Title : RISING STAR Chapter 47
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Henry.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , MAsih perlu banyak perbaikan, If Read Don't Bash, Fanfic just fanfic, jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu . Gomawo
Summary :
.
.
"Acara di Hollywood kemarin menggunakan tema We are One. Entah siapa yang memulai, kami pikir itu hal yang bagus untuk dijadikan tema status-status kami sampai saatnya Dream Concert."
Kyuhyun menjelaskan semua itu dengan kegembiraan yang meluap. Ia hampir tidak menyadari ada sepasang mata yang memandang sendu ke arahnya. Namun akhirnya Kyuhyun menoleh, dan pandangan mereka bertemu.
"Hankyung hyung…," gumam Kyuhyun pelan. Begitu pelan hingga hanya dirinya sendiri yang bisa mendengarnya.
.
.
RISING STAR
Chapter 47
.
24 Mei 2008
Kyuhyun menatap layar laptopnya yang sedari tadi terbuka, lalu memandang Hankyung yang duduk di sisinya. Leader Super Junior M itu sedang menulis status penyemangat seperti biasa, dalam bahasa Korea maupun China.
Namun tak sekalipun Hankyung hyung menulis kata-kata bermakna 'we are one'….
"Hyung…."
"Hmm?" Hankyung menyahut tanpa menoleh. Ia tengah memikirkan kalimat apa yang akan ia tulis selanjutnya.
"Apakah kita, Super Junior, akan selalu bersama selama kita hidup?"
Tangan Hankyung yang tengah mengetik, berhenti seketika. Ia memandang Kyuhyun yang mengatakan kalimat itu dengan setengah berbisik. Matanya melayang ke arah member lain yang memenuhi meja makan seperti biasa; Ryeowook baru saja kembali dari berbelanja; Siwon, Henry, dan Donghae tengah memandangi layar laptop dengan penasaran, menanti balasan Heechul untuk pesan yang Donghae kirim; Zhoumi sendiri tengah bersenandung kecil dengan telinga tersumbat earphone. Sepertinya tidak ada yang memperhatikan pertanyaan Kyuhyun kecuali dirinya.
"Kenapa kau menanyakan hal itu?"
Melihat wajah Hankyung yang keheranan, Kyuhyun mencoba mengembangkan senyumnya.
"Aku memikirkan kata-kata Donghae hyung untuk Heechul hyung." Kyuhyun tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana yang kaku di antara mereka berdua. "Hyung, aku berharap bisa bernyanyi bersama-sama dengan kalian semua sampai 10 bahkan 20 tahun lagi. Kalau aku boleh sedikit berharap lebih, aku ingin bersama kalian seumur hidup, seperti yang Donghae hyung katakan."
"Aku juga berharap hal yang sama." Hankyung tersenyum lembut.
Kyuhyun tertegun melihat senyum dan pancaran teduh dari mata hyung China-nya itu. Dengan sedikit gugup, ia mencoba menyibukkan diri dengan laptop-nya, membaca kalau-kalau ada status hyungdeul yang lain di sana.
Namun pikiran Kyuhyun kembali ke malam sesudah ia memasuki usia dewasa. Saat itu ia hendak pergi ke kamar mandi. Hankyung tengah berada di ruang tamu, berbicara dengan seseorang di telepon…
"Sun Lee, kenapa kau selalu memintaku untuk bertahan? Aku sudah mengikuti nasehat orang tuaku untuk menjadi seorang artis yang baik, yang tidak membuat agensi kerepotan dengan ulahku. Aku juga harus merelakan la-gu, koreo, ataupun hal lain yang aku buat menjadi milik agensi. Memang seperti itu ketentuannya; Semua memang mengalaminya. Tapi sampai kapan?! Aku ingin kemampuan dan karyaku dihargai sebagaimana mestinya."
Kyuhyun terpaku di tempatnya berdiri. Ia nyaris tidak berani bernapas, khawatir Hankyung menyadari keberadaannya saat itu.
"Aku hanya ingin dihargai dan diperlakukan sebagai manusia. Sakit… Semua tubuhku, pikiran, dan hatiku… Semuanya terasa sakit. Rasanya aku tidak tahan lagi… Aku lelah… Sangat lelah…."
Suara isakan Hankyung terdengar begitu memilukan, membuat mata Kyuhyun dengan cepat tertutup oleh air mata. Sedikit banyak Kyuhyun mengerti mengapa ia merasa Hankyung begitu sedih saat bersitatap dengannya di ruang makan….
"Kyuhyunie, gwenchana?"
Suara Hankyung membuat Kyuhyun terkesiap, tersadar dari lamunan. Ia memandang ke arah sang leader yang menatapnya dengan heran. Kenangan akan tangisan Hankyung malam itu membuat kedua matanya kembali terasa panas.
"Gwenchanayo, Hankyung hyung…."
Kyuhyun menarik napas panjang, tidak berani menatap Hankyung lebih lama. Ia mencoba mengalihkan pikirannya ke layar monitor, namun perasaan yang mengganggunya sejak kemarin tidak mau sirna.
Entah berapa lama Kyuhyun melamun. Saat ia sadar, sudah tidak ada seorangpun di sekitarnya. Suasana dorm SJM sangat sunyi.
