mengalami sedikit shock akibat tekanan berlebih. Lain kali tolong berhati-hati."

Kyuhyun mengangguk.

"Kalau begitu, aku boleh pulang?"

"Tidak masalah." Manager SJ M memberitahu apa yang dikatakan sang dokter.

"Mwo? Tidak masalah ? Boleh pulang?" Changmin kebingungan.

"Ne, aku boleh pulang. Aku tidak sakit kok, hanya melakukan check up." Kyuhyun melompat dari ranjang. Ia mulai mengenakan pakaiannya kembali, melepaskan baju rumah sakit yang tadi dipakainya untuk melakukan check up.

Zhoumi membantu memeriksa apakah ada barang milik Kyuhyun yang tertinggal.

"Tapi…tapi…" Changmin menatap bingung.

Manager SJ M lebih dahulu keluar untuk memeriksa jika ada administrasi lain yang perlu dilakukan. Ia sempat merasa cemas ketika Zhoumi kembali ke dorm dan memberitahu bahwa Kyuhyun ditemani oleh Changmin. Karena itu ia bergegas kembali. Zhoumi yang merasa bersalah karena meninggalkan Kyuhyun dan Changmin yang sama-sama tidak menguasai bahasa mandarin, ikut kembali ke rumah sakit bersama manager SJ M.

"Gui Xian, aku menunggu di mobil." Zhoumi bergegas menuju halaman parker, meninggalkan kedua sahabat itu.

"Mereka memintaku menunggu sambil berbaring di kamar." Kyuhyun mengenakan jaketnya. "Changmin-ah, kau tahu perjanjian awal kita?"

"Yang mana?"

Bukan menjawab, Kyuhyun justru meraih HP-nya, lalu menekan nomor yang akan menghubungkannya dengan Jaejoong. "Kalau kita bisa mengerjai yang lain, maka poin nya akan sangat besar: 2500. Kau ingat?"

"Lalu?"

"Aku sudah mendapat poin 2500 kedua. Kau tertipu."

"Mwo? Itu tidak adil! Aku benar-benar mencemaskanmu dan kau menganggap itu poin? Kyuhyun-ah! Yak! Kyuhyun-ah!" Changmin mengejar Kyuhyun yg meraih ranselnya dan berjalan ke luar kamar. Ia tergopoh-gopoh membereskan barang bawaannya.

"Kau dengar itu, Jaejoong hyung? Poinku kini 5000." Kyuhyun mengukir smirknya ketika mendengar teriakan dari seberang sana, tak kalah keras dengan teriakan Changmin di belakangnya.

.

.

"Tidak bisa dibenarkan!" Jaejoong melempar dirinya ke sofa. Meski kesal, ia tetap duduk dengan anggun. "Yang aku maksud, dia harus mengerjai hyungdeulnya untuk mendapat nilai lebih tinggi, tapi dia…dia malah mengerjai uri magnae."

"Benar-benar evil magnae." Junsu ikut ternganga tak percaya.

"Jae-ah, lain kali berpikirlah dulu sebelum menantang Kyuhyunie." Yunho mencoba memberi nasihat.

"Ah, aku semakin menyukai anak itu." Yoochun tergelak. "Kajja, mana uang kalian. Aku yang menang."

.

.

Di mobil, Kyuhyun memperhatikan Changmin yang terlihat sangat lelah. Saat ini mereka berada di mobil the scary manager.

"Zhoumi ge, adakah tempat yang bisa aku dan Changmin kunjungi sebelum kita ke dorm?"

Zhoumi memandang Kyuhyun sejenak, lalu melirik kepada Changmin.

"Di Wuhan, banyak sekali tempat pijat. Nyaris terlalu banyak. Ada tempat pijat yang legal dan bersih. Bukan tempat di mana penghibur wanita bisa dipanggil. Aku akan mengantar kalian ke salah satunya. Tempat ini punya pemijat yang handal. Bisa menghilangkan lelah dan stress."

"Kyuhyun-ah, aku jauh-jauh ke sini bukan untuk dipijat. Tapi…"

"DIamlah, Changmin-ah. Aku yakin Zhoumi ge tahu tempat di mana kamu bisa memulihkan tubuhmu sambil tetap bercakap-cakap denganku. Bukankah begitu, Zhoumi ge?"

"Tenang saja." Zhoumi tersenyum.

.

.

Malam sudah sangat larut ketika Kyuhyun dan Zhoumi kembali. Semua member menyambut mereka. Tak ada yang mengantuk karena sudah tidur sepanjang siang tadi. Mereka memang menunggu kedatangan Kyuhyun. Manager hyung sudah memberitahu bahwa Kyuhyun tidak perlu menginap di rumah sakit.

Changmin diantarkan oleh the scary manager kembali ke bandara karena DBSK akan menuju Taiwan tanggal 9 Mei nanti. Berkat tempat yang dipilih Zhoumi, Changmin bisa beristirahat dengan nyaman, bahkan tenaganya terasa pulih akibat peredaran darah di tubuhnya yang kembali lancar. Namja itu semakin yakin bahwa bersama Kyuhyun sebentar saja membawa pengaruh baik untuknya. Meski harus kembali ke Jepang setelah beberapa jam di China, ia tidak menyesal.

"Syukurlah." Hankyung merasa lega mendengar penjelasan Zhoumi mengenai kondisi Kyuhyun, sementara yang dibicarakan langsung masuk ke dalam kamar.

Namun beberapa menit kemudian, keenam namja itu terkejut saat Kyuhyun menaruh semua barang Siwon di luar kamar.

"Gui… Gui Xian, ada apa ini?" Siwon bertanya dengan panik, namun ia menelan ludah ketika Kyuhyun memandang tajam ke arahnya.

"Donghae hyung!" Kyuhyun berteriak keras, membuat Donghae bergegas menghampirinya. "Aku ingin tidur dengan Donghae hyung. Aku tidak mau sekamar dengan Siwon hyung!"

"Mwo? Tapi, Kyuhyunie…."

Kyuhyun melemparkan death glare paling tajam yang bisa ia buat. "Aku benci rumah sakit! Aku tidak mau tidur sekamar dengan orang yang memaksaku berada di rumah sakit!" Kyuhyun menarik Donghae dan membanting pintu kamar.

"Hyung…." Siwon memandang Hankyung dengan pandangan memelas.

"Mianhe, Siwonie. Aku pikir tak apa kalian berganti kamar." Hankyung bergegas meninggalkan Siwon. Siwon mencoba mengetuk namun Kyuhyun maupun Donghae tidak membukakan pintu. Ia terpaksa pindah sekamar dengan Zhoumi.

.

.

9 mei 2008

Kyuhyunie, gomawo sudah menjadi bagian dari kami.

Darimu hyung belajar, bagaimana seharusnya seorang idola itu tampil.

Seorang idola tidak bisa dan tidak boleh menoleh ke belakang.

Meski pun saat itu punggung mereka ditikam, dilukai, bahkan dipotong sekalipun,

mereka tetap harus memandang ke depan dan menatap fans mereka dengan senyum.

Mereka tidak boleh membuat fans mereka khawatir dan menangis.

Kyuhyunie, kau boleh menyembunyikan semua sakitmu dari fans…

tapi hyung mohon, kau harus membaginya dengan kami, arra?

Kita semua akan saling berbagi beban.

Saengil chukka hamnida, uri magnae.

.

Kyuhyunie membaca kertas dari Eunhyuk itu dengan perasaan terharu. Setiap kali ia merasa lemah, ia selalu membuka celengan beruangnya, mengeluarkan kertas-kertas kecil itu dan membacanya satu per satu. Bukan hanya menguatkan, hadiah ulang tahunnya juga mengobati perasaan rindunya kepada member SJ yang berada di Korea.

TOK TOK TOK

"Hyung, boleh aku masuk?" Ketukan di pintu dan suara Henry membuat Kyuhyun bergegas memasukan kertas-kertas itu, dan meletakkan celengannya kembali ke dalam ransel yang teronggok di atas nakas. Ia menepuk pipinya sejenak agar apapun mimik yang tergambar di sana menghilang.

"Masuklah!" seru Kyuhyun.

Ia sudah memasang senyum dan wajah cerahnya ketika Henry masuk sambil membawakan minuman dan makanan ringan. Dongsaengnya itu terlihat memandang tiang infuse sejenak sebelum mendekat dan duduk di sisi tempat tidur. Henry meletakkan piring dan gelas setelah menyingkirkan ransel Kyuhyun ke lantai. Mereka baru saja tadi pagi di Changsha.

"Sampai kapan hyung seperti ini?" Henry memandang Kyuhyun dengan wajah sedih. Digenggamnya tangan Kyuhyun yang tidak tertusuk jarum infuse. Wajahnya merengut saat Kyuhyun tersenyum. "Kenapa hyung malah tersenyum? Apakah tidak sakit? Aku tidak mau SJ M membuat Kyuhyun hyung tersiksa seperti ini."

"Aniyo. Hanya 3 jam setiap beberapa hari," jawab Kyuhyun dengan nada suara dan mimik yang lucu. Ia melepaskan genggaman tangan Henry dan mencubit pipi montok dongsaengnya dengan gemas. Namun Henry tetap terdiam. "Ini tidak menyakitkan. Lama-lama hyung jadi terbiasa. Apalagi, dengan menerima terapi ini, stamina dan kondisiku lebih terjaga, jadi bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik. Itu sangat menyenangkan. Apakah kau tidak melihat hyung sangat senang?"

"Aku tahu…tapi…" Lagi-lagi Henry melirik tiang infuse dan tangan Kyuhyun yang tertusuk jarum. Ketika ia memandang Kyuhyun, hyungnya itu tengah tersenyum lembut ke arahnya. Hati Henry berdesir melihat Kyuhyun tampak sedih.

"Suatu saat, aku akan benar-benar menjadi hyung yang baik, yang bisa menjaga dan mendukung dongsaengnya. Mianhe, Henry-ah, seharusnya aku yang menggendongmu, bukan kau yang memapahku. Aku belum bisa menjadi hyung yang baik untukmu."

"Mwo?! Tidak. Itu tidak benar." Henry menatap dengan cemas. Ia merutuki dirinya yang sudah membuat Kyuhyun bersedih.

"Aigoo…. Kenapa kau serius sekali?" Kyuhyun tergelak.

.

Kyuhyun masih tersenyum lebar ketika Ryeowook masuk menggantikan Henry menemaninya. "Apa yang kau lakukan sehingga Henry-ah merengut, Kyuhyunie?"

"Hanya godaan kecil agar dia tidak terlalu serius." Kyuhyun mengukir evil smirk-nya dengan puas.

Ryeowook tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia duduk di sebelah Kyuhyun dengan wajah cerah.

"Di media sosial, fans DBSK sunbaenim heboh karena Changminie. Mereka sedang menuju Taiwan. "

"Oh ya? Apa yang dia lakukan? Merobek kaosnya di bandara?"

Ryeowook tertawa keras mendengar tebakan Kyuhyun. Ia mengibaskan kedua tangannya sambil terus tertawa.

"Tidak seperti itu. Changminie melambaikan tangan."

"Melambaikan tangan?" Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Apa yang aneh?"

"Kyuhyunie, kau tidak mengenal Changminie eoh? Dia sangat dingin kepada para fansnya. Mereka sampai mengatakan bahwa mood Changmin sangat bagus hari ini karena ia melambaikan tangan kepada para fans." Ryeowook tertawa kecil.

"Ck, aku akan mengajarinya bersikap lebih ramah lagi lain kali."

Kyuhyun mencoba membetulkan letak bantalnya. Ryeowook dengan sigap membantu dongsaengnya itu.

"Gomawo, Ryeowookie."

Ryeowook kini duduk di sisi tempat tidur, memperhatikan telapak tangan Kyuhyun yang ditusuk dengan jarum infuse. Dengan hati-hati ia mengelus sisi kiri dan kanan tusukan jarum itu. Kyuhyun tidak menolak. Ryeowook sudah sering melakukan hal itu untuk meringankan rasa sakit dan kaku di telapak tangannya.

"Ryeowookie, tadi rasanya sakit sekali. Seharusnya lama-lama aku menjadi kebal. Bukankah begitu? Tapi aku merasa, tanganku malah semakin peka…"

"Begitukah? Kasihan uri Kyuhyunie." Ryeowook tidak menggodanya. Ia benar-benar tersenyum tulus, menepuk kepala Kyuhyun pelan, memberitahu bahwa ia mengerti. Hal itu yang sangat Kyuhyun sukai dari Ryeowook. Hyungnya selalu memberikan perhatian sebanyak yang ia mau, mendengarkan semua keluhannya dengan serius meskipun kadang ia melakukan itu hanya untuk diperhatikan.

Ryeowook tersenyum ketika Kyuhyun tertidur. Dongsaengnya itu sering tiba-tiba tertidur, baik saat menonton televisi ataupun saat mereka tengah bercakap-cakap. Ia merasa sedih melihat Kyuhyun harus menjalani kegiatan mereka dengan ditopang pengobatan rutin. Walau tidak diucapkan, ia tahu hal itu sangat berat bagi Kyuhyun.

"Meski aku harus menangis setiap hari, aku tak keberatan…. Aku tidak akan mencegahmu naik ke panggung, meski itu membuat hatiku sangat cemas." Ryeowook mengulang janji yang pernah ia ucapkan. "Jadilah sehat, Kyuhyunie. Selalu menjadi Kyuhyun yang penuh kegembiraan. Saranghae." Ryeowook berbisik.

.

.

Waktu menunjukan pukul 4 sore ketika Kyuhyun terbangun. Ia mengeluh dengan keras ketika infuse masih bertengger di tangannya. "Kenapa belum habis? Kenapa hari ini lambat sekali?"

"Kyuhyunie."

Panggilan itu membuat Kyuhyun menoleh ke arah pintu.

