Title : RISING STAR Chapter 48

Genre : Brothership

Rating : Fiction T

Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Henry.

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.

Warning : Typos, Geje , MAsih perlu banyak perbaikan, If Read Don't Bash, Fanfic just fanfic, jangan meng-copy paste meskipun menyertakan nama. Share saja dalam bentuk link ffn, tidak kurang dari itu . Gomawo

Summary :

.

.

Catatan awal:

Maaf adanya tanda sambung di tempat yang salah karena ini memindahkan naskah dari versi buku ke FFN, jadi meski aku berusaha membersihkan semua, ada saja beberapa yang terlewat. Maaf atas ketidaknyamanannya.

.

.

RISING STAR

Chapter 48

.

(Sedikit potongan dari adegan chapter sebelumnya)

"Oh, I see…."

Sesuatu dalam suara itu membuat Kyuhyun menegakkan tubuhnya.

"You, the person that sleep like you're dead; And now you get easily woke up by a phone call; And you dare say that you're fine. ARE YOU KIDDING ME, CHO KYUHYUN?!"1

Detik itu juga kantuk Kyuhyun lenyap tak berbekas. Ia memang tidak fasih berbahasa Inggris, tetapi sang appa sudah memanggilkan guru khusus untuknya, seorang native speaker2, untuk mengajar Kyuhyun sejak ia berusia 7 tahun. Bukan hal sulit untuk mengerti apa yang dikatakan Kibum meski ia tidak bisa menjawab dengan bahasa yang sama. Hyung yang besar di Amerika itu terdengar sangat tidak senang.

"Kibum hyung…." Kyuhyun tersenyum semanis mungkin, berharap Kibum di ujung sana bisa merasakannya. "Kibum hyung, kemarin kami terbang selama 4 jam dari Beijing ke Macau. Setelah itu, sejak jam 4 sore kami mengikuti acara amal untuk korban gempa. Jam 9 malam kami tampil di acara 5th Annual Music King Awards. Begitu selesai, kami langsung berangkat ke Hongkong untuk promo Super Junior M."

Kibum tetap terdiam. Kyuhyun memutar otaknya, mencoba mencari cara melunakkan Kibum. Namun akhirnya ia menyerah. Hanya satu hal yang bisa membuat Kibum melunak; Berterus terang.

"Mianhe, Kibum hyung, aku tidak bermaksud berbohong." Kyuhyun berkata dengan suara pelan. Kibum masih berdiam diri. "Aku hanya kelelahan, hyung. Semua member juga begitu. Jadi, menurutku yang seperti itu bisa dikatakan baik-baik saja. Apakah aku salah?"

"Kenapa tidurmu tidak nyenyak?"

"Hanya karena lelah." Senyum Kyuhyun terkembang ketika Kibum kembali berbicara kepadanya tanpa nada marah. "Hyung, kami mendapat penghargaan Asia's Most Popular New Group kemarin."

"Aku tahu. Itu sebabnya aku menelepon; Untuk mengucapkan selamat."

"Gomawo, hyung." Senyum Kyuhyun semakin mengembang. Namun kata 'tapi' yang terdengar dari seberang sana membuat senyum itu menghilang.

"Kau kemarin menarikan intro A Man in Love, dengan koreo baru."

"Ah, itu!" Kyuhyun tertawa lega. Ia sempat cemas akan kelanjutan kalimat Kibum tadi. "Kami melatihnya di sini, hyung, selama tidak banyak kegiatan karena bencana gempa. Bagaimana, aku menari dengan baik kan?"

"Oh, come on, man!"

Suara di ujung sana membuat Kyuhyun membayangkan Kibum tengah menggelengkan kepalanya. Apa aku salah lagi?

"Jangan bilang aku tidak boleh menarikan intro itu!"

Kibum tertawa mendengar protes itu. "Kalau kau merasa tidak apa-apa meloncat-loncat dan menghentakkan tubuh di sana, aku bisa apa?"

"Kibum hyung tidak marah kan?" Kyuhyun menjadi tidak yakin dengan perubahan Kibum yang begitu cepat. Cukup kemarin saja Donghae marah kepadanya. Ia tidak mau Kibum juga begitu.

"Tidak, aku tidak marah." Suara Kibum menguatkan hal itu. "Selamat untuk penghargaan pertama kalian, Kyuhyunie. Apapun yang kau lakukan, kau harus berjanji untuk menjaga dirimu baik-baik, arachi?"

Sambungan telepon berhenti setelah Kibum menitipkan salam untuk member Super Junior M lainnya. Kyuhyun meletakkan teleponnya dengan enggan. Masih banyak hal yang ingin ia ceritakan kepada Kibum. Namun jam di nakas membuat pikirannya untuk kembali tidur menghilang.

Kyuhyun bergegas keluar pintu. Nyaris saja ia bertabrakan dengan Siwon yang masuk dengan membawa nampan berisi sarapan pagi.

"Kyuhyunie, mau ke mana? Sarapan dulu!" seru Siwon. Namja itu berbalik mengikuti Kyuhyun dengan nampan di tangannya.

"Manager hyung!" Kyuhyun terus berlari sampai menemukan sosok yang dicarinya. Ia langsung menggamit lengan The Scary Manager yang ikut menemani mereka kali ini selain manager Super Junior M. "Manager hyung, aku baru kali ini ke Hongkong. Sebelum kembali ke Beijing, bisakah antar aku ke suatu tempat?"

"Kau ingin makan sesuatu, Kyuhyun-sshi?" The Scary Manager melirik sarapan pagi di atas nampan yang masih terus dipegang oleh Siwon.

Kyuhyun menggeleng cepat.

"Aku ingin ke Disneyland, hyung. Waktu di Jepang aku tidak ikut hyungdeul ke sana."

"MWO?!" Sebelum sang manager berseru, keenam member SJ M lainnya terkejut mendengar permintaan Kyuhyun.

"Kyuhyunie, aku merasa sangat lelah," kata Donghae yang tengah berbaring di atas sofa.

"Aku sebenarnya ingin menemanimu, tetapi sehabis ini kita harus melakukan beberapa acara promo. Sebaiknya kita beristirahat."

"Ryeowookie benar, Kyuhyunie. Apa kau tidak ingin beristirahat?" Hankyung mendekat dan menepuk kedua pipi Kyuhyun yang pucat. "Kemarin benar-benar melelahkan dan kau tampak kurang sehat."

"Xiao Dai, apa kau tidak lelah?"

"Hyung, tenagamu ternyata luar biasa. Aku saja ingin beristirahat sepanjang hari ini."

Kyuhyun menatap ujung jemari kakinya dengan wajah kecewa. "Aku ingin ke taman bermain; Sudah lama aku ingin melihat seperti apa Disneyland itu…. Di Korea kan tidak ada."

Semua saling berpandangan melihat Kyuhyun yang tampak benar-benar sedih karena tidak bisa pergi.

"Aku akan menemanimu, Kyuhyunie."

Semua serempak menoleh ke arah Siwon. Namja tampan itu tersenyum menampakkan lesung pipinya; Mencoba mengabaikan kode sang manager agar ia membatalkan tawarannya.

"Hyung tidak lelah?" Kyuhyun mengamati Siwon dengan seksama.

"Asal kau makan sarapan ini sampai habis dan beristirahat satu jam lagi, hyung akan menemanimu," ucap Siwon mantap.

"Akan aku habiskan semuanya." Kyuhyun mengambil alih nampan itu dan melangkah penuh semangat menuju kamarnya.

"Dia kurang sehat kemarin. Apa tidak apa-apa?" The Scary Manager tampak tidak setuju.

"Selama Siwon-sshi bertanggungjawab, aku tidak keberatan." Manager Super Junior M tersenyum.

"Aku akan menjaganya dengan baik, Manager hyung."

"Kalau begitu aku akan menemani kalian." The Scary Manager menawarkan diri.

"Deal." Siwon tampak puas dengan rencana itu.

"Aku kadang iri dengan Xiao Dai. Ketika bermain, tubuhnya seakan di-charge. Wajah dan semangatnya langsung pulih kembali."

Hankyung menepuk bahu Zhoumi sambil menahan tawa. "Aku tetap memilih tidur. Ah, kalian beristirahatlah. Sore nanti kita sangat sibuk."

"Kapan kita kembali ke Beijing, hyung?"

"Besok, Henry," jawab Hankyung menutup pembicaraan.

.

.

27 Mei 2008

Semua member Super Junior M bergegas turun dari mobil setibanya di bandara Hongkong. Promo mereka di sini telah selesai, dan sekarang mereka bersiap terbang kembali ke Beijing.

Pesawat yang mereka naiki memiliki susunan kursi 2-4-2 dan semua berada di barisan yang sama. Urut dari kiri ke kanan: Hangkung dengan Zhou-mi – Siwon, Kyuhyun, Henry, The Scary Manager – Donghae dengan Ryeo-wook. Manager SJM dan staff lainnya berada di barisan depan maupun belakang mereka.

Kyuhyun mengamati member Super Junior M lainnya. Perhatiannya jatuh kepada gaya berpakaian mereka. Hankyung mengenakan kaos tanpa lengan berwarna hitam lengkap dengan kacama hitamnya; Zhoumi mengenakan kaos bergaris dan jaket hitam; Siwon mengenakan topi warna beige dan kemeja putih; Henry mengenakan kaos hitam, topi, dan jaket putih yang disampirkan dibahunya. Tidak ketinggalan tas berisi biola di tangannya; Ryeowook mengenakan hoodie bergaris biru dan putih; dan Donghae mengenakan topi dengan kemeja biru muda. Sesuatu melintas di kepala Kyuhyun. Ia dengan senyum gembira menantikan pesawat melayang di udara.

Begitu ikat pinggang boleh dilepaskan, Kyuhyun bertepuk pelan, membuat beberapa pasang mata menoleh ke arahnya.

"Hyungdeul, Henry-ah, bagaimana kalau kita bermain?"

"Bermain? Sekarang?" Hankyung menghentikan kegiatannya.

"Kyuhyunie, kau sadar ini di mana?" Siwon menaikkan sebelah alisnya.

"Hyung, kita bisa mengganggu penumpang yang lain," tolak Henry.

"Dan nanti, kita akan ditendang keluar karena bikin ribut!" Donghae mengingatkan.

"Ommo! Pesawat ini sedang terbang! Kita akan mati jika ditendang keluar!" seru Ryeowook panik.

"AISH! Kalian semua malah membuat keributan," cetus Kyuhyun kesal. Kini ia melemparkan tatapan mengancam. "Kalian melupakan hari debutku!"

Hangeng, Donghae, Siwon, dan Ryeowook berpandangan dengan perasaan bersalah. Henry yang pernah ikut merayakannya tahun lalu, menjentikkan jari dengan penuh semangat.

"Tanggal 23 Mei Kyuhyun hyung diumumkan sebagai member Super Junior kan? Wah, tetapi aku membaca di internet, banyak yang mengucapkan selamat kepada Kyuhyun hyung hari ini."

"Ne, aku sudah mengecek ke fancafe tadi. Mereka memang mengambil tanggal aku berada di panggung pertama kali. Tapi tak apa, cukup aku dan kalian semua yang merayakan; Hari terbentuknya Super Junior sebagai sebuah grup, sekaligus diperkenalkannya aku sebagai member ke-13."

"Jadi kau memilih hari ini sebagai ulang tahun debut?" Zhoumi bertanya dengan serius.

"Aniyo, 23 akan kita rayakan sendiri, sedangkan bersama ELF aku akan merayakannya di tanggal 27." Kyuhyun tersenyum lebar saat keempat hyungdeul-nya mengeluh dengan pelan. "Nah, karena hari ini ultah debutku. Tidak bisakah kalian mengabulkan permintaanku? Aku ingin bermain, tentu saja yang tidak membuat keributan."

"Mengabulkan permintaan? Kyuhyunie, kau sudah ke Disneyland kemarin." Hankyung mengingatkan.

"Hyung, debutku hari ini, bukan kemarin."

Member lainnya tersenyum prihatin melihat Hankyung kehilangan kata-kata. "Baiklah, apa yang kau inginkan, Kyuhyunie?"

The Scary Manager mengangkat salah satu tangannya, meminta perhatian. "Aku sudah menemanimu ke Disneyland, Kyuhyun-sshi. Aku bebas kan?"

Kyuhyun menimbang untuk beberapa saat sebelum mengangguk.

"Syukurlah." The Scary manager tersenyum lega, lalu menyamankan posisi duduknya, siap untuk tidur. Ia mengabaikan kelima pasang mata yang menatapnya dengan iri karena lolos dari apapun permainan yang disiapkan Kyuhyun. Siwon sendiri terlalu antusias untuk menolak.

"Permainan apa?" tanya Zhoumi ingin tahu.

"Cukup mudah. Kita hanya melakukan adu suit. Yang menang boleh memilih dengan member siapa ia akan bertukar pakaian."

"Bertukar pakaian?!" Keenam namja lainnya berteriak serentak, namun langsung menutup mulut mereka dan melihat ke sekeliling untuk meminta maaf.

"Jangan ribut!" tegur Kyuhyun dengan wajah seakan bukan ia yang memulai semua keributan ini. "Meski bebas memilih member lainnya, usahakan member yang memiliki ukuran tubuh sama dengan kalian."

"Aku rasa semua baju kita bisa saling bertukar satu dengan yang lain," cetus Zhoumi. "Mungkin akan sedikit kekecilan atau kebesaran."

"Hanya pakaian atas kan?"

"Termasuk tas dan perlengkapan lainnya, Ryeowookie. Kecuali celana panjang dan sepatu," jawab Kyuhyun.

"Jadi, kita akan menyamar sebagai member yang lain?" Henry mulai bersemangat.

"Memakai baju siapapun, Donghae hyung tetap tampan." Ryeowook menatap Donghae dengan iri.

"Aku tidak bisa memakai baju kalian."

Kata-kata Siwon membuat Kyuhyun tersadar. Ia memandang pakaian Hankyung dengan mata melebar.

"Hankyung hyung, aku tidak mau bertukar pakaian denganmu."

Semua langsung menyadari apa yang dimaksud Kyuhyun. Hankyung hanya mengenakan kaos ketat tanpa lengan; Benar-benar bertolak belakang dengan kebiasaan Kyuhyun yang mengenakan baju berlapis.

"Kalian berempat melakukan suit saja. Saling berganti pakaian dengan yang lain. Aku, Siwon, dan Zhoumi akan melakukan suit sendiri. Bagaimana?"

"Ah, usulan yang bagus, hyung." Kyuhyun memberikan jempol atas kepada Hankyung.

"Yes! Aku menang!" Ryeowook yang selalu menang jika diadakan adu suit, mengamati pakaian Kyuhyun, Henry, dan Donghae. "Henry dan Kyuhyunie membawa tas yang berat. Aku pilih Donghae hyung saja."

"Lepaskan houdie-mu, Ryeowookie."

Belum sempat dicegah oleh member yang lain, Donghae dengan santai melepaskan kemejanya sehingga menampakkan tubuh bagian atasnya yang terbuka. Melihat hal itu Ryeowook bergegas melepaskan houdienya. Ia masih mengenakan sepotong kaos sehingga cukup melapisnya dengan kemeja biru milik Donghae. Mereka berdua juga bertukar tas dan Ryeowook mengenakan topi milik Donghae di kepalanya.

"Berarti kita bertukar pakaian, hyung." Henry hendak melepaskan kaos hitamnya namun Kyuhyun langsung mencegah.