Apa mereka semua pergi tidur? Kyuhyun memandang jam dinding. Belum tengah malam…
"Dasar Alien! Kenapa kau tidak sadar kalau kami semua pergi?! Bagaimana kalau keadaan bahaya? Bagaimana jika terjadi kebakaran dan kau tetap duduk tenang di sofa sampai api membakarmu?!"
Kyuhyun menggigit bibirnya, teringat perkataan Heechul beberapa waktu
lalu. Ia begitu asyik bermain PSP sehingga tidak sadar kalau hyungdeul sengaja meninggalkannya di dorm, dan mengintip untuk melihat reaksinya. Namun Kyuhyun sama sekali tidak sadar hingga Heechul mengamuk.
Hal ini terjadi lagi…
Lama Kyuhyun terdiam di ruang makan itu. Ia membuka laptop-nya dan mulai mencurahkan perasaannya. Namun beberapa kali ia membatalkan statusnya. Apa yang aku inginkan? Bukankah sebaiknya aku bertanya secara langsung? Tapi bagaimana jika pertanyaanku akan membuatnya tersinggung?
Kyuhyun menarik napas panjang. Tangannya menggerakkan layar hingga ke status tanggal 21 Mei, 5 menit setelah tengah malam, sesudah ia seharian penuh memikirkan pembicaraan telepon itu.
.
Judul : "…"
.
Kyuhyun menggigit bibirnya sejenak, lalu kembali membaca.
.
Kebenaran dan Kebohongan…
dan
Kenyataan…
.
"Masih belum tidur?"
Nyaris saja Kyuhyun terjatuh dari kursi ketika suara itu menyapanya dari belakang. Saat berbalik untuk melihat siapa pengganggunya, Kyuhyun mendapati sebuah senyum kekanak-kanakan, lengkap dengan mata yang berbinar begitu hidup.
"Jangan mengagetkanku seperti itu Donghae-ya," protes Kyuhyun. Ia menautkan alisnya ketika Donghae menyalakan laptop. "Jangan bilang kau akan menulis status lagi."
"Bagaimana kau bisa menebaknya?" Donghae menatap kagum. "Kau memang genius, Kyuhyunie!"
Kyuhyun mengerang melihat kepolosan hyung-nya. Tidak perlu IQ 130 untuk menebak hal itu. Dua hari ini Donghae terus-menerus menulis status dan pesan.
"Kalian belum tidur?" Zhoumi muncul dengan pandangan heran. Ia berjalan ke lemari pendingin untuk mengambil segelas air.
"Aku ingin menulis status," jawab Donghae penuh semangat.
Zhoumi tertawa ketika mimik Kyuhyun seakan berkata –tolong-hentikan-dia-dari-menulis-status. Namja tinggi semampai itu mendekati Kyuhyun dan mengamati dengan seksama. Tangannya meraba kening Kyuhyun sehingga dongsaeng-nya itu melempar pandangan tajam.
"Aku tidak sakit."
"Tapi wajahmu semakin pucat saja, Xiao Dai. Sejak kemarin."
"Aku hanya sibuk memikirkan sesuatu," sahut Kyuhyun pelan.
"Ada kaitannya dengan status beberapa hari lalu? Boleh aku tahu?"
Zhoumi tersenyum lebar ketika Kyuhyun menggeleng. Mereka semua bertanya-tanya apa yang membuat Kyuhyun menulis seperti itu Namun percuma saja memaksa Kyuhyun bercerita jika ia tidak ingin. Namja itu kembali ke dapur untuk mencari bahan makanan yang bisa ia masak.
"Kalian mau ramen?"
"Mau!" seru Kyuhyun dan Donghae serempak. Zhoumi tertawa lebar.
"Ternyata kita semua kelaparan. Baiklah, aku akan membuatnya untuk
kalian." Zhoumi mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan masakannya.
"Aku akan menunggu sambil bermain game." Kyuhyun mematikan laptop dan beranjak ke ruang duduk. Ia mengeluarkan peralatan untuk bermain PS dan memilih permainan apa yang akan ia mainkan sambil duduk di lantai.
Donghae mulai mengetik status barunya ketika jam digital di atas televisi menunjukkan pukul 23.25 CST.
.
Untuk ELF
Halo^^! Aku Super Junior Donghae!
Bagaimana kabar kalian? Sebelumnya aku menulis di Cheonhwiryong1, tapi karena kalian pikir itu bukan aku, jadi tulisan itu
dihapus! Kkk
Yah, aku pikir bisa menggunakan nama yang lain!^^
Akhir-akhir ini aku merasa sangat senang! Aku mendengarkan siaran Kiss The Radio Leeteuk hyung dan temanku Eunhyuk.
ELF kami yang mencintai Super Junior, sangat menyentuh.
Aku mendengar kalian melakukan banyak hal. Yah sebelumnya aku juga sering mendengar bahwa kalian sudah melakukan banyak perbuatan baik. Setelahnya aku jadi merasa malu, bersalah, dan sangat bersyukur… Aku ingin menyampaikan bahwa aku mencintai kalian ^^ Jadi kami, Super Junior, akan bekerja keras dengan baik dan berusaha tampil lebih baik lagi. Kami juga banyak berpikir dan berusaha.