Donghae masuk dengan senyum lebar. Ia meraih laptopnya yang tergeletak di atas tempat tidur, kemudian duduk di ranjang, di sisi Kyuhyun. "Aku punya sesuatu untukmu."

Donghae membuka sebuah file berjudul 'Soneul Jabayo'. Tak berapa lama, sebuah MV itu terlihat memenuhi layar, diiringi musik yang menyenangkan. Kyuhyun memperhatikan dengan diam, sementara perasaan bercampur-aduk di dalam hatinya. Donghae melirik dongsaengnya dan tersenyum penuh arti.

"Kita putar sekali lagi, lalu nyanyikan bersama-sama, arrachi?"

Kyuhyun tetap diam ketika Donghae meletakkan laptopnya di atas nakas, memperkeras volume lagu dan mulai bernyanyi.

.

Pogihaji marayo tto jeolmang hajido mayo

(Jangan menyerah. Jangan putus asa)

Geudaegyeoten naega isseoyo soneul jabayo

(Kamu memiliki aku di sisimu, memegang tanganmu.)

.

Donghae bernyanyi sambil menarik tangan Kyuhyun yang tidak ditusuk jarum infuse dan menggenggamnya. Kyuhyun mau tak mau tersenyum merasakan kehangatan tangan hyungnya itu. Namun keningnya berkerut ketika Donghae melepasnya, turun dari kasur, dan berputar ke sisi lain ranjang.

.

Terbang! Terbang! Cobalah untuk terbang! Kita semua bersama-sama, OK!

Percaya satu sama lain. Lakukan semua bersama-sama. Ciptakan keajaiban.

Memiliki perasaan yang sama, ide yang sama.

Hanya saat ini, hanya kita.

Come on! Now! Ready go!

.

Sambil menirukan rap yang dilakukan oleh Eunhyuk dan member SJ lainnya dalam MV itu, Donghae menarik Kyuhyun berdiri, sedikit berhati-hati agar selang infuse tidak tertarik oleh tindakannya.

.

Kadang kita sering merasa sendiri.

Kadang kita sering berhenti dan takut untuk melangkah maju.

Sekarang kamu tidak perlu takut lagi, karena aku ada di sini.

.

Merasa putus asa, pikiran menjadi buntu.

Merasa sakit, pandangan menjadi tertutup.

Luka, kebencian, rasa sakit, semua bercampur menjadi satu.

Tak seorangpun bisa dipercaya.

.

Tersenyumlah.

Buang semua itu.

Kebahagiaan sangat sederhana.

.

Kyuhyun tertawa melihat Donghae yang masih saja bernyanyi mengikuti MV.

.

Pogihaji marayo tto jeolmang hajido mayo

(Jangan menyerah. Jangan putus asa)

Geudaegyeoten naega isseoyo, soneul jabayo

(Kamu memiliki aku di sisimu, memegang tanganmu.)

.

Mata Donghae berbinar mendengar Kyuhyun ikut menyanyikan reff nya.

.

Useoyo .

(Tersenyumlah.)

Nanwoyo.

(Buang semua itu.)

Haengbogeun swiun geoeyo.

(Kebahagiaan sangat sederhana.)

.

Kedua hyung dan dongsaeng itu kini menyanyi dengan keras diselingi suara tawa. Mereka menoleh dengan wajah pucat ketika member SJ M yang lain masuk karena keributan yang mereka buat.

.

Hidup ini begitu keras

Setiap kali kau merasa sangat lelah,

Lihatlah orang-orang yang berada di sisimu untuk mendukungmu

.

Donghae dan Kyuhyun tertegun ketika Ryeowook melanjutkan lagu tersebut. Tampaknya Yesung sudah mengirimkan MV itu kepadanya juga.

.

Lihatlah kami...

Ini semua belum berakhir.

Ini baru saja dimulai.

Kami sudah berdiri di sini untukmu.

.

Hankyung dan Siwon tidak mau tertinggal. Mereka mencoba mengikuti lirik lagu itu. Hankyung merangkul Zhoumi dan Henry, membuat kedua member SJ M tersebut merasa terharu. Mereka tahu, semua yang lain selalu berada di sisi mereka untuk mendukung.

.

Tetapi aku tahu

Aku tidak sendirian

Dunia ini masih hangat

.

Jangan menyerah

Jangan putus asa

Kamu memiliki aku di sisimu, memegang tanganmu.

.

Tutup matamu.

Dengarkan suara hatimu .

Tidak peduli masalah apapun,

hidupkan pengharapan yang besar dalam hatimu

.

Jangan menyerah

Jangan putus asa

Kamu memiliki aku di sisimu, memegang tanganmu.

.

Tersenyumlah.

Buang semua itu.

Kebahagiaan sangat sederhana

.

Ketujuh namja itu tersenyum lebar saat MV berakhir. Wajah-wajah lelah itu kini tampak bersemangat.

"Sejujurnya, aku tidak meragukan semangat hyungdeul di Korea. Tetapi, apakah mereka baik-baik saja di marathon nanti?" Ryeowook tiba-tiba mencetuskan pikiran yang mengganggunya selama ini.

"Ne, 70 km bukan hal yang mudah, apalagi kita ini bukan atlit yang berolahraga dengan teratur." Siwon ikut tercenung.

"Meski harus menahan sakit bahkan menangis, aku yakin hyungdeul akan menyelesaikan 70km itu tanpa mundur sedikitpun." Kyuhyun mencoba menenangkan member yang lain.

"Kau benar, Kyuhyunie." Hankyung mengangguk. "Meski itu sangat berat, mereka tidak akan berhenti di tengah jalan."

"Aku juga tidak akan berhenti di tengah jalan." Zhoumi tertawa lebar ketika semua menoleh ke arahnya. "Suatu saat, pasti aku dan Henry akan diterima dengan baik oleh fans SJ."

"Itu karena kalian juga fans SJ." Donghae tertawa ketika wajah Zhoumi tampak memerah. "Karena kalian berdua, SJ tidak perlu khawatir akan apapun."

"Benar. Tadi di studio, beberapa fans juga membawa benda bertuliskan namaku dan Zhoumi ge." Henry tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

"Soal marathon, soal papan nama dan sebagainya, kalian lanjutkan besok. Semua segera kembali ke kamar dan beristirahat." Hankyung tersenyum ketika dengungan protes terdengar di sekitarnya.

"Hyung, acaranya dimulai 1 jam lagi di Korea. Ijinkan kami menonton, hyung. Acara itu disiarkan langsung di radio dan media internet. Kita bisa menontonnya." Kyuhyun memandang Hankyung penuh harap, begitu pula yang lain.

"Baiklah. Hyung rasa, menonton tidak masalah. Tapi kalian harus berjanji, hanya sampai tengah malam, arrachi? Besok kita harus ke Window of The World untuk acara Bravely Going Forward."

"Taman bermain!"

Hankyung tak dapat menahan tawa melihat keenam wajah yang antusias itu. Window of The World merupakan salah satu taman bermain yang terkenal di China. DInamakan seperti itu karena di dalamnya dibagi menjadi wilayah Asia, Eropa, Oceania, Afrika, dan Amerika. Sesuai wilayah, tersedia miniatur khas tiap wilayah seperti candi borobudur, Skyscrapers, Taj Mahal, menara Eiffel , dan banyak lagi.

"Semua bergegas menuju ruang duduk, bersiap menonton siaran lewat streaming.

"Akh! APPO!"

"Aigoo… Kyuhyunie!" Ryeowook bergegas menghampiri. Kyuhyun lupa tangannya masih terhubung oleh infuse. Ia melompat bersama yang lain, akibatnya alat itu tertarik dengan keras.

"Ini harus ditusuk ulang," gumam Siwon, setelah memastikan alat itu masih terpasang dengan baik.

"ANDWAE! Shi Yuan sha qua!"

Semua tergelak melihat wajah Kyuhyun yang pucat pasi mendengar usulan Siwon. Semua topengnya terbongkar sudah. Kyuhyun hanya bisa merutuk ketika Henry tertawa dengan keras melihat reaksinya.

Keributan mereda ketika dokter masuk untuk memeriksa. Memang sudah waktunya alat itu dicabut. Dengan perasaan lega karena tidak perlukan pemasangan ulang, Kyuhyun bergabung dengan yang lain setelah mendapat kompres ringan pada bekas infuse di telapak tangannya.

Semua bersorak ketika Kyuhyun berhasil memunculkan siaran Marathon 24-Hour di layar. Namja itu kembali berkutat dengan peralatan di tangannya, mencoba menghubungkan semua laptop yang mereka punya sehingga bisa melihat dengan jelas tanpa berdesak-desakan.

Semua mengikuti dengan perasaan antusias.

.

.

Jam 18.00 KST, Leeteuk, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin dan Eunhyuk memulai kegiatan marathon mereka dari Cheonggyecheon Plaza di pusat kota Seoul. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian acara '24-Hour Marathon of Hope' yang diselenggarakan oleh SBS.

Selama 24 jam mereka akan mengelilingi Seoul untuk mendorong warga ikut serta dalam pengumpulan dana. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mempertahankan keberadaan sekolah Mongolia yang terancam ditutup karena kekurangan dana. Keenam namja tersebut berhenti hanya untuk beristirahat sejenak dan makan. Mereka juga melakukan beberapa wawancara selama kegiatan berlangsung.

Acara ini sudah dimulai sejak awal 1 April di Gangnam, Seoul. Super Junior bersama SS501, SNSD, Jewelry, Brown Eyed Girls, Lee Hyun (5tion), dan T G U(2) menyanyikan lagu 'We Are The World' dalam bahasa Korea. Mereka juga melakukan rekaman lagu Soneul Jabayo. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat. Mereka percaya grup-grup idola tersebut akan menghasilkan kolaborasi yang indah untuk kegiatan amal ini.

Meski Super Junior berusaha tetap ceria sepanjang perjalanan, perlahan rasa penat dan lelah mulai dirasakan oleh mereka.

"Super Junior! Yeurobeon!" MC yang bertugas mengawal acara dari atas panggung, mencoba mendapat kabar mengenai Super Junior. Tapi tak satupun member SJ yang mendengar. Mereka melepaskan earphone yang terhubung dengan panggung utama, berfokus pada apa yang tengah mereka lakukan.

MC akhirnya kembali memimpin acara di panggung utama, di mana banyak penyanyi akan bergiliran mengisi acara selama 24 jam.

Antusiasme masyarakat di Korea tergugah. Bukan hanya fans yang ikut mengiringi Super Junior. Para ajumma mendirikan tenda di tempat- tempat tertentu untuk menyambut mereka. Sungmin menghampiri seorang ajumma yang langsung memberikannya beberpa potong timun dingin untuk dimakan. Sungmin membagikannya kepada member yang lain. Mentimun selain menghilangkan bau mulut, juga berguna untuk menghilangkan rasa haus.

"Ini terlalu berat untuk mereka," kata sang ajumma yang memberikan mentimun lagi. Namun ia berharap keenam namja itu sukses menyelesaikan tugas mereka.

Seruan-seruan penyemangat datang bukan hanya dari para fans, tapi orang-orang yang berlalu lalang di jalan yang mereka lalui. Sesekali mereka menghampiri penonton yang berkumpul di pinggir jalan untuk mengumpulkan sumbangan secara langsung.

Situasi bertambah menekan saat satu per satu dari mereka membutuhkan penanganan pada bagian kaki. Sungmin dan Leeteuk diberi penghangat, namun Yesung mengalami cedera cukup serius.

"Ini bukan apa-apa. Aku tetap ikut!"

Yesung bersikeras kepada bagian kesehatan yang menanganinya. Setelah kakinya dibalut, Yesung dengan terpincang-pincang kembali berjalan bersama member lainnya. Leeteuk memijat bahu dan punggung Yesung untuk mengurangi kelelahan dongsaengnya itu.

Hari sudah mendekati tengah malam ketika Yesung merasa kakinya semakin sakit. Keringat dingin mengalir begitu deras karena ia menahan rasa sakit itu sambil terus berjalan. Namun seberapa besarpun usahanya untuk bertahan, Yesung akhirnya harus menyerah. Tubuhnya limbung, dan pandaangannya menjadi gelap dan kesadarannya menghilang.

"Sunggie!" Leeteuk yang sering berada di belakang member lainnya langsung meraih tubuh Yesung yang terjerembab ke jalan. Semua berbalik menghampiri keduanya. Dengan panik Leeteuk menepuk-nepuk pipi Yesung. Mata dongsaengnya itu terpejam rapat. "Sunggie…ireona," bisik Leeteuk menahan tangis.

Manager hyung yang menemani mereka sepanjang marathon, bergegas memanggil euisa. Yesung dinyatakan harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

"Kalian lanjutkan, biar aku yang membawanya ke rumah sakit," kata Manager hyung.

.

"Ommo…. Yesung hyung!" Ryeowook tak kuasa menahan tangis ketika mendengar kabar itu. Meski siaran tidak memperlihatkan saat Yesung terjatuh, hanya 5 member yang muncul di panggung sudah cukup meyakinkan mereka akan berita tersebut.

Selama marathon 70 km, memang ada beberapa titik di mana panggung didirikan untuk menghibur warga kota sekaligus tempat pengumpulan dana. Walau tengah mencemaskan Yesung, kelima meber yang lain tampil dengan penuh senyum di atas panggung untuk para penonton yang sudah hadir.

Meski mereka tidak bisa mendampingi Yesung saat ini, mereka yakin Yesung akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi mereka, yaitu melanjutkan semua tugas, sehingga terkumpul dana yang cukup untuk menyelamatkan kelangsungan asrama Mongolia.

Kyuhyun menatap diam HP-nya. Ia ingin sekali menghubungi Yesung, namun ia tahu, saat ini tidak aka nada yang mengangkat teleponnya.

Di siaran yang mereka ikuti, kelima member Super Junior bersantap malam di tenda yang disediakan untuk mereka tidur malam itu.

