Title : RISING STAR Chapter 46
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum dan Henry.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje, If Read Don't Bash, Jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu
Summary : tidak ada
.
.
"Aku ingin memakan masakan i…."
"CUKUP!"
Hardikan Hankyung membuat kedua dongsaen-nya tersentak. Ryeowook refleks merangkul Kyuhyun yang duduk di sisinya.
.
.
RISING STAR
Chapter 46
.
.
Melihat mereka ketakutan, Hankyung tersadar dan mengelap wajahnya dengan tangan yang masih gemetar.
"Mianhe, sepertinya aku sedang banyak pikiran."
"Aku yang salah. Tidak seharusnya aku merepotkan Hankyung hyung…"
"Kyuhyunie…" Hankyung menggeleng dan tersenyum dengan perasaan bersalah. "Ini tidak ada kaitannya dengan permintaanmu. Percayalah, arra?"
Meski tidak terlalu yakin, Kyuhyun mengangguk sementara Ryeowook masih saja merangkul bahunya dengan takut.
"Ryeowookie, kau juga mau? Hyung buatkan sekaligus. Nanti kita makan bersama-sama." Hankyung mencoba meredakan suasana yang tegang.
Ryeowook mengangguk tanpa bicara. Hankyung bergegas memeriksa bahan-bahan yang ada dan mulai memasak sementara kedua dongsaeng-nya duduk di meja makan dengan diam.
Hankyung memejamkan matanya. Kata-kata Kyuhyun tadi mengingatkan namja itu akan kejadian sebelum ia berangkat ke China, saat Kyuhyun memintanya membuatkan Beijing fried rice.
"…Sebelum Hankyung hyung kembali ke China, aku ingin memakan masakan ini. Siapa tahu aku tidak bisa memakannya lagi…"
Hankyung menghentikan gerakan pisaunya yang tengah memotong bawang. Tangannya semakin gemetar. Ia takut Kyuhyun mengucapkan kalimat itu lagi, karena itulah tanpa sadar ia menghardiknya.
"Hankyung hyung…." Tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dari belakang, membuat Hankyung terkejut namun tidak berani menoleh. Ia bisa merasakan kepala Kyuhyun bersandar di punggungnya. "Kami ada di sini, hyung jangan berpikir sendirian terus… Aku menyayangi Hankyung hyung…."
Hankyung tidak dapat berkata apa-apa. Ia sadar dirinya sedikit menjauh dongsaengdeul yang berada jauh dari negara asal mereka, dan berkonsentrasi kepada bencana yang tengah menimpa negaranya.
"Mianhe…."
"Gwenchanayo."
Saat Hankyung membalikkan tubuhnya, Kyuhyun tersenyum lebar, senyum kekanakkan yang nyaris saja menghilang dari hidupnya. Hankyung bersyukur masih bisa melihat Kyuhyun berada di depannya seperti saat ini.
"Biar aku bantu, hyung." Ryeowook meraih pisau yang lain dan mulai memotong daun bawang sementara Hankyung dan Kyuhyun saling melemparkan senyum.
.
.
"Ya! Zhoumi ge! Bantal duduknya jangan dipindah! Donghae-ya, jangan sentuh apapun! Henry, layarnya kurang ke kiri! Sedikit lagi! Ah, itu terlalu banyak! Kembalikan ke kanan! Mwo? Aigoo, biar aku saja yang melakukan!"
"Kyuhyunie!" Tangan Ryeowook mencengkeram bahu Kyuhyun yang hendak melangkah mendekati Henry. "Diamlah! Aku kesulitan mengikat hanbok ini jika kau terus bergerak!"
"Jangan khawatir, Kyuhyunie. Hyung akan bereskan semuanya." Siwon menepuk pipi Kyuhyun yang menggembung karena menahan rasa kesal. "Kau di sini saja bersama Ryeowookie. Jangan membuatnya marah, arrachi?"
Senyuman lebar di wajah Siwon membuat mata Kyuhyun melirik ke arah hyung mungilnya yang masih membereskan hanbok biru muda yang ia kenakan. Merasa diperhatikan, Ryeowook balas melirik lalu tersenyum mengancam. "Kalau kau membuat hanbok ini terlihat berantakan, kau akan tahu akibatnya, Kyuhyunie. Kemampuanku tengah dipertaruhkan di sini. Orang tuamu, Ahra noona, dan hyungdeul di Korea akan melihatnya. "
Kyuhyun meringis.
"Semua sudah siap?" Hankyung melirik dua jenis pakaian dan penutup kepala yang ditaruh berurutan di atas kursi yang sudah dibariskan dengan rapi oleh Zhoumi. "Tidak apa diletakkan begitu saja di atas kursi?"
"Sudah aku bersihkan, Hangeng ge," jawab Zhoumi.
"Tapi…."
"Tidak apa, Hankyung hyung. Memang seharusnya di atas nampan berlapis kain atau semacamnya. Tapi tidak apa." Kyuhyun yang sudah selesai berpakaian menghampiri Hankyung dengan wajah cerah. "Bisa merayakannya saja aku sudah sangat senang. Aku tidak akan meminta banyak."
Suara tertawa di sekitar mereka membuat Kyuhyun mengedarkan pandangannya. "Apa kata-kataku salah eoh?"
"Kyuhyun hyung sedari tadi berteriak tentang ini dan itu," sahut Henry disambut tawa keras member lain kecuali Hankyung yang hanya tersenyum lembut.
"Itu berbeda! Letak peralatan bisa diatur agar pas!" Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "Yang aku maksud adalah barang-barang yang dibutuhkan saat upacara dan suasananya."
"Suasana?" Hankyung menautkan alis.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan berbisik dengan mimik serius.
"Hankyung hyung, seharusnya upacara ini berlangsung dengan sangat tenang dan hikmat. Tapi aku sadar yang hadir adalah member Super Junior dan Super Junior M, jadi aku tidak berharap banyak. Tenang saja. Aku sudah siap menghadapi situasi apapun."
Kyuhyun mengukir smirk di wajahnya sambil mengangguk puas terhadap 'niat baik'-nya. Hankyung mengerjap kebingungan, tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya membalas pandangan bertanya dongsaengdeul yang lain dengan senyum salah tingkah.
"Ryeowookie, bagaimana dengan soju dan kue berasnya?"
"Sudah siap, Siwon-hyung."
"Kenapa tidak diganti susu saja?"
"Apa maksudmu, Donghae-ya?" Kyuhyun melirik hyung-nya yang sedari tadi lebih banyak melompat ke sana ke mari karena dilarang menyentuh apapun. Ia tidak ingin tangan penghancur milik Donghae mendapatkan korban.
"Seharusnya yang kau minum soju pertamamu. Tapi karena kau sudah sering minum soju bahkan wine, bagaimana kalau diganti susu saja?"
Kyuhyun hendak mengejar Donghae ketika Ryeowook menepuk bahunya. "Hanbok. Hanbok."
"Aigoo…" Kyuhyun terpaksa mengurungkan niatnya. Namun ia tetap melemparkan pandangan tajam ke arah Donghae yang berjingkrak kegirangan.
"Kyuhyunie, coba kau cek sendiri posisi layar dan speaker. Kami harus berganti pakaian." Siwon memberi kode agar semua member masuk ke dalam kamar Ryeowook.
Kyuhyun mengamati sekitarnya. Ruangan itu sudah ditata sedemikian rupa, hanya berisi perabotan yang berkaitan dengan upacara. Bukan penataan yang sempurna, tetapi Kyuhyun sudah merasa senang dengan semua itu. Layar yang berada di bagian depan akan terhubung dengan rumahnya. Tiga layar sejajar di sisi kanan ruangan, akan terhubung dengan dorm di Korea. Semuanya menghadap ke arah tengah ruangan, di mana Kyuhyun akan me-lakukan upacara, sehingga Kyuhyun bisa melihat mereka semua, begitupun sebaliknya. Beberapa kamera yang dipegang oleh staff akan meliput upacara itu, meski akan ada beberapa hal yang tidak bisa terlihat sepenuhnya.
Member Super Junior M yang lain keluar beberapa menit kemudian dengan mengenakan hanbok.