ELF benar-benar yang terbaik… Kalian sangat cantik dan baik seperti malaikat!^^ Ke depannya kami juga akan bekerja keras
dan menampilkan banyak penampilan yang lebih baik ^^
*dan sekarang di China sedang terjadi gempa yang sangat besar*
*aku yakin kalian pasti tahu*
*gempanya terjadi lebih besar dari perkiraan... kami sepertinya membutuhkan perhatian ELF... Tolong berikan perhatian dan cinta kalian*
*Meski China jauh dan bukan di Korea, ini seperti bukan urusan orang lain. Ini benar-benar saat dimana kita harus banyak membantu.*
*agar korban yang semakin banyak ini bisa kembali tertawa
bersama kita dan kembali sehat, tolong berikan perhatian, cinta, dan doa untuk mereka^^*
Sampai bertemu pada 7 Juni 7^^ di Jamsi2l! Janji!
Aku harus pergi!kk
_super junior donghae 1_
.
Donghae tersenyum puas. Ia hendak menunggu respon fans yang membaca pesannya ketika Zhoumi keluar dari dapur dengan tiga mangkuk ramen yang panas dan harum. Perutnya tergelitik dengan cepat.
"Kita makan di ruang duduk saja, Zhoumi," usul Donghae sambil mendekati Kyuhyun yang sibuk bermain PS. Ia duduk di sebelah dongsaeng-nya.
Melihat ramen sudah siap, Kyuhyun menghentikan permainan. Perutnya
benar-benar berteriak kelaparan. Ketiganya menyantap ramen sambil bercakap-cakap tentang berbagai macam hal. Mereka tertawa ketika ada hal-hal yang lucu, namun semuanya berubah saat Donghae membicarakan harapannya tentang Super Junior.
"Aku dan Teuki hyung mengobrol tentang Super Junior beberapa hari lalu di telepon." Donghae menarik napas panjang, membuat Zhoumi dan Kyuhyun memperhatikannya dengan rasa ingin tahu. "Aku ingin mendapatkan GDA."
Kata-kata Donghae membuat Kyuhyun terbatuk seketika. Ia bersyukur tidak terlalu banyak ramen di mulutnya saat itu.
"Kyuhyunie, kau tersedak?" Zhoumi menyeberangi meja pendek untuk menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Ia menyodorkan gelasnya yang berisi air sehingga Kyuhyun bisa meneguknya dan merasa sedikit lega.
Donghae memandang Kyuhyun, dan tersenyum sedih saat dongsaeng-nya itu menatapnya dengan wajah cemas. "Aku tidak mau berpisah denganmu, Kyuhyunie. Aku tidak mau ada yang terpisah. Aku ingin kita bersama selama kita hidup."
"Hyung sudah menulis tentang itu kepada Heechul hyung." Kyuhyun berkata-kata dengan lambat, berusaha menormalkan napasnya yang sempat terganggu. Zhoumi masih setia menepuk-nepuk pelan punggungnya.
Seulas senyum sedih kembali terukir di wajah Donghae saat Kyuhyun menyebutnya 'hyung'. Hal itu memberitahunya bahwa dibalik kalimat yang seolah tak peduli itu, Kyuhyun jauh lebih peduli dari yang bisa dibayangkan.
"Aku ingin kita meraih Daesang GDA, sehingga kita bisa tetap bersama." Donghae mengaduk ramen dengan sumpitnya. Rasa laparnya menghilang seketika. "Aku benar-benar berharap album ketiga kita akan meledak, sehingga kita bisa meraih Daesang GDA. Kalau tidak…."
"Kalau tidak…?"
Donghae tersenyum tipis mendengar Zhoumi dan Kyuhyun bertanya bersamaan. "Kalau tidak, aku akan kembali ke Mokpo dan menjadi nelayan."
"MWO?!" Zhoumi menutup mulutnya yang tanpa sadar berteriak.
"Hyung! Kau tidak bisa begitu!" Kyuhyun mencengkeram bahu Donghae dan mengguncangnya. "Itu impian niga3 appa! Bukankah hyung berjuang untuk mewujudkannya; Bahkan sampai rela mengubur impian hyung sendiri?!"
"Kyuhyunie…."
"Aku yang salah!" Kyuhyun bangkit berdiri; Dengan susah payah menjaga suaranya tetap tenang; Namun tubuhnya sedikit bergetar dan air mata mulai menutupi pandangannya. "Aku sudah egois mencoba bertahan bersama kalian, dan menyetujui pertaruhan konyol ini! Aku hanya ingin Super Junior diakui oleh Seonsaengnim…. Aku percaya bahwa Super Junior mampu meraih Daesang GDA. Tetapi kalau hyung sampai seperti itu, aku akan…."
"Hentikan!" Donghae berdiri dan menyentil keras dahi Kyuhyun dengan pandangan kesal. Ia tidak peduli Kyuhyun mengaduh kesakitan sambil menutupi dahinya yang langsung memerah. "Aku tahu apa yang akan kau katakan, magnae! Jangan berani memutuskan sesuatu sendirian lagi!"