"Sangat lelah." Shindong mengakui saat seorang reporter mewawancarainya. Namun senyuman tidak menghilang dari wajah moodmaker SJ itu. "Aku tidak tahu bagaimana orang bisa melakukan marathon dengan mudah. Ini sangat sulit. Kakiku terasa berdenyut setiap melangkah. Dan itu sangat mengganggu."

"Terima kasih buat perhatian dari penonton," kata Eunhyuk saat ia diwawancara." Banyak orang memberikan kami dukungan. Itu sangat menyentuh. Aku berharap kalian semua akan membantu usaha kami."

Sementara member Super Junior beristirahat, perjuangan mereka membuat banyak warga tergerak untuk menyumbang. Bahkan ada seorang siswa yang menyumbangkan tabungan yang ia kumpulkan selama ini tanpa merasa ragu sedikitpun.

.

"Kita sama-sama berusaha untuk sekolah anak-anak. Itu sangat…" Donghae tidak dapat meneruskan kata-katanya. Ia ingin bisa bersama-sama dengan yang lain di sana, namun mereka kini terpisah begitu jauh. Apa yang sama-sama sedang mereka perjuangkan, merupakan satu-satunya hiburan untuknya saat ini. "Besok, kita harus memenangkan 400.000 RMB lagi. Benar kan hyung?"

Hankyung tersenyum dan mengangguk. "Tidak 100.000 RMB pun boleh lolos dari tangan kita."

Ketujuh member itu saling berpandangan dengan tekad yang sama. Seperti member yang di Korea, mereka juga akan berjuang semaksimal mungkin.

"Sudah tengah malam. Sebaiknya kalian semua tidur." Hankyung bangkit berdiri.

"Tapi, hyung…" Siwon memandang layar, di mana member SJ tidur dalam tenda yang cukup terbuka, di tepian sungai Han.

"Aku juga masih ingin menonton," gumam Henry.

Zhoumi mengangguk setuju.

"Saat melihat teman satu tim tengah berjuang untuk mencapai tujuan mereka, yang kita perlu lakukan bukanlah menonton." Kata-kata Kyuhyun membuat semua menoleh ke arahnya. "Yang kita harus lakukan adalah berjuang dengan tekad yang sama untuk mencapai tujuan. Itu yang dinamakan 'The One'. Kita buktikan bahwa Super Junior masih menjadi satu. Jadi ikutilah kata Hankyung hyung. Percayakan semua sisanya kepada hyungdeul yang berada di Korea."

Kyuhyun menunjuk ke arah jam dinding sambil tersenyum meringis. "Besok, mereka akan menyelesaikan tugas pada jam 6 sore waktu Korea. Kita juga akan menyelesaikan recording di sekitar waktu yang sama. Bukankah itu kebetulan yang luar biasa?"

"Sangat luar biasa."

Ryeowook memeluk Kyuhyun dengan gembira. Ia merasa senang mendengar semua itu. Kali ini, tak ada yang protes saat siaran dimatikan. Semua beranjak menuju tempat tidur masing-masing, bersiap untuk acara besok.

.

.

Sementara itu di Korea, kelima member Super Junior mendapat kesempatan tidur. Kondisi tenda sangat minim dengan tempat tidur yang biasa ada di tempat pemijatan umum dengan selimut yang tidak terlalu tebal. Di tengah cuaca tepian sungai Han yang dingin, sekitar 7 derajat celcius, mereka mencoba untuk tidur sebelum melanjutkan marathon 24 jam tersebut.

Kangin bergolek gelisah. Ia tidak bisa tidur, padahal manager hyung dan yang lain sudah tertidur karena kelelahan. Ia menarik selimut tipis yang mereka pakai untuk menahan dingin. Namun angin di tepi sungai Han berhembus masuk ke tenda yang setengah terbuka itu.

"Hyung, belum tidur?" Suara itu membuat Kangin menoleh. Sungmin berbaring menghadapnya dengan wajah cemas. "Ada yang bisa aku lakukan untuk Hyung?"

Kangin tidak menyahut. Ia meletakkan kedua tangannya sebagai bantal, menerawang ke langit-langit tenda.

"Hyung, aku…."

"Kau ini!" Kangin menggeram dengan suara sekecil mungkin. Ia mengerang saat melihat wajah Sungmin tampak kuatir karena sudah membuatnya marah. "Kau ini kalau bicara ya bicara saja! Sebagai laki-laki, kau tidak perlu sungkan mengatakan isi pikiranmu! Aku tidak tahan dengan sikapmu yang serba sungkan itu."

Sungmin tidak menjawab. Ia memilih berbaring terlentang. Ingin rasanya ia membelakangi Kangin, namun Sungmin merasa itu akan terasa tidak sopan.

"Saat seperti ini, pasti menyenangkan jika ada Hyun-ah."

Kata-kata Kangin membuat Sungmin kembali memperhatikan hyungnya itu. Kangin tertawa pelan dan menoleh ke arah Sungmin yang masih memperhatikannya.

"Aneh bukan? Aku baru mengenalnya 2 tahun, tapi aku lebih dekat dengannya dibandingkan denganmu, padahal kita sudah berkenalan selama 6 tahun."

Sungmin tersenyum lembut. "Ini bulan Mei, hyung. Dua tahun lalu, Kyuhyunie masuk di tengah-tengah kita, dan aku menolaknya."

"Begitupun aku."

Untuk pertama kalinya malam itu, Sungmin dan Kangin tersenyum untuk hal yang sama.

"Kalau sifat Teuki hyung mampu merangkul semua sifat kita yang berbeda dari luar, Hyun-ah mampu merekatkan kita semua dari dalam. Anak ajaib. Entah bagaimana, dia bisa dekat dengan kita semua."

"Bukankah dia memang miracle, hyung?"

Kangin memandang Sungmin, kemudian mengangguk setuju. "Aku ingin mengajaknya minum saat dia di Korea nanti."

Sampai beberapa saat, tak satupun dari mereka berbicara. Sungmin akhirnya berbalik dan mencoba memejamkan matanya. Ia tahu, dirinya dan Kangin tidak pernah bisa berbicara dengan baik. Begitu pula Shindong dengan Donghae, juga Eunhyuk dengan Heechul.

Hyungdeul is mine! Sungmin tersenyum teringat kata-kata yang sering diteriakan Kyuhyun. Kyuhyun cemburu dengan Hongki yang dekat dengan Heechul, cemburu dengan Sooyoung yang bertugas di Chunji bersama Sungmin, bahkan cemburu dengan para kru yang sering diajak Ryeowook berbincang-bincang.

Namja itu tersenyum teringat 2 bulan lalu saat Chunji merayakan hari ke 100, Kyuhyun mendapat komplain dari Sooyoung karena bersikap dingin pada yeoja itu. Semua hanya karena Sooyoung dekat dengan Sungmin di Chunji. Namun Kyuhyun segera meminta maaf atas sikapnya.

Kyuhyunie, kami semua merindukanmu. Sebelum minum bersama Kangin hyung, kau harus minum bersamaku, arrachi? Hyung akan siapkan wine yang bagus. Cepatlah kembali, uri magnae.

Merasa puas dengan idenya, Sungmin pun tertidur, meninggalkan Kangin yang masih terjaga.

.

.

Yesung sadarkan diri dan menemukan dirinya tengah berada di rumah sakit. Ia sontak bangun namun akhirnya meringis karena kakinya tertarik. Manager hyung yang bertugas mendampinginya, langsung mendorong Yesung agar kembali berbaring.

"Manager hyung, di mana yang lain?"

"Mereka sedang tidur di tenda. Masih menjalani acara Marathon."

"Manager hyung, aku harus ikut." Yesung mencoba bangun, namun manager hyung kembali memaksanya berbaring.

"Mianhe, tidak bisa, Yesung sshi."

"Aku member tertua setelah Teuki hyung saat ini. Aku ingin berada di sana mendukungnya." Yesung bersikeras.

"Yesung sshi, kau tidak akan melakukan apa-apa di sana dengan kaki seperti ini." Manager hyung menjawab dengan tegas. "Jika kau ingin mendukung, beristirahatlah di sini. Jika kau mau, aku akan mengantarmu di acara penutupan. Tapi kau harus beristirahat selama mungkin."

"Tapi…."

"SJ membutuhkanmu. Jika karena acara ini kau tidak bisa berdiri di panggung, apakah itu yang kau sebut membantu?"

Yesung terdiam. Ia tahu apa yang manager hyung katakan sama sekali benar. Namun hati kecilnya tidak menerima. Ia ingin berada di sana bersama Leeteuk dan dongsaengdeul.

"Aku bawakan beberapa keperluanmu. Mungkin kau membutuhkannya untuk membunuh sepi." Manager hyung mengamati Yesung yang mengeluarkan music player, earphone, juga HP dari dalam tas kecil yang ia berikan. Tak satu katapun keluar dari mulut Yesung. "Aku akan keluar mencari kopi. Kau ingin menitip sesuatu?"

Yesung menggeleng. Tak sedikitpun menoleh kepada manager hyung.

"Baiklah. Aku pergi dulu."

Yesung menoleh ke arah pintu yang tertutup. Begitu hanya seorang diri di ruangan itu, Yesung menangis. Ia sangat sedih karena manager hyung tidak mengijinkannya kembali ke tempat marathon berlangsung.

Tiba-tiba HP nya bergetar. Yesung membiarkan benda itu hingga hatinya sedikit tenang. Namun HP telah berhenti bergetar ketika ia meraihnya. Yesung mengerutkan kening melihat begitu banyaknya panggilan tak terjawab di layar. Cho Kyuhyun.

Yesung memanggil balik panggilan tak terjawab itu. Dalam deringan pertama, Kyuhyun sudah menjawab panggilannya.

"YESONG!"
Yesung terdiam mendengar seruan bernada cemas itu. Namun ia tidak berniat menyahutinya.

"Yesong?"

Yesung tetap terdiam.

"Aigoo… Yesong, tidak bisakah aku memanggilmu tanpa embel-embel hyung?! Dari tinggi badan, besarnya tangan dan juga wajah, aku itu pantas menjadi hyungmu!"

Yesung tidak menyahut, namun dia mulai tersenyum mendengar suara bernada protes itu. Ia bisa membayangkan pipi magnaenya menggembung, bibirnya maju dengan bentuk yang lucu, serta pandangan tajam namun justru terlihat menggemaskan.

"Hhh….baiklah…baiklah…" Kyuhyun terdengar menghela napas yang Yesung yakin dibuat sedikit lebih keras dari sebenarnya. Yesung diam-diam tersenyum. Ia masih ingat sosok Kyuhyun yang selalu mengganggunya setiap hari di dorm. Tiba-tiba hatinya terasa sesak.

"Yesung hyung…. Gwenchana?"

Suara lembut itu membuat Yesung ingin memeluk sosok magnaenya saat ini. Namja bersuara emas itu tidak dapat menahan tangisnya lagi. "Waeyo, Kyuhyunie? Mengapa selalu kau orang pertama yang meminjamkan bahu untukku menangis?"

.

.

"MWO?!" Kyuhyun menjauhkan HP di tangannya dengan mimik kesal. Namun ia kembali menempelkan telinganya. "Yak! Yesung hyung! Apakah aku harus menganggap itu pujian eoh?"

Kyuhyun mendengus. "Memang kenapa kalau aku yang pertama? Bahuku ini masih cukup buat kepala besarmu itu bersandar!"

Kyuhyun memejamkan mata, berharap saat ini ia bisa memeluk hyung mungilnya yang sedang bersedih itu. Meski matanya mulai terasa berkabut, Kyuhyun mencoba tetap tenang. Ia mendengarkan semua isi hati Yesung di seberang sana, sesekali menanggapi untuk meyakinkan Yesung bahwa ia masih ada untuk mendengarkan.

Bukan hal baru bagi Kyuhyun mendengarkan hyungnya itu berbicara. Ahra, noonanya, selalu melakukan hal yang sama setiap ada masalah. Mereka berdua bisa berbicara sampai satu jam lebih, dan Kyuhyun mendengarkan.

Ia terus mendengarkan Yesung hingga hyungnya itu merasa lega.

.

.

Sabtu, 10 Mei 2008

05.30 KST

Sementara member SJ M bersiap-siap di Changsha, member SJ di Korea bersiap melanjutkan marathon. Mereka melakukan gerakan pemanasan untuk melenturkan otot-otot yang terasa kaku.

Kangin meski kurang tidur, bangun dengan penuh semangat. Ia mengajak mereka semua menyanyikan lagu Don't Don. Mereka saling berpelukan untuk menghangatkan diri dari cuaca yang dingin.

Semua bersemangat melihat dana yang mereka kumpulkan langsung terus bertambah. Sesekali kelima namja itu beristirahat untuk mendapatkan pijatan. Leeteuk mengalami cedera panggul. Ia berjalan terpincang-pincang.

.

09:00 KST

Jarak yang sudah ditempuh sampai saat ini sudah 50km, tinggal 20km lagi. Meski dengan tertatih-tatih dan kaki mereka semua mendapat balutan karena otot yang menegang, tak satupun yang hendak menyerah.

.

.

Petinggi SM mengamati semua siaran itu dengan diam. Ia melihat bagaimana kelima member SJ memperlihatkan balutan-balutan yang mereka terima di kaki dan perut, namun tetap bertahan dan wajah mereka tetap menunjukkan semangat yang besar.

Dukungan dari masyarakat tidak juga surut. Dana terus mengalir masuk untuk mendukung usaha Super Junior dan artis-artis lainnya.

"Tinggal 20 km lagi. Aku rasa mereka akan bisa melakukannya."

Petinggi SM terpaksa mengakui kekuatan tekad kelima namja yang masih berjalan itu.

.

.

Di Changsha, tepatnya di Window of The World, ketujuh member SJ M sudah bersiap-siap. Mereka kembali mengenakan kaos putih dan celana training hitam.