"Kenapa kalian mudah sekali buka-bukaan di tempat umum?" keluh Kyuhyun membuat Zhoumi dan Hankyung yang baru saja melepaskan pakaian mereka tertawa geli.

"Gege, kaca matamu." Zhoumi mengingatkan setelah selesai mengenakan kaos tanpa lengan milik Hankyung.

"Kalung ini juga." Hankyung melepaskan kalungnya untuk Zhoumi. "Baju itu akan terlalu biasa tanpa aksesoris."

"Hyung!" Panggilan Henry membuat Kyuhyun mengalihkan perhatian kembali kepadanya. "Kita tidak jadi bertukar pakaian?"

"Tentu saja jadi." Kyuhyun mengembangkan smirk-nya. "Kita sama-sama mengenakan kaos hitam, jadi tidak perlu melepasnya, Henry. Kita bertukar jaket, tas, dan earset saja."

Henry menurut. Diserahkannya jaket dan earset miliknya, ditukar dengan milik Kyuhyun. Namun saat hendak menyerahkan tas biolanya, namja itu menahan sehingga Kyuhyun yang sudah memegang tas itu mengerutkan kening. "Biola ini berat, hyung. Biar aku saja yang membawanya."

"Ck, jangan meremehkanku, Henry-ah. Ini bukan apa-apa." Kyuhyun memangku tas biola itu dengan gembira. "Ah, ini permainan yang menyenangkan."

"Ini sama sekali bukan permainan." Ryeowook merapikan letak topinya dengan bingung.

"Betul. Aku hanya merasa kita bertukar pakaian saja." Donghae melakukan toss dengan Ryeowook, membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

"Bagaimana denganku?" Siwon membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk menjelaskan. Keenam pasang mata menatap wajah tampan yang belum berganti pakaian sedikitpun. "Jika kalian bertukar pakaian berikut tas dan aksesoris lainnya, apa yang harus aku pakai?"

"Kau bertukar denganku saja, Siwon-sshi." The Scary Manager menegakkan duduknya, melepas beani hat-nya, dan meraih topi milik Siwon. Semua mengeluh ketika manager yang seusia dengan Leeteuk dan Heechul itu membuka kaos lengan panjangnya dan memberikan untuk Siwon.

"Lagi-lagi kalian membuka pakaian di tempat umum." Kyuhyun nyaris berteriak ketika pipinya yang sedang mengembung sempurna ditepuk oleh Siwon dengan gemas.

"Ini semua ulahmu. Kyuhyunie."

"Aku bermaksud meminta kalian bertukar pakaian di toilet."

"Dua orang namja dalam satu toilet?" Siwon menaikkan salah satu alisnya dengan mimik lucu, sementara yang lain tertawa tertahan melihat wajah Kyuhyun memerah dan kehilangan kata-kata. "Jauh lebih baik kami membuka pakaian dan menukarnya di sini."

Siwon mengedipkan mata, membuat yang lain benar-benar tertawa sekarang sementara Kyuhyun memegang kedua pipinya yang memanas.

"Permainan ini ditujukan untuk ELF yang menunggu di bandara." The Scary Manager menjelaskan, membuat paduan suara 'Ooh' terdengar meski pelan. "Kyuhyun-sshi ingin fans tiap member terkecoh ketika melihat pakaian yang berbeda dengan di bandara Hongkong tadi."

"Apa mereka memperhatikan?"

"Beberapa pasti memperhatikan karena sebelumnya melihat foto atau video yang tersebar " Kyuhyun meringis senang.

"Jadi, kita tidak akan melewati jalan rahasia? Kita sengaja tampil di depan?" Mata Ryeowook membulat sempurna.

"Kalau tidak seperti itu tidak seru." Donghae tertawa senang.

"Cukup menyenangkan." Henry mengangguk setuju.

"Lihat, kalian menyukainya juga!" Kyuhyun paling terlihat gembira.

Siwon melirik Kyuhyun yang tetap mempertahankan tas Disneyland miliknya sambil tersenyum maklum. Ia teringat pengalamannya menemani Kyuhyun di taman bermain kemarin. Kyuhyun tampak begitu bersemangat mencoba wahana-wahana yang ada. Magnae Super Junior itu merencanakan dengan baik apa yang hendak ia coba dengan waktu yang terbatas…

"Jika aku memiliki kekasih, aku ingin berjalan-jalan di tempat seperti ini dengan bebas. Berdua. Bergandengan tangan." Kyuhyun mengatakan itu saat melihat beberapa pasangan yang bersisihan jalan dengan mereka. "Jika dia memintaku mengenakan bando berbentuk telinga kelinci, atau apapun itu, aku akan mengenakannya."

"Benarkah?" Siwon tidak dapat menahan tawanya. Selama ini Kyuhyun sebisa mungkin menghindari barang-barang berbentuk imut semacam itu. Namun senyumnya menghilang ketika melihat mata Kyuhyun menewarang memandangi roller coaster yang ada di hadapan mereka.

"Aku ingin taman bermainku," kata Kyuhyun dengan wajah sedih.

"Eh? Bukankah saat ini kita di taman bermain?" Siwon kebingungan. The Scary Manager, seperti tugas manager biasanya, hanya mendampingi, mengawasi, dan menjaga mereka tanpa melibatkan diri dalam percakapan.

"Super Junior adalah taman bermainku, Siwon hyung. Aku merindukan Super Junior berkumpul lagi seperti dulu."

Tahulah Siwon, Kyuhyun teringat saat mereka membuat VCR untuk SS1 dengan menaiki roller coaster. Itulah sebabnya dongsaeng-nya memandang ke arah wahana itu dengan sedih. Padahal Kyuhyun begitu gembira ketika menaikinya.

"Kita sebentar lagi akan bertemu mereka. Bersabarlah, uri magnae."

Rasanya Siwon baru sedetik yang lalu menepuk kepala Kyuhyun untuk menghiburnya; Namun saat ini, Kyuhyun sudah menuruni pesawat dengan kegembiraan yang luar biasa, bersiap membuat para penggemar terkecoh.

"Henry-ah!" Kyuhyun menahan Henry dan merogoh saku jaketnya yang tengah dipakai Henry. Ia mengeluarkan sebuah beanie hat hitam. "Pakai ini juga agar mereka tidak mengenalimu dengan cepat."

Usaha mereka membuahkan hasil. Bukan hanya Kyuhyun, tetapi semua member Super Junior M nyaris bersorak ketika mendengar celotehan terkejut para penggemar yang menyangka Henry sebagai Kyuhyun dan sebagainya. Semua menjadi bersemangat melewati gerombolan penggemar yang begitu padat sebelum menuju mobil. Namun Kyuhyun harus merelakan tas biola Henry dibawa oleh The Scary Manager.

"Aku tahu kau sedang tidak sehat, Kyuhyun-sshi. Serahkan tas biola itu."

Ingin sekali Kyuhyun berteriak bahwa sebuah tas biola tidak akan membuatnya sakit. Namun The Scary Manager bukanlah isapan jempol. Manager yang satu itu benar-benar keras dan tidak segan memaksakan pendapatnya jika ia yakin itu untuk kepentingan member yang menjadi tanggungjawabnya.

.

.

"Kembali ke dorm SJ M saja sudah membuatku senang. Bagaimana jika aku kembali ke Korea?" Ryeowook membuka pintu dorm dengan wajah riang.

"Kalau itu terjadi, aku rasa aku akan menangis bahagia," sahut Donghae sambil melemparkan tubuhnya ke sofa.

"Donghae hyung! Taruh tasmu di kamar," tegur Henry yang nyaris tersandung oleh tas yang dilempar sembarangan.

"Itu tas Ryeowookie," jawab Donghae dengan wajah polos.

"Justru karena tas Ryeowookie, kau harus memperlakukan dengan baik, hyung." Siwon meraih tas itu dan memberikannya kepada Ryeowook.

"Gui Xian, wajahmu pucat sekali," cetus Zhoumi terkejut. Ia hendak menggandeng tangan Kyuhyun, namun dongsaeng-nya itu menolak dan berjalan menuju sofa.

"Donghae-ya, minggir sedikit, aku juga mau duduk di sana."

"Istirahat di kamar saja, Kyuhyunie," usul Hankyung sambil mendekat.

"Aku tidak sanggup sampai ke kamar," gumam Kyuhyun pelan sambil meletakkan tas Henry di atas meja.

"KYUHYUNIE!"

Semua berteriak ketika melihat tubuh Kyuhyun terkulai begitu saja. Donghae yang tengah bergeser ke posisi duduk, langsung menangkapnya sebelum tubuh kurus itu benar-benar jatuh ke lantai; Begitu pula Hankyung yang sudah berada di dekat Kyuhyun.

"Aku…hanya sedikit lelah…" Kyuhyun bergumam dengan mata terpejam dan badan sepenuhnya ditopang oleh Donghae dan Hankyung.

"Jangan banyak bicara dulu," ucap Hankyung sambil membenarkan letak kepala Kyuhyun di bahunya. Ia memberi kode agar Donghae membantu membaringkan Kyuhyun di sofa.

"Aku akan mengambilkan bantal." Ryeowook berlari ke dalam kamar diikuti oleh Henry. Mereka kembali dengan sebuah bantal dan selimut.

Hankyung mengangkat sedikit tubuh Kyuhyun sehingga Ryeowook bisa menyelipkan bantal. Henry menyelimuti Kyuhyun dari kaki hingga ke bahu.

"Hankyung hyung…. Naneun gwenchana3," bisik Kyuhyun nyaris tak terdengar.

Hankyung meraba kening dongsaeng-nya yang masih bergumam dengan mata terpejam itu. Sedikit hangat, tetapi tidak ada yang perlu dicemaskan.

"Istirahatlah, Kyuhyunie, kau terlalu bersemangat dua hari ini," bujuk Siwon dengan wajah cemas.

"Aku belum menyapa mereka…Ultah debutku…. Mereka pasti menungguku," gumam Kyuhyun. Ia kini membuka matanya, mencoba untuk duduk.

"TIDUR!" Ryeowook tiba-tiba menyeruak kerumunan itu dan mendorong Kyuhyun untuk berbaring dengan pandangan tak ingin dibantah.

"Tapi…"

"Belum terlambat untuk menjelaskan kepada mereka besok. Jika mereka fans-mu, mereka pasti mengerti!" Ryeowook membenarkan selimut yang sempat tersibak, lalu berkata dengan nada yang jauh lebih lembut. "Tidurlah. Besok kau boleh menulis untuk mereka."

Kyuhyun tidak menjawab. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya tertidur pulas.

"Apakah dia pingsan?" Donghae memandang cemas.

"Mungkin dia benar-benar tertidur. Tubuhnya pasti lelah." Zhoumi menarik napas panjang.

"Biar aku bawa dia ke kamar."

"Biarkan dia tidur di sini, Siwonie. Kalian istirahatlah. Besok kita tidak ada jadwal, tetapi lusa kita akan ke Korea. Banyak tugas yang menanti kita di sana." Hankyung memberi kode agar semua beristirahat.

"Hari ini ulang tahun debutnya, tetapi Kyuhyun hyung malah terbaring seperti ini," gumam Henry dengan wajah muram.

"Tidak apa-apa. Dia sudah cukup senang dengan permainan tadi." Siwon mencoba menghibur, meski ia sendiri merasa cemas dengan kondisi Kyuhyun.

"Aku di sini saja," ucap Ryeowook.

Sebuah pernyataan, bukan permintaan. Hankyung mengerti tak ada gunanya memaksa Ryeowook tidur saat ini. Namja mungil itu akan jauh lebih baik berada di tempat yang ia inginkan.

Kini hanya Ryeowook yang masih berada di sisi Kyuhyun. Ia dengan hati-hati mendekat untuk melepaskan topi, earset, dan sepatu yang masih Kyuhyun pakai. Setelah itu ia kembali menyelimuti dongsaeng-nya. Sama sekali tak ada kata-kata yang keluar dari mulut namja itu.

.

.

28 Mei 2008

Berapa kalipun Kyuhyun merengek, Ryeowook tidak mengijinkannya menyentuh laptop sebelum mandi, menghabiskan makanan dengan baik, meminum vitamin. Tidak seorangpun yang membelanya. Ryeowook jika marah akan membuat seisi dorm ramai oleh celotehannya. Karena itu member yang lain memilih diam dan menjauh, sebelum Kyuhyun meminta bantuan mereka.

"Sampai kapan kau akan duduk di situ, Ryeowookie?" Kyuhyun memandang hyung mungilnya yang sejak ia membuka mata, tidak pernah beranjak jauh. Bahkan ia memaksa Kyuhyun duduk di dekatnya selama ia menyiapkan sarapan.

"Kau hendak bermain game?"

"Aniyo…. Aku ingin menulis status untuk fans yang menunggu sejak kemarin." Kyuhyun mencoba melunakkan hati Ryeowook. "Coba kau bayangkan perasaan mereka…"

"Coba kau bayangkan perasaanku!"

Kyuhyun kehilangan kata-kata diserang seperti itu. Ia mencoba tersenyum dan menggamit lengan Ryeowook.

"Ryeowookie… Ryeonggu… Lixu…"

Ryeowook membuang wajahnya ke arah lain sambil mendengus.

"Hyung…."

Seulas senyum kanak-kanak yang menyebalkan menyambutnya begitu Ryeowook menoleh.

"Hyung…."

"Kau pikir aku bisa menyerah semudah itu?!" Ryeowook mendengus kesal, membuat senyum di wajah Kyuhyun menghilang.

"Aku akan memakan seporsi sayur, bagaimana?"

Ryeowook melirik sekilas lalu kembali membuang muka.

"Kalau aku hari ini tidur cepat?"

Ryeowook berpikir sejenak, lalu memandang tajam ke arah dongsaeng-nya. "Kau yakin?"

Kyuhyun mengangguk cepat, namun Ryeowook kembali membuang muka. Tetapi kali ini ia tidak mendengus. Ia hanya menghela napas panjang.

"Gogung…?"

Telinga Ryeowook mendengar sayup-sayup kata itu sehingga ia menoleh. "Kau bilang apa, Kyuhyunie? Go…gung…?"

Kyuhyun pura-pura berpikir ulang, lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Ryeowook. "Tadinya aku ingin mentraktirmu ke Gogung, tapi…"

"Gogung, benarkah?" Ryeowook membalikkan tubuh Kyuhyun dengan cepat. Ia memandang dongsaeng-nya dengan wajah gembira. "Gogung yang itu? Yang memasak bibimbap4 klasik?"

Kyuhyun mengangguk. "Kita akan ke sana malam hari, makan sambil menikmati pertunjukan live musik tradisional."

"Semua pelayannya mengenakan hanbok!" Ryeowook bertepuk tangan dengan gembira. "Apakah kita perlu mengenakan hanbok juga?"

Kyuhyun memandang Ryeowook dengan pandangan –yang-benar-saja. Tetapi Ryeowook terlalu gembira sehingga mengabaikan hal itu.

"Aku ingin mencoba nakji5 bibimbap dan yukhoe6 bibimbap."

"Apapun yang kau mau silahkan pesan, Ryeowookie. Aku yang akan membayarnya."

"Apakah tidak terlalu mahal?"

"Setimpal dengan yang kau bisa berikan untukku." Kyuhyun melirik ke arah laptop-nya.

"Aku tidak menukar kesehatanmu dengan makanan," gumam Ryeowook.

"Tentu tidak. Siapa yang berani berpikir seperti itu?" Kyuhyun memasang wajah tersinggung sehingga Ryeowook kembali tersenyum.

"Baiklah, kau boleh memakai laptop, tapi jangan lama-lama, arrachi?"