"Aku tak menyangka di China juga mudah mendapatkan Hanbok." Kyuhyun menatap takjub.
"Apa yang kau bicarakan? Ini semua kiriman Cho ajussi."
"Nae appa?"
"Bukan hanya pakaian untukmu dan kami semua; Beliau juga mengirimkan bantal untuk upacara, cawan, meja kecil, soju, kue beras, juga ini..." Siwon menunjukkan sebuah map berlapis beludru biru. "Ah, Henry-ah. Aku lupa Cho ajussi juga mengirimkan nampan ini."
Henry bergegas menerima dua buah nampan besar berlapis beludru merah itu, lalu memindahkan dua set pakaian upacara tadi ke masing-masing nampan.
Kyuhyun kehilangan kata-kata. Ia tidak menyangka semua sudah disiapkan keluarganya dengan baik.
Suara gayageum, kecapi 12 tali, terdengar memenuhi ruangan ketika Zhoumi memutar sebuah CD. Alat musik ini selalu digunakan untuk mengantar anak laki-laki maupun perempuan yang memasuki usia dewasa.
"Ini juga dikirim oleh Appa?" Kyuhyun menghembuskan napas lega. "Aku kira, upacara ini akan diiringi lagu Super Junior."
"Ide bagus. Bagaimana kalau kita lakukan usulan Kyuhyunie?"
"Jangan coba-coba, Donghae-ya!" Kyuhyun mendesis. Namun saat semua tertawa, Kyuhyun ikut tertawa. Ia merasa sangat senang.
Zhoumi kembali mematikan musik setelah menemukan volume yang paling pas untuk mereka semua.
"Kyuhyunie, ayo bersiap. Kalian sudah di posisi masing-masing kan?"
Siwon melirik layar di mana semua pihak yang akan ikut menyaksikan sudah terhubung dengan mereka di China. Ia menyapa kedua orang tua Kyuhyun dan Ahra yang tampak di layar depan, sekaligus untuk mengecek apakah suara sudah terdengar jelas dari dua arah. Tiga layar yang berada di sisi kanan ruangan juga sudah terhubung dengan dorm di Korea. Layar pertama menampakkan wajah Leeteuk, Heechul, dan Yesung; Layar kedua menampakkan wajah Kangin dan Shindong; Layar ketiga menampakkan wajah Sungmin, Eunhyuk, dan Kibum. Mereka semua mengenakan hanbok.
Kyuhyun bergeming di tempatnya. Ia memandang ke layar monitor yang menampakkan appa, eomma, dan Ahra noona dengan pandangan nanar. Sama seperti dirinya, mereka juga mengenakan pakaian tradisional Korea. Kyu-hyun menyapa sambil membungkukkan tubuhnya. Ketika mereka menyahut, suaranya terdengar oleh semua yang berada di dalam ruangan, membuat Kyuhyun tertawa kecil.
"Ini benar-benar situasi yang aneh tapi menyenangkan," ucap Kyuhyun sambil membetulkan letak mike kecil yang ia pakai. "Appa, kau sangat gagah. Eomma juga sangat cantik."
"Bagaimana denganku?" Suara Ahra kembali terdengar di ruangan itu, membuat semua tersenyum sementara Kyuhyun meringis, masih belum terbiasa dengan hal ini.
"Ahra noona selalu sangat cantik," puji Kyuhyun dengan wajah memerah sementara beberapa suara tawa terdengar di sekitarnya.
"Captain Cho, kau juga sangat tampan." Berbeda dengan kedua orang tuanya yang hanya tersenyum, Ahra melontarkan kata-kata penuh semangat.
"Kau tidak menyapa kami?!"
Suara teguran itu membuat Kyuhyun memandang ketiga layar yang terhubung dengan dorm. Heechul tengah melemparkan tatapan tajam sementara hyungdeul lainnya tersenyum melihat ulah namja itu. Mata Kyuhyun kembali memanas. Ia tersenyum lebar melihat wajah-wajah yang dirindukannya.
"Heechul hyung selalu tampan," puji Kyuhyun dengan suara tercekat. "Hyungdeul, kalian semua sangat tampan…"
Siwon berjalan ke sisi Kyuhyun karena dongsaeng-nya itu tidak juga beranjak. "Kyuhyunie, kau bisa berbincang-bincang dengan mereka nanti," bisik Siwon. Ia mengerti betapa rindunya Kyuhyun kepada keluarganya dan member lain di Korea, apalagi di hari yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini. "Selanjutnya serahkan kepada kami, arrachi?"
Kyuhyun mengangguk. Tanpa banyak bicara, ia berdiri di luar jangkauan semua layar monitor, menunggu upacara di mulai. Sesekali ia memperhatikan
member Super Junior M yang sibuk melakukan pemeriksaan terakhir.
"Sudah bisa dimulai?" tanya Leeteuk, terdengar jelas oleh semua yang ada di ruangan tempat upacara.
"Mari kita lakukan." Hankyung tersenyum
Hankyung, Siwon, Zhoumi, dan Henry berdiri sejajar ketiga monitor yang menampakkan member Super Junior di Korea. Donghae berdiri di sisi kiri layar yang menampakkan keluarga Kyuhyun, bertugas sebagai pembaca tahapan upacara. Ryeowook berdiri di sisi Kyuhyun, bertugas untuk membimbing Kyuhyun selama upacara.
Suara gayageum memenuhi ruangan, menandakan dimulainya Gwallye, upacara yang akan mengantar Kyuhyun memasuki awal kedewasaannya.
"Gwaaaaaanse!" seru Donghae dengan suara memanjang, tenang, namun mantap, sehingga semua yang ikut serta bisa mendengar dengan jelas. Gwanse adalah acara pembasuhan tangan.
Ryeowook menuntun Kyuhyun berjalan ke arah Henry yang berada di ujung barisan sambil memegang sebuah baskom berisi air. Kyuhyun membasuh tangannya dengan air tersebut sebelum berjalan ke tengah ruangan di mana sebuah bantalan duduk disediakan untuknya. Henry meletakkan baskom di sudut ruangan, lalu kembali berdiri bersama yang lain.
Kyuhyun berdiri sambil memandang ke layar bagian tengah, di mana Cho Younghwan, sang appa, siap memimpin upacara itu. Ahra dan Kim Hanna terlihat di sisi kiri dan kanan.
"Joooooongrye!" Donghae membacakan acara selanjutnya. Jongrye adalah acara penghormatan.
"Lepaskan alas kakimu," bisik Ryeowook. "Beri hormat kepada orang tua sebanyak 3 kali."
Kyuhyun menurut. Ia melepaskan alas kakinya, kemudian dengan kedua telapak tangan ditumpuk satu sama lain, ia mengayunkan tangannya sejajar dada. Kyuhyun lalu berlutut dan menempelkan telapak tangannya di lantai, menundukkan kepala hingga dahinya menyentuh kedua telapak tangannya; Memberi hormat selama beberapa detik. Setelah itu ia kembali berdiri tegak, dan melakukan penghormatan yang sama sampai tiga kali. Semua menyaksikan dengan hikmat.
"Sekarang memberi hormat kepada yang lebih tua," bisik Ryeowook. Ia menuntun Kyuhyun berdiri menghadap ke arah kanan ruangan.
Layar yang menampakkan member Super Junior di Korea, ditempatkan sedemikian rupa sehingga keempat hyung-nya di China kecuali Ryeowook dan Donghae, bisa berdiri di sisi kiri dan kanan layar. Namun ekor mata Kyuhyun melirik ke arah Henry yang ikut dalam barisan.
"Kenapa Henry-ah ikut?" Pertanyaan Kyuhyun memecah suasana upacara yang tadi berlangsung hikmat.
"Aku ikut, karena aku sudah coming age 1 tahun lalu." Henry tersenyum.
"Mwo? Ada Henry?" Heechul di dalam layar, tampak melemparkan pandangan bertanya ke member lain yang berada di sisinya.
"Aku tidak tahu, hyung," jawab Shindong karena Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya. Meski tampak di layar yang berbeda, namun sebenarnya kedelapan member Super Junior yang ada di dorm, berdiri bersisian.