"Gui Xian, ni zenme yang? Haoduole ma? (bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?)"

"Haoduole ma, Hangeng gege," jawab Kyuhyun, kembali sibuk bergurau dengan Donghae.

Hankyung menatap Kyuhyun dengan seksama. Ia menarik napas lega ketika tak melihat tanda-tanda yang buruk dari dongsaengnya.

"APPO!" Kyuhyun mendelik ke arah Donghae yang tersenyum lebar kepadanya. "Donghae-ah, kau sudah mencubitku berapa kali hari ini?!"

"Hyung hanya ingin meyakinkan diri apakah kau benar-benar uri Kyuhyunie."

Member SJ M lainnya tersenyum-senyum melihat Kyuhyun menampakan wajah protes. Donghae sendiri masih setia dengan senyum lebarnya.

"Kalian berdua, di kota selanjutnya jangan sekamar lagi, arra?" Hankyung tersenyum memohon, sementara kedua pasang mata dongsaengnya memandang dengan tatapan polos. Ia tidak mengerti mengapa keduanya bisa memiliki pandangan yang serupa saat ini, membuat hatinya sedikit luruh.

"Aigoo, hyung, sekamar dengan Kyuhyunie sangat menyenangkan. Kenapa tidak boleh?"

"Hankyung hyung, aku masih ingin bersama Donghae hyung," rajuk Kyuhyun sambil memeluk hyung Chinanya.

"Bahasa mandarin. Gunakan bahasa mandarin." Hankyung menepuk tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya. "Tapi aku khawatir sofa hotel akan rusak oleh Dong Hai. Dia selalu melonjak-lonjak kegirangan di atasnya jika senang. Dan bersamamu membuatnya jauh lebih senang."

Donghae kini memajukan bibirnya tanda protes. "Aku tidak akan meloncat-loncat lagi di sofa, gege."

"Benar, Hangeng ge. Kemarin saja waktu aku main game, tak ada suara ribut sama sekali. Ketika aku menoleh, Dong Hai sedang asyik menggambar sambil menelungkup di sofa. Dia sangat tenang." Kyuhyun mengangguk puas sementara Donghae mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar.

"Menggambar sambil menelungkup di sofa? Bermain game? Jam berapa kalian tidur eoh?!"

"Oops!" Donghae dan Kyuhyun serentak meringis ketika Hankyung menggeleng pasrah sementara member lainnya tertawa melihat percakapan mereka. "Semua anak-anak harus didampingi oleh orang dewasa!"

"MWO?!"

Hankyung tidak mempedulikan protes keduanya. Ia memberi kode agar mereka kembali ke tempat permainan karena syuting akan kembali dimulai.

.

Rintangan mereka adalah berjalan menyeberangi bola-bola yang bisa bergerak. Sebuah jala dibentangkan untuk berjaga seandainya mereka gagal dan terjatuh ke bawah. Tugas mereka adalah membawa sebaskom air yang akan digunakan untuk menaikan kunci peti yang terdapat di dasar tabung kaca yang tidak bisa dimasuki tangan. Air dalam tabung itu harus terisi cukup tinggi untuk kunci bisa diambil. Kunci itu akan digunakan membuka peti di mana salah satu kepingan cek senilai 100.000 RMB dari total 400.000 RMB akan diraih.

Siwon gagal. Ia terjatuh ketika serangan bola mulai dilancarkan.

Giliran kedua adalah Kyuhyun. Hangeng membantunya bangun dari duduk, Zhoumi memijat bahunya dan Ryeowook memberi semangat. Hangeng mengajarkan beberapa tips kepada Kyuhyun sebelum memulai.

"Gui Xian, apa kau tahu yang harus dilakukan pada tantangan kali ini?"

"Seandainya kami sukses menyeberang, maka kami bisa memberikan dana untuk anak-anak di pegunungan." Kyuhyun menjawab dalam bahasa Korea.

"Apa kau punya keyakinan pada tantangan kali ini?"

Kyuhyun terdiam sejenak lalu melengos. "Tai bu xiang huale (*itu keterlaluan)!"

Sang MC tertawa mendengar hal itu.

Kyuhyun kembali gagal membawa ember untuk mengisi ketika bola-bola menyerang. Ia kehilangan keseimbangan.

Hal itu membuat Hangeng menjadi was-was seandainya Henry juga gagal di giliran ketiga. Ia mencoba memberi petunjuk-petunjuk baru dari hasil pengamatannya. Untunglah Henry berhasil dan bisa mengisi tabung itu hingga separuhnya.

Hangeng menyempurnakan keberhasilan tantangan pertama mereka. Ia menuangkan ember miliknya ke dalam tabung hingga air meluap dan kunci bisa diraih dengan mudah. Ia begitu gembira hingga melakukan dance. Kepingan puzzle pertama sudah diraih.

.

Sebelum tantangan kedua dimulai, mata mereka ditutup. Hankyung, Siwon, Donghae, Kyuhyun, Zhoumi, Henry, dan Ryeowook berbaris ke belakang. Semua memegang pundak member yang berada di depannya. Hankyung diminta mengajak memberdeul untuk melangkah, melompat, dan melewati rintangan yang sebenarnya tidak ada hingga mencapai panggung di mana tantangan kedua akan dilakukan. Namun akhirnya ketujuh member itu saling terpisah.

"Hankyung hyung!" Donghae menarik lengan kameramen yang berada di dekatnya. Hankyung menarik sang MC dari depan sedangkan Siwon menarik dari belakang. Kekacauan pun terjadi, hingga Hankyung memilih duduk di anak tangga yang menuju panggung, berusaha mengenali arah suara dongsaengdeul.

Setelah berulang kali mengikuti instruksi dari MC, Hangeng akhirnya berhasil mengumpulkan keenam dongsaengnya. Mereka saling menemukan satu sama lain. Bukan hal yang mudah. Namun semua berkumpul.

Kyuhyun berhasil menangkap lengan Siwon dan Hankyung. Hankyung merangkul bahu Kyuhyun. Zhoumi, Ryeowook, dan Henry berbaris di belakang Kyuhyun.

Saat akhirnya Donghae berhasil menemukan Siwon, ia langsung memeluk leher namja itu erat-erat. Ia benar-benar cemas ketika sendirian. Ia tidak mau terpisah lagi seperti tadi.

Tantangan kedua adalah gulat. Kedua penantang mereka merupakan juara Judo di propinsi Hunan dan juara nasional gulat. Keduanya akan bertanding melawan member satu per satu. Yang lebih dahulu keluar lingkaran adalah yang kalah. Jika berhasil lolos maka mereka akan mendapat kunci untuk membuka peti kedua.

Semua tampak menikmati kostum busa berbentuk pemain gulat

"Apakah kamu nyaman dengan image ini?" tanya sang MC kepada Hangeng.

"Ini image yang menyenangkan. Ini pertama kalinya aku punya image seperti ini," jawab hangeng. "Lain kali, saya tidak akan makan terlalu banyak."

Sebelum mulai, mereka diminta menyanyikan lagu U dengan kostum tersebut. Meski merasa ganjil, namun semua menikmatinya meski semakin lama gerakan mereka mulai kacau, apalagi saat berganti formasi. Namun cuaca yang mulai panas membuat mereka semua mulai merasa gerah dengan kostum tebal itu.

"Jangan memandang tubuh Li Xu yang kecil," kata Hangeng ketika MC menganggapnya menunjuk member yang paling lemah. "Dia punya kekuatan yang besar."

Sayang Ryeowook belum berhasil mengalahkan kedua penjaga peti tersebut.

Siwon langsung menepuk punggung Henry yang merasa sedih karena gagal

"Tidak apa," kata Hankyung menghibur.

"Kami tidak dapat melakukan seperti ini," Hankyung mulai mengatur strategi. "Kami seharusnya mengirim orang yang punya kemampuan."

"Ia lebih hebat. Kami sudah kehilangan 2 member, kami tidak boleh kehilangan member lagi." Hankyung menjelaskan. Ia pun menunjuk Donghae untuk maju pada giliran selanjutnya. "Meski terlihat kurus, Dong Hai memiliki banyak otot dalam tubuhnya. Ia sebenarnya seorang atlit olahraga."

Namun melawan dua atlit, Donghae pun terdorong keluar arena. Tiga member sudah gagal bertahan. Giliran Zhoumi pun tiba. Sebelum mulai, ia memeluk kedua lawannya.

"Apa yang ia lakukan?" sang MC terbengong-bengong.

"Ketika kedua lawan mulai merangsek maju tiba-tiba Zhoumi meminta mereka mundur. Ia lalu melakukan pemanasan dengan membungkuk menyentuh jari-jari kakinya. Menggerakan tangannya ke beberapa arah sebagai persiapan. Akhirnya ia berhasil mendorong kedua lawannya satu per satu keluar arena.

"Sepertinya Zhoumi mengadakan perjanjian dengan kedua penantang." Sang MC merasa tidak puas. "Apa yang kau janjikan pada mereka?"

"Aku tidak mengadakan perjanjian," bantah Zhoumi. "Aku hanya meminta mereka bersikap sedikit lebih lembut."

Tantangan kedua terlewat.

.

Setelah beristirahat untuk makan siang, tantangan ketiga dimulai. Mereka harus menyeberangi 4 buah bola raksasa yang bisa berayun dan berputar karena masing-masing ditahan oleh 2 buah tali. Untuk memenangkan tantangan kali ini, mereka harus berhasil menyeberang sebanyak 4 kali.

Hankyung diam-diam merasa bingung karena belum satupun dari mereka berhasil menyeberanginya. Zhoumi gagal, disusul oleh Ryeowook. Padahal ia sudah mengubah dari member yang berkaki panjang menjadi member yang memiliki tinggi badan paling rendah. Kini ia tahu bagaimana perasaan Leeteuk saat mereka melakukan variety show.

"Tapi untukku, seharusnya tidak masalah," Hangeng berkata penuh keyakinan ketika Zhoumi jatuh di bola ketiga. Sama seperti Zhoumi, Ryeowook juga gagal di bola ketiga. Hangeng merasa kegagalan mereka disebabkan kaki Zhoumi terlalu panjang dan langkah Ryeowook terlalu lambat saat melewati rintangan kali ini.

"Jadi kamu harus memiliki kaki panjang dan lari yang cepat." Sang MC menarik kesimpulan. Hangeng mengangguk.

"Dengan 2 percobaan gagal dari SJ M, apakah akan ada keajaiban di giliran selanjutnya?" Pengarah acara mengalihkan perhatian kepada Kyuhyun yang berada di giliran ketiga.

"Itu nama lain dari Kyuhyun." Siwon tersenyum ketika mereka menyebutkan mengenai keajaiban (*miracle). Kyuhyun bersiap-siap untuk melakukan tantangan kali ini.

"Seandainya Gui Xian gagal, keempat member selanjutnya harus menang untuk bisa melewati babak ini." MC mengingatkan.

"Dajia hao, wo shi SJ-M de Gui Xian. " Kyuhyun menunggu sampai teriakan fans mereda. "Fuwuyuan!"

Ia tertawa ketika sorakan 'fuyuwuan' kembali terdengar keras.

"Aku merasa kamu sangat gugup," kata sang MC.

"Tai bu xiang huale (*itu keterlaluan)!" Kyuhyun tertawa

"Gui Xian, jia you!" seru keenam member yang mengawasi dari bawah.

"Jia You!" Kyuhyun mengepalkan tangannya dan mengangkat tinggi, memberitahu bahhwa dia bersemangat. "Yongwangzhiqian, wo zuozhu (aku memutuskan berani melangkah ke depan)."

Kyuhyun mengambil ancang-ancang dan mulai berlari. Tidak disangka, Kyuhyun melangkah melewati keempat bola yang tergantung dan dapat berputar itu dengan mudah. Sama sekali tak ada kendala. Semua bersorak ketika ia menginjakkan kaki ke panggung.

Member SJ M yang sempat ternganga tak percaya, langsung melonjak gembira. Hankyung bahkan berjalan mendekat dengan semangat. Bebannya sedikit berkurang karena tinggal 3 orang member lagi yang harus berhasil dari empat member yang tersisa. Ia langsung menyambut Kyuhyun yang baru saja turun dan merangkulnya dengan kegembiraan yang meluap.

Ia teringat percakapannya sebelum Kyuhyun naik untuk menjalani gilirannya.

….

"Hyung." Kyuhyun tersenyum ke arahnya, membuyarkan lamunannya. "Jangan cemas. Cho Kyuhyun akan melewatinya dengan sukses. Apa hyung lupa aku jago olahraga?"

Hankyung ingin mengeluh keras-keras mendengar kalimat percaya diri itu. Ia tahu Kyuhyun cukup menguasai olah raga sebelum kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya itu terjadi. Tapi sekarang?

"Hyung!"

Suara protes itu menyadarkan Hankyung bahwa ia tanpa sadar sudah menampilkan semua pikirannya lewat mimik wajahnya. Pipi menggembung, bibir mengerucut dan pandangan mata tajam itu membuatnya yakin bahwa tebakannya benar. "Mianhe, Kyuhyunie." Hankyung meringis sambil merangkul bahu Kyuhyun untuk meminta maaf.

Kyuhyun mengangguk dengan semangat sambil menunjuk ke rintangan yang terbentang di atas mereka. "Untuk tantangan ini, kondisiku tidak merintangi sama sekali. Aku pasti berhasil."

"Kyuhyunie, berjanjilah kau akan hati-hati."

Kyuhyun memandang wajah cemas Hankyung beberapa saat untuk kemudian tergelak. "Aigoo, wajahmu lucu sekali, hyung. Jangan cemas. Lihatlah nanti. Hyung harus perhatikan baik-baik aksi Cho Kyuhyun, arra?"

….