"Tidak akan lama. Setelah ini aku akan belajar bahasa mandarin saja."

"Ah, itu bagus." Ryeowook tersenyum lega. Ia beranjak meninggalkan ruang makan sambil bersenandung gembira.

Kyuhyun menunggu hingga sosok Ryeowook menghilang dari pandangan sebelum meraih laptop-nya. Ia bersiul senang. Tidak ada ruginya mentraktir

Ryeowook apalagi bibimbap juga salah satu makanan kesukaannya.

Jari jemari Kyuhyun langsung bermain dengan lincah di atas keyboard. Ia mengganti tampilan cyworld-nya, menghapus judul lama, lalu memuat foto dirinya yang tengah berdiri di tepi sungai dalam nuansa hitam putih.

Kyuhyun tersenyum, teringat bagaimana ramainya mereka setiap dini hari berlari di pinggir sungai Han.

Mengingat sebentar lagi mereka bisa kembali ke Seoul membuat Kyuhyun sangat bersemangat. Ia pun mengetik untuk kolom kalimat di cyworld-nya.

.

Yoohoo~~~!

.

Namja itu tersenyum puas. Ia merasa kata-kata itu bisa mewakili semangatnya hari ini. Kyuhyun beralih ke fancafe. Ia tersenyum melihat begitu banyak fans yang menanyakannya kemarin, sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun debut untuknya.

"Jangan tersenyum sendirian. Ini pizza untukmu." Siwon meletakkan sekotak pizza yang masih hangat. Member SJ M yang baru saja berjalan-jalan ke luar, mulai membuat suasana dorm SJ M kembali ramai. "Apa yang kau lakukan untuk lolos dari Ryeowookie eoh?"

"Sesuatu yang sama-sama kami sukai; Makanan dan musik. Gomawo, hyung." Kyuhyun mengambil sepotong pizza, memakannya beberapa gigitan, kemudian mulai menulis. Ia tidak ingin Ryeowook memintanya berhenti sebelum ia menulis pesan untuk ELF yang menanyakan keberadaannya.

.

Judul: Sudah 2 tahun?!

Halo! Aku Kyuhyun yang kemarin tepat 2 tahun debutㅋㅋㅋㅋㅋ

Sejujurnya aku sudah ke sini kemarin...

tetapi ketika sampai di dorm aku tidak kembali ke sini karena aku mendadak merasa lelah.. TT

Tampaknya aku seperti memberi alasan kepada kalian, tetapi..

Eh..kalian semua sangat pengertian dan ramah. Karena kalian adalah ELF! ^^

Ini benar-benar terasa seperti mimpi..

Aku sudah menghabiskan waktu bersama-sama dengan kalian semua selama 2 tahun. Apakah ini benar-benar nyata?

Aku tiba-tiba teringat pada minggu terakhir ujian SMA.

Aku tidak ingin kembali ke keadaan suram saat itu...

Masa-masa di mana aku susah tidur ㅎㅎ

Bagaimanapun…secara pribadi aku tidak pernah ingin kembali menjadi murid senior SMA! ㅋㅋㅋ

Aktifitas di China itu berat... dan aku memiliki masalah dengan bahasa dan budayanya.

Tetapi aku menjalani hari demi hari dengan gembira~

Dan banyak orang sangat khawatir tentang kondisi tubuhku

Tetapi aku baik-baik saja ^^

Aku adalah 'Kyu yang sudah sembuh total' ㅋㅋㅋ

Kita akan segera bertemu.. 7 Juni..

Kita harus menunjukkan kepada mereka bawa kita satu kan? Tolong nantikanlah saat itu dengan semangat ^^

Sekarang aku sudah bersama dengan kalian semua selama 2 tahun...

Tetapi mulai sekarang aku berharap kita dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama..

Bahkan ketika di saat-saat yang sulit kita akan mengatasinya bersama-sama!

ELF & Super Junior fighting!

.

.

30 Mei 2008

Malam itu keributan luar biasa terjadi di dorm lantai 11 yang ditempati Super Junior. Leeteuk dan Eunhyuk yang sudah duduk menunggu di sofa, memandang kesibukan itu sambil menutup telinga.

"Ryeowookie, kau lambat sekali!" Terdengar seruan Kyuhyun di depan pintu kamar Ryeowook, karena hyung-nya tidak juga selesai menata rambut.

"Sebentar, Kyuhyunie, tinggal sebentar lagi."

"Ada yang melihat topiku? Aku baru saja memegangnya, tetapi sekarang menghilang."

"Kau sudah memakainya sejak tadi, Donghae-ya." Eunhyuk memutar kedua bola matanya.

"Ah, aku lupa." Donghae menebar senyum menawannya lalu bergabung dengan Ryeowook di depan cermin.

"Jangan menggangguku, hyung, aku belum selesai!"

"Ayolah, Ryeowookie, sebentar saja. Aku tidak mungkin ke lantai 12 hanya untuk bercermin."

"Ck, kenapa kalian semua rapi sekali?" Kyuhyun memandang Hankyung yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam tanpa dasi. Ia sendiri hanya mengenakan kaos, jas warna coklat yang sudah pudar warnanya, dan sebuah beanie hat untuk menutupi kepalanya agar tidak kedinginan di dalam studio.

"Kau berpakaian seperti itu saja, Kyuhyunie?" Eunhyuk mendekat untuk

merapikan topi magnae-nya.

"Apakah ada yang tidak aku tahu?" Kyuhyun memandang curiga sehingga Eunhyuk menelan ludah.

"Tidak ada." Eunhyuk memilih jawaban paling aman saat ini. Ia tidak mau Leeteuk protes karena waktu diperpanjang akibat Kyuhyun mengganti pakaiannya.

Merasa sudah siap, Kyuhyun duduk di sisi Leeteuk sambil menunggu yang lain.

"Ommo…Kyuhyunie, ada apa dengan pipimu?" Leeteuk memandang Kyuhyun dengan mata melebar sehingga magnae Super Junior itu menoleh sambil menutupi kedua pipinya dengan tangan.

"Jangan melihatku seperti itu, Teuki hyung. Bukankah kau sudah melihatnya kemarin?"

"Aku begitu mengantuk sehingga tidak melihat dengan jelas."

"Kalau begitu tidak perlu."

Tetapi Leeteuk sudah memindahkan salah satu tangan Kyuhyun dari pipinya, dan namja itu berteriak kaget. "Kyu.. Kyuhyunie... pipimu... pipimu kenapa seperti itu?"

"Sudah kubilang jangan melihatnya!" Kyuhyun menutupi kembali pipinya sambil mengerucutkan bibir.

"Siwonie tidak ikut?" Eunhyuk mencari sosok namja paling tampan itu di seluruh ruangan. "Atau dia akan menyusul?"

"Dia ada latihan band untuk tanggal 7 nanti. Jadi hanya mereka berempat yang bisa ikut kita ke SUKIRA."Leeteuk memberi kode agar semua keluar dari dorm menuju mobil.

Namun saat Kyuhyun melewatinya, lagi-lagi Leeteuk berteriak tertahan sehingga Kyuhyun membelalakkan kedua matanya.

.

.

Kehebohan kembali terjadi saat tiba di SUKIRA. Setelah sedikit berebut tempat, akhirnya Hankyung duduk di meja paling kiri bersama Ryeowook; Eunhyuk dan Leeteuk berada di meja tengah sebagai DJ; lalu Donghae duduk di meja sebelah kanan bersama Kyuhyun sebagai penutup barisan.

"Kenapa ada kamera di tiap kursi?" Donghae melambai sejenak ke arah kamera yang berada di depannya meski kamera itu dalam keadaan mati. "Apakah ini tidak live?"

"Kau baru 2 bulan di China, Donghae-ya. Seharusnya kau masih ingat SUKIRA selalu dimulai jam 10 malam."

"Dan ini baru jam 7 malam." Kyuhyun mengangguk paham akan kalimat Eunhyuk. "Apakah setelah ini Hyukhyuk hyung dan Teuki hyung tidak ikut kami pulang?"

"Kami akan siaran SUKIRA seperti biasa. Setelah itu masih ada beberapa hal yang harus kami lakukan di studio rekaman."

"Teuki hyung, sejak kami datang, kita belum sempat berbicara banyak." Kyuhyun mengajukan protes.

"Album Super Junior Happy akan rilis sebentar lagi. Banyak hal yang harus kami kerjakan sebelum dan sesudahnya." Leeteuk tersenyum meminta maaf. "Rekaman SUKIRA kali ini akan ditayangkan tanggal 4 Juni, hanya satu jam sebelum album rilis. Karena itu kami mulai merekam SUKIRA untuk ditayangkan selama masa promo."

Setelah semua dirasa siap, acara Sukira hari itu dimulai dengan pemutaran lagu U. Acara pun dibuka oleh Leeteuk dan Eunhyuk bersahut-sahutan.

"Member yang kami rindukan telah kembali."

"Meskipun mereka tidak berada dekat dengan kami tetapi tidak terasa seperti itu. Mereka selalu muncul di mimpi kami." balas Eunhyuk. "Memberdeul yang selalu ada di hati kami telah kembali"

"Meskipun kami tidak memberikan bunga untuk menyambut kedatangan mereka…"

"Dan meskipun kami tidak menjemput saat kedatangan mereka kembali dari China…"

"Tetapi kami pasti akan memberikan mereka sambutan yang hangat dan tepuk tangan."

Leeteuk mulai memperkenalkan member yang hadir. "Uri hankyung-sshi yang menjadi lebih dewasa sesudah berada di China!"

"Annyeong haseyo, Hankyung imnida."

"Dan ada juga si bodoh kami 'papapa', Donghae-sshi!"

Donghae meneriakkan namanya begitu Eunhyuk selesai memperkenalnalkan dirinya.

"Dua member berikutnya… Gaya mereka berubah dengan dramatis. Uri Ryeowook-sshi yang berpengalaman dan dewasa; dan member yang menjadi

lebih sexy, Kyuhyun-sshi. Urineun Super Juni..."

"OEO!" seru semuanya serempak, menyahut aba-aba Leeteuk.

Leeteuk dan Eunhyuk mempersilahkan semua memperkenalkan diri.

"Halo semuanya, aku Hankyung Super Junior. Lama tidak berjumpa."

"Halo semuanya, aku Ryeowook. Aku merasa sangat bahagia melihat kalian semua lagi; Leeteuk hyung dan Eunhyuk hyung."

"Kalian berdua menjadi lebih tampan dari sebelumnya," puji Leeteuk

"Ryeowook sexy. Ryeowook sexy." Eunhyuk menggodanya.

Giliran Donghae tiba. "Ni hao… Ah, kita tidak berada di China… Halo, aku Donghae Super Junior. Aku sangat bahagia bertemu kalian semua kembali."

"Halo semuanya, Kyuhyun imnida." Wajah Kyuhyun langsung tersipu sehingga hyungdeul mentertawakan perkenalannya yang sangat singkat itu.

"Dia begitu tampan!" Eunhyuk dan Leeteuk memuji perubahan Kyuhyun.

Mereka kemudian bercakap-cakap tentang beberapa hal sampai perhatian terarah kepada baju yang dikenakan Hankyung; Setelan jas hitam dengan kemeja putih tanpa dasi.

"Ini karena cuaca sangat dingin, dan aku tidak memiliki banyak pakaian untuk dikenakan," Hankyung memberi alasan.

"Ah…semua pakaianmu ada di China?" Leeteuk keheranan.

"Sebenarnya, kami hanya di sini beberapa hari, setelah itu kami akan terbang kembali ke China. Jadi itulah sebabnya kami tidak membawa banyak pakaian ke sini." Ryeowook menjelaskan dengan rinci.

"Hankyung-sshi adalah seorang pemuda tampan yang hanya memiliki satu setelan jas." Eunhyuk menggodanya sehingga semua kembali tertawa.

Gurauan demi gurauan bergulir membuat suasana SUKIRA malam itu sangat riuh.

"Ryeowook-sshi, wajahmu terlihat lebih bulat."

Ucapan Leeteuk membuat Kyuhyun menahan tawa.

"Aku? Oh terima kasih hyung. Aku tidak memiliki banyak lemak, jadi aku ingin sedikit lebih bulat."

Kali ini jawaban Ryeowook membuat tawa Kyuhyun menyembur keluar. Ryeowook memandang magnae-nya dengan tatapan tajam.

"Kyuhyun sshi..."

Nada mengancam itu membuat Kyuhyun tertawa semakin keras.

"Pagi ini, Ryeowook-sshi… Pagi ini dia bertanya padaku, oh tunggu sebentar, itu tadi malam… 'Hyung, besok kami akan ke SUKIRA. Ini sudah lama sejak aku ke sana. Haruskah aku menata rambutku atau menggunakan topi yang bagus?' Aku bilang padanya, 'Kau tidak dilihat oleh fans Korea dalam waktu lama, jadi tatalah rambutmu.' Jadi itulah kenapa ia datang ke sini dengan gaya rambut yang keren." Eunhyuk memulai topik baru.

"Terlihat sangat bagus," puji Leeteuk

"Terima kasih." Ryeowook tersenyum bangga.

"Mengapa kalian tidak mengatakan padaku?" protes Kyuhyun. Tahulah ia kenapa Ryeowook menata rambut begitu lama. Ia sendiri datang dengan penampilan sangat biasa.

"Karena kau tidak menanyakan apapun padaku. Kau tidak bertanya…," cetus Eunhyuk. Ia meringis saat Kyuhyun melempar death glare ke arahnya. Ia tahu Kyuhyun sempat bertanya, namun waktu sudah terlalu singkat.

"Kondisi kulit Kyuhyun-sshi terlihat menjadi lebih baik."

Kyuhyun kini melemparkan pandangan protes ke arah sang leader sambil

menutupi pipi kirinya. "Mengapa hyung selalu berkata begitu? Teuki hyung tidak perlu mengingatkanku tentang itu. Hyung membuatku paranoid…."

"Bagaimana hidup di China?" Leeteuk akhirnya menekan perasaan khawatirnya terhadap pipi Kyuhyun yang penuh bekas jerawat.

"Itu…itu membuatku sangat merindukan uri memberdeul," aku Kyuhyun dengan nada sedih.

"Tanpa Kyuhyun-sshi di dorm, kami sudah lama tidak mendengar dia menirukan 'Hyuk…Hyuk.."

"Kami semua merindukan hal itu." Leeteuk mengangguk

"Yap, kami benar-benar merindukannya. Sudah lama sejak terakhir kami mendengar kau melakukannya. Dapatkah kau melakukannya untuk kami sekarang?"

Kyuhyun tersipu. Ia merasa senang mengetahui Eunhyuk dan Leeteuk merindukannya. "Hyuk…Hyukhyukhyuk…Hyukjae."

"Aku merasa dilimpahi dengan kebahagiaan hanya dengan mendengar imitasi itu lagi." Eunhyuk memandang Kyuhyun dengan sungguh-sungguh sementara Kyuhyun tersipu.

"Donghae-sshi menjadi lebih tampan dan gagah." Leeteuk beralih kepada Donghae.

"Kapan kau datang di Seoul?" tanya Eunhyuk.

"Dari Mokpo?"

Eunhyuk tergelak mendengar pertanyaan Donghae yang kebingungan.

"Bukan, dari Seoul… Ah…dari China… Kapan kau tiba di sini dari china?" Leeteuk memperjelas pertanyaannya.

Senyum Eunhyuk mengembang. Ia teringat tadi malam Donghae berdiri begitu lama di pintu dorm hanya untuk menangis bahagia. "Apa kau masih

merasa ini tidak nyata?"