"Tapi, hyung…." Pipi pucat itu mulai basah oleh air mata, sama seperti Donghae yang sudah terisak.
"Sudah kubilang, aku tidak mau ada yang terpisah! Tidak seorangpun! Tidak juga kau!" Donghae tidak tahu saat ini ia harus menangis atau tertawa ketika teringat percakapannya dengan Leeteuk. "Teuki hyung bilang, jika album ketiga kita nanti tidak berhasil mengantar kita meraih Daesang GDA, dia akan masuk wajib militer."
"Hyung! Andwae!" Kyuhyun mencengkeram Donghae dengan erat. "Kita pasti bisa, hyung! Kita semua pasti bisa meraihnya! Album ketiga kita pasti akan meledak! Jadi lupakan soal nelayan dan wajib militer! Kumohon! Kita pasti berhasil, hyung! Kita pasti berhasil!"
"Kau tidak boleh seyakin itu, Kyuhyunie…."
Kyuhyun tersadar. Ia tahu, ia tidak boleh mendahului, karena tak seorangpun yang tahu akan masa yang akan datang. Namun ia tidak ingin membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
"Mianhe… Mianhe, hyung…."
"Jangan meminta maaf… Hyung juga takut jika kita harus berpisah, Kyuhyunie. Karena itu, aku akan memilih pulang… Aku tidak akan sanggup menjalani kehidupan seorang idol dengan sebuah lubang besar di sini." Donghae mencengkeram dadanya, meringis karena membayangkannya saja sudah te-rasa sangat menyakitkan.
"Hyung!" Kyuhyun memeluk Donghae erat-erat.
Zhoumi hanya bisa terdiam saat keduanya berpelukan sambil menangis bersama. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain berdoa agar impian mereka terwujud. Bukankah untuk itu juga ia bergabung bersama orang-orang yang ia kagumi ini, meski sebatas anggota sub unit?
Beberapa menit kemudian, Donghae melepaskan pelukannya sambil tersenyum. Diusapnya air mata Kyuhyun dengan lembut. "Uljima, Kyuhyunie. Kita akan berjuang keras agar tetap bersama, arra?"
Kyuhyun mengangguk. Ia masih tidak rela melepaskan Donghae, namun hyung-nya itu melepaskan tangannya perlahan.
"Aku ingin menyendiri sebentar. Aku akan makan di meja makan."
Donghae berlalu sambil membawa mangkuk ramennya, diiringi pandangan Kyuhyun dan Zhoumi.
Kyuhyun selalu merasa, ketika sedang serius berpikir, Donghae benar-benar berbeda. Hyung yang selalu gembira dan ramai itu, mendadak hanya diam sambil berpikir. Sama sekali tak ada suara yang terdengar. Zhoumi memberi isyarat agar Kyuhyun menghabiskan ramennya, sementara ia pergi untuk mengambil minum bagi Donghae dan Kyuhyun.
Untuk meredakan perasaannya, Donghae membuka laptop-nya kembali. Ia berharap komentar para fans yang membaca suratnya, akan membuatnya terhibur. Namun beberapa detik kemudian wajah Donghae justru pucat pasi. Tangannya yang menggerakkan kursor mulai terlihat bergetar. Air mata namja itu jatuh membasahi wajahnya yang masih sembab.
Ternyata selama satu setengah jam ia makan dan mengobrol, ada begitu banyak komentar yang masuk. Namun sebagian besar komentar itu berisi kemarahan dan teguran. Fans di Korea merasa Donghae tidak mempedulikan mereka; Tidak berusaha mencari tahu apa yang sedang dan sudah mereka lakukan. Mereka merasa belakangan ini Donghae selalu membuat status tentang korban gempa, dan hanya memperhatikan ELF yang berada di China. Kekecewaan dan kemarahan tergambar jelas di komentar sehingga Donghae tidak tahu apa yang hendak ia tulis untuk mereka. Namja itu memilih meninggalkan meja makan, untuk bergabung dengan Kyuhyun yang kembali bermain PS.
"Kyuhyunie, bolehkah aku ikut bermain?"
"Hyung tidak tidur?"
"Aku tidak bisa tidur."
"Oh, kalau begitu, ayo!" Kyuhyun dengan gembira menepuk tempat di sebelahnya, memberitahu agar Donghae duduk di sana.
"Aku akan menonton kalian bertanding," kata Zhoumi sambil berbaring di sofa, sementara Donghae dan Kyuhyun duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal.
Permainan demi permainan berjalan. Semakin lama teriakan Kyuhyun semakin keras. Ia terus memenangkan game dengan nilai yang terpaut jauh dari Donghae.
"Aku menang!" Teriak Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Ia mengguncang lengan Donghae dengan gembira. "Selisih nilainya jauh sekali, Donghae-ya. Aku yang semakin hebat atau kau yang semakin lemah?"
Kyuhyun menggamit lengan Donghae yang masih terdiam. Ia cukup menyadari reaksi Donghae jauh berbeda dengan biasanya. Donghae memang tidak pernah menang melawan Kyuhyun; Meski begitu, biasanya mereka akan tertawa bersama. Perasaan curiga terbersit di hatinya, namun Kyuhyun mengabaikannya. Ia membutuhkan hal menyenangkan sekecil apapun untuk memperbaiki perasaannya. Kemenangan telak ini membuat Kyuhyun melupakan kesedihan pembicaraan tadi, karena itu ia tertawa dengan keras sambil mengguncang-guncang lengan Donghae.