Dan kini apa yang dikatakan Kyuhyun terbukti. Dia bisa berjalan di atas bola-bola itu dan menyeberang dengan cepat. Sama sekali tidak ada kendala. Untuk pertama kalinya mereka sukses ditantangan kali ini. Semua yang tadi memperhatikan di bawah dengan cemas, seketika melompat kegirangan.

.

"Aku akan bekerja keras untuk impianku. Tidak peduli hambatan apa yang aku hadapi. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang lebih dari mereka semua, dan mencapai tujuanku." Hankyung mengungkapkan isi hatinya sebelum memulai gilirannya. "Hari ini juga begitu. Demi anak-anak, kami akan bekerja keras untuk memberikan mereka tempat yang baik untuk belajar. Tidak pernah menyerah meski mendapat rintangan yang lebih sulit dari ini."

Semua tersenyum melihat Hankyung yang hari ini sangat percaya diri. Ia sangat yakin rintangan kali ini sangat mudah untuknya. Hankyung hampir saja berhasil, namun ia terpeleset sehingga jatuh dan gagal.

"Bagaimana sekarang?" tanya Le Le, sang MC saat Hankyung merasa malu dengan kepercayaan dirinya yang sedikit berlebih hari ini. "Tadi kau bilang, tantangan kali ini seperti disediakan untuk kemenanganmu."

"Sebenarnya, ini cukup mudah buatku, tapi tiba-tiba kakiku tergelincir."

Akhirnya Siwon, Henry, dan Donghae harus berhasil melewati rintangan selanjutnya. Bukan hal yang menyenangkan ketika keberhasilan menjadi sebuah keharusan.

"Sekarang Shi Yuan terlihat panik. Ia tidak menungguku untuk berbicara dengannya," kata sang MC. "Ia hanya berharap bisa menyelesaikan tugas ini secepatnya."

Di bawah, Le Le bertanya ketika Kyuhyun, Hankyung, dan Donghae menirukan kuda yang tengah meringkik sambil mengangkat kaki depannya.

"Mengapa kalian melakukan itu?" tanya Le Le.

"Itu nick name Shi Yuan," jelas Hankyung.

"Ma (kuda)?" Le Le merasa takjub.

"Sekarang aku berharap yang terbaik untuk Shi Yuan, dan berharap dia akan sukses." MC yang berada di atas panggung permainan mengutarakan keinginannya. Ia berharap member SJ M berhasil mendapatkan semua dana yang sediakan.

Setelah mengucapkan slogan acara itu, Siwon mulai berlari menyeberangi rintangan. Semua bersorak ketika namja itu berhasil. Namun kesulitan belum berkurang karena tak satupun member lagi yang boleh gagal.

Henry merasa grogi di awal, sehingga sempat membatalkan startnya. Ia benar-benar khawatir tidak akan bisa melewatinya.

"Henry, dapatkah kamu melakukannya? Apakah kau dapat melakukannya?" Sang MC bertanya dengan cemas. "Seandainya kau tidak bisa, kau boleh menyerah."

"Bisa!" seru Henry meski gugup.

"Kau dapat melakukannya?"

"Okay!" seru Henry.

Setelah memantapkan hati, ia berlari menyeberangi rintangan hingga tiba diujung sana. Hangeng sampai berjongkok saking merasa lega sekaligus malu.

"Hangeng tidak berkutik!" Le Le berseru kegirangan melihat Hankyung. " Sebagai leader, ia tidak menjalankan bagiannya dengan baik. Tentu saja dia merasa sedih. Bagaimana sekarang? Apa yang akan kau lakukan?"

"Ini tidak sulit sama sekali." Siwon membalas karena ia tadi dikatai kuda oleh Hankyung. Kyuhyun mengamati ulah mereka sambil tersenyum.

Kini giliran Donghae. Ia menjadi penentu apakah mereka akan menang atau tidak dalam tantangan ini. Seperti biasa, Donghae menyapa para penonton dengan manis. Ia memperbaiki tali sepatunya sebelum mulai melakukan tantangan.

"Aku tidak berpikir Dong Hai akan sukses," kata Hankyung yang mengamati dari bawah.

"Lihat! Kau cemburu!" kata Le Le sehingga Hankyung tertawa. "Ini karakter khusus seorang laki-laki. Tidak mau kalah."

"Tidaaak!" Hankyung menutupi wajahnya.

"Kau harus menerimanya dan melihat apa yang dapat kau lakukan." Nasihat Le Le.

"Dong Hai jia you! Dong Hai jia yao!"

Semua member meneriakkan yel-yel sambil menari untuk memberi semangat kepada Donghae.

"Jangan gugup!" Siwon berteriak dari bawah.

Meski nyaris terpeleset di akhir langkahnya, Donghae berhasil menyeberang. SJM pun dinyatakan menang.

Hankyung berjongkok sambil menutupi wajahnya karena malu.

"Tidak apa, kamu sudah bekerja keras," hibur Le Le yang seharian ini menggodanya.

"Tidak apa… tidak apa..." Siwon menarik Hankyung bangun dan menghiburnya.

"Benar, wajar sebagai manusia terjadi hal ini. Kau tidak mungkin bisa melakukan semua hal. Tidak apa-apa. Kau sudah bekerja keras." Le Le kembali menghibur.

"Usaha mereka semua tidak terlalu buruk, terutama Hangeng," goda MC yang lain. "Penampilannya sangat luar biasa."

"Berhenti menggodanya!" tegur Le Le.

"Kepercayaan diriku melampaui batas!" Hankyung berteriak frustasi.

"Kau sudah sangat menyesal sekarang, jadi semua akan lebih baik. Yang penting kita sudah menang dan memperoleh 300.000 RMB."

Hankyung mengakui kebenaran kata-kata itu. Beberapa hari ini, pujian yang ia dapat sedikit membumbungnya, sehingga ia sempat menganggap dirinya terlalu tinggi dan meremehkan kemampuan member lain. Tapi seperti kata Le Le, karena ia sudah menyadari kesalahannya dan menyesal, ia akan baik-baik saja.

.

Di tantangan ketiga mereka harus mengambil kunci yang dilempar ke tengah danau, lalu mengambil bendera serta peti yang berada di pulau buatan yang terletak di bagian lain danau buatan itu. Perahu yang berlubang di beberapa bagian menjadi transportasi mereka. Disediakan sebuah baskom kecil untuk membuang air dari dalam perahu di mana perahu akan bergerak semakin lambat karena air yang masuk.

Hangeng menunjuk Henry dan Siwon sebagai peserta pertama. Ia membantu Henry menggunakan jaket penyelamat.

Siwon berusaha mengayuh sekuat dan secepat mungkin sementara Henry membuang air yang masuk ke dalam perahu. Namun tiba-tiba dayung yang digunakan patah. Tanpa pikir panjang, Siwon kemudian mengajak Henry terjun ke air. Untunglah air danau buatan itu hanya setinggi pinggang Siwon.

Setelah mendapatkan botol berisi kunci, Siwon baru menyadari bahwa Henry tertinggal di belakangnya. Namun ia terus berjalan. Henry bergegas menyusul lalu melompat ke punggung Siwon. Siwon tidak menolak. Ia berjalan sambil memegang botol dan menggendong Henry di punggungnya.

"Mengapa Shi Yuan harus menggendongnya? Apakah Henry tidak bisa berenang?"

"Henry tidak bisa berenang," jelas Hangeng kepada Le Le.

Semua mengamati dengan diam.

Setelah sampai di tepi pulau, Siwon membiarkan Henry naik dahulu, melemparkan botol, dan baru mengangkat dirinya sendiri naik. Meski semua tersentuh dengan ikatan persaudaraan yang terlihat, Siwon dan Henry tetap dinyatakan gagal karena tidak menggunakan perahu untuk melakukan tantangan tersebut.

"Ini benar-benar dingin," kata Siwon ketika reporter menanyakannya.

Hankyung juga menyadari hari beranjak sore. Ia tidak ingin Kyuhyun yang tidak boleh terlalu lelah dan Donghae yang tidak tahan dingin mendapat giliran. Ia memilih Zhoumi untuk mendampinginya, berharap mereka berdua bisa menyelesaikan tantangan terakhir ini dengan baik sehingga tidak ada member lagi yang mendapat giliran.

Siwon melemparkan botol kembali ke danau.

"Seandainya terlalu banyak air yang masuk ke dalam perahu, kamu seharusnya membuang itu keluar."

"Tidak apa, Zhoumi akan meminum semuanya," kata Hangeng ketika sang MC hendak memberikan tips sementara cuaca semakin gelap.

"Hangeng! Hangeng! Zhoumi! Zhoumi!" Ryeowook tersipu ketika sedang meneriakan nama keduanya, kamera menyorot ke arahnya.

Donghae memegang Kyuhyun dan berdiri di sisinya, mencoba mengurangi rasa dingin yang mulai menusuk.

Meski perahu sempat oleng, akhirnya Zhoumi berhasil meraih botol ketika perahu yang didayung hangeng mendekati tempat benda itu terapung. Kerjasama yang cepat antara mendayung dan membuang air membuat perahu melaju seakan bukan sebuah perahu yang rusak.

"Jia you! Jia You! Jiayou!" Kyuhyun dan Donghae berteriak serempak menyemangati Hangeng dan Zhoumi.

Namun mendekati tepian pulau buatan, perahu mulai oleng ke kanan. Keduanya berusaha tetap tenang. Begitu perahu mendekat, Zhoumi langsung melompat ke pulau terlebih dahulu agar botol yang ia raih tidak dianggap gagal jika perahu tenggelam.

Karena terburu-buru keluar dari perahu yang akan terbalik, lutut Hankyung mengenai tepian pulau buatan sehingga terluka dan kehilangan keseimbangan. Siwon dan Henry dengan sigap menariknya agar berhasil mendarat di pulau buatan.

Hangeng kemudian meraih bendera dan mengibarkannya, pertanda mereka berhasil di tantangan terakhir.

.

"Ini bukan masalah," kata Hankyung ketika kakinya diperiksa. Namun pihak acara memaksa menunda penyerahan dana sampai kaki Hankyung diobari. Ketika celananya digulung, tampak lutut Hankyung sobek dan berdarah cukup banyak. "Yang terpenting anak-anak bisa bersekolah."

"Sekarang kenapa kau tidak menenangkan ni de mama? Hatinya pasti sangat sedih," usul MC.

Hangeng akhirnya menghadapkan wajahnya ke arah kamera sementara lutunya diobati.

"Mama, jangan khawatir tentangku. Ini hanya luka kecil. Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja. Jangan khawatir."

"Kami akan mengambil foto luka ini." MC berkata. "Biarkan anak-anak itu tahu, mereka semua harus belajar dengan baik setiap hari. Mereka harus berterima kasih kepada Hangeng gege. Bisa dikatakan kalian semua mengeluarkan keringat dan darah untuk mendapatkan dana amal ini. Benar kan?"

"Dui. Aku berharap anak-anak akan memiliki tempat yang baik untuk belajar dan masa depan yang lebih baik." Hankyung menghadap kamera, mencoba memberi pesan kepada anak-anak di sekolah berkat yang mereka perjuangkan. "Kalian semua, belajarlah dengan baik; demi Negara; masyarakat; untuk diri kalian sendiri dan orang tua kalian. Jia You!"

.

Kini semua member SJ M dan MC bersiap menutup acara.

"Sekarang kita bisa lihat setelah hari yang sibuk, matahari mulai tenggelam."

"Matahari terbit dan tenggelam pada waktunya." Le Le menyambung kalimat rekannya. "Kami akhirnya menyelesaikan semuanya."

"Itu benar. Kita lihat hanya sebagian kecil yang hilang. Siapa yang memegangnya?"

Zhoumi menunjukan potongan terakhir yang ia raih dari dalam botol. Jika semua sudah terpasang, maka dana sebesar 400.000 RMB akan mereka dapatkan.

"Sebelum aku menyerahkan ini, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Hangeng gege." Zhoumi tersenyum, meminta sedikit waktu. "Sebelum kami memainkan game ini, ia berkata: Tidak peduli apapun kesulitan yang kita harus kita hadapi, ataupun yang harus kita katakan (note: karena mereka sering mendapatkan soal yang menguji bahasa mandarin mereka), kami harus menyelesaikan tugas ini, karena kami ingin membangun sebuah sekolah berkat untuk anak-anak."

Dengan dipasangnya bagian terakhir, SJ M diwakili Hankyung, resmi menerima 400 RMB.

"Sebenarnya hari ini semua member telah bekerja sangat keras," jelas Hankyung. Ia tidak ingin semua perhatian dari MC selalu diarahkan kepadanya, sedangkan ia tahu pasti, member yang lain pun sama keras usahanya. Semua berusaha mewujudkan impian anak-anak untuk bersekolah. "Kami semua berharap…. Ini adalah tujuan kami bertujuh, sehingga kami bisa bekerja keras untuk itu."

Seorang leader bertugas memotivasi, memperhatikan keadaan memberdeul dan memperhatikan kebutuhan mereka, sehingga kalian bisa bersama-sama mencapai tujuan yang kalian inginkan…bukan tujuanmu seorang.

Hankyung teringat kata-kata Leeteuk.

Gomawo, Teukie hyung, kau telah mengajarkan kepadaku bagaimana seharusnya menjadi seorang leader. Dan ternnyata, menaruh tujuan yang sama membuat kami semua bisa berusaha lebih baik daripada hanya tujuanku sendiri.

"Jadi kami berharap bahwa setelah sekolah dasar ini dibangun, semua anak akan dapat belajar dengan baik."

"Berbuat amal jangan hanya dilakukan hari ini saja." Hankyung menambahkan. "Kami berharap semua penonton, juga semua fans yang mendukung dan memperhatikan kami… Kami berharap kalian dapat memberi sedikit bantuan dan dukungan kepada anak-anak yang tidak mampu agar memiliki kesempatan untuk belajar. Kami berharap mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik."

Semua merasa lega karena acara itu berhasil dengan baik.

.