"Aku berharap bisa melihat siapa saja yang bersama kita saat ini. Ada yang berdiri di sisiku bukan? Aku merasakan kehadirannya. Ini sedikit menakutkan." Yesung mendekap dirinya sendiri dengan ekspresi cemas.
"Ya! Yesung hyung! Jelas-jelas aku yang berdiri di sebelahmu, bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Atau kau takut karena Heechul hyung?" protes Kangin.
"Yesung hyung, Kangin hyung, mungkin ada aura gelap di antara kalian berdua. Perlukah aku ke sana untuk mendoakan kalian?"
"Tutup mulutmu, Siwonie! Ya! Sunggie! Apa kau mau bilang aku menakutkan?!" Namun sedetik kemudian Heechul menutup mulutnya sendiri. Ia baru teringat bahwa orang tua Kyuhyun mendengarkan pembicaraan mereka semua. Ketika ia melirik Leeteuk yang berada di sisinya, sang leader hanya tersenyum meringis, tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan suasana seperti semula.
"Bisakah kita melakukannya dengan tenang?" Zhoumi memandang ke layar yang menampakkan keluarga Kyuhyun dengan pandangan meminta maaf meski mereka belum tentu melihatnya. Ia bersyukur kedua orang tua Kyuhyun tampak tersenyum lebar, bahkan Ahra mulai tertawa mendengar keributan yang terjadi.
"Kenapa Henry bisa lebih dulu dari Kyuhyunie?" Donghae mencetuskan apa yang ia pikirkan selama semua berbicara, namun tidak juga menemukan
jawabannya.
"Karena Henry warga negara Kanada," jawab Sungmin tenang.
"Usia dewasa di Kanada adalah 18 tahun, jadi Henry sudah dianggap dewasa sejak 2007," jelas Kibum dengan wajah datar, meski matanya tampak
berbinar senang dengan keributan itu.
"Mari kita lanjutkan saja upacaranya," bujuk Eunhyuk salah tingkah.
"Kyuhyunie…"
"Aku hyung-nya. Aku tidak mau memberi hormat jika Henry tidak menyingkir." Kyuhyun bersikeras ketika Ryeowook membujuk dengan menggamit lengannya.
"Tapi…" Henry tidak melanjutkan karena yang lain memberi isyarat agar namja itu menyingkir. Mereka yakin Kyuhyun tidak akan meneruskan upacara ini jika permintaannya tidak diikuti. Henry kemudian memisahkan diri.
"Ah, Henry-ah, daripada terpisah sendirian, kau menggantikanku saja." Donghae dengan gembira menarik Henry dan memaksanya berdiri di posisi pembaca urutan acara. Ia menyerahkan kertas yang sedari tadi dipegangnya.
"Tapi, hyung, aku tidak tahu kapan urutan selanjutnya perlu dibacakan."
"Aku akan memberi kode. Kau tinggal mengucapkannya dengan memanjang dan berirama seperti yang tadi aku lakukan. Baik-baiklah di sini." Nyaris melompat-lompat karena bisa bergabung dengan yang lain, Donghae meninggalkan Henry yang menatap kertas di tangannya dengan wajah pasrah.
Kini semua member yang berusia lebih tua dari Kyuhyun telah berkumpul di sisi kanan ruangan, tak terkecuali Ryeowook.
"Itu lebih baik." Kyuhyun tampak puas dan mengukir smirk-nya. "Ayo, kita lanjutkan upacaranya. Jangan ada yang membuat keributan lagi."
"Dia sendiri yang membuat upacara ini berisik. Kyuhyunie benar-benar sudah serupa dengan kita," bisik Siwon sehingga Hankyung mau tak mau tersenyum.
"Bukankah di Super Junior tidak ada yang waras?"
"Hankyung-ah…"
Hankyung meringis mendengar Leeteuk menegurnya dengan halus. Terlebih ketika melihat member Super Junior lainnya mati-matian menahan tawa karena ucapannya. Ia menunjuk ke arah layar, memberi kode agar semua kembali tenang.
Kyuhyun kemudian melakukan penghormatan seperti tadi sebanyak dua kali ke arah hyungdeul, baik yang berdiri langsung di sana maupun yang hanya tampak di dalam layar. Mata Leeteuk dan Kangin tampak basah oleh air mata, merasa terharu dengan upacara ini.
"Gaaaaaaarye!" seru Henry setelah melihat Donghae memberi kode kepadanya untuk membacakan urutan acara selanjutnya. Garye adalah upacara mengubah tatanan rambut dan pakaian.
Zhoumi berjalan ke tengah ruangan dengan nampan berisi sangtu, shimui, dan bakkeon. Siwon maju untuk membantu melepaskan lapisan luar hanbok yang Kyuhyun kenakan, setelah itu Ryeowook memakaikan shimui.
Kyuhyun duduk bersila di atas bantal sambil menunduk 30 derajat ketika Ryeowook memakaikan sangtu dibantu oleh Siwon. Setelah dirasa rapi, Ryeowook mengambil bakkeon dari atas nampan dan memakaikannya ke kepala Kyuhyun, menutupi sangtu.
Setelah semuanya selesai, Zhoumi, Siwon, dan Ryeowook berdiri bersama member yang lain. Kyuhyun duduk bersila di atas bantal dengan kedua tangan terlipat rapi di depan perut. Cho Younghwan mulai membacakan petuah yang mengiringi upacara itu.
"Saat ini kau mengenakan pakaian yang bernama shimui. Shim artinya merenung. Pakaian ini juga melambangkan sikap rendah hati dan budi pekerti yang luhur. Tempatkan pemikiranmu sebagai orang dewasa yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kita. Patuhi aturan-aturan baik yang berlaku, yang akan menuntun pemikiranmu yang masih muda. Dengan demikian kamu akan menjadi orang dewasa yang disukai."
"Samda gomapseumnida," sahut Kyuhyun dengan hikmat.
Zhoumi kembali maju sambil membawa nampan berisi durumagi dan gat. Siwon dan Ryeowook membantu Kyuhyun melepaskan shimui dan mengenakan durumagi berwarna biru tua. Dalam upacara Gwallye inilah, para anak laki-laki untuk pertama kalinya mengenakan durumagi. Ahra tersenyum puas ketika Kyuhyun terlihat begitu tampan dengan durumagi pilihannya.
Kyuhyun tenang saat Ryeowook dengan hati-hati melepaskan bakkeon dari kepalanya. Hyung-nya itu memastikan sangtu masih dalam posisi baik sebelum Siwon memakaikan Gat.
Cho Younghwan tersenyum melihat putranya telah mengenakan durumagi dan gat. Ia menunggu semua kembali ke posisi semula sebelum melanjutkan upacara.
"Pakaian dan penutup kepala tanda kedewasaan telah dikenakan. Ikutilah dengan pemikiran dan tingkah laku yang dewasa di tempat kamu tinggal."
"Samda gomapseumnida," sahut Kyuhyun untuk kedua kalinya, sesuai aturan yang dibisikkan oleh Ryeowook yang selalu memberinya panduan.
Cho Younghwan sekarang membacakan ikrar yang turun temurun diucapkan oleh semua anak yang memasuki usia dewasa, diikuti oleh Kyuhyun sambil berdiri dengan tangan kiri terangkat setinggi kepalanya.
"Aku berjanji akan memenuhi tugas yang dituntut dari seorang pria dewasa dengan baik dan tulus." Kyuhyun mengikuti kata-kata sang Appa.
"Kamu sekarang sudah menjadi seorang pria dewasa." Cho Younghwan menahan haru. Seharusnya ia yang memakaikan gat ke atas kepala putranya. Tetapi kali ini Siwon yang mewakili dirinya. Ia kembali melihat tatanan upacara di tangannya, untuk mengetahui apa saja yang harus ia katakan.
Upacara Kedewasaan menjadi perhatian penuh dari pemerintah pusat di Korea Selatan, sehingga setiap sekolah, universitas, maupun lembaga yang membantu mengadakan upacara ini untuk anak-anak yang berada di wilayahnya, mendapat dukungan dana sekitar ₩ 20.000.000 per tahun. Pemerintah juga mengirimkan surat kepada setiap anak yang memasuki usia dewasa pada hari itu, yang berisi tulisan 'Kamu sekarang telah menjadi orang dewasa sepenuhnya'.