"Kamis…," jawab Donghae.

"Kamis?"

"Kami datang ke Korea kemarin, hari kamis."

"Semua datang untuk perform tanggal 7 juni bukan?" Eunhyuk tersenyum senang membayangkan mereka tampil di panggung secara lengkap.

"Itu benar. Akan menjadi sebuah perform yang sangat besar." Leeteuk mengangguk.

Namun Ryeowook menggeleng. "Tidak begitu. Kami datang khusus untuk SUKIRA."

"Ah, kau hanya kembali untuk SUKIRA?"

"Ne, hanya untuk SUKIRA." Ryeowook menjawab pertanyaan Leeteuk.

"Aku dengar acara ini adalah prioritas pertama di schedule-mu."

"Tentu saja." Kali ini Ryeowook menjawab pertanyaan Eunhyuk. Ia tersenyum ketika Eunhyuk maupun Leeteuk mengucapkan terima kasih.

"Pertama kami ingin memberi tepuk tangan untuk SJM."

"Kenapa? Kenapa?" Eunhyuk melontarkan pertanyaan mewakili fans.

"Kami dengar SJM baru saja menerima penghargaan di China. Kalian memenangkan penghargaan bergengsi… Hankyung sshi?" Leeteuk memberi kode agar Hankyung menerangkan lebih lanjut.

"Penghargaan apa itu?" Kini Eunhyuk beralih kepada Hankyung.

"Itu adalah penghargaan…"

"Kelihatannya kau tidak dapat mengingatnya…" Leeteuk tersenyum melihat kebingungan Hankyung.

"Ah! The Most Popular New Group Award!" seru Hankyung.

"The Most Popular New Group Award!" Eunhyuk dan Leeteuk mengulang dengan bangga.

"Ah, The Most Popular New Group di China?" Eunhyuk kembali bertanya.

"Di Asia." Kyuhyun mengoreksi. "Asia's Most Popular New Group."

"Ah di Asia… Itu hebat!" Leeteuk terdengar sangat senang.

"Memenangkan penghargaan ini seperti memenangkan untuk seluruh grup. Itu adalah penghargaan untuk Super Junior. Itu adalah penghargaan milik kita," tutur Donghae.

"Leeteuk-sshi dan Eunhyuk-sshi tidak tahu tentang ini kan?" Ryeowook tampak tidak senang sehingga semua sedikit bingung.

"Ah, tentu saja kami tahu!" bantah Leeteuk.

"Hyung tahu dugaanku itu benar. Hyung hanya berpura-pura karena Hyung DJ-nya." Ryeowook bersikeras.

"Karena beberapa orang pemirsa tidak tahu tentang ini," jelas Leeteuk.

"Itulah mengapa kami berpura-pura bahwa kami tidak tahu dan bertanya kepada kalian." Eunhyuk ikut menjelaskan.

"Kami harus melakukan pekerjaan sebaik mungkin sebagai DJ," kata Leeteuk lagi. "Karena kalian di China, jadi kalian mungkin tidak mendengar tentang itu…. Aku adalah Yoo Jae Suk di dunia DJ."

"Ok, topik selanjutnya." Eunhyuk mencoba mengalihkan perhatian.

"Aku mengerti." Ryeowook tidak lagi mendesak.

Mereka mulai membahas mengenai perkembangan bahasa mandarin member SJM. Masing-masing kembali memperkenalkan diri dalam bahasa Mandarin dan Ryeowook sangat bangga dengan nama mandarinnya, Li Xu, karena nama itu terdengar sexy. Hankyung memuji kemampuan bahasa Mandarin Donghae yang meningkat pesat dan Kyuhyun yang belajar mandarin dengan giat.

"Adakah seseorang yang berapa banyak pun kau mengajarinya bahasa mandarin, mereka tetap tidak bisa? Seseorang yang membuatmu ingin mengatakan, 'Lupakan itu, gunakan saja bahasa Korea' kepada mereka?" tanya Leeteuk kepada Hankyung.

Hankyung tersenyum. "Aku biasanya menggunakan bahasa Korea, jadi…"

"Ketika Hankyung-sshi berada di Korea, dia lupa bahasa mandarinnya. Dan ketika di China, dia lupa bahasa Koreanya," potong Leeteuk. "Ia melupakan asal usulnya untuk sementara waktu."

"Ah, aku mendadak sangat penasaran tentang cerita member di China," ujar Eunhyuk.

Percakapanpun bergulir tentang SJM dan fans di China, hingga Eunhyuk

membuka pertanyaan tentang 'Kenapa mereka terpilih sebagai member SJM'. Pertanyaan pertama dilayangkan kepada Donghae.

"Karena aku member SJ," jawab Donghae polos.

"Siapa yang tidak tahu kau member Super Junior?" Eunhyuk protes.

"Pertanyaan ini sedikit…"

"Sebagai contoh, Kyuhyun-sshi berpikir itu karena ia bisa menari dengan baik," jelas Eunhyuk memotong ucapan Donghae.

"Aku bisa menari dengan sangat baik!" protes Kyuhyun.

Eunhyuk tersenyum lebar. "Ia dapat melakukan dance dengan baik. Kyuhyun-sshi tahu bagaimana melakukan dance dengan baik, itu alasannya mengapa ia pikir ia terpilih masuk ke SJM."

"Kyuhyun-sshi tahu bagaimana melakukan dance dengan baik?" Leeteuk tertawa.

"Apa yang hyung maksud dengan itu?"

"Aku minta maaf." Leeteuk meringis mendengar teguran sang magnae.

"Jadi bagaimana Donghae-sshi?" Eunhyuk kembali kepada Donghae.

"Aku…aku dapat bernyanyi dengan baik."

"Ah…bernyanyi…" Eunhyuk dan Leeteuk mengucapkan serentak.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Hyung bilang begitu, tetapi kenapa hyung terdengar tidak yakin pada diri sendiri?"

"Sekarang Ryeowook-sshi."

"Siapa? Aku?"

Eunhyuk mengangguk.

"Aku… aku pikir itu karena aku seorang dancer yang bagus." Ryeowook menjawab dengan yakin.

"Karena dia banyak pengalaman dalam hal itu." Kyuhyun membenarkan.

"Bagaimana Hankyung-sshi?" tanya Leeteuk.

"Aku?"

"Wajah!" seru Ryeowook.

"Tentu saja karena aku bisa berbahasa mandarin."

Jawaban Hankyung membuat semua tergelak.

"Ah karena bahasa mandarinnya sangat bagus." Leeteuk tersenyum.

Bagian kedua dimulai setelah lagu. Mereka menceritakan bagaimana perasaan mereka sejak pertama kali terbang ke China sebagai SJM, kesukaran yang mereka hadapi, dan suasana keseharian SJM di china.

"Tetapi orang yang paling merasa kesepian adalah Donghae hyung," jawab Ryeowook.

"Aku merindukan memberdeul di Seoul, dan merindukan makanan Korea. Aku merindukan fans di Korea dan keluargaku juga," tutur Donghae.

"Setiap dari kami sering merindukan keluarga kami dan hyungdeul di Seoul." Ryeowook membenarkan. Ia memandang tajam kepada Leeteuk dan Eunhyuk. "Tetapi Teukie hyung… Eunhyuk hyung… Mengapa kalian tidak pernah menelepon kami? Orang yang tidak pernah menjawab telepon kami… TEUKI HYUNG DAN EUNHYUK HYUNG!"

Teriakan kesal Ryeowook disambut oleh Kyuhyun yang sejak semalam menahan keinginannya. "Leeteuk hyung tidak pernah meneleponku satu kali pun. Aku bahkan telah meneleponmu setidaknya 10 kali, Teuki hyung, tetapi kau tidak pernah menjawab panggilanku!"

"Mengenai hal itu… jika kita punya waktu untuk berbicara, kita akan diskusikan tentang hal ini nanti," elak Leeteuk.

"Tidak. Kami perlu membicarakan hal itu sekarang." Hankyung menolak.

"Tidak…" Eunhyuk setuju dengan usul Hankyung.

"Singkatnya, kalian berdua tidak pernah mengangkat telepon kalian!" cecar Ryeowook, kali ini kepada Eunhyuk juga.

"Mengapa kalian seperti itu? Kami berdua benar-benar sibuk…." Leeteuk tidak ingin dibantah sehingga topik pun berganti.

"Sesudah tinggal di China selama dua bulan, kami kembali ke Korea. Dari jendela kecil pesawat terbang, kami dapat melihat rumah-rumah yang menyimpan kenangan dan kasih sayang selama 20 tahun, tanah yang membentang, gunung… dan semua itu membuatku meneteskan air mata. Bagaimana dengan hyungdeul dan kyuhyunie?" Ryeowook meminta mereka melukiskan dalam satu kalimat tentang perasaan mereka ketika pesawat terbang melintasi langit Korea.

"Aku ingin makan kimchi," jawab Donghae.

"Sungguh mengagumkan," jawab Kyuhyun.

"Sudah begitu lama…," jawab Hankyung.

"Meskipun Teuki hyung dan Eunhyuk hyung bilang bahwa kami begitu berisik ketika kami tiba di dorm, tetapi aku tahu, di dalam hati, mereka merasa sangat bahagia bertemu kami kembali," kata Ryeowook. "Meskipun kami harus pergi lagi segera… Tetapi kemegahan dan kebebasan di Korea benar-benar indah."

Kali ini mereka berbicara mengenai kemampuan memasak Ryeowook yang meningkat pesat sampai ajumma yang bekerja di dorm memuji masakan Ryeowook kemarin. Donghae lalu bercerita jika ada jadwal jam 3 atau 4 pagi, mereka akan tidur jam 11 malam. Tetapi Ryeowook akan pergi keluar untuk berbelanja jam 12 malam.

"Hyung, kita perlu makan jam tiga pagi. Aku akan pergi membeli beberapa makanan untuk kita." Donghae menirukan jawaban Ryeowook ketika ia bertanya untuk apa Ryeowook berbelanja jam 12 malam.

"Sesudah di China, profesi Ryeowookie berubah dari penyanyi menjadi seorang koki," canda Hankyung.

"Berubah profesi?" Leeteuk tersenyum.

"Tetapi kita punya masalah di sini." Kyuhyun berbicara dengan serius. "Kami selalu mengatakan kepadanya bahwa masakan dia sangat lezat. Dan karena itu, ia akan terus menerus memberi kami makan."

"Jika kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, mungkin dia menggunakan kalian sebagai kelinci percobaan," cetus Eunhyuk.

"Itu mungkin saja. Tetapi sejujurnya, Ryeowookie belajar banyak masakan china yang berbeda selama kami tinggal di sana." Kyuhyun mengangguk.

"Aku akan memasak untuk kalian semua hari ini." Ryeowook tersenyum.

"Hari ini?" Leeteuk menahan napas.

"Kau berencana memasak apa?" Eunhyuk yang tidak pernah mengkhawatirkan soal berat badan, justru merasa antusias. Masakan Ryeowook tadi malam sangat enak menurutnya.

"Hotteok7." Ryeowook menjawab.

Beberapa member merasa senang mendengarnya.

Pembicaraan kini beralih ke SJH yang akan merilis album baru mereka, dan bagaimana member SJM memuji Hankyung yang menjaga mereka dengan baik selama di China. Donghae memuji Hankyung yang sudah berada di Korea selama 4-5 tahun sedangkan ia baru sekitar dua bulan sudah merasa begitu ingin kembali ke Korea.

"Mengenai panggilan telepon, aku sebenarnya berbicara di telepon paling sering dengan Donghae-sshi." Leeteuk tanpa sadar kembali memasuki topik yang tadi ia alihkan.

"Jangan mengatakan 'tidak' lagi." Kyuhyun seperti diingatkan dengan sesuatu yang membuatnya sedih, apalagi Leeteuk bercerita bahwa ia menerima telepon dari Donghae. "Aku menelepon Teuki hyung berkali-kali! Aku serius!"

"Kyuhyun-sshi, berapa kali kau menelepon Leeteuk hyung?"

"Aku tidak berbohong…" Kyuhyun memandang Eunhyuk. "Paling tidak 10 kali. Serius."

"Apakah ada yang berhasil?" Eunhyuk bertanya dengan prihatin.

"Aku menelepon dari China, dan bahkan ketika aku kembali ke Korea, aku tetap menelepon." Wajah Kyuhyun menjadi muram.

"Semua orang tahu bahwa KTR adalah radio siaran langsung. Namun Kyuhyun-sshi selalu menelepon selama jam siaran ketika aku menjadi DJ. Dan ketika aku syuting variety show." Leeteuk menjelaskan alasannya. "Sesudah acara berakhir, aku ingin meneleponnya balik, tetapi ia tidak pernah mengangkatnya. Selain itu, aku kehilangan teleponku di hari Kyuhyun kembali ke Korea."

"Hyung sengaja menghilangkan teleponmu kan?" Kyuhyun memandang

tajam.

"Aku kehilangan itu di Thailand," sanggah Leeteuk.

"Tampaknya seperti itu. Entah bagaimana kemudian ditemukan." Eunhyuk melempar minyak ke dalam api. Mendengar itu Kyuhyun mengerucutkan mulutnya tanda tidak senang.

"Bagaimana denganku? Aku menelepon Teuki hyung paling sedikit 5 kali, tetapi hyung tidak pernah menjawabnya. Aku meneleponmu seharian." Ryeowook ikut mendesak sekarang.

"Seharian?"

"Ne, seharian." Ryeowook menjawab pertanyaan Eunhyuk.

"Apakah kalian meninggalkan pesan suara?" Leeteuk mencari cela.

"Ne, telepon dan juga SMS," sahut Ryeowook tegas. "Setiap member meninggalkan satu."

Ryeowook tersenyum melihat Leeteuk terdesak. Pikirannya melayang ke kejadian kemarin di perjalanan menuju dorm. Kyuhyun tampak sangat sedih karena gagal menghubungi Leeteuk….

"Kenapa Teuki hyung tidak mengangkat teleponku? Aku hanya ingin bertemu dengannya begitu sampai di dorm… Aku sangat merindukannya…."

Saat itu Ryeowook merasa ingin memeluk Kyuhyun untuk menghiburnya, namun ia sendiri merasa kesal karena Leeteuk juga tidak mengangkat panggilan teleponnya. Sudah berbagai jam Ryeowook coba baik di China maupun Korea, tetapi Leeteuk tidak juga mengangkat; Bahkan tidak membalas pesan suara dan SMS yang ia tinggalkan.

"Kyuhyunie, bagaimana jika kita memberi Teuki hyung pelajaran di saat

yang tidak bisa dia tolak? Kau harus membantuku, arrachi?"

Ryeowook di mobil mengutarakan gagasannya kepada Kyuhyun sehingga magnae-nya itu mulai bisa tersenyum.

"Katakan saja apa yang kau perlukan, Ryeowookie. Aku akan melakukannya dengan senang hati."

"Itu bagus."

Dan inilah hasilnya dari ide Ryeowook. Ia melemparkan permasalahan telepon ke dalam SUKIRA untuk mendapat jawaban jujur dari Leeteuk. Seandainya tadi malam mereka sempat bertemu, mungkin rencana ini akan dibatalkan. Sayang sampai 24 jam setelah mereka datang, tidak ada kesempatan sedikitpun untuk berbicara dengan Leeteuk selain di dalam acara SUKIRA.

Hankyung melihat situasi yang memungkinkan untuk mengungkapkan perasaannya dua bulan ini. "Mengapa Leeteuk hyung tidak menelepon kami sama sekali?" tanyanya ingin tahu. Bahkan saat gempa Leeteuk tidak meneleponnya secara langsung.