"JANGAN BERCANDA!"
Suara Donghae yang menghardik dan menepis tangannya, membuat Kyuhyun seketika itu juga melepaskan pegangannya.
"Hyung…?"
"Donghae-ya, gwenchana?"
Donghae mendorong Zhoumi yang mendekatinya dan bangkit berdiri. Ia tidak mempedulikan beberapa barang di ruang duduk yang jatuh terhantam langkah-langkahnya yang menghentak. Ia hanya ingin kembali ke meja makan, sama sekali tidak melihat benda apa saja yang dilanggarnya.
Kyuhyun dan Zhoumi saling berpandangan. Tak satupun berani berbicara apalagi Donghae sudah berkutat dengan laptop-nya. Zhoumi menahan Kyuhyun yang hendak mendekati Donghae, memberi isyarat dengan gelengan kepala agar dongsaeng-nya itu menjauh untuk sementara waktu.
"Tapi Zhoumi ge…."
Zhoumi merangkul bahu Kyuhyun, mengajaknya duduk kembali.
"Aku rasa bukan kau penyebab kemarahannya, Kyuhyunie. Selama permainan, ia sudah terlihat tidak fokus. Itu sebabnya ia kalah telak darimu."
"….. Aku rasa Zhoumi ge benar… Meski aku selalu menang, biasanya skor kami tidak terpaut sejauh ini…."
Kyuhyun dengan sedih mulai membereskan peralatan mainnya, membuat kening Zhoumi berkerut.
"Kau tidak bermain lagi?"
"Ada hal yang ingin aku kerjakan di kamar," jawab Kyuhyun sambil tersenyum getir. "Bisakah gege mengambilkan laptop-ku dan membawakannya ke dalam kamar?"
Zhoumi melirik laptop Kyuhyun yang masih berada di meja makan, tidak jauh dari Donghae. "Akan aku ambilkan. Kau tunggu saja di dalam."
"Xie xie, gege" ucap Kyuhyun pelan. Ia beranjak ke dalam kamar tanpa menoleh ke belakang lagi.
.
.
Entah berapa lama Donghae mencoba meredakan perasaannya yang berkecamuk. Namja itu akhirnya menuliskan kata-kata yang ingin ia utarakan. Selama bermain game, pikirannya tidak benar-benar berada di sana, dan semakin ia menahannya, semakin perasaannya terluka karena keinginan menjawab komentar-komentar itu begitu besar. Donghae melirik petunjuk waktu yang ada. 01.36. Ternyata sudah pagi….
.
25 Mei 2008
Judul: Aku terluka…
Aku sedikit kesal..
Aku hanya ingin menulis apa yang ingin aku katakan
namun akhirnya dimarahi oleh banyak orang…
Tidak menyangka ini terjadi…
Pemikiran setiap orang selalu berbeda…
Aku mengerti…
Semua orang seharusnya pergi tidur,
Jangan sampai sakit… ^^
.
Sekarang Donghae beralih ke cyworld miliknya, merasa begitu buntu. Ia ingin menutup akunnya tersebut. Ia belum lama membuatnya kembali. Tetapi Donghae benar-benar merasa terluka, kecewa, dan tidak ingin berhubungan dengan semua orang saat ini kecuali hyungdeul dan dongsaengdeul Super Junior. Mata namja itu menjadi basah oleh air mata ketika teringat betapa jauhnya mereka semua terpisah. Dengan tangan sedikit gemetar, namja itu menuliskan apa yang ada di hatinya.
.
Aku merindukan memberdeul…
.
Donghae mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir. Ini hal yang sangat berat baginya, tetapi ia ingin menyendiri saat ini.
.
Ditutup…
Menjalankan…
.
Donghae tersenyum tipis di antara pandangannya yang kabur oleh air mata. Ia teringat member Super Junior sering menggelengkan kepala jika ia menuliskan berbagai macam bunyi-bunyian yang lucu, yang terkadang mem-buat mereka kebingungan. Dan kali ini, Donghae menulis kata 'menjalankan' untuk menunjukkan bahwa cyworld tersebut tengah ditutup. Namja itu menghapus air matanya, menatap cyworld-nya terakhir kali dengan wajah sedih, kemudian masuk ke dalam kamar.
Ia mencoba untuk tidur. Ranjang milik Zhoumi masih kosong. Meski begitu, Donghae bersyukur dia hanya sendirian saat ini.
.
.
Setengah jam kemudian Donghae keluar kamar untuk mengambil minum. Ia tidak bisa tidur. Pikirannya penuh.
Matanya menangkap sosok Kyuhyun tengah duduk di sofa sambil bermain PSP, tetapi ia memilih untuk tidak menyapa. Dibukanya lemari pendingin dan mengambil sebotol air putih yang langsung ditenggaknya hingga tandas.