"Tinggalkan pemikiran kekanak-kanakan dan berpikirlah sebagai orang dewasa yang berguna bagi negaramu. Bercita-cita lah untuk kebesaran negara." Cho Younghwan membacakan petuah yang tertulis.
"Samda gomapseumnida." Kyuhyun membungkuk dalam-dalam.
Semua bertepuk tangan menyambut status baru Kyuhyun. Namja itu membungkuk memberi hormat kepada keluarga dan hyungdeul, lalu kembali duduk bersila.
"Choooooorye." Henry membacakan urutan selanjutnya. Chorye adalah upacara minum soju pertama.
Zhoumi meletakkan sebuah meja kecil berisi sebuah cawan dan sebotol soju di depan Kyuhyun. Ryeowook meminta Kyuhyun memegang cawan sementara ia menuangkan soju.
"Kau boleh meminumnya sekarang. Seteguk saja," bisik Ryeowook.
Kyuhyun menghaturkan cawan itu terlebih dahulu ke arah orang tuanya, lalu meminumnya seteguk. Cawan diletakkan kembali dan meja disingkirkan.
Ryeowook memperlihatkan secarik kertas kepada Kyuhyun tentang apa yang harus ia katakan. Kemarin, Siwon, Donghae, dan Ryeowook telah menyusun dan menuliskan apa saja yang diperlukan untuk upacara, karena tidak ada wakil dari orang tua maupun pihak pemerintah yang akan membimbing mereka di sini.
"Aku berterima kasih kepada orang tua yang sudah membesarkanku sampai hari ini," kata Kyuhyun mengikuti petunjuk tadi. Ia kemudian memberi hormat dengan kepala sampai ke tanah sebanyak tiga kali.
Kedua orang tua Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum.
"Muuuuungjaaaaaarye." Henry berteriak lantang. Mungjarye adalah pemberian ulang nama yang menandai kedewasaan. Biasanya berisi kata-kata yang bersifat baik dan bijak.
Kyuhyun menyaksikan sang appa mengambil kuas dan menuliskan sesuatu di lembar kertas secara simbolik. Setelah selesai, Siwon maju membawa sebuah map beludru biru. Ketika Kyuhyun membukanya, ia melihat kertas bertuliskan namanya, yang digoreskan dengan tinta oleh sang appa.
"Kyuhyun artinya penyayang." Cho Younghwan tersenyum ketika putranya mengangkat wajahnya dari tulisan tadi dan memandang dengan haru. "Appa selalu berdoa agar kau menjalani hidup dengan peduli kepada orang lain dan memiliki pengharapan, Cho Kyuhyun."
"Samda gomapseumnida," sahut Kyuhyun hikmat.
"Joooooongrye!" Henry kembali berteriak lantang. Jongrye adalah acara penghormatan; Acara terakhir yang akan mereka lakukan dalam upacara ini.
Kyuhyun bangkit berdiri dan memberi hormat kepada kedua orang tuanya sebanyak 3 kali, sama seperti di awal acara. Setelah itu, dengan pakaian lengkap seorang pemuda dewasa, yaitu durumagi, sangtu dan topi gat yang menutupi kepalanya, Kyuhyun membungkuk 90 derajat kepada semua member yang menyaksikan upacara, juga semua staff yang telah membantu.
"Selamat menjadi pria dewasa, uri Kyuhyunie," ucap Leeteuk sambil bertepuk tangan dengan keras diikuti oleh keempatbelas dongsaeng-nya.
"Hyungdeul, Henry-ah, gomawo." Kyuhyun merasa hatinya begitu lega karena upacara ini selesai dengan baik.
"Captain Cho!" Teriakan Ahra membuat Kyuhyun menoleh. Ia tertawa lebar saat sang kakak bertepuk tangan dengan gembira untuknya.
"Beijing Fried Rice, kau lupa sesuatu eoh?!" Heechul menegur ketika sahabatnya hanya bertepuk tangan.
"Ah, maaf, aku terlalu gembira." Hankyung bergegas keluar ruangan.
"Maaf, aku harus mengambil sesuatu juga." Siwon menyusul Hankyung, membuat semua yang ada di dalam ruangan terutama Kyuhyun merasa keheranan, kecuali Ryeowook dan Zhoumi yang ikut berbelanja untuk keperluan upacara.
Tak lama, Hankyung muncul dengan sebuah buket berisi 21 tangkai bunga mawar. Ia menyerahkan buket itu ke tangan Kyuhyun. "Katanya ada tiga hadiah yang biasa diterima oleh seseorang yang memasuki usia dewasa di Korea. Selamat menjadi dewasa, uri Kyuhyunie."
Hankyung memeluk Kyuhyun diiringi suara-suara protes member Super Junior yang berada di Korea.
"Aku ingin memeluk uri magnae juga," cetus Kangin menyuarakan keinginan mereka.
"Bersabarlah, hyung, sebentar lagi kita akan berkumpul," hibur Ryeowook yang langsung memeluk Kyuhyun untuk memberi selamat. Namja mungil itu tertawa senang ketika suara-suara protes kembali terdengar.
Siwon mengeluarkan isi kotak yang diambilnya tadi.
"Kyuhyunie, sebenarnya kau tidak memerlukan parfum apapun. Sejak keluar rumah sakit, entah kenapa kau menjadi begitu harum. Tapi…"
"Ya! Siwonie! Jaga ucapanmu!" Yesung berteriak mengingatkan.
"Siwonie memang bermasalah soal seperti ini." Shindong terbahak-bahak sehingga Sungmin menepuk pundaknya.
"Lanjutkan, Siwonie." Kata-kata Sungmin meski lembut dan tenang, membuat member Super Junior teringat situasi di mana ada keluarga Kyuhyun yang tengah menyaksikan mereka.
Siwon tersenyum puas. Ia menyodorkan sebotol parfum yang diberi hiasan pita berwarna biru. "Ini adalah hadiah kedua yang biasa diberikan dalam upacara. Jadi meski kau tidak memerlukannya, dan aku tidak tahu parfum apa yang kau sukai…."
"Tolong dipercepat sedikit." Celetukan Eunhyuk disambut gelak tawa yang lain, membuat suasana kembali riuh. Tak satupun dari mereka berdiri di tempat semula. Semua sudah berkumpul di tengah ruangan.
"Cho ajussi, maafkan kami," kata Donghae setelah berada di depan layar yang terhubung dengan rumah orang tua Kyuhyun. "Kami terlalu bergembira karena upacara ini."
"Jangan khawatir, Donghae-goon. Bukankah kita keluarga? Kalian semua sudah seperti anak kami sendiri." Kim Hanna tersenyum menenangkan.
"Eomma, tetapi aku tetap yang paling eomma cintai kan?" Kyuhyun berpindah ke sisi Donghae sambil melemparkan pandangan cemas.
"Kyuhyun-ah, kau baru saja menjadi dewasa," tegur sang appa dengan senyum tertahan.
"Bagaimana seorang dongsaeng bisa cemburu kepada hyung-nya eoh?" Donghae merangkul Kyuhyun erat-erat hingga dongsaeng-nya berteriak kesakitan. Zhoumi langsung melerai mereka.
"Kau bisa merontokkan Xiao Dai, Dong Hai!"
"Biarkan Siwon hyung menyelesaikan kata-katanya!" seru Henry. Ia tidak tega melihat wajah Siwon yang terabaikan oleh sekelilingnya.
"Ah, benar, biarkan Siwonie berbicara." Leeteuk mengangguk setuju.
Kyuhyun memandang Siwon dengan perasaan bersalah. "Hyung, mianhe, aku tidak bermaksud…"
"Tak apa, Kyuhyunie." Siwon kembali menyodorkan botol parfum yang dibelinya. Kali ini Kyuhyun menerima parfum itu dan menyemprotkan isinya sedikit. Wangi parfum langsung menyebar ke seluruh ruangan.
"Wanginya sangat enak!" Henry mencoba menghirup dalam-dalam.
"Ini mewah sekali," puji Donghae, ikut menghirup lebih dalam.