"Kau tidak meneleponku juga!" seru Leeteuk.

"Benar-benar… Apakah biaya telepon begitu mahal?" Hankyung tetap menuntut jawaban.

"Sejujurnya…aku khawatir bahwa jika aku menelpon kalian terlalu sering, hati kalian akan menjadi lemah." Jawaban Leeteuk disambut gelak tawa dongsaengdeul. "Mengapa tertawa? Apa yang kalian semua tertawakan?"

"Benarkah…?" Eunhyuk menggodanya.

"Bohong," tandas Hankyung.

"Aku sudah menduga kau akan mengatakan itu." Eunhyuk tertawa.

"Lain waktu, jika SJM meninggalkan Korea lagi, aku akan mencoba menelepon kalian semua tiga kali sehari," kata Leeteuk akhirnya.

"Itu seharusnya sukarela." Kyuhyun keberatan. "Tetapi…"

"Terdengar seperti formalitas yang dipaksa," sahut Eunhyuk. Ia mengerti perasaan Kyuhyun. Tidaklah menyenangkan mendapat perhatian dari orang yang kita harapkan, tetapi dia melakukannya dengan terpaksa.

"Baiklah! Aku akan menelepon sekali sehari! Aku akan menelepon kapanpun aku merindukan kalian!" seru Leeteuk. Ia benar-benar kewalahan didesak dari berbagai sisi.

"Ketika hyung merindukan mereka?" Eunhyuk mencoba mendesak lebih jauh, namun hal itu justru membuat sesuatu terlintas di kepala Hankyung.

"Kesalahan Leeteuk-sshi bisa dimaafkan. Tetapi Eunhyuk-sshi bahkan tidak pernah mencoba menelepon satu kalipun," serang Hankyung.

"Jadi Eunhyuk-sshi seperti itu juga?" Leeteuk merasa mendapat peluang.

"Eunhyuk-sshi juga tidak pernah mengangkat teleponnya." Kyuhyun membenarkan. Setidaknya Leeteuk, seperti yang Hankyung katakan, masih mencoba menelepon kembali.

"Mungkin, karena kami berdua sibuk saat itu." Eunhyuk mengelak.

"Eunhyuk-sshi…" Ryeowook melontarkan nada menegur.

"Kau berubah!" Pukulan terakhir dilancarkan oleh Donghae.

Melihat Eunhyuk terdesak, Leeteuk memilih untuk mengamankan posisi mereka berdua. "Itu benar. Selama SJM aktif di China, kami berdua sangat populer di berbagai variety show. Karena itu kami agak sibuk."

Donghae mencoba bersikap netral. "Dari yang aku tahu, aku cenderung memilih waktu yang tepat untuk menelepon."

"Donghae-sshi paling cerdas," puji Leeteuk.

"Kalian semua seharusnya menelepon Leeteuk-sshi jam 4 pagi. Dia baru saja bangun saat itu." Donghae tertawa melihat mimik Leeteuk.

"Sangat mengesankan." Leeteuk tidak bisa membayangkan bagaimana jika dongsaengdeul meneleponnya setiap dini hari. Namun ia tersenyum saat teringat percakapannya dengan Donghae. "Ada saat di mana air mataku hampir jatuh. Saat itu jam 5 pagi, Donghae-sshi meneleponku. Aku baru saja memuat lagu SJ di cyworld untuk memberi ucapan selamat ulang tahun kepada manager hyung. Donghae menelepon dan berkata, 'Hyung, bogoshipeo!' Ketika mendengar itu, aku merasa seperti ingin menangis."

"Aku berjanji aku akan mengontak kalian semua sesekali."

"Kita semua perlu sering mengontak satu sama lain," tegas Ryeowook mengoreksi janji Eunhyuk.

"Menulis surat," usul Donghae.

"Kita bisa mengirim email." Ryeowook kembali melontarkan ide.

"Kesimpulannya, kita seharusnya mencoba setiap cara." Eunhyuk setuju.

"Leeteuk hyung, tolong ingat untuk mengangkat teleponmu lain kali," pinta Kyuhyun bersungguh-sungguh.

"Beri aku nomormu." Leeteuk menutup obrolan tentang itu.

Kini pembicaraan berlanjut ke lagu At Least I still Have You yang dibawakan SJM. Mereka adalah grup luar negeri pertama yang menyanyikan lagu itu dan diterima dengan sangat baik di China.

"Jadi, dapatkah kalian menyanyikan sebagian kecil lagu ini untuk kami?"

"Kami akan menyanyikannya." Kyuhyun memutuskan setelah tak seorangpun menjawab permintaan Leeteuk.

"Terima kasih," ucap Eunhyuk tulus.

"Kita menyanyikan ini sekarang?"

Kyuhyun dan Ryeowook mulai mengambil nada, menyanyikannya dalam bahasa Korea. Lagu pun bergulir dengan indahnya. Kemudian Ryeowook juga menyanyikan lagu Kiss Goodbye milik Wang Lee Hom. Leeteuk dan Eunhyuk terkagum-kagum mendengar keindahan kedua lagu itu.

Surat selanjutnya berasal dari Han Jiwon, seorang penggemar Super Junior M dan pendengar setia SUKIRA. Ia menanyakan, 'Siapa yang lebih baik sebagai leader; Hankyung atau Leeteuk.' Namun tak seorangpun bersedia menjawab ketika ditanya.

"Di China, Hankyung oppa adalah leader; dan di Korea, Leeteuk oppa adalah leader. Siapa yang menjadi leader yang lebih baik bagi para member?"

Eunhyuk kembali melemparkan pertanyaan itu.

"Wah, Han Jiwon-sshi benar-benar berani mengajukan pertanyaan itu," ujar Kyuhyun sambil meringis.

"Ne. ne. ne." Eunhyuk mengangguk membenarkan. "Apa yang kau pikir, Kyuhyun-sshi; Leader Leeteuk atau Leader Hankyung?"

"Apa poin yang kau pikir jadi perbedaan mereka?" tanya Leeteuk.

"Leeteuk hyung tiba-tiba menjadi serius." Donghae tergelak.

"Tidak apa-apa, katakan saja dengan terus terang." Leeteuk mencoba meyakinkan.

"Donghae-sshi akan berbicara mewakili kami semua," elak Kyuhyun.

"Pass." Donghae juga keberatan menjawab hal itu.

"Ok, pass." Eunhyuk terpaksa menerima. "Apa yang kau pikir Ryeowook-sshi?"

Berbeda dengan kedua member sebelumnya, Ryeowook mulai berpikir dan bersiap untuk menjawab.

"Tunggu sebentar! Ini memalukan!" cegah Leeteuk ketika Ryeowook hendak membuka mulutnya.

"Mengapa?" tanya Donghae cepat.

"Leeteuk adalah leader grup kami. Tidak bisakah kau katakan itu saja? Leader SJM adalah Hankyung-sshi. Keduanya dapat diterima, mengapa kau tidak mengatakan itu saja?" usul Leeteuk. Ia tidak ingin jawaban Ryeowook membuat ELF yang masih meragukan keutuhan mereka menjadi kembali terpecah.

"Ada perbedaan sifat kedua leader, jadi aku pikir Ryeowook mencoba untuk menemukan kalimat yang tepat untuk mengatakan itu." Eunhyuk menenangkan Leeteuk.

"Atau kau membenci keduanya?" Leeteuk melihat raut wajah Ryeowook.

"Heechul hyung..." Akhirnya Ryeowook mengucapkan itu sambil tertawa.

Eunhyuk mencoba meredakan ketegangan dengan beralih kepada Hankyung yang lebih tenang dan dewasa. "Hankyung-sshi, apakah kau merasakan beban dan stress yang Leeteuk miliki sebagai seorang leader?"

Hankyung membenarkan. "Ini sangat membuat stress. Ketika tinggal di Korea, aku sudah melihat kesulitan-kesulitannya. Jadi ketika semua member tinggal di China, aku tahu bahwa ini akan lebih sulit dan melelahkan untuk mereka. Aku dapat mengerti perasaan itu. Itulah mengapa aku mencoba yang terbaik untuk menjaga mereka."

"Ketika member kembali ke sini, mereka semua berkata kepadaku, 'Hankyung hyung benar-benar mengagumkan. Ia menjadi seorang leader yang benar-benar hebat.' Dan aku sendiri mengatakan kepada Hankyung: Hankyung-ah, kau mengagumkan," puji Leeteuk.

"Leader Leeteuk sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai seorang leader." Kyuhyun melontarkan kalimat itu dengan tegas, membuat Leeteuk memandangnya dengan perasaan terharu.

"Leeteuk hyung selamanya." Ryeowook ikut tersenyum.

"Leader Leeteuk." Eunhyuk tersenyum kepada sang magnae.

"Tetapi masih ada masalah mengenai mengangkat telepon." Kyuhyun melemparkan kalimat terakhirnya sambil tersenyum lebar.

"Hyung seharusnya menjawab panggilan teleponmu!" Ryeowook membantu Kyuhyun menegur Leeteuk.

"Dongsaengdeul mengikuti hyungdeul, dan leader melindungi dongsaengdeul. Aku merasa sangat bersyukur tentang itu." Donghae tidak dapat menahan perasaannya lagi. Ia begitu senang karena mereka semua bisa bersama seperti ini di Korea, meski tidak semua member hadir.

"Terima kasih, Donghae hyung." Ryeowook mengangguk.

"Donghae-ya akan menangis," goda Leeteuk yang sudah hafal dengan sikap Donghae.

"Donghae hyung, mengapa kamu menangis?" tanya Kyuhyun. Ia tidak tahu harus memeluk atau memarahi hyung-nya yang sensitif itu.

Kini percakapan beralih mengenai perbedaan variety show di China dan Korea, popularitas tiap member, juga mengenai kehidupan mereka di sana.

"Perbedaan di China dan Korea adalah kau tidak bisa berjalan-jalan bersama member yang lain." Leeteuk membaca catatan yang ada. "Jadi selama waktu bebas kalian, apa yang kalian lakukan? Kyuhyun tentunya bermain game." Leeteuk tersenyum ke arah sang magnae yang langsung tersipu.

"Aku dengar kau menjadi 'Master Game' sekarang," celetuk Eunhyuk disambut tawa yang lain. "Master Game sudah ada."

"Aku juga mendengar kau merubah profesimu menjadi seorang gamer profesional," tutur Leeteuk.

"Memberdeul harus fokus belajar lagu mandarin dan berlatih keras," jelas Kyuhyun. "Jadi kami sering berkumpul di meja makan dan bermain bermacam game bersama-sama. Kemampuan bermain game Donghae-sshi meningkat pesat."

"Jadi, siapa yang paling hebat bermain game?" tanya Leeteuk.

"Tentu saja Master Game Kyuhyun sshi," jawab Donghae.

"Ada banyak Master di sini. Master Chef. Master Game. Kenapa tidak setiap orang saja berubah menjadi Master sesuatu?"

"Jadi siapa terbaik kedua dalam game?" Leeteuk menyambung perkataan Eunhyuk.

"Nomor dua adalah Donghae-sshi," jawab Kyuhyun. "Ia menjadi semakin baik setiap harinya."

"Apakah kau bermain game dengan baik Ryeowook-sshi?" tanya Leeteuk.

"Ryeowook-sshi juga mulai bermain game." Donghae menyahut. "Awalnya Ryeowook bahkan tidak peduli tentang game. Ia hanya fokus memasak makanan. Sekarang ia mulai bermain."

"Semua karena ajaran Kyuhyunie." Ryeowook tersenyum.

"Aku terpengaruh oleh kyuhyun-sshi juga dan mulai bermain game." Hankyung membenarkan.

Semua tertawa melihat wajah Kyuhyun memerah.

"7 orang..." Leeteuk merasa takjub dengan pengaruh sang magnae.

"Karena ada banyak fans yang menunggu di luar dorm kami, jadi kami tidak bisa keluar sama sekali." Donghae menceritakan situasinya. "Ada begitu banyak fans, jadi aku biasanya mendengarkan musik di kamarku; Ryeowook-sshi menghabiskan waktunya menciptakan lagu; Kami juga harus mengikuti kelas pelajaran mandarin. Kemudian sesudahnya kami akan memasak bersama untuk makan. Tidak ada yang benar-benar bisa kami lakukan di dorm dan kami tidak bisa pergi ke luar untuk bermain sepak bola atau olahraga lainnya. Jadi yang bisa kami lakukan bersama sama adalah bermain game."

"Menyingkirkan hal-hal lainnya hanya untuk bermain game." Eunhyuk menggoda Donghae sehingga semua tertawa. "Semua orang tidak harus bermain game tapi kalian semua memilih bermain game."

"Banyak fans mengatakan bahwa jika oppadeul merasa bosan di China, mereka biasanya akan membaca buku atau membuat musik."

Kyuhyun membenarkan informasi yang dibacakan Leeteuk. "Kami juga melakukan hal-hal itu."

Leeteuk membaca kembali naskah di tangannya. "Kim Hae Joong ingin bertanya: Sesudah kembali dari China, apa kalian merasa bahwa memberdeul berubah? Bicaralah dengan jujur, tidak apa-apa."

"Leeteuk."

Jawaban spontan Ryeowook membuat seisi studio tergelak.

"Hyung tidak menelepon kami." Kyuhyun menambahkan. "Hyung tidak mengangkat teleponmu seperti biasa."

"Hankyung-sshi, apakah kau berpikir aku berubah?" Leeteuk bertanya kepada Hankyung yang sedari tadi lebih banyak tersenyum.

"Sedikit," jawab leader Super Junior M itu.

"Kyuhyun-sshi, kau berpikir begitu juga?" Leeteuk kembali melempar pertanyaan.

"Aku tidak ingin berbohong..." Kyuhyun menolak untuk menjawab.

"Tetapi..." Donghae mengurungkan niatnya karena Ryeowook tampak hendak berbicara juga.

"Donghae hyung, kau bicara duluan," kata Ryeowook mempersilahkan.

"Aku pass." Donghae mengurungkan niatnya.

"Para member menjadi lebih tampan," jawab Ryeowook menjawab pertanyaan Leeteuk tentang perubahan.

"Benarkah?" Eunhyuk tersenyum senang.

"Eunhyuk-sshi, Leeteuk-sshi... Itu sejujurnya!" tegas Ryeowook.

"Kalian juga." Leeteuk kembali memuji.

"Kalian benar-benar menjadi tampan." Eunhyuk ikut memuji.

"Leeteuk-sshi, kau adalah leader Super Junior." Tiba-tiba Hankyung angkat bicara. "Jadi ketika kami harus pergi ke China, tolong menjadi sedikit lebih peduli terhadap kami."

"Aku sangat mempedulikan kalian!" protes Leeteuk. "Tetapi…"

"Jadi, kenapa kau tidak menelepon kami sama sekali?" Hankyung kembali bertanya.

"Kami biasanya surfing di internet tentang kabar yang berhubungan dengan SJM. Kami menonton video, mendengarkan album baru kalian, dan sebagainya. Itu benar." Leeteuk menjelaskan.

"Jadi apa jadwal kami (SJM) yang baru?" Hankyung mengujinya.

"Sesudah gempa bumi terjadi, kalian tidak memiliki jadwal," jawab Leeteuk yakin. "Berita terakhir yang aku tahu adalah, atas nama SJM Hankyung menyumbangkan 1 milyar Won untuk menolong korban yang menderita akibat gempa. SJM telah menggerakkan hati banyak orang. Aku selalu bangga memberitahu orang-orang mengenai hal itu." Leeteuk bertepuk tangan dengan gembira karena bisa menyebutkan dengan tepat.