Setiba di mobil, semua member SJ M terkapar lemas kecuali Kyuhyun. Ia bergegas meraih laptopnya, lalu mencoba menghubungkan dengan acara marathon di Korea.

"Hangeng ge."

Hankyung menoleh ketika Kyuhyun memanggil namanya. Dongsaengnya itu tersenyum sambil menunjukan isi layar laptopnya. "Di Korea, hyungdeul juga menyelesaikan misi mereka."

Semua tertegun dan menatap layar. Super Junior tengah mendekati garis finish. Tangisan mewarnai wajah Leeteuk, Kangin, Shindong, Eunhyuk dan Sungmin; meski Sungmin menahannya sebisa mungkin. Mereka sudah bertahan sejauh ini, dan merasa lega ketika titik akhir berada di depan mata. Balon-balon warna kuning sudah dibagikan ke tangan masing-masing, pertanda panggung utama. sudah dekat

Ryeowook menangis memeluk Kyuhyun.

"Meski tubuh kita terpisah, ternyata kita masih bersama, bukankah begitu, Kyuhyunie?"

Semua saling berpandangan deegan senyum lebar sebagai jawabannya.

.

.

Di Seoul, sementara Super Junior mendekati garis finish, salah seorang MC membacakan surat yang ditulis oleh Sopda, salah satu penghuni asrama yang menderita polio.

Ada 10.477 sekolah di Korea Selatan,

tapi ini satu-satunya sekolah yang kami miliki.

Appa, Eomma, aku ingin berjumpa kalian saat ini.

Keadaanku sangat baik.

Aku ingin belajar dengan sungguh-sungguh

agar dapat menjadi seorang dokter seperti yang aku impikan;

menyembuhkan orang yang sakit.

Namun ketidak jelasan nasib asrama sekolah membuat impianku menghilang.

Super Junior oppadeul berusaha melindungi impianku,

mengumpulkan dana lewat marathon 24 jam

Untuk kami semua, mereka akan bekerja keras hingga akhir.

Syupeojunieo oppadeul, jeongmal gomabseubnida.

.

.

Tepat pukul 18.20, satu per satu member Super Junior menaiki podium. Sopda merasa terharu. Tanpa sungkan kelima namja itu membungkuk hormat kepada para MC juga kepada Sopda. Leeteuk juga merangkul gadis yang tengah merasa bahagia akan keberhasilan mereka. Anak-anak sekolah Mongolia yang hadir bersorak dengan gembira, membuat mereka semakin terharu. Beberapa anak menangis dengan keras, mereka merasa bahagia dengan apa yang sudah diperbuat Super Junior untuk mereka.

Tiba-tiba Yesung muncul dengan kruk dari bawah panggung. Shindong langsung menangis sambil memeluk hyungnya itu. Yesung merasa sedih karena tidak bisa bersama yang lain, namun juga bersyukur dengan keberhasilan Super Junior.

Dana yang berhasil dikumpulkan Super Junior selama marathon sebesar 10.201.000 won. Dengan demikian, sekolah Mongolia yang kegiatan asramanya akan ditutup setelah bulan Mei, dapat beroperasi kembali. SBS sendiri sepanjang tahun ini berhasil mengumpulkan sebesar total 266.250.000 won yang dipergunakan untuk membantu anak-anak yang menderita penyakit langka ataupun cacat seperti Sopda.

Melihat kegembiraan anak-anak dengan hasil yang diperoleh Super Junior, SBS bertekad mulai tahun depan akan mealokasikan dana sumbangan mereka untuk membantu para pekerja imigran Korea.

Sepulang dari sana, Kangin dan Sungmin langsung bertugas di radio masing-masing.

Yang lain bersama Yesung kembali ke dorm.

.

.

Selesai membersihkan diri, Kyuhyun mencoba menelepon Leeteuk untuk mengucapkan selamat, namun tak ada yang mengangkatnya.

Ryeowook mengamati bagaimana raut dongsaengnya itu lagi-lagi tampak kecewa. Ia ingin mengatakan bahwa Kyuhyun menelepon di jam yang salah, jam di mana Leeteuk mungkin bertugas di SUKIRA, meski ia sendiri tidak yakin apakah SUKIRA hari ini tetap diadakan.

Namun Ryeowook memilih diam. Ia khawatir itu akan memperbesar kekecewaan Kyuhyun jika ternyata di jam yang kosong pun Leeteuk tidak mengangkat teleponnya. Ryeowook sudah mencoba menelepon Leeteuk sebanyak 5 kali dalam sehari di waktu yang ia perkirakan tidak ada jadwal, namun tak ada yang mengangkatnya juga.

Dengan berat hati ia terpaksa kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan, berharap Kyuhyun akan sedikit terhibur dengan masakannya nanti.

.

.

12 Mei 2008

Member SJ M tengah berada di Guangzhou. Sejak pagi, Siwon merasa gelisah. Perasaannya sangat tidak nyaman. Saat memasuki gedung milik NetEase, ia menceritakan perasaanya itu kepada Kyuhyun. Mendengar itu, Kyuhyun ikut merasa gelisah. Ia melihat sekeliling dengan wajah khawatir, tidak tahu apa yang ia cari.

"Kau mencari apa, Gui Xian?" Zhoumi ikut memandang sekeliling, mencoba mencari sesuatu yang aneh, namun tak ada apapun. Gedung itu cukup luas, terdiri dari beberapa lantai dan teratur rapi.

Kyuhyun terdiam beberapa saat hingga teringat kebiasaannya bersama Kibum.

"Pintu darurat. Karena gedung ini sangat luas, aku tidak melihat pintu darurat."

"Pintu daurat?" Zhoumi dan Siwon saling berpandangan dengan bingung.

Ketika mereka melewati seorang staff, Zhoumi menanyakan pintu darurat dalam bahasa Mandarin. Ia kembali kepada Kyuhyun sambil tersenyum lebar. "Di sebelah sana. Semua tangga darurat berada di sisi gedung sebelah sana."

Kyuhyun mengikuti arah tangan Zhoumi. Ia tersenyum ketika melihat pintu darurat yang dicarinya.

"NetEase memiliki kantor di New York. Standar keselamatan di sini mengikuti standar internasional." Kyuhyun berjalan bersama Zhoumi ke sana. Tangga di dalamnya luas dan bersih, dengan lebar yang cukup untuk beberapa orang berjalan sekaligus. Sebagian dinding yang dilalui tangga darurat dilapisi kaca-kaca besar, dan tiap lantai terdapat dua buah jendela untuk melarikan diri jika terjadi kondisi darurat semacam kebakaran. "Syukurlah."

"Kau selalu mengecek hal ini?" Zhoumi tertegun saat Kyuhyun mengangguk.

"Tidak terlalu, tapi cukup sering. Aku harus tahu di mana letak tangga, lift dan area penting lainnya. Kita tidak tahu kapan musibah akan terjadi bukan?"

"Apalagi di China penduduk sangat padat, gedung-gedung berdiri sangat rapat." Zhoumi mulai berpikir.

Keduanya menyusul yang lain menuju ruang yang sudah dipersiapkan untuk interview.

Siwon kembali merasa gelisah selama wawancara. Perasaannya sangat tidak tenang. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan memainkannya untuk menghilangkan perasaan tidak enak itu. Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan membiarkan.

Wawancara bergulir, menanyakan berbagai hal yang sedikit banyak sama dengan wawancara mereka sebelumnya. Namun semua tetap menjawab dengan ramah meski mereka menjawab pertanyaan serupa puluhan kali sejak mereka debut.

"Apakah kalian punya beberapa kebiasaan saat melakukan rekaman lagu?" Semua nyaris menarik napas lega ketika pertanyaan yang agak lain dari yang lain keluar dari sang reporter.

"Tidak ada kebiasaan khusus. Aku minum teh sebelum rekaman," jawab Kyuhyun.

"Kau membawa teh dari Korea?" Sang reporter terkejut.

"Dui. Dui." Kyuhyun mengangguk meski tidak mengerti kalimat itu dengan baik.

"Kami melakukan rekaman di Korea, jadi dia membeli teh itu di Korea." Hankyung menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.

"Mengapa kamu meminum teh sebelum rekaman? Apakah itu membuat suaramu lebih baik?" Sang reporter kembali bertanya.

"Aku meminum teh beberapa waktu lalu sebelum aku melakukan rekaman dan suaraku terdengar sangat bagus hari itu. Jadi sekarang aku menjadikannya sebagai suatu kebiasaan."

Sang reporter mengangguk paham. Kyuhyun yang merasa kepalanya sedikit pusing hanya tersenyum. Namun rasa sakit di kepalanya semakin terasa. Ia melirik ke arah Hankyung yang tampak sedang mengerutkan kening sambil sedikit meringis. Ketika Kyuhyun melemparkan pandangan ke arah member yang lain, mereka juga berekspresi sedikit sama.

Aneh, apa terjadi wabah sakit kepala di sini?

Tiba-tiba lampu sorot yang bergantungan di ruangan itu tampak bergoyang. Ketika Kyuhyun memandang ke atas, langit-langit di ruangan itu juga terasa ikut bergoyang. Tampaknya sakit kepalaku cukup parah. Kyuhyun mencoba kembali mengabaikannya ketika perasaan itu kembali muncul hingga beberapa kali.

"Ini efek panggung paling aneh yang pernah kulihat." Zhoumi menunjuk lampu-lampu sorot yang bergoyang. "Efek seperti ini membuat kepalaku pusing."

Kali ini goyangannya terasa lebih kuat dan nyata. Kyuhyun mulai berpikir ada sesuatu yang tidak beres, apalagi Zhoumi juga menyadarinya.

"Aneh. Kepalaku juga pusing." Kalimat Hankyung membuat Kyuhyun mulai merasa was-was. Siwon kembali menggenggam tangannya. Visual Super Junior itu hanya diam, mencoba menahan perasaan gelisahnya yang semakin memuncak.

BRAK!
Pintu terbuka dengan keras. Seorang staff masuk ke dalam ruang rekaman.

"INI GEMPA! ADA GEMPA!" teriak staff tersebut.

Ketujuh namja yang belum pernah mengalami gempa seumur hidup mereka, berpandangan dengan wajah pucat pasi. Gedung berlantai 27, di mana mereka tengah berada di lantai ke-24, berguncang lagi sehingga lampu-lampu sorot kembali bergoyang.

.

.

"Teuki, hyung! Ada gempa!"

"MWO?! GEMPA?" Leeteuk langsung bangkit dari tidurnya ketika Kangin masuk sambil berteriak dengan keras. Setiap ada waktu kosong, Leeteuk selalu mengambil waktu untuk tidur, sama seperti siang ini. Namja itu melirik ke arah jam dinding.

"Gempanya jam 14.26 CST menurut berita." Sungmin mengikuti arah pandangan Leeteuk. Selisih waktu China dan Korea hanya satu jam. Hari sudah mendekati jam 4 sore ketika berita gempa itu menyebar.

Eunhyuk memandang Leeteuk dengan wajah bingung. "Hyung, mereka tidak bisa dihubungi…."

"Mereka?" Leeteuk memandang Shindong, Eunhyuk, dan Sungmin. Belum lagi kebingungannya terjawab, pintu terbuka dengan keras. Heechul masuk dengan napas memburu, jelas terlihat namja itu baru saja berlari. Yesung berjalan pelan dengan kruknya untuk bergabung dengan yang lain.

"Teuki hyung! Aku tidak bisa menghubungi Hankyung-ah, Donghae-ah, Wookie dan si Jelek!" Wajah cantik sekaligus tampan itu tampak panik. "Aku juga tidak bisa menghubungi Zhoumi-ah dan Henry-ah. Tapi…"

"Kenapa tidak menghubungi manager hyung?"

Heechul ternganga mendengar pertanyaan Leeteuk. Dongsaengdeul menggeleng ketika ia melemparkan pandangan bertanya kepada mereka. Dengan gemas, Heechul menarik Leeteuk bangun dari kasur, lalu menepuk kedua pipi sang leader dengan keras.

"Hyung! Bangun! Terjadi gempa besar di China! Gempa paling besar dari yang pernah terjadi di sana menurut koran! Dan aku tidak bisa menghubungi semua dongsaengdeul! Mereka SJ M, hyung! Mereka sedang di China! Apa kau paham artinya?! Manager hyung tentu saja orang pertama yang aku hubungi, tapi aku tidak bisa mendapatkan nada panggil sedikitpun!"

Teriakan dan tepukan Heechul membawa kesadaran Leeteuk kembali. Sebenarnya ia mengerti apa yang Heechul katakan. Namun rasa panik dan terkejut di saat kesadarannya belum sepenuhnya pulih, membuatnya tidak bisa berkata-kata.

"Saat berita sampai di sini, hanya diberitakan dua orang tewas. Air, listrik dan telepon tidak berfungsi. Apakah kita boleh berharap mereka baik-baik saja?"

"Getaran gempa mencapai Bangkok dan Hanoi." Suara itu menjawab pertanyaan Eunhyuk dengan datar. Namun saat semua menoleh, Kibum berdiri di mulut pintu dengan pandangan khawatir. "Hanya dua orang korban, itu menandakan pengecekan di lapangan sangat sulit. Ini gempa yang sangat besar."

"Kalau begitu, kita hanya bisa berdoa?"

Pertanyaan Leeteuk membuat semua menahan napas.

.

.

TBC

.

Bagaimana nasib member SJ M?

Ternyata kegelisahan Siwon beralasan.

.

Fanfic just fanfic.

Mianhe kalau sebagian dari kalian merasa aku itu author TOP

Atau fanfic ini fanfic DEWA

Aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu.
Aku yakin, yang mengenalku dengan baik juga akan berpendapat sama.
Semua itu hanya ilusi sebagian orang saja.

Gomawo buat semua yang sudah setia membaca dan mereview fanfic ini.

Buat yang mau lihat foto dan video yang berkaitan, bisa menengok di FB.