"Aku tidak bisa mencium apapun di sini. Tapi kalau Siwon hyung yang membelinya, aku tidak ragu. Pasti bagus!"
"Pasti mahal!" seru Eunhyuk menyambung kata-kata Kibum.
"Parfum hanya boleh digunakan setelah dewasa, karena itu di sekolah dilarang menggunakan parfum." Cho Younghwan tertawa senang. "Parfum memiliki keharuman yang tahan lama dibandingkan jenis wangi-wangian lainnya. Dalam upacara ini, selain sebagai tanda kedewasaan, parfum juga memiliki makna agar semua anak yang beranjak dewasa, akan menjadi orang yang diingat dalam waktu yang lama karena perbuatan baik yang ia lakukan."
"Sebuah kehormatan aku bisa mewakili Anda, Cho ajussi," sahut Siwon sopan.
"Aku dan semua keluarga di sini, juga mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, yang sudah membantu kami melaksanakan upacara Gwallye ini." Cho Younghwan, Kim Hanna, dan Ahra menundukkan kepala kepada mereka semua sebagai tanda terima kasih. Leeteuk dan dongsaengdeul segera membalas dengan cara yang sama.
"Super Junior adalah keluarga. Aku tahu ini kesannya tidak masuk akal… berlebihan… tetapi ini kenyataannya."
Semua tersentuh mendengar kata-kata yang diucapkan Siwon.
"Seharusnya Kyuhyunie juga mendapatkan sebuah ciuman. Siapa yang akan melakukannya?" Pertanyaan Heechul membuat suasana kembali riuh.
"Sudah cukup!" Kyuhyun mengangkat buket bunga untuk menutupi wajahnya sehingga semua tertawa.
"Hana!"
Seruan Leeteuk membuat Kyuhyun menjadi waspada, sementara hyungdeul dan Henry tersenyum penuh arti.
"Dul!"
Kyuhyun terbelalak ketika senyuman mereka menjadi lebih lebar. Ia mencoba mencari cara menghindar secepatnya. Sebelum hitungan ketiga, Kyuhyun bergegas berdiri di depan layar yang menampakkan wajah keluarganya.
"S…."
"Tunggu! Kalian tidak akan melakukannya di depan keluargaku kan?" Kyuhyun masih menutup wajahnya dengan buket mawar. Tangan kirinya memegang parfum dengan erat.
"Ya! Jelek! Apa yang kau pikirkan?!" Heechul tergelak.
"Jangan kacaukan hitungannya, Chullie." Leeteuk menegur. "Sampai di mana tadi? SET!"
"ANDWAE!" teriak Kyuhyun, bersamaan dengan hitungan terakhir yang keluar dari mulut Leeteuk.
"SELAMAT MENJADI DEWASA, URI KYUHYUNIE!" Teriakan serempak itu memekakkan telinga, disambung dengan gelak tawa yang membuat Kyuhyun meringis.
"Ah, aku selalu suka jika dia terpojok." Kibum tersenyum membalas pandangan tajam yang dilontarkan Kyuhyun ke arahnya.
"Kyuhyunie, kau terpilih sebagai orang kedua yang paling banyak ingin dicium di Korea untuk upacara Gwallye ini." Shindong menunjukkan artikel tentang itu kepada Kyuhyun yang memicingkan mata untuk melihatnya.
"Posisi pertama G Dragon." Kyuhyun membaca nama yang tertulis di atas namanya. G Dragon, sama seperti Kyuhyun dan Changmin, lahir pada tahun 1988. Itulah sebabnya mereka semua merayakan Gwallye di hari ini, meski di tempat yang berbeda.
"Aku ingin merayakannya bersama Changmin dan hyungdeul di Korea," gumam Kyuhyun dengan mata menerawang. Ketika menyadari suasana hening yang tercipta akibat kata-katanya, ia mencoba tersenyum. "Hyungduel, mungkin kita perlu mengajak G Dragon juga."
Namja itu tersenyum lega karena keheningan tadi menghilang seketika berganti gelak tawa. Kyuhyun merasa bersyukur dengan sifat member Super Junior yang mudah terbawa suasana yang lucu.
"Sebenarnya ada tahapan terakhir yaitu Gojuye." Leeteuk memberi kode agar semua mendengarkannya. "Pada tahapan upacara ini, seharusnya kau mengunjungi makam para leluhurmu dan merenung, Kyuhyunie. Tetapi karena kondisinya seperti ini, kita akan menggantinya sedikit. Aku dan yang lain akan pamit, jadi kau bisa bercakap-cakap dengan tenang bersama keluargamu. Hyung dan semua yang ada di sini, selalu menunggu kedatangan kalian kembali. Tanggal 7 Juni nanti, kita buktikan bahwa…."
"We are One!" seru keempat belas dongsaeng-nya. Leeteuk mengangguk dengan air mata mulai mengalir di pipinya. "Sebaiknya kami pergi…."
"Silahkan melanjutkan bersama keluargamu, Kyuhyunie."
Hankyung memberi kode agar memberdeul mengikuti dia, sama seperti Leeteuk yang telah mematikan semua sambungan ke dorm di Korea. Mereka berpamitan kepada keluarga Kyuhyun sebelum meninggalkan ruangan.
"Kyuhyun-ah."
Kyuhyun kembali duduk di depan layar, bersiap mendengarkan kata-kata kedua orang tuanya dan Ahra.
"Seharusnya kau menghabiskan beberapa hari untuk merenung, berpikir tentang masa lalu dan masa depan." Cho Younghwan tersenyum. "Penting untuk melihat kembali tahun-tahun yang kau lalui sebagai seorang remaja, dan mengambil waktu untuk serius memikirkan tanggung jawab yang harus kau tanggung sebagai orang dewasa mulai hari ini."
Kyuhyun mengangguk, menyimak kata-kata sang appa dengan baik.
"Tetapi aku rasa, kau sudah melakukan begitu banyak perenungan selama tahun lalu, termasuk menyadari betapa besarnya kecerobohanmu."
"Ya! Appa!"
Kyuhyun mengerucutkan mulutnya sementara Ahra tertawa di belakang sang appa yang terkekeh senang. Kim Hanna tersenyum simpul melihat ulah mereka bertiga.
"Captain Cho, kau harus memikirkan dirimu juga selain memikirkan hal-hal lain." Ahra tersenyum. "Aku tidak mau eomma menangis meneleponku karena kau begitu ceroboh."
"Jeongmal mianhe." Kyuhyun meringis teringat betapa paniknya kedua orang tuanya ketika ia harus dirawat kembali di rumah sakit Nowon. Padahal Kyuhyun baru saja pulang setelah dirawat selama beberapa bulan di Seoul.
"Eomma selalu mendoakan yang terbaik untukmu, Kyuhyunie," tutur Kim Hanna lembut. "Allah selalu besertamu di dalam setiap langkah yang kau ambil. Apapun yang kau hadapi, kau harus selalu bersyukur. "
"Kamsahamnida, Eomma. Sejak aku kecil, Eomma setiap hari berdoa untuk kami semua. Eomma juga mengajarkan bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku. Aku percaya, bagaimanapun keadaannya, semua adalah rencanaNya."
"Eomma senang mendengarnya." Kim Hanna tak kuasa menahan air matanya lagi. "Ommo….Eomma sangat merindukanmu, Kyuhyunie."
"Eomma?" Wajah Kyuhyun memucat melihat sang eomma menangis.
Cho Younghwan langsung merangkul istrinya, sehingga Kim Hanna bisa bersandar di dadanya. Ia tersenyum ke arah Kyuhyun.
"Jangan khawatir, ia hanya terlalu bahagia dengan datangnya hari ini," kata sang Appa menenangkan Kyuhyun yang tampak merasa bersalah. "Terus terang, Kyuhyun-ah, bagi Appa, selamanya kau tetap anakku yang baru lulus sekolah…."
"Appa?!"
Cho Younghwan tertawa ketika kedua anaknya berteriak bersamaan.
"Itu perasaanku yang sesungguhnya. Kyuhyun-ah, appa tahu, hari ini kau sudah memasuki usia dewasa. Tetapi untuk sejenak, kita kembali ke hari itu, hari di mana kita bertentangan dengan cukup serius."