"Jika hyung bangga kepada kami, jadi kenapa hyung tidak menelepon kami?" tanya Kyuhyun cepat.

Semua kembali mentertawakan Leeteuk yang terpojok. Leeteuk tidak bisa menjawab.

"Kau berubah." Leeteuk menujukan kalimat itu kepada Kyuhyun yang tergelak melihatnya meski pembicaraan sudah bergulir kembali.

"Ia selalu seperti itu." Eunhyuk membela sang magnae. "Bagaimana dengan Donghae-sshi?"

"Uhm, aku merasa sangat bahagia." Donghae menjawab. "Dua bulan berlalu dan aku dapat merasakan di dalam hatiku bahwa semua orang ada di sekelilingku. Fans, memberdeul, mereka semua peduli kepadaku."

"Sesudah kembali dari China, aku dapat melihat banyak perubahan," tutur Ryeowook. "Bahkan program SUKIRA berubah banyak. Kemampuan berbicara hyungdeul juga berubah, lebih bagus sekarang. Aku sangat bahagia berada di sini, berharap lain kali kalian akan mengundang kami kembali."

"Tolong kembali lagi," ujar Eunhyuk terharu.

"Aku berharap kalian semua selalu sehat." Ryeowook tersenyum.

"Leader SJM Hankyung-sshi..."

"Jadwal pertama member sesudah kembali ke Korea adalah berpartisipasi di SUKIRA." Hankyung mengerti Leeteuk memintanya menjadi penutup dari bintang tamu. "Aku sangat senang bisa berbicara kepada memberdeul hari ini. Aku berharap bahwa kami akan memiliki banyak kesempatan di masa depan untuk datang ke sini dan berbicara seperti ini lagi. Kami akan tinggal di sini untuk beberapa hari sebelum kembali ke China dan melanjutkan promosi. Lain waktu kami kembali, kami akan mengunjungi SUKIRA lagi dan melakukan pembicaraan lain. Itu membuatku benar-benar bahagia."

Seperti biasa, setelah beberapa kalimat dari Eunhyuk dan Leeteuk, acara ditutup. Karena yang datang merupakan member Super Junior, mereka menyerukan slogan mereka di akhir acara dengan penuh semangat.

"Urineun Super Juni-OEO!"

.

.

"Teuki hyung…."

Setelah acara pemotretan untuk dokumentasi SUKIRA, Kyuhyun langsung memeluk Leeteuk dari belakang.

"Teuki hyung, aku menunggumu di sini saja."

"Apa yang kau katakan, Kyuhyunie?" Leeteuk menepuk tangan Kyuhyun yang terasa sedikit hangat. "Kau harus beristirahat. Ada banyak tugas menunggu bukan?"

Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya mengangguk sambil meletakkan kepalanya di bahu Leeteuk dan mempererat pelukannya.

"Ayo kita pulang, Kyuhyunie. Hyung akan memasak hotteok." Ryeowook memanggil. Donghae dan Hankyung tampak sudah bersiap untuk pulang.

"Aku akan menunggumu di dorm, hyung." Kyuhyun melepaskan pelukannya dengan enggan, lalu memeluk Eunhyuk juga sebelum mengambil tasnya dan berjalan keluar.

.

.

.

"Kyuhyunie, buka pintunya!" Kangin yang baru saja datang ke dorm, mengetuk pintu kamar Kyuhyun beberapa kali, namun tidak ada sahutan dari dalam. Pintu juga terkunci.

"Kau mencari Kyuhyunie, Kangin hyung?" Ryeowook meletakkan hotteok yang masih panas ke atas meja makan. Ia mengisinya dengan pasta kacang manis seperti kesukaan para member. Di dapur, Hankyung, Yesung, dan Shindong masih menyiapkan hotteok lainnya. Jumlah member Super Junior membuat mereka harus membuat puluhan hotteok untuk sekali makan.

"Aku membawakan wine untuknya." Kangin dengan lesu duduk di meja makan dan mengambil salah satu hotteok yang masih panas. Ia melempar-lempar kue itu untuk mendinginkannya.

"Kyuhyunie sedang minum wine bersama Sungmin hyung." Ryeowook menuangkan segelas air dingin untuk Kangin.

"Ck, aku kira mereka tertidur. Ia tidak menyahut sama sekali."

"Ada kodenya."

"Kode?" Kangin mengerutkan kening sambil mengambil kue kedua.

"Ne. Kyuhyunie dan Sungmin hyung membuat kode sehingga mereka bisa tahu siapa yang mengetuk pintu. Jika bukan salah satu dari mereka, pintu tidak akan dibuka."

"Pasti itu ide Kyuhyunie."

"Tentu saja. Sejak dulu ia selalu membuat kode, bahkan untuk teman-teman yang bertandang ke rumahnya."

"Apa yang terjadi jika temannya tidak tahu?"

"Maka mereka harus pulang tanpa dibukakan pintu."

"MWO?!"

Ryeowook tertawa keras melihat kedua mata Kangin terbelalak.

"Mana ada yang seperti itu!"

"Sayangnya, magnae kita seperti itu." Ryeowook tersenyum.

"Aku datang…." Suara lemas itu membuat keduanya menoleh. Siwon melangkah gontai ke salah satu kursi di meja makan, dan meraih kue yang hangat itu untuk mengisi perutnya yang kelaparan. "Aku lelah sekali…."

"Siwon hyung, wajahmu sangat pucat." Ryeowook menjadi cemas.

"Hanya lelah saja. Setelah tidur, pasti akan membaik." Siwon tersenyum.

"Kibumie tidak datang?"

Suara Heechul membuat Hankyung melongok dari dapur.

"Heenim, lekas makan hotteok-nya mumpung masih hangat!"

"Ck, aku ini orang Korea. Aku lebih tahu kalau kue ini paling enak ketika panas." Heechul mengambil tempat di kursi terakhir yang ada di meja makan.

"Kata Teuki hyung tadi, Hankyung hyung suka lupa dari mana dia berasal."

Kata-kata Ryeowook membuat semua kecuali Hankyung tergelak. Hankyung sendiri hanya tersenyum sambil membawa sepiring besar hotteok yang baru diangkat, lalu menaruhnya di meja ruang duduk.

"Kenapa kau taruh di sana, Beijing Fried Rice?" Heechul mengikuti Hankyung ke sofa ruang duduk.

"Meja makan terlalu kecil untuk kita semua." Hankyung duduk di sebelah sahabatnya dan mulai memakan hotteok. "Seharusnya kita membeli meja makan dengan tiga belas kursi."

"Akan terasa sepi jika kalian kembali ke China." Semua terdiam mendengar kata-kata Yesung.

"Ah, soal Kibumie, dia tidak bisa datang." Shindong mengalihkan suasana. "Dia masih sibuk dengan aktingnya. Tetapi besok dia akan mulai berlatih untuk Dream Concert bersama kita."

"Itu bagus." Donghae bertepuk tangan dengan gembira. Tidak ada yang lebih dia nantikan selain berlatih bersama seluruh member Super Junior."

"Bagaimana dengan Henry dan Zhoumi?"

"Mereka ada di asrama." Hankyung menjawab pertanyaan Heechul sambil mengambil hotteok lainnya.

Suara pintu kamar terbuka, disusul munculnya sosok Kyuhyun dan Sungmin dari arah koridor yang menuju kamar mereka berdua.

"Kalian habis minum wine?" tanya Heechul sedikit menegur.

Kyuhyun hanya meringis sementara Sungmin mengangguk membenarkan. "Aku memberinya wine yang aku beli di Hollywood kemarin."

"Aku juga membawakan wine untukmu, Kyuhyunie." Kangin mendekat sambil menyerahkan wine-nya. Ia sangat senang melihat mata Kyuhyun berbinar menerima hadiah itu. Salah satu sifat yang mereka sukai dari Kyuhyun; Selalu merasa senang saat menerima hadiah seakan ia belum pernah menerimanya.

"Aku ingin tahu apa yang Teuki hyung katakan kepada kalian berdua kalau mengetahuinya," kata Heechul ditujukan kepada Sungmin dan Kangin.

"Heechul hyung, bagaimana kalau besok kita minum bersama?" usul Kyuhyun.

"Ah! Itu ide bagus!"

Semua tertawa melihat jawaban Heechul yang penuh semangat.

"Ck, Heechul hyung, apa yang akan Teuki hyung katakan kalau mengetahuinya?" Kangin membalas, membuat namja tampan sekaligus cantik itu meringis.

"Bukan aku yang mengajaknya minum." Heechul membela diri.

Hari yang melelahkan, dan perut yang kenyang dengan hotteok panas, membuat semua mulai mengantuk. Kangin dan Siwon kembali ke rumahnya masing-masing. Hankyung juga kembali ke dorm lantai 12 untuk beristirahat. Shindong, Sungmin, dan Yesung masuk ke dalam kamar tanpa menunggu member lainnya. Kegiatan Super Junior H membuat mereka kelelahan.

Tinggal Heechul yang tidak mempersiapkan album SJH yang masih di sana bersama Donghae, Kyuhyun, dan Ryeowook. Sementara Ryeowook melihat-lihat persediaan makanan di lemari pendingin untuk besok pagi, ketiganya bermain PS dengan gembira.

"Ah! Ini mulai membosankan!" Heechul nyaris melempar stick-nya kalau saja Kyuhyun tidak memberi peringatan.

"Heechul hyung selalu begitu kalau kalah bermain game." Kyuhyun menggembungkan pipinya.

"Tidak kalahpun, Heechul hyung cepat merasa bosan." Donghae tertawa. "Rekor bosannya adalah 10 menit."

"Sepuluh menit yang begitu singkat," sahut Kyuhyun lalu ikut tertawa.

"Bagaimana kalau kita menyiapkan sesuatu untuk Teuki hyung?" Heechul tersenyum lebar. "Sebentar lagi dia akan pulang."

"Tapi dia belum tentu ke sini," sahut Donghae.

"Dia pasti ke sini. Aku sudah bilang akan menunggunya," sahut Kyuhyun.

"Kenapa kalian tidak meletakkan ember berisi air saja di atas pintu?" usul Ryeowook.

"Ah, itu terlalu kuno." Heechul mengibaskan tangannya.

"Kalau begitu, aku akan berbelanja saja." Ryeowook merengut, lalu masuk ke dalam kamar. Tak berapa lama ia kembali dengan mengenakan jaket dan topi, membuat perhatian ketiganya teralihkan.

"Tengah malam seperti ini?" Heechul ternganga.

"Itu kebiasaan barunya," terang Donghae. "Berhati-hatilah, Ryeowookie."

"Apa yang dikhawatirkan? Ini Seoul, bukan Beijing, Donghae hyung." Ryeowook tertawa senang. Ia benar-benar menyukai kepulangannya. Di sini mereka bisa bebas keluar dorm. "Kyuhyunie, kapan kita ke Gogung?"

"Bagaimana kalau besok?"

Usul Kyuhyun disambut seruan protes Heechul dan Donghae. "Kami mau ikut juga!"

"Jangan ribut!" Ryeowook memberi peringatan. "Nah, aku akan pergi dulu. Berarti tidak perlu membeli bahan makanan untuk besok malam."

Namja bertubuh mungil itu berlalu sambil bersenandung riang, meninggalkan ketiga namja lainnya yang masih sibuk dengan ide mereka untuk mengerjai sang leader.

.

.

"KALIAN BENAR-BENAR KETERLALUAN!"

Ryeowook tertegun ketika membuka pintu dorm. Ia dengan cepat melangkah masuk dan menutup pintu. Tampak Heechul, Kyuhyun, dan Donghae duduk di sofa sambil menundukkan kepala. Leeteuk berdiri di depan ketiganya dengan wajah merah padam. Sebuah cangkir yang pecah berantakan di lantai, membuat kening Ryeowook berkerut.

Menyadari kehadiran Ryeowook, Eunhyuk memberi kode agar namja itu diam, lalu berjalan ke meja makan untuk membantu Ryeowook membereskan barang-barang yang dibelinya.

Leeteuk sendiri masih memarahi ketiga dongsaeng-nya di ruang duduk. Ryeowook sesekali melongok karena penasaran.

"Apa yang terjadi, Eunhyuk hyung?" tanya Ryeowook sambil berbisik. Ia sudah memasukkan belanjaan terakhirnya ke dalam lemari.

"Mereka mengerjai Teuki hyung."

"Hal itu aku sudah tahu." Ryeowook menghela napas panjang. "Bagaimana mereka mengerjainya maksudku."

"Oh, entah siapa yang punya ide, jadi di dasar cangkir kopi Teukie hyung ada serangga mainan." Eunhyuk tersenyum lebar teringat kejadian tadi. "Teuki hyung sangat terkejut ketika kopinya yang hampir habis memperlihatkan serangga itu. Ia langsung melempar cangkirnya."

"Ternyata hanya serangga mainan…"

"Ne. Serangga mainan itu dilekatkan ke dasar cangkir. Itu sebabnya Teuki hyung tidak menyadarinya sampai kopi hampir habis."

"Kenapa Teuki hyung marah kepada mereka? Bisa saja orang lain yang berbuat kan?"

"Sejak kami datang, mereka selalu membujuk hyung untuk minum kopi."

"CK, dasar pabo! Tentu saja ketahuan siapa yang membuat hal itu." Ryeowook memperhatikan keempat namja yang berada di ruang duduk dengan diam.

"Hyung sangat lelah untuk kejutan seperti ini, apa kalian mengerti?!" Leeteuk masih memarahi ketiga dongsaeng-nya. "Dan kau Chullie, kalau kau punya waktu luang, jangan mengajari mereka yang tidak-tidak! Aku memerlukan semua tenagaku untuk album SJH dan Dream Concert. Arra?!"

Ryeowook memandang cemas mimik wajah Kyuhyun yang pucat pasi. "Ah, ini tidak bisa dibiarkan!"

Tiba-tiba namja itu melempar lap dapur di tangannya hingga Eunhyuk

terlompat kaget. Belum sempat Eunhyuk bertanya, Ryeowook sudah berjalan ke ruang duduk dengan wajah kesal.

"KALIAN SEMUA BODOH!" Ryeowook mendekat sambil berkacak pinggang. Tangannya kemudian menuding ke arah Heechul, Donghae, dan Kyuhyun tanpa menghiraukan Leeteuk yang tertegun. "Jika kalian mendengarkanku dan meletakkan ember di atas pintu, mereka pasti akan basah kuyup! Dan mereka tidak akan bisa menemukan bahwa kita yang melakukannya asal kita semua berpura-pura tidur!"

"Eh…Ryeowookie…" Leeteuk berusaha meredakan kemarahan Ryeowook, namun dongsaeng-nya itu tidak menghiraukan.

"Heechul hyung! Donghae hyung! Gara-gara kalian berdua, Kyuhyunie jadi kena tegur Teuki hyung! Bagaimana kalau Kyuhyunie mabuk-mabukan dan menangis di kamarku lagi?!"

"Ya! Ryeowookie!" Wajah Kyuhyun memerah mendengar kata-kata Ryeowook. Belum sempat ia menyahut, Heechul sudah membuka suara.

"Wookie, kau pikir aku yang mengajaknya eoh? Dia tidak usah diajak juga sudah usil!"

"Apa maksud Heechul hyung?" Kyuhyun melempar pandangan protes pada hyungnya yang cantik dan tampan itu. "Jelas-jelas Heechul hyung yang mengajak kami! Siapa yang sudah menyiapkan serangga mainan itu?"