Namun pertanyaan soal real tidaknya bisa diselidiki sendiri.

Aku ingin semua menikmatinya sebagai sebuah ff.

Kamsahamnida

.

.

Jawaban Review RS40

kerin chapter 40 . May 14

Gomawo sudah membaca dan mereview

Guest chapter 40 . May 13

Akhirnya review juga hehehe

girlyaya1526 chapter 1 . May 10

Ke kirim

LQ chapter 40 . May 10

Biar lambat asal selamat hehehe

Oke. AFF aja, yang lain jarang mampir

Padahal aku merasa penurunan feel yang drastic. Btw gpp, gomawo buat reviewnya. Semoga 42 lebih baik

Retnoelf chapter 40 . May 9

Gomawo. Masih banyak yang lebih hebat.

Widya Kim chapter 40 . 8h ago

Yang penting sekarang jauh lebih baik hehehe

Berenam. Leeteuk, Yesung, Eunhyuk, Shindong, Sungmin & Kangin.

uyie retno chapter 40 . May 7

Karena kondisi Kyuhyun kan masih kudu dijaga

Memang, aku bisa menulis lebih cepat jika tidak perlu memasukan video hehehe. Tapi nggak semua bisa nonton videonya

Guest chapter 40 . May 5

Terima aksih juga telah mengikuti ff ini dan mereview

xxxgigy chapter 40 . May 4

Sama-sama. Senang bisa ngasih tahu beberapa info hehehe

Sebenarnya bukan pulih dengan cepat, tapi Kyuhyunnya beraktifitas dengan cepat. Karena itu pemulihannya justru jadi lebih lama. Tapi kalau nunggu full pulih, album kedua nggak aka nada Kyuhyun hehehe

Itu sebabnya member lain jaga di abanget karena dia masih belum pulih

Soal yang lain cari aja sendiri, belum ada kaitannya sama ff hehehe. Mianhe

Soal ramen kan Kyuhyun kagak nangis. Gimana sih? Kkkk

nee chapter 40 . 2h ago

Soal karakter semua menilai sesuai sudut pandang masing2. Apa yang kamu tangkap dan aku tangkap beda itu wajar hehehe
Ibarat kata, si A menurut temannya lucu, menurut orang lain pendiam. Mana yang benar? Semua benar
Satu lagi, doujinshi itu diijinkan. Aku nggak nerbitkan buku. Kalau mau komplain soal itu, bisa ke toko buku, lihat alamat di sampul belakang lalu tulis surat keberatan. Bukan di sini komplainnya. Terima kasih sudah mereview

exodewi chapter 1 . May 2

Aku nggak ngomong prosentase di RS, lebih enak fanfic just fanfic. Nikmati aja. Infonya bisa ditelusuri mana yang real mana yang fiksi. Tapi untuk fanfic, tetaplah berpikir sebagai fanfic

lhs chapter 40 . Apr 30

Itu kesalahan auto correct. Kea rah, the, member, mimic, etc… udah mati tetep aja muncul kkkk Btw, gomawo udah ngasih tahu

Atika chapter 40 . Apr 29

Itu kan waktu jaman yang berbeda. Cek jamannya dong. Sebelum Kyuhyun masuk aja mereka pernah pindah 2 kali kok. Untuk pastinya tetep kudu tanya Kibum langsung.

ShadowCrush chapter 40 . Apr 28

Aku usahakan. Gomawo sudah mereview

sookyu chapter 1 . Apr 27

he eh

lovely yesungielf chapter 40 . Apr 25

Mianhe untuk semua fans Yesung, ch 41 akan ada pelurusan info yang udah lama merebak dengan salah. Kalau masih ragu bisa download videonya di Youtube. Yesung hanya ikut dari jam 6 sore hingga sebelum jam tidur. Setelah itu tidak ikut lagi. DIa hanya naik ke podium saat member yang lain tiba di garis finish. Kondisi kakinya nggak memungkinkan untuk lanjut.

Aya chapter 40 . Apr 25

Masih dilanjutkan. Salam kenal. Gomawo sudah mereview

readerfanpit chapter 40 . Apr 23

Makanya rajin review biar author2nya kagak mutung wkwkwkwk

Iya, Siwon begitu kkkk

Gomawo

Changmin loppie chapter 40 . Apr 23

Minho belum muncul, tapi akan muncul sedikit enath di chapter berapa.

Iya, kalau update pasti ngabarin di twitter

Reka ELF chapter 40 . Apr 23

Sama-sama. Gomawo sudah mereview

Guest chapter 40 . Apr 23

Reader lama kudunya bisa ganti nick dong kkk Iya, gomawo sudah mengikuti ff ini

Guest chapter 40 . 8h ago

Gomawo buat review dan semangatnya, chingu

.5 chapter 1 . 12h ago

Gpp hehehe Aku juga nggak nyangka tahu2 sampai sepanjang ini

meimeimayra chapter 40 . 11m ago

Ne, soalnya dipotong bukan di TBC yg awalnya aku tentukan. Rada maksa motongnya

reaRelf chapter 40 . 19m ago

Tapi akhirnya dia cukup handal lho

Uzumaki Himeka chapter 40 . 18h ago

1? Kayaknya banyak deh hehehe Cuma ke PM.
Gpp, nggak aku pikirkan jauh-hjauh kok. Hitung-hitung masukan.
Yup, memang aku potong hingga sepertiga aja yang diupload. Aslinya terlalu panjang

SparkyuELF137 chapter 40 . Apr 20

Kalau tumbang terus bisa2 Kyuhyun dipecat dong hehehe

chairun chapter 40 . Apr 19

Gomawo buat review dan semangatnya

hatake andrion junior chapter 6 . Apr 18

Carilah maka kamu akan mendapat

Della chapter 38 . Apr 16

Belum telat kok, kan belum tamat kkkk

nurul ainiy chapter 40 . Apr 15

Biasa aja
Gomawo sudah mengikuti ff ini

Atika chapter 40 . Apr 15

SexyKyu itu real. Dia dapat gara-gara penampilannya di acara Very Big Star yang Kyuhyun ngedance sexy itu hehehe. Ini julukan real. bisa ditonton di yutub saat sukira bahas SJM balik ke korea. SexyKyu.

miss clouds chapter 1 . Apr 15

Salam kenal

hatake andrion junior chapter 4 . Apr 14

Henry di movie bisa ngintip di folder foto FB ku yang judulnya ff Falling Star

hatake andrion junior chapter 3 . Apr 14

DI ff ini Petinggi SM no name. Karena Kyuhyun memilih berdiri bersama SJ, jadi nggak luput juga. Makanya dia bbrp kali meminta Kyuhyun menyingkir dari sana

opie90 chapter 39 . Apr 14

Soal itu bisa dicek di inet. Ada foto koran yang memuat pernyataan itu kok

opie90 chapter 38 . Apr 14

Lebih baik terlambat daripada tidak kkkk

kyuteuk 28 chapter 40 . Apr 14

Senang melihat chingu mau mendukung SJ sampai akhir. Hwaiting

Guest chapter 40 . Apr 13

Ne, mereka orang-orang yang tidak mudah putus asa

gullivergurls chapter 40 . Apr 13

Sebenarnya aslinya lebih panjang tapi aku potong karena tidak kelar juga

Mizury23 chapter 40 . Apr 12

Aku juga heran kenapa bisa begitu hehehe

casanova indah chapter 40 . Apr 11

Ne, aku juga kangen formasi lama, tepatnya kangen Hangeng dan Kibum hehehe
Semoga suatu saat mereka bisa sepanggung kembali

bella0203 chapter 40 . Apr 10

Bener yach, jangan bosan kkk

Fitri MY chapter 40 . Apr 10

Kyu yang sekarang nggak ngangeni tho? hehehe

Kim Anna chapter 40 . Apr 9

Changmin akan muncul. Ditunggu aja

Rafiah ELF chapter 40 . Apr 9

Gpp
Gomawo sudah mereview

elfishy09 chapter 40 . Apr 9

Itu bukan lomba kok jadi bukan menang tidak menang tapi untuk mengumpulkan dana

lee yeon rin chapter 40 . Apr 9

Iya, bisa cek di videonya

Tarra Aja chapter 8

Soal Donghae mau balik jadi nelayan jika tidak punya konser sampai album keempat? Itu real. Dia bilang ama Leeteuk mau balik jadi nelayan di Mokpo.

aeyoo chapter 40

Memang TBC nya bukan di situ, dipotong paksa jadi berasa agak aneh
Gomawo mau membaca ff ini meski tinggal snedirian hehehe

.5 chapter 40

Aku juga ingin memiliki semangat seperti itu
Aja aja hwaiting!

lee sang ki chapter 40 . Apr 7

Soal itu kita lihat aja RS 41 hehehe

minnie chapter 40 . Apr 6

Gomawo

R-B Kim chapter 40 . Apr 6

Gomawo sudah membaca semua ff-ku

Salam damai. Semoga semangatku juga segera kembali

kyuli 99 chapter 40 . Apr 6

Gomawo

Wahyu kurniawati 5 chapter 40 . Apr 6

Jangan pakai titik di luar EYD missal habis titik lalu titik lalu titik kkk
Namamu berubah jadi angka 5 saja di ffn

ryeo ryeong chapter 40 . Apr 6

Adonis camp kan SJ05. Beda
Iya, tapi He Jiong juga suka mencegah kalau kira2 yang mereka pukul yang ada pakunya kan? Cuma dia bingung di antara 2 kantung

Secretadmire chapter 40 . Apr 6

Gomawo buat dukungannya

chapter 40 . Apr 5

tidurnya beneran

chapter 39 . Apr 5

Hehehe dia bingung ama SJ yg urat sarafnya alot

Uwi chapter 40 . 3h ago

Boleh. Gomawo reviewnya

chapter 38 . 20h ago

Memang. Semua member juga bilang gitu. Tetapi ke belakang dia cukup bisa nahan nangis kan? Meski tetep aja dia yg paling cepet kkkk

amelkyuzone29 chapter 40 . 22h ago

Aigoo…aku malah merasa hancur di ch ini. Btw, gomawo

uri retno chapter 1 . 23h ago

Lebih pendek aklau dibandingakn ff ku. Sudah panjang kalau dibandingkan ff lain. Tanpa jawaban review, RS40 udah 11 ribu kata lebih

Gomawo.

EchaKyu chapter 40 . 23h ago

Varanya dicari satu per satu hehehe. Gomawo

SunakumaKYUMIN chapter 40 . Apr 4

Yosh! Harus semangat!

Secretadmire chapter 39 . Apr 4

Fanfic just fanfic. Gomawo sudah mengikuti ff ini

Zaireen oksismi chapter 40 . Apr 4

Mianhe, ch ini mmg feel nya parah hehehe

chapter 37 . Apr 3

Balasan review yach sesuai yg masuk lha

K13 chapter 40 . Apr 3

Gomawo. Btw, beneran asyik? AKu kira membosankan.

chapter 36 . Apr 3

Leeteuk sering kkk

Mimisan.

chapter 35 . Apr 3

Itu real quotesnya Kyuhyun

Itu hobby dan keharusan wkwkwkwk

chapter 34 . Apr 3

Tanya aja ama yang bersangkutan kkk
Hal semacam ini di sana udah biasa

Iya, itu kura-kuranya mahal banget. Ryeowook paling suka kalau udah ngasih tahu harga kura2 lalu yg dengernya kaget wkwkwkwk

chapter 33 . Apr 3

Uhm

Guest chapter 40 . Apr 3

Naneun mollayo

ekha sparkyu chapter 40 . Apr 3

Gomawo sudah menyadari kerja kerasku.
Kkk authornya somplak.

Elfishy chapter 40 . Apr 3

Fighting! hehehe

dyayudya chapter 40 . Apr 3

Kyuhyun itu ganteng, manly sekaligus imut hehehe
Eunhyuk, Yesung, Siwon dan Ryeowook pernah menyebutkan soal imut ini
Aku rasa perlu ditambahi 'jika sedang tidak evil' wkwkwkwk

Siwon polosnya kebangetan wkwkwk
Paling suka pas Donghae protes waktu Zhoumi miilih Siwon buat jagain dia. Donghae bilang 'siwon malah yang perlu dijaga'
wkwkwkwkwk saking polosnya ntu Siwon
Aku mau protes ama Changmin…. Itu Kyuhyun udah gemuk. Changmin sih enak tetap kurus kkkk

sfsclouds chapter 40 . Apr 2

Sebentar lagi Kibum akan muncul

ai chan annisa chapter 40 . Apr 2

kalau semua, ya sejak sept 2012

chapter 32 . Apr 2

Lihat saja, di YT masih ada kok

chapter 31 . Apr 2

Itu benar. Datang dan pergi apa adanya

chapter 30 . Apr 2

Kkk begitulah Kyuhyun

chapter 29 . Apr 2

Leeteuk terjebak wkwkwkwk

Endah chapter 40 . Apr 2

Duo evil SJ emang nyentrik

Guest chapter 40 . Apr 2

Kayaknya chingu kebanyakan tanda baca dan dalam kurung…
Pasti yang soal mangku tiu Siwon kan? Mianhe aku nggak bisa komen soalnya kalimatnya banyak yg hilang. Sesuai EYD aja, kalau pakai tanda baca yang salah ffn menghapusnya

phoutree chapter 40 . Apr 2

Siwon terlalu rempong wkwkwkwk
Kyuhyun pas silinder itu, yang sibuk Siwon malah sampai di hush hus ama Kyuhyun kkk
Hyung yang baik
Iya, Sopda yang polio, aku paling sedih lihat dia

Iya, matanya sampai merah banget. Syutingnya ngelewatin malam sih

Ekatiaraqbil chapter 40 . Apr 2

Gomawo reviewnya hehehe

Guest chapter 40 . Apr 2

Gomawo Nich guest nya diganti aja sama pilihan sendiri, jadi tahu yang mana jawabannya

BunnyKyunnie chapter 40 . Apr 2

I know who you are wkwkwkwkwk
Gomawo

parkjinjeng chapter 40 . Apr 2

Cheonmaneyo

iffahCHO chapter 40 . Apr 2

Iya, nikmati aja krn aku nggak membatasi chapter hanya menentukan titik ujung

KimAra27 chapter 40 . Apr 2

Type your review for this chapter here... Ini sih dr ffn nya wkwkwk
Btw, gomawo udah berusaha mereview

Nisa chapter 40 . Apr 2

Setiap kesempatan bisa dapat game akan dimanfaatkan kkkk

kc chapter 40 . Apr 2

Ah jangan terlalu banyak pakai tanda baca yang keluar dari EYD. Sama ffn otomatis hilang, aku jadi tidak tahu chingu nulis apa. Mianhe

Guest chapter 40 . Apr 2

Beneran tidur
Siwon terlalu polos menurutku. Kebangetan malah kkkk

Amin.