Saat meletakkan botol kosong itu ke atas meja, ia menyadari sedikit keanehan. Kyuhyun tidak menggerakkan tangannya sama sekali. Dongsaeng-nya itu lebih tepat disebut memandangi PSP daripada bermain.
"JANGAN BERCANDA!"
Donghae termangu, teringat kata-kata yang diucapkannya tadi. Ia kembali melirik Kyuhyun, dan dongsaengnya itu tampak melamun, hanya menatap kosong PSP yang tidak akan berubah bentuk berapa lama pun sang dongsaeng memandangnya.
Namja Mokpo itu mendekat setelah mengambil sebotol air putih yang baru. Diletakkannya botol itu ke meja, tepat di depan Kyuhyun. Namun dongsaeng-nya bergeming. Kyuhyun hanya meliriknya sekilas dengan pandangan cemas, untuk kemudian mencoba memainkan PSP-nya dengan gelisah.
"Kyuh…."
"Ne?"
Kyuhyun menyahut dengan cepat, sangat cepat seakan dongsaeng-nya
sudah menunggu semenjak tadi untuk mengucapkannya. Donghae jadi kehilangan kata-kata, apalagi Kyuhyun menatap begitu rupa ke arahnya, seakan setiap permintaan yang keluar dari mulut Donghae akan ia kabulkan meski-pun ia harus mati. Donghae meringis. Belum pernah ia melihat Kyuhyun bersikap seperti itu.
"Kyuhy…."
"Ne?"
Lagi-lagi Kyuhyun menyahut terlalu cepat, sehingga Donghae lupa hal apa yang ingin dikatakannya. Sepasang mata hitam milik Kyuhyun memandangnya dengan cemas sekaligus takut. Donghae sama sekali tidak menya-dari bahwa hardikannya yang membuat Kyuhyun seperti itu. Ia justru menjadi bingung melihat sikap sang dongsaeng.
"Kita main PS yuk!" Akhirnya cuma kalimat itu yang meluncur dari mulut Donghae.
Kini sepasang mata Kyuhyun melebar. Dongsaeng-nya itu hanya terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dengan gugup bangkit berdiri.
"A… Akan aku siapkan, hyung…"
Donghae mengerutkan kening. Rasanya Kyuhyun sering memanggilnya 'hyung' malam ini.
Kyuhyun dengan cepat menyiapkan PS dan perlengkapannya. Ia juga membawa beberapa kaset game, lalu memperlihatkan semua itu kepada Donghae. "Hyung ingin main yang mana?"
"Ah…" Donghae melirik Zhoumi yang sedari tadi duduk diam di sofa sam-bil membaca buku. Ia melemparkan pandangan bertanya atas sikap Kyuhyun yang menurutnya aneh, namun Zhoumi hanya tersenyum sekilas dan kembali membaca. Donghae akhirnya memilih salah satu di antara kaset itu. Diam-diam kebingungannya semakin bertambah karena sepanjang permainan Kyuhyun tampak menjaga sikap dengannya.
"Whoaaa! Aku menang! Kyuhyunie, aku menang!"
Donghae melonjak-lonjak kegirangan atas kemenangan pertamanya. Ia melupakan semua hal yang membuatnya risau tadi, baik komentar fans maupun sikap aneh Kyuhyun.
Kyuhyun meringis sambil tersenyum lebar karena Donghae memukul bahunya dengan keras beberapa kali. Zhoumi mengangkat wajahnya dari buku, tersenyum senang melihat Donghae sudah kembali ceria.
"Kalian belum tidur?!" Suara teguran itu membuat Donghae dan Kyuhyun serempak menoleh. Hankyung nyaris tertawa melihat kedua dongsaeng-nya memasang mimik wajah yang sama cemasnya.
"Gege…" Zhoumi menarik tangan Hankyung meminta perhatian.
Leader SJ M itu menyimak apa yang dibisikkan Zhoumi, sambil tetap mengawasi kedua wajah cemas yang menggemaskan di depannya. Lalu namja itu tersenyum. "Hari ini kita tidak ada jadwal pagi. Bermainlah dua jam lagi, setelah itu kalian harus tidur, arra?"
"Arraseo, hyung!" sahut keduanya serempak.
Begitu Hankyung meninggalkan ruang duduk, Donghae maupun Kyuhyun langsung melonjak-lonjak kegirangan.
"Hankyung hyung tidak marah!" seru Kyuhyun dengan wajah gembira.
"Ne, ayo kita main sepuasnya, Kyuhyunie. Ini sangat menyenangkan." Donghae melompat memeluk Kyuhyun.
Untuk sesaat Kyuhyun tertegun. Namun ketika Donghae mengguncang-guncangnya dengan keras, ia mulai ikut tertawa dan akhirnya balas memeluk Donghae erat-erat.
"Syukurlah, hyung tidak marah lagi padaku. Aku sangat cemas." Tanpa tertahan, Kyuhyun meneteskan air matanya. Ia benar-benar merasa lega Donghae sudah bersikap biasa kembali.
"Kyuhyunie?" Donghae yang masih dipeluk erat oleh Kyuhyun, menjadi semakin bingung. Namun ketika Kyuhyun melonggarkan pelukannya, ia hanya melihat Kyuhyun tersenyum; Ia tidak tahu Kyuhyun dengan cepat sudah menghapus air matanya.