Kyuhyun, Ahra, juga Kim Hanna yang telah melepaskan diri dari pelukan suaminya terdiam mendengarkan. Cho Younghwan menarik napas panjang.
"Bertahan hidup di dunia hiburan itu sangat sulit; Itu adalah sebuah jalan yang sukar dan sempit. Appa tidak ingin kau berjalan di jalan sesulit itu, Kyuhyun-ah.. Itulah sebabnya appa menolak keinginanmu menjadi penyanyi."
"Appa tidak pernah mengatakan alasannya…"
"Aku tidak bisa." Cho Younghwan tersenyum getir. "Selama ini aku mendidik kalian untuk menjadi orang yang disiplin dan tangguh. Bagaimana bisa aku bilang bahwa aku tidak ingin ada hal yang menyulitkan bagimu?"
Cho Younghwan menghela napas. Ia tersenyum ketika istrinya memegang tangannya, memberinya kekuatan untuk berterus-terang. "Appa bisa saja membuatkanmu sebuah album; Tetapi untuk mengubur impianmu, Appa bilang bahwa biaya semua itu sangat mahal; Kalaupun kau bisa membuat album, kau masih menemui banyak kesukaran di pemasarannya. Mengubur impianmu…hanya itu yang terpikirkan oleh Appa saat itu."
Kyuhyun terdiam. Ia ingat bagaimana sang appa menjelaskan semua perhitungan pembuatan album kepadanya, dan berkata bahwa menjadi seorang penyanyi solo bukanlah hal yang mudah, bahkan sedikit mustahil.
"Appa sama sekali tidak menyangka, bahwa kau akan bertahan untuk impianmu yang satu ini. Appa pikir, kau akan menyerah seperti biasa; Menurut dengan apa yang diinginkan orang tuamu. Sebuah pukulan besar ketika kau meninggalkan kami untuk mengejar impianmu, Kyuhyun-ah... Dan…dan beberapa bulan kemudian, kau mengalami kecelakaan itu. Kau hampir saja meninggalkan kami untuk selama-lamanya…."
Kyuhyun tertunduk, tidak kuasa memandang sang appa yang kini dirangkul oleh eomma dan noona-nya.
"Tidak ada hari yang Appa sesali selain hari itu," ucap Cho Younghwan dengan suara bergetar. "Sekarang appa menganggapmu sebagai seseorang yang menjalani kehidupan yang baru. Appa merasa kau bisa hidup dengan melakukan apa yang kau sukai. Melihat semua ini, sebagai orang tuamu, aku merasa benar-benar bahagia untukmu, Kyuhyun-ah."
Kyuhyun memandang wajah sang appa. Ia tidak kuasa menahan air matanya lebih lama lagi. Perasaan bahagia dan haru memenuhi dadanya.
"Setiap hari adalah hari yang istimewa, Kyuhyun-ah. Appa semakin menyadari hal itu saat hampir kehilanganmu. Jangan ada hal apapun yang kau tunda, termasuk impianmu. Setiap langkah yang kau lakukan, meski itu hanya satu langkah kecil, jarakmu dengan impianmu sudah semakin dekat. Teruslah berlatih. Anggap semua kelemahan yang ada saat ini adalah sebuah kesempatan dan anugerah; Sebuah waktu senggang yang diberikan untukmu agar bisa melatih vokal; Melatih kemampuan apapun yang kau butuhkan kelak. Sehingga suatu saat nanti kau bisa berkata: aku sudah berusaha melakukan yang terbaik."
Kyuhyun tersenyum sambil menghapus air mata yang membasahi wajahnya. Kata-kata Cho Younghwan seperti mengusir kesedihannya selama ini setiap kondisinya memburuk, setiap ia merasa lemah dan ingin menyerah.
"Hari ini, pemerintah mengirim kartu pos yang menyatakan, 'Kamu sekarang sepenuhnya dewasa', Kyuhyunie." Ahra tertawa sambil menunjukkan kartu pos itu. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan menuntut. "Kyuhyunie, ingatlah bahwa keluargamu akan selalu di sampingmu. Arrachi?"
"Aku akan selalu mengingatnya, noona," sahut Kyuhyun sambil tertawa.
Ketika ia memutuskan semua hubungan yang ada dan berdiri diam di ruangan yang kini menjadi sunyi itu, sebuah senyum lebar masih menghiasi wajahnya. Hari ini Kyuhyun benar-benar merasa bahagia.
.
.
22 Mei 2008
Rasanya baru kemarin Leeteuk menyaksikan upacara Gwallye, di mana mereka semua berkumpul bersama walau tidak secara langsung bertatapan muka. Namun hari ini ia kembali merindukan suasana ramai yang terjadi saat itu. Leeteuk memandang sekeliling dorm lantai 12 yang sunyi. Tidak ada keinginan untuk turun ke lantai 11 yang biasa menjadi tempat mereka berkumpul. Leeteuk memilih membuka laptopnya dan membaca pesan-pesan member Super Junior M yang hampir setiap hari menulis mengenai bencana gempa bumi di China. Mereka berusaha menghimbau agar semakin banyak bantuan yang datang kepada para korban.
Sebuah pesan di fancafe Super Junior menarik perhatian Leeteuk. Tam-paknya Donghae menulis pesan itu kemarin menggunakan ID Daum milik kakak kandungnya, Donghwa.
.
Halo, kalian semua, aku Fishy Super Junior
Aku tidak meninggalkan pesan untuk waktu yang lama bukan? Meskipun aku memiliki 6 ID Daum, tetapi semuanya telah diserang hacker, jadi aku enggan meninggalkan pesan di sini…TT TT
Meskipun aku benar-benar ingin meninggalkan komentar, tapi karena aku belum mencapai jumlah pesan yang diperlukan untuk meninggalkan komentar, aku hanya bisa meninggalkan pesan di sini.
Kalian semua merindukanku kan? Aku merindukan kalian juga…
Bukan hanya aku tetapi kami semua member Super Junior sangat merindukan ELF. Jadi, aku sangat menantikan Dream Concert kali ini ^^
Aku tidak akan lupa betapa tersentuhnya aku saat konser terakhir… Rasa antusias dan ucapan terima kasih yang kalian berikan… Kami semua sempat khawatir tenggorokan kalian menjadi sakit karena kami… Tetapi tiga jam itu sungguh berarti, yang kapanpun atau bagaimanapun, tidak akan tergantikan. Bukankah begitu? ^^
Aku benar-benar ingin melakukan bow setiap saat, untuk berterima kasih kepada kalian semua. Walaupun kami membuat kesalahan dan memiliki banyak kekurangan, tetapi kalian semua percaya kepada kami sampai akhir, dan memberi kami kegembiraan..
Waktu berlalu begitu cepat…dari hari pertama sampai sekarang… Empat tahun sudah dilalui…
Awalnya, aku punya harapan besar untuk masa depan bahwa aku mendapat dukungan dari banyak penggemar, dan di saat yang sama aku cemas kalau aku mungkin akan menghilang dan kehilangan para penggemarku.
Tapi sekarang, bukan hanya di Korea, aku telah bertemu ELF dari banyak negara berbeda, merasakan rasa sayang banyak orang,
Aku merasa seperti terlahir kembali….
Seandainya aku terlahir kembali, apakah aku akan tetap menerima rasa sayang ini? Aku pikir, aku mungkin tidak mau menjalani reinkarnasi karena aku tidak tahu apakah aku akan bertemu kalian semua lagi… Aku takut aku tidak akan bisa melihat kalian semua lagi, dan jika itu terjadi, aku akan patah hati…
Jadi kami semua sangat berterima kasih untuk apa yang kami miliki sekarang.
Belakangan ini, aku mencari banyak video pertunjukan lama kami di Dream Concert dan Asia Song Festival, dan mengumpulkan semuanya sekali lagi…
Walaupun aku sekarang sedang berada di China, melihat lautan biru safir membuat air mataku merebak. Mungkin di awal, dikatakan ELF tidak akan ada jika Super Junior tidak debut. Tetapi seiring berjalannya waktu, kami Super Junior tidak bisa melakukannya tanpa ELF. Tanpa mereka, kami bukan apa-apa. Yang bisa kami lakukan adalah bernyanyi untuk kalian semua, memberikan kegembiraan bagi kalian. Tetapi semua yang kalian lakukan untuk kami itu tidak terhitung. Jadi kami selalu merasa bersyukur, dan selalu menangis pada akhirnya.