"Kami hanya sedikit bergurau, Wookie," tutur Donghae sambil tersenyum semanis mungkin. "Kami tidak tahu kalau Teuki hyung menjadi semarah ini."

"Makanya aku bilang kalian bodoh!"seru Ryeowook kesal.

"MWO?!" Kelima namja di ruangan itu terbelalak.

"Lain kali, aku ajari kalian mengerjai Teuki hyung, arrachi? Kalian harus memilih situasi dan cara yang tepat, agar tak seorangpun bisa menuduh kalian sebagai pelakunya."

Leeteuk, Eunhyuk, Heechul, Donghae, dan Kyuhyun termangu melihat Ryeowook masuk ke dalam kamarnya untuk tidur sehabis mengatakan hal itu.

"Apa yang dia pikir? Dia mengatakan itu seakan aku tak ada di sini…" Leeteuk memandang ke arah Eunhyuk yang hanya meringis lebar sebagai jawabannya.

"Dia juga berani mengataiku bodoh..." Heechul ternganga tak percaya sementara Donghae mengusap punggung Heechul agar hyung-nya itu tidak meledak.

Kyuhyun sendiri hanya bisa menyeringai sambil menatap pintu kamar 'real hyung'nya.

.

.

Kyuhyun mencoba bersandar di kursi yang ada di basement untuk melepaskan lelah setelah seharian berkeliling Seoul. Sejak pagi ia sudah mendatangi salah seorang teman kampusnya untuk menanyakan tentang pelajaran maupun tugas yang tertinggal selama ia berada di China; Menelepon Seo Kyungjong untuk mengatur pertemuan pertama mereka; Memesan tempat di Gogung untuk makan malam bersama Ryeowook dan Changmin yang sudah tiba di Korea; Juga mengambil partitur lagu dari kantor untuk lagu-lagu yang akan ia bawakan di Dream Concert.

Sekarang ia menunggu hyungdeul untuk berlatih. Masih sekitar setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Sesekali ia ingin datang lebih dahulu dari member lainnya.

"Kyuhyun-sshi?"

Seorang staff SM mendekat, membuat Kyuhyun bangkit berdiri dan menganggukkan kepala.

"Sajangnim memanggil Anda ke kantornya."

.

.

Ommo….ada apa lagi?

Kenapa Petinggi SM memanggil Kyuhyun?

TBC

.

.

Balasan Review

Secret Admirer chapter 47

Itu karena beda format dengan buku jadi ada saja yang lupa diedit saat dimuat di ffn.

Niga appa itu kalau nggak salah artinya 'ayahmu'. Kalau uri appa artinya 'ayahku'. Neo artinya sama kayak niga. Terima kasih buat reviewnya

Secret Admirer chapter 39 . Feb 16

Jangan cari yang bahasa, nggak dapat.

Fanfic tetaplah fanfic. Mana yang nyata bisa di googgle sendiri kkk

Hyunhua chapter 34 . Feb 16

Kyuhyun pernah cerita soal kagak dikenalin hobbae-nya ini dan disuruh nyingkir dari kumpulan member SJ di salah satu variety show hahaha Poor Kyuhyunie dikira trainee

Aku nggak pernah baca yang soal kena marah, yang aku baca sih dia memang sakit dan muntah2.

alia chapter 47 . Feb 15

Trims

diahretno chapter 47 . Feb 13

Aku malah nggak sadar soal itu hehehe

kyukyuku chapter 1 . Feb 12

Oke

diahretno chapter 46 . Feb 11

Kalau lihat foto2 The Moon That Embraces The Sun di mana Kyuhyun main jadi raja, terbayang juga kok

Bukan pada tanggal 7 tapi buat status tentang tanggal 7. Kan belum sampai tanggalnya

Soal itu memang Leeteuk yang memberi slogan ke mereka kok

Kyuhyun selamanya Xiao hahaha

Hyunhua chapter 33 . Feb 10

Bukan meramal sih, hanya memperkirakan reaksi Kyuhyun saja

Iya karena padat jadwal.

Soal Ryeowook kadang berubah-ubah, suka pengen jadi magnae lagi wkwkwk

Hyunhua chapter 32 . Feb 10

Soal real magnae sulit dikatakan karena kan Henry hitungannya di SJM bukan SJ

Karena tempat makan dan kumpul itu dorm 11.

Hyunhua chapter 31 . Feb 6

Iya, Kibum cerita soal itu di salah satu interview kalau dia luar biasa panik melihat begitu banyaknya fans hingga ia harus berakting untuk bisa menghadapi mereka di panggung dan melakukan tugasnya

entik hale chapter 3 . Feb 5

PSM? Hehehe

entik hale chapter 2 . Feb 5

Hampir semua manusia punya 2 sisi. Tinggal mana yang lebih kuat, seimbang, atau bisa dikendalikan

sparkyuNee13 chapter 47 . Feb 4

Terima kasih reviewnya

sparkyuNee13 chapter 46 . Feb 4

Hahaha

michhazz chapter 47 . Feb 4

Iya, susah2 punya cyworld eh ditutup

sparkyuNee13 chapter 45 . Feb 4

Puk ouk Kyu

michhazz chapter 46 . Feb 4

Proses Hankyung ingin keluar itu sudah sejak lama namun ia selalu mencoba bertahan, tapi karena sudah sampai tahap ia ingin bunuh diri, akhirnya dia pergi

Katanya sih begitu, kagak boleh pakai

michhazz chapter 45 . Feb 4

Memang masa-masa berat

Emon204 chapter 47 . Jan 30

Kyuhyun kan cerita kalau Donghae memang membuatnya menangis akrena membentaknya ketika Kyuhyun menang tanding game dan guncang-guncang tangan Donghae kkk

Semoga itu cukup menjawab

Soal detailnya fanfic tetaplah fanfic

SparkyuELF137 chapter 47 . Jan 30

Maksudnya, Kyu itu kalau tidur normal sulit bangun. Kadang kalau badan sakit tidur kita kan tidak nyenyak jadi lebih mudah terbangun

kyuna chapter 47 . Jan 30

iya. Kalau soal begituan aku kagak buat2

kyuna chapter 47 . Jan 30

Sejak monolog Don't Don Kibum sudah bilang kalau dia ingin lebih dikenal sebagai Kibum sang aktor. Dan dia juga cerita bagaimana paniknya dia ketika konser SS karena harus berinteraksi dengan begitu banyak penonton sampai2 dia harus berakting

sofyanayunita1 chapter 47 . Jan 29

Terima kasih reviewnya

sofyanayunita1 chapter 46 . Jan 29

Thanks udah membaca ff ini

Kim HyunWook chapter 47 . Jan 28

Lha kok bisa kelewat?

Kyukyuku chapter 47 . Jan 28

Kalau kagak lucu, itu bukan Kyuhyun hahaha malah nyanyi

Lusisparkyu chapter 47 . Jan 28

Terima kasih sudah membaca dan mereview hehehe

Hyunhua chapter 30 . Jan 28

Dia aslinya baik dan imut kok hahaha

Masa-masa suliit bagi Kyu semoga dia selalu sehat

Kyu apa2 ditulis hahaha

Hyunhua chapter 29 . Jan 28

Leeteuk terjebak wkwkwk

LittleEvil19 chapter 47 . Jan 28

Kyuhyun sejak umurr 7 tahun udah dikasih les privat sama ayahnya ke seorang native speaker, jadi listening sih lumayan

Hanya saja karena ia diwajibkan bisa, dia jadi tertekan dan nggak suka bahasa inggris

Hyunhua chapter 28 . Jan 28

Soal diapain Heechul boleh mengembangkan imajinasi masing2 hahaha

chapter 47 . Jan 27

Agak susah kayaknya kalau ingin bertigabelas. Semua tidak semudah ff

KimRaf chapter 47 . Jan 27

Okeeeeeee

Hyunhua chapter 27 . Jan 27

Karena pernah diambang maut, Kyuhyun jadi mengerti arti kehadiran orang2 di sekitarnya, lebih dari orang yang belum pernah mengalami saat-saat seperti itu

Guest chapter 41 . Jan 27

Itu real lho, lupa interview yang mana

michhazz chapter 44 . Jan 27

Puk Puk Henry kkk

michhazz chapter 43 . Jan 27

quotes siapa bisa dilihat di ch selanjutnya

Semua member nggak ditanggung full kok

Erka chapter 47 . Jan 27

Kkkk

Park RinHyun-Uchiha chapter 47 . Jan 27

Teriak sih kagak sampai oktaf tapi dingin boooooo #merinding hahaha

Tyas1013 chapter 47 . Jan 27

Zhoumi pas Kyuhyun cerita kejadian dibikin Donghae itu ketawa dan bilang dia lihat sendiri kejadiannya kkkk

Guest chapter 47 . Jan 27

Tahu sih nggak hanya heran Kyu mudah bangun

Hyunhua chapter 26 . Jan 27

Ulasan yang mana nih? Kalau yg di ST iya itu benar, nggak cuma sekali

Maya kyu chapter 47 . Jan 27

Karena aku tidak seperti biasanya kkkk

Hyunhua chapter 25 . Jan 27

Kadang kalau habis pingsan kan batas antara nyata dan tidak kurang jelas

Iya tuh modus banget Changmin hehehe

Iya itu typo, krn naskah yg belum diedit ulang yg diupload

Karena lagi istirahat jadi yg bagian sana kagak nyala

cinya chapter 47 . Jan 27

Iya, Sun Lee itu selalu minta Hankyung bertahan sejak lama. Tapi ketika Hankyung bilang: 'apa kamu ingin aku bunuh diri karena tidak tahan?' barulah dia membantu Hankyung menyusun rencana kabur.

Betul statusnya

Salah satu orang yang bikin Kyuhyun nangis kata Kyu wkwkwkwk

Mereka merasa Donghae nggak perhatian ke mereka

Itu hanya hal biasa kan kalau badan sakit, tidur tidak bisa nyenyak

Trims juga buat reviewnya

Ahsanriri22 chapter 47 . Jan 27

Bakal jarang muncul

Hyunhua chapter 24 . Jan 27

Padahal pengen lihat dia diikat Oops kkkk

Kibum itu aslinya usil banget

Aya chapter 47 . Jan 27

Thanks udah ngikutin ff ini dan mereview

Sparkyubum chapter 46 . Jan 26

Waktu NJTTW3 yang Kyu ikut aja, di artikel Kyuhyun dipuji kalau dia itu seorang idol yang tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam.

AriskaXian chapter 47 . Jan 26

Terbang emangnya capung. Hehehe

ladyelf11 chapter 47 . Jan 26

Aku terpesona kalau nonton Kibum ngomong bahasa Inggris. kereeeeeeen

auliaMRQ chapter 47 . Jan 26

Semoga masih begitu

aktadiya chapter 47 . Jan 26

Terima kasih sudah mereview

rain chapter 47 . Jan 26

Jangan ingatkan soal wamil. Baper kkkk

GaemGyu92 chapter 47 . Jan 26

Jam 3 itu jam keemasannya Kyu buat main game hahaha

koukei8696 chapter 47 . Jan 26

Iya sampai tutup cyworld

ailedachangkyu chapter 47 . Jan 26

Beneran termasuk status2nya

nenk kurnia chapter 47 . Jan 26

Kibum kan dewasa hehehe

Dewi leitte chapter 47 . Jan 26

Si Jenius SJ kagak boleh dibohongin wkwkwkwk

Sesama jenius dilarang saling berbohong

Guest chapter 47 . Jan 26

Okeeeeeeeeeee

Fitri MY chapter 47 . Jan 26

Belum sampai detik, masih lama banget

Fransisca Cho chapter 47 . Jan 26

Sama-samaaaaaaaaaaaaaaaa

Kim2341 chapter 47 . Jan 26

Maaf belum selesai, ini bisa update karena kan udah selesai sebenarnya kalau yg RS

Annishi KiAnn kim

Riena chapter 47 . Jan 26

Pasti update cuma belum tahu kapan lagi sibuk banget di dunia nyata

simahiro chapter 47 . Jan 26

Sepertinya tidak bisa memenuhi harapan

Guest chapter 47 . Jan 26

Kyuhyun emang sakit saat itu

hyunnie02 chapter 47 . Jan 26

Hankyung keluar itu masih Des 2009 deh, ini kan baru Mei 2008

lydiasimatupang2301 chapter 47 . Jan 26

aku juga hehehe

angel sparkyu chapter 47 . Jan 26

Bukan bangun pagi, tapi tidurnya tidak kayak tidur Kyu yg biasanya, yg artinya dia nggak nyenyak sehingga mudah terbangun

JungJ chapter 47 . Jan 26

Gpp, semua review dibalas bukan berdasarkan chapter tapi tanggal

Kyu963 chapter 47 . Jan 26

Maaf mengecewakan, nggak banyak momennya

Bia chapter 47 . Jan 26

Sebelum album ketiga

annisah563 chapter 47 . Jan 26

Tanda-tanda itu udah lama, dia mencoba bertahan dalam waktu sangat lama

yulianasuka chapter 47 . Jan 26

Kibum thriller

AtikahSparkyu chapter 47 . Jan 26

Kyuhyun cerita soal ini di interview radio tentang siapa member SJM yang pernah bikin dia nangis hehehe

michhazz chapter 42 . Jan 26

Mari kita baca chapter selanjutnya

michhazz chapter 41 . Jan 26

Ada beberapa angle, ada angle yang jelas banget, saling melengkapi

michhazz chapter 40 . Jan 24

Terima kasih reviewnya

michhazz chapter 39 . Jan 24

Iya itu real

michhazz chapter 38 . Jan 23

Iya itu salah satu alasan Hankyung jabur karena tubuhnya semakin hancur

Kembali yg mana yang nggak ikut?

michhazz chapter 37 . Jan 23

Iya, dibeberkan jelas2 hahaha

Bukan hanya lambung, jadi banyak yang sakitnya

angel sparkyu chapter 46 . Jan 21

Amin

michhazz chapter 36 . Jan 21

Yunho pernah keracunan karena jus yang ia minum dicampur lem.

Yang Hankyung juga nyata, kisah sesungguhnya

Tyas1013 chapter 46 . Jan 20

Kangen mereka bisa seperti dulu meski entah bisa atau tidak

michhazz chapter 35 . Jan 19

Udah benar urutan yang kamu sebut

Guest chapter 46 . Jan 19

okeee

michhazz chapter 34 . Jan 17

Begitulah. Dia bilang di DVD Don't Don

michhazz chapter 33 . Jan 17

Jadi nyesek mendadak juga nih

michhazz chapter 32 . Jan 16

lanjuuuuuuuuuuut

michhazz chapter 31 . Jan 16

Iya, kena serangan panik. Dia cerita ini di interview tentang dia akhirnya bisa setelah berakting dulu

michhazz chapter 30 . Jan 16

Mari kita cari di chapter selanjutnya

kyuna chapter 35 . Jan 15

Terima kasih

kyuna chapter 34 . Jan 15

Thanks udah sabar menunggu

michhazz chapter 29 . Jan 15

Aku mau menolong. Modus kkkk

michhazz chapter 28 . Jan 14

mending ketahuan

michhazz chapter 27 . Jan 14

Amin

michhazz chapter 26 . Jan 14

kkkk begitulah dia

michhazz chapter 25 . Jan 14

Jangan sampai

Hyunhua chapter 23 . Jan 13

Kagak lho. Pernah di SS atau fanmeet lupa, ada video bts nya, Kyu bahkan manggil Leeteuk " Teukie-ah, ayo!" kkkkk

michhazz chapter 24 . Jan 13

silahkan

michhazz chapter 23 . Jan 13

masukan aja nama acara, episode dan tanggal yang aku cantumkan di ff

michhazz chapter 22 . Jan 13

Kibum sudah mulai hiatus meski nggak resmi

kiena97 chapter 46 . Jan 13

Gempa betul. Video ada cari aja sesuai judul acara dan tanggalnya yg ada di ff

Soal endingnya sudah ada tapi rahasia sampai di mananya

diya27 chapter 46 . Jan 12

Terima kasih buat kesabarannya dan reviewnya hehehe

Guest chapter 46 . Jan 11

Aku juga ingin lihat. Pasti ganteng abis

Guest chapter 45 . Jan 11

pasti

Guest chapter 1 . Jan 11

Terima kasih juga masih setia mengikuti ff ini

michhazz chapter 21 . Jan 11

soal konser tentunya

LittleEvil19 chapter 46 . Jan 11

Aku juga kangen nulis 3 macam itu cuma ini dunia nyata sibuk banget.