.
.
"Donghae sudah pergi tidur?" Zhoumi mengangsurkan secangkir teh ha-ngat kepada Kyuhyun yang baru selesai membereskan kaset-kaset PS-nya.
Kyuhyun menerima cangkir itu setelah mengucapkan terima kasih. Ia bersandar dengan nyaman di sofa sambil menghirup teh. Cairan hangat dan manis itu membuat perasaannya semakin baik.
"Sepertinya Donghae hyung kelelahan. Kami baru bermain satu jam keti-ka ia terus menerus menguap. Jadi aku memintanya tidur."
"Mulai nanti siang kita akan kembali sibuk. Cepatlah beristirahat setelah tehnya habis, arrachi? Jangan terlalu sering bermain hingga pagi."
"Itu tidak bisa, gege. Kalau tidak bermain, tenagaku rasanya habis…."
Zhoumi berdecak melihat Kyuhyun memasang mimik andalannya. Sepasang mata yang bulat dengan pupil hitam besar itu, menatapnya penuh harap. Bibirnya maju ke depan begitu rupa sehingga membuat Zhoumi ingin mengikatnya.
"Aku iri padamu, Gui Xian."
"Zhoumi ge, kau sebentar memanggilku Gui Xian, sebentar lagi me-manggilku Kyuhyun… Bahkan sekarang kau juga memanggilku dengan sebut-an Xiao Dai. Apa ada masalah dengan namaku, gege?"
Bukannya menjawab, Zhoumi justru tergelak melihat mimik wajah Kyu-hyun saat itu. Merasa ditertawakan. Kyuhyun melebarkan matanya untuk menunjukkan bahwa dia tersinggung. Tetapi wajahnya justru semakin imut sehingga tawa Zhoumi bertambah keras.
"Mianhe, Gui Xian… Mianheyo…" ucap Zhoumi sambil berusaha meredakan tawanya. Ia menarik napas panjang beberapa kali sehingga tawanya menghilang, lalu menatap Kyuhyun dengan senyum lebarnya. "Aku lebih ter-biasa berbahasa mandarin, tetapi kau tidak mungkin aku ajak berbicara bahasa mandarin saat ini; Mungkin beberapa waktu lagi kita bisa berbicara lebih bebas jika kau sudah lebih fasih. Sampai saat itu, tolong mengerti kenapa nama panggilanmu menjadi berbeda-beda."
"Aku hanya menggodamu saja, Zhoumi ge." Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan sementara Zhoumi ternganga tak percaya. "Kami semua, di Super Junior maksudku, punya banyak sekali panggilan untuk setiap member. Kami akan memanggil apapun yang ingin kami katakan saat itu."
Mata Kyuhyun mengerjap ketika Zhoumi tidak mengatakan apapun. Ia mendekatkan wajahnya, lalu berbisik dengan mimik serius. "Contohnya Shindong hyung. Aku kadang memanggilnya Donghee, Dongguridong, atau..." Kyuhyun melirik ke sekeliling, memastikan tidak ada yang akan mendengar
perkataannya nanti. "Aku kadang memanggilnya Cutie Pie Dong Dong."
"Mwo?" Zhoumi tergelak. "Kau berencana memanggilku apa, Gui Xian?"
Kyuhyun menjauhkan diri agar bisa memandang wajah Zhoumi sepenuh-nya. "Zhoumi hyung…."
"Itu saja?"
"Uhm….Zhoumi ge?" Kyuhyun terus memandang wajah Zhoumi seakan ia belum pernah mengenal namja itu sebelumnya. "Kalau tidak keberatan, aku ingin memanggilmu Zhou Zhou Mi." Senyum kekanak-kanakan menghiasi wajah Kyuhyun. Ia merasa senang menemukan nama julukan untuk Zhoumi.
"Lupakan soal nama itu. Aku tidak mau mendengar usulan berikutnya," cetus Zhoumi hingga Kyuhyun tertawa dengan keras.
"Apa yang membuat gege iri?"
Zhoumi nyaris tersedak. Ia tidak menyangka pertanyaannya tadi masih diingat oleh Kyuhyun. Ia menatap sepasang mata yang menuntut jawaban itu dengan senyum lebar. "Aku merasa iri, karena kau bisa bertenaga lagi hanya dengan bermain game. Wajahmu bahkan begitu cerah. Jika aku mengikuti caramu, aku sudah terkapar, Gui Xian."
Kyuhyun meringis mendengarnya. Ia melirik jam dinding. Jam 4 pagi. Ia masih memiliki waktu beberapa jam untuk tidur sebelum mereka terbang menuju Macau.
"Zhoumi ge, terima kasih tehnya. Aku akan tidur sekarang." Kyuhyun berbalik hendak menuju ke arah kamar.
"Mengapa kau tidak marah?"
Pertanyaan itu membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan memandang Zhoumi dengan heran.
"Marah? Maksud gege, kepada Donghae hyung?"
Zhoumi mengangguk.
"Aku mencari tahu kenapa Donghae hyung berubah begitu banyak semenjak dia kembali ke meja makan. Aku pikir, mungkin ada hubungannya dengan statusnya yang baru."