Ketika aku berpikir aku dapat bertemu kalian semua di Dream Concert, bisa melihat laut biru safir, hatiku mulai berdetak kencang dan aku menjadi bersemangat.
Tolong terus dukung dan cintai kami.
Tanpa kalian semua, kami akan sendirian.
Tanpa kalian semua kami tidak bisa melakukan apapun.
JADI KITA PERLU SELALU BERSAMA SATU SAMA LAIN!
Jangan pernah ubah hati kalian.
Sampai jumpa di Dream Concert!
-bow dengan penuh terima kasih-
Aku akan mengatakan saranghae kepada kalian semua…
Aku mencintai kalian semua!
Super Junior Fishy… Lee Donghae ^^
Aku meninggalkan sebuah pesan di Cheonhwirong, tetapi pesan itu sudah di delete…jadi aku merasa sangat sedih TT TT
Karena aku tidak memiliki ID, aku menggunakan ID hyung-ku untuk meninggalkan pesan!
Kalian semua sehat bukan? Aku akan menemui kalian semua di Dream Concert !^^^^^^
Super Junior Donghae ^^
.
Leeteuk tersenyum membaca pesan itu. Pesan yang sangat manis, khas Donghae. Namja itu tersenyum menampakkan lesung pipinya, ketika teringat perjanjian mereka semua untuk memakai slogan 'We are One' bersama-sama sebagai pengukuhan kepada ELF bahwa Super Junior tidak terpecah meski terpisah oleh jarak yang begitu jauh.
.
Judul: ..One..
.
Senyum Leeteuk semakin lebar setelah menuliskan judul itu di cyworld miliknya.
.
7 Juni.
Mari tunjukkan kepada mereka 'We are One'
.
Puas dengan status yang ditulisnya, Leeteuk kembali membuka berbagai situs untuk melihat berita, juga membaca pesan-pesan yang dituliskan dongsaeng-nya. Kali ini matanya terhenti pada status Heechul di cyworld.
.
Judul: Super Junior
...7 Juni
...Super Junior 13
...Petal & ELF
.
.
"Teukie hyung dan Heechul hyung menulis status!" Donghae nyaris melompat-lompat di sofa kalau saja matanya tidak bertatapan dengan Hankyung. Ia meringis lalu menunjuk ke arah laptop-nya yang terbuka.
"Aku mau lihat!" Siwon bergegas duduk di depan laptop Donghae diikuti oleh Henry.
"Tadi aku melihat status Teuki hyung juga." Zhoumi tersenyum lebar.
"Ck, ruang makan ini sudah seperti game centre." Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk di pundaknya, tertawa melihat gerombolan namja di ruang makan.
"Jangan protes, Kyuhyunie, laptop-mu lebih dulu berada di sana."
"Ya! Siwon hyung! Laptop-ku memang selalu di sana!" protes Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa kau tidak mengeringkan rambutmu dengan benar?" Ryeowook mengambil alih handuk dan mulai mengeringkan rambut dongsaeng-nya.
"Ryeowookie, aku bisa mengeringkannya sendiri."
"Sudah terlanjur. Lagipula, aku suka memanjakan dongsaeng-ku," jawab Ryeowook. Namja itu tertawa saat semburat merah muncul di wajah Kyuhyun.
"Minggir, aku mau menulis pesan untuk Heechul hyung!" Donghae mendorong Siwon dan Henry, lalu mulai mengetik dengan wajah berseri-seri sementara mereka berdua mengintip dari balik bahunya. Donghae menulis kepada Heechul dengan akun cyworld terbarunya.
Henry ternganga melihatnya. "Hyung, bagaimana kalau Heechul hyung tidak mengenalimu? Kau belum memberitahu id kan?"
"Dia pasti mengenaliku, Henry-ah. Lihat saja nanti."
.
Hyung! Ini Donghae! Heenim!
Kita Super Junior akan selalu bersama,
tidak masalah di manapun kita berada.
Mari goncangkan Dream Concert!
Saranghae
.
Namun ketika beberapa menit berlalu, Henry tersenyum ragu. "Dia tidak mungkin mengenalim…."
"AAAAAAAAAKH! Heechul hyung membalas!" Donghae melompat dengan tiba-tiba sehingga tubuhnya menabrak Henry dan Siwon yang tengah merapat kepadanya. Ia tertawa melihat keduanya mengaduh, lalu kembali duduk dan menatap layar monitor dengan mata berbinar.
Ryeowook bergegas bergabung dengan mereka untuk membaca apa yang ditulis Heechul. Kyuhyun membuka laptop-nya sendiri.
.
Petal & ELF semuanya milikku..
yang lain hanya tambahan…
Terserah..ㅋㅋ
.
"APAAAAA?!" Keempat namja yang berkerumun di depan laptop Dong-hae berteriak bersamaan, membuat Zhoumi dan Hankyung menoleh untuk melihat apa yang terjadi.
"Dan Heechul hyung milikku. Berarti semuanya milikku."
"ANDWAEEEEEEEE!" Keempatnya kembali berteriak serempak ketika Kyuhyun mengucapkan kalimat tadi dengan penuh percaya diri, ditambah smirk-nya yang menyebalkan.
"Kalian ini ramai sekali," ucap Zhoumi tak kuasa menahan senyum.
"Diamlah, Zhoumi ge. Senyummu itu sangat mengagumkan. Aku sampai stress melihatnya."
"Apa kau bilang?" Zhoumi bangkit mendekati Kyuhyun dan mengacak-acak rambutnya dengan gemas.
"Ya! Lepaskan! Appo!" Kyuhyun berusaha melindungi kepalanya, namun kedua pipinya justru menjadi sasaran Zhoumi.
"Xiao Dai, benarkah kau mengagumi senyumku?" Zhoumi mendekatkan wajahnya sampai Kyuhyun bersandar pada punggung kursi kuat-kuat.
Mata Kyuhyun terbelalak sementara kedua telapak tangannya melindungi pipinya dari cubitan Zhoumi.
"Ah, ini mengesalkan!" Siwon berpura-pura marah dan mendekati kursi yang diduduki Kyuhyun dari sisi lain. "Bagaimana denganku, Kyuhyunie? Apa kau tidak mengagumi senyum hyung-mu ini?"
Hankyung diam-diam menyingkir dari arena, berkumpul bersama Donghae, Henry, dan Ryeowook yang menantikan adegan selanjutnya dengan pe-nuh semangat.
"Kyuhyun hyung belum mendapatkan ciuman sejak menjadi dewasa!" seru Henry tergelak. Tawanya semakin keras ketika mata Kyuhyun semakin melebar sementara Siwon menaikkan salah satu alisnya.
"Zhoumi-ya, kau mau bergabung denganku?"
"Ja…jangan coba-coba!" Kyuhyun benar-benar panik sekarang. Apalagi Zhoumi membalas lirikan Siwon dengan senyumnya yang mengembang sempurna.
"Itu tawaran yang menarik, Siwon-ah."
"ANDWAE!"
Kalau saja bisa, Kyuhyun ingin tenggelam ke dalam lantai saat ini, namun ia sudah terjepit oleh kedua namja yang lebih tinggi darinya itu, hanya bisa bertahan di kursinya dengan kedua tangan masih melindungi pipinya.
"Popo! Popo! Popo!"
Siwon dan Zhoumi mendekat bersamaan, sementara yang lain berteriak menyemangati. Kyuhyun memejamkan matanya rapat-rapat ketika keduanya semakin mendekat. Tanpa bisa ditahan, sebutir air mata jatuh di pipinya.
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk kepalanya perlahan. Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka matanya setelah seruan-seruan kecewa terdengar dari mulut Donghae dan Henry. Ia melihat Hankyung dan Ryeowook tengah tersenyum. Zhoumi sudah kembali tegak berdiri di sisinya, sementara Siwon menepuk-nepuk ringan kepalanya.