Kyuhyun jadi imut kalau dikepung tiang2 kkkkk

LittleEvil19 chapter 45 . Jan 10

Aku aja nggak tahu kalau sesakit itu. Aku tanya ke teman2 yg pakar kesehatan soal ini

cynthia chapter 46 . Jan 10

Maaf kalau aku nggak balas panjang krn isinya banyak cerita hehehe. Terima kasih udah baca ff ini. Dan maaf karena lama hiatus.

Yup, selama hayat dikandung badan akan diusahakan diselesaikan hehehe

michhazz chapter 20 . Jan 10

mari diintip

michhazz chapter 19 . Jan 10

banget. Kayak mimpi

michhazz chapter 18 . Jan 10

itu typo, naskah yang aku upload ulang naskah yang belum aku edit typo2nya. Dulu awal di ffn, kalau ngedit langsung di ffn jadi di naskah aslinya malah masih banyak typo

Ahsanriri22 chapter 46 . Jan 9

Terima kasih reviewnya

michhazz chapter 17 . Jan 8

lanjuuuuuuuuuuut

kyulove chapter 46 . Jan 8

Terima kasih sudah sabar menunggu

Kyu963 chapter 46 . Jan 8

Changmin yang manis kalau ke Kyu kkkkk

michhazz chapter 16 . Jan 8

Ini real Kangin cerita dia flu berat saat itu sampai nggak bisa ngenalin orang

rearelf chapter 46 . Jan 8

Coba deh kamu lihatin seseorang dengan intens. Nanti orang itu bakal nengok kecuali dia terlalu kagak peka kkkk

rearelf chapter 45 . Jan 8

Kyu suka sok tua ama Changmin padahal Cuma beda hari kkk

Kayak yg billboard masita itu, Kyu kan nyebut dirinya sendiri Hyung ke Changmin

chapter 46 . Jan 7

Terima kasih buat semangatnya. Maaf kalau updatenya super duper lama

Fahra chapter 46 . Jan 7

Salam kenal juga. Terima kasih sudah mengikuti ff ini

evayesiu12 chapter 46 . Jan 7

Memang

michhazz chapter 15 . Jan 7

mari kita lihat

michhazz chapter 14 . Jan 7

Mereka 11 12 ama SJ

michhazz chapter 13 . Jan 7

namanya juga manusia bisa meleset

michhazz chapter 12 . Jan 7

Iya itu sungguhan

michhazz chapter 11 . Jan 7

huwaaaaaaaaaaaa

michhazz chapter 10 . Jan 7

Mukanya pucat banget

gaemgyulah chapter 45 . Jan 6

semoga pahalanya jadi banyak hehehe

Kiyuh chapter 46 . Jan 6

Sama2. Terima kasih sudah mengikuti dan menunggu ff ini dengan sabar. Dihapus dulu mah bukan krn buku tapi krn plagiator

Cho Kyunhae chapter 46 . Jan 6

Pasti ganteng. Yg di TMETS kan lumayan mirip meski beda

Ira Widiyanti chapter 46 . Jan 6

Puk puk puk

Intan chapter 46 . Jan 6

Itu sih sampai sekarang hehehe

Ira widiyanti chapter 45 . Jan 6

waduh

Ira Widiyanti chapter 44 . Jan 6

Labil?

Ira Widiyanti chapter 43 . Jan 6

Usilnya kan imut kkk

Fitri MY chapter 46 . Jan 6

Baru tanda-tanda

michhazz chapter 9 . Jan 6

Iya. Meski suaranya belum prima karena sakit, tapi bagus

Guest chapter 46 . Jan 6

?

Ira Widiyanti chapter 42 . Jan 6

Aku nontonnya aja pengen jitak itu MC

Ira Widiyanti chapter 41 . Jan 6

Untung selamat. Nekad banget lanjutin acara

Lusi oktiyana chapter 46 . Jan 6

Amin. Semoga selalu sehat, sukses, dan bahagia

GaemGyu92 chapter 46 . Jan 5

Aku juga kangen SJ yang dulu

Emon204 chapter 46 . Jan 5

Kyuhyun kagak mau kalah hahaha

dewi leitte chapter 46 . Jan 5

Henry PD hahaha

Usul Donghae bagus #ooops

Aku nangis pas lihat video interviewnya si appa

Hyunhua chapter 22 . Jan 5

Serba salah hahaha

Dia sempat coba yang split tuh ckckckck nekad

Hanya merasa aneh tapi nggak lebih

Selama masa pelatihan sebelum debut, Kibum dan Changmin dekat

ira Widiyanti chapter 40 . Jan 5

Amin

ladyelf11 chapter 46 . Jan 5

Iya gpp

Upacaranya kudunya hikmat hehehe

Tapi ini rasa Suju

Hyunhua chapter 21 . Jan 5

Banyak sekali nick name Kyu

Ketawa ke Yesung

Mari kita lihat chapter selanjutnya

nenk kurnia chapter 46 . Jan 5

akan dilanjut cuma nggak tahu kapan

michhazz chapter 8 . Jan 5

Baca pelan2 nanti kan ngerti

sparkyucho0 chapter 46 . Jan 5

sedih

Bia chapter 46 . Jan 5

Semoga impiannya tentang rumah tangga yang bahagia juga terwujud

Kyulennychan chapter 1 . Jan 5

Trims

Eka Elf chapter 46 . Jan 5

Semoga sampai sekarang

Irawidiyanti chapter 39 . Jan 5

Idenya dari kata2 Kyu di acara apa tuh yg bilang dia kagak perlu minta maaf ke siapapun di SJ kkkk

Guest chapter 46 . Jan 5

Bukan bakal dipakai tapi sudah dipakai di status2 mereka menjelang 7 juni 2008. Bukan slogan yach, mereka pakai itu karena menantikan 7 juni. Dan lagi Leeteuk yg mengusulkan slogan itu ke EXO

Bia chapter 45 . Jan 5

Changmin meleleh kalau sama Kyu kkkk

Iya, tuh, nyesek mana dikatain gemuk

Eka Elf chapter 45 . Jan 5

Katanya sampai 3 hari baru mereda huhuhu

Sabar tidak sabar kudu sabar kkkk

Aya chapter 46 . Jan 5

Kaporit itu bau dan pahit kkkkk

SparkyuELF137 chapter 46 . Jan 5

7 juni itu isi status

Mereka menantikan 7 juni jadi selalu menuliskan tanggal itu di status. Kan kalimatnya berupa penantian

yulianasuka chapter 46 . Jan 5

Nggak bisa diedit

Maya kyu chapter 46 . Jan 5

Syukurlah. Banyak bagian yg dihilangkan sih sebenarnya karena terlalu rumit penjelasannya. Aku hanya membayangkan kayaknya kalau mereka sih nggak bakalan normal acaranya hahaha

Terima kasih

SparkyuELF137 chapter 45 . Jan 5

Wkwkwkwkwk

AtikahSparkyu chapter 46 . Jan 5

Kadang aku kangen kesan garangnya wkwkwkwk

Destiny kayaknya masih lama, SW yang lagi proses

kyunoi chapter 46 . Jan 5

Tetap semangat, arrachi?

ira Widiyanti chapter 38 . Jan 5

Hyuk memang lebih mudah meneteskan air mata

michhazz chapter 7 . Jan 5

Menurut kamu kalau orang ngomongnya dibilang campur2, nggak bisa full dengan satu bahasa, itu fasih atau nggak fasih? Kkkk

kyuya chapter 46 . Jan 5

Terima kasih juga udah bersabar menunggu update

erka chapter 46 . Jan 5

Ini copas dari naskah untuk buku, kalau diedit semua ada aja yang terlewat. Kalau buku kan dibuat rata

Guest chapter 46 . Jan 5

Terima kasih sudah membaca ff ku

cinya chapter 46 . Jan 5

Di sana budaya coba dilestarikan

Aku aja bingung kok ada yg ngotot soal main cast dan jalan cerita.

annisah563 chapter 46 . Jan 5

Terima kasih udah mem-follow

michhazz chapter 6 . Jan 5

Iya ledakan MV. Mereka cerita soal ini di SUKIRA. Pada lupa kasih tahu Kyu kkkk

michhazz chapter 5 . Jan 5

Terima kasih udah baca dan review

Fitri MY chapter 45 . Jan 5

Iya, pasti udah baca yang aff hehehe

Trims

Sparkyubum chapter 45 . Jan 5

Kata temanku yg dokter, sakitnya bisa 3 hari baru mereda. Bukan hilang, hanya mereda

Lily chapter 45 . Jan 5

Intip yang berikutnya yuuuuuuuk biar tahu

GaemGyu92 chapter 45 . Jan 5

Trauma

sparkyucho0 chapter 45 . Jan 5

Mari kita lihat chapter selanjutnya

Emon204 chapter 45 . Jan 5

Doain dunia nyata bisa ada senggang buat nulis yach

Ira WidiyaNti chapter 37 . Jan 5

Mancing emosi mah nggak sengaja

annisah563 chapter 45 . Jan 5

Keren lho foto2 mereka di grand canyon

karunianin chapter 1 . Jan 5

Terima kasih

Nuratikah chapter 45 . Jan 5

Sama2. Trims juga reviewnya

Guest chapter 45 . Jan 5

Yepiii akhirnya di review lagi kkkk

Park RinHyun-Uchiha chapter 45 . Jan 5

Iya gpp.

Lha dibikin baper kok makasih? Kkkk

Gpp, nggak diwajibkan baca balasan review kok, kan udah ada batasnya. Jadi kagak perlu minta maaf

Intan chapter 45 . Jan 5

Salam kenal juga, sampai jumpa di review berikutnya

cinya chapter 45 . Jan 5

Gpp, aku ngerti. Aku sendiri sangat sibuk di dunia nyata

Kan sekarang sih dia udah mulai bisa kelihatannya

Saking serunya mereka lupa siapa yang disemprot hehehe

Iya, sama2 nggak bisa

Begitulah, maunya dibalasin di PM. Lha kan banyak yg kagak punya akun, gimana balasnya ? kkkkk

Wajar kok, sewajar seorang author sangat senang ketika ff nya direview.

Benar tuh, kalau lagi malas baca kan bisa dilewati, tho udah dipisahkan dengan jelas pakai TBC

Terima kasih reviewnya

Fransisca Cho chapter 45 . Jan 5

Aku juga kangen nulis sebenarnya sayang sibuk terus

Katanya di radio star sih rw dan sw itu selalu begitu

Pas Super Camp kayaknya pernah pakai juga

angel sparkyu chapter 45 . Jan 5

Nyamain sama ff yang lain #nyengir

sabrina chapter 45 . Jan 5

oke deh nanti 2 tahun lagi wkwkwkwk

cho sabil chapter 45 . Jan 5

Terima kasih

kyunoi chapter 45 . Jan 5

Terima kasih sudah ngikutin ff ini dan review. Buku kagak wajib kok

Guest chapter 45 . Jan 5

Karena memang pendek hehehe

Ira Widiyanti chapter 36 . Jan 5

Kalau kompak, seruuuuu

Ira Widiyanti chapter 35 . Jan 5

Aku mau diusilin #eh

kakagalau74 chapter 45 . Jan 4

Gimana unyel2nya? Jauuuuuuuuuuuh

Beda banget dan sakit. Aku udah tanya 3 pakar di bidangnya soal ini. Bahkan sampai dapat foto contohnya segala. Soal beginian aku selalu tanya dan dapat masukan dari yang di bidangnya bukan ngasal

Habis gimana, itu udah aku edit tapi ada aja yang lolos. Maklum versi buku di copas. Mau edit teliti nanti waktuku habis nggak bisa kerjain kerjaan kan berabe tuh kkkk

Jiah apaan tuh maksa kagak maksa

Jawabannya : okeeeeeee kkkk

ailedachangkyu chapter 45 . Jan 4

Maaf lama karena dunia nyata lebih menuntut konsentrasi hehehe

Tapi sekarang udah kagak gaptek kan? Ditunggu review berikutnya

Wah terima kasih udah berusaha mencari sekeras itu

Ah jangan ngomongin Changmin Kyuhyun deh, emang dua orang itu bikin envy hahaha Persahabatan mereka bikin banyak orang kepengen tapi susah nyarinya

Itu balasan review 2 tahun lho, lihat aja tahunnya kkkk

Trims

dewiangel chapter 45 . Jan 4

Kalau notif mah tinggal klik follow story atau author di bawah ini kan ada hehehe

Kim HyunWook chapter 45 . Jan 4

Iya, pendek yang penting update hehehe

Dugaan yang tepat

Terima kasih udah bersabar menunggu

Yup pas tahu SiWook suka berantem jadi kebayangnya lucu

idaluplup chapter 2 . Jan 4

Tegaaaaaaa wkwkwkwkwk

ekha sparkyu chapter 45 . Jan 4

Pernah banget

Itu tuh waktu aku nggak nge feel ama tulisanku, kan aku share buat minta masukan

tyas1412 chapter 45 . Jan 4

FF lain akan update Cuma belum tahu kapan karena belum selesai dibuat

Dewi leitte chapter 45 . Jan 4

Trims

jiii chapter 45 . Jan 4

Aku selalu bikin ending dulu kalau bikin ff

Beda sama korset yang buat sehari2 lho, ini untuk menopang tulang

Emang lama #ngaku kkkkk

yulianasuka chapter 45 . Jan 4

Pikakyu si super duper imut hehehe

Thanks udah ngikutin ff ini

restiana chapter 45 . Jan 4

okeeeeeeeee

kyuli 99 chapter 45 . Jan 4

Jangan lama2 tidak menentunya, nanti nggak ada yang bisa dikerjakan. SEMANGAT

Riena chapter 45 . Jan 4

Jiah hahaha

Name Ira chapter 34 . Jan 4

Kagak tahu tuh

AlifiaR2012 chapter 39 . Jan 4

?

Kyu963 chapter 43 . Jan 4

Thank you

1 "Kau, orang yang tidur seperti kau mati; Dan sekarang kau dengan mudahnya ter-bangun oleh sebuah panggilan telepon; Dan kau berani mengatakan bahwa kau baik-baik saja. APA KAU BERCANDA, CHO KYUHYUN?!"

2 Native speaker adalah penutur/pengguna asli suatu bahasa.

3 naneun gwenchana = aku baik-baik saja

4 Bibimbap = masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan saus pedas gochujang.

5 Nakji = gurita

6 Yukhoe = daging sapi tartare

7 Hotteok = pancake