Pengennya sih gitu btw Changmin lagi sibuk

Renny Yunaery chapter 40 . Apr 1

Terima kasih masih mengikuti ff ini hehehe

Aniyo, aku suka Heechul kok. CUma krn TBC nya bukan ditempat yg aku inginkan. Tapi kalau nunggu sampai ke sana jadi kelamaan
Iya, ini menulis bukan mencipta hiks kkkk
Kata nae njch karena aku hanya menulis dan menyambungkan dengan fiksi, bukan murni membutanya dr awal. Tokoh itu sudah berjalan di jalan yg mereka tempuh, aku hanya menuliskannya
Gomawo buat reviewnya. Bow

hee seol chapter 40 . Apr 1

Okeeeeeeeeee

chapter 27 . Apr 1

Iya, untung Kyuhyun tidak menyerah dengan kondisinya. Dulu saking parahnya ke senggol orang sedikit udah jatuh. Kyuhyun bilang dia sampai malu banget sama keadaan tubuhnya saat itu yg sangat rapuh. Untungnya dia nggak menyerah dan tetap bertahan di atas panggung.

chapter 26 . Apr 1

Wkwkwk kan keren kayak burung

diah d5 chapter 40 . Apr 1

Senang juga kamu bisa review hehehe. Gomawo

chapter 25 . Apr 1

Sangat dekat kalau sama Ahra. Karena ortunya sibuk, dia lebih dkat ke Ahra.
Tapi sama ortunya juga dekat, Cuma pas awal debut aja jauh karena dia nentang ortunya. Tapi habis kecelakaan akur lagi

chapter 24 . Apr 1

Gomawo sudah mereview

chapter 23 . Apr 1

Ne, tidak sopan tapi lucu kkk

chapter 22 . Apr 1

puk puk puk

Cho Kyuna chapter 40 . Apr 1

Aku juga ingin lihat mereka nikah dan punya anak. Mau lihat SJ junior kayak apa wkwkwkwk

FuJoyer97 chapter 40 . Apr 1

Iya, setiap tahun pasti ada lah…. Hidup itu kan isinya rintangan. Kalau berhasil lewat aka nada lagi yg lainnya. Tapi dengan begitu kita bertumbuh semakin dewasa dan kuat

chapter 21 . Apr 1

Pasti lanjut

chapter 1 . Apr 1

Kalau buat tugas kuliah gpp, kalau diplagiat, semoga anda beruntung wkwkwkwk

Gomawo buat fightingnya wkwkwkwk
Mianhe bahasa kacau balau

chapter 40 . Apr 1

dipangku tuh dipangku. Kalau digendong berat kkk

Author ditimpuk Kyuhyun
Iya, itu yg pesannya real semua ynag termasuk Heechul ngomong jadi sehat bukannya tetap sehat kkk
Gomawo

RysahELF chapter 40 . Apr 1

Soal itu ditanyakan langsung aja ke Kyuhyun hehehe

anyuen29 chapter 40 . Apr 1

Ada di FB ku.

Jia you juga

Guest chapter 38 . Apr 1

Benar yg Hangeng ambruk di belakang panggung itu

Soal itu hanya SM, Hangeng dan SJ yang tahu

Gomawo sudah mereview

inthae chapter 40 . Apr 1

Tadinya TBC nya bukan di situ, tapi aku potong aja lha, lagi nggak siap buat yg TBC aslinya

Kkk syukurlah kalau nyambung

Oh kamus? Uhm, cukup dibakar lalu minum air campuran serbuknya wkwkwkwk
Emangnya dukun? Dasar

KyuChul chapter 40 . Apr 1

Ada semua. Kan nama acaranya udah disebutkan di RS40. Yg depannya Bravely

GaemGyu92 chapter 40 . Apr 1

Tingkat profesionalitas mereka hebat. Aku akui SM pandai memilih dan mendidik

Tulus tapi capek hehehe
Mereka benar2 menyukai apa yg mereka kerjakan

You too

Pitaajjah chapter 40 . Apr 1

Gomawo sudah mereview

Pherophe chapter 40 . Apr 1

Salam kenal juga

OnlySuperJunior chapter 40 . Apr 1

Salam kenal

Sama2. Mereka emang pantas dapat jempil hh
Soal itu tanyakan langsung ke Kyuhyunnya hehehe

Ok, janji yach. AKu cari lho nick nya nanti

Biaelf Sparkyu chapter 40 . Apr 1

Biasanya dia nggak mau manja gitu yach kkkk

Gomawo reviewnya

Chokyu chapter 40 . Apr 1

yup

winda chapter 40 . Apr 1

Sabar… orang sabar disayang author Lho? kkkk

cloud's chapter 40 . Apr 1

Gomawo sudah mau menunggu

Ochaiia chapter 40 . Apr 1

Iya, katanya setiap hari Kyuhyun kangern tapi nggak berani bilang. Kata Kyuhyun DOnghae menghiburnya diam2 kkk
Diam2 yg ketahuan

Iya, Leeteuk kesampaian. Dan Kangin WGM nya lucu banget wkwkwk Tapi caranya menenangkan istrinya yg galak lucu juga

Iya, part 2 susah ketemu eng untung aku ada yang bantu

Iya, imut banget tidur di meja wkwkwk
Lalu kemarin itu tidur beneran di panggung kan? Yg lain pada ikutan tidur tapi dia sih pules

Soal Marathon baca ch 41 aja

Iya, sempat rebut tgl 6 mei krn kejadian SINA tgl 5 disebar di inet

Augesteca chapter 40 . Apr 1

Marathon itu ikut semua kecuali Heechul dan Kibum. Cek aja videonya ada di youtube
Masukan kata: Marathon 24 SJ gitu pasti muncul kok

SilvaELF chapter 40 . Mar 31

Saking capeknya yach… Posisi tidurnya juga nggak enak banget

evilpumpkin chapter 40 . Mar 31

Dia mmg tokoh yg menarik hehehe

Selamat membaca ch 41

Tarra Aja chapter 40 . Mar 31

Gomawo masih mengikuti dan mereview. Gomawo juga buat dukungannya
Hwaiting

ila chapter 40 . Mar 31

Iya, meski lelah, meski itu di luar kemampuan mereka, mereka akan melakukannya untuk mempertahankan senyum orang lain

Sepertinya yg menonton selalu melebihi kapasitas. Asal ada minuman, AC nyala dan kursi itu jauh lebih baik. Yang heatstroke itu sih parah. Nggak ada kursi, nggak ada AC, otomatis nggak bisa minum di panggung kecuali lagi break

diahretno chapter 40 . Mar 31

Bukan sih, tapi karena TBC nya bukan ditempat yang aku piker bagus. Biasanya buatku letak TBC itu penting. Cuma karena terlalu panjang dan aku belum siap, aku potong

Iya, Kyuhyun kayak dilindungi banget jadi imut kkk

chapter 40 . Mar 31

Aku juga bingung apa yang mau dibaca kkkk

ayyaLaksita chapter 40 . Mar 31

suju daddies for a day

aya04 chapter 40 . Mar 31

ANeh tapi bagus hehehe

Guest chapter 40 . Mar 31

Gomawo sudah mendukung SJ

chapter 40 . Mar 31

Iya. Mereka tulus. Itu yang aku suka dr SJ.

Gomawo sudah mereview

vietaKyu chapter 40 . Mar 31

Sudah lama nggak ngobrol (lho?)
Ne, sebenarnya yang magnae siapa yach hehehe

Dedekyu23 chapter 40 . Mar 31

Benar marathonnya. Cari saja di YT dengan keywors Super Junior Marathon 24

CuteCat88 chapter 40 . Mar 31

Iya, mereka orang-orang yang sederhana namun tidak mudah putus asa dan selalu masih memiliki waktu untuk mempedulikan orang lain

sparkyumihenecia chapter 40 . Mar 31

Soal itu lihat saja nanti hehehe
Salah satunya sudah masuk timeline

Iya, Changmin sahabat yang baik. Dan kalau kata Changmin Kyuhyun juga sahabat yang baik. Saking baiknya dia bilang : "Kyuhyun is someone to whom I would run immediately if ever he needed me."

Ahra akan muncul bbrp chapter lagi. Gomawo reviewnya hehehe

ochaken chapter 40 . Mar 31

Beneran. Masukin aja nama acaranya. Di youtube ada

Ah, untung nyadar di tengah hehehe. Padahal di chapter 1 udah aku warning lho kalau ini sequel kkkk

Iya, itu yang aku kagumi dari mereka, sekaligus mengajarkan bahwa orang yang mau berusaha dan sabar, pasti diberi jalan untuk sukses meski orang lain meragukannya

Tidak, ff ini endingnya sudah ditentukan sejak awal bikin judul.
Gomawo sudah mereview

Dianti Lestari chapter 40 . Mar 31

Cheonmaneyo. Gomawo juga sudah mengikuti ff ini

alenadee chapter 40 . Mar 31

Jitak juga nih banyak maunya hehehe

phiexphiexnophiex chapter 40 . Mar 31

Benarkah? Syukurlah hehehe

chapter 40 . Mar 31

He eh hehehe

chapter 40 . Mar 31

Iya

chan chapter 40 . Mar 31

Sama-sama

Gyurievil chapter 40 . Mar 31

Aku penasaran ama ff-mu kkkk

dazzling shadow chapter 40 . Mar 31

ckckck

Setiap aku upload chapter, aku akan upload video dan gambar yang berhubungan di status2 selanjutnya. Cek ke FB ku aja

jeje chapter 40 . Mar 31

Aku juga lagi bingung mau nulis apa

Guest chapter 40 . Mar 31

Benarkah? AKu malah merasa chapter 39 sampai 41 mengalami kemunduran

dewiangel chapter 40 . Mar 31

Samaaaaaaaaa Bete banget kalau nggak kelar2 kkkkkkk

Sei chapter 40 . Mar 31

Sei, aku benar2 mengira kamu nggak akan muncul lagi. Hilang deh satu reviewerku. Untung Cuma negative ting tingku aja. HUG.
Iya. Kalau petinggi SM orangnya emosional, dia kagak akan handal dong di dunia entertain hehehe. Aku ingin kasih adegan banyak-banyak tapi nanti aneh.

Masih ada. AKu udah cek di internet. Bagaimana kabar anak2 itu sekarang yach? Cuma SD dan SMP aja soalnya. SMU udah pada dialihkan ke sekolah Korea kalau yang masih di sana. Karena pekerja imigran, anak-anak yang dibawa memang yang masih kecil-kecil. Kalau besar ditinggal di negaranya. Jadi SMU tidak ada.

Iya, marathon yang Yesung pingsan.

HAAAAAAAA? Aneh2 aja. Nggak lah. Mana mungkin sakit hati. Aku bahkan nunggu2 nama 'sei' hehehe Siapapun dirimu. Lebay mode on nih kkkkk

Itu kata-kata SJ waktu wawancara kok. Aku lupa, pokoknya pas bahas Leeteuk yang kalau nerima telepon dingin dari eommanya, malah cenderung nyuruh cepat2 ngomongnya, nggak lama2. Beda ama Kyuhyun dan yang lain yang pakai acara manja-manja, kangen2an dst kkkk
Aku juga pernah dengar itu dari orang tua.
Untuk perempuan? Mungkin juga yach. Kan bagaimana sikap kita di rumah nggak akan beda2 jauh kalau punya keluarga sendiri. Bahkan anak yg sering dipukul ortunya waktu kecil, 80% lebih akan menjadi pelaku pemukulan terhadap anaknya sendiri meski ia tidak mau melakukannya. Ini salah satu sebab seorang ibu membunuh 3 anaknya di Bandung. Karena dia ngikut ibunya dulu dan dia nggak mau anaknya jadi ortu yang begitu juga ke cucunya. Mianhe OOT juga kkkk

Ciput chapter 40 . Mar 31

Review lagi (balasannya lanjutkan kkk)

v3 chapter 40 . Mar 31

makanya lain kali mengharu merah ajja jadi nggak bête lihat TBC

Gomawo buat kesabarannya. Fiuuuh …. Aku memang author yang menguras kesabaran, mianhe kkkk

GaemGyuLah chapter 40 . Mar 31

Gomawo buat semangatnya

ana-ssi chapter 40 . Mar 31

Gomawo buat reviewnya

ELF AL chapter 40 . Mar 31

Kamu pasti reader baru nih. Kalau yang lama tahu aku kagak lancer, malah pernah 4 bulan lho antar chapter hehehe
Btw, gomawo sudah mengikuti ff ini
Ditunggu reviewnya

ekha sparkyu chapter 40 . Mar 31

review gaje #timpuk Ekha

Kyuminhae chapter 40 . Mar 31

Beneran. Cek aja

Kyuminhae chapter 39 . Mar 31

Iya meleset hehehe

kadera chapter 40 . Mar 31

Ingat. Kadera gitu

parkjinjeng chapter 39 . Mar 31

Udah 41 sekarang