"Jadi, kau ke kamar untuk menyelidiki statusnya?"
Kyuhyun meringis karena Zhoumi bisa menduga tindakannya. "Aku tidak mungkin melakukannya di sebelah Donghae hyung. Jadi aku melakukannya di dalam kamar. Aku bisa mengerti kenapa dia begitu terluka dan akhirnya me-ngamuk. Donghae hyung bahkan menutup cyworld-nya."
"Sampai sejauh itu?"
Kyuhyun mengangguk sedih. "Aku tidak bisa tidur memikirkan komentar-komentar itu. Aku mencoba bermain PSP, namun tidak ada keinginan untuk bermain. Apalagi Donghae hyung yang langsung mengalaminya…."
"Tetapi bukan kau penyebabnya. Tidak ada yang akan menyalahkanmu jika kau marah karena hal itu. Kau cukup terluka tadi. Aku melihatmu menangis, Gui Xian."
"Itu tangis bahagia, Zhoumi ge."
"Tangis bahagia?" Kedua alis Zhoumi bertaut.
"Lagipula, untuk apa aku marah kepada Donghae hyung?" Mata Kyuhyun mengerjap bingung; Ciri khasnya jika ada hal yang tidak ia mengerti. "Dong-hae hyung mengalami hari yang berat; Aku memiliki hari yang cukup me-nyenangkan. Jika aku melontarkan kata-kata tajam untuknya, itu akan melukainya. Aku masih bisa bertahan. Donghae hyung sudah kembali seperti biasa, bagiku itu sudah lebih dari cukup. Karena itu aku merasa bahagia."
Zhoumi terharu dengan ketulusan Kyuhyun. Ia menarik Kyuhyun dan memeluknya dengan erat. Sejak awal mengenalmu, kau selalu saja mempedulikan orang lain. Semakin kau bersikap dewasa seperti ini, aku semakin ingin menjagamu, Gui Xian….
Belum hilang keterkejutan Kyuhyun, Zhoumi sudah mencubit kedua pipinya karena gemas.
"Ya! Zhoumi ge! Jangan mencubit pipiku terus!"
Zhoumi tidak menghiraukan protes itu. "Kyuhyunie, rasanya aku ingin memberimu nama lain selain Xiao Dai."
"Apa maksudmu, Zhoumi-ya?! Aku sudah memiliki julukan sangat banyak, kau tidak perlu menambahkannya," desis Kyuhyun dengan nada mengancam, sambil mengelus kedua pipinya yang terasa sakit.
"Kau terlalu imut untuk menakutiku, Gui Xian."
"Ya! Zhoumi ge!"
Zhoumi bergegas menuju kamar tidurnya sebelum Kyuhyun menemukan kata-kata tajam untuk dilemparkan kepadanya.
.
.
26 Mei 2008
"Naneun gwenchana, Kibum hyung." Kyuhyun lagi-lagi menguap. Ia masih sangat mengantuk ketika panggilan dari Kibum membuatnya terbangun. Ia tak habis pikir Kibum hanya menelepon untuk menanyakan keadaannya.
"Gwenchana eoh?" Kibum terdengar tidak yakin sehingga Kyuhyun mengerucutkan mulutnya. "Kau terdengar mengantuk. Apakah teleponku membangunkanmu?"
"Ne….." Kyuhyun menjawab dengan nada merajuk. "Kibum hyung menelepon begitu pagi sehingga mengganggu tidurku."
"Mengganggu tidurmu? Benarkah?"
"Tentu saja benar." Kyuhyun sekali lagi menguap. Ia memiringkan tubuhnya ke samping untuk melihat jam di atas nakas. Pagi ini terasa dingin. Ia menarik rapat selimutnya hingga ke leher, menyandarkan kepalanya dengan nyaman sambil menunggu kalimat Kibum selanjutnya. Matanya setengah terpejam karena kantuk yang masih terasa.
"Oh, I see…."
Sesuatu dalam suara itu membuat Kyuhyun menegakkan tubuhnya.
"You, the person that sleep like you're dead; And now you get easily woke up by a phone call; And you dare say that you're fine. ARE YOU KIDDING ME, CHO KYUHYUN?!"4
Detik itu juga kantuk Kyuhyun lenyap tak berbekas.
.
.
TBC
.
Kyuhyun cari gara-gara dengan Kibum kkkk
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kita tunggu saja :-D
.
Maaf tidak sepanjang biasanya
dan belum bisa menulis balasan review
Review yang belum dijawab akan dibalas pada Ch 48
Terima kasih telah membaca dan mereview ff ini #bow
Kamsahamnida
catatan=
1 Cheonhwiryong adalah fancafe, sama seperti fancafe Onsaemiro (*tempat Eunhyuk menulis status 19 April 2008-RS3)
2 Seoul Jamsil Olympic Stadium
3 Niga = -mu (*menandakan kepemilikan) contoh: niga appa = ayahmu
4 "Kau, orang yang tidur seperti kau mati; Dan sekarang kau dengan mudahnya ter-bangun oleh sebuah panggilan telepon; Dan kau berani mengatakan bahwa kau baik-baik saja. APA KAU BERCANDA, CHO KYUHYUN?!"