"Kenapa kau selalu menangis kalau dicium eoh?" tanya Siwon dengan nada menggoda. Member Super Junior M yang lain tertawa sekeras-kerasnya melihat wajah Kyuhyun memerah karena malu.
"Kalian menyebalkan!" Kyuhyun bangkit berdiri lalu mendorong Siwon menjauh. Namun saat hendak mendorong Zhoumi, sesuatu terlintas di pikirannya. "Zhoumi ge, kenapa kau memanggilku Xiao Dai? Sejak waktu itu aku ingin menanyakannya..."
"Ah, iya, aku juga penasaran. Biasanya Kyuhyun dipanggil Xiao Shi San, tetapi Zhoumi memanggil dengan sebutan Xiao Dai," cetus Siwon.
Zhoumi tersenyum melihat member lainnya kecuali Hankyung, memandangnya penuh tanya. Bukannya menjawab, Zhoumi justru menunduk di depan Kyuhyun hingga matanya sejajar dengan mata dongsaeng-nya itu.
"Kau adalah orang yang memiliki paling banyak impian yang aku kenal, Kyuhyunie. Meski kau paling kecil di Super Junior, tapi mimpimu begitu besar. Karena itulah aku memanggilmu Xiao Dai; Si kecil yang pemimpi. Bukan dengan pengertian yang jelek, karena aku tahu kau akan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi itu satu per satu."
Suasana seketika menjadi hening. Mereka benar-benar tak menyangka Zhoumi berpikiran seperti itu. Hankyung sendiri tersenyum, teringat daftar impian yang pernah Kyuhyun perlihatkan kepadanya.
"Xie xie, Zhoumi ge," ucap Kyuhyun dengan suara nyaris tak terdengar. Ia merasa terharu dengan nama panggilan yang Zhoumi berikan untuknya.
"Ah, ada yang mau membantuku memasak makan malam?" Ryeowook mencoba mengubah suasana yang hening itu.
"Aku ikut!" Henry langsung berjalan menyusul Ryeowook.
"Aku mau menulis status di cyworld," kata Donghae kembali duduk di hadapan laptop-nya.
"LAGI?!"
Namja Mokpo itu hanya tertawa melihat semua melontarkan protes dengan kebiasaan barunya. Bagi Donghae, menulis status sedikit mengobati kerinduannya akan member dan ELF yang berada di negaranya.
.
'We are One'
Kami akan menunjukkannya pada 7 Juni…
Aku akan bertemu dengan orang-orang paling kuat di dunia….
Aku tidak perlu apapun lagi.
Mereka segalanya untukku, napasku, telingaku, dan mataku
*Super Junior & ELF*
.
"Donghae hyung selalu menulis hal-hal yang manis," puji Henry.
"Leeteuk hyung menulis status lagi." Ryeowook yang sudah membuka laptop-nya sendiri, memberitahu kepada member lainnya. Ia membacakan apa yang ditulis Leeteuk meski hal itu sebenarnya tidak diperlukan. "7 Juni adalah hari di mana kami menjadi satu… Hari di mana hati kami menjadi satu… Saat itu akan menjadi momen penting bagi grup kami."
"Ah, aku tidak sabar menunggu tanggal 7 Juni," gumam Siwon.
"Dream Concert… Untuk menunjukkan kepada setiap orang bahwa 'We are One'. SJ13."
"Hankyung hyung, ada apa?" tanya Zhoumi yang kebingungan mendengar kalimat leader Super Junior M tadi.
"Itu status baru Heenim," jawab Hankyung sambil tersenyum lembut.
"Teuki hyung, Heechul hyung, dan kau Donghae-ah; Mau berapa kali sehari kalian menulis status?" Kyuhyun menggelengkan kepala. "Kalau begitu aku juga ingin menulis."
.
Sekarang kita akan bertemu satu sama lain
Secepatnya….
7 Juni
Kita akan tunjukkan kepada mereka semua bahwa kita satu kan?
Aku menantikannya ^^
.
.
.
Sungmin memicingkan matanya, mencoba memastikan apa yang ia lihat. Saat itu ia tengah berada di dalam kamar ketika status Kyuhyun terbaca olehnya. Namja itu tersenyum manis.
"Meski terpisah, kita semua tetap bersama. We are One," gumam Sungmin sambil membuat status baru.
.
.
Kita sudah menunjukkannya kan?
We are one!
.
Kyuhyun terperangah melihat status terbaru Sungmin.
"Ini menakjubkan! Kalian semua menggunakan kata dan kalimat senada!" seru Henry. Wajahnya menyiratkan perasaan senang yang tulus.
"Acara di Hollywood kemarin menggunakan tema We are One. Entah siapa yang memulai, kami pikir itu hal yang bagus untuk dijadikan tema status-status kami sampai saatnya Dream Concert."
Kyuhyun menjelaskan semua itu dengan kegembiraan yang meluap. Ia hampir tidak menyadari ada sepasang mata yang memandang sendu ke arahnya. Namun akhirnya Kyuhyun menoleh, dan pandangan mereka bertemu.
"Hankyung hyung…," gumam Kyuhyun pelan. Begitu pelan hingga hanya dirinya sendiri yang bisa mendengarnya.
.
.
TBC
.
.
Karena kemarin balasan review sudah begitu panjang (*review 2 tahun kkk) kali ini balasan review yang baru akan dipending sampai chapter berikutnya. Aku nggak bisa janji kapan chapter 47 diupload, akan menulis ff lain lebih dulu agar semua kebagian. Aku upload cepat yg ini selain karena naskah memang sudah ada, yang kemarin agak terlalu pendek.
Aku berterima kasih kalian semua masih mau membaca ff ini dan mengamatinya (*bow). Jujur aku akui sejak ch 40 mengalami penurunan, lagi2 dilema antara story dan timeline. Aku harap mulai 45 kemarin akan bisa membaik. Sekali lagi, terima kasih buat masukan-masukannya
Tetapi untuk seorang 'Guest' yang berusaha mengatur jalan cerita sesuai yang dia inginkan, dengan main cast yang dia inginkan, aku akan menjawab (*maaf kemarin di balasan review lupa ditulis) aku ingin mengatakan ini sejak lama, sejak menerima review itu:
.
"There might be people who feel inconvenienced by my writing,
but I have no solution for you.
Leave if you like,
because I write what I like.
You can write your own story as you like"
.
Masukan dan mengatur jalan cerita itu dua hal yang sangat berbeda. Jika Anda (*si guest) punya jalan cerita sendiri, tidak ada seorangpun yang melarang Anda menulis ff. Tapi tulislah sendiri, bukan meminta Saya menuliskannya sesuai pikiran Anda.
.
Sekali lagi, buat teman2 yang sudah menunggu dengan sangat sabar,
Membaca ff yang sempat jamuran ini karena kelamaan nggak update,
Dan buat semua yang berbaik hati berusaha mereview ff ini,
Aku mengucapkan terima kasih banyak.
Tanpa kalian semua, mustahil ff ini berjalan sekian lama
Pasti yang suka menulis ff tahu rasanya kkk
Kamsahamnida
Sampai jumpa di….uhm, selanjutnya ff SW akan update
Kapan updatenya, klik aja follow author atau follow story,
Akan dapat pemberitahuan dr ffn jika update
1 Coming age = memasuki usia dewasa
2 Durumagi = pakaian luar yang dikenakan sebagai jubah dari hanbok. Durumagi tampak serupa dengan jeogori, namun ukurannya memanjang sampai lutut dan lengan serta kerahnya lebih lebar.
3 Fancafe merupakan komunitas online di mana idol grup menggunakan papan buletin fancafe untuk berkomunikasi dengan fans mereka. Umumnya di Korea menggunakan café daum, karena itu harus memiliki ID Daum dulu sebelum bisa bergabung dalam fancafe suatu grup. Untuk awal kita hanya bisa mengirimkan surat/pesan. Jika ingin mengirim komentar, melihat kiriman dari idol maupun fans lain, kita harus level up sampai jumlah surat/pesan tertentu dan menjawab pertanyaan dari agensi tentang idol grup yang kita ikuti.
4 Xiao shi san = Little 13 (*karena Kyuhyun member termuda, ke-13 di Super Junior